Sleepwalking, Tidur Berjalan

Mimpi adalah fenomena aneh yang hanya bisa dirasakan oleh manusia, namun mimpi berjalan (sleepwalking) lebih aneh lagi. Terkadang mimpi kita bisa terasa sangat nyata. Tapi yang satu ini memang menjadi nyata.

Pernahkah anda menemukan anak anda pada pagi hari sedang tidur di dapur atau mungkin anda pernah memergoki anak anda berjalan tanpa sadar padahal sebelumnya anda mengetahui dirinya telah tidur di kamarnya?

Gejala ini disebut dengan sleepwalking, atau biasa kita menyamakan dengan tidur berjalan. Sleepwalking ini dikenal juga dengan istilah somnambulism, yang mungkin merupakan pertanda adanya masalah serius. Penderita somnambulisme disebut sleepwalker. Walaupun tidur berjalan ini dapat terjadi pada semua tingkatan usia, tetapi mayoritas terjadi pada anak berusia 8 sampai 12 tahun. Faktor paling besar yang menyebabkan sleepwalking ini adalah pikiran (beban, frustasi, gembira, stres, dll). Pernahkah anda mengalaminya??

Berdasarkan studi epidemiologi, somnambulisme terutama terjadi di usia 4-8 tahun, dengan prevalensi 15-30%. Di usia dewasa, prevalensinya 1-4 %. Di Swedia, angka prevalensi setahun 6-17% dan angka insiden 40%. Angka rasio pria: wanita sebesar 1:1 menunjukkan bahwa somnambulisme tidak memandang jenis kelamin.

Tanda dan gejala
Seseorang yang mengalami tidur berjalan dapat melakukan hal-hal berikut :

  • Berdiri dari tidurnya dan membuka mata layaknya orang yang terbangun dari tidur
  • Matanya tidak memiliki “sinar” dan ekspresi layaknya orang yang terjaga.
  • Berjalan berkeliling rumah, mungkin membuka dan menutup pintu dan menghidupkan atau mematikan lampu. 
  • Melakukan aktifitas rutin seperti berpakaian atau memasak bahkan yang lebih berbahaya adalah mengemudikan kendaraan. Terkadang bahkan berbicara atau beraktifitas lain dengan gaya yang canggung.

Tidur berjalan ini biasanya terjadi selama tidur dalam/tidur nyenyak pada awal tidur sekitar satu sampai dua jam awal tidur. Beberapa kasus tidur berjalan ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja, tetapi beberapa kasus dapat terjadi sampai 30 menit. Pelaku tidur berjalan sendiri tidak akan sadar apa yang dilakukannya saat bangun pagi.

Penyebab
Diperkirakan 15 persen anak-anak sehat pernah mengalami tidur berjalan, tetapi tidak sedikit juga orang dewasa yang mengalaminya. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tidur berjalan antara lain :

  • Kelelahan
  • Stres
  • Gelisah
  • Sakit

Kasus tidur berjalan terkadang berhubungan dengan pengobatan atau kondisi kesehatan mental seperti :

  • Detak jantung tidak normal (arrhythmias)
  • Aliran balik asam lambung ke dalam esophagus atau saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan perut.
  • Berhentinya napas saat tidur (obstructive sleep apnea)
  • kelainan akibat trauma
  • kepanikan
  • Di beberapa kasus lain, konsumsi alkohol dan obat-obat tertentu seperti antibiotic, antihistamin, sedative dan pil tidur dapat memicu sleepwalking.

Potret Klinis
Menurut Perdossi (2006) dan PPDGJ (1995), pada sepertiga awal tidur malam penderita mendadak terbangun (lalu duduk di) tempat tidur, mata terbuka, ekspresi wajahnya kosong-bengong, membuka selimut, bergerak berputar seolah bertujuan, berusaha meninggalkan tempat tidur.

Bisa pula mencoba berpakaian, berjalan-jalan mengelilingi tempat tidur, di sekitar kamar-rumahnya; dapat berbicara namun jarang bermakna, naik tangga, memakai alat-alat dapur, lalu berusaha menyiapkan makanan; membuka pintu depan rumah, berjalan jarak jauh, bahkan mengendarai mobil dalam keadaan tidur. Beberapa menit setelah (ter)bangun, ia sedikit bingung (disorientasi) sesaat.

Kebanyakan tidak bermimpi, sulit bangun saat serangan berlangsung, namun setelah serangan segera tidur lagi. Saat tersadar keesokan paginya, tidak ingat kronologi kejadiannya.

Kecelakaan dapat terjadi akibat jatuh dari tangga, jendela, atau saat berjalan ke luar rumah. Biasanya mau diajak ke tempat tidur tanpa perlawanan. Hindari menghalang-halangi atau membangunkannya karena menyebabkan bingung, cemas, atau melarikan diri. Dapat dengan susah payah disadarkan/dibangunkan dari tidurnya.

Pada anak, dapat berjalan ke kamar tidur orang tua dan memberi respon terhadap pertanyaan/ perintah. Terkadang kencing di tempat yang tidak biasanya.

Somnambulisme haruslah dibedakan dari serangan epilepsi psikomotor dan fugue disosiatif. Tidak terdapat gangguan mental organik.

Faktor resiko
Biasanya kebiasaan ini akan menurun dari orang tua atau saudara kandung. Pada ibu hamil atau wanita menstruasi, kemungkinannya akan lebih tinggi mengalami tidur berjalan.

Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik dan psikologi akan dilakukan untuk mengetahui hal-hal atau unsur yang menyebabkan tidur berjalan ini, seperti detak jantung yang tidak normal atau kepanikan yang tiba-tiba melanda. Jika diperlukan maka akan dilakukan tes tidur di laboratorium agar pemantauan lebih sempurna.

Bahaya
Sleepwalking sebenarnya tidak membahayakan, kecuali bila penderita melakukan aktifitas yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, seperti aktifitas di luar rumah atau memasak dengan menggunakan api.

Bila kejadian tidur berjalan ini terjadi hampir tiap hari atau dengan frekuensi yang sering, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar segera diketahui penyebab pastinya.

Pencegahan dan pengobatan
Tidak ada pengobatan dan cara pencegahan yang pasti. Jika anda memergoki anak anda tidur berjalan maka hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menuntunnya kembali ke tempat tidur. Sebaiknya tidak membangunkan anak saat tidur berjalan, karena hal ini akan menggangu proses tidurnya, walalupun membangunkannya pun tidak menimbulkan bahaya apapun. Hanya saja jika dibangunkan saat tidur berjalan, maka anak akan merasa kebingungan.

Jika tidur berjalan tersebut terjadi pada keluarga anda, maka sebaiknya anda memperbaiki kebiasaan tidurnya.

Jika anda tidak dapat memantau tidurnya, usahakan lingkungan tidurnya aman, sehingga saat tidur berjalan tanpa sepengatuhan anda dia tidak akan melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya

Tidur lebih lama. Kelelahan menjadi salah satu penyebab. Untuk itu usahakan tidur lebih cepat dan biasakanlah tidur dengan jadwal yang tetap. Buat dirinya merasa lebih rileks sesaat sebelum tidur dan hindari mengalami tekanan berlebihan.

Perhatikan pola dan kebiasaannya. Jika ia sering mengalami tidur berjalan, biarkan dia tetap tertidur. Yang perlu anda lakukan adalah amati kapan kebiasaan tidur berjalannya timbul. Jika sudah diperoleh kebiasaan tersebut, maka anda dapat membangunkannya 15 menit sebelum tidur berjalan tersebut terjadi padanya. Jangan khawatir, biasanya semakin bertambah umur semakin kecil kemungkinan untuk sleepwalking, tetapi tetap saja ada beberapa orang yang sudah terbiasa mengalami tidur berjalan ini.

Mulai sekarang perhatikanlah pola tidur anda. Siapa tau suatu saat ketika anda terbangun dari tidur anda berada ditempat yang tidak anda kenal. Itu tandanya anda telah mengalami “sleepwalking”.

Mimpi Bahasa Simbol dari Tuhan

“Mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi lain, hingga aktivitas emosi yang sama sekali tidak disadari.” [Sigmund Freud]

Freud percaya bahwa mimpi adalah manifestasi dari harapan yang muncul dari pikiran alam bawah sadar yang sulit diakses kedalam alam sadar karena didalamnya terdapat berbagai emosi, termasuk ketakutan terbesar dan keinginan-keinginan yang bahkan tidak disadari karena ditekan oleh individu tersebut. Hal ini bisa disebabkab karena norma-norma dalam komunitas yang melarangnya, ataupun karena situasi yang tidak memungkinkan impuls-impuls tersebut termanifestasi. Maka, impuls-impuls tersebut tersimpan dalam alam ketidaksadaran seseorang yang akhirnya suatu waktu muncul di alam mimpi. Sama juga dengan mimpi buruk, tapi kebalikannya. Dalam mimpi buruk yang muncul adalah hal-hal yang sama sekali tidak diharapkan terjadi dialam sadar.

Freud menggunakan mimpi sebagai salah satu metode untuk menangani gangguan psikologis kliennya, yang disebut Analisis mimpi. Metode Analisis Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang. Analisis mimpi ini dimaksudkan untuk memberi jalan untuk mempermudah analisis psikologis terhadap neurosis (baca: gangguan jiwa).

Freudian teori juga menyatakan bahwa mimpi membawa pesan. Alam bawah sadar tidak berkomunikasi dengan kata-kata melainkan dengan simbol dan emosi melalui mimpi. Beberapa mimpi memiliki pesan dan penafsiran yang jelas jika dilihat dari pengalaman pribadi individu yang bermimpi. Mengenai hubungan mimpi dengan alam sadar, Freud berpendapat bahwa apapun yang ditawarkan oleh mimpi, individu mendapat materinya dari alam nyata.

Interpretasi mimpi Freud tidak selalu empiris dan kontroversial, tapi terbukti teori ini masih sangat populer.

Dreams are often most profound when they seem the most crazy.
-Sigmund Freud

Betulkah mimpi merupakan bahasa sandi dari Tuhan yang berkehendak untuk berkomunikasi dengan manusia? Jika demikian, apakah semua mimpi memiliki makna tertentu?

Banyak ragam pandangan orang mengenai mimpi. Ada yang mengatakan mimpi itu bunga tidur, mimpi dianggap sebagai harapan yang tidak kesampaian, bahkan ada yang beranggapan bahwa mimpi tidak memiliki arti. Ada pula yang menyatakan bahwa mimpi merupakan jalan utama atau jalan emas untuk memasuki dunia batin atau hati nurani kita.

Sejarah menemukan bahwa buku tafsir mimpi tertua telah ditulis tahun 1100 SM. Untungnya sebagian ilmuwan memiliki ketertarikan mengenai mimpi, sehingga antara lain berdiri Institut Carl Gustav Jung di Zurich, Swiss, yang mempelajari mimpi sehingga dapat dipahami secara ilmiah.

Menurut Wolfgang Bock, SJ, yang pernah belajar di Institut Jung tersebut, salah satu fungsi mimpi adalah mengangkat pikiran, khayalan,dan hasrat hati manusia yang dalam hidup sadar kurang diperhatikan. Karena itu, mimpi juga memiliki motif menyeimbangkan kondisi pribadi supaya kepribadian seseorang tidak tumbuh pincang.

“Suka atau tidak suka, mimpi itu mengingatkan Anda, supaya Anda mau melihat kebenaran. Kadang kebenaran itu ditayangkan dengan cara amat mengejutkan, supaya diperhatikan,” tulis Bock dalam bukunya, Menafsir Mimpi, Bahasa Sandi Tuhan.

Mimpi juga menambah pengetahuan vital, agar kita dapat memperbaiki sikap terhadap seluruh kehidupan dan situasi nyata yang dihadapi, ungkap Bock lagi. Melalui mimpi, bawah sadar kita akan memainkan tugas membimbing dan merencanakan, guna memberi arah lebih baik kepada sikap dan pendirian pikiran alam sadar.

Alam pikiran sadar kita seringkali tidak mau atau tidak ingin memahami persoalan apa adanya. Namun, melalui mimpi, kemampuan kita untuk menipu diri dan berpura-pura akan dijungkir balikkan, sehingga kita dihadapkan pada keadaan yang sebenarnya.

Tepat apa yang dituliskan Pastor J. Darminta, Si, mimpi bisa mengungkapkan alam spriritual kita, kerinduan dan perjumpaan kita dengan Allah, alam kejiwaan kita dengan segala pergulatan-pergulatan hidup, serta peristiwa dan tindakan hidup kita sehari-hari.

Perlu dipahami, mimpi merupakan salah satu bentuk bahasa hidup, seperti halnya bahasa rasa, bahasa hati, bahasa budi, bahasa rohani, bahasa tubuh, dan sebagainya. Sejak zaman para nabi dulu mimpi telah diyakini sebagai salah satu cara Tuhan menyampai pesan.

Melalui mimpi, menurut Bock, Allah hendak bergaul dengan manusia dan menuangkan nilai-nilai baru, kekuatan, dan kasih sayang yang berlimpah ke dalam hati kita.

Perhatikan waktunya
Mengutip Darminta, SJ, ada tiga macam mimpi berdasarkan waktu menurut orang Jawa, yaitu:

  1. Titi Yoni (21.00-24.00).
    Mimpi pada jam ini dapat dipahami tidak memiliki arti khusus, kecuali menunjuk pada pengaruh pengalaman hidup sebelum tidur. Biasanya isi mimpi berkaitan dengan peristiwa hidup yang terjadi sebelumnya atau sisa masalah ketika masih terjaga.
  2. Gondo Yoni (24.00-03.00).
    Mimpi pada jam ini menunjuk pada kualitas kejiwaan kita dalam mengarungi kehidupan, menyingkapkan apa yang tersembunyi di dalam diri kita agar diketahui, diterima, diolah. Jika diketahui sebagai gangguan hendaknya segera dapat disingkirkan, namun jika dirasakan sebagai dukungan sebaiknya diterapkan dalam kehidupan.
  3. Puspa Tajem (03.00-06.00).
    Mimpi pada jam ini diyakini mengungkapkan adanya keterlibatan Allah, dan kita ditantang untuk mengenal suara, ajakan, dan pesan kehadiran Allah.

Mendoakan mimpi
Karena mimpi merupakan bahasa simbol dari Tuhan, saran Wolfgang Bode, sebaiknya kita meresponnya secara tepat. Caranya:

  • Buat judul.
    Pilih kata-kata, biarkan judul itu muncul spontan. Bila perlu, tanya mimpi itu, “Judul mana yang kau inginkan?”
  • Buat tema.
    Catatlah tema pokok atau masalah utama yang muncul dalam mimpi Anda. Bila mimpi Anda memuat lebih dari satu tema, urutkan tema-tema itu menurut bobot yang Anda rasakan.
  • Catat perasaan.
    Perasaan manakah yang paling menonjol dan kuat dorongannya dalam mimpi itu? Jika ada beberapa perasaan yang muncul berturut-turut, catatlah semuanya.
  • Panjatkan doa.
    Bercakaplah dengan Tuhan mengenai tema dan perasaan Anda berkaitan dengan mimpi. Mintalah jawaban dari Tuhan mengenai makna dan pesan lewat mimpi tersebut.
  • Kesempatan bersemadi.
    Biarkan seluruh mimpi berikut tema, perasaan, dan orang-orang yang tampak di dalam mimpi berada bersama Anda. Pilih satu kata kunci dan resapkan melalui metode mantra (kata itu dihirup bersama helaan napas).
  • Buat catatan.
    Catatlah apa yang Anda alami selama menggumuli mimpi itu dalam suasana doa di hadapan Tuhan. Tuliskan cepat, tanpa menilai apa yang muncul. Anda dilatih terbuka pada pola baru dalam berpikir dan bertindak, sesuai apa yang muncul.
  • Tinjau kembali.
    Malam hari, baca dan tinjau kembali mimpi dan doa serta sahutan Anda terhadap mimpi itu. Perhatikan bagaimana semua itu membantu Anda menemukan makna dan petunjuk arah yang termuat dalam mimpi, supaya bisa memilih dan menjalankan pola hidup Anda.

sumber : kompas

Kesadaran Diri

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

Kesadaran diri adalah keadaan dimana Anda bisa memahami diri Anda sendiri dengan setepat-tepatnya. Anda disebut memiliki kesadaran diri jika Anda memahami emosi dan mood yang sedang dirasakan, kritis terhadap informasi mengenai diri Anda sendiri, dan sadar tentang diri Anda yang nyata. Pendek kata, kesadaran diri adalah jika Anda sadar mengenai pikiran, perasaan, dan evaluasi diri yang ada dalam diri Anda.

Orang sedang berada dalam kesadaran diri memiliki kemampuan memonitor diri, yakni mampu membaca situasi sosial dalam memahami orang lain dan mengerti harapan orang lain terhadap dirinya. Kalau orang lain mengharapkan Anda bicara, maka Anda bicara. Kalau orang lain mengharapkan Anda diam, maka Anda diam. Kalau orang lain mengharapkan Anda yang maju duluan, Anda maju duluan.

Orang yang bisa memonitor diri pasti disukai orang lain. Namun jika kemampuan monitor dirinya sangat tinggi malah bisa menjadi bunglon, alias tidak memiliki identitas karena dimana-mana selalu berusaha menyesuaikan diri. Sebaliknya, orang yang rendah monitor dirinya selalu berperilaku konsisten karena tidak ada usaha untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi. Entah di pesta, di rapat, di acara apapun dan bertemu siapapun perilakunya tetap saja sama.

Secara ekstrem, kesadaran diri bisa dibedakan menjadi dua, yakni kesadaran diri publik dan kesadaran diri pribadi. Orang yang memiliki kesadaran diri publik berperilaku mengarah keluar dirinya. Artinya, tindakan-tindakannya dilakukan dengan harapan agar diketahui orang lain. Orang dengan kesadaran publik tinggi cenderung selalu berusaha untuk melakukan penyesuaian diri dengan norma masyarakat. Dirinya tidak nyaman jika berbeda dengan orang lain.

Orang dengan kesadaran diri pribadi tinggi berkebalikan dengan kesadaran diri publik. Tindakannya mengikuti standar dirinya sendiri. Mereka tidak peduli norma sosial. Mereka nyaman-nyaman saja berbeda dengan orang lain. Bahkan tidak jarang mereka ingin tampil beda. Mereka-mereka yang mengikuti berbagai kegiatan yang tidak lazim dan aneh termasuk orang-orang yang memiliki kesadaran diri pribadi yang tinggi.

Self Awareness

Self Awareness (kesadaran diri) adalah perhatian yang berlangsung ketika seseorang mencoba memahami keadaan internal dirinya. Prosesnya berupa semacam refleksi dimana seseorang secara sadar memikirkan hal-hal yang ia alami berikut emosi-emosi mengenai pengalaman tersebut. Dengan kata lain, Self Awareness adalah keadaan ketika kita membuat diri sendiri sadar tentang emosi yang sedang kita alami dan juga pikiran-pikiran kita mengenai emosi tersebut.

Ada sebuah kisah terkenal tentang seekor elang yang lahir di komunitas ayam.Karena lahir dan tumbuh di lingkungan itu,sang elang merasa yakin bahwa dia seekor ayam yang tidak ada bedanya dengan anak-anak ayam. Ia berkokok dan berjalan layaknya seekor ayam. Tak pernah ia mengepakkan sayapnya. Takala suatu hari dia melihat elang terbang tinggi dengan gagahnya, ia hanya bisa ternganga dan berdecak kagum sambil melamun seandainya ia bisa terbang tinggi seperti elang itu.

Cerita ini hanyalah simbol dari suatu ketidaksadaran diri, sehingga seseorang tidak dapat berprestasi sesuai dengan pontensi yang dimilikinya. Kesadaran diri atau (self-awareness) di yakini merupan satu dari sekian kunci keberhasilan hidup. salah satu defensi dari self-awareness menyebutkan, ada 3 hal yang harus di kenali dan di sadari sepenuhnya.

  • Pertama nilai dan tujuan yang di miliki; 
  • Kedua kebiasaan, gaya, kekuatan dan kelemahan diri; 
  • Ketiga, hubungan antara perasaan,pemikiran dan tingkah laku.

Kejelasan visi; Pertama kita harus memiliki dan menyadari nilai dan tujuan hidup. Ini yang kemudian populer dengan istilah VISI. Sebagai orang beriman, visi kita masuk surga dengan keridhoanNya. Tapi sudahkan kita menginternalisasikan visi kita?????

Visi hidup ini harus kita pecahkan lagi dengan goal-goal lain yang lebih kecil dan berjangka pendek. Apa yang anda inginkan dalam 5 tahun ke depan,10 tahun ke depan, harus jelas.

Ini perlu kita lakukan sebagai individu apalagi dalam kontek kehidupan kolektif sebagai Muslim, bahkan dalam berbangsa. Jangan sampai aktivitas organisasi kita muncul hanya sebagai reaksi kondisi yang ada. Kita di setir keadaan, bukan menyetir keadaan being driven instead af driving. Organisasi kita harus mempunyai visi yang jelas, kemudian di jabarkan dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil.

Rumus ABC; affect [perasaan], behavior [tingkah laku], & cognition [pemikiran], Demikian rumus ABC yang di ajukan O,keefe dan berger. Inilah aspek terakhir dari self-awareness. Penetapan visi kesadaran akan kekuatan dan kelemahan kita,semuanya tidak akan berarti kalau kita tidak melakukan aksi apa-apa. Di sinilah rumus ABC berperan.

Aktivitas yang di putuskan untuk di lakukan hendaknya mampertimbangkan ketiga hal ini. Meski hasil analisa pemikiran mengatakan satu aktivitas akan menggantungkan, tapi tidak akan terlaksana kalau ternyata tidak sesuai dengan hati (perasaan) atau sangat berbeda dari kebiasaan. Karena itu, harus di cari alternatif aktivitas yang menyeimbangkan ketiga hal ini.

Demikin juga, merubah tingkah laku bangsa tidaklah mudah. Banyak contoh kegagalan penerapan teknologi karena masyarakat tidakmau meninggalkan kebiasaan lama. Hasil pemikiran berupa teknologi tepat guna sekalipun, belum tentu dapat diterapkan tanpa pedekatan yang persuasif.

self-awareness yang mempunyai tiga komponen ini memang penting untuk meningkatkan prestasi kita. Baik prestasi individu, kelompok bahkan bangsa . Tentu kita tidak harus selalu melihat ke dalam diri. Tapi mesti pula melihat faktor ekternal. Untuk itu self-awareness ini harus di lengkapi dengan environmental-awareness, kesadaran untuk melihat kondisi lingkunggan sekitar kita, baik itu kawan maupun lawan. Dengan demikian kita mampu membedakan dan menyadari bahwa kita adalah elang di tengah komunitas ayam , atau sebaliknya ayam di tengah kumpulan elang.

Keasadaran Komunitas NAQS DNA; Self Awarareness to Universal Awareness
Nah, sahabat NAQS DNA dimanapun berada. Sudahkah anda mengikuti pelatihan kami dengan kesadaran diri…?? Dan sudahkah anda merasa sebagai bagian dari komunitas NAQS DNA…?? Dan sudahkah anda turut berkontribusi terhadap NAQS…???  Sudahkah anda secara sadar ikut memberi Donasi untuk perkembangan NAQS DNA…??

Bila belum, semoga anda segera Sadar, bahwa itu semua adalah bagian daripada pelajaran untuk meraih kesempurnaan keilmuan NAQS anda. Dan itu hanya akan terjadi bila anda sudah menganggap NAQS DNA sebagai bagian dari diri anda. Spirit Elang NAQS DNA sudah manunggal di dalam diri anda. Sehingga tumbuh daya inisiatif dan rasa tanggung jawab terhadap perkembangan majelis.

Dengan begitu anda akan keluar dari batasan sempit kemampuan diri anda sendiri, dan anda mengembangkan sayap potensi anda dengan menjadikan Visi & Misi Majelis sebagai juga visi dan misi anda sendiri. Lingkar Pengaruh aktivasi potensi anda akan semain meluas, potensi-potensi yang sedang tidur di dalam diri anda akan terpompa keluar. Kesadaran anda meluas dari hanya kesadaran sebagai sebuah pribadi, menjadi kesadaran sebagai bagian dari alam semesta. Dari SELF AWARENESS menuju UNIVERSAL AWARENESS. Dari Ego Pribadi menuju Super Ego, dan akhirnya menuju Sang Maha Ego.

Semoga Anda Sadar, bahwa visi & misi NAQS DNA adalah untuk meraih ridlo Allah dan menegakkan kalimat-kalimat Allah swt di atas muka bumi ini.

Allah mengungkapkan sebuah rahasia dalam al-Qur’an sebagai berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.s. Muhammad: 7).

Orang-orang beriman yang berjuang dengan ikhlas di jalan Allah dapat merasakan semua ini dalam setiap detik dalam kehidupan mereka, yakni Allah menjadikan urusan-urusan mereka dapat diselesaikan dengan mudah, dan Allah memberikan kepada mereka kejayaan dan kebahagiaan. Bahkan dalam situasi yang sangat sulit, Dia memberikan kemudahan kepada orang-orang yang beriman. Bahkan ketika orang-orang lemah imannya berkeluh kesah, berputus asa, dan tidak melihat jalan keluar, Allah menurunkan bantuannya kepada orang-orang yang beriman dan memberikan kejayaan kepada mereka.

Orang yang beriman, yang dekat dengan Allah, yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya, dan mengetahui bahwa Dia akan menolong orang-orang yang beriman, akan melihat rahasia-rahasia tersebut ditampakkan dalam setiap saat dalam kehidupannya. Dan jika orang-orang yang beriman merenungkan dengan ikhlas, bertafakkur tentang ciptaan Allah dan ayat-ayat al-Qur’an dalam setiap peristiwa, mereka dapat melihat perwujudan dari pertolongan Allah yang menyerupai mukjizat dalam setiap situasi kehidupan mereka.

Intinya, bila anda bergerak menegakkan Agama Allah, maka Allah swt akan menolong kita menegakkan kedudukan kita di dunia dan akherat. SALAM KESADARAN…

MELU KEPLOK ORA MELU NYONGGO

Selamat sore sahabat, OVJ kali ini akan melakonkan pernak-pernik dalam bertetangga dan bercampur gaul dengan orang lain. Bagi orang jawa, tentu tidak asing dengan kalimat ini. “TONGGO, MELU KEPLOK ORA MELU NYONGGO.” Artinya Pada umumnya Tetangga atau orang lain itu hanya bisa memberi pendapat & komentar yang belum tentu sesuai untuk diri kita. Yaitu dukungan positif berupa saran, nasehat, bahkan bersorak atas diri kita dan dukungan negatif berupa kritikan, hinaan ataupun cacian kepada kita. Dan semua itu hanyalah sebatas pendapat atau omongan dari orang luar yang hanya melihat dengan sekilas diri kita, Sedangkan yang paling tahu mengenai diri kita hanyalah kita sendiri, Maka sebaiknya kita dapat bersikap bijaksana terhadap segala masukan pendapat yang diberikan kepada kita, untuk kemudian mengambil keputusan yang paling sesuai dengan diri kita. Bukankah semua tanggung jawab kehidupan kita toh kembali di atas pundak kita sendiri, kita sendiri yang memikul akibatnya. Dan orang lain hanya MELU KEPLOK ORA MELU NYONGGO, Ikut berkomentar tapi tidak ikut menanggung akibat & resikonya.

Ada sebuah Kisah. Suatu hari, ada seorang ayah, seorang anak dan keledai peliharaannya yang sedang dalam perjalanan. Mereka ingin menghadiri pesta yang akan diadakan di desa tetangga. Terik matahari yang menyengat ditambah perjalanan yang jauh membuat mereka kelelahan. Keringat bercucuran dari tubuhnya.

Sang ayah tidak tega melihat anaknya yang kelelahan. Lalu ia menyuruh anaknya untuk naik ke punggung keledai, dan si ayah berjalan kaki. Di tengah perjalanan bertemulah mereka dengan si A. Melihat mereka, si A berkata kepada ayah tersebut: “Sobat, kamu tidak boleh begitu. Dimana-mana yang muda harus mengalah kepada yang tua. Harusnya kamulah yang menunggangi keledai dan anakmu yang berjalan kaki.”

Mendengar hal itu si ayah menyuruh anaknya turun dari punggung keledai dan ayahnya yang menunggangi keledai. Dalam perjalanannya mereka berjumpa dengan si B. Melihat mereka, si B pun berkata: “Hei, ayah macam apa kamu. Masak kamu enak-enak duduk di atas keledai sedangkan anakmu yang masih kecil kamu suruh jalan kaki. Mana cuacanya panas begini.”

Si ayah pun tak enak hati mendengarnya. Lalu ia turun dari punggung keledai dan berjalan kaki bersama-sama dengan anaknya. Biar adil pikirnya. Dari kejauhan tampak si C yang sedang berjalan mendekati mereka. Setelah berbasa-basi sejenak, si C pun mengutarakan hal yang dari tadi ingin ia tanyakan. “Kata kamu, kalian telah menempuh perjalanan selama 3 hari. Tentu melelahkan. Tapi aku lihat, kenapa kamu tidak menaiki keledai itu, malah berjalan kaki. Mubazir donk keledaimu. Sementara orang lain menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki sampai kelelahan, ingin naik keledai tapi tidak punya uang untuk membeli keledai, sedangkan kamu yang punya keledai malah tidak dimanfaatkan”

Iya juga ya, pikir si ayah. Mungkin ini solusi terbaik, katanya dalam hati. Akhirnya ia naik ke atas keledai dan menyuruh anaknya untuk naik juga ke atas keledai. Datanglah si D. Melihat kejadian di depan matanya, D pun langsung protes. “Hei, kalian tidak berperikemanusiaan. Tega-teganya kalian menyiksa keledai kurus ini. Mengangkat satu orang saja dia sudah kelelahan. Apalagi mengangkat kalian berdua di tengah cuaca sepanas ini. Bisa-bisa dia mati.”

Si ayah pun jadi kebingungan. Begini salah, begitu salah. Akhirnya, saking bingungnya, si ayah pun mengambil keputusan yang ekstrem. Ya sudah, biar aku yang menggendong keledai ini. Si keledai pun senyum-senyum melihat ulah majikannya ini.

Akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan. Namun membawa keledai di punggung memperlambat perjalanan mereka. Sesampainya mereka, ternyata pesta nya telah berakhir. Bahkan pestanya telah berakhir 2 hari yang lalu .

Nah, mari belajar dari kisah di atas. Dalam hidup ini sering kali kita terlalu peduli pada pendapat orang lain. Banyak hal yang kita lakukan, sebenarnya bukan untuk mendapat manfaat bagi kita, tapi hanya untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Sering kali pula ketika kita membuat keputusan – yang sebenarnya sudah tepat – tapi kita mengubah keputusan tersebut hanya karena komentar-komentar negatif orang lain, yang akhirnya malah menjerumuskan kita.

Sadarilah, tidak ada hal apapun di dunia ini yang akan memuaskan semua orang. Orang baik akan di kritik, orang jahat akan di kritik, orang yang tidak jahat dan tidak baik pun tak akan luput dari kritikan.

Anda yang menentukan nasib anda, bukan orang lain. Kalau anda jatuh, toh para pengkritik juga tidak peduli. Anda yang jatuh, anda sendirilah yang merasakan sakitnya. Mereka hanya akan tertawa saat anda jatuh.

Jangan sampai anda terlambat menyabet peluang yang sudah di depan mata hanya karena omongan-omongan orang lain. Peduli lah hanya kepada saran-saran yang membangun. Lakukan lah apa yang terbaik menurut anda untuk mewujudkan mimpi anda, selama tidak merugikan orang lain.

Semoga kisah ini akan menjadi inspirasi anda dalam menemukan solusi sukses.

Kekuatan Pengulangan

Assalamu ‘alaikum….
Sahabat, janganlah berhenti untuk berlatih & melatih diri walaupun menurut penilaian sahabat belum ada kemajuan yang bisa dirasakan. Tidak ada perbuatan yang sia-sia, ibarat kata menabung 5rb perhari dalam sepuluh hari tentu baru dapat 50rb. Tak ada artinya nilai 50rb bila ada kebutuhan beli rumah senilai 50jt. Right..??
Tetapi bila engkau lalu brenti, tentu 50rb anda tak akan ada pertambahan lagi. Right..??
Tetapi bila anda teruskan, ada kemungkinan 50jt itu dpt diraih. Karena selain akumulasi tabungan anda, siapa tahu anda juga dapat undian berhadiahnya. Right..??

Ingat, membangun itu butuh ketelatenan dan ketekunan. Bangunan kesuksesan itu dibangun dari satu bata hingga bata berikutnya. Dan itu butuh proses.

Sebuah ilustrasi :
NILAI AMAL POSITIF ANDA BILA RUTIN, KATAKANLAH AMAL ANDA SENILAI 5RB/HARI,
INI HITUNGAN PERHARINYA SELAMA 10 HARI :
1. 1 X 5RB = 5000
2. 2 X 5RB = 10.000
3. 3 X 5RB = 15.000
4. 4 X 5RB = 20.000
5. 5 X 5RB = 25.000
6. 6 X 5RB = 30.000
7. 7 X 5RB = 35.000
8. 8 X 5RB = 40.000
9. 9 X 5RB = 45.000
10. 1O X 5RB = 50.000
TOTAL = 275.000 dan bukan 50.00 seperti yg anda sangka. Ini adalah rumus International dari The Law Of Repetition. Jadi rumus ini bukan rumus ngawur karangan saya. Rumus ini saya dapat dari pendidikan saya sebagai Hypnotherapist, Yaitu untuk mengukur kekuatan sugesti. Lihat Tabel Kekuatan Sugesti di bawah.

Nah, bagaimana bila 5rb itu anda lakukan istiqomah selama 1 tahun atau 365 hari. Silahkan dihitung sendiri kekuatan sugesti yg anda bangun… Bagaimana pula bila 10 tahun….???? 20 tahun..?? Seumur Hidup..??

Rasulullah Saw bersabda:Jangan menganggap remeh terhadap perbuatan sekecil apa pun, sekalipun hanya menyalami saudaramu dengan wajah yang cerah.” (HR. Muslim)

Jangan meremehkan perbuatan sekecil apapun karena kita tidak mengetahui ketaatan mana yang diterima disisi Allah SWT. Ada orang yang menunaikan ibadah haji berkali-kali, belum tentu juga ibadah tersebut diterima disisi Allah SWT. Atau juga ada orang yang tiap tahun pergi umrah, namun belum tentu umrah-nya diterima oleh Allah SWT. Siapa tahu dari sebuah amalan kecil yang kita lakukan, Allah merasa ridha dan menerima amalan tersebut. Oleh karenanya jangan anggap remeh perbuatan baik meskipun kecil. Seperti halnya dalam surat 24 ayat 15 yang artinya “Dan kamu menganggapnya ringan saja, padahal dia pada posisi Allah adalah besar”.

Hidup ini adalah aliran masalah yang membentuk pelangi diri, kita dituntut untuk menyelesaikannya sehingga menghasilkan solusi yang menentramkan dan membahagiakan semua pihak, dan orang yang selalu bersama Allah akan selalu mendapatkan sandaran kebijaksanaan yang terbaik dan terkokoh dalam penyelesaiannya.

Setiap aktifitas hidup kita membentuk suatu perputaran kejadian, membentuk suatu lakon, membentuk suatu pelangi lapis demi lapis, kita tidak bisa mundur memperbaiki lapisan yang telah kita buat, namun kita bisa memperbaiki & mencemerlangkan lapisan-lapisan yang terkemudian, maka keindahan cahaya pelangi yang kita bentuk adalah bergantung pada penerapan anugrah kehidupan dalam menapak hidup di dalam setiap langkahnya, dan kecemerlangan warnanya bergantung pada kita dalam memaknai “Rasa” AnugrahNya.

Amatlah penting ketulusan memaknai “Rasa” dalam seluruh takdir Allah dari hasil yang kita usahakan setiap langkah, karma menentukan kecerahan pelangi kehidupan, sehingga amat berpengaruh terhadap langkah kita berikutnya, dari perjalanan serta penentuan pelangi ini pula Allah menentukan imbalan dan waktu pengkabulan do’a yang tepat untuk seseorang.

  • Law of Repetition memegang peranan penting. Tanpa itu, otak tak akan sampai pada level “genius” dan otot tak akan sampai pada level “refleks istimewa” sisi kecepatan dan akurasinya.
  • “Jika seseorang hanya mendengar suatu idea satu kali, pada akhir 30 hari mereka hanya mengingat kurang dari 10% dari apa yang didengar”.
  • “Jika seseorang mendengar suatu idea 6 kali dengan disertai pengulangan berselang maka mereka akan mengingat lebih dari 90 % dari apa yang didengar.” Albert Mehrabian-Circa 1980
  • “Pengulangan yang berselang adalah ibu dari segala ketrampilan dan adalah ibu dari perubahan yang permanent.” John Edmund Haggai

Mengapa meskipun orang mengikuti banyak seminar, mendengarkan banyak ceramah/kotbah, membaca banyak buku, tetapi mereka tetap tidak mengalami perubahan yang berarti ? Manusia berubah bukan karena banyak pengetahuannya. Penelitian menunjukkan bahwa membaca buku, mendengar khotbah dan ceramah sangat sedikit menghasilkan perubahan. Manusia tidak mengalami perubahan hanya pada saat satu atau dua kali mendengar. Perubahan terjadi pada saat seseorang mendengarkan suatu idea berulang-ulang (disertai jeda) selama paling sedikit 6x. Pada saat pertama kali kita dengar, kita masih menolak. Kedua kali kita mulai menerima dan selanjutnya keempat sampai keenam kali kita mulai mengalami perubahan.

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

KEKUATAN PENGULANGAN DALAM PEMBELAJARAN
“Saya sudah tahu.” Mungkin Anda pernah mengatakan kalimat ini (termasuk dalam hati) saat menemukan suatu artikel, buku, atau ebook. “Saya sudah tahu tentang ini.” Kemudian Anda mengambil keputusan untuk tidak membacanya lagi. Apakah Anda tahu KALIMAT TASBIH? Kenapa kita diperintahkan untuk menyebutnya berulang-ulang? Karena pengulangan memiliki kekuatan. Pengulangan akan memberikan dampak bagi Anda.

Jadi jangan mudah bosan untuk membaca atau mempelajari hal yang sama secara berulang-ulang. Banyak perusahaan yang mau mengeluarkan biaya yang besar untuk mengirimkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan yang sama. Perusahaan ini memahami pentinya pengulangan. Jika Anda sudah membeli buku atau ebook, jangan hanya disimpan saja. Baca lagi, tidak masalah diulang-ulang, waktu yang Anda luangkan untuk membaca buku atau ebook yang sama tidak akan sia-sia.

Banyak orang yang sukses setelah membaca suatu buku puluhan kali. Ada orang yang sekarang kaya karena membaca buku Think and Grow Rich secara berulang-ulang sampai puluhan kali. Pengulangan akan menambah pemahaman. Pengulangan akan menambah daya tangkap Anda. Dan, dengan pengulangan semakin banyak materi yang bisa Anda serap dalam pikiran bawah sadar Anda. Pengulangan akan membuat Anda bertindak.

Jadi jangan putuskan bahwa suatu buku atau ebook tidak bermanfaat untuk Anda jika baru satu kali Anda baca. Mungkin harus berkali-kali, mungkin sampai puluhan kali sampai Anda mengambil tindakan dan benar-benar memahami isi buku atau ebook Anda. Tentu saja mengulang tergantung sejauh mana kemampuan Anda menangkap apa yang Anda baca. Bisa saja cukup satu kali jika Anda membacanya dengan penuh konsentrasi dan langsung mengambil catatan untuk menulis daftar tindakan. Bisa saja. Kuncinya bacalah sampai Anda benar-benar paham, meresap ke dalam pikiran bawah sadar Anda, dan Anda mulai bertindak dengan berlandaskan buku atau ebook yang Anda baca.

Memang perlu usaha dan kesabaran untuk menjadi lebih baik. Tidak ada hasil instan dan jangan berharap Anda akan langsung menjadi orang hebat hanya dengan satu kali baca buku. Al Quran adalah kitab terbaik yang pernah ada, tetapi kita tetap disuruh untuk membaca secara berulang-ulang. Pengulangan akan mendorong pemahaman dan tindakan.

6 KEKUATAN ANDA
Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, dengan kemampuan otaknya manusia mampu terbang bahkan pergi ke bulan, sesuatu yang bahkan tidak pernah dibayangkan oleh manusia jaman dulu. tapi tahukah kalau sebenarnya kita masih memiliki potensi lain yang jauh lebih besar dari sekedar pergi ke bulan. manusia memiliki kekuatan lain yang seringkali bahkan tidak kita sadari. kita lihat apa saja itu.

1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri & Pengulangan (The Power of Self Discipline & Repetition)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

TABEL KEKUATAN PENGULANGAN SUGESTI :
Ketika sebuah sugesti yang sama mengalami 10 kali pengulangan maka nilai kekuatannya bukanlah sekedar 10 kali lipat. Namun bisa mencapai 550 kali lipat.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

(1) Demi masa.
(2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
(3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. [QS. Al 'Ashr : 1-3]

Kecerdasan Menurut Rasulullah

Cerdas atau berakal dalam Al Qur’an adalah ketika berpadunya pikir dengan dzikir dalam diri seorang muslim sejati. Pikir adalah kerja otak dan dzikir merupakan kerja hati, hati yang sehat dan hidup yakni selalu ingat kepada Allah SWT.

Didalam Al Qur’an penyebutan kata berakal atau berfikir tersebar tidak kurang dalam 19 ayat, Seperti Firman Allah SWT dalam QS.Ar Ra’d ayat : 19

” Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”

Ternyata orang-orang yang berakal bukanlah orang-orang yang hanya mengandalkan pikir otak saja. Bahkan orang-orang yang hanya mau menggunakan pikir saja tanpa menggunakan hati bisa disebut sebaliknya yakni orang yang bodoh. Dan kedudukan manusia yang mengedepankan logika pikir saja ternyata hanya berselisih sedikit dengan seekor hewan ternak.

“atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)” QS. Al Furqan :44

Seseorang yang hatinya tidak hidup, akan sangat kesulitan dalam mengendalikan pikir. Faktanya adalah banyak sekali orang-orang yang pintar menggunakan otak tetapi tidak mau menggunakan hati. Yang terjadi adalah mereka selalu melogika apa yang dia lihat dan ucapkan.

  • “Dimanakah Allah, bukankah bumi ini berputar dengan sendirinya, sebagai bagian dari hukum alam?”
  • “Jangan berkhayal, apakah mungkin tulang-belulang (andai tersisa) dari seorang manusia bisa hidup kembali bahkan berkumpul di suatu padang keadilan?”
  • “Lia eden itu sama dengan Nabi Muhammad lho, sebab ketika awal berdakwah mendapat tantangan dahsyat dari umat””
  • “Porno atau tidak itu sangat relatif, sebab sangat tergantung dari apa yang terpikir dalam otak manusia nya masing-masing”
  • “Kerudung (jilbab) itu bagian dari budaya, jadi bukanlah suatu keharusan..yang penting tetap sopan”
  • “Kebohongan yang kita lakukan ini boleh dilakukan yang penting demi kemaslahatan orang banyak..”
  • “Lebih baik bapak dan ibu kita pindahkan dipanti jompo saja, selain lebih terawat maka akan lebih senang karena berkumpul dengan orang-orang yang sama dan sebaya..”

Itulah beberapa ungkapan dan masih banyak sekali yang lain. Yang menunjukkan sebuah pola pikir pinter yang tidak padu dengan hati yang hidup sehingga menjadi keblinger.

Realita di masyarakat yang terjadi adalah danya manusia yang secara pikir ‘lebih pandai’ tetapi hatinya tidak hidup. Atau orang dengan kemampuan berpikir ‘kurang’ tetapi hatinya tetap hidup. Nah inilah yang lebih baik dan selamat. Idealnya sih seseorang dikaruniai kecerdasan otak yang handal tetapi hatinya juga hidup, selalu ingat kepada Allah SWT, dan itulah yang paling baik.

Tetapi akan menjadi sangat berbahaya, ketika manusia yang moncer dengan otaknya tetapi hatinya tidak tersentuh atau terbimbing nilai-nilai agama. Contoh yang terjadi adalah jika mereka menempati posisi lebih tinggi dalam masyarakat, akan menindas dan juga mengakali/minteri orang-orang yang bodoh dan lemah dalam kekuasaanya.

Ini berbeda dengan orang yang secara kekuatan otak minim dan hatinyapun jauh dari Allah SWT. Efeknya bagi manusia lain tidak akan secelaka yang dilakukan orang yang pintar minus moral.

Kasus Century yang telah selesai memasuki babak final (dan belum selesai) sebenarnya tidak perlu menunggu berlarut-larut andaikan orang-orang yang pandai (secara pikir) itu tidak goroh (bohong) dari awal. Dana trilyunan milik rakyat yang dikeluarkan secara bermasalah ini, harus meminta tambahan milyaran rupiah lagi untuk mendanai operasional pansus dalam mengusut kasus ini. Dan hasilnya adalah …. (belum jelas juga) baru sebatas menyimpulkan apakah ini kasus kejahatan atau bukan kejahatan.

“Kerusakan agama seseorang yang disebabkan oleh sifat thama’ dan rakus terhadap harta dan kedudukan lebih parah daripada kerusakan yang timbul dari dua serigala yang lapar yang dilepaskan dalam rombongan kambing”. [HR. Tirmidzi]

Resiko yang didapati ketika mata (dari kepala) seseorang buta hanya akan menendang/menabrak disekitarnya. Tidak seberapa dibandingkan dengan butanya hati yang ada pada seseorang, karena akan memberikan mudhorot yang lebih hebat sehingga dimurkai Allah SWT karena telah mendholimi dirinya dan orang-orang banyak disekitarnya.
Menjadi Muslim yang paling Cerdas

Dari Ibnu ‘Umar RA ia berkata : Saya datang kepada Nabi SAW, kami serombongan sebanyak sepuluh orang. Kemudian ada seorang laki-laki Anshar bertanya, “Wahai Nabiyallah, siapa orang yang paling cerdas dan paling teguh diantara manusia ?”. Nabi SAW bersabda, “Orang yang paling banyak mengingat mati diantara mereka dan orang yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemulyaan dunia dan kemulyaan akhirat”. [HR. Ibnu Abid-Dunya di dalam kitabul-Maut. Thabrani di dalam Ash-Shaghir dengan sanad hasan. Dan Baihaqi juga meriwayatkan di dalam kitabuz-Zuhud, dengan lafadh] : Sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Siapa diantara orang-orang mukmin itu yang lebih utama ?”. Nabi SAW menjawab, “Orang yang paling baik akhlaqnya diantara mereka”. Orang tersebut bertanya lagi, “Siapakah diantara orang-orang mukmin yang paling cerdas/cerdik ?”. Nabi SAW menjawab, “Orang yang paling banyak ingat mati diantara mereka, dan orang yang paling baik persiapannya untuk kehidupan selanjutnya. Mereka itulah orang-orang yang cerdas”.

Dari sebuah hadist diatas terjawab sudah, siapa sih yang disebut muslim yang cerdas itu?

  • Orang yang paling banyak mengingat mati
  • Orang yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya.

Alangkah indahnya ketika karunia kepandaian otak dalam diri manusia dipadukan dengan hati yang selalu dzikir. Dia pasti akan mengoptimalkan segala daya kemampuan yang ada pada dirinya demi mencapai tujuan-tujuan yang lebih kekal sesudah hidup didunia ini.

Mereka gunakan kepintarannya untuk mengajak manusia lain untuk menuju jalan yang lurus, kualitas iman dan taqwa akan semakin tebal ketika melihat dan mampu menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan akan semakin merasa kecil dan lemah karena pada dasarnya ilmu yang ada pada dirinya tidaklah lebih dari tetesan ujung kuku dari lautan ilmu yang dimiliki Allah SWT.

Mustinya kita selalu malu kepada Allah SWT, sudah sangat banyak dan tidak terhitung karunia yang diberikan tetapi kita belum bisa optimal dalam tugas menghambakan diri kepada-Nya. Dengan menjaga kepala ini terhadap apa yang dipikirkan,dimasukan dan dikeluarkanya serta menjaga perut ini dan apa yang dihimpunnya.

Semoga bermanfaat

Majlis Tafsir Alquran – sedekah.net 

Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan spiritual atau spiritual intelligence atau spiritual quotient (SQ) ialah suatu intelegensi atau suatu kecerdasan dimana kita berusaha menyelesaikan masalahmasalah hidup ini berdasarkan nilai-nilai spiritual atau agama yang diyakini. Kecerdasan spiritual ialah suatu kecerdasan di mana kita berusaha menempatkan tindakan-tindakan dan kehidupan kita ke dalam suatu konteks yang lebih luas dan lebih kaya, serta lebih bermakna. Kecerdasan spiritual merupakan dasar yang perlu untuk mendorong berfungsinya secara lebih efektif, baik Intelligence Quotient (IQ) maupun Emotional Intelligence (EI). Jadi, kecerdasan spiritual berkaitan dengan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.

Hasil Penelitian para psikolog USA menyimpulkan bahwa Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang didalam menjalani Kehidupan sangat didukung oleh Kecerdasan Emosional (EQ – 80 %), sedangkan peranan Kecerdasan Intelektual (IQ) hanya 20 % saja. Dimana ternyata Pusatnya IQ dan EQ adalah Kecerdasan Spiritual (SQ), sehingga diyakini bahwa SQ yang menentukan Kesuksesan dan Keberhasilan Seseorang. Dalam hal ini IQ dan EQ akan bisa berfungsi secara Baik/Efektif jika dikendalikan oleh SQ.

Hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang paling dalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi sesuatu yang kita jalani. Hati tahu hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh Pikiran. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas dan komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita belajar, menciptakan kerjasama, memimpin dan melayani.

Hati Nurani akan menjadi pembimbing manusia terhadap apa yang harus ditempuh dan apa yang harus diperbuat, artinya setiap manusia sebenarnya telah memiliki sebuah Radar Hati sebagai pembimbingnya. Sebagaimana yang udiungkapkan JalaludinRumi : “Mata Hati punya kemampuan 70 kali lebih besar, untuk melihat kebenaran daripada dua indra penglihatan “

Pengertian SQ (Spiritual Quotient), Menurut Danah Zohar, kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan kearifan diluar ego atau jiwa sadar. Pandangan lain juga dikemukakan oleh Muhammad Zuhri, bahwa SQ adalah kecerdasan manusia yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan. Asumsinya adalah jika seseorang hubungan dengan Tuhannya baik maka bisa dipastikan hubungan dengan sesama manusiapun akan baik pula.

Ternyata setelah disadari oleh manusia, bahagia sebagai sebuah perasaan subyektif lebih banyak ditentukan dengan rasa bermakna. Rasa bermakna bagi manusia lain, bagi alam, dan terutama bagi kekuatan besar yang disadari manusia yaitu Tuhan. Manusia mencari makna, inilah penjelasan mengapa dalam dalam keadaan pedih dan sengsara sebagian manusia masih tetap dapat tersenyum. Karena bahagia tercipta dari rasa bermakna, dan ini tidak identik dengan mencapai cita-cita.

Kecerdasan spiritual (Spiritual Intelligence). Ini adalah kecerdasan manusia dalam memberi makna. Perawat yang memiliki taraf kecerdasan spiritual tinggi mampu menjadi lebih bahagia dan menjalani hidup dibandigkan mereka yang taraf kecerdasan spiritualnya rendah. Dalam kondisi yang sangat buruk dan tidak diharapkan, kecerdasan spiritual mampu menuntun manusia untuk menemukan makna.

Manusia dapat memberi makna melalui berbagai macam keyakinan. Ada yang merasa hidupnya bermakna dengan menyelamatkan anjing laut. Ada yang merasa bermakna dengan membuat lukisan indah. Bahkan ada yang merasa mendapatkan makna hidup dengan menempuh bahaya bersusah payah mendaki puncak tertinggi Everest di pegunungan Himalaya. pencarian makana bagi perawat seharusnya mampu mengaitkan pemberian pelayanan keperawatan atas dasar ibadah pada Allah dan pertolongan bagi manusia yang membutuhkan. Karena manusia dapat merasa memiliki makna dari berbagai hal, agama (religi) mengarahkan manusia untuk mencari makna dengan pandangan yang lebih jauh. Bermakna di hadapan Tuhan. Inilah makna sejati yang diarahkan oleh agama, karena sumber makna selain Tuhan tidaklah kekal.

Ada kesan yang salah bahwa, para orang sukses bukanlah orang yang relijius. Hal ini disebabkan pemberitaan tentang para koruptor, penipu, konglomerat rakus, yang memiliki kekayaan dengan jalan tidak halal. Karena orang-orang jahat ini ‘tampak’ kaya, maka sebagian publik mendapat gambaran bahwa orang kaya adalah orang jahat dan rakus, para penindas orang miskin. Sebenarnya sama saja, banyak orang miskin yang juga jahat dan rakus. Jahat dan rakus tidak ada hubungan dengan kaya atau miskin.

Para orang sukses sejati, yang mendapatkan kekayaan dengan jalan halal, ternyata banyak yang sangat relijius. Mereka menyumbangkan hartanya di jalan amal. Mereka mendirikan rumah sakit, panti asuhan, riset kanker, dan berbagai yayasan amal. Dan kebanyakan dari mereka menghindari publikasi. Berbagai studi menunjukkan bahwa para orang sukses sejati menyumbangkan minimal 10 persen dari pendapatan kotor untuk kegiatan amal, bahkan saat dulu mereka masih miskin. Mereka menyadari bahwa kekayaan mereka hanyalah titipan dari Tuhan, ‘silent partner’ mereka.

Akhirnya melalui kecerdasan spiritual manusia mampu menciptakan makna untuk tujuan-tujuannya. Hasil dari kecerdasan aspirasi yang berupa cita-cita diberi makna oleh kecerdasan spiritual. Melalui kecerdasan spiritual pula manusia mampu tetap bahagia dalam perjalanan menuju teraihnya cita-cita. Kunci bahagia adalah Kecerdasan Spiritual. Kecerdasan spiritual (SQ) berkait dengan masalah makna, motivasi, dan tujuan hidup sendiri. Jika IQ berperan memberi solusi intelektual-teknikal, EQ meratakan jalan membangun relasi sosial, SQ mempertanyakan apakah makna, tujuan,dan filsafat hidup seseorang.

Menurut Ian Marshall dan Danah Zohar, penulis buku SQ, The Ultimate Intelligence, tanpa disertai kedalaman spiritual, kepandaian (IQ) dan popularitas (EQ) seseorang tidak akan memberi ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, berbagai pakar psikologi dan manajemen di Barat mulai menyadari betapa vitalnya aspek spiritualitas dalam karier seseorang, meski dalam menyampaikannya terkesan hati-hati. Yang fenomenal, tak kurang dari Stephen R Covey meluncurkan buku The 8th Habit (2004), padahal selama ini dia sudah menjadi ikon dari teori manajemen kelas dunia. Rupanya Covey sampai pada kesimpulan, kecerdasan intelektualitas dan emosionalitas tanpa bersumber spiritualitas akan kehabisan energi dan berbelok arah.

Di Indonesia, krisis kepercayaan terhadap intelektualitas kian menguat saat bangsa yang secara ekonomi amat kaya ini dikenal sebagai sarang koruptor dan miskin, padahal hampir semua yang menjadi menteri maupun birokrat memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Asumsi bahwa kesarjanaan dan intelektualitas akan mengantar masyarakat yang damai dan bermoral digugat Donald B Caine dalam buku: Batas Nalar, Rasionalitas dan Perilaku Manusia yang sedang dibicarakan banyak orang. Mengapa bangsa Jerman yang dikenal paling maju pendidikannya dan melahirkan banyak pemikir kelas dunia pernah dan bisa berbuat amat kejam? Pertanyaan serupa bisa dialamatkan kepada Inggris, Amerika Serikat, dan Israel.

Sumber:Widodo Gunawan

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK..
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.597 pengikut lainnya.