>Bab Sabar Dan Syukur

>SABAR
Secara etimologi,sabar (ash-shabar) berarti menahan dan mengekang (al-habs wa al-kuf). Secara terminologis sabar berarti menahan diri dari segala sesuatu yang tidak di sukai karena mengharap ridha Allah.Yang tidak di sukai itu tidak selamanya terdiri dari hal-hal yang tidak di senangi seperti musibah kematian,sakit,kelaparan dan sebagainya, tapi juga nisa berupa hal-hal yang di senangi. Sabar dalam hal ini berarti menahan dan mengekang diri dari memperturutkan hawa nafsu. Dalam ensiklopedi islam dijelaskan bahwa yang di maksud sabar ialah menahan diri dalam menanggung suatu penderitaa,baik dalam menemukan sesuatu yan tidak di ingini ataupun dalam bentuk kehilangan sesuatu yang disenangi.imam Al-ghazali mengatakan bahwa sabar adalah suatu kondisi mental dalam mengendalikan nafsu yang tumbuhnya atas dorongan ajaran islam.

Dengan kata lain sabar ialah tetap tegaknya dorongan agama berhadapan dengan dorongan hawa nafsu.dorongan agama ialah hidayah Allah kepada manusia untuk mengenal Allah, Rasul serta mengamalkan ajaran-Nya. Sedangkan dorongan hawa nafsu ialah tuntutan syahwat dan keinginan-keinginan rendah yang minta di laksanakan. Menurut M. Jamaluddin barang siapa yang tegak bertahan sehingga dapat menundukkan dorongan hawa nafsu secara terus menerus maka orang tersebut termasuk golongan orang yang sabar.

Tingkatan Sabar
Berpijak dari pengertian sabar menurut Al-Ghazali di atas,maka upaya manusia untuk bersabar dapat di golongkan dalam tiga tingkatan,yaitu:

  1. Orang yang sanggup mengalahkan hawa nafsunya,karena mempunyai daya juang dan kesabaran yang tinggi.
  2. Orang yang kalah oleh hawa nafsunya.
  3. Orang yang mempunyai daya tahan terhadap dorongan nafsu, tetapi suatu ketika ia kalah, karena besarnya dorongan nafsu. Meskipun demikian, ia bangun lagi dan terus tetap bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunia, Nabi Muhammad SAW membagi sabar menjadi tiga tingkatan,yaitu:

  1. Kesabaran dalam menghadapi musibah
  2. Kesabaran dalam mematuhi perintah Allah SWT, dan
  3. Kesabaran diri untuk tidak melakukan maksiat.

Macam-Macam Sabar
Menurut Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya Ash-Shabrfi Al-Qur’an,sabar dapat di bagi menjadi enam macam:

1) Sabar menerima cobaan hidup
Cobaan hidup, baik fisik maupun non fisik, akan menimpa semua orang baik berupa lapar, haus, sakit, rasa takut, kehilangan orang-orang yang di cintai, kerugian harta benda dan lain sebagainya. Cobaan seperti itu bersifat alami, manusiawi, oleh sebab itu tidak ada seorang pun yang dapat menghindar.Yang diperlukan adalah menerimanya dengan penuh kesabaran, seraya memulangkan segala sesuatunya kepada Allah SWT.

2) Sabar dari Keinginan Hawa Nafsu
Hawa nafsu menginginkan segala macam kenikmatan hidup,kesenangan dan kemegahan dunia. Untuk mengendalikan segala keinginan itu di butuhkan kesabaran. Jangan sampai semua kesenangan hidup dunia itu membuat orang lupa diri apa lagi lupa Tuhan.

3) Sabar Dalam Taat Kepada Allah SWT
Dalam menaati perintah Allah, terutama dalam beribadah kepada-Nya di perlukan
kesabaran.

4) Sabar Dalam Berdakwah
Jalan dakwah adalah jalan panjang berliku-liku yang penuh dengan segala onak dan duri. Seseorang yang melalui jalan itu harus memiliki kesabaran.

5) Sabar Dalam Perang
Dalam peperangan sangat di perlukan kesabaran, apalagi menghadapi musuh yang lebih banyak atau lebih kuat. Dalam keadaan terdesak sekali pun, seorang prajurit Islam tidak boleh lari meninggalkan medan perang, kecuali sebagai bagian dari siasat perang ( QS. Al-Anfal 15-16 )

6) Sabar Dalam Pergaulan
Dalam pergaulan sesama manusia baik antara suami isteri, antara orang tua dengan anak, antara tetangga dengan tetangga, antara guru dan murid, atau dalam masyarakat yang lebih luas, akan ditemui hal-hal yang tidak menyenangkan atau menyinggung perasaan. Oleh sebab itu dalam pergaulan sehari-hari di butuhkan kesabaran sehingga tidak cepat marah, atau memutuskan hubungan apabila menemui hal-hal yang tidak di sukai.

Keutamaan Sabar

Sifat sabar dalam Islam menempati posisi yang istimewa.Al-Qur’an mengaitkan sifat sabar dengan bermacam-macam sifat mulia lainnya. Antara lain di kaitkan dengan keyakinan, syukur, tawakkal, dan taqwa.mengaitkan satu sifat dengan banyak sifat mulia lainnya menunjukkan betapa istimewanya sifat itu.Karena sabar merupakan sifat mulia yang istimewa, tentu dengan sendirinya orang-orang yang sabar juga menempati posisi yang istimewa. Sifat sabar memang sangat di butuhkan sekali unyuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Seorang mahasiswa tidak akan berhasil mencapai gelar kesarjanaan tanpa sifat sabar dalam belajar. Seorang peneliti tidak akan dapat menemukan penemuan-penemuan ilmiah tanpa ada sifat sabar dalam penelitiannya.

Imbalan Orang Yang Sabar

  1. Dapat berdampingan dengan Allah
  2. Memperoleh berita yang menyenangkan
  3. Bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak berdosa
  4. Di beri pahala yang berlipat
  5. Terbebaskan dari siksa api neraka
  6. Di cintai oleh Allah

SYUKUR
syukur adalah memuji si pemberi nikmat atas kebaikan yang telah dilakukan-NYA.
Tiga hal yang di sebut syukur
1. mengakui nikmat dalam batin
2. Membicarakannnya secara lahir
3. Menjadikannya sebagai sarana untuk taat kepada Allah

Jadi syukur berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Hati untuk Mahabbah / merasakan, lisan untuk memuji, anggota badan untuk menggunakan nikmat yang diterima.

Macam – macam syukur :
1) Syukurnya mata
Apabila engkau melihat sesuatu yang baik, engkau menceritakannya. Tapi bilamana
engkau melihat keburukan engkau menutupinya.
2) Syukurnya telinga
Jika engkau mendengar sesuatu yang buruk, cegahlah!
3) Syukurnya tangan
Jangan mengambil sesuatu yang bukan milikmu dan janganlah engkau menolak hak Allah yang ada pada kedua tanganmu.
4) Syukurnya perut
Hendaklah bawahnya berisi makanan, sedangkan atasnya berisi ilmu.
5) Syukurnya kemaluan

Almukminun 1-7

  1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
  2. orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
  3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari yang tiada berguna,
  4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
  5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
  6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
  7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

6) Syukurnya kaki:
Jika engkau mengetahui seorang yang sholeh yang mati dan engaku bercita – cita dan berharap seperti dia, dimana dia melangkahkan kakinya untuk taat dan beramal saleh semata,maka contohlah dia.Dan apabila engkau melihat seorang mati yang membencinya maka bencilah amalnya. Maka engkau menjadi orang yang bersyukur.

Keutamaan Syukur

Q.S Albaqarah : 152
“ karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku”. ( QS.Albaqarah : 152)

Manusia diperintahkan bersyukur pada Allah SWT, bukanlah untuk kepentingan Allah itu sendiri, karena Allah ghaniyyun ‘anil ‘alamin ( tidak memerlukan apa – apa dari alam semesta ) tapi justru untuk kepentingan manusia.

Firman Allah
“Dan barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah maha kaya lagi maha terpuji”.  (QS.Luqman : 12 )

“Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat ) kepadamu, dan jika kamu mengingkari ( nikmat- Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS: Ibrahim : 7)

PENUTUP
KESIMPULAN

Sabar berarti menahan diri dari segala sesuatu yang tidak di sukai karena mengharap ridha Allah.Yang tidak di sukai itu tidak selamanya terdiri dari hal-hal yang tidak di senangi seperti musibah kematian,sakit,kelaparan dan sebagainya.

Tingkatan Sabar

  1. Orang yang sanggup mengalahkan hawa nafsunya,karena mempunyai daya juangdan kesabaran yang tinggi.
  2. Orang yang kalah oleh hawa nafsunya.
  3. Orang yang mempunyai daya tahan terhadap dorongan nafsu,tetapi suatu ketika ia kalah,karena besarnya dorongan nafsu.Meskipun demikian,ia bangun lagi dan terus tetap bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut.

Macam-Macam Sabar

1) Sabar menerima cobaan hidup
2) Sabar Dari Keinginan Hawa Nafsu
3) Sabar Dalam Taat Kepada Allah SWT
4) Sabar Dalam Berdakwah
5) Sabar Dalam Perang
6) Sabar Dalam Pergaulan

Syukur adalah memuji si pemberi nikmat atas kebaikan yang telah dilakukan-NYA.

Tiga hal yang di sebut syukur :
1) mengakui nikmat dalam batin
2) Membicarakannnya secara lahir
3) Menjadikannya sebagai sarana untuk taat kepada Allah

Macam – macam syukur
1) Syukurnya mata
2) Syukurnya tangan
3) Syukurnya telinga
4) Syukurnya perut
5) Syukurnya kemaluan
6) Syukurnya kaki

>Sabar, Syukur, Sholat

>

♣¤══¤۩۞۩ஜ ¤ SYUKUR ¤ ஜ۩۞۩¤══¤♣

Sudahkah kita bersyukur hari ini?

Bila kita diberi sesuatu oleh seseorang suatu barang, maka kita berterima kasih kepadanya seraya berdo’a kebaikan atas orang tersebut. Sebanyak kebaikan yang kita terima dari orang lain sebanyak itu pula kita berterima kasih atas pemberian tersebut. Namun berapa banyak kebaikan yang Allah berikan atas kita? dapatkan kita menghitungnya barang sedetik saja pemberian dari Allah. Lalu berapa banyak Syukur yang harus kita lakukan tiap detiknya karena banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada kita? bisakah kita bersyukur sebanyak nikmat yang kita terima dari Allah?

Menurut Al-Habib Quraish Al-Athos, Syukur itu harus memiliki 3 komponen agar dapat disebut sebagai Syukur, yaitu hati, lisan dan badan. 3 komponen ini haruslah ada dalam syukur tersebut, dan bila ada satu saja yang tidak ikut dalam syukur maka belum dapat disebut sebagai syukur. Lalu bila begitu apakah wujud syukur itu? menurut beliau salah satu wujud syukur adalah Sholat dan Haji karena didalam Sholat dan Haji itulah ke-3 komponen tersebut dapat terpenuhi.

Lalu kemudian terfikir akan kita tentang ayat yang menyatakan bahwa “Sedikit diantara umat-Ku yang bersykur” padahal dalam 1 waktu sholat berapa orang yang sholat? dalam 1 musim haji berapa banyak yang berhaji? lalu kenapa Allah berfirman bahwa sedikit hambanya yang bersyukur? lalu bagaimana pula sahabat Umar ibn Khotob berdo’a agar dimasukkan kepada golongan yang sedikit tersebut? Lalu apakah kemudian kita juga termasuk golongan yang sedikit tersebut? ataukah ayat tersebut salah?

Mungkin inilah makna dari ucapan Habib, bila syukur itu memiliki 3 komponen, apakah sholat kita sudah menjadi wujud sykur kita? apakah hati kita hadir dalam sholat kita? baik saya sendiri masih merasa belum mampu menhadirkan hati secara mutlak didalam sholat, sehingga kemudian sholat yang saya kerjakan belum bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. Bila saya mampu secara mutlak maka insyaAllah tidak bakalan saya melakukan barang 1 saja perbuatan keji dan mungkar.

Menurut Habib, sholat kita itu masih seperti orang yang mabok, yang antara hati dan kenyataannya tidak dapat sinkron sehingga yang terjadi adalah badan dan lisannya sholat tapi hatinya bertamasya entah sampai dimana. banyak yang berhaji tapi hatinya terkait dengan tanah airnya, hartanya, keluarganya, hadiah-hadiah yang harus dibeli, oleh-oleh, dll sehingga pantaslah Allah berfirman demikian, karena memang sedikit sekali dari kita yang mampu menghadirkan hatinya dalam setiap syukur yang kita lakukan.

Mungkin sekian dulu dari saya, maaf jika ada salah dan khilaf

♣¤══¤۩۞۩ஜ ¤ Pintu Kesadaran ¤ ஜ۩۞۩¤══¤♣

►¤ TAKJUB ¤
Pepatah jawa bilang, Ojo nggumunan ~ jangan mudah takjub. Ini tentu ditujukan ketika melihat kemampuan Makhluk, baik manusia ataupun Jin dan Khodam.
Karena takjub adalah termasuk salah satu kunci dari pintu kesadaran kita. Begitu kita takjub, maka pintu kesadaran terbuka. Dan dg mudah dia akan mengendalikan kita.
Takjublah kpd Allah, dan ucapkan MASYA’ ALLAH dan SUBHANALLAH, bila melihat keajaiban..

Para pecinta seni mistik dan benda-benda ghaib. Semacam akik, permata, pusaka, keris, dll. Sangat rentan terhadap bahaya utk dikuasai khodam dan jin penunggu benda mistik tsb. Sekilas si manusia yg jadi tuannya, namun lambat laun dia akan dibelokkan dari aqidah dan jauh dari agama…
Maka waspadalah selalu…

Selain Takjub. Jurus untuk memanipulasi pikiran dan mengendalikan orang adalah menimbulkan Rasa Bersalah. Orang diserang dg logika-logika yg menyudutkan dan menjatuhkan mental lawan melalui rasa bersalahnya.
Wahai sahabat, ketahuilah. Dalam suatu pertempuran, tidak ada salah & benar. Jadi jangan takut..
Maju terus pantang mundur,
walau… engkau dikeroyok.

►Setelah mencapai Pencerahan, kita dapat mengerjakan segalanya dengan cepat dan tepat. Jika batin kita masih gelap, kita jarang sekali mengerjakan sesuatu dengan benar. Maka kegelapan batin adalah dosa yang terbesar, sebaliknya Pencerahan batin adalah pahala yang terbesar. -Guru Ching Hai.

►Kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman.
Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan. (SHORINJI KEMPO)
Berdakwah itu sesuai dg bahasa yg dipahami audiens. Adakalanya sesejuk embun pagi. Adakalanya menyengat bagai matahari siang. Itulah dakwah yg hidup & dinamis.

►Belajar tasawuf itu tidaklah menjadikan kita lemah. Justru membuat kita dapat bersikap dg tepat. Kasih sayang & kelembutan hati itu tdk sama dg kelemahan.
Karena sifat Allah itu bukan hanya Pengasih dan penyayang saja. Ada 99 asmaul husna. …Termasuk juga Maha Kuat dan Perkasa.

►Nabi Saw bersabda bahwa,“Seutama-utama amal adalah yang disertai dengan ilmu tentang Allah Ta’ala. Amal yang banyak tanpa disertai dengan ilmu tentang Allah Ta’ala adalah tidak berguna, dan amal yang sedikit jika disertai dengan ilmu tentang Allah Ta’ala adalah bermanfaat.”

“Katakanlah, ‘Jika kalian benar-benar mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian, dan mengampuni dosa-dosa kalian.’” (QS Ali Imran [3] : 31)

►Selamat pagi sahabat NAQS..
Sedikit ilmu namun bermanfaat, itu lebih baik dari segudang ilmu namun tdk pernah di pake.
Dzikir di NAQS Methode cuma satu, namun itu adalah raja dirajanya Dzikir. Fadzkuruni adzkurkum.. Dzikirmu disambut oleh DzikirNya.
Perbanyaklah syukur dg mengamalkan apa yg telah kamu peroleh utk menyelesaikan masalahmu sendiri, keluarga, & sahabatmu..

►Untuk mendoakan orang lain, seperti : merubah perilakunya agar menjadi baik, atau doa utk kesuksesan dan keberhasilan anak, atau utk membuka hatinya agar terbuka terhadap Islam.
cukup kirimi dia Doa fatihah dg rutin tiap selesai sholat fard…lu.

Demikian juga penyaluran energi NAQS utk penyembuhan. Baca aja s. Fatihah di saat menyalurkan energi dan akhiri dg doa, “ILAHI ANTA MAQSUDI WA RIDLOKA MATHLUBI.”

Demikian juga utk soal ekonomi, baca S. Alfatihah sehabis sholat fardlu. Lalu mintalah apa yg kau inginkan.

Insya Allah, Gusti Allah ngijabahi…

►Di saat berdoa, itu sama dg kita menanam sebuah benih. Maka rawatlah, siramilah, dan pupuklah. Agar benih itu tumbuh, dan berbuah. Bukankah Allah sudah mengajari kita lewat peristiwa-peristiwa di alam semesta. Bukankah seorang bayi umumnya bth 9 bulan di kandung ibu, baru bisa lahir.
Demikian juga doa. Bukankah Allah telah berjanji, “UD’UNI ASTAJIB LAKUM, Berdoalah maka akan Aku kabulkan.” janji Allah pasti ditepati.

Oleh karena itu berdoalah dg penuh iman dan keyakinan, artinya tetap teguh keyakinanmu walau belum terlihat hasil doamu.. Tetap buka hati dan fikiran, karena jawaban Doa kita terkadang datang dalam bentuk lain dan dari arah yg tiada kita sangka. Oleh karena itu langkah selanjutnya setelah berdoa adalah : Sabar, syukur, eling dan waspada..

►”Barangsiapa keluar dari kehinaan maksiat menuju kemuliaan taat, maka Allah akan menjadikan ia kaya tanpa harta, kuat tanpa tentara, dan menang tanpa bala.” (Nashaihul ‘ibad – syekh Nawawi)
►Sugih tanpa bondo atau kaya tanpa harta maksudnya, walaupun dia tdk kaya harta namun dia dapat merasakan ketenangan & kebahagiaan hidup. Hal ini berarti secara ekonomi dia senantiasa dicukupi Allah, walaupun tdk sampai berlebih.
►Yang pertama adalah Kaya Jiwa, lalu Kaya Ilmu, kemudian Kaya Saudara & Harta.
Itu urutannya kang babeena azam. Kecuali anda dapat harta warisan, langsung kaya mendadak. Ha..ha..ha..

►”Barangsiapa berniat untuk memperoleh akhirat, maka Allah menghimpunkan potensinya, membuatnya kaya jiwa dan duniapun datang padanya dengan berlimpah. ‎Tetapi, barangsiapa berniat memperoleh dunia, maka Allah mencerai beraikan urusannya, membuat kemelaratan di depan matanya dan tidak memperoleh dunia, kecuali apa yg telah ditentukan untuknya.” (HR. Ibnu Majah)
diambil dari kitab Nashaihul ‘Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Ibnu Umar Al-Jawi.

♣¤══¤۩۞۩ஜ ¤ SABAR & SHOLAT ¤ ஜ۩۞۩¤══¤♣
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat,sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Q.s. al-Baqarah [2]: 153).
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al Baqarah 45-46)

►¤SABAR¤
Adalah suatu kondisi medan energi pribadi yang bergetar dengan kokoh, stabil, & dinamis. Sehingga intrusi maupun interferensi gelombang energi yang datang dari luar sedahsyat apapun terjangan gelombang itu tidak dapat mengusik kestabilan getarannya. Dia tetap kokoh tegak berdiri dan tetap berputar mengorbit/thowaf pada inti Cahaya Kehidupan.

►Sakinah
adalah sebuah mekanisme auto balance yang menyertai kondisi sabar. Yaitu sebuah mekanisme yg akan memulihkan kondisi ketenangan dinamis sebuah medan energi pribadi, yg diakibatkan oleh guncangan yg terjadi akibat adanya sebuah benturan dari terjangan badai energi.

►Sholat adalah puncak dari semua pelatihan di dalam NAQS Methode. Syari’at, tharekat, hakekat, & makrifat semuanya terkumpul dalam sholat.
Di saat anda sholat, diri anda sedang beresonansi dg spektrum energi dari 7 lapis langit dan 7 lapis bumi.
Tegakkanlah sholat dg sempurna. Itulah pintu meraih kesuksesan abadi dunia akherat.

►Inti sari dari pelajaran syariat adalah pelajaran mengenai kedisplinan dalam menempuh jalan kebaikan.

Dan intisari tharekat adalah formulasi khusus dari pelajaran syareat agar tujuan dari pelaksananaan syariat itu bs tercapai dg efektif dan efisien.
Intisari hakekat adalah tumbuhnya kesadaran diri akan jati diri yg sejati dan hubungannya dg alam semesta dan Tuhan.

Dan intisari Makrifat adalah tumbuhnya pohon kebijaksanaan & kesadaran ilahiah (kecerdasan spiritual) di dalam diri.

Hasil dari kesemuanya itu akan terlihat pada meningkatnya kualitas sholatnya, yaitu tercapainya kekhusyu’an di dalam sholat dan ke ikhlasan dalam beribadah.
Sholat yg macam inilah yg disebut dg Assholatu mikrojul mukminin (sholat adalah pengalaman mikrajnya orang yg beriman). Serta sholat macam inilah yg mempunyai bekas yg mendalam di dalam kepribadian, sehingga terjadilah behaviour transformation (perubahan perilaku) yg baik, yg menjauhkannya dari perbuatan keji dan munkar.

►Sahabat Utsman r.a. Berkata :
ada sembilan kemuliaan utk orang yg menegakkan sholat.
1. Dicintai Allah swt.
2. Sehat badannya.
3. Dijaga oleh malaikat.
4. Turun berkah pada rumah tangganya.
5. Dari wajahnya memancar aura yg cemerlang.
6. Allah akan melembutkan hatinya.
7. Bisa melewati shirathal mustaqiem secepat kilat.
8. Selamat dari apa neraka.
9. Allah akan menempatkannya beserta orang-orang yg tdk takut dan tdk sedih (wali-wali Allah).

>Hakikat Surat Al Fatihah

>

PENGANTAR

Al-Fatihah dinamakan juga Ummul kitab yang berarti induk kitab atau pokok kitab, karena isinya sangat luas mencakup seluruh isi Al Qur’an[1,2]. Dinamakan juga tujuh yang diulang-ulang (Sab’ul Matsaani) karena selalu dibaca pada setiap rakaat shalat [6]. Tanpa al-Fatihah shalat Umat Islam dikatakan batal dan tidak sah, hal ini yang menunjukkan peran fundamental dari surat ini sebagai induk dari surat-surat selanjutnya. Pengertian-pengertian diatas merupakan pengertian umum yang diberikan kepada surat al-Fatihah karena berbagai keistimewaannya.

Namun, sejauh ini pengertian di atas diungkapkan dari segi peribadahan. Untuk tinjauan risalah ini, saya mencoba menelusurinya lebih rinci dengan menyertakan konsep fisis yang sudah umum diketahui. Pada beberapa bab sebelumnya, saya sempat menyinggung sedikit informasi tentang Basmalah sebagai awal mula penciptaan. Berikut ini saya uraikan lebih rinci dari konsep dan penafsiran yang mendasarinya sampai penafsiran surat pertama sampai ketujuh dalam konteks penciptaan makhluk dan perjalanan ruhani untuk kembali menemui Allah SWT.

Dengan menggunakan firman “kun fa yakuun” sebagai manifestasi kehendak Allah SWT, terungkap kaitan yang jelas antara firman “kun fa yakuun”(QS 36:82) dengan kalimat “Basmalah” (Qs 1:1) yang tercantum sebagai ayat pertama dari surat al-Fatihah.

Untuk menguraikan secara lebih terinci kaitan “kun fa yakuun” dengan “Basmalah” serta surat al-Fatihah secara utuh, maka kita akan meninjau surat al-Fatihah dalam konteks penciptaan semua makhluk yang merupakan Pembukaan Kitab karena merupakan surat yang pertama dalam susunan al-Qur’an.

Risalah yang Anda baca sebagai Blogebook ini merupakan bagian Bab 12 dari risalah mawas diri Kun Fa Yakuun : Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu yang terdiri dari 1432 halaman. Bagian ini telah mengalami revisi dengan revisi palibng akhir tanggal 1-9-2009.

Dari Tauhid menjadi Basmalah Sebagai Pokok Tujuh Ayat Al-Fatihah

Kalimat “Basmalah” menurut penafsiran Ibnu Arabi [141] dalam kitab “Tafsirul Qur’anil Karim” terdiri dari 18 huruf yang terucapkan. Sedangkan yang tertera pada tulisan berjumlah 19 huruf. Apabila kalimat-kalimat diuraikan menjadi terpisah huruf demi huruf, maka jumlah huruf yang terpisah berjumlah 22.

Kendati demikian, menurut hemat saya sebenarnya terdapat huruf Alif tambahan yang dinyatakan secara simbolis yang menyertai huruf Ba dan terartikulasikan dengan Kekuasaan Al-Rahmaan ketika manusia mengatakannya dengan lidah atau ketika berbicara yaitu lafaz “Alif” dengan nilai 111. Sehingga total terdapat empat huruf Alif tersembunyi sebelum huruf Ba. Oleh karenanya kalimat Basmalah dapat menjadi 23 huruf dimana Ism Dzatiyah Allah teraktualisasikan sebagai 23 pasang kromosom manusia. Dan karena itu pula manusialah yang menjadi mediator Penampilan Tuhan. Dalam hal ini, sebagai suatu keyakinan Islam, maka Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, hamba dan KekasihNya menjadi KEY atau KUNCI supaya penampilan Tuhan pada manusia muncul menjadi Jamal dan Jalalnya [Kemahagungan dan KemahaindahanNya]. Dari sini pula maka tugas manusia Muhammad sebagai sosok Nabi dan Rasul terakhir dengan amanah untuk menyiarkan Islam sebagai tuntunan hidup mendapat tugas untuk memaknai, mengucapkan dan mengaktualkan secara nyata kalimat Basmalah menjadi Ummul Kitab al-Qur’an maupun menjadi pedoman hidup semua manusia.

Satu huruf Alif yang tertulis sebelum huruf Ba menyatakan aktualisasi dari Asma Elementer Allah yang pertama kali dikenali dengan akal pikiran dan dimaknai dengan Qolbu al-Mu’minun (QM). Sehingga huruf tersebut merupakan simbol penegakan ke-Esa-an Tuhan yang kelak menjadi dasar penguraian sistem ilmu pengetahuan yang terpahami manusia sampai akhirnya simbol Penegak itu dibunyikan dengan hembusan nafas al-Rahmaan.

Tiga huruf Alif yang terartikulasikan dengan “berbicara” yang tersembunyi di dalam lafaz “Bism” dalam kalimat Basmalah merepresentasikan tiga alam besar yaitu,

1. Alif Pertama mewakili Alam Ilahi Yang Haq – menurut pengertian Dzat, sehingga alam ini tidak lain adalah zona Ahadiyyah yang gaib mutlak.
2. Alif kedua adalah Sifat dan Asma yang terkonfirmasikan pertama kali sebagai Asma ar-Rahmaan dan ar-Rahiiim namun alam ini belum tercitra alam inderawi. Dalam terminologi alam jamak tasawuf disebut zona Wahidiyah.
3. Alif ketiga adalah alam Af’al Allah yang maujud dan tercitra secara inderawi sebagai penampakkan Asma-asma dan Sifat-sifat Allah di alam inderawi atau zona Tajalli Shuhudi.

Menurut pakar tafsir al-Qurtubhi (w. 671 H), seperti dikutip M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Mishbah jilid 1[6], penulisan huruf alif pada Basmalah adalah karena pertimbangan praktis semata karena kalimat ini sering ditulis dan diucapkan, sehingga untuk mempersingkat tulisan ini ia ditulis tanpa alif. Menurut penafsiran Az-Zarkasyi (w. 794 H) dalam kitabnya “al-Burhan” disebutkannya bahwa penulisan al-Qur’an memang mengandung rahasia-rahasia tertentu. Dalam hal menanggalkan huruf Alif pada tulisan atau kata-kata di alam al-Qur’an, az-Zarkasyi mengemukakan kaidah yang intinya adalah bahwa penanggalan huruf alif itu mengisyaratkan bahwa ada sesuatu dalam rangkaian katanya yang tidak terjangkau oleh panca indera. Dalam Basmalah, kata Allah dan ar-Rahmān tidak dapat terjangkau dengan hakikatnya. Kedua kata itu tidak dapat digunakan kecuali untuk menunjuk Tuhan Yang Maha Esa. Kata Bismi yang dirangkaikan dengan Allah dan ar-Rahmān bermaksud mengisyaratkan hal itu. Atas dasar itu pula maka penulisan kata bismi pada surah Iqra’ ditulis dengan menggunakan huruf alif, karena surah tersebut yang dikemukakan adalah yang disifati dengan Rabb/pemelihara, sedangkan pemeliharaan Tuhan sudah cukup jelas terlihat pada seluruh hamba-hamba-Nya. Rasyid Khalifah (w. 1990 M) berpendapat bahwa ditanggalkannya huruf alif pada Basmalah adalah agar jumlah huruf-huruf ayat ini menjadi 19 huruf, tidak duapuluh. Ini karena angka 19 mempunyai rahasia yang berkaitan dengan al-Qur’an.

Menurut hemat saya, dari berbagai penafsiran mengenai makna kerahasiaan huruf Alif dalam kata bismi dalam Basmalah diatas, sebenarnya terdapat suatu hal penting yang menunjukkan bahwa kalimat Basmalah sebagai suatu kalimah pembuka dalam mengawali semua penciptaan alam nyata mengandung pengertian bahwa penciptaan atau kehidupan itu sendiri selamanya adalah atas suatu anugerah Allah semata yang mempunyai 7 Asma dan Sifat Allah, al-Hayyu, al-Qayyum, al-Iradah, al-Qudrah, ar-Rahmaan dan ar-Rahiim.

Ke 7 Asma dan Sifat itu adalah maujud dari sifat Allah yang Maha Berilmu. Sifat ini secara langsung akhirnya menjadi dasar dari maujud (yaitu yang diwujudkan karena Kekuasaan Allah SWT) alam semesta dan isinya sebagai kontinuitas firman “Kun fa yakuun” (QS 36:82). Firman Kun Fa Yakuun dinyatakan setelah Ahadiyyah Dzat terkonfirmasikan dari kalimat tauhid sepuluh huruf sebagai Pertolongan Allah yaitu “Laa ilaaha illa Huwa” dalam penyaksian pra-eksistensi (QS 7:172) setelah “Bala…” dinyatakan oleh makhluk pertama yaitu Nur Muhammad. Karena itu, di alam lahiriah akan muncul sebagai kalimat tauhid “Laa ilaaha illaa Allah” (12 huruf Arab) yang dinyatakan dan akhirnya muncul firman-Nya sebagai surat al-Ikhlas (QS 112:1), “Qul huwallaahu Ahad (Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa”)” sebagai kalimah penciptaan pertama ketika Allah berkehendak mandiri untuk memperkenalkan eksistensi Diri-Nya. Dari penauhidan dengan al-Ikhlas [112]:1 ini maka Allah dikenali sebagai Alif Lām Lām Ha, 4 huruf Arab yang menyatakan eksistensi-Nya di Ahadiyyah Dzat sebagai Yang Maha Esa.

Setelah penauhidan oleh Diri-Nya Sendiri, maka Dia menetapkan as-Shamadiyyah-nya sebagai “Allaahush Shamad (Allah tempat meminta)” (QS 112:2). Sehingga segala sesuatunya aktual “jika dan hanya jika” semua makhluk bergantung hanya kepada-Nya sebagai harga mutlak ketidakterbatasan Diri-Nya sebagai Yang Maha Berkuasa.

Ketika ayat ke-1 sampai ke-4 terucapkan-Nya secara penuh sebagai surat ke-112 atau al-Ikhlas maka 2 pasang Sifat-Nya maujud menjadi 4 sifat yaitu al-Hayyu & al-Qayyum dan Al-Iradah & Al-Qudrah. Jadi, di wilayah Ahadiyyah dan Shamadiyyah Diri-Nya dikenali oleh Diri-Nya sendiri aku “Mengenal Allah dengan Allah” demikian sabda Nabi SAW selanjutnya menegaskan hakikat penauhidan yang mampu dilakukan oleh makhluk terbatas.

Dengan Allah sebagai Dzat yang secara langsung menyatakan keinginan dan kehendak-Nya dalam menampilkan Kekuasaan-Nya dalam penciptaan makhluk sebagai suatu proses, maka Allah menganugerahkan pengetahuan-Nya kepada manusia secara khusus, dan semua makhluk secara umum, dalam batasan potensinya masing-masing untuk mengenal-Nya, dan bertasbih memuja dan memuji-Nya yang dinyatakan dalam QS 59:1 dan QS 57:1-7.
“Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi telah bertasbih kepada Allah. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Bijaksana. Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (QS 57:1-7)

Dari Sebuah Titik Menjadi Lingkaran

Penciptaan setelah cetusan “kun fa yakuun“ dapat digambarkan sebagai pecahnya simetri kekekalan Allah untuk memperkenalkan diri-Nya dengan cara menciptakan makhluk yang menjadi citra kesempurnaan-Nya. Maujud dari al-Iradah dan al-Qudrah, hanya dipenuhi oleh bentuk titik yang berproses sebagai awal kemudian menjadi lingkaran.

Bentuk demikianpun sejatinya dimaksudkan Allah untuk manusia yang mampu menggali dan memahami ilmu pengetahuan-Nya. Maksud saya, jangan beranggapan bahwa bentuk demikianlah yang hanya dimiliki oleh Allah SWT sebagai Maha Pencipta. Tidak, bukan itu maksudnya, tetapi bentuk titik yang menjadi lingkaran adalah bentuk atau format pengetahuan mendasar yang dipilihkan oleh-Nya untuk manusia yang berkecerdasan terbatas.

Dan dengan demikian juga maka semua penciptaan akan didasarkan prinsip keterbatasan ini yang difirmankan Allah sebagai “sesuai dengan ukuran atau kadar”, “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (QS 54:49, 15:21)”. Hal ini akan mempengaruhi semua bentuk makhluk selanjutnya dan kita kenal kemudian sebagai kuantifikasi.

Di alam semesta kita ini, bentuk titik menjadi lingkaran itulah yang telah dipilihkan-Nya karena mewakili Asma-asma dan Sifat-sifat-Nya yang terpahami oleh akal pikiran manusia. Artinya, dalam bentuk fundamental ini, baik mikro dan makro, awal dan akhir akan menutup kedirinya sendiri, artinya semuanya dari Pencipta dan akan kembali kepada Pencipta pula akhirnya. Hal ini juga menetapkan makna bahwa antara yang lahir dan yang batin seperti ditegaskan QS 57:3 tidak lain adalah Pencipta juga.

Namun, untuk bertemunya titik awal dan akhir, yang lahir dan yang bathin, manusia sebagai makhluk yang berada dalam wadah penciptaan yang terbatas, harus mampu menyingkapkan hakikat eksoterisnya langkah-demi langkah dengan mempelajari yang terletak diantara keduanya yakni alam semesta dan dirinya sendiri (manusia sebagai makhluk berakal danmampu memaknai AdaNya sebelum semua makhluk mengucapkan “ada” sebagai 141 huruf). Lantas manusia harus merubuhkan hambatan psikologisnya yaitu realitasnya sebagai makhluk fisikal yang sebenarnya adalah penjaranya atau Penjara Ghairil.

by. atmonadi.com