>ESQ

>Apa itu ESQ?

Emosional Spritual Quetient atau yang disingkat ESQ adalah adalah lembaga training membentuk karakter kepemimpinan yang digelar oleh ESQ Leadership Centre. ESQ merupakan gabungan emotional, spriritual dan quontient, yaitu kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Bapak Ari Ginanjar selaku pencetus konsep ESQ, mencoba menggabungkan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emotional (EQ), dan kecerdasan spritual (SQ) dalam satu konsep yang saling terintergasi yang disebut ESQ. Di dalam konsep ESQ, semua manusia punya intelektual dan punya emosional, tapi kedua hal tersebut tidak sempurna kalau tidak disatukan dengan kecerdasan spriritual.

Dengan ESQ, kita sebagai manusia mengakui adanya Tuhan dengan segala kebesaran-Nya dan bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan konsep psikologi (religius) yang mengakui adanya Tuhan, yang berbeda dengan konsep psikologi Barat yang hanya mengandalkan intelektual (rasio) dan emosional.

Apa visi ESQ ?

Misi ESQ adalah menciptakan Indonesia Emas dan Dunia Emas. Untuk menciptakan visi Indonesia Emas dengan membentuk karakter peserta ESQ mengetahui jati dirinya, mengetahui Tuhannya, mengetahui orang tuanya menurut agamanya masing-masing. Di ESQ punya tujuh nilai dasar yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, adil, peduli dan visioner. Nilai-nilai inilah yang ditanamkan kepada peserta ESQ. Bila sudah mendapatkan nilai-nilai ini, mudah- mudahan diharapkan para alumni bisa membentuk suasana saling menghormati, menyayangi, tidak ada lagi saling menjatuhkan, saling membenci antara satu agama dengan agama lain, satu suku dengan suku lain. ESQ bukan lembaga dakwah, kebetulan para trainer beragama Islam dan konsepnya diambil dari ajaran Islam. Jadi banyak materi yang disampaikan trainer berdasarkan Islam. Namun demikan, training terbuka bagi agama apa saja karena konsepnya bersifat universal. Banyak juga peserta dan alumni yang non muslim.

Mencapai Visi Emas

Bagaimana The ESQ Way 165 memandang dan menyikapi perubahan? Perubahan adalah sebuah keniscayaan, karenanya perubahan menjadi misi ESQ. Untuk melakukan perubahan, ESQ lebih mengarahkan pada perubahan motif dan nilai yang dianut masyarakat, bukan hanya langsung mengubah perilaku yang merupakan dampak dari nilai dan motif yang dianut. Caranya adalah dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pusat orbit yang benar sehingga secara otomatis perilaku akan bergerak pada garis orbit secara harmonis.Diibaratkan, bangsa ini seperti tata surya yang mempunyai pusat orbit dan planet yang jumlahnya banyak dan bergerak pada garis orbit serta mengitari pusat orbit. Yang dilakukan ESQ adalah mengajak seluruh unsur bangsa ini untuk bergerak harmonis bersama-sama pada garis orbitnya dan mengitari pusat orbit yang benar yang sejatinya merupakan sebuah keniscayaan atau hukum alam.

ESQ tidak mengajarkan secara langsung “Jangan korupsi!”, misalnya. Tapi motif atau pusat orbitnya yang harus kita ubah karena korupsi merupakan perilaku yang keluar dari garis orbit, dan untuk memperbaikinya adalah dengan mengembalikannya ke pusat orbit, yaitu dari materialisme menuju spiritualisme sehingga korupsi akan terhenti dengan sendirinya.

Karenanya, sejak tahun 2001, ESQ mulai melakukan langkah nyata untuk mengubah masyarakat. Saat itu, masyakarat masih berorientasi pada kecerdasan intelektual. Bangsa ini memiliki banyak orang pintar dan sumber daya alam yang melimpah, namun bangsa ini terus mengalami krisis yang tak pernah terselesaikan.

Bangsa ini sudah melakukan pergantian segalanya, termasuk sistem, namun perubahan yang diharapkan tak kunjung datang. Fenomena ini membuat ESQ berinisiatif untuk mengenalkan dua kecerdasan lain yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang harus ditekankan, didorong dan dikibarkan sehingga orientasi perbaikan tidak melulu pada perbaikan fisik namun juga emosi dan spiritual yang menjadi sumber penggerak. Pertama, kecerdasan spiritual harus menjadi pusat orbit yaitu manusia harus tahu apa nilai dan prinsip hidup yang benar. Kedua, manusia harus memiliki kecerdasan emosi, yaitu kemampuan untuk merasa apabila keluar dari garis orbit (kepekaan sosial). Ketiga, harus memiliki kecerdasan intelektual sehingga manusia berjalan pada garis orbitnya secara efektif dan efisien. Di tahun 2005, dengan upaya yang keras dan gigih, akhirnya masyarakat mulai menyadari dan mau menerima keberadaan ESQ.

Dengan mengenalkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual, ESQ menghendaki perubahan masyarakat Indonesia menuju apa yang dinamakan “Indonesia Emas”. Indonesia Emas adalah sebuah masyarakat Madani yang sadar spiritual (SQ), mental yang tangguh (EQ), sekaligus mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi (IQ). Bukan hanya kesejahteraan ekonomi dan intelektualnya yang tinggi seperti bangsa Barat, tapi miskin spiritualitas. Atau sebaliknya, bukan hanya tinggi spiritualitasnya tapi lemah secara ekonomi dan intelektual.

Bagaimana mencapai visi Indonesia Emas 2020? Apabila kita melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat Madani, maka ada tiga tahapan untuk membentuknya.

  1. Pertama, tahap spiritualitas ketika manusia dibentuk untuk menyadari siapa dirinya, untuk apa ia dilahirkan dan siapa Pencipta dirinya. Ini yang dinamakan sebagai era Gua Hira, ketika Surat Al ‘Alaq diturunkan. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakanmu dari segumpal darah…”. 
  2. Kedua, tahap mentalitas ketika manusia dibangun mentalnya untuk memiliki komitmen spiritual yang disebut sebagai era Mekkah. 
  3. Ketiga, tahap pembangunan sosial ekonomi ketika masyarakat diberdayakan secara ekonomi dan sosial yang disebut sebagai era Madinah. Secara sederhana, ketiga tahapan tersebut kompatibel dengan urutan pelaksanaan ibadah haji yaitu Wukuf (Gua Hira), Thawaf (Mekkah) dan Sa’i (Madinah).

Wukuf adalah ketika manusia menyadari nilai-nilai spiritual yakni saat ia mengenal siapa dirinya, untuk apa dilahirkan dan apa tujuan hidupnya. Thawaf adalah ketika manusia membangun komitmen spiritualnya. Sa’i adalah ketika manusia mengaplikasikan nilai-nilai dan komitmen spiritual secara teguh dan setia dalam langkah nyata.

Komitmen spiritual atau komitmen fisik (intelektual)?

Manakah yang lebih dahulu yang harus dipenuhi, komitmen spiritual atau komitmen fisik (intelektual)? Berdasarkan Piramida Kebutuhan Abraham Maslow yang selama ini dianut, maka kebutuhan fisik (Basic Need) menempati urutan pertama, kemudian diikuti Safety Need, Social Need, Self Esteem, dan Self Actualization, sehingga yang terjadi saat ini adalah manusia yang tidak pernah puas dengan segala kebutuhan dasarnya yang bersifat relatif dan terus berlomba memperebutkannya bahkan dengan menghalalkan segala cara, dan jarang yang berhasil mencapai tingkat aktualisasi diri. Akibatnya, yang lahir adalah manusia yang kehilangan jati diri spiritualnya (Spiritual Pathology)

Seperti kita ketahui, di akhir hayatnya, Abraham Maslow menyatakan bahwa piramida tersebut terbalik. Lalu, bagaimana piramida kebutuhan yang sebenarnya?

Dengan lugas, Tokoh Perubahan 2005 versi Republika tersebut menyatakan, bahwa urutan kebutuhan manusia sesungguhnya sudah diajarkan Nabi Ibrahim As dalam urutan pelaksanaan ibadah haji, 4500 tahun yang lalu, namun kita tidak pernah memahaminya. Urutan tersebut adalah:

  1. Self-Actualization (aktualisasi diri), yaitu makna yang didapat saat Wukuf di Arafah ketika manusia menyadari siapa dirinya, dari mana asalnya, dan mau kemana dia. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakanmu dari segumpal darah…(QS 96: 1)).
  2. Self Esteem (Pengakuan Diri), dijawab dengan lontar jumrah ketika manusia harus melontarkan segala kesombongan dan kebanggaan akan diri yang selama ini justru dikejar.
  3. Social Need (Kebutuhan Sosial) dibangun dengan Thawaf, yaitu masyarakat yang memiliki nilai dan prinsip yang sama yang dilambangkan dengan pakaian Ihram, yang kemudian berputar bersama-sama mengelilingi satu nilai secara harmonis dan damai (Tauhid);
  4. Safety Need (Kebutuhan Rasa Aman), yang dijawab dengan Sa’i, yaitu ketika manusia merasa takut justru harus terus bergerak dan bekerja seperti yang dilakukan Siti Hajar yang terus berlari dari bukit Shafa ke Marwah;
  5. Basic Need (Kebutuhan Dasar) terpenuhi dengan cara yang baik dan benar. Itulah air zam zam yang penuh berkah, yaitu hasil dari kemenangan fisik (IQ), yang didahului dengan kemenangan mental (EQ) dan spiritual SQ). Inilah jawaban Nabi Ibrahim As atas keresahan Abraham Maslow.
 “Dan tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) suatu ilmu, melainkan Kami datangkan
kepadamu suatu (ilmu) yang benar dan paling baik penjelasannya”. (QS 25:33)

Perubahan Menuju Indonesia Emas

Perubahan adalah sebuah kepastian. Kapan pun dan di mana pun, pasti segalanya berubah. Ada yang berubah ke arah yang lebih buruk, ada yang ke arah lebih baik. Ada yang disebabkan bencana alam, ada yang karena ulah manusia sendiri. Apa pun sebabnya, situasi dan kondisi selalu berubah. Pertanyaannya, bagaimana mengarahkan perubahan tersebut?

Energi perubahan seperti sebuah pegas, apabila tekanannya besar akan mengakibatkan energi tekanan yang juga besar. Namun, permasalahannya adalah bagaimana kita mampu mengarahkan energi kinetik perubahan tersebut menuju ke arah yang benar. Dalam pekan-pekan terakhir, misalnya, kita bisa melihat energi perubahan tersebut mulai dari politik, ekonomi, bencana gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, gempa di Papua, banjir yang melanda daerah Pantai Utara Jawa, tanah longsor di Jember, demam berdarah, flu burung, antraks maupun formalin. Ini layaknya tekanan pada pegas yang mengakibatkan manusia terdorong untuk beradaptasi melakukan perubahan. Tekanan ini mengharuskan manusia Indonesia menghadapi serta beradaptasi dengan segala perubahan. Proses menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan ini merupakan sebuah energi positif yang harus diarahkan.

Bagaimana The ESQ Way 165 memandang dan menyikapi perubahan? Perubahan adalah sebuah keniscayaan, karenanya perubahan menjadi misi ESQ. Untuk melakukan perubahan, ESQ lebih mengarahkan pada perubahan motif dan nilai yang dianut masyarakat, bukan hanya langsung mengubah perilaku yang merupakan dampak dari nilai dan motif yang dianut. Caranya adalah dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pusat orbit yang benar sehingga secara otomatis perilaku akan bergerak pada garis orbit secara harmonis.Diibaratkan, bangsa ini seperti tata surya yang mempunyai pusat orbit dan planet yang jumlahnya banyak dan bergerak pada garis orbit serta mengitari pusat orbit. Yang dilakukan ESQ adalah mengajak seluruh unsur bangsa ini untuk bergerak harmonis bersama-sama pada garis orbitnya dan mengitari pusat orbit yang benar yang sejatinya merupakan sebuah keniscayaan atau hukum alam.

ESQ tidak mengajarkan secara langsung “Jangan korupsi!”, misalnya. Tapi motif atau pusat orbitnya yang harus kita ubah karena korupsi merupakan perilaku yang keluar dari garis orbit, dan untuk memperbaikinya adalah dengan mengembalikannya ke pusat orbit, yaitu dari materialisme menuju spiritualisme sehingga korupsi akan terhenti dengan sendirinya.

Karenanya, sejak tahun 2001, ESQ mulai melakukan langkah nyata untuk mengubah masyarakat. Saat itu, masyakarat masih berorientasi pada kecerdasan intelektual. Bangsa ini memiliki banyak orang pintar dan sumber daya alam yang melimpah, namun bangsa ini terus mengalami krisis yang tak pernah terselesaikan. Bangsa ini sudah melakukan pergantian segalanya, termasuk sistem, namun perubahan yang diharapkan tak kunjung datang. Fenomena ini membuat ESQ berinisiatif untuk mengenalkan dua kecerdasan lain yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang harus ditekankan, didorong dan dikibarkan sehingga orientasi perbaikan tidak melulu pada perbaikan fisik namun juga emosi dan spiritual yang menjadi sumber penggerak. Pertama, kecerdasan spiritual harus menjadi pusat orbit yaitu manusia harus tahu apa nilai dan prinsip hidup yang benar. Kedua, manusia harus memiliki kecerdasan emosi, yaitu kemampuan untuk merasa apabila keluar dari garis orbit (kepekaan sosial). Ketiga, harus memiliki kecerdasan intelektual sehingga manusia berjalan pada garis orbitnya secara efektif dan efisien. Di tahun 2005, dengan upaya yang keras dan gigih, akhirnya masyarakat mulai menyadari dan mau menerima keberadaan ESQ.

Dengan mengenalkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual, ESQ menghendaki perubahan masyarakat Indonesia menuju apa yang dinamakan “Indonesia Emas”.  Indonesia Emas adalah sebuah masyarakat Madani yang sadar spiritual (SQ), mental yang tangguh (EQ), sekaligus mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi (IQ). Bukan hanya kesejahteraan ekonomi dan intelektualnya yang tinggi seperti bangsa Barat, tapi miskin spiritualitas. Atau sebaliknya, bukan hanya tinggi spiritualitasnya tapi lemah secara ekonomi dan intelektual.

Bagaimana mencapai visi Indonesia Emas 2020? Apabila kita melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat Madani, maka ada tiga tahapan untuk membentuknya. Pertama, tahap spiritualitas ketika manusia dibentuk untuk menyadari siapa dirinya, untuk apa ia dilahirkan dan siapa Pencipta dirinya. Ini yang dinamakan sebagai era Gua Hira, ketika Surat Al ‘Alaq diturunkan. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakanmu dari segumpal darah…”. Kedua, tahap mentalitas ketika manusia dibangun mentalnya untuk memiliki komitmen spiritual yang disebut sebagai era Mekkah. Ketiga, tahap pembangunan sosial ekonomi ketika masyarakat diberdayakan secara ekonomi dan sosial yang disebut sebagai era Madinah. Secara sederhana, ketiga tahapan tersebut kompatibel dengan urutan pelaksanaan ibadah haji yaitu Wukuf (Gua Hira), Thawaf (Mekkah) dan Sa’i (Madinah).

Wukuf adalah ketika manusia menyadari nilai-nilai spiritual yakni saat ia mengenal siapa dirinya, untuk apa dilahirkan dan apa tujuan hidupnya. Thawaf adalah ketika manusia membangun komitmen spiritualnya. Sa’i adalah ketika manusia mengaplikasikan nilai-nilai dan komitmen spiritual secara teguh dan setia dalam langkah nyata.

Menilik Teori Pembentukan Karakter menurut FW Foerster (1869-1966), ada 4 ciri dasar pembentukan karakter, yaitu nilai, koherensi dan otonomi, serta keteguhan dan kesetiaan. Hal ini sudah dijelaskan 4500 tahun yang lalu dalam ritual haji yaitu Nilai yang dibangun saat Wukuf di Padang Arafah – Koherensi dan Otonomi yang dibentuk saat Thawaf di Mekkah – Keteguhan dan Kesetiaan yang dibangun dengan Sa’i di Madinah.

Jika teori di atas dijadikan sebagai pembanding dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini, nampaknya bangsa ini langsung melakukan Sa’i yaitu berupa pembangunan ekonomi dan ilmu pengetahuan serta teknologi, tanpa memiliki nilai-nilai spiritual (Wukuf) dan komitmen spiritual (Thawaf).

Bagi seseorang yang melaksanakan ibadah haji, apabila ia tidak melaksanakan urutan ibadah haji dengan baik dan benar, maka akan terkena dam (denda/batal). Itulah yang terjadi dengan bangsa Indonesia sekarang. Adanya gempa bumi, tsunami, formalin, banjir bandang, tanah longsor, flu burung, demam berdarah merupakan bentuk “dam” yang harus diterima akibat melanggar urutan di atas.

Dalam konteks pembangunan masyarakat Madani, bangsa Indonesia diibaratkan langsung memasuki era Madinah tanpa melalui era Gua Hira untuk mengenal makna kehidupan tertinggi, dan tanpa melalui era Mekkah untuk membangun komitmen spiritual. Dampaknya, hingga saat ini, krisis multi dimensi terus melanda dan tak kunjung selesai, yang hanya menghasilkan masyarakat yang cerdas intelektual tapi rendah kecerdasan emosi dan rendah kecerdasan spiritualnya. Yang terjadi kemudian adalah seperti yang dikatakan oleh Thomas Hobbes: Homo Homini Lupus Belium Omnium Contra Omnes (manusia memakan manusia, yang kuat
memakan yang lemah).

Ini berarti, Nilai – Komitmen – Keteguhan yang dbentuk melalui urutan Wukuf, Thawaf dan Sa’i adalah sebuah keniscayaan dalam membangun sebuah masyarakat Madani. Kesimpulannya, bangsa ini membutuhkan kecerdasan spiritual (SQ) untuk membangun nilai-nilai mulia dan luhur yang diperoleh ketika Wukuf di Padang Arafah; membutuhkan kecerdasan emosional (EQ) yang diperoleh saat Thawaf di Mekkah; membutuhkan kecerdasan intelektual (IQ) untuk mengaplikasikan nilai-nilai mulia dan komitmen spiritual tersebut dengan keteguhan seperti Siti Hajar yang berlari terus tak kenal lelah dari Bukit Shafa ke Marwah. Hasilnya, air zam zam yang yang tak pernah kering selama lebih kurang 4500 tahun. Itulah Indonesia Emas.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk jalan Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat” (QS An-Nashr : 1-3)

ESQ merupakan suatu program pencerminan jati diri seseorang tuk mengenali siapa dirinya, siapa Tuhannya, bagaimana tanggung jawab dan sebagainya dan akan dibawa kemana dirinya dalam hidupnya, dengan ESQ mudah-mudahan manusia dapat menemukan tujuan hidupnya dan akan mendapat kehidupan yang lebih baik, baik didunia dan insyaallah di akhirat kelak, amin.

by : http://www.scribd.com/doc/16510957/Apa-itu-ESQ

Iklan

Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS

Hukum Resonansi.
Hal ini mirip tapi tidak persis dengan Hukum Ketertarikan (the Law of Attraction) yang mengatakan bahwa apa yang Anda pancarkan ke luar sana adalah apa yang akan Anda tarik ke dalam hidup Anda. Like attracts like (Seperti/sejenis menarik seperti/sejenis)

Dimana Hukum Ketertarikan adalah benar-benar sebuah situasi, pribadi individual.
Hukum Resonansi menjelaskan tentang hubungan relasional di alam semeta. Hukum Resonansi harus dilakukan dengan melibatkan dua hal atau lebih yang terkait.

Seorang rekan sahabat saya mempunyai cerita yang sempurna untuk menggambarkan hukum ini ini. Dia telah bekerja sebagai pegawai administrasi di sebuah firma hukum beberapa tahun yang lalu dan melihat sendiri bagaimana Hukum Resonansi terjadi dan mempengaruhinya.

Dia mengatakan kepada saya, “aku duduk di samping seorang wanita selama tiga setengah tahun, kami berbagi meja Dia. bekerja di firma hukum selama sepuluh tahun bahkan sebelum aku sampai di sana dan ia benar-benar orang yang paling negatif yang pernah saya temui. Lebih buruk lagi, dia tidak pernah berhenti bicara Dan jadi rentetan rutin keluhan dan kebohongan..

“Saya bersimpati pada awalnya dan akan memberikan nasihat mendukung dan saran untuk pindah keluar dari pola pikir negatifnya. Akhirnya, Pola pikir saya sendiri mulai tidak bisa lepas dari mengamati kondisinya dan aku melihat diriku makin terpengaruh dan berlaku sepertinya, mulai suka mengeluh dan menjadi negatif setiap hari, minggu, bulan, dan akhirnya tahun berlalu. “

Jika Anda ada di sekitar seseorang secara konsisten, katakanlah selama delapan atau sembilan jam sehari, lima hari seminggu, atau jika Anda tinggal dengan seseorang yang telah gelap energi auranya, pesimis, dan Anda adalah seseorang yang memandang dunia dengan sikap positif, mungkin akan sulit untuk melawan alam bawah sadar anda yang menurunkan energi Anda karena mencoba untuk bersimpati dengan mereka.

Katakanlah Anda tidak bisa begitu saja berhenti dari pekerjaan di mana ada rekan kerja yang mengganggu atau mempunyai aura negatif. Anda akan perlu melakukan beberapa perlindungan diri ketika berhadapan dengan kepribadian negatif.

Hukum Resonansi mengatakan bahwa hubungan antara dua individu, terutama selama periode waktu yang panjang. Mengakibatkan terjadinya dua hal, yaitu akan membangkitkan energi yang negatif, menurunkan energi yang positif, atau menghasilkan kombinasi keduanya di mana mereka ‘ akan bertemu di suatu tempat di tengah.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dari tenggelam ke tingkat mereka.

Hal ini tidak selalu mungkin, tetapi langkah pertama adalah mengelilingi diri Anda dengan orang-orang positif. Namun, kenyataannya kita tidak selalu dapat memilih setiap orang yang kita kehendaki sebagai lingkungan bergaul yang sesuai dengan yang kita inginkan, contohnya adalah lingkungan kerja dimana kita menghabiskan waktu terbesar kita dalam 24 jam untuk bergaul bersama mereka. Kuncinya adalah anda harus tetap waspada dan sadar akan energi dari orang di sekitar kita. Jika energi negatif mereka menguasai energi positif kita, maka kita akan mendapatkan getaran energi kita akan ditarik ke bawah.

Jadi apa yang terjadi antara sahabat saya dan rekan kantornya tersebuat?
Yah, akhirnya sahabat saya, memutuskan dirinya untuk mempunyai sebuah meja baru di sisi lain dari kantor. Dia pergi ke manajer kantornya dan menjelaskana situasinya dan mengusulkan untuk mendapat sebuah meja yang tenang sendirian di dekat perpustakaan. Untunglah manajernya bisa memahamai situasinya dan mengizinkan dia memperoleh mejanya sendiri. Dan akhirnya dia merasakan beban berat telah dihapus dari beban kerjanya.

Namun tentu saja tidak semua orang dapat mengajukan untuk pindah meja atau pindah kantor. Tentu ada cara lain selain dengan cara menghindar tersebut. Yaitu dengan memperkuat vibrasi anda sendiri sehingga mencapai level Untouchable dan kemudian meningkat menjadi semakin kuat sehingga mencapai level Leader (Khalifah), yang mampu menjadi agen perubahan dan trendsetter bagi lingkungannya.

Memperkuat Bioenergi
Alam semesta terjadi / terbuat dari sekumpulan Energi. Semua benda hidup pada dasarnya adalah Kosong, akan tetapi berenergi. Seperti benda hidup, tubuh manusia terdiri dari Trilliuan sel yang masing-masing punya sumber dasar energi dikenal sebagai Bio-Energi. Tubuh kita sendiri mempunyai medan getaran gelombang elektro-magnetik, dimana secara terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya.

Bio-Energetik tubuh kita senantiasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik secara internal maupun external yang menyebabkan ketidak-seimbangan tubuh.

Sudah lumrah dan jadi kepercayaan banyak Dokter dan Ahli Terapi seluruh dunia dimana distorsi (penyimpangan) energi tersebut adalah awalnya tahapan penyakit fisik. Tubuh kita berkemampuan untuk penyembuhan diri-sendiri dengan memperbaiki (kembali ke fungsi kerjanya sendiri) dari ketidak-seimbangan saat tubuh sudah memperoleh energi yang cukup.

Alam semesta yang kita tempati diatur oleh hukum alam spesifik. Quantum fisika adalah sains (ilmu) yang mempelajari hukum alam ini. Quantum fisika menganalisa pembentukan segala sesuatu yang jadi hambatan di alam semesta kita dan menyulusuri kembali kejadian alam tersebut untuk dikembalikan ke sumber asalnya ( origin).

Quantum fisika menjadikan sebuah molekul memecah jadi level sub-atom. Setelah molekul terurai jadi atom, lalu dipecahkan jadi sub-atom partikel yang terdiri-dari foton, elektron, neuron, dan lain-lain.

Quantum fisika sekarang ini membawa kita langsung ke pengembangan kemajuan dari penjelasan fenomena-fenomena spiritual yang selama ini di anggap masih termasuk di dalam ranah kajian ilmu ghaib yang sukar untuk dinalar.

Transformasi Bioenergi dengan NAQS
Energi Ilahiah NAQS mempunyai frekwensi getaran yang sangat tinggi dan halus (Suci) serta belum terpolarisasi. Sehingga sangat tepat bila digunakan untuk menyeimbangkan ketidak seimbangan energi. Energi kekuatan supernya Sangat bermanfaat untuk keseimbangan gelombang (amplifier), penyimpanan, pemfokusan, transferan dan transformasi energi. Energi Ilahiah NAQS dapat digunakan untuk membersihkan, menyembuhkan, menarik, melindungi dan menjaga perbaikan medan energi. Karena tubuh kita diperkirakan 70-90% cairan (air), Energi Ilahiah NAQS ini juga meningkatkan aliran lancar (hidrasi) dalam tubuh dengan rata-rata kenaikan 23,5 % dan level oksigen darah juga meningkat rata-rata minimum 9,6 %. Juga dapat meningkatkan kuantitas nutrisi makanan dan naikkan kesegarannya.

Cara Kerja :
Pada saat Energi Ilahiah NAQS dipancarkan pada tubuh, getaran resonansinya mengubah struktur sel tubuh menjadi struktur molekular kembali ke keadaaan semula (origin) dan menetralkan kandungan susbstansi (zat) asing yang tidak dibutuhkan tubuh kita sehingga memberikan kelancaran aliran energi (hidrasi) dan proses asimilasi dalam struktur molekular. Semakin lancar aliran (hidrasi), semakin berefisiensi kerja tubuh mentransportasikan nutrisi dan hormon-hormon, juga mengeluarkan toksin-toksin. Energi Ilahiah NAQS bekerja untuk sistim imunitas kekebalan tubuh dan sistem saraf juga. Ketika Energi Ilahiah NAQS digunakan pada tubuh atau semua organisme hidup, maka getaran resonansinya mengaktifkan kekuatan energi dalam sel dan tisue jaringan lunak, membuka saluran energi dimana inisialisasi proses penyembuhan mandiri akan ditingkatkan

Manfaat :

  1. Meningkatkan level energi tubuh.
  2. Memperlancar peredaran darah, sehingga meningkatkan kenerja metabolisme.
  3. Cairan tubuh dan sel lebih berenergi.
  4. Air yang diminum, udara kita bernafas dan makanan yang dimakan menjadi lebih berenergi dan bermanfaat untuk metabolisme.
  5. Menetralkan efek radiasi (perusak) dari udara dan makanan yang dikonsumsi.
  6. Menguatkan dan restorasi(kembali ke fungsinya) “ATP” bioenergi tubuh.
  7. Membuka dan menguatkan semua aliran energi (chi) dalam tubuh.
  8. Merangsang positif fungsi semua organ tubuh dan kekebalan (imun) tubuh untuk memperlancar penghantaran oksigen ke semua sel tubuh.

MEDITASI dan  RESONANSI

Apakah Meditasi ?
Ada banyak versi yang menerangkan pengertian meditasi. Ada yang mengatakan mengkonsentrasikan Pikiran.
Ada yang mengatakan menghentikan Pikiran.

Jika diambil definisi konsentrasi pikiran, ini berarti ‘memaksa’ pikiran untuk bekerja, seperti saat mengerjakan soal matematika. Padahal dalam latihan meditasi kita diarahkan untuk relaks, mengendorkan seluruh bagian tubuh. Jadi pengertian mengkonsentrasikan pikiran sepertinya bertentangan dengan pelaksanaan meditasi itu sendiri.

Jika diambil definisi menghentikan pikiran, ini berarti pikiran akan diam dan kosong. Tetapi aneh saat diam, malah terjadi aktivitas tertentu menjadi sangat optimal.

MEDITASI adalah MERESONANSI PIKIRAN.

Pengertian Resonansi :
Jika kita amati senar sebuah gitar, jika di petik maka senar akan bergetar, dan mengeluarkan bunyi dengan frekuensi tertentu (misal 440 Hz). Sebaliknya jika bunyi dengan frkewensi 440 Hz di lantunkan dekat senar tadi. Maka senar yang bersangkutan akan ‘terganggu’ sehingga ikut bergetar, atau istilah bakunya Senar gitar BERESONANSI terhadap frekwensi lingkungan. Frekwensi 440 pada contoh diatas dikatakan sebagai frekwensi Pribadi.

Untuk gendang telinga ternyata bisa beresonansi dengan rentang frekuensi yang cukup lebar mulai dari 40 HZ hingga 20 KHz. Sehingga dalam waktu yang bersamaan bisa mendeteksi banyak sekali frekwensi. Gendang telinga sebetulnya menerima semua frekwensi tersebut secara proporsional, tetapi otak kemudian melakukan seleksi sehinga hanya frekwensi tertentu yang diinginkan saja diperhatikan oleh otak.

Ini memungkinkan kita tetap bisa bercakap ditengah bising lalulintas misalnya.

Bagimana caranya supaya gendang telinga hanya mendengar sedikit frekwensi saja?
Atau bagaimana supaya bisa mendengan diatas 20KHz ?
Hanya ada satu cara, gendang telinga tersebut harus di ‘Adjust’ sehingga frekwensi pribadinya berubah dan daerah resonansi-nya berubah.

Analogi dengan gendang telinga, Otak juga mempunyai frekwensi pribadi yang sangat lebar. Contohnya, ketika kita sedang melamun segala macam gambaran bisa muncul.

Jika dikaitkan dengan Holografik Universe, dan Teori kesetimbangan bagian kesetimbangan informasi/pola,
Maka di setiap titik di alam semesta akan mewarisi semua informasi. Termasuk di dalam Otak kita.

Sel Otak akan beresonansi dalam rentang tertentu saja. Ini berarti di setiap sel otak juga terdapat Informasi tentang seluruh alam semesta, pada rentang tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari bagian filter pada Otak akan menyeleksi Informasi mana saja yang dianggap perlu, Informasi hasil filter itulah yang kemudian muncul kepermukaan sebagai aktifitas pikiran.

Bagaimana cara nya supaya kita bisa mendapatkan informasi yang lainnya?

  1. Fungsi Filter harus diredam.
  2. Dipilih supaya daerah resonansi begeser.

Untuk meredam fungsi filter maka ritme aktivitas kehidupan harus diturunkan sehingga tingkat kesiapan dari si filter akan menurun dan tidak mudah bereaksi. Untuk menurunkan aktifitas tersebut, caranya adalah dengan relaksasi, dan seterusnya. Sehingga kesiagaan filter akan menurun. Kegiatan ini adalah awal mula memasuki tahap Meditasi.

Pada keadaan relaks sempurna ini maka segala bentuk frekuensi informasi akan masuk tanpa ada filter lagi, akibatnya akan terjadi over-lap dan interferensi sehingga tidak bisa lagi dibedakan antara informasi-yang satu dengan yang lain. Acak-acakan, mungkin muncul ini mungkin muncul itu, mungkin tidak muncul apa-apa. Inilah gambar-gambar yang terlihat dalam Mimpi !

Setelah segala macam frekuensi bisa masuk, Sekarang tugas kita adalah bagaimana supaya Pikiran hanya beresonansi pada satu frekuensi saja. Dengan resonansi pada daerah frekwensi yang sempit, maka kita bisa mengarahkan dan memilih informasi sesuai dengan yang diinginkan saja.

Inilah tahap kedua dari meditasi setelah relaks, Kita melakukan ‘adjustment’ agar daerah resonansi menjadi sempit, biasaya dilakukan dengan memperhatikan hal tertentu, misalnya memperhatikan aliran napas atau detak jantung. Pada tahap ini penerima untuk frekuensi yang lain akan berhenti, sehingga terasa seperti berhentinya Pikiran.

Tetapi Otak akan tetap mempunyai frekuensi pribadi, hanya saja lebar daerah resonansinya menjadi sangat sempit (Fokus), Dengan demikian sensitifitas pada daerah frekwensi sempit tersebut menjadi sangat-sangat tinggi!

Maka hal-hal yang biasanya tidak terasa menjadi terdeteksi. Pada kondisi ini, tergantung frekuensi apa yang dipilih. Jika awalnya diniatkan untuk mendapat ilmu silat, maka informasi mengenai ilmu itu yang akan diperoleh.

Jika awalnya diniatkan untuk mendapat pencerahan, maka frekwensi pencerahan yang akan diperoleh. Jika ingin mengendalikan nafsu hiper seks, bisa sembuh seketika. Dsb.

Tentu saja hanya dengan Niat, jika dengan keinginan maka filter mulai lagi bekerja, jadi harus dengan Niat. Selebihnya relaks dan relaks. Kemudian menyelaraskan pikiran untuk mulai menyempitkan daerah frekuensi sehingga bisa beresonansi.

Tetapi tunggu dulu, ada hal yang harus dikaji ulang :

Untuk merubah frekuensi pribadi senar gitar misalnya maka harus memodifikasi zat atau sifat fisik senar tersebut. Demikian pula, untuk bisa ‘adjustment’ sel otak maka harus memodifikasi struktur sel tersebut.

So, apakah mungkin ?
Lalu frekwensi yang dipilih hanyalah dengan niat, (begitu kenyataan empirisnya),
Maka apakah zat-zat real seperti sel otak bisa dipengaruhi hanya dengan niat ?

Maka dalam hal ini Otak yang saya uraikan diatas, bukanlah hanya otak secara kasar, tetapi menyangkut sisi imaginer dari Otak yaitu Chakra Mahkota.

Inilah sebetulnya yang disebut Meditasi, yaitu suatu aktifitas untuk meresonansikan Otak + Chakra Mahkota agar menjadi sensitif dalam menerima frekwensi tertentu. Sehingga Pikiran sebagai substansi yang ‘sadar’ bisa mengenali sesuatu yang disebut ‘pencerahan’

Meditasi NAQS
Pelatihan dalam bentuk Meditasi NAQS adalah sebuah jalan yang ditawarkan oleh NAQS Methode atas pengendalian pikiran dan kesadaran. Untuk memperoleh ketenangan bathin dan Fikiran serta sebagai sarana untuk pendekatan diri kepada Tuhan dan melakukan penyempurnaan jiwa dengan menyelaraskan atau meresonansikan vibrasi energi pribadinya dengan vibrasi Frekwensi Energi Ilahiah NAQS (Nuurun ‘ala nuurin) sehingga terjadilah sebuah proses Evolusi yang Holistik yang meliputi Body, Mind, & Spirit (Jasmani, Jiwa, & Ruh).

Karena meditasi NAQS menggunakan tekhnik resonansi dengan energi Kultivasi NAQS, maka hasilnya tentu tidak sama dengan tekhnik meditasi yang lain. Tahapan-tahapan yang ditempuhnyapun berbeda. Oleh karena itu belajar NAQS Methode tanpa memahami intisari pelajaran ini, maka si pelajar tidak akan memperoleh suatu hasil yang maksimal. Yang perlu di ingat adalah NAQS adalah sebuah sistem, anda tidak akan memperoleh manfaat yang banyak bila anda setengah-setengah dalam mengikutinya.

Jadilah bagian dari sistem, jagalah kondisi sistem, maka sistem akan menjagamu.

>Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS

>Hukum Resonansi.
Hal ini mirip tapi tidak persis dengan Hukum Ketertarikan (the Law of Attraction) yang mengatakan bahwa apa yang Anda pancarkan ke luar sana adalah apa yang akan Anda tarik ke dalam hidup Anda. Like attracts like (Seperti/sejenis menarik seperti/sejenis)

Dimana Hukum Ketertarikan adalah benar-benar sebuah situasi, pribadi individual.
Hukum Resonansi menjelaskan tentang hubungan relasional di alam semeta. Hukum Resonansi harus dilakukan dengan melibatkan dua hal atau lebih yang terkait.

Seorang rekan sahabat saya mempunyai cerita yang sempurna untuk menggambarkan hukum ini ini. Dia telah bekerja sebagai pegawai administrasi di sebuah firma hukum beberapa tahun yang lalu dan melihat sendiri bagaimana Hukum Resonansi terjadi dan mempengaruhinya.

Dia mengatakan kepada saya, “aku duduk di samping seorang wanita selama tiga setengah tahun, kami berbagi meja Dia. bekerja di firma hukum selama sepuluh tahun bahkan sebelum aku sampai di sana dan ia benar-benar orang yang paling negatif yang pernah saya temui. Lebih buruk lagi, dia tidak pernah berhenti bicara Dan jadi rentetan rutin keluhan dan kebohongan..

“Saya bersimpati pada awalnya dan akan memberikan nasihat mendukung dan saran untuk pindah keluar dari pola pikir negatifnya. Akhirnya, Pola pikir saya sendiri mulai tidak bisa lepas dari mengamati kondisinya dan aku melihat diriku makin terpengaruh dan berlaku sepertinya, mulai suka mengeluh dan menjadi negatif setiap hari, minggu, bulan, dan akhirnya tahun berlalu. “

Jika Anda ada di sekitar seseorang secara konsisten, katakanlah selama delapan atau sembilan jam sehari, lima hari seminggu, atau jika Anda tinggal dengan seseorang yang telah gelap energi auranya, pesimis, dan Anda adalah seseorang yang memandang dunia dengan sikap positif, mungkin akan sulit untuk melawan alam bawah sadar anda yang menurunkan energi Anda karena mencoba untuk bersimpati dengan mereka.

Katakanlah Anda tidak bisa begitu saja berhenti dari pekerjaan di mana ada rekan kerja yang mengganggu atau mempunyai aura negatif. Anda akan perlu melakukan beberapa perlindungan diri ketika berhadapan dengan kepribadian negatif.

Hukum Resonansi mengatakan bahwa hubungan antara dua individu, terutama selama periode waktu yang panjang. Mengakibatkan terjadinya dua hal, yaitu akan membangkitkan energi yang negatif, menurunkan energi yang positif, atau menghasilkan kombinasi keduanya di mana mereka ‘ akan bertemu di suatu tempat di tengah.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dari tenggelam ke tingkat mereka.

Hal ini tidak selalu mungkin, tetapi langkah pertama adalah mengelilingi diri Anda dengan orang-orang positif. Namun, kenyataannya kita tidak selalu dapat memilih setiap orang yang kita kehendaki sebagai lingkungan bergaul yang sesuai dengan yang kita inginkan, contohnya adalah lingkungan kerja dimana kita menghabiskan waktu terbesar kita dalam 24 jam untuk bergaul bersama mereka. Kuncinya adalah anda harus tetap waspada dan sadar akan energi dari orang di sekitar kita. Jika energi negatif mereka menguasai energi positif kita, maka kita akan mendapatkan getaran energi kita akan ditarik ke bawah.

Jadi apa yang terjadi antara sahabat saya dan rekan kantornya tersebuat?
Yah, akhirnya sahabat saya, memutuskan dirinya untuk mempunyai sebuah meja baru di sisi lain dari kantor. Dia pergi ke manajer kantornya dan menjelaskana situasinya dan mengusulkan untuk mendapat sebuah meja yang tenang sendirian di dekat perpustakaan. Untunglah manajernya bisa memahamai situasinya dan mengizinkan dia memperoleh mejanya sendiri. Dan akhirnya dia merasakan beban berat telah dihapus dari beban kerjanya.

Namun tentu saja tidak semua orang dapat mengajukan untuk pindah meja atau pindah kantor. Tentu ada cara lain selain dengan cara menghindar tersebut. Yaitu dengan memperkuat vibrasi anda sendiri sehingga mencapai level Untouchable dan kemudian meningkat menjadi semakin kuat sehingga mencapai level Leader (Khalifah), yang mampu menjadi agen perubahan dan trendsetter bagi lingkungannya.

Memperkuat Bioenergi
Alam semesta terjadi / terbuat dari sekumpulan Energi. Semua benda hidup pada dasarnya adalah Kosong, akan tetapi berenergi. Seperti benda hidup, tubuh manusia terdiri dari Trilliuan sel yang masing-masing punya sumber dasar energi dikenal sebagai Bio-Energi. Tubuh kita sendiri mempunyai medan getaran gelombang elektro-magnetik, dimana secara terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya.

Bio-Energetik tubuh kita senantiasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik secara internal maupun external yang menyebabkan ketidak-seimbangan tubuh.

Sudah lumrah dan jadi kepercayaan banyak Dokter dan Ahli Terapi seluruh dunia dimana distorsi (penyimpangan) energi tersebut adalah awalnya tahapan penyakit fisik. Tubuh kita berkemampuan untuk penyembuhan diri-sendiri dengan memperbaiki (kembali ke fungsi kerjanya sendiri) dari ketidak-seimbangan saat tubuh sudah memperoleh energi yang cukup.

Alam semesta yang kita tempati diatur oleh hukum alam spesifik. Quantum fisika adalah sains (ilmu) yang mempelajari hukum alam ini. Quantum fisika menganalisa pembentukan segala sesuatu yang jadi hambatan di alam semesta kita dan menyulusuri kembali kejadian alam tersebut untuk dikembalikan ke sumber asalnya ( origin).

Quantum fisika menjadikan sebuah molekul memecah jadi level sub-atom. Setelah molekul terurai jadi atom, lalu dipecahkan jadi sub-atom partikel yang terdiri-dari foton, elektron, neuron, dan lain-lain.

Quantum fisika sekarang ini membawa kita langsung ke pengembangan kemajuan dari penjelasan fenomena-fenomena spiritual yang selama ini di anggap masih termasuk di dalam ranah kajian ilmu ghaib yang sukar untuk dinalar.

Transformasi Bioenergi dengan NAQS
Energi Ilahiah NAQS mempunyai frekwensi getaran yang sangat tinggi dan halus (Suci) serta belum terpolarisasi. Sehingga sangat tepat bila digunakan untuk menyeimbangkan ketidak seimbangan energi. Energi kekuatan supernya Sangat bermanfaat untuk keseimbangan gelombang (amplifier), penyimpanan, pemfokusan, transferan dan transformasi energi. Energi Ilahiah NAQS dapat digunakan untuk membersihkan, menyembuhkan, menarik, melindungi dan menjaga perbaikan medan energi. Karena tubuh kita diperkirakan 70-90% cairan (air), Energi Ilahiah NAQS ini juga meningkatkan aliran lancar (hidrasi) dalam tubuh dengan rata-rata kenaikan 23,5 % dan level oksigen darah juga meningkat rata-rata minimum 9,6 %. Juga dapat meningkatkan kuantitas nutrisi makanan dan naikkan kesegarannya.

Cara Kerja :
Pada saat Energi Ilahiah NAQS dipancarkan pada tubuh, getaran resonansinya mengubah struktur sel tubuh menjadi struktur molekular kembali ke keadaaan semula (origin) dan menetralkan kandungan susbstansi (zat) asing yang tidak dibutuhkan tubuh kita sehingga memberikan kelancaran aliran energi (hidrasi) dan proses asimilasi dalam struktur molekular. Semakin lancar aliran (hidrasi), semakin berefisiensi kerja tubuh mentransportasikan nutrisi dan hormon-hormon, juga mengeluarkan toksin-toksin. Energi Ilahiah NAQS bekerja untuk sistim imunitas kekebalan tubuh dan sistem saraf juga. Ketika Energi Ilahiah NAQS digunakan pada tubuh atau semua organisme hidup, maka getaran resonansinya mengaktifkan kekuatan energi dalam sel dan tisue jaringan lunak, membuka saluran energi dimana inisialisasi proses penyembuhan mandiri akan ditingkatkan

Manfaat :

  1. Meningkatkan level energi tubuh.
  2. Memperlancar peredaran darah, sehingga meningkatkan kenerja metabolisme.
  3. Cairan tubuh dan sel lebih berenergi.
  4. Air yang diminum, udara kita bernafas dan makanan yang dimakan menjadi lebih berenergi dan bermanfaat untuk metabolisme.
  5. Menetralkan efek radiasi (perusak) dari udara dan makanan yang dikonsumsi.
  6. Menguatkan dan restorasi(kembali ke fungsinya) “ATP” bioenergi tubuh.
  7. Membuka dan menguatkan semua aliran energi (chi) dalam tubuh.
  8. Merangsang positif fungsi semua organ tubuh dan kekebalan (imun) tubuh untuk memperlancar penghantaran oksigen ke semua sel tubuh.

MEDITASI dan  RESONANSI

Apakah Meditasi ?
Ada banyak versi yang menerangkan pengertian meditasi. Ada yang mengatakan mengkonsentrasikan Pikiran.
Ada yang mengatakan menghentikan Pikiran.

Jika diambil definisi konsentrasi pikiran, ini berarti ‘memaksa’ pikiran untuk bekerja, seperti saat mengerjakan soal matematika. Padahal dalam latihan meditasi kita diarahkan untuk relaks, mengendorkan seluruh bagian tubuh. Jadi pengertian mengkonsentrasikan pikiran sepertinya bertentangan dengan pelaksanaan meditasi itu sendiri.

Jika diambil definisi menghentikan pikiran, ini berarti pikiran akan diam dan kosong. Tetapi aneh saat diam, malah terjadi aktivitas tertentu menjadi sangat optimal.

MEDITASI adalah MERESONANSI PIKIRAN.

Pengertian Resonansi :
Jika kita amati senar sebuah gitar, jika di petik maka senar akan bergetar, dan mengeluarkan bunyi dengan frekuensi tertentu (misal 440 Hz). Sebaliknya jika bunyi dengan frkewensi 440 Hz di lantunkan dekat senar tadi. Maka senar yang bersangkutan akan ‘terganggu’ sehingga ikut bergetar, atau istilah bakunya Senar gitar BERESONANSI terhadap frekwensi lingkungan. Frekwensi 440 pada contoh diatas dikatakan sebagai frekwensi Pribadi.

Untuk gendang telinga ternyata bisa beresonansi dengan rentang frekuensi yang cukup lebar mulai dari 40 HZ hingga 20 KHz. Sehingga dalam waktu yang bersamaan bisa mendeteksi banyak sekali frekwensi. Gendang telinga sebetulnya menerima semua frekwensi tersebut secara proporsional, tetapi otak kemudian melakukan seleksi sehinga hanya frekwensi tertentu yang diinginkan saja diperhatikan oleh otak.

Ini memungkinkan kita tetap bisa bercakap ditengah bising lalulintas misalnya.

Bagimana caranya supaya gendang telinga hanya mendengar sedikit frekwensi saja?
Atau bagaimana supaya bisa mendengan diatas 20KHz ?
Hanya ada satu cara, gendang telinga tersebut harus di ‘Adjust’ sehingga frekwensi pribadinya berubah dan daerah resonansi-nya berubah.

Analogi dengan gendang telinga, Otak juga mempunyai frekwensi pribadi yang sangat lebar. Contohnya, ketika kita sedang melamun segala macam gambaran bisa muncul.

Jika dikaitkan dengan Holografik Universe, dan Teori kesetimbangan bagian kesetimbangan informasi/pola,
Maka di setiap titik di alam semesta akan mewarisi semua informasi. Termasuk di dalam Otak kita.

Sel Otak akan beresonansi dalam rentang tertentu saja. Ini berarti di setiap sel otak juga terdapat Informasi tentang seluruh alam semesta, pada rentang tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari bagian filter pada Otak akan menyeleksi Informasi mana saja yang dianggap perlu, Informasi hasil filter itulah yang kemudian muncul kepermukaan sebagai aktifitas pikiran.

Bagaimana cara nya supaya kita bisa mendapatkan informasi yang lainnya?

  1. Fungsi Filter harus diredam.
  2. Dipilih supaya daerah resonansi begeser.

Untuk meredam fungsi filter maka ritme aktivitas kehidupan harus diturunkan sehingga tingkat kesiapan dari si filter akan menurun dan tidak mudah bereaksi. Untuk menurunkan aktifitas tersebut, caranya adalah dengan relaksasi, dan seterusnya. Sehingga kesiagaan filter akan menurun. Kegiatan ini adalah awal mula memasuki tahap Meditasi.

Pada keadaan relaks sempurna ini maka segala bentuk frekuensi informasi akan masuk tanpa ada filter lagi, akibatnya akan terjadi over-lap dan interferensi sehingga tidak bisa lagi dibedakan antara informasi-yang satu dengan yang lain. Acak-acakan, mungkin muncul ini mungkin muncul itu, mungkin tidak muncul apa-apa. Inilah gambar-gambar yang terlihat dalam Mimpi !

Setelah segala macam frekuensi bisa masuk, Sekarang tugas kita adalah bagaimana supaya Pikiran hanya beresonansi pada satu frekuensi saja. Dengan resonansi pada daerah frekwensi yang sempit, maka kita bisa mengarahkan dan memilih informasi sesuai dengan yang diinginkan saja.

Inilah tahap kedua dari meditasi setelah relaks, Kita melakukan ‘adjustment’ agar daerah resonansi menjadi sempit, biasaya dilakukan dengan memperhatikan hal tertentu, misalnya memperhatikan aliran napas atau detak jantung. Pada tahap ini penerima untuk frekuensi yang lain akan berhenti, sehingga terasa seperti berhentinya Pikiran.

Tetapi Otak akan tetap mempunyai frekuensi pribadi, hanya saja lebar daerah resonansinya menjadi sangat sempit (Fokus), Dengan demikian sensitifitas pada daerah frekwensi sempit tersebut menjadi sangat-sangat tinggi!

Maka hal-hal yang biasanya tidak terasa menjadi terdeteksi. Pada kondisi ini, tergantung frekuensi apa yang dipilih. Jika awalnya diniatkan untuk mendapat ilmu silat, maka informasi mengenai ilmu itu yang akan diperoleh.

Jika awalnya diniatkan untuk mendapat pencerahan, maka frekwensi pencerahan yang akan diperoleh. Jika ingin mengendalikan nafsu hiper seks, bisa sembuh seketika. Dsb.

Tentu saja hanya dengan Niat, jika dengan keinginan maka filter mulai lagi bekerja, jadi harus dengan Niat. Selebihnya relaks dan relaks. Kemudian menyelaraskan pikiran untuk mulai menyempitkan daerah frekuensi sehingga bisa beresonansi.

Tetapi tunggu dulu, ada hal yang harus dikaji ulang :

Untuk merubah frekuensi pribadi senar gitar misalnya maka harus memodifikasi zat atau sifat fisik senar tersebut. Demikian pula, untuk bisa ‘adjustment’ sel otak maka harus memodifikasi struktur sel tersebut.

So, apakah mungkin ?
Lalu frekwensi yang dipilih hanyalah dengan niat, (begitu kenyataan empirisnya),
Maka apakah zat-zat real seperti sel otak bisa dipengaruhi hanya dengan niat ?

Maka dalam hal ini Otak yang saya uraikan diatas, bukanlah hanya otak secara kasar, tetapi menyangkut sisi imaginer dari Otak yaitu Chakra Mahkota.

Inilah sebetulnya yang disebut Meditasi, yaitu suatu aktifitas untuk meresonansikan Otak + Chakra Mahkota agar menjadi sensitif dalam menerima frekwensi tertentu. Sehingga Pikiran sebagai substansi yang ‘sadar’ bisa mengenali sesuatu yang disebut ‘pencerahan’

Meditasi NAQS
Pelatihan dalam bentuk Meditasi NAQS adalah sebuah jalan yang ditawarkan oleh NAQS Methode atas pengendalian pikiran dan kesadaran. Untuk memperoleh ketenangan bathin dan Fikiran serta sebagai sarana untuk pendekatan diri kepada Tuhan dan melakukan penyempurnaan jiwa dengan menyelaraskan atau meresonansikan vibrasi energi pribadinya dengan vibrasi Frekwensi Energi Ilahiah NAQS (Nuurun ‘ala nuurin) sehingga terjadilah sebuah proses Evolusi yang Holistik yang meliputi Body, Mind, & Spirit (Jasmani, Jiwa, & Ruh).

Karena meditasi NAQS menggunakan tekhnik resonansi dengan energi Kultivasi NAQS, maka hasilnya tentu tidak sama dengan tekhnik meditasi yang lain. Tahapan-tahapan yang ditempuhnyapun berbeda. Oleh karena itu belajar NAQS Methode tanpa memahami intisari pelajaran ini, maka si pelajar tidak akan memperoleh suatu hasil yang maksimal. Yang perlu di ingat adalah NAQS adalah sebuah sistem, anda tidak akan memperoleh manfaat yang banyak bila anda setengah-setengah dalam mengikutinya.

Jadilah bagian dari sistem, jagalah kondisi sistem, maka sistem akan menjagamu.

>Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS

>Hukum Resonansi.
Hal ini mirip tapi tidak persis dengan Hukum Ketertarikan (the Law of Attraction) yang mengatakan bahwa apa yang Anda pancarkan ke luar sana adalah apa yang akan Anda tarik ke dalam hidup Anda. Like attracts like (Seperti/sejenis menarik seperti/sejenis)

Dimana Hukum Ketertarikan adalah benar-benar sebuah situasi, pribadi individual.
Hukum Resonansi menjelaskan tentang hubungan relasional di alam semeta. Hukum Resonansi harus dilakukan dengan melibatkan dua hal atau lebih yang terkait.

Seorang rekan sahabat saya mempunyai cerita yang sempurna untuk menggambarkan hukum ini ini. Dia telah bekerja sebagai pegawai administrasi di sebuah firma hukum beberapa tahun yang lalu dan melihat sendiri bagaimana Hukum Resonansi terjadi dan mempengaruhinya.

Dia mengatakan kepada saya, “aku duduk di samping seorang wanita selama tiga setengah tahun, kami berbagi meja Dia. bekerja di firma hukum selama sepuluh tahun bahkan sebelum aku sampai di sana dan ia benar-benar orang yang paling negatif yang pernah saya temui. Lebih buruk lagi, dia tidak pernah berhenti bicara Dan jadi rentetan rutin keluhan dan kebohongan..

“Saya bersimpati pada awalnya dan akan memberikan nasihat mendukung dan saran untuk pindah keluar dari pola pikir negatifnya. Akhirnya, Pola pikir saya sendiri mulai tidak bisa lepas dari mengamati kondisinya dan aku melihat diriku makin terpengaruh dan berlaku sepertinya, mulai suka mengeluh dan menjadi negatif setiap hari, minggu, bulan, dan akhirnya tahun berlalu. “

Jika Anda ada di sekitar seseorang secara konsisten, katakanlah selama delapan atau sembilan jam sehari, lima hari seminggu, atau jika Anda tinggal dengan seseorang yang telah gelap energi auranya, pesimis, dan Anda adalah seseorang yang memandang dunia dengan sikap positif, mungkin akan sulit untuk melawan alam bawah sadar anda yang menurunkan energi Anda karena mencoba untuk bersimpati dengan mereka.

Katakanlah Anda tidak bisa begitu saja berhenti dari pekerjaan di mana ada rekan kerja yang mengganggu atau mempunyai aura negatif. Anda akan perlu melakukan beberapa perlindungan diri ketika berhadapan dengan kepribadian negatif.

Hukum Resonansi mengatakan bahwa hubungan antara dua individu, terutama selama periode waktu yang panjang. Mengakibatkan terjadinya dua hal, yaitu akan membangkitkan energi yang negatif, menurunkan energi yang positif, atau menghasilkan kombinasi keduanya di mana mereka ‘ akan bertemu di suatu tempat di tengah.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dari tenggelam ke tingkat mereka.

Hal ini tidak selalu mungkin, tetapi langkah pertama adalah mengelilingi diri Anda dengan orang-orang positif. Namun, kenyataannya kita tidak selalu dapat memilih setiap orang yang kita kehendaki sebagai lingkungan bergaul yang sesuai dengan yang kita inginkan, contohnya adalah lingkungan kerja dimana kita menghabiskan waktu terbesar kita dalam 24 jam untuk bergaul bersama mereka. Kuncinya adalah anda harus tetap waspada dan sadar akan energi dari orang di sekitar kita. Jika energi negatif mereka menguasai energi positif kita, maka kita akan mendapatkan getaran energi kita akan ditarik ke bawah.

Jadi apa yang terjadi antara sahabat saya dan rekan kantornya tersebuat?
Yah, akhirnya sahabat saya, memutuskan dirinya untuk mempunyai sebuah meja baru di sisi lain dari kantor. Dia pergi ke manajer kantornya dan menjelaskana situasinya dan mengusulkan untuk mendapat sebuah meja yang tenang sendirian di dekat perpustakaan. Untunglah manajernya bisa memahamai situasinya dan mengizinkan dia memperoleh mejanya sendiri. Dan akhirnya dia merasakan beban berat telah dihapus dari beban kerjanya.

Namun tentu saja tidak semua orang dapat mengajukan untuk pindah meja atau pindah kantor. Tentu ada cara lain selain dengan cara menghindar tersebut. Yaitu dengan memperkuat vibrasi anda sendiri sehingga mencapai level Untouchable dan kemudian meningkat menjadi semakin kuat sehingga mencapai level Leader (Khalifah), yang mampu menjadi agen perubahan dan trendsetter bagi lingkungannya.

Memperkuat Bioenergi
Alam semesta terjadi / terbuat dari sekumpulan Energi. Semua benda hidup pada dasarnya adalah Kosong, akan tetapi berenergi. Seperti benda hidup, tubuh manusia terdiri dari Trilliuan sel yang masing-masing punya sumber dasar energi dikenal sebagai Bio-Energi. Tubuh kita sendiri mempunyai medan getaran gelombang elektro-magnetik, dimana secara terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya.

Bio-Energetik tubuh kita senantiasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik secara internal maupun external yang menyebabkan ketidak-seimbangan tubuh.

Sudah lumrah dan jadi kepercayaan banyak Dokter dan Ahli Terapi seluruh dunia dimana distorsi (penyimpangan) energi tersebut adalah awalnya tahapan penyakit fisik. Tubuh kita berkemampuan untuk penyembuhan diri-sendiri dengan memperbaiki (kembali ke fungsi kerjanya sendiri) dari ketidak-seimbangan saat tubuh sudah memperoleh energi yang cukup.

Alam semesta yang kita tempati diatur oleh hukum alam spesifik. Quantum fisika adalah sains (ilmu) yang mempelajari hukum alam ini. Quantum fisika menganalisa pembentukan segala sesuatu yang jadi hambatan di alam semesta kita dan menyulusuri kembali kejadian alam tersebut untuk dikembalikan ke sumber asalnya ( origin).

Quantum fisika menjadikan sebuah molekul memecah jadi level sub-atom. Setelah molekul terurai jadi atom, lalu dipecahkan jadi sub-atom partikel yang terdiri-dari foton, elektron, neuron, dan lain-lain.

Quantum fisika sekarang ini membawa kita langsung ke pengembangan kemajuan dari penjelasan fenomena-fenomena spiritual yang selama ini di anggap masih termasuk di dalam ranah kajian ilmu ghaib yang sukar untuk dinalar.

Transformasi Bioenergi dengan NAQS
Energi Ilahiah NAQS mempunyai frekwensi getaran yang sangat tinggi dan halus (Suci) serta belum terpolarisasi. Sehingga sangat tepat bila digunakan untuk menyeimbangkan ketidak seimbangan energi. Energi kekuatan supernya Sangat bermanfaat untuk keseimbangan gelombang (amplifier), penyimpanan, pemfokusan, transferan dan transformasi energi. Energi Ilahiah NAQS dapat digunakan untuk membersihkan, menyembuhkan, menarik, melindungi dan menjaga perbaikan medan energi. Karena tubuh kita diperkirakan 70-90% cairan (air), Energi Ilahiah NAQS ini juga meningkatkan aliran lancar (hidrasi) dalam tubuh dengan rata-rata kenaikan 23,5 % dan level oksigen darah juga meningkat rata-rata minimum 9,6 %. Juga dapat meningkatkan kuantitas nutrisi makanan dan naikkan kesegarannya.

Cara Kerja :
Pada saat Energi Ilahiah NAQS dipancarkan pada tubuh, getaran resonansinya mengubah struktur sel tubuh menjadi struktur molekular kembali ke keadaaan semula (origin) dan menetralkan kandungan susbstansi (zat) asing yang tidak dibutuhkan tubuh kita sehingga memberikan kelancaran aliran energi (hidrasi) dan proses asimilasi dalam struktur molekular. Semakin lancar aliran (hidrasi), semakin berefisiensi kerja tubuh mentransportasikan nutrisi dan hormon-hormon, juga mengeluarkan toksin-toksin. Energi Ilahiah NAQS bekerja untuk sistim imunitas kekebalan tubuh dan sistem saraf juga. Ketika Energi Ilahiah NAQS digunakan pada tubuh atau semua organisme hidup, maka getaran resonansinya mengaktifkan kekuatan energi dalam sel dan tisue jaringan lunak, membuka saluran energi dimana inisialisasi proses penyembuhan mandiri akan ditingkatkan

Manfaat :

  1. Meningkatkan level energi tubuh.
  2. Memperlancar peredaran darah, sehingga meningkatkan kenerja metabolisme.
  3. Cairan tubuh dan sel lebih berenergi.
  4. Air yang diminum, udara kita bernafas dan makanan yang dimakan menjadi lebih berenergi dan bermanfaat untuk metabolisme.
  5. Menetralkan efek radiasi (perusak) dari udara dan makanan yang dikonsumsi.
  6. Menguatkan dan restorasi(kembali ke fungsinya) “ATP” bioenergi tubuh.
  7. Membuka dan menguatkan semua aliran energi (chi) dalam tubuh.
  8. Merangsang positif fungsi semua organ tubuh dan kekebalan (imun) tubuh untuk memperlancar penghantaran oksigen ke semua sel tubuh.

MEDITASI dan  RESONANSI

Apakah Meditasi ?
Ada banyak versi yang menerangkan pengertian meditasi. Ada yang mengatakan mengkonsentrasikan Pikiran.
Ada yang mengatakan menghentikan Pikiran.

Jika diambil definisi konsentrasi pikiran, ini berarti ‘memaksa’ pikiran untuk bekerja, seperti saat mengerjakan soal matematika. Padahal dalam latihan meditasi kita diarahkan untuk relaks, mengendorkan seluruh bagian tubuh. Jadi pengertian mengkonsentrasikan pikiran sepertinya bertentangan dengan pelaksanaan meditasi itu sendiri.

Jika diambil definisi menghentikan pikiran, ini berarti pikiran akan diam dan kosong. Tetapi aneh saat diam, malah terjadi aktivitas tertentu menjadi sangat optimal.

MEDITASI adalah MERESONANSI PIKIRAN.

Pengertian Resonansi :
Jika kita amati senar sebuah gitar, jika di petik maka senar akan bergetar, dan mengeluarkan bunyi dengan frekuensi tertentu (misal 440 Hz). Sebaliknya jika bunyi dengan frkewensi 440 Hz di lantunkan dekat senar tadi. Maka senar yang bersangkutan akan ‘terganggu’ sehingga ikut bergetar, atau istilah bakunya Senar gitar BERESONANSI terhadap frekwensi lingkungan. Frekwensi 440 pada contoh diatas dikatakan sebagai frekwensi Pribadi.

Untuk gendang telinga ternyata bisa beresonansi dengan rentang frekuensi yang cukup lebar mulai dari 40 HZ hingga 20 KHz. Sehingga dalam waktu yang bersamaan bisa mendeteksi banyak sekali frekwensi. Gendang telinga sebetulnya menerima semua frekwensi tersebut secara proporsional, tetapi otak kemudian melakukan seleksi sehinga hanya frekwensi tertentu yang diinginkan saja diperhatikan oleh otak.

Ini memungkinkan kita tetap bisa bercakap ditengah bising lalulintas misalnya.

Bagimana caranya supaya gendang telinga hanya mendengar sedikit frekwensi saja?
Atau bagaimana supaya bisa mendengan diatas 20KHz ?
Hanya ada satu cara, gendang telinga tersebut harus di ‘Adjust’ sehingga frekwensi pribadinya berubah dan daerah resonansi-nya berubah.

Analogi dengan gendang telinga, Otak juga mempunyai frekwensi pribadi yang sangat lebar. Contohnya, ketika kita sedang melamun segala macam gambaran bisa muncul.

Jika dikaitkan dengan Holografik Universe, dan Teori kesetimbangan bagian kesetimbangan informasi/pola,
Maka di setiap titik di alam semesta akan mewarisi semua informasi. Termasuk di dalam Otak kita.

Sel Otak akan beresonansi dalam rentang tertentu saja. Ini berarti di setiap sel otak juga terdapat Informasi tentang seluruh alam semesta, pada rentang tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari bagian filter pada Otak akan menyeleksi Informasi mana saja yang dianggap perlu, Informasi hasil filter itulah yang kemudian muncul kepermukaan sebagai aktifitas pikiran.

Bagaimana cara nya supaya kita bisa mendapatkan informasi yang lainnya?

  1. Fungsi Filter harus diredam.
  2. Dipilih supaya daerah resonansi begeser.

Untuk meredam fungsi filter maka ritme aktivitas kehidupan harus diturunkan sehingga tingkat kesiapan dari si filter akan menurun dan tidak mudah bereaksi. Untuk menurunkan aktifitas tersebut, caranya adalah dengan relaksasi, dan seterusnya. Sehingga kesiagaan filter akan menurun. Kegiatan ini adalah awal mula memasuki tahap Meditasi.

Pada keadaan relaks sempurna ini maka segala bentuk frekuensi informasi akan masuk tanpa ada filter lagi, akibatnya akan terjadi over-lap dan interferensi sehingga tidak bisa lagi dibedakan antara informasi-yang satu dengan yang lain. Acak-acakan, mungkin muncul ini mungkin muncul itu, mungkin tidak muncul apa-apa. Inilah gambar-gambar yang terlihat dalam Mimpi !

Setelah segala macam frekuensi bisa masuk, Sekarang tugas kita adalah bagaimana supaya Pikiran hanya beresonansi pada satu frekuensi saja. Dengan resonansi pada daerah frekwensi yang sempit, maka kita bisa mengarahkan dan memilih informasi sesuai dengan yang diinginkan saja.

Inilah tahap kedua dari meditasi setelah relaks, Kita melakukan ‘adjustment’ agar daerah resonansi menjadi sempit, biasaya dilakukan dengan memperhatikan hal tertentu, misalnya memperhatikan aliran napas atau detak jantung. Pada tahap ini penerima untuk frekuensi yang lain akan berhenti, sehingga terasa seperti berhentinya Pikiran.

Tetapi Otak akan tetap mempunyai frekuensi pribadi, hanya saja lebar daerah resonansinya menjadi sangat sempit (Fokus), Dengan demikian sensitifitas pada daerah frekwensi sempit tersebut menjadi sangat-sangat tinggi!

Maka hal-hal yang biasanya tidak terasa menjadi terdeteksi. Pada kondisi ini, tergantung frekuensi apa yang dipilih. Jika awalnya diniatkan untuk mendapat ilmu silat, maka informasi mengenai ilmu itu yang akan diperoleh.

Jika awalnya diniatkan untuk mendapat pencerahan, maka frekwensi pencerahan yang akan diperoleh. Jika ingin mengendalikan nafsu hiper seks, bisa sembuh seketika. Dsb.

Tentu saja hanya dengan Niat, jika dengan keinginan maka filter mulai lagi bekerja, jadi harus dengan Niat. Selebihnya relaks dan relaks. Kemudian menyelaraskan pikiran untuk mulai menyempitkan daerah frekuensi sehingga bisa beresonansi.

Tetapi tunggu dulu, ada hal yang harus dikaji ulang :

Untuk merubah frekuensi pribadi senar gitar misalnya maka harus memodifikasi zat atau sifat fisik senar tersebut. Demikian pula, untuk bisa ‘adjustment’ sel otak maka harus memodifikasi struktur sel tersebut.

So, apakah mungkin ?
Lalu frekwensi yang dipilih hanyalah dengan niat, (begitu kenyataan empirisnya),
Maka apakah zat-zat real seperti sel otak bisa dipengaruhi hanya dengan niat ?

Maka dalam hal ini Otak yang saya uraikan diatas, bukanlah hanya otak secara kasar, tetapi menyangkut sisi imaginer dari Otak yaitu Chakra Mahkota.

Inilah sebetulnya yang disebut Meditasi, yaitu suatu aktifitas untuk meresonansikan Otak + Chakra Mahkota agar menjadi sensitif dalam menerima frekwensi tertentu. Sehingga Pikiran sebagai substansi yang ‘sadar’ bisa mengenali sesuatu yang disebut ‘pencerahan’

Meditasi NAQS
Pelatihan dalam bentuk Meditasi NAQS adalah sebuah jalan yang ditawarkan oleh NAQS Methode atas pengendalian pikiran dan kesadaran. Untuk memperoleh ketenangan bathin dan Fikiran serta sebagai sarana untuk pendekatan diri kepada Tuhan dan melakukan penyempurnaan jiwa dengan menyelaraskan atau meresonansikan vibrasi energi pribadinya dengan vibrasi Frekwensi Energi Ilahiah NAQS (Nuurun ‘ala nuurin) sehingga terjadilah sebuah proses Evolusi yang Holistik yang meliputi Body, Mind, & Spirit (Jasmani, Jiwa, & Ruh).

Karena meditasi NAQS menggunakan tekhnik resonansi dengan energi Kultivasi NAQS, maka hasilnya tentu tidak sama dengan tekhnik meditasi yang lain. Tahapan-tahapan yang ditempuhnyapun berbeda. Oleh karena itu belajar NAQS Methode tanpa memahami intisari pelajaran ini, maka si pelajar tidak akan memperoleh suatu hasil yang maksimal. Yang perlu di ingat adalah NAQS adalah sebuah sistem, anda tidak akan memperoleh manfaat yang banyak bila anda setengah-setengah dalam mengikutinya.

Jadilah bagian dari sistem, jagalah kondisi sistem, maka sistem akan menjagamu.

>Tips Sholat Khusyu’ dan Kiblat 4

>Apa yang akan kami sampaikan di sini bukanlah untuk menambah-nambahi tata cara ibadah yang telah ada, atau mengada-adakan suatu hal yang baru dan menjurus ke arah bid’ah. Namun hal ini adalah semata-mata sebuah upaya untuk lebih menghayati apa yang telah kita laksanakan.

Ketika kita hadapkan wajah kita menghadap kiblat yaitu Ka’bah. Sadarilah bahwa hakikatnya Ka’bah adalah pusat dari magnetisme alam semesta. Pusat daripada cakra bumi dan alam semesta di dalam struktur energinya. Dan ketika kita menghadap ka’bah sertailah dengan hadirnya kesadaran akan energi semesta ini, maka dengan demikian engkau telah merasakan hakikat daripada sholat berjama’ah.

Setelah itu visualisasikan seakan jarak antaramu dengan Ka’bah semakin lama semakin dekat sehingga seakan-akan engkau berdiri di hadapan Ka’bah. Lalu visualisasikan pula seakan Ka’bah itu semakin mengecil dan kemudian masuk ke dalam Qalbumu. Pandanglah terus Ka’bah yang sekarang telah berada di dalam qalbumu, dan lihatlah dibalih wajah Ka’bah lambat laun terlihat wajah Guru Ruhanimu.

Pandangilah terus wajah gurumu itu, sehingga lambat laun akan muncul wajah guru-guru ruhani yang lain hingga akhirnya tampillah wajah Rasulullah. Pandangilah terus wajah Rasulullah itu, yang sesungguhnya di wajah Rasulullah tercermin wajah Allah. Yang terekam ketika beliau bermikraj dan berhadapan dengan Wajah Allah SWT. Pandangilah Wajah Rasulullah itu terus menerus hingga akhirnya engkau dibukakan tabir untuk melihat Wajah Allah.

Di dalam aplikasi prakteknya, semua itu dilakukan secara mental yang melibatkan Cipta Rasa Karsa serta kepekaan rasa terhadap Energi Ilahi. Dan semua itu masih dalam tahap imajinasi atau seakan-akan melihat Allah.

Sekian tips kali ini, semoga bermanfaat…