>Motivasi Internal

>

Motivasi membangkitkan keinginan, keinginan merupakan kunci pertama menuju kesuksesan, keinginan adalah benih yang harus ditanam di ladang kesuksesan karena rahasia kesuksesan adalah keinginan yang membara.

Menurut Denis Wetly, penulis buku Psychology of Motivation, yaitu keinginan kita tergantung seberapa besar motivasi kita. Pada titik tertentu, motivasi inilah yang menguasai tindak-tindak kita. Motivasi merupakan salah satu kunci kesuksesan, motivasi yang kuat berasal dari tekad yang bulat.

Motivasi menurut asalnya dibagi menjadi 2 yaitu: motivasi eksternal dan internal.

Eksternal berasal dari luar diri seseorang, seperti narasumber dalam seminar, teman, keluarga, majalah, buku, atasan tempat kita bekerja atau yang lainnya. Namun perlu diingat motivasi jenis ini mudah lenyap.

Internal merupakan motivasi paling kuat dan terlama bersemayam di dalam diri seseorang. Kita bisa menjadi motivator melalui kekutan yang bersemayam di dalam diri kita sendiri yang mampu mengantarkan kita mewujudkan berbagai hasil yang mengagumkan.

Motivasi Internal > (lebih besar) External

Motivasi Internal : Cahaya Kita

Motivasi internal inilah yang menjadi cahaya yang menerangi kita semua. Motivasi ini merupakan dahsyat dalam diri kita yang tengah menanti untuk untuk dibangunkan.

SENYUM

menyediakan waktu untuk menghiburmu, bukan berarti org itu lebih bahagia darimu, tetapi karena ia benar2 telah bekerja keras utk itu. Ia harus menekan deritanya sendiri demi menghibur deritamu. Ia sama sepertimu, org yg mestinya juga penuh dgn persoalan, tetapi krn sedikit sekali ia mengurusnya, sipersoalan itupun putus asa. Si persoalan tsb menjadi sesuatu yg tak terpelihara dan akhirnya pergi sia-sia…

Sekedar senyum … akan mengubah hidup kita….

Senyuman jujur yg muncul dari dlm hati adalah kunci pengubah kehidupan kita…

Dalam kondisi apa pun. maka “senangkanlah hatimu!” Jangan pernah bersedih. “

“Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu. “

“Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu…”

“Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu…”

FOKUS PADA SOLUSI DAN HASIL AKHIR
Bagaimana Menyikapi Masalah Dalam Hidup Kita ?. Salah satu metodenya adalah dengan fokus pada solusi dan hasil akhir bukan pada masalah. Kalau kita senantiasa fokus pada solusi ketika masalah datang, maka kita memberikan kesempatan pada otak kita (khususnya sisi kreatifitas) untuk bekerja dan mencari jalan keluarnya.

Kalau ini sering dilakukan maka sama artinya kita melatih otak untuk kreatif dan inovatif.Sebaliknya, manakala kita fokus pada masalah yang ada, maka kita menutup jalan otak kita untuk bisa berpikir dan berkembang. Ujung-ujungnya, hanya mengeluh dan selalu merasa tidak pernah ada jalan keluar untuk masalah ini. “MANAGE YOUR MIND FOR SUCCESS” by Adi W. Gunawan.

WAKTU
Waktu : Waktu yg terbaik adalah sekarang.

Hidup kita adalah sekarang. Dan kwalitas hidup kita sgt ditentukan oleh apa yg kita lakukan sekarang. Masa lalu adalah sejarah, masa depan belum tentu dpt kita jumpai.

Krn itu satu2nya yg nyata adalah masa kini…

Apa kabar SOLUSI… ?

Let’s do it 3x, Yes 3x !!!

KOMUNIKASI
Pengetahuan menempatkan kita di antara orang2 bijak.

Tindakan akan menempatkan kita di antara orang2 sukses.
Pengertian akan menempatkan kita di antara orang2 yang bahagia.
Tak jarang terjadi kesalahpahaman bahkan pertengkaran karena masing2 merasa tidak dimengerti.

Kenyataannya, banyak orang yg ingin didengar namun sedikit yg mampu menyimak dengan benar

•Dr. Ibrahim Elfiky

PERUBAHAN

Flowchart perubahan :

Menyadari => Buat Keputusan utk bertindak berubah => Belajar => Lakukan bertahap, sedikit demi sedikit, kontinue, setiap hari => Berlatih => Konsisten, disiplin, apapun yg terjadi, jgn pernah berhenti.

Langkah pertama : sadari

Kita cenderung melakukan sesuatu tanpa berpikir.

Seorang perokok berat sulit utk berhenti merokok & tdk menyadari itu kebiasaan buruk. Langkah awal utk berubah adalah menyadari bahwa tindakan itu salah.

Lalu kesadaran ini akan membawa kita ke langkah berikutnya.

Langkah kedua : buat keputusan

Bagaimana seorang perokok berat tiba2 berhenti merokok?

Jawabannya tdk lain adalah Keputusan.

Jika sebuah masalah berdampak serius pada masalah kesehatan jangka panjang seperti ini, taka ada yg lebih tepat selain bertindak.

Keputusan yg diambil hrs diiringi keteguhan hati & percaya bahwa perubahan itu niscaya. Pintu ke langkah selanjutnyapun akan terbuka.

Langkah ketiga : belajar

Jika di ukur kadar pentingnya, sekedar membuat keputusan utk berubah bukanlah segalanya. Kita harus belajar bagaimana caranya berubah.

Kita harus belajar caranya berkomunikasi yg baik.

Kita belajar mengontrol emosi dan penilaian kita guna memahami orang lain.

Begitu banyak media, bahan dan cara belajar : kursus2, buku, kaset, video atau seminar2.

Kita bahkan dpt meniru seseorang tokoh yg tingkah lakunya kita panuti.

Langkah keempat : berubah sedikit demi sedikit.

Banyak org cenderung berubah drastis, alih-alih menghindari pendekatan sedikit demi sedikit.

Rasa sakit dari perubahan akan sgt terasa dan nantinya akan memicu penolakan total terhadap perubahan tersebut.

Langkah kecil keberhasilan tapi bertahap memudahkan kebiasaan baru itu menjadi otomatis.

Perubahan itu menjadi kebiasaan baru, perilaku dan sikap baru yg menggantikan yg lama.

Langkah kelima : latihan

Kita perlu melakukan latihan sesering mungkin, setiap hari karena keinginan untuk kembali ke kebiasaan lama kerap timbul.

Melakukan latihan dan praktek terus-menerus tidaklah mudah, kita diuji untuk itu.

Walaupun kedengarannya agak lucu, otak bawah sadar kita akan menguji apakah kita benar2 ingin mengubah kebiasaan yg lama dengan pola baru.

Langkah keenam : Konsisten

Misalnya kita telah melakukan kelima langkah tersebut dan mencapai tujuan. Tetapi kita tidak konsisten melakukannya, kemungkinan besar kita akan kembali kpd kebiasaan semula.

Diantara langkah2 yg lain, konsistensi merupakan tahapan yg paling penting.

Jika kita tdk konsisten, perubahan hanya berisfat sementara.

Hanya KONSISTEN yg menjadikannya permanen.

Strategi Komunikasi yg Handal
1. MENDENGARKAN

2. LEPASKAN DIRI KITA DARI MASALAH

3. EMPATI

4. PERHATIKAN & COCOKKAN

5. PERJELAS & PIMPIN

6. UNGKAPKAN LAGI DGN KATA2 KITA SENDIRI

7. BATASI

8. CHUNK UP (Melontarkan sudut pandang yg luas)

9. CHUNK DOWN

10. MENUJU SOLUSI…

KESIMPULAN

Jika kita ingin org lain menerima kita, terimalah mereka apa adanya.

Jika kita ingin mereka menghormati kita, hormatilah mereka.

Jika kita mengingkan senyum mereka, tersenyumlah kepada mereka.

Jika kita menginginkan mereka mencintai kita, cintailah mereka.

Jika kita ingin menerima, berusahalah memberi tanpa mengharapkan imbalan.

Betapa sering saya melihat org menatap tanpa melihat, menyimak tanpa mendengar, berbicara tanpa makna, menyentuh tanpa perasaan, bergerak ranpa kesadaran.

Merekalah yg mengilhami saya menjadi komunikator yg terbaik.

Lakukan semua kebaikan yg kita bisa.

Kebaikan apapun yg kita bisa, dgn cara apapun yg kita bisa, dalam hal apapun yg kita bisa, kapanpun kita bisa, kepada siapapun, selama kita bisa.

Imbalannya, puncak KESUKSESAN & KEBAHAGIAAN.

Dr. Ibrahim Elfiky

Iklan

>Syekh Bahauddin Naqshaband Mahaguru Pembaru Tasawuf

>

Al Imam at-Thariqa Mawlana Shah Naqshband QS

Sejak kecil sudah menunjukkan dirinya sebagai orang yang cerdas dan berilmu tinggi.

Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad Al-Husayni Al-Uwaysi Al-Bukhari. Ia lahir di Qasrel Arifan, sebuah desa di kawasan Bukhara, Asia Tengah, pada bulan Muharram tahun 717 H/1317 M. Nasabnya bersambung kepada Rasulullah SAW melalui Sayyidina Al-Husain RA.

Semua keturunan Al-Husain di Asia Tengah dan anak benua India lazim diberi gelar shah, sedangkan keturunan Al-Hasan biasa dikenal dengan gelar zadah dari kata bahasa Arab saadah (bentuk plural dari kata sayyid) sesuai dengan sabda Rasulullah SAW tentang Al-Hasan RA, ”Sesungguhnya anakku ini adalah seorang sayyid.”

Shah Naqshaband diberi gelar Bahauddin karena berhasil menonjolkan sikap beragama yang lurus, tetapi tidak kering. Kemudian, sikap beragama yang benar, tetapi penuh penghayatan yang indah.

Pada masanya, tradisi keagamaan Islam di Asia Tengah berada di bawah bimbingan para guru besar sufi yang dikenal sebagai khwajakan (bentuk plural dari ‘khwaja’ atau ‘khoja’ dalam bahasa Persia berarti para kiai agung). Dan, pembesar mereka adalah Khoja Baba Sammasi yang ketika Muhammad Bahauddin lahir, ia melihat cahaya menyemburat dari arah Qasrel Arifan, yaitu saat Sammasi mengunjungi desa sebelah.

Sammasi lalu memberitahukan bahwa dari desa itu akan muncul seorang wali agung. Sekitar 18 tahun kemudian, Khoja Baba Sammasi memanggil kakek Bahauddin agar membawanya ke hadapan dirinya dan langsung dibaiat. Ia lalu mengangkat Bahauddin sebagai putranya.

Sebelum meninggal dunia, Baba Sammasi memberi wasiat kepada penggantinya, Sayyid Amir Kulali, agar mendidik Bahauddin meniti suluk sufi sampai ke puncaknya seraya menegaskan, “Semua ilmu dan pencerahan spiritual yang telah kuberikan menjadi tidak halal bagimu kalau kamu lalai melaksanakan wasiat ini!”

Meniti jalan spiritual

Bahauddin pun berangkat ke kediaman Sayyid Amir Kulali di Nasaf dengan membawa bekal dasar yang telah diberikan oleh Baba Sammasi. Sammasi menyatakan jalan tasawuf dimulai dengan menjaga kesopanan tindak-tanduk dan perasaan hati agar tidak lancang kepada Allah, Rasulullah, dan guru.

Bahauddin juga percaya bahwa sebuah jalan spiritual hanya bisa mengantarkan tujuan kalau dilalui dengan sikap rendah hati dan penuh konsistensi. Karena itu, melakukan makna eksplisit dari sebuah perintah barangkali harus diundurkan demi menjaga kesantunan.

Inilah yang dilakukan oleh Bahauddin ketika dihentikan oleh seorang lelaki berkuda yang memerintahkan dirinya agar berguru pada orang tersebut. Dengan tegas, tetapi sopan; ia menolak seraya menyatakan bahwa dia tahu siapa lelaki itu. Masalah berguru kepada seorang tokoh adalah persoalan jodoh; meskipun lelaki berkuda tadi sangat mumpuni, ia tidak berjodoh dengan Bahauddin.

Setelah tiba di hadapan Sayyid Amir Kulali, Bahauddin langsung ditanya mengapa menolak perintah lelaki berkuda yang sebenarnya adalah Nabi Khidir AS? Beliau menjawab, “Karena, hamba diperintahkan untuk berguru kepada Anda semata!”

Di bawah asuhan Amir Kulali, Bahauddin mengalami berbagai peristiwa yang mencengangkan. Di antaranya, beliau pernah ditangkap oleh dua orang tak dikenal dan dikirimkan ke makam seorang wali. Di sana, dia mendapatkan lentera yang minyaknya masih banyak dan sumbunya juga masih panjang, tetapi apinya hampir padam.

Bahauddin mendapat ilham untuk menggerakkan sedikit sumbu itu agar aliran bahan bakar menjadi lancar. Dengan khusyuk, ia melakukannya, tahu-tahu sekat pembatas antara dunia nyata dan alam barzakh terbuka di hadapan beliau. Di balik tabir ruang dan waktu itu, Bahauddin mendapatkan semua mahaguru khawajakan yang sudah meninggal dunia, termasuk guru pertamanya, Khoja Baba Sammasi.

Oleh salah seorang guru mereka, Bahauddin dihadapkan kepada kepala aliran khawajakan, yaitu Khoja Abdul Khaliq Gujdawani. Dari mahaguru yang agung ini, Bahauddin mendapatkan bimbingan langsung dalam meniti suluk sufi. Sejak saat itu, Bahauddin dikenal dengan gelar Al-Uwaysi karena mendapatkan pelajaran spiritual langsung dari seorang guru yang sudah meninggal dan tidak pernah ditemuinya di dunia. Hal ini sama dengan Uways Al-Qarny, seorang tabiin yang mendapatkan pelajaran spiritual langsung dari roh Sayyidina Rasulillah SAW.

Di bawah bimbingan Amir Kulali pula, Bahauddin terus mempraktikkan semua ajaran Abdul Khaliq Gujdawani, sebagaimana beliau juga mempelajari dengan tekun ilmu-ilmu Islam lainnya, khususnya akidah, fikih, hadis, dan sirah Nabi SAW.

Dan, karena wasiat dari Baba Sammasi, tidak heran kalau Amir Kulali memberikan perhatian khusus kepada Bahauddin. Setelah semua ilmu dan pencerahan spiritual yang ada pada gurunya diserap habis, Sayyid Amir Kulali memerintahkan Bahauddin untuk mengembara seraya menunjuk ke puting dadanya dan berkata, “Semua yang ada di sumber ini sudah habis kamu sedot, maka mengembaralah!”

Bahauddin kemudian belajar kepada beberapa mahaguru lain, seperti Khoja Arif Dikkarani dan Hakim Ata, hingga beliau menjadi mahaguru sufi terbesar yang pernah muncul dari kawasan Asia Tengah (sekarang adalah negara-negara persemakmuran bekas USSR), Persia, Turki, dan Eropa Timur. Beliau meninggal pada malam Senin, 3 Rabiul Awwal 791 H/1391 M.

Karena di dadanya terukir Lafdzul Jalalah (Allah) yang bercahaya, ia dikenal juga sebagai “Naqshaband” (bahasa Persia yang berarti: gambar yang berbuhul). Dan, kepada beliau, dinisbahkan Tarekat Naqshabandiyah yang merupakan salah satu tarekat terbesar di dunia. Tarekat ini tersebar luas di Turki, Hejaz, kawasan Persia, Asia Tengah, serta anak benua India dan Indonesia.

Adanya Tarekat Naqshabandiyah ternyata mampu mempertahankan identitas keislaman di Asia Tengah dan Eropa Timur, di tengah prahara komunisme yang menerpa selama lebih dari setengah abad. Para pemimpin kebangkitan Islam di Turki, seperti Erbakan dan Erdogan, juga berafiliasi kepada tarekat ini. Bahkan, akhir-akhir ini, Tarekat Naqshabandiyah memainkan peranan sangat penting dalam penyebaran Islam di Eropa dan Amerika.

Sementara itu, di Indonesia, ada beberapa cabang Tarekat Naqshabandiyah, seperti Khalidiyah, Mujaddidiyah, dan Muzhariyah. Yang terbesar adalah Tarekat Qadiriyah-Naqshabandiyah yang–sesuai namanya–merupakan hasil simbiosis dua tarekat terbesar di dunia.

Mengembalikan Esensi Tasawuf

Shah Naqshaband muncul untuk merevitalisasi perilaku beragama dengan mengajak kembali kepada tradisi yang hidup pada zaman Nabi SAW. Bagi Shah Naqshaband, hakikat sebuah tarekat adalah penerapan ajaran syariat dalam wujud yang paling sempurna dan konsisten. Sementara itu, hakikat adalah terealisasikannya “maqam kehambaan” seorang anak manusia di hadapan Allah semata.

Shah Naqshaband menyatakan bahwa tasawuf adalah inti agama dan inti terdalam dari tasawuf itu sendiri adalah muraqabah, musyahadah, dan muhasabah. Muraqabah adalah melupakan segala sesuatu yang selain Allah dengan hanya memfokuskan hati dan perbuatan hanya kepada-Nya.

Musyahadah adalah menyaksikan keagungan dan keindahan Allah dalam seluruh eksistensi. Sementara itu, muhasabah adalah instropeksi diri yang terus-menerus agar tidak lalai dari jalan yang mulia ini. Dengan ketiga inti tasawuf itu, hati seorang saleh terus hidup dan dihidupkan oleh zikir dan kebersamaan bersama Allah dalam setiap detak jantung dan embusan napasnya sampai dia tertidur sekalipun!

Agar mencapai maqam tersebut, seorang saleh harus menjalani pelatihan di bawah bimbingan seorang mahaguru spiritual. Dialah yang akan mengajarkannya prosesi berzikir dalam hati sesuai dengan firman Allah, “Dan, sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan penuh kesungguhan dan rasa takut (akan tidak diterima amal perbuatanmu), tanpa mengangkat suara pada siang dan sore hari dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah” (QS Al-A`raaf: 205).

Zikir dalam hati dipilih karena silsilah utama tarekat ini bersambung melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq. Metode zikir ini diajari oleh Rasulullah dan berbeda dengan tarekat lain yang semuanya bersambung melalui Ali bin Abi Thalib yang diajari berzikir dengan menggunakan suara jelas. Zikir dalam hati adalah ibadah yang terbesar (sesuai dengan bunyi tekstual QS Al-`Ankabuut: 45) dan bisa dilaksanakan dalam keadaan apa pun.

Zikir dalam hati yang dilakukan oleh seorang Naqsyabandi menggunakan Lafdzul Jalalah (Allah) dan Laa Ilaaha illalLaah yang dilafalkan dengan cara tertentu sebagaimana diajarkan langsung oleh seorang mahaguru sufi (syekh). Dengan prosesi zikir ini, seorang Naqshabandi meniti tangga-tangga makrifat.

Shah Naqshaband pernah menyatakan bahwa shalat adalah titian spiritual yang paling efektif bagi seorang saleh asalkan shalatnya khusyuk. Untuk mewujudkannya, seorang saleh diharuskan mengonsumsi makanan yang halal baginya dan tidak pernah lalai mengingat atau “bersama” dengan Allah dalam kesehariannya, lebih khusus lagi saat berwudhu serta bertakbiratul ihram.

Di sisi lain, bertasawuf bagi Shah Naqshaband adalah sebuah perilaku sosial yang positif. Bukan sekadar berbudi pekerti yang luhur, melainkan juga berbuat kebajikan kepada sesama makhluk Allah. Seorang saleh tidak boleh merasa dirinya lebih mulia dari seekor anjing sekalipun. Dia juga selalu siap mengulurkan tangan kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan. Bahkan, bantuan tersebut bukan sekadar diberikan dalam bentuk material semata, tetapi juga rohaniah dan spiritual.

Selain itu, bertasawuf juga berarti menghormati waktu. Shah Naqshaband pernah menegaskannya dalam bahasa Persia, “Orang yang berakal pasti tidak suka berkawan dengan seorang yang suka menunda-nunda pekerjaan jika mampu dilakukannya hari ini.” Waktu harus digunakan untuk ibadah dalam pengertiannya yang paling komprehensif: berbuat kebajikan, baik yang ritual maupun yang sosial. Dan, tidak boleh ada waktu yang berlalu sedetik pun tanpa yakin bahwa kita selalu “mengingat” dan “bersama” Allah.

Dengan demikian, bertasawuf bagi Shah Naqshaband adalah mewujudkan ketundukan penuh kepada Nabi Muhammad SAW secara paripurna: menjalankan perintahnya, menghindari larangannya, meneladani perbuatannya, dan menghayati spiritualitasnya, sesuai dengan ajaran Islam menurut mazhab ahlussunnah wal jamaah.

Tidak heran kalau banyak ulama yang mengakui bahwa Tarekat Naqshabandiyah adalah saripati semua tarekat sufi. Dan, barang siapa yang suluknya tidak sesuai dengan ajaran Shah Naqshaband di atas berarti sudah keluar dari jalur yang benar meskipun mengaku sebagai pengikut beliau. Shah Naqshaband pernah menegaskan, “Tasawuf adalah syariat. Dan, barang siapa yang mengaku sebagai pengikut tasawuf, tetapi tidak menerapkan syariat, berarti dia telah tersesat!” aunul abied shah/taq

Diambil dari: http://www.republika.co.id/berita/68840/Syekh_Bahauddin_Naqshaband_Mahaguru_Pembaru_Tasawuf