MENGUAK KESADARAN

“Kesadaran secara umum menembus segala tempat dan segala hal.tak ada sesuatu pun yang hadir tanpa kesadaran . Kesadaran tidak hanya ada pada manusia dan hewan.Tapi pada tumbuh-tumbuhan , mineral dan keempat elemen dasar api angin air dan tanah pun juga punya kesadaran.” ( Harold Sherman )

Kesadaran yang dimaksud disini bukan kesadaran dalam pengertian proses berfikir atau dalam pengertian psikologi yang memandang bahwa kesadaran adalah aktifitas otak .Kesadaran yang kami maksud disini adalah kesadaran dalam konteks transendental atau Pemahaman spiritual Ketuhanan –humanisme yang akan “nyambung” dengan pemahaman ke”reikian” kita dan ilmu-ilmu esoteris lainnya. Untuk membahas mengenai apa itu kesadaran kita akan bedah dulu pengertian sadar secara etimologi atau keumuman . Dalam bahasa sehari-hari, sadar berarti tidak lupa, atau dalam kondisi terjaga. Orang pingsan atau mabuk sering dikatakan sebagai tidak sadar. Sadar berarti Tahu, orang sadar berarti orang yang mengetahui tentang sesuatu yang ia kerjakan.Orang yang tidak sadar seperti pingsan atau mabuk tidak mengetahui apa yang mereka alami dalam kondisi tersebut.Orang yang memiliki kesadaran berarti orang yang tahu diri.contoh,’ si Badu tidak menyadari ada orang yang melihatnya.”artinya ”Si badu tidak mengetahui ada seseorang yang sedang melihatnya.”contoh lain,”Ia tidak menyadari akan bahaya yang setiap saat bisa mengancam” bisa diartikan ,” Ia tidak mengetahui bahaya yang setiap saat bisa mengancam. Sadar bisa juga berarti Ingat atau dalam bahasa Jawa biasa disebut Eling.Orang yang tidak sadar tidak ingat tentang apa yang ia lakukan. Sadar dapat juga diartikan sebagai berarti Faham, orang yang berkesadaran memahami tugas-tugas yang ia kerjakan .

Kesadaran yang terdapat pada hewan dan tanaman

” Dan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan tunduk kepada-Nya” ( Q.S.Arrahman:6 )

Fenomena tentang Kesadaran yang terdapat di dunia hewan telah tertulis dalam Kitab Suci, Qur`an dan Bable, misalnya yang menceritakan tentang kisah Sulaiman yang bisa berkomunikasi dengan para hewan. Hal ini menjelaskan pada kita, bahwa hewan adalah makhluk yang sama seperti kita, berkesadaran.

Kita dapat menyaksikan pula , bagaimana kesadaran yang melingkupi seekor ayam petelur ! menurut para ahli , Seekor ayam yang bertelur memutar-mutar telurnya setiap dua jam sekali, para ahli sains belakangan menemukan bahwa apabila telur ayam tidak diputar-putar setiap jam isinya akan mengental dan selanjutnya tidak akan bisa menetas.Lalu darimana ayam tahu bahwa apabila telur ayam tidak diputar-putar tidak akan bisa menetas, apakah ia mendapatkannya dari proses berfikir atau belajar? Tentu tidak, ia memperoleh kesadarannya itu bukan dari proses berfikir.tetapi sebelum kita menjawab pertanyaan tadi, kita akan saksikan lagi fenomena Keagungan Semesta lainnya yang mempesona.

Dr.Royal Dixon seorang ilmuwan dalam ilmu Biologi berkata dalam bukunya tentang perilaku binatang-binatang kecil: “Aku telah melakukan studi tentang perkotaan semut di beberapa tempat di dunia selama 20 tahun.disana aku temukan bahwa semua kejadian di kota semut berlangsung penuh keuletan dengan kerjasama yang aneh , dan dengan suatu peraturan yang tidak mungkin ditemukan di perkotaan manusia.aku telah menyaksikan seekor semut yang sedang menggembalakan kumbang-kumbang kecil yang dipeliharanya dalam waktu yang lama, sehingga kehilangan penglihatan dalam kegelapan.

Tak ada yang tahu sejak kapan semut-semut itu memulai pekerjaannya melindungi kumbang – kumbangnya.Kalau kita lihat ada seseorang memelihara 20 ekor binatang untuk kepentingannya, maka semut-semut itu telah memelihara ratusan jenis hewan yang lebih kecil darinya.Kutu tumbuh-tumbuhan adalah jenis serangga yang sulit dibasmi, beberapa jenis semut telah memelihara serangga-serangga itu.Pada awal musim semi, semut-semut itu mengirim utusannya untuk mengambil telur-telur itu, telur-telur yang terkumpul kemudian diletakan di suatu tempat.Semut-semut yang mendapat tugas itu mengerami dan menjaga telur hingga menetas.Ketika mencapai dewasa, kutu-kutu peliharaan itu mengeluarkan suatu cairan manis yang diperah oleh sekelompok semut tadi .semut-semut itu memerah kutu-kutu tersebut dengan cara menyentuhkan tanduknya.Serangga-serangga kecil tersebut bisa mengeluarkan 48 tetes madu setiap hari atau kira-kira lebih dari seratus kali lipat susu yang dihasilkan seekor sapi jika dilihat dari perbandingan besar sapi dan serangga itu.”

Dr.Dixon juga mnemukan dalam pengamatannya tersebut bahwa semut-semut itu menanam tumbuhan yang luasnya mencapai 15 m 2.sekelompok semut akan bertugas menjaga nya dan berperan sebaik mungkin sebaik yang dilakukan oleh ilmu pertanian.saat tanaman itu tumbuh, saat itu pula muncul hama yang menempel pada tanaman, maka sekelompok semut akan ditugasi untuk membuang rumput-rumput pengganggu dan sekelompok yang lain menjaga tanaman dari ulat-ulat .demikianlah seorang ilmuwan telah menyaksikan perkampungan semut yang padat dengan perbuatan dan tenaga kerja, sarat dengan peraturan dan disiplin, dan saling tolong menolong untuk tujuan bersama ( Nubuwah antara doktrin dan akal hal 70Muh jawad Mughniah Pustaka Hidayah )

Maha Suci Tuhan dalam keagungan dan KebesaranNya, dari uraian di atas terkuak lagi suatu fakta bahwa para semut memiliki kesadaran , masing-masing dari mereka mengetahui tentang tugas yang dibebankan pada tiap-tiap diri mereka dan mereka tahu diri dan tidak lupa, masing-masing faham akan tugas dan fungsinya sehingga mereka hidup dalam suatu Ummat yang tidak gontok-gontokan , suatu kesadaran akan peran dan posisi mereka di alam semesta.

“Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini.” (QS. Al-Jaatsiyah, 45:4)

Demikianlah, Tiap-tiap sesuatu memiliki kesadaran yang dihembuskan oleh suatu ”Pusat Kesadaran Semesta”, kesadaran yang menggerakan mereka dan me”wujudkan” diri-diri mereka dalam mekanisme ketetapan Semesta yang berjalan dalam harmony , pergerakan pekerjaan Ilahiah yang sibuk tanpa henti, semuanya tunduk pada hukum semesta yang tak lain adalah “kehendak” Sang Pencipta.

Kesadaran Semesta ternyata tidak hanya dihembuskanNya pada hewan-hewan atau pada makhluk tak berotak seperti tumbuhan, kita dapat menyaksikan ”Kesadaran” lainnya yang menakjubkan. Bunga sakura misalnya, ia di”hembuskan” suatu kesadaran dari Sumber Kesadaran Tertinggi untuk menjalani “tugas”nya sebagai bunga sakura, ia yang tidak memiliki otak “seolah “ tahu kapan harus menggugurkan daunnya , kapan harus bersemi dan kapan harus berbunga, untuk mempertahankan hidupnya dan dengan menjaga zat-zat makanan dapat terdistribusi dengan baik dan mempertahankan dirinya dengan zaat-zat makanan yang diperolehnya dengan mengikuti hukum alam, ia seolah menyadari posisi dirinya sebagai bagian dari semesta dan mengikuti alur keselarasan kehidupan ini atau mekanisme semesta dalam kodratnya sebagai bunga sakura. Ia menjalaninya sebagaimana adanya dan menyelaraskan dirinya dalam hukum tersebut , dalam “kesadaran”nya yang tanpa berfikir itu, ia tumbuh sebagai bunga sakura yang “taat’ pada hukum Universal semesta, ia tidak mungkin berubah menjadi pohon pisang , atau merubah dirinya sebagai bunga mawar misalnya, ia hanya menjalani tugasnya “dalam suatu kesadaran’ sebagai bunga sakura

Air yang berkesadaran

Dr. Masaru Emoto seorang ilmuwan asal Jepang berhasil membuktikan bahwa ternyata air sangat merespon kata-kata yang diucapkan oleh manusia. Dalam bukunya The True Power of Water ,ia menguak fenomena perubahan struktur molekur air melalui foto kristal air yang ia peroleh melalui pembekuan air pada suhu nol derajat celcius yang kemudian difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi .Dalam eksperimennya tersebut , peneliti dari Universitas Yokohama ini berhasil menguak suatu fakta bahwa kristal air menjadi heksagonal nan cantik saat diucapkan atau ditulisi kata –kata bermakna positif seperti cinta, terimakasih, harmony ,dll, sementara saat air “dikata-katai” kata-kata negatif seperti kamu bodoh, tidak berguna, dan lain-lain kristal air menjadi hancur atau rusak.

Penelitian tersebut semakin membuktikan pada kita bahwa manusia merupakan komponen terpenting dalam alam semesta, alam semesta bereaksi terhadap kata-kata , atau setiap produk akal manusia. Air sebagai bagian dari semesta seolah dapat “mendengar” atau ”membaca” tulisan yang dibuat manusia, seolah ia menyadari benar-benar bahwa manusia adalah pemegang mandat kepemimpinan alam semesta atau yang dalam bahasa agamanya disebut sebagai khalifah fil ardli, kini kita menyaksikan air yang sangat ”sadar” akan posisi dirinya dalam semesta.

Sehubungan dengan hasil eksperimen Dr.masaru Emoto tersebut, seorang ilmuwan bernama Dr.Li Chunbing berpendapat bahwa penelitian tersebut membuktikan pada kita bahwa di dalam setiap benda terdapat mind. Selanjutnya dalam suatu wawancara dengan surat kabar ZhengJian, ia menyatakan,” The most spectacular part is that a water crystal can reflect ”thought” with its information.That is a phrase, an image, or a piece of music can lead to particular shapes of water chrystal . In other wors , water responds to words, images , and sound with different formations of water chrystal .From the photographs of different formations f water chrystal we can easily see that mind and matter is one thing.It appears that that there is a mind inside a matter . For example, a word carries a thougt, wich manifest it self in the formation of water chrystal in the water crysta experiments. This proves that a matter has life and thought of its own , and that a thought has its tangible representation. Matter and mind are one body with two kinds of manifestations of the same substance.”

Alam semesta yang berkesadaran

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. Al Mulk, 67: 3-4) !

Atom adalah bagian pembangun alam semesta, artinya seluruh wujud atau manifestasi yang ada di semesta raya ini tersusun dari atom-atom atau dapat dikatakan bahwa segala benda yang ada merupakan atom-atom yang mengumpul. Dalam struktur atom, semua bagiannya mempunyai tata aturan dan disain yang menonjol. Setiap atom mempunyai nukleus yang mengandung protron dan neutron yang jumlahnya tertentu, kesemuanya bergerak berputar seirama seperti putaran thowaf. Nukleus atau inti atom, protron dan neutron yang ada di dalamnya, dan elektron di sekitarnya selalu bergerak. Jumlah elektron suatu atom sama dengan jumlah protonnya, karena proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif selalu seimbang satu sama lain,jika tak seimbang maka tak mungkin terbentuk atom. Elektron-elektron ini berputar mengelilingi inti atom mereka sendiri dan dengan kecepatan tertentu tanpa saling menyimpang. Kecepatannya selalu seimbang dengan yang lainnya dan selalu menjaga kelangsungan hidup atomnya. Tidak pernah terjadi salah-atur, perbedaan, atau pun perubahan, ”tanpa berfikir” , semuanya bergerak dalam ”kesadarannya” masing-masing, kesadaran –kesadaran yang ’dihembuskan” oleh sesuatu yang Tunggal yang mengatur segala sesuatu secara terencana.

Teori penciptaan atau asal-usul Alam Semesta yang paling diyakini kebenarannya adalah Big bang Theory atau Teori Ledakan Besar, yang mengatakan bahwa Semesta Yang Teratur ini bemula dari sebuah Ledakan dahsyat. Jika Ledakan Dahsyat itu merupakan ledakan yang kebetulan dan tidak terkontrol, maka mestinya diikuti dengan kejadian acak dan tersebarnya segala yang terbentuk itu dalam suatu kekacaubalauan yang luar biasa dahsyatnya, tetapi kenyataannya semuanya tersusun rapi, bergerak dalam ”suatu kesadarannya masing-masing” yang terkontrol.

Sebenarnya, tatanan semeta yang teratur tak bercacat telah berlaku di tahap awal keberadaannya. Contohnya, alam semesta terbentuk di tempat dan waktu yang berbeda, namun begitu terorganisir sehingga alam semesta seakan-akan dihasilkan dari satu-satunya pabrik dengan kesadaran masing-masing. Mula-mula, elektron mendapati sendiri suatu nukleus dan mulai mengelilinginya. Kemudian, atom-atom menyatu untuk membentuk zat, dan semuanya menghasilkan obyek-obyek yang bermakna, bertujuan, dan masuk-akal.

Sesuatu yang tidak wajar, mendua, tidak normal, tidak bermanfaat, dan tidak bertujuan tidak pernah terjadi. Segala sesuatu, dari unit terkecil sampai unsur terbesar, terorganisir dan mempunyai tujuan yang beragam Semuanya ini merupakan bukti kuat adanya Suatu Kesadaran Tunggal yang meng”hembuskan’ seluruh semesta yang beraneka Ragam dalam dalam ”sub-sub ” atau ”unit-unit” Kesadaran yang Sistematis, masing-masing memiiki ”kesadaran diri’ yang berbeda dengan yang lain, tetapi kesemuanya terhubung dengan suatu Kesadaran Tunggal yang mengatur semesta. Demikianlah, Alam semesta dilingkupi terhubung dan dengan suatu pusat atau sumber kesadaran atau kebijaksanaan tertinggi, bagian-bagian dari semesta berkesadaran dan satu sama lain terhubung dengan suatu kesadaran tertinggi yang meliputi alam semesta , Suatu Kesadaran yang membuat setiap bagian darinya hingga partikel-partikel terkecil sekalipun bergerak dalam suatu perputaraan yang indah yang bila meminjam istilah Pir Inayah Khan seorang Sufi dikatakan sebagai “tarian-tarian Cosmis yang Agung”.

Seluruh komponen dari alam semesta berkesadaran, mereka tidak terpisah satu sama lain tetapi mereka saling berhubungan, berinteraksi, bersimbiosis mutualisme, berkomunikasi satu sama lain, saling menghilangkan, saling menghidupkan, masing-masing menjalankan tugasnya berdasarkan suatu kesadaran yang ”ditiupkan” dari ”Sumber Kesadaran yang Agung” kita menyebutnya Allah.

Sejenak, marilah kita sama-sama merenung, menyaksikan betapa semuanya berkesadaran, air yang menguap tatkala terik matahari menerpanya, batu yang jatuh kebawah saat dilempar dari tebing yang tinggi, dua ujung magnet yang berlawanan saling tolak menolak , Daun yang menghirup karbon dioksida dan meniupkan oksigen bagi makhluk lainnya, semua ”tahu diri”, dan memasrahkan diri-diri mereka pada Kesadaran Semesta Raya yang dihembuskan sang Ilahi Pemilik kesadaran Tertinggi , kita biasa menyebutnya ”Law of Nature” , hukum alam yang pada hakekatnya adalah Hukum Tuhan, semua bergerak dalam tatanan keteraturan yang harmonis,mekanisme Ilahiah yang sempurna, itulah manifestasi dari Hukum Pemilik Kesempurnaan.

Tentang hal ini, Harun Yahya menyatakan dalam salah satu bukunya,” Ketika menjelajahi alam semesta, kita menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempati ini hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada padanya, bumi diciptakan dengan kese-imbangan yang luar biasa stabil, yang membuatnya cocok bagi berlang-sungnya kehidupan makhluk hidup.”

Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dengan Haq; tatkala Ia berfirman, “Jadilah!” maka ia pun jadi. Firman-Nya adalah kebenaran. (Surat al-An’aam, 73)

Dalam pembahasan ini kita telah menyaksikan bahwa segala sesuatu di semesta ini berkesadaran, mereka mendapatkan kesadarannya yang tanpa berfikir itu begitu saja, segala sesuatunya sudah dimilikinya sejak mereka tercipta.Kesadaran yang selama ini tidak pernah kita sadari bahwa ia ada dalam diri kita dan sesungguhnya kita adalah bagian dari KESADARAN tersebut

by. kriyasemestafoundation.blogspot.com

Iklan

>MENGUAK KESADARAN

>

“Kesadaran secara umum menembus segala tempat dan segala hal.tak ada sesuatu pun yang hadir tanpa kesadaran . Kesadaran tidak hanya ada pada manusia dan hewan.Tapi pada tumbuh-tumbuhan , mineral dan keempat elemen dasar api angin air dan tanah pun juga punya kesadaran.” ( Harold Sherman )

Kesadaran yang dimaksud disini bukan kesadaran dalam pengertian proses berfikir atau dalam pengertian psikologi yang memandang bahwa kesadaran adalah aktifitas otak .Kesadaran yang kami maksud disini adalah kesadaran dalam konteks transendental atau Pemahaman spiritual Ketuhanan –humanisme yang akan “nyambung” dengan pemahaman ke”reikian” kita dan ilmu-ilmu esoteris lainnya. Untuk membahas mengenai apa itu kesadaran kita akan bedah dulu pengertian sadar secara etimologi atau keumuman . Dalam bahasa sehari-hari, sadar berarti tidak lupa, atau dalam kondisi terjaga. Orang pingsan atau mabuk sering dikatakan sebagai tidak sadar. Sadar berarti Tahu, orang sadar berarti orang yang mengetahui tentang sesuatu yang ia kerjakan.Orang yang tidak sadar seperti pingsan atau mabuk tidak mengetahui apa yang mereka alami dalam kondisi tersebut.Orang yang memiliki kesadaran berarti orang yang tahu diri.contoh,’ si Badu tidak menyadari ada orang yang melihatnya.”artinya ”Si badu tidak mengetahui ada seseorang yang sedang melihatnya.”contoh lain,”Ia tidak menyadari akan bahaya yang setiap saat bisa mengancam” bisa diartikan ,” Ia tidak mengetahui bahaya yang setiap saat bisa mengancam. Sadar bisa juga berarti Ingat atau dalam bahasa Jawa biasa disebut Eling.Orang yang tidak sadar tidak ingat tentang apa yang ia lakukan. Sadar dapat juga diartikan sebagai berarti Faham, orang yang berkesadaran memahami tugas-tugas yang ia kerjakan .

Kesadaran yang terdapat pada hewan dan tanaman

” Dan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan tunduk kepada-Nya” ( Q.S.Arrahman:6 )

Fenomena tentang Kesadaran yang terdapat di dunia hewan telah tertulis dalam Kitab Suci, Qur`an dan Bable, misalnya yang menceritakan tentang kisah Sulaiman yang bisa berkomunikasi dengan para hewan. Hal ini menjelaskan pada kita, bahwa hewan adalah makhluk yang sama seperti kita, berkesadaran.

Kita dapat menyaksikan pula , bagaimana kesadaran yang melingkupi seekor ayam petelur ! menurut para ahli , Seekor ayam yang bertelur memutar-mutar telurnya setiap dua jam sekali, para ahli sains belakangan menemukan bahwa apabila telur ayam tidak diputar-putar setiap jam isinya akan mengental dan selanjutnya tidak akan bisa menetas.Lalu darimana ayam tahu bahwa apabila telur ayam tidak diputar-putar tidak akan bisa menetas, apakah ia mendapatkannya dari proses berfikir atau belajar? Tentu tidak, ia memperoleh kesadarannya itu bukan dari proses berfikir.tetapi sebelum kita menjawab pertanyaan tadi, kita akan saksikan lagi fenomena Keagungan Semesta lainnya yang mempesona.

Dr.Royal Dixon seorang ilmuwan dalam ilmu Biologi berkata dalam bukunya tentang perilaku binatang-binatang kecil: “Aku telah melakukan studi tentang perkotaan semut di beberapa tempat di dunia selama 20 tahun.disana aku temukan bahwa semua kejadian di kota semut berlangsung penuh keuletan dengan kerjasama yang aneh , dan dengan suatu peraturan yang tidak mungkin ditemukan di perkotaan manusia.aku telah menyaksikan seekor semut yang sedang menggembalakan kumbang-kumbang kecil yang dipeliharanya dalam waktu yang lama, sehingga kehilangan penglihatan dalam kegelapan.

Tak ada yang tahu sejak kapan semut-semut itu memulai pekerjaannya melindungi kumbang – kumbangnya.Kalau kita lihat ada seseorang memelihara 20 ekor binatang untuk kepentingannya, maka semut-semut itu telah memelihara ratusan jenis hewan yang lebih kecil darinya.Kutu tumbuh-tumbuhan adalah jenis serangga yang sulit dibasmi, beberapa jenis semut telah memelihara serangga-serangga itu.Pada awal musim semi, semut-semut itu mengirim utusannya untuk mengambil telur-telur itu, telur-telur yang terkumpul kemudian diletakan di suatu tempat.Semut-semut yang mendapat tugas itu mengerami dan menjaga telur hingga menetas.Ketika mencapai dewasa, kutu-kutu peliharaan itu mengeluarkan suatu cairan manis yang diperah oleh sekelompok semut tadi .semut-semut itu memerah kutu-kutu tersebut dengan cara menyentuhkan tanduknya.Serangga-serangga kecil tersebut bisa mengeluarkan 48 tetes madu setiap hari atau kira-kira lebih dari seratus kali lipat susu yang dihasilkan seekor sapi jika dilihat dari perbandingan besar sapi dan serangga itu.”

Dr.Dixon juga mnemukan dalam pengamatannya tersebut bahwa semut-semut itu menanam tumbuhan yang luasnya mencapai 15 m 2.sekelompok semut akan bertugas menjaga nya dan berperan sebaik mungkin sebaik yang dilakukan oleh ilmu pertanian.saat tanaman itu tumbuh, saat itu pula muncul hama yang menempel pada tanaman, maka sekelompok semut akan ditugasi untuk membuang rumput-rumput pengganggu dan sekelompok yang lain menjaga tanaman dari ulat-ulat .demikianlah seorang ilmuwan telah menyaksikan perkampungan semut yang padat dengan perbuatan dan tenaga kerja, sarat dengan peraturan dan disiplin, dan saling tolong menolong untuk tujuan bersama ( Nubuwah antara doktrin dan akal hal 70Muh jawad Mughniah Pustaka Hidayah )

Maha Suci Tuhan dalam keagungan dan KebesaranNya, dari uraian di atas terkuak lagi suatu fakta bahwa para semut memiliki kesadaran , masing-masing dari mereka mengetahui tentang tugas yang dibebankan pada tiap-tiap diri mereka dan mereka tahu diri dan tidak lupa, masing-masing faham akan tugas dan fungsinya sehingga mereka hidup dalam suatu Ummat yang tidak gontok-gontokan , suatu kesadaran akan peran dan posisi mereka di alam semesta.

“Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini.” (QS. Al-Jaatsiyah, 45:4)

Demikianlah, Tiap-tiap sesuatu memiliki kesadaran yang dihembuskan oleh suatu ”Pusat Kesadaran Semesta”, kesadaran yang menggerakan mereka dan me”wujudkan” diri-diri mereka dalam mekanisme ketetapan Semesta yang berjalan dalam harmony , pergerakan pekerjaan Ilahiah yang sibuk tanpa henti, semuanya tunduk pada hukum semesta yang tak lain adalah “kehendak” Sang Pencipta.

Kesadaran Semesta ternyata tidak hanya dihembuskanNya pada hewan-hewan atau pada makhluk tak berotak seperti tumbuhan, kita dapat menyaksikan ”Kesadaran” lainnya yang menakjubkan. Bunga sakura misalnya, ia di”hembuskan” suatu kesadaran dari Sumber Kesadaran Tertinggi untuk menjalani “tugas”nya sebagai bunga sakura, ia yang tidak memiliki otak “seolah “ tahu kapan harus menggugurkan daunnya , kapan harus bersemi dan kapan harus berbunga, untuk mempertahankan hidupnya dan dengan menjaga zat-zat makanan dapat terdistribusi dengan baik dan mempertahankan dirinya dengan zaat-zat makanan yang diperolehnya dengan mengikuti hukum alam, ia seolah menyadari posisi dirinya sebagai bagian dari semesta dan mengikuti alur keselarasan kehidupan ini atau mekanisme semesta dalam kodratnya sebagai bunga sakura. Ia menjalaninya sebagaimana adanya dan menyelaraskan dirinya dalam hukum tersebut , dalam “kesadaran”nya yang tanpa berfikir itu, ia tumbuh sebagai bunga sakura yang “taat’ pada hukum Universal semesta, ia tidak mungkin berubah menjadi pohon pisang , atau merubah dirinya sebagai bunga mawar misalnya, ia hanya menjalani tugasnya “dalam suatu kesadaran’ sebagai bunga sakura

Air yang berkesadaran

Dr. Masaru Emoto seorang ilmuwan asal Jepang berhasil membuktikan bahwa ternyata air sangat merespon kata-kata yang diucapkan oleh manusia. Dalam bukunya The True Power of Water ,ia menguak fenomena perubahan struktur molekur air melalui foto kristal air yang ia peroleh melalui pembekuan air pada suhu nol derajat celcius yang kemudian difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi .Dalam eksperimennya tersebut , peneliti dari Universitas Yokohama ini berhasil menguak suatu fakta bahwa kristal air menjadi heksagonal nan cantik saat diucapkan atau ditulisi kata –kata bermakna positif seperti cinta, terimakasih, harmony ,dll, sementara saat air “dikata-katai” kata-kata negatif seperti kamu bodoh, tidak berguna, dan lain-lain kristal air menjadi hancur atau rusak.

Penelitian tersebut semakin membuktikan pada kita bahwa manusia merupakan komponen terpenting dalam alam semesta, alam semesta bereaksi terhadap kata-kata , atau setiap produk akal manusia. Air sebagai bagian dari semesta seolah dapat “mendengar” atau ”membaca” tulisan yang dibuat manusia, seolah ia menyadari benar-benar bahwa manusia adalah pemegang mandat kepemimpinan alam semesta atau yang dalam bahasa agamanya disebut sebagai khalifah fil ardli, kini kita menyaksikan air yang sangat ”sadar” akan posisi dirinya dalam semesta.

Sehubungan dengan hasil eksperimen Dr.masaru Emoto tersebut, seorang ilmuwan bernama Dr.Li Chunbing berpendapat bahwa penelitian tersebut membuktikan pada kita bahwa di dalam setiap benda terdapat mind. Selanjutnya dalam suatu wawancara dengan surat kabar ZhengJian, ia menyatakan,” The most spectacular part is that a water crystal can reflect ”thought” with its information.That is a phrase, an image, or a piece of music can lead to particular shapes of water chrystal . In other wors , water responds to words, images , and sound with different formations of water chrystal .From the photographs of different formations f water chrystal we can easily see that mind and matter is one thing.It appears that that there is a mind inside a matter . For example, a word carries a thougt, wich manifest it self in the formation of water chrystal in the water crysta experiments. This proves that a matter has life and thought of its own , and that a thought has its tangible representation. Matter and mind are one body with two kinds of manifestations of the same substance.”

Alam semesta yang berkesadaran

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. Al Mulk, 67: 3-4) !

Atom adalah bagian pembangun alam semesta, artinya seluruh wujud atau manifestasi yang ada di semesta raya ini tersusun dari atom-atom atau dapat dikatakan bahwa segala benda yang ada merupakan atom-atom yang mengumpul. Dalam struktur atom, semua bagiannya mempunyai tata aturan dan disain yang menonjol. Setiap atom mempunyai nukleus yang mengandung protron dan neutron yang jumlahnya tertentu, kesemuanya bergerak berputar seirama seperti putaran thowaf. Nukleus atau inti atom, protron dan neutron yang ada di dalamnya, dan elektron di sekitarnya selalu bergerak. Jumlah elektron suatu atom sama dengan jumlah protonnya, karena proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif selalu seimbang satu sama lain,jika tak seimbang maka tak mungkin terbentuk atom. Elektron-elektron ini berputar mengelilingi inti atom mereka sendiri dan dengan kecepatan tertentu tanpa saling menyimpang. Kecepatannya selalu seimbang dengan yang lainnya dan selalu menjaga kelangsungan hidup atomnya. Tidak pernah terjadi salah-atur, perbedaan, atau pun perubahan, ”tanpa berfikir” , semuanya bergerak dalam ”kesadarannya” masing-masing, kesadaran –kesadaran yang ’dihembuskan” oleh sesuatu yang Tunggal yang mengatur segala sesuatu secara terencana.

Teori penciptaan atau asal-usul Alam Semesta yang paling diyakini kebenarannya adalah Big bang Theory atau Teori Ledakan Besar, yang mengatakan bahwa Semesta Yang Teratur ini bemula dari sebuah Ledakan dahsyat. Jika Ledakan Dahsyat itu merupakan ledakan yang kebetulan dan tidak terkontrol, maka mestinya diikuti dengan kejadian acak dan tersebarnya segala yang terbentuk itu dalam suatu kekacaubalauan yang luar biasa dahsyatnya, tetapi kenyataannya semuanya tersusun rapi, bergerak dalam ”suatu kesadarannya masing-masing” yang terkontrol.

Sebenarnya, tatanan semeta yang teratur tak bercacat telah berlaku di tahap awal keberadaannya. Contohnya, alam semesta terbentuk di tempat dan waktu yang berbeda, namun begitu terorganisir sehingga alam semesta seakan-akan dihasilkan dari satu-satunya pabrik dengan kesadaran masing-masing. Mula-mula, elektron mendapati sendiri suatu nukleus dan mulai mengelilinginya. Kemudian, atom-atom menyatu untuk membentuk zat, dan semuanya menghasilkan obyek-obyek yang bermakna, bertujuan, dan masuk-akal.

Sesuatu yang tidak wajar, mendua, tidak normal, tidak bermanfaat, dan tidak bertujuan tidak pernah terjadi. Segala sesuatu, dari unit terkecil sampai unsur terbesar, terorganisir dan mempunyai tujuan yang beragam Semuanya ini merupakan bukti kuat adanya Suatu Kesadaran Tunggal yang meng”hembuskan’ seluruh semesta yang beraneka Ragam dalam dalam ”sub-sub ” atau ”unit-unit” Kesadaran yang Sistematis, masing-masing memiiki ”kesadaran diri’ yang berbeda dengan yang lain, tetapi kesemuanya terhubung dengan suatu Kesadaran Tunggal yang mengatur semesta. Demikianlah, Alam semesta dilingkupi terhubung dan dengan suatu pusat atau sumber kesadaran atau kebijaksanaan tertinggi, bagian-bagian dari semesta berkesadaran dan satu sama lain terhubung dengan suatu kesadaran tertinggi yang meliputi alam semesta , Suatu Kesadaran yang membuat setiap bagian darinya hingga partikel-partikel terkecil sekalipun bergerak dalam suatu perputaraan yang indah yang bila meminjam istilah Pir Inayah Khan seorang Sufi dikatakan sebagai “tarian-tarian Cosmis yang Agung”.

Seluruh komponen dari alam semesta berkesadaran, mereka tidak terpisah satu sama lain tetapi mereka saling berhubungan, berinteraksi, bersimbiosis mutualisme, berkomunikasi satu sama lain, saling menghilangkan, saling menghidupkan, masing-masing menjalankan tugasnya berdasarkan suatu kesadaran yang ”ditiupkan” dari ”Sumber Kesadaran yang Agung” kita menyebutnya Allah.

Sejenak, marilah kita sama-sama merenung, menyaksikan betapa semuanya berkesadaran, air yang menguap tatkala terik matahari menerpanya, batu yang jatuh kebawah saat dilempar dari tebing yang tinggi, dua ujung magnet yang berlawanan saling tolak menolak , Daun yang menghirup karbon dioksida dan meniupkan oksigen bagi makhluk lainnya, semua ”tahu diri”, dan memasrahkan diri-diri mereka pada Kesadaran Semesta Raya yang dihembuskan sang Ilahi Pemilik kesadaran Tertinggi , kita biasa menyebutnya ”Law of Nature” , hukum alam yang pada hakekatnya adalah Hukum Tuhan, semua bergerak dalam tatanan keteraturan yang harmonis,mekanisme Ilahiah yang sempurna, itulah manifestasi dari Hukum Pemilik Kesempurnaan.

Tentang hal ini, Harun Yahya menyatakan dalam salah satu bukunya,” Ketika menjelajahi alam semesta, kita menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempati ini hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada padanya, bumi diciptakan dengan kese-imbangan yang luar biasa stabil, yang membuatnya cocok bagi berlang-sungnya kehidupan makhluk hidup.”

Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dengan Haq; tatkala Ia berfirman, “Jadilah!” maka ia pun jadi. Firman-Nya adalah kebenaran. (Surat al-An’aam, 73)

Dalam pembahasan ini kita telah menyaksikan bahwa segala sesuatu di semesta ini berkesadaran, mereka mendapatkan kesadarannya yang tanpa berfikir itu begitu saja, segala sesuatunya sudah dimilikinya sejak mereka tercipta.Kesadaran yang selama ini tidak pernah kita sadari bahwa ia ada dalam diri kita dan sesungguhnya kita adalah bagian dari KESADARAN tersebut

by. kriyasemestafoundation.blogspot.com

>MENGUAK KESADARAN

>

“Kesadaran secara umum menembus segala tempat dan segala hal.tak ada sesuatu pun yang hadir tanpa kesadaran . Kesadaran tidak hanya ada pada manusia dan hewan.Tapi pada tumbuh-tumbuhan , mineral dan keempat elemen dasar api angin air dan tanah pun juga punya kesadaran.” ( Harold Sherman )

Kesadaran yang dimaksud disini bukan kesadaran dalam pengertian proses berfikir atau dalam pengertian psikologi yang memandang bahwa kesadaran adalah aktifitas otak .Kesadaran yang kami maksud disini adalah kesadaran dalam konteks transendental atau Pemahaman spiritual Ketuhanan –humanisme yang akan “nyambung” dengan pemahaman ke”reikian” kita dan ilmu-ilmu esoteris lainnya. Untuk membahas mengenai apa itu kesadaran kita akan bedah dulu pengertian sadar secara etimologi atau keumuman . Dalam bahasa sehari-hari, sadar berarti tidak lupa, atau dalam kondisi terjaga. Orang pingsan atau mabuk sering dikatakan sebagai tidak sadar. Sadar berarti Tahu, orang sadar berarti orang yang mengetahui tentang sesuatu yang ia kerjakan.Orang yang tidak sadar seperti pingsan atau mabuk tidak mengetahui apa yang mereka alami dalam kondisi tersebut.Orang yang memiliki kesadaran berarti orang yang tahu diri.contoh,’ si Badu tidak menyadari ada orang yang melihatnya.”artinya ”Si badu tidak mengetahui ada seseorang yang sedang melihatnya.”contoh lain,”Ia tidak menyadari akan bahaya yang setiap saat bisa mengancam” bisa diartikan ,” Ia tidak mengetahui bahaya yang setiap saat bisa mengancam. Sadar bisa juga berarti Ingat atau dalam bahasa Jawa biasa disebut Eling.Orang yang tidak sadar tidak ingat tentang apa yang ia lakukan. Sadar dapat juga diartikan sebagai berarti Faham, orang yang berkesadaran memahami tugas-tugas yang ia kerjakan .

Kesadaran yang terdapat pada hewan dan tanaman

” Dan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan tunduk kepada-Nya” ( Q.S.Arrahman:6 )

Fenomena tentang Kesadaran yang terdapat di dunia hewan telah tertulis dalam Kitab Suci, Qur`an dan Bable, misalnya yang menceritakan tentang kisah Sulaiman yang bisa berkomunikasi dengan para hewan. Hal ini menjelaskan pada kita, bahwa hewan adalah makhluk yang sama seperti kita, berkesadaran.

Kita dapat menyaksikan pula , bagaimana kesadaran yang melingkupi seekor ayam petelur ! menurut para ahli , Seekor ayam yang bertelur memutar-mutar telurnya setiap dua jam sekali, para ahli sains belakangan menemukan bahwa apabila telur ayam tidak diputar-putar setiap jam isinya akan mengental dan selanjutnya tidak akan bisa menetas.Lalu darimana ayam tahu bahwa apabila telur ayam tidak diputar-putar tidak akan bisa menetas, apakah ia mendapatkannya dari proses berfikir atau belajar? Tentu tidak, ia memperoleh kesadarannya itu bukan dari proses berfikir.tetapi sebelum kita menjawab pertanyaan tadi, kita akan saksikan lagi fenomena Keagungan Semesta lainnya yang mempesona.

Dr.Royal Dixon seorang ilmuwan dalam ilmu Biologi berkata dalam bukunya tentang perilaku binatang-binatang kecil: “Aku telah melakukan studi tentang perkotaan semut di beberapa tempat di dunia selama 20 tahun.disana aku temukan bahwa semua kejadian di kota semut berlangsung penuh keuletan dengan kerjasama yang aneh , dan dengan suatu peraturan yang tidak mungkin ditemukan di perkotaan manusia.aku telah menyaksikan seekor semut yang sedang menggembalakan kumbang-kumbang kecil yang dipeliharanya dalam waktu yang lama, sehingga kehilangan penglihatan dalam kegelapan.

Tak ada yang tahu sejak kapan semut-semut itu memulai pekerjaannya melindungi kumbang – kumbangnya.Kalau kita lihat ada seseorang memelihara 20 ekor binatang untuk kepentingannya, maka semut-semut itu telah memelihara ratusan jenis hewan yang lebih kecil darinya.Kutu tumbuh-tumbuhan adalah jenis serangga yang sulit dibasmi, beberapa jenis semut telah memelihara serangga-serangga itu.Pada awal musim semi, semut-semut itu mengirim utusannya untuk mengambil telur-telur itu, telur-telur yang terkumpul kemudian diletakan di suatu tempat.Semut-semut yang mendapat tugas itu mengerami dan menjaga telur hingga menetas.Ketika mencapai dewasa, kutu-kutu peliharaan itu mengeluarkan suatu cairan manis yang diperah oleh sekelompok semut tadi .semut-semut itu memerah kutu-kutu tersebut dengan cara menyentuhkan tanduknya.Serangga-serangga kecil tersebut bisa mengeluarkan 48 tetes madu setiap hari atau kira-kira lebih dari seratus kali lipat susu yang dihasilkan seekor sapi jika dilihat dari perbandingan besar sapi dan serangga itu.”

Dr.Dixon juga mnemukan dalam pengamatannya tersebut bahwa semut-semut itu menanam tumbuhan yang luasnya mencapai 15 m 2.sekelompok semut akan bertugas menjaga nya dan berperan sebaik mungkin sebaik yang dilakukan oleh ilmu pertanian.saat tanaman itu tumbuh, saat itu pula muncul hama yang menempel pada tanaman, maka sekelompok semut akan ditugasi untuk membuang rumput-rumput pengganggu dan sekelompok yang lain menjaga tanaman dari ulat-ulat .demikianlah seorang ilmuwan telah menyaksikan perkampungan semut yang padat dengan perbuatan dan tenaga kerja, sarat dengan peraturan dan disiplin, dan saling tolong menolong untuk tujuan bersama ( Nubuwah antara doktrin dan akal hal 70Muh jawad Mughniah Pustaka Hidayah )

Maha Suci Tuhan dalam keagungan dan KebesaranNya, dari uraian di atas terkuak lagi suatu fakta bahwa para semut memiliki kesadaran , masing-masing dari mereka mengetahui tentang tugas yang dibebankan pada tiap-tiap diri mereka dan mereka tahu diri dan tidak lupa, masing-masing faham akan tugas dan fungsinya sehingga mereka hidup dalam suatu Ummat yang tidak gontok-gontokan , suatu kesadaran akan peran dan posisi mereka di alam semesta.

“Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini.” (QS. Al-Jaatsiyah, 45:4)

Demikianlah, Tiap-tiap sesuatu memiliki kesadaran yang dihembuskan oleh suatu ”Pusat Kesadaran Semesta”, kesadaran yang menggerakan mereka dan me”wujudkan” diri-diri mereka dalam mekanisme ketetapan Semesta yang berjalan dalam harmony , pergerakan pekerjaan Ilahiah yang sibuk tanpa henti, semuanya tunduk pada hukum semesta yang tak lain adalah “kehendak” Sang Pencipta.

Kesadaran Semesta ternyata tidak hanya dihembuskanNya pada hewan-hewan atau pada makhluk tak berotak seperti tumbuhan, kita dapat menyaksikan ”Kesadaran” lainnya yang menakjubkan. Bunga sakura misalnya, ia di”hembuskan” suatu kesadaran dari Sumber Kesadaran Tertinggi untuk menjalani “tugas”nya sebagai bunga sakura, ia yang tidak memiliki otak “seolah “ tahu kapan harus menggugurkan daunnya , kapan harus bersemi dan kapan harus berbunga, untuk mempertahankan hidupnya dan dengan menjaga zat-zat makanan dapat terdistribusi dengan baik dan mempertahankan dirinya dengan zaat-zat makanan yang diperolehnya dengan mengikuti hukum alam, ia seolah menyadari posisi dirinya sebagai bagian dari semesta dan mengikuti alur keselarasan kehidupan ini atau mekanisme semesta dalam kodratnya sebagai bunga sakura. Ia menjalaninya sebagaimana adanya dan menyelaraskan dirinya dalam hukum tersebut , dalam “kesadaran”nya yang tanpa berfikir itu, ia tumbuh sebagai bunga sakura yang “taat’ pada hukum Universal semesta, ia tidak mungkin berubah menjadi pohon pisang , atau merubah dirinya sebagai bunga mawar misalnya, ia hanya menjalani tugasnya “dalam suatu kesadaran’ sebagai bunga sakura

Air yang berkesadaran

Dr. Masaru Emoto seorang ilmuwan asal Jepang berhasil membuktikan bahwa ternyata air sangat merespon kata-kata yang diucapkan oleh manusia. Dalam bukunya The True Power of Water ,ia menguak fenomena perubahan struktur molekur air melalui foto kristal air yang ia peroleh melalui pembekuan air pada suhu nol derajat celcius yang kemudian difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi .Dalam eksperimennya tersebut , peneliti dari Universitas Yokohama ini berhasil menguak suatu fakta bahwa kristal air menjadi heksagonal nan cantik saat diucapkan atau ditulisi kata –kata bermakna positif seperti cinta, terimakasih, harmony ,dll, sementara saat air “dikata-katai” kata-kata negatif seperti kamu bodoh, tidak berguna, dan lain-lain kristal air menjadi hancur atau rusak.

Penelitian tersebut semakin membuktikan pada kita bahwa manusia merupakan komponen terpenting dalam alam semesta, alam semesta bereaksi terhadap kata-kata , atau setiap produk akal manusia. Air sebagai bagian dari semesta seolah dapat “mendengar” atau ”membaca” tulisan yang dibuat manusia, seolah ia menyadari benar-benar bahwa manusia adalah pemegang mandat kepemimpinan alam semesta atau yang dalam bahasa agamanya disebut sebagai khalifah fil ardli, kini kita menyaksikan air yang sangat ”sadar” akan posisi dirinya dalam semesta.

Sehubungan dengan hasil eksperimen Dr.masaru Emoto tersebut, seorang ilmuwan bernama Dr.Li Chunbing berpendapat bahwa penelitian tersebut membuktikan pada kita bahwa di dalam setiap benda terdapat mind. Selanjutnya dalam suatu wawancara dengan surat kabar ZhengJian, ia menyatakan,” The most spectacular part is that a water crystal can reflect ”thought” with its information.That is a phrase, an image, or a piece of music can lead to particular shapes of water chrystal . In other wors , water responds to words, images , and sound with different formations of water chrystal .From the photographs of different formations f water chrystal we can easily see that mind and matter is one thing.It appears that that there is a mind inside a matter . For example, a word carries a thougt, wich manifest it self in the formation of water chrystal in the water crysta experiments. This proves that a matter has life and thought of its own , and that a thought has its tangible representation. Matter and mind are one body with two kinds of manifestations of the same substance.”

Alam semesta yang berkesadaran

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. Al Mulk, 67: 3-4) !

Atom adalah bagian pembangun alam semesta, artinya seluruh wujud atau manifestasi yang ada di semesta raya ini tersusun dari atom-atom atau dapat dikatakan bahwa segala benda yang ada merupakan atom-atom yang mengumpul. Dalam struktur atom, semua bagiannya mempunyai tata aturan dan disain yang menonjol. Setiap atom mempunyai nukleus yang mengandung protron dan neutron yang jumlahnya tertentu, kesemuanya bergerak berputar seirama seperti putaran thowaf. Nukleus atau inti atom, protron dan neutron yang ada di dalamnya, dan elektron di sekitarnya selalu bergerak. Jumlah elektron suatu atom sama dengan jumlah protonnya, karena proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif selalu seimbang satu sama lain,jika tak seimbang maka tak mungkin terbentuk atom. Elektron-elektron ini berputar mengelilingi inti atom mereka sendiri dan dengan kecepatan tertentu tanpa saling menyimpang. Kecepatannya selalu seimbang dengan yang lainnya dan selalu menjaga kelangsungan hidup atomnya. Tidak pernah terjadi salah-atur, perbedaan, atau pun perubahan, ”tanpa berfikir” , semuanya bergerak dalam ”kesadarannya” masing-masing, kesadaran –kesadaran yang ’dihembuskan” oleh sesuatu yang Tunggal yang mengatur segala sesuatu secara terencana.

Teori penciptaan atau asal-usul Alam Semesta yang paling diyakini kebenarannya adalah Big bang Theory atau Teori Ledakan Besar, yang mengatakan bahwa Semesta Yang Teratur ini bemula dari sebuah Ledakan dahsyat. Jika Ledakan Dahsyat itu merupakan ledakan yang kebetulan dan tidak terkontrol, maka mestinya diikuti dengan kejadian acak dan tersebarnya segala yang terbentuk itu dalam suatu kekacaubalauan yang luar biasa dahsyatnya, tetapi kenyataannya semuanya tersusun rapi, bergerak dalam ”suatu kesadarannya masing-masing” yang terkontrol.

Sebenarnya, tatanan semeta yang teratur tak bercacat telah berlaku di tahap awal keberadaannya. Contohnya, alam semesta terbentuk di tempat dan waktu yang berbeda, namun begitu terorganisir sehingga alam semesta seakan-akan dihasilkan dari satu-satunya pabrik dengan kesadaran masing-masing. Mula-mula, elektron mendapati sendiri suatu nukleus dan mulai mengelilinginya. Kemudian, atom-atom menyatu untuk membentuk zat, dan semuanya menghasilkan obyek-obyek yang bermakna, bertujuan, dan masuk-akal.

Sesuatu yang tidak wajar, mendua, tidak normal, tidak bermanfaat, dan tidak bertujuan tidak pernah terjadi. Segala sesuatu, dari unit terkecil sampai unsur terbesar, terorganisir dan mempunyai tujuan yang beragam Semuanya ini merupakan bukti kuat adanya Suatu Kesadaran Tunggal yang meng”hembuskan’ seluruh semesta yang beraneka Ragam dalam dalam ”sub-sub ” atau ”unit-unit” Kesadaran yang Sistematis, masing-masing memiiki ”kesadaran diri’ yang berbeda dengan yang lain, tetapi kesemuanya terhubung dengan suatu Kesadaran Tunggal yang mengatur semesta. Demikianlah, Alam semesta dilingkupi terhubung dan dengan suatu pusat atau sumber kesadaran atau kebijaksanaan tertinggi, bagian-bagian dari semesta berkesadaran dan satu sama lain terhubung dengan suatu kesadaran tertinggi yang meliputi alam semesta , Suatu Kesadaran yang membuat setiap bagian darinya hingga partikel-partikel terkecil sekalipun bergerak dalam suatu perputaraan yang indah yang bila meminjam istilah Pir Inayah Khan seorang Sufi dikatakan sebagai “tarian-tarian Cosmis yang Agung”.

Seluruh komponen dari alam semesta berkesadaran, mereka tidak terpisah satu sama lain tetapi mereka saling berhubungan, berinteraksi, bersimbiosis mutualisme, berkomunikasi satu sama lain, saling menghilangkan, saling menghidupkan, masing-masing menjalankan tugasnya berdasarkan suatu kesadaran yang ”ditiupkan” dari ”Sumber Kesadaran yang Agung” kita menyebutnya Allah.

Sejenak, marilah kita sama-sama merenung, menyaksikan betapa semuanya berkesadaran, air yang menguap tatkala terik matahari menerpanya, batu yang jatuh kebawah saat dilempar dari tebing yang tinggi, dua ujung magnet yang berlawanan saling tolak menolak , Daun yang menghirup karbon dioksida dan meniupkan oksigen bagi makhluk lainnya, semua ”tahu diri”, dan memasrahkan diri-diri mereka pada Kesadaran Semesta Raya yang dihembuskan sang Ilahi Pemilik kesadaran Tertinggi , kita biasa menyebutnya ”Law of Nature” , hukum alam yang pada hakekatnya adalah Hukum Tuhan, semua bergerak dalam tatanan keteraturan yang harmonis,mekanisme Ilahiah yang sempurna, itulah manifestasi dari Hukum Pemilik Kesempurnaan.

Tentang hal ini, Harun Yahya menyatakan dalam salah satu bukunya,” Ketika menjelajahi alam semesta, kita menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempati ini hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada padanya, bumi diciptakan dengan kese-imbangan yang luar biasa stabil, yang membuatnya cocok bagi berlang-sungnya kehidupan makhluk hidup.”

Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dengan Haq; tatkala Ia berfirman, “Jadilah!” maka ia pun jadi. Firman-Nya adalah kebenaran. (Surat al-An’aam, 73)

Dalam pembahasan ini kita telah menyaksikan bahwa segala sesuatu di semesta ini berkesadaran, mereka mendapatkan kesadarannya yang tanpa berfikir itu begitu saja, segala sesuatunya sudah dimilikinya sejak mereka tercipta.Kesadaran yang selama ini tidak pernah kita sadari bahwa ia ada dalam diri kita dan sesungguhnya kita adalah bagian dari KESADARAN tersebut

by. kriyasemestafoundation.blogspot.com

Renungan Tentang Kesabaran

oleh : Ki Akbar Kuspriadi penulis buku
“Biarkan Tubuh Anda yang menyembuhkan” (Pustaka Hidayah group)

“Kedudukan sabar di dalam iman seperti kedudukan kepala di dalam tubuh. Jika kepala berpisah dari tubuh, maka rusaklah tubuh. Jika Sabar berpisah dari urusan, maka rusaklah urusan” “Barang siapa membuang kesabaran, maka kecemasan akan menghancurkannya” Amirul mu`minin `Ali bin Abi Tholib

Saat kami bersilaturahmi ke rumah Ustadz Zakaria , salah seorang guru spiritual saya di Wanaraja Garut, beliau menceritakan tentang seorang tukang batu yang sedang memukuli batu yang cukup besar.Di Lauhul Mahfudz sana tertulis bahwa batu tersebut akan pecah pada pukulan ke 101.Tukang batu itu dengan sabar memukuli batu tersebut berulang kali tanpa pernah tahu pada hitungan ke berapa batu itu akan hancur.Tepat pada hitungan ke 101 …..KRAK….. batu besar itupun terbelah.andaikata ia berhenti pada pukulan ke 100an tidak melanjutkan ke pukulan 101, maka batu itu tidak akan terbelah.

Seperti tetesan air hujan yang menyirami tanah yang kerontang, kisah tukang batu yang diceritakan Uzak , begitu panggilan akrabnya , mengingatkan dan menyadarkanku kembali tentang makna kesabaran. Kisah tukang batu ini membuka wacanaku bahwa ternyata kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian “nrimo”, ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan, diam pasif dan menunggu. Sabar dalam konteks ini adalah kekuatan mental yang tidak menyerah begitu saja pada kenyataan.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Seseorang yang menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja, tidak dapat disebut sabar. Sabar merupakan keseimbangan antara sikap aktif dan pasif, sabar adalah pergerakan tanpa henti, ya ….. seperti tukang batu tersebut yang terus bergerak tanpa pernah tahu kapan urusannya selesai.

Seperti halnya sebuah atom, sebuah atom terjadi karena adanya keseimbangan gaya tarik menarik dan tolak menolak yang seimbang, keseimbangan tersebutlah yang kemudian menghasilkan perputaran elektron mengelilingi inti atom, sebuah perputaran yang tanpa henti.Kesabaran yang sejati akan menghasilkan pergerakan indah yang tanpa henti, menari berputar bersama semesta, dalam tasbih pujian pada Ilahi.

Segala hal di alam semesta ini pun merupakan wujud dari kesabatranm, karena merupakan pancaran dari Ilahi YANG MAHA SABAR. Induk ayam tidak akan dapat menetaskan telurnya kecuali setelah melewati waktu tertentu, butuh waktu dalam mengerami telur-telurnya agar telurnya dapat menetas. Seekor ulat harus melalui proses “sabar” dengan menjalani fase kepompongnya terlebih dahulu sebelum akhirnnya dapat terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.Seorang murid tidak akan mencapai derajat tertinggi dalam ilmu pengetahuan, kecuali setelah bersabar selama bertahun-tahun dalam belajar.

Sabar bukanlah berarti berhenti, bila seorang penyabar terlihat tidak bergerak, maka tidak bergeraknya ini bukanlah berhentinya ia dari pergerakan tetapi menunggu saat yang tepat untuk bergerak, atau mengambil ancang-ancang, bersiap sesaat untuk ke proses berikutnya.

Dalam pelajaran ilmu jeblag pernafasaan Nampon, Abah Ajat menjelaskan bahwa tidak pada setiap kondisi lawan dapat dipentalkan, tetapi ada suatu moment dimana lawan menahan nafas dan bersiap untuk melakukan penyerangan yang dalam bahasa sunda disebut ngawahan.Nah, di saat lawan “ngawahan” itulah kita dapat menjeblagnya dengan sempurna, mementalkan atau membalikan serangannya.Bila lawan belum berada dalam posisi ini, kita menjeblagnya, maka ini adalah sia-sia. Kesabaran pun dibutuhkan bahkan dalam ilmu persilatan.

Tentang sabar ini, Imam Ali pun pernah berkata :” Bahwa itu ada dua, pertama adalah sabar dengan hal-hal yang disukai, yang kedua adalah sabar dengan hal-hal yang tidak disukai. “Dalam konteks ini sabar adalah kekuatan pantang menyerah dalam kondisi apapun, orang yang sabar itu tetap bergerak dalam kondisi suka maupun duka.

Sabar juga memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Makna Sabar

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Secara definitive sabar berarti Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah Sabar berarti pula tidak lari dari kenyataan, tidak lari dari medan perjuangan hidup.

Dalam konteks di atas sabar bisa diartikan sebagai focus, yakni pengarahan energi kearah pencapaian tujuan secara terus menerus dan konsisten.Keluh kesah , marah terhadap keadaan adalah penghamburan energi yang tidak terarah, semua ini merupakan bentuk dari ketidak sabaran.Orang yang sabar dapat menahan darinya dari segala bentuk penghamburan energi, energinya ia fokuskan kearah tujuan.

Saat sabar sesungguhnya seluruh sel-sel tubuh kita kita menyerap energi positif, fikiran dan perasaan kita terhubung dengan Ilahi SANG MAHA SABAR.Allah menggambarkan pula dalam Qur`an bahwa hambaNya yang sabar terhubung dengan pertolongan Ilahi, perhatikan ayat berikut : “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar QS.2: 1534. Di ayat lain Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar (3: 146)

Saat kita tidak sabar, konektifitas kita dengan Ilahi terputus, sel-sel tubuh kita menyerap energi negative yang kian lama kian merusak system tubuh kita.Dalam penyembuhan kesabaran menrupkan kunci sukses menuju kesembuhan.seorang pasien yang sabar akan lebih cepat sembuhnya ketimbang pasien yang tidak sabaran dan gampang menyerah.

Selanjutnya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, Ustadz Zakaria yang lulusan Hauzah Ilmiah Qum Iran ini bertanya pada kami,” Dalam cerita tadi disebutkan bahwa batu tersebut belah pada pukulan yang ke 101.Yang ingin saya tanyakan adalah, pada pukulan ke berapa batu tersebut belah.”

” Pukulan yang ke 101 tadz.” Jawab saya yakin. ”Kurang tepat.”Jawab ustdz. Tiba-tiba seorang yang hadir menjawab mantap.” Yang memecahkan batu itu adalah serangkaian pukulan yang konsisten dari pukulan yang pertama hingga pukulan yang ke 101.” Ustadz menjawab,” Ya, benar”.

by. kriyasemestafoundation.blogspot.com

>Renungan Tentang Kesabaran

>

oleh : Ki Akbar Kuspriadi penulis buku
“Biarkan Tubuh Anda yang menyembuhkan” (Pustaka Hidayah group)

“Kedudukan sabar di dalam iman seperti kedudukan kepala di dalam tubuh. Jika kepala berpisah dari tubuh, maka rusaklah tubuh. Jika Sabar berpisah dari urusan, maka rusaklah urusan” “Barang siapa membuang kesabaran, maka kecemasan akan menghancurkannya” Amirul mu`minin `Ali bin Abi Tholib

Saat kami bersilaturahmi ke rumah Ustadz Zakaria , salah seorang guru spiritual saya di Wanaraja Garut, beliau menceritakan tentang seorang tukang batu yang sedang memukuli batu yang cukup besar.Di Lauhul Mahfudz sana tertulis bahwa batu tersebut akan pecah pada pukulan ke 101.Tukang batu itu dengan sabar memukuli batu tersebut berulang kali tanpa pernah tahu pada hitungan ke berapa batu itu akan hancur.Tepat pada hitungan ke 101 …..KRAK….. batu besar itupun terbelah.andaikata ia berhenti pada pukulan ke 100an tidak melanjutkan ke pukulan 101, maka batu itu tidak akan terbelah.

Seperti tetesan air hujan yang menyirami tanah yang kerontang, kisah tukang batu yang diceritakan Uzak , begitu panggilan akrabnya , mengingatkan dan menyadarkanku kembali tentang makna kesabaran. Kisah tukang batu ini membuka wacanaku bahwa ternyata kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian “nrimo”, ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan, diam pasif dan menunggu. Sabar dalam konteks ini adalah kekuatan mental yang tidak menyerah begitu saja pada kenyataan.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Seseorang yang menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja, tidak dapat disebut sabar. Sabar merupakan keseimbangan antara sikap aktif dan pasif, sabar adalah pergerakan tanpa henti, ya ….. seperti tukang batu tersebut yang terus bergerak tanpa pernah tahu kapan urusannya selesai.

Seperti halnya sebuah atom, sebuah atom terjadi karena adanya keseimbangan gaya tarik menarik dan tolak menolak yang seimbang, keseimbangan tersebutlah yang kemudian menghasilkan perputaran elektron mengelilingi inti atom, sebuah perputaran yang tanpa henti.Kesabaran yang sejati akan menghasilkan pergerakan indah yang tanpa henti, menari berputar bersama semesta, dalam tasbih pujian pada Ilahi.

Segala hal di alam semesta ini pun merupakan wujud dari kesabatranm, karena merupakan pancaran dari Ilahi YANG MAHA SABAR. Induk ayam tidak akan dapat menetaskan telurnya kecuali setelah melewati waktu tertentu, butuh waktu dalam mengerami telur-telurnya agar telurnya dapat menetas. Seekor ulat harus melalui proses “sabar” dengan menjalani fase kepompongnya terlebih dahulu sebelum akhirnnya dapat terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.Seorang murid tidak akan mencapai derajat tertinggi dalam ilmu pengetahuan, kecuali setelah bersabar selama bertahun-tahun dalam belajar.

Sabar bukanlah berarti berhenti, bila seorang penyabar terlihat tidak bergerak, maka tidak bergeraknya ini bukanlah berhentinya ia dari pergerakan tetapi menunggu saat yang tepat untuk bergerak, atau mengambil ancang-ancang, bersiap sesaat untuk ke proses berikutnya.

Dalam pelajaran ilmu jeblag pernafasaan Nampon, Abah Ajat menjelaskan bahwa tidak pada setiap kondisi lawan dapat dipentalkan, tetapi ada suatu moment dimana lawan menahan nafas dan bersiap untuk melakukan penyerangan yang dalam bahasa sunda disebut ngawahan.Nah, di saat lawan “ngawahan” itulah kita dapat menjeblagnya dengan sempurna, mementalkan atau membalikan serangannya.Bila lawan belum berada dalam posisi ini, kita menjeblagnya, maka ini adalah sia-sia. Kesabaran pun dibutuhkan bahkan dalam ilmu persilatan.

Tentang sabar ini, Imam Ali pun pernah berkata :” Bahwa itu ada dua, pertama adalah sabar dengan hal-hal yang disukai, yang kedua adalah sabar dengan hal-hal yang tidak disukai. “Dalam konteks ini sabar adalah kekuatan pantang menyerah dalam kondisi apapun, orang yang sabar itu tetap bergerak dalam kondisi suka maupun duka.

Sabar juga memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Makna Sabar

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Secara definitive sabar berarti Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah Sabar berarti pula tidak lari dari kenyataan, tidak lari dari medan perjuangan hidup.

Dalam konteks di atas sabar bisa diartikan sebagai focus, yakni pengarahan energi kearah pencapaian tujuan secara terus menerus dan konsisten.Keluh kesah , marah terhadap keadaan adalah penghamburan energi yang tidak terarah, semua ini merupakan bentuk dari ketidak sabaran.Orang yang sabar dapat menahan darinya dari segala bentuk penghamburan energi, energinya ia fokuskan kearah tujuan.

Saat sabar sesungguhnya seluruh sel-sel tubuh kita kita menyerap energi positif, fikiran dan perasaan kita terhubung dengan Ilahi SANG MAHA SABAR.Allah menggambarkan pula dalam Qur`an bahwa hambaNya yang sabar terhubung dengan pertolongan Ilahi, perhatikan ayat berikut : “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar QS.2: 1534. Di ayat lain Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar (3: 146)

Saat kita tidak sabar, konektifitas kita dengan Ilahi terputus, sel-sel tubuh kita menyerap energi negative yang kian lama kian merusak system tubuh kita.Dalam penyembuhan kesabaran menrupkan kunci sukses menuju kesembuhan.seorang pasien yang sabar akan lebih cepat sembuhnya ketimbang pasien yang tidak sabaran dan gampang menyerah.

Selanjutnya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, Ustadz Zakaria yang lulusan Hauzah Ilmiah Qum Iran ini bertanya pada kami,” Dalam cerita tadi disebutkan bahwa batu tersebut belah pada pukulan yang ke 101.Yang ingin saya tanyakan adalah, pada pukulan ke berapa batu tersebut belah.”

” Pukulan yang ke 101 tadz.” Jawab saya yakin. ”Kurang tepat.”Jawab ustdz. Tiba-tiba seorang yang hadir menjawab mantap.” Yang memecahkan batu itu adalah serangkaian pukulan yang konsisten dari pukulan yang pertama hingga pukulan yang ke 101.” Ustadz menjawab,” Ya, benar”.

by. kriyasemestafoundation.blogspot.com

>Renungan Tentang Kesabaran

>

oleh : Ki Akbar Kuspriadi penulis buku
“Biarkan Tubuh Anda yang menyembuhkan” (Pustaka Hidayah group)

“Kedudukan sabar di dalam iman seperti kedudukan kepala di dalam tubuh. Jika kepala berpisah dari tubuh, maka rusaklah tubuh. Jika Sabar berpisah dari urusan, maka rusaklah urusan” “Barang siapa membuang kesabaran, maka kecemasan akan menghancurkannya” Amirul mu`minin `Ali bin Abi Tholib

Saat kami bersilaturahmi ke rumah Ustadz Zakaria , salah seorang guru spiritual saya di Wanaraja Garut, beliau menceritakan tentang seorang tukang batu yang sedang memukuli batu yang cukup besar.Di Lauhul Mahfudz sana tertulis bahwa batu tersebut akan pecah pada pukulan ke 101.Tukang batu itu dengan sabar memukuli batu tersebut berulang kali tanpa pernah tahu pada hitungan ke berapa batu itu akan hancur.Tepat pada hitungan ke 101 …..KRAK….. batu besar itupun terbelah.andaikata ia berhenti pada pukulan ke 100an tidak melanjutkan ke pukulan 101, maka batu itu tidak akan terbelah.

Seperti tetesan air hujan yang menyirami tanah yang kerontang, kisah tukang batu yang diceritakan Uzak , begitu panggilan akrabnya , mengingatkan dan menyadarkanku kembali tentang makna kesabaran. Kisah tukang batu ini membuka wacanaku bahwa ternyata kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian “nrimo”, ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan, diam pasif dan menunggu. Sabar dalam konteks ini adalah kekuatan mental yang tidak menyerah begitu saja pada kenyataan.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Seseorang yang menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja, tidak dapat disebut sabar. Sabar merupakan keseimbangan antara sikap aktif dan pasif, sabar adalah pergerakan tanpa henti, ya ….. seperti tukang batu tersebut yang terus bergerak tanpa pernah tahu kapan urusannya selesai.

Seperti halnya sebuah atom, sebuah atom terjadi karena adanya keseimbangan gaya tarik menarik dan tolak menolak yang seimbang, keseimbangan tersebutlah yang kemudian menghasilkan perputaran elektron mengelilingi inti atom, sebuah perputaran yang tanpa henti.Kesabaran yang sejati akan menghasilkan pergerakan indah yang tanpa henti, menari berputar bersama semesta, dalam tasbih pujian pada Ilahi.

Segala hal di alam semesta ini pun merupakan wujud dari kesabatranm, karena merupakan pancaran dari Ilahi YANG MAHA SABAR. Induk ayam tidak akan dapat menetaskan telurnya kecuali setelah melewati waktu tertentu, butuh waktu dalam mengerami telur-telurnya agar telurnya dapat menetas. Seekor ulat harus melalui proses “sabar” dengan menjalani fase kepompongnya terlebih dahulu sebelum akhirnnya dapat terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.Seorang murid tidak akan mencapai derajat tertinggi dalam ilmu pengetahuan, kecuali setelah bersabar selama bertahun-tahun dalam belajar.

Sabar bukanlah berarti berhenti, bila seorang penyabar terlihat tidak bergerak, maka tidak bergeraknya ini bukanlah berhentinya ia dari pergerakan tetapi menunggu saat yang tepat untuk bergerak, atau mengambil ancang-ancang, bersiap sesaat untuk ke proses berikutnya.

Dalam pelajaran ilmu jeblag pernafasaan Nampon, Abah Ajat menjelaskan bahwa tidak pada setiap kondisi lawan dapat dipentalkan, tetapi ada suatu moment dimana lawan menahan nafas dan bersiap untuk melakukan penyerangan yang dalam bahasa sunda disebut ngawahan.Nah, di saat lawan “ngawahan” itulah kita dapat menjeblagnya dengan sempurna, mementalkan atau membalikan serangannya.Bila lawan belum berada dalam posisi ini, kita menjeblagnya, maka ini adalah sia-sia. Kesabaran pun dibutuhkan bahkan dalam ilmu persilatan.

Tentang sabar ini, Imam Ali pun pernah berkata :” Bahwa itu ada dua, pertama adalah sabar dengan hal-hal yang disukai, yang kedua adalah sabar dengan hal-hal yang tidak disukai. “Dalam konteks ini sabar adalah kekuatan pantang menyerah dalam kondisi apapun, orang yang sabar itu tetap bergerak dalam kondisi suka maupun duka.

Sabar juga memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Makna Sabar

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Secara definitive sabar berarti Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah Sabar berarti pula tidak lari dari kenyataan, tidak lari dari medan perjuangan hidup.

Dalam konteks di atas sabar bisa diartikan sebagai focus, yakni pengarahan energi kearah pencapaian tujuan secara terus menerus dan konsisten.Keluh kesah , marah terhadap keadaan adalah penghamburan energi yang tidak terarah, semua ini merupakan bentuk dari ketidak sabaran.Orang yang sabar dapat menahan darinya dari segala bentuk penghamburan energi, energinya ia fokuskan kearah tujuan.

Saat sabar sesungguhnya seluruh sel-sel tubuh kita kita menyerap energi positif, fikiran dan perasaan kita terhubung dengan Ilahi SANG MAHA SABAR.Allah menggambarkan pula dalam Qur`an bahwa hambaNya yang sabar terhubung dengan pertolongan Ilahi, perhatikan ayat berikut : “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar QS.2: 1534. Di ayat lain Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar (3: 146)

Saat kita tidak sabar, konektifitas kita dengan Ilahi terputus, sel-sel tubuh kita menyerap energi negative yang kian lama kian merusak system tubuh kita.Dalam penyembuhan kesabaran menrupkan kunci sukses menuju kesembuhan.seorang pasien yang sabar akan lebih cepat sembuhnya ketimbang pasien yang tidak sabaran dan gampang menyerah.

Selanjutnya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, Ustadz Zakaria yang lulusan Hauzah Ilmiah Qum Iran ini bertanya pada kami,” Dalam cerita tadi disebutkan bahwa batu tersebut belah pada pukulan yang ke 101.Yang ingin saya tanyakan adalah, pada pukulan ke berapa batu tersebut belah.”

” Pukulan yang ke 101 tadz.” Jawab saya yakin. ”Kurang tepat.”Jawab ustdz. Tiba-tiba seorang yang hadir menjawab mantap.” Yang memecahkan batu itu adalah serangkaian pukulan yang konsisten dari pukulan yang pertama hingga pukulan yang ke 101.” Ustadz menjawab,” Ya, benar”.

by. kriyasemestafoundation.blogspot.com

Definsi Jagad Semesta (UNIVERSE)

Boleh tidak kita mencoba mendefinisikan Jagad Semesta (Universe) ?

Mungkinkah kita mampu mendefinisikan sebuah kata yang bernama Jagad Semesta ? Suatu totalitas perjalanan jagad semesta lebih jauh dari 13,700,000,000 tahun-cahaya. Atau mampukah kita mengartikan sebuah kata arti HIDUP di jagad semesta ? Suatu arti perjalanan hidup sejauh 4,500,000,000 tahun sejak zaman eon Hadean di Bumi. Barangkali akhirnya manusia dapat menemukan jawabannya yang ternyata sederhana sama sederhananya seperti kita menghitung tahun demi tahun batas usia kita hidup di bumi ini, kita tumbuh menjadi tua dan kembali menjadi tiada kembali Tetapi kita telah mempunyai suatu perjalanan jiwa yang khas untuk setiap makhluk hidup, khususnya sang manusia. Perjalanan kehidupan manusia adalah perjalanan pernuh warna-warni dari perjalanan kesadaran semesta, dan adalah fitrah manusia selalu akan mencari arti kehidupan di Satu-Bumi ini, barangkali juga manusia akhirnya menemukan 1(satu) makna siklus jagad semesta.


Seorang ahli astro-fisika akan selalu mempunyai perhitungan perjalanan ruang angkasa, suatu perjalanan antar bintang dan galaksi. Seorang ahli sains yang hidup di Amerika akan sering mengunyah menu perdebatan teori evolusi dan retorika atheisme. Suatu hari manusia akan dapat menemukan kehidupan baru dari perjalanan antar bintang-galaksi kelak. Suatu hari manusia akan dapat menciptakan superman yang tidak pernah mati. Tetapi dari waktu ke waktu perjalanan peradaban manusia 10.000 tahun ini ternyata manusia lebih banyak menemukan makna 1(satu) kesatuan kehidupan dengan jagad semesta.

Dimulai kita diberi Sang Pencipta, kemudahan belajar aljabar atau matematika dari simbol-simbol angka kultur Arab-Islam, yakni angka 1-9 dan angka istimewa ‘0’ . Jika kita harus berbicara dari A-B-Y-Z dan I-V-X-L maka itu berasal dari kultur Romawi, tetapi jika kita mulai menghitung alam semesta maka yang diperlukan adalah angka-angka Arab ini, tidak terbayang kalau kita terus menerus menghitung angka 13.7 milyar tahun cahaya dengan angka Romawi. Jika kita memulai menghitung ‘1’ sampai ‘9’ yang ada disekitar kita, ternyata kita membutuhkan angka ‘0’ agar kita lebih mampu menghitung lebih banyak lagi, mulai dari puluhan, ratusan, milyaran, trilyunan dst. Semakin banyak kita menghitung alam semesta ini, tokh kita harus selalu menambahkan angka ‘0’(nol) lagi dan ‘0’(nol) lagi, tetapi diujung awal kitapun akan bertemu angka ‘1’(satu) lagi dan kembali ‘1’(satu) lagi.

Apa artinya perjalanan kesadaran semesta ini berawal dari angka ‘1’ dan kita memerlukan angka ‘0’ agar kita dapat kembali menuliskan angka ‘1’ lagi dari sebuah perjalanan jagad semesta sejauh 13.7 milyar tahun cahaya ? Jika akhirnya Ferdinand_de Magellan dapat membuktikan bahwa bumi bukanlah dataran rata tak berhingga, tetapi inilah langkah awal kesadaran manusia mulai menemukan arti kesatuan. Jika pada saat ini kita bingung mengartikan perjalanan ‘13.7 bya’ ini, maka cobalah bercermin kepada Magellan ini yang telah menemukan angka bulat bumi ‘0’ dari perjalanan jauhnya mengelilingi lingkaran bumi.

Bersyukurlah kita diberi petunjuk ‘Sang Pencipta’ dalam perjalanan mencari arti makna yang lebih dalam, meskipun perjalanan waktu setiap insan manusia tampak begitu singkat. Tetapi perjalanan jiwa peradaban manusia selama 10.000 tahun ini sudah demikian jauhnya menembus ruang waktu dan kita harus mendefinisikan angka ‘13.7 bya’ ini. Apa artinya angka raksasa ini ?

Pokok persoalan kehidupan manusia bukanlah terletak pada jawaban misteri 70% energi gelap yang mengendalikan jagad semesta, tetapi persoalan besar kehidupan manusia adalah 70% kewajiban menyelesaikan masalah kemanusiaan yang telah berkali-kali diperingatkan oleh agama-agama. Tidak ada agama yang ketinggalan zaman, karena agama itu warna baju kesadaran semesta yang dipakaikan kepada manusia. Jika ada pertanyaan besar kepada jagad semesta, tetapi akan ada lebih besar lagi pertanyaan kepada tantangan-tantangan kemanusiaan di bumi ini, dan akan tetap aktual sejak dari masa silam.

Bumi adalah suatu panggung sandiwara bagi sang manusia, suatu pangungg sandiwara dari suatu kesadaran semesta, warna-warni ras manusia, perang, uang, politik, agama, sains, pencapaian teknologi, ancaman kemisikinan dunia, ancaman kerakusan dan ketamakan monster-monster imperialis. Inilah panggung sandiwara Shakespeare, suatu panggung sandiwara gelombang-frekwensi kesadaran semesta.

Saya lebih suka membayangkan kesadaran semesta manusia itu seperti gelombang-frekwensi de Broglie. Bayangkan suatu gelombang-frekwensi radio/televisi yang ditransmisi dari stasiun pemancar CNN Amerika. Suatu gelombang-frekwensi yang tidak kelihatan, begitu jauh dari perjalanannya menembus angkasa bumi akhirnya sampai ke penerima radio/televisi di Indonesia. Suatu gelombang-frekwensi yang tidak kelihatan, tetapi akhirnya dapat menciptakan realitas audio/video yang tajam diterima di pesawat radio/televisi kita di rumah. Alangkah bodohnya seorang atheis selalu berargumen dangkal bahwa Sang Pencipta itu tidak ada eksistensinya, padahal dia tidak bisa membuktikan apakah eksistensi kesadarannya sendiri fisik atau non-fisik

Seorang ahli kontrol instrumentasi NASA dapat mengontrol jarak jauh pesawat ruang angkasa tak berawak Galileo lewat gelombang elektromagnetik yang tidak kelihatan, apalagi Sang Pencipta yang telah menciptakan manusia dari tiada menjadi ada. Jika anak kita suka sekali dengan memainkan alat remote-control TV, maka demikian juga mudahnya Sang Pencipta akan menekan tombol switch ON/OFF dari kesadaran manusia. Itulah makna kiamat secara logika, realitasnya tentu adalah batas mortalitas setiap spesies makhluk hidup.

Akhirnya demi pencerahan ilmu pengetahuan dan pencarian arti peradaban manusia, saya mencoba membuat ringkasan dari esai-esai pada link diatas ‘Sang Manusia’, ‘Aristoteles’, ‘Satu-Bumi’, ‘Gamelan Kosmos’, dan ‘Makna 10.000 tahun peradaban’ sebagai berikut :

  1. Kehidupan di bumi adalah proses utama dari tujuan penciptaan jagad semesta lewat mekanisme evolusi yang akhirnya akan menemukan diri sendiri dan akhirnya menyatakan diri sendiri dalam suatu permainan dimensi yang kita sebut dimensi ruang-waktu dan massa-energi dan barangkali kejadian kehidupan hanya terjadi di Satu-Bumi.
  2. Jika jagad semesta memainkan nada-nada dasar materi barionik ( dalam skala 13,700,000,000 tahun ) dan kehidupan di bumi memainkan nada-nada dasar DNA ( dalam skala 4,500,000,000 tahun ) maka akhirnya suatu hari peradaban manusia ( dalam skala 10.000 tahun ) akan senang kembali menghitung total produksi angka raksasa materi barionik dan DNA di bumi.
  3. Evolusi kehidupan dari perjalanan materi dasar DNA adalah suatu nada harmoni jagad semesta. Evolusi materi barionik yang menciptakan tabel periodik atom Mendeleev adalah juga nada-nada harmonik jagad semesta. Tampaknya manusia harus menyadari bahwa ada nada-nada di semesta ini yang acak/random dengan adanya misteri energi gelap di jagad semesta.
  4. Kesadaran manusia adalah suatu gelombang-frekwensi kesadaran semesta, mungkin bermain di nada-nada gelombang frekwensi de_Broglie yang saat ini mengobservasi jagad semesta. Kesadaran manusia itu ‘online/synchronic’ dengan kesadaran semesta yang memang kekal.
  5. Jagad semesta kita digerakkan oleh 74 % of ‘energi gelap’ dan 22% of ‘materi gelap’ , artinya jagad semesta kita didominasi oleh energi dan materi acak atau random. Analoginya jika kita menciptakan deretan nada nada harmoni piano yang di suatu peralatan piano, maka sebenarnya nada-nada harmoni itu pasti hanya sebagian kecil dari totalitas nada-nada acak yang bisa dibuat manusia.
Harmonic energy/matter D Disharmonic (junk/random) energy/matter

A = 13,700,000,000 tahun = Total jadwal-waktu jagad semesta

B = 4,500,000,000 tahun = Jadwal waktu energi/materi harmoni berinteraksi dengan kesadaran hidup

C = 10,000 tahun = Jadwal waktu kesadaran semesta (peradaban manusia )

Saya mencoba menggambarkan jadwal waktu jagad semesta dan  road-map-nya dalam  UNIQUE-M matrix sbb :       
The UNIQUE-M  of space time
10,000 yrs
13.7 bya
4.5 bya
4.5 bya
10,000 yrs
13.7 bya
13.7 bya
4.5 bya
10,000 yrs

RINGKASAN :

Ketika kita mencoba memahami diri kita sendiri dan membandingkan dengan angka raksasa galaksi bintang-bintang disana, kita selalu lupa bahwa diri kita sendiri adalah angka-angka raksasa dari jumlah sel-sel hidup yang berinterkasi networking. Bintang-bintang galaksi adalah representasi angka-angka raksasa dalam produksi massa-energi tetapi tidak berinterkasi networking , sedangkan makhluk hidup representasi produksi massa-energi yang berinteraksi networking dan menciptakan raksasa kesadaran dalam peradaban manusia. Kita bukanlah debu-debu bintang-galaksi, kita adalah mahluk paling mulia, paling berarti, paling cerdas di jagad semesta ini. Tetapi siapakah sebenarnya kesadaran ‘kita’ ini sesungguhnya ? Katakanlah gelombang-frekwensi kesadaran ‘kita’ itu semacam format gelombang-frekwensi de Broglie, dan kita hidup bermain sinkron dengan kesadaran semesta, kita selalu mencari arti asal-muasal segala sesuatunya, setiap kesadaran manusia itu seperti sebuah cahaya lilin kesadaran yang mencari sumber sebenarnya dan dalam perjalanannya akan menerangi sekitarnya, menerangi kesadaran jagad semesta ini.

Apakah definsi Jagad Semesta itu (UNIVERSE) ?
A = Jagad Semesta fisik adalah ‘Rumah-Produksi materi-energi’
B = Hidup adalah ‘Rumah-Produksi Kesadaran’
C = Manusia adalah ‘Rumah-Produksi Kesadaran Semesta’

Jagad Semesta adalah total A + B + C yang berjalan dalam siklus ruang-waktu.

by. http://www.oocities.com