Mengaktifkan Potensi Diri

Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun Akar Kemandirian Hidup (Mandiri Ing Pribadi) tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya.

Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin “menjadi” (to be), “mengetahui” (to know), dan “melakukan” (to do).

Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi antara tinggi-rendahnya keinginan kita untuk menjadi (to be) dan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan, antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (to know) dan keputusan untuk bertindak (decision to do), juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.

Jenis Energi Dalam Ranah Ilmu Metafisika :

  1. Energi Ilahiah
  2. Energi Ruh
  3. Energi Jiwa/Emotional Power
  4. Energi Mental/Fikiran/Mind Power
  5. Energi Fisik (Body)
  6. Energi Natural (Alam Semesta)
  7. Energi Non Pribadi (Makhluk Elemental)
  8. Energi Cipta, Doa, Mantra, Ayat Suci, dll.

Reiki NAQS menyelaraskan Energi Ilahiah, Energi Alam Semesta, dan Energi Manusia (body, mind, spirit, & soul). Semuanya dikemas dengan sederhana di dalam konsep Reiki NAQS. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengaktifkan, menggali, dan mendaya gunakan potensi-potensi yang berada di dalam diri anda. Karena semuanya sudah terdapat di dalam satu paket dari pelatihan Reiki NAQS.

Pertama kali anda bergabung dengan Reiki NAQS, Potensi Energi Qalbu anda akan di aktifkan, untuk kemudian diselaraskan dengan Energi Ilahiah (Nuurun ‘Ala Nuurin dari Nabi Muhammad via ahli silsilah guru tharekat). Dan untuk selanjutnya anda akan dilatih dengan latihan-latihan yang sederhana, namun sangat efektif dan efisien untuk mengaktifkan seluruh potensi diri anda. Sekaligus anda akan mempunyai kemampuan mengakses semua jenis energi alam semesta dalam kualitas yang murni. Kecuali energi Makhluk Elemental, kita tidak boleh sekali-kali memanfaatkan energi mereka. Dikarenakan keberadaan mereka itu bagaikan parasit atau benalu yang akan menghisap dzat hidup dari inangnya.

Perlu di ingat bahwa Nurun ‘Ala Nuurin itu artinya adalah Spektrum Energi yang berlapis-lapis, dan kemampuan anda dalam mengakses dan menyerap keseluruhan energi yang berada di dalam spektrum energi semakin lama akan semakin meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:

Bio Energi Power (Kekuatan Jasmani)
Setiap sel hidup yang ada didalam tubuh kita memiliki energi yang disebut energi sel. Dalam setiap sel tubuh ada peristiwa biolistrik. Biolistrik ini mengalir searah secara teratur, berirama, dan berkala melewati meridian menurut aturan tertentu, sehingga merupakan sirkuit tertutup.

Jika oleh sebab tertentu biolistrik tertahan dalam meridian atau organ, maka meridian dan organ berikutnya akan mengalami ketidakseimbangan energi yang menyebabkan orang bersangkutan menjadi sakit. Meridian adalah jalur lalu lintas energi dalam tubuh. Dan sebagaimana lalu lintas, pada meridian ada jalur/jalan, ada hambatan, ada persimpangan, ada titik awal, ada titik akhir dan sebagainya. Jika jalan energi pada meridian lancar, maka akan tercipta keharmonisan dalam tubuh, dan tubuh kita mampu melawan penyakit, sebaliknya jika terjadi hambatan pada meridian maka akan muncul gangguan kesehatan.

Kondisi fisik yang lemah, sakit-sakitan , tidak memiliki gairah hidup, menggambarkan kondisi Ketidakseimbangan energi sel tubuh. Dengan merubah pola fikir, perasaan dan melakukan latihan seperti : olah nafas seperti senam taichi, waitankung, senam tera, meditasi, yoga, Reiki, membaca wirid dzikir, sholat khusuk, tadabbur Qur’an, puasa, dan lain sebagainya, Ketidakseimbangan energi sel itu dapat dipulihkan dan merubah kondisi fisik menjadi sehat, penuh gairah dan semangat hidup.

Spiritual power (kekuatan spiritual).
Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

Emotional power (kekuatan emosional).
Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

Intellectual & Mind power (kekuatan intelektual & Fikiran).
Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif tapi bisa juga sebaliknya. Hal yang paling sulit adalah menjinakan keliaran pikiran untuk fokus. Pikiran yang liar itu seperti lampu pijar 10 watt, hanya cocok dipakai untuk lampu tidur. Namun, apabila cahaya 10 watt tersebut difokuskan menjadi laser, maka besi pun dapat ditembusnya. Demikan juga fikiran yang telah terlatih, akan mempunyai gerak yang terkendali dan fokus, sehingga dapat di daya gunakan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.

Action power (kekuatan bertindak ).
Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk ‘menjadi’. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran (target) dan perencanaan beraksi (action plan) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

True financial power (kekuatan kerejekian).
Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.

Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna.

>Mengaktifkan Potensi Diri

>Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun Akar Kemandirian Hidup (Mandiri Ing Pribadi) tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya.

Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin “menjadi” (to be), “mengetahui” (to know), dan “melakukan” (to do).

Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi antara tinggi-rendahnya keinginan kita untuk menjadi (to be) dan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan, antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (to know) dan keputusan untuk bertindak (decision to do), juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.

Jenis Energi Dalam Ranah Ilmu Metafisika :

  1. Energi Ilahiah
  2. Energi Ruh
  3. Energi Jiwa/Emotional Power
  4. Energi Mental/Fikiran/Mind Power
  5. Energi Fisik (Body)
  6. Energi Natural (Alam Semesta)
  7. Energi Non Pribadi (Makhluk Elemental)
  8. Energi Cipta, Doa, Mantra, Ayat Suci, dll.

Reiki NAQS menyelaraskan Energi Ilahiah, Energi Alam Semesta, dan Energi Manusia (body, mind, spirit, & soul). Semuanya dikemas dengan sederhana di dalam konsep Reiki NAQS. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengaktifkan, menggali, dan mendaya gunakan potensi-potensi yang berada di dalam diri anda. Karena semuanya sudah terdapat di dalam satu paket dari pelatihan Reiki NAQS.

Pertama kali anda bergabung dengan Reiki NAQS, Potensi Energi Qalbu anda akan di aktifkan, untuk kemudian diselaraskan dengan Energi Ilahiah (Nuurun ‘Ala Nuurin dari Nabi Muhammad via ahli silsilah guru tharekat). Dan untuk selanjutnya anda akan dilatih dengan latihan-latihan yang sederhana, namun sangat efektif dan efisien untuk mengaktifkan seluruh potensi diri anda. Sekaligus anda akan mempunyai kemampuan mengakses semua jenis energi alam semesta dalam kualitas yang murni. Kecuali energi Makhluk Elemental, kita tidak boleh sekali-kali memanfaatkan energi mereka. Dikarenakan keberadaan mereka itu bagaikan parasit atau benalu yang akan menghisap dzat hidup dari inangnya.

Perlu di ingat bahwa Nurun ‘Ala Nuurin itu artinya adalah Spektrum Energi yang berlapis-lapis, dan kemampuan anda dalam mengakses dan menyerap keseluruhan energi yang berada di dalam spektrum energi semakin lama akan semakin meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:

Bio Energi Power (Kekuatan Jasmani)
Setiap sel hidup yang ada didalam tubuh kita memiliki energi yang disebut energi sel. Dalam setiap sel tubuh ada peristiwa biolistrik. Biolistrik ini mengalir searah secara teratur, berirama, dan berkala melewati meridian menurut aturan tertentu, sehingga merupakan sirkuit tertutup.

Jika oleh sebab tertentu biolistrik tertahan dalam meridian atau organ, maka meridian dan organ berikutnya akan mengalami ketidakseimbangan energi yang menyebabkan orang bersangkutan menjadi sakit. Meridian adalah jalur lalu lintas energi dalam tubuh. Dan sebagaimana lalu lintas, pada meridian ada jalur/jalan, ada hambatan, ada persimpangan, ada titik awal, ada titik akhir dan sebagainya. Jika jalan energi pada meridian lancar, maka akan tercipta keharmonisan dalam tubuh, dan tubuh kita mampu melawan penyakit, sebaliknya jika terjadi hambatan pada meridian maka akan muncul gangguan kesehatan.

Kondisi fisik yang lemah, sakit-sakitan , tidak memiliki gairah hidup, menggambarkan kondisi Ketidakseimbangan energi sel tubuh. Dengan merubah pola fikir, perasaan dan melakukan latihan seperti : olah nafas seperti senam taichi, waitankung, senam tera, meditasi, yoga, Reiki, membaca wirid dzikir, sholat khusuk, tadabbur Qur’an, puasa, dan lain sebagainya, Ketidakseimbangan energi sel itu dapat dipulihkan dan merubah kondisi fisik menjadi sehat, penuh gairah dan semangat hidup.

Spiritual power (kekuatan spiritual).
Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

Emotional power (kekuatan emosional).
Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

Intellectual & Mind power (kekuatan intelektual & Fikiran).
Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif tapi bisa juga sebaliknya. Hal yang paling sulit adalah menjinakan keliaran pikiran untuk fokus. Pikiran yang liar itu seperti lampu pijar 10 watt, hanya cocok dipakai untuk lampu tidur. Namun, apabila cahaya 10 watt tersebut difokuskan menjadi laser, maka besi pun dapat ditembusnya. Demikan juga fikiran yang telah terlatih, akan mempunyai gerak yang terkendali dan fokus, sehingga dapat di daya gunakan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.

Action power (kekuatan bertindak ).
Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk ‘menjadi’. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran (target) dan perencanaan beraksi (action plan) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

True financial power (kekuatan kerejekian).
Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.

Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna.

Mengaktifkan Potensi Diri

Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun Akar Kemandirian Hidup (Mandiri Ing Pribadi) tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya.

Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin “menjadi” (to be), “mengetahui” (to know), dan “melakukan” (to do).

Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi antara tinggi-rendahnya keinginan kita untuk menjadi (to be) dan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan, antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (to know) dan keputusan untuk bertindak (decision to do), juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.

Jenis Energi Dalam Ranah Ilmu Metafisika :

  1. Energi Ilahiah
  2. Energi Ruh
  3. Energi Jiwa/Emotional Power
  4. Energi Mental/Fikiran/Mind Power
  5. Energi Fisik (Body)
  6. Energi Natural (Alam Semesta)
  7. Energi Non Pribadi (Makhluk Elemental)
  8. Energi Cipta, Doa, Mantra, Ayat Suci, dll.

Reiki NAQS menyelaraskan Energi Ilahiah, Energi Alam Semesta, dan Energi Manusia (body, mind, spirit, & soul). Semuanya dikemas dengan sederhana di dalam konsep Reiki NAQS. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengaktifkan, menggali, dan mendaya gunakan potensi-potensi yang berada di dalam diri anda. Karena semuanya sudah terdapat di dalam satu paket dari pelatihan Reiki NAQS.

Pertama kali anda bergabung dengan Reiki NAQS, Potensi Energi Qalbu anda akan di aktifkan, untuk kemudian diselaraskan dengan Energi Ilahiah (Nuurun ‘Ala Nuurin dari Nabi Muhammad via ahli silsilah guru tharekat). Dan untuk selanjutnya anda akan dilatih dengan latihan-latihan yang sederhana, namun sangat efektif dan efisien untuk mengaktifkan seluruh potensi diri anda. Sekaligus anda akan mempunyai kemampuan mengakses semua jenis energi alam semesta dalam kualitas yang murni. Kecuali energi Makhluk Elemental, kita tidak boleh sekali-kali memanfaatkan energi mereka. Dikarenakan keberadaan mereka itu bagaikan parasit atau benalu yang akan menghisap dzat hidup dari inangnya.

Perlu di ingat bahwa Nurun ‘Ala Nuurin itu artinya adalah Spektrum Energi yang berlapis-lapis, dan kemampuan anda dalam mengakses dan menyerap keseluruhan energi yang berada di dalam spektrum energi semakin lama akan semakin meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:

Bio Energi Power (Kekuatan Jasmani)
Setiap sel hidup yang ada didalam tubuh kita memiliki energi yang disebut energi sel. Dalam setiap sel tubuh ada peristiwa biolistrik. Biolistrik ini mengalir searah secara teratur, berirama, dan berkala melewati meridian menurut aturan tertentu, sehingga merupakan sirkuit tertutup.

Jika oleh sebab tertentu biolistrik tertahan dalam meridian atau organ, maka meridian dan organ berikutnya akan mengalami ketidakseimbangan energi yang menyebabkan orang bersangkutan menjadi sakit. Meridian adalah jalur lalu lintas energi dalam tubuh. Dan sebagaimana lalu lintas, pada meridian ada jalur/jalan, ada hambatan, ada persimpangan, ada titik awal, ada titik akhir dan sebagainya. Jika jalan energi pada meridian lancar, maka akan tercipta keharmonisan dalam tubuh, dan tubuh kita mampu melawan penyakit, sebaliknya jika terjadi hambatan pada meridian maka akan muncul gangguan kesehatan.

Kondisi fisik yang lemah, sakit-sakitan , tidak memiliki gairah hidup, menggambarkan kondisi Ketidakseimbangan energi sel tubuh. Dengan merubah pola fikir, perasaan dan melakukan latihan seperti : olah nafas seperti senam taichi, waitankung, senam tera, meditasi, yoga, Reiki, membaca wirid dzikir, sholat khusuk, tadabbur Qur’an, puasa, dan lain sebagainya, Ketidakseimbangan energi sel itu dapat dipulihkan dan merubah kondisi fisik menjadi sehat, penuh gairah dan semangat hidup.

Spiritual power (kekuatan spiritual).
Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

Emotional power (kekuatan emosional).
Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

Intellectual & Mind power (kekuatan intelektual & Fikiran).
Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif tapi bisa juga sebaliknya. Hal yang paling sulit adalah menjinakan keliaran pikiran untuk fokus. Pikiran yang liar itu seperti lampu pijar 10 watt, hanya cocok dipakai untuk lampu tidur. Namun, apabila cahaya 10 watt tersebut difokuskan menjadi laser, maka besi pun dapat ditembusnya. Demikan juga fikiran yang telah terlatih, akan mempunyai gerak yang terkendali dan fokus, sehingga dapat di daya gunakan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.

Action power (kekuatan bertindak ).
Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk ‘menjadi’. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran (target) dan perencanaan beraksi (action plan) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

True financial power (kekuatan kerejekian).
Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.

Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna.

Manajemen Qalbu

Saat pertama kali bergabung dengan Reiki Naqs, maka pelajaran pertama adalah mengaktifkan potensi hati (Qalbu). Dengan aktifnya potensi ini ikut aktif pula semua potensi-potensi yang terpendam di dalam diri seorang manusia. Demikian juga kesadaran spiritualnya akan turut terbuka dan berevolusi. Kenapa kita harus mengolah hati kita..?

Karena :
Hati adalah kunci hubungan kepada Tuhan.
Hati adalah kunci ketenangan, kedamaian, kesehatan dan kebahagiaan sejati.
Hati adalah cerminan dari diri dan hidup kita secara keseluruhan. Semua pahala dan dosa akan tercermin pada hati kita.
Berdoa kepada Tuhan YME seharusnya dari hati dengan sepenuh kasih.
Saluran Kasih dalam berdoa kepada Tuhan YME dan berbuat baik kepada sesama, dimana Kasih itu sendiri berasal dari Berkat Tuhan yang berada di dalam hati.

Semua orang pernah mendengar tentang hati, tapi sangat jarang yang benar-benar mengenal hati. Padahal hati adalah bagian diri kita, sama seperti kaki, tangan, otak, dan organ-organ tubuh lain. Hati bagi kita manusia memiliki fungsi khusus, yang memungkinkan kita menjalani hidup kita di dunia seperti seharusnya sesuai design Sang Pencipta.

Kita sudah tahu bahwa kaki fungsinya untuk berjalan, tangan untuk memegang, otak untuk berpikir, merancanakan, mengontrol jalannya ‘mesin’ tubuh. Tahukah kita apa fungsi hati?

Hati, kita sudah tahu, adalah pusat dari perasaan kita. Kita merasa, menyadari, mengalami, dengan menggunakan hati. Tapi kalau bicara mengenai perasaan, sesungguhnya hati adalah pusat dari perasaan yang termasuk pada golongan emosi tinggi : rasa indah, tenang, damai, nyaman, bahagia. Sehingga hati adalah kunci dari hubungan sosial dengan sesama dan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta, karena rasa yang sejati tercermin dari kualitas hubungan tersebut.

Dengan mengenali hati, kita bisa memberdayakannya, memanfaatkan untuk perbaikan segala aspek kehidupan kita: kesehatan fisik, mental, emosional, sosial dan spiritual.

Selama ini kita terbiasa menggunakan otak untuk hampir semua aktivitas, menyelesaikan persoalan, berhubungan antar manusia, menghadapi tantangan dan merespon situasi / kondisi sekitar kita. Inilah yang menjadi sumber stress, ketidakbahagiaan, ketidakpuasan, kekuatiran, kejengkelan, dan hal-hal negatif lainnya, yang berujung pada pencarian kebahagiaan serta kepuasan yang semu dan sesaat. Inilah ciri-ciri saat kita hanya menggunakan otak. Dengan mengutamakan hati daripada otak, hal-hal negatif di atas akan berganti dengan perasaan khas hati yang indah, tenang, damai, nyaman dan bahagia.

Untuk bisa memanfaatkan hati, kita perlu belajar dan berlatih untuk menggunakannya, persis sama seperti kita belajar untuk menggunakan kaki kita untuk merangkak, berdiri, berjalan, berlari, tangan untuk menyentuh, meraba, menggenggam, memegang, menjumput. Kita perlu mengasahnya seperti halnya kita mengasah otak kita, mulai dari TK, SD, SMA, sampai pendidikan lanjutan, dengan mempelajari macam2 ilmu pengetahuan. Jika biasanya kita menyehatkan tubuh dengan olah raga, mencerdaskan otak dengan olah pikir, kita bisa memperkuat hati kita dengan olah rasa.

Hati dan otak adalah 2 piranti kehidupan yang kita peroleh, dimana hati adalah piranti utama untuk kehidupan yang utuh dan berarti.

Menggunakan dan memanfaatkan hati adalah suatu keterampilan, yang dapat kita lakukan kapanpun, dimanapun, untuk macam2 aktivitas kita sehari-hari. Keterampilan ini dapat dipelajari oleh siapapun, tidak memandang usia, laki2/perempuan, agama, suku, dll, karena sangat universal sifatnya dan juga sangat sederhana caranya.

Dengan memanfaatkan hati, kita akan lebih sehat, tenang, produktif, kreatif, hubungan sesama dan terhadap Tuhan lebih baik sehingga keindahan hidup semakin terasa.

>Manajemen Qalbu

>Saat pertama kali bergabung dengan Reiki Naqs, maka pelajaran pertama adalah mengaktifkan potensi hati (Qalbu). Dengan aktifnya potensi ini ikut aktif pula semua potensi-potensi yang terpendam di dalam diri seorang manusia. Demikian juga kesadaran spiritualnya akan turut terbuka dan berevolusi. Kenapa kita harus mengolah hati kita..?

Karena :
Hati adalah kunci hubungan kepada Tuhan.
Hati adalah kunci ketenangan, kedamaian, kesehatan dan kebahagiaan sejati.
Hati adalah cerminan dari diri dan hidup kita secara keseluruhan. Semua pahala dan dosa akan tercermin pada hati kita.
Berdoa kepada Tuhan YME seharusnya dari hati dengan sepenuh kasih.
Saluran Kasih dalam berdoa kepada Tuhan YME dan berbuat baik kepada sesama, dimana Kasih itu sendiri berasal dari Berkat Tuhan yang berada di dalam hati.

Semua orang pernah mendengar tentang hati, tapi sangat jarang yang benar-benar mengenal hati. Padahal hati adalah bagian diri kita, sama seperti kaki, tangan, otak, dan organ-organ tubuh lain. Hati bagi kita manusia memiliki fungsi khusus, yang memungkinkan kita menjalani hidup kita di dunia seperti seharusnya sesuai design Sang Pencipta.

Kita sudah tahu bahwa kaki fungsinya untuk berjalan, tangan untuk memegang, otak untuk berpikir, merancanakan, mengontrol jalannya ‘mesin’ tubuh. Tahukah kita apa fungsi hati?

Hati, kita sudah tahu, adalah pusat dari perasaan kita. Kita merasa, menyadari, mengalami, dengan menggunakan hati. Tapi kalau bicara mengenai perasaan, sesungguhnya hati adalah pusat dari perasaan yang termasuk pada golongan emosi tinggi : rasa indah, tenang, damai, nyaman, bahagia. Sehingga hati adalah kunci dari hubungan sosial dengan sesama dan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta, karena rasa yang sejati tercermin dari kualitas hubungan tersebut.

Dengan mengenali hati, kita bisa memberdayakannya, memanfaatkan untuk perbaikan segala aspek kehidupan kita: kesehatan fisik, mental, emosional, sosial dan spiritual.

Selama ini kita terbiasa menggunakan otak untuk hampir semua aktivitas, menyelesaikan persoalan, berhubungan antar manusia, menghadapi tantangan dan merespon situasi / kondisi sekitar kita. Inilah yang menjadi sumber stress, ketidakbahagiaan, ketidakpuasan, kekuatiran, kejengkelan, dan hal-hal negatif lainnya, yang berujung pada pencarian kebahagiaan serta kepuasan yang semu dan sesaat. Inilah ciri-ciri saat kita hanya menggunakan otak. Dengan mengutamakan hati daripada otak, hal-hal negatif di atas akan berganti dengan perasaan khas hati yang indah, tenang, damai, nyaman dan bahagia.

Untuk bisa memanfaatkan hati, kita perlu belajar dan berlatih untuk menggunakannya, persis sama seperti kita belajar untuk menggunakan kaki kita untuk merangkak, berdiri, berjalan, berlari, tangan untuk menyentuh, meraba, menggenggam, memegang, menjumput. Kita perlu mengasahnya seperti halnya kita mengasah otak kita, mulai dari TK, SD, SMA, sampai pendidikan lanjutan, dengan mempelajari macam2 ilmu pengetahuan. Jika biasanya kita menyehatkan tubuh dengan olah raga, mencerdaskan otak dengan olah pikir, kita bisa memperkuat hati kita dengan olah rasa.

Hati dan otak adalah 2 piranti kehidupan yang kita peroleh, dimana hati adalah piranti utama untuk kehidupan yang utuh dan berarti.

Menggunakan dan memanfaatkan hati adalah suatu keterampilan, yang dapat kita lakukan kapanpun, dimanapun, untuk macam2 aktivitas kita sehari-hari. Keterampilan ini dapat dipelajari oleh siapapun, tidak memandang usia, laki2/perempuan, agama, suku, dll, karena sangat universal sifatnya dan juga sangat sederhana caranya.

Dengan memanfaatkan hati, kita akan lebih sehat, tenang, produktif, kreatif, hubungan sesama dan terhadap Tuhan lebih baik sehingga keindahan hidup semakin terasa.

Manajemen Qalbu

Saat pertama kali bergabung dengan Reiki Naqs, maka pelajaran pertama adalah mengaktifkan potensi hati (Qalbu). Dengan aktifnya potensi ini ikut aktif pula semua potensi-potensi yang terpendam di dalam diri seorang manusia. Demikian juga kesadaran spiritualnya akan turut terbuka dan berevolusi. Kenapa kita harus mengolah hati kita..?

Karena :
Hati adalah kunci hubungan kepada Tuhan.
Hati adalah kunci ketenangan, kedamaian, kesehatan dan kebahagiaan sejati.
Hati adalah cerminan dari diri dan hidup kita secara keseluruhan. Semua pahala dan dosa akan tercermin pada hati kita.
Berdoa kepada Tuhan YME seharusnya dari hati dengan sepenuh kasih.
Saluran Kasih dalam berdoa kepada Tuhan YME dan berbuat baik kepada sesama, dimana Kasih itu sendiri berasal dari Berkat Tuhan yang berada di dalam hati.

Semua orang pernah mendengar tentang hati, tapi sangat jarang yang benar-benar mengenal hati. Padahal hati adalah bagian diri kita, sama seperti kaki, tangan, otak, dan organ-organ tubuh lain. Hati bagi kita manusia memiliki fungsi khusus, yang memungkinkan kita menjalani hidup kita di dunia seperti seharusnya sesuai design Sang Pencipta.

Kita sudah tahu bahwa kaki fungsinya untuk berjalan, tangan untuk memegang, otak untuk berpikir, merancanakan, mengontrol jalannya ‘mesin’ tubuh. Tahukah kita apa fungsi hati?

Hati, kita sudah tahu, adalah pusat dari perasaan kita. Kita merasa, menyadari, mengalami, dengan menggunakan hati. Tapi kalau bicara mengenai perasaan, sesungguhnya hati adalah pusat dari perasaan yang termasuk pada golongan emosi tinggi : rasa indah, tenang, damai, nyaman, bahagia. Sehingga hati adalah kunci dari hubungan sosial dengan sesama dan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta, karena rasa yang sejati tercermin dari kualitas hubungan tersebut.

Dengan mengenali hati, kita bisa memberdayakannya, memanfaatkan untuk perbaikan segala aspek kehidupan kita: kesehatan fisik, mental, emosional, sosial dan spiritual.

Selama ini kita terbiasa menggunakan otak untuk hampir semua aktivitas, menyelesaikan persoalan, berhubungan antar manusia, menghadapi tantangan dan merespon situasi / kondisi sekitar kita. Inilah yang menjadi sumber stress, ketidakbahagiaan, ketidakpuasan, kekuatiran, kejengkelan, dan hal-hal negatif lainnya, yang berujung pada pencarian kebahagiaan serta kepuasan yang semu dan sesaat. Inilah ciri-ciri saat kita hanya menggunakan otak. Dengan mengutamakan hati daripada otak, hal-hal negatif di atas akan berganti dengan perasaan khas hati yang indah, tenang, damai, nyaman dan bahagia.

Untuk bisa memanfaatkan hati, kita perlu belajar dan berlatih untuk menggunakannya, persis sama seperti kita belajar untuk menggunakan kaki kita untuk merangkak, berdiri, berjalan, berlari, tangan untuk menyentuh, meraba, menggenggam, memegang, menjumput. Kita perlu mengasahnya seperti halnya kita mengasah otak kita, mulai dari TK, SD, SMA, sampai pendidikan lanjutan, dengan mempelajari macam2 ilmu pengetahuan. Jika biasanya kita menyehatkan tubuh dengan olah raga, mencerdaskan otak dengan olah pikir, kita bisa memperkuat hati kita dengan olah rasa.

Hati dan otak adalah 2 piranti kehidupan yang kita peroleh, dimana hati adalah piranti utama untuk kehidupan yang utuh dan berarti.

Menggunakan dan memanfaatkan hati adalah suatu keterampilan, yang dapat kita lakukan kapanpun, dimanapun, untuk macam2 aktivitas kita sehari-hari. Keterampilan ini dapat dipelajari oleh siapapun, tidak memandang usia, laki2/perempuan, agama, suku, dll, karena sangat universal sifatnya dan juga sangat sederhana caranya.

Dengan memanfaatkan hati, kita akan lebih sehat, tenang, produktif, kreatif, hubungan sesama dan terhadap Tuhan lebih baik sehingga keindahan hidup semakin terasa.