Santet dan Penangkalnya

Kumpulan Artikel tentang Santet

Santet memang masih kontroversial. Banyak masyarakat yang mempercayainya, tapi tidak sedikit pula yang menganggapnya hal klenik yang tak masuk akal. Kita sampai pada pertanyaan menarik : apakah santet masuk akal?

Bagi Penulis, santet masuk akal (rasional). Menurut hipotetis Penulis, mekanisme santet memenuhi teori dualisme cahaya/gelombang elektromagnetik. Cahaya atau gelombang elektromagnetik memiliki sifat dualisme, sifat ganda, yakni sebagai partikel dan gelombang. Cahaya misalnya diemisikan dan diabsoprsi dalam bentuk kuanta atau foton. Foton adalah partikel jenis khusus yang tak bermassa dan selalu bergerak dengan kecepatan cahaya. Namun ketika partikel cahaya ini berpindah dan melalui ruang, cahaya tampak sebagai medan listrik dan medan magnetik bergetar yang menunjukkan perilaku gelombang. Sedangkan mekanisme transmisi santet bisa dianalogikan dengan mekanisme transmisi pada telekomunikasi: ada pengirim, pesan yang dikirim, media pengiriman dan penerima pesan. Pesan dari gelombang santet adalah destruktif.

Tapi untuk memahami mekanisme santet, kita masih membutuhkan satu teori lagi, yaitu teori tentang ruh (jiwa). Sayangnya teori tentang ruh yang dipahami oleh manusia masih sangat terbatas dan akan tetap menjadi suatu hal yang misterius sampai hari kiamat**. Tapi setidaknya kita akan mengambil teori dasar ruh yang dipahami umum oleh manusia, bahwa manusia itu terdiri dari jasad (badan) dan ruh, sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Nah, santet itu pada hakikatnya adalah menyerang ruang antara jasad dan ruh melalui suatu gelombang energi. Ruang antara jasad dan ruh yang terserang kiriman energi ini akan memberi efek pada jasad manusia. Sayangnya ilmu kedokteran konvensional kesulitan membuktikan adanya serangan santet, karena sudah berada di luar ranahnya.

Bagaimana menangkal atau mengobati santet?

Dengan memahami bahwa santet menyerang ranah antara jasad dan ruh, maka kita akan sangat mudah untuk memahami bagaimana cara penangkalan dan penyembuhannya. Ada dua macam cara penangkalan santet :
(1) cara Mekanika Gelombang dan
(2) cara Spiritual. Sedangkan cara spiritual itu sendiri masih bisa dibagi menjadi 2 macam lagi, yaitu Spiritual Humanis dan Spiritual Religius. Apa bedanya?

(1) Cara Mekanika Gelombang
Cara ini menangkal santet dengan menggunakan teori mekanika gelombang. Bahwa gelombang energi santet harus ditangkal dengan membuat gelombang energi yang bersifat destruktif atau menahan gelombang santet yang datang tersebut. Penulis pernah mendengar sudah ada insinyur yang membuat alat penangkal santet. Penulis menduga bahwa penemu itu menggunakan teori mekanika gelombang ini. Yang menjadi layak untuk diacungi jempol adalah bagaimana insinyur tersebut meneliti karakteristik gelombang energi santet! Sebab di situlah terletak kunci untuk memahami penangkalannya.

(2) Cara Spiritual Humanis
Menangkal santet dengan cara ini menggunakan teori kejiwaan. Bahwa jiwa yang kuat mampu menahan gangguan eksternal. Meski kekuatan jiwa tidak bisa diukur namun ia mampu dilihat dari ketenangan jiwa, semakin tenang kejiwaan seseorang, semakin kuat kejiwaannya. Orang yang jiwanya kuat tidak bisa dipengaruhi oleh gangguan eksternal. Lantas bagaimana menguatkan kejiwaan seseorang? Kekuatan jiwa seseorang tidak bisa diperoleh begitu saja, ia diperoleh melalui proses yang panjang, yang dilatih dari sikap penghargaan terhadap hidup serta terhadap kehidupan sekelilingnya. Kekuatan spiritual ini relatif dekat bahkan sangat dekat dengan kekuatan spiritual religius. Semakin kuat religiusitas seseorang maka semakin kuat kejiwaannya.

(3) Cara Spiritual Religius
Cara ini sesuai dengan namanya memang bersadarkan prinsip religius. Bahwa jiwa/ruh itu dikuasai oleh Tuhan. Bahwa Tuhan maha mengetahui dan menguasai segala apa yang ada di semesta. Analogi sederhananya seperti ini. Jika Anda sedang berjalan dan diganggu oleh seekor anjing, apa yang akan Anda lakukan? Jika anda melawan anjing dengan mengambil batu atau pemukul, berarti anda memakai cara mekanika gelombang. Jika Anda malah berjongkok dihadapan anjing tersebut dan bersikap seolah-olah menggonggong anjing untuk menakut-nakutinya, berarti Anda memilih cara Spiritual Humanis. Tapi jika Anda memanggil pemilik anjing tersebut, agar ia menjinakan anjingnya, berarti Anda memilih cara spiritual religius. Dan memang cara ketiga inilah cara yang paling mudah dan sederhana, tapi yang paling ampuh!

*) Memang seharusnya disebut hukum konservasi energi, bukan kekekalan energi, sebab yang kekal hanyalah Sang Pencipta.

**) Dalam Kitab Suci umat Islam, disebutkan bahwa Allah berfirman : Tidaklah manusia diberi ilmu tentang ruh, kecuali sangat sedikit.
by. indonesiasejahtera.wordpress.com

SANTET DAN ILMU GUNA-GUNA
by.Gede Mahendra

Penyakit tidak saja disebabkan oleh virus, tempratur atau makanan namun penyakit bisa saja bikinan manusia. Santet sebuah kata yang sangat ngeri atau identik dengan dunia hitam, benarkah demikian? Atau hanya sekedar ungkapan untuk menakut nakuti seseorang.

Percaya atau tidak ilmu santet sebenarnya ada, dan memang bisa dipelajari oleh manusia asalkan dengan tekun dan dibimbing oleh guru yang mahir. Mempelajari ilmu santet sebenarnya sulit tidak seperti kata orang sebab ilmu ini sangat rahasia dan sangat hebat, apabila disalahgunakan bisa meyebabkan bahaya bagi si pelaku atau korban.

Sebelum mempelajari ilmu santet ini terlebih dahulu seorang murid akan disumpah oleh gurunya agar mempergunakan ilmunya dengan baik, dengan mengikuti prosesi. Menurut pengalaman penulis, sewaktu belajar ilmu ini di daerah SULAWESI, sebelumnya harus mengikuti prosesi dari guru penulis. Dalam prosesi itu penulis diajak ke tengah hutan yang lebat, tepat di tengah hutan ada sebuah kolam kuno yang tidak terpakai, di tengah malam yang gelap gulita guru penulis komat-kamit baca mantra dan………maaf penulis tidak sebutkan prosesinya. Penulis memang mempelajari ilmu santet dan guna-guna, maklum masih berambisi pengen sakti….he he he.

Setelah penulis merampungkan prosesi tersebut barulah diberikan pelajaran tentang ilmu santet, pada dasarnya ilmu santet bukanlah ilmu yang bersifat destruktif, namun protektif bagi pemilik ilmu tersebut. Dalam ilmu santet yang penulis pelajari tidak ada diajarkan bagaimana untuk membunuh atau menyakiti lawan, tetapi bagaimana menggunakan emosi lawan sebagai senjata yang menikam dirinya sendiri.

Ilmu santet berasaskan DEMATRIALISASI mengubah energi menjadi benda serta benda menjadi energi, energi inilah yang dipakai untuk melukai lawan dengan emosi dari sang lawan. Contoh sederhana, apabila seseorang sering marah-marah tentu gejolak jantung dan tekanan darahnya tidak seimbang, bagi tukang santet bayaran menghadapi lawan seperti ini sangat mudah, merubah energi jantung menjadi panas, sehingga lawan akan merasakan tubuhnya terbakar dan panas, lama-lama tidak tahan atau kalau dibawa kedokter dikasi obat penurun panas sepanjang obatnya masih bisa turun begitu obat habis kambuh dan lebih hebat lagi….panasnya,,,, ( uyang paling ). Begitulah bentuk-bentuk dari ilmu Dematrialisasi apapun bentuknya sama saja sifat serta karakternya ada juga perut seseorang kembung, dicek sama dokter lever, tahu-tahu dari pusar keluar rambut yang bergulung dan sangat panjang.

Yang sangat mengerikan lagi adalah ilmu santet yang sengaja dilancarkan memakai kekuatan mahkluk mahkluk gaib, seperti danyang, setan, serta iblis, ilmu santet jenis ini sangat ganas, lebih ganas dari tumor. Jenis santet seperti ini adalah jenis yang umum sekali di miliki oleh dukun-dukun hitam, alasanya mempelajari ilmu santet jenis ini sangat gampang, tinggal kerjasama dengan dunia roh hitam dan memberi imbalan maka santetpun berjalan mulus ( take and give).

PROSES NYANTET DAN GUNA-GUNA.

Ada berbagai macam proses atau teknik untuk melancarkan ilmu santet atau guna-guna namun semuanya memilki tujuan yang sama yaitu membuat lawan takluk atau sakit. Penulis akan berikan satu teori dalam ilmu santet dan guna-guna, apabila anda ingin menyakiti seseorang apapun alasanya, ilmu santet tidak perlu alasan benar atau tidak bukan urusan yang penting emosi tersalurkan, masalah dosa nomber 16.

Carilah photo, atau pakaian bekas korban, dengan satu catatan pernah dipakai, minimal kenal dengan korban, lalu photo ini dibikinkan upacara sesuai dengan weton orang yang mau disantet, setelah itu barulah acara dimulai, pada malam KAMIS WAGE berdirilah sambil menyiapkan upacara di tengah pekarangan, bakarlah kemenyan agar para mahluk jahat datang membantu, setelah itu bacalah mantra santet……….setelah selesai tulisilah ( rajah gaib ) photo atau pakain korban dengan darah ayam dan bakarlah ke api. Sambil membakar sampaikan keinginan anda kepada mahluk gaib. Apabila tepat dan benar maka dalam tujuh hari akan kelihatan hasilnya, apabila guna-guna agar di cintai maka dalam tujuh hari cewek tersebut akan takluk dan datang, begitu juga dengan penyakit dalam tujuh hari korban akan punya penyakit baru.

APAKAH SETIAP ORANG BISA KENA SANTET

Pada dasarnya asalkan manusia masih memilki emosi berpeluang kena ilmu santet, namun kendati demikian Setan ciptaan Tuhan, malaikatpun ciptaan Tuhan, di sinilah Tuhan membuktikan dengan hukum kebenaran. Artinya tidaklah gampang menyantet orang yang mempunyai iman, kesadaran, serta kasih, setinggi apapun ilmu santet yang dimiliki, jangan pernah coba-coba untuk menyantet orang seperti itu, sebab energi akan terbalik, energi negatif diubah menjadi positif ( bumerang). Begitu juga tidak gampang untuk bisa menyantet, sebab ilmu ini sangat berbahaya serta menjerumuskan kita ke lembah hitam yang dalam.

Penulis pernah mempunyai ilmu seperti itu, akibat ilmu itu juga penulis hampir mati, untunglah Tuhan masih memberikan kesempatan pada akhirnya penulis dipertemukan dengan seorang yang mempunyai kesadaran Tuhan yang tinggi, hanya dengan SEGELAS AIR akhirnya semua ilmu penulis luntur tanpa bekas dan tak berdaya.

Ilmu santet memang ada, dan tidak gampang menyantet manusia atau guna-gunai seseorang, dan ingat semua ada balasanya, bermain-main dengan energi hitam maka energi hitam itu akan memakan kita. Hukum dalam alam semesta ini adalah kamu berbuat maka kamu akan menuai apapun bentukanya, pikiran perbuatan, kata-kata, energi, dll semuanya sama.

Motto ” orang sakti belum tentu suci, tapi orang suci sudah pasti sakti “

Mahendra
(iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/1838.htm)

Jenis Santet
by. Tegal Forum

Dari berbagai literatur buku-buku dan naskah kuno, santet yang berlaku di Jawa (Indonesia) dibagi menjadi tiga jenis. Pembagian ini bedasarkan sumber energi yang digunakan.

Santet Dematrealisasi. 
Dematrealisasi adalah proses merubah materi menjadi energi. Proses perubahan tersebut tidak seperti proses pencernaan makanan, dimana karbohidrat diolah dalam perut secara mekanik dan kimiawi melalui berbagai tahap, hingga akhirnya menjadi senyawa gula yang siap dibakar menjadi energi. Dematrealisasi terjadi secara tiba-tiba, menyalahi hukum fisika dan kimia. Orang yang memiliki kemampuan seperti ini, sebetulnya juga tidak berdiri sendiri. Ada jin yang membantu. Jin pembantu tersebut bisa didapat dari keturunan atau dari pemujaan.

Proses pengiriman santet jenis ini adalah: Benda yang sudah dirubah menjadi energi, dikirim melalui gelombang energi hingga sampai kepada sasaran. Orang yang menerima energi akan merasa tersentak kaget secara tiba-tiba. Kemudian, energi yang sudah masuk dalam tubuh sasaran diubah menjadi benda seperti semula (matrealisasi).

Orang yang terkena santet jenis ini, di dalam tubuhnya ada benda asing yang menjadi sarana santet. Rasa sakitnya pun tergantung benda apa yang masuk dalam tubuh. Misalnya seorang dimasuki paku/jarum di kepala, maka rasa sakitnya berupa nyeri karena tusukan. Bila yang dimasukan adalah silet, maka akan penderita akan merasa disayat-sayat.

Kemampuan merubah materi atau benda menjadi energi termasuk kemampuan yang sangat langka. Dari 100 lebih paranormal yang saya kenal, hanya seorang yang mampu melakukannya. Dalam penelitian yang saya lakukan, kebanyakan kemampuan “menghilangkan” benda yang dipraktekan paranormal hanyalah tipuan mata. Misalnya, ketika paku atau jarum yang haya ditiup kemudian hilang dari pandangan. Sebetulnya itu hanya trik sulap yang mengandalkan kecapatan tangan. Memang di Indonesia sulit memebedakan mana pesulap dan mana orang sakti.

Santet Energi Pribadi. 
Santet Energi Pribadi adalah kemampuan visualisasi dengan konsentrasi penuh, hingga “hayalan” dalam visualisasi tersebut seolah-olah nyata terjadi. Visualisasi biasanya berupa bayangan bahwa orang yang dituju sedang merasakan sakit sesuai yang diharapkan. Jenis santet ini menggunakan alat bantu visualisasi berupa boneka yang diibaratkan sebagai orang yang akan disakiti. Boneka tersebut ditusuk atau disayat dengan niat menusuk/menyayat tubuh orang yang dituju.

Kekuatan jiwa seseorang, jika disalahgunakan, dapat berubah menjadi kekuatan santet. Misalnya, dengan kekuatan kehendak (konsentrasi) yang maksimal, seseorang dapat mempengaruhi jiwa orang lain. Dalam buku kuno saya temukan kisah unik tentang seorang pandai besi dan petani yang bertengkar. Malam hari, si pandai besi itu masuk kamar, memusatkan konsentrasi sambil memukul-mukul besi.

Ketika besi dipukul, ia berniat mengirim “gelombang” suara itu agar mengganggu tidur sang petani. Terbukti, dalam beberapa malam, petani itu tidak dapat tidur karena mendengar suara aneh bergemuruh dalam kamarnya.

Di Madura ada kisah santet tidak sengaja (ngawur) yang unik. Setelah siang harinya bertengkar dengan tetangga, seseorang masuk kamar dan membaca kalimat ciptaan sendiri, yang diulang-ulang, berbunyi : Alif lam mim, dzalikal kek tabuk. Dalam bahasa Madura, kek tabuk berarti sakit perut. Setelah mantra yang sekilas mirip firman Allah itu dibaca disertai kehendak batin yang kuat agar perut tetangganya sakit, maka sakit itu pun terjadi.

Santet Energi Non Pribadi. 
Energi khodam atau energi yang bukan dari diri.adalah kemampuan memanfaatkan makhluk halus dari jenis jin untuk didayagunakan sebagai alat menyampaikan kehendak. Misalnya, dengan memuja tempat keramat yang dihuni makhluk-makhluk halus.

Kalau boleh berkata jujur, sebenarnya ilmu santet yang populer pada tahun 70–an ini, sudah hampir punah. Bahkan pada tahun 80–an boleh dikata benar-benar punah. Santet menjadi marak karena banyak dibahas (dibesar-besarkan) oleh mas media saja. Paranormal yang banyak berbicara tentang santet, tujuannya hanya untuk gagah-gagahan, biar dianggap hebat, sakti, sekaligus melancarkan bisnis jimat anti santetnya, padahal, mereka itu mengetahui santet hanya dari membaca buku atau mendengar kata orang.

Menurut pengamatan saya, santet yang (mungkin) masih digunakan orang-orang pada zaman sekarang ini adalah santet yang bersumber dari “energi negatif” yang terdapat pada tempat-tempat angker. Misalnya, kuburan tokoh sakti berilmu hitam, atau tempat yang disitu dikultuskan orang-orang yang senang berbuat musyrik.

Tempat-tempat yang mengandung energi negatif itu dapat dimanfaatkan, semisal, mengambil bagian dari tanah yang ada disitu lalu ditebarkan di tanah/rumah orang yang hendak disakiti, atau melakukan transaksi (ikrar musyrik) dengan makhluk halus, dengan maksud minta bantuan mereka.  
(tegal.forumotion.com/t13-jenis-santet)

JIMAT
by. konsultasiruqyah.wordpress.com

Benda gaib mungkin bisa dimaksudkan pada 2 arti :

1. Benda yang dipercaya memiliki kekuatan gaib, seperti pusaka, benda keramat,jimat atau sejenisnya. Intinya, benda tersebut benar-benar ada secara fisik namun dipercaya memiliki manfaat, kekuatan gaib, atau mengandung makhluk gaib. Mengenai hal ini, saya sebutkan beberapa hadist Nabi :

  • Barang siapa menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah menyekutukan Alloh. (HR. Ahmad)
  • Dari Imam bin Hushain bahwa Nabi melihat suatu ikatan yang ada pada tangan seseorang, lalu beliau bersabda : “apakah ini ? ia menjawab: Aku menggunakannya untuk menjaga dari wahinah (penyakit yang mengenai lengan=sejenis encok). Nabi bersabda : hal itu tidak menambahmu selain kelemahan, lemparkan ia darimu, karena jika engkau mati dan ia ada padamu, maka engkau diserahkan padanya (tidak ditolong). Dalam riwayat lain : karena sesungguhnya jika engkau meninggal dan sesuatu itu ada padamu maka engkau tidak akan beruntung selamanya.

Dengan memahami 2 hadist tersebut dapat kita simpulkan bahwa benda-benda tersebut dapat merusak iman kita dan tergolong pada kesyirikan. Yang memiliki makna sejenis dengan jimat adalah segala hal yang kita anggap memiliki manfaat, kelebihan, dan tidak dapat dijelaskan dengan akal dan syariat. Maka pusaka dan benda benda keramat juga dapat disifati seperti tamimah pula.

Selain itu terlarang secara syar’I, keberadaan benda-benda tersebut sangat merugikan bagi pembawa dan keluarganya. Kami di klinik sangat sering menemui kasus seperti ini. Betapa banyak gangguan jin yang bersumber dari pusaka dan benda-benda keramat. Bagi para penyimpan benda-benda tsb sering kali mengalami hal-hal berikut :

  • sakit-sakitan
  • rumah terasa panas
  • sering terjadi slah paham dan pertengkaran dirumah
  • anak, istri atau suami menjadi susah diatur.

2. Benda-benda gaib yang tidak terlihat alias kasat mata, menganai hal ini sikap kita adalah
i. Ttg keberadaannya, sangat mungkin.
Al Qur’an dan hadist Nabi mensifati bangsa jin sama dengan manusia, ada yang baik dan buruk, mereka beraktivitas, menghadiri majelis ilmu, makan dan juga minum. Tentunya mereka juga akan menggunakan alat dan sarana untuk beraktivitas. Namun, mengenai detail wujud bendanya seperti apa, kita sama-sama tidak tahu dan harus kita kembalikan pada penjelasan Nabi ttg hal ini. Nabi pernah menyebutkan ttg makanan bangsa jin, tempat tinggalnya, kendaraannya dan bebarapa hal lain, namun tidak ada penjelasan selebihnya.

ii. jika kita mendapati informasi ttg benda-benda kasat mata maka sikap kita adalah kembali pada penjelasan Nabi. Ada atau tidak penjelasan dari beliau. kita hanya perlu bersikap netral, artinya semua info tersebut hanya kita pakai sebagai informasi. Kita tidak perlu menolak atau membenarkannya.

Cara Menghilangkan santet.
Temukan benda sihirnya lalu hancurkan dengan dibakar. Ini tidak mutlak tapi sangat efektif untuk menghilangkan sihir / santet. Perlu kita pahami bahwa buhul/ikatan benda santet bisa berwujud fisik atau kasat mata.

Cara dukun meletakan benda sihir :

  1. Menyuruh seseorang untuk bertamu dan tanpa sepengetahuan kita dia meletakan sihir dirumah kita
  2. Mengirim makanan, pakaian atau benda sihir lain
  3. Mengoleskan (jika berwujud minyak) didinding rumah, pintu masuk, tempat tidur target
  4. Melemparkan benda ke arah rumah
  5. Mengambil / mencuri benda bekas pakai si target sihir
  6. Menggunakan no hp target (modus baru). Selama dukun tahu no hp target maka sihir dapat dikirim dengan mudah. Sihir mulai bekerja saat target menerima telp, jadi waktu menerima telp lebih baik kita baca Basmalah. Inilah hikmah bahwa nabi menyuruh kita mengawali segala hal dengan menyebut asma Alloh.

Cara mengetahui letak benda sihir

  1. Lakukan ruqyah, jika bereaksi keras maka jin dapat di Tanya lokasi benda sihirnya. Namun hati-hati, jin sangat lihai dan mereka pembohong. Cara ini hanya mungkin dilakukan oleh yang sudah berpengalaman.
  2. Lakukan sholat istkhoroh dan tahajjud lalu berdoalah agar diberi petunjuk lokasi benda sihir berada. Mudah-mudahan kita mendapat ilham. Hati-hati dengan ilham atau mimpi yang muncul karena sangat mungkin ilham dan mimpi itu adalah ulah jin. Oleh karena itu, konsultasikan ilham tersebut pada yang sudah pengalaman meruqyah.
  3. Pasien kadang bisa merasakan letak benda sihir itu. tandanya : tempat yang terasa paling tidak nyaman, menakutkan atau dimana rasa sakit muncul.

Cara menghancurkan benda sihir
1. Jika sudah ketemu 
Bacakan Ayat qursy Al Baqoroh 163, Al Falaq Annas, Surat Al Zalzalah dan Al Furqon : 23. bacalah berulang-ualgn pada benda tersebut. lalu bakar.

2. Jika tidak ketemu atau benda sihir kasat mata maka lakukan :

  • Bacalah pada air Ayat qursy Al Baqoroh 163, Al Falaq Annas, Surat Al Zalzalah dan Al Furqon : 23.
  • Tuangkan air tersebut diseluruh penjuru ruang rumah tertutama di tempat-tempat yang dicurigai kecuali kamar mandi dan WC.
  • Lakukan tiap hari sampai ada perubahan yng dirasakan pasien. Ada beberapa kasus, benda sihir dapat muncul setelah diruqyah.

METODE ALAMI PENANGKAL SANTET

Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.

Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-). Mahluk halus, jin, santet dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

Melakukan gerakan Senam Bioenergi NAQS ALAM dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya EMPAT gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua. Selain utk penyembuhan berbagai penyakit medis yang sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga.

Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi)dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+). Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem,beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll maka pohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+)dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Ada kiat lain untuk menangkal santet, yaitu bawa jerami/merang ketan hitam kemanapun pergi. Karena ketan hitam hitam punya daya positif untuk menetralisir santet & Pelet. Suasanan hati yang tenang, positif, ceria, suka humor, dan tanpa prasangka atau selalu berprasangka baik juga merupakan cara ampuh untuk menetralisir santet.

Tips Peluntur Santet & Pelet :

  • Rendam 3 helai janur lalu bacakan Surat Al-Fiil dan ayat Kursy 41 kali. Lalu gunakan untuk mandi.
  • Rebus air kelapa muda sampai mendidih, beri 3 kuntum bunga melati yang masih kuncup lalu di minum.

Nb. Bila sakit anda berlanjut hubungi dokter terdekat atau bapak penggali kubur….. he…he…he…. Guyon(dot)Com

Iklan

>Santet dan Penangkalnya

>

Kumpulan Artikel tentang Santet

Santet memang masih kontroversial. Banyak masyarakat yang mempercayainya, tapi tidak sedikit pula yang menganggapnya hal klenik yang tak masuk akal. Kita sampai pada pertanyaan menarik : apakah santet masuk akal?

Bagi Penulis, santet masuk akal (rasional). Menurut hipotetis Penulis, mekanisme santet memenuhi teori dualisme cahaya/gelombang elektromagnetik. Cahaya atau gelombang elektromagnetik memiliki sifat dualisme, sifat ganda, yakni sebagai partikel dan gelombang. Cahaya misalnya diemisikan dan diabsoprsi dalam bentuk kuanta atau foton. Foton adalah partikel jenis khusus yang tak bermassa dan selalu bergerak dengan kecepatan cahaya. Namun ketika partikel cahaya ini berpindah dan melalui ruang, cahaya tampak sebagai medan listrik dan medan magnetik bergetar yang menunjukkan perilaku gelombang. Sedangkan mekanisme transmisi santet bisa dianalogikan dengan mekanisme transmisi pada telekomunikasi: ada pengirim, pesan yang dikirim, media pengiriman dan penerima pesan. Pesan dari gelombang santet adalah destruktif.

Tapi untuk memahami mekanisme santet, kita masih membutuhkan satu teori lagi, yaitu teori tentang ruh (jiwa). Sayangnya teori tentang ruh yang dipahami oleh manusia masih sangat terbatas dan akan tetap menjadi suatu hal yang misterius sampai hari kiamat**. Tapi setidaknya kita akan mengambil teori dasar ruh yang dipahami umum oleh manusia, bahwa manusia itu terdiri dari jasad (badan) dan ruh, sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Nah, santet itu pada hakikatnya adalah menyerang ruang antara jasad dan ruh melalui suatu gelombang energi. Ruang antara jasad dan ruh yang terserang kiriman energi ini akan memberi efek pada jasad manusia. Sayangnya ilmu kedokteran konvensional kesulitan membuktikan adanya serangan santet, karena sudah berada di luar ranahnya.

Bagaimana menangkal atau mengobati santet?

Dengan memahami bahwa santet menyerang ranah antara jasad dan ruh, maka kita akan sangat mudah untuk memahami bagaimana cara penangkalan dan penyembuhannya. Ada dua macam cara penangkalan santet :
(1) cara Mekanika Gelombang dan
(2) cara Spiritual. Sedangkan cara spiritual itu sendiri masih bisa dibagi menjadi 2 macam lagi, yaitu Spiritual Humanis dan Spiritual Religius. Apa bedanya?

(1) Cara Mekanika Gelombang
Cara ini menangkal santet dengan menggunakan teori mekanika gelombang. Bahwa gelombang energi santet harus ditangkal dengan membuat gelombang energi yang bersifat destruktif atau menahan gelombang santet yang datang tersebut. Penulis pernah mendengar sudah ada insinyur yang membuat alat penangkal santet. Penulis menduga bahwa penemu itu menggunakan teori mekanika gelombang ini. Yang menjadi layak untuk diacungi jempol adalah bagaimana insinyur tersebut meneliti karakteristik gelombang energi santet! Sebab di situlah terletak kunci untuk memahami penangkalannya.

(2) Cara Spiritual Humanis
Menangkal santet dengan cara ini menggunakan teori kejiwaan. Bahwa jiwa yang kuat mampu menahan gangguan eksternal. Meski kekuatan jiwa tidak bisa diukur namun ia mampu dilihat dari ketenangan jiwa, semakin tenang kejiwaan seseorang, semakin kuat kejiwaannya. Orang yang jiwanya kuat tidak bisa dipengaruhi oleh gangguan eksternal. Lantas bagaimana menguatkan kejiwaan seseorang? Kekuatan jiwa seseorang tidak bisa diperoleh begitu saja, ia diperoleh melalui proses yang panjang, yang dilatih dari sikap penghargaan terhadap hidup serta terhadap kehidupan sekelilingnya. Kekuatan spiritual ini relatif dekat bahkan sangat dekat dengan kekuatan spiritual religius. Semakin kuat religiusitas seseorang maka semakin kuat kejiwaannya.

(3) Cara Spiritual Religius
Cara ini sesuai dengan namanya memang bersadarkan prinsip religius. Bahwa jiwa/ruh itu dikuasai oleh Tuhan. Bahwa Tuhan maha mengetahui dan menguasai segala apa yang ada di semesta. Analogi sederhananya seperti ini. Jika Anda sedang berjalan dan diganggu oleh seekor anjing, apa yang akan Anda lakukan? Jika anda melawan anjing dengan mengambil batu atau pemukul, berarti anda memakai cara mekanika gelombang. Jika Anda malah berjongkok dihadapan anjing tersebut dan bersikap seolah-olah menggonggong anjing untuk menakut-nakutinya, berarti Anda memilih cara Spiritual Humanis. Tapi jika Anda memanggil pemilik anjing tersebut, agar ia menjinakan anjingnya, berarti Anda memilih cara spiritual religius. Dan memang cara ketiga inilah cara yang paling mudah dan sederhana, tapi yang paling ampuh!

*) Memang seharusnya disebut hukum konservasi energi, bukan kekekalan energi, sebab yang kekal hanyalah Sang Pencipta.

**) Dalam Kitab Suci umat Islam, disebutkan bahwa Allah berfirman : Tidaklah manusia diberi ilmu tentang ruh, kecuali sangat sedikit.
by. indonesiasejahtera.wordpress.com

SANTET DAN ILMU GUNA-GUNA
by.Gede Mahendra

Penyakit tidak saja disebabkan oleh virus, tempratur atau makanan namun penyakit bisa saja bikinan manusia. Santet sebuah kata yang sangat ngeri atau identik dengan dunia hitam, benarkah demikian? Atau hanya sekedar ungkapan untuk menakut nakuti seseorang.

Percaya atau tidak ilmu santet sebenarnya ada, dan memang bisa dipelajari oleh manusia asalkan dengan tekun dan dibimbing oleh guru yang mahir. Mempelajari ilmu santet sebenarnya sulit tidak seperti kata orang sebab ilmu ini sangat rahasia dan sangat hebat, apabila disalahgunakan bisa meyebabkan bahaya bagi si pelaku atau korban.

Sebelum mempelajari ilmu santet ini terlebih dahulu seorang murid akan disumpah oleh gurunya agar mempergunakan ilmunya dengan baik, dengan mengikuti prosesi. Menurut pengalaman penulis, sewaktu belajar ilmu ini di daerah SULAWESI, sebelumnya harus mengikuti prosesi dari guru penulis. Dalam prosesi itu penulis diajak ke tengah hutan yang lebat, tepat di tengah hutan ada sebuah kolam kuno yang tidak terpakai, di tengah malam yang gelap gulita guru penulis komat-kamit baca mantra dan………maaf penulis tidak sebutkan prosesinya. Penulis memang mempelajari ilmu santet dan guna-guna, maklum masih berambisi pengen sakti….he he he.

Setelah penulis merampungkan prosesi tersebut barulah diberikan pelajaran tentang ilmu santet, pada dasarnya ilmu santet bukanlah ilmu yang bersifat destruktif, namun protektif bagi pemilik ilmu tersebut. Dalam ilmu santet yang penulis pelajari tidak ada diajarkan bagaimana untuk membunuh atau menyakiti lawan, tetapi bagaimana menggunakan emosi lawan sebagai senjata yang menikam dirinya sendiri.

Ilmu santet berasaskan DEMATRIALISASI mengubah energi menjadi benda serta benda menjadi energi, energi inilah yang dipakai untuk melukai lawan dengan emosi dari sang lawan. Contoh sederhana, apabila seseorang sering marah-marah tentu gejolak jantung dan tekanan darahnya tidak seimbang, bagi tukang santet bayaran menghadapi lawan seperti ini sangat mudah, merubah energi jantung menjadi panas, sehingga lawan akan merasakan tubuhnya terbakar dan panas, lama-lama tidak tahan atau kalau dibawa kedokter dikasi obat penurun panas sepanjang obatnya masih bisa turun begitu obat habis kambuh dan lebih hebat lagi….panasnya,,,, ( uyang paling ). Begitulah bentuk-bentuk dari ilmu Dematrialisasi apapun bentuknya sama saja sifat serta karakternya ada juga perut seseorang kembung, dicek sama dokter lever, tahu-tahu dari pusar keluar rambut yang bergulung dan sangat panjang.

Yang sangat mengerikan lagi adalah ilmu santet yang sengaja dilancarkan memakai kekuatan mahkluk mahkluk gaib, seperti danyang, setan, serta iblis, ilmu santet jenis ini sangat ganas, lebih ganas dari tumor. Jenis santet seperti ini adalah jenis yang umum sekali di miliki oleh dukun-dukun hitam, alasanya mempelajari ilmu santet jenis ini sangat gampang, tinggal kerjasama dengan dunia roh hitam dan memberi imbalan maka santetpun berjalan mulus ( take and give).

PROSES NYANTET DAN GUNA-GUNA.

Ada berbagai macam proses atau teknik untuk melancarkan ilmu santet atau guna-guna namun semuanya memilki tujuan yang sama yaitu membuat lawan takluk atau sakit. Penulis akan berikan satu teori dalam ilmu santet dan guna-guna, apabila anda ingin menyakiti seseorang apapun alasanya, ilmu santet tidak perlu alasan benar atau tidak bukan urusan yang penting emosi tersalurkan, masalah dosa nomber 16.

Carilah photo, atau pakaian bekas korban, dengan satu catatan pernah dipakai, minimal kenal dengan korban, lalu photo ini dibikinkan upacara sesuai dengan weton orang yang mau disantet, setelah itu barulah acara dimulai, pada malam KAMIS WAGE berdirilah sambil menyiapkan upacara di tengah pekarangan, bakarlah kemenyan agar para mahluk jahat datang membantu, setelah itu bacalah mantra santet……….setelah selesai tulisilah ( rajah gaib ) photo atau pakain korban dengan darah ayam dan bakarlah ke api. Sambil membakar sampaikan keinginan anda kepada mahluk gaib. Apabila tepat dan benar maka dalam tujuh hari akan kelihatan hasilnya, apabila guna-guna agar di cintai maka dalam tujuh hari cewek tersebut akan takluk dan datang, begitu juga dengan penyakit dalam tujuh hari korban akan punya penyakit baru.

APAKAH SETIAP ORANG BISA KENA SANTET

Pada dasarnya asalkan manusia masih memilki emosi berpeluang kena ilmu santet, namun kendati demikian Setan ciptaan Tuhan, malaikatpun ciptaan Tuhan, di sinilah Tuhan membuktikan dengan hukum kebenaran. Artinya tidaklah gampang menyantet orang yang mempunyai iman, kesadaran, serta kasih, setinggi apapun ilmu santet yang dimiliki, jangan pernah coba-coba untuk menyantet orang seperti itu, sebab energi akan terbalik, energi negatif diubah menjadi positif ( bumerang). Begitu juga tidak gampang untuk bisa menyantet, sebab ilmu ini sangat berbahaya serta menjerumuskan kita ke lembah hitam yang dalam.

Penulis pernah mempunyai ilmu seperti itu, akibat ilmu itu juga penulis hampir mati, untunglah Tuhan masih memberikan kesempatan pada akhirnya penulis dipertemukan dengan seorang yang mempunyai kesadaran Tuhan yang tinggi, hanya dengan SEGELAS AIR akhirnya semua ilmu penulis luntur tanpa bekas dan tak berdaya.

Ilmu santet memang ada, dan tidak gampang menyantet manusia atau guna-gunai seseorang, dan ingat semua ada balasanya, bermain-main dengan energi hitam maka energi hitam itu akan memakan kita. Hukum dalam alam semesta ini adalah kamu berbuat maka kamu akan menuai apapun bentukanya, pikiran perbuatan, kata-kata, energi, dll semuanya sama.

Motto ” orang sakti belum tentu suci, tapi orang suci sudah pasti sakti “

Mahendra
(iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/1838.htm)

Jenis Santet
by. Tegal Forum

Dari berbagai literatur buku-buku dan naskah kuno, santet yang berlaku di Jawa (Indonesia) dibagi menjadi tiga jenis. Pembagian ini bedasarkan sumber energi yang digunakan.

Santet Dematrealisasi. 
Dematrealisasi adalah proses merubah materi menjadi energi. Proses perubahan tersebut tidak seperti proses pencernaan makanan, dimana karbohidrat diolah dalam perut secara mekanik dan kimiawi melalui berbagai tahap, hingga akhirnya menjadi senyawa gula yang siap dibakar menjadi energi. Dematrealisasi terjadi secara tiba-tiba, menyalahi hukum fisika dan kimia. Orang yang memiliki kemampuan seperti ini, sebetulnya juga tidak berdiri sendiri. Ada jin yang membantu. Jin pembantu tersebut bisa didapat dari keturunan atau dari pemujaan.

Proses pengiriman santet jenis ini adalah: Benda yang sudah dirubah menjadi energi, dikirim melalui gelombang energi hingga sampai kepada sasaran. Orang yang menerima energi akan merasa tersentak kaget secara tiba-tiba. Kemudian, energi yang sudah masuk dalam tubuh sasaran diubah menjadi benda seperti semula (matrealisasi).

Orang yang terkena santet jenis ini, di dalam tubuhnya ada benda asing yang menjadi sarana santet. Rasa sakitnya pun tergantung benda apa yang masuk dalam tubuh. Misalnya seorang dimasuki paku/jarum di kepala, maka rasa sakitnya berupa nyeri karena tusukan. Bila yang dimasukan adalah silet, maka akan penderita akan merasa disayat-sayat.

Kemampuan merubah materi atau benda menjadi energi termasuk kemampuan yang sangat langka. Dari 100 lebih paranormal yang saya kenal, hanya seorang yang mampu melakukannya. Dalam penelitian yang saya lakukan, kebanyakan kemampuan “menghilangkan” benda yang dipraktekan paranormal hanyalah tipuan mata. Misalnya, ketika paku atau jarum yang haya ditiup kemudian hilang dari pandangan. Sebetulnya itu hanya trik sulap yang mengandalkan kecapatan tangan. Memang di Indonesia sulit memebedakan mana pesulap dan mana orang sakti.

Santet Energi Pribadi. 
Santet Energi Pribadi adalah kemampuan visualisasi dengan konsentrasi penuh, hingga “hayalan” dalam visualisasi tersebut seolah-olah nyata terjadi. Visualisasi biasanya berupa bayangan bahwa orang yang dituju sedang merasakan sakit sesuai yang diharapkan. Jenis santet ini menggunakan alat bantu visualisasi berupa boneka yang diibaratkan sebagai orang yang akan disakiti. Boneka tersebut ditusuk atau disayat dengan niat menusuk/menyayat tubuh orang yang dituju.

Kekuatan jiwa seseorang, jika disalahgunakan, dapat berubah menjadi kekuatan santet. Misalnya, dengan kekuatan kehendak (konsentrasi) yang maksimal, seseorang dapat mempengaruhi jiwa orang lain. Dalam buku kuno saya temukan kisah unik tentang seorang pandai besi dan petani yang bertengkar. Malam hari, si pandai besi itu masuk kamar, memusatkan konsentrasi sambil memukul-mukul besi.

Ketika besi dipukul, ia berniat mengirim “gelombang” suara itu agar mengganggu tidur sang petani. Terbukti, dalam beberapa malam, petani itu tidak dapat tidur karena mendengar suara aneh bergemuruh dalam kamarnya.

Di Madura ada kisah santet tidak sengaja (ngawur) yang unik. Setelah siang harinya bertengkar dengan tetangga, seseorang masuk kamar dan membaca kalimat ciptaan sendiri, yang diulang-ulang, berbunyi : Alif lam mim, dzalikal kek tabuk. Dalam bahasa Madura, kek tabuk berarti sakit perut. Setelah mantra yang sekilas mirip firman Allah itu dibaca disertai kehendak batin yang kuat agar perut tetangganya sakit, maka sakit itu pun terjadi.

Santet Energi Non Pribadi. 
Energi khodam atau energi yang bukan dari diri.adalah kemampuan memanfaatkan makhluk halus dari jenis jin untuk didayagunakan sebagai alat menyampaikan kehendak. Misalnya, dengan memuja tempat keramat yang dihuni makhluk-makhluk halus.

Kalau boleh berkata jujur, sebenarnya ilmu santet yang populer pada tahun 70–an ini, sudah hampir punah. Bahkan pada tahun 80–an boleh dikata benar-benar punah. Santet menjadi marak karena banyak dibahas (dibesar-besarkan) oleh mas media saja. Paranormal yang banyak berbicara tentang santet, tujuannya hanya untuk gagah-gagahan, biar dianggap hebat, sakti, sekaligus melancarkan bisnis jimat anti santetnya, padahal, mereka itu mengetahui santet hanya dari membaca buku atau mendengar kata orang.

Menurut pengamatan saya, santet yang (mungkin) masih digunakan orang-orang pada zaman sekarang ini adalah santet yang bersumber dari “energi negatif” yang terdapat pada tempat-tempat angker. Misalnya, kuburan tokoh sakti berilmu hitam, atau tempat yang disitu dikultuskan orang-orang yang senang berbuat musyrik.

Tempat-tempat yang mengandung energi negatif itu dapat dimanfaatkan, semisal, mengambil bagian dari tanah yang ada disitu lalu ditebarkan di tanah/rumah orang yang hendak disakiti, atau melakukan transaksi (ikrar musyrik) dengan makhluk halus, dengan maksud minta bantuan mereka.  
(tegal.forumotion.com/t13-jenis-santet)

JIMAT
by. konsultasiruqyah.wordpress.com

Benda gaib mungkin bisa dimaksudkan pada 2 arti :

1. Benda yang dipercaya memiliki kekuatan gaib, seperti pusaka, benda keramat,jimat atau sejenisnya. Intinya, benda tersebut benar-benar ada secara fisik namun dipercaya memiliki manfaat, kekuatan gaib, atau mengandung makhluk gaib. Mengenai hal ini, saya sebutkan beberapa hadist Nabi :

  • Barang siapa menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah menyekutukan Alloh. (HR. Ahmad)
  • Dari Imam bin Hushain bahwa Nabi melihat suatu ikatan yang ada pada tangan seseorang, lalu beliau bersabda : “apakah ini ? ia menjawab: Aku menggunakannya untuk menjaga dari wahinah (penyakit yang mengenai lengan=sejenis encok). Nabi bersabda : hal itu tidak menambahmu selain kelemahan, lemparkan ia darimu, karena jika engkau mati dan ia ada padamu, maka engkau diserahkan padanya (tidak ditolong). Dalam riwayat lain : karena sesungguhnya jika engkau meninggal dan sesuatu itu ada padamu maka engkau tidak akan beruntung selamanya.

Dengan memahami 2 hadist tersebut dapat kita simpulkan bahwa benda-benda tersebut dapat merusak iman kita dan tergolong pada kesyirikan. Yang memiliki makna sejenis dengan jimat adalah segala hal yang kita anggap memiliki manfaat, kelebihan, dan tidak dapat dijelaskan dengan akal dan syariat. Maka pusaka dan benda benda keramat juga dapat disifati seperti tamimah pula.

Selain itu terlarang secara syar’I, keberadaan benda-benda tersebut sangat merugikan bagi pembawa dan keluarganya. Kami di klinik sangat sering menemui kasus seperti ini. Betapa banyak gangguan jin yang bersumber dari pusaka dan benda-benda keramat. Bagi para penyimpan benda-benda tsb sering kali mengalami hal-hal berikut :

  • sakit-sakitan
  • rumah terasa panas
  • sering terjadi slah paham dan pertengkaran dirumah
  • anak, istri atau suami menjadi susah diatur.

2. Benda-benda gaib yang tidak terlihat alias kasat mata, menganai hal ini sikap kita adalah
i. Ttg keberadaannya, sangat mungkin.
Al Qur’an dan hadist Nabi mensifati bangsa jin sama dengan manusia, ada yang baik dan buruk, mereka beraktivitas, menghadiri majelis ilmu, makan dan juga minum. Tentunya mereka juga akan menggunakan alat dan sarana untuk beraktivitas. Namun, mengenai detail wujud bendanya seperti apa, kita sama-sama tidak tahu dan harus kita kembalikan pada penjelasan Nabi ttg hal ini. Nabi pernah menyebutkan ttg makanan bangsa jin, tempat tinggalnya, kendaraannya dan bebarapa hal lain, namun tidak ada penjelasan selebihnya.

ii. jika kita mendapati informasi ttg benda-benda kasat mata maka sikap kita adalah kembali pada penjelasan Nabi. Ada atau tidak penjelasan dari beliau. kita hanya perlu bersikap netral, artinya semua info tersebut hanya kita pakai sebagai informasi. Kita tidak perlu menolak atau membenarkannya.

Cara Menghilangkan santet.
Temukan benda sihirnya lalu hancurkan dengan dibakar. Ini tidak mutlak tapi sangat efektif untuk menghilangkan sihir / santet. Perlu kita pahami bahwa buhul/ikatan benda santet bisa berwujud fisik atau kasat mata.

Cara dukun meletakan benda sihir :

  1. Menyuruh seseorang untuk bertamu dan tanpa sepengetahuan kita dia meletakan sihir dirumah kita
  2. Mengirim makanan, pakaian atau benda sihir lain
  3. Mengoleskan (jika berwujud minyak) didinding rumah, pintu masuk, tempat tidur target
  4. Melemparkan benda ke arah rumah
  5. Mengambil / mencuri benda bekas pakai si target sihir
  6. Menggunakan no hp target (modus baru). Selama dukun tahu no hp target maka sihir dapat dikirim dengan mudah. Sihir mulai bekerja saat target menerima telp, jadi waktu menerima telp lebih baik kita baca Basmalah. Inilah hikmah bahwa nabi menyuruh kita mengawali segala hal dengan menyebut asma Alloh.

Cara mengetahui letak benda sihir

  1. Lakukan ruqyah, jika bereaksi keras maka jin dapat di Tanya lokasi benda sihirnya. Namun hati-hati, jin sangat lihai dan mereka pembohong. Cara ini hanya mungkin dilakukan oleh yang sudah berpengalaman.
  2. Lakukan sholat istkhoroh dan tahajjud lalu berdoalah agar diberi petunjuk lokasi benda sihir berada. Mudah-mudahan kita mendapat ilham. Hati-hati dengan ilham atau mimpi yang muncul karena sangat mungkin ilham dan mimpi itu adalah ulah jin. Oleh karena itu, konsultasikan ilham tersebut pada yang sudah pengalaman meruqyah.
  3. Pasien kadang bisa merasakan letak benda sihir itu. tandanya : tempat yang terasa paling tidak nyaman, menakutkan atau dimana rasa sakit muncul.

Cara menghancurkan benda sihir
1. Jika sudah ketemu 
Bacakan Ayat qursy Al Baqoroh 163, Al Falaq Annas, Surat Al Zalzalah dan Al Furqon : 23. bacalah berulang-ualgn pada benda tersebut. lalu bakar.

2. Jika tidak ketemu atau benda sihir kasat mata maka lakukan :

  • Bacalah pada air Ayat qursy Al Baqoroh 163, Al Falaq Annas, Surat Al Zalzalah dan Al Furqon : 23.
  • Tuangkan air tersebut diseluruh penjuru ruang rumah tertutama di tempat-tempat yang dicurigai kecuali kamar mandi dan WC.
  • Lakukan tiap hari sampai ada perubahan yng dirasakan pasien. Ada beberapa kasus, benda sihir dapat muncul setelah diruqyah.

METODE ALAMI PENANGKAL SANTET

Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.

Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-). Mahluk halus, jin, santet dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

Melakukan gerakan Senam Bioenergi NAQS ALAM dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya EMPAT gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua. Selain utk penyembuhan berbagai penyakit medis yang sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga.

Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi)dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+). Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem,beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll maka pohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+)dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Ada kiat lain untuk menangkal santet, yaitu bawa jerami/merang ketan hitam kemanapun pergi. Karena ketan hitam hitam punya daya positif untuk menetralisir santet & Pelet. Suasanan hati yang tenang, positif, ceria, suka humor, dan tanpa prasangka atau selalu berprasangka baik juga merupakan cara ampuh untuk menetralisir santet.

Tips Peluntur Santet & Pelet :

  • Rendam 3 helai janur lalu bacakan Surat Al-Fiil dan ayat Kursy 41 kali. Lalu gunakan untuk mandi.
  • Rebus air kelapa muda sampai mendidih, beri 3 kuntum bunga melati yang masih kuncup lalu di minum.

Nb. Bila sakit anda berlanjut hubungi dokter terdekat atau bapak penggali kubur….. he…he…he…. Guyon(dot)Com

>Santet dan Penangkalnya

>

Kumpulan Artikel tentang Santet

Santet memang masih kontroversial. Banyak masyarakat yang mempercayainya, tapi tidak sedikit pula yang menganggapnya hal klenik yang tak masuk akal. Kita sampai pada pertanyaan menarik : apakah santet masuk akal?

Bagi Penulis, santet masuk akal (rasional). Menurut hipotetis Penulis, mekanisme santet memenuhi teori dualisme cahaya/gelombang elektromagnetik. Cahaya atau gelombang elektromagnetik memiliki sifat dualisme, sifat ganda, yakni sebagai partikel dan gelombang. Cahaya misalnya diemisikan dan diabsoprsi dalam bentuk kuanta atau foton. Foton adalah partikel jenis khusus yang tak bermassa dan selalu bergerak dengan kecepatan cahaya. Namun ketika partikel cahaya ini berpindah dan melalui ruang, cahaya tampak sebagai medan listrik dan medan magnetik bergetar yang menunjukkan perilaku gelombang. Sedangkan mekanisme transmisi santet bisa dianalogikan dengan mekanisme transmisi pada telekomunikasi: ada pengirim, pesan yang dikirim, media pengiriman dan penerima pesan. Pesan dari gelombang santet adalah destruktif.

Tapi untuk memahami mekanisme santet, kita masih membutuhkan satu teori lagi, yaitu teori tentang ruh (jiwa). Sayangnya teori tentang ruh yang dipahami oleh manusia masih sangat terbatas dan akan tetap menjadi suatu hal yang misterius sampai hari kiamat**. Tapi setidaknya kita akan mengambil teori dasar ruh yang dipahami umum oleh manusia, bahwa manusia itu terdiri dari jasad (badan) dan ruh, sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Nah, santet itu pada hakikatnya adalah menyerang ruang antara jasad dan ruh melalui suatu gelombang energi. Ruang antara jasad dan ruh yang terserang kiriman energi ini akan memberi efek pada jasad manusia. Sayangnya ilmu kedokteran konvensional kesulitan membuktikan adanya serangan santet, karena sudah berada di luar ranahnya.

Bagaimana menangkal atau mengobati santet?

Dengan memahami bahwa santet menyerang ranah antara jasad dan ruh, maka kita akan sangat mudah untuk memahami bagaimana cara penangkalan dan penyembuhannya. Ada dua macam cara penangkalan santet :
(1) cara Mekanika Gelombang dan
(2) cara Spiritual. Sedangkan cara spiritual itu sendiri masih bisa dibagi menjadi 2 macam lagi, yaitu Spiritual Humanis dan Spiritual Religius. Apa bedanya?

(1) Cara Mekanika Gelombang
Cara ini menangkal santet dengan menggunakan teori mekanika gelombang. Bahwa gelombang energi santet harus ditangkal dengan membuat gelombang energi yang bersifat destruktif atau menahan gelombang santet yang datang tersebut. Penulis pernah mendengar sudah ada insinyur yang membuat alat penangkal santet. Penulis menduga bahwa penemu itu menggunakan teori mekanika gelombang ini. Yang menjadi layak untuk diacungi jempol adalah bagaimana insinyur tersebut meneliti karakteristik gelombang energi santet! Sebab di situlah terletak kunci untuk memahami penangkalannya.

(2) Cara Spiritual Humanis
Menangkal santet dengan cara ini menggunakan teori kejiwaan. Bahwa jiwa yang kuat mampu menahan gangguan eksternal. Meski kekuatan jiwa tidak bisa diukur namun ia mampu dilihat dari ketenangan jiwa, semakin tenang kejiwaan seseorang, semakin kuat kejiwaannya. Orang yang jiwanya kuat tidak bisa dipengaruhi oleh gangguan eksternal. Lantas bagaimana menguatkan kejiwaan seseorang? Kekuatan jiwa seseorang tidak bisa diperoleh begitu saja, ia diperoleh melalui proses yang panjang, yang dilatih dari sikap penghargaan terhadap hidup serta terhadap kehidupan sekelilingnya. Kekuatan spiritual ini relatif dekat bahkan sangat dekat dengan kekuatan spiritual religius. Semakin kuat religiusitas seseorang maka semakin kuat kejiwaannya.

(3) Cara Spiritual Religius
Cara ini sesuai dengan namanya memang bersadarkan prinsip religius. Bahwa jiwa/ruh itu dikuasai oleh Tuhan. Bahwa Tuhan maha mengetahui dan menguasai segala apa yang ada di semesta. Analogi sederhananya seperti ini. Jika Anda sedang berjalan dan diganggu oleh seekor anjing, apa yang akan Anda lakukan? Jika anda melawan anjing dengan mengambil batu atau pemukul, berarti anda memakai cara mekanika gelombang. Jika Anda malah berjongkok dihadapan anjing tersebut dan bersikap seolah-olah menggonggong anjing untuk menakut-nakutinya, berarti Anda memilih cara Spiritual Humanis. Tapi jika Anda memanggil pemilik anjing tersebut, agar ia menjinakan anjingnya, berarti Anda memilih cara spiritual religius. Dan memang cara ketiga inilah cara yang paling mudah dan sederhana, tapi yang paling ampuh!

*) Memang seharusnya disebut hukum konservasi energi, bukan kekekalan energi, sebab yang kekal hanyalah Sang Pencipta.

**) Dalam Kitab Suci umat Islam, disebutkan bahwa Allah berfirman : Tidaklah manusia diberi ilmu tentang ruh, kecuali sangat sedikit.
by. indonesiasejahtera.wordpress.com

SANTET DAN ILMU GUNA-GUNA
by.Gede Mahendra

Penyakit tidak saja disebabkan oleh virus, tempratur atau makanan namun penyakit bisa saja bikinan manusia. Santet sebuah kata yang sangat ngeri atau identik dengan dunia hitam, benarkah demikian? Atau hanya sekedar ungkapan untuk menakut nakuti seseorang.

Percaya atau tidak ilmu santet sebenarnya ada, dan memang bisa dipelajari oleh manusia asalkan dengan tekun dan dibimbing oleh guru yang mahir. Mempelajari ilmu santet sebenarnya sulit tidak seperti kata orang sebab ilmu ini sangat rahasia dan sangat hebat, apabila disalahgunakan bisa meyebabkan bahaya bagi si pelaku atau korban.

Sebelum mempelajari ilmu santet ini terlebih dahulu seorang murid akan disumpah oleh gurunya agar mempergunakan ilmunya dengan baik, dengan mengikuti prosesi. Menurut pengalaman penulis, sewaktu belajar ilmu ini di daerah SULAWESI, sebelumnya harus mengikuti prosesi dari guru penulis. Dalam prosesi itu penulis diajak ke tengah hutan yang lebat, tepat di tengah hutan ada sebuah kolam kuno yang tidak terpakai, di tengah malam yang gelap gulita guru penulis komat-kamit baca mantra dan………maaf penulis tidak sebutkan prosesinya. Penulis memang mempelajari ilmu santet dan guna-guna, maklum masih berambisi pengen sakti….he he he.

Setelah penulis merampungkan prosesi tersebut barulah diberikan pelajaran tentang ilmu santet, pada dasarnya ilmu santet bukanlah ilmu yang bersifat destruktif, namun protektif bagi pemilik ilmu tersebut. Dalam ilmu santet yang penulis pelajari tidak ada diajarkan bagaimana untuk membunuh atau menyakiti lawan, tetapi bagaimana menggunakan emosi lawan sebagai senjata yang menikam dirinya sendiri.

Ilmu santet berasaskan DEMATRIALISASI mengubah energi menjadi benda serta benda menjadi energi, energi inilah yang dipakai untuk melukai lawan dengan emosi dari sang lawan. Contoh sederhana, apabila seseorang sering marah-marah tentu gejolak jantung dan tekanan darahnya tidak seimbang, bagi tukang santet bayaran menghadapi lawan seperti ini sangat mudah, merubah energi jantung menjadi panas, sehingga lawan akan merasakan tubuhnya terbakar dan panas, lama-lama tidak tahan atau kalau dibawa kedokter dikasi obat penurun panas sepanjang obatnya masih bisa turun begitu obat habis kambuh dan lebih hebat lagi….panasnya,,,, ( uyang paling ). Begitulah bentuk-bentuk dari ilmu Dematrialisasi apapun bentuknya sama saja sifat serta karakternya ada juga perut seseorang kembung, dicek sama dokter lever, tahu-tahu dari pusar keluar rambut yang bergulung dan sangat panjang.

Yang sangat mengerikan lagi adalah ilmu santet yang sengaja dilancarkan memakai kekuatan mahkluk mahkluk gaib, seperti danyang, setan, serta iblis, ilmu santet jenis ini sangat ganas, lebih ganas dari tumor. Jenis santet seperti ini adalah jenis yang umum sekali di miliki oleh dukun-dukun hitam, alasanya mempelajari ilmu santet jenis ini sangat gampang, tinggal kerjasama dengan dunia roh hitam dan memberi imbalan maka santetpun berjalan mulus ( take and give).

PROSES NYANTET DAN GUNA-GUNA.

Ada berbagai macam proses atau teknik untuk melancarkan ilmu santet atau guna-guna namun semuanya memilki tujuan yang sama yaitu membuat lawan takluk atau sakit. Penulis akan berikan satu teori dalam ilmu santet dan guna-guna, apabila anda ingin menyakiti seseorang apapun alasanya, ilmu santet tidak perlu alasan benar atau tidak bukan urusan yang penting emosi tersalurkan, masalah dosa nomber 16.

Carilah photo, atau pakaian bekas korban, dengan satu catatan pernah dipakai, minimal kenal dengan korban, lalu photo ini dibikinkan upacara sesuai dengan weton orang yang mau disantet, setelah itu barulah acara dimulai, pada malam KAMIS WAGE berdirilah sambil menyiapkan upacara di tengah pekarangan, bakarlah kemenyan agar para mahluk jahat datang membantu, setelah itu bacalah mantra santet……….setelah selesai tulisilah ( rajah gaib ) photo atau pakain korban dengan darah ayam dan bakarlah ke api. Sambil membakar sampaikan keinginan anda kepada mahluk gaib. Apabila tepat dan benar maka dalam tujuh hari akan kelihatan hasilnya, apabila guna-guna agar di cintai maka dalam tujuh hari cewek tersebut akan takluk dan datang, begitu juga dengan penyakit dalam tujuh hari korban akan punya penyakit baru.

APAKAH SETIAP ORANG BISA KENA SANTET

Pada dasarnya asalkan manusia masih memilki emosi berpeluang kena ilmu santet, namun kendati demikian Setan ciptaan Tuhan, malaikatpun ciptaan Tuhan, di sinilah Tuhan membuktikan dengan hukum kebenaran. Artinya tidaklah gampang menyantet orang yang mempunyai iman, kesadaran, serta kasih, setinggi apapun ilmu santet yang dimiliki, jangan pernah coba-coba untuk menyantet orang seperti itu, sebab energi akan terbalik, energi negatif diubah menjadi positif ( bumerang). Begitu juga tidak gampang untuk bisa menyantet, sebab ilmu ini sangat berbahaya serta menjerumuskan kita ke lembah hitam yang dalam.

Penulis pernah mempunyai ilmu seperti itu, akibat ilmu itu juga penulis hampir mati, untunglah Tuhan masih memberikan kesempatan pada akhirnya penulis dipertemukan dengan seorang yang mempunyai kesadaran Tuhan yang tinggi, hanya dengan SEGELAS AIR akhirnya semua ilmu penulis luntur tanpa bekas dan tak berdaya.

Ilmu santet memang ada, dan tidak gampang menyantet manusia atau guna-gunai seseorang, dan ingat semua ada balasanya, bermain-main dengan energi hitam maka energi hitam itu akan memakan kita. Hukum dalam alam semesta ini adalah kamu berbuat maka kamu akan menuai apapun bentukanya, pikiran perbuatan, kata-kata, energi, dll semuanya sama.

Motto ” orang sakti belum tentu suci, tapi orang suci sudah pasti sakti “

Mahendra
(iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/1838.htm)

Jenis Santet
by. Tegal Forum

Dari berbagai literatur buku-buku dan naskah kuno, santet yang berlaku di Jawa (Indonesia) dibagi menjadi tiga jenis. Pembagian ini bedasarkan sumber energi yang digunakan.

Santet Dematrealisasi. 
Dematrealisasi adalah proses merubah materi menjadi energi. Proses perubahan tersebut tidak seperti proses pencernaan makanan, dimana karbohidrat diolah dalam perut secara mekanik dan kimiawi melalui berbagai tahap, hingga akhirnya menjadi senyawa gula yang siap dibakar menjadi energi. Dematrealisasi terjadi secara tiba-tiba, menyalahi hukum fisika dan kimia. Orang yang memiliki kemampuan seperti ini, sebetulnya juga tidak berdiri sendiri. Ada jin yang membantu. Jin pembantu tersebut bisa didapat dari keturunan atau dari pemujaan.

Proses pengiriman santet jenis ini adalah: Benda yang sudah dirubah menjadi energi, dikirim melalui gelombang energi hingga sampai kepada sasaran. Orang yang menerima energi akan merasa tersentak kaget secara tiba-tiba. Kemudian, energi yang sudah masuk dalam tubuh sasaran diubah menjadi benda seperti semula (matrealisasi).

Orang yang terkena santet jenis ini, di dalam tubuhnya ada benda asing yang menjadi sarana santet. Rasa sakitnya pun tergantung benda apa yang masuk dalam tubuh. Misalnya seorang dimasuki paku/jarum di kepala, maka rasa sakitnya berupa nyeri karena tusukan. Bila yang dimasukan adalah silet, maka akan penderita akan merasa disayat-sayat.

Kemampuan merubah materi atau benda menjadi energi termasuk kemampuan yang sangat langka. Dari 100 lebih paranormal yang saya kenal, hanya seorang yang mampu melakukannya. Dalam penelitian yang saya lakukan, kebanyakan kemampuan “menghilangkan” benda yang dipraktekan paranormal hanyalah tipuan mata. Misalnya, ketika paku atau jarum yang haya ditiup kemudian hilang dari pandangan. Sebetulnya itu hanya trik sulap yang mengandalkan kecapatan tangan. Memang di Indonesia sulit memebedakan mana pesulap dan mana orang sakti.

Santet Energi Pribadi. 
Santet Energi Pribadi adalah kemampuan visualisasi dengan konsentrasi penuh, hingga “hayalan” dalam visualisasi tersebut seolah-olah nyata terjadi. Visualisasi biasanya berupa bayangan bahwa orang yang dituju sedang merasakan sakit sesuai yang diharapkan. Jenis santet ini menggunakan alat bantu visualisasi berupa boneka yang diibaratkan sebagai orang yang akan disakiti. Boneka tersebut ditusuk atau disayat dengan niat menusuk/menyayat tubuh orang yang dituju.

Kekuatan jiwa seseorang, jika disalahgunakan, dapat berubah menjadi kekuatan santet. Misalnya, dengan kekuatan kehendak (konsentrasi) yang maksimal, seseorang dapat mempengaruhi jiwa orang lain. Dalam buku kuno saya temukan kisah unik tentang seorang pandai besi dan petani yang bertengkar. Malam hari, si pandai besi itu masuk kamar, memusatkan konsentrasi sambil memukul-mukul besi.

Ketika besi dipukul, ia berniat mengirim “gelombang” suara itu agar mengganggu tidur sang petani. Terbukti, dalam beberapa malam, petani itu tidak dapat tidur karena mendengar suara aneh bergemuruh dalam kamarnya.

Di Madura ada kisah santet tidak sengaja (ngawur) yang unik. Setelah siang harinya bertengkar dengan tetangga, seseorang masuk kamar dan membaca kalimat ciptaan sendiri, yang diulang-ulang, berbunyi : Alif lam mim, dzalikal kek tabuk. Dalam bahasa Madura, kek tabuk berarti sakit perut. Setelah mantra yang sekilas mirip firman Allah itu dibaca disertai kehendak batin yang kuat agar perut tetangganya sakit, maka sakit itu pun terjadi.

Santet Energi Non Pribadi. 
Energi khodam atau energi yang bukan dari diri.adalah kemampuan memanfaatkan makhluk halus dari jenis jin untuk didayagunakan sebagai alat menyampaikan kehendak. Misalnya, dengan memuja tempat keramat yang dihuni makhluk-makhluk halus.

Kalau boleh berkata jujur, sebenarnya ilmu santet yang populer pada tahun 70–an ini, sudah hampir punah. Bahkan pada tahun 80–an boleh dikata benar-benar punah. Santet menjadi marak karena banyak dibahas (dibesar-besarkan) oleh mas media saja. Paranormal yang banyak berbicara tentang santet, tujuannya hanya untuk gagah-gagahan, biar dianggap hebat, sakti, sekaligus melancarkan bisnis jimat anti santetnya, padahal, mereka itu mengetahui santet hanya dari membaca buku atau mendengar kata orang.

Menurut pengamatan saya, santet yang (mungkin) masih digunakan orang-orang pada zaman sekarang ini adalah santet yang bersumber dari “energi negatif” yang terdapat pada tempat-tempat angker. Misalnya, kuburan tokoh sakti berilmu hitam, atau tempat yang disitu dikultuskan orang-orang yang senang berbuat musyrik.

Tempat-tempat yang mengandung energi negatif itu dapat dimanfaatkan, semisal, mengambil bagian dari tanah yang ada disitu lalu ditebarkan di tanah/rumah orang yang hendak disakiti, atau melakukan transaksi (ikrar musyrik) dengan makhluk halus, dengan maksud minta bantuan mereka.  
(tegal.forumotion.com/t13-jenis-santet)

JIMAT
by. konsultasiruqyah.wordpress.com

Benda gaib mungkin bisa dimaksudkan pada 2 arti :

1. Benda yang dipercaya memiliki kekuatan gaib, seperti pusaka, benda keramat,jimat atau sejenisnya. Intinya, benda tersebut benar-benar ada secara fisik namun dipercaya memiliki manfaat, kekuatan gaib, atau mengandung makhluk gaib. Mengenai hal ini, saya sebutkan beberapa hadist Nabi :

  • Barang siapa menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah menyekutukan Alloh. (HR. Ahmad)
  • Dari Imam bin Hushain bahwa Nabi melihat suatu ikatan yang ada pada tangan seseorang, lalu beliau bersabda : “apakah ini ? ia menjawab: Aku menggunakannya untuk menjaga dari wahinah (penyakit yang mengenai lengan=sejenis encok). Nabi bersabda : hal itu tidak menambahmu selain kelemahan, lemparkan ia darimu, karena jika engkau mati dan ia ada padamu, maka engkau diserahkan padanya (tidak ditolong). Dalam riwayat lain : karena sesungguhnya jika engkau meninggal dan sesuatu itu ada padamu maka engkau tidak akan beruntung selamanya.

Dengan memahami 2 hadist tersebut dapat kita simpulkan bahwa benda-benda tersebut dapat merusak iman kita dan tergolong pada kesyirikan. Yang memiliki makna sejenis dengan jimat adalah segala hal yang kita anggap memiliki manfaat, kelebihan, dan tidak dapat dijelaskan dengan akal dan syariat. Maka pusaka dan benda benda keramat juga dapat disifati seperti tamimah pula.

Selain itu terlarang secara syar’I, keberadaan benda-benda tersebut sangat merugikan bagi pembawa dan keluarganya. Kami di klinik sangat sering menemui kasus seperti ini. Betapa banyak gangguan jin yang bersumber dari pusaka dan benda-benda keramat. Bagi para penyimpan benda-benda tsb sering kali mengalami hal-hal berikut :

  • sakit-sakitan
  • rumah terasa panas
  • sering terjadi slah paham dan pertengkaran dirumah
  • anak, istri atau suami menjadi susah diatur.

2. Benda-benda gaib yang tidak terlihat alias kasat mata, menganai hal ini sikap kita adalah
i. Ttg keberadaannya, sangat mungkin.
Al Qur’an dan hadist Nabi mensifati bangsa jin sama dengan manusia, ada yang baik dan buruk, mereka beraktivitas, menghadiri majelis ilmu, makan dan juga minum. Tentunya mereka juga akan menggunakan alat dan sarana untuk beraktivitas. Namun, mengenai detail wujud bendanya seperti apa, kita sama-sama tidak tahu dan harus kita kembalikan pada penjelasan Nabi ttg hal ini. Nabi pernah menyebutkan ttg makanan bangsa jin, tempat tinggalnya, kendaraannya dan bebarapa hal lain, namun tidak ada penjelasan selebihnya.

ii. jika kita mendapati informasi ttg benda-benda kasat mata maka sikap kita adalah kembali pada penjelasan Nabi. Ada atau tidak penjelasan dari beliau. kita hanya perlu bersikap netral, artinya semua info tersebut hanya kita pakai sebagai informasi. Kita tidak perlu menolak atau membenarkannya.

Cara Menghilangkan santet.
Temukan benda sihirnya lalu hancurkan dengan dibakar. Ini tidak mutlak tapi sangat efektif untuk menghilangkan sihir / santet. Perlu kita pahami bahwa buhul/ikatan benda santet bisa berwujud fisik atau kasat mata.

Cara dukun meletakan benda sihir :

  1. Menyuruh seseorang untuk bertamu dan tanpa sepengetahuan kita dia meletakan sihir dirumah kita
  2. Mengirim makanan, pakaian atau benda sihir lain
  3. Mengoleskan (jika berwujud minyak) didinding rumah, pintu masuk, tempat tidur target
  4. Melemparkan benda ke arah rumah
  5. Mengambil / mencuri benda bekas pakai si target sihir
  6. Menggunakan no hp target (modus baru). Selama dukun tahu no hp target maka sihir dapat dikirim dengan mudah. Sihir mulai bekerja saat target menerima telp, jadi waktu menerima telp lebih baik kita baca Basmalah. Inilah hikmah bahwa nabi menyuruh kita mengawali segala hal dengan menyebut asma Alloh.

Cara mengetahui letak benda sihir

  1. Lakukan ruqyah, jika bereaksi keras maka jin dapat di Tanya lokasi benda sihirnya. Namun hati-hati, jin sangat lihai dan mereka pembohong. Cara ini hanya mungkin dilakukan oleh yang sudah berpengalaman.
  2. Lakukan sholat istkhoroh dan tahajjud lalu berdoalah agar diberi petunjuk lokasi benda sihir berada. Mudah-mudahan kita mendapat ilham. Hati-hati dengan ilham atau mimpi yang muncul karena sangat mungkin ilham dan mimpi itu adalah ulah jin. Oleh karena itu, konsultasikan ilham tersebut pada yang sudah pengalaman meruqyah.
  3. Pasien kadang bisa merasakan letak benda sihir itu. tandanya : tempat yang terasa paling tidak nyaman, menakutkan atau dimana rasa sakit muncul.

Cara menghancurkan benda sihir
1. Jika sudah ketemu 
Bacakan Ayat qursy Al Baqoroh 163, Al Falaq Annas, Surat Al Zalzalah dan Al Furqon : 23. bacalah berulang-ualgn pada benda tersebut. lalu bakar.

2. Jika tidak ketemu atau benda sihir kasat mata maka lakukan :

  • Bacalah pada air Ayat qursy Al Baqoroh 163, Al Falaq Annas, Surat Al Zalzalah dan Al Furqon : 23.
  • Tuangkan air tersebut diseluruh penjuru ruang rumah tertutama di tempat-tempat yang dicurigai kecuali kamar mandi dan WC.
  • Lakukan tiap hari sampai ada perubahan yng dirasakan pasien. Ada beberapa kasus, benda sihir dapat muncul setelah diruqyah.

METODE ALAMI PENANGKAL SANTET

Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.

Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-). Mahluk halus, jin, santet dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

Melakukan gerakan Senam Bioenergi NAQS ALAM dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya EMPAT gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua. Selain utk penyembuhan berbagai penyakit medis yang sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga.

Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi)dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+). Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem,beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll maka pohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+)dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Ada kiat lain untuk menangkal santet, yaitu bawa jerami/merang ketan hitam kemanapun pergi. Karena ketan hitam hitam punya daya positif untuk menetralisir santet & Pelet. Suasanan hati yang tenang, positif, ceria, suka humor, dan tanpa prasangka atau selalu berprasangka baik juga merupakan cara ampuh untuk menetralisir santet.

Tips Peluntur Santet & Pelet :

  • Rendam 3 helai janur lalu bacakan Surat Al-Fiil dan ayat Kursy 41 kali. Lalu gunakan untuk mandi.
  • Rebus air kelapa muda sampai mendidih, beri 3 kuntum bunga melati yang masih kuncup lalu di minum.

Nb. Bila sakit anda berlanjut hubungi dokter terdekat atau bapak penggali kubur….. he…he…he…. Guyon(dot)Com

>Makna Gunungan Dalam Pewayangan

>

Gunung, Candi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Secara umum Gunungan menggambarkan bentuk gunung, profil lapisan permukaan bumi yang menonjol. Gunung mempunyai sifat alamiah yang stabil. Gunung menggambarkan tempat yang tinggi, sejuk, oksigen yang tipis, lereng yang curam penuh hutan belukar, pada kaki gunung biasanya terdapat dataran yang subur. Daerah pegunungan cocok sebagai tempat peristirahatan, tempat mencari kedamaian batin. Pemandangan yang indah dan alami di pegunungan membangkitkan rasa terdalam dalam diri seseorang.

Oksigen yang tipis di pegunungan mengakibatkan seseorang kurang bicara, dan mudah mendapatkan inspirasi. Otak kita mendapat masukan energi dari sari-sari makanan dan oksigen. Pasokan oksigen yang tipis di tempat pegunungan yang tinggi, membuat pikiran seseorang berkurang keaktifannya, berkurang keliarannya dan menjadikannya lebih meditatif.

Para leluhur kita menempatkan gunung sebagai tempat pertapaan orang-orang suci. Beberapa wilayah gunung dikeramatkan, dijadikan tempat suci, ada yang dinamakan Dieng dari kata dhyang, ada yang disebut Parahiyangan, tempat para Hyang, Kahyangan, tempat para makhluk suci. Nama tempat suci Himalaya, Mahameru, Kailasa bahkan Gua Hira semuanya berada di atas Gunung.

Dari gunung kelihatan pemandangan yang luas di bawah. Semakin ke atas semakin luas batas cakrawala yang nampak. Semakin ke atas kesadaran seseorang, dia akan melihat secara general, umum dan tidak lagi terfokus pada detail yang rinci. Semakin tinggi kesadaran seseorang, pandangannya menjadi semakin holistik.

Seseorang yang pandangannya terfokus ke atas, ke puncak, hanya melihat fokus tujuannya saja. Itulah sebabnya seseorang yang terfokus pada pencapaian kesadaran tinggi, sering tidak peduli dengan kondisi masyarakat sekitar, sering alpa dalam memahami kondisi negerinya. Para leluhur kita menyebut seseorang yang dapat menjelaskan segala sesuatu secara alami, secara natural sebagai Resi. Seseorang yang telah mencapai puncak kesadaran, selanjutnya dari puncak akan melihat ketidak benaran, ketidak adilan di bawah dengan jelas, sehingga dia akan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. Seorang Master, seorang Bhagawan, begitu para leluhur menyebutnya, akan peduli dengan nasib tetangga. Seseorang belum menjadi orang yang baik bila ada tetangganya yang tidak dapat tidur dengan perut keroncongan. Leluhur kita menyebut contoh Resi Drona yang pemahamannya tentang alamm luar biasa, tetapi membela kaum Kurawa yang jahat yang telah memberi kehidupan dan kehormatan bagi dirinya. Lain halnya dengan Bhagawan Abiyasa, leluhur Pandawa, seorang pertapa sederhana tempat Arjuna menanyakan segala sesuatu.

Bangunan Candi, seperti halnya bangunan Piramid juga bermaksud menggambarkan sebuah gunung. Dari jauh Candi Borobudur nampak seperti bukit dengan sawah yang bertingkat-tingkat. Candi megah ini terletak di Pusat Pulau Jawa, dikelilingi oleh perbukitan Menoreh yang membujur dari arah Timur ke Barat dan juga oleh berbagai gunung-gunung berapi seperti Merapi dan Merbabu di sebelah Timur, dan Gunung Sumbing dan Sindoro di sebelah Barat. Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini disebut stupa karena berhubungan dengan agama Buddha walaupun sentuhan Hindunya nampak kental sekali. Inilah budaya khas Nusantara yang menghormati semua kepercayaan yang ada.

Terdapat tiga bagian dari Candi Borobudur yang merupakan simbol Tiga Alam yaitu: Kamadhatu-Rupadhatu-Arupadhatu, alam bawah, alam tengah (antara) dan alam atas, suatu perwujudan antar hubungan mikrokosmos dan makrokosmos. Bagian kaki melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau nafsu,keinginan yang rendah, yaitu dunia manusia biasa. Bagian tengah melambangkan Rupadhatu, yaitu dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari ikatan nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk, yaitu dunianya orang suci dan merupakan “alam antara” yang memisahkan “alam bawah” (kamadhatu) dengan “alam atas” (arupadhatu). Bagian atas, Arupadhatu, yaitu “alam atas” atau nirwana, tempat para Buddha bersemayam, dimana kebebasan mutlak telah tercapai, bebas dari keinginan dan bebas dari ikatan bentuk dan rupa. Karena itu bagian Arupadhatu itu digambarkan polos, dan tidak berrelief.

Dalam kehidupan sehari-hari bentuk gunung diwujudkan para leluhur kita dalam berbagai peralatan. Diantaranya adalah caping, topi bambu berbentuk kerucut, sehingga air hujan tidak mengganggu kepala, akan tetapi mata tetap dapat memandang dengan leluasa. Selanjutnya, atap rumah joglo, yang menunjukkan bahwa pusat bangunan dengan lantai tertinggi terlelak di pusat, dibawah puncak atap dan merupakan tempat berdoa yang paling efektif. Nasi tumpeng juga berbentuk kerucut, dan puncaknya dipersembahkan kepada pimpinan tertinggi dalam acara ritual. Payung kraton bertingkat tiga juga menggambarkan tingkatan dari kamadhatu, rupadhatu dan arupadhatu.

Gunungan berbentuk simetris di sebelah kiri dan kanan. Semakin ke bawah jarak antara kiri dan kanan melebar. Semakin ke atas sifat dualistis tersebut semakin kecil dan pada akhir, ujungnya terlampauilah sifat dualistis.

Penjelasan Makna Gunungan

Berikut ini adalah penjelasan Gunungan oleh Drs. R. Soetarno AK, Ensiklopedia Wayang, Dahara Prize, Cetakan Keempat, 1994.

Gunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya. Di bawahnya terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai. Itu melambangkan pintu gerbang istana , dan pada waktu dimainkan gunungan dipergunakan sebagai istana. Di sebelah atas gunung terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular naga.

Dalam gunungan tersebut terdapat juga gambar berbagai binatang hutan. Gambar secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara.

Gunungan melambangkan keadaan dunia beserta isinya. Sebelum wayang dimainkan, Gunungan ditancapkan di tengah-tengah layar, condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat. Setelah dimainkan, Gunungan dicabut, dijajarkan di sebelah kanan.

Gunungan dipakai juga sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita. Untuk itu gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri. Selain itu Gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin. Dalam hal ini Gunungan dibalik, di sebaliknya hanya terdapat cat merah-merah, dan warna inilah yang melambangkan api.

Gunungan juga dipergunakan untuk melambangkan hutan rimba, dan dimainkan pada waktu adegan rampogan, tentara yang siap siaga dengan bermacam senjata. Dalam hal ini Gunungan bisa berperan sebagai tanah, hutan rimba, jalanan dan sebagainya, yakni mengikuti dialog dari Dalang. Setelah lakon selesai, Gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah layar, melambangkan bahwa cerita sudah tamat.

Gunungan ada dua macam, yaitu Gunungan Gapuran dan Gunungan Blumbangan. Gunungan Blumbangan digubah oleh Sunan Kalijaga dalam zaman Kerajaan Demak. Kemudia pada zaman Kartasura digubah lagi dengan adanya Gunungan Gapuran. Gunungan dalam istilah pewayangan disebut Kayon. Kayon berasal dari kata Kayun. Gunungan mengandung ajaran filsafat yang tinggi, yaitu ajaran mengenai kebijaksanaan. Semua itu mengandung makna bahwa lakon dalam wayang berisikan pelajaran yang tinggi nilainya. Hal ini berarti bahwa pertunjukan wayang juga berisi pertunjukan wayang juga berisi ajaran filsafat yang tinggi.

Interpretasi Simbolisme dalam Gunungan

Dalam tradisi leluhur, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol. Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pemantap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga memberi makna bahasa alam yang dipercaya sebagai bentuk isyarat akan kehendak Gusti Kang Murbeng Gesang, Pemberi Kehidupan. Leluhur kita merasa lebih mantap jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja, melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat.

Dalam Gunungan terdapat gambaran tentang air, api, angin dan tanah. Gunungan mewakili lima unsur alam, yaitu tanah, air, api, angin dan ruang. Semua benda di alam ini merupakan kombinasi dari kelima unsur tersebut. Pada saat pagelaran wayang, sebelumnya hanya ada layar putih saja dengan Gunungan yang berada di tengah-tengahnya. Setelah Gunungan dimainkan dan kelima unsur tersebut membentuk alam, maka dimulailah cerita kehidupan di alam ini. Karena cerita berfokus pada istana, maka Gunungan Blumbangan gubahan Sunan Kalijaga pada waktu Kerajaan Demak diubah menjadi Gunungan Gapuran pada waktu Kerajaan berpusat di Kartasura. Pada setiap babak yang biasanya diawali dengan penggambaran suasana istana, maka Gunungan dimainkan. Demikian pula pada saat terjadi keributan misalnya amukan api atau gelombang samudera, Gunungan dengan posisi disebaliknya dimainkan. Setelah selesai maka Gunungan kembali diletakkan di tengah layar. Setelah pralaya maka setiap orang akan kembali kepada unsur-unsur alaminya.

Dalam setiap babak kehidupan mulai dari lahir sampai mati para leluhur mengingatkan perlunya kesadaan untuk memahami sangkan paraning dumadi, asal muasal kehidupan. Manusia ini asalnya dari Gusti Kang Murbeng Gesang, Yang Maha Pemberi Kehidupan, melalui lima unsur alami dan akhirnya kembali juga kepada lima unsur alami dan bersatu dengan Yang Maha Kuasa. Itulah mengapa setiap babak selalu diawali dan diakhiri dengan dimainkannya Gunungan oleh sang Dalang. Segala sesuatu diiawali dengan kelahiran, kemudian jagad gumelar, dunia terkembang dan diakhiri dengan jagad ginulung, dunia tergulung dan musnah. Di dunia ini tidak ada yang abadi.

Dalam pagelaran wayang yang tidak kalah penting adalah alunan suara gamelan. Suara gamelan menyentuh rasa yang terdalam diri manusia yang sudah halus rasanya. Suara Gong, Hooongggg. Ataupun suluk Dalang, Hooongggg.. kocap kacarita……. dan seterusnya adalah doa untuk ingat kepada Yang Maha Kuasa. Suara Pranawa Aum, Om oleh leluhur kita terdengar seperti oleh bangsa Tibet Huuungggg dan leluhur kita membuat suara alat musik yang disebut gong. Itulah mengapa upacara seremonial memakai Gong, sehingga tanpa sadar kita sudah berdoa dan ingat jatidiri manusia. Ommmmm.

Penjaga Gerbang Istana Dua Raksasa Dwarapala

Dua penjaga Raksasa Dwarapala di depan istana dalam Gunungan, juga selalu terdapat dalam dua sosok arca di depan gerbang istana. Dua raksasa yang bernama Jaya dan Wijaya juga diabadikan sebagai nama pegunungan di Papua sebagai pintu gerbang Indonesia dari sebelah timur.

Mereka adalah penjaga gerbang setia di Vaikuntha, Istana Wisnu. Dikisahkan Wisnu ingin suasana tak terganggu saat berdua dengan istrinya Lakshmi. Jaya dan Wijaya diinstruksikan untuk tidak mengizinkan semua pengunjung masuk. Empat tamu telah mempunyai janji untuk bertemu dengan Wisnu, akan tetapi Jaya dan Wijaya menolak mereka masuk ke dalam istana. Ke empat tamu tersebut marah dan memberi kutukan bahwa ke dua raksasa penjaga tersebut akan turun di dunia dan lahir dua belas kali sebagai musuh Wisnu.

Setelah selesai kejadian, Wisnu datang dan mengatakan bahwa mereka cukup lahir tiga kali sebagai musuh Wisnu dan akan kembali lagi bersama Wisnu. Jalan yang biasa ditempuh manusia untuk Jumbuh Kawula Gusti, bertemu dengan Gusti adalah dengan jalan berbuat kebaikan, dharma. Jalan Jaya dan Wijaya adalah jalan pintas tercepat, setiap saat dalam kehidupannya di dunia mereka hanya berpikir tentang musuhnya yaitu Wisnu, tak ada waktu senggangpun tanpa berpikir tentang Wisnu musuhnya.

Jaya dan Wijaya pertama kali lahir sebagai saudara kembar iblis, Hiranyaksha dan Hiranyakashipu yang dibunuh oleh Prahlada sebagai titisan Wisnu. Jaya dan Wijaya kemudian mengambil kelahiran kedua sebagai Rahwana dan Kumbhakarna, yang terbunuh oleh Sri Rama sebagai titisan Wisnu juga. Akhirnya, Jaya dan Wijaya lahir sebagai Shishupal dan Dantavakra dan dibunuh oleh Wisnu yang menitis sebagai Sri Krishna.

Hutan tanaman dan binatang adalah berbagai sifat dan tabiat manusia

Dalam Gunungan terdapat gambaran tentang hutan tanaman dan binatang.

Jutaan tahun sebelum manusia hadir, bumi telah dipersiapkan melalui mekanisme alam semesta. Bumi terpilih sebagai lokasi yang ideal untuk kehadiran berbagai tumbuh-tumbuhan, fauna-flora dan manusia serta makhluk-makhluk yang kita tidak mengetahuinya.

Di mulai dengan tumbuh-tumbuhan yang bersel satu sedikit demi sedikit pertumbuhan tanam-tanaman berevolusi ke wujud-wujud yang lebih sempurna, baru kemudian hadir fauna, dan jutaan tahun kemudian hadir manusia dari suatu ekosistem yang saling menunjang, saling membutuhkan, semuanya lestari, berkesinambungan, yang kita sebut dengan suatu kesatuan.

Suatu teknologi yang sangat menakjubkan, setiap bentuk warna, dari suatu tumbuh-tumbuhan bermanfaat berbeda suatu dengan yang lainnya. Juga berbagai cabang, ranting, akar, umbi-umbian dari sesuatu tanamanpun berbeda-beda manfaatnya. Diperlukakan kurun waktu yang panjang untuk mempelajari semuanya. Leluhur kita bahkan menyimbolkan berbagai buah-buahan sebagai persembahan yang sakral bagi Yang Maha Kuasa. Kekuatan tanaman disebut Sri ( Yang Maha Agung), agar umat manusia mau mengikuti hukum alam dengan menyantap tanaman sebagai sumber energi, obat-obatan, gizi, protein, vitamin dan lain-lainnya.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa kata sayur dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Sansekerta ayur yang berarti tumbuh-tumbuhan yang menyehatkan atau yang bermanfaat bagi umat manusia. Ilmu mengenai kesehatan yang dihasilkan oleh berbagai tumbuh-tumbuhan ini sudah hadir ribuan tahun yang lalu dengan nama Ayur-veda. Para ahli kesehatan meneliti berbagai manfaat dari berbagai tumbuh-tumbahan yang hadir di berbagai belahan bumi, dan berbagai topografi dan iklim yang berbeda-beda.

Manusia perlu sadar bahwa di dalam dirinya masih tersisa nafsu kebinatangan. Kebutuhan makan-minum, kenyamanan dan seks dalam diri binatang juga masih ada dalam diri manusia. Manusia harus meningkatkan harkat dirinya dengan sifat kasih dan ketidak terikatan terhadap dunia. Hidupnya hanya untuk berbakti dan melayani sesama. Alam semesta ini juga tidak mempunyai pamrih kecuali sekedar berbakti dan melayani makhluk hidup.

Alam bersifat memberi dan tidak membeda-bedakan

Pada hakikatnya Gunungan memuat ajaran agar manusia meneladani alam dan bertindak selaras dengan alam.

Ajaran Astabrata dari Rama kepada Wibisana pada hakikatnya adalah pelajaran bagi manusia agar meneladani tindakan alam. Rama memberi nasehat kepada Wibisana, agar: Meniru sifat Matahari, Bulan, Bintang, Awan, Bumi, Samudera, Api dan Angin. Ke delapan unsur alam tersebut semuanya bertindak sesuai kodratnya. Mereka hanya sibuk bekerja menjalankan tugas dari Yang Maha Kuasa saja. Inilah contoh dari alam semesta yang bersifat kasih, hanya memberi, tanpa membeda-bedakan, dan tanpa pamrih sedikit pun juga.

Tanaman dan hewan pun memberikan banyak persembahan kepada makhluk lainnya. Lebah membuat madu jauh melebihi kebutuhannya untuk makan di luar musim bunga. Bahkan lebah menjaga kemurnian madunya yang sebagian besar justru dipersembahkan kepada manusia. Ayam bertelur sebutir setiap hari, dan tidak semuanya dipergunakan untuk meneruskan kelangsungan jenisnya. Sapi juga memproduksi susu melebihi kebutuhan untuk anak-anaknya. Padi di sawah menghasilkan butir-butir gabah yang jauh melebihi kepentingan untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan kelompoknya. Pohon mangga juga menghasilkan buah mangga yang jauh lebih banyak dari yang diperlukan untuk mengembangkan jenisnya. Pohon singkong memberikan pucuk daunnya untuk dimakan manusia, akar ubinya pun juga dipersembahkan, mereka menumbuhkan singkong generasi baru dari sisa batang yang dibuang. Sifat alami alam adalah penuh kasih dan ebih banyak memberi kepada makhluk lainnya.

Penutup
Semoga tulisan yang merupakan ramuan dari berbagai sumber ini semakin membuat kita mencintai budaya kita. Mereka yang tidak mengapresiasi budaya sendiri adalah orang-orang tanpa budaya. Olesan bedak tebal budaya asing tidak pernah mempercantik wajah kita. Kenalilah budaya sendiri untuk menemukan jati diri (SMS Wisdom). Terima kasih Guru.

by : http://www.oneearthmedia.net

>Hakikat Makrifat Yesus

>Dalam Injil dikisahkan tentang proses perjalanan Nabi Isa Al Masih dalam mencapai Pencerahan Rohani, yaitu ketika ia di baptis oleh Yohanes dengan cara ditengelamkan ke dalam sungai Yordan. Kisah ini diabadikan dalam Injil.

“Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat itu ia ditenggelamkan dalam air, ia melihat Langit terdekat terkoyak dan Roh Kudus seperti burung merpati putih turun di atas kepalanya. (Injil, Markus 1 : 9 – 10)

Di dalam Injil juga dijelaskan secara simbolis metode Pencerahan Rohani yang dipraktekan oleh Nabi Isa dan para pengikutnya :

“Apabila kamu hendak bersembahyang, masuklah ke kamar dalammu dan pintu-pintumu hendaknya dikunci, bersembahlah kepada Tuhanmu yang terlihat dan tersembunyi itu, kepadamu akan meluluskan (mensyahkan sembayangmu)”. (Injil, Matius 6 : 6)

“Tatkala mereka turun dari atas “Gunung” itu berpesanlah Yesus kepada mereka (para pewarisnya yang baru dibaptis) : Janganlah kamu mengatakan “Penglihatannmu” itu kepada seorang juapun sebelum manusia itu bangkit dari mati”. (Injil Matius 17 : 6)

“Yesus berkata : “Sesungguhnya aku berkata kepadamu, kalau kamu tiada berbalik seperti “bayi”, sekali-kali tiada kamu mampu masuk ke dalam Kerajaan Allah”. (Injil, Matius 18 : 3)

Sampai saat ini, di dalam ajaran Kristiani terdapat metode Pencerahan Rohani yang disebut Pembaptisan (dalam Islam disimbolkan dengan teknik “Shibghatullah” = “Celupan Allah” ) dengan cara diselamkan ke dalam kolam yang berisi air, yang dibimbing oleh seorang Pendeta di dalam sebuah gereja.

Di dalam Al Qur’an juga dikisahkan secara simbolis proses Pencerahan Rohani dari seorang wanita Suci yang bernama Siti Maryam ibu kandung dari Nabi Isa Al Masih :

Dan tersebutlah kisah Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebalah Timur”. (QS Maryam 19 : 16)

“Ketika akan melahirkan kandungannya ia merasa sakit dan memaksa ia bersandar pada Pangkal Pohon Korma, ia berkata : “Alangkah baiknya jika aku dapat mati saat ini sehingga aku dapat melupakan dan dilupakan seperti barang yang tidak berarti”.

“Maka Jibril menyerunya dari tempat rendah : “Jangalah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu akan menjadikan Anak Sungai di bawahmu”.

“Dan dekatkanlah pangkal Pohon Korma itu ke arah mukamu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah korma yang masak kepadamu”.

“Maka makanlah dan minumlah dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu bertemu dengan seorang manusia (dan bertanya tentang hal ini), katakanlah : “Sesungguhnya, aku telah berjanji kepada Tuhan Yang Maha Pemurah untuk berpuasa serta tidak akan berbicara pada hari ini dengan seorang manusiapun”. (QS Maryam 19 : 23 – 26).

Demikianlah kisah nabi Isa Al Masih dan Siti Maryam dalam mendapatkan pengalaman Pencerahan Rohani menemui Cahaya Allah yang diabadikan dalam Al Qur’an dan Injil yang difirmankan dalam bentuk kalimat Mutasyabihat. Oleh para Sahabat Nabi Isa Al Masih, ayat-ayat tersebut kemudian di visualisasikan dalam Simbol Yesus Yang Sedang Di Salib, yang hakekatnya merupakan perlambang orang yang menjalani metode Mati Dalam Hidup, dimana dia harus “menyalib” dirinya sendiri.

Yang di salib itu adalah 4 nafsu, yaitu :

  1. Amarah, yang bersumber di dua lubang telinga.
  2. Lawamah, yang bersumber di satu lubang mulut.
  3. Sufiah, yang bersumber di dua lubang mata.
  4. Mutmainah, bersumber di dua lubang hidung.

Berikut ini penggambaran Penyaliban Yesus, yang dikaitkan dengan proses pengendalian Hawa Nafsu untuk mencapai Pencerahan Ruhani oleh Nur Ilahi :

1. Kaki Yesus di salib dimana terlihat bahwa kaki Yesus dipaku sampai tembus ke kayu salib, ini bermakna nafsu Lauwamah, posisi paling rendah, sebuah nafsu yang cenderung ke arah hewaniyah, mengajak manusia untuk berbuat buruk, serakah, tamak, dan loba. Bila ingin menuju Ilahiah, nafsu ini wajib dipaku atau dikendalikan (bukan dibunuh).

2. Tangan kiri yesus di salib, dimana terlihat tangan kiri Yesus yang dipaku diatas kayu salib merupakan perlambang nafsu Amarah, nafsu yang mengajak manusia untuk bersifat iri dan dengki, yang dapat memacu manusia untuk mencari gemerlap dunia dan kekayaan tanpa aturan. Jika nafsu ini berlebihan dan tidak dikendalikan maka manusia akan menjadi serakah. Jadi nafsu ini wajib “dipaku” juga.

3. Tangan kanan Yesus disalib, dimana terlihat tangan kanan Yesus yang dipaku, hal ini merupakan perlambang nafsu Sufiah. Nafsu yang mengajak manusia untuk mencintai dan dicintai, menghormati dan dihormati, berkuasa dan lain-lain. Jika nafsu ini berlebihan dan tidak dikendalikan maka dapat memacu manusia untuk bersifat serakah, dan melupakan Tuhannya. Jadi nafsu ini juga harus dipaku.

4. Kepala Yesus, dimana terlihat bahwa kepala Yesus tidak dipaku, inilah perlambang Nafsu Mutmainah, nafsu yang bersifat tenang dan mengajak manusia untuk ingat kepada Tuhannya dan selalu rindu untuk Liqa’ Allah, sehingga dilambangkan Kepala Yesus yang tidak dipaku. Nafsu Mutmainah adalah Nafsu yang dapat memimpin ketiga nafsu lainnya, yaitu Amarah, Lawamah dan Sufiah, agar terarah ke Jalan Menuju Allah.

5. Duri di kepala Yesus, hal ini merupakan perlambang, bahwa Ilmu Makrifat atau Ilmu Ruhaniah, itu tidak hanya mengandalkan akal saja. Kata Akal berasal dari kata serapan bahasa Arab, yaitu kata “Iqal” yang artinya mengikat atau belenggu. Jadi akal adalah ikatan dari tiga daya Cipta, Rasa dan Karsa. Dalam mengenal Allah jangan hanya mengandalkan akal saja, karena ketiganya mempunyai keterbatasan. Akal tidak akan dapat memahami masalah Ilahiah. Keterbatasan akal ini, digambarkan dengan tali duri yang mengikat kepala. Tegasnya, akal harus diikat dengan duri. Dalam memahami masalah Ketuhanan, kita harus menggunakan Kemampuan Rahsa Rohani.

6. “Cahaya” bersinar dikepala Yesus yang juga membias sampai dada Yesus merupakan perlambang Qolbu atau Thur Sin Yang Sudah Tercerahi Oleh Cahaya Ilahi.

“Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkatmu kepada-Ku…” (QS 3 : 55)

“Dan keselamatan atasnya pada hari dia dilahirkan, pada hari dia diwafatkan dan pada hari di dibangkitkan hidup kembali” (QS 19 : 15)

“Apakah orang-orang yang sudah mati (dalam hidup) kemudian Kami membangkitkannya hidup kembali, dan Kami berikan kepadanya Cahaya, yang dengan Cahaya itu dia dapat berjalan-jalan di tengah manusia, sama dengan orang yang dalam Kegelapan, yang tidak dapat keluar dari Kegelapan tersebut ? Demikianlah orang-orang Tertutup itu memandang baik apa yang mereka kerjakan” (QS Al An’am 6 : 122)

“Tubuh itu seperti Maryam, dan masing-masing diri kita mempunyai Isa di dalam.
Apabila derita (karena cinta) muncul dalam diri kita,
Isa akan lahir”
(Jalaluddin Ar Rumi, dalam Kitab Fihi ma fihi)

“Cahaya Allah itu berada dalam rumah, yang dizinkan oleh Allah untuk di luhurkan, yang di sana diingat Nama-Nya, di sana juga (orang) memahasucikan Dia pada pagi dan petang hari” (QS 24 : 36)

“Cahaya Allah itu berada dalam rumah, yang dizinkan oleh Allah untuk di luhurkan, yang di sana diingat Nama-Nya, di sana juga (orang) memahasucikan Dia pada pagi dan petang hari” (QS 24 : 36)

http://www.facebook.com/#!/notes/kuswanto-abu-irsyad/hakekat-kemarifatan-nabi-isa-al-masih/477166784038

“Wahai orang yang beriman; berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam ), kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Barangsiapa kafir (tidak beriman) kepada Allah, malaikat-Nya. kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan Hari Akhirat, maka sesungguhnya orang itu sangat jauh tersesat.” (QS. An Nisaa’ (4): 136

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kalian semua agama yang satu dan Aku Tuhan kalian, maka sembahlah Aku.” (QS. Al Anbiya (21): 92)