>10 Kisah orang bodoh yang akhirnya sukses

>

 Albert Enstein

Adam Khoo:
Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.

Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.

Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.

Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

Albert Enstein:

Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

Aristotle Onassis:

Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:
Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.

Thomas Alva Edison:
Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut,
Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.
Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”
Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.

Chris Gardner:
Sudah pernah nonton film atau baca buku Pursuit of Happyness ? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olenya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah orang berpendidikan tinggi tapi dia terus berusaha dan berjuang, Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.

Ludwig Van Beethoven:
Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis masyur dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven. Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.

Louis Braille:
Louis Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang lainnya. Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu orang buta juga bisa membaca. Sekarang siapa yang tidak tahu Abjad Braille?

Abraham Lincoln:
Kisah Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani gagal.
Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembisara pada tahun1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Dilantik menjadi anggota Kongres pada tahun 1846.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860 dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan salah seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.

Bill Gates:
Nah, ada yang tidak kenal Bill Gates? William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy

Mark Zuckerberg:
Yang satu ini dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang. Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo satu miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000).

>Orang Bodoh Lebih Cepat Sukses

>

Mungkin akan mengerutkan dahi, ketika membaca judul buku ini. Atau Anda langsung menyanggah.`Ah yang benar saja.` Buku ini memang sengaja memancing Anda untuk berkerut dan lebih jauh berpikir,`Apakah benar, orang ”bodoh” lebih cepat sukses?` Bob Sadino pengusaha sukses dalam beberapa zaman mengungkapkan, `Sekolah kita hanya mendidik orang menjadi pintar, tidak mengajari orang untuk menjadi bisa.` Mungkin itu dapat menjadi jawaban untuk judul buku ini, karena kenyataannya terlalu banyak orang pintar lulusan sekolah yang tidak bisa berbuat apa-apa. Sebaliknya, banyak orang yang `bisa`, dan tidak pintar di sekolah, justru mendulang kesuksesan luar biasa. Bukankah untuk berwirausaha yang dibutuhkan bukan orang `pintar` yang tidak bisa apa-apa, melainkan orang `bodoh` tetapi banyak kebisaannya?! Sebagian Besar Orang `Pintar` Ternyata Goblok! -Pengantar Bob Sadino

1. Terlalu Banyak Ide
Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai
Orang “bodoh”biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh”sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar”telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis
Sebagian besar orang “pintar”sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat
lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh”tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses
Orang”Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar
Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh”tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi
Orang “Pintar”menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai
Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri
Orang “Pintar”berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan
Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus
Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh”tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen
Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang”bodoh”?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas
Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka
tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas
Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh”mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas
Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh”? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas
Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampur adukan Keuangan
Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah
Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan
Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga
Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk
Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diatas kakinya sendiri.

>Orang Pinter Dan Orang Bodoh

>Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis.
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar.
Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar,
walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang,
sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).

Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh??
Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh??

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.

Kata kunci nya adalah “resiko” dan “berusaha”, karena orang
bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.

Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar
untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh.

by. Mas Hendra

>Hijab Ilmu

>

Para ahli makrifat menyebutkan, bahwa “ilmu adalah hijab yang paling besar” sehingga seseorang tidak boleh berlama-lama dalam kedudukan (maqam) ini. Yang dimaksud “ilmu” disini adalah pengetahuan yang diperoleh melalui akal. Hijab ini adalah hijab yang khas bagi manusia yang mampu ia ketahui secara rasional, sehingga segala sesuatu yang telah ia ketahui dengan akalnya, harus segera ia luluhkan, ia torehkan pada instrumen jiwa yang lain. Instrumen jiwa yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mencapai jenis pengetahuan lain yang tak dapat dijangkau oleh pemahaman akal. Dengan begitu seseorang akan dapat melepaskan dirinya dari semua ikatan atau hijab ilmu yang diperolehnya.

Kalau pendengaran dan penglihatan adalah sarana bagi akal untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan, maka instrumen jiwa lainnya yang memiliki kapasitas untuk memperoleh ilmu atau hikmah adalah “hati”. Al-Qur’an menggunakan tiga istilah yang berbeda yang menunjukkan tentang hati, yaitu al fuâd, al qalb, dan al shudr.

Ketiganya merupakan istilah yang berbeda tetapi mengacu pada satu hakikat, yaitu hakikat dasar manusia, hati. Masing-masing menunjukkan perbedaan “karakter” sesuai dengan perbedaan keadaan hati. Dalam tulisan ini cukuplah untuk sementara kita menggunakan istilah hati.

“Dan Allah mengeluarkan kalian dari keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati, semoga kalian bersyukur”. (Surat An-Nahl [16] : 78)

Ayat ini menunjukkan kepada kita, bahwa sarana bagi jiwa untuk memperoleh pengetahuan sebagai bekal kesempurnaannya adalah melalui pendengaran, penglihatan, dan hati. Dan orang-orang yang bersyukur adalah mereka yang menggunakan sarana tersebut untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mencapai pemahaman mengenai hakikat penciptaannya. Dengan demikian akal bukanlah satu-satunya cara atau sarana untuk mengetahui sesuatu.

Dalam tasawuf atau di kalangan ahli makrifat, sebagaimana kita maklum, seseorang bisa mengetahui sesuatu dengan tidak melalui akal, tidak pula lewat penginderaan, tetapi lewat cara yang disebut “riyadhah”, pendekatan diri kepada Allah, dimana jiwa mengerahkan seluruh kemampuan dan “potensi positif” hati dengan kedisiplinan dan ke”ajeg”an (istiqomah) untuk memperoleh limpahan karunia sesuai kehendak-Nya.

Menurut ahli makrifat, hati adalah tempat perubahan dan pasang surut yang konstan. Di dalam hati terjadi pertempuran antara dorongan hawa nafsu (hawâ) yang menjerembabkan jiwa (nafs) ke dalam kehinaan dengan tarikan ruh yang membawa jiwa kepada kesucian. Hubungan saling mempengaruhi antara jiwa dengan hawa nafsu adalah melalui hati, sebagaimana hubungan antara jiwa dengan limpahan manifestasi Ilahiah (rûh) juga melalui hati. Ini berarti limpahan ruh Ilahi ke dalam hati akan mempengaruhi aktivitas jiwa dan perwujudan sifat-sifat terpuji dan kesuciannya, dan sebaliknya kesucian jiwa, tidak akan membiarkan sedikitpun “ruang” di dalam hati disusupi oleh hawa nafsu. Jiwa akan selalu memperkuat hati dengan selalu membukanya untuk menerima limpahan ruh dan pengajaran dari-Nya.

“Dan segala yang Kami sampaikan kepadamu dari cerita Rasul-Rasul yang dengannya Kami kuatkan hatimu, dan dalam cerita itu telah datang kepadamu kebenaran, pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (Surat Huud [11] : 120)

Demikian pula dengan jiwa yang menampakkan aktivitas dan perwujudan sifat-sifat yang rendah adalah cermin dari pengaruh hati yang diisi dan ditundukkan oleh hawa nafsu, dan sebaliknya hati yang dikuasai hawa nafsu akan menutup dirinya dari cahaya petunjuk, karena jiwa yang selalu mengajaknya kepada kegelapan.

“Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup dari apa yang kamu seru kami kepada-Nya … ” (Surat Fushshilat [41] : 5)

Dengan demikian, bisa kita pahami bahwa hati adalah instrumen jiwa yang sanggup mencapai pengetahuan dan limpahan ruh Ilahi, sepanjang ia -hanya selalu- membuka dirinya untuk menerima pancaran cahaya-Nya. Ketika cahaya ini masuk ke dalam hati, maka ia akan menghilangkan tabir yang menutupi mata batin, sehingga pengetahuan tentang Allah (makrifat) -Sang Sumber Ilmu- dapat singgah di dalam hati. Para ahli makrifat menyebut keadaan hati seperti ini dengan istilah kasyf (penyingkapan). Dengan rahmat-Nya yang tak terbatas, Allah melimpahkan kepada hamba-Nya pengungkapan diri-Nya (tajalli) ke dalam hati hamba-Nya.

Ada sebuah hadis qudsi yang menyatakan, “Meskipun langit dan bumi tidak sanggup memuat-Nya, tapi hati manusia -hamba-Nya- justru sanggup memuat-Nya”. Hati semacam ini adalah hati seorang hamba yang dipenuhi oleh berbagai hakikat Ilahiah, manifestasi Ilahiah dalam bentuk penyingkapan Nama-Nama-Nya dan Sifat-Sifat-Nya. Pengungkapan diri-Nya ke dalam hati hamba-Nya, merupakan anugerah, yang Allah limpahkan kepada manusia agar Ia dapat disaksikan. Ahli makrifat mengatakan bahwa terjadi berbagai penyingkapan yang merasuk ke dalam hati. Atas kehendak-Nya, Allah mengungkapkan diri-Nya lewat satu Nama Keindahan-Nya yang akan menimbulkan kemanisan dan kesenangan, atau lewat salah satu Nama Keagungan-Nya yang akan melahirkan ketakziman dan ketakutan. Singkatnya, karena Dia adalah Yang Maha Takterbatas, maka penyingkapan ini tidak pernah berulang secara sama dan tidak pula pernah berakhir. Setiap orang adalah unik, oleh karena itu masing-masing penyingkapan juga unik. Jadi tidak ada dua orang yang merasakan pengalaman tajalli yang sama. Hanyalah yang “merasakan” yang mengetahuinya, dan mereka yang “tidak merasakan” tidak bakal mengetahui. Tajalli melampaui ungkapan kata-kata.

Namun demikian -bagaimana pun- penyaksian hati ini tetaplah menunjukkan bahwa “yang melihat”, “Yang Dilihat”, dan “cahaya yang menghubungkan” keduanya, merupakan tiga hal yang berbeda dan melahirkan keberagaman. Padahal “Penyaksian di dalam ke -Esa- an-Nya” tidak mengizinkan keragaman seperti itu. Jadi mesti ada “langkah pelampauan” sampai pada satu titik yang dengannya tauhid (penyatuan) bisa dicapai. Karena itu, titik tauhid (sejati) ini hanya bisa dicapai melalui penghancuran (fana’i) “diri yang mengetahui” di di dalam “Dzat yang diketahui”.

by. GAGAKMAS

>Halqah-halqah dzikir adalah Taman-Taman Syurga

>

“Apabila kamu melalui Taman Syurga, maka ikutlah atau masuklah kamu padanya. Bertanya salah seorang sahabat: Apakah Taman Syurga itu, ya Rasulullah? Sabda Rasul: Yaitu Halqah-halqah dzikir (lingkaran orang berzikir)”. (HR. Imam Tarmizi).

Rasulullah SAW menggambarkan lingkaran orang berzikir sebagai Taman Syurga yang sangat indah, penuh ketenangan dan kedamaian , mengalir segala rahmat dan karunia Allah SWT. Kenapa lingkaran orang berzikir di ibaratkan sebagai Taman Surga? Karena disaat mata terpejam, kepala pun tertunduk untuk merendahkan diri dengan serendah-rendahnya kepada Allah SWT yang Maha Agung lagi Maha Perkasa, lidah terasa kelu tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun, hanya hati yang terus bergetar, dimulai dengan ucapan astarafirullah sebagai wujud permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang kita lakukan baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari, barulah kemudian hati kita bergetar berzikir ALLAH, ALLAH. Seluruh anggota badan ikut merasakan getaran Maha Dasyat dari keagungan Kalimah Allah.

Keindahan zikir dalam lingkaran dibawah bimbingan Waliyammursyida tidak akan bisa digambarkan dengan kata-kata, zikir yang selalu dinaungi oleh Nur Allah beserta segenap Para malaikat-Nya sebagaimana dalam sebuah hadist :

“Apabila duduk suatu kaum mengucapkan dzikir ALLAH, maka melingkungi akan mereka malaikat-malaikat dan meliputi akan mereka Rahmat dan turut atas mereka SAKINAH (ketenangan jiwa) dan ALLAH menyebut mereka pada sisi-Nya”. (HR. Imam Muslim)

Zikir yang senantiasa dikelilingi oleh para Malaikat ini lah selalu dirasakan oleh orang-orang yang intensif berzikir selama 10 hari dalam iktikaf dan suluk dan tentu akan menghasilkan jiwa yang tenang, jiwa yang kelak bila saatnya telah tiba akan dipanggil kembali oleh Allah SWT untuk kembali kepada-Nya.

Marilah kita semua untuk selalu memperbanyak zikir kepada Allah SWT, karena sesungguhnya zikir itu adalah perintah Allah SWT sebagai firman-Nya :

“Dan ingatlah Tuhan mu sebanyak-banyaknya dan tasbihlah di waktu petang-petang dan pagi-pagi (Q.S. Al-Ahzab, 41-42).

“Barang siapa yang tidak mengingat AKU, dia akan mendapat kehidupan yang sulit dan di akhirat akan dikumpulkan sebagai orang buta” (Q.S. Thaha, 124)

“Siksaanlah bagi orang yang engkar hatinya mengingat ALLAH, orang-orang itu dalam kesesatan yang nyata” (Q.S. Azzumar, 22)

Zikir bukan hanya bisa menghilangkan penyakit hati akan tetapi juga bisa menyembuhkan penyakit-penyakit zahir yang kadang tidak bisa ditangani oleh dokter seperti penyakit AIDS/HIV, Kangker ganas, Leukimia, termasuk juga bisa dijadikan terapi untuk menyembuhkan orang gila dan orang yang kecanduan narkoba.

Allah SWT telah memberikan garansi kepada orang-orang yang selalu mengamalkan zikir untuk terlepas dari berbagai malapetaka dan bencana sebagaimana tersebut dalam sebuah hadist:

“Tidak memberi mudharat apa-apa yang dibumi dan tidak pula di dilangit bagi orang yang beserta dengan nama-Nya” (HR. Abu Daud dan Thirmidzi).

Bahkan Allah SWT juga memberikan garansi kepada manusia untuk tidak mengkiamatkan dunia ini kalau masih ada orang yang berzikir menyebut nama-Nya sebagai mana tersebut dalam hadist berikut :

“Tiada akan datang Kiamat, kecuali kalau dimuka bumi tidak ada lagi yang membaca Allah, Allah, Allah” (HR. Muslim)

Disaat seorang hamba berzikir didalam lingkaran (Taman Syurga), bertawajuh dibawah pimpinan seorang Guru Mursyid yang dalam dadanya telah tersalur Nur Ilahi, seluruh badan digetarkan oleh energi Zikir Kalimah Allah yang maha dasyat yang di istilahkan oleh Prof. Dr. SS. Kadirun Yahya MA. M.Sc sebagai Teknolgi Alqur’an, yang dapat memusnahkan segala jenis penyakit dan me-normal-kan kembali fungsi tubuh secara zahir dan mententramkan hati.

Zikir yang bisa menyelesaikan semua problem hidup bukanlah zikir sekedar meniru ucapan, akan tetapi zikir yang mengandung Nur Ilahi. Untuk mendapatkan itu sebelum kita berzikir terlebih dahulu kita mendapatkan frekwensi gelombang dari Rohani Rasulullah (Nur ala Nurin) melalui Rohani sang Mursyid, barulah rohani kita itu, yang pada hakekatnya telah menyatukan diri Rohaninya dengan Rohani Rasulullah, hingga memiliki frekwensi yang sama, barulah rohani kita detik itu, dapat hadir kehadirat Allah SWT karena rohani Rasulullah itu sangat dekat dengan Allah SWT.

Itulah sebabnya kenapa lingkaran zikir digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai Taman Syurga, karena sesungguhnya Syurga itu berada disisi Allah SWT, maka disaat berzikir rohani kita pada hakikatnya telah berada disisi Allah SWT, rohani kita berada di Taman Syurga-Nya yang sangat indah dan damai. Sering-seringlah kita singgah di Taman Syurga semasa kita hidup didunia sebagaimana anjuran Rasulullah agar kelak di akhirat kita bisa masuk kedalam Surga. SUFI MUDA

Amal ibadah yang dilaksanakan dalam suatu jama’ah
(berkelompok), termasuk dzikrullah, adalah lebih mulia
daripada amal ibadah yang dilakukan sendiri.
Kalbu-kalbu bertemu dalam jamaah, dan dalam jama’ah
itu, orang-orang menemukan saling tolong dan
keharmonisan. Yang lemah dapat mengambil sesuatu dari
yang kuat, yang berada dalam kegelapan memperoleh
sesuatu dari yang berada dalam cahaya, yang lalai dari
yang berilmu, dan seterusnya.
Abu Hurayrah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw
bersabda, “Allah swt memiliki malaikat yang menyusuri
jalan besar maupun jalan kecil mencari
kumpulan-kumpulan dzikir di bumi. Saat mereka
menemukan suatu kelompok dzikir, mereka menaunginya
dengan sayap-sayap mereka yang terentang hingga ke
langit. Allah bertanya pada mereka, “Dari mana kalian
datang?” Mereka menjawab, “Kami telah datang dari
hamba-hamba-MU yang mensucikan-Mu, memuji-Mu,
menyatakan keesaan-Mu, memohon-Mu dan mencari
perlindungan dengan-Mu,”
Allah berkata, dan Ia jauh lebih tahu dari mereka,
“Apa yang mereka pinta dari-Ku?” Mereka menjawab,
“Mereka meminta dari-Mu Surga.” Ia berkata, “Apakah
mereka pernah melihatnya?” Malaikat menjawab, “Belum,
wahai Tuhan kami.” Ia berkata, “Bagaimana seandainya
mereka pernah melihatnya?” Kemudian Ia bertanya, dan
Ia lebih tahu daripada mereka, “Dari apa mereka
meminta perlindungan?” “Dari Neraka,” Malaikat
menjawab.
Allah bertanya, “Sudahkah mereka melihatnya?” “Belum,”
Malaikat menjawab. Kemudian Allah berkata, “Bagaimana
seandainya mereka pernah melihatnya?” Kemudian Allah
berkata, “Aku bersaksi pada kalian bahwa Aku telah
mengampuni mereka, Aku telah berikan pada mereka apa
yang mereka minta pada-Ku, dan Aku telah berikan pula
pada mereka perlindungan yang mereka minta dari-Ku.”
Malaikat berkata, “Wahai Tuhan kami, di antara mereka
ada seorang zalim yang kebetulan duduk bersama mereka,
tapi tidak termasuk dalam golongan mereka.” Allah
berkata, “Aku pun telah mengampuninya. Orang yang
duduk dengan orang-orang dzikir ini tidak akan
disiksa.” [Muslim, at-Tirmidzi, al-Hakim].
Abu Hurairah meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri
bahwa Rasulullah bersabda, “Tak ada sekelompok orang
yang mengingat Allah, melainkan malaikat mengelilingi
mereka, rahmat menaungi mereka, dan ketenangan turun
atas mereka, dan Allah menyebut mereka pada majelis
yang bersama-Nya.” [Muslim, at-Tirmidzi]. Mu’awiyah
meriwayatkan bahwa Nabi saw, pergi ke suatu lingkaran
perkumpulan Sahabat-sahabat beliau, dan bertanya, “Apa
yang telah menyebabkan kalian duduk bersama?” Mereka
menjawab, “Kami duduk untuk mengingat Allah dan
memuji-Nya.” Beliau bersabda, “Jibril as telah datang
padaku dan melaporkan padaku bahwa para Malaikat
sedang membangga-banggakan kalian.” [Muslim,
at-Tirmidzi].
Anas ra meriwayatkan bahwa Rasululllah saw bersabda,
“Allah swt memiliki malaikat yang bergerak untuk
mencari majlis-majlis dzikir. Saat malaikat menemui
mereka, malaikat akan mengelilingi mereka.”
[Al-Bazzar]. Anas juga meriwayatkan bahwa Rasulullah
bersabda, “Jika kalian mendatangi padang rumput Surga,
merumputlah di sana.” Beliau ditanya, “Apa itu padang
rumput Surga?” “Majelis Dzikir,” beliau menjawab.
[at-Tirmidzi].
Ulama Ibn ‘Allan, pengomentar al-Adzkar An-Nawawi
(kitab tentang Dzikir karangan Imam Nawawi-red),
berkata bahwa hadits ini bermakna, “Jika kalian
melewati suatu kelompok yang mengingat Allah , lakukan
dzikir yang mereka lakukan atau dengarlah dzikir
mereka. Mereka sedang berada di padang rumput-padang
rumput Surga saat ini atau nanti. Allah berfirman, Dan
bagi siapa yang takut akan Maqam Tuhannya, ada dua
Surga.’ (55:46)” [al-Futuhat ar-Rabbaniyya
‘ala’l-Adhkar an-Nawawiyya]
Dalam komentarnya, Ibn ‘Abidin berkata tentang
dzikrullah dalam kelompok, “Imam al-Ghazali
membandingkan antara berdzikir sendiri dengan dzikir
dalam kelompok sebagaimana adzan dari seseorang
sendirian dengan adzan dari suatu kelompok orang. Ia
berkata, ‘Sebagaimana suara dari sekelompok muadzdzin
akan menjangkau lebih jauh daripada suara seorang
muadzdzin tunggal, demikian pula dzikir dalam suatu
kelompok memiliki efek lebih besar dalam menjangkau
hati seseorang, dalam menyingkapkan hijab tebalnya,
daripada dzikir oleh satu orang.”
Dalam Hashiyyah-nya, at-Tahtawi berkata, “Asy-Sya’rawi
menyatakan bahwa ulama baik salaf maupun khalaf,
bersepakat bahwa dianjurkan untuk berdzikir pada Allah
dalam suatu kelompok di masjid-masjid atau di mana pun
tanpa ada keberatan atasnya, kecuali jika dzikir
mereka mengganggu seseorang yang tidur, shalat, atau
membaca Quran; sebagaimana hal ini telah
dikonfirmasikan dalam kitab-kitab Fiqih.”
Wa min Allah at-tawfiq bi hurmat al-Fatiha. 

>Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri

>

Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin “menjadi” (to be), “mengetahui” (to know), dan “melakukan” (to do). Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi antara tinggi-rendahnya keinginan kita untuk menjadi (to be) dan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan, antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (to know) dan keputusan untuk bertindak (decision to do), juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.

Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:

Spiritual power (kekuatan spiritual). Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

Emotional power (kekuatan emosional). Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

True financial power (kekuatan keuangan). Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.

Intellectual power (kekuatan intelektual). Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.

Action power (kekuatan bertindak ). Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk ‘menjadi’. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran (target) dan perencanaan beraksi (action plan) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna. Wallahu a’lam bissawaab.

>AFFIRMASI KESUKSESAN

>

Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif tapi bisa juga sebaliknya. Karena itu jika yang muncul kemudian hal-hal yang negatif, segeralah hapus dengan pikiran-pikiran positif lalu fokuskan pada apa yang kita inginkan saja. Tegaskan hanya apa yang diinginkan! Bagaimana pun, seseorang termotivasi untuk melakukan kerja terbaiknya dapat terdorong oleh berbagai hal. Diantaranya, karena memiliki ambisi untuk mencapai target tertentu demi masa depan yang lebih baik sehingga memunculkan motivasi dengan sendirinya secara langsung, selain itu ada juga yang terdorong oleh rasa takut karena terancam sehingga secara tidak langsung memacu diri melakukan kinerja terbaiknya demi mengatasi rasa takut atas ancaman yang ada.

Motivasi-motivasi tersebut, selain dalam ruang lingkup personal juga banyak dijumpai dalam dunia kerja maupun atau dunia bisnis. Motivasi yang datang dari diri sendiri itu sangat penting, dimana dapat muncul karena ambisi atas keinginanya yang lebih baik. Sebagai contoh, seorang staf mengetahui bahwa jika ia melebihi target yang dibebankan padanya, gajinya atau posisinya akan segera naik. Atau jika seorang supplier merasa bahwa seandainya ia bisa memenuhi targetnya dengan tepat waktu dan kualitasnya terjaga maka mitranya akan menambah pesanan. Bahkan bukan mustahil akan mendapatkan proyek baru. Lalu ia terpacu bekerja sebaik-baiknya. Motivasi ini menurut motivator Steve Brunkhorst, merupakan motivasi yang lebih baik dan lebih kuat. Motivasi karena terdorong oleh ambisi diri sendiri cenderung memiliki energi lebih besar dan jauh lebih mendorong kreativitas dibanding motivasi karena terdorong rasa takut. Kehadiran motivasi karena ambisi biasanya terjadi karena ingin mengejar penghargaan, imbalan besar, atau sukses tertentu. Motivasi tersebut dapat ditandakan dengan perasaan “Saya bisa …” atau “Saya mau …”.

Sementara motivasi yang hadir karena rasa takut, misalnya seorang staf ditakut-takuti akan dipindahkan atau dipecat jika target yang dibebankan kepadanya tak tercapai, akhirnya karena takut tersebut ia bisa mencapai target itu. Atau juga seorang pebisnis kerap mengancam supplier-nya, jika gagal memenuhi target kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu maka ia akan diganti (akan mencari supplier baru). Ketakutan itu membuat supplier tersebut berusaha mati-matian memenuhi targetnya. Kehadiran motivasi karena rasa takut biasanya terjadi karena ingin menghindari denda, hukuman, atau kegagalan. Motivasi tersebut biasanya ditandakan dengan perasaan “Saya harus …”.

Menurut Brunkhorst, sebaiknya kita fokuskan diri pada ambisi kita setiap hari agar kesuksesan bisa diraih. Ia mengambil contoh Seorang kliennya mengeluhkan kalau ia mulai tak menyukai pekerjaannya setelah kurang mendapat apresiasi. Namun klien itu tak bisa berontak karena takut tak bisa mendapatkan pekerjaan baru. Akhirnya hidup berkecamuk anatara tak suka dengan pekerjaan itu dan desakan rasa takut yang mencoba meyakinkan bahwa sebenarnya dia bisa tahan dengan pekerjaan itu. Lalu si klien diminta menegaskan (afirmasi) apa sebenarnya yang menjadi keinginannya. Setelah itu ia diminta fokus pada keinginannya tersebut serta menelaah apa saja kemampuannya. Dalam jangka waktu beberapa bulan setelah itu, klien tersebut sudah pindah pada satu pekerjaan yang lebih baik di perusahaan lain yang lebih mengapresiasinya. Karena itu, kata Brunkhorst, jangan khawatir pada hasil yang akan didapat. Sepanjang kita fokus pada keinginan kita dan berpikiran positif terhadap bakat dan potensi yang dimiliki, maka keinginan itu akan tercapai. Akan selalu ada jalan menuju sukses bagi orang yang berpikiran positif. Nah, menurut dia, afirmasi itulah kuncinya.

Afirmasi atau “affirmation” berasal dari kata “affirm” yang menurut kamus Merriam-Webster berarti “to make firm”, atau membuat sesuatu menjadi kokoh atau kuat. Afirmasi adalah pernyataan yang diulang-ulang baik secara verbal atau dalam hati, merupakan pernyataan emosional yang akan membawa seseorang untuk berpikir dan beraksi. Afirmasi merupakan suatu teknik yang bisa memperkuat pikiran bawah sadar kita. Jika kita terus melakukan afirmasi positif (menyampaikan hal-hal positif) pada diri kita, maka pikiran bawah sadar kita akan terbiasa oleh afirmasi positif tersebut. Setelah kita benar-benar percaya dan yakin akan hal-hal positif tersebut, maka kemudian pikiran sadar kita akan mengubahnya menjadi tindakan positif yang nyata. Dengan melakukan afirmasi positif, maka kita dapat menjadi seseorang yang percaya diri, dan kita juga akan dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik. Jadi afirmasi itu sangat efektif untuk mengembangkan dan memperkuat cara pikir dan bertindak efektif untuk mencapai tujuan atau kebutuhan.

Afirmasi akan efektif ketika dikombinasikan dengan emosi yang kuat dan bayangan yang menyenangkan mengenai penglihatan, suara, bau, rasa, atau sentuhan. Afirmasi yang efektif adalah yang menyebutkan apa yang kita inginkan. Lalu pada saat yang sama kita membayangkan bagaimana rasanya dan bagaimana puasnya jika itu didapat. Keyakinan akan sesuatu yang bisa dicapai, bayangan sesuatu yang menyenangkan, dan emosi yang menyertainya merupakan elemen penting afirmasi yang efektif. Dengan banyak latihan kita akan mudah menghadirkan ketiga elemen itu dengan cepat. Contoh latihannya, misalnya, bayangkan bagaimana rasanya saat kita berhasil melakukan sesuatu. Perasaan ini bisa terus dihidupkan dengan mengingat kesuksesan-kesuksesan lainnya. Bayangkan bagaimana rasanya saat kita merasa bebas, penuh percaya diri, dan kreatif dan sebagainya.

Wallahu a’lam bissawaab.
by :KIPS BANDUNG