MANUAL REIKI N-AQS : PENYEMBUHAN

Perlu digaris bawahi di sini, bahwa aplikasi Reiki ini adalah bersifat bonus dari keilmuan N-AQS. Oleh karena itu matangkanlah lebih dulu ilmu-ilmu inti dari N-AQS. Sehingga spirit keilmuan dapat difahami dengan baik, jangan tergesa-gesa untuk segera mempraktekkan ilmu reiki untuk mengobati orang lain. Sembuhkanlah diri anda dan keluarga anda dulu. Minimal anda sudah menguasai Meditasi Kultivasi I sebelum anda bisa mempraktekkan Reiki.

Sebenarnya ketika sudah menerima proses Inisiasi, anda sudah bisa langsung mempraktekkan Reiki. Namun ada hambatan mental yang belum sepenuhnya terbuka secara penuh di dalam Kesadaran Murni anda. Sehingga ini dikhawatirkan apa yang anda salurkan nantinya bukan energi Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin akan tetapi energi tenaga dalam anda sendiri.

Reiki sebenarnya adalah sebuah sarana untuk bakti sosial kepada masyarakat dari para ahli meditasi/dzikir. Jadi tugas utama para praktisi sebenarnya adalah pada aktivitas pengembangan spiritualitasnya.

Seorang praktisi reiki yg malas bermeditasi dan berdzikir. Dan terlalu keranjingan menyembuhkan orang. Maka potensi spiritualnya makin lama akan makin mengecil dan hilang. Yang jalan hanya tinggal ilmu sugesti dan tenaga dalamnya sendiri. Sehingga dia tanpa sadar telah keluar dari jalur yang benar (SHIROTHOL MUSTAQIEM).

Jalan Kultivasi adalah jalan ikhlas, maka jalankanlah keilmuan ini dengan penuh kerendahan hati, janganlah sombong dan suka pamer ilmu, jangan suka marah, jangan suka iri dan dengki, lakukanlah semua atas dasar pengabdian kita kepadaNya, sepenuh ikhlas berbuat baik bagi diri sendiri dan sesama. Oleh karena itu sejak awal anda bergabung dengan majelis NAQS, hilangkanlah Motif Profit Ekonomi dari Fikiran anda. Janganlah anda bercita-cita menjadikan Ilmu NAQS sebagai sandaran untuk sebuah Profesi. Masih banyak jalan yang lain untuk mencari nafkah. Insya Allah dengan berbekal ilmu NAQS, maka semua jalan Rizki anda akan dimudahkan oleh Allah. Setiap detik anda akan memperoleh rezeki yang berlimpah.

Berhati-hatilah
dalam memilihkan isi
bagi pikiran Anda.

Tuhan membaca isi pikiran Anda,
beserta semua impian, rencana,
dan doa Anda;
dan menilai kesesuaian kebaikan
pikiran, hati, dan tindakan Anda,
agar Dia menyegerakan berkah
yang mendamaikan dan
menyejahterakan Anda.

Janganlah sampai, dalam proses itu
Tuhan juga menemukan isi pikiran
yang tidak santun, tidak bersih,
dan yang menyiasatkan kepalsuan.

Mario Teguh

Terapi untuk pasien bisa dilakukan di mana saja. Terapi tidak membutuhkan ruangan khusus karena energi negatif pasien tidak menular karena telah terhapus oleh Energi Kultivasi N-AQS. Namun jika memungkinkan, sebaiknya terapi dilakukan di tempat khusus agar pasien merasa nyaman dan rileks hingga proses therapy berjalan baik. Therapy bisa dilakukan terhadap pasien dalam kondisi duduk ataupun berbaring di tempat tidur. Untuk level ini jangan dulu menangani penyakit akibat gangguan non medis (santet, kesurupan, dll).

Penyembuhan diri sendiri, caranya sama dengan penyembuhan orang lain.

SESI PENYEMBUHAN

Beberapa tahapan yang dilakukan pada sesi penyembuhan :

1. Doa Pembuka
Sebaiknya sebelum melakukan penyembuhan, praktisi melakukan doa terlebih dahulu kepada Tuhan untuk meminta perlindungan dan bantuan kesembuhan agar proses penyembuhan dapat berlangsung aman, dan sempurna. Campur tangan Tuhan dalam setiap sesi penyembuhan sangat penting, karena kesembuhan total hanya berasal dari Tuhan dan itu merupakan karunia.

Do’a Yang dibaca :

  1. QS. Al-Fatihah
  2. Payung Rasul
  3. Payung Allah

2. Membuka Cakra Mahkota diri sendiri
Sebelum melakukan penyaluran energi, cakra mahkota diri sendiri dapat dibuka cukup 1 kali saja dalam waktu 1 hari. Tujuan membuka cakra mahkota adalah untuk membuat cakra mahkota menjadi lebih besar dan lebih aktif agar energi N-AQS menjadi lebih lancar mengalir. Tetapi membuka cakra mahkota tidak menjadi suatu keharusan. Karena dengan mengalirnya energi N-AQS dalam waktu 1 menit akan membuat energi N-AQS lancar mengalir.

3. Membuka cakra mahkota pasien
Tujuan membuka cakra mahkota pasien adalah untuk mempermudah energi N-AQS mengalir kedalam tubuh pasien, tetapi membuka cakra mahkota pasien juga tidak menjadi suatu keharusan.

4. Membuka aura pasien
Aura merupakan medan energi yang memancar pada sekeliling tubuh yang mempunyai fungsi untuk melindungi tubuh dari serangan hal-hal negative dan penyakit. Dalam penyembuhan dengan metode prana, AURA sangat penting untuk dibuka agar proses penyaluran energi tidak terhalang oleh aura. Dalam metode N-AQS, membuka aura tidak menjadi suatu keharusan karena daya tembus energi N-AQS yang sangat tinggi dan halus sehingga tidak terpengaruh oleh aura yang belum dibuka.

5. Menyalurkan energi pada sasaran
Saat menyalurkan energi sebaiknya arahkan niat menyalurkan energi untuk tujuan yang jelas agar energi bekerja lebih terfokus sehingga kesembuhan dapat tercapai lebih cepat.

CONTOH AFFIRMASI :

Bismillah Sirrullah ya hayyu ya qayum
Aku Niat ikhlas menyalurkan Cahaya ilahi Nurun ‘ala nurin kepada…..
Mengalirlah, bersihkan segala energi negatif dari tubuh…..
Perbaharui, Pulihkan, dan Kuatkan tubuh….. dzahir bathin.
Terjadilah dg sempurna, bi idznillah.
Alhamdulillahirobbil alamin.

Ya Allah aku yakin penyakit ini sembuh sekarang….
alirkan energi ILAHI kedalam tubuh ini secara merata
untuk……(sesuai dengan kebutuhan)….
ya ALLAH ijinkanlah ini terjadi.
Dengan rasa syukur dan keyakinan penuh terjadilah……

“ya Tuhan, jadikanlah aku menjadi saluran energi penyembuh-Mu untuk membantu kesembuhan….. dari sakit dan penyakitnya, terjadilah semua itu menurut kehendak-Mu.”

Menyalurkan energi pada sasaran dapat dilakukan dengan beberapa cara :

A.  Telapak tangan menyentuh langsung ke tubuh pasien
Dengan menggunakan cara ini, untuk perpindahan posisi telapak tangan dari bagian satu dengan bagian lainnya sebaiknya dengan melakukannya secara bergantian tidak serempak sekaligus, hal ini untuk menjaga agar aliran energi tidak terputus. Apabila terjadi aliran energi terputus, niatkan kembali untuk menyalurkan energi maka secara otomatis energi akan mengalir.

B. Telapak tangan tanpa menyentuh langsung ke tubuh pasien
Dengan menggunakan cara ini telapak tangan lebih bebas untuk dipindahkan dibanding cara yang pertama akan tetapi biasanya praktisi menjadi cepat lelah.

C. Dengan menggunakan bola energi (pada tingkat lanjut)
Dengan cara ini praktisi hanya perlu membuat bola energi, kemudian bola energi tersebut dimasukan kedalam tubuh pasien dengan mengarahkan tujuan yang jelas pada bola energi yang digunakan.

6. Lama penyeluran energi
Lama penyaluran energi pada masing – masing bagian tubuh dapat disesuaikan kebutuhan. Biasanya intuisi praktisi akan menuntun praktisi untuk mengetahui apakah energi yang disalurkan telah cukup atau belum.
Tetapi untuk lama penyaluran energi yang paling minimal untuk masing – masing bagian adalah sekitar 3 menit.

7. Sinkronisasi (Penyembuhan Berkelompok)
Penyaluran energi dengan metode N-AQS dapat dilakukan secara berkelompok. Keuntungan dari penyaluran energi secara berkelompok, waktu penyaluran energi menjadi lebih cepat karena penyaluran energi dilakukan ke beberapa tempat sekaligus. Pada penyaluran energi secara berkelompok, harus ada 1 orang yang menjadi ketua yang bertugas untuk mensinkronkan energi dari seluruh anggota kelompok, sedangkan tugas dari anggota kelompok adalah mensinkronkan energinya dengan ketua kelompok.

8. Memperkuat aura pasien
Setelah penyaluran energi selesai, aura pasien dapat diperkuat dengan melakukan penyisiran dengan menggunakan telapak tangan. visualisasikan aura pasien seperti gelembung yang membungkus tubuh,  kemudian lakukan gerakan menyisir dengan kelima jari terbuka (Seperti menyisir rambut dengan tangan) mulai dari atas hingga ke bawah

9. Doa penutup
Sesi penyembuhan dapat ditutup dengan doa penutup untuk mengucapkan terima kasih terhadap Tuhan yang telah membantu pada proses penyembuhan.

Hal – hal yang perlu diperhatikan :
Praktisi sebaiknya hanya meniatkan menyalurkan energi. Setelah berniat untuk menyalurkan, letakkan telapak tangan pada sasaran, kemudian praktisi tinggal memasrahkan diri pada apa yang terjadi. Energi Nurun ‘ala Nuurin akan bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan pasien. Lakukan relaksasi dan masuki kondisi meditasi.

Saat penyaluran energi, tidak dibenarkan untuk memaksakan energi mengalir. Jika dipaksakan yang terjadi justru energi praktisi sendiri yang mengalir dan bukan energi Nurun ‘Ala Nuurin. Jadi sikap yang benar adalah santai dan pasrah, semakin santai dan pasrah energi yang mengalir akan semakin besar.

Faktor-Faktor Resonansi

Faktor-faktor resonansi adalah hal-hal yang berpengaruh untuk meningkatkan kualitas resonansi energi, yaitu sebagai berikut:

  1. Niat, energi akan mengalir dan memberikan efek sesuai dengan niat anda;
  2. Kerahkan rasa cinta kasih dan rasa syukur, rasakan sensasi rasa cinta dan rasa syukur yang anda kerahkan meningkatkan frekuensi vibrasi anda;
  3. Miliki harapan yang positif, harus diingat bahwa tubuh memiliki kecerdasan alami sendiri-sendiri untuk menyembuhkan dirinya sendiri;
  4. Mintalah pertolongan, mintalah pertolongan pada Yang Maha Kuasa dan rasakan sensasi getarannya yang menjadi pertanda bahwa anda mendapat pertolongan;
  5. Bekerjalah dengan totalitas, berikanlah 100 % dari diri anda pada saat melakukan penyembuhan dan hasilnya akan jauh lebih baik;
  6. Lepaskan keterikatan pada hasil, sadari bahwa praktisi terapi energi hanyalah sebagai fasilitator kesembuhan dan yang paling penting adalah menjaga dan mempertahankan vibrasi setinggi dan sekuat mungkin;
  7. Kepercayaan, rasa percaya diri akan menjaga resonansi energi anda tetap tinggi.

KODE ETIK DALAM PENYEMBUHAN

Mendapat Persetujuan Pasien Dalam Menyembuhkan
Sebaiknya sebelum melakukan terapi penyembuhan, praktisi meminta persetujuan dahulu kepada pasien, hal ini penting untuk menjaga sopan santun dan menghormati pasien.

Tidak Memanfaatkan Situasi
Saat menyalurkan energi terutama dengan melakukan sentuhan langsung, praktisi tidak dibenarkan memanfaatkan situasi untuk kepentingan diri sendiri yang sangat merugikan pasien.

Tidak Menjanjikan Kesembuhan Total, Kesembuhan Total Datang dari Tuhan
Setiap usaha yang dilakukan terutama dalam usaha melakukan penyembuhan, kesembuhan total hanya didapat dari Tuhan, karena hal itu merupakan karunia.

TITIK PENYALURAN ENERGI NAQS


Penyaluran energi pada pasien dapat dilakukan keseluruh tubuh, tetapi sebenarnya ada tempat – tempat terbaik untuk menyalurkan energi sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung dengan sangat cepat.

Pada titik – titik tersebut energi NAQS lebih cepat bereaksi pada bagian tubuh yang mengalami gangguan. Hal ini hampir sama persis seperti cara kerja pada metode akupunktur.

Penyaluran energi pada titik – titik tertentu tersebut sebaiknya dilakukan minimal 3 menit. Sedangkan banyaknya terapi energi yang diberikan tergantung dari kondisi berat ringannya penyakit yang dialami pasien.

Berikut penyaluran energi secara umum/keseluruhan titik – titik penting dalam tubuh dalam beberapa posisi:

POSISI DUDUK
1. UBUN UBUN – DASAR OTAK
2. DAHI – BELAKANG KEPALA
3. DADA – ULU HATI
4. PUSAR – PERUT BAWAH TENGAH
5. PARU PARU – TL. PUNGGUNG
6. TL. BELAKANG – TL. EKOR

POSISI BERBARING
1. UBUN UBUN
2. DAHI – DADA
3. ULU HATI – PUSAR
4. PERUT BAWAH TENGAH
5. DASAR OTAK – BELAKANG KEPALA
6. PARU PARU – TL. PUNGGUNG
7. TL. BELAKANG – TL. EKOR

TITIK – TITIK KHUSUS

Infeksi & Peradangan
– ulu hati
– dahi
– pinggang kiri

Merangsang & Memperkuat Sumsum Tulang
– tl. belakang

Memurnikan Darah
– dahi
– ubun ubun
– dada
– paru paru

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
– ubun ubun
– ulu hati
– tl. pungung

Infeksi Kulit
– ulu hati
– perut kiri

Glaukoma
– dasar otak
– ulu hati
– tl. Belakang atas
– tl. ekor
– pangkal lengan kiri

Syaraf Mata Kendor
– dahi
– kening kiri – kanan
– belakang kepala

Katarak
– ubun ubun
– kening kiri – kanan

Tuli
– ubun ubun
– cekungan telinga belakang

Vertigo
– ubun ubun
– dahi
– leher belakang
– tl. ekor

Sakit Tenggorokan, Gondong, Amandel, Laringitis
– bawah dagu
– leher depan
– kelapa belakang bawah

Eksema / Dermatitis
– ulu hati
– perut bawah tengah
– tl. ekor

Jerawat Menahun
– ulu hati
– perut kiri
– paru paru

Bisul Menahun
– leher atas belakang
– ulu hati
– perut kiri

Alergi Kulit
– dada
– perut bawah tengah
– tl. ekor

Alergi Berat
– ubun ubun
– ulu hati
– perut kiri – kanan
– paru paru
– pinggang belakang kiri – kanan

Tekanan Darah Tinggi
– ubun ubun
– dada
– pusar
– punggung kiri

Tekanan Darah Rendah
– dahi
– dada kiri
– tl. belakang

Stroke
– ubun ubun
– dasar otak
– dada kiri – kanan
– tl. belakang
– tl. ekor

Sinusitis Menahun
– ubun ubun
– dahi (antara 2 alis)
– leher belakang atas
– bawah dagu
– perut bawah tengah
– tl. ekor

Batuk Menahun
– dagu bawah
– dada kiri – kanan
– ulu hati
– pusar

Radang Paru paru / Bronkitis / Pnemonia
– dada kiri – kanan
– ulu hati
– paru paru
– tl. ekor

Tuberkulosis
– ubun ubun
– dada kiri – kanan
– perut bawah tengah
– punggung kiri – kanan

Muntaber
– dada kiri – kanan
– ulu hati
– perut bawah tengah
– pinggang belakang kiri – kanan

Asma
– ubun ubun
– dasar otak
– dada tengah
– ulu hati
– perut bawah tengah
– punggung tengah
– tl. Ekor

Sakit Kepala
– ubun ubun
– dada

Sakit Kepala Migren
– ubun ubun
– dahi
– belakang kepala
– pinggang belakang

Sulit Tidur
– ubun ubun
– dada kiri – kanan
– tengkuk
– tl. ekor

Patah Tulang
– lengan atas kiri – kanan
– seluruh tl. belakang
– tl. ekor

Gegar Otak
– ubun ubun
– dasar otak
– kening kiri – kanan
– leher atas belakang

Menghentikan Pendarahan
– pangkal lengan kiri – kanan
– ulu hati
– perut kiri – kanan
– tl. ekor

Keracunan Makanan
– ulu hati
– pusar
– perut kiri – kanan
– perut bawah tengah

Demam
– ubun ubun
– dahi
– tengkuk

Tifus
– ubun ubun
– bawah dagu
– ulu hati
– perut bawah tengah
– tengkuk
– pinggang belakang kiri – kanan
– tl. ekor

Demam Berdarah
– ubun ubun
– belakang kepala
– bawah dagu
– ulu hati
– pusar
– tl. belakang

Merangsang & Memperkuat kelenjar Thymus
– bahu kiri
– pinggang belakang kiri

Merangsang & Memperkuat Limpa
– belakang kepala bawah
– tengkuk
– pusar

Wasir
– perut bawah tengah
– tl. belakang
– tl. ekor

Hernia
– perut bawah tengah
– tl. belakang
– tl. ekor

Kolesterol Tinggi
– dada kiri – kanan
– ulu hati
– perut kiri
– punggung kiri – kanan

Radang Pankreas Berat
– ulu hati
– perut kiri – kanan
– pingang belakang kiri – kanan
– tl. ekor

Batu Empedu
– perut bawah tengah
– ulu hati
– pinggang belakang kiri – kanan

Hepatitis
– ulu hati
– perut bawah tengah
– paru paru
– pinggang belakang tengah

Infeksi Saluran Cerna
– ulu hati
– perut kiri – kanan
– pinggang belakang kiri – kanan

Radang Usus Buntu Akut
– perut kiri – kanan
– pusar
– pinggang belakang kiri – kanan

Diabetes
– ulu hati
– perut kiri – kanan
– tengkuk
– tl. ekor

Hipotiroid
– dahi
– kening kiri – kanan
– dada kiri – kanan
– ulu hati
– pusar

Masuk Angin Berat
– ubun ubun
– ulu hati
– pusar
– punggung kiri kanan
– pinggang belakang tengah

Infeksi & Radang Ginjal
– ulu hati
– perut kiri – kanan
– punggung tengah
– pinggang belakang tengah

Batu Ginjal
– pusar
– perut bawah tengah
– perut kiri – kanan
– pinggang belakang kiri – kanan

Regenerasi Ginjal
– perut bawah tengah
– perut kiri – kanan
– pinggang belakang kiri – kanan

Pembesaran Prostat
– ulu hati
– perut bawah tengah
– tl. ekor

Merangsang Buang Air Kecil
– ulu hati
– perut bawah tengah
– tl. ekor

Impotensi Seksual
– dasar otak
– dada kiri – kanan
– perut bawah tengah
– tl. belakang
– tl. ekor

Kemandulan
– ulu hati
– perut kiri – kanan
– tl. belakang
– pinggang belakang kiri – kanan
– tl. ekor

Kista Indung Telur
– ubun ubun
– dasar otak
– ulu hati
– perut bawah tengah
– tl belakang

Tumor Mioma
– ubun ubun
– dasar otak
– pangkal lengan kiri – kanan
– pinggang belakang kiri – kanan
– tl ekor

Kandungan Turun
– ulu hati
– pusar
– perut kiri – kanan
– perut bawah tengah
– pinggang belakang kiri – kanan
– tl. ekor

Nyeri Haid
– perut kiri – kanan
– tl ekor

Haid Tidak Teratur
– ulu hati
– pusar
– perut bawah tengah
– pinggang belakang tengah

Radang Vagina
– perut tengah
– tl ekor

Nyeri Punggung Bawah, akibat ganguan ginjal
& tulang punggung
– dada kiri – kanan
– perut kiri – kanan
– perut bawah
– tl. belakang
– pinggang kiri – kanan
– tl. ekor

Tulang Punggung Bengkok
– leher belakang
– dada kiri – kanan
– punggung kiri – kanan
– tl. belakang
– tl. ekor

Leher Kaku (salah tidur)
– kepala belakang
– leher belakang
– tengkuk
– punggung kiri – kanan

Bahu Nyeri
– leher belakang
– bahu kiri – kanan
– punggung kiri – kanan
– tl belakang atas

Lupus
– bahu kiri – kanan depan
– punggung kiri – kanan
– tl. belakang
– tl. ekor
– pangkal paha samping kiri – kanan

Kejang Otot
– bahu kiri – kanan
– perut kiri – kanan
– leher belakang
– tl. punggung kiri – kanan
– tl. ekor

Reumatik Sendi
– perut kiri – kanan
– pinggang belakang kiri – kanan
– tl. belakang
– tl. ekor
– pangkal paha samping kiri – kanan

Radang Otot
– pangkal lengan kiri – kanan
– leher belakang
– tl. belakang
– punggung kiri – kanan
– tl. ekor

Anemia / kurang darah
– dasar otak
– kepala belakang
– ulu hati
– perut bawah tengah
– tl. belakang

Penyekit Autoimun
– dahi
– leher
– dada kiri – kanan
– perut kiri – kanan
– tl. belakang atas (punggung)
– pinggang belakang kiri – kanan

Leukimia
– dasar otak
– kepala belakang
– leher tengah
– dada kiri – kanan
– ulu hati
– pusar
– tl. belakang
– tl ekor

Lumpuh Wajah Sebelah
– dasar otak
– kepala belakang
– leher belakang
– dada kiri – kanan
– tl. ekor

Mati Rasa Pada Tubuh
– dasar otak
– kepala belakang
– leher belakang
– bahu kiri – kanan
– perut bawah tengah
– punggung kiri – kanan
– tl. belakang
– tl. ekor

Ayan / Epilepsi
– dasar otak
– ulu hati
– tl. belakang atas (punggung)

Parkinson
– dasar otak
– dahi
– dada kiri – kanan
– pusar
– leher belakang
– tl. belakang atas (punggung)
– tl. ekor

Radang Otak & Selaput Otak
– ubun ubun
– dasar otak
– dahi
– kening kiri – kanan
– kepala belakang
– leher belakang
– tl. belakang
– pingang belakang kiri – kanan

Keterbelakangan Mental
– ubun ubun
– dasar otak
– dahi
– kening kiri – kanan

Paranoid
– ubun ubun
– dahi
– bahu kiri – kanan
– punggung kiri – kanan
– tl. ekor

Autis
– dasar otak
– dahi
– kepala belakang
– leher belakang
– perut kiri – kanan
– perut bawah
– tl. belakang atas (punggung)
– tl. ekor

Down Sindrome
– dasar otak
– dahi
– kepala belakang
– ulu hati
– perut bawah
– tl. belakang

Tumor
– dasar otak
– leher belakang
– dada kiri – kanan
– perut kiri – kanan
– tl. belakang

Kanker
– dasar otak
– kepala belakang
– leher belakang
– dahi
– dada kiri – kanan
– pusar
– perut bawah tengah
– punggung kiri – kanan

Kanker Paru Paru
– dasar otak
– kepala belakang
– dada tengah
– ulu hati
– paru paru
– tl. ekor

Kanker Payudara
– dasar otak
– kepala belakang
– dada kiri – kanan
– perut bawah tengah
– paru paru
– tl. belakang

Kanker Hati
– dasar otak
– kepala belakang
– ulu hati
– pusar
– perut bawah tengah
– tl. belakang atas (punggung)

Kanker Usus Besar
– dasar otak
– ulu hati
– perut kiri – kanan
– perut bawah tengah
– punggung kiri – kanan
– pinggang belakang kiri – kanan

Kanker Otak
– dasar otak
– dahi
– kening kiri – kanan
– kepala belakang
– leher belakang
– pusar

Kanker Mata
– dasar otak
– dahi
– kepala belakang
– leher belakang
– kening kiri kanan
– perut bawah tengah

Depresi
– ubun ubun
– dasar otak
– dahi
– leher belakang
– bahu kiri – kanan
– perut bawah tengah
– tl ekor

Kecanduan Narkoba
– dasar otak
– kepala belakang
– dada
– ulu hati
– perut bawah tengah
– tl. ekor

Kecanduan Rokok
– dasar otak
– kepala belakang
– dada tengah
– ulu hati
– perut bawah tengah
– tl. ekor

Sulit Konsentrasi
– dasar otak
– dahi
– kepala kiri – kanan
– dada kiri – kanan
– perut bawah tengah
– tl. ekor

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: