>Sistem Piramida perlu diwaspadai

>Di Indonesia saat ini telah berkembang Penjualan Langsung melalui sistim
Piramida. Sistem piramida ini secara sepintas mirip Multi Level Marketing
dan cukup banyak orang telah melibatkan diri sebagai anggota, lebih tepat
disebut bahwa sistem ini berkedok Multi Level Marketing.

Sistem Piramida, yang menawarkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan
besar dengan sedikit usaha, sebenarnya telah pula dijalankan di Taiwan,
Amerika Serikat, Malaysia dan lain-lain negara, tetapi sehubungan dengan
banyaknya pengaduan dari para anggotanya, kini di negara-negara tersebut
sistem ini diawasi secara ketat oleh Pemerintah setempat karena dianggap
merugikan dan meresahkan masyarakat luas. Diantara perusahaan-perusahaan
tersebut banyak pula yang telah ditutup.

Aturan Sistem Piramida

* Biaya Pendaftaran keanggotaan berikut paket produk, sangat mahal
* Harga jual produk-produknya juga sangat tinggi, ada yang bisa
mencapai lebih dari 10 kali lipat harga produk sejenis dipasaran.
* Sistem dilakukan menyerupai Multi Level Marketing, tetapi tidak
sama. Misalnya masing-masing anggota dibatasi hanya boleh merekrut maksimum
2 orang. Dua orang tersebut, rekrut dua orang lain lagi dan seterusnya
hingga terbentuk satu piramida juga cara-cara lain yang mirip cara ini,
misalnya merekrut max. 3,4,5 anggota.
* Satu orang anggota boleh “membeli” lebih dari 1 keanggotaan (disebut
kavling).
* Imbalan diberikan berdasarkan tersusunnya satu jaringan berbentuk
piramida dengan jumlah orang dalam format tertentu; imbalan bukan
berdasarkan presentasi atas volume penjualan dan tidak ada unsur harus
memasarkan produk sampai kepada konsumen.
* Masa keanggotaan kadangkala berlangsung sangat singkat (hanya sampai
dengan terbentuknya suatu format tertentu). Berbeda dengan perusahaan
penjualan langsung, dimana anggota dapat aktif minimal 1 tahun atau bahkan
seumur hidup.
* Program pemasaran (Marketing Plan) skema piramida sangat rumit dan
susah dipelajari. Titik berat pada rekruting, bukan pada penjualan.

Apa bedanya dengan bisnis penjualan langsung?

Dalam dunia penjualan langsung, baik di Indonesia maupun di tingkat
internasional, terdapat 3 sistem yang telah berjalan sangat lama, yaitu
sistem konvensional atau Single Level Marketing (termasuk party plan),
sistem Limited Level dan sistem Multi Level atau Multi Level Marketing.

* Semuanya sama-sama membuka peluang berpenghasilan bagi siapa saja
yang mau berusaha berdasarkan kerjasama kemitraan.
* Landasan bisnisnya sama-sama terdiri dari 3 hal, yaitu merekrut,
mendidik, dan memotivasi para mitra usaha yang lazim disebut Distributor
atau Dealer.
* Semuanya sama-sama mengenakan biaya pendaftaran keanggotaan kepada
para Distributor/Dealernya dengan nilai yang pantas sesuai dengan starter
kit yang diperoleh.
* Semuanya sama-sama memiliki sejumlah produk (barang atau jasa)
dengan harga yang masuk akal untuk dijual melalui para Distributor/Dealer
sampai ke tangan konsumen. Berdasarkan volume penjualan yang dicapai, para
Distributor/Dealer memperoleh imbalan berupa komisi beserta insentif dan
berbagai hadiah yang menarik yang jumlah dan besarnya tidak terbatas.
* Semuanya sama-sama memberlakukan sistem dimana seorang anggota hanya
mendapatkan satu keanggotaan dan tidak boleh lebih.
* Bagi Distributor/Dealer yang aktif bekerja peluang berpenghasilan
sudah pasti ada.
* Program pemasaran (Marketing Plan) sederhana dan transparan.

Dari perbedaan aturan main tersebut diatas, terlihat bahwa sistem Piramida :

1. Menjerat dan menyesatkan masyarakat dan anggotanya, karena :

* Dapat dikategorikan sebagai judi sebab perolehan penghasilan berada
diluar kontrol anggota yang berada di level bawah, pendapatan utama
diperoleh bukan dari penjualan barang dan jasa, tetapi terutama dari
rekruting orang lain untuk mencapai format tertentu.
* Tidak membuka peluang berpenghasilan yang merata dan adil
sebagaimana layaknya yang ditawarkan perusahaan yang menjalankan sistem
Penjualan Langsung termasuk MLM.
* Merugikan anggota yang sudah membayar biaya pendaftaran berikut
paket produk yang sangat mahal, kemudian menghadapi kesulitan menjual
produk-produk tersebut kepada masyarakat karena tujuan perusahaan adalah
menggunakan produk sekedar sebagai kedok untuk menarik dana dari masyarakat
dan tidak diberi pelatihan cara penjualan.
* Merugikan masyarakat yang membeli produk-produk dari sistem
piramida, karena harganya jauh melampaui harga produk sejenis di pasaran.

2. Bertentangan dengan dasar-dasar sistem penjualan langsung serta kode
etik yang berlaku.

* Merupakan metamorfosa dari sistem Surat Berantai yang telah dilarang
dibanyak negara.
* Aturan mainnya sangat mirip dengan Surat Berantai yaitu:

i. Menarik biaya pendaftaran cukup besar (Pendapatan perusahaan
diperoleh terutama dari biaya pendaftaran anggota bukan dari penjualan
produk/jasa)
ii. Produk yang disediakan perusahaan hanya untuk tujuan kamuflase,
karena titik berat bisnis lebih pada format jaringan dan anggota tidak
selalu diwajibkan untuk mengambil produk yang dibeli apalagi dilatih untuk
menjual kembali.

Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) yang merupakan bagian dari
World Federatian of Direct Selling Association (WFDSA) menghimbau kepada
masyarakat luas agar tidak mudah percaya dengan tawaran menarik dari
perusahaan yang melakukan Sistem Piramida dan sejenisnya. Bagi anggota
masyarakat yang telah merasa dirugikan oleh sistem tersebut, agar segera
melaporkan kepada Pihak Yang Berwajib. Menjadi mitra usaha dan berbelanjalah
pada perusahaan yang telah terdaftar sebagai anggota APLI (Asosiasi
Penjualan Langsung Indonesia).

_____

Apakah skema piramida itu? Hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang Skema
Piramida Penjualan Berjenjang – Peluang berpenghasilan yang legal Bagaimana
membedakan antara bisnis yang legal Dengan Skema Piramida tersamar Bagaimana
melindungi anda sendiri dari investasi yang menjerumuskan dan kemana Anda
dapat memperoleh bantuan

Jangan membuat kesalahan yang mahal

Ribuan orang di dunia telah kehilangan jutaan dolar karena bergabung dengan
sistem pemasaran ber Skema Piramida. Banyak dari korban sadar bahwa mereka
sedang berjudi (meskipun mereka tidak mengetahui bahwa mereka sedang
terperangkap). Namun demikian, banyak pula korban lain mengira bahwa mereka
membayar untuk modal awal membuka bisnis sendiri. Orang-orang ini telah
ditipu oleh Skema Piramida yang disamarkan agar nampak seperti bisnis yang
legal.

Tulisan ini bertujuan membantu Anda menghindar dari jerat Skema Piramida,
baik yang sederhana atau yang tersamar. Sistem Piramida yang sederhana mirip
sekali dengan surat berantai, sedangkan Sistem Piramida yang tersamar
seperti serigala berbulu domba, menyembunyikan sifat asli mereka dengan
tujuan menipu calon investor dan mengelabui Aparat Hukum.

Apakah Skema Piramida itu?

Skema Piramida adalah sistem (ilegal) dimana banyak orang yang berada pada
lapisan terbawah dari piramida membayar sejumlah uang kepada sejumlah orang
yang berada di lapisan piramida teratas. Setiap anggota baru membeli peluang
untuk naik ke lapisan teratas dan mendapat keuntungan dari orang lain yang
bergabung kemudian. Sebagai contoh, untuk menjadi anggota Anda mungkin harus
membayar mulai dari jumlah yang kecil hingga jutaan rupiah. Dalam contoh
ini, Anda harus membayar Rp. 10 juta, untuk membeli sebuah tempat pada
piramida di lapisan paling bawah. Uang Anda senilai Rp. 5.000.000 akan
pindah ke orang lain yang posisinya tepat di atas Anda dan Rp 5.000.000
lainnya beralih ke puncak piramida, atau ke promotor. Bilamana semua posisi
yang tersedia dalam skema tersebut telah dipenuhi peserta, promotor akan
memperoleh Rp 160 juta, sedangkan Anda dan teman-teman lain yang sama-sama
berada di lapisan paling bawah akan kehilangan Rp 10 juta per orang. Apabila
promotor telah terbayar, maka posisinya dihilangkan dan yang berada di
lapisan kedua akan naik ke puncak. Setelah itu, barulah kedua orang yang
tadinya berada pada lapisan kedua akan menikmati keuntungan. Untuk membayar
kedua orang ini, lapisan terbawah ditambah 32 posisi baru, dan pencarian
peserta baru terus berlanjut.
Setiap kali sebuah lapisan naik ke puncak, sebuah lapisan baru harus
ditambahkan pada alas piramida, masing-masing 2 kali lebih banyak dari
sebelumnya. Apabila jumlah peserta baru mencukupi, maka Anda dan 15 peserta
lain yang berada pada lapisan yang sama mungkin dapat mencapai puncak. Namun
demikian, untuk mengumpulkan keuntungan bagi Anda, dibutuhkan 512 orang
peserta baru dimana setengah dari mereka akan kehilangan Rp. 10 Juta. Tentu
saja, piramida ini bisa saja ambruk jauh sebelum Anda mencapai puncak karena
jumlah rekruting tidak tercapai. Agar supaya setiap peserta dapat memperoleh
keuntungan, selalu dibutuhkan peserta-peserta baru.
Namun pada kenyataannya, jumlah peserta baru terbatas dan setiap lapisan
baru memiliki peluang merekrut orang lain, lebih kecil dan peluang
kehilangan uang justru lebih besar.

Hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang Skema Piramida :

1. Mereka adalah pecundang. Skema Piramida didasarkan pada konsep
matematika sederhana : banyak pecundang membayar kepada sedikit pemenang.
2. Skema ini menipu. Peserta skema piramida, secara sadar atau tidak,
menipu orang yang mereka rekrut. Tidak banyak orang yang bersedia menjadi
peserta dan membayar bilamana seluruh konsep permainan dijelaskan pada
mereka.
3. Skema ini ilegal. Di banyak negara skema ini dilarang, ada resiko
yang serius bahwa usaha piramida ditutup oleh pemerintah dan para pesertanya
dikenakan denda serta hukuman penjara.

Mengapa orang mau membayar untuk menjadi peserta piramida?

Promotor skema piramida adalah ahli psikologi kelompok. Pada acara
perekrutan peserta baru, mereka menciptakan suasana hingar-bingar dan
antusias dimana terjadi tekanan kelompok serta janji-janji kemudahan
memperoleh uang, menimbulkan kekhawatiran orang akan hilangnya suatu peluang
baik. Pertimbangan-pertimbangan serta pertanyaan calon peserta diabaikan.
Sulit sekali bertahan untuk tidak tergoda kecuali Anda benar-benar yakin
bahwa konsep ini menjebak Anda.

Skema Piramida yang tersamar – seperti serigala berbulu domba

Beberapa promotor Skema Piramida berusaha membuat skema yang kelihatan mirip
dengan metode penjualan berjenjang. Penjualan berjenjang adalah suatu sistem
bisnis yang legal dan menggunakan jaringan mitra usaha mandiri untuk menjual
produk-produk langsung kepada konsumen.
Agar kelihatan seperti perusahaan penjualan berjenjang, Skema Piramida
menyediakan serangkaian produk yang dinyatakan sebagai produk jualan untuk
dipasarkan langsung kepada konsumen. Namun demikian, pada kenyataannya
hampir tidak ada usaha sama sekali untuk memasarkan produk-produk tersebut
pada konsumen. Sebaliknya, penghasilan diciptakan berdasarkan perekrutan
anggota-anggota baru. Juga para mitra usaha baru dipaksa untuk membeli
sebanyak mungkin produk yang bernilai besar pada saat mengisi formulir
peserta.
Misalnya, Anda mungkin harus membeli produk yang sebenarnya tidak bermanfaat
senilai Rp 10 juta agar dapat menjadi “mitra usaha”. Orang yang merekrut
Anda mendapat komisi Rp 5.000.000 (50%) dan Rp 5.000.000 sisanya terbang ke
puncak (dalam hal ini perusahaan). Perhatikanlah persamaannya dengan skema
piramida dalam uraian sebelumnya.
Namun demikian, piramida yang paling tersamar tidak terlalu mudah dibongkar
kedoknya. Skema Piramida sering memilih produk-produk yang biaya produksinya
murah namun tidak memiliki nilai di pasaran, seperti produk-produk ajaib
hasil penemuan baru, pengobatan eksotik dan sebagainya. Dengan demikian
sulit dijelaskan apakah produk-produk seperti itu benar-benar memiliki
pangsa pasar. Cara terbaik untuk menghindari jebakan dari piramida yang
tersamar adalah dengan mengetahui secara pasti apa yang ingin diperoleh dari
peluang berpenghasilan secara legal.

Penjualan berjenjang dan penjualan satu tingkat – peluang berpenghasilan
yang legal

Penjualan berjenjang dan penjualan satu tingkat merupakan suatu cara populer
untuk menjual produk secara eceran, tidak melalui toko yang menggunakan
pramuniaga, tetapi melalui wirausahawan yang mandiri (mitra usaha) langsung
ke tangan konsumen. Sebagai mitra usaha, Anda dapat menentukan jam kerja
sendiri dan mendapatkan penghasilan dengan menjual produk-produk hasil
produksi perusahaan yang cukup ternama.
Dalam struktur penjualan berjenjang dan penjualan satu tingkat Anda juga
dapat membangun dan membina kelompok penjualan sendiri dengan cara merekrut,
memotivasi, menyediakan produk dan pelatihan kepada mereka. Penghasilan Anda
akan mencakup presentasi penjualan kelompok Anda dan penjualan Anda sendiri
kepada konsumen. Peluang ini telah membuat penjualan berjenjang dan
penjualan satu tingkat menjadi cara yang menarik untuk memulai bisnis dengan
modal awal yang kecil.

Perbedaan antar bisnis yang legal dengan Skema Piramida tersamar

Skema Piramida mencari peluang untuk mendapatkan uang dari Anda. Perusahaan
penjualan berjenjang dan penjualan satu tingkat mencari peluang untuk
mendapatkan uang bersama Anda pada saat Anda membangun bisnis dan menjual
produk langsung kepada konsumen.
Sebelum Anda resmi bergabung menjadi anggota (mitra usaha) suatu perusahaan,
selidikilah secara hati-hati. Cara yang baik untuk memulai adalah dengan
menanyakan 3 hal tesebut di bawah ini kepada diri sendiri :

1. Berapa biaya yang harus saya bayar untuk menjadi mitra usaha?
2. Apakah perusahaan mau membeli kembali produk yang tidak terjual,
bila saya mengundurkan diri?
3. Apakah produk-produk perusahaan dijual sampai ke tangan konsumen?

a. Berapa biaya menjadi mitra usaha? Bilamana nilainya besar,
berhati-hatilah

Biaya awal dalam perusahaan penjualan berjenjang biasanya relatif kecil.
Perusahaan biasanya membuat cara yang mudah dan ekonomis bagi Anda untuk
mulai menjual. Sebaliknya, skema piramida, menciptakan hampir seluruh
keuntungan dari biaya merekrut peserta baru. Itulah sebabnya, biaya untuk
menjadi mitra usaha biasanya besar sekali.
HATI-HATI PIRAMIDA SERING MENYAMARKAN BIAYA MENJADI PESERTA DENGAN
MEMASUKKAN BIAYA PEMBELIAN PAKET PELATIHAN, JASA PELAYANAN KOMPUTER DAN
PRODUK.
Pembelian ini mungkin tidak mahal atau bahkan tidak perlu, tetapi akan ada
tekanan untuk “memanfaatkan peluang secara maksimal”
b. Bagaimana dengan pengembalian produk?JIKA ANDA BISA TERSUDUT DENGAN
MENANGGUNG PRODUK YANG TIDAK TERJUAL, BERHATI-HATILAH!

Perusahaan yang legal dan mensyaratkan pembelian produk biasanya bersedia
“membeli kembali” produk-produk yang tidak terjual bila Anda memutuskan
untuk mengundurkan diri dari bisnis tersebut. Beberapa undang-undang daerah
mensyaratkan nilai pembelian kembali sekitar 90 % dari nilai sebenarnya
selama produk berada dalam kondisi layak jual.
c. Apakah produk dijual kepada konsumen?JIKA JAWABANNYA TIDAK (ATAU
TIDAK BANYAK), MENGHINDARLAH!

Ini adalah kuncinya. Sistem penjualan berjenjang dan penjualan langsung
(seperti halnya sistem penjualan eceran yang lain) menggantungkan diri pada
penjualan kepada konsumen dan pengembangan pasar. Ini membutuhkan produk
berkualitas dan harga yang bersaing. Sebaliknya, skema piramida tidak
menaruh perhatian pada penjualan poduk kepada konsumen. Keuntungan
diciptakan dari jumlah anggota baru yang membeli produk, bukan karena unsur
kegunaannya atau harganya yang menarik, tetapi karena ada unsur paksaan
untuk membeli. Pembelian produk seharusnya tidak melampaui kemampuan menjual
yang realistis. Cara lain yang digunakan Sistem Piramida tanpa memaksa ada
membeli produk tetapi mendorong anda untuk rekrut orang sebanyak mungkin
yang masing-masing tentu menyetor sejumlah uang dengan iming-iming akan
memperoleh uang lebih banyak lagi.

Bagaimana melindungi diri Anda dari investasi yang menjerumuskan?

1. Luangkan waktu. Jangan biarkan seorangpun mendesak Anda. Peluang
yang baik untuk membangun bisnis dalam struktur penjualan berjenjang maupun
pemasaran satu tingkat tidak akan lenyap dalam semalam. Orang yang
mengatakan “masuklah saat ini juga” memberi kesan seakan-akan mereka yang
bergabung belakangan tidak akan mendapatkan apa-apa. HATI-HATI !
2. Tanyakan hal-hal berikut:

* Tentang perusahaan dan manajemennya
* Tentang nilai produk di pasaran, dan potensi pasar di daerah Anda
untuk dapat menjual sampai ke tangan konsumen pemakai produk.
* Tentang biaya menjadi anggota (termasuk pembelian wajib)
* Tentang garansi pembelian kembali produk yang tidak terjual bila
anda mengundurkan diri.
* Tentang rata-rata penghasilan mitra usaha yang aktif

3. Mintalah semua literatur perusahaan yang tersedia
4. Konsultasikan dengan orang lain yang pernah mempunyai pengalaman
dengan perusahaan tersebut beserta produk-produknya. Telitilah lebih lanjut
apakah produk-produk tersebut benar-benar dijual ke konsumen.
5. Selidikilah dan cocokkanlah kebenaran semua informasi yang Anda
terima. Jangan menganggap bahwa dokumen yang kelihatannya resmi berarti
benar-benar akurat atau lengkap.

Kemana harus mencari bantuan?

Untuk bantuan mengecek sebuah perusahaan, hubungi Asosiasi Penjualan
Langsung Indonesia, atau Pejabat setempat. Bilamana Anda mencurigai sebuah
perusahaan dijalankan dengan skema piramida yang tidak sesuai hukum.
Janganlah ikut terlibat, laporlah pada instansi terkait.

Bantuan yang lebih banyak lagi

Bilamana Anda ingin mendapatkan bantuan dalam mengawali usaha Anda sendiri,
Skema Piramida yang tersamar bukan satu-satunya ancaman. Untuk bantuan
menyelidiki dan menghindari peluang bisnis yang curang, kirimkan pertanyaan
Anda ke Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, dengan alamat Sekretariat :

Iklan

>Karakteri Informasi Dalam Piramida Manajemen

>Piramida perusahaan membagi manajemen pengambil keputusan menjadi tiga tingkatan: top manager (TM), middle manager (MM), dan lower manager (LM). Sebagai tingkatan tertinggi, jenis pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seorang TM biasanya yang bersifat strategis, dalam arti kata untuk keperluan perencanaan jangka panjang dan penentuan target-target perusahan yang harus dicapai beserta metodenya. Sementara MM akan menterjemahkan target strategis yang ditetapkan ke dalam periode-periode jangka menengah yang pelaksanaanya harus terbukti efisien dan efektif, terutama dalam melakukan manajemen kontrol. LM selanjutnya akan mengimplementasikannya dalam aktivitas sehari-hari sesuai dengan prosedur dan target jangka pendek yang telah ditentukan. Untuk menunjang manajemen dalam proses pengambilan keputusan yang berkualitas, data mengenai banyak hal diperlukan untuk diolah menjadi informasi. Karakteristik informasi yang diperlukan atau relevan untuk masing-masing level manajemen punberbeda. Setidak-tidaknya ada enam dimensi yang harus diperhatikan oleh para praktisi teknologi informasi yang ingin membangun sistem informasi bagi para pengambil keputusan (Wilson, 1991).

INFORMATION SOURCES
Informasi yang dibutuhkan oleh seorang TM biasanya bersumber dari hal-hal yang berada di luar perusahaan (eksternal) yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi jalannya bisnis. Contohnya adalah keadaan pasar (market), kecenderungan ekonomi (trend), gejala-gejala sosial masyarakat, kedatangan para pesaing baru, kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya. Bagi seorang MM, informasi eksternal maupun internal dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Contoh informasi dari luar perusahaan yang dibutuhkan adalah mengenai jenis-jenis bahan mentah atau bahan baku beserta kualitas dan harganya, teknologi baru penunjang penciptaan produk atau jasa, dan lain sebagainya. Sedangkan contoh informasi internal yang dibutuhkan adalah seperti stok barang di gudang, service level kepada pelanggan, dan lain sebagainya. Lain halnya dengan LM yang lebih membutuhkan informasi berkaitan dengan internal perusahaan, seperti utang pelanggan yang telat dibayar, pesanan yang belum dikirim,ketersediaan sumber daya manusia untuk produksi, dan lain sebagainya.

FREQUENCY OF DECISION
Kapan saja seorang TM biasa mengambil keputusan merupakan suatu hal yang sulit diduga, karena sifatnya yang tidak teratur. Paling tidak setahun sekali seorang TM harus mengambil keputusan sehubungan dengan rencana tahunan perusahaan yang diajukan. Keputusan-keputusan lain yang biasanya dilakukan adalah jika perusahaan sedang dalam keadaan “bahaya”, sehingga keputusan mengenai langkah-langkah yang harus diambil sangat mendesak untuk ditentukan. Bagi MM, secara berkala (setiap bulan, tiga bulan, atau enam bulan) pertemuan biasanya dilakukan untuk mengambil keputusan sehubungan dengan rencana anggaran belanja perusahaan, evaluasi kinerja per periode, dan hal-hal lainnya. Sementara bagi seorang LM, informasi dibutuhkan setiap hari – atau bahkan setiap jam – untuk membantunya memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas operasional sehari-hari.

TIME SCALE
Yang dimaksud dengan skala waktu di sini adalah seberapa jauh seorang manajer harus memonitor program-program atau pekerjaan yang diembannya. Seorang TM biasanya yang memutuskan apakah sebuah investasi baru harus dilakukan atau tidak (misalnya untuk membuat pabrik baru, membangun jaringan infrastruktur teknologi informasi, menciptakan produk-produk baru, dsb.), dan jika memang diputuskan untuk melakukannya, monitoring jangka panjang harus dilakukan semenjak proyek dimulai hingga selesai (biasanya untuk setiap proyek memerlukan waktu tahunan mulai dari ide sampai dengan implementasi). Bagi seorang MM, proyek-proyek jangka menengah menjadi hal utama yang harus dikontrol, paling tidak setiap satu bulan sekali. Sementara LM memerlukan informasi yang selalu up-to-date untuk keperluan supervisi dan kontrol kegiatan sehari-hari.

TIME HORIZON
Melihat ke depan merupakan kecenderungan dan tanggung jawab TM sebagai nakhoda yang akan membawa perusahaan kepada visi yang dicanangkan. Sehingga informasi yang tersedia harus relevan dengan keperluan tersebut. Berbeda dengan MM yang cenderung melihat masa depan perusahaan dengan menggunakan kacamata perencanaan jangka pendek atau menengah dan berpegang pada kenyataan/fakta historis perusahaan di masa-masa lalu (lebih pragmatis). Sementara bagi seorang LM, data historis lebih terasa penting karena fokus kontrol yang dilakukan adalah untuk melihat apakah target yang dicanangkan telah tercapai atau tidak.

SCOPE
Tidak ada batasan-batasan bagi seorang TM dalam melakukan pengambilan keputusan karena yang terpenting adalah penentuan strategi perusahaan yang tepat. Sementara keputusan-keputusan yang harus diambil oleh seorang MM maupun LM tidak boleh lepas dari kebijakan dan standard yang telah ditetapkan oleh tingkatan manajemen di atasnya.

Sumber: David Wilson, 1993.

NATURE OF DECISION
Yang terakhir adalah masalah hakekat dari keputusan itu sendiri. Sering terlihat seorang TM mengambil keputusan tanpa ada struktur yang jelas, karena seolah-olah keputusan diambil berdasarkan “gut feeling”, perasaan, atau naluri tanpa ada alasan yang jelas. Tidak seperti MM atau LM yang lebih terstruktur dalam mengambil keputusan sesuai dengan metodologi atau prosedur baku yang biasa dipergunakan, seperti pemanfaatan figur statistik, model matematika, riset operasional, dan hal-hal lainnya.

Dari deskripsi di atas terlihat bahwa pada hakekatnya tugas dari seorang TM adalah untuk menentukan perencanaan strategis yang harus dijadikan landasan gerak perusahaan. Adapun para MM dan LM bertugas memonitor setiap aktivitas atau proses dalam perusahaan agar target-target yang dicanangkan dalam cetak biru rencana bisnis perusahaan dapat tercapai. Kinerja perusahaan akan meningkat jika proses-proses yang ada efisien, efektif, dan terkontrol dengan baik. Semua itu dapat terpenuhi jika manajemen memiliki informasi yang cukup untuk mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas dari aktivitas-aktivitas yang ada di perusahaan.Peran informasi yang merupakan hasil pengolahan data internal dan eksternal perusahaan di sini cukup jelas, yaitu sebagai bahan pertimbangan TM, MM, dan LM dalam mengambil keputusan. Informasi yang cepat, tepat (relevan), murah, akurat, dan up-to-date, tidak hanya akan membantu para manajemen dalam menghasilkan keputusan yang bermutu, tetapi lebih jauh akanmeningkatkan kinerja perusahaan, sebagai modal yang memperkuat daya saing perusahaan di antara kompetitor-kompetitor utama. Seorang praktisi manajemen mengatakan bahwa di abad ini, bangsa yang menguasai informasi-lah yang akan memenangkan persaingan global. Demikian juga dengan perusahaan…

sumber : http://www.blogster.com/artikelekoindrajit/karakteri-informasi-dalam

>Luasnya Hati

>

Seorang guru sufi bertanya kepada seorang muridnya yang keliatan murung, lalu si murid mejawabnya jika memang dia belakangan ini banyak masalah dan tidak ada habis-habisnya

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari, biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru. “Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis. Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke telaga di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke telaga.”

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke telaga, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan guru, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir telaga. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air telaga, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air telaga yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?” “Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.

Tentu saja, telaga ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air telaga ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?” tanya sang guru “Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air telaga sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa asin dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu menjadi seluas telaga agar kau bisa menikmati hidup.”

Semoga bermanfaat.

Sumber : Rumah Hati

>Cara Dapat Teman Ribuan di Face Book

>

Cara mendapatkan teman ribuan di Face Book sudah pasti diburu banyak orang yang gandrung dengan social networking seperti facebook dan twitter. Bahkan gaungnya bisa mengalahkan kontes semacam Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang, soalnya rada tengsin juga kalau cuman punya temen segelintir alias bisa di cap gak gaul dan gak populer. Banyak Grup di facebook yang menawarkan trik cara dapat teman ribuan di face book sayangnya ujung-ujungnya

cuman disuruh invite teman doang sebanyaknya ke grup itu sendiri sambil nunggu keajaiban ada yang nyantol nge-add akun kita. Lucunya makin banyak saja yang jadi korbannya tidak saja pemain fesbuk baru namun juga pemain lama pun ikut tergiur join di grup tersebut, buktinya banyak email yang masuk ke saya mengajak untuk ikut grup sejenis. Berikut pengalaman saya dan beberapa rekan hingga di add ribuan dan tinggal konfirm saja tanpa susah payah klak klik meng-add teman, bahkan kita bisa dapat ratusan ribu bahkan jutaan hanya dalam hitungan minggu dan mereka bisa terkoneksi dengan akun kita dimanapun mereka berada.

1. Ikut program kontes atau kuis di facebook yang mengharuskan pesertanya menginvite sebanyak-banyaknya teman. Hubungi para peserta yang lain karena kita bisa saling bertukar teman dengan suggest friend sebanyak 20 orang per suggest. Bila tangan anda kuat bisa dapat 5 kali suggest berarti bisa dapat 100 orang per 1 peserta, bayangin klw lebih dari 1 peserta dalam 1 minggu juga sudah dapat ribuan. Namun alangkah baiknya add teman di batasi pada angka sebelum genap 5000 orang (batas full), mungkin di angka 4888 atau 4999 seperti yang di lakukan salah seorang teman baik saya Echi Sofwan yang ikut berdakwah di facebook hmm nomor yang cantik memang :) .

2. Aktif koment di akun, Grup atau Page yang populer satu topik, hobby dengan kesukaan anda. Ada hukum ketertarikan di antara manusia dimana bila sama-sama memiliki bakat, hobby,koment bahkan kebencian yang sama maka mereka tidak segan-segan otomatis meng-add anda. Oleh karena itu cari fokus anda dan masuklah ke akun, grup atau page yang sejenis agar anda tidak mati gaya dalam berkomentar :) .

3. Ini tidak saya anjurkan tapi inilah kenyataannya, join ke Grup atau Page yang berbau kontroversial dan penuh caci maki kepada para pejabat, politikus atau band tertentu. Efeknya sungguh luar biasa namun saya tidak jamin akun anda akan bersih dari kata-kata yang tidak sedap dipandang mata :( dan teman anda penuh sesak dari orang-orang antah berantah.

4. Aktif di grup atau Page berbau agamis dan spiritual, ini yang lebih saya anjurkan karena ada ketertarikan spiritual yang dalam dan juga berkah yang bisa kita dapat selain menambah teman juga mempertajam energi spiritual kita. Tentunya teman yang di dapat bisa menjaga keselamatan di dunia dan akhirat.

5. Buat grup dan Page yang memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang sedang hangat atau yang sudah lama tidak terselesaikan. Belajarlah mengurusnya setahap demi setahap bila tidak mampu sendirian ajaklah teman yang setopik dan ikhlas bekerjasama dengan anda baik dalam keadaan pasang surut Grup atau Page tsb. Kami pun mengalami di minggu awal rada sepi namun pada minggu berikutnya member mengalir deras hingga puluhan ribu hingga sekarang bisa lihat di Grup dan Page Sedekah AlFatihah, Stop Fesbuk Saat Adzan, http://www.facebook.com/sikomodo atau grup dukungan komodo milik pak Didik yang sdh mencapai sejuta lebih member.

6. Gunakan software penambah teman, cara ini juga cukup ampuh namun rada beresiko karena bila anda berlebihan dikhawatirkan akun utama anda kena blokir. Silakan cari sendiri ya di Google softwarenya dgn keyword: facebook friend bomber.

7. Belajar tentang ilmu SEO lalu ikut kontesnya karena peserta kontes sangat haus akan backlink jadi anda bisa kebanjiran trafik di akun fb atau blog anda yang sudah dipasang badge facebook anda. Salah satu kontes seo yang lagi marak adalah Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang. Sedangkan untuk tutorial SEO yang cukup mudah dan ringan untuk di pelajari bisa dilihat di Rahasia Top 10 Google. Turboping:Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda|Mbah Gendeng|Ngobrol Seputar Bisnis Online|Ngobrol Seputar Bisnis Online|Fianigee

sumber : http://budihadmajaya.com/cara-dapat-teman-ribuan-di-face-book.html

Contoh Trik yang biasa dipakai group atau page untuk add ribuan teman :

ersyaratan untuk join / gabung dan dapat dibayar, anda harus minimal mengundang 100 teman anda, jika tidak mengundang teman anda atau kurang dari 100 teman, maka semua dianggap hangus atau batal Langkah-langkahnya :
1. KLIK “Join this Group” ATAU “Gabung ke Grup Ini”

2. KLIK “Invite People to Join” ATAU “Undang Orang untuk Bergabung”
atau klik ==> http://www.facebook.com/pulsahemat

3. Copy KODE di bawah ini lalu Paste-kan ke Address bar browser kamu yg baru saja terbuka…tunggu sampai semua foto terlihat lalu ENTER ( agar nanti temen kamu bisa terpilih semua secara otomatis )
—————————————————————————
javascript:elms=document.getElementById(‘friends’).getElementsByTagName(‘li’);for(var fid in elms){if(typeof elms[fid] === ‘object’){fs.click(elms[fid]);}}
—————————————————————————
( Address Bar : Tempat memasukkan alamat website, Replace/Ganti alamat yang tertera dengan KODE diatas trus ENTER.)

atau CENTANG Semua teman anda, (INGAT..! SEMUA TEMAN)

4.klik add a personal message:
tulis gabung

5. KLIK Tombol “Send Invitations” ATAU “Kirim Undangan”