>Reiki Amaterasu

>Apakah Reiki Amaterasu?

Dewa Matahari Jepang adalah dewa tertinggi dalam Agama Shinto dan penguasa semua kami, dewa-dewa atau lebih tepatnya, kekuatan alam. Dia adalah “cahaya agung” yang menerangi surga dan bumi. Tempatnya yang paling suci adalah Grand Shrine of Ise, tempat di mana dia diabadikan dalam Altar Dalam (gambar di kanan bawah: tangga menuju pintu luar Altar Dalam, dimana Cahaya Agung diabadikan) Dalam mitologi Jepang, menurut Kojiki abad 18 (dokumen kuno), pada awalnya terjadi kekacauan. Yin dan Yang, surga dan bumi, air dan daratan belum dipisahkan.

Surga diciptakan lebih dahulu, lalu bumi, and banyak dewa dilahirkan namun masih tersembunyi. Lalu muncullah diantara surga dan bumi sebatang buluh yang kemudian menjadi dewa yang pertama, Kuni-toko-tachi no Mikoto (“Membumi-Abadi-Tegak-Dewa Agustus”). Kemudian Delapan Pilar Ketuhanan dilahirkan, dan dua yang terakhir adalah Izanagi (“Dia, pria, yang Mengundang”) dan Izanami (“Dia, wanita, yang Mengundang”). Kemudian lahirlah beberapa kami, tapi ketika melahirkan dewa api (Kagu-tsuchi), Izanami meninggal. Izanagi berduka dan menyusul Izanami (Yomi no kuni). Dia membujuknya untuk kembali ke dunia dan hidup bersamanya. Jadi Izanami pergi untuk mempersiapkan perjalanan mereka dan berpesan Izanagi tidak boleh memandangnya sampai dia kembali. Namun, seperti Orpheus dia melihatnya membusuk dan berulat. Maka Izanagi lari kembali ke dunia ini, lalu segera mandi untuk menghapus semua kekotoran itu. Ketika dia membasuh mata kirinya, Amaterasu Omikami (“Surga-Bercahaya Agung-Agustus-Dewa”), dewi matahari lahirlah; pada saat dia membasuh mata kanannya, Tsuki-yomi no Mikoto (“Bungkukannya-seperti Bulan”), dewa bulan lahirlah; dan ketika dia membasuh hidungnya, dia bersin, yang menghasilkan Take-haya Susano-o no Mikoto (“Keberaniannya-Cepat-Kekuatan-Pria-Agustus “), dewa badai.

Amaterasu memerinta Surga Tinggi (Takama-no-hara), Tsuki-yomi memerintah lautan dan langit malam, dan Susano memerintah bumi, dan semuanya berteman baik. Tapi dalam suatu saat mabuk, si iri hati Susano menginjak-injak sawah Amaterasu, mengisi galian irigasinya, dan melemparkan kotoran pada istananya. Amaterasu memohon dia untuk menghentikannya tapi dia tidak memedulikannya-dia kemudian pergi dan melemparkan bangkai kuda yang sebagian sudah dikuliti ke kamar tempatnya menenun sehingga pembantunya terlonjak dan mati karena bagian pribadinya masuk ke dalam kumparan (dalam Nihongi abad 17 [Kronikel Jepang]. Adalah Amaterasu sendiri yang melukai dirinya sendiri pada kumparan, tapi dia bertahan hidup). Sebagai protes atas kekerasan ini, Amaterasu bertapa di gua dan menutupnya dengan batu karang besar. Karenanya, dunia menjadi gelap. Tanpa cahaya dan kehangatannya, dewa padi dan semua mahluk hidup mulai layu dan mati. 8 juta dewa berkumpul di depan gua dan mencoba untuk membujuknya keluar dari sana, memohon dia untuk kembali. Tapi Amaterasu tidak bergeming. Kemudian seorang dewi yang menggairahkan bernama Ame-no-Uzume membalikkan bak cucu. Sambil berdiri di atasnya, dia mulai menari tarian sensual, dengan ketukan kaki sesuai nada di atas bak cuci tersebut. Akhirnya dia menunjukkan payudaranya dan mengangkat roknya. Penonton bertepuk tangan, berteriak dan tertawa gembira. Di belakang Uzume ada tersembunyi sebuah kaca bundar berukuran besar. Ketika Amaterasu mengintip keluar gua untuk melihat apa yang terjadi, Uzume bergeser ke samping dan Amaterasu memandang langsung ke kaca. Amaterasu, yang tidak pernah melihat kecantikannya sendiri terpesona. Dia terkejut melihat wajah cerah yang dipandangnya dan berkata “muka putih,” yang merupakan terjemahan dari frase Jepang omo-shiroi, yang arti sesungguhnya adalah “menarik, mempesona” pada saat itu, Tajikara-o (“Dia yang bertangan Kuat”) melontarkan batu tersebut. Amaterasu kembali ke singgasana surganya untuk menghangatkan bumi di musim dingin. Semua kami bergembira dalam kehangatan dan cahaya ketuhanannya. Hidup berubah dan dunia sekali lagi menghijau. Inilah REIKI nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: