Rumus S U K S E S

Materi Q2 (QUANTUM SUCCESS POWER) dalam pelajaran PSYCHO-CYBERNETICS….
Mekanisme Otomatis Sukses, tertuang dalam huruf SUCCESS :

  • S : Sense of direction (arah tujuan).
    Anda mesti punya tujuan, suatu keinginan atau cita-cita yang ada dalam berbagai kemampuan anda.
  • U : Understanding (pengertian).
    Anda harus memahami kebutuhan-kebutuhan Anda dan orang lain. Mungkin Anda sebuah pulau dalam diri Anda, tetapi Anda sebetulnya “tanah daratan” bersama orang lain.
  • C : Courage (keberanian).
    Anda harus memiliki kebe-ranian untuk memanfaatkan kesempatan Anda dalam hidup. Jika Anda berbuat kesalahan, cobalah lagi dan lagi! Renungkanlah kata-kata Alfieri : “Seringkali keberanian teruji bukan untuk mati tetapi untuk hidup”
  • C : Compassion (rasa belas kasihan).
    Anda harus punya belas kasih terhadap diri Anda sendiri dan juga orang lain. Anda mesti melihat diri anda dan orang lain dengan mata yang baik jika ingin bahagia dan membuang perasaan-perasaan sepi yang menakutkan. Schopenhauer berkata : “ Belas kasihan adalah dasar dari segala moralitas”
  • E : Esteem (penghargaan).
    Jika Anda tidak memiliki rasa hormat atau penghargaan terhadap diri sendiri, tak seorang pun akan memberikan penghargaan pada Anda.Epictetus, filsuf Yunani pernah mengatakan, “Apa yang telah kubuat hilang ; apa yang telah kuberikan kudapatkan.”Ketika Anda menyumbangkan sesuatu untuk hidup Anda, Anda memperbesar rasa harga diri Anda ( sense of worth).
  • S : Self-acceptance (penerimanaan diri).
    Anda harus menerima diri Anda sebagaimana Anda adanya. Jangan pernah mencoba menjadi orang lain. George Bernard Shaw mengatakan, “Lebih baiklah menjaga keberhasilan dan kecermelangan diri Anda, karena Anda adalah pintu untuk melihat dunia”. Kita dapat mengatakan, “Lebih baik menjaga kebersihan dan kecermelangan citra diri kita, karena ia pintu untuk melihat dunia ini”.
  • S : Self-confidence (percaya diri).
    Anda harus ingat akan kepercayaan dan sukses-sukses yang lalu dalam segala usaha Anda sekarang. Anda mesti berkonsentrasi pada sukses Anda seperti para pemain profesional dalam olahraga. Mereka melupakan saat-saat kalah di masa lalu dan berusaha untuk menang sekarang ini. Anda harus pakai teknik tersebut untuk menjadi juara dalam seni kehidupan ini dengan mengingat bahwa Anda tidak dapat menjadi seorang juara 100% setiap kali.

PINTU MAHABBATULLAH

Assalamu’alaikum wa rohamtullahi wa barokatuh…

Sahabat, apa sih sebenarnya inti dari methode pembelajaran di NAQS DNA…??
Intinya cuma satu, yaitu Hadap atau proses sinergis & harmonis antara sistem bioenergi diri (Alam Mikro Kosmos) dengan sistem energi Alam Maha Kosmos.

Allah berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, berdzikirlah (ingat) kalian kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku”. [Al-Baqarah: 152]

Jadi cuma itu saja, dan gak ada yang lainnya. Kita hanya perlu untuk secara rutin setiap hari dan setiap detik, menghadapkan wajah kita dengan selurus-lurusnya kepada Allah swt. Dengan meresonansikan sistem energi pribadi kita dengan sistem energi Ilahi tersebut. Maka secara otomatis energi Magnetisme Ilahi (Mahabbatullah) akan menata sistem energi diri kita sehingga selaras dengan sistem energi Ilahi. Terjadilah evolusi spiritual menuju penyempurnaan jiwa kita. Sehingga ketika kita sudah semakin sempurna menyerap Cahaya Ilahi, maka sifat-sifat Ilahiah akan semakin sempurna kita terima dan kita pancarkan untuk menerangi hati, fikiran, & kehidupan kita. Itulah hakikat daripada pembentukan & pengembangan diri menuju Fitrah Allah.

Allah berfirman:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” ( QS. Ar Ruum 30:30 )

Oleh karena itulah, kami tidak terlalu mendalam mengupas mengenai Cakra ataupun Kundalini, dan lain sebagainya. kami tidak merasa perlu mengutak-atik ataupun mengintervensi sistem energi diri tersebut, kami serahkan semua penataannya kepada Allah SWT.

Allah berfirman :
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘CINTA’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,“( QS. Al Hujuraat 49:7 )

Oleh karena itu, bagi siswa NAQS DNA dimanapun saja berada. Bila kalian ingin sepenuhnya berkembang sesuai dengan metode kami. janganlah mencampur adukkan pelajaran inti dengan pelajaran yang lain-lain. Apalagi di tempat latihan yang memakai label pelatihan NAQS DNA.

Memang untuk aplikasi, kita bebas berkreasi. Tetapi untuk perawatan sistem inti janganlah dipadukan dengan sistem lain sebelum kalian memahami esensi daripada sistem energi yang kami berikan. Akibatnya akan sangat fatal bagi diri kalian sendiri.

Dan juga pesan saya, bagi yang sudah belajar QUANTUM MAKRIFAT. Janganlah membicarakan apa yang sudah saya berikan kepada siapapun tanpa seizin saya. Dan juga jangan memberikan zikir tersebut kepada pasien ataupun siapa saja tanpa seizin saya. Permasalahannya adalah, kalian itu sedang membangun sistem kultivasi untuk diri kalian sendiri. Dan itu masih lemah, belum saatnya untuk berbicara sembarangan yang hanya akan mengakibatkan kebocoran pada sistem kalian sendiri. Yang itu artinya akan menghambat pertumbuhan spiritualitas anda sendiri.

RUMUS MAHABBATULLAH

Cinta Pada Guru Pintu Cinta Pada Rosul, Cinta pada Rosul Pintu Cinta Pada Allah.

“Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih kucintai daripada diriku, dan anakku,” kata seorang sahabat suatu hari kepada Rasulullah Muhammad saw. “Apabila aku berada di rumah, lalu kemudian teringat kepadamu, maka aku tak akan tahan meredam rasa rinduku sampai aku datang dan memandang wajahmu. Tapi apabila aku teringat pada mati, aku merasa sangat sedih, karena aku tahu bahwa engkau pasti akan masuk ke dalam surga dan berkumpul bersama nabi-nabi yang lain. Sementara aku apabila ditakdirkan masuk ke dalam surga, aku khawatir tak akan bisa lagi melihat wajahmu, karena derajatku jauh lebih rendah dari derajatmu.”

Mendengar kata-kata sahabat yang demikian mengharukan hati itu, Nabi tidak memberi sembarang jawaban sampai malaikat Jibril turun dan membawa firman Allah berikut: “Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah; yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. 4:69)

Mencintai Rasulullah adalah sebuah prinsip dan kewajiban dalam agama Islam, bukan sebuah pilihan yang notabenenya adalah mau atau tidak. Terhadap Muhammad, seorang Muslim harus menyimpan rasa cinta betapapun kecilnya. Karena cinta merupakan dasar dan landasan yang bisa mengantar seseorang pada pengetahuan dan keikutsertaan. To know Indonesia is to love Indonesia, begitu kata sebuah iklan yang mempromosikan Indonesia. Untuk bisa “tahu” terlebih dahulu harus menyimpan rasa “cinta”.

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) menCINTAi Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS. Ali Imran 3:31 )

Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu CINTAi dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.( QS. At Taubah 9:24 )

Jelas sekali dinyatakan bahwa Rosulullah Saw adalah sebagai jembatan/Washilah dari pada mereka-mereka yang menuju kepada Allah Swt. Bukan hanya itu Rosulullah juga Gerbang Ilmu dari pada Lautan Ilmu Allah Swt yang luas tanpa tepi.

Sehingga bagi mereka yang menginginkan perjumpaan dengan Allah sudah barang tentu haruslah mengenal akan Rosulullah Saw, bukan hanya sekedar mengikuti dari pada kejahiran/kelakuan Rosul tapi yang lebih penting adalah mengerti dari pada keruhanian Rosulullah Saw.

Jiwa/Pribadi Rosul adalah pribadi yang kokoh dalam Ketauhidannya kepada Allah dan kuat dalam Mujahadahnya untuk menegakkan Kalimah Allah dimuka Bumi serta Kasih Sayang kepada siapa saja yang ada dimuka bumi.

Wahai Sang Pencinta Allah, cintai Rosulmu dengan segenap jiwa dan perasaan mu janganlah engkau perdebatkan masalah jahir tapi batinmu masih jauh sekali dengan pribadi Rosul yang seharusnya menjadi tauladanmu. Carilah pengetahuan tentang diri Nabi dengan sebenarnya yaitu sampai kepada ruhani Beliau kemudian ikutilah apa yang menjadi kekuatan Beliau dalam Hidup ini yaitu ketauhidan jangan hanya sekedar menjalankan Syari’at tapi tidak tahu apa itu Tauhid dan seperti apa ketauhidan itu.

Ketahuilah bahwa Tauhid itu adalah Ruh dari pada Agama tanpa tauhid maka sia-sia seseorang itu mengaku beragama karena tidak mengetahui kemana tujuan Agama itu.

Jika ditanya tentang tujuan sebenarnya maka dengan lantang di jawab Allah adalah akhir tujuanku begitu ditanyakan lagi Allah itu Nama Kebesara Tuhan jawabnya Benar! bahwa Allah itu nama Kebesaran bagi Tuhan berdasarkan Kalimat ALLAHU AKBAR. Begitu disampaikan kepadanya bahwa mereka masih bergantung kepada Nama belum lagi sampai kepada yang punya Nama maka sama halnya mereka bekerja disuatu perusahaan tapi tidak mengetahui atau tidak mengenal kepada Pimpinan perusahaan itu.

Sungguh sangat disayangkan sekali bagi mereka yang jahirnya mengabdi kepada Allah tapi dari segi batinnya tidak tahu atau tidak kenal dengan Allah Swt. Yang diketahui hanyalah sebatas Nama saja dan Tulisan saja.

Untuk sampai kepada Allah terlebih dulu harus kenal dengan Allah dan untuk kenal dengan Allah terlebih dulu harus kenal dengan Rosul Nya bukan hanya mengikuti dari segi jahir/kelakuan Nabi tapi terlebih utama mengenal dengan jiwa/pribadi Nabi yang berangsur-angsur akan tumbuh rasa cintanya kepada Rosulullah Saw.

Jika hatinya sudah dipenuhi Mahabbah kepada Rosul maka ia akan Rindu untuk bertemu/berjumpa dengan Beliau dan rasa Rindu itulah yang akan mengantarkan ia kepada Gerbang Mahabbatullah untuk menjadikan dirinya lebih dekat kepada Allah Swt.

Ulama adalah pewaris nabi. Di zaman tidak ada nabi dan rasul, dialah yang mendidik umat dengan iman dan Islam. Dia mempertemukan umat dengan jalan hidup yang sebenar-benarnya seperti yang Allah tunjuk dalam Al Quran dan Hadis yaitu satu-satunya jalan kebahagiaan hidup di dunia dan Akhirat.

“Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar.” (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).

Nabi sudah wafat, tongkat estafet pembinaan umat diserahkan kepada para Ulama. Namun, ulama yang manakah yang termasuk pewaris nabi? yang mampu meneruskan tugas Sang Nabi (Tilawah, Tazkiyah dan Taklim)?

Allah SWT berfirman :
“Dia-lah (Allah SWT)yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menTAZKIYAH mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. “ (QS. Al-Jum’ah 62: 2-4)

Ayat di atas menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs, merupaka salah satu missi semua Nabi dan Rasul, khusus Rasulullah Muhammad SAW, di samping menyampaikan ajaran-ajaran Allah.

Dalam proses Tazkiyatun nafs (KULTIVASI)  itu pada dasarnya terdapat dua hal :

  1. Pertama, menyucikan jiwa kita dari sifat-sifat (akhlaq) yang buruk/tercela (disebut pula takhalliy – pakai kha’), seperti kufur, nifaq, riya’, hasad, ujub, sombong, pemarah, rakus, suka memperturutkan hawa nafsu, dan sebagainya.
  2. Kedua, menghiasinya jiwa yang telah kita sucikan tersebut dengan sifat-sifat (akhlaq) yang baik/terpuji (disebut pula tahalliy – pakai ha’), seperti ikhlas, jujur, zuhud, tawakkal, cinta dan kasih sayang, syukur, sabar, ridha, dan sebagainya.

Berdasarkan makna itu pula tazkiyatun nafs bertujuan untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya, yakni fitrah tauhid, fitrah Iman, Islam dan Ihsan, disertai dengan upaya menguatkan dan mengembangkan potensi tersebut agar setiap orang selalu dekat kepada Allah, menjalankan segala ajaran dan kehendakNya, dan menegakkan tugas dan missinya sebagai hamba dan khalifah-Nya di muka bumi.

Dengan tazkiyatun nafs, seseorang dibawa kepada kualitas jiwa yang prima sebagai hamba Allah, sekaligus prima sebagai khalifah Allah. Artinya dengan tazkiyatun nafs, seseorang menjadi ahlul ibadah, yakni orang yang selalu taat beribadah kepada Allah dengan cara-cara yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya serta menjadi khalifah, yakni kecerdasan dalam missi memimpin, mengelola dan memakmurkan bumi dan seisinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama Allah untuk kerahmatan bagi semua makhluk.

Tazkiyah merupakan upaya yang sangat efektif untuk mengembalikan manusia kepada hakikatnya sebagai hamba Allah, karena manusia telah diberikan wadah kesucian (fitrah). Orang-orang yang seperti inilah kemudian yang disapa oleh Sang Maha Penguasa Semesta dengan panggilan yang luar biasa indah: “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surga-Ku” (QS. 89: 27-30).

Sahabat, saat ini semua ulama bisa memberikan Tilawah & Taklim. Namun tidak semua Ulama yang bisa bertugas memberikan Tazkiyah kepada Umat. Karena Tazkiyah tidak sekedar memberikan nasehat semata, namun jauh lebih dalam dari itu yaitu menyangkut aspek hakikat penyempurnaan jiwa atau keruhanian. Dan dalam hal ini ulama yang berkompeten dalam hal ini adalah para Guru Mursyid dari Tasawuf/Tarekat. Hal ini bukan karena kefanatikan saya semata terhadap tarekat. Tetapi ini adalah sebuah pendapat saya yang rasional. Di Zaman ini sangat sulit mencari seorang manusia yang menguasai semua bidang. Zaman ini adalah zaman spesialisasi. Dan menurut pengamatan saya, Ulama yang punya spesialisasi di bidang pembinaan keruhanian dan pemurnian jiwa adalah ulama-ulama dari kalangan tasawuf.

RUMUS TAZKIYAH : ZIKIR & SHOLAWAT (Baca Hakekat Sholawat..)

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى
qod aflaha man tazakka
Sungguh beruntung orang yang membersihkan hati dan jiwanya dari segala kotoran,

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
wa dzkara isma robbihi fa sholla
dan kemudian berzikir dengan menyebutkn nama tuhannya “ALLAH”, dan kemudian bersalawat (QS. Al-A’laa ayat 14-15)***

Cinta Pada Guru Gerbang Cinta Pada Rasul.
Didalam ajaran tasawuf, adab kepada guru Mursyid adalah sesuatu yang utama dan pokok, karena hampir seluruh pengajaran tasawuf itu berisi tantang pembinaan akhlak manusia menjadi akhlak yang baik, menjadi akhlak yang mulia sebagaimana akhlak Rasulullah SAW. Seorang murid harus selalu bisa memposisikan (merendahkan) diri di depan Guru, harus bisa melayani Guru nya dengan sebaik-baiknya.

Abu yazid al-Bisthami terkenal dengan ketinggian hadapnya. Setiap hari selama bertahun-tahun Beliau menjadi khadam (pelayan) melayani gurunya sekaligus mendengarkan nasehat-nasehat yang diberikan gurunya. Suatu hari Guru nya menyuruh Abu Yazid membuang sampah ke jendela.

“Buang sampah ini ke jendela”, dengan bingung Abu Yazid berkata, “Jendela yang mana guru?”
“Bertahun-tahun engkau bersamaku, tidak kah engkau tahu kalau di belakangmu itu ada jendela”

Abu Yazid menjawab, “Guru, bagaimana aku bisa melihat jendela, setiap hari pandanganku hanya kepada mu semata, tidak ada lain yang kulihat”.

Begitulah adab syekh Abu Yazid Al-Bisthami kepada gurunya, bertahun-tahun Beliau tidak pernah memalingkan pandangan dari Guru nya, siang malam yang di ingat hanyalah gurunya, lalu bagaimana dengan kita yang selalu dengan bangga menyebut diri sebagai murid seorang Saidi Syekh?

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita Abu Yazid. Kalau Abu Yazid tidak pernah memalingkan pandangan dari guru nya, kalau kita jauh panggang dari api, ketika Guru sedang memberikan fatwa masih sempat ber-SMS ria, masih sempat bermain game (kalau ponselnya punya game), masih sempat ketawa ketiwi. Kalau Abu Yazid tidak pernah tahu dimana letak jendela, kalau kita malah bisa tahu berapa jumlah jendela dirumah Guru sekalian warna gordennya, mungkin juga kita tahu jumlah pot bunga di ruangannya.

Kita bukanlah Syekh Abu Yazid, atau bukan juga Syekh Burhanuddin Ulakan yang mau masuk kedalam WC (Septictank) mengambil cicin gurunya (Syekh Abdura’auf as-Singkily/Syiah Kuala) yang jatuh saat buang hajat, kita bukan juga Imam al-Ghazali yang mau membersihkan kotoran gurunya dengan memakai jenggotnya, kita bukan juga Sunan Kalijaga yang dengan sabar menjaga tongkat guru nya dalam waktu yang sangat lama. Kita juga bukan Syekh Abdul Wahab Rokan yang selalu membersihkan WC guru nya (syekh Sulaiman Zuhdi q.s) dengan memakai tangannya.

Kita bukanlah Beliau-beliau yang sangat mulia itu yang selalu merendahkan dirinya dengan serendah-rendahnya dihadapan gurunya. Kita bukan mereka, tapi paling tidak banyak hal yang bisa dijadikan contoh dari kehidupan mereka agar kita berhasil dalam ber guru.

Merendahkan diri dihadapan guru bukanlah tindakan bodoh, akan tetapi merupakan tindakan mulia. Dalam diri guru tersimpan Nur Ala Nurin yang pada hakikatnya terbit dari zat dan fi’il Allah SWT yang merupakan zat yang Maha Positif. Karena Maha Positif maka mendekatinya harus dengan negatif. Kalau kita dekati yang Maha Positif dengan sikap positif maka rohani kita akan ditendang, keluar dari Alam Rabbani.

Disaat kita merendahkan diri dihadapan guru, disaat itu pula Nur Allah mengalir kedalam diri kita lewat guru, saat itulah kita sangat dekat dengan Tuhan, seluruh badan bergetar dan air mata pun tanpa terasa mengalir membasahi pipi. Hilang semua beban-beban yang selama ini memberatkan punggung kita, menyesakkan dada kita, dan yang bersarang dalam otak kita. Ruh kita terasa terbang melayang meninggalkan Alam Jabarut melewati Alam Malakut sambil memberikan salam kepada para malaikat-Nya dan terus menuju ke Alam Rabbani berjumpa dengan SANG PEMILIK BUMI DAN LANGIT. Pengalaman beberapa orang yang berhadapan dengan Guru Mursyid yang Kamil Mukamil Khalis Mukhlisin menceritakan bahwa jiwanya terasa melayang, tenang dan damai, seakan-akan badan tidak berada di bumi, inilah yang disebut fanabillah, seakan-akan disaat itu Tuhan hadir dihadapannya dan seakan-akan telah mengalami apa yang disebut dengan Lailatul Qadar.

Semoga Allah Swt menjadikan kita semua Hamba yang kenal dan cinta kepada Rosul Nya. Dan demikianlah sedikit penjabaran saya mengenai sistem Energi NAQS DNA. Wallahu’alam…..Wabillahi taufik walhidayah, wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh….

***
Makna As Sholah dalam ayat diatas, diantaranya adalah doa, sholat, atau shalawat.
manakah makna yang paling bersesuain dengan teks diatas. Pertama andaikan As Sholah diertikan solat Fardu, maka kurang tepat kerana allah telah meletakkan as sholah didahului oleh zikir, yang merupakan ibadah sunnah. Jadi dengan pendekatan ini as-sholah bermakna salawat terhadap nabi Muhammad saw.
Maratib ad-Din: Ihsan sebagai Gagasan Insani

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK..

Berani Mati Berani Hidup

Banyak orang yang dengan lantang berteriak “Berani Mati”, dan itu adalah biasa. Namun siapa yang mampu berteriak Berani Hidup hingga titik darah penghabisan dalam menegakkan cita-cita. Itu baru Luar Biasa. Lho kok bisa…?? Lha iya, sikap berani mati demi harga diri khan sudah dicontohkan oleh samurai jepang dengan budaya HARAKIRI alias Mati Bunuh Diri untuk menutupi rasa malu akibat kekalahan. Dan itu bukanlah contoh budaya yang patut ditiru, Right…?? Bunuh diri itu khan dosa boss…. he…he..he… Sudah hidup di dunia kalah, di akherat masuk neraka. Rugi dobel atuh….

Sebagian besar penyebab, praktisi NAQS setelah mengikuti Attunement namun gagal dalam mengembangkan diri adalah diakibatkan oleh kurangnya keberanian di dalam diri mereka untuk berlatih & berpraktek. Mereka takut mencoba, takut untuk melangkah, dan takut untuk memulai. Mereka takut gagal, takut ditertawakan orang, takut ini, takut itu, de-el-el.

Wahai saudaraku, ketakutanmu adalah manusiawi. Semua pahlawan pemberani itu juga punya rasa takut yang sama dengan kita, yang dengan adanya rasa takut itu justru menumbuhkan kewaspadaan pada diri mereka. Rasa Takut itu mereka ubah menjadi energi positif yang semakin meningkatkan performa mereka. Mereka akrabi dan kenali ketakutan-ketakutan mereka, sedemikian kenalnya sehingga rasa takut itu sudah menjadi tidak menakutkan lagi. Ya, jangan jadikan ketakutan kita sebagai alasan untuk maju dan berkembang. Jadilah pemberani, namun tetaplah santun dan welas asih pada sesama. Karena keberanian yang kelewat batas juga tidak baik, yaitu menumbuhkan sifat sombong dan arogan.

Untuk hidup manusia membutuhkan keberanian. Untuk bertahan hidup manusia membutuhkan keberanian. Untuk bertahan hidup dan menjalani impian, orang membutuhkan keberanian. Untuk tetap bertahan dalam keyakinan mengenai kehidupan apa yang harus dijalani, orang membutuhkan keberanian.

Sebagian dari keberanian itu adalah fitrah yang tertanam dalam diri seseorang. Sebagian yang lain biasanya diperoleh melalui latihan. Keberanian fitrah maupun melalui latihan, selalu mendapatkan pijakan kuat pada kekuatan kebenaran dan kebajikan, keyakinan dan cinta yang kuat terhadap prinsip dan jalan hidup, kepercayaan pada hari akhirat, serta kerinduan yang menderu-deru untuk bertemu Allah. Semua itu adalah mata air yang mengalirkan keberanian dalam jiwa seorang mukmin.

Cobalah perhatikan ayat-ayat jihad dalam AI-Qur’an. Perintah ini hanya dapat terlaksana di tangan para pemberani. Dan cobalah perhatikan betapa AI-Qur’an memuji ketegaran dalam perang, membenci para pengecut dan orang-orang yang takut pada risiko kematian. Apakah yang dapat kita pahami dari hadits riwayat Muslim ini: “Sesungguhnya pintu-pintu surga itu berada di bawah naungan pedang?” selain dari betapa kuatnya keberanian mendekatkan kita ke surga?

Maka dengarlah pesan Abu Bakar kepada tentara-tentara Islam yang akan berperang: “Carilah kematian niscaya kalian akan mendapatkan kehidupan.”

“Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there.”
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana. Johni Pangalila

Setiap hal yang ingin kita raih pastilah memerlukan suatu tindakan yang harus dilakukan dan setiap tindakan yang kita lakukan itu pastilah mempunyai resiko tertentu, namun sayangnya banyak orang yang tidak menyadari akan kenyataan dari hukum alam ini atau bahkan parahnya lagi ada orang yang sudah menyadari hal tersebut tetapi malah menjadi takut untuk mengambil tindakan karena terlalu terfokus memikirkan resiko yang akan ia tanggung.

Menurut seorang filsuf dan ahli strategi perang Sun Tzu, “Kemenangan besar hanya bisa dilakukan orang yang berani ambil risiko besar”. Prinsip tersebut menjelaskan kepada kita bahwa hanya orang orang yang berani mengambi resiko besarlah yang dapat mencapai target besar dalam hidupnya. Jika kita tak dapat berani mengambil resiko besar maka hanya pencapaian hidup yang kecil saja yang dapat kita raih seumur hidup kita.

Pada dasarnya penghambat utama kesuksesan hidup seseorang adalah diri sendiri. Faktor internal menjadi sumber utama kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam kehidupannya. Hal ini mengarah kepada sikap seseorang dalam menghadapi suatu situasi yang sulit dalam mengatasi rasa ketakutan dalam dirinya. Setiap kondisi yang dialami akan diberikan respon oleh tubuh kita dengan memancarkan emosi yang merupakan cerminan konsep diri untuk mendasari setiap keputusan dan tindakannya. Orang – orang yang positif mempunyai rasa kepercayaan diri yang kuat untuk mengatasi rasa ketakutan dalam dirinya. Orang seperti ini selalu mempunyai keyakinan dalam diri sendiri bahwa ia pasti akan berhasil. Jadi, seluruh focus energy dan pikirinnya akan berorientasi pada keberhasilan yang ia harapkan.

Namun perlu ketahui bahwa kita jangan pula kita menjadi orang yang over confident ( percaya diri yang berlebih) yang dapat mengurangi atau bahkan membutakan sensitivitas kita pada keaadan sekitar kita, kekuatan pesaing kita dsb. Rasa percaya diri pun harus dipandang dari sudut pandang yang benar. Dan kita tetap tidak boleh menghilangkan adanya factor resiko dari setiap tindakan yang kita lakukan. Tidak ada suatu tindakan yang dapat dijamin bahwa 100% akan berhasil karena banyak faktor di luar diri kita yang bisa saja terjadi. . Ada risiko gagal, ada risiko berhasil., hanya saja kita harus berorientasi pada cara untuk mencapai keberhasilan tersebut. Satu hal yang pasti, tanpa rasa percaya diri bisa dipastikan keberhasilan itu peluangnya kecil. Keyakinan dan keraguan adalah dua hal yang saling meniadakan. Jika kita lebih memihak kepada rasa “yakin” maka secara otomatis rasa “ragu” akan pergi.

Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.”

Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. – Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu

  1. Visi (vision), 
  2. Tindakan nyata (action), dan 
  3. Semangat (passion). 

Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D’Angelo menegaskan, “Don’t fear change, embrace it.Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage.Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.

Keberanian tidak hanya dimiliki oleh para tokoh-tokoh terkenal. Tetapi bukalah mata, di sekitar kita banyak pahlawan-pahlawan kehidupan. Mereka adalah orang-orang biasa yang tetap tegak berdiri walau dihantam pahitnya kehidupan. Saat ini saya sedang mengagumi keberanian sepasang suami-istri yang membuka warung makan Nasi Gandul, demikian kami biasa menyebutnya, daerah Tebet Timur. Tepatnya sekitar 100 meter dari pasar tebet timur (PSPT). Warung itu memiliki dua makanan andalan; nasi Gandul dan nasi Pindang Iga.

Sepertinya keduanya selalu tampak gembira. Senyum selalu mengembang di bibir mereka. Dalam kondisi apapun. Mereka sangat ramah terhadap pembeli dan kadang-kadang terasa sok akrab. Karena itulah saya menjadi cepat akrab dengan mereka. Pada satu waktu saya mengobrol dengan sang suami. Mencoba untuk bertanya seputar kehidupan yang dijalaninya.

Rupanya mereka telah berdagang cukup lama di Jakarta. Kurang lebih lima tahun. Sebelum di Tebet, mereka memiliki warung cukup lumayan di daerah Glodok. Namun beberapa bulan lalu, warungnya kena gusur. Mereka harus mulai lagi dari awal. Mencari tempat dagang di wilayah lain. Alhasil, mereka menemukannya di daerah Tebet Timur. Satu juta rupiah perbulan yang harus di keluarkan untuk mengontrak tempat yang memiliki ukuran sekitar 4×4 meter. Tempat itu berfungsi juga sebagai tempat tinggal.

Rutinitas mereka tiap hari adalah; tiap jam lima pagi sang suami pergi belanja ke pasar Jatinegara. Mulai jam 10 pagi hingga jam 12 malam mereka berjualan di tempat itu. Kadang-kadang jam 8 pagi saya sering lihat si suami sedang makan pagi di warteg yang letaknya dekat dengan warung mereka. Rupanya dia kelelahan setelah berbelanja di pasar. Sementara sang istri sibuk mempersiapkan masakan.

Walau baru sekitar dua bulan, tampaknya mulai banyak pengunjungnya. Terakhir saya lihat mereka telah membuka kios rokok dan minuman dingin di depan warungnya. ”Lumayalah lah mas, untuk nambah-nambah,” demikian cetus sang Istri. Tapi ada satu masalah yang menghadap mereka. Sang suami berkata pada saya, ternyata pemilik tempat itu mau menjual kiosnya ke seseorang. Otomatis bila itu hal itu terjadi, mereka harus mencari tempat berjualan yang baru lagi.”Ah, nasib pedagang kaki lima,” demikian tutur sang suami sambil tersenyum.

Anehnya, pada saat bicara demikian tak tampak kekhawatiran di wajahnya. Luar biasa. Mereka menjalani hidup, yang tampaknya sangat sulit itu, dengan senyum. Tanpa mengeluh. Tetap bekerja penuh gembira dan bersemangat. Itulah keberanian. Itulah keberanian menjalani hidup.

Kemudian saya juga menemukan pemberani lainnya, yaitu pemilik bengkel Honda daerah Tebet. Saat itu saya sedang melakukan service motor di tempatnya. Itu rutinitas yang biasa saya lakukan tiap dua bulan. Pertama-tama kami mengobrol hal-hal bersifat umum. Tentang keluarga, hobi dan kerjaan. Kemudian , saya berkisah kepadanya, bahwa saat ini saya dan istri sedang mencoba bisnis baju. Hanya bermodal sedikit uang, relasi dan nekad.

Sambil tersenyum dia bertutur pada saya. Bahwa, bisnis itu modal utamanya adalah keberanian. Setelah itu baru yang lain. Itu yang dia lakukan saat memulai bisnis bengkel. Dengan penuh keberanian dia meninggalkan pekerjaan kantoran. Dan memulai bisnis bengkelnya 10 tahun yang lalu. Padahal sebagai pegawai kantor dia memperoleh gaji yang cukup memadai. Pada tahun 1997 dia telah di gaji sekitar 5 juta rupiah. Tapi dia berfikir bahwa model kerja seperti ini tidak akan membuatnya kaya. Dan juga dia tak dapat memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Dan memang akhirnya, dia sukses dengan bisnisnya.

Sayang, saat itu motor saya sudah selesai di servis. Sehingga kita harus mengakhiri pembicaraan yang mulai menarik itu. Tapi, sebelum saya keluar, dia tiba-tiba menunjukan sebuah buku tentang bagaimana memulai bisnis dari nol. Dia menyarankan agar saya membeli buku tersebut. Saya mengiyakan, dan kemudian memotret sampul buku itu.

Pengalaman mengobrol dengan kedua orang itu cukup membesarkan hati saya. Maklum, beberapa hari ini saya sedang ”kehilangan” keberanian untuk terus menggapai mimpi. Untuk dapat bersabar,tekun dan bekerja keras dalam mewujudkan mimpi. Pikiran saya malah dipenuhi beragam ketakutan yang tidak jelas. Oleh karena itu, saya butuh bergaul dengan orang-orang yang telah melewati proses kehidupan dengan penuh keberanian. Bergaul dengan orang-orang yang terlihat “biasa” tetapi memiliki mental pejuang. Orang-orang sederhana yang jiwanya tidak sederhana. Orang-orang yang berani berusaha dari nol. Hanya bermodal keyakinan, kerja keras, berani hidup sederhana dan selalu berdoa kepada Yang Maha Memberi. Mereka-lah orang-orang luar biasa.

Milikilah rasa keberanian untuk menghilangkan ketakutan-ketakutan yang sering kali muncul dalam diri. Keberanian untuk mengambil resiko merupakan langkah pertama anda menuju tindakan ke arah kesuksesan yang anda impikan. “Just do it and stay confident”.

Refrensi Sumber Kisah :
NETSAINS
Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh Andrew Ho
TOP MOTIVASI

Tuhan Itu Tidak Ada..??

Di dalam sebuah kelas seorang professor bertanya kepada mahasiswanya, “ Apakah semua yang ada di dunia ini Ciptaan Tuhan?” Hampir semua mahasiswa menjawab, “ ya professor, Tuhan menciptakan segalanya. keterangan itu ada di banyak kitab-kitab suci.”

Sang professor hanya mengangguk tampak setuju dengan jawaban mahasiswanya. namun tiba-tiba sang professor bertanya kembali.

“ Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan. sebab kejahatan itu bukan hanya sekedar khayalan, tapi benar-benar real. Kalian biasa melihatnya di Koran-koran dan televise. nah, Jika kejahatan itu ada dan setiap yang ada pasti ada penciptanya berarti Tuhanlah yang menciptakan kejahatan. Kalian sendiri yang bilang kalau Tuhan menciptakan segalanya berarti juga Tuhan menciptakan kejahatan.”

Beberapa mahasiswa yang menjawab tadi hanya tercengang mendengar pernyataan professor. Melihat mahasiswanya ‘kalah’ kedua matanya berbinar senang .” nah kini jelaslah bahwa agama hanya mitos. bahkan mungkin Tuhan sendiri hanya ada dalam bayangan kalian bukan di atas langit sana.”

Seorang mahasiswa yang duduk dibelakang mengacungkan tangan dan berkata. “ professor boleh saya bertanya sesuatu.” “tentu boleh” jawab professor.

Mahasiswa itu kemudian berdiri tegap. “ professor, apakah dingin ada?”
“ pertanyaan macam apa itu? tentu saja dingin itu ada, memangnya kamu tinggal digurun pasir?” sahut rofesor yang diiringi tawa mahasiswa lainnya.

“ kenyatannya pak” sahut mahasiswa itu, ”dingin itu tidak ada. menurut hukum fisika yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. dan semua partikel menjadi diam tidak bereaksi pada suhu tersebut. kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Suasana kelas hening. kemudian mahasiswa tersebut bertanya. “ apakah gelap itu ada?”
“ tentu gelap itu ada” jawab professor.

“ sekali lagi anda salah pak, gelap itu juga tidak ada, gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. tapi anda tidak dapat mengukur gelap. seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan beberapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. kata gelap dipakai untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Kelas semakin hening dan professor diam terpaku.

Tiba-tiba mahasiswa itu bertanya ”professor, apakah kejahatan itu ada?” dengan bimbang professor menjawab “ tentu saja seperti yang kukatakan tadi. kita sering melihat perkara criminal dan kekerasan yang itu semua merupakan manifestasi dari kejahatan.”

“ sekali lagi anda salah pak. seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan kasihsayang Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang Tuhan dalam hati manusia, dan bukan Tuhan tidak memberikan kasih sayang-Nya, tetapi manusialah yang semakin jauh dari kasih sayang-Nya. seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Mengubah Masalah Jadi Berkah

Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…
Sahabat, Hakikat dunia ini adalah masalah. Dengan banyaknya masalah maka terciptalah berbagai lapangan kerja dan profesi. Right..??

Nah, hakikat masalah yang membebani kehidupan kita adalah sebuah pesan yang datang dari Allah swt, sebuah pesan dari alam bawah sadar kita. Sebuah pesan yang berbunyi,”Perbaiki diri, evaluasi diri, Tingkatkan ketakwaan, & mendekatlah pada-Ku, jalan menuju kemuliaan dirimu sudah Aku berikan lewat ujian masalah ini.”

Sahabat, dalam kehidupan ini kita sering mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai. Oleh karena itu daripada memendam sakit hati kepada kehidupan, adalah lebih baik bila kita belajar untuk menyukai apapun yang kita dapatkan. Dengan menerapkan sikap ini kita sudah merubah posisi diri kita, yaitu bila kita suka berkeluh kesah ataupun marah-marah atas segala masalah kehidupan kita. Maka saat itu posisi diri kita adalah sebagai KORBAN. Sebagai object yang tidak berdaya mengahadapi kondisi dan situasi yang tidak menyenangkan.

Nah, alih-alih berkeluh kesah. Bukankah lebih baik Kita terima saja dengan ikhlas segala keadaan itu, toh… itu adalah situasi yang dimana kita sudah dalam posisi tidak bisa untuk menghindarinya. Mau tidak mau situasi itu harus kita lalui… Nah, dengan merubah sikap kita tersebut. Posisi kita berubah dari sekedar KORBAN, kita sekarang menjadi PELAKU atau Subject. Sebagai pelaku, maka kitapun punya kemampuan untuk merubah Masalah menjadi Berkah.

Pandangan kita akan berubah, tidak lagi memandang masalah sebagai sebuah beban. Namun memandang masalah sebagai sebuah kesempatan untuk memperbaiki kualitas kehidupan kita. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki keadaan, dan menghapus kesalahan di masa lalu. Sehingga dengan begitu kita malah bisa mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, atas masalah yang diberikan kepada kita. Yang dengan masalah itu bisa menjadi sebuah batu pijakan untuk kita meraih kesuksesan di masa mendatang. Inilah, ciri-ciri karakter orang-orang Sukses yang harus juga kita miliki.

Contohnya, Limbah kotoran sapi yang dulunya mengganggu pemandangan dan menjadi pusat pencemaran lingkungan dan polusi udara di desa saya. Saat ini bisa disulap menjadi Pupuk Organik yang berkwalitas tinggi. Menjadi lahan kerja yang bisa menghidupi ratusan keluarga. Baca selengkapnya di sini… Dan masih banyak contoh-contoh seperti itu di lingkungan kita.

Life is Never Flat
Kehidupan di dunia tidak pernah datar dan lurus-lurus saja. Life is never flat and life is never straight. Pengusaha sukses tidak akan selamanya sukses suatu saat ia harus besiap menghadapi kerugian. Pelajar yang pintar nan cerdas tidak akan selalu mendapatkan nilai di atas rata-rata, suatu saat ia harus siap dengan nilai yang tidak memuaskan. Orang yang badannya selalu sehat, harus siap jika suatu hari tubuhnya dilanda kesakitan. Di suatu waktu, kebahagiaan tiba memenuhi ruang di dalam hati, tapi di lain waktu seseorang harus siap ketika kesedihan kunjung.

Ini adalah wujud bahwa semua yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah swt. secara berpasangan dan semuanya tidak pernah diam dalam suatu keadaan. Terus berputar, silih berganti.

Dua Macam Ujian
Kita sering merasa bahagia jika yang terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang kita harapkan, sesuatu yang kita inginkan dan kita cita-citakan. Kaya raya, bisnis sukses, memiliki tubuh yang selalu sehat, memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Itu adalah beberapa contoh harapan dan keinginan hidup.

Sebaliknya, kita merasa sengsara, sedih, dan berduka ketika mendapatkan segala hal yang tidak kita inginkan. Misalnya, sakit. Siapa yang mau sakit? Tidak akan ada kan, karena semua orang hanya menginginkan sehat. Misalnya juga bangkrut. Siapa pengusaha yang ingin usahanya gulung tikar? Oh… tidak bisa! Begitu kata Sule, he…he…he… Atau tidak lulus Ujian Nasional (UN) yang momok menakutkan bagi para pelajar kelas IX dan XII. Saya kira tidak ada pelajar yang ingin gagal UN, semuanya pasti hanya menginginkan satu kata saja tidak yang lain yaitu L-U-L-U-S alias lulus.

Islam memandang bahwa bagaimana pun kondisi yang sedang terjadi, semua adalah ujian kehidupan. Mau kesenangan atau kesengsaraan, mau kebahagiaan ataupun kesedihan, dua hal ini adalah ujian. Dan, memperkuat realitas tersebut, Ibnu Abbas mengungkapkan bahwa sesungguhnya dunia adalah ruang ujian. Innaddun-yā dārul balā. Demikian tegasnya.

Namun, kebanyakan manusia baru merasa sedang diuji oleh Allah ketika mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkan kedatangannya. Jika ini terjadi pada diri seseorang, Umar bin Khathab lebih dahsyat menegaskan bahwa orang tersebut adalah makhdū’un ‘an ‘aqlihi, tertipu oleh akalnya sendiri. Pertanyaan saya adalah, mungkinkah ada orang yang tertipu oleh akalnya sendiri? Jika ada, orang tersebut adalah orang yang sangat bodoh. Dan label ini diberikan Umar putra Khathab kepada orang yang tidak merasa sedang diuji oleh Allah dengan segala bentuk kesenangan hidup.

Menyikapi Ujian Hidup
Berdasarkan pemaparan di muka, ujian hidup dibagi menjadi dua, yaitu ujian berupa kesenangan dan ujian berupa kesengsaraan. Ujian kesenangan diistilahkan dengan al-minhatu dan ujian kesengsaraan dilambangkan dengan al-mihnatu.

Lalu, bagaimanakah kiat-kiat dalam menghadapi kedua ujian tersebut? 
Untuk ujian kesenangan, sudah pasti bahwa sikap terbaik kita adalah bersyukur kepada Allah atas segala karunia yang diberikan. Syukur yang ditanamkan di dalam hati kemudian tumbuh menjadi amal-amal baik amaliyah lisan maupun amaliyah badan, akan menjadi penambah karunia dan nikmat. Allah swt. berfirman, ”Dan (ingatlah juga), ketika Rabb kalian memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim [14]: 7).

Yang akan saya kaji secara fokus pada ruang ini adalah bagaimana kita menghadapi al-mihnatu atau ujian kesengsaraan (menurut penilaian manusia)?

1. Yakini bahwa yang terjadi adalah takdir Allah swt.
Jurus pertama dalam menghadapi ujian hidup adalah tanamkan keyakinan bahwa apa yang sedang terjadi merupakan takdir Allah dan takdir Allah tidak akan salah sasaran serta tidak akan ada yang mampu menahannya. Yakini juga bahwa ketika Allah menghendaki sesuatu terjadi kepada kita, itulah yang terbaik untuk kita karena Allah Mahaadil dan tidak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Sekali lagi, Allah tidak akan pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Musibah yang terjadi pada hakekatnya adalah kebaikan yang sedang Allah berikan.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَ اللهُ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ
Mā ashōba min mushībatin illā bi idznillāhi, wa man yu`min billāhi yahdī qolbahu, wallōhu bikulli syai`in ‘alīmun
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya, dan Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.” (Q.S. At-Taghabun [64]: 11).

Beriman terhadap takdir Allah akan membuat hati kita berada dalam hidayah Allah. Justru pikiran akan menjadi “gelap” saat hati kita merasa sangat sengsara dengan ujian yang diterima. Insya Allah, orang yang mengimani bahwa musibah itu bagian dari jalan hidup yang Allah gariskan, ia akan merasa tenang dan ketenangan akan mempercepat pemecahan masalah, insya Allah.

2. Beban ujian setara dengan kekuatan diri
Bobot ujian yang menimpa sebanding dengan kekuatan diri dalam menghadapinya. Jika pundak kita mampu memikul beban sampai 100 kg, misalnya, maka beban ujian yang Allah berikan tidak akan melebihi 100 kg. Demikian ilustrasinya.

Nah, karena fitrah ujian adalah setara dengan kekuatan diri, jurus jitu selanjutnya adalah yakini bahwa kita mampu menghadapinya. Tetapi, banyak diantara kita yang merasa begitu sengsaranya sampai berkeluh kesah dengan ujian yang dihadapinya. Ini adalah akibat yang muncul karena kurangnya keyakinan terhadap fitrah ujian tersebut sebagaimana difirmankan dalam al-Quran:

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ عَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
Lā yukalliful-lōhu nasan illā wus’ahā lahā mā kasabat wa ‘alayhā maktasabat
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 286).

Yakinlah bahwa kita bisa menghadapi ujian yang ditimpakan, insya Allah…

3. Lapangkan hati
Jika sesendok garam dilarutkan ke dalam segelas air, bagaimana rasanya? Pasti asin, bukan? Lalu, jika sesendok garam dilarutkan ke dalam air sekolam, bagaimana rasanya? Pasti tetap tawar.

Demikianlah gambaran ujian yang Allah berikan. Jika hati kita sempit, ujian sekecil apapun akan terasa berat. Sebaliknya, jika hati kita lapang, ujian seberat apapun insya Allah akan terasa ringan.

Trik agar hati kita lapang adalah berdzikir kepada Allah setiap saat termasuk ketika mendapat ujian. Dzikir kepada Allah akan menenangkan hati kita dan hati yang tenang adalah hati yang lapang yang akan memperingan bobot ujian hidup.

اَلَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ تَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ
Alladzīna āmanū wa tathma`innu qulūbuhum bi dzikrillāhi alā bi dzikrillāhi tathma`innul-qulūbu
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S. ar-Ra’du [13]: 28).

4. Buatlah perbandingan bobot ujian dengan yang lebih berat
Selanjutnya, buatlah perbandingan bobot ujian dengan yang lebih berat. Misalnya, uijan berupa rasa sakit. Padahal sudah diperiksakan ke dokter tapi masih belum menemui kesembuhan sehingga terkadang ada yang menyesali keadaan atau bahkan mempertanyakan keadilan Allah, na’udzubillāhi min dzālik (kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut).

Dalam keadaan seperti itu, coba bandingkan bobot ujian yang kita rasakan dengan sahabat kita yang saat itu juga sedang mengalami rasa sakit. Sementara saat sakit kita masih bisa buang air sendiri tanpa harus dipapah berjalan ke jamban atau dibantu prosesnya, sahabat kita harus diapapah dan dibantu proses buang airnya. Sahabat kita pun masih untung bisa ke jamban buang airnya meskipun harus dipapah dan dibantu, yang lain harus buang air di tempat berbaringnya menggunakan selang. Terus demikian, lakukan perbandingan dengan yang bobot ujiannya lebih berat. Insya Allah ini akan membuat kita bersyukur dalam lautan musibah.

5. Jemputlah solusi, jangan menunggunya!
Hukum kausalitas mengatakan bahwa tidak ada asap kalau tidak ada api. Ada akibat karena ada sebab dan keduanya selalu selaras dalam muatannya. Jika ingin mendapat akibat yang baik, maka ciptakanlah sebab yang baik. Itu kata kuncinya.

Dalam cobaan pun berlaku hukum kausalitas. Jemputlah solusi, jangan menunggunya! Berikhtiarlah mencari jalan keluar karena yakinlah bahwa Allah memberikan masalah satu paket dengan jalan keluarnya. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Likulli dā`in dawā`un, untuk setiap penyakit ada obatnya. Demikian sabda Rasulullah saw. sebagai representasi dari seluruh permasalahan hidup.

Jika saat ini Anda sedang sakit, berobatlah secara total dan sekemampuan diri. Berobat adalah bagian dari pencarian jalan keluar agar segera sembuh. Begitu pula untuk seluruh masalah hidup, berikhtiarlah menjemput solusi.

6. Jangan lupa berdoa kepada Allah swt.
Rasulullah saw. bersabda:

الدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ ، وَعِمَادُ الدِّينِ ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

Ad-du’ā`u silāhul-mu`mini, wa ‘imādud-dīni, wa nūrus-samāwāti wal ardli
“Doa adalah senjata orang beriman, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi”. (H.R. Hakim dari Abu Hurairah. Al-Hakimberkata: sanadnya shahih).

Banyak-banyak lah berdoa kepada Allah ketika cobaan dirasa berat. Insya Allah doa adalah satu kiat yang akan membuat hati tenang dan tersemangati. Selain berdoa sendiri, minta pula lah doa kepada orang lain termasuk kepada orang saleh yang masih hidup. Sehingga banyak “senjata” yang dilancarkan kepada Allah sebagai upaya untuk mendapatkan solusi.

7. Tawakalkan sepenuhnya kepada Allah
Ketika sudah mengupayakan segala daya, serahankanlah urusannya kepada Allah. Jika segala urusan diserahkan kepada Allah, insya Allah jaminan solusi sudah di tangan. Logikanya adalah, Allah Mahatahu tentang diri kita, tentang apa yang kita rasakan, tentang apa yang kita inginkan dan tentang apa yang sedang diupayakan, maka Allah akan memenuhi hajat kita jika kita menyerahkan urusan kepada-Nya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَبَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْئٍ قَدْرًا
Wa man yattaqil-lā`ha yaj’al lahū makhrojan. Wa yarzuqhu min haitsu lā yahtasibu, wa man yatawakkal ‘alallōhi fahuwa hasbuhu innallōha bāligu amrihi qod ja’alallōhu likulli syai`in qodron

“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah telah membuat ketentuan bagi segala sesuatu”. (Q.S. ath-Thalaq [65]: 2-3).

Ingat sekali lagi bahwa hidup itu tidak pernah datar dan hidup juga tidak lurus terus melainkan berkelok. Semoga kita termasuk golongan orang yang ketika ditimpa ujian baik al-minhatu maupun al-mihnatu, kita bisa melaluinya dengan sukses yang pada akhirnya kita naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Salam perjuangan…!!!

Dunia Opera Van Java

Disini gunung, di sana gunung di tengah-tengahnya pulau Jawa, wayangnya bingung lah dalangnya pun ikut bingung,yang penting bisa ketawa…bakalan ketemu lagi di Opera Van Java yaaaeee…

Nah,itulah kata-kata khas dari dalang OVJ yang pasti kita semua hafal dan bikin kita ingin menontonnya terus. Untuk kalian penggemar acara lawakan tontonlah Opera Van Java. Dan ikutilah serial OVJ yang disajikan di blog ini, dan yang jelas kisah-kisah yang saya sajikan ini hanya ada di dunia Cyberspace. Jadi jangan cari episodenya di televisi ya… :) Okey………

Dunia ini memang bagaikan panggung Opera Van Java, jadi banyak rakyat dan umat yang berada dalam kebingungan, bertemu atau dipimpin oleh dalang yang bingung. Maka jadilah dunia dagelan…. dan dagelan ini laris manis kok… artinya sudah membudaya dan jadi rahasia umum…he…he…he… Apalagi dalam pantun ki dalang di atas disebutkan sebagai pusat gunung adalah Pulau Jawa…. Tapi tak apa-apa, toh Yang penting bisa tertawa….

Nah, dalam sebuah episodenya. Ki dalang bercerita tentang Karakter Manusia berdasarkan Kentutnya.
Berikut Sifat Sifat Karakter Manusia berdasarkan Kentutnya:

  1. Orang Jujur = orang yg mau ngaku kalo sudah kentut
  2. Orang engga Jujur = kalo sudah kentut suka ngambinghitamin orang laen
  3. Orang Misterius = orang yg pas kentut tapi orang laen ga tau
  4. Orang Gugupan = orang yg suka nahan kentut pas lagi kentut
  5. Orang Bego = orang yg suka nahan kentut berjam jam lamanya
  6. Orang yang Berwawasan = orang yg ngerti kapan dan dimana harusnya kentut
  7. Orang yang Kuper = orang yang kentut sambil bersembunyi
  8. Orang yang Sial = orang yg pas kentut keluar dengan isi isinya..
  9. Orang pura pura Sakti = orang yang kentut sambil pake tenaga dalam
  10. Orang yang Pemalu = orang yang kentutnya engga bunyi tapi suka merasa malu sendiri akan perbuatannya
  11. Orang yang penuh Strategi = orang yang suka kentut tapi sambil tertawa terbahak bahak buat nutupin suara kentutnya
  12. Orang yang Bodoh = orang yang sudah kentut lalu narik napas panjang buat ngegantiin udara yang keluar sewaktu kentut
  13. Orang Pinter = orang yang bisa membedakan kentut kentut orang laen
  14. Orang yang Ramah = orang yang suka membaui kentut orang laen
  15. Orang yang Sombong = orang yang suka membaui kentutnya sendiri
  16. Orang yang Pelit = orang yang kalo kentut suka dikeluarin sedikit demi sedikit sampe sampe bunyinya cuman tit…tit….tit…
  17. Orang Sadis = orang yang sambil kentut ditutup sama tangannya lalu dia ngebekepin tangannya ke hidung orang laen
  18. Orang yang PD = orang yang yakin kalo kentutnya wangi alias harum baunya

Dalam sebuah Episode yang lainnya lagi, Ki dalang melakonkan Episode Pasien Bingung bertemu Dukun Bingung.
Judulnya : Ketanggor Dukun Gede Nafsu
Sumber Kisah : Metro Aktual

MALANG benar nasib Ny. Suryanti, 28ini. Mau mengobatkan anak yang kena penyakit gede kepala (hidrosephalus), malah ketanggor dukun yang gede nafsu. Katanya mau mengobati si anak, malah ibu si pasien disetubuhi 7 kali dengan alasan untuk ritual penyembuhan!

Untuk profesi dukun/paranormal memang tak pernah dibutuhkan sertifikat atau ijazah. Karenanya orang begitu mudah mendeklarasikan diri sebagai dukun, lantaran tak perlu menunjukkan izin praktek segala. Celakanya di era gombalisasi ini masih banyak saja orang mempercayainya, bahkan dijadikan pengobatan alternative, mengingat pengobatan resmi tarifnya demikian mahal. Contohnya, Ponari dari Jombang (Jatim) itulah. Hanya dengan modal batu temuan, bocah cilik ini menjadi dukun terkenal.

Satu lagi, Dalimun, 37, nasibnya juga sedang naik daun karena profesinya jadi dukun/paranormal. Banyak orang lain desa berdatangan, untuk minta penyembuhan.

Konon terapi pengobatannya cukup cespleng. Hanya dengan sedikit komat-kamit ditambah ritual tertentu, wes hewes hewes, bablas penyakite! Karena itulah tamunya datang silih berganti. Bahkan bila perlu Mbah Dalimun juga siap mendatangi rumah pasien.

Ironisnya, sebagai dukun Mbah Dalimun tak bisa mungkur kadonyan (mengesampingkan duniawi). Di samping masih ijo lihat duwit, dia juga tak berkedip melihat wanita berjilbab ijo. Setiap melihat pasiennya yang cantik, otaknya langsung ngeres.

Lalu Dalimun membayangkan, betapa asyiknya bisa menggumuli sang pasien. Maka dengan dalih terapi pengobatan, banyak pula pasien yang disosornya. Tapi selama ini masih aman-aman saja, karena daripada malu korbannya memilih diam. “Ya wislah, kacek klerek karo sedherek (ya sudahlah, sama teman ini),” ujar mereka.

Karena para pasien sangat permisif (memaklumi), Mbah Dalimun jadi semakin mbagusi. Ini ditunjukkannya ketika dia dapat pasien baru bernama Ny. Suryanti. Ceritanya wanita ini ingin mengobatkan anak balitanya, Udin, 2, yang terkena penyakit hidrocephalus. Kepala anak tersebut semakin membesar dari hari ke hari. Kata orang, karena kena kutukan yang Mbaureksa (penunggu), padahal akibat cairan yang menumpuk di rongga kepala.

Melihat ibu si pasien cukup cantik, otak Mbah Dalimun kembali ngeres laksana pasir urug Tangerang. Maka kepada suami Suryanti dia memerintahkan agar anak dan ibunya menjalani rawat inap saja. Padahal, begitu suaminya pergi Dalimun langsung menerapkan terapi pengobatan yang begitu nyeleneh. Bagaimana nggak nyleneh, sebab ibunya si pasien harus siap disetubuhi mbah dukun. Sebetulnya Suryanti keberatan. Tapi demi kesembuhan anak lelakinya, dia akhirnya bertekuk lutut dan berbuka paha juga!

Awalnya Ganung, 35, suami Suryanti percaya saja akan terapi pengobatan Mbah Dukun. Tapi ketika terapi pengobatan dilanjutkan di rumah, dia baru tahu apa yang sebetulnya terjadi. Sebab ketika dia memberanikan mengintip kamar praktek Dalimun, ternyata di kamar tersebut Mbah Dukun sedang asyik menyetubuhi Suryanti. Tentu saja Ganung naik pitam. Dalimun langsung diseret dari atas tubuh istrinya. “Kurang ajar! Ternyata dukun cabul juga kamu!” maki suami Suryanti.

Hati Ganung kadung panas. Tanpa memberi kesempatan dukun cabul itu berpakaian, langsung saja dihajar di tempat. Keruan saja Dalimun tak bisa melawan, karena kedua tangannya lebih dimanfaatkan untuk mengamankan “burung” miliknya. Sore itu juga dukun cabul ini jadi “pasien” Polsek

Selain kebobolan kehormatan istri, Ganung juga sudah mengeluarkan uang tidak kurang dari Rp 1 juta. (cepek dech…)

Nah lho… he…he…he…. Bagaimana bila pemerintah dan dukun berseteru…?? Baca kisah berikut ini.

Judul : Wajib Bayar Pajak, Para Dukun Marah
Sumber Kisah : Viva News

Bagi sebagian kalangan, menjadi wajib pajak merupakan status yang tidak menyenangkan. Para dukun di Rumania pun kesal setelah mereka baru saja diwajibkan untuk membayar pajak. Tak hanya para dukun, tukang ramal pun diikutkan menjadi wajib pajak baru.

Marah atas kebijakan yang berlaku sejak 1 Januari itu, sejumlah dukun di Rumania berencana menyantet Presiden Traian Basescu dan para wakil rakyat. Menurut kantor berita Associated Press (AP), mereka sudah menyiapkan sesaji berupa kotoran kucing dan bangkai anjing. Ada juga yang akan membawa tanaman mandrak beracun.

Acara santet akan berlangsung di dataran bagian selatan Rumania dan Sungai Danube, Kamis 6 Januari 2011 waktu setempat, diikuti oleh para dukun dari ujung timur dan barat. “Peraturan [pajak] ini sungguh konyol. Kami sudah susah mencari uang kok malah kena pajak,” kata seorang dukun bernama Alisia saat dihubungi AP lewat sambungan telepon, Rabu 5 Januari 2011.

“Para wakil rakyat juga tidak mau ngaca, sudah berapa kali mereka menipu dan berapa banyak mencuri dan datang kemari untuk minta kami membuat jampi-jampi kepada musuh mereka,” lanjut Alisia.

Namun, pemerintah tetap memberlakukan pajak bagi para dukun dan peramal demi mendongkrak pendapatan negara. Lagipula, pajak kini menjadi elemen penting bagi negara Eropa Timur itu untuk bangkit dari resesi ekonomi.

Menurut peraturan baru, mereka digolongkan sebagai wiraswasta dan harus membayar pajak sebesar 16 persen dari pendapatan mereka. Para wiraswasta juga harus berkontribusi bagi program kesehatan dan pensiun yang dirancang pemerintah.

Para dukun dan tukang ramal keberatan dengan kebijakan itu. Pasalnya, seperti yang dikeluhkan Alisia, mereka rata-rata berpendapatan kecil. Untuk sekali konsultasi, mereka hanya mengenakan tarif paling mahal 30 leu (sekitar Rp83.200).

Bratara Buzea, yang dikenal dengan julukan Ratu Dukun, juga ikut marah dengan kebijakan baru itu. Maka, di tempat dia berpraktik di Mogosoaia, perempuan berusia 63 tahun itu sudah menyiapkan jampi-jampi dengan menggunakan saripati kotoran kucing dan bangkai anjing, berikut rangkaian pembacaan mantera.

“Kami akan menyakiti mereka yang menyakiti kami,” kata Buzea, yang pernah dipenjara oleh rezim diktator Nicolae Ceausescu pada 1977 karena kasus santet. “Mereka [pemerintah] ingin membawa negeri ini keluar dari krisis dengan memanfaatkan kami? Mereka justru harus menyelamatkan kami dari krisis karena merekalah yang membawanya,” ujar Buzea.

Namun, ada juga dukun yang bersikap positif atas kebijakan pajak dari pemerintah. “Peraturan itu bagus, artinya mereka mengakui talenta sihir kami dan saya pun bisa membuka praktik,” kata Mihaela Minca.

Di Rumania, banyak yang percaya dengan ilmu atau hal gaib. Presiden Basescu dan para pejabatnya dikenal selalu memakai baju warna ungu pada hari-hari tertentu, konon untuk menangkal pengaruh jahat.

Para pendukung penantang Basescu pada pemilu 2009, Mircea Geoana, curiga bahwa para pesaing mengerahkan energi negatif sehingga jagoan mereka tampil buruk saat melakukan debat semasa kampanye dan gagal menjadi presiden.

Selain itu, mendiang Ceausescu dan istrinya diyakini punya dukun pribadi semasa mereka hidup. Sayangnya, dukun itu tidak bisa memyelamatkan diktator dan istrinya ketika dieksekusi mati pada Desember 1989.• VIVAnews

Okey, guys. Cukup sekian dulu episode OVJ, Disini gunung, di sana gunung di tengah-tengahnya pulau Jawa, wayangnya bingung lah dalangnya pun ikut bingung,yang penting bisa ketawa… bakalan ketemu lagi di Opera Van Java yaaaeee…

Source Image :
Republik OVJ [langauijo.blogspot.com/2011/01/profil-pelawak-opera-van-java-ovj.html]
Dukun Cabul [http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2009/09/24/dukun-cabul-ketemu-batunya]

Ilmu Trawangan Instant..??

Program I : Insya Allah, langsung bisa terawang, lihat alam ghaib, mengetahui rahasia dan Misteri alam ghoib yang tiada batas, komunikasi dengan jin, khodam, siluman dan makhluk ghoib lainnya. Pembukaan & pengaktifan indra ke 6, ketajaman mata batin, kharisma akbar, wibawa 1000 harimau, Pengasihan, Pengobatan, Pagar harta-benda. Menyedot Rizki dari berbagai penjuru, serta masih banyak manfaat lainnya, sesuai dengan kebutuhan atau hajad sehari – hari. Cukup dengan Zikir 1 kalimah semua manfaat yang terkandung didalam program dibimbing dan dipraktekan di tempat. Lama Program 1 jam 30 menit, Mahar Rp. 1,000,000. Garansi Total dan Pembuktian di tempat. Sifat Permanen.

atau :
Transfer Ilmu Ghoib, Ilmu trawangan, Indra Ke enam, tahu sebelum terjadi, aktivasi mata ketiga, mustoko rogosukmo, instan, langsung bisa. Hanya Rp. 5.000.000,- he…he…he.. begitulah bunyi iklan yang sering kita baca.

Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…
Sahabat, Sebenarnya kemampuan indera keenam tidak bisa ditransfer ke orang lain, seperti yang banyak dipahami itu. Semua itu hanyalah bahasa iklan. Kalaupun ada guru atau paranormal yang katanya bisa melakukannya, seringkali itu adalah transfer khodam JIN. Dengan bantuan khodam tersebut, sang murid bisa tahu hal-hal ghaib. Dan jelas bahwa sejatinya ia tidak mempunyai kemampuan indera keenam. Bila khodamnya telah pergi, atau dicabut oleh orang lain yang lebih sakti, maka ia tak bisa lagi tahu hal ghaib. Dari pengalaman, berkolaborasi dengan khodam JIN membawa dampak yang kurang baik. Indera keenam, sejatinya adalah kemampuan terpendam dari manusia. Jadi tak perlu bersekutu dengan JIN. Karena pada hakekatnya kita bisa mendayagunakannya bila saja kita tahu caranya.

Indera keenam hanya bisa bangkit atau muncul bila seseorang senantiasa mengendapkan pikiran, jiwa dan raganya. Dengan cara bermeditasi / bertapa / tafakur / kontemplasi dan diiringi dengan menjaga 9 lubang di tubuh manusia (babagan howo songo). Cara-caranya bisa dipelajari. Yang dibutuhkan hanya ketekunan dan kemauan.

Dari cara tersebut, nanti akan terjadi loncatan indera. Yaitu dari PANCA indera (5 indera) ke Indera ke enam. Prosesnya seperti orang tidur, tahu-tahu terjadi begitu saja. Saat kita berbaring akan beranjak tidur, memakai selimut lalu menutup mata, tahu-tahu terlelap masuk alam mimpi. Apakah ada orang yang sadar bahwa dirinya telah tertidur?? Tentu saja tidak. Batas kesadarannya tipis sekali. Begitulah kira-kira terjadinya proses loncatan indera ini.

Belum tentu orang yang telah berpuasa bertahun-tahun atau membaca wirid & dzikir beribu-ribu kali, kemudian bisa memiliki kemampuan indera keenam. Semua bentuk lelaku tersebut bukan inti dari ilmu ghaib. Puasa, wirid-an, baca dzikir, meditasi dan sebagainya itu hanyalah sarana untuk mencapai pengendapan pikiran, jiwa dan raga agar bisa masuk dalam kekedalaman rasa (rasa sejati). Setelah terjadi pengendapan (hening) lalu terjadilah loncatan indera ini, dari panca indera ke indera ke enam.

Banyak orang / murid yang gagal dan jenuh dalam mengamalkan ilmu. Akhirnya tidak ada yang didapat. Semua itu karena mempunyai anggapan bahwa dengan menyelesaikan puasa beberapa hari dan membaca dzikir sekian ratus atau ribuan kali kemudian berpikir bisa ini-itu. Tidak demikian.

Kebanyakan murid yang berhasil adalah mereka yang ketika membaca wirid hanyut dalam keheningan dzikir. Entah disadari atau tidak. Semua organ tubuh, pikiran, jiwanya telah tenang, mengendap ke kedalaman rasa. Nah saat itulah terjadi loncatan indera ini.

Jadi bukan mereka yang telah menyelesaikan bacaan wirid sekian ribu kali, yang akan berhasil. Tapi sekali lagi, mereka yang bisa mengendapkan pikiran, jiwa dan raga dalam keheningan yang sejati.

Persis seperti kata pepatah: “batu pecah bukan karena pukulan keseratus kali, tapi karena dipukul terus-menerus“

Semakin banyak jumlah wirid yang dibaca, harapannya jiwa jadi semakin tenang, pikiran semakin fokus (tidak membayangkan kemana-mana), akhirnya bisa masuk menuju kekedalaman rasa. Di wilayah inilah hal ghaib akan terjadi.

Namun kenyataan yang diamalkan murid ternyata tidak demikian, mereka lebih fokus untuk menyelesaikan bacaan, lebih fokus telah menyelesaikan puasa, lebih fokus telah melengkapi sesaji dan sebagainya. Akhirnya sia-sia, tidak ada yang didapat. Karena tidak tahu inti dari semua lelaku itu. Akhirnya muncul pertanyaan klasik. “Saya sudah menyelesaikan ritual puasa dan wiridnya tapi koQ tidak berhasil ya?!”

Kisah Nyata Bu Lies Sudianti :
Rasanya saya tertarik untuk sharing tentang Keputusan Intuitif Penuh Percaya Diri ini berkenaan dengan pengalaman saya sendiri. dulu saya melakukannya dengan otomatis saya tidak mengkaitkan otak saya dengan komputer atau tugas otak kanan dan otak kiri tapi yang saya perdalam adalah intuisi itu sendiri.

saya termasuk orang yang punya intuisi tajam entah karena tanpa sadar saya hobby baca silat dari SD dan sering menirukan cara meditasi para pendekar untuk meningkatkan lwekang atau tenaga dalam saya. sampai sampai saya lebih banyak tidur dalam keadaan bersila daripada terlentang di tempat tidur dan ini semakin dimantapkan saat saya masuk Kempo dimana kami diajarkan untuk meditasi atau Zazen setiap latihan sehingga indra ke enam semakin tajam bahkan kita bisa mengetahui gerakan lawan dengan mata tertutup.

Saya juga suka baca buku buku karangan Karl May dimana saya sangat mengidolakan tokoh Winnetou yang orang Indian dimana mereka punya naluri yang sangat tajam malah orang naik kuda di kejauhan pun kedengaran, atau dari arah angin bisa mencium tanda bahaya.

Dalam hidup memang kita sudah dilengkapi indra ke enam, intuisi atau suara hati. Seingat saya saat masih kecil kebetulan saya sekolah di sekolah Katholik dan selalu diajarkan agar kita selalu membersihkan pikiran dan hati kita dan selalu mendengarkan suara malaikat di telinga kanan dan mengabaikan suara setan di telinga kiri yang selalu berusaha menjerumuskan kita. dengan berjalannya waktu saya tahu bahwa suara malaikat dimaksud adalah suara hati yang akan selalu menyuarakan kebenaran untuk menyelamatkan kita namun kalau kita sering menyangkal kebenaran itu dan mengabaikan peringatan yang diberikan lama lama suara hati kita akan tumpul dan tidak bisa berfungsi lagi dengan baik.

Tuhan telah melengkapi umat Nya dengan sarana untuk bertahan, coba kita lihat hewan, mereka memiliki intuisi yang sangat tajam akan bahaya, gajah gajah di Thailand sudah gelisah saat menjelang tsunami kalau gunung akan meletus binatang sudah berlarian turun gunung dan saat pergantian musim burung burung terbang berbondong bondong untuk mencari tempat yang lebih nyaman dan memberikan kehidupan, namun sayang manusia telah merusak semuanya bahkan intuisi di dalam diri yang berfungsi sebagai alarm seringkali sudah mati karena terlalu sering disangkal.

Sebagai contoh saat orang pertama kali mencuri pasti dia deg degan ada rasa takut dan tidak tenang, tapi pada saat dia merasa aman dan tidak apa apa dia sudah lebih tenang saat melakukan kejahatan berikutnya karena suara hati atau intuisinya sudah mati rasa.

Oleh karena itu peliharalah intuisi anda dan untuk lebih mempertajam bisa melakukan latihan seperti yang dianjurkan Bung Sopa, atau bisa dengan seringkali melakukan meditasi karena saat meditasi otak kanan dan kiri akan mencari keseimbangan dalam kedamaian. Dan lama lama intuisi kita bisa setajam naluri binatang dan biasanya tindakan yang diambil dengan naluri yang murni lebih banyak benarnya. Selain itu intuisi juga memberikan tanda tanda pendahuluan misalnya kita mau pergi tiba tiba ada saja halangan, sebaiknya jangan marah marah atau stress coba duduk diam dan lakukan relaksasi sambil berdoa memohon petunjuk Nya maka anda akan takjub karena ternyata apa yang anda anggap halangan seringkali justru menyelamatkan kita dari bencana yang fatal.

Saya sendiri biasanya kalau mau mengalami musibah biasanya akan ada tanda tanda sebelumnya, misalnya saat Handphone hilang sebelumnya saya akan mengalami masalah dengan Handphone itu misalnya jatuh atau ketinggalan di suatu tempat tapi masih kembali biasanya itu pertanda saya harus hati hati tapi kalau saya takabur maka saya pasti akan benar benar kehilangan HP tsb padahal hilangnya dengan cara yang tidak mungkin seperti hilang di dalam rumah sendiri.

Juga saat saya mengalami kecelakaan dan menabrak orang sampai meninggal di tempat yang sangat saya sesali karena sebelumnya beberapa kali saya sudah hampir kecelakaan dengan kendaraan itu tapi saya abaikan sehingga akhirnya saya mengalami kecelakaan yang membuat saya trauma cukup lama.

Segi positip seringkali saya seperti seorang peramal, misalnya saya ingin menghubungi seseorang yang sudah lama tidak ada kontak sama sekali tiba tiba orang itu menelpon saya, bahkan dengan sahabat saya seringkali kami menerima miss call dari masing masing dan itu terjadi saat kita berniat mau menelpon eh pesan itu sampai ke HP dia dan jadinya miss call, memang sepertinya tidak mungkin tapi coba kita pikirkan lagi, HP adalah bikinan manusia dia bisa mengirimkan pesan melalui gelombang kenapa otak kita yang super canggih engga bisa?

Oleh karena itu jangan pernah memasukkan info negatif di otak kita karena memory akan menyimpannya dan akan mewujudkannya tanpa kita sadari. Misalnya kita malas ke kantor tapi bingung nyari nyari alasan, nach semua alasan yang coba kita visualkan akan dicatat oleh otak kita entah yang mana aku sendiri engga tahu tapi yang terjadi hari itu akan ada saja kejadian yang akan menghambat kita untuk ngantor, kadang kadang karena engga aware kita tetap sich sampai kantor tapi di jalan banyak halangan yang kita hadapi seperti sakit perut mendadak, ban kempis, jalan macet, kecelakaan dll itu semua katanya (aku baca dari buku karangan Lilian To orang Malaysia yang ahli fengshui/hongshui) merupakan kerja otak kita yang mencoba mewujudkan apa yang menurut dia kita inginkan. Jadi masukkan info yang positif saja ke otak. Kalimat negatif walau tujuannya positip pun bisa berbahaya. Misalnya kita memarahi anak kita dengan Hei jangan naik naik pohon nanti jatuh lho dan akhirnya anak kita malah jatuh. Mungkin lebih baik kita ubah kalimatnya dengan Kalau naik pohon hati hati ya pegangan yang kuat dan pilih dahan yang kokoh jadi pesannya positip. Ini sudah saya buktikan dalam kehidupan saya, pesan negatip yang tanpa sadar kita kirimkan ke otak karena kita selalu negative thinking seringkali membuat kita sial ketimbang beruntung.

Wah kok melantur ya, tapi sungguh, kalau kita selalu mendengarkan suara hati dan tidak pernah menyangkalnya dengan sering berusaha menipu diri sendiri yakin keputusan intuitif anda dalam hal apapun akan lebih banyak benarnya.

Dua Jenis pemburu Ilmu Trawangan & Indra Ke enam :

  1. Untuk meningkatkan potensi diri, sebagai bekal kehidupan. Seperti dikisahkan oleh bu Lies di atas.
  2. Untuk jadi Paranormal, sebagai bekal kemampuan yang menunjang profesi keparanormalannya.

Type pertama akan merasa puas bila intuisi dan kepekaan indranya meningkat, dan tidak berminat untuk bergerak lebih jauh. Type ini akan cenderung lebih santai dalam menekuni dan menggali potensi dirinya.
Sedangkan Type kedua, akan mengejar dengan cara apapun serta biaya berapapun asal bisa ilmu trawangan. Tidak perduli caranya halal ataupun haram, pokoknya yang penting bisa. Akibatnya sering tertipu sana -sini, atau melakukan segala ritual yang menerjang laku kebenaran. he…he…he… namanya aja ambisius pengen jadi orang sakti….

Oleh karena itu, siapa saja yang belajar di NAQS DNA tetapi dengan mindset paranormal atau mengejar keshaktian, maka saya anjurkan untuk mundur saja dari NAQS DNA. Karena menurut kami, orang yang bertype seperti ini akan sulit untuk diberi petunjuk ke jalan yang benar. Apalagi ketika dia sedang asyik-asyiknya bermain dengan segala ilmu kesaktiannya. Karena segala ilmu kesaktian ataupun kemampuan bathin itu nanti akan dimusnahkan ketika menginjak pelajaran makrifat.

Banyak orang yang salah kaprah dalam mengartikan ilmu makrifat, bagi umumnya orang, ilmu makrifat justru identik dengan ilmu-ilmu kesaktian dan kemampuan gaib. Padahal, itu semua masih dalam tataran Q2 atau tataran kekuatan NAFSU. Bukan kekuatan RUH yang sebenarnya. Hal ini diperparah dengan banyaknya guru-guru spiritual yang juga punya pedoman seperti itu, maka tidak heran jika masyarakat semakin terombang ambing dengan ketidak tahuan dan kebingungan arah. Karena gurunya sendiri juga masih bingung, apalagi muridnya…?? Dan ini fakta, tidak satu dua guru spiritual yang sudah punya murid ratusan hingga ribuan tetapi mengalami kekeringan spiritual serta kemandegan spiritual. Hal itu terjadi karena mindset mereka belum berubah dari “HOW TO BE SOMETHING” menjadi “HOW TO BE NOTHING”. he..he..he… maaf brow & sis. Ini sekedar pepeling untuk kita semua, terutama untuk diri saya sendiri kok…. Okey…

“Siapa yang cemerlang di awal penempuhannya akan cemerlang pula di akhir perjalannya.” Kecemerlangan ruhani dengan niat suci bersama Allah dalam awal perjalanan hamba, adalah wujud pantulan Cahaya yang diterima hambaNya, karena yang bersama Allah awalnya akan bersama Allah di akhirnya. ► artinya adalah mengenai keikhlasan hati. Siapa yang dulu niat awal belajar spiritual karena di dorong hasrat hati untuk menemukan jati diri dan ikhlas karena Allah, maka akan selalu bersama Allah sampai kapanpun. Namun siapa yang masuk karena ingin mengejar kemampuan supranatural, kesaktian, kehebatan, dll, Bila dia tidak mau menata ulang niatnya kembali, maka dia mandeg dan bahkan akan terputus ditengah jalan. Karena hatinya semakin jauh dari Allah swt, dan semakin dekat dengan sang EGO.

Demikianlah sedikit perbincangan kita di sore ini. Semoga bermanfaat & Mohon maaf lahir batin.
Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

Referensi :
Ki Umar
Lies Sudianti

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 193 pengikut lainnya.