>Pengalaman adalah Guru yang baik.

>Pengalaman adalah Guru yang baik demikian nasehat dari mendiang ayah ku yang selalu aku ingat. Pada awalnya saya tidak memahaminnya namun seiring bertambah umur saya mulai memahaminya. Saya bekerja pertama kali ketika berusia 20tahun sebagai asisten manager dibidang Information technology.Dengan usia yang masih muda ditengah lingkungan pekerja yang lebih berumur saya harus mengajarkan tentang system yang mereka gunakan. Tentunya ini pertama kalinya saya mengenal dunia pekerjaan yang berbeda dengan dunia kuliah.Dimana semua teman sangat manis dan bersahabat.

Sedangkan dalam dunia kerja, kita mengenal 2 sisi kehidupan. Yang digambarkan terkadang rekan kerja kita berbicara manis didepan namun kejam menikam di belakang. Pengalaman pekerjaan saya terus bertambah pada saat saya bekerja di Perusahan Asing. Sungguh luar biasa saya terkejut karena pertama kali saya mengenal yang disebut harassment dalam lingkungan kerja. Rekan kerja saya terus melakukan tindakan penindasan yang tidak terpuji. Dengan leluasa dia dapat memaki bawahannya dengan mengatakan “Engkau dibandingkan binatang, masih lebih pintar binatang “.

Ataupun dengan mengatakan ke beberapa rekan kerja nya dengan sebutan bodoh, tolol. Apa yang dia katakan adalah bentuk penindasan dalam dunia kerja dan politik kotor. Karena seberapapun dia berkata dari pihak atasan tidak ada tindakan selama 2 tahun berturut turut. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhenti. Karena apa yang saya anut, pengalaman hidup saya mengajarkan dunia tidak sebesar tempurung kelapa. Beberapa rekan kerja saya memilih untuk tutup mulut karena mereka masih ingin bekerja atau menganggap hinaan itu hal yang wajar dan biarkan Yang Maha Kuasa membalas.Namun tidak bagiku.

Masih banyak lapangan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan saya. Jika saya tidak keluar perlahan lahan hal ini akan membunuh kepribadian saya. Beruntung saya menemukan pekerjaan yang lebih bagus. Namun banyak rekan rekan saya yang tidak bernasib sama. Sayang hukum pekerja di Indonesia masih tidak sebagus diluar dimana kita dapat menuntut orang yang menghina kita atau berkomentar tidak professional.

Pengalaman mengajarkan bahwa tidak ada yang dapat menghina kita ataupun merendahkan kita tanpa seijin kita. karena kita sangat berharga.
lsusanto

braincodenews.com/index.php?mod=article&cat=Motivate&article=86

>7 Kiat Menjadi Seorang Pribadi Yang Disukai

>Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri, sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga dirinya. Untuk menjadi pribadi yang disukai, harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bersahabat.

1.ROYALAH DALAM MEMBERI PUJIAN
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus.

2.BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING
Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.

3.JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

4.USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.

5.BERSIKAPLAH RAMAH Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.

6.BERMURAH HATILAH Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain.

7.HINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA ATAU MENGANGGAP REMEH Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.

braincodenews.com/index.php?mod=article&cat=Motivate&article=88

>Make Mistakes are O.K

>

Tidak jarang, suatu kesalahan adalah yang menyebabkan munculnya tantangan – atau istilah lainnya adalah masalah. Untuk memahami kesalahan, Pak Mario memberikan pencerahannya:

Kesalahan kita butuhkan untuk mencapai hasil yang lebih baik, karena timbulnya kesalahan adalah tanda diperlukannya cara-cara yang lebih baik.

Membuat kesalahan dan bahkan gagal dalam melakukan sesuatu yang berguna, adalah lebih baik daripada tidak pernah salah karena tidak melakukan apapun.

Kesalahan yang tidak kita hadapi dan tidak kita pandang tajam di matanya, akan timbul lagi pada tempat dan kesempatan lain.

Pemimpin bisnis yang kemarahannya adalah tentang hal-hal yang sama selama bertahun-tahun, adalah orang yang sedang mempimpin organisasi yang sedang dalam perjalanan turun.

Karena kesalahan selalu memberikan pelajaran untuk mencapai cara-cara yang lebih baik, maka tidak penting apakah itu kesalahan kita atau kesalahan orang lain.

Bila tidak mencapai keberhasilan hebat, masih ada keberhasilan baik, keberhasilan lumayan, keberhasilan cukup, lalu… hampir berhasil, baru kemudian “…nggak apa-apa kok!”

Kita membutuhkan kunci pembuka pintu kesungguhan untuk menghadapkan wajah ini ke wajah kesalahan kita, dan mulai melakukan sesuatu yang akan mengeluarkan kita dari masalah, menuju keadaan yang lebih baik.
( MT – Mistakes are O.K.-able )

It’s fine to celebrate success
but it is more important to heed the lessons of failure.
Adalah wajar untuk merayakan keberhasilan, tapi jauh lebih penting memperhatikan pelajaran dari kegagalan

( Bill Gates – Founder of Microsoft Corporation )

Sumber: Mario Teguh Super Club