>Pelatihan Kecerdasan Spiritual (Gratis)

>

PELATIHAN

Majelis Cahaya Qalbu Sirrullah adalah majelis bimbingan on line untuk mengembangkan Kecerdasan Spiritual berdasarkan metode yang Islami. Majelis ini bersifat murni sosial, sehingga peserta yang berminat tidak dipungut biaya sama sekali.

Pelatihan yang kami berikan bersifat praktek langsung, untuk mengolah energy yang ada di dalam diri untuk dipadukan dengan energy Ilahiah. Meliputi Seni BerPikir BerDzikir BerSikap BerTindak utk memperoleh keselarasan dengan Allah SWT, Menjadikan Allah sebagai orbit spiritual dalam hidup dan kehidupannya. Sehingga tercapailah kesempunaan hidupnya di dunia dan akhirat yang meliputi Sehat Sukses Sejahtera Kaya berlimpah Rejeki Bahagia Dunia Akherat.

Materi Pelatihan :

1. Ilmu Mustika Cahaya Qalbu.
Untuk menjaga kondisi lahir batin agar senantiasa dalam perlindungan, bimbingan dan rahmat karunia Allah SWT.

2. Ilmu Nur Cahaya Qolbu Sirrullah.
Metode meditasi Islami, untuk melatih Cipta Rasa Karsa manusia agar senantiasa terhubung dengan kesadaran Ilahiah (God Spot) yg ada di dalam dirinya. Menjadikan Allah SWT sebagai orbit spiritual di dalam hidup dan kehidupannya.

PERSYARATAN

1. Gunakan nama asli, saat menghubungi saya.
2. Niat Ikhlas demi mendapat Ridlo Allah.
3. Niat Ikhlas meminta ilmu.
4. Niat Ikhlas menerima ilmu.
5. Niat ikhlas mengamalkan ilmu.
6. Dilarang memperjual belikan ilmu ini.
7. Dilarang memberitahukan rahasia keilmuan kepada orang lain tanpa seizin saya.
8. Sering Komunikasi, Untuk penyelarasan energy & Silaturahmi.
 
AKTIVASI DAN ATTUNEMENT :
  1. Jarak dekat, Face to face.
  2. Jarak jauh, via telfon. Sebaiknya sms dulu untuk janjian. No. HP: 081231649477 (Mas Eddy Sugianto)
  3. Semua rahasia keilmuan akan dijelaskan secara lisan setelah proses aktivasi dan attunement selesai. Oleh karena itu pelajari catatan ini dengan seksama, sehingga bila ada yang kurang jelas dapat ditanyakan nanti saat telfon.
DAFTAR ISI MATERI YANG WAJIB DIPELAJARI :
(Klik pada Judul untuk membaca Artikelnya)

I. PANDUAN TEKHNIS
  1. Ilmu Mustika Cahaya Qalbu
  2. Pengantar Ilmu Nur Cahaya Qalbu Sirrullah (NAQS)
  3. Transfer Ilmu Nur Cahaya Qalbu Sirrullah
  4. Meditasi NAQS
II. PENGETAHUAN WAJIB

  1. Hakikat Diri 1
  2. Hakikat Diri 2
  3. Power Kecerdasan Spiritual
  4. Qalbu : Inti Ruhani
  5. HAKIKAT NUR SIRRULLAH ADALAH TALI WASILAH
III. APLIKASI

  1. Meditasi Alam Cipta

Dalam hidup, kita sering dihadapkan dengan berbagai pilihan, dimana kita harus memutuskan. Ingat, keputusan anda hari ini akan berpengaruh besar bagi kehidupan anda besok. Berani mengambil keputusan untuk memilih, berani menjalani pilihan meski ujian dan cobaan menghadang, berani bertanggungjawab dengan segala risikonya; Itulah rahasia meraih sukses! Ambil Keputusan anda sekarang juga. Dan mulailah hidup baru anda. Salam sukses Mulia.

Iklan

>Meditasi Alam Cipta

>

Imagination is everything. If we can imagine a future, we can create it, if we can create that future, others will live in it. That is the essence of success.
Yang berarti:
Imajinasi adalah segalanya. Jika kita dapat berimajinasi tentang masa depan, kita dapat menciptakannya. Jika kita dapat menciptakan masa depan itu, orang lain akan tinggal di dalamnya. Inilah intisari dari kesuksesan.”
by. Pak Subroto Bagchi, seorang Chief Operating Officer dari MindTree Consulting, India.

Dari pernyataan beliau, terlihat jelas bahwa beliau menekankan betapa pentingnya daya imajinasi. Imajinasi adalah segalanya. Coba kita renung sejenak. Kehidupan manusia di segala aspek hingga detik ini lahir terlebih dahulu di dalam otak orang-orang dimasa lalu, melalui daya imajinasi mereka yang konstruktif dan positif. Kata kuncinya adalah: Konstruktif dan Positif.

Setiap manusia secara tidak sadar telah menggunakan daya imajinasinya setiap hari. Yang membedakan antara orang yang sukses dan yang belum sukses adalah kontrol. Mereka yang sukses mampu mengontrol dan mengarahkan daya imajinasi mereka ke hal-hal yang konstruktif dan positif tentang masa depan mereka.

Dalam bukunya, The Seven Habits of Highly Effective People, Stephen Covey juga menekankan pentingnya daya imajinasi melalui Habit kedua, yaitu: Begin With the End in Mind atau mulailah dengan membayangkan “akhir” dari suatu aktivitas di otak kita.

Daya imajinasi, sekali lagi, sangatlah penting karena skil ini sangat membantu kita menentukan tujuan/ goal kita, sejelas-jelasnya dan sedetil-detilnya. Semakin jelas dan detil kita dapat “melihat” tujuan akhir kita dalam kepala kita, semakin tinggi peluang kita untuk mencapainya. Namun di sisi lain, kita pun dituntut untuk dapat secara sadar dan bertanggung jawab mengontrol dan mengarahkan imajinasi-imajinasi kita ke hal-hal yang konstruktif dan positif yang berkaitan dengan masa depan kita….

SPESIFIK
Mengembangkan Kejelasan untuk Kesuksesan yang Luar Biasa
Ketika anda bertanya pada teman anda, hidup seperti apa yang mereka inginkan, jawaban yang biasa diberikan adalah: “Saya ingin hidup bahagia.” Kita semua ingin hidup bahagia, tetapi ini belum begitu spesifik. Orang yang hidup di sebuah pondok dari rumput, di tengah hutan, hanya mengenakan dedaunan sebagai pakaiannya bisa hidup bahagia. Jika inilah yang anda inginkan, tidak masalah. Tetapi, sedikit orang yang saya kenal akan puas dengan gaya hidup yang demikian.

Tidak ada dua orang di planet ini mendefinisikan kebahagiaan, cinta atau kesuksesan secara sama. Kita perlu mendefinisikan hal-hal ini bagi kita dan menentukan apa yang kita inginkan untuk mendapatkan hidup yang sempurna. Jika kita tidak tahu apa yang kita inginkan, bagaimana kita bisa mendapatkannya ?

Kita perlu untuk lebih spesifik dengan hasrat kita. Kita perlu memperkembangkan sebuah gambaran tentang hidup yang kita inginkan yang jelas dan ringkas. Hanya dengan demikian kita dapat mewujudkan hidup yang kita impikan menjadi sebuah kenyataan.

Katakanlah anda dan teman anda berada di dapur. Anda mengatakan, “Berikanlah saya sebuah benda dari logam itu.”. Teman anda mencari benda tersebut dan menemukan sebuat sudip, sebuah garpu, sebuah pisau mentega, sebuah sendok, sebuah pemotong pizza, dan sebagainya. Teman anda bingung, kerena teman anda melihat semua benda dari logam yang ada di dapur, namun teman anda tidak mengetahui yang mana yang anda maksud. Jadi, teman anda memberikan anda sebuah sendok.

“Itu bukan yang saya maksud.”, anda berkata. Lalu teman anda memberikan anda sebuah sudip.
“Itu juga bukan yang saya maksud.”, anda berkata. Teman anda akan terus memberikan anda semua benda dari logam yang ada di dapur sampai anda mendapatkan benda yang anda maksud. Sebaliknya, jika anda mengatakan,”Berikan saya sebuah garpu.”, anda akan mendapatkannya seketika.

Mengembangkan kejelasan tentang apa yang kita inginkan adalah sangat penting bagi kesuksesan kita. Kenapa? Karena ketika kita tahu apa yang kita inginkan dan memintanya dari Tuhan, maka itulah apa yang akan kita dapat. Jika kita lebih spesifik dengan apa yang kita inginkan, kita akan mendapatkannya lebih cepat. Jika kita rancu, maka kita akan mendapatkannya lebih lambat.

ANGGER-ANGGER WETING DAYA CIPTA
( HUKUM GERAK CIPTA )
Kemana pikiran dan Kesadaran Cipta dipusatkan kesitu Energi Daya Cipta mengalir dan terkumpul, kesitu kehendak cipta diarahkan kesitu Energi Ilahi akan menyempurnakannya menjadi kenyataan.

Masuk kondisi LSP ( Lerem – Sidem – Premanem = hening cipta secara mendalam dalam sikap mati raga), mohon bimbingan dan pertolongan Allah, masuk fisualisasikan kehendak cipta sampai nampak nyata, tetapkan, yakini maka akan terjadi apa yang dipikirkan. Inilah hakekat pengertian bahwa pikiran adalah benda Artinya bahwa apa yang dipikirkan akan menjadi kenyataan. by. Wiyoto Krido Sanyoto

>Bab Dzikir

>JANGAN MENINGGALKAN ZIKIR LANTARAN ENGKAU BELUM SELALU INGAT KEPADA ALLAH S.W.T KETIKA BERZIKIR, SEBAB KELALAIAN KAMU TERHADAP ALLAH S.W.T KETIKA TIDAK BERZIKIR LEBIH BAHAYA DARIPADA KELALAIAN KAMU TERHADAP ALLAH S.W.T KETIKA KAMU BERZIKIR. SEMOGA ALLAH S.W.T MENAIKKAN DARJAT KAMU DARIPADA ZIKIR DENGAN KELALAIAN KEPADA ZIKIR YANG DISERTAI INGAT KEPADA ALLAH S.W.T, DAN MUDAH-MUDAHAN ALLAH S.W.T AKAN MENGANGKAT KAMU DARIPADA ZIKIR YANG BESERTA KEHADIRAN ALLAH S.W.T DI DALAM HATI KAMU KEPADA ZIKIR DI MANA LENYAPNYA SEGALA SESUATU SELAIN ALLAH S.W.T. HAL YANG DEMIKIAN ITU TIDAKLAH SUKAR BAGI ALLAH S.W.T.

Empat keadaan yang berkaitan dengan zikir:
1: Tidak berzikir langsung.
2: Berzikir dalam keadaan hati tidak ingat kepada Allah s.w.t.
3: Berzikir dengan disertai rasa kehadiran Allah s.w.t di dalam hati.
4: Berzikir dalam keadaan fana dari makhluk, lenyap segala sesuatu dari hati, hanya Allah s.w.t sahaja yang ada.

Bukanlah sukar bagi Allah s.w.t untuk mengubah suasana hati hamba-Nya yang berzikir dari suasana yang kurang baik kepada yang lebih baik hingga mencapai yang terbaik.

Kerohanian manusia berada dalam beberapa darjat, maka suasana zikir juga berbeza-beza, mengikut darjat rohaninya. Darjat yang paling rendah adalah si raghib yang telah tenat dikuasai oleh syaitan dan dunia. Cahaya api syaitan dan fatamorgana dunia menutup hatinya sehingga dia tidak sedikit pun mengingati Allah s.w.t. Seruan, peringatan dan ayat-ayat Allah s.w.t tidak melekat pada hatinya. Inilah golongan Islam yang dijajah oleh sifat munafik. Golongan ini tidak berzikir langsung.

Golongan kedua berzikir dengan lidah tetapi hati tidak ikut berzikir. Lidah menyebut nama Allah s.w.t, tetapi ingatan tertuju kepada harta, pekerjaan, perempuan, hiburan dan lain-lain. Inilah golongan orang Islam yang awam. Mereka dinasihatkan supaya jangan meninggalkan zikir kerana dengan meninggalkan zikir mereka akan lebih dihanyutkan oleh kelalaian.. Tanpa zikir, syaitan akan lebih mudah memancarkan gambar-gambar tipuan kepada cermin hatinya dan dunia akan lebih kuat menutupinya. Zikir pada peringkat ini berperanan sebagai ‘juru ingat’. Sebutan lidah menjadi teman yang mengingatkan hati yang lalai. Lidah dan hati berperanan seperti dua orang yang mempunyai minat yang berbeza. Seorang enggan mendengar sebutan nama Allah s.w.t, sementara yang seorang lagi memaksanya mendengar dia menyebut nama Allah s.w.t. Sahabat yang berzikir (lidah) mestilah memaksa bersungguh-sungguh agar temannya (hati) mendengar ucapannya. Di sini terjadilah peperangan di antara tenaga zikir dengan tenaga syaitan yang disokong oleh tenaga dunia yang cuba menghalang tenaga zikir dari memasuki hati.

Golongan yang ke tiga pula adalah mereka yang tenaga zikirnya sudah berjaya memecahkan dinding yang dibina oleh syaitan dan dunia. Ucapan zikir sudah boleh masuk ke dalam hati. Tenaga zikir bertindak menyucikan hati daripada karat-karat yang melekat padanya. Pada mulanya ucapan zikir masuk ke dalam hati sebagai sebutan nama-nama Allah s.w.t. Setelah karat hati sudah hilang maka sebutan nama-nama Allah s.w.t akan disertai oleh rasa mesra yang mengandungi kelazatan. Pada peringkat ini zikir tidak lagi dibuat secara paksa. Hati akan berzikir tanpa menggunakan lidah. Sebutan nama-nama Allah s.w.t menghalakan hati kepada Empunya nama-nama, merasai sifat-sifat-Nya sebagaimana dinamakan.

Golongan ke empat ialah mereka yang telah sepenuhnya dikuasai oleh Haq atau hal ketuhanan. Mereka sudah keluar dari sempadan alam maujud dan masuk ke dalam hal yang tidak ada alam, yang ada hanya Allah s.w.t. Tubuh kasar mereka masih berada di atas muka bumi, bersama-sama makhluk yang lain. Tetapi, kesedarannya terhadap dirinya dan makhluk sekaliannya sudah tidak ada, maka kewujudan sekalian yang maujud tidak sedikit pun mempengaruhi hatinya. Mereka karam dalam zikir dan yang dizikirkan. Mereka yang berada pada tahap ini telah terlepas dari ikatan manusiawi dan seterusnya mencapai penglihatan hakiki mata hati, sebagaimana yang telah dinyatakan ketika membincang Hikmat 45.

Mereka yang mempunyai penglihatan hakiki mata hati ada dua jenis. Jenis pertama adalah yang mempunyai nama dan tabir penutup. Hijab nama (asma’) tidak terangkat lalu dia melihat di dalam hijab. Dia melihat Allah s.w.t pada apa yang menghijabkannya. Zikirnya ialah nama yang padanya dia melihat Allah s.w.t. Jenis kedua pula ialah yang berpisah dengan nama dan hijab, lalu dia melihat Allah s.w.t dan merasakan ketenangan dengan penglihatan itu. Pada ketika itu tidak sepatah pun ucapan yang terucap olehnya dan tidak sepatah pun kalam yang terdengar padanya. Dia melihat nama itu tidak mempunyai kekuatan hukum apa pun selain-Nya. Bila nama dinafikan tibalah pada wusul (sampai). Bila tidak terlintas lagi nama tibalah pada ittisal (perhubungan). Nama yang tidak lagi terlintas disebabkan kuatnya tarikan dari yang dinamai. Makam ini dinamakan makam al-Buhut (kehairan-hairanan), kerana dia melihat Allah s.w.t dalam kehairan-hairanan, tiada ucapan kecuali pandangan. Inilah makam terakhir di mana semua hati terhenti di situ. Ia adalah tingkatan tertinggi tentang kecintaan terhadap zat Ilahiat.

Pada tahap ini Nur-Nya memancar, menyinar, menjulang naik ke lubuk hati. Peringkat ini sudah tiada zikir dan tiada pula yang berzikir, hanyalah memandang bukan berzikir dan tiada berbalik kembali pandangannya. Inilah hal yang dikatakan faham dengan tiada huraian pemahamannya dan mencapai dengan tiada sesuatu pencapaiannya. Insan di dalam hal ini sudah tidak lagi memohon fatwa, tidak memohon perkenan, tidak meminta pertolongan dan ucapan juga tiada. Baginya setiap sesuatu adalah ilmu dan setiap ilmu adalah zikir. Inilah hamba yang telah benar-benar berjaya menghimpun semua makam dan martabat. Dia sudah melihat takdir-takdir dan melihat bagaimana Allah s.w.t menghalau takdir demi takdir dan melihat bagaimana Allah s.w.t mengulangi takdir-takdir itu dengan berbagai-bagai cara yang dikehendaki-Nya kerana sesungguhnya Allah s.w.t sahaja yang memulakan penciptaan dan Dia juga yang mengulanginya. Penglihatannya tidak berbolak-balik lagi. Dia melihat Allah s.w.t di hadapan dan di belakang apa yang dilihatnya dan melihat Allah s.w.t dalam segala yang dilihatnya.

Apabila kerinduan terhadap Allah s.w.t telah menguasai hati seseorang hingga kepada tahap tiada ucapan yang boleh diucapkan maka keadaan itu dikatakan melihat Allah s.w.t yang tiada sesuatu yang menyamai-Nya, sebagaimana firman-Nya:

Tiada sesuatupun yang sebanding dengan (Zat-Nya, sifat-sifat-Nya, dan pentadbiran)-Nya, dan Dia jualah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. ( Ayat 11 : Surah asy-Syura )

Al-Hikam

>Transfer Ilmu Nur Cahaya Qalbu Sirrullah

>Assalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuh.

Bismillahirohmanirrohim.

DZIKIR DAN FIKIR
Firman Allah :
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka ”. (QS, Ali Imran : 191)

SEKILAS KEILMUAN

Nur Cahaya Qalbu Sirrullah hakikatnya adalah induk segala energy yang ada di alam semesta. Inilah hakikat dari Secret of the secret itu. Siapapun bisa mengakses dan menggunakan energy ini asal tahu Kunci dan Rumusnya. Energy ini lebih tinggi dan lebih halus dari energy reiki dan prana, karena Energy Reiki dan Prana bersumber dari energy ini. Energy ini adalah energy yang cerdas, dia bekerja secara otomatis di dalam diri manusia menyelaraskan dan menyeimbangkan level energy yang ada dlm diri manusia. Sekaligus juga dia akan menyelaraskan segala aspek kehidupan bagi manusia yang menggunakannya. Semakin dia istiqomah dalam mengamalkannya maka kehidupannya akan semakin tertata di segala bidang. Insya Allah Bi idznillah perjalanan kehidupan Finansial, Mental, Intelektual, dan spiritualnya akan semakin tertata dan mantap.

Setiap Energy suatu keilmuan biasanya mempunyai karakteristik pembawaan yang unik. Dan keistimewaan ilmu ini adalah metodenya sangat sederhana, mudah dilatih dimana saja, kapan saja. Namun dibalik kesederhanaannya ada kekuatan yang teramat sangat istimewa, karena ini adalah induk dari segala ilmu metafisika di dunia. Sehingga dalam pengembangannya bila pengamalnya cukup istiqomah maka dia akan mendapat ilmu-ilmu lain yang belum pernah dipelajarinya sebelumnya.

Setelah proses aktivasy, attunement, dan pemantapan telah di selesaikan. Maka ilmu ini tidak pernah hilang dari si pemiliknya, dia bersifat permanen. Walaupun kemudian dia berguru ke tempat manapun.

Ilmu ini adalah rahasia dibalik metode Zero Mind Process yang dikenalkan lewat seminar-seminar yang bertajuk ESQ Power, yang ramai digandrungi oleh orang banyak itu. Namun sayang yang mereka dapatkan dari seminar-seminar ESQ itu hanyalah kulitnya saja. Sedangkan inti hakikat keilmuannya tetap menjadi rahasia yang tidak diberikan kepada sembarang orang.

Guru kami telah berhasil memformulasikan sebuah Rumus keilmuan sehingga energy ini dapat di akses oleh semua orang tanpa melalui suatu ritual yang memberatkan. Serta tanpa harus mengorbankan waktunya sehari-hari. Karena ilmu ni dapat dilatih sambil kita beraktifitas dalam kegiatan apapun. Dan satu hal lagi, ilmu ini akan kami berikan secara cuma-cuma kepada siapapun dan dimanapun.

Beberapa Istilah :

1. Aktivasy adalah pengaktifan titik energy Lathaif Qalby.

2. Attunement adalah penyelarasan energy lathaif Qolbi dengan energy Sirrullah.

3. Titik Lathaif Qalby terletak dua jari di bawah susu kiri dan dua jari arah keluar. Jadi dari puting susu kiri dibawahnya agak menyudut keluar. Atau di dalam istilah medis disebut daerah kepala jantung.

4. DOA yang dibaca setiap akan berlatih adalah, “ILAHI ANTA MAQSUDI WA RIDLOKA MATHLUBI” dibaca 3 kali di dalam hati.

5. Mandi Suci adalah mandi seperti mandi junub, yaitu membasahi seluruh kepala dan badan. Dengan tata cara sebagai berikut, jumlah siramannya ada hitungannya. Yaitu 7, 21, atau 41 kali siraman. setiap akan menyiram tubuh harus baca niat, “Nawaitu Ghuslal litaubati Jami’i Dzunubi Dzohiron wa bathinan sunnatal lillahi ta’ala.”

6. Masa Pemantapan adalah masa 7 hari setelah aktivasi dan attunement dilakukan. Selama masa pemantapan setiap malam lakukan mandi suci, kemudian dilanjut dengan sholat sunat taubat, kemudian dilanjutkan dengan tafakkur minimal 5 menit.

AKTIVASI DAN ATTUNEMENT :
1. Jarak dekat, Face to face.
2. Jarak jauh, via telfon. Sebaiknya sms dulu untuk janjian.
No. HP: 081231649477 (Mas Eddy Sugianto)
3. Semua rahasia keilmuan akan dijelaskan secara lisan setelah proses aktivasi dan attunement selesai. Oleh karena itu pelajari catatan ini dengan seksama, sehingga bila ada yang kurang jelas dapat ditanyakan nanti saat telfon.
Persyaratan :

  1. Gunakan nama asli, saat menghubungi saya.
  2. Niat Ikhlas demi mendapat Ridlo Allah.
  3. Niat Ikhlas meminta ilmu.
  4. Niat Ikhlas menerima ilmu.
  5. Niat ikhlas mengamalkan ilmu.
  6. Dilarang memperjual belikan ilmu ini.
  7. Dilarang memberitahukan rahasia keilmuan kepada orang lain tanpa seizin saya.

Mengenai larangan untuk memberitahukan Rahasia keilmuan kepada orang lain itu adalah demi kepentingan anda sendiri. Karena bibit Nur yang tertanam itu masih tunas atau masih bayi. Rawatlah dia hingga tumbuh dewasa. Dengan memberitahukan kepada orang lain itu akan menganggu pertumbuhan bibit Nur yang ada di dalam diri anda.

Perlu pula diketahui hakikatnya ilmu ini adalah inti ilmu hakikat makrifat, atau ilmu tentang mengenal Diri sendiri dan ilmu mengenal Tuhan. Serta berfungsi utama untuk menyambungkan (Channelling) antara qolbu anda yang berada di alam manusia dengan Nur Sirrullah yang ada di alam ketuhanan.

Al Insanu sirri wa Ana sirruhu.
Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu, Siapa yang mengenal diri, maka ia akan mengenal Tuhannya.

Nasehat :
Kunci sukses mengamalkan ilmu ini adalah memahami makna dari ayat (QS, Ali Imran : 191).

Setelah masa pemantapan usai, Insya Allah anda akan merasakan getaran dari energy Nur Sirrullah di lathoif Qolby. Yang dalam hal ini rasa yang dirasakan tiap orang tidaklah sama serta masa hingga munculnya karunia ini pada tiap orang juga tidak sama. Tergantung dari penyakit hati yang menghijab dirinya. Atau dalam bahasa metafisika dikatakan akibat adanya aura gelap (kotoran-kotoran eterik) yang menyelimuti Titik Energy Lathaif Qolby, sehingga titik ini tidak bisa bekerja secara normal.

Getaran yang muncul itu adalah berasal dari alam Sirr atau alam ketuhanan. Inilah makna ayat : “Fadzkuruni adzkurkum..” (Ingatlah aku, Aku akan mengingatmu, Qs. Al-Baqarah [2]:152). Itulah Dzikir Tuhan kepada hamba.

Bila getaran itu sudah muncul, maka bersyukurlah. Berikanlah sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu atau anak-anak kecil yang ada di lingkunganmu. Atau kepada siapa saja yang berhak untuk mendapatkannya. Itu sebagai tanda rasa bersyukurmu atas nikmat anugerah yang telah diberikan-Nya.

Dan janganlah kau merasa sombong, apalagi melupakan darimana kau peroleh ilmu itu. Ingatlah bahwa Nur Sirrullah yang telah tertanam di dalam qolbumu itu beroperasi secara otomatis. Bila si pemegangnya tidak lurus jalannya, maka tunggulah ujian yang berat dari Tuhan-Mu.

Sedangkan bagi yang belum muncul getaran itu di dalam lathoif qolbunya, janganlah berkecil hati. Semakin rajinlah dalam berlatih. Itu menandakan stadium penyakit hati anda cukup serius. Sering-seringlah berkonsultasi kepada saya.

Nb.
1. Mengenai aplikasi keilmuan akan kami kupas dilain waktu.

2. Jadwal aktivasi, attunement, & konsultasi : tiap hari jam 19.00 s/d 21.00 WIB.
Saya harap penelfon telah membaca dan mempelajari panduan dan kajian di atas. Terutama telah hafal dengan letak titik lathaif qolby, Doa, dan niat mandi suci. Sehingga komunikasi bs berjalan dg efektif dan dpt menghemat pulsa anda.

3. Rahasia dari Konsultasi via Telfon adalah sebagai jembatan penghubung metafisik antara anda dengan Pengasuh. Di saat itu pengasuh menyalurkan energy Nur Sirrullah kepada anda via getaran gelombang suara dan gelombang bio elektromagnetik. Yang bermanfaat untuk memperbaiki sistem energy yang ada di dalam diri anda. Membersihkan aura-aura gelap yang menyelimuti anda serta menambah energy baru untuk anda, serta menyelaraskan kembali jalur energy yang ada di dalam diri anda. semacam Proses Charging Energy.

Demikianlah sekilas ulasan tentang Program ini. Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Mas Eddy Sugianto
(Pengasuh Majelis NAQS)

>Pengantar Ilmu Nur Cahaya Qalbu Sirrullah (NAQS)

>Assalamu’alaikum wr. wb.

Bismillah..
Ilmu Nur Cahaya Qalbu Sirrullah (NAQS) adalah ilmu olah Rahsa Sejati (Nur Sirrullah) yang mengolah titik-titik energy spiritual yang ada di dalam tubuh manusia. Yaitu suatu metode olah spiritual yang bersumber dari khasanah ilmu tasawauf. Yang bermanfaat untuk meningkatkan derajat kecerdasan spiritual, mengenal hakikatnya diri (kesadaran terhadap sejatinya diri), dan tumbuhnya kesadaran Ilahiah yang ada di dalam diri. Sehingga dengan rajin berlatih dengan metode ini terbukalah kesadaran batin, dari sekedar kesadaran sebagai makhluk yang berdimensi jasmaniyah meningkat menuju kesadaran diri sebagai manusia yang multi dimensi sehingga tercapailah suatu kualitas derajat manusia yang sempurna (INSAN KAMIL).

Pada umumnya secara alami titik energy spiritual ini dalam kondisi tertutup. Karena titik energy ini bersifat sangat halus dan mempunyai fungsi yang khusus di dalam tubuh bioplasmik yang berdimensi lebih halus (RUHANIAH). Hal ini berbeda dengan titik energy cakra yang secara alami telah bekerja dengan normal menggerakkan sirkulasi energy prana yang ada di dalam tubuh etherik manusia. Yaitu tubuh energy yang berdimensi lebih kasar yang terkait langsung dengan kondisi tubuh jasmani.

Tahapan dalam mengolah energy Spiritual Nur Cahaya Qalbu Sirrullah.
Tahap I. Olah Rasa Meditasi Naqs.
Terdiri dari :
1. Inisiasi
yaitu proses aktivasi dan attunement. Yang merupakan proses pengaktifan titik energy Qalbu dan proses penanaman benih Nur Sirrullah.
Peserta yang mengikuti inisiasi secara otomatis menjadi member majelis NAQS.

2. NAQS AWAL
Yaitu terlahirnya atau munculnya Rahsa Sejati Nur Sirrullah di alam rasa.

3. PANCER RAHSA
Yaitu menjadikan rahsa sejati sebagai pusat orbit dalam hidup kehidupannya. Dalam setiap diam dan geraknya.

Tahap II. ESQ POWER (Kecerdasan Intelektual, Emotional, & Spiritual)
Terdiri dari :
1. Iqro’ atau belajar memahami ayat-ayat Tuhan yang ada di alam semesta dengan panduan rahsa sejati. Memahami rahasia-rahasia di alam semesta, juga rahasia-rahasia dibalik pekerjaan sehari-hari. Menumbuhkan Pohon kebijaksanaan dan kebenaran.

2. Akrab, yaitu belajar memahami gerak Af’al.

3. Isyq, yaitu belajar memahami gerak Qalbu.

4. Wayang, bergerak di dalam bayangan Af’al. ==> Ridlo : diri selaras dengan Tuhan.

Demikianlah pembukaan sekilas pintas tentang ilmu hakikat makrifat yang tergelar di dalam Majelis NAQS ini.
Wassalamualaikum wr wb

>Power Kecerdasan Spiritual

>Kecerdasan spiritual adalah, sebuah kecerdasan yang memberikan kesadaran bahwa hidup mempunyai dimensi yang lebih dalam ketimbang sekedar menghabiskan waktu untuk memupuk modal material. (Zohar & Marshall, 2004). Menurut Stephen R. Covey dalam bukunya The 8th Habit – From Effectiveness to Greatness (2004), Kecerdasan Spiritual adalah pusat dan dasar dari semua kecerdasan yang ada (Fisik, Mental, dan Emosional), karena menjadi sumber petunjuk bagi ketiga kecerdasan tersebut. Kecerdasan spiritual mewakili dorongan kita untuk memperoleh makna dari kehidupan dan menghubungkan kita dengan Sesuatu yang Maha tanpa batas atau Maha tak terhingga.

Ia juga dapat membantu kita untuk melihat prinsip-prinsip kebenaran yang juga merupakan bagian dari hati nurani kita. Dalam bukunya SQ : Connecting with Our Spiritual Intelligence, Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan ” Tidak seperti halnya IQ (Kecerdasan Intelektual), yang dimiliki oleh komputer, dan EQ (Kecerdasan Emosi) yang dimiliki oleh mamalia tingkat tinggi, SQ (Kecerdasan Spiritual) secara unik hanya ada pada manusia, dan menjadi dasar yang paling penting bagi ketiga kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual menghubungkan kebutuhan manusia untuk memperoleh makna dalam kehidupannya, sebuah isu yang sangat berkaitan dengan bagian depan dari otak manusia……”

Kecerdasan spiritual, saat inipun telah memasuki relung-relung dunia bisnis, dengan semakin berkembangnya spiritualisme di kalangan para pimpinan puncak perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sebagai buktinya adalah kisah-kisah berikut :

A. Soichiro Honda (pendiri Honda)
Soichiro Honda adalah pendiri perusahaan otomotif raksasa Honda, yang memimpin 43 perusahaan yang berada di 28 negara. Ia tidak memiliki harta pribadi dan tinggal di rumah yang sederhana. Satu-satunya hobi yang amat disukainya adalah melukis di atas kain sutera. Bahkan ia tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya, kecuali mengajarkan kepada mereka agar sanggup berusahan sendiri dan hidup mandiri.

B. Kyoto Ceramics
Perusahaan besar yang bergerak di bidang semi-konduktor yang mampu mencapai omzet 400 juta Dolar Amerika dalam setahun. Keuntungan bersihnya setelah dipotong pajak adalah 12 %. Cara hidup pemimpinnya adalah amat sederhana, yaitu “memandang rendah kemewahan”.

C. Konosuke Matsushita
Konosuke Matshushita adalah pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia Grup Matsushita. Selain sebagai enterpreneur, beliau adalah juga seorang pendidik dan filsuf yang sangat populer. Ia telah menulis sebanyak 46 judul buku, mulai tahun 1953 hingga 1990. Di akhir hayatnya, dia menyumbang 291 juta Dolar Amerika dari saku pribadinya dan 99 juta Dolar Amerika dari kas perusahaan untuk kepentingan kemanusiaan. Ia meninggal pada usia 94 tahun. Semboyan bisnisnya adalah “Life isn’t only for bread” atau hidup bukanlah sekedar untuk sepotong roti.

D. Forum Diskusi Kepemimpinan – Harvard Business School
Pada tanggal 11-12 APRIL, 2002, Diadakan pertemuan para pimpinan puncak perusahaan internasional dari berbagai jenis perusahaan yang membahas topik ” Does Spritiuality Drive Success ?” Mereka membahas nilai-nilai spiritual yang mampu membantu mereka menjadi “Powerful Leaders”. Pada akhir diskusi, mereka sepakat menyatakan bahwa paham spiritualisme mampu menghasilkan lima hal, yaitu :
1. Integritas dan kejujuran
2. Energi atau semangat
3. Inspirasi atau ide dan inisiatif
4. Wisdom atau kebijaksanaan
5. Keberanian dalam mengambil keputusan.

Semua sepakat dan setuju bahwa spiritualisme terbukti mampu membawa seseorang menuju tangga kesuksesan dan berperan besar dalam menciptakan mereka menjadi seorang powerful leader.

E. Bill Gates
Bill Gates menyerahkan +/- 40 % pendapatannya untuk PBB. Dia lebih suka berbicara tentang kepeduliannya terhadap kemanusiaan, ketimbang berbicara tentang penghasilan dan keberhasilannya.

F. Herman Arif – Vice President Sebuah perusahaan besar
Ia sangat peduli kepada nasib anak yatim piatu. Ia membelikan susu untuk anak-anak para korban banjir, dan memasukkan anak korban banjir yang sakit di Rumah Sakit Pondok Indah, pada kelas VIP.

Kalau kita perhatikan pada kisah-kisah di atas, maka baik Soichiro Honda, Matsushita, Bill Gates, sebenarnya adalah para pelaku bisnis. Namun nampaknya semua perhitungan bisnis, perilaku usaha, serta sikap pofesionalismenya hanya tertuju pada nilai-nilai spiritual. Nilai-nilai ini mungkin tidak mereka sadari, seperti kesederhanaan, kasih sayang yang tulus, kejujuran, kepedulian, kebersamaan, dan kesetiaan. Mereka memaknai nilai-nilai kehidupan bukan pada materi atau jumlah uang yang berhasil mereka kumpulkan, justru pada pencapaian Nilai-Nilai Spiritual.

Pada tahun 1990 Michael Persinger seorang ahli saraf telah berhasil membuktikan tentang eksistensi God Spot pada otak manusia. Hal ini kemudian diperkuat lagi oleh V.S. Ramachandran dam timnya dari California University pada tahun 1996, yang menyatakan bahwa God Spot atau pusat spiritual ini sudah “built in” pada otak manusia.
Pada era tahun 1996, seorang ahli saraf Austria Wolf Singer menunjukkan bahwa pada dalam otak manusia ada proses saraf yang mempersatukan dan memberi makna pada pengalaman hidup kita.
Jaringan saraf tersebut mengikat pengalaman berharga kita, dan mendorong kita untuk hidup lebih bermakna. Temuan ini disebut sebagai The Binding Problem. Dan memang pada kenyataannya, banyak diantara para pengusaha dan profesional, justru merasa hidupnya lebih bermakna, ketika sedang memberi dengan penuh kasih sayang; ketika bersikap peduli pada sesama; berlaku jujur pada orang lain dll; dan melakukan semuanya itu bukan karena uang, nama, atau jabatan.
Perasaan lebih bermakna seperti tersebut di dalam cuplikan cerita di atas pada dasarnya adalah kebahagiaan spiritual. Menurut Ary Ginanjar Agustian, pada dasarnya ada 4 macam kebahagiaan yang dirasakan manusia, yaitu :

1. Kebahagiaan Material adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat ia memperoleh materi yang diinginkannya; misalnya uang, mobil, rumah, pakaian, dan sebagainya.

2. Kebahagiaan Intelektual adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat ia memperoleh tingkat ketrampilan atau pengetahuan tertentu yang ia cita-citakan; misalnya memperoleh gelar Sarjana,Master, Doktor, dan sebagainya.

3. Kebahagiaan Emosional adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat memperoleh pengakuan atau penghargaan atas upaya yang dilakukannya; misalnya memperoleh penghargaan sebagai karyawan terbaik, memperoleh penghargaan sebagai karyawan berprestasi terbaik, hasil kreasinya diakui oleh banyak orang, dan sebagainya.

4. Kebahagiaan Spiritual adalah kebahagiaan yang dirasakan seseorang saat ia dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dan lingkungan sekitarnya yang membutuhkan; seperti memberi materi, kasih sayang, perhatian, kepeduliaan dan sebagainya.

Dari penjelasan di atas terlihat perbedaan yang paling mendasar antara kebahagiaan spiritual dan 3 kebahagiaan lainnya (materi, intelektual dan emosional) adalah pada memberi dan menerima. Kebahagiaan Spiritual diperoleh saat kita memberi kepada orang lain, sedang 3 kebahagiaan lainnya akan diperoleh saat kita menerima sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan.

>Qalbu : Inti Ruhani

>Banyak orang bingung dengan pengertian qalbu. Qalbu harus ditulis dengan huruf ‘q’ karena teks Arabnya menggunakan huruf (qaf). Di Indonesia banyak orang menuliskannya dengan huruf ‘k’ sehingga menjadi kalbu. Padahal ‘k’ adalah transliterasi dari (kaf) dan kalau ditulis (kalbu) maknanya adalah anjing. Jadi jauh benar bedanya antara qalbu (hatinurani) dengan kalbu (anjing).

Sebagian orang menerjemahkan qalbu dengan “hati”. Padahal hati (Inggris: liver) adalah organ tubuh yang ada di kanan dada dan fungsinya menyaring racun atau penyakit dari darah. Dalam Bahasa Arab hati disebut dengan ‘kibdun’ atau ‘kibdatun’. Bahasa Arab `Amiyah menyebutnya ‘kabid’. Jadi orang Arab tidak pernah memahami qalbu sebagai hati atau liver.

Hati juga sering dijadikan sebagai terjemahan dari ‘heart’ (Inggris) yang bermakna jantung, karena itu bentuknya sering digambarkan seperti jantung (♥).

Hati digunakan sebagai terjemahan ‘qalb’ (Arab) meskipun bahasa Arab menyebut hati ‘kibd’. Hati digunakan sebagai terjemahan ‘heart’ (Inggris) yang sebenarnya adalah jantung. Lalu hati juga digunakan sebagai terjemahan dari ‘liver’ (Inggris) atau ‘hephar’ (Latin). Jadi sebenarnya apa itu hati, apa itu qalbu?

Dua Macam Qalbu :

1. Qalbu jismani, yaitu jantung Ada hadits tentang qalbu yang sangat populer di masyarakat, sering diucapkan oleh para ustadz dan muballigh dalam ceramah-ceramah mereka. Tapi sayangnya orang kurang cermat memahami makna qalbu pada hadits ini.

Abu Nu`aym menceritakan bahwa Rasulullah s.a.w. berkata: “Sesungguhnya di dalam jasad ada sebongkah daging; jika ia baik maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya; bongkahan daging itu adalah QALBU”.

Hadits di atas jelas menyebut qalbu sebagai bongkahan daging (benda fisik) yang terkait langsung dengan keadaan jasad atau tubuh manusia. Bongkahan daging mana yang kalau ia sakit atau rusak maka seluruh jasad akan rusak?

Bahasa Arab mengenal qalbu dalam bentuk fisik yang di dalam kamus didefinisikan sebagai ‘organ yang sarat dengan otot yang fungsinya menghisap dan memompa darah, terletak di tengah dada agak miring ke kiri’. Jadi, qalbu adalah jantung. Dokter qalbu adalah dokter jantung. Jantung adalah bongkahan daging yang kalau ia baik maka seluruh jasad akan baik atau sebaliknya kalau ia rusak maka seluruh jasad akan rusak.

2. Qalbu ruhani, yaitu hatinurani. Ada juga jenis qalbu yang kedua, sebagaimana digambarkan dalam hadits berikut:

“Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya”. (HR Ibnu Majah)

Jadi kalau banyak dosa qalbu akan dipenuhi oleh bercak-bercak hitam, bahkan keseluruhan qalbu bisa jadi menghitam. Apakah para penjahat jantungnya hitam? Apakah para koruptor jantungnya hitam? Tanyakanlah kepada para dokter bedah jantung, apakah jantung orang-orang jahat berwarna hitam? Mereka akan katakan tak ada jantung yang menghitam karena kejahatan dan kemaksiatan yang dibuat. Lalu apa maksud hadits Nabi di atas? Qalbu yang dimaksud dalam hadits itu adalah qalbu ruhani. Ruh (jiwa) memiliki inti, itulah qalbu. Karena ruh (jiwa) adalah wujud yang tidak dapat dilihat secara visual (intangible) maka qalbu yang menjadi inti (sentral) ruh ini pun qalbu yang tidak kasat mata. Dalam bahasa Indonesia ‘qalbu ruhani’ disebut dengan ‘hatinurani’. Mungkin karena dianggap terlalu panjang dan menyulitkan dalam pembicaraan, maka orang sering menyingkatnya menjadi ‘hati’ saja. Padahal ada perbedaan besar antara ‘hati’ dengan ‘hatinurani’ sebagaimana berbedanya ‘mata’ dengan ‘mata kaki’.

Rupanya, istilah qalbu mirip dengan heart dalam bahasa Inggris, sama-sama memilki makna ganda. Heart dapat bermakna jantung (heart attack, serangan jantung) dapat juga bermakna hatinurani (you’re always in my heart, kamu selalu hadir di hatinuraniku). Maka apabila mendengar perbincangan tentang qalbu perhatikanlah konteksnya. Kalau yang berbicara adalah dokter medis, tentu qalbu yang diucapkannya lebih bermakna jantung. Tapi bila dikaitkan dengan perbincangan tentang moral, iman atau spiritualitas, maka maknanya lebih mengarah pada hatinurani yang wujudnya ruhaniah.

Qalbu orang yang berdosa akan menghitam. Ungkapan ‘menghitam’ di sini adalah ungkapan perumpamaan (majâzi, metaphoric) bukan ungkapan sesungguhnya (haqîqi). Namun bukan berarti karena dosa tak kan nampak bekas-bekas fisiknya lalu kita akan seenaknya saja berbuat dosa. Na`ûdzubillâh min dzâlik…

by. qalbunet

KAJIAN TENTANG HATI

Banyak ahli muslim terutama yang memperhatikan masalah akhlak kepada Allah, mengemukakan bahwa hati manusia merupakan kunci pokok pembahasan menuju pengetahuan tentang Tuhan. Hati, sebagai pintu dan sarana Tuhan memperkenalkan kesempurnaan diri-Nya. “Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin lunak dan tenang ( HR Abu Dawud). Hanya melalui “hati manusialah” keseimbangan sejati antara Tuhan dan kosmos bisa dicapai.

Al Qur’an menggunakan istilah qalb (hati) 132 kali, makna dasar kata itu ialah membalik, kembali, pergi maju mundur, berubah, naik turun. Diambil dari latar belakangnya hati mempunyai sifat yang selalu berubah, sebab hati adalah lokus dari kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan.

Hati adalah tempat dimana Tuhan mengungkapkan diri-Nya sendiri kepada manusia. Kehadiran-Nya terasa didalam hati, dan wahyu maupun ilham diturun-kan kedalam hati para Nabi maupun wali-Nya.

“Ketahuilah bahwa Tuhan membuat batasan antara manusia dan hatinya, dan bahwa kepada-Nya lah kamu sekalian akan dikumpulkan” (QS 8: 24)

“(Jibril) menurunkan wahyu kedalam hati nuranimu dengan izin Tuhan, membenarkan wahyu sebelumnya, menjadi petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman” (QS 2:97)

Hati adalah pusat pandangan, pemahaman, dan ingatan (dzikir)

“Apakah mereka tidak pernah bepergian dimuka bumi ini supaya hatinya tersentak memikirkan kemusnahan itu, atau mengiang ditelinganya untuk didengarkan, sebenarnya yang buta bukan mata, melainkan ” hati” yang ada didalam dada.” (QS 22:46)

“memang hati mereka telah kami tutup hingga mereka tidak dapat memahaminya, begitu pula liang telinganya telah tersumbat” (QS 18:57)

“Apakah mereka tidak merenungkan isi Al Qur’an? atau adakah hati mereka yang terkunci?” (QS 47:24)

“Janganlah kamu turutkan orang yang hatinya telah Kami alpakan dari mengingat Kami (dzikir), orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya saja, dan keadaan orang itu sudah keterlaluan” (QS 18:28)

“Sesungguhnya telah Kami sediakan untuk penghuni neraka dari golongan jin dan manusia; mereka mempunyai hati, tetapi tidak menggunakannya untuk memaha-mi ayat-ayat Allah, mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat, mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka adalah orang -orang yang alpa (tidak berdzikir) ” (Qs 7:179)

Iman tumbuh dan bersemayam didalam hati,begitu juga kekafiran, kemungkaran serta penyelewengan dari jalan yang lurus. Oleh sebab itu, Allah tetap menegaskan bahwa perilaku seseorang tidak bisa hanya sekedar syarat sah rukun syariat saja, akan tetapi harus sampai kepada pusat iman yaitu ” hati “.

Mungkin kita hampir lupa bahwa peribadatan selalu menuntut pemurnian hati (keikhlasan), sehingga akan menghasilkan sesuatu yang haq serta dampak iman secara langsung.

Iman yang pernah diikrarkan oleh kaum Arab badwi dihadapan Rasulullah bukan kategori iman yang sebenarnya, sehingga seketika itu Allah menurunkan wahyu untuk memperingatkan kepada mereka (Arab badwi)

“Orang-orang Badwi itu berkata: “kami telah beriman “. Katakanlah (kepada mereka) ” Kamu belum beriman “,tetapi katakanlah ” kami telah tunduk “, karena iman itu belum masuk kedalam hatimu (Qs 49:14) .

Iman yang benar mempunyai ciri tersendiri dan diakui oleh al Qur’an. Ia tertegun dan terharu tatkala nama Allah disebut … dan bahkan ia terdorong ingin meluap-kan kegembiraan dan kerinduannya dengan menjerit seraya bersujud dan menangis. Bergetar hatinya dan bertambahlah imannya. Ia begitu kokoh dan mantap dalam setiap langkahnya karena keihsanan bersama dengan Allah yang selalu menjaga. Ia akan selalu berbisik kedalam lubuk hatinya tatkala menghadapi persoalan dan kesulitan didunia, karena disitulah Allah meletakkan ilham sebagai pegangan untuk menentukan sikap. Sehingga kaum beriman akan selalu terjaga dalam hidayah dan bimbingan Allah Swt.

Firman Allah Swt:

“Suatu musibah tidak akan menimpa seseorang kecuali atas izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, tentu Dia akan menunjuki “hatinya”. Dan Tuhan Maha Mengetahui segala-galanya” (Qs 64:11)

“Keimanan telah ditetapkan Allah ke dalam ” hatinya ” serta dikokohkan pula Ruh dari diri-Nya” (Qs 58:22)

“Dan kami tunjang pula mereka dengan petunjuk, dan kami teguhkan hati mereka” (QS 18: 13-14)

“Dialah yang telah menurunkan ketentraman didalam hati orang-orang yang beriman supaya bertambah keimanannya di samping keimanan yang telah ada” (QS 48:4)

Syetan menggantikan kedudukan Allah bersemayam di istana hati manusia yang lalai. Allah akan memalingkan dan menghinakan orang yang lalai akan Allah, Allah akan mengunci dan mematikan hati sehingga ia diberi gelar ” binatang ternak! Bahkan lebih sesat dari itu. Kalau sampai terjadi seperti ini maka tertutuplah hati untuk menerima cahaya dari Allah Swt. Maka tidak heran jika perbuatan nya akan cenderung mengikuti langkah-langkah syetan yang dilarang oleh Allah, syetan menggantikan posisi Allah menduduki hati yang tertutup dan dialah yang akan menasehati dan membimbing kejalan yang sesat. Kekejian itu akan menyeruak kedalam kalbu melalui hembusan ilham sehingga akal fikiran tidak mampu menghalau datangnya petunjuk tersebut. Marah dan benci tidak pernah direncanakan, akan tetapi ia datang langsung kepusat hati, dan tubuh tanpa daya mengikuti kemauan sihir sang iblis . Hati menjadi buta …!!!

Allah berfirman:

“Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan) maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertai” (Qs 43: 36)

“Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya niscaya tidak seorangpun dari kamu sekalian bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS 24: 21)

Iman dan kafir terletak didalam hati, Allah telah membeberkan berikut contoh-contohnya antara orang yang dibukakan hatinya dan yang ditutup hatinya, serta perilaku keduanya. Maka keputusannya terletak kepada kebebasan manusia itu sendiri untuk memilih jalan yang sesat ataupun yang lurus. Karena disitu akan mendapatkan bimbingan langsung baik jalan kesesatan maupun jalan ketaqwaan.

Firman Allah:

“Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan-Nya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaanya. Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan merugilah orang yang mengotorinya”. (Asy Syams 7-10)

Ayat diatas memberikan pengertian atas pentingnya membersihkan jiwa, sehingga apabila hal ini terjadi, maka Allah-lah yang akan membimbing ketaqwaan, keimanan, serta ketulusan. Namun sebaliknya Allah akan menistakan manusia yang melalaikan akan Allah serta mengotori hatinya dengan mengirim musuh Allah sebagai penasehat dan menuntunnya kejalan kesesatan.

Kemudian apa langkah selanjutnya, serta bagaimana terapi untuk mengembalikan hati yang sudah terlanjur karam dilumpur nista?

Pertama kita sudah memahami bahwa, penyebab utama dari ketidak mampuan berbuat baik dan kesulitan menjaga dari perbuatan keji dan mungkar serta tidak didengarnya setiap doa, adalah “tertutupnya mata hati oleh NUR ILAHY”.

Kedua, konsentrasikan masalah mengurus hati dulu, jangan mempersoalkan hal yang lain, karena “hati sedang menderita sakit kronis. Kita harus perhatikan dengan sungguh-sungguh, dan memasrahkan diri kepada Sang Pembuka Hati … Dialah yang menutup hati kita, membutakan, mentulikan, dan mengunci mati dan tidak memberikan kefahaman atas ayat-ayat Allah yang turun kedalam hati.

Mari kita perhatikan kedalam, kita jenguk hati kita yang sedang berbaring tak berdaya, disitu terlihat syetan dengan leluasa memberikan wejangan dan petunjuk bagaimana berbuat keji dan mungkar. Ia menuntun pikiran untuk menerawang keangkasa, mengajaknya mi’raj keangan-angan panjang dan melupakannya ketika badan sedang Shalat, sedang berwudhu’ dan membaca AlQur’an dan ibadah yang lain. Kita sudah beberapaka kali mencoba menepis ajakan itu namun apa daya kekuatan iblis memang luar biasa, kita bukan tandingannya untuk melawan dan mengusir nya. Ia ghaib dan licik … ia berjalan melalui aliran darah manusia, ia bisa menembus tembok ruang dan waktu, ia ada dalam fikiran, dan bahkan bersemayam didalam hati manusia. Cukup sudah usaha kita untuk melawannya, namun gagal dan gagal lagi …

Namun ada yang yang tidak “MATI”, yaitu diri sejati yang selalu melihat keadaan hati kita yang sakit. Ialah “Bashirah” (Al Qiyamah: 14), ia tidak pernah bersekongkol dengan syetan, Ia yang mengetahui kebohongan hati, kejahatan, dan ia selalu mengikuti fitrah Allah, ia jujur, tawadhu’, khusyu’, kasih sayang dan adil (lihat tafsir Sofwatut Tafasir, oleh Prof Ali As Shobuni).

Kita harus cepat mendengarkan suara dia yang selalu mengajaknya ke arah kebajikan, Ia sangat dekat dengan Allah, Ia sangat patuh, Ia penuh iman, Ia berbicara menurut kata Allah (ilham), dan kedudukannya sangat tinggi diatas Syetan dan jin sehingga mereka tidak bisa menembus untuk menggodanya (As Shafat:8) Anda bisa merasakannya sekarang … tatkala anda berbohong, ia berkata lirih … kenapa kamu berbohong … ia tidak tidur tatkala kita tidur … ia melihat tatkala kita bermimpi dikejar anjing … ia melihat ketika jin menggoda dan syetan menyesatkan, namun hati tidak kuasa mengikuti kata bashirah yang oleh Allah digelari “RUH-KU”. Maka beruntunglah orang yang membersihkan jiwanya dan celakalah orang yang mengotorinya (As Syam:9-10)

Kita kembali kepada persoalan hati,

Mari kita perbaiki hati kita dengan cara mendatangi Allah, kita serahkan persoalan ini … kerumitan hati yang selalu ragu-ragu … ketidak mampuan menahan syahwat yang bergolak keras …

Mari kita contoh Nabi Yusuf ketika gejolak nafsu sudah menguasai hatinya, Ia tidak kuasa lagi menahan syahwatnya tatkala Julaiha datang menghampiri untuk mengajaknya berbuat mesum … Ia cepat berpaling dan menghampiri Allah dan mengadukannya keadaan syahwatnya yang terus menerus mengajak kepada keburukan. Kemudian Allah mendatangkan rahmat-Nya dan memalingkan hatinya, mengangkat kekejian didalam hatinya, dan akhirnya Nabi Yusuf terbebas dari perbuatan yang dilaknat Allah Swt.

Allah sendiri yang akan memalingkan hati dari perbuatan keji dan mungkar sehingga terasa sekali sentuhan Ilahy tatkala mengangkat kotoran hati dengan cara menggantikannya dengan perbuatan baik dan ikhlas .

Allah berfirman:

“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu, andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih ( ikhlash)” (Yusuf:24)

Mungkin kita masih ragu-ragu … apa mungkin kita bisa mendapatkan burhan dan bimbingan Allah dalam menghindari perbuatan keji dan mungkar? Mari kita hindari prasangka yang buruk terhadap Allah, kita timbulkan rasa percaya bahwa hanya Allah lah yang mampu memberikan hidayah dan bimbingan serta mencabut persoalan yang kita hadapi.

Pada bab penyucian jiwa, telah saya sampaikan praktek berkomunikasi kepada Allah. saya mengharap anda telah melakukannya dengan penuh hudhu’ dan ikhlas, sehingga anda juga akan dibukakan rahmat dan hidayah-Nya. Amin…

Mari kita kembali mecoba berkomunikasi kepada Allah seperti tercantum dalam bab sebelumnya.

Ketika Allah membuka Hidayah kedalam ” Hati ”

Hilangkan rasa takut tersesat didalam menempuh jalan ruhani … bekal kita adalah tauhid, lambungkan jiwa melayang menuju Allah … dekatkan dan berbisiklah dengan kemurnian hati … jangan menghadap dengan konsentrasi pikiran, sebab anda akan mengalami pusing dan tegang. Usahakanlah tubuh anda rileks dan pasrah … biarkan hati bergerak menyebut Asma-Nya yang Maha Agung … Ajaklah perasaan dan fikiran untuk hadir bersujud dihadapan-Nya.

Jangan hiraukan kebisingan diluar … usahakan hati tetap teguh menyebut nama Allah berulang-ulang … sampai datang ketenangan dan hening serta rasa dingin didalam kalbu … kalau anda mengalami pusing dan penat … berarti cara berdzikirnya menggunakan kosentrasi didalam fikiran, maka ulangi dengan cara berkomunikasi didalam jiwa/hati …

Mohonlah kepada Allah agar dibukakan hati dan dimudahkan menempuh jalan menuju makrifat …

Biasanya … kalau kita mendapatkan ketenangan dan kekhusyu’an didalam berkomunikasi dengan Allah … mula-mula hati menjadi sangat terang … mudah sekali menangis terharu tatkala kita menyebut Asma-Nya … kita tidak kuasa membendung air mata ketika shalat … membaca AlQur’an dan melihat keagungan Allah yang lain … hati sering bergetar manakala kita berhadapan dengan-Nya … badan turut berguncang dan berat dirasa seakan ada yang mendorong untuk bersujud dan menangis … keihsanan dan tauhid kepada Allah bertambah kuat. Keyakinan bertambah lekat, serta perubahan demi perubahan didalam kalbu semakin terlihat. Perilaku kita akan dibimbing … perilaku hati yang semula kaku dan cenderung kasar berubah dengan sendirinya ..menjadi lembut … Yang semula shalat fikiran turut melayang-layang berubah dengan kekhusyu’an dan terasa nikmatnya … dan seterusnya …

HAL INI TIDAK AKAN PERNAH TERJADI, APABILA KITA HANYA MENJADIKAN ARTIKEL INI SEBAGAI REFERENSI ILMU YANG HANYA UNTUK DIPERDEBATKAN, LALU DISIMPAN DALAM ALMARI …

by. Ustadz Abu Sangkan