>FIKIRANMU DOAMU

>

Dari banyak literatur buku barat yg membahas tentang kekayaan, ternyata seluruhnya mengerucut pada keyakinan bahwa RAHASIA KEKAYAAN adalah menguasai pikiran. Yang membedakan orang kaya dan miskin adalah mindsetnya, sebuah cara dia memandang kehidupnya.

Penelitian membuktikan dahsyatnya kekuatan pikiran. Kita berfikir 60.000 pikiran setiap hari, suka atau tidak, mau tdk mau, di kontrol atau tidak, ia tetap berfikir. Baik yg positif maupun yg negatif.

Uniknya setiap pikiran kita adalah DOA. KENAPA? karena ketika kita berfokus pada sesuatu, maka dia sedang menciptakan realitas yang akan mewujud dalam dunia nyata.

Nah, pertanyaannya mana yg lebih dominan kita pikirkan setiap hari, hal-hal yg positif kah, atau hal-hal yg negatif? karena hal itu akan menjadi realitas dan menjadi kenyataan. INGAT PIKIRAN KITA ADALAH DOA.

Apabila kita menyangka bahwa anda miskin, maka miskinlah kita. Ketika kita menyangka diri kita gagal maka gagal lah kita. Ketika kita menyangka kita tidak bisa maka kita akan menjadi pecundang.

REALITA HIDUP adalah proyeksi dari akal pikiran kita. Pikiran-pikiran kita terus mengeluarkan prasangkanya hingga menjadi realitas yg di sebut “NASIB”

Jika anda selama ini mendapati hidup anda susah, banyak rintangan, sering gagal, berbisnis sering bangkrut, di tipu orang, itu semua terjadi karena anda yang memintanya lewat Fikiran anda.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu sendiri yg merubah apa yg ada pada dirinya” (QS. 13:11)

Saudara… Be a Positive THINKING and you will change your life

Salam Ikhlas,
source : http://www.tdwclub.com

Iklan

>ILMU GENDAM Raja Jalanan

>Urusan perut kadang membuat orang lupa agama. Demi makan, kadang orang tega melakukan apa saja, halal haram, demi sepiring nasi jika pekerjaan halal dan baik tidak kunjung ia peroleh. Perilaku jahat pun dilakukan dengan cara kasar maupun halus. Gendam adalah salah satu di antaranya.

Situasi ibukota yang keras memang begitulah adanya. Dari layar televisi kita bisa menyaksikan tindak kejahatan dilakukan setiap hari. Kejahatan ini ada yang dilakukan dengan kekerasan dan ada juga yang dilaksanakan dengan cara yang halus. Salah satunya adalah dengan Ilmu Gendam. Ketimbang menteror calon korban dengan todongan pistol atau pisau tajam, pelaku kejahatan dengan ilmu gendam cukup memantrai calon korbannya dengan gendam yang ia kuasai. Calon korban yang terkena gendam, serta merta akan seperti orang linglung dan menuruti segala perintah si peng-gendam. Dengan begitu, akan mudah bagi penjahat ini untuk menguras harta benda si korban.

Terminologi ilmu gendam diawali dari kisah Dewi Kunthi dalam cerita pewayangan. Disebutkan bahwa oleh gurunya Dewi Kunthi diberi ajian gendam. Jika manteranya dirapal, siapapun yang dikehendaki bahkan dewa sekali pun dapat dipanggil ke hadapan si pemilik gendam. Dengan berbekal ajian ini, Dewi Kunthi akhirnya dapat memanggil dewa-dewa yang kemudian memberikan ia putera kelak setelah dewasa anak-anak ini lah yang disebut Pandawa Lima. Sebelumnya ketika masih perawan, ia juga pernah secara tidak sengaja merapal mantera gendam, dan datanglah Bathara Surya. Dengan dewa matahari ini Dewi Kunthi memperoleh putera bernama Karna.

Tetapi ilmu gendam bukan hanya ada dalam cerita pewayangan saja. Ilmu ini ada dan bisa dipelajari. Pada dasarnya, ilmu gendam adalah ilmu olah kebatinan yang digunakan untuk memanipulasi kehendak orang lain.

Berbeda dengan hipnotis yang mengandalkan kekuatan konsentrasi, gendam mendaya gunakan kekuatan batin spiritual seseorang. Rapalan mantera sebenarnya hanya untuk memperkuat niat.

Kekuatan sebenarnya ada pada olah kebatinannya disertai keyakinan yang kuat sehingga tercipta energi dahsyat yang dapat memanipulasi kehendak orang yang menjadi sasaran. Dalam kasus kejahatan, gendam digunakan untuk memanipulasi kehendak korban sehingga ia tidak melawan dan menuruti kemauan penggendam.

Ilmu gendam bukanlah ilmu hitam. Ia akan menjadi ilmu kejahatan jika digunakan untuk tindakan yang dilarang agama. Pada pengobatan alternatif, gendam bisa digunakan pada situasi dimana pasien mustahil untuk diobati dalam keadaan sadar, misalnya pasien depresi berat yang selalu mengamuk.

Setelah digendam, syaraf kesadarannya menjadi lemah. Dalam kondisi tersebut pasien seperti ini mulai dapat diterapi. Selain itu dalam kehidupan sehari-hari kemampuan ini dapat digunakan dalam banyak hal.

Jika anda menghadapi orang marah yang beremosi tinggi, gendam dapat digunakan untuk melemahkan amarahnya. Setelah emosinya turun, tentu akan lebih mudah bagi kita untuk mengajaknya bicara. Masih banyak lagi manfaat ilmu gendam jika digunakan untuk kebaikan.

sumber : astaga.com

HIPNOTIS JALANAN:
Fenomena Unik “Hipnotis” jalanan

Dalam sebuah tayangan televisi swasta, tampil sosok Bang Udin, mantan pelajar sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang karena tidak tahan godaan hidup akhirnya terperosok dalam dunia kriminal.

Dalam menjalankan aksinya, Bang Udin mengaku menggunakan doa atau bacaan-bacaan tertentu. Akibatnya, calon korban kehilangan kesadaran dan menurut saat diminta menyerahkan sejumlah uang atau perhiasan. Dan setelah kejadiannya berlangsung, korban baru tersadar.
Ketika petunjuk Tuhan mulai menerangi hatinya, dihadapan para santri sebuah pesantren, Bang Udin berpesan agar para santri tidak menyalahgunakan doa atau amalan-amalan (wirid) yang diberikan para guru.

Fenomena unik membuat lawan bicara kehilangan kesadaran, oleh kalangan awam diistilahkan sebagai hipnotis, gendam, cablek, dan hingga kini masih menjadi tanda tanya, benarkah aktivitas itu murni magis atau kelihaian berkomunikasi semata.

Terlepas dari unsur magis, modus penipuan atau “hipnotis jalanan” itu lebih didominasi teknik komunikasi dan kepandaian dalam memilih calon korban. Modusnya pun monoton, “yang itu-itu saja”. Misalnya, mengaku turis kehabisan dollar lalu menawarkan jam tangan mewah, mengaku donatur sedang mencari pantai asuhan, orang pintar yang dapat melipatgandakan uang, pembagi harta karun, dsb.

Dalam aksinya, mereka sering dibantu para asisten. Dan para pelaku “hipnotis jalanan” itu pada umumnya tidak mengenal hipnotis modern (ilmiah), namun tanpa mereka sadari, cara kerja mereka hampir menyerupai prinsip hipnotis modern. Yaitu, dimulai dari menciptakan pra induksi, induksi, tranche level test, isolasi, sugesti dan post hypnos.

Namun pada sisi lain, muncul fenomena unik yang benar-benar sulit diterima akal sehat. Namun kerja dari “hipnotis jalanan” itu lebih dekat dengan konsep Occultisme dan Magnetisme dimana rumus ilmiahnya belum ketemu, namun fenomenanya sulit ditolak, karena buktinya memang benar-benar ada.

Energi Metafisis
Penelitian tentang fenomena “hipnotis jalanan” itu pernah dilakukan pada tahun 80-an. Ternyata, apa yang dikenal sebagai “hipnotis” itu, dari sisi ilmu metafisika adalah pengembangan atau penyalahgunaan dari ilmu peluluh, yang aslinya semestinya baik dan untuk kebaikan.
Mistik, apapun alirannya percaya dibalik fisik manusia tersimpan energi. Otak manusia terdiri dari bermilyar sel syaraf yang dapat menghasilkan arus listrik lemah memancarkan gelombang elektromagnetik halus. Otak yang terlatih memiliki kekuatan gelombang yang mampu mempengaruhi sekitarnya.

Menurut para ahli metafisaka, sebuah ritual mampu menimbulkan kekuatan otak (mind power) sehingga dapat memancarkan energi. Proses ini pada umumnya dilakukan dengan menanamkan “hipnotis diri” (autosugesti) dimana dalam kondisi gelombang otak alpha – theta melalui bacaan-bacaan tertentu (wirid, mantra, doa) hingga timbul sugesti yang kuat. Ritual membangkitkan daya magnetis yang memiliki karakteristik menolak dan menarik. Inilah yang kemudian disebut sebagai kekuatan metafisika.

Fenomena magis melalui “kekuatan mata” juga disinggung dalam tafsir Alquran Surat Alqalam : 51 “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Alquran….”
Peristiwa ini dapat disimak pada tafsir Jalalain oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As – Suyuthi, : Dengan pandangan yang kuat, hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari tempatmu, tetapi Allah menolong. Yang dimaksud “memandang” adalah pandangan tajam penuh kebencian.
Ilmu “ketajaman mata” pada zaman Nabi Muhammad SAW banyak dikuasai Bani Asad. Dengan puasa 3 hari, mereka dapat membuat hewan dan manusia tertidur, kaku bahkan mati. Kekuatan ini oleh orang awam dianggap hipnotis.

Pemisahan antara hipnotis dan magnetis sebenarnya sudah dilakukan sejak abad ke – 18. Dan itu berarti hipnotis modern harus dibedakan dengan hal-hal yang berbau magis. Apalagi dari cara kerjanyapun berbeda. Hipnotis modern hanya bereaksi jika ada kemauan dari pihak subjek (biasanya untuk kepentingan terapi), sedangkan magis diprogram untuk mempengaruhi orang yang melawan sekalipun.

Ilmu Bebas Nilai
Perlu diketahui, tidak selamanya kekuatan magis itu negatif. Dilihat dari sisi positifnya, daya peluluh itu menjadi positif karena memiliki kemampuan melunakkan dan menyadarkan orang lain, misalnya :
* Agar nasihat lebih mudah diterima pada orang yang hatinya keras.
* Sebagai proteksi/perisai dari niat jahat.
* Melunakkan hati orang yang ingin mempersulit urusan (menagih) dll.
* Menenangkan pikiran, menimbullan efek kantuk, termasuk balita yang rewel, dll.
* Membangkitkan rasa percaya diri pada orang yang terganggu psikis maupun fisiknya.
Sedangkan pemanfaatan energi metafisis untuk tindak kejahatan, adalah bentuk dari penyalahgunaan ilmu. Sebagaimana pisau yang dapat digunakan untuk menolong atau menodong, tergantung siapa yang memegangnya.

AUTO SUGESTI
Posisi mantra atau bacaan tertentu dalam upaya membangkitkan magnetik tubuh adalah “alat bantu”. Mantra bukan satu-satunya sumber kekuatan. Dalam bahasa yang lebih sederhana “katamu, doamu”. Artinya, ucapan lisan yang terprogram –disertai konsentrasi- menimbulkan kekuatan magnetis.
Jika hipnotis modern tertumpu pada verbal sugesti, energi metafisis dalam mempengaruhi orang lain/subyek, lebih tertumpu pada energi yang memancar dari badan lembut pemiliknya.
Masruri termasuk orang yang sering berbicara didepan seminar, membahas tentang gendam, cablek yang biasa dimanfaatkan penjahat. Dan informasi tentang “hipnotis magis” itu sempat mengusik banyak kalangan.

Kepada mereka yang menolak keberadaan hal yang irrasional itu, Masruri memberikan contoh proses sapih, (agar balita tidak menyusu Ibunya) ternyata cukup diberi makanan yang sudah digetarkan energi pemisah oleh “orang pintar”. Dan anak itu tiba-tiba mogok menyusu bahkan takut saat melihat puting susu ibunya.

Padahal proses itu tidak dilakukan dengan memberikan induksi (bujukan) sebagaimana hipnotis modern. Artinya, jika hanya dengan “tiupan” saja dapat mempengaruhi prilaku seseorang berubah secara tiba-tiba, ini menunjukkan bahwa ENERGI ITU BENAR-BENAR ADA.
Untuk mempelajari ilmu peluluh tidaklah rumit. Kuncinya asal yakin, tekun disertai memperluas wawasan. Karakter dari ilmu peluluh itu beragam. Ada yang sekedar menenangkan, menyadarkan, menimbulkan rasa kantuk, mengapus ingatan sesaat, menghilangkan gejolak, memutus jalinan sementara (dalam kasus sapih) melemahkan mental dan fisik dalam kasus bela diri, dll.
Metode penggalian energi pun beragam. Ada versi tradisional, ada juga yang religius dengan menyebut asma Tuhan (asma al-husna) agar manusia dapat “menyerap” sifat-sifat-Nya. Tuhan kita Maha Lembut (Al Lathiif), Maha Perkasa (Al Jabbar) dan maha segala-galanya. Maka, bermohonlah energi kelembutan, dan keperkasaan itu dengan menyebut asma – Nya.

Mempelajari ilmu peluluh (gendam) tidak perlu khawatir adanya dampak buruk, karena selama ini fungsinya positif. Belajar ilmu apapun jenisnya menjadi negatif jika ilmu itu diajarkan oleh guru yang memprovokasi muridnya untuk melakukan tindak kejahatan.

Provokasi negatif itu jauh lebih membahayakan dibandingkan ilmu yang dipelajari, apapun jenis ilmunya. Karenanya, ilmu peluluh menjadi bermasalah jika diajarkan pada orang miskin yang tidak tahan uji dan atau orang kaya yang tidak pernah merasa puas.
by. Masruri – Pati

ILMU GENDAM JAGAD PRANA by INDO GHAIB:
GENDAM HIPNOTIS MENGENDALIKAN PIKIRAN ORANG SUPAYA MENGIKUTI APA KEHENDAK KITA

Dalam khasanah keilmuan ghaib golongan jenis hipnotis sudah dikenal bahkan dikuasai oleh para leluhur kita, zaman dulu ilmu inisebagai piandel untuk menaklukan orang ataupun binatang. jenis ilmu penakluk seperti aji tanpo maunah,panglerepan,panyirepan,pengasihan,dsb. Namun dalam perkembangannya ajian khusus dalam mempengaruhi orang disebut gendam,seperti pengasihan adanya gendam asmardono,panglerepan adanya gendam hastogino,panyirepan adanya gendam megonondo,penakluk adanya gendam aji gineng,dsb.Dengan berkembangnya ilmu katagori gendam akhirnya mendapat julukan sendiri yakni karena karakteristiknya keras dan mampu mempengaruhi orang baik jarak dekat ataupun jarak jauh.

Sebenarnya gendam dan hipnotis itu berbeda,namun pemahamannya hampir sama.Gendam memiliki kekuatan yang lebih ampuh dikarenakan adanya peranan khodam/jin yang membantu kinerja pemiliknya tanpa mengenal ampun mengenai target/sasaran yang dituju.Sedang Hipnotis berperan membangkitkan sugesti agar timbul daya percaya diri bagaimana kita menyugesti orang yang diajak interaksi.

Kalaupun keilmuan dikupas tidak ada habisnya,berbagai teori dan keterangan bahkan tiap orang punya pandangan dan pemikiran yang berbeda.Dalam posting Gendam Hipnotis ini bukannya mengajari untuk kejahatan mempengaruhi orang aggar menuruti apa kemauan kita,namun bisa sebagai wawasan dan pengetahuan sekaligus pembelajaran bagaimana baik atau buruknya suatu keilmuan semua itu tergantung pada pemilik keilmuan itu sendiri.

Banyak aliran ilmu Gendam namun pada kesempatan ini INDO GHAIB akan mengijazahkan keilmuan Gendam Jagad Prana,ilmu ini banyak orang menyebut CABLEK!bahkan ada pula menyebutnya Hipnotis Jalanan!Apapun istilahnya terserah kita mau menamakan apa.Biar lebih mudah kita namakan aja Gendam Hipnotis.

Keilmuan ini dahulu saya dapatkan sewaktu belajar dengan maha guru spiritual Eyang Tjakra Djajaningrat pada tahun 1998,saya adalah murid beliau yang menyalahgunakan kemampuan saya untuk berbuat yang tidak baik.Bukan bermaksud saya juga mengajari saudara untuk berbuat yang tidak baik!Keilmuan ini akan saya beberkan maaf untuk Kuncinya saya tidak punya Hak untuk memberikan karena Guru masih sugeng,bagi pembaca silahkan hubungi Ustd.Wahid atau Ustd.Ali untuk kata kuncinya bila beliau berdua berkenan,saya cuma menyumbang artikel untuk berbagi pengalaman agar saudara dapat mengetahui keilmuan dan tangkalnya.

Gendam Jagad Prana berkhasiat untuk penakluk orang ataupun binatang selkalipun,mampu melerepkan mempengaruhi orang agar tunduk dan nurut mengikuti apa kemauan kita,bahkan berguna untuk memikat menundukan pacar/pasangan kita yang angkuh agar takluk,bisa mengaburkan pandangan orang agar keberadaan kita tidak diketahui(ada yang menyebutnya dengan istilah panglimunan),bahkan berfaedah untuk pawang binatang(ular/burung/binatang liar lainnya)Keilmuan ini juga berfungsi untuk bedah alas,tundukkan khodam/jin/perewangan,mengusir roh jahat,dsb.

Tatacara menguasainya,berpuasa terserah anda mau puasa apa!kalau saya dulu menjalani dengan puasa mutih selama 7 hari dan pati geni sehari semalam.Inti puasa adalah mengumpulkan power dan meningkatkan sugesti agar doa permohonan kita dikabulkan oleh Allah SWT,dengan itu dalam perafalan mantra tentu akan lebih mantap dan apa yang kita niatkan lebih terarah tujuannya dalam memfungsikan untuk digunakan apa yang diinginkan.

Mantra Gendam Jagad Prana:
“Bismillah ya rabbi,awang awang uwung uwung gedhene sepayung agung,jagad bumi tak kerso dadyo suwung,jim setan sato kewan podo kedhep podo lerep,ojo meneh bakale manungso sodo lilih sido luluh,ya iki gendam jagad prono,kang tak sedyo cipto nyoto,kang tak kerso dadi ono,,,,kunci ada pada indo ghaib,,,kun fayakun,,,,maaf…gurukan pada pengijazah kalo beliau berkenan lho!,,,,ya iki datolah,ya iki sabdane allah.”

Dengan mantra ini jika anda tebus dengan lelaku insyaallah keilmuan ini bermanfaat untuk berbagai tujuan,apapun ilmu kalakoke kanti laku agar bertuah dan daya magisnya bangkit. Setelah anda kuasai ilmu ini untuk mengetesnya coba bacakan mantra dan arahkan keseseorang yang anda cintai/segani baik itu untuk pacar ataupun boss/pimpinan dimana kerja kita. Ingat jika anda sukses jangan sekali kali anda salah gunakan!!!jika anda menyalahgunakan insyaallah anda akan termakan keilmuan anda sendiri.Karena di posting ini juga saya beberkan mantra penawarnya sebagai tangkal Gendam Hipnotis. Jika anda menyalah gunakan ilmu ini bila ada pembaca yang budiman merafal mantra penangkalnya maka manfaat ilmu gendam akan ternetralisir bahkan bisa-bisa menjadi senjata makan tuan mengenai siapa saja yang mendayagunakan keilmuan ini untuk hal yang tidak terpuji. 

Matra Aji Kancing Wali:
“Allahu akbar binuuri robbi,alip kuwalik manjing ono jagad royo,hu hurip onone caroko,ya iki ingsun sejati,hono tan hono,kulhu balik baliko ono sasal muasaliro,kun fayakun adam kekancing,kowo kekunci,layar pepet gelap saketi”.  

Semoga bermanfaat bagi anda sekalian,mantra ini terdapat dalam kitab primbon Adji Wali Sekti yang pernah saya pelajari di Shakti Bhakti.Keilmuan diatas wal silsilah dari saya Wong Ghaib ijazahkan dari Eyang Guru Raden Tjakra Djajaningrat (Ajengan Tjakra).
Bagi saudara yang yang ngopy paste ilmu saya silahkan saja,untuk kuncinya saya tidak punya wewenang dan tidak berani melanggar tata aturan perguruan silahkan hubungi Indo Ghaib.Bila beliau pengijazah keilmuan berkenan itu rezeki anda,jika tidak ya bukan rezeki anda.wasalam.

Original enclosure : (www.yayasanshaktibhakti.blogspot.com)

source : berbagai sumber

>RAHASIA ILMU HIPNOTIS (lengkap)

>Prinsip kerja Hipnotis adalah membawa klien (subjek) dari gelombang otak sadar (Beta) menuju kondisi rileks, mendekati tidur (Alpha-Theta). Dalam kondisi ini, otak lebih mudah menerima sugesti atau perintah.

Organ tubuh manusia dikendalikan keseimbangan sistem hormonal. Jika oleh suatu sebab keseimbangan itu terganggu, maka organ tubuh pun ikut terganggu fungsinya. Dan penyakit yang berkembang pada manusia modern adalah penyakit psikosomatik akibat faktor kejiwaan (stres, kecemasan, depresi).

Faktor kejiwaan (psikis) menyebabkan imunitas atau kekebalan tubuh terhadap penyakit menurun. Tapi pada sisi lain, faktor kejiwaan (psikis) jika diaktifkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas), itu sehingga seseorang tidak mudah sakit atau disaat sakit ia lebih cepat proses sembuhnya.
Terapi hipnotis, murni ilmiah. Tidak melibatkan unsur magis, target terapi adalah memperkuat motivasi klien agar mampu memprogram alam bawah sadarnya hingga klien mampu menyembuhkan dirinya sendiri dengan kekuatan pikirannya.

YANG DAPAT DIATASI DENGAN HIPNOTERAPI

Terapi hipnotis efektif menangani berbagai keluhan diantaranya :

PROBLEM EMOSI :
Stres, Depresi, Cemas, Pemalu. Phobia (Takut terhadap jenis makanan, hewan, jarum suntik). Menghapus Memori/Trauma (kekerasan, perkosaan, bencana).

MENGHENTIKAN KEBIASAAN BURUK :
Narkoba, Alkohol, Merokok. Sikap lamban (Malas), Gagap, Menggigit-gigit kuku, dll.

MENGATASI PROBLEM :
Seks (nafsu menurun, frigid, ejakulasi dini) Makan dan tidur (kurang/berlebihan) Berat badan (dengan merubah pola makan) Insomnia (susah tidur)

MENINGKATKAN :
Prestasi (Belajar, Olah Raga, Bisnis), Konsentrasi, Daya Ingat. Kreatifitas, Motivasi, Imaginasi, Rasa percaya diri, dll.

MENGENDALIKAN :
Rasa nyeri (cabut gigi, sunat, operasi kecil, melahirkan)

KELUHAN FISIK ( Karena Faktor Psikis ) :
Asma, Alergi, Tekanan darah rendah. Tekanan darah tinggi, Kelelahan, dll

Selengkapnya tentang RAHASIA HIPNOTIS:
HYPNOTIS (lengkap)

Suatu hari saya bertemu dengan seorang kawan lama. Seperti biasa, kami saling bercerita tentang apa saja yang kami lakukan, Saat saya mulai bercerita bahwa saya belajar sekaligus mengajar hipnosis, kawan saya langsung kaget, menatap saya curiga dan berkata “Untuk apa belajar hipnotis? Tidakkah cukup sebagai perancang website? Ingat Tuhan Kang, masih banyak cara halal untuk mendapatkan uang….” Saya hanya diam
sambil tersenyum mendengar ceramah panjang dari kawan saya itu. Akhirnya, setelah mendapat penjelasan panjang mengenai hipnosis, ia tertarik juga mempelajari hipnosis. Kejadian tersebut membuat saya sadar bahwa ternyata banyak dari kita yang masih salah dalam memahami hipnosis.

Banyak orang masih salah dalam mempersepsi kata hypnosis dan hipnotis, banyak juga yang salah dalam menggunakan kedua istilah tersebut. Persepsi dan penggunaan yang salah ini muncul tentunya dari pengalaman atau informasi yang didapat dari koran, majalah, acara TV yang menampilkan hypnosis, atau mungkin Anda sendiri pernah mengalami
“kejahatan yang menyerupai hypnosis”.

Kata hypnosis, menurut Kamus Encarta memiliki dua makna:

1.Suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada orang, di mana mereka akan memberikan respons pada pertanyaan yang diajukan dan sangat terbuka dan reseptif terhadap sugesti yang diberikan oleh hipnotis.
2.Teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi hipnosis.

Para pakar hypnosis juga memberikan definisi masing-masing untuk kata hypnosis.

Beberapa definisi itu, antara lain:

1. hypnosis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi,
2. hypnosis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak,
3. hypnosis adalah seni eksplorasi alam bawah sadar,
4. hypnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat,
5. hypnosis adalah suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti.

Kata hipnotis (english: hypnotist) seharusnya diartikan sebagai orang yang melakukan hypnosis atau juru hypnosis. Bukan untuk menyebut aktivitas hypnosis, seperti yang terjadi pada bahasa sehari-hari masyarakat indonesia.

Oke, mulai sekarang, karena Anda sudah faham dengan istilah hypnosis dan hipnotis, maka kita tidak lagi menggunakan kata “hipnotis” untuk menyebut “hypnosis” atau sebalikanya.

Sebenarnya hampir setiap hari kita mengalami kondisi yang menganut konsep dasar hypnosis, yaitu Anda bekerja dengan pikiran bawah sadar bukan dengan pikiran sadar. Namun kondisi tersebut tidak banyak bermanfaat bagi Anda karena kurangnya pengetahuan Anda akan keadaan tersebut.

Anda pasti pernah nonton film, bukan? Saat adegan film sedang seru-serunya Anda pasti merasa tubuh Anda menjadi tegang, napas berubah, dan jantung Anda berdebar lebih kencang. Mengapa? Bukankah Anda tahu bahwa apa yang sedang Anda tonton bukanlah suatu kejadian nyata? Pikiran sadar Anda tahu bahwa film itu bukan sesuatu yang nyata, namun pikiran bawah sadar Anda menerima apa yang Anda lihat dan alami sebagai sesuatu yang nyata.

Saat menonton film, perhatian Anda sangat terpusat pada apa yang sedang berlangsung di layar sehingga Anda memblok suara-suara lain, misalnya suara batuk penonton lainnya, atau suara handphone yang berbunyi. Pada saat itu, Anda sangat sadar dengan keberadaan diri Anda yang sedang menonton film. Semua sensasi atau perasaan yang Anda rasakan saat menonton film, misalnya perasaan sedih, gembira, kecewa, marah, jengkel, atau bahagia merupakan hasil kerja pikiran bawah sadar Anda. Saat itu Anda Sebenarnya berada dalam kondisi hypnosis.

Lalu, apakah Anda dikendalikan oleh film yang Anda tonton? Tentu tidak! Film itu tidak mengendalikan diri Anda tetapi mengarahkan pikiran Anda dengan alur ceritanya. Inilah yang sebenarnya dimaksud dengan keadaan hipnosis atau trance.

Contoh lain kondisi hypnosis dalam keseharian adalah ketika Anda mengemudi motor/mobil ke luar kota melalui jalan yang sepi. Ketika suasana hening karena tidak ada yang diajak berbincang, sering sekali terjadi Anda tidak sadar (tidak ingat) telah melewati puluhan kilo meter, dan tahu-tahu Anda sudah sampai di kota yang Anda tuju. Biasanya kejadian itu disertai dengan tidak direkamnya kejadian-kejadian oleh pikiran sadar yang menyebabkan orang merasa perjalanan keluar kota itu sangat cepat.

Kondisi hypnosis atau trance berbeda dengan tidur biasa. Orang dalam hypnosis tidak mengalami mimpi, bisa mendengar perintah yang dikatakan oleh hypnotist dan menindak-lanjuti perintah itu, sedangkan orang tidur tidak bisa mendengar apapun dan bermimpi. Lebih jelas lihat bab Kondisi Hypnosis

Adakah kejahatan yang menggunakan hypnosis?

Tidak, hypnosis yang dikembanhkan oleh para psikiater, psikolog dan pakar-pakar hypnosis non-akademik tidak ada hubungannya dengan kejahatan yang sering terjadi di masyarakat. Hypnosis tidak bisa digunakan untuk kejahatan. Saya tidak membela hypnosis, tapi memang begitulah Keadaannya. Lalu, apa yang menimpa kawan kita yang uang dan perhiasannya habis diberikan kepada seseorang yang tidak dikenal dalam keadaan tidak sadar? Kejadian semacam itu adalah praktek GENDAM. Apa itu Gendam? akan saya jelaskan di bagian artikel karena sebetulnya tidak masuk dalam bahasan hypnosis.

Kenapa hypnosis tidak bisa digunakan untuk kejahatan?
Karena semua proses hypnosis sebenarnya adalah self-hypnosis (meng-hypnosis diri sendiri). Bila subjek tidak ingin, tidak bersedia, tidak mengizinkan, atau tidak mau bekerja sama untuk di-hypnosis, subjek itu tidak dapat di-hypnosis. Jadi, sangat penting bagi seorang juru hypnosis untuk mendapat persetujuan dan kerja sama dari subjeknya. Peran juru hypnosis hanyalah menghantarkan subjek untuk masuk dalam kondisi trance dengan cara yang disebut induksi.

Anda yang kritis pasti berpikir, “Oh.. di TV seorang juru hypnosis mampu menghypnosis orang dijalanan dengan sangat mudah, bahkan yang tidak percaya sekalipun tetap bisa kena hypnosis” Bukankah mudah pula bila digunakan untuk kejahatan? Yang kita saksikan di TV adalah adegan-adegan yang sudah di-edit untuk kepentingan hiburan. Sebetulnya ada banyak hal (termasuk kegagalan dan proses pre-hypnosis yang panjang) yang tidak ditayangkan di layar TV. Nanti kita akan bahas stage hypnosis lebih lanjut.

Selama ini, orang umumnya hanya mengenal satu jenis hypnosis, yaitu stage hypnosis yang ditampilkan di televisi sebagai acara hiburan. Dengan semakin banyak orang menonton acara TV tersebut, perlahan tapi pasti mulai terbentuk pandangan mengenai apa itu hipnosis. Pandangan itu belum tentu benar sepenuhnya. Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya.

1. Stage Hypnosis
Stage hypnosis adalah hypnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan. Dalam stage hypnosis, hypnotist memilih subjek dan antara penonton yang mudah menerima sugesti (sugesti) dan meng-induksi subjek dengan teknik shock induction. Kemudian hipnotis memberikan “program” yang akan dijalankan setelah subjek bangun atau sadar dari kondisi trance. Program yang dimasukkan biasanya “aneh-aneh” dan tidak masuk akal, misalnya seorang pria mengaku hamil, handphone jadi sepatu, menjadi penyanyi terkenal, dan sebagainya. Semua program itu di jalankan dengan sangat baik dan subjek tidak sadar akan keanehan perilakunya.

Meskipun program yang dimasukkan ke pikiran bawah sadar adalah program yang “tidak masuk akal”, hal itu tidak akan berakibat buruk pada subjek. Program yang tidak masuk akal itu akan terhapus karena kalah kuat dengan program dasar yang ada di alam bawah sadar. Jadi, semakin tidak masuk akal program yang diberikan justru semakin aman.

Pernah dalam satu seminar, ada seorang subjek yang di program bahwa setelah ia bangun atau keluar dari trance, Ia akan kehilangan angka 6. Setelah sadar atau bangun dan trance, subjek diminta menghitung jarinya. Subjek memulai dengan hitungan 1, 2, 3, 4, 5 dan langsung melompat ke 7, 8, 9, 10, 11. Subjek sangat kaget karena jarinya sekarang menjadi 11. Ia lalu diminta menghitung ulang. Hasilnya tetap 11. Program ini tidak dapat bertahan lama. Cepat atau lambat pikiran bawah sadarnya akan menolak. Program dasar yang ada di bawah sadar menyatakan bahwa jari tangan manusia semuanya ada 10, bukan 11.

2. Hypnotherapy
Clinical Hypnosis atau hypnotherapy adalah aplikasi hypnosis dalam usaha menyembuhkan gangguan mental atau fisik. Aplikasi dalam pengobatan penyakit, antara lain depresi, kecemasan, fobia, stres, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi.

Satu hal yang perlu dicermati, walaupun dapat digunakan untuk mengobati banyak penyakit, hypnotherapy tidak dapat menyembuhkan semua masalah yang berhubungan dengan psikologis dan medis. Orang yang sakit usus buntu tetap harus menjalani operasi. Dia tidak mungkin bisa sembuh hanya karena menggunakan hypnosis. Dalam kasus usus buntu,
hypnosis dapat digunakan untuk membuat pasien rileks dan percaya diri untuk menjalani operasi dan memulihkan kondisi psikologis pasca operasi.

3. Anodyne Awareness
Anodyne Awareness adalah aplikasi hypnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan. Banyak dokter, perawat dan tenaga medis lain menggunakan teknik anodyne untuk membantu pasien menjadi rileks dengan sangat cepat dan mengurangi rasa sakit dengan mental anestesi.

Teknik anodyne dikembangkan dengan menerapkannya pada ratusan pasien yang menjalani perawatan medis dan dalam praktik kedokteran gigi. Teknik ini dapat digunakan dengan sangat berhasil pada hampir setiap pasien.

Salah satu contoh kasus adalah seorang pasien kanker paru-paru. Dengan semakin menyebarnya penyakit kanker ke seluruh tubuh, pasien menjadi sangat menderita dan kesakitan dengan bantuan hypnosis, pasien dapat dibuat tidak merasakan rasa sakit yang menjalan di seluruh tubuhnya.

4. Forensic Hypnosis
Dalam penyelidikan kepolisian, hypnosis digunakan untuk melakukan investigasi atau penggalian informasi dari seorang saksi. Suatu kejadian yang mempunyai muatan emosi negatif tinggi, misalnya dalam kasus kejahatan, orang akan mengalami “lupa ingatan”. Hal itu terjadi karena pikiran bawah sadar menyembunyikan informasi traumatik sehingga tidak dapat diakses oleh pikiran sadar, dengan tujuan agar pengalaman buruk itu tidak lagi diingat. Dengan menggunakan hypnosis, kita akan masuk ke kondisi trance yang berakibat pada kemampuan mengingat yang sangat tinggi yang dinamakan hypermnesia.

5. Metaphysical Hypnosis
Metaphysical hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat eksperimental. Dengan hipnosis, seseorang akan dapat dengan sangat cepat masuk ke kondisi rileks yang sangat dalam (somnambulims), yang kalau diukur dengan EEG akan menunjukkan frekuensi gelombang otak yang sangat rendah.

Manfaat Hypnosis
Bila Anda membaca bab sebelumnnya, saya yakin Anda sudah mempunyai gmbaran apa yang bisa anda peroleh dari hypnosis. Namun agar lebih jelas, di sini saya uraikan beberapa aplikasi hypnosis dalam berbagai bidang:

Medis
Dunia medis memanfaatkan hypnosis pada dasarnya adalah untuk menghilanglan rasa sakit pada pasien yang akan menjalani operasi atau yang mengalami rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Banyak dokter, perawat dan tenaga medis medis lain menggunakan teknik mati rasa untuk membantu pasien menjadi rileks dengan sangat cepat dan menghilangkan
rasa sakit dengan mental anestesi.

Terapi Psikologis
Menyembuhkan fobia
Menghilangkan ketergantuangan terhadap rokok, minuman keras atau kebiasaan buruk yang lain dalam waktu sangat cepat, sekitar 4-8 jam Pembentukan kepribadian. Analis masalah/ganguan psikologis, menurut saya lebih mudah dilakukan dan lebih akurat daripada psikoanalis, atau metode psikologis yang lain. Penyembuhan penyimpangan perilakuMenurunkan berat badan pemrograman pikiran bawah sadar. Mengatasi depresi dan masih banyak lagi.

Marketing / Pemasaran
Saya yakin, banyak dari Anda mengira hypnosis dalam bidang marketing digunakan untuk mempengaruhi pelanggan agar nurut apa kata Anda untuk membeli apapun yang Anda tawarkan tanpa berpikir logis.

Bukan itu metodenya. Hypnosis dalam pemasaran digunakan untuk membangun mental, kepercayaan diri, semangat dan membangun sikap-sikap positif yang akan mempermudah suatu pemasaran. Anda mungkin pernah mendengar adanya pelatihan marketing dengan Kecerdasan Emosial. Yang diajarkan di pelatihan semacam itu sebetulnya hanyalah bagaimana bersikap semanis mungkin terhadap pelanggan meskipun dengan berpura-pura. Namun dengan hypnosis seseorang akan memiliki sikap manis (kecerdasan emosional) yang sebenarnya.

Motivasi Kerja
Hypnosis terbukti menjadi solusi bagi orang-orang yang mepunyai masalah dalam pekerjaan.
Aplikasi yang sering ditangani oleh hypnotist adalah:
Mengatasi kebosanan tanpa sebab yang jelas.
Meningkatkan daya tahan tetap fokus pada pekerjaan (tidak mudah lelah).
Motivasi yang kuat mencapai cita-cita, tidak mudah putus asa.

Pendidikan
Memang belum banyak orang yang bisa dan bersedia mengaplikasikan hypnosis dalam meningkatkan kemampuan belajar. Namun sebetulnya, hypnosis sangat cepat dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar. Menurut saya, hanya ada satu sebab kenapa seseorang sulit atau malas dalam belajar, yaitu tidak adanya minat/kesenangan dengan apa yang sedang dipelajari. Tidak adanya minat/kesenangan menyebabkan sulit konsentrasi terhadap apa yang dipelajari. Kalau tidak ada minat, metode belajar yang dianggap paling canggih sekalipun tidak akan banyak membantu. Terapi hypnosis memungkinkan minat/kesenangan dalam belajar dapat dialihkan, ditimbulkan atau dihilangkan.

Apakah benar dalam belajar sebetulnya hanya masalah minat/kesenangan? Silakan renungkan pertanyaan berikut? Anda yang suka bola kenapa bisa menghafal nama-nama pemain beserta sejarah perjalanan karirnya dengan lengkap? Kenapa Anda mudah menghafal skor-skor pertandingan bahkan yang sudah lama terjadi? Kenapa Anda begitu antusias menyaksikan acara bola dan membaca majalah bola? Kenapa Anda senang bergaul dengan orang yang suka juga bola dan memperbincangkan bola disetiap kesempatan?

Forensic / Penyelidikan

Dalam penyelidikan kepolisian, hypnosis digunakan untuk melakukan investigasi atau penggalian informasi dari seorang saksi. Suatu kejadian yang mempunyai muatan emosi negatif tinggi, misalnya dalam kasus kejahatan, orang akan mengalami “lupa ingatan”. Hal itu terjadi karena pikiran bawah sadar menyembunyikan informasi traumatik sehingga tidak dapat diakses oleh pikiran sadar, dengan tujuan agar pengalaman buruk itu tidak lagi diingat. Dengan menggunakan hypnosis, kita akan masuk ke kondisi trance yang berakibat pada kemampuan mengingat yang sangat tinggi yang dinamakan hypermnesia.

Pertunjukkan
Anda pasti pernah, atau bahkan seing melihat acara Hipnotis yang ditayang di salah satu stasiun swasta di Indonesia. Nah, seperti itulah contoh-contoh permainan yang menggunakan hypnosis.

Hanya saja perlu Anda ingat, bahwa yang Anda saksikan di TV adalah adegan yang sudah di-edit untuk kepentingan hiburan. Sebetulnya ada banyak hal (termasuk kegagalan dan proses pre-hypnosis yang panjang) yang tidak ditayangkan di layar TV. Jadi, hypnosis tidak semudah yang Anda saksikan di TV. Si juru hypnosis di TV tersebut juga tidak mengambil sembarang orang untuk di-hypnosis. Ia memilih orang-orang yang memiliki ciri-ciri mudah di-hypnosis dengan shock induction (teknik meng-hypnosis yang cepat). Prosentase orang yang sangat mudah dihypnosis dalam setiap komunitas adalah 10 persen.

Wisata masa lalu
Awalnya metode wisata masa lalu atau regresi banyak diterapkan untuk orang yang mengalami amnesia agar menemukan dirinya kembali. Namun dalam perkembangannya metode wisata masa lalu dimanfaatkan untuk mengenang masa lalu yang indah. Dalam kondisi hypnosis subjek dibawa ke masa lalu pada usia tertentu atau waktu dimana kejadian indah yang ingin diulang terjadi. Misalnya subjek dikembalikan pada usia 7 tahun pada saat dia diberikan sepeda baru oleh ayahnya. Dengan begitu, pikiran bawah sadar subyek yang menyimapan semua memory akan memutar kembali kejadian itu beserta semua sensasi emosional yang dirasakan waktu dulu. Sensasi emosional itu bisa berupa rasa senang yang menggelora, rasa terima kasih dan perasaaan disayangi oleh ayah.

Wisata masa lalu telah banyak membantu pasangan suami-istri yang kurang harmonis dengan cara memutar ulang kejadian-kejadian indah waktu masa pacaran mereka. Hasilnya langsung setelah bangun dari hypnosis, pasangan tersebut menjadi seromantis masa pacaranya.

Cara atau teknik komunikasi yang digunakan untuk membawa subjek masuk ke dalam kondisi hypnosis disebut induksi. Dengan induksi, pikiran sadar subjek ”diakali” sehingga menjadi sibuk, bosan, atau lengah dalam menjaga pintu gerbang bawah sadar. Dengan demikian, juru hypnosis dapat langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. Ada banyak teknik induksi. Anda dapat belajar dari berbagai sumber. Yang penting adalah Anda mengerti cara kerja induksi dan Anda menguasai dengan baik teknik-teknik induksi dasar. Setelah itu, Anda bisa mencoba berbagai teknik lainnya.

Dari sekian banyak teknik induksi yang ada semuanya dapat dikelompokkan menjadi enam teknik dasar. Cara mempelajari teknik induksi adalah dengan mengerti bagaimana teknik itu bekerja. Bila Anda menguasai dengan baik teknik-teknik induksi dasar, Anda akan dapat dengan mudah menguasai variasinya, dan bila perlu Anda dapat menggabungkan teknik-teknik dasar ini untuk menghasilkan teknik-teknik lainnya sesuai kebutuhan Anda.

Enam teknik dasar induksi itu adalah:

1. Fiksasi Mata
Yang dimaksud dengan fiksasi mata adalah subjek diminta untuk menatap dengan pandangan yang terfokus pada suatu objek. Objek yang digunakan bisa berupa satu titik pandang, cahaya lilin, ujung jari kelingking, atau apa saja, yang bila mata fokus memandang, akan membuat mata lelah. Teknik fiksasi mata bertujuan untuk membuat pikiran sadar menjadi bosan sehingga lengah.

2. Relaksasi atau Keletahan Sistem Saraf
Semua teknik induksi yang meminta subjek untuk rileks secara fisik dan mental, dengan mata tertutup, menggunakan relaksasi sebagai dasar untuk induksi, termasuk teknik relaksasi progresif dan induksi Ericksonian yang menggunakan cerita.

Relaksasi progresif adalah relaksasi fisik sistematis, yang dimulai dan bagian atas tubuh misalnya dari kepala kemudian turun ke kaki, atau bisa juga dilakukan dari arah sebaliknya, yang disertai dengan sugesti dan atau visualisasi yang bertujuan untuk memperdalam kondisi rileks. Relaksasi dapat diulangi hingga tubuh telah benar-benar rileks, yang mengakibatkan pikiran juga sangat rileks sehingga dapat menghasilkan kondisi trance yang diinginkan.

Sedangkan Eriksonian adalah bentuk hipnosis yang menggunakan metafora dan menggunakan kondisi fisik subjek saat relaksasi sebagai masukan agar subjek dapat masuk ke dalam trance. Misalnya: Dan saya melihat napas Anda semakin lambat dan berat yang berarti Anda semakin masuk ke dalam kondisi rileks yang dalam.

3. Membingungkan Pikiran
Teknik yang dirancang untuk membingungkan dan membuat lengah pikiran sadar dapat membuat subjek masuk ke kondisi hypnosis (trance). Saat pikiran sadar sibuk memikirkan makna dari apa yang diucapkan atau di lakukan oleh hypnotist, pikiran sadar menjadi lengah. Dengan demikian, hypnotist dapat memberikan sugesti yang langsung masuk ke pikiran bawah sadar. Cara lain adalah dengan memberikan banyak input secara bersamaan sehingga pikiran sadar tidak sanggup mengatasi banjir informasi (overload).

4. Mental Misdirection (Menyesatkan Pikiran)
Mental Misdirection adalah teknik induksi yang menggunakan respons fisik tententu terhadap sesuatu yang diimajinasikan.Teknik ini menggunakan uji sugestibilitas sebagai sarana untuk membawa subjek masuk ke kondisi hipnosis. Contohnya adalah dengan menggunakan teknik eye catalepsy, yaitu dengan meminta subjek menutup mata dan menggerakkan bola mata ke atas, ke arah ubun-ubun.

Kemudian, subjek disugesti bahwa ia tidak dapat membuka matanya, dan saat subjek tidak dapat membuka mata, subjek merasa telah masuk ke kondisi hipnosis. Jika subjek dapat membuka matanya, maka hipnotis hanus cepat menggunakan teknik lain tanpa penlu menjelaskan apa yang telah terjadi.

5. Kehilangan Keseimbangan
Teknik Kehilangan Keseimbangan adalah teknik yang dilakukan sambil menggerakkan sebagian atau seluruh tubuh subjek. Para ibu sering menggunakan teknik ini saat mengayun-ayun anaknya agar tidur. Contoh lain adalah orang yang duduk di kursi goyang, yang bila menggoyang-goyangkan kursinya, akan semakin rileks dan akhirnya tertidur.

6. Shock Induction (Kejutan pada Sistem Saraf)
Ada dua cara yang digunakan untuk dapat secara cepat mengalihkan pengawasan pikiran sadar terhadap pintu gerbang bawah sadar. Bila ini berhasil dilakukan, pikiran bawah sadar akan dapat diakses dengan cepat dan leluasa.

Cara pertama adalah dengan membuat pikiran sadar menjadi bosan (misalnya dengan Eriksonian dan relaksasi progresif) dan yang kedua adalah membuat pikiran sadar “kaget”. Caranya adalah dengan memberikan kejutan yang tidak disangka-sangka sehingga pikiran sadar, untuk sesaat, menjadi bingung karena berusaha mencari makna dan kejadian itu. Pada saat pikiran sadar “kaget”, pintu gerbang bawah sadar terbuka untuk sesaat, karena penjaganya sedang lengah, dan pada saat itu dapat dimasukkan sugesti ke dalam pikiran bawah sadar. Sugesti yang dimasukkan bisa berupa perintah agar subjek menjadi rileks, atau tidur.

Teknik induksi yang menggunakan kejutan pada sistem saraf biasa disebut juga dengan teknik induksi cepat. Bila dibakukan dengan tepat dan efektif, teknik ini dapat dengan cepat membawa subjek masuk ke kondisi hypnosis yang dalam.

Dalam melakukan induksi, seorang hypnotist perlu dengan hati-hati memilih pendekatan untuk menyampaikan sugesti atau induksi. Pendekatan yang dipilih bergantung pada kepribadian subjek yang akan diinduksi.

Ada dua pendekatan dalam induksi yang dapat digunakan, yaitu:

1. Authoritarian (Paternal)
Pada pendekatan authoritarian, hypnotis secara langsung meminta atau memerintahkan subjek untuk menjalankan sugesti yang diberikan. Pendekatan ini sangat cocok untuk subjek yang patuh atau memiliki tingkat sugestibilitas tinggi. Pendekatan ini banyak digunakan pada stage hypnosis.

2. Perinissive (Maternal)
Pendekotan permissive lebih bersifat ajakan dan disampaikan dengan lembut. Dalam hal ini, subjek diajak, didorong secara halus, dan diarahkan dengan lembut untuk mengikuti sugesti yang diberikan oleh hypnotist. Pendekatan permissive banyak digunakan dalam hypnotherapy.

Kondisi Hypnosis
Meskipun beberapa pakar hypnosis menggunakan kata “tidur” untuk membawa subjek ke kondisi hypnosis, tetapi sebetulnya trance atau kondisi hypnosis adalah berbeda dengan tidur.

Ada lima karakteristik utama dalam kondisi hypnosis, yaitu:

1. Relaksasi fisik yang dalam
Induksi, cara yang digunakan untuk membawa subjek pindah dan pikiran sadar ke pikiran bawah sadar, melibatkan konsentrasi pada relaksasi fisik. Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks. Saat kita rileks, gelombang otak akan turun dari beta, alfa, theta, kemudian ke delta. Semakin turun gelombang otak, kita akan semakin rileks.

2. Perhatian yang sangat terpusat
Masuk ke kondisi hypnosis merupakan suatu proses, di mana secara perlahan tapi pasti, perhatian kita menjadi fokus hingga mencapai konsentrasi yang sangat tinggi. Dalam kondisi normal, pikiran sadar kita dibanjiri oleh berbagai stimulus yang masuk melalui lima indra. Saat berada dalam kondisi hypnosis, perhatian menjadi lebih sempit dan lebih fokus sehingga hanya tertuju pada satu stimulus tertentu.

3. Peningkatan kemampuan indra
Eksperimen dengan menggunakan hypnosis menunjukkan bahwa kemampuan indra dapat  ditingkatkan. Indra dapat beroperasi dengan lebih akurat bila fungsinya diarahkan dengan menggunakan sugesti. Kemampuan berpikir logis meningkat tajam dan akurasi dalam berpikir deduksi juga meningkat.

4. Pengendalian refleks dan aktivitas fisik
Saat seseorang di-hypnosis, detak jantung dapat dikendalikan, bagian tubuh dapat dibuat mati rasa, periode menstruasi dapat diatur, sirkulasi darah dapat ditingkatkan atau dikurangi, tarikan napas dan masukan oksigen menurun, temperatur tubuh berubah, dan masih banyak bagi aktivitas fisik lain yang seharusnya berjalan otomotis dapat dipengaruhi atau dikendalikan.

5. Respons terhadap pengaruh pasca-hypnosis

Sugesti yang diberikan saat dalam hipnosis, dengan catatan kondisi sugesti ini tidak bertentangan dengan nilai dasar yang dipegang oleh subjek, akan dijalankan oleh subjek setelah ia tersadar atau bangun dan trance. Saat sugesti diberikan, subjek dapat menerima atau menolak atau dapat langsung bangun secara spontan dan relaksasi hypnosis. Sugesti yang bensifat positif, baik, dan menguntungkan subjek akan lebih mudah diterima daripada sugesti negatif.

Mengapa bisa terjadi kondisi hypnosis?

Banyak yang bertanya, “Apa sebenarnya yang terjadi saat seseorang dalam kondisi hypnosis?”, “Apakah saat seseorang di-hypnosis, Ia dikuasai oleh suatu kekuatan di luar dirinya?”, “Apakah semacam ‘kerasukan’?”, “Mengapa orang yang di-hypnosis mau melakukan hal-hal yang diperintahkan oleh juru hypnosis?”, dan masih banyak pertanyaan lain lagi. Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita lihat hasil penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar. Dalam bab ini kondisi hypnosis dipandang dari 3 sisi, sistem saraf, gelombang otak dan interaksi otak kiri-kanan. Bagi Anda yang masih menyangka hypnosis adalah negatif, berikut ini adalah pembahasan yang akan merubah prasangka Anda.

Aktif-nya Sistem Saraf Parasimpatik saat Kondisi Hypnosis
Dalam diri manusia, sebagaimana berlaku pada semua mamalia, terdapat dua sistem saraf, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom. Sistem saraf pusat mengatur respons motorik hingga impresi sensori melalui otak dan saraf pada tulang belakang. Sistem saraf otonom mengatur sistem internal, yang biasanya merupakan gerak yang di luar kendali pikiran sadar. Yang termasuk dalam kendali sistem saraf otonom, antara lain adalah detak jantung, sistem pencernaan, dan aktivitas kelenjar.

Sistem saraf otonom terbagi menjadi dua bagian, yang cara kerjanya saling bertolak belakang. Sistem pertama adalah sistem saraf simpatik, yang bertanggung jawab terhadap mobilisasi energi tubuh untuk kebutuhan yang bersifat darurat. misalnya, jantung berdetak lebih cepat dan lebih kuat, tekanan darah meningkat, atau pernapasan menjadi lebih cepat. Sistem saraf simpatik melepas gula dari hati dan adrenalin dari kelenjar adrenal.

Untuk lebih jelasnya, coba Anda perhatikan contoh berikut ini. Pernahkah Anda diminta berbicara di panggung atau di depan orang banyak dan Anda mengalami demam panggung atau tegang? Yang Anda alami saat itu adalah contoh dan kerja sistem saraf simpatik. Saat Anda mengalami demam panggung, secara fisik yang terjadi adalah: lutut dan tangan Anda gemetar, telapak tangan dan wajah Anda berkeringat, jantung berdebar lebih kencang dan keras, tarikan napas lebih cepat, dan perut terasa tidak enak atau mungkin mual. Semua hal itu disebabkan karena sistem saraf shimpatik Anda sedang in-actian sebagai respons dari perasaan takut dan tegang saat berbicara di depan umum. Perasaan takut dan tegang diterjemahkan Sebagai suatu kondisi “darurat” dan tubuh Anda, secara refleks, menyiapkan diri untuk memberikan respons lawan atau lari (fight or flight response).

Sebaliknya, hasil kerja sistem saraf parasimpatik mengakibatkan detak jantung melambat, tekanan darah turun, dan respons insting dari kondisi istirahat dan relaksasi. Respons parasimpatik mengakibatkan kita menjadi lebih tenang dan nyaman. Semua itu bertujuan untuk menghemat energi tubuh.

Kedua sistem saraf, simpatik dan parasimpathk, tidak bisa aktif bersamaan. Saat proses hypnosis dilakukan, yang terjadi sebenarnya adalah juru hypnosis mengaktifkan sistem saraf parasimpatik subjek sehingga subjek menjadi sangat rileks dan nyaman. Hal ini sangat bermanfaat dalam melakukan terapi karena subjek akan tetap rileks, meskipun fobia atau traumanya sedang ditangani.

Pola Gelombang Otak saat Kondisi Hypnosis

Riset yang dilakukan terhadap kondisi hypnosis menunjukkan adanya perubahan pada gelombang otak. Perubahan gelombang otak sangat mempengaruhi perilaku manusia. Manusia mempunyai empat jenis gelombang otak, beta (12-40 Hz), alfa (8-12 Hz), theta (4-8 Hz), dan delta (0,1-4 Hz). Penjelasan lebih terperinci mengenai jenis dan fungsi masing-masing gelombang otak, ada di bab tersendiri.

Dalam suatu saat, setiap orang memproduksi keempat jenis gelombang otak. Kondisi kesadaran seseorang ditentukan oleh gelombang otak yang dominan pada suatu waktu tertentu.

Pada kondisi kesadaran normal, gelombang otak yang dominan adalah gelombang beta. Saat seseorang mulai di-hypnosis yang terjadi adalah gelombang otak yang dominan bergeser, dari beta ke alfa. Hubungan antara pola gelombang alfa dan hipnosis ditemukan pada tahun 1968 dengan menggunakon EEG (electroencephalograph). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kondisi hipnosis berada pada gelombang alfa dan theta. Semakin dalam seseorang masuk ke dalam kondisi hipnosis (trance), semakin rendah gelombang otaknya, dalam hal ini ia akan masuk ke theta yang dalam.

Satu hal menarik dan penelitian itu adalah bahwa orang tidak harus dihipnosis untuk bisa masuk ke kondisi gelombang otak alfa-theta. Seniman, musisi, dan atlet, semuanya memproduksi pola gelombang alfa-theta. Para rahib Buddhis, atau individu yang menggunakan self-hypnosis dan meditator yang berpengalaman dapat masuk ke kondisi alfa-theta dengan kondisi sadar, kapan pun mereka mau. Penelitian juga mengindikasikan bahwa saat seseorang berada dalam pola gelombang alfa-theta, ia dapat belajar dengan sangat cepat.

Saat seseorang makin dalam masuk ke kondisi hypnosis, gelombang otak yang dominan adalah theta. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan dengan menggunakan EE Spectral Analysis.

Dari penelitian juga diketahui bahwa terdapat dua jenis gelombang theta, yaitu theta tipe I dan theta tipe II. Theta tipe I adalah gelombang theta yang muncul saat seseorang berada dalam kondisi rileks atau mengantuk. Sedangkan theta tipe II berhubungan dengan kerja pikiran yang efektif dengan kemampuan yang tinggi. Theta tipe II menunjukkan kondisi pikiran yang fokus sehingga meningkatkan efisensi dalam pemecahan masalah, proses persepsi, dan daya ingat.

Subjek hypnosis yang sudah beberapa kali mengalami hypnosis menunjukkan level aktivitas gelombang theta yang lebih tinggi, baik dalam kondisi sedang ter-hypnosis maupun dalam kondisi normal, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengalami hypnosis.

Meditasi atau teknik yang menekankan relaksasi akan lebih banyak menghasilkan gelombang theta tipe I. Sedangkan dalam hypnosis dan teknik meditasi yang melatih pemusatan perhatian pada satu objek tertentu, akan lebih banyak menghasilkan theta tipe II.

Apabila subjek hypnosis masuk ke dalam kondisi trance yang sangat dalam, ada kemungkinan ia akan berpindah dan gelombang low theta (theta yang sangat rendah) menuju ke gelombang delta. Apabila subjek masuk ke gelombang delta, ia tidak akan dapat mendengar atau merasakan apa-apa. Gelombang delta mewakili kondisi tidak sadar (unconscious). Kondisi ini sama dengan keadaan tertidur normal yang pulas. Saat tertidur pulas, kita tidak sadar akan apa yang terjadi di sekitar kita.

Dari penjelasan di atas, Anda dapat menyimpulkan bahwa hypnosis sebenarnya adalah suatu fenomena alamiah yang terjadi pada diri setiap orang. Yang membuat kata hypnosis agak mengerikan adalah karena orang tiduk tahu proses alamiah yang terjadi. Ditambah lagi dengan pemberitaan mengenai hypnosis di berbagai media massa yang kurang tepat.

Dengan pemahaman yang benar, kini Anda dapat melihat betapa banyak manfaat yang bisa didapat bila kita dapat secara sadar mengatur kondisi gelombang otak kita. Kita dapat meningkatkan kreativitas, meningkatkan daya ingat, relaksasi, manajemen stres, belajar dengan mudah dan cepat, merasa damai dan tenang, dan banyak hal positif lainnya. Dengan melakukan hypnosis secara benar, semua manfaat itu dapat kita rasakan dan miliki.

Interaksi Otak Kiri dan Kanan
Penelitian terhadap hubungun kerja antara otak kiri dan otak kanan dengan hypnosis merupakan suatu penelitian yang cukup rumit dan memberikan hasil yang agak bertolak belakang. Ada peneliti yang mengklaim bahwa kondisi trance merupakan akibat dari aktivitas otak kanan. Peneliti yang mendukung klaim ini beralasan bahwa saat kondisi trance, otak kanan lebih dominan dibanding otak kiri. Sedangkan dalam kondisi normal, otak kiri yang lebih dominan daripada otak kanan.

Meskipun ada bukti bahwa perubahan aktivitas pada kedua belahan otak terjadi saat kondisi hipnosis, penelitian terkini menunjukkan bahwa pandangan yang menyatakan bahwa salah satu bagian otak lebih dominan adalah pandangan yang terlalu dini dan kurang tepat.

Dari berbagai penelitian terkini dapat disimpulkan bahwa fenomena hypnosis merupakan hasil dari interaksi otak kiri dan kanan. Semakin dalam trance, subjek semakin cenderung untuk menunjukkan perilaku interaksi yang rumit di antara kedua belahan otaknya.

Otak kita setiap saat menghasilkan impuls-impuls listrik. Aliran listrik ini, yang lebih dikenal sebagai gelombang otak, diukur dengan dua cara yaitu amplitudo dan frekuensi Amplitudo adalah besarnya daya impuls listrik yang diukur dalam satuan micro volt. Frekuensi adalah kecepatan emisi listrik yang diukur dalam cycle per detik, atau hertz Frekuensi impuls menentukan jenis gelombang otak yaitu beta alfa, theta, dan delta Jenis atau kombinasi dan jenis gelombang otak menentukan kondisi kesadaran pada suatu Saat.

Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang ngelamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat Jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Dalam kondisi tertentu, misalnya meditasi, kita dapat secara sadar mengatur jenis gelombang otak mana yang ingin kita hasilkan.

Pola Gelombang Otak

Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi ke empat jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meskipun pola gelombang otak ini unik, tidak berarti akan selalu sama sepanjang waktu. Kita dapat secara sadar, dengan teknik tertentu, mengembangkan komposisi gelombang otak agar bermanfaat bagi diri kita.

Beta
Beta adalah gelombang otak yang frekuensinya paling tinggi. Beta dihasilkan oleh proses berpikir secara sadar. Beta terbagi menjadi tiga bagian, yaitu beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan beta tinggi 21-40 Hz. Kita menggunakan beta untuk berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Meskipun beta sering kali “menghilang” saat kita memfokuskan pikiran, beta tetap dibutuhkan agar kita dapat menyadari dan ia di luar diri kita. Bersama dengan gelombang lainnya, beta sangat dibutuhkan dalam proses kreatif. Tanpa beta, semua kreativitas yang merupakan hasil pikiran bawah sadar akan tetap terkunci di bawah sadar, tanpa bisa terangkat ke permukaan dan disadari oleh pikiran.

Walaupun beta merupakan satu komponen yang sangat penting dan kondisi kesadaran kita, bila kita beroperasi semata-mata hanya dengan jenis gelombang ini, tanpa didukung oleh frekuensi yang lebih rendah, maka akan menghasilkan satu kehidupan yang dipenuhi dengan kekhawatiran, ketegangan, dan proses berpikir yang tidak fokus.

Alfa
Alfa adalah jenis gelombang yang frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz. Alfa berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra dan apa yang terjadi atau dilihat dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerbang bawah sadar.

Pada tahun 60-an dan 70-an, alfa sangat populer dan diklaim sebagai gelombang otak paling penting, yang merupakan kunci untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi. Penelitian dengan menggunakan mind technology modern yang dilakukan oleh banyak pakar terkemuka, antara lain Maxwell Cade dan Anna Wise, membuktikan, bahwa alfa bukanlah jenis gelombang terpenting.

Manfaat alfa yang utama dan paling penting adalah Sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. Alfa memungkinkan kita untuk menyadari keberadaan mimpi dan keadaan meditasi terdalam yang kita capai. Tanpa alfa, kita tidak akan dapat mengingat mimpi atau dan ia meditasi yang sangat dalam saat kita terbangun atau selesai bermeditasi.

Theta
Theta adalah gelombang otak, pada kisaran frekuensi 4-8 Hz, yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconsciaus mind). Theta muncul saat kita bermimpi dan saat terjadi REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang kita dan juga merupakan
gudang inspirasi kreatif. Selain itu, pikiran bawah sadar juga menyimpan materi yang berasal dan kreativitas yang ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yang ditekan. Meskipun kita dapat masuk ke theta dan mengakses berbagai materi yang tersimpan di sana, bila tidak dibantu dengan gelombang alfa dan beta, semua materi itu tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Semua materi yang berhubungan dengan emosi, baik itu emosi
positif maupun negatif, tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negatif yang tidak terotasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang.

Bila kita berhasil masuk ke kondisi theta, kita akan mengalami kondisi meditatif yang sangat dalam. Semua pengalaman meditatif yang selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi, misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan, dirasakan di dalam theta. Theta adalah “puncak” di dalam “pengalaman puncak”. Saat komponen gelombang lainnya berada dalam takaran yang pas, bersama dengan theta, kita dapat merasakan pengalaman “ah-ha”. Saat kita ingin mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke theta agar dapat mencapai hasil maksimal.

Delta
Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dan pikiran nirsadar (unconsciaus mind). Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, saat dalam kondisi sadar, delta dapat muncul bersama dengan gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, delta bertindak sebagai “radar’ yang mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yang bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan dengan level kesadaran psikis yang sangat dalam.

Gelombang delta sering tampak dalam diri orang yang profesinya bertujuan membantu orang lain. Orang yang perlu memahami kondisi mental, psikologis, atau emosi orang lain. Orang yang berprofesi sebagai “penyembuh” dan orang yang sangat mengerti orang lain biasanya mempunyai gelombang delta dalam kadar yang tinggi. Delta muncul tidak hanya saat kita memperhatikan orang lain, namun juga muncul saat kita berusaha mengerti ide atau konsep, objek atau seni, atau apa saja yang membutuhkan kesadaran nirsadar yang dalam.

Delta juga disebut dengan orienting response karena berfungsi mengarahkan kita dalam hal waktu dan ruang. Delta berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk merasakan adanya ancaman atau bahaya. Delta memungkinkan kita untuk “melihat” informasi yang tidak dapat ditangkap oleh pikiran sadar. Dari sudut pandang negatif, delta juga dapat digunakan untuk kondisi berhati-hati yang berlebihan
(hypervigilance). Sikap hati-hati yang berlebihan, atau lebih tepat disebut dengan kepekaan, berguna untuk anak yang mengalami abuse untuk memastikan kondisi emosi orangtuanya. Dari pengamatannya, anak itu akan tahu apakah orangtuanya akan memukul atau menghukum dirinya.
Masalah akan timbul bila anak bertumbuh dengan delta yang berlebihan dan secara terus-menerus “membaca” kondisi emosi di lingkungan sekitarnya dan berusaha mengendalikan kondisi ini demi keselamatan hidupnya.

Orang dewasa yang terlalu peka, sebagai hasil dan mengembangkan sikap berhati-hati secara berlebihan sejak kecil dapat secara positif mengarahkan kepekaannya ini pada kemampuan persepsi psikis dan penyembuhan. Hal itu dapat dicapai karena radar delta yang telah sangat berkembang dalam dirinya. Delta juga dihubungkan dengan konsep collective unconsciaus.

Gelombang beta, alfa theta, dan delta adalah komponen pembentuk kesadaran kita. Keempat gelombang itu beropenasi dalam satu jalinan komposisi rumit yang menentukan kondisi kesadaran kita dalam suatu saat.

ART OF HIPNOTIS:
Hypnosis – The Art of Subconscious Communication

Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengenal hipnosis, baik dari pertunjukkan di televisi maupun dari pemberitaan di berbagai media masa. Seiring dengan semakin gencarnya publikasi, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai informasi yang tidak tepat atau bahkan salah mengenai hipnosis. Beberapa pandangan yang salah tentang hipnosis, yang beredar di masyarakat, antara lain, hipnosis adalah praktek supranatural atau klenik, hipnosis sama dengan gendam atau kejahatan, hipnosis adalah penguasaan pikiran, hipnosis adalah ilmu sesat yang menggunakan kekuatan mahluk halus, dan hipnosis adalah sama dengan tidur.

Apakah hipnosis seperti itu ? Tentu tidak. Pandangan yang salah tentunya akan sangat merugikan masyarakat. Masyarakat yang tidak mengerti hipnosis yang sebenarnya akan menutup diri dan menolak mempelajari hipnosis, dan tentunya tidak akan bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari praktek hipnosis.

Hipnosis adalah suatu cabang ilmu yang terus berkembang. Di luar negeri, khususnya di Amerika, hipnosis telah diajarkan secara resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka. Meskipun ada sangat banyak pakar yang menjelaskan atau menulis tentang hipnosis, apabila diteliti dengan cermat, apa yang mereka jelaskan selalu mengacu pada satu konsep dasar. Konsep dasar ini yang harus dikuasai untuk bisa mengerti dengan benar hipnosis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Dulunya sebelum saya mempelajari hipnosis, saya juga mempunyai pandangan yang negatip terhadap hipnosis. Namun setelah mendalami dengan sungguh-sungguh, saya akhirnya mengerti, jatuh cinta, dan dapat
memetik manfaat yang luar biasa dari cabang ilmu ini, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk membantu orang lain.

Lalu, apa sih sebenarnya hipnosis itu ? Apa bedanya dengan hipnotis dan hipnotisme ? Kata hypnosis berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidur pada mitologi Yunani. Hipnosis adalah ilmunya, hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis, sedangkan hipnotisme sama dengan hipnosis.

Hipnosis berhubungan dengan kondisi kesadaran seseorang pada satu waktu tertentu. Tidak ada unsur klenik sama sekali. Sesuai dengan judul artikel ini maka hipnosis sebenarnya merupakan seni komunikasi dengan pikiran bawah sadar. Dulunya saya tidak percaya bahwa hipnosis
adalah suatu seni komunikasi. Namun setelah saya mempraktekkan hipnosis baik untuk diri sendiri maupun dengan orang lain maka saya akhirnya sadar bahwa memang benar bahwa hipnosis adalah seni komunikasi bawah sadar.

Kondisi hipnosis sebenarnya identik dengan gelombang otak alfa dan theta. Gelombang alfa berada pada kisaran 8 – 12 Hz dan theta pada 4 – 8 Hz. Saat seseorang berada dalam kondisi trance maka kisaran gelombang otaknya pasti berada di antara alfa dan theta.

Setiap orang dalam satu hari minimal pasti berada dalam kisaran gelombang ini yaitu saat mau tidur dan saat baru bangun tidur. Secara alamiah saat kita mau tidur gelombang otak akan turun dari beta, ke alfa, ke theta, dan akhirnya di delta (tidur pulas tanpa mimpi). Demikian pula sebaliknya. Saat kita bangun tidur maka gelombang otak akan naik dari delta, ke theta, ke alfa, dan akhirnya di beta atau
sadar penuh.

Apa sih hipnosis itu ? Sebenarnya setiap hari kita mengalami kondisi hipnosis. Anda pasti pernah nonton film, bukan ? Saat adegan film sedang seru-serunya anda pasti merasa tubuh anda menjadi tegang, napas berubah, dan jantung anda berdebar lebih kencang. Mengapa ? Bukankah anda tahu bahwa apa yang sedang anda tonton bukanlah suatu kejadian nyata ? Pikiran sadar anda tahu bahwa film itu bukan sesuatu yang nyata. Namun pikiran bawah sadar anda menerima apa yang anda lihat dan alami sebagai suatu hal yang nyata.  Saat menonton film, perhatian anda sangat terpusat pada apa yang sedang berlangsung di layar sehingga anda mem-blok suara-suara lain, misalnya suara batuk penonton lainnya, atau suara handphone yang berbunyi. Pada saat ini anda sangat sadar dengan keberadaan diri anda yang sedang menonton film. Semua sensasi atau perasaan yang anda rasakan saat menonton film, misalnya perasaan sedih, gembira, kecewa, marah, jengkel, atau bahagia merupakan hasil dari kerja pikiran bawah sadar anda. Saat itu anda sebenarnya berada dalam kondisi hipnosis.

Lalu, apakah anda dikendalikan oleh film yang anda tonton ? Tentu tidak ! Film itu tidak  mengendalikan diri anda tetapi mengarahkan pikiran anda dengan alur ceritanya. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan keadaan hipnosis atau trance.

Berbeda dengan pemahaman kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa saat dalam kondisi hipnosis atau trance kesadaran seseorang sangat lemah, saat dalam kondisi trance level kesadaran seseorang justru meningkat sangat tinggi.

Para pakar hipnosis memberikan definisi hipnosis sebagai:
1. Hipnosis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat  sugestibilitas meningkat sangat tinggi

2. Hipnosis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak

3. Hipnosis adalah seni eksplorasi alam bawah sadar

4. Hipnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat

5. Hipnosis adalah suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan dengan menggunakan hipnosis. Umumnya orang hanya mengenal hipnosis seperti yang ditayangkan oleh stasiun televisi, yaitu hipnosis untuk hiburan. Apakah hipnosis hanya bisa untuk acara hiburan ? Tentu tidak.

Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya:

1. Stage Hypnosis
Stage hypnosis adalah hipnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan.

2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy
Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi dalam pengobatan penyakit antara lain: depresi, kecemasan, phobia, stress, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi.

3. Anodyne Awareness
Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan.

4. Forensic Hypnosis
Forensic Hypnosis adalah penggunaan hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori.

5. Metaphysical Hypnosis
Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat ekperimental.

Dalam setiap kesempatan saya memberikan workshop hipnosis selalu muncul pertanyaan, “Apa hubungan hipnosis dengan mahluk halus?”, “Gendam itu jenis hipnosis yang mana?” Saya berusaha menerangkan bahwa sebenarnya hipnosis itu murni seni komunikasi dan tidak ada hubungannya dengan mahluk halus. Sambil guyon saya berkata, “Hipnosis memang ada hubungannya dengan mahluk halus bila yang menghipnosis anda adalah seorang wanita yang cantik, berkulit mulus, dan tutur katanya halus. Jadi benar itu mahluk halus.”

“Lalu bagaimana dengan gendam? Bukankah ada banyak contoh kasus di mana seseorang ditelpon, katanya ia dapat hadiah, dan diminta menyetor sejumlah uang ke rekening tertentu, lha…. koq mau? Itu pasti kena gendam,” kejar si penanya. Benarkah demikian? Untuk menjelaskan fenomena ini saya akan membahas mengenai cara kerja pikiran.

Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.

Orang yang tertipu sebenarnya adalah orang yang tidak dapat berpikir jernih karena telah dikendalikan oleh emosinya. Dalam contoh kasus di atas, emosi yang bermain atau lebih tepatnya “dipermainkan” adalah fear (rasa takut) dan greed (keserakahan). Saat seseorang ditelpon dan diberi tahu bila ia mendapatkan hadiah, misalnya mobil, maka ia akan kaget, senang, dan sudah tentu tidak mau/takut kehilangan “hadiah” utama. Si penelpon biasanya memberikan waktu yang sangat mepet agar korban segera mentransfer sejumlah uang. Korban sengaja didesak sehingga terburu-buru, tidak dapat berpikir jernih, dan dikuasai oleh emosinya. Jadilah si korban mentransfer uangnya dengan sia-sia.

Mengapa korban tidak dapat berpikir jernih? Ya itu tadi. Emotion overides logic. Saat emosi sedang “tinggi” maka kemampuan berpikir logis akan “rendah”. Dan emosi itu terletak di pikiran bawah sadar, yang kekuatannya 9 kali lebih kuat dari pada pikiran sadar.

Kuatnya pengaruh emosi terhadap proses berpikir logis juga didukung oleh hasil penelitian oleh para neuro-scientist yang meneliti otak manusia. Dari penelitian mereka diketahui bahwa serabut saraf yang keluar dari sistem limbic (otak mamalia, bagian otak yang menangani emosi) menuju ke cortex (bagian otak yang menangani proses berpikir) jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan arah sebaliknya.

Mungkin anda akan bertanya, ”Kalau begitu, apakah ada cara untuk bisa mengendalikan emosi kita sehingga kita dapat berpikir jernih tanpa dipengaruhi oleh emosi?” Jawabnya ada. Saya biasa menggunakan dan mengajarkan teknik berpikir Transformational Thinking. Teknik ini membuat seseorang mampu berpikir tanpa melibatkan emosi. Teknik lain adalah dengan meningkatkan level kesadaran. Caranya melatihnya? Kita belajar mengamati pikiran kita. Kita harus mengendalikan dan menguasai pikiran kita sehingga saat pikiran bawah sadar mengirim ”sinyal” maka kita akan langsung tahu. Pikiran dilatih dan menjadi kuat dengan membuatnya diam.

OK. Sekarang kembali ke topik hipnosis. Apakah setiap orang bisa dihipnosis? Bisa. Tidak ada satupun orang yang tidak bisa dihipnosis. Secara umum manusia terbagi menjadi tiga kategori, dilihat dari tingkat sugestibilitas, yaitu 5% yang sulit, 10% yang mudah, dan 85% yang moderat.

Untuk keperluan stage hypnosis, hipnotis akan mencari subyek yang masuk kategori 10%, yang mudah sekali dihipnosis. Akan sangat tidak lucu bila yang dipilih adalah yang 5%, yang sulit dihipnosis.

Syarat utama agar dapat dihipnosis adalah subyek (orang yang dihipnosis) harus bersedia untuk dihipnosis. Bila subyek menolak maka hipnotis tidak akan mampu menghipnosis. Mengapa bisa terjadi seperti ini? Saat hipnotis melakukan hipnosis, yang terjadi adalah si hipnotis mem-by-pass pikiran sadar subyek dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subyek. By pass di sini jangan salah dimengerti sebagai suatu bentuk manipulasi. By pass maksudnya adalah pikiran sadar subyek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu RAS (Reticular Activating System) terbuka atau tidak terjaga dengan baik. Karena RAS
terbuka atau pengawasannya lemah maka si hipnotis akan dengan mudah menjangkau pikiran bawah sadar. Apabila subyek merasa takut, tidak suka, khawatir, atau tidak percaya pada hipnotis, maka proses hipnosis akan menjadi sangat sulit karena RAS akan terkunci rapat. Dalam kondisi ini hipnotis akan sulit sekali menjangkau dan berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subyek.

Kerja sama dari subyek sangat dibutuhkan agar proses hipnosis dapat berlangsung dengan mudah dan lancar. Mengapa? Karena semua proses hipnosis sebenarnya adalah self-hypnosis. Dikatakan self-hypnosis karena seorang hipnotis sebenarnya hanya berperan sebagai fasilitator atau operator. Subyek menghipnosis dirinya sendiri dengan mengikuti instruksi yang diberikan oleh hipnotis. Bila subyek menolak dengan cara tidak bersedia mengikuti instruksi maka hipnosis tidak akan bisa terjadi.

Seorang hipnotis yang ahli tentu mempunyai sangat banyak cara untuk bisa menjangkau pikiran bawah sadar subyeknya. Cara untuk menjangkau pikiran bawah sadar ini dinamakan induksi. Ada sangat banyak cara melakukan induksi. Dari semua cara itu, bila dicermati, akan tampak suatu pola umum. Pola umum ini membagi teknik induksi menjadi enam kategori. Para pakar biasanya menggabungkan beberapa pola induksi menjadi satu pola baru. Ada teknik induksi untuk orang yang mudah  dihipnosis.Ada yang untuk yang moderat. Dan ada yang untuk orang yang sulit dihipnosis.

Untuk menjadi seorang hipnotis yang handal diperlukan beberapa syarat utama, antara lain konsep diri positip, rasa percaya diri yang tinggi, memahami cara kerja pikiran, kemampuan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, kreatif, dan menguasai ilmu hipnosis dengan baik dan benar.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah, ”Di mana saya dapat belajar ilmu hipnosis?” Ini satu pertanyaan yang sangat bagus. Saat ini ada banyak orang atau lembaga yang melakukan loka karya hipnosis. Ada yang memasang harga yang murah sampai harga yang cukup mahal. Terlepas dari berapa harga yang dipasang untuk loka karya hipnosis, yang harus benar-benar diperhatikan adalah siapa yang mengajar di loka karya hipnosis tersebut.

Instruktur yang mengajar mempunyai pengaruh yang sangat penting. Bila anda belajar pada orang yang salah, yang hanya mengerti sedikit namun telah berani mengadakan loka karya, maka anda akan membuang uang, waktu, pikiran, dan tenaga karena telah salah belajar.

Saya dapat bercerita seperti ini karena pengalaman pribadi. Sebelum mendalami hipnosis, dengan mengikuti loka karya, saya banyak membaca buku-buku hipnosis yang ada di toko buku. Semakin saya membaca maka semakin bingung saya jadinya. Saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti
loka karya yang diselenggarakan oleh beberapa pakar hipnosis. Ada pakar dari dalam negeri maupun yang dari luar negeri, sudah tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Dari mereka akhirnya saya mendapat pemahaman yang benar mengenai apa itu hipnosis. Selanjutnya saya mendalami sendiri dengan banyak membeli buku dari luar negeri dan tentu saja banyak praktik.

Untuk mendalami hipnosis dan melakukan stage hypnosis bukanlah sesuatu yang sulit. Namun untuk melakukan hypnotherapy, ini anda harus hati-hati. Aplikasi hipnosis dalam terapi memerlukan pengetahuan yang lebih dalam. Belajar di loka karya saja belum cukup. Kita masih harus mendalami dari berbagai sumber lainnya.

Baru-baru ini saya mendapat cerita dari seorang kawan mengenai suatu lembaga yang  menyelenggarakan loka karya hypnotherapy. Ternyata apa yang diajarkan sangat keliru. Dari cerita kawan saya ini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya teknik terapi yang diajarkan di loka karya tersebut, kalau di Amerika, masuk dalam kategori malpraktik.

Saya sengaja menceritakan hal ini tidak bertujuan mendiskreditkan suatu lembaga atau pribadi tertentu. Saya ingin agar kita semua berhati-hati agar kita dapat belajar dari sumber yang benar dan kompeten agar ilmu hipnosis dapat dikuasi dengan benar dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan kita bersama.

Bagi pembaca yang ingin tahu lebih banyak tentang hipnosis anda dapat membaca buku saya yang beredar bulan Oktober 2005 yang berjudul
Hypnosis – The Art of Subconscious Communication.

* Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pembicara publik dan trainer yang telah berbicara di
berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis best seller Born to be a Genius, Genius Learning Strategy, Manage Your Mind
for Success dan Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan ?

source : indoghaib

>Poligami Memperpanjang Usia

>dakwatuna.com – Jakarta, Ekspansi klub poligami asal Malaysia di Bandung cukup menghebohkan. Sebuah studi terkini di Inggris mengatakan bahwa poligami bisa memperpanjang umur hingga 12 persen. Tapi studi lain menyebutkan bahwa istri yang dipoligami cenderung lebih stres.

Setelah melakukan analisis terhadap praktek poligami di hampir 140 negara, Virpi Lummaa, seorang ekolog dari University of Sheffield, Inggris menyebutkan bahwa pria yang melakukan poligami cenderung lebih panjang umur hingga 12 persen daripada pria yang monogami.

Tidak hanya pria, wanita yang dipoligami pun ternyata lebih panjang umur. Sebuah fenomena yang disebut para peneliti sebagai efek nenek bisa menjelaskan mengapa wanita yang dipoligami punya umur lebih panjang, terutama setelah melewati masa menopause.

Lumma mengatakan bahwa setiap 10 menit seorang wanita berhasil melewati masa menopause, kebahagiaanya akan bertambah 2 kali lipat. Peneliti mengatakan bahwa banyaknya cucu dan perhatian dari anak-anaknya membuat ia lebih bahagia dan ingin hidup lebih lama.

Sementara itu, pria yang mmelakukan poligami disebut peneliti masih memiliki alat reproduksi yang bagus hingga umur 60, 70, bahkan 80 tahun. “Hal itulah yang yang kemungkinan memperpanjang hidupnya,” ujar Lumma seperti dikutip dari Redorbit, Selasa (20/10/2009).

Lumma dan timnya membandingkan negara-negara yang melakukan praktik poligami dengan negara yang monogami, dan hasilnya ternyata mereka yang melakukan praktik poligami memang lebih sehat dan memiliki nutrisi yang lebih baik ketimbang mereka yang monogami.

Peneliti mengatakan bahwa rahasia dari manfaat poligami berasal dari istri. Suami yang memiliki istri banyak, yang bisa mengurus dirinya dengan baik sudah tentu akan memiliki kesehatan yang lebih baik. Mereka juga akan lebih bahagia karena memiliki banyak anak dan kehidupan seksnya terpenuhi terus.

“Kebutuhan seks yang terpenuhi membuat kesuburan tetap bertahan meski sudah memasuki usia abu-abu. Dan kesuburan seseorang sangat berpengaruh terhadap fungsi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Semakin baik kesuburannya, semakin baik pula kinerja hormon dan itu membuat seseorang tetap sehat,” jelas Lumma.

Manfaat poligami lainnya yang disebut peneliti yakni adanya dorongan dan motivasi untuk terus menghidupi dan memberi nafkah untuk anak dan istrinya. Menurut antropolog Chris Wilson dari Cornell University in Ithaca, New York, hipotesis tersebut sangat masuk akal.

Bagi pria, poligami memang akan membawa manfaat yang baik untuk kesehatan, namun bagi wanita sepertinya tidak. Meskipun beberapa studi menyebutkan bahwa poligami membawa efek baik untuk sang istri, tapi lebih banyak studi yang menunjukkan bahwa istri yang dipoligami cenderung lebih stres.

Profesor Martha Bailey dan Bita Amani dari Queen’s University menyebutkan bahwa istri dan anak akan menjadi korban dalam rumah tangga kerika seorang suami memilih untuk melakukan poligami.

“Mereka lebih banyak mengalami depresi dan stres karena perasaan cemburu. Mereka juga cenderung menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Bailey. Sementara suami yang melakukan poligami mendapat pemenuhan seks yang baik, istri yang dipoligami justru menderita karena harus menghadapi kenyataan suaminya berbagi seks dengan wanita lain dan kemungkinan penyakit menular seksual.

Ketika seorang wanita depresi, pola pengasuhan anaknya pun menjadi kacau. Dan itu akan memberi dampak negatif bagi anak. Anak juga berisiko mengalami trauma dan dikucilkan oleh teman-temannya. Perilaku mereka pun menurut peneliti lebih sulit terkontrol karena peran ayah menjadi berkurang.

Namun yang paling penting dalam poligami adalah perhatian suami terhadap semua istri dan anak-anaknya. “Suami yang melakukan poligami akan lebih panjang umur hanya jika ia bisa memperhatikan dan memperlakukan semua istri dan anak-anaknya dengan adil,” ujar Wilson. detik

source : http://www.dakwatuna.com/2009/poligami-memperpanjang-usia-pria-12/

>Bahagia dengan Poligami

>”Penyebab timbulnya image negatif terhadap praktek poligami yang dibolehkan dalam Islam sebenarnya adalah kaum Muslimin yang tidak komitmen dengan petunjuk agama dalam menjalankan tanggung jawab. Penolakan para muslimah di seperempat bagian masyarakat Muslim lebih disebabkan karena kaum laki-laki Muslim sendiri jatuh dan tidak bisa memenuhi fungsi keagamaan dan kehilangan karakter kelaki-lakian dan patriarkinya.”
Inilah kritikan seorang Muslimah dari keluarga Yahudi Amerika yang dengan ridha menjalani praktek poligami, menjadi istri kedua dari seorang muslim yang shalih dan taat kepada tanggung jawab agamanya.

“Islam menjawab dan menjelaskan segala-galanya. Dalam Islam kutemukan kebenaran, kebaikan dan keindahan yang bukan saja membawa dan memandu seseorang menjalani kehidupan di dunia ini tetapi juga kehidupan selepas kematian nanti.” tegas Maryam dalam pernyataannya di The Islamic Bulletin, San Francisco, California, Amerika Serikat.

Menurut Maryam, persepsi pertamanya ketika membaca Al-Qur’an, Islam adalah satu-satunya agama kebenaran, kejujuran, keikhlasan dan tidak membenarkan kompromi murahan atau hipokrasi.
Setelah Maryam Jameelah memeluk Islam, secara otomatis mengalami suatu transformasi total yang dia istilahkan dengan transformation from a kafir mind into a muslim mind (transformasi dari pikiran kafir ke pikiran muslim). Maryam melihat bahwa perubahan pola pikir yang mempengaruhi perilaku, tutur kata seseorang dalam kehidupan sehari-hari mesti terjadi apabila seseorang memasuki ruang keislaman. Ada perbedaan yang mendasar antara pemikiran yang keluar dari kepala seorang muslim dan yang keluar dari kepala seorang kafir.

Keyakinan yang paling esensial dalam Islam, menurut Maryam adalah konsep man as the slave of God (manusia sebagai hamba Tuhan). Konsep ini sejalan dengan makna terminologi Islam itu sendiri, yakni submission to the will of Allah (penyerahan diri kepada kehendak Allah) dan siapa saja yang memilih melakukan itu bisa dikatakan muslim. Menerima ini, bagi Maryam, konsekuensinya sangat luas dan mendalam. Manusia dengan demikian tidak memiliki hak untuk membuat aturan hukum sendiri, mempolarisasikan antara kekuasaan Tuhan dan kekuasaan manusia. Segala sesuatu harus tunduk kepada kehendak Tuhan yang telah diartikulasikan dalam wahyu lewat para nabi dan rasul.
Maryam Jameelah, seorang intelektual, penulis di bidang agama, filsafat, sejarah dan peradaban. Ia meyakini teks-teks Al-Qur’an dengan keimanan yang dalam. Pemikiran Barat pun mendapat pukulan balik darinya.

Lahir di New York, Amerika Serikat, 3 Mei 1934. Sebelum masuk Islam, ia bernama Margaret Marcus. Dia seorang pemikir dari keluarga Yahudi yang dibesarkan dalam masyarakat multinasional, New York City.

“Seandainya ada pertanyaan kepadaku bagaimana mengetahui perihal Islam? Aku hanya mampu menjawab, pengalaman pribadikulah yang mengantarkan pada keyakinanku. Keteguhanku akan aqidah Islam datang secara perlahan dan tenang namun penuh keyakinan.”

Lewat bacaannya terhadap literatur sejarah bangsa Arab, dia menemukan bahwa Islam besar dan agung bukan karena bangsa Arab, tapi justru orang Arab menjadi beradab karena Islam. Pemikiran Maryam dipengaruhi oleh Abul A’la Al-Maududi. Beliau telah membimbing Maryam memahami Islam lewat korespondensi sejak Desember 1960 sebelum dia masuk Islam hingga Mei 1962 dan akhirnya hijrah ke Pakistan.

Maryam Jameelah tidak pernah kendur menghadapi para penghujat Islam. Sikap kritisnya terhadap paham sekularisme dan materialisme dari dulu hingga kini demikian gigihnya. Itu ditunjukkan dengan usaha yang tidak mengenal penat dan lelah terhadap cita-cita luhur dan agung ini. Tokoh mujahidah ini mengangkat Islam sebagai satu jawaban paling tepat dan merupakan satu-satunya kebenaran yang dapat memberi petunjuk, tujuan serta nilai pada persoalan hidup dan mati.

Sampai hari ini tudingan miring itu masih nyaring terdengar, ungkapan bahwa Rasulullah saw. dan para sahabatnya yang hampir semuanya memiliki lebih dari satu istri dianggap kriminal dalam perundang-undangan modern. Hukum Islam yang membenarkan menerima perceraian juga dikecam dengan keras, seperti halnya poligami. Izin yang diberikan syariat kepada laki-laki untuk menceraikan istrinya secara diam-diam ditetapkan sebagai bukti inferioritas status perempuan dalam hukum Islam.
Hijab atau pemisahan yang ketat antara dua jenis kelamin mendapatkan hantaman yang tidak kurang beratnya dari para modernis kita yang terdidik yang menuntut penghapusan hijab. Dalam peradaban modern, seorang perempuan hanya dihargai sebatas kemampuan mereka berhasil menjalankan fungsi laki-laki, dan pada saat yang sama memperlihatkan kecantikan dan keanggunannya secara maksimal kepada publik. Walhasil, peran kedua jenis dalam masyarakat modern sangat membingungkan. Ajaran Islam tidak bisa mentolerir nilai budaya yang menyeleweng seperti itu. Dalam Islam, peran wanita bukan sebagai ballot-box, melainkan pemelihara rumah dan keluarga. Hal ini dipaparkan Maryam Jameelah dalam bukunya, Islam and the Muslim Woman Today.

Mirisnya lagi desain penghujatan Islam ini berimbas juga di kalangan para muslimah. Padahal jauh sebelum Maryam Jameelah memeluk Islam, dia sudah membahas dan melakukan pembelaan akan kebenaran Islam dan syariatnya. Hal ini diungkapkan Maryam dalam korespondensinya kepada Abul A’la Al-Maududi.

”Ambillah contoh masalah poligami. Orang-orang Islam seperti Dr. Hoballah, pemimpin Islamic Centre di Washington, mengatakan kepada saya bahwa Islam hanya memperkenankan poligami dalam sedikit peristiwa-peristiwa pengecualian tertentu. Golongan modernis malahan telah lebih jauh menafsirkan ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa “kamu tidak akan bisa berbuat adil terhadap lebih dari satu istri, betapapun kamu menginginkannya”, sebagai larangan mutlak terhadap poligami. Berikut ini, pandangan apologetik serupa dikutip dari tafsir Muhammad Ali Lahori dalam terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Inggris (hal. 187-188).

“Surat An-Nisa ayat 3 membolehkan poligami hanya dalam keadaan tertentu. Dengan demikian, akan jelaslah bahwa izin untuk mempunyai istri lebih dari satu itu diberikan untuk keadaan khas umat Islam yang ada pada saat itu. Dapat ditambahkan di sini bahwa poligami dalam Islam, teori maupun praktek, adalah suatu perkecualian, bukan aturan.”

”Dalih yang paling kuat untuk menentang cara berpikir yang sesat seperti itu adalah kenyataan bahwa tak ada satu pun ulama tafsir Al-Qur’an yang dikenal nama baiknya sepanjang sejarah Islam pernah menafsirkan ayat tersebut seperti demikian, hingga dunia Islam jatuh ke dalam kekuasaan imperialis Eropa. Aku tidak bisa menemukan pernyataan dalam kepustakaan Al-Qur’an maupun Hadits yang mengatakan bahwa poligami dikutuk sebagai suatu kejahatan, tidak pula suatu masalah pernah timbul mengenai perlunya untuk membatasinya hanya bagi keadaan-keadaan pengecualian tertentu. Persisnya bunyi ayat yang menjadi pembicaraan adalah ”Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil terhadap istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu berbuat kebaikan dan memelihara diri dari kejahatan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nisa:129)”

”Dengan kata lain, karena tidak ada dua manusia yang sama, maka tentunya seorang suami tidak mungkin dapat memperlakukan istri-istrinya dengan rasa cinta-kasih yang sama. Tetapi ayat ini tidaklah melarang untuk melakukan poligami hanya karena ia tidak dapat mencintai mereka dengan kadar yang sama. Tidak! Al-Qur’an hanyalah memerintahkan untuk berlaku baik serta mempergauli mereka dengan seadil-adilnya…” demikian pembelaannya tentang poligami.

Prinsip-prinsip yang mendasari semua pemikiran Maryam dalam melihat teks-teks agama adalah prinsip penyerahan diri, sehingga dalam semua karyanya dia tidak pernah mengkritisi teks agama yang kelihatan bertentangan dengan mainstream peradaban sekarang yang jelas-jelas didominasi nilai-nilai Barat, seperti kepemimpinan laki-laki, praktek poligami dan pergaulan terbuka antara kedua jenis kelamin.

Dia justru mengkritisi ide-ide Barat atau Muslim modernis dengan argumentasi teks-teks agama. Tidak jarang dia mengkritisi kekerdilan mental seorang muslim untuk komitmen kepada ajaran agamanya. Dia tidak menerima kalau idealisme Islam tentang hubungan laki-laki dan perempuan dalam dinamika sosial, baik secara mikro maupun makro harus diotak-atik hanya karena orang-orang Barat mengatakan lain atau hanya karena masyarakat muslim tidak mampu menjalankannya. Dalam keadaan seperti itu, justru komitmen kepada pembentukan masyarakat muslim yang kaffah harus dikembangkan.

“Apa yang Anda tulis tentang poligami mutlak benar. Hanya ingin saya tambahkan bahwa surat An-Nisa ayat 3 diwahyukan tidak untuk mengesahkan poligami. Poligami tidak pernah diharamkan oleh Allah. Ia dibolehkan oleh syariat seluruh nabi. Sebagian besar para nabi beristri lebih dari satu. Sebelum ayat ini diturunkan kepada Nabi saw., beliau telah beristri tiga (Saudah, Aisyah dan Ummu Salamah ra). Sebagian besar sahabat juga berpoligami. Jadi tidak diperlukan lagi pengesahan atas suatu praktek yang halal dan telah dikenal. Ayat tersebut di atas diturunkan ketika banyak wanita Madinah ditinggal mati suami mereka yang gugur di medan perang Uhud dan banyak pula anak-anak yang sudah tidak berbapak lagi. Dihadapkan pada masalah ini, orang Islam diarahkan untuk memecahkannya dengan memanfaatkan lembaga yang telah ada dan lazim, yakni dengan mengawini dua, tiga atau empat wanita di antara janda-janda tersebut.”

“Sebagai akibatnya, janda-janda dan anak-anak yatim tidak terlantar, melainkan terserap ke dalam berbagai keluarga. Kalaupun petunjuk Tuhan ini menyiratkan suatu pembentukan hukum baru, hal itu bukanlah pemberian izin berpoligami, melainkan merupakan pembatasan jumlah istri sampai empat dan penetapan syarat lebih jauh, yakni bila suami tidak bisa bertindak adil terhadap seluruh istrinya, maka ia harus mempergauli mereka dengan baik atau beristri satu saja. Dua buah perintah di atas tidak pernah diketahui dan dikenal oleh orang Arab penyembah berhala, dan Bible yang sekarang pun tidak menyebutkannya.” Abul A’la Al-Maududi membenarkan semua deskripsi Maryam tentang ayat Allah yang satu ini.
“Cara berpikir dan berbuat seseorang, tidak bisa dipisahkan dari kesadaran ‘cognitisi’nya. Masalah yang paling serius dalam semua ajaran agama adalah bagaimana mendekatkan antara teori dan praktek, bagaimana menyelaraskan antara ajaran dan pelaksanaan. Di samping itu, ada masalah yang tidak kalah peliknya, bagaimana memahami kerangka teori yang ada, sehingga memudahkan praktek, tanpa meninggalkan esensi ajaran.” Maryam Jameelah memaparkan dalam bukunya, Islam in Theory and Practice

Maryam berpandangan bahwa ciri utama ideologi-ideologi modern adalah anggapan bahwa prinsip ‘perubahan untuk perubahan’ merupakan nilai yang tertinggi. Segala komitmen pada suatu nilai dasar yang absolut adalah sikap zaman pertengahan yang harus ditinggalkan. Manusia harus menemukan nilai-nilai yang cocok untuk situasi mereka yang berubah setiap saat. Ini, menurut Maryam, yang mengantarkan dunia modern kepada kekacauan.

Maryam mengkritisi interpretasi apologetik para modernis yang tidak memiliki dasar apapun, baik dalam Al-Qur`an maupun dalam Sunnah, tapi semuanya hanya merupakan hasil perbudakan mental terhadap nilai-nilai peradaban Barat. Individualisme ekstrim Barat yang mendominasi masyarakat modern telah sampai pada tingkat menganggap poligami jauh lebih buruk daripada perzinahan.
Ini sejalan dengan tokoh Barat yang mengatakan bahwa subyek modern bercirikan kemampuan menerima dan ‘merayakan’ kealpaan keamanan dan karakteristik keteraturan eksistensi sosial kontemporer sekarang. Barat menempatkan feminisme dalam kerangka mordenisme seperti ini. Barat mengajak kaum perempuan menolak tradisi dalam bentuk peranan ibu rumah tangga yang mengikat mereka kepada dunia domestik.

Maryam tidak pernah mempertanyakan isu keadilan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan. Tapi ini tidak berarti bahwa dia tidak menjunjung tinggi keadilan. Hanya saja, keadilan yang diinginkannya adalah keadilan dalam definisi yang digariskan Allah dalam wahyu-Nya. Ini sangat berbeda dari orang lain yang berbicara tentang gender dalam Islam.
Hampir semuanya berangkat dari tuntutan keadilan untuk memenuhi tuntutan keadilan yang didasarkan pada ide-ide Barat sebab mereka menyangsikan keadilan yang ada dalam formulasi Islam terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Keadilan bagi mereka adalah persamaan, bukan kerjasama atau dalam redaksi lain, mereka tidak melihat kemungkinan adanya kerjasama kecuali dalam persamaan mutlak antara laki-laki dan perempuan dalam segala aspek. Maryam menuliskan bahwa:

Dari sudut pandang Islam, mempertanyakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan adalah seperti mendiskusikan kesetaraan antara bunga mawar dan yasmin. Masing-masing memiliki aroma, warna, bentuk dan keindahan. Laki-laki dan wanita tidak sama. Masing-masing memiliki ciri dan karakteristik tersendiri. Laki-laki memiliki keistimewaan seperti kewenangan sosial dan gerak sebab dia harus menjalankan banyak tugas berat.

Pertama, dia memikul tanggung jawab ekonomi. Kedua, wanita tidak harus mencari suami sendiri. Di rumah, perempuan berkuasa seperti ratu dan laki-laki Muslim layaknya seperti tamu di rumah sang istri. Ketiga, perempuan Muslim dibebaskan dari tanggung jawab politik dan militer. Dengan demikian, syariat menempatkan laki-laki dan perempuan sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.
Maryam Jameelah tidak pernah mempermasalahkan konsep-konsep gender dalam Al-Qur`an maupun hadits. Tampaknya, bagi dia, masalahnya terletak pada ada atau tidaknya komitmen Muslim terhadap konsep-konsep tersebut. Gugatan kaum modernis Muslim terhadap konsep-konsep gender Al-Qur`an hanya merupakan sikap mendua (ambivalence) atau anti terhadap ajaran Islam. Sehingga dia lebih banyak mengkritisi dan membandingkan konsekuensi praktis antara pandangan Islam dan liberal Barat terhadap stabilitas sosial.

Maryam Jameelah meninggalkan New York dan hijrah ke Pakistan, tinggal sebagai salah satu anggota keluarga Abul A’la Al-Maududi di Lahore. Maryam Jameelah menikah dengan Mohammad Yusuf Khan, seorang yang tafarrugh (full timer) untuk Jamaat Islami yang kemudian menjadi penerbit utama semua buku-buku karangan istrinya. Maryam Jameelah kemudian menjadi ibu dari empat orang anak, hidup bersama madunya serta anak-anaknya di sebuah rumah besar bersama ipar-iparnya. Suatu hal yang luar biasa bagi seorang wanita yang berlatar belakang Barat. Maryam Jameelah terus menulis melanjutkan minat intelektualnya. Sebuah fakta yang menakjubkan, karya-karyanya yang terpenting telah ditulis saat tengah mengandung anak-anaknya.

source : dakwatuna.com