>Air Hexagonal Therapy

>

“Segala sesuatu yang Anda pancarkan lewat pikiran, perasaan, citra mental, dan perkataan atau kata-kata Anda akan didatangkan kembali ke dalam kehidupan Anda” (Catherine Ponder, Dynamic Law of Prosperity).

Hati adalah inti dari Jiwa dan Ruh. Jiwa adalah sumber kekuatan seseorang. Orang yang Jiwanya lemah, akan tampil sebagai sosok yang lemah. Serta memberikan pengaruh yang suram kepada orang-orang yang ada disekitarnya serta terhadap lingkungannya. Orang yang berjiwa lemah adalah orang yang vitalitas energinya rendah. Orang type ini sebenarnya mempunyai efek buruk bagi lingkungannya, karena dia secara tidak sadar akan menyerap vitalitas energi dari orang-orang yang berada di dekatnya. Dan apabila energi orang yang di dekatnya itu tidak cukup kuat, maka dia akan merasa terkuras energinya dan merasa lesu dan bahkan menjadi sakit.

Sedangkan orang yang berjiwa kuat akan tampil sebagai sosok yang ‘kuat’ pula. Orang yang memiliki Jiwa kuat, bukan hanya berpengaruh pada keteguhan pribadinya, melainkan bisa digunakan untuk memberi kekuatan pada orang lain, bahkan benda-benda di sekitarnya.

Energi mengalir kemana pikiran tertuju. Manakala ada aliran energi dan perhatian, suatu peristiwa akan terjadi. Manakala anda mengarahkan perhatian anda, dan tetap memperhatikan dengan cara itu ke-sebuah objek atau gagasan, maka aliran energi akan membawanya. Dan berdasarkan sifat pikiran anda maka seperti itulah sifat energi yang terpancar keluar dari anda, baik yang berupa kata-kata maupun perbuatan.

Fikiran dan Materi
Hubungan antara materi dan pikiran adalah topik yang menjadi perdebatan sejak lama. Sungguh sangat berarti bila mampu mengeksplorasi hubungan tersebut.

Dr. Masaru Emoto, menulis sebuah buku yang berjudul “The True Power of Water”. Dalam buku ini dibahas mengenai hasil penemuannya setelah melakukan penelitian terhadap air. Bersama temannya seorang ilmuwan yang ahli mikroskop bernama Kazuya Ishibashi berhasil mendapatkan foto-foto kristal air pertama di dunia dengan reaksi atau respons terhadap kata-kata yang diucapkan manusia baik yang positif maupun negatif.

Dari penelitan Masaru Emoto itu didapatkan bahwa air mampu merespon kata-kata negatif maupun posistif. Jika kita mengatakan kepada air kata-kata “Cinta atau terimakasih” maka hasil foto kristal air membentuk segi enam yang indah. Sebaliknya jika kita mengatakan kepada air “kamu bodoh” maka kristal air justru membentuk gambar yang jelek sekali. Dan ketika dibacakan do’a maka kristal air membentuk gambar yang sangat indah. Kesimpulannya bahwa air memiliki respon terhadap kata-kata sama halnya seperti manusia. Mengapa? Tubuh kita sendiri terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya.

Penelitian juga dilakukan dengan meneliti sample-sample air di sejumlah sungai di berbagai negara antara lain di Jepang, Canada, Amerika dan negara lainnya, ternyata diperoleh hasil bahwa di tiap sungai kenampakan kristalnya berbeda-beda tergatung kualitas airnya juga, daerah yang dekat dengan mata air kristal airnya lebih bagus, hexagonal sempurna dibanding didekat pemukiman kristalnya kurang bagus tidak membentuk hexagonal yang sempuna, bahkan pernah ada peristiwa ketika ada sebuah danau yang airnya keruh dan sebelumnya diteliti dalam miskroskop elektron, tidak membentuk kristal setelah didoakan air danau berubah menjadi berkristal bagus hexagonal.

Bahkan beliau juga meneliti pengaruh kata terhadap nasi yang dimasukkan dalam toples dan masing-masing ditulisi kata yang berbeda. Yang satu ditulis terima kasih dan yang lainnya ditulisi kata kamu bodoh, ternyata toples yang ditulisi kata terima kasih tidak basi, sedangkan yang ditulisi kata kamu bodoh cepat basi bahkan warnanya sudah berubah menjadi kehitaman.

Dari hasil Penelitian ini maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik.

Menurut para ahli kesehatan bahwa stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit karena pikiran yang stress akan memancarkan gelombang energi negatif ke seluruh tubuh. Sebaliknya jika kita berfikir positif, maka energi positif akan memancarkan gelombang energi yang posisitif sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga. Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif.

Itulah sebabnya mengapa ada korelasinya antara DOA dan kristal air. Karena 99% saat manusia memulai hidupnya sebagi janin adalah air, ketika lahir 90% adalah air dan pada usia dewasa 70% adalah air, maka sesungguhnya manusia esensi dominannya adalah air. Dengan kata lain ada korelasinya pula antara doa, kata cinta dan syukur, positif thinking dan kondisi darah kita yang akan berimbas langsung pada kondisi tubuh dan kesehatan kita. kesimpulannya ketika kita menjalani hidup penuh syukur, bahagia dan postif thinking maka kristal di darah kita juga akan semakin bagus sehingga kesehatan kita akan lebih terjaga.

Syukur atau terima kasih dan Cinta dalah dua kata yang mempunyai kristal paling bagus jika air diberi kata tersebut. Joe Vitale dalam bukunya the key mengungkapkan salah satu teknik ajaib untuk menghapus semua keyakinan yang membatasi.

Kalimat “Aku MencintaiMu” kepada Ilahi Tuhan semesta bisa memicu penyembuhan. Menurut Dr. Hew Len, hanya berkata “Aku mencintaiMu” kepada Ilahi Tuhan semesta akan memulai proses penjernihan atau pembersihan, kata-kata tersebut akan mengusik kalbu Anda, dan kata-kata tersebut akan direspon Ilahi Tuhan semesta yang kemudian akan mengirimkan sinyal untuk membersihkan memori apapun yang menghalangi Anda untuk berada saat ini dengan kejernihan dan kesadaran penuh. Intinya adalah menyingkirkan masalah dengan mencintai dan anda melakukannya dengan terus menerus berkata “aku mencintaiMu”.

Menurut Joe Vitale ada 3 pernyataan lain yang juga bisa digunakan yaitu ; “aku menyesal”, “Tolong Maafkan Aku”, dan “Terima Kasih”, sebenarnya hal ini sama seperti yang diajarkan dalam agama dalam hal ini kata “Bismillahhirohmanirrohiem” yang artinya dengan menyebut asma Allah yang maha pengasih lagi maha sayang (cinta), “Astagfirullah” yaitu mohon ampunan ke pada Allah dan “Alhamdulillahirabil Alamin” yaitu terima kasih dan syukur kepada Allah. Hal tersebut sering disebut berdzikir pada Tuhan.

Dalam wawancara berikut ini, fisikawan Dr. Cheng Li Luojia dan Dr. Chunbing membahas pentingnya eksperimen yang dilakukan Dr. Masaru.

  • Reporter (R): Menurut pendapat Anda, apa yang paling unik tentang eksperimen kristal air yang dilakukan oleh Dr. Masaru?
  • Dr. Cheng (DC): Percobaan ini cukup sederhana. Menunjukkan perbedaan cara kristalisasi air dalam situasi yang berbeda. Jarang ada sebuah eksperimen yang ringkas, intuitif dan mudah dimengerti. Ini merupakan sebuah prestasi besar.

Percobaan ini berkaitan dengan subyek yang sangat besar dan penting, yaitu bagaimana pentingnya pengaruh pikiran. Tidak banyak percobaan yang dilakukan pada bidang ini. Hubungan antara materi dan pikiran adalah topik yang menjadi perdebatan sejak lama. Sungguh sangat berarti bila mampu mengeksplorasi hubungan tersebut melalui sebuah eksperimen sederhana seperti ini.

Selain itu, foto asli dari eksperimen ini telah diperbesar 200-500 kali. Pengamatannya benar-benar telah mencapai tingkat mikroskopis, yakni mengamati bidang mikroskopis yang bukan suatu titik semata. Ini jarang terlihat di kalangan ilmiah. Saya percaya pengamatan seluruh bidang mikroskopis akan melahirkan dunia baru bagi kita. Saya pikir, baik dari segi subyek dan metodologi penelitiannya, percobaan ini merupakan awal yang baru dalam ilmu pengetahuan.

  • R: Hasil eksperimen kristal air telah diterbitkan secara rinci dalam dua jilid buku Messages from Water. Bagian mana yang paling berkesan bagi Anda?
  • DC: Gambar pertama dalam buku itu adalah sebuah citra es, air dalam keadaan beku, akan mencair tetapi belum menjadi air. Ini persis dengan simbolisasi aksara China untuk kata air (lihat foto pada artikel bagian pertama)! Nenek moyang bangsa China mungkin sudah memiliki kemampuan untuk melihat sampai ke tingkat mikroskopis. Foto ini memberi saya pemahaman baru tentang piktografik aksara China. Ketika kata Love (cinta) dan Thank You (terima kasih) ditulis pada sampel air, kristal air membentuk pola yang indah.

Ketika sampel air terpapar kata-kata kasar dan destruktif, kristal membentuk pola yang kacau dan tidak beraturan. Perbedaan hasil eksperimen ini sangat menakjubkan dan merupakan refleksi langsung dari pengaruh pikiran terhadap suatu masalah.

Kita terbiasa menganggap bahwa niat pikiran dan spirit seseorang adalah metafisik. Mereka termasuk kategori materi yang berbeda, namun percobaan ini telah mengungkapkan suatu hubungan yang mendalam antara materi dan pikiran.

Selanjutnya, kita juga dapat melihat bahwa pikiran baik berpengaruh positif pada materi, dan pola pikiran buruk membuat materi menjadi buruk. Ketika Anda berbicara “indah” kepada air, kristal akan menjadi indah. Ketika Anda berbicara “kotor”, kristal air benar-benar terlihat sangat kotor.

Melihat foto-foto kristal ini, seorang ibu mungkin akan memahami bahwa lebih banyak dorongan dan pujian akan membuat anak-anak menjadi lebih cerdas dan rupawan. Suasana keluarga yang harmonis juga akan mempengaruhi tanaman rumah menjadi lebih tampak sehat dan cantik. Kesadaran masyarakat akan manfaat eksperimen ini tidak boleh dianggap remeh.

  • R: Eksperimen ini juga menguji bagaimana bahasa, gambar, dan suara mempengaruhi air. Bagaimana pandangan Anda?
  • DC: Ini sangat menarik. Kata “Kebijaksanaan” yang ditulis dalam bahasa Jepang, Inggris dan Jerman, kristal air yang terbentuk adalah serupa. Kata “Kosmos” (alam semesta) yang ditulis dalam bahasa Jepang, Inggris dan Yunani, kristal yang terbentuk juga sama, begitu pula untuk kata “Cinta” dan “Terima kasih”.

Hal ini menunjukkan bahwa bukanlah kata, bahasa yang diucapkan, ataupun getaran suara yang menjadi penyebab pembentukan ini, akan tetapi proses berpikir yang terkandung dibalik bahasa atau arti yang diwakili oleh bahasa tersebutlah yang mempengaruhi air. Arti atau informasi yang sama akan menghasilkan efek yang sama, meskipun diungkapkan dalam bahasa yang berbeda. Dalam eksperimen air ini, jika kita memajukan pikiran kita satu langkah lebih jauh, setiap kata atau pikiran menghasilkan bentuk yang berbeda, lantas kesimpulan apa yang kita dapatkan? Kita hanya dapat sampai pada satu kesimpulan logis – arti sebuah kata menghasilkan sebuah bentuk! Dengan kata lain, pikiran memiliki bentuk! Bukankah itu mengatakan pikiran adalah materi?

Air juga sangat sensitif terhadap gambar.
Setelah “membaca” sebuah gambar lotus, kristal air akan tumbuh tanpa henti, seperti lotus tumbuh tanpa henti. Setelah “membaca” gambar pohon cemara, air akan mengubah warna secara berkala dalam proses kristalisasi, seperti pohon mengalami perubahan, seperti halnya proses pernapasan.

Namun yang lebih menarik adalah ketika air “membaca” gambar matahari atau kata “Sun” (matahari) dua kristal yang terbentuk adalah identik. Hal ini menunjukkan bahwa sebuah gambar juga memiliki semacam kesadaran, semacam informasi. Seperti halnya sebuah kata, ia mewakili semacam pikiran, namun dinyatakan dalam cara yang berbeda. Setiap jenis bentuk mewakili sejenis jiwa. Pepatah kuno mengatakan kepada kita bahwa kesamaan bentuk adalah kesamaan spirit. Ini adalah salah satu alasan mengapa lukisan dapat mengekspresikan pikiran dan emosi pelukis, serta menggetarkan perasaan yang melihatnya.

Kemampuan air dalam mendengarkan musik jauh lebih mengesankan.
Setelah air “mendengarkan” sebuah komposisi musik karya Sebastian Bach, bentuk kristal air terlihat teratur, rapi dan jelas. Bentuk kristal air terlihat jelas dan tersirat “kegembiraan” setelah air “mendengarkan” musik Simfoni Pastoral karya Beethoven.

Setelah mendengarkan irama yang menenangkan, air akan menjadi jelas dan murni. Setelah mendengarkan komposisi musik berjudul Forest in the Dim Light of Night, kristal air tampak diselimuti cahaya remang-remang malam. Keremangan yang direfleksikan kristal bukan disebabkan kurangnya cahaya, tapi suara. Hasil tersebut menunjukkan bahwa suara dan bentuk obyek saling berhubungan. Ini benar-benar membuka dunia yang sama sekali baru.

Hubungan yang saling berhubungan antara suara dan bentuk merupakan konsep baru yang penting. Sebagai contoh, alat musik yang baik harus memiliki bentuk yang baik. Pada zaman dahulu, ketika membuat sebuah lonceng, ahli lonceng berpengalaman akan mengetahui apakah suara bel itu baik atau tidak hanya dengan melihat bentuk lonceng itu ketika dibawa keluar dari tungku cetakan. Pengaruh suara terhadap bentuk termanifestasi sangat jelas dalam percobaan ini.

  • R: Kebanyakan orang pada awalnya terkejut ketika melihat keindahan kristal air yang mengagumkan itu. Mereka tidak menduga air memiliki begitu banyak konotasi.
  • DC: Sebenarnya dalam tradisi China, orang telah memiliki pemahaman menyeluruh tentang air. Sebagai contoh, dalam menciptakan obat, orang harus memilih air dengan hati-hati. Untuk membuat Aijiao (obat tradisional China), harus menggunakan air dari sumur Ai di Desa Ai, Provinsi Shandong. Merebus air untuk teh juga dipilih dengan cermat.

Beberapa teh harus menggunakan mata air tertentu, ada yang harus dibuat dengan air embun dari daun teratai, ada yang harus menggunakan salju dari bunga persik, dan bahkan ada yang harus menggunakan air dari bagian tertentu pada sungai tertentu. Semua ini tidak hanya membuktikan bahwa masyarakat China kuno adalah beradab dan berbudaya; mereka juga memiliki pengetahuan mendalam tentang sifat air. Saya pernah mendengar sebuah cerita:

Di pedesaan China, perempuan memiliki pengetahuan pengobatan sederhana namun efektif. Air adalah salah satu contoh yang paling umum. Bila seorang anak makan sesuatu yang tidak dimasak dengan baik, ia akan sakit perut. Kadang terasa amat menyakitkan sehingga anak bergulung-gulung di lantai. Ibunya akan memanaskan semangkuk air hingga ke titik di mana air baru akan mendidih tapi belum sampai mendidih. Ketika anak itu meminumnya, rasa sakit seketika akan hilang. Air berguna untuk berbagai keperluan. Pemahaman air adalah bagian dari tradisi bangsa China sejak zaman kuno.

  • R: Dalam catatan buku Messages from Water, penulis mengangkat beberapa pertanyaan, seperti dari mana asalnya, di mana ia pergi, apa tujuan keberadaannya, dan lain-lain. Bagaimana Anda menanggapinya?
  • DC: Dr. Emoto mampu melompat keluar dari kotak pemikiran dan mengambil pertanyaan yang mendalam. Ini merupakan indikasi dari pikirannya yang terbuka. Air merupakan faktor penting dalam penciptaan segala benda. Untuk memahami air, akan membantu kita untuk memahami materi, spirit dan kehidupan. (Pureinsight.org/fdz)

KESIMPULAN :

  1. Bahwa air terpengaruh oleh apa yang terjadi di sekitarnya; apakah yang terjadi itu kata-kata baik atau buruk ataupun orang yang berjiwa mutma’innah atau kotor.
  2. Firman Allah dan dzikir kepadaNya termasuk salah satu sumber kehidupan yang terbesar.
  3. Darah manusia, seperti diketahui, mengandung air lebih dari 70%. Jadi, kata-kata yang baik akan menambah kecerahan dan kesegarannya sedangkan kata-kata buruk akan menambah gelapnya dan kekotorannya..
  4. Anak Anda  buah hati anda, kata-kata apa kah yang ia terima dari Anda?
  5. Bagaimana Nabi saw menghadapi berbagai kondisi negatif? Beliau menghadapinya dengan sholat, doa, qiyamullail, banyak zikir, membaca Al-Qur’an dan berbagai ibadah lainnya.
  6. Nasihat: Tinggalkan berbagai tontonan buruk dari televisi dan surat kabar, dan hendaklah Anda kembali kepada kitabullah, dan tontonan yang baik, maka Anda akan menerima berita yang penting!
  7. Rumah Anda adalah bunga, di dalamnya Anda tinggal. Lalu apakah yang menghiasi di dalam rumah ini? Dzikir, bacaan al-Quran atau lagu-lagu dan suara setan?
  8. Hati anda adalah bunga, dengan apakah Anda menghidupkannya?!

Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman”. (Fushilat: 44).
Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (Al-Isro’: 82)
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah -lah hati menjadi tenteram. (Al-Ra’du: 28).

TIPS KHUSUS MEMBUAT AIR HEXAGONAL NAQS:
Letakkanlah sebotol air setiap anda melakukan aktifitas Dzikir ataupun Meditasi Kultivasi NAQS. Gunakanlah itu sebagai media penyembuhan untuk anda sendiri maupun keluarga anda. Namun ketika anda menggunakan air tersebut, janganlah sampai airnya habis. Sisakanlah airnya, lalu tambahilah lagi dengan air yang baru. Ketika menambahkan air yang baru, bacalah Surat Al-Fatihah 1 kali dan S. Al-Ikhlas 3 kali hadiahkan pahalanya kepada Nabi Muhammad SAW, serta Guru dan Ruhaniah Ahli Silsilah Syekh Thareqat Naqsyabandiyah.

Semoga bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: