>Heboh Keong Racun

>

VIVAnewsKeong Racun tiba-tiba menyelip, lalu menggelegar di jagat hiburan tanah air. Lagu yang syarat dengan sindiran dan syair nakal ini jadi pembicaraan orang ramai di dunia maya. Sejumlah stasiun radio berulang kali memutar lagu itu.

Keong Racun bahkan sempat menempati posisi nomor satu trending topic di Twitter. Lagu yang meluncur dari Bandung itu bergantian menempati posisi puncak dengan Tony Hayward, yang mengundurkan diri dari perusahaan minyak raksasa British Petroleoum.

Jika Tony Hayward turun dari posisi puncak meninggalkan kemewahan dan gaji selangit, Keong Racun melaju di jalur berlawanan. Lagu ini mendaki ke puncak dari ruang tamu sebuah rumah kecil di gang sempit Bojongloa, Bandung, Jawa Barat.

Lagu yang dinyanyikan secara lipsync oleh dua remaja wanita ini, Shinta dan Jojo, diciptakan oleh Subur Tahroni. Di Bandung, Subur dikenal sebagai pencipta lagu yang produktif. Berusia 49 tahun, ia tinggal di sebuah rumah sempit berukuran 5 x 6 meter.

Rumah sederhana itu bersesakan dengan rumah-rumah kecil lain di Gang Siti Mariah, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Bersama istrinya dan keempat anaknya, Subur sudah lama tinggal di situ.

Tinggal di kawasan yang padat, di tengah banyak orang yang susah, justru membuat daya cipta Subur Tahroni selalu menyala. Dia merekam begitu banyak ironi kehidupan. Salah satu lagunya yang tenar di Bandung adalah “Pacar Lima Langkah.”

Lagu itu diinsipirasi oleh kehidupan asmara di gang sempit itu. Pacaran dengan tetangga, begitu lirik lagu Subur, sungguh beruntung. Hemat dalam segala hal. Coba saja simak syairnya.

Pacarku memang dekat
Lima langkah dari rumah
Tak perlu kirim surat
SMS juga gak usah

Kalo rindu bertemu
Tinggal ngomong depan pintu
Tangan tinggal melambai
Sambil bilang helo sayang

Lagu Keong Racun juga diinspirasi dari kehidupan orang-orang di sekitar Subur. Anak Subur bernama Bayu Eka Prasetya mengisahkan lagu itu digubah sang ayah pada tahun 2008, diilhami oleh kawannya yang seorang playboy tulen alias doyan gonta-ganti pacar.

“Saya tanya ke Bapak soal lagu ini, kata Bapak lagu ini cerita tentang temannya yang suka main cewek, playboy,” kata Bayu kepada VIVAnews.com. Dia menambahkan, ayahnya makin dikenal masyarakat sejak lagu Keong Racun berkumandang di mana-mana.

Saat VIVAnews.com bertandang ke rumah itu, Kamis, 29 Juli 2010, Subur sedang tidak di rumah. Sudah dua hari dia tidak pulang. Menurut Bayu, ayahnya hanya bilang ingin menenangkan diri dahulu ke luar kota. “Mungkin sedang mencari inspirasi,” ungkapnya.

Bayu beserta ibunya Yeti Wartini (49) mengaku senang lagu ciptaan Subur bisa terkenal di seluruh negeri setelah dinyanyikan secara lipsync oleh Shinta dan Jojo. Menurut Bayu, ayahnya yang seniman tidak mempermasalahkan lagunya dinyanyikan oleh orang lain.

Selain Keong Racun, Buy Akur–begitu Subur biasa disapa–telah menciptakan ratusan lagu dari berbagai genre, seperti rock, pop, dan dangdut.

Bayu mengisahkan suatu hari Lisa, penyanyi yang pertama kali mendendangkan lagu Keong Racun, pernah datang ke rumahnya bersama Charlie – ST12. Mereka berniat membeli hak cipta lagu itu.

Bayu tak tahu berapa lagu-lagu ciptaan Buy selama ini dihargai. “Sudah profesi Bapak untuk menciptakan lagu, saya tidak tahu harga satu lagu berapa,” kata Bayu.

Inilah syair Keong Racun yang sedang meledak di blantika musik nasional itu:

Dasar kau keong racun
Baru kenal eh ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
Eh, ku takut sekali
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Eh, kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy

Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Lihat body semok
Pikiranmu jorok
Mentang-mentang kau kaya
Aku dianggap jablay
Dasar koboy kucai
Ngajak check-in dan santai
Sorry sorry sorry, Jack
Jangan remehkan aku
Sorry sorry sorry, Bang
Ku bukan cewek murahan

(Laporan: Iwan Kurniawan, Bandung | kd)

source : VIVANEWS.COM

Iklan

>Visualisation Power

>Ada cerita tentang seorang pilot amerika yang tertembak jatuh dan dipenjara di Korea Utara pada saat perang Korea di tahun 1950-an. Pilot ini memiliki kegemaran untuk bermain golf, sehingga selama berada di penjara, pilot ini selalu ber-visualisasi bahwa dirinya bermain golf di sebuah turnamen dan menang… Dia habiskan waktu untuk “bermain” di 18 holes, berulang kali, ya… sekalian menghabiskan waktu di penjara yang membosankan.

Pilot ini akhirnya dibebaskan dan pulang ke Amerika. Satu hal yang langsung dia lakukan adalah memasuki sebuah turnamen golf. Coba tebak? Dengan sangat mudah, dia memenangi turnamen tersebut, yang membuat semua orang yang hadir kagum kepada dia. Orang menyangka bahwa dia dapat menang karena keberuntungan. Namun dia menjawab, tidak. Dia tau dia akan menang karena dia sudah bermain dan berlatih secara mental, mempraktekan pukulan-pukulan kemenangan (winning shots), selama bertahun-tahun, walaupun di belakang jeruji sebuah penjara…

>Imam Ghazali dan muridnya

>

Imam Ghazali = “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?”
Murid 1 = “Orang tua
Murid 2 = “Guru
Murid 3 = “Teman
Murid 4 = “Kaum kerabat
Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati” ( Surah Ali-Imran :185).
Imam Ghazali = “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”
Murid 1 = “Negeri Cina
Murid 2 = “Bulan
Murid 3 = “Matahari
Murid 4 = “Bintang-bintang
Iman Ghazali = “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama“.
Iman Ghazali = “Apa yang paling besar di dunia ini ?
Murid 1 = “Gunung
Murid 2 = “Matahari
Murid 3 = “Bumi
Imam Ghazali = “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”
Imam Ghazali= “Apa yang paling berat didunia?
Murid 1 = “Baja
Murid 2 = “Besi
Murid 3 = “Gajah
Imam Ghazali = “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”
Imam Ghazali = “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 = “Kapas
Murid 2 = “Angin
Murid 3 = “Debu
Murid 4 = “Daun-daun
Imam Ghazali = “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat
Imam Ghazali = “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid- Murid dengan serentak menjawab = “Pedang
Imam Ghazali = “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri
Hikmah:

  • Perbanyak ibadah sesungguhnya kematian adalah dekat.
  • Pergunakan waktu sebaik mungkin karena kita tidak dapat mengulang masa lalu.
  • Berhati-hati dengan hawa nafsu, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.
  • Tunaikan selalu amanah. Ingat bahwa manusia dan jin diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah semata.
  • Dalam kesibukan apapun, jangan tinggalkan shalat.
  • Berhati-hati dengan ucapan kita, karena melalui lidah kita mudah untuk menyinggung/ melukai hati saudara kita.

>Strategi Pemenang

>Untuk menjadi pemenang, pasti kita memerlukan strategi. Coba saja kita tanyakan kepada para pemenang di bidang olah raga Michael Schumacher dari Balap Mobil, Taufik Hidayat dari Bulu Tangkis, ataupun Lance Armstrong dari Balap Sepeda yang sudah sering meraih medali emas. Selan pemenang di bidang olah raga, kita juga bisa menanyakan rahasia sukses dari para pemenang dalam perang (misalnya oleh Jendral Sudirman, Jendral S. Patton), politik (misalnya oleh: Bill Clinton, Cory Aquino, Margaret Thatcher), bisnis (misalnya oleh Michael Dell, Bill Gates), ilmu pengetahuan (oleh para pemenang hadiah Nobel). Jendral William A. Cohen dalam bukunya The Art of the Strategist merumuskan sepuluh strategi yang diterapkan oleh para pemenang. Ingin tahu strategi mereka?

DASAR STRATEGI

Menurut Cohen, ada tiga dasar yang harus diperhatikan oleh seorang pemenang.

1. Kekuatan Fisik.
Kekuatan fisik di sini adalah stamina sang pemenang dan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Jadi, sangat penting bagi seorang pemenang untuk memiliki stamina yang kuat, karena untuk menghasilkan mahakarya di bidangnya, diperlukan kekuatan fisik yang prima. Dalam hal ini, kesehatan penting untuk dipelihara. Seorang pemimpin juga perlu ditunjang dengan sumber daya yang cukup untuk tampil sebagai pemenang: Seorang olah ragawan perlu memiliki peralatan olah raga yang diperlukan, pelatih, sparing partner, dan kesempatan untuk melatih keterampilannya dalam pertandingan persahabatan; seorang calon presiden memerlukan dana untuk berkampanye, serta tim sukses untuk membantunya menyusun taktik menang; seorang yang akan memulai bisnis memerlukan sumber daya untuk memproduksi ataupun mengadakan barang atau jasa yang akan dijualnya, serta dukungan dana serta tim yang kuat untuk menjalankan bisnisnya tersebut.

2. Kekuatan Mental.
Kekuatan fisik saja belumlah cukup untuk menyusun strategi pemenang. Calon pemenang memerlukan kekuatan mental yang mencakup kemampuan intelektual dan pengetahuan di bidang yang akan ditekuninya. Tanpa pengetahuan dan kekuatan intelektual yang cukup, akan sulit bagi seseorang untuk memasuki suatu arena, apalagi untuk memenangkannya, karena calon pemenang perlu mengenal dan memiliki pengetahuan yang dalam mengenai ” medan perang” yang akan dimasukinya. Olah ragawan perlu mengenal peraturan olah raga, peralatan olah raga, lapangan olah raga, serta para pesaing yang akan dihadapinya. Demikian juga dengan politisi dan pelaku bisnis. Keduanya perlu memiliki pengetahuan mengenai para pemain, peraturan, dan peta kekuatan di arena yang akan mereka masuki.

3. Kekuatan Moral.
Yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang pemenang adalah kekuatan moral. Kekuatan moral di sini mencakup sikap dan nilai-nilai spiritual yang dianutnya. Kekuatan moral ini akan menjadi pedoman bagi sang pemenang untuk menyusun strategi yang paling tepat, dan untuk tetap bertahan dan tetap memiliki semangat juang yang tinggi ketika dalam perjalanan menuju tujuan harus mengalami berbagai rintangan dan masalah.
Namun, yang selalu diingat oleh para pemenang adalah kombinasi optimal dari ketiga kekuatan ini. Menurut jendral Inggris, J.F.C. Fuller, kekuatan fisik saja tidak akan bisa memenangkan peperangan, kekuatan mental saja juga tidak bisa memenangkan peperangan, demikian juga dengan kekuatan moral saja yang tidak bisa memenangkan peperangan. Artinya penggunaan kekuatan ini secara terpisah tidak akan memenangkan peperangan. Yang dapat memenangkan peperangan adalah kekuatan dahsyat dari kombinasi optimal dari ketiga kekuatan ini (fisik, mental, dan moral).

STRATEGI PEMENANG
Kombinasi ketiga kekuatan di atas (fisik, mental, dan moral) bisa dijadikan modal dasar untuk membangun strategi pemenang berikut.

1. Miliki Tujuan dan Komitmen pada Tujuan.
Semua pemenang memiliki tujuan yang jelas dan rinci. Tujuan seperti ini akan lebih memudahkan mereka untuk mewujudkannya. Para olah ragawan yang bertanding di forum dunia memiliki tujuan untuk memecahkan rekor dunia. Sebelum berangkat mereka telah melakukan berbagai persiapan, baik fisik, mental, maupun moral. Mereka mempelajari strategi lawan dan peta kekuatan lawan, lalu mereka menyiapkan strategi bertanding yang bisa mengalahkan lawan. Mereka pun berlatih dengan komitmen tinggi setiap hari untuk mewujudkan tujuan tersebut.

2. Tumbuhkan Inisiatif.
Tujuan yang jelas dan rinci tanpa ditunjang dengan aksi tidak akan pernah terwujud. Di sinilah perlunya inisiatif untuk mulai mengambil langkah pertama, dan mempertahankan langkah-langkah selanjutnya yang dapat membawa seseorang untuk mewujudkan tujuan menang yang berkelanjutan. Seringkali kita menunda terlalu lama untuk mewujudkan aksi karena lingkungan kita yang menyuarakan keraguan, ataupun karena kita belum mendapatkan waktu yang tepat untuk melakukannya. W. Clement Stone, pelaku bisnis di bidang asuransi yang mulai dari nol sampai akhirnya memiliki perusahaan yang masuk daftar perusahaan bergengsi di Fortune 500, punya kunci untuk meng atasi ” penundaan” dan menumbuhkan inisiatif, yaitu: Lakukan sekarang!

3. Konsentrasi Sumber Daya.
Sumber daya memang terbatas, tetapi kondisi ini tidak perlu membuat hati kita ciut. Hanibal dari Chartagena dengan 20.000 pasukan berhasil mengalahkan pasukan Roma yang dipimpin oleh Terentius Varo dengan 72.000 orang. Jika dilihat dari kekuatan, tentunya Hanibal kalah jauh dibandingkan dengan musuhnya. Tetapi karena Hanibal menerapkan strategi ” konsentrasi” sumber daya di titik-titik kritis yang merupakan titik kelemahan lawan, akhirnya ia dan pasukannyalah yang berhasil tampil sebagai pemenang. Demikian pula dalam bisnis, kita perlu mengetahui kekuatan sumber daya kita, dan juga titik lemah lawan, lalu kita konsentrasikan sumber daya kita di titik di mana kita menginginkan kemenangan. Dengan demikian, kita bisa mengalahkan lawan di posisi lemah mereka.

4. Gunakan” Strategic Positioning” . 
Konsentrasi sumber daya bisa berjalan jika kita tahu posisi strategis yang akan kita luncurkan. McDonald’s memposisikan diri sebagai restoran makanan cepat saji yang bersih dan efisien dalam pelayanan. Dell Computers memposisikan diri sebagai perusahaan perakitan komputer yang melibatkan konsumen dalam proses perakitannya. Body Shop memposisikan diri sebagai perusahaan penghasil kosmetika dari bahan alami, dan bebas dari percobaan yang melibatkan binatang bernyawa. Semua perusahaan ini memilih posisi strategis yang membedakannya dari para pesaing. Titik beda ini menjadi identitas kuat bagi perusahaan di benak konsumen, sehingga lebih mudah diingat dan lebih besar kemungkinannya untuk dipilih dibandingkan dengan para pesaing di pasar yang sejenis.

5. Berikan Kejutan. 
Bill Clinton yang namanya telah tercemar dengan kasus yang menyangkut Monica Lewinsky hampir saja kalah dalam pemilihan presiden untuk masa jabatan periode kedua. Banyak pengamat yang sudah memastikan bahwa Clinton tidak akan menjabat lagi sebagai presiden. Tetapi, tim sukses Clinton melihat kekuatan Clinton di bidang yang lain. Mereka memberikan kejutan dengan memfokuskan perhatian masyarakat akan keberhasilan ekonomi Clinton. Menurut kampanye yang diluncurkan, dalam menjalankan negara, yang lebih penting adalah kemampuan untuk meningkatkan ekonomi negara, dan mensejahterakan bangsa. Ternyata strategi kejutan ini berhasil memberikan kemenangan yang kedua bagi Bill Clinton.

6. Sederhanakan Proses. 
Semakin jelas tujuan, akan semakin mudah untuk mewujudkannya. Proses untuk menuju ke tujuan juga harus mudah untuk dimengerti agar semua jajaran termasuk juga pelanggan mampu menerjemahkannya dalam tindakan yang sinergis untuk mendayung ke arah yang sama. Jika biasanya orang membeli buku harus pergi ke toko buku, melewati jalan-jalan macet, dan kesulitan untuk mendapatkan parkir, serta mencari buku di rak buku bagian penjualan, maka Amazon.com menyederhanakan proses pembelian buku. Pelanggan tinggal mengetik judul buku yang dicari, atau topik dari buku-buku yang ingin dicari, maka secara otomatis daftar buku yang tersedia berikut harga akan terlihat di layar. Buku ini pun ada berbagai jenis, ada buku bekas, buku baru versi hard cover ataupun paperback. Selain buku yang dicari, Amazon.com juga memberi alternatif buku sejenis yang mungkin juga diminati oleh pelanggan. Untuk membeli, pelanggan tinggal memasukkan nomor kartu kredit dan password, tak lama kemudian buku akan dikirim ke pelanggan. Proses yang mudah ini telah membuat perusahaan penjual buku secara online ini mengalahkan toko-toko buku besar yang sudah lama berada di pasar.

7. Siapkan secara Terus-menerus Berbagai Alternatif. 
Seringkali implementasi tidak sama persis dengan yang sudah direncanakan. Untuk itu, seorang pemenang perlu menerapkan berbagai alternatif ataupun berbagai skenario untuk menang. Jadi, jika satu skenario tidak berjalan seperti yang direncanakan, pelaku tersebut tidak panik, tetapi sudah siap dengan skenario lainnya untuk mencapai tujuan. Dalam menyiapkan berbagai alternatif, pelaku bisnis biasanya akan terpacu untuk mengantisipasi berbagai masalah yang timbul. Misalnya saja Steve Jobs ketika merintis perusahaan Apple Computer. Pada awal pendiriannya, ia mendapat berbagai tantangan dalam mengumpulkan dana. Karena ia telah menetapkan berbagai alternatif sumber pendanaan (bukan hanya dari bank), ia berhasil menuntaskan pengumpulan dana sehingga cukup untuk meluncurkan bisnis yang dirintisnya bersama mitra bisnisnya.

8. Ambil Jalan Putar Menuju Tujuan. 
Chris Zane, pendiri Zane’s Cycle, sebuah toko sepeda, harus bersaing langsung dengan toko-toko besar yang juga menawarkan sepeda, seperti Wal-Mart, K-Mart dan raksasa pertokoan lainnya. Karena menyadari bahwa ia tidak bisa langsung bersaing dengan para raksasa tersebut, Zane mengambil jalan memutar untuk mencapai tujuannya, yaitu dengan menawarkan layanan pelanggan yang prima (cepat, ramah, dengan garansi yang lebih lama). Strategi memutar (tidak bersaing secara langsung) ini akhirnya membuahkan hasil. Pelanggan mulai percaya dan beralih ke Zane’s Cycle karena layanan yang prima (dengan harga sama, tapi banyak keuntungan tambahan yang bisa diperoleh: garansi lebih lama, layanan lebih cepat, dan pelayanan yang lebih istimewa dari para karyawan).

9. Terapkan Waktu dan Prioritas.
Perencanaan dan penerapan strategi ibaratnya seperti menyiapkan resep untuk sebuah masakan. Ada rumusan yang harus diikuti: ada bahan yang harus dimasukkan terlebih dulu sebelum bahan masakan lainnya (ada prioritas). Tetapi juga ada waktu yang perlu diperhatikan. Jika masakan terlalu lama disiapkan, maka bisa gagal, demikian pula jika masakan terlalu cepat disiapkan, kegagalan juga bisa terjadi. Demikian juga dengan kegiatan bisnis, ataupun kegiatan lain yang membutuhkan perencanaan dan prioritas. Untuk mengetahui waktu yang tepat dan prioritas yang paling pas bagi sebuah perusahaan, diperlukan pertimbangan yang matang, pengamatan lapangan yang cermat, dan kesadaran dan pengetahuan atas kemampuan diri serta kemampuan pesaing, selain tujuan yang jelas.

10. Manfaatkan Sukses secara Optimal.
Setelah sukses diraih, sang pemenang tidak bisa lalu langsung merasa puas. Jika sang pemenang ingin mempertahankan kemenangannya, ia perlu senantiasa me-review strategi yang telah ditetapkan dengan tetap memandang pada tujuan utama (kemenangan). Hal ini perlu diperhatikan karena lingkungan berubahan, peta kekuatan juga berubah, sumber daya berubah, dan teknologi juga berubah. Dengan tetap memandang pada tujuan, sang pemenang perlu memperbaharui diri untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi di lingkungannya agar tidak terlibas oleh perubahan tersebut. Sang pemenang harus berhati-hati untuk tidak menerapkan strategi yang selalu sama dengan strategi yang pertama kali ia gunakan untuk meraih sukses, karena kondisi yang dihadapi telah berubah, selain itu juga pesaing biasanya sudah mempelajari startegi sukses sang pemenang. Jadi, perlu kreativitas dan kejelian untuk menerapkan strategi yang senantiasa baru dan segar.

Anda ingin jadi pemenang di bidang yang Anda tekuni? Jangan lupa tiga dasar strategi yang perlu Anda raih (kekuatan fisik, mental, dan moral), serta 10 strategi pemenang yang perlu diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi yang Anda hadapi. Selamat berjuang untuk meraih kemenangan.

>Suluk Abdul Jalil: perjalanan ruhani Syaikh Siti Jenar, Jilid 2

>

http://books.google.co.id/books?id=CE_PY6PpxQcC&lpg=PA131&ots=P1Q29X3J6c&dq=suluk%20itu%20berat&pg=PA131&output=embed

>Suluk Abdul Jalil: perjalanan ruhani Syaikh Siti Jenar, Jilid 1

>http://books.google.co.id/books?id=OdYsyGiSVHAC&lpg=PP1&dq=Suluk%20Abdul%20Jalil%3A%20perjalanan%20ruhani%20Syaikh%20Siti%20Jenar&pg=PA3&output=embed

>Pohon Kebajikan

>Oleh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
(diterjemahkan oleh Dimas Tandayu dan Herry Mardian).
SEORANG MURID bertanya pada Bawa Muhaiyaddeen, “Bisakah Guru menjelaskan kondisi spiritualku, di mana aku sedang berada saat ini?”

Sang Guru menjawab, “Sebuah benih haruslah ditanam di saat yang tepat. Ketika ia mulai tumbuh, akarnya menyelusup jauh ke dalam tanah, memeluk dari semua penjuru. Segera benihnya tumbuh menjadi sebuah pohon. Seiring perjalanan waktu, pohonnya akan semakin membesar, lalu berbunga dan berbuah. Tatkala berbuah, buahnya tampak tidak lagi memiliki ikatan dengan tanah. Walaupun pohonnya terikat ke tanah, namun buahnya justru terhubung kepada manusia dan seluruh makhluk hidup.

Anakku, hidupmu pun demikian. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, sama seperti pohon: keterikatan akalmu, pemikiranmu, dan hasratmu masih pada bumi dan keduniaan. Seperti itulah kondisimu saat ini.
Tapi anakku, kau memiliki sebuah penghubung dalam qalb-mu, di dalam hatimu, yang berfikir tentang Tuhan dan mencari-Nya. Akan aku jelaskan cara mengembangkan hubungan tersebut. Ikutilah arahan ini baik-baik.

Sebanyak apa pun keterikatanmu pada dunia, jika kau ingin menemukan Tuhan, jika kau ingin menapaki jalan menuju-Nya; engkau, doa-doamu dan ibadahmu harus seperti pohon. Walaupun sebuah pohon terikat ke tanah, ia memberikan buahnya untuk semua mahluk. Walaupun kau terikat pada dunia seperti pohon, niatmu harus seperti niat sebuah pohon terhadap buahnya: doa-doamu, pengabdianmu, ibadah-ibadahmu, keunggulan-keunggulanmu maupun semua yang kau lakukan harus terhubung dengan Tuhan, dan kau harus melakukan pekerjaanmu dengan diniatkan untuk kemaslahatan semua makhluk, bukan untuk dirimu sendiri. Maka setelah itu, barulah kau akan berjalan dengan baik ketika menapaki jalan menuju-Nya.”

-=-=-=-=-=-=-

:: English Version (A Seed Must Be Planted At The Correct Time By M. R. Bawa Muhaiyaddeen)