>Moksa : Tujuan Agama Hindu Vs Teori Bola Lampu

>
Tujuan akhir agama hindu adalah untuk mencapai moksa. Moksa berarti kebahagiaan yang kekal abadi, artinya terbebas dari siklus reinkarnasi, terbebas dari pengaruh nafsu material, dan terbebas dari suka-duka. Ketika manusia mencapai moksa maka bisa dikatakan ia telah menjadi dewa. Dewa berasal dari kata ‘div’ yang artinya cahaya / sinar suci Tuhan. Manusia hidup di dunia selalu berada pada dua kutub yang berbeda, positif-negatif, suka-duka, baik-buruk, lahir-mati, dst. Untuk dapat menyatu dengan sinar suci Tuhan, manusia harus mampu melepaskan diri dari ikatan positif-negatif tersebut. Artinya kejadian apapun yang dialaminya, tidak akan menimbulkan reaksi positif maupun negatif, tetapi berada diantaranya. Orang yang berlatih yoga atau meditasi dapat merasakan hal ini. Ketika bermeditasi, pikiran berada pada satu fokus perhatian sehingga pikiran dan badan dapat beristirahat total. Saat itu yang ada hanyalah kehampaan, ketenangan, dan itu bukanlah sifat material yang positif maupun negatif. Ketika kondisi itu tercapai badan akan terasa hangat. Konon, jika saat meninggal kita mampu mencapai kondisi tersebut, maka kita akan mampu menyatu dengan cahaya / sinar suci Tuhan.


Lalu apa hubungannya dengan teori bola lampu Thomas Alfa Edison ?

Thomas Alfa Edison melakukan ribuan kali percobaan untuk menciptakan bola lampu pijar. Bola lampu supaya dapat menyala harus dialiri listrik yang bersifat positif dan negatif. Dalam bola lampu terdapat komponen berupa dua buah kawat yang pada kedua bagian ujungnya dihubungkan ke sirkuit listrik. Kedua kawat tersebut dihubungkan oleh sebuah filamen berbentuk gulungan kumparan. Kawat dan filamen ini diselubungi oleh bola kaca pada ruangan hampa yang didalamnya dipenuhi gas argon, neon, nitrogen (inert gas). Inert gas ini bertekanan rendah dan tidak dapat menghantarkan listrik. Ketika lampu dinyalakan, arus listrik akan melewati kawat penghubung menuju filamen, dan listrik akan memanaskan atom-atom yang terdapat pada filamen. Atom-atom ini jika dipanaskan pada temperatur tertentu akan menghasilkan sinar infrared, dan sinar / cahaya muncul pada gulungan filamen diantara dua kawat positif-negatif.

Begitulah kira-kira hubungan antara tujuan agama hindu dengan teori bola lampu pijar, nyambung gak yaa.. ? 🙂 Soalnya ini bisa-bisanya aku saja yang menghubung-hubungkannya sendiri. 😦 Sorry kalau ada salah-salah, hehehe…. ( © komangwiratma )

sumber artikel : komangwiratma.web.id/category/proud-to-be-hindu/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: