Tehnik Budidaya Padi Sistem SRI

SRI kependekan dari System of Rice Intensification suatu metoda baru yang dikembangkan dengan paradigma yang berbeda dengan sistem yang lama. Prinsip-prinsip budidaya sistem SRI ini diantaranya :

  1. Bibit berumur muda antar 10-12 hari setelah sebar ketika daun berjumlah dua, sedangkan kebiasaan petani menanam bibit umur 20-35 hss.
  2. Satu lubang satu tanaman dengan jarak tanam 35 x 35 atau 30 x30 atau lebih jarang lagi.
  3. Menggunakan air lebih sedikit.
  4. Penyiangan sejak umur 10 hari diulang 2-3 kali tergantung kondisi.

Keuntungan Metode SRI

  1. Menghasilkan anakan lebih dari 30 buah perbiji bibit, hal ini karena bibit yang digunakan adalah benih muda. Dengan menggunakan benih muda berarti masa vegetatif lebih panjang sehingga mampu menghasilkan anakan lebih banyak.
  2. Menghemat biaya pembelian bibit karena kebutuhan bibit hanya 5-10 kg/ha. sistem lama minimal dibutuhkan 40 kg benih/ha.
  3. Produksi meningkat antara 30-40%, hal ini terjadi karena hampir semua anakan padi mengeluarkan bulir yang sama anyak dengan induknya (anakan menghasilkan semua).
  4. Tidak memerlukan lahan pembibitan yang luas, sehingga mengurangi biaya persemaian dan pecabutan benih (pindah tanam). Pembibitan bisa dilakukan dihalaman rumah/nampan-nampan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: