>Filsafat Jalan Miyamoto Musashi

>

oleh Lazuardi Adipradana Hasyim

Dilahirkan di sebuah desa yang bernamaMiyamoto di tahun 1584, Musashi terlahir sebagai Munasai Takezo. Masa kanak-kanak Takezo tidaklah bahagia. Ia tidak akur dengan ayah kandungnya, Munasai Hirata seorang samurai pemilik tanah. Takezo selalu melontarkan kritik pedas terhadap seni bela diri ayahnya, hingga menyebabkan ketiak akuran diantara ayah dan anak ini. Situasi yang demikian membuat Takezo kabur memilih meninggalkan rumah untuk hidup bersama pamannya yang saat itu usianya belum mencapai 13 tahun.
Tapi di usianya yang 13 tahun tersebut, Takezo sudah mampu menaklukkan seorang pendekar pedang Shito-ryu yang bernama Arima Kihei. Lawannya itu dirobohkan dan dipukulinya dengan tongkat hingga tewas. Kemudian pada usia 16 tahun, Takezo bertarung dengan seorang samurai tangguh dan kembali muncul sebagai pemenang. Mulai saat itu, Takezo memutuskan pergi bertualang mengikuti “Jalan Pedang”. Tak lama kemudian Takezo terlibat dalam perang habis-habisan antara kubu daimyo (tuan tanah) Ieyasu melawan klan Hideyori dengan para pengikutnya di pertempuran besar di Sekigahara.Dalam pertempuran selama tiga hari itu tercatat 70.000 orang tewas, Takezo sendiri di pihak pasukan yang kalah berhasil meloloskan diri.
Takezo kemudian bertemu dengan Soho Takuan, seorang pendeta Zen dengan kecerdikannya kemudian berhasil “menawan” Takezo di sebuah sel gelap di puri milik Ikeda. Di sana selama tiga tahun, Takezo ditahan untuk mendalami bertumpuk-tumpuk dan beragam buku. Mulai dari seni perang dari Sun Tzu, Taoisme, buku-buku mengenai Zen hingga ke berjilid-jilid kitab mengenai sejarah Jepang. Pendeta Takuan, selalu bersikap keras itu menasihati Takezo yang terkenal bandel dan liar itu hingga mau patuh menjalani penggemblengan berat tersebut. Salah satu nasehatnya adalah;
“Anggaplah kamar ini sebagai rahim ibumu dan bersiaplah untuk lahir kembali. Kalau kau melihatnya hanya dengan matamu, tak akan kau melihat apa-apa kecuali sel yang tak berlampu dan tertutup. Tapi pandanglah lebih saksama, lihatlah dengan akalmu dan berpikirlah. Kamar ini dapat menjadi sumber pencerahan, pancuran pengetahuan yang ditemukan dan diperkaya oleh orang-orang bijak di masa lalu. Terserah padamu, apakah kamar ini menjadi kamar kegelapan ataukah kamar penuh cahaya”.
Setelah melewati masa pembelajaran tiga tahun, Takezo mendapatkan pencerahan dan dibebaskan dan boleh berkelana lagi. Saat itu usianya 21 tahun, Takezo memulai kehidupannya kembali sebagai Miyamoto Musashi.
Dalam pengembaraannya Musashi kembali bertemu dengan lawan tarung yang bukan sembarang pendekar samurai, mereka adalah para pendekar samurai terkemuka dari berbagai aliran yang mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri. Musashi dapat mengatasi mereka satu per satu walaupun ia tidak mempunyai guru atau mewarisi ilmu pedang dari satu aliran tertentu. Ilmu pedang Musashi diperoleh secara otodidak dan bakat alami yang sangat istimewa yang diasah melalui kekuatan observasi, intuisinya dan disiplin yang kuat.
Beberapa duel yang dimenangkan oleh Musashi, banyak terdapat duel yang dianggapnya “main-main”, yaitu duel antara Musashi dan pemain pedang yang dianggapnya tidak seimbang, yang sering dimenangkannya tanpa mencabut pedang atau hanya membalas tebasan lawan dengan pukulan tangan yang tentunya tidak mematikan. Musashi meyakini, adalah sia-sia jika berduel dengan lawan yang kemampuannya jauh dibawah Musashi, lebih sia-sia lagi jika dia sampai membunuhnya. Karena boleh jadi seseorang yang tidak pandai bermain pedang adalah seseorang yang sangat pandai dengan bakat yang lain sehingga biarlah dia mengisi hidup ini dengan bakatnya yang lain yang belum ia temukan, yang mungkin bermanfaat bagi orang lain.
Pertarungan puncak bagi Musashi adalah saat menghadapi Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Kojiro pada zaman itu sosok pemain pedang yang ideal: garis keturunannya tidak ada aib dan guru-gurunya ternama; dan dengan pelatihan yang penuh disiplin, ia berhasil menciptakan teknik permainan pedang yang mengagumkan. Tapi pada akhirnya kepala Kojiro pecah oleh tebasan pedang Musashi pada pertarungan di Pulau Ganryu, 13 April 1612.
Pertarungan Musashi melawan Sasaki Kojiro merupakan titik balik baginya. Sebelum itu, dia menyakini bahwa kemampuan seni berperang adalah kunci kemenangan dalam setiap pertarungan. Tetapi setelah mengalahkan Kojiro, Musashi menyadari bahwa kekuatan dan ketrampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan;
“Ketika umurku sudah lewat tiga puluh tahun dan merenungkan kembali hidupku, aku sadar bahwa aku menjadi pemenang bukan karena kemampuan luar biasa dalam seni bela diri. Mungkin saja aku mempunyai bakat alami atau tidak menyimpang dari prinsip alami. Atau, bisa jadikah seni bela diri lawan itu yang memang mengandung suatu cacat? Setelah itu, dengan tekad jauh lebih besar untuk mencapai pemahaman yang lebih jelas mengenai prinsip-prinsip yang dalam, aku berlatih siang malam”.
Lalu, apa yang memungkinkan Musashi mengalahkan Kojiro jika bukan karena penguasan ketrampilan bertarung? Bagi Musashi, kemenangan sebuah pertarungan terletak pada prinsip atau semangat, bukan tipuan dan ketidakjujuran. Di dalam Kitab Lima Lingkaran, Musashi menulis:
“Jalan seni adalah langsung dan benar, jadi kau harus dengan tegas berusaha mengejar orang-orang lain dan menundukkan mereka dengan prinsip-prinsip sejati”.
Setelah pertarungan itu Musashi memutuskan mundur dari pertarungan, karena rasa bersalahnya sampai membawa kematian lawannya. Musashi kemudian menetap di pulau Kyushu dan tidak pernah meninggalkannya lagi, untuk menyepi dan mencari pemahaman sejati dengan menapaki paruh kedua kehidupannya untuk menjadi seorang seniman dan menjadi terfokus untuk mendalami semua seni. Di masa tuanya Musashi dikenal sebagai seniman dengan banyak kebisaan. Melukis dengan tinta india, kaligrafi, hingga membuat patung. Lagi-lagi seperti kemampuannya bermain pedang, kematangan seninya pun diperolehnya dengan tanpa guru. Buah karyanya dianggap hidup dan indah, hasil dari penyaluran energi batin yang terfokus. Sepertinya kalau inti dasar kehidupan sudah diketahui, kerja yang lain juga dapat dipahami.
Dalam kehidupannya sebagai seorang seniman, ia menulis puisi, mendesain taman, aktif dalam upacara minum teh, mempelajari drama Noh, dan terutama menciptakan lukisan-lukisan tinta dan kaligrafi. Karya seni Musashi berkelas tinggi, menunjukkan bahwa di bidang ini ia juga berbakat istimewa sekalipun menurut pengakuannya lukisan dia belumlah setara dengan teknik pedangnya. Jelas ada upaya mempertautkan antara seni rupa dan seni bela diri, hingga dikatakan, Musashi melukis dengan pikiran pedang. Intens, terkonsentrasi, dan penuh getaran chi. Ia mempunyai keyakinan dan melihat adanya kesejajaran, seperti dalam ucapannya, Dengan prinsip-prinsip seni bela diri, orang membuka jalan bagi seni serta pencapaian lain dan tidak akan keliru memahami keduanya. Pedang, seni, Zen, dan meditasi menjadi satu kesatuan yang saling mengisi, menggenapi, dan karenanya tak terpisahkan.
Musashi juga kembali mendalami ajaran Zen yang nampak dari prinsip dasar satu ini, Musashi senantiasa menekankan mutlaknya memperoleh pengetahuan nyata lewat pengalaman langsung. Tidak dapat disangkal lagi, pengetahuan nyata lewat pengalaman langsung merupakan salah satu sendi utama yang dijunjung tinggi Zen, jauh di atas yang lain, misalnya teori. Juga ungkapan pikiran sehari-hari yang alami adalah khas Zen;
“Bebaskanlah pikiranmu, maka niscaya pikiranmu akan menjadi alami.”
Selain Zen, Musashi tampak sekali menghargai tetapi mempertanyakan ajaran Sun Tzu, yang merupakan ahli strategi terbesar sepanjang masa. Terdapat perbedaan pendapat menurut Musashi dan Sun Tzu, dimana Musashi lebih mengutamakan strategi permainan bersih-sekalipun keras dan tegas, tetapi tidak licik atau kotor, menyimpulkan;
“Berpikirlah dengan membuang semua ketidakjujuran.”
Musashi adalah seorang penyendiri, karena sampai akhir hayatnya ia memilih untuk hidup membujang, bahkan memilih jalan kematiannya sendiri. Menurut Musashi kematian adalah sebuah konsekwensi bagi setiap kehidupan. Karena itu saat menyadari bahwa maut akan segera mendatanginya, Musashimemilih Gua Reigan sebagai tempat tuk menyambut kematiannya dengan damai dan sendirian. Saat itu, awal musim semi tahun 1645, Musashi tidak lagi sebagai orang yang kuat, upaya pendakian bukit menuju ke gua itu dicapainya dengan tubuh sangat kesakitan. Suatu hari salah seorang mengirim tabib ke Gua itu, tetapi Musashi tetap berkeras untuk menyambut kematian dengan gayanya sendiri. Tak tega akan keadaan kesehatannya gurunya itu, sang murid kemudian berangkat kepegunungan, pura-pura berburu dengan burung rajawali, dan mampir ke Gua Reigan. Disana dia telah mendapati Musashi dalam kondisi yang sangat lemah dan dia tidak mampu melakukan perlawanan sedikitpun. Akhirnya, tanpa mempedulikan protes-protes Musashi, sang murid berhasil “membujuk” gurunya itu pulang ke rumah.
Dalam penyepian sebelum kematiannya itu Musashi berhasil menyelesaikan bukunya yang berjudul Kitab Lima Cincin (Go Rin no Sho) yang menunjukkan semua pencarian dan pencapaian spiritual serta jawabannya tentang bagaimana menemukan dan mengamalkan jalan. Ada sembilan sila yang ditawarkan Musashi untuk kita semua :
1.Berpikirlah dengan membuang semua ketidakjujuran.
2.Bentuklah dirimu sendiri di jalan (yang benar).
3.Pelajarilah semua seni.
4.Pahamilah jalan semua pekerjaan.
5.Pahamilah keunggulan dan kelemahan dari segala sesuatu.
6.Kembangkan mata yang tajam dalam segala hal.
7.Pahamilah apa yang tidak terlihat oleh mata.
8.Berikan perhatian bahkan pada hal-hal terkecil sekalipun.
9.Jangan melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak realistis.
Dalam 62 tahun, tanggal 19 Mei 1645, Musashi menutup mata untuk selamanya di komplek Puri Chiba yang tua. Seperti yang di pinta pada detik-detik terakhirnya, tubuhnya didandani dengan seragam dan helm tempur, dilengkapi dengan enam tanda kebesaran militer, dan ditempatkan dalam peti. Sesuai dengan janji sebelumnya, Musashi kemudian dikebumikan di Kyushu tempat penyepiannya yang terakhir. Setelah selesainya upacara pemakaman yang di pimpin oleh Biksu Kepala Shunzan, terdengar suara guntur bergema di langit yang cerah sebanyak satu kali. Dan entah adakah itu pertanda bahwa Musashi sedang bertarung melawan malaikat maut di sana? Atau sang maestro pedang itu kembali bertarung kembali melawan roh musuh-musuhnya di alam sana?
Kesimpulan :
1.Menemukan dan Menciptakan Jalan
”Jalan” dalam bahasa Cina disebut dengan “Tao” dan dalam bahasa Jepang disebut “Do”. Seperti halnya akhiran –do yang biasa ada di aliran-aliran bela diri seperti kendo, aikido, karate-do, dan lainnya. Itu menandakan bahwa bela diri tersebut bukan sekadar bela diri saja, tapi juga disiplin dan jalan hidup. Makanya rata-rata beladiri tersebut filosofinya sangat dalam. Akhiran –do banyak dipakai di bela diri yang juga menunjukkan cara hidup. Sering disebut hidup sesuai jalannya, akan mengantar pada kebahagiaan dan sebuah petunjuk untuk hidup yang benar.
Bagaimana caranya menemukan jalan? Jalan dapat ditemukan dengan meniru, mencari, dan menemukan. Tetapi jika memodifikasi dan mencampurnya dengan elemen diri, dan jadilah jalan kreasi kita. Musashi, yang tak punya guru dan tak pernah belajar secara khusus pada seorang guru pun, menempuh jalannya sendiri, juga ternyata terpengaruh oleh Sun Tzu, biksu Zen Takuan Soho, samurai hebat Yagyu Munenori, dan kitab hsinhsinming. Jadi, yang ditemukan Musashi (the book of five rings) sepertinya adalah campuran ajaran Zen dari Takuan dan kitab Hsinhsinming, seni perang Sun Tzu dan keahlian Yagyu, ditambah, diaduk-aduk, dieksperimenkan dengan keseluruhan pengalaman pribadinya.
Musashi sebenarnya lebih layak untuk disebut sebagai seorang otodidak. Musashi membimbing dirinya sendiri untuk mendalami berbagai macam ilmu. Salah satu sumber yang banyak ditimbanya niscaya adalah buah pikiran Sun Tzu.Dikenal sebagai ahli strategi besar-kalau bukan yang terbesar-Sun Tzu hidup hampir 2000 tahun mendahului Musashi (400-320 tahun sebelum Masehi);
“Saya suka berpikir betapa hebatnya orang-orang kuno seperti Lao Tse, Konfusius, Socrates, Sun Tzu, sementara kebanyakan dari kita yang hidup pada milenium ketiga ini cuma segini-gini saja.”
Kalau Musashi mendekati strategi melalui contoh-contoh dari tarung-tanding (duel), Sun Tzu lebih membahasnya lewat skenario peperangan. Ada beberapa kalimat dari kitab Seni Berperang (The Art of War) Sun Tzu yang amat membekas di hati Musashi. Selama tiga tahun dalam masa penempaan, Musashi kerap membacanya secara lantang berulang-ulang dengan alunan bagaikan nyanyian;
“Barangsiapa mengenal seni perang, tak akan serampangan ia dalam gerakannya. Ia kaya karsa dalam membatasi kemungkinan.”
“Barangsiapa mengenal dirinya sendiri dan mengenal musuhnya, ia senantiasa menang dengan mudah. Barangsiapa mengenal langit dan bumi, ia menang atas segalanya.”
“Kenali musuhmu, kenali dirimu sendiri dan kemenanganmu tak akan terancam. Kenali medan, kenali iklim, maka kemenanganmu akan lengkap.”
Yang lebih menarik lagi, dalam kemampuannya untuk membaca waktu. Setelah mencapai usia 29 tahun, ia memutuskan untuk berhenti menjadi petarung. Kemudian Musashi mentransformasikan dirinya menjadi seniman dan pada usia yang lebih lanjut Musashi kembali memutuskan untuk menjadi pemikir mengenai Jalan Strategi. Keputusannya untuk pindah jalur dan beralih profesi pada saat yang tepat itu memang memerlukan ketajaman intuisi yang luar biasa. Agaknya, ini juga yang membuat Musashi menjadi petarung kehidupan yang tak terkalahkan. Musashi mengatur dan bukannya diatur oleh waktu kehidupan.
2.Keteguhan Hati Mengamalkan dan Menjaga Jalan
Memang lebih mudah untuk menjadi peka, menjadi arif dan penuh perenungan ketika kita dalam posisi yang penuh kesusahan dimana sendi-sendi harga diri kita dibenamkan dan segala kesombongan diruntuhkan. Mudah untuk memahami bentuk-bentuk pemikiran, perasaan, benda-benda dan penghargaan kita akan arti hidup itu sendiri. Mudah pula untuk menyadari akan kebeningan cita-cita.
Yang tidak mudah adalah untuk tetap konsisten pada pencapaian nurani tersebut. Tidak mudah untuk terus menjaga visi kita yang paling menggebu-gebu sekalipun. Perubahan lingkungan, kemudahan-kemudahan, orang-orang yang berbeda lambat laun dapat melunturkan pencapaian nurani. Pada prosesnya, akan muncul riak-riak yang mengganggu yang mengurangi kadar pemikiran dan tindakan kita.
Musashi pun mengalami naik turunnya semangat dalam mewujudkan jalan pedangnya. Cita-cita yang menjadi visi hidupnya. Musashi sempat terjebak dalam kesombongan sesaat ketika bertemu orang-orang yang terlihat lebih lemah. Jalan pedang seolah-olah menjadi jalan paling berarti dan dalam perjalanannya Musashi banyak mengabaikan unsur-unsur lain di luar dirinya. Musashi kemudian sadar dan berusaha membentuk jalan pedang dengan lurus-lurus pada keyakinan dirinya, menekan segala perasaan lembutnya dan satu hal yang menyelamatkannya dari bahaya keangkuhan adalah keinginannya untuk membuka pintu-pintu ilmu dan belajar dari segala macam orang, segala macam bentuk dan alam semesta.
Dalam kehidupan ini, bukan sekali kita merasakan naik turunnya iman, naik turunnya semangat baik dalam bekerja, menjaga hubungan, dan meraih mimpi-mimpi kita. Bukan sekali dua kali pula kita terjatuh dan kembali pada kebeningan pencapaian nurani. Terlalu dini untuk menyimpulkan jalan pencapain nurani, ada banyak visi dan lebih banyak konsistensi yang akan diperlukan.
Walaupun begitu, ada hal-hal menarik yang agaknya dapat dipelajari dari Musashi. Musashi adalah seorang yang sederhana, rendah hati yang bermain bersih tanpa kecurangan. Musashi keras hati dalam melatih diri dan dalam menimba ilmu berbagai aliran, karena Musashi menyadari bukannya tak mungkin terkalahkan. Musashi selalu menekankan pentingnya timing (ketepatan waktu) dan ritme dalam segala hal. Masuk terlalu cepat atau terlalu lambat dalam pertarungan dipandangnya dapat mengundang persoalan tersendiri. Kemudian perubahan yang terjadi di “langit” dan “bumi” bukan saja harus dicermati melainkan mesti pula diadaptasi untuk keselamatan diri. Juga baginya ilmu pengetahuan itu adalah sebuah “lingkaran bulat”. Artinya, kalau kita bermula dari titik A, setelah melingkar penuh kita akan kembali ke titik A semula. Apa yang dianggap paling elementer adalah juga pelajaran yang paling penting.
Sumber Bacaan:
1.Musashi, Eiji Yoshikawa, Gramedia – Jakarta
2.The Lone Samurai, William Scott Wilson, Gramedia – Jakarta
3.The Book of Five Rings, William Scott Wilson, Gramedia – Jakarta

lazuardism.blog.friendster.com/2008/10/filsafat-jalan-miyamoto-musashi/

Iklan

>Pedang Samurai Palsu

>

Akhir-akhir ini saya sering menerima email atau sms atau telpon bahkan ada yang langsung datang ke rumah menawarkan “samurai” asli Jepang (begitu mereka menyebutnya, padahal samurai adalah orangnya sedangkan pedangnya bernama katana, nihon-to, shinken, iaito, dll tergantung jenis dan tipe nya). Begitu saya tanya “pedang samurai” yang anda tawarkan apa namanya, mereka semua tidak tahu dan tidak bisa menjawab.
Dan begitu saya lihat foto pedang yang di tawarkan selalu itu itu saja. Entah dari mana asal mulanya yang jelas kebohongon atau ketidaktahuan menyebar (saya sebut kebohongan karena setelah saya beri informasi yang benar sebagian dari mereka masih meneruskan jual beli “samurai” tersebut, saya sebut ketidak tahuan karena memang mereka awalnya tidak tahu bahwa itu bukan lah pedang yang mereka pikir, dan sebagian dari mereka berhenti menyebutnya “samurai”).

Saya tidak ingin menjatuhkan siapapun dan tidak menghalangi usaha mereka berjual beli. Sah-sah saja toh mereka jualan, yang penting sesuai dengan apa yang mereka jual. Saya hanya tidak setuju mereka menggunakan “istilah” yang bukan pada tempatnya untuk menjajakan dagangan mereka.
Ketika saya tanya harganya, sering saya di buat melongo. Harganya bervariasi, mulai dari yang puluhan juta hingga puluhan milyar rupiah. Barang nya sama, harga bervariasi tergantung imajinasi si penjual. Ketika saya bahas di yahoogroups saya menjelaskan bahwa barang yang di sebut “samurai” itu bisa di dapatkan dengan harga hanya Rp. 750.000,- di Pasar Turi Surabaya, bahkan ada salah satu member yahoogroups yang memberikan informasi harga di Jakarta hanya Rp. 75.000,- lengkap dengan segala attribut yang di tawarkan.
Attribut yang biasanya ditawarkan bersama dengan pedang tersebut adalah:
1. Gambar 9 gunung dan 9 bintang.
2. Tahun bervariasi: 1817, 1705, 1136, 1465, 1575, 1801 dan 1603
3. Gambar naga, huruf kanji (entah dari mana mereka tahu itu huruf kanji, karena saya sangsi bahwa mereka mengerti bahasa Jepang).
4. Pisau kecil sering disebut oleh mereka pisau harakiri. Baca disini seppuku (atau dalam bahasa kasarnya yang disebut harakiri) seharusnya memakai pisau apa: http://en.wikipedia.org/wiki/Seppuku
5. Sertifikat terbuat dari kain (apakah si penjual bisa baca dan mengerti apa isinya?)
6. Gambar matahari terbit
7. Nomor Seri (yang ini agak aneh, mana mungkin zaman para samurai pedangnya pakai nomor seri segala, yang ada mah.. mei atau signature pembuat pedangnya di nakago, kecuali shin-gunto atau pedang peninggalan perang dunia II, tetapi pedang ini tahun pembuatannya tidak mungkin lebih tua dari tahun 1900-an). Klik disini untuk membaca kriteria pedang peninggalan perang dunia II.
8. Yang terakhir yang menjadi ciri khasnya: lentur bisa di buat sabuk. Ciri khas ini yang sangat menunjukkan bahwa tidak ada pedang Jepang atau pedang Samurai dari tahun manapun yang memiliki sifat lentur bisa di tekuk dan di pakai sabuk. Namun anehnya mereka masih menyebutkan “samurai”. Ada 2 Kesalahan disini: 1. Samurai adalah kasta (status sosial) orangnya, gampangannya sama dengan pendekar atau ksatria kalau di Indonesia, “samurai bukan nama pedang”, 2. Tidak ada pedang samurai (nihonto) yang lentur dari tahun manapun.
9. Embel-embel yang membuat nya semakin kedengaran tambah hebat: “Putus Paku!”
Saya juga pernah menerima email dari Jakarta yang isinya kurang lebih seperti ini: “Pak, apakah anda tahu seseorang di Jakarta yang ahli menggunakan pedangnya? Saya tidak ingin latihan tapi ingin minta orang tersebut untuk mengetes sebuah pedang.” Ketika saya tanya pedang apa yang ingin anda tes dan bagaimana cara mengetesnya? Mungkin saya bisa kenalkan anda pada kenalan saya di Jakarta kalau saya sudah tahu apa yang akan anda lakukan.” Kemudian dia menjelaskan teknis yang akan di lakukan untuk mengetes pedang dia yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal di depan komputer (tidak akan saya uraikan disini). Ujung-ujungnya dia akan jualan pedang tersebut setelah di tes terlebih dahulu oleh (menurut dia) “orang yang ahli dalam menggunakan pedangnya”. Istilah “orang yang ahli dalam menggunakan pedangnya” dan penjelasan bagaimana cara mengetesnya itulah yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Dalam hati saya berkata, “ada-ada saja nih orang”.
Dalam tulisan ini, saya tidak akan memuat foto pedang tersebut, walupun di hard disk saya banyak foto-foto tersebut setelah di kirimi oleh para pedagang pedang samurai palsu itu.
Saya sering pada akhirnya berkata pada mereka, “Saya tidak melarang dan saya tidak punya hak untuk melarang anda jualan pedang dengan harga miliaran rupiah. Itu hak anda. Tetapi tolong jangan menyebarkan kebohongan dengan mengatakan pedang itu pedang samurai. Sebut saja pedang sabuk, karena memang itu namanya. Karena kalau di sebut pedang samurai, pedang itu tidak termasuk dalam kategori manapun dari pedang samurai yang benar-benar pedang samurai dari Jepang. Sama hal nya dengan orang yang menjual sebuah clurit dengan mengatakan itu sebuah keris zaman mojopahit, bagi anda yang tahu keris pasti akan tertawa terpingkal-pingkal. Bagaimanapun juga, sebuah clurit tidak bisa di kategorikan ke dalam jenis keris yang mana pun. Nah berhubung orang Indonesia sangat awam terhadap jenis dan nama-nama pedang samurai, maka mereka tidak akan tahu bahwa pedang yang anda jual itu bukan pedang samurai asli Jepang.”
Referensi berikut ini akan berguna bagi anda. Tulisan di website ini ditulis oleh seorang ahli sejarah pedang samurai Richard Stein, PhD dan sudah banyak mendapatkan penghargaan atas tulisannya. Dan memang sengaja di hosting di hosting gratisan agar selalu online untuk keperluan komunitas pecinta pedang Jepang (nihonto) sedunia tanpa harus mengeluarkan biaya pertahunnya. silahkan klik disini untuk mengaksesnya atau klik disini kalau link yang pertama sedang down.
Klik disini untuk membaca atau mengadakan riset tentang semua jenis nihonto (pedang Jepang atau juga di sebut oleh kebanyakan orang “pedang samurai”).
Mudah-mudah tulisan dan pengalaman saya ini berguna bagi masyarakat Indonesia agar tidak mudah tertipu membeli pedang dengan harga yang tidak sesuai dengan nilai sejarahnya.
Baca juga artikel ini mengenai keaslian sertifikat yang di keluarkan oleh organisasi di Jepang. NEW
NB: Tulisan ini TIDAK di tujukan untuk menjatuhkan siapapun. Tulisan ini untuk memberikan informasi yang benar bagi masyarakat Indonesia. Dan jika anda ingin bertanya, posting di shout-box, kirim sms atau email dsb tentang pedang sabuk, mohon maaf, jangan harap anda akan mendapatkan respons dari kami, jika anda ingin bertanya tentang ilmu pedang samurai, kami dengan senang hati akan menjawab semua pertanyaan anda. Logika nya begini: jika memang pedang sabuk itu adalah pedang samurai, tentu nya di film-film samurai yang di produksi oleh jepang, pedang itu akan muncul dan di pakai oleh para samurai di film-film tersebut, dan di buku-buku sejarah samurai pedang itu akan di sebut-sebut. Nah pikir sendiri, gunakan logika anda, jangan gunakan emosi anda, dan tidak usah berkomentar apa-apa kalau anda belum belajar tentang sejarah samurai… percuma, buang-buang waktu saja!

SUMBER ARTIKEL : samurai.or.id/blog/?page_id=14

>Teknik-teknik dasar (cara melakukan) hipnotis

>

Definisi : Hipnotis adalah salah satu cabang magic yang digunakan untuk bermain dengan alam bawah sadar manusia. Setelah seseorang memasuki alam bawah sadarnya, kita bisa menanamkan sugesti tertentu dalam pikiran mereka, dan membuat mereka melakukan hal-hal yang kita perintahkan.

Perlu Diketahui :
– Hipnotis (terutama “extreme hypnotist” seperti yang sering dilakukan Romi Rafael) hanya akan berhasil apabila sang objek (sukarelawan) bersedia dihipnotis.

– Alam pikiran manusia dibagi menjadi dua, yaitu alam sadar (conscious mind) dan alam bawah sadar (unconscious mind). Tujuan hipnotis adalah membuat sang sukarelawan berada di alam bawah sadar mereka. Keadaan setelah sang sukarelawan melakukan berbagai macam hal dalam pengaruh alam bawah sadar disebut “trans”.

Prosedur :

1. Percaya Diri
Sebelum melakukan hipnotis, anda harus benar-benar yakin dan percaya bahwa anda mampu menghipnotis orang lain. Yakinkan diri anda bahwa anda adalah seorang ahli hipnotis yang hebat. Tanpa rasa percaya diri, hipnotis yang anda lakukan pasti gagal.

2. Ritme
Sesuaikan ritme suara anda dengan kecepatan nafas sang sukarelawan. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan gerakan rongga diafragma saat sang sukarelawan bernafas. Saat yang paling tepat untuk menggiring sang sukarelawan memasuki alam bawah sadar mereka adalah saat mereka sedan menghembuskan nafas (seperti yang sering dilakukan oleh Romi Rafael).
Biasanya, jika hipnotis berjalan dengan sukses, tempo dan ritme nafas sang sukarelawan menjadi lebih lambat. Saat itu, perlambatlah tempo dan ritme bicara anda sesuai dengan ritme nafas sang sukarelawan.

3. Nada Suara
Ada dua macam nada suara yang dapat digunakan dalam hipnotis.

a. Nada Suara Monoton
Metode ini sering dipakai oleh Romi Rafael. Nada suara monoton adalah nada suara yang datar dan cenderung sama dari awal sampai akhir, dengan penggunaan kata yang terus-menerus diulang. Tujuan menggunakan nada suara monoton adalah agar alam sadar sang sukarelawan merasa bosan, sehingga ia lebih mudah memasuki alam bawah sadarnya.

b. Nada Suara Bergelombang
Nada suara yang dipakai adalah nada suara naik-turun, lemah-keras, rendah-tinggi. Pelaku hipnotis mula-mula akan berbicara dengan nada rendah, kemudian semakin meninggi hingga membawa sang sukarelawan ke dalam keadaan “trans”.

Silakan pilih salah satu nada suara yang sesuai dengan kepribadian anda. Pilihlah yang paling nyaman dan enak saat anda mengucapkannya.

4. Membawa sang sukarelawan memasuki alam bawah sadar

Pertama, perintahkan sang sukarelawan untuk melakukan suatu rutinitas, misalkan “Berhitunglah dari 1 sampai 10, tiap-tiap hitungan akan membuat anda memasuki alam bawah sadar anda”.
Atau “Tarik nafas dalam-dalam…dan hembuskan”.
Atau tanyakan “Siapakah nama anda?”

Di tengah-tengah proses itu, jabat tangannya, tatap matanya, dan lakukan sesuatu yang mengejutkan sehingga ia dengan cepat memasuki alam bawah sadarnya. Sesuatu yang mengejutkan itu antara lain :

-. Menyentakkan jabatan tangan
-. Mengangkat pergelangan tangannya ke atas
-. Menjentikkan jari anda ke dahi sukarelawan

Ingat, saat melakukan hal-hal tersebut, tetap pertahankan kontak mata dengan sang sukarelawan. Setelah itu, buat sang sukarelawan melakukan hal-hal yang anda perintahkan dengan kalimat hipnotis.

5. Kalimat Hipnotis
Kalimat-kalimat hipnotis harus diucapkan dengan lancar, tanpa kata-kata seperti “eee…”, “mmm..”, “eh…”, dan sebagainya. Kalimat hipnotis biasanya adalah kalimat perintah bernada sugestif, singkat, padat, dan diucapkan berulang-ulang.

Contoh kalimat hipnotis :
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah……
Membuat diri anda merasa nyaman…..
Duduklah di kursi dengan kedua tangan di atas paha….
Setelah anda merasa nyaman…….
Fokuskan pandangan mata anda ke satu titik…..
betul……
Arahkan pandangan mata anda ke titik ini…….
Mata anda akan semakin berat……
Semakin berat…..
Dan anda akan tertidur……

(……..) menandakan anda harus memberikan jeda sebelum menuju ke kalimat selanjutnya.

Anda sekarang berada di tepi pantai yang indah…
Sangat indah….
Dan akan menjadi lebih indah……
Anda akan melihat ombak dan buih….
Angin sepoi-sepoi…
Pohon kelapa yang teduh…..
Rasakan semuanya…..
Rasakan dengan seluruh panca indra anda…..
Masuklah ke dalam air…..
Rasakan dinginnya….
Gunakan kedua tangan anda untuk berenang melewati lautan….
dsb….dsb….

Untuk menyadarkan kembali sang sukarelawan, anda bisa menggunakan kalimat berikut :

Anda akan melihat sebuah perahu….
Yang siap membawa anda meninggalkan pantai ini…
Tapi anda akan tahu….
Segala memori indah tentang pantai ini akan tetap ada dalam pikiran anda….
Ketenangannya….
Keteduhannya…
Jadi….
Naiklah ke perahu tersebut…….
Dan anda akan menemukan suatu pesan tertulis di perahu itu…
Mulailah berhitung dari 1 sampai 10…..
Dan tiap hitungan aakan membawa anda meninggalkan alam bawah sadar…
Dan kembali ke alam sadar….
dst…dst…

Yang perlu diingat, tempo, ritme, nada, dan volume saat mengucapkan kalimat hipnotis harus konsisten.

Hipnotis adalah cabang ilmu magis yang sangat sulit dikuasai. Untuk menguasainya diperlukan waktu yang tidak sebentar. Jadi, bila anda mempraktekkan hal-hal yang tertulis di sini namun masih gagal dalam melakukan hipnotis, hal itu sangatlah wajar. Teruslah berlatih dan berlatih, maka anda akan menjadi ahli hipnotis yang ulung.
SUMBER ARTIKEL :sunnynugraha.blogspot.com/2009/07/teknik-teknik-dasar-cara-melakukan.html

>Hipnotis

>

Fenomena Unik “Hipnotis” jalanan

Dalam sebuah tayangan televisi swasta, tampil sosok Bang Udin, mantan pelajar sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang karena tidak tahan godaan hidup akhirnya terperosok dalam dunia kriminal.

Dalam menjalankan aksinya, Bang Udin mengaku menggunakan doa atau bacaan-bacaan tertentu. Akibatnya, calon korban kehilangan kesadaran dan menurut saat diminta menyerahkan sejumlah uang atau perhiasan. Dan setelah kejadiannya berlangsung, korban baru tersadar.

Ketika petunjuk Tuhan mulai menerangi hatinya, dihadapan para santri sebuah pesantren, Bang Udin berpesan agar para santri tidak menyalahgunakan doa atau amalan-amalan (wirid) yang diberikan para guru.

Fenomena unik membuat lawan bicara kehilangan kesadaran, oleh kalangan awam diistilahkan sebagai hipnotis, gendam, cablek, dan hingga kini masih menjadi tanda tanya, benarkah aktivitas itu murni magis atau kelihaian berkomunikasi semata.

rlepas dari unsur magis, modus penipuan atau “hipnotis jalanan” itu lebih didominasi teknik komunikasi dan kepandaian dalam memilih calon korban. Modusnya pun monoton, “yang itu-itu saja”. Misalnya, mengaku turis kehabisan dollar lalu menawarkan jam tangan mewah, mengaku donatur sedang mencari pantai asuhan, orang pintar yang dapat melipatgandakan uang, pembagi harta karun, dsb.

Dalam aksinya, mereka sering dibantu para asisten. Dan para pelaku “hipnotis jalanan” itu pada umumnya tidak mengenal hipnotis modern (ilmiah), namun tanpa mereka sadari, cara kerja mereka hampir menyerupai prinsip hipnotis modern. Yaitu, dimulai dari menciptakan pra induksi, induksi, tranche level test, isolasi, sugesti dan post hypnos.

Namun pada sisi lain, muncul fenomena unik yang benar-benar sulit diterima akal sehat. Namun kerja dari “hipnotis jalanan” itu lebih dekat dengan konsep Occultisme dan Magnetisme dimana rumus ilmiahnya belum ketemu, namun fenomenanya sulit ditolak, karena buktinya memang benar-benar ada.

Energi Metafisis

Penelitian tentang fenomena “hipnotis jalanan” itu pernah dilakukan pada tahun 80-an. Ternyata, apa yang dikenal sebagai “hipnotis” itu, dari sisi ilmu metafisika adalah pengembangan atau penyalahgunaan dari ilmu peluluh, yang aslinya semestinya baik dan untuk kebaikan.

Mistik, apapun alirannya percaya dibalik fisik manusia tersimpan energi. Otak manusia terdiri dari bermilyar sel syaraf yang dapat menghasilkan arus listrik lemah memancarkan gelombang elektromagnetik halus. Otak yang terlatih memiliki kekuatan gelombang yang mampu mempengaruhi sekitarnya.

Menurut para ahli metafisaka, sebuah ritual mampu menimbulkan kekuatan otak (mind power) sehingga dapat memancarkan energi. Proses ini pada umumnya dilakukan dengan menanamkan “hipnotis diri” (autosugesti) dimana dalam kondisi gelombang otak alpha – theta melalui bacaan-bacaan tertentu (wirid, mantra, doa) hingga timbul sugesti yang kuat. Ritual membangkitkan daya magnetis yang memiliki karakteristik menolak dan menarik. Inilah yang kemudian disebut sebagai kekuatan metafisika.

Fenomena magis melalui “kekuatan mata” juga disinggung dalam tafsir Alquran Surat Alqalam : 51 “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Alquran….”

Peristiwa ini dapat disimak pada tafsir Jalalain oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As – Suyuthi, : Dengan pandangan yang kuat, hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari tempatmu, tetapi Allah menolong. Yang dimaksud “memandang” adalah pandangan tajam penuh kebencian.

Ilmu “ketajaman mata” pada zaman Nabi Muhammad SAW banyak dikuasai Bani Asad. Dengan puasa 3 hari, mereka dapat membuat hewan dan manusia tertidur, kaku bahkan mati. Kekuatan ini oleh orang awam dianggap hipnotis.

Pemisahan antara hipnotis dan magnetis sebenarnya sudah dilakukan sejak abad ke – 18. Dan itu berarti hipnotis modern harus dibedakan dengan hal-hal yang berbau magis. Apalagi dari cara kerjanyapun berbeda. Hipnotis modern hanya bereaksi jika ada kemauan dari pihak subjek (biasanya untuk kepentingan terapi), sedangkan magis diprogram untuk mempengaruhi orang yang melawan sekalipun.

Ilmu Bebas Nilai

Perlu diketahui, tidak selamanya kekuatan magis itu negatif. Dilihat dari sisi positifnya, daya peluluh itu menjadi positif karena memiliki kemampuan melunakkan dan menyadarkan orang lain, misalnya :

* Agar nasihat lebih mudah diterima pada orang yang hatinya keras.
* Sebagai proteksi/perisai dari niat jahat.
* Melunakkan hati orang yang ingin mempersulit urusan (menagih) dll.
* Menenangkan pikiran, menimbullan efek kantuk, termasuk balita yang rewel, dll.
* Membangkitkan rasa percaya diri pada orang yang terganggu psikis maupun fisiknya.

Sedangkan pemanfaatan energi metafisis untuk tindak kejahatan, adalah bentuk dari penyalahgunaan ilmu. Sebagaimana pisau yang dapat digunakan untuk menolong atau menodong, tergantung siapa yang memegangnya.

AUTO SUGESTI

Posisi mantra atau bacaan tertentu dalam upaya membangkitkan magnetik tubuh adalah “alat bantu”. Mantra bukan satu-satunya sumber kekuatan. Dalam bahasa yang lebih sederhana “katamu, doamu”. Artinya, ucapan lisan yang terprogram –disertai konsentrasi- menimbulkan kekuatan magnetis.

Jika hipnotis modern tertumpu pada verbal sugesti, energi metafisis dalam mempengaruhi orang lain/subyek, lebih tertumpu pada energi yang memancar dari badan lembut pemiliknya.

Masruri termasuk orang yang sering berbicara didepan seminar, membahas tentang gendam, cablek yang biasa dimanfaatkan penjahat. Dan informasi tentang “hipnotis magis” itu sempat mengusik banyak kalangan.

Kepada mereka yang menolak keberadaan hal yang irrasional itu, Masruri memberikan contoh proses sapih, (agar balita tidak menyusu Ibunya) ternyata cukup diberi makanan yang sudah digetarkan energi pemisah oleh “orang pintar”. Dan anak itu tiba-tiba mogok menyusu bahkan takut saat melihat puting susu ibunya.

Padahal proses itu tidak dilakukan dengan memberikan induksi (bujukan) sebagaimana hipnotis modern. Artinya, jika hanya dengan “tiupan” saja dapat mempengaruhi prilaku seseorang berubah secara tiba-tiba, ini menunjukkan bahwa ENERGI ITU BENAR-BENAR ADA.

Untuk mempelajari ilmu peluluh tidaklah rumit. Kuncinya asal yakin, tekun disertai memperluas wawasan. Karakter dari ilmu peluluh itu beragam. Ada yang sekedar menenangkan, menyadarkan, menimbulkan rasa kantuk, mengapus ingatan sesaat, menghilangkan gejolak, memutus jalinan sementara (dalam kasus sapih) melemahkan mental dan fisik dalam kasus bela diri, dll.

Metode penggalian energi pun beragam. Ada versi tradisional, ada juga yang religius dengan menyebut asma Tuhan (asma al-husna) agar manusia dapat “menyerap” sifat-sifat-Nya. Tuhan kita Maha Lembut (Al Lathiif), Maha Perkasa (Al Jabbar) dan maha segala-galanya. Maka, bermohonlah energi kelembutan, dan keperkasaan itu dengan menyebut asma – Nya.

Mempelajari ilmu peluluh (gendam) tidak perlu khawatir adanya dampak buruk, karena selama ini fungsinya positif. Belajar ilmu apapun jenisnya menjadi negatif jika ilmu itu diajarkan oleh guru yang memprovokasi muridnya untuk melakukan tindak kejahatan.

Provokasi negatif itu jauh lebih membahayakan dibandingkan ilmu yang dipelajari, apapun jenis ilmunya. Karenanya, ilmu peluluh menjadi bermasalah jika diajarkan pada orang miskin yang tidak tahan uji dan atau orang kaya yang tidak pernah merasa puas.

SUMBER ARTIKEL : infometafisika.com/hipnotis_metafisika.html

>Radang Usus Besar? Coba Deh…Konsumsi Minyak Zaitun

>

LOS ANGELES–Peningkatan konsumsi minyak zaitun diduga mengurangi risiko penderitaan akibat radang usus besar, demikian temuan satu studi baru. Temuan baru itu disajikan Sabtu dalam konferensi Digestive Disease Week di New Orleans, Amerika Serikat.

Beberapa peneliti dari School of Medicine, University of East Anglia, di Inggris, mengikuti perkembangan lebih dari 25.000 orang, yang berusia 40-65 tahun, antara 1993 dan 1997. Tak seorang peserta pun menderita radang usus besar pada awal studi tersebut. Hingga 2002, 22 peserta terserang penyakit radang itu.

Para peneliti tersebut membandingkan makanan semua orang itu dengan mereka yang tak terserang penyakit tersebut dan mendapati bahwa orang dengan konsumsi paling banyak “oleic acid” menghadapi kemungkinan 90 persen lebih kecil untuk terserang penyakit radang usus besar. “Oleic acid` adalah asam lemak omega-9 tak-jenuh-tunggal yang terdapat pada bermacam sumber hewani dan dan nabati.

Para peneliti itu mengambil kesimpulan bahwa orang yang makanan mereka kaya akan “oleic acid” memiliki kemungkinan jauh lebih kecil untuk terserang radang usus besar. “`Oleic acid` tampaknya membantu mencegah perkembangan radang usus besar dengan memblok bahan kimia di usus besar yang menambah parah radang yang terdapat pada penyakit tersebut,” kata pemimpin studi itu Dr. Andrew Hart di University of East Anglia.

“Kami memperkirakan bahwa sekitar separuh kasus radang usus besar dapat dicegah jika `oleic acid` dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak. Dua-sampai-tiga sendok makan minyak zaitun per hari akan memiliki dampak melindungi,” katanya. Radang usus besar adalah penyakit radang isi perut yang mengakitkan bisul di saluran dubur dan usus besar, sehingga mengakibatkan nyeri di dalam perut, diare dan hilangnya berat badan.

Red: Krisman Purwoko
SUMBER ARTIKEL :

>Banyak yang Belum Tahu, Minum Kopi Bisa Mencegah Diabetes

>

JAKARTA (voa-islam.com) – Sebuah tim ilmuwan melaporkan adanya bukti baru bahwa minum kopi dapat membantu mencegah diabetes, yang diperkirakan sebagian besar karena kandungan kafein dalam kopi. Ini merupakan temuan pertama yang secara jelas mengaitkan antara kafein dan diabetes, yang diperlihatkan pada percobaan terhadap binatang. Temuan ini dimuat di Journal of Agricultural and Food Chemistry, terbitan Masyarakat Kimia Amerika (ACS), Kamis (10/6/2010).

Para peneliti, Fumihiko Horio dan rekannya, mencatat bahwa penelitian terakhir telah menunjukkan bahwa minum kopi secara teratur dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2. Penyakit ini mempengaruhi jutaan orang di Amerika Serikat dan meningkat di seluruh dunia. Namun, hanya sedikit bukti yang berasal dari studi yang dilakukan terhadap hewan di laboratorium, yang digunakan untuk melakukan penelitian yang tidak dapat dilakukan pada manusia.

Para ilmuwan memberi makan kopi kepada sekelompok tikus di laboratorium yang biasa digunakan untuk mempelajari diabetes. Konsumsi kopi mencegah pengembangan gula darah tinggi dan juga meningkatkan sensitivitas insulin pada tikus, sehingga mengurangi risiko diabetes.

Konsumsi kopi mencegah pengembangan gula darah tinggi dan juga meningkatkan sensitivitas insulin…

Kopi juga memberikan manfaat lain yang menguntungkan berupa perubahan pada lemak hati dan radang adipocytokines yang berkaitan dengan penurunan risiko diabetes. Studi ini juga menunjukkan bahwa kafein mungkin “salah satu senyawa anti-diabetes yang paling efektif dalam kopi,” kata para ilmuwan tersebut.

Rugi tenan orang yang tidak suka minum kopi. [taz/sciencedaily, tempo]
SUMBER ARTIKEL : http://www.voa-islam.com

>Efek Psikologis Facebook bagi Kesehatan Mental

>

Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.

Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari komputernya.

Si pengguna akhirnya tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian
menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Pertemuan secara face-to-face memiliki pengaruh pada tubuh yang tidak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oxytocin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respons terhadap stres, beraksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.
Menurutnya, media elektronik juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. “Salah satu perubahan yang paling sering dilontarkan dalam kebiasaan sehari-hari penduduk Inggris adalah pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari.

Kurang dari dua dekade, jumlah orang yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting menjadi berlipat.”
Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, Anda dapat mengalami cidera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.

Jika pada malam hari Anda masih sibuk mengomentari status teman Anda, Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

Tidak heran jika Dr Sigman mengkhawatirkan arah dari masalah ini. “Situs jejaring sosial seharusnya dapat menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah,” tegasnya.

Namun, bila aktivitas Facebook Anda masih sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out, tampaknya Anda tak perlu khawatir bakal terkena risiko kanker, stroke, bahkan menderita pikun.
SUMBER ARTIKEL : (episentrum.com)