N-Generation | Dunia Matrix

The Matrix bukan sekadar film, ada maksud tersirat dibaliknya, melampaui kepercayaan berbagai agama khususnya Islam, dimana para orientalis banyak belajar dari filsafat Tasawuf (Sufism mengikut terminologi Barat) untuk mengetahui rahasia alam ini. Pengetahuan Matrix terbagi dua; dari Allah SWT kepada para malaikat seterusnya para Kekasih-Nya (khususnya Nabi Muhammad SAW) sampai ke insan-insan beriman dan yang kedua, Izazil (Iblis) menurun ke setan, Dajal dan seterusnya kepada Secret Societies. Izazil pula belajar tentang Matrix ketika dia menjadi Ketua Malaikat dari The Source, Allah Rabbul Izzati. Nabi Adam AS pula setelah diciptakan juga belajar silibus Matrix dengan Codename: ‘NAMA-NAMA’ (lihat Alquran).  

The Matrix adalah kisah pencarian makhluk Tuhan bernama manusia ke asal-usul dirinya, di mana sebenarnya dia berada, ke mana dia akan pergi dan kepada siapa dia akan kembali.

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama …” (AlQuran 2:31)

Apakah Matrix itu? Matematika? MLM?

atau kat matriks?;>

Matrix adalah tergantung pada APA YANG ANDA PERCAYA.

Bagaimana rupanya? Apa yang ada di dalamnya?

Lama sebelum film The Matrix yang pertama ditayangkan dinegar-negara seluruh dunia, beberapa kelompok pemikir dari kalangan Barat menemukan sedikit kenyataan dan hakikat sebenarnya dari dunia dan alam kehidupan yang manusia alami.Kelompok pemikir ini telah mempelajari dari berbagai sumber; dan di sana ada dua sumber utama yang menjadi tunjangan kepada pengetahuan The Matrix, esoterik Hindu dan satu lagi sumber yang mereka simpan ke umum.

Dasar ke pengetahuan yang mereka gali dari spiritual di dunia sebelah Timur inilah yang menjadi daya ke pergerakan New Age dan Theosofi.

Selama ratusan tahun sebelum gerakan New Age ada, berbagai aliran spiritual telah muncul bak jamur setelah hujan di beberapa bagian Eropah.Rosicrusian, Martinism, Gnostic, Cathars dan banyak lagi termasuk pergerakan ‘illumination’ dan berbasis Kabbalah yang berkembang sesuai dengan bentrokan budaya Barat-Timur apakah bersumber dari kegiatan perdagangan maupun peperangan. Para pendiri aliran-aliran spiritual ini telah mengembara ke seluruh dunia Timur; di mana dapat dibagi menjadi dua tujuan utama sumber ajaran spiritual dunia, Timur Tengah dan Indo-Asia.Mereka telah berguru dengan berbagai guru spiritual Timur; shaman, Peramal, ahli sihir, ahli sufi, pemuka-pemuka agama, pendeta, para biksu, dukun dan sebagainya semata-mata untuk menjawab pertanyaan ini:

“SIAPA KITA DAN APA TUJUAN HIDUP KITA?”

Inilah asal-usul dimulainya ide The Matrix sampai Wachowski Brothers mulai mengarahkan film yang populer itu lewat menanti menjelangnya alat baru.

Sebenarnya, sebelum kesadaran dan pengetahuan rahasia ini timbul dari kalangan orang-orang Barat, pengetahuan rahasia alam dan kehidupan telah lama berkembang di kalangan orang-orang sebelah Timur. Di dunia sebelah Timur di mana agama-agama besar dunia berasal, adalah sumber dan pusat kegiatan spiritual. Dalam pada itu masyarakat sebelah Barat masih teraba-raba dalam zaman gelap yang panjang, menganut paham animisme dan pagan, membersihkan diri dengan air kencing sendiri dan paling tidak peradaban Yunani dan Romawi lah lebih maju sedikit dengan sistem dewa-dewi yang lebih sistematis dan kelahiran para filosof yang pada hakikatnya mayoritas darinya bergurukan filsuf Timur, sebagian besar dimanfaatkan ketika perang seperti perang dengan Kekaisaran Persia dan kaum-kaum yang disebut mereka ‘barbarian’. berbagai filsafat dan pemikiran tentang hakikat dan rahasia dibalik kehidupan menjadi asam garam dan makanan di kalangan penduduk Asia kuno.Pengetahuan rahasia ini tidak diragukan telah diajarkan oleh orang-orang yang bijak, pandai di kalangan mereka, kadangkala disebut ORANG SUCI.

Orang-orang suci inilah menjadi misteri.Di sebelah Benua Kecil, India telah muncul para Rishi yang mengajarkan hikmah kehidupan penduduk asli India yang kurang bertamadun. Pada awalnya mereka mengajarkan bahwa TUHAN ITU SATU, satu entitas yang digelar Brahman. Itulah hikmah satu yang paling kuno di mana ketika itu ajaran tersebut tidak dikenal sebagai Hindu (di mana konotasi ‘Hindu’ sebenarnya dipopulerkan orang-orang Barat) tetapi satu ajaran suci yang dipercaya berasal dari para utusan Tuhan. Kajian juga menemukan bahwa ajaran-ajaran yang lebih maju dan sistematis di dalam sejarah kuno Hindu sebenarnya dibawa ketika penaklukan bangsa Arya dari area Asia Tengah ke atas India  Dravida yaitu penduduk asli India yang masih bercawat dan duduk di pinggir-pinggir hutan ribuan tahun dahulu. Bangsa Aryan yang lebih maju dan beradab ini membawa bersama-sama mereka ajaran spiritual mereka; pengetahuan tentang entitas yang disebut Tuhan dan rahasia kehidupan manusia. Teks-teks Sansekerta kuno ada menyatakan tentang rahasia penciptaan alam semesta dan para utusan, di mana ada nama-nama yang menyebut perihal Ibrahim dan Muhammad dalam lenggok Sansekerta kuno (lihat Rig Veda). Ini tidaklah mengherankan apabila para peneliti manuskrip Sansekerta-Hindu pada hari ini telah telah menemukan bahwa kitab Rig Veda yang merupakan paling tertua di antara kitab-kitab Veda yang lain memiliki kejadian tersebut raja-raja Babilonia dan Mesir serta perang mereka. Lebih menarik lagi, ditemukan kenyataan bahwa seperlima dari Rig Veda adalah berasal dari kitab-kitab Babilonia Kuno (Dr. Pran Nath, Times of India).

Ada banyak lagi pernyataan yang menggemparkan di dalam teks-teks kuno Hindu termasuk di dalam Upanishad, Purana dan Antharva Veda, menunjukkan bukti terahsia selama ribuan tahun-bahwa pengetahuan The Matrix (mengacu pada pengetahuan rahasia ini) sebenarnya telah diajarkan oleh para Rishi bersumber dari wahyu yang diterima dari para utusan Tuhan; para nabi yang mulia. Dan akhirnya bersumber dari The Source; Allah Rabbul Izzati (beberapa bukti dari manuskrip Hindu menunjukkan Rishi yaitu guru spiritual itulah para nabi). Penelitian yang lebih lanjut atas teks-teks Babilonia dan Sumeria pula, sebagian besar masih dalam tulisan pepaku (cunei form) menunjukkan kehadiran para utusan yang mengajarkan hikmah kehidupan dan pengetahuan TUHAN YANG SATU. Ini tidak termasuk teks-teks kuno dari warisan Judeo-Kristen, yaitu Yahudi dan Nasrani seperti Injil dan Taurat beserta suhuf-suhuf serta Zabur (psalms, hynms) nabi-nabi dari kalangan Yahudi seperti  Jeremiah, Ezra dan lainnya yang sudah sebelumnya ditemukan pada agama Tauhid, para Kekasih-Nya dan ‘The One’, Muhammad yang misteri; tercantum dalam prediksi -ramalan tua (prophecies), puji, hikayat dan nyanyian keagamaan (hymns) berusia beribu tahun. Benarlah bahwa agama Tuhan itu telah disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang pilihan-Nya dan benarlah kata-kata AlQuran yang mulia:

“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan “. (AlQuran 35:24)

Pengetahuan The Matrix (istilah ini diambil dari sensasi filmnya-mewakili perspektif terakhir spiritual) adalah rahasia turun-temurun dari Sang Pencipta kepada yang diciptakannya. Sang Pencipta yang Maha Tunggal saat menciptakan makhluk dari zatnya yang Maha Suci; menundukkan INGIN DIKENAL; maka pengetahuan mencari dan mengenali Sang Pencipta inilah menjadi rahasia yang teragung yang ingin dicari zat-zat yang tercipta dari Zat Induk; Allah Rabbul Izzati (The Source).

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam NAMA-NAMA seluruhnya, kemudian bertanya kepada para Malaikat lalu berfirman:” Sebutkanlah kepada-Ku NAMA-NAMA itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar! “


“Mereka menjawab:” Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “


“Allah berfirman:” Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka NAMA-NAMA ini. “Maka setelah diberitahukannya kepada mereka NAMA-NAMA itu, Allah berfirman:” Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan? “(AlBaqarah ayat 31-33)

Pengetahuan ini telah disebarkan oleh orang-orang pilihan-Nya yaitu para Nabi dan Rasul sejak Bumi diduduki manusia pertama Adam (juga salah seorang nabi) hingga nabi yang terakhir, Muhammad saw dan disambung oleh para mukmin pewaris para nabi sampailah ke hari ini-zaman komputer, televisi dan telepon gengggam (handphon).

The Matrix adalah bukan sekadar teknologi komputer dan aksi kungfu ala Hollywood,tetapi ada maksud tersirat darinya. Soalannya sekarang:

“Bagaimana Hollywood mengadaptasi pengetahuan rahsia ini ke dalam filem dan dari mana mereka mengetahuinya?”

Jika anda membaca bahagian awal artikel ini,anda akan tahu satu sumber para pemikir Barat ini…

Tetapi ada satu sumber lain yang dirahsiakan mereka…

Sumber rahsia ini pula berpecah kepada dua bahagian ;satu sumber rahsia yang mereka rahsiakan kepada umum dan satu lagi rahsia yang mereka tidak ingin dunia tahu inilah sumber rahsia mereka…

Keliru?

Di sini ada satu jigsaw puzzle.

Bahagian rahsia yang mereka rahsiakan kepada umum adalah rahsia yang mereka pelajari dari para syaitan dan Iblis Laknatullah,sebahagiannya melalui bantuan Dajal Laknatullah,’syaitan manusia’ kesayangan Iblis.Pengetahuan ini disebarkan melalui berbagai cara;melalui mimpi atau suara bisikan yang dimainkan oleh syaitan,penjelmaan Iblis atau syaitan peringkat tinggi kepada bentuk manusia dan bantuan Dajal Al-Masih Laknatullah.Pengetahuan ini biasanya telah diselewengkan di sana-sini,bertujuan menyesatkan manusia.Terdapat beberapa bahagian dikekalkan kebenarannya bagi menampakkan keaslian dan keunggulannya.Ada yang ditokok tambah menjadikannya ‘multilayer’ (rujuk jigsclue #001)

Iblis Laknatullah sebelum bergelar Makhluk yang Terkutuk adalah bekas Ketua Para Malaikat.Gelarannya Izazil(Azazel),dia adalah makhluk yang paling taat dan rapat dengan Tuhan Maha Perkasa.Sejak dari kecil dia telah diajar rahsia-rahsia dan pengetahuan agung menjadikan dirinya dihormati oleh para malaikat yang lain.TETAPI ILMU YANG BANYAK TIDAK CUKUP,IMAN YANG MANTAP DIPERLUKAN UNTUK MEMBACA SETIAP PERMAINAN DAN UJIAN TUHAN.Akhirnya dia tertipu nafsu sendiri dalam peristiwa dirinya dan Nabi Adam yang ketika itu baru diciptakan.

The Matrix adalah kisah pencarian manusia kepada asal-usulnya;dari mana dia datang,di mana dia dan ke mana dia akan pergi.

“You’re going to have to make a choice…”
(Oracle -The Matrix)
Setiap orang diberi masa dan pilihan.

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (Al–Balad 90:10)

MASALAHNYA IALAH PILIHAN. Dan setiap orang bertanggungjawab terhadap pilihan masing-masing.

“Choice. The problem is choice” (Neo -MatrixReloaded)

Tetapi ada satu rahsia lain…

Di peringkat lebih tinggi, PILIHAN bukanlah permasalahan penting lagi
“Because you didn’t come here to make the choice, you’ve already made it. You’re here to try to understand why you made it…” (Oracle – MatrixReloaded)

Hakikat yang paling mendalam sebenarnya TIADA PILIHAN. Pilihan adalah ilusi,digunakan untuk menguji manusia.

“No. Wrong. Choice is an illusion, created between those with power…”
(Merovingian -MatrixReloaded)

Zat-zat lain mencari-cari pilihan dan menghabiskan masanya membuat pilihan padahal mereka sebenarnya telahpun memilih

Zat-zat lain pula belajar memahami mengapa ia membuat pilihan itu…

Allah Swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu” (QS. Al A’raf: 172-173)

Rupa-rupanya di alam roh (‘the real world’), manusia telah pun mengaku “Allah adalah TUHAN” sebelum masuk ke “MATRIX” lagi!!

Artikel-artikel di dalam seri The Matrix kebanyakan di luar kotak pemikiran biasa. Ada yang menyentuh ilmu-ilmu spiritual tertentu terutama Ilmu Tasawuf (Sufism). Jika ada di antara artikel di dalam seri ini telah mengganggu ketentraman anda, Anda tidaklah digalak melanjutkan pembacaan. Jika Anda merasa keliru atau sangsi setelah membaca isinya, terutama mengenai ajaran spiritual, lihat guru-guru agama yang mursyid dalam bidang Tasawuf.Sekiranya perlu lihat AlQuran dan AlHadis serta kitab-kitab Tasawuf yang muktabar, sekadar menyebutkan contoh, kitab Sirus Salikin dan kitab Hikam.The Matrix adalah sekadar model untuk pemahaman masalah kehidupan manusia dari kacamata terakhir, di mana tidak mengubah sedikit pun konsep dan kepercayaan asli ilmu spiritual itu sendiri.Dalam hal ini MistisFiles coba untuk menyederhanakan isinya sesuai dengan tingkat pemahaman publik.

“You take the red pill, you stay in Wonderland, and I show you how deep the rabbit hole goes” (Morpheus -The Matrix)

Dalam membahas masalah di dalam Matrix, perlu diketahui dahulu istilah-istilah yang terlibat dalam pembahasan Matrix ini.Kelak bila kita ‘mengembara’ ke dalam dunia Matrix ini lebih jauh, kita tidak bertanya-tanya istilah atau pengertian yang aneh yang memungkinkan kita sesat atau ditangkap ‘agen’ (lihat agen Smith) yang memang mencari korban untuk dikelirukan secukupnya.

“Studi The Matrix”

The Matrix adalah sekadar model untuk menjelaskan masalah spiritual dan pengetahuan kuantum tingkat tinggi, dimana sebelum ditemukan model ‘The Matrix’, para guru spiritual, nabi-nabi, ahli sufi, orang-orang suci, para Rishi, arahat, biksu dan pendeta telah coba mengungkapkan rahasia kehidupan dalam berbagai model untuk memudahkan masyarakat memahaminya sebagai contoh, ‘moksha’, ‘nirvana’, ‘reinkarnasi’, ‘karma’, ‘samsara, dan sebagainya untuk mewakili bagian-bagian dalam masalah alam fisik dan alam ghaib.Semakin tinggi pengetahuan manusia tentang alam benda di sekelilingnya maka makin berubah dan makin mudah manusia mengaitkan masalah spiritual dengan benda atau pun peralatan yang mereka biasa atau gunakan sehari-hari.

Model The Matrix mengambil perangkat keras komputer sebagai dasar pemahaman.Di dalam studi The Matrix, Anda akan bertemu dengan istilah-istilah seperti kerangka utama (mainframe), port, plug in / plug out, hack, virus, trojan, reformat, virtual reality, program dan lain-lain.

“The Matrix”

Matrix sebenarnya suatu istilah umum, yang merujuk kepada dua kategori

  • Ruang fisik di luar pikiran
  • Ruang esoterik di dalam pikiran

Ruang fisik di luar pikiran adalah ruang-waktu yang kita hidup sekarang.Ruang yang kita TAHU melalui indera kita; kita dapat lihat ia, rasakan, hirup / cium dan dengar.Ia adalah dunia fisik yang kita rasakan sekarang ini.Perlu diketahui, di dalam teks-teks kerohanian tidak kira dari sumber Islam atau non-Islam, ada dicatat keberadaan berbagai alam dalam berbagai istilah seperti ‘kayangan’, ‘tusita’, ‘jabarut’ dan sebagainya.Di dalam penelitian Fisika Kuantum dan Fisika Teori, alam yang kita rasakan sekarang adalah berbentuk 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu (3D-panjang, lebar, dalam). Jadi sudah tentu ada ruang dua dimensi (panjang, lebar) dan 1 dimensi (satu baris). Dalam pada itu ada juga ruang yang lebih tinggi dari ruang 3 dimensi; 4 dimensi, 5 dimensi dan seterusnya di mana penelitian Fisika Kuantum yang bergabung dengan Teori Kuantum-Gravitasi menemukan keseluruhan jumlah dimensi adalah berjumlah 11 dimensi ruangmasa sejauh ini (berikutnya akan didiskusikan di bawah silibus “Matrix Lebih Tinggi” dan “Hubungan Matrix dan Dimensi “)

Singkatnya, dalam kata lain yang lebih sederhana, Matrix berarti ‘alam-alam’

Ruang esoterik di dalam pikiran mengacu pada pengetahuan yang lebih tinggi dan abstrak.Subjek ini akan membahas hubungan antara dunia fisik dan rahasia pikiran.Masalah ‘Ruang di dalam pikiran “adakalanya berselisih (distort) dengan masalah’ Ruang di luar pikiran ‘tetapi jika diperhalusi, keduanya saling melengkapi dan menjelaskan keberadaan mereka masing-masing.Telah diketahui turun-temurun bahwa pikiran adalah entitas yang paling misteri di mana guru-guru spiritual timur ada menjelaskan tentang ‘pikiran’ dan ‘tubuh’ yang terperincinya ada dalam ‘3 Jenis Diri ‘:

-Jasmani
-Nafsu/Jiwa
-Ruh

Ini adalah salah satu definisi populer di mana konsep ini telah dikenal dengan berbagai istilah menurut aliran spiritual tertentu.Kaitan ‘pikiran’ dan ‘tubuh’ adalah misteri yang sangat digemari dan dibahas selama ribuan tahun oleh berbagai agama-agama besar, pendiri-pendiri aliran spiritual, para peneliti dan para ahli perubahan di seluruh dunia.Di ujung pengembaraan nanti akhirnya dapat ditemukan rahasia paling penting; bahwa sebenarnya segala sesuatu itu BUKANLAH DI LUAR PIKIRAN NAMUN DALAM PIKIRAN.

“The One”

Istilah ini mengacu pada orang-orang pilihan Tuhan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan ini.Orang-orang ini sering disebut sebagai nabi, orang suci, peramal, pendeta agung, maitreya, avatar dan sebagainya biasanya merupakan orang yang disegani dari segi akhlak dan sikap yang terpuji. ‘The One’ bukanlah orang yang mewar-warkan dirinya sebagai nabi atau utusan melainkan setelah diarahkan begitu. Mereka sendiri tidak tahu pada awalnya bahwa diri mereka terpilih sampai diberitahu secara wahyu, ilham atau cara-cara tertentu. ‘The One’ tidak suka orang disekelilingnya terlalu menyanjung dirinya.Mereka ini biasanya berperawakan tampan, bertubuh tegap dengan ketinggian yang optimal, berwajah manis dan menawan, tutur kata yang elok dan ada aura dan karisma diri.Ini penting untuk memudahkan para pengikut mereka mengikuti ajaran-ajaran mereka dengan rela dan konsisten .

“Plug in / Plug out”

‘Plug in’ berarti dilahirkan di dalam ‘Matrix’ terutama Matrix yang manusia hidup, mencari pilihan dan membuat pilihan. ‘Plug in’ juga berarti masuk ke dalam kesadaran yang lebih tinggi.Proses teknis dalam konversi antara Matrix juga disebut ‘plug in’.

‘Plug out’ pula berarti dimatikan dalam Matrix yang sedang dialami.Ia juga berarti dikeluarkan dari Matrix. ‘Plug out’ adalah simbol ke ‘kematian’, ‘akhir’ atau ‘selesai’. Proses teknis dalam konversi antara Matrix juga disebut ‘plug out ‘.

‘The Source”

The Source adalah sumber segala sesuatu.Dalam terminologi Matrix, The Source adalah sumber untuk membangun kode-kode program di mana dalam hal ini ia disebut’ source code ‘. Dalam interpretasi spiritual tradisional, ia adalah mewakili sumber segala kejadian dan penciptaan makhluk.Ia juga digelar ‘supermind’, ‘overmind’ dan ‘The Mind’. Setiap pikiran manusia terhubung dengan ‘Mind’ ini. ‘The Source’ seringkali berhubungan dengan satu lagi entitas yaitu ‘The Architect’. Beberapa spiritual terutama dari Barat memisahkan ‘The Architect’ dengan ‘The Source’. Tetapi dalam disiplin spiritual Sufism (tasawuf), ‘The Source’ itu adalah ‘The Architect’.

‘The Architect’

The Architect adalah entitas yang membangun Matrix; segala Matrix yang ada.Dialah yang menyusun program dan mengatur segala kode, lalu lintas, protokol, port, format, codec, komunikasi dan lain-lain di dalam Matrix.Dialah yang mengaktifkan program, mematikan program (shut down), memasukkan program dan mengeluarkan program.Dia juga yang menentukan jumlah program yang berjalan, protokol yang digunakan dan waktu yang dihabiskan (‘The Architect’ tidak tunduk pada ‘waktu’ karena ‘waktu’ juga adalah sebuah program). ‘The Architect’ juga bersikap seperti pemrogram (programmer). Dalam interpretasi spiritual dan mungkin saja istilah yang biasa dipahami manusia umum, ‘The Architect’ ini adalah apa yang disebut Maha Pencipta; Tuhan, ‘God’, ‘Lord’ dan sebagainya.

‘Programmer’

Pengatur cara.yaitu entiti yang tugasnya menyusun program yang berjalan di dalam Matrix.Setiap program ada pengatur cara yang menjaganya.’Programmer’ tidak dapat melaksanakan program tanpa ‘The Source’.Dari sinilah dia mendapat sumber kode untuk menjalankan tugasnya.’Programmer’ yang sebenar adalah ‘The Architect’ kerana dialah yang sebenarnya mempunyai kata kunci (password) untuk semua ‘source code’ dan tidak ada seorang pun ‘programmer’ yang dapat mengakses ‘mainframe’ (kerangka utama) kepada ‘source code’ ini tanpa keizinannya.Tetapi ‘The Architech’ telah membina ‘programmer-programmer’ yang lain,sebagai menunjukkan kebijaksanaannya dan kehebatannya mencipta (bukan untuk membantunya atau menunjukkan kelemahannya).Setiap parameter program dikawal oleh ‘programmer’ ini.Sebagai contoh,dalam dunia realiti manusia,setiap perjalanan material fizik mempunyai ukuran-ukuran tertentu untuk mampu berjalan lancar.Manusia dan benda-benda mampu bergerak stabil di atas bumi kerana dibekalkan dengan daya graviti yang mempunyai ukuran tertentu.Begitu juga jumlah titisan hujan yang turun,burung-burung yang terbang,pohon-pohon yang bergoyang dan kadar desibel guruh di langit juga kadar haba yang dipancarkan matahari,mempunyai parameter-parameter yang disedia oleh para ‘programmer’ ini.SETIAP SATU MEMPUNYAI UKURAN TERTENTU MENUNJUKKAN IA ADALAH DICIPTA,BUKAN TERJADI DENGAN SENDIRINYA.Dalam tafsiran yang sederhana dari disiplin kerohanian,para ‘programmer’ ini adalah para malaikat yang menjalankan perbagai tugas di semua Matrix yang dibenarkan khasnya Matrix yang manusia hidup sekarang.Setiap titisan hujan ada malaikat yang menjaganya.Begitu juga elektron-elektron yang berputar-berputar di orbitnya,setiap satu ada malaikat yang mengawalnya.Maha Suci Tuhan.

‘Program’

Yaitu rancangan-rancangan,fasiliti,tema,peristiwa,subjek/objek dan sebagainya yang berjalan di dalam Matrix.Program adalah struktur kepada Matrix.Tanpa program,Matrix adalah satu ruang kosong yang menjemukan.Tiada apa-apa,Nothing.Program terdiri dari beratus-ratus,beribu hingga infiniti kode-kod yang diambil dari ‘The Source’ di ‘mainframe’.Kode-kode ini disusun menjadi parameter-parameter,peraturan perisian,masa dan struktur lain sehingga menjelma menjadi program.Setiap entiti yang wujud termasuk para ‘programmer’ itu sendiri adalah ‘program’.Segalanya ‘program’ sehingga Matrix pun merupakan ‘program’ yang dicipta.Hanya ‘The Architect’ saja bukan ‘program’.Dia adalah entiti yang memegang peranan ‘The Architect’,’The Source’ dan ‘Programmer’ sekaligus.Dalam tafsiran kerohanian tradisional,’program’ ini merujuk kepada makhluk,yaitu YANG DICIPTAKAN.Makhluk bukan saja bermakna yang bernyawa saja,tetapi juga yang tidak bernyawa.Kucing,sudu,pinggan,nasi goreng,tahi cicak,kambing,bantal busuk,komputer,matahari,Nebula Ketam,galaksi,elektron,proton,quark,bozon dan sebagainya adalah ‘program’,iaitu makhluk yang diciptakan.Makhluk diciptakan oleh Khaliq iaitu PENCIPTA.’Program’ berasal dari kode-kode yang disusun,di mana kode-kode itu pula diambil dari ‘The Source’ yang bertempat di ‘mainframe’.

‘Mainframe’

Kerangka utama.yaitu tempat dimana kode-kode disimpan dan dikawal rapi.’Mainframe’ bertempat di luar kode biasa Matrix dan mempunyai katakunci (password) yang teramat rahsia untuk memasukinya. ’Mainframe’ menyimpan segala kode di dalam ‘memori’ nya yang khas.Tidak diketahui secara jelas adakah terdapat ‘programmer’ yang dapat mengaksesnya (apa pun dengan kebenaran ‘The Architect’) tetapi terdapat ‘The One’ yang dapat mencapai akses ke ‘mainframe’.Di dalam tafsiran kerohanian (sufism) ‘mainframe’ mewakili Lauh Mahfuz yang menyimpan ‘Kitab Yang Terpelihara’ iaitu berisi pengetahuan yang lepas,kini dan akan datang.

Setakat ini dahulu MistisFiles memberikan definisi istilah-istilah yang dipakai dalam model kerohanian The Matrix.Istilah-istilah di atas adalah istilah dalam kategori asas yang perlu di beri penjelasan dahulu.Terdapat berpuluh-puluh lagi istilah tetapi lebih mudah kalau diterangkan istilah itu bersama-sama artikel kerana istilah-istilah ini lebih bersifat rumit dan mungkin akan menimbulkan anggapan negatif dari pembaca.

Anda sudah faham sekarang?Ok,sebelum memasuki ‘Matrix’,kami ingin memberitahu anda beberapa perkara.

Kita semua adalah pengemis kebenaran.Kita semua dilahirkan di dalam penjara. PENJARA PIKIRAN yang TIDAK berbau atau dapat dirasa,didengar dan dilihat.Ia adalah penjara yang sunyi sepi,gelap dan kosong.Malangnya,tidak seorang pun yang dapat memberitahu anda setepatnya apakah Matrix itu.Anda DAPAT CARI DAN KAJI SENDIRI.Ini adalah peluang anda yang terakhir,selepas ini tiada ruang untuk KEMBALI.Di sini ada dua biji pil;merah dan biru.

Anda ambil pil biru,semua cerita akan berakhir di sini;anda akan bangun dari tidur dan anda percaya apa yang anda ingin percaya.

Anda ambil pil merah,anda akan tetap di dunia yang benar-benar menakjubkan…kami jamin, dan kami akan bawa anda sedalam mana ‘lubang sang arnab’ itu pergi.

INGAT!Apa yang kami tawarkan di sini adalah bertujuan untuk mencari kebenaran semata-mata,tiada niat yang lain.

by.

  1. mistisfiles.blogspot.com
  2. ruangpelangi.wordpress.com/

Menu N-Generation HOLISTIC PERSON ( INSAN KAMIL ) Alam Semesta Bertasbih Dan Evolusi Spiritual Spektrum Energi Cahaya Ilahi NAQS Manajemen Qalbu Getaran Hati MEDITASI Meditasi dan Kuantum Energi Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS NAQS Methode Sinergi Otak dan Hati Rahasia Sentuhan Tangan Reiki N-AQS Melatih Kepeka’an BOLA ENERGI SAPU JAGAD REIKI NAQS NIAT dan AFFIRMASI REIKI NAQS Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim NAQS Detoxifikasi Total Seri 1 Senam Mata NAQS Terapi Refleksi Kaki NAQS

>N-Generation | Dunia Matrix

>

The Matrix bukan sekadar film, ada maksud tersirat dibaliknya, melampaui kepercayaan berbagai agama khususnya Islam, dimana para orientalis banyak belajar dari filsafat Tasawuf (Sufism mengikut terminologi Barat) untuk mengetahui rahasia alam ini. Pengetahuan Matrix terbagi dua; dari Allah SWT kepada para malaikat seterusnya para Kekasih-Nya (khususnya Nabi Muhammad SAW) sampai ke insan-insan beriman dan yang kedua, Izazil (Iblis) menurun ke setan, Dajal dan seterusnya kepada Secret Societies. Izazil pula belajar tentang Matrix ketika dia menjadi Ketua Malaikat dari The Source, Allah Rabbul Izzati. Nabi Adam AS pula setelah diciptakan juga belajar silibus Matrix dengan Codename: ‘NAMA-NAMA’ (lihat Alquran).  

The Matrix adalah kisah pencarian makhluk Tuhan bernama manusia ke asal-usul dirinya, di mana sebenarnya dia berada, ke mana dia akan pergi dan kepada siapa dia akan kembali.

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama …” (AlQuran 2:31)

Apakah Matrix itu? Matematika? MLM?

atau kat matriks?;>

Matrix adalah tergantung pada APA YANG ANDA PERCAYA.

Bagaimana rupanya? Apa yang ada di dalamnya?

Lama sebelum film The Matrix yang pertama ditayangkan dinegar-negara seluruh dunia, beberapa kelompok pemikir dari kalangan Barat menemukan sedikit kenyataan dan hakikat sebenarnya dari dunia dan alam kehidupan yang manusia alami.Kelompok pemikir ini telah mempelajari dari berbagai sumber; dan di sana ada dua sumber utama yang menjadi tunjangan kepada pengetahuan The Matrix, esoterik Hindu dan satu lagi sumber yang mereka simpan ke umum.

Dasar ke pengetahuan yang mereka gali dari spiritual di dunia sebelah Timur inilah yang menjadi daya ke pergerakan New Age dan Theosofi.

Selama ratusan tahun sebelum gerakan New Age ada, berbagai aliran spiritual telah muncul bak jamur setelah hujan di beberapa bagian Eropah.Rosicrusian, Martinism, Gnostic, Cathars dan banyak lagi termasuk pergerakan ‘illumination’ dan berbasis Kabbalah yang berkembang sesuai dengan bentrokan budaya Barat-Timur apakah bersumber dari kegiatan perdagangan maupun peperangan. Para pendiri aliran-aliran spiritual ini telah mengembara ke seluruh dunia Timur; di mana dapat dibagi menjadi dua tujuan utama sumber ajaran spiritual dunia, Timur Tengah dan Indo-Asia.Mereka telah berguru dengan berbagai guru spiritual Timur; shaman, Peramal, ahli sihir, ahli sufi, pemuka-pemuka agama, pendeta, para biksu, dukun dan sebagainya semata-mata untuk menjawab pertanyaan ini:

“SIAPA KITA DAN APA TUJUAN HIDUP KITA?”

Inilah asal-usul dimulainya ide The Matrix sampai Wachowski Brothers mulai mengarahkan film yang populer itu lewat menanti menjelangnya alat baru.

Sebenarnya, sebelum kesadaran dan pengetahuan rahasia ini timbul dari kalangan orang-orang Barat, pengetahuan rahasia alam dan kehidupan telah lama berkembang di kalangan orang-orang sebelah Timur. Di dunia sebelah Timur di mana agama-agama besar dunia berasal, adalah sumber dan pusat kegiatan spiritual. Dalam pada itu masyarakat sebelah Barat masih teraba-raba dalam zaman gelap yang panjang, menganut paham animisme dan pagan, membersihkan diri dengan air kencing sendiri dan paling tidak peradaban Yunani dan Romawi lah lebih maju sedikit dengan sistem dewa-dewi yang lebih sistematis dan kelahiran para filosof yang pada hakikatnya mayoritas darinya bergurukan filsuf Timur, sebagian besar dimanfaatkan ketika perang seperti perang dengan Kekaisaran Persia dan kaum-kaum yang disebut mereka ‘barbarian’. berbagai filsafat dan pemikiran tentang hakikat dan rahasia dibalik kehidupan menjadi asam garam dan makanan di kalangan penduduk Asia kuno.Pengetahuan rahasia ini tidak diragukan telah diajarkan oleh orang-orang yang bijak, pandai di kalangan mereka, kadangkala disebut ORANG SUCI.

Orang-orang suci inilah menjadi misteri.Di sebelah Benua Kecil, India telah muncul para Rishi yang mengajarkan hikmah kehidupan penduduk asli India yang kurang bertamadun. Pada awalnya mereka mengajarkan bahwa TUHAN ITU SATU, satu entitas yang digelar Brahman. Itulah hikmah satu yang paling kuno di mana ketika itu ajaran tersebut tidak dikenal sebagai Hindu (di mana konotasi ‘Hindu’ sebenarnya dipopulerkan orang-orang Barat) tetapi satu ajaran suci yang dipercaya berasal dari para utusan Tuhan. Kajian juga menemukan bahwa ajaran-ajaran yang lebih maju dan sistematis di dalam sejarah kuno Hindu sebenarnya dibawa ketika penaklukan bangsa Arya dari area Asia Tengah ke atas India  Dravida yaitu penduduk asli India yang masih bercawat dan duduk di pinggir-pinggir hutan ribuan tahun dahulu. Bangsa Aryan yang lebih maju dan beradab ini membawa bersama-sama mereka ajaran spiritual mereka; pengetahuan tentang entitas yang disebut Tuhan dan rahasia kehidupan manusia. Teks-teks Sansekerta kuno ada menyatakan tentang rahasia penciptaan alam semesta dan para utusan, di mana ada nama-nama yang menyebut perihal Ibrahim dan Muhammad dalam lenggok Sansekerta kuno (lihat Rig Veda). Ini tidaklah mengherankan apabila para peneliti manuskrip Sansekerta-Hindu pada hari ini telah telah menemukan bahwa kitab Rig Veda yang merupakan paling tertua di antara kitab-kitab Veda yang lain memiliki kejadian tersebut raja-raja Babilonia dan Mesir serta perang mereka. Lebih menarik lagi, ditemukan kenyataan bahwa seperlima dari Rig Veda adalah berasal dari kitab-kitab Babilonia Kuno (Dr. Pran Nath, Times of India).

Ada banyak lagi pernyataan yang menggemparkan di dalam teks-teks kuno Hindu termasuk di dalam Upanishad, Purana dan Antharva Veda, menunjukkan bukti terahsia selama ribuan tahun-bahwa pengetahuan The Matrix (mengacu pada pengetahuan rahasia ini) sebenarnya telah diajarkan oleh para Rishi bersumber dari wahyu yang diterima dari para utusan Tuhan; para nabi yang mulia. Dan akhirnya bersumber dari The Source; Allah Rabbul Izzati (beberapa bukti dari manuskrip Hindu menunjukkan Rishi yaitu guru spiritual itulah para nabi). Penelitian yang lebih lanjut atas teks-teks Babilonia dan Sumeria pula, sebagian besar masih dalam tulisan pepaku (cunei form) menunjukkan kehadiran para utusan yang mengajarkan hikmah kehidupan dan pengetahuan TUHAN YANG SATU. Ini tidak termasuk teks-teks kuno dari warisan Judeo-Kristen, yaitu Yahudi dan Nasrani seperti Injil dan Taurat beserta suhuf-suhuf serta Zabur (psalms, hynms) nabi-nabi dari kalangan Yahudi seperti  Jeremiah, Ezra dan lainnya yang sudah sebelumnya ditemukan pada agama Tauhid, para Kekasih-Nya dan ‘The One’, Muhammad yang misteri; tercantum dalam prediksi -ramalan tua (prophecies), puji, hikayat dan nyanyian keagamaan (hymns) berusia beribu tahun. Benarlah bahwa agama Tuhan itu telah disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang pilihan-Nya dan benarlah kata-kata AlQuran yang mulia:

“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan “. (AlQuran 35:24)

Pengetahuan The Matrix (istilah ini diambil dari sensasi filmnya-mewakili perspektif terakhir spiritual) adalah rahasia turun-temurun dari Sang Pencipta kepada yang diciptakannya. Sang Pencipta yang Maha Tunggal saat menciptakan makhluk dari zatnya yang Maha Suci; menundukkan INGIN DIKENAL; maka pengetahuan mencari dan mengenali Sang Pencipta inilah menjadi rahasia yang teragung yang ingin dicari zat-zat yang tercipta dari Zat Induk; Allah Rabbul Izzati (The Source).

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam NAMA-NAMA seluruhnya, kemudian bertanya kepada para Malaikat lalu berfirman:” Sebutkanlah kepada-Ku NAMA-NAMA itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar! “


“Mereka menjawab:” Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “


“Allah berfirman:” Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka NAMA-NAMA ini. “Maka setelah diberitahukannya kepada mereka NAMA-NAMA itu, Allah berfirman:” Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan? “(AlBaqarah ayat 31-33)

Pengetahuan ini telah disebarkan oleh orang-orang pilihan-Nya yaitu para Nabi dan Rasul sejak Bumi diduduki manusia pertama Adam (juga salah seorang nabi) hingga nabi yang terakhir, Muhammad saw dan disambung oleh para mukmin pewaris para nabi sampailah ke hari ini-zaman komputer, televisi dan telepon gengggam (handphon).

The Matrix adalah bukan sekadar teknologi komputer dan aksi kungfu ala Hollywood,tetapi ada maksud tersirat darinya. Soalannya sekarang:

“Bagaimana Hollywood mengadaptasi pengetahuan rahsia ini ke dalam filem dan dari mana mereka mengetahuinya?”

Jika anda membaca bahagian awal artikel ini,anda akan tahu satu sumber para pemikir Barat ini…

Tetapi ada satu sumber lain yang dirahsiakan mereka…

Sumber rahsia ini pula berpecah kepada dua bahagian ;satu sumber rahsia yang mereka rahsiakan kepada umum dan satu lagi rahsia yang mereka tidak ingin dunia tahu inilah sumber rahsia mereka…

Keliru?

Di sini ada satu jigsaw puzzle.

Bahagian rahsia yang mereka rahsiakan kepada umum adalah rahsia yang mereka pelajari dari para syaitan dan Iblis Laknatullah,sebahagiannya melalui bantuan Dajal Laknatullah,’syaitan manusia’ kesayangan Iblis.Pengetahuan ini disebarkan melalui berbagai cara;melalui mimpi atau suara bisikan yang dimainkan oleh syaitan,penjelmaan Iblis atau syaitan peringkat tinggi kepada bentuk manusia dan bantuan Dajal Al-Masih Laknatullah.Pengetahuan ini biasanya telah diselewengkan di sana-sini,bertujuan menyesatkan manusia.Terdapat beberapa bahagian dikekalkan kebenarannya bagi menampakkan keaslian dan keunggulannya.Ada yang ditokok tambah menjadikannya ‘multilayer’ (rujuk jigsclue #001)

Iblis Laknatullah sebelum bergelar Makhluk yang Terkutuk adalah bekas Ketua Para Malaikat.Gelarannya Izazil(Azazel),dia adalah makhluk yang paling taat dan rapat dengan Tuhan Maha Perkasa.Sejak dari kecil dia telah diajar rahsia-rahsia dan pengetahuan agung menjadikan dirinya dihormati oleh para malaikat yang lain.TETAPI ILMU YANG BANYAK TIDAK CUKUP,IMAN YANG MANTAP DIPERLUKAN UNTUK MEMBACA SETIAP PERMAINAN DAN UJIAN TUHAN.Akhirnya dia tertipu nafsu sendiri dalam peristiwa dirinya dan Nabi Adam yang ketika itu baru diciptakan.

The Matrix adalah kisah pencarian manusia kepada asal-usulnya;dari mana dia datang,di mana dia dan ke mana dia akan pergi.

“You’re going to have to make a choice…”
(Oracle -The Matrix)
Setiap orang diberi masa dan pilihan.

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (Al–Balad 90:10)

MASALAHNYA IALAH PILIHAN. Dan setiap orang bertanggungjawab terhadap pilihan masing-masing.

“Choice. The problem is choice” (Neo -MatrixReloaded)

Tetapi ada satu rahsia lain…

Di peringkat lebih tinggi, PILIHAN bukanlah permasalahan penting lagi
“Because you didn’t come here to make the choice, you’ve already made it. You’re here to try to understand why you made it…” (Oracle – MatrixReloaded)

Hakikat yang paling mendalam sebenarnya TIADA PILIHAN. Pilihan adalah ilusi,digunakan untuk menguji manusia.

“No. Wrong. Choice is an illusion, created between those with power…”
(Merovingian -MatrixReloaded)

Zat-zat lain mencari-cari pilihan dan menghabiskan masanya membuat pilihan padahal mereka sebenarnya telahpun memilih

Zat-zat lain pula belajar memahami mengapa ia membuat pilihan itu…

Allah Swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu” (QS. Al A’raf: 172-173)

Rupa-rupanya di alam roh (‘the real world’), manusia telah pun mengaku “Allah adalah TUHAN” sebelum masuk ke “MATRIX” lagi!!

Artikel-artikel di dalam seri The Matrix kebanyakan di luar kotak pemikiran biasa. Ada yang menyentuh ilmu-ilmu spiritual tertentu terutama Ilmu Tasawuf (Sufism). Jika ada di antara artikel di dalam seri ini telah mengganggu ketentraman anda, Anda tidaklah digalak melanjutkan pembacaan. Jika Anda merasa keliru atau sangsi setelah membaca isinya, terutama mengenai ajaran spiritual, lihat guru-guru agama yang mursyid dalam bidang Tasawuf.Sekiranya perlu lihat AlQuran dan AlHadis serta kitab-kitab Tasawuf yang muktabar, sekadar menyebutkan contoh, kitab Sirus Salikin dan kitab Hikam.The Matrix adalah sekadar model untuk pemahaman masalah kehidupan manusia dari kacamata terakhir, di mana tidak mengubah sedikit pun konsep dan kepercayaan asli ilmu spiritual itu sendiri.Dalam hal ini MistisFiles coba untuk menyederhanakan isinya sesuai dengan tingkat pemahaman publik.

“You take the red pill, you stay in Wonderland, and I show you how deep the rabbit hole goes” (Morpheus -The Matrix)

Dalam membahas masalah di dalam Matrix, perlu diketahui dahulu istilah-istilah yang terlibat dalam pembahasan Matrix ini.Kelak bila kita ‘mengembara’ ke dalam dunia Matrix ini lebih jauh, kita tidak bertanya-tanya istilah atau pengertian yang aneh yang memungkinkan kita sesat atau ditangkap ‘agen’ (lihat agen Smith) yang memang mencari korban untuk dikelirukan secukupnya.

“Studi The Matrix”

The Matrix adalah sekadar model untuk menjelaskan masalah spiritual dan pengetahuan kuantum tingkat tinggi, dimana sebelum ditemukan model ‘The Matrix’, para guru spiritual, nabi-nabi, ahli sufi, orang-orang suci, para Rishi, arahat, biksu dan pendeta telah coba mengungkapkan rahasia kehidupan dalam berbagai model untuk memudahkan masyarakat memahaminya sebagai contoh, ‘moksha’, ‘nirvana’, ‘reinkarnasi’, ‘karma’, ‘samsara, dan sebagainya untuk mewakili bagian-bagian dalam masalah alam fisik dan alam ghaib.Semakin tinggi pengetahuan manusia tentang alam benda di sekelilingnya maka makin berubah dan makin mudah manusia mengaitkan masalah spiritual dengan benda atau pun peralatan yang mereka biasa atau gunakan sehari-hari.

Model The Matrix mengambil perangkat keras komputer sebagai dasar pemahaman.Di dalam studi The Matrix, Anda akan bertemu dengan istilah-istilah seperti kerangka utama (mainframe), port, plug in / plug out, hack, virus, trojan, reformat, virtual reality, program dan lain-lain.

“The Matrix”

Matrix sebenarnya suatu istilah umum, yang merujuk kepada dua kategori

  • Ruang fisik di luar pikiran
  • Ruang esoterik di dalam pikiran

Ruang fisik di luar pikiran adalah ruang-waktu yang kita hidup sekarang.Ruang yang kita TAHU melalui indera kita; kita dapat lihat ia, rasakan, hirup / cium dan dengar.Ia adalah dunia fisik yang kita rasakan sekarang ini.Perlu diketahui, di dalam teks-teks kerohanian tidak kira dari sumber Islam atau non-Islam, ada dicatat keberadaan berbagai alam dalam berbagai istilah seperti ‘kayangan’, ‘tusita’, ‘jabarut’ dan sebagainya.Di dalam penelitian Fisika Kuantum dan Fisika Teori, alam yang kita rasakan sekarang adalah berbentuk 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu (3D-panjang, lebar, dalam). Jadi sudah tentu ada ruang dua dimensi (panjang, lebar) dan 1 dimensi (satu baris). Dalam pada itu ada juga ruang yang lebih tinggi dari ruang 3 dimensi; 4 dimensi, 5 dimensi dan seterusnya di mana penelitian Fisika Kuantum yang bergabung dengan Teori Kuantum-Gravitasi menemukan keseluruhan jumlah dimensi adalah berjumlah 11 dimensi ruangmasa sejauh ini (berikutnya akan didiskusikan di bawah silibus “Matrix Lebih Tinggi” dan “Hubungan Matrix dan Dimensi “)

Singkatnya, dalam kata lain yang lebih sederhana, Matrix berarti ‘alam-alam’

Ruang esoterik di dalam pikiran mengacu pada pengetahuan yang lebih tinggi dan abstrak.Subjek ini akan membahas hubungan antara dunia fisik dan rahasia pikiran.Masalah ‘Ruang di dalam pikiran “adakalanya berselisih (distort) dengan masalah’ Ruang di luar pikiran ‘tetapi jika diperhalusi, keduanya saling melengkapi dan menjelaskan keberadaan mereka masing-masing.Telah diketahui turun-temurun bahwa pikiran adalah entitas yang paling misteri di mana guru-guru spiritual timur ada menjelaskan tentang ‘pikiran’ dan ‘tubuh’ yang terperincinya ada dalam ‘3 Jenis Diri ‘:

-Jasmani
-Nafsu/Jiwa
-Ruh

Ini adalah salah satu definisi populer di mana konsep ini telah dikenal dengan berbagai istilah menurut aliran spiritual tertentu.Kaitan ‘pikiran’ dan ‘tubuh’ adalah misteri yang sangat digemari dan dibahas selama ribuan tahun oleh berbagai agama-agama besar, pendiri-pendiri aliran spiritual, para peneliti dan para ahli perubahan di seluruh dunia.Di ujung pengembaraan nanti akhirnya dapat ditemukan rahasia paling penting; bahwa sebenarnya segala sesuatu itu BUKANLAH DI LUAR PIKIRAN NAMUN DALAM PIKIRAN.

“The One”

Istilah ini mengacu pada orang-orang pilihan Tuhan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan ini.Orang-orang ini sering disebut sebagai nabi, orang suci, peramal, pendeta agung, maitreya, avatar dan sebagainya biasanya merupakan orang yang disegani dari segi akhlak dan sikap yang terpuji. ‘The One’ bukanlah orang yang mewar-warkan dirinya sebagai nabi atau utusan melainkan setelah diarahkan begitu. Mereka sendiri tidak tahu pada awalnya bahwa diri mereka terpilih sampai diberitahu secara wahyu, ilham atau cara-cara tertentu. ‘The One’ tidak suka orang disekelilingnya terlalu menyanjung dirinya.Mereka ini biasanya berperawakan tampan, bertubuh tegap dengan ketinggian yang optimal, berwajah manis dan menawan, tutur kata yang elok dan ada aura dan karisma diri.Ini penting untuk memudahkan para pengikut mereka mengikuti ajaran-ajaran mereka dengan rela dan konsisten .

“Plug in / Plug out”

‘Plug in’ berarti dilahirkan di dalam ‘Matrix’ terutama Matrix yang manusia hidup, mencari pilihan dan membuat pilihan. ‘Plug in’ juga berarti masuk ke dalam kesadaran yang lebih tinggi.Proses teknis dalam konversi antara Matrix juga disebut ‘plug in’.

‘Plug out’ pula berarti dimatikan dalam Matrix yang sedang dialami.Ia juga berarti dikeluarkan dari Matrix. ‘Plug out’ adalah simbol ke ‘kematian’, ‘akhir’ atau ‘selesai’. Proses teknis dalam konversi antara Matrix juga disebut ‘plug out ‘.

‘The Source”

The Source adalah sumber segala sesuatu.Dalam terminologi Matrix, The Source adalah sumber untuk membangun kode-kode program di mana dalam hal ini ia disebut’ source code ‘. Dalam interpretasi spiritual tradisional, ia adalah mewakili sumber segala kejadian dan penciptaan makhluk.Ia juga digelar ‘supermind’, ‘overmind’ dan ‘The Mind’. Setiap pikiran manusia terhubung dengan ‘Mind’ ini. ‘The Source’ seringkali berhubungan dengan satu lagi entitas yaitu ‘The Architect’. Beberapa spiritual terutama dari Barat memisahkan ‘The Architect’ dengan ‘The Source’. Tetapi dalam disiplin spiritual Sufism (tasawuf), ‘The Source’ itu adalah ‘The Architect’.

‘The Architect’

The Architect adalah entitas yang membangun Matrix; segala Matrix yang ada.Dialah yang menyusun program dan mengatur segala kode, lalu lintas, protokol, port, format, codec, komunikasi dan lain-lain di dalam Matrix.Dialah yang mengaktifkan program, mematikan program (shut down), memasukkan program dan mengeluarkan program.Dia juga yang menentukan jumlah program yang berjalan, protokol yang digunakan dan waktu yang dihabiskan (‘The Architect’ tidak tunduk pada ‘waktu’ karena ‘waktu’ juga adalah sebuah program). ‘The Architect’ juga bersikap seperti pemrogram (programmer). Dalam interpretasi spiritual dan mungkin saja istilah yang biasa dipahami manusia umum, ‘The Architect’ ini adalah apa yang disebut Maha Pencipta; Tuhan, ‘God’, ‘Lord’ dan sebagainya.

‘Programmer’

Pengatur cara.yaitu entiti yang tugasnya menyusun program yang berjalan di dalam Matrix.Setiap program ada pengatur cara yang menjaganya.’Programmer’ tidak dapat melaksanakan program tanpa ‘The Source’.Dari sinilah dia mendapat sumber kode untuk menjalankan tugasnya.’Programmer’ yang sebenar adalah ‘The Architect’ kerana dialah yang sebenarnya mempunyai kata kunci (password) untuk semua ‘source code’ dan tidak ada seorang pun ‘programmer’ yang dapat mengakses ‘mainframe’ (kerangka utama) kepada ‘source code’ ini tanpa keizinannya.Tetapi ‘The Architech’ telah membina ‘programmer-programmer’ yang lain,sebagai menunjukkan kebijaksanaannya dan kehebatannya mencipta (bukan untuk membantunya atau menunjukkan kelemahannya).Setiap parameter program dikawal oleh ‘programmer’ ini.Sebagai contoh,dalam dunia realiti manusia,setiap perjalanan material fizik mempunyai ukuran-ukuran tertentu untuk mampu berjalan lancar.Manusia dan benda-benda mampu bergerak stabil di atas bumi kerana dibekalkan dengan daya graviti yang mempunyai ukuran tertentu.Begitu juga jumlah titisan hujan yang turun,burung-burung yang terbang,pohon-pohon yang bergoyang dan kadar desibel guruh di langit juga kadar haba yang dipancarkan matahari,mempunyai parameter-parameter yang disedia oleh para ‘programmer’ ini.SETIAP SATU MEMPUNYAI UKURAN TERTENTU MENUNJUKKAN IA ADALAH DICIPTA,BUKAN TERJADI DENGAN SENDIRINYA.Dalam tafsiran yang sederhana dari disiplin kerohanian,para ‘programmer’ ini adalah para malaikat yang menjalankan perbagai tugas di semua Matrix yang dibenarkan khasnya Matrix yang manusia hidup sekarang.Setiap titisan hujan ada malaikat yang menjaganya.Begitu juga elektron-elektron yang berputar-berputar di orbitnya,setiap satu ada malaikat yang mengawalnya.Maha Suci Tuhan.

‘Program’

Yaitu rancangan-rancangan,fasiliti,tema,peristiwa,subjek/objek dan sebagainya yang berjalan di dalam Matrix.Program adalah struktur kepada Matrix.Tanpa program,Matrix adalah satu ruang kosong yang menjemukan.Tiada apa-apa,Nothing.Program terdiri dari beratus-ratus,beribu hingga infiniti kode-kod yang diambil dari ‘The Source’ di ‘mainframe’.Kode-kode ini disusun menjadi parameter-parameter,peraturan perisian,masa dan struktur lain sehingga menjelma menjadi program.Setiap entiti yang wujud termasuk para ‘programmer’ itu sendiri adalah ‘program’.Segalanya ‘program’ sehingga Matrix pun merupakan ‘program’ yang dicipta.Hanya ‘The Architect’ saja bukan ‘program’.Dia adalah entiti yang memegang peranan ‘The Architect’,’The Source’ dan ‘Programmer’ sekaligus.Dalam tafsiran kerohanian tradisional,’program’ ini merujuk kepada makhluk,yaitu YANG DICIPTAKAN.Makhluk bukan saja bermakna yang bernyawa saja,tetapi juga yang tidak bernyawa.Kucing,sudu,pinggan,nasi goreng,tahi cicak,kambing,bantal busuk,komputer,matahari,Nebula Ketam,galaksi,elektron,proton,quark,bozon dan sebagainya adalah ‘program’,iaitu makhluk yang diciptakan.Makhluk diciptakan oleh Khaliq iaitu PENCIPTA.’Program’ berasal dari kode-kode yang disusun,di mana kode-kode itu pula diambil dari ‘The Source’ yang bertempat di ‘mainframe’.

‘Mainframe’

Kerangka utama.yaitu tempat dimana kode-kode disimpan dan dikawal rapi.’Mainframe’ bertempat di luar kode biasa Matrix dan mempunyai katakunci (password) yang teramat rahsia untuk memasukinya. ’Mainframe’ menyimpan segala kode di dalam ‘memori’ nya yang khas.Tidak diketahui secara jelas adakah terdapat ‘programmer’ yang dapat mengaksesnya (apa pun dengan kebenaran ‘The Architect’) tetapi terdapat ‘The One’ yang dapat mencapai akses ke ‘mainframe’.Di dalam tafsiran kerohanian (sufism) ‘mainframe’ mewakili Lauh Mahfuz yang menyimpan ‘Kitab Yang Terpelihara’ iaitu berisi pengetahuan yang lepas,kini dan akan datang.

Setakat ini dahulu MistisFiles memberikan definisi istilah-istilah yang dipakai dalam model kerohanian The Matrix.Istilah-istilah di atas adalah istilah dalam kategori asas yang perlu di beri penjelasan dahulu.Terdapat berpuluh-puluh lagi istilah tetapi lebih mudah kalau diterangkan istilah itu bersama-sama artikel kerana istilah-istilah ini lebih bersifat rumit dan mungkin akan menimbulkan anggapan negatif dari pembaca.

Anda sudah faham sekarang?Ok,sebelum memasuki ‘Matrix’,kami ingin memberitahu anda beberapa perkara.

Kita semua adalah pengemis kebenaran.Kita semua dilahirkan di dalam penjara. PENJARA PIKIRAN yang TIDAK berbau atau dapat dirasa,didengar dan dilihat.Ia adalah penjara yang sunyi sepi,gelap dan kosong.Malangnya,tidak seorang pun yang dapat memberitahu anda setepatnya apakah Matrix itu.Anda DAPAT CARI DAN KAJI SENDIRI.Ini adalah peluang anda yang terakhir,selepas ini tiada ruang untuk KEMBALI.Di sini ada dua biji pil;merah dan biru.

Anda ambil pil biru,semua cerita akan berakhir di sini;anda akan bangun dari tidur dan anda percaya apa yang anda ingin percaya.

Anda ambil pil merah,anda akan tetap di dunia yang benar-benar menakjubkan…kami jamin, dan kami akan bawa anda sedalam mana ‘lubang sang arnab’ itu pergi.

INGAT!Apa yang kami tawarkan di sini adalah bertujuan untuk mencari kebenaran semata-mata,tiada niat yang lain.

by.

  1. mistisfiles.blogspot.com
  2. ruangpelangi.wordpress.com/

Menu N-Generation HOLISTIC PERSON ( INSAN KAMIL ) Alam Semesta Bertasbih Dan Evolusi Spiritual Spektrum Energi Cahaya Ilahi NAQS Manajemen Qalbu Getaran Hati MEDITASI Meditasi dan Kuantum Energi Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS NAQS Methode Sinergi Otak dan Hati Rahasia Sentuhan Tangan Reiki N-AQS Melatih Kepeka’an BOLA ENERGI SAPU JAGAD REIKI NAQS NIAT dan AFFIRMASI REIKI NAQS Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim NAQS Detoxifikasi Total Seri 1 Senam Mata NAQS Terapi Refleksi Kaki NAQS

>N-Generation | Dunia Matrix

>

The Matrix bukan sekadar film, ada maksud tersirat dibaliknya, melampaui kepercayaan berbagai agama khususnya Islam, dimana para orientalis banyak belajar dari filsafat Tasawuf (Sufism mengikut terminologi Barat) untuk mengetahui rahasia alam ini. Pengetahuan Matrix terbagi dua; dari Allah SWT kepada para malaikat seterusnya para Kekasih-Nya (khususnya Nabi Muhammad SAW) sampai ke insan-insan beriman dan yang kedua, Izazil (Iblis) menurun ke setan, Dajal dan seterusnya kepada Secret Societies. Izazil pula belajar tentang Matrix ketika dia menjadi Ketua Malaikat dari The Source, Allah Rabbul Izzati. Nabi Adam AS pula setelah diciptakan juga belajar silibus Matrix dengan Codename: ‘NAMA-NAMA’ (lihat Alquran).  

The Matrix adalah kisah pencarian makhluk Tuhan bernama manusia ke asal-usul dirinya, di mana sebenarnya dia berada, ke mana dia akan pergi dan kepada siapa dia akan kembali.

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama …” (AlQuran 2:31)

Apakah Matrix itu? Matematika? MLM?

atau kat matriks?;>

Matrix adalah tergantung pada APA YANG ANDA PERCAYA.

Bagaimana rupanya? Apa yang ada di dalamnya?

Lama sebelum film The Matrix yang pertama ditayangkan dinegar-negara seluruh dunia, beberapa kelompok pemikir dari kalangan Barat menemukan sedikit kenyataan dan hakikat sebenarnya dari dunia dan alam kehidupan yang manusia alami.Kelompok pemikir ini telah mempelajari dari berbagai sumber; dan di sana ada dua sumber utama yang menjadi tunjangan kepada pengetahuan The Matrix, esoterik Hindu dan satu lagi sumber yang mereka simpan ke umum.

Dasar ke pengetahuan yang mereka gali dari spiritual di dunia sebelah Timur inilah yang menjadi daya ke pergerakan New Age dan Theosofi.

Selama ratusan tahun sebelum gerakan New Age ada, berbagai aliran spiritual telah muncul bak jamur setelah hujan di beberapa bagian Eropah.Rosicrusian, Martinism, Gnostic, Cathars dan banyak lagi termasuk pergerakan ‘illumination’ dan berbasis Kabbalah yang berkembang sesuai dengan bentrokan budaya Barat-Timur apakah bersumber dari kegiatan perdagangan maupun peperangan. Para pendiri aliran-aliran spiritual ini telah mengembara ke seluruh dunia Timur; di mana dapat dibagi menjadi dua tujuan utama sumber ajaran spiritual dunia, Timur Tengah dan Indo-Asia.Mereka telah berguru dengan berbagai guru spiritual Timur; shaman, Peramal, ahli sihir, ahli sufi, pemuka-pemuka agama, pendeta, para biksu, dukun dan sebagainya semata-mata untuk menjawab pertanyaan ini:

“SIAPA KITA DAN APA TUJUAN HIDUP KITA?”

Inilah asal-usul dimulainya ide The Matrix sampai Wachowski Brothers mulai mengarahkan film yang populer itu lewat menanti menjelangnya alat baru.

Sebenarnya, sebelum kesadaran dan pengetahuan rahasia ini timbul dari kalangan orang-orang Barat, pengetahuan rahasia alam dan kehidupan telah lama berkembang di kalangan orang-orang sebelah Timur. Di dunia sebelah Timur di mana agama-agama besar dunia berasal, adalah sumber dan pusat kegiatan spiritual. Dalam pada itu masyarakat sebelah Barat masih teraba-raba dalam zaman gelap yang panjang, menganut paham animisme dan pagan, membersihkan diri dengan air kencing sendiri dan paling tidak peradaban Yunani dan Romawi lah lebih maju sedikit dengan sistem dewa-dewi yang lebih sistematis dan kelahiran para filosof yang pada hakikatnya mayoritas darinya bergurukan filsuf Timur, sebagian besar dimanfaatkan ketika perang seperti perang dengan Kekaisaran Persia dan kaum-kaum yang disebut mereka ‘barbarian’. berbagai filsafat dan pemikiran tentang hakikat dan rahasia dibalik kehidupan menjadi asam garam dan makanan di kalangan penduduk Asia kuno.Pengetahuan rahasia ini tidak diragukan telah diajarkan oleh orang-orang yang bijak, pandai di kalangan mereka, kadangkala disebut ORANG SUCI.

Orang-orang suci inilah menjadi misteri.Di sebelah Benua Kecil, India telah muncul para Rishi yang mengajarkan hikmah kehidupan penduduk asli India yang kurang bertamadun. Pada awalnya mereka mengajarkan bahwa TUHAN ITU SATU, satu entitas yang digelar Brahman. Itulah hikmah satu yang paling kuno di mana ketika itu ajaran tersebut tidak dikenal sebagai Hindu (di mana konotasi ‘Hindu’ sebenarnya dipopulerkan orang-orang Barat) tetapi satu ajaran suci yang dipercaya berasal dari para utusan Tuhan. Kajian juga menemukan bahwa ajaran-ajaran yang lebih maju dan sistematis di dalam sejarah kuno Hindu sebenarnya dibawa ketika penaklukan bangsa Arya dari area Asia Tengah ke atas India  Dravida yaitu penduduk asli India yang masih bercawat dan duduk di pinggir-pinggir hutan ribuan tahun dahulu. Bangsa Aryan yang lebih maju dan beradab ini membawa bersama-sama mereka ajaran spiritual mereka; pengetahuan tentang entitas yang disebut Tuhan dan rahasia kehidupan manusia. Teks-teks Sansekerta kuno ada menyatakan tentang rahasia penciptaan alam semesta dan para utusan, di mana ada nama-nama yang menyebut perihal Ibrahim dan Muhammad dalam lenggok Sansekerta kuno (lihat Rig Veda). Ini tidaklah mengherankan apabila para peneliti manuskrip Sansekerta-Hindu pada hari ini telah telah menemukan bahwa kitab Rig Veda yang merupakan paling tertua di antara kitab-kitab Veda yang lain memiliki kejadian tersebut raja-raja Babilonia dan Mesir serta perang mereka. Lebih menarik lagi, ditemukan kenyataan bahwa seperlima dari Rig Veda adalah berasal dari kitab-kitab Babilonia Kuno (Dr. Pran Nath, Times of India).

Ada banyak lagi pernyataan yang menggemparkan di dalam teks-teks kuno Hindu termasuk di dalam Upanishad, Purana dan Antharva Veda, menunjukkan bukti terahsia selama ribuan tahun-bahwa pengetahuan The Matrix (mengacu pada pengetahuan rahasia ini) sebenarnya telah diajarkan oleh para Rishi bersumber dari wahyu yang diterima dari para utusan Tuhan; para nabi yang mulia. Dan akhirnya bersumber dari The Source; Allah Rabbul Izzati (beberapa bukti dari manuskrip Hindu menunjukkan Rishi yaitu guru spiritual itulah para nabi). Penelitian yang lebih lanjut atas teks-teks Babilonia dan Sumeria pula, sebagian besar masih dalam tulisan pepaku (cunei form) menunjukkan kehadiran para utusan yang mengajarkan hikmah kehidupan dan pengetahuan TUHAN YANG SATU. Ini tidak termasuk teks-teks kuno dari warisan Judeo-Kristen, yaitu Yahudi dan Nasrani seperti Injil dan Taurat beserta suhuf-suhuf serta Zabur (psalms, hynms) nabi-nabi dari kalangan Yahudi seperti  Jeremiah, Ezra dan lainnya yang sudah sebelumnya ditemukan pada agama Tauhid, para Kekasih-Nya dan ‘The One’, Muhammad yang misteri; tercantum dalam prediksi -ramalan tua (prophecies), puji, hikayat dan nyanyian keagamaan (hymns) berusia beribu tahun. Benarlah bahwa agama Tuhan itu telah disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang pilihan-Nya dan benarlah kata-kata AlQuran yang mulia:

“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan “. (AlQuran 35:24)

Pengetahuan The Matrix (istilah ini diambil dari sensasi filmnya-mewakili perspektif terakhir spiritual) adalah rahasia turun-temurun dari Sang Pencipta kepada yang diciptakannya. Sang Pencipta yang Maha Tunggal saat menciptakan makhluk dari zatnya yang Maha Suci; menundukkan INGIN DIKENAL; maka pengetahuan mencari dan mengenali Sang Pencipta inilah menjadi rahasia yang teragung yang ingin dicari zat-zat yang tercipta dari Zat Induk; Allah Rabbul Izzati (The Source).

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam NAMA-NAMA seluruhnya, kemudian bertanya kepada para Malaikat lalu berfirman:” Sebutkanlah kepada-Ku NAMA-NAMA itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar! “


“Mereka menjawab:” Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “


“Allah berfirman:” Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka NAMA-NAMA ini. “Maka setelah diberitahukannya kepada mereka NAMA-NAMA itu, Allah berfirman:” Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan? “(AlBaqarah ayat 31-33)

Pengetahuan ini telah disebarkan oleh orang-orang pilihan-Nya yaitu para Nabi dan Rasul sejak Bumi diduduki manusia pertama Adam (juga salah seorang nabi) hingga nabi yang terakhir, Muhammad saw dan disambung oleh para mukmin pewaris para nabi sampailah ke hari ini-zaman komputer, televisi dan telepon gengggam (handphon).

The Matrix adalah bukan sekadar teknologi komputer dan aksi kungfu ala Hollywood,tetapi ada maksud tersirat darinya. Soalannya sekarang:

“Bagaimana Hollywood mengadaptasi pengetahuan rahsia ini ke dalam filem dan dari mana mereka mengetahuinya?”

Jika anda membaca bahagian awal artikel ini,anda akan tahu satu sumber para pemikir Barat ini…

Tetapi ada satu sumber lain yang dirahsiakan mereka…

Sumber rahsia ini pula berpecah kepada dua bahagian ;satu sumber rahsia yang mereka rahsiakan kepada umum dan satu lagi rahsia yang mereka tidak ingin dunia tahu inilah sumber rahsia mereka…

Keliru?

Di sini ada satu jigsaw puzzle.

Bahagian rahsia yang mereka rahsiakan kepada umum adalah rahsia yang mereka pelajari dari para syaitan dan Iblis Laknatullah,sebahagiannya melalui bantuan Dajal Laknatullah,’syaitan manusia’ kesayangan Iblis.Pengetahuan ini disebarkan melalui berbagai cara;melalui mimpi atau suara bisikan yang dimainkan oleh syaitan,penjelmaan Iblis atau syaitan peringkat tinggi kepada bentuk manusia dan bantuan Dajal Al-Masih Laknatullah.Pengetahuan ini biasanya telah diselewengkan di sana-sini,bertujuan menyesatkan manusia.Terdapat beberapa bahagian dikekalkan kebenarannya bagi menampakkan keaslian dan keunggulannya.Ada yang ditokok tambah menjadikannya ‘multilayer’ (rujuk jigsclue #001)

Iblis Laknatullah sebelum bergelar Makhluk yang Terkutuk adalah bekas Ketua Para Malaikat.Gelarannya Izazil(Azazel),dia adalah makhluk yang paling taat dan rapat dengan Tuhan Maha Perkasa.Sejak dari kecil dia telah diajar rahsia-rahsia dan pengetahuan agung menjadikan dirinya dihormati oleh para malaikat yang lain.TETAPI ILMU YANG BANYAK TIDAK CUKUP,IMAN YANG MANTAP DIPERLUKAN UNTUK MEMBACA SETIAP PERMAINAN DAN UJIAN TUHAN.Akhirnya dia tertipu nafsu sendiri dalam peristiwa dirinya dan Nabi Adam yang ketika itu baru diciptakan.

The Matrix adalah kisah pencarian manusia kepada asal-usulnya;dari mana dia datang,di mana dia dan ke mana dia akan pergi.

“You’re going to have to make a choice…”
(Oracle -The Matrix)
Setiap orang diberi masa dan pilihan.

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (Al–Balad 90:10)

MASALAHNYA IALAH PILIHAN. Dan setiap orang bertanggungjawab terhadap pilihan masing-masing.

“Choice. The problem is choice” (Neo -MatrixReloaded)

Tetapi ada satu rahsia lain…

Di peringkat lebih tinggi, PILIHAN bukanlah permasalahan penting lagi
“Because you didn’t come here to make the choice, you’ve already made it. You’re here to try to understand why you made it…” (Oracle – MatrixReloaded)

Hakikat yang paling mendalam sebenarnya TIADA PILIHAN. Pilihan adalah ilusi,digunakan untuk menguji manusia.

“No. Wrong. Choice is an illusion, created between those with power…”
(Merovingian -MatrixReloaded)

Zat-zat lain mencari-cari pilihan dan menghabiskan masanya membuat pilihan padahal mereka sebenarnya telahpun memilih

Zat-zat lain pula belajar memahami mengapa ia membuat pilihan itu…

Allah Swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu” (QS. Al A’raf: 172-173)

Rupa-rupanya di alam roh (‘the real world’), manusia telah pun mengaku “Allah adalah TUHAN” sebelum masuk ke “MATRIX” lagi!!

Artikel-artikel di dalam seri The Matrix kebanyakan di luar kotak pemikiran biasa. Ada yang menyentuh ilmu-ilmu spiritual tertentu terutama Ilmu Tasawuf (Sufism). Jika ada di antara artikel di dalam seri ini telah mengganggu ketentraman anda, Anda tidaklah digalak melanjutkan pembacaan. Jika Anda merasa keliru atau sangsi setelah membaca isinya, terutama mengenai ajaran spiritual, lihat guru-guru agama yang mursyid dalam bidang Tasawuf.Sekiranya perlu lihat AlQuran dan AlHadis serta kitab-kitab Tasawuf yang muktabar, sekadar menyebutkan contoh, kitab Sirus Salikin dan kitab Hikam.The Matrix adalah sekadar model untuk pemahaman masalah kehidupan manusia dari kacamata terakhir, di mana tidak mengubah sedikit pun konsep dan kepercayaan asli ilmu spiritual itu sendiri.Dalam hal ini MistisFiles coba untuk menyederhanakan isinya sesuai dengan tingkat pemahaman publik.

“You take the red pill, you stay in Wonderland, and I show you how deep the rabbit hole goes” (Morpheus -The Matrix)

Dalam membahas masalah di dalam Matrix, perlu diketahui dahulu istilah-istilah yang terlibat dalam pembahasan Matrix ini.Kelak bila kita ‘mengembara’ ke dalam dunia Matrix ini lebih jauh, kita tidak bertanya-tanya istilah atau pengertian yang aneh yang memungkinkan kita sesat atau ditangkap ‘agen’ (lihat agen Smith) yang memang mencari korban untuk dikelirukan secukupnya.

“Studi The Matrix”

The Matrix adalah sekadar model untuk menjelaskan masalah spiritual dan pengetahuan kuantum tingkat tinggi, dimana sebelum ditemukan model ‘The Matrix’, para guru spiritual, nabi-nabi, ahli sufi, orang-orang suci, para Rishi, arahat, biksu dan pendeta telah coba mengungkapkan rahasia kehidupan dalam berbagai model untuk memudahkan masyarakat memahaminya sebagai contoh, ‘moksha’, ‘nirvana’, ‘reinkarnasi’, ‘karma’, ‘samsara, dan sebagainya untuk mewakili bagian-bagian dalam masalah alam fisik dan alam ghaib.Semakin tinggi pengetahuan manusia tentang alam benda di sekelilingnya maka makin berubah dan makin mudah manusia mengaitkan masalah spiritual dengan benda atau pun peralatan yang mereka biasa atau gunakan sehari-hari.

Model The Matrix mengambil perangkat keras komputer sebagai dasar pemahaman.Di dalam studi The Matrix, Anda akan bertemu dengan istilah-istilah seperti kerangka utama (mainframe), port, plug in / plug out, hack, virus, trojan, reformat, virtual reality, program dan lain-lain.

“The Matrix”

Matrix sebenarnya suatu istilah umum, yang merujuk kepada dua kategori

  • Ruang fisik di luar pikiran
  • Ruang esoterik di dalam pikiran

Ruang fisik di luar pikiran adalah ruang-waktu yang kita hidup sekarang.Ruang yang kita TAHU melalui indera kita; kita dapat lihat ia, rasakan, hirup / cium dan dengar.Ia adalah dunia fisik yang kita rasakan sekarang ini.Perlu diketahui, di dalam teks-teks kerohanian tidak kira dari sumber Islam atau non-Islam, ada dicatat keberadaan berbagai alam dalam berbagai istilah seperti ‘kayangan’, ‘tusita’, ‘jabarut’ dan sebagainya.Di dalam penelitian Fisika Kuantum dan Fisika Teori, alam yang kita rasakan sekarang adalah berbentuk 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu (3D-panjang, lebar, dalam). Jadi sudah tentu ada ruang dua dimensi (panjang, lebar) dan 1 dimensi (satu baris). Dalam pada itu ada juga ruang yang lebih tinggi dari ruang 3 dimensi; 4 dimensi, 5 dimensi dan seterusnya di mana penelitian Fisika Kuantum yang bergabung dengan Teori Kuantum-Gravitasi menemukan keseluruhan jumlah dimensi adalah berjumlah 11 dimensi ruangmasa sejauh ini (berikutnya akan didiskusikan di bawah silibus “Matrix Lebih Tinggi” dan “Hubungan Matrix dan Dimensi “)

Singkatnya, dalam kata lain yang lebih sederhana, Matrix berarti ‘alam-alam’

Ruang esoterik di dalam pikiran mengacu pada pengetahuan yang lebih tinggi dan abstrak.Subjek ini akan membahas hubungan antara dunia fisik dan rahasia pikiran.Masalah ‘Ruang di dalam pikiran “adakalanya berselisih (distort) dengan masalah’ Ruang di luar pikiran ‘tetapi jika diperhalusi, keduanya saling melengkapi dan menjelaskan keberadaan mereka masing-masing.Telah diketahui turun-temurun bahwa pikiran adalah entitas yang paling misteri di mana guru-guru spiritual timur ada menjelaskan tentang ‘pikiran’ dan ‘tubuh’ yang terperincinya ada dalam ‘3 Jenis Diri ‘:

-Jasmani
-Nafsu/Jiwa
-Ruh

Ini adalah salah satu definisi populer di mana konsep ini telah dikenal dengan berbagai istilah menurut aliran spiritual tertentu.Kaitan ‘pikiran’ dan ‘tubuh’ adalah misteri yang sangat digemari dan dibahas selama ribuan tahun oleh berbagai agama-agama besar, pendiri-pendiri aliran spiritual, para peneliti dan para ahli perubahan di seluruh dunia.Di ujung pengembaraan nanti akhirnya dapat ditemukan rahasia paling penting; bahwa sebenarnya segala sesuatu itu BUKANLAH DI LUAR PIKIRAN NAMUN DALAM PIKIRAN.

“The One”

Istilah ini mengacu pada orang-orang pilihan Tuhan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan ini.Orang-orang ini sering disebut sebagai nabi, orang suci, peramal, pendeta agung, maitreya, avatar dan sebagainya biasanya merupakan orang yang disegani dari segi akhlak dan sikap yang terpuji. ‘The One’ bukanlah orang yang mewar-warkan dirinya sebagai nabi atau utusan melainkan setelah diarahkan begitu. Mereka sendiri tidak tahu pada awalnya bahwa diri mereka terpilih sampai diberitahu secara wahyu, ilham atau cara-cara tertentu. ‘The One’ tidak suka orang disekelilingnya terlalu menyanjung dirinya.Mereka ini biasanya berperawakan tampan, bertubuh tegap dengan ketinggian yang optimal, berwajah manis dan menawan, tutur kata yang elok dan ada aura dan karisma diri.Ini penting untuk memudahkan para pengikut mereka mengikuti ajaran-ajaran mereka dengan rela dan konsisten .

“Plug in / Plug out”

‘Plug in’ berarti dilahirkan di dalam ‘Matrix’ terutama Matrix yang manusia hidup, mencari pilihan dan membuat pilihan. ‘Plug in’ juga berarti masuk ke dalam kesadaran yang lebih tinggi.Proses teknis dalam konversi antara Matrix juga disebut ‘plug in’.

‘Plug out’ pula berarti dimatikan dalam Matrix yang sedang dialami.Ia juga berarti dikeluarkan dari Matrix. ‘Plug out’ adalah simbol ke ‘kematian’, ‘akhir’ atau ‘selesai’. Proses teknis dalam konversi antara Matrix juga disebut ‘plug out ‘.

‘The Source”

The Source adalah sumber segala sesuatu.Dalam terminologi Matrix, The Source adalah sumber untuk membangun kode-kode program di mana dalam hal ini ia disebut’ source code ‘. Dalam interpretasi spiritual tradisional, ia adalah mewakili sumber segala kejadian dan penciptaan makhluk.Ia juga digelar ‘supermind’, ‘overmind’ dan ‘The Mind’. Setiap pikiran manusia terhubung dengan ‘Mind’ ini. ‘The Source’ seringkali berhubungan dengan satu lagi entitas yaitu ‘The Architect’. Beberapa spiritual terutama dari Barat memisahkan ‘The Architect’ dengan ‘The Source’. Tetapi dalam disiplin spiritual Sufism (tasawuf), ‘The Source’ itu adalah ‘The Architect’.

‘The Architect’

The Architect adalah entitas yang membangun Matrix; segala Matrix yang ada.Dialah yang menyusun program dan mengatur segala kode, lalu lintas, protokol, port, format, codec, komunikasi dan lain-lain di dalam Matrix.Dialah yang mengaktifkan program, mematikan program (shut down), memasukkan program dan mengeluarkan program.Dia juga yang menentukan jumlah program yang berjalan, protokol yang digunakan dan waktu yang dihabiskan (‘The Architect’ tidak tunduk pada ‘waktu’ karena ‘waktu’ juga adalah sebuah program). ‘The Architect’ juga bersikap seperti pemrogram (programmer). Dalam interpretasi spiritual dan mungkin saja istilah yang biasa dipahami manusia umum, ‘The Architect’ ini adalah apa yang disebut Maha Pencipta; Tuhan, ‘God’, ‘Lord’ dan sebagainya.

‘Programmer’

Pengatur cara.yaitu entiti yang tugasnya menyusun program yang berjalan di dalam Matrix.Setiap program ada pengatur cara yang menjaganya.’Programmer’ tidak dapat melaksanakan program tanpa ‘The Source’.Dari sinilah dia mendapat sumber kode untuk menjalankan tugasnya.’Programmer’ yang sebenar adalah ‘The Architect’ kerana dialah yang sebenarnya mempunyai kata kunci (password) untuk semua ‘source code’ dan tidak ada seorang pun ‘programmer’ yang dapat mengakses ‘mainframe’ (kerangka utama) kepada ‘source code’ ini tanpa keizinannya.Tetapi ‘The Architech’ telah membina ‘programmer-programmer’ yang lain,sebagai menunjukkan kebijaksanaannya dan kehebatannya mencipta (bukan untuk membantunya atau menunjukkan kelemahannya).Setiap parameter program dikawal oleh ‘programmer’ ini.Sebagai contoh,dalam dunia realiti manusia,setiap perjalanan material fizik mempunyai ukuran-ukuran tertentu untuk mampu berjalan lancar.Manusia dan benda-benda mampu bergerak stabil di atas bumi kerana dibekalkan dengan daya graviti yang mempunyai ukuran tertentu.Begitu juga jumlah titisan hujan yang turun,burung-burung yang terbang,pohon-pohon yang bergoyang dan kadar desibel guruh di langit juga kadar haba yang dipancarkan matahari,mempunyai parameter-parameter yang disedia oleh para ‘programmer’ ini.SETIAP SATU MEMPUNYAI UKURAN TERTENTU MENUNJUKKAN IA ADALAH DICIPTA,BUKAN TERJADI DENGAN SENDIRINYA.Dalam tafsiran yang sederhana dari disiplin kerohanian,para ‘programmer’ ini adalah para malaikat yang menjalankan perbagai tugas di semua Matrix yang dibenarkan khasnya Matrix yang manusia hidup sekarang.Setiap titisan hujan ada malaikat yang menjaganya.Begitu juga elektron-elektron yang berputar-berputar di orbitnya,setiap satu ada malaikat yang mengawalnya.Maha Suci Tuhan.

‘Program’

Yaitu rancangan-rancangan,fasiliti,tema,peristiwa,subjek/objek dan sebagainya yang berjalan di dalam Matrix.Program adalah struktur kepada Matrix.Tanpa program,Matrix adalah satu ruang kosong yang menjemukan.Tiada apa-apa,Nothing.Program terdiri dari beratus-ratus,beribu hingga infiniti kode-kod yang diambil dari ‘The Source’ di ‘mainframe’.Kode-kode ini disusun menjadi parameter-parameter,peraturan perisian,masa dan struktur lain sehingga menjelma menjadi program.Setiap entiti yang wujud termasuk para ‘programmer’ itu sendiri adalah ‘program’.Segalanya ‘program’ sehingga Matrix pun merupakan ‘program’ yang dicipta.Hanya ‘The Architect’ saja bukan ‘program’.Dia adalah entiti yang memegang peranan ‘The Architect’,’The Source’ dan ‘Programmer’ sekaligus.Dalam tafsiran kerohanian tradisional,’program’ ini merujuk kepada makhluk,yaitu YANG DICIPTAKAN.Makhluk bukan saja bermakna yang bernyawa saja,tetapi juga yang tidak bernyawa.Kucing,sudu,pinggan,nasi goreng,tahi cicak,kambing,bantal busuk,komputer,matahari,Nebula Ketam,galaksi,elektron,proton,quark,bozon dan sebagainya adalah ‘program’,iaitu makhluk yang diciptakan.Makhluk diciptakan oleh Khaliq iaitu PENCIPTA.’Program’ berasal dari kode-kode yang disusun,di mana kode-kode itu pula diambil dari ‘The Source’ yang bertempat di ‘mainframe’.

‘Mainframe’

Kerangka utama.yaitu tempat dimana kode-kode disimpan dan dikawal rapi.’Mainframe’ bertempat di luar kode biasa Matrix dan mempunyai katakunci (password) yang teramat rahsia untuk memasukinya. ’Mainframe’ menyimpan segala kode di dalam ‘memori’ nya yang khas.Tidak diketahui secara jelas adakah terdapat ‘programmer’ yang dapat mengaksesnya (apa pun dengan kebenaran ‘The Architect’) tetapi terdapat ‘The One’ yang dapat mencapai akses ke ‘mainframe’.Di dalam tafsiran kerohanian (sufism) ‘mainframe’ mewakili Lauh Mahfuz yang menyimpan ‘Kitab Yang Terpelihara’ iaitu berisi pengetahuan yang lepas,kini dan akan datang.

Setakat ini dahulu MistisFiles memberikan definisi istilah-istilah yang dipakai dalam model kerohanian The Matrix.Istilah-istilah di atas adalah istilah dalam kategori asas yang perlu di beri penjelasan dahulu.Terdapat berpuluh-puluh lagi istilah tetapi lebih mudah kalau diterangkan istilah itu bersama-sama artikel kerana istilah-istilah ini lebih bersifat rumit dan mungkin akan menimbulkan anggapan negatif dari pembaca.

Anda sudah faham sekarang?Ok,sebelum memasuki ‘Matrix’,kami ingin memberitahu anda beberapa perkara.

Kita semua adalah pengemis kebenaran.Kita semua dilahirkan di dalam penjara. PENJARA PIKIRAN yang TIDAK berbau atau dapat dirasa,didengar dan dilihat.Ia adalah penjara yang sunyi sepi,gelap dan kosong.Malangnya,tidak seorang pun yang dapat memberitahu anda setepatnya apakah Matrix itu.Anda DAPAT CARI DAN KAJI SENDIRI.Ini adalah peluang anda yang terakhir,selepas ini tiada ruang untuk KEMBALI.Di sini ada dua biji pil;merah dan biru.

Anda ambil pil biru,semua cerita akan berakhir di sini;anda akan bangun dari tidur dan anda percaya apa yang anda ingin percaya.

Anda ambil pil merah,anda akan tetap di dunia yang benar-benar menakjubkan…kami jamin, dan kami akan bawa anda sedalam mana ‘lubang sang arnab’ itu pergi.

INGAT!Apa yang kami tawarkan di sini adalah bertujuan untuk mencari kebenaran semata-mata,tiada niat yang lain.

by.

  1. mistisfiles.blogspot.com
  2. ruangpelangi.wordpress.com/
Menu N-Generation HOLISTIC PERSON ( INSAN KAMIL ) Alam Semesta Bertasbih Dan Evolusi Spiritual Spektrum Energi Cahaya Ilahi NAQS Manajemen Qalbu Getaran Hati MEDITASI Meditasi dan Kuantum Energi Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS NAQS Methode Sinergi Otak dan Hati Rahasia Sentuhan Tangan Reiki N-AQS Melatih Kepeka’an BOLA ENERGI SAPU JAGAD REIKI NAQS NIAT dan AFFIRMASI REIKI NAQS Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim NAQS Detoxifikasi Total Seri 1 Senam Mata NAQS Terapi Refleksi Kaki NAQS

Menyingkap Misteri 7 Lapisan Langit

Keyakinan mengenai adanya alam semesta selain yang dihuni oleh kita sudah menghantui pemikiran para ilmuwan fisika sejak lama. Sebuah revolusi pemikiran yang berangkat dari cerita fiksi ilmiah mengenai adanya kehidupan lain selain di planet bumi ini, berkembang menjadi sebuah ide bahwa alam semesta kita ini tidak sendiri, tetapi merupakan bagian dari berlapis-lapis alam semesta tanpa batas yang mempunyai kehidupannya sendiri-sendiri.

Beberapa hipotesa yang kemudian melahirkan teori-teori dicetuskan oleh beberapa ilmuwan seperti teori alam semesta paralel (parallel universe atau multiverse) dan keyakinan akan keberadaan 10 dimensi alam semesta. Namun lima belas abad sebelum teori-teori tersebut dilahirkan, kitab Alquran yang diwahyukan kepada Muhammad Saw sudah menggambarkan perihal keberadaan dimensi-dimensi alam semesta yang disebut tujuh lapisan langit, yakni dalam Surah Fushshilat ayat 11-12.

“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.

Pengertian langit
Banyak pemahaman tentang langit yang dikenal di tengah masyarakat. Sebagian orang memahaminya sebagai lapisan-lapisan atmosfer di atas bumi. Ada juga yang memahami langit sebagai ruang hampa udara yang disebut ruang angkasa antar planet dan galaksi. Adapun pengertian yang lebih luas lagi menurut ilmu astronomi bahwa langit adalah alam semesta yang tak terbatas (tidak diketahui batasnya) namun berhingga (ada akhirnya).

Dalam tulisan ini pemahaman yang ketiga inilah yang digunakan, yakni alam semesta yang tak terbatas namun berhingga dan memuat triliunan benda-benda angkasa. Dari tatasurya kita – matahari dan planet-planetnya termasuk bumi sebagai anggotanya – galaksi bimasakti (milky way galaxy) tempat berada tata surya kita, kluster (kumpulan beberapa galaksi) hingga superkluster (kumpulan dari beberapa kluster). Ini pun sebatas yang masih bisa diungkapkan para ahli astronomi, tentunya bisa diperluas lagi dengan kumpulan beberapa superkluster dan seterusnya.

7 lapisan langit dan pembagian dimensi
Yang dimaksud 7 lapisan langit di sini bukan berarti langit tersebut menumpuk secara berlapis-lapis seperti kue lapis, tapi ketujuh lapisan tersebut semakin meningkat kedudukannya sesuai dengan bertambah tingkat dimensinya.

Pertambahan tingkat dimensi ketujuh lapisan langit tersebut hanya bisa digambarkan dengan memproyeksikannya ke langit pertama (dimensi ruang yang dihuni oleh kita) yang berdimensi tiga. Karena hanya ruang berdimensi tiga inilah yang bisa difahami oleh kita. Secara analog, kita bisa membuat perumpamaan sebagai berikut :

Penjelasan gambar:
Pada gambar 1 tampak bahwa sebuah garis berdimensi 1 tersusun dari titik-titik dalam jumlah tak terbatas. Kemudian garis-garis tersebut disusun dalam jumlah tak terbatas hingga menjadi sebuah luasan berdimensi 2 (Gambar 2). Dan jika luasan-luasan serupa ini ditumpuk ke atas dalam jumlah yang tak terbatas, maka akan terbentuk sebuah balok (ruang berdimensi 3).

Kesimpulannya adalah sebuah ruang berdimensi tertentu tersusun oleh ruang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas. Atau dengan kata lain ruang yang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas akan menyusun menjadi ruang berdimensi yang lebih tinggi. Misalnya, ruang 3 dimensi – dimensi ruang yang sekarang dihuni oleh kita ini – dengan jumlah tak terbatas menyusun menjadi satu ruang berdimensi empat.

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

Langit pertama
Ruang berdimensi 3 yang dihuni oleh makhluk berdimensi 3, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain yang tinggal di bumi beserta benda-benda angkasa lainnya dalam jumlah yang tak terbatas. Namun hanya satu lapisan ruang berdimensi 3 yang diketahui berpenghuni, dan bersama-sama dengan ruang berdimensi 3 lainnya, alam semesta kita ini menjadi penyusun langir kedua yang berdimensi 4.

Langit kedua
Ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa jin beserta makhluk berdimensi 4 lainnya. Ruang berdimensi 4 ini bersama-sama dengan ruang berdimensi 4 lainnya membentuk langit yang lebih tinggi, yaitu langit ketiga.

Langit ketiga
Ruang berdimensi 5 yang di dalamnya “hidup” arwah dari orang-orang yang sudah meninggal. Mereka juga menempati langit keempat sampai dengan langit keenam. Langit ketiga ini bersama-sama dengan langit ketiga lainnya menyusun langit keempat dan seterusnya hingga langit ketujuh yang berdimensi 9.

Bisa dibayangkan betapa besarnya langit ketujuh itu. Karena ia adalah jumlah kelipatan tak terbatas dari langit dunia (langit pertama) yang dihuni oleh manusia. Berarti langit dunia kita ini berada dalam struktur langit yang enam lainnya, termasuk langit yang ketujuh ini. Jika alam akhirat, surga dan neraka terdapat di langit ke tujuh, maka bisa dikatakan surga dan neraka itu begitu dekat dengan dunia kita tapi berbeda dimensi.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa langit dunia kita ini merupakan bagian dari struktur langit ketujuh. Berarti alam dunia ini merupakan bagian terkecil dari alam akhirat. Penjelasan ini sesuai dengan hadist Nabi:

“Perbandingan antara alam dunia dan akhirat adalah seperti air samudera, celupkanlah jarimu ke samudera, maka setetes air yang ada di jarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat”.

Perumpamaan setetes air samudera di ujung jari tersebut menggambarkan dua hal:

  1. Ukuran alam dunia dibandingkan alam akhirat adalah seumpama setetes air di ujung jari dengan keseluruhan air dalam sebuah samudera. Hal ini adalah penggambaran yang luar biasa betapa luasnya alam akhirat itu.
  2. Keberadaan alam dunia terhadap alam akhirat yang diibaratkan setetes air berada dalam samudera. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa alam dunia merupakan bagian dari alam akhirat, hanya ukurannya yang tak terbatas kecilnya. Begitu juga dengan kualitas dan ukuran segala hal, baik itu kebahagiaan, kesengsaraan, rasa sakit, jarak, panas api, dan lain sebagainya, di mana ukuran yang dirasakan di alam dunia hanyalah sedikit sekali.

Berbagai ruang dimensi dan interaksi antar makhluk penghuninya

1. Langit pertama atau langit dunia
Seperti disebutkan pada ayat 11-12 Surat Fushshilat di atas, maka yang disebut langit yang dekat tersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini. Digambarkan bahwa langit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yang utama dari alam semesta. Bintang-bintang membentuk galaksi dan kluster hingga superkluster. Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu. Seperti tata surya kita, matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, atau pecahan bintang terdekat lainnya. Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusia yang mendiami bumi, planet anggota tata surya.

Langit pertama ini tidak terbatas namun berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapi sudah bisa dipastikan ada ujungnya. Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu ke ujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.

Penjelasan gambar:
Apabila digambarkan bentuknya kira-kira seperti sebuah bola dengan bintik-bintik di permukaannya. Di mana bintik-bintik tersebut adalah bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Apabila kita berjalan mengelilingi permukaan bola berkeliling, akhirnya kita akan kembali ke titik yang sama. Permukaan bola tersebut adalah dua dimensi. Sedangkan alam semesta yang sesungguhnya adalah ruang tiga dimensi yang melengkung seperti permukaan balon itu. Jadi penggambarannya sangat sulit sekali sehingga diperumpamakan dengan sisi bola yang dua dimensi agar memudahkan penjelasannya.

2. Langit kedua
Seperti diterangkan sebelumnya bahwa setiap lapisan langit tersusun secara dimensional. Diasumsikan bahwa pertambahan dimensi setiap lapisan adalah 1 dimensi. Jadi apabila langit pertama atau langit dunia kita ini berdimensi 3, maka langit kedua berdimensi 4. Langit kedua ini dihuni oleh makhluk berdimensi 4, yakni bangsa jin.

Penjelasan gambar:
Apabila digambarkan posisi langit kedua terhadap langit pertama adalah seperti gambaran balon pertama tadi. Di mana bagian permukaan bola berdimensi 2 adalah alam dunia kita yang berdimensi 3, sedangkan ruangan di dalam balon yang berdimensi 3 adalah langit kedua berdimensi 4. Jadi apabila kita melintasi alam dunia harus mengikuti lengkungan bola, akibatnya perjalanan dari satu titik ke titik lainnya harus menempuh jarak yang jauh. Sedangkan bagi bangsa jin yang berdimensi 4 mereka bisa dengan mudah mengambil jalan pintas memotong di tengah bola, sehingga jarak tempuh menjadi lebih dekat.

Deskripsi lain adalah seperti gambar berikut:

Bayangkanlah permukaan tembok dan sebuah ruangan yang dikelilingi oleh dinding-dindingnya. Umpamakan ada dua jenis makhluk yang tinggal di sana. Makhluk pertama adalah makhluk bayang-bayang yang hidup di permukaan tembok berdimensi 2. Sedangkan makhluk kedua adalah makhluk balok berdimensi 3. Ingatlah analogi alam berdimensi 3 dengan makhluk manusianya adalah permukaan tembok dan makhluk bayang-bayangnya, sedangkan alam berdimensi 4 dan makhluk jinnya adalah ruangan berdimensi 3 dengan baloknya.

Tampak dengan mudah dilihat bahwa kedua alam berdampingan dan kedua makhluk hidup di alam yang berbeda. Kedua makhluk juga mempunyai dimensi yang berbeda, bayang-bayang berdimensi 2 sedangkan balok berdimensi 3. Makhluk berdimensi 2, yaitu bayang-bayang tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, dia tetap berada di tembok, sedangkan makhluk berdimensi 3 yakni balok dapat memasuki alam berdimensi 2, yakni tembok. Bagaimanakah caranya balok bisa memasuki dinding yang berdimensi 2?

Balok yang berdimensi 3 memiliki permukaan berdimensi 2 yakni bagian sisi-sisinya. Apabila si balok ingin memasuki alam berdimensi dua, dia cukup menempelkan bagian sisinya yang berdimensi 2 ke permukaan tembok. Bagian sisi balok sudah memasuki alam berdimensi 2 permukaan tembok. Bagian sisi balok ini dapat dilihat oleh makhluk bayang-bayang di tembok sebagai makhluk berdimensi 2 juga. Analoginya adalah jin yang dilihat oleh kita penampakannya di alam dunia sebenarnya berdimensi 4 tetapi oleh indera kita dilihat sebagai makhluk berdimensi 3 seperti tampaknya sosok kita manusia.

3. Langit ketiga sampai dengan langit ketujuh
Langit ketiga sampai dengan keenam dihuni oleh arwah-arwah, sedangkan langit ke tujuh adalah alam akhirat dengan surga dan nerakanya. Analoginya sama dengan langit kedua di atas, karena pengetahuan kita hanya sampai kepada alam berdimensi 3.

Keajaiban Isra dan Miraj

Allah Swt berfirman di dalam Alquran Surah Al-Israa’ ayat 1:

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah Saw sendiri, tapi merupakan kehendak Allah Swt. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril as (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah Saw dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.

Selain Jibril as dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.

Pertanyaan mendasar adalah bagaimanakah perjalanan dengan kecepatan cahaya itu dilakukan oleh badan Rasulullah Saw yang terbuat dari materi padat? Untuk malaikat dan Buraq tidak ada masalah karena badan mereka terbuat dari cahaya juga. Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi. Badan kita mungkin akan terserai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.

Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh Rasulullah Saw diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi?

Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Multiexperiment Viewer) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

Nah, kalau dihitung jarak Mekkah – Palestina sekitar 1500 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 0,005 detik dalam ukuran waktu kita di bumi.

Sesampainya di Palestina tubuh Rasulullah Saw dikembalikan menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kwantum. Dari Palestina dilanjutkan dengan perjalanan antar dimensi ke Sidratul Muntaha, yakni dari langit dunia (langit pertama) ke langit kedua, ketiga sampai dengan langit ketujuh dan berakhir di Sidratul Muntaha.

Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi. Karena walaupun tubuh Rasulullah Saw diubah menjadi cahaya seperti perjalanan dari Mekkah ke Palestina, tidak akan selesai menempuh perjalanan di langit pertama saja. Bukankah untuk menempuh diameter alam semesta diperlukan 30 miliar tahun dengan menggunakan kecepatan cahaya. Jadi bagaimana caranya?

Seperti telah disebutkan di atas dalam penjelasan posisi antar dimensi bahwa posisi langit kedua dengan langit pertama dianalogikan seperti sebuah ruangan berdimensi 3 dengan dinding tembok berdimensi 2. Makhluk bayangan berdimensi 2 di tembok tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, kecuali ada bantuan dari makhluk berdimensi lebih tinggi, minimal dari makhluk berdimensi 3, yakni balok. Caranya si balok menempelkan salah satu sisinya ke tembok dan makhluk bayangan menempelkan diri ke sisi balok itu. Dengan menempel di sisi balok dan mengikutinya, makhluk bayangan bisa memasuki ruang berdimensi 3 dan meninggalkan wilayah berdimensi 2, yakni dinding tembok.

Begitulah kira-kira analogi bagaimana Rasulullah Saw melakukan perjalanan antar dimensi. Dengan kehendak Allah Swt, Jibril membawa Rasulullah Saw melakukan perjalanan dari langit pertama hingga langit ketujuh lalu ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini bukan perjalanan jauh seperti telah disebutkan tadi. Kejadian itu terjadi di tempat Rasulullah Saw terakhir duduk shalat di Masjidil Aqsa Palestina, karena ruang berdimensi 4, 5 dan seterusnya itu persis berada di sebelah kita, hanya kita tidak melihatnya dan tidak bisa mencapainya.

Wajar saja perjalanan Isra Miraj Rasulullah Saw dari Mekkah ke Palestina dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha hanya terjadi dalam semalam. Bayangkan dalam zaman ketika pemahaman manusia tentang sains dan teknologi belum seperti sekarang, seorang Abu Bakar Ash Shiddiq Ra. Sahabat yang suci bisa beriman dan menerima kebenaran cerita Rasulullan Saw tanpa sanggahan.

Begitu dekatnya jarak alam dunia (langit pertama) dengan alam akhirat (langit ketujuh) yang sangat dekat sudah digambarkan oleh hadist dari Jabir bin Abdullah. Ketika itu Rasulullah Saw didatangi oleh lelaki berwajah bersih dan berbaju putih (yang ternyata adalah malaikan Jibril as yang memasuki dimensi alam manusia) :

Bertanya orang itu lagi (yakni Jibril as), “Berapakah jaraknya dunia dengan akhirat?” Bersabda Rasulullah SAW, “Hanya sekejap mata saja.

Wallahua’lam

Sumber tulisan : Buku Serial Diskusi Tasawwuf Modern “Terpesona di Sidratul Muntaha” oleh Agus Mustofa.(www.wikimu.com)

Sumber gambar : http://tendouku.files.wordpress.com/2008/12/enigma-wallpaper34.jpg

Menu N-Generation HOLISTIC PERSON ( INSAN KAMIL ) Alam Semesta Bertasbih Dan Evolusi Spiritual Spektrum Energi Cahaya Ilahi NAQS Manajemen Qalbu Getaran Hati MEDITASI Meditasi dan Kuantum Energi Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS NAQS Methode Sinergi Otak dan Hati Rahasia Sentuhan Tangan Reiki N-AQS Melatih Kepeka’an BOLA ENERGI SAPU JAGAD REIKI NAQS NIAT dan AFFIRMASI REIKI NAQS Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim NAQS Detoxifikasi Total Seri 1 Senam Mata NAQS Terapi Refleksi Kaki NAQS

>Menyingkap Misteri 7 Lapisan Langit

>

Keyakinan mengenai adanya alam semesta selain yang dihuni oleh kita sudah menghantui pemikiran para ilmuwan fisika sejak lama. Sebuah revolusi pemikiran yang berangkat dari cerita fiksi ilmiah mengenai adanya kehidupan lain selain di planet bumi ini, berkembang menjadi sebuah ide bahwa alam semesta kita ini tidak sendiri, tetapi merupakan bagian dari berlapis-lapis alam semesta tanpa batas yang mempunyai kehidupannya sendiri-sendiri.

Beberapa hipotesa yang kemudian melahirkan teori-teori dicetuskan oleh beberapa ilmuwan seperti teori alam semesta paralel (parallel universe atau multiverse) dan keyakinan akan keberadaan 10 dimensi alam semesta. Namun lima belas abad sebelum teori-teori tersebut dilahirkan, kitab Alquran yang diwahyukan kepada Muhammad Saw sudah menggambarkan perihal keberadaan dimensi-dimensi alam semesta yang disebut tujuh lapisan langit, yakni dalam Surah Fushshilat ayat 11-12.

“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.

Pengertian langit
Banyak pemahaman tentang langit yang dikenal di tengah masyarakat. Sebagian orang memahaminya sebagai lapisan-lapisan atmosfer di atas bumi. Ada juga yang memahami langit sebagai ruang hampa udara yang disebut ruang angkasa antar planet dan galaksi. Adapun pengertian yang lebih luas lagi menurut ilmu astronomi bahwa langit adalah alam semesta yang tak terbatas (tidak diketahui batasnya) namun berhingga (ada akhirnya).

Dalam tulisan ini pemahaman yang ketiga inilah yang digunakan, yakni alam semesta yang tak terbatas namun berhingga dan memuat triliunan benda-benda angkasa. Dari tatasurya kita – matahari dan planet-planetnya termasuk bumi sebagai anggotanya – galaksi bimasakti (milky way galaxy) tempat berada tata surya kita, kluster (kumpulan beberapa galaksi) hingga superkluster (kumpulan dari beberapa kluster). Ini pun sebatas yang masih bisa diungkapkan para ahli astronomi, tentunya bisa diperluas lagi dengan kumpulan beberapa superkluster dan seterusnya.

7 lapisan langit dan pembagian dimensi
Yang dimaksud 7 lapisan langit di sini bukan berarti langit tersebut menumpuk secara berlapis-lapis seperti kue lapis, tapi ketujuh lapisan tersebut semakin meningkat kedudukannya sesuai dengan bertambah tingkat dimensinya.

Pertambahan tingkat dimensi ketujuh lapisan langit tersebut hanya bisa digambarkan dengan memproyeksikannya ke langit pertama (dimensi ruang yang dihuni oleh kita) yang berdimensi tiga. Karena hanya ruang berdimensi tiga inilah yang bisa difahami oleh kita. Secara analog, kita bisa membuat perumpamaan sebagai berikut :

Penjelasan gambar:
Pada gambar 1 tampak bahwa sebuah garis berdimensi 1 tersusun dari titik-titik dalam jumlah tak terbatas. Kemudian garis-garis tersebut disusun dalam jumlah tak terbatas hingga menjadi sebuah luasan berdimensi 2 (Gambar 2). Dan jika luasan-luasan serupa ini ditumpuk ke atas dalam jumlah yang tak terbatas, maka akan terbentuk sebuah balok (ruang berdimensi 3).

Kesimpulannya adalah sebuah ruang berdimensi tertentu tersusun oleh ruang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas. Atau dengan kata lain ruang yang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas akan menyusun menjadi ruang berdimensi yang lebih tinggi. Misalnya, ruang 3 dimensi – dimensi ruang yang sekarang dihuni oleh kita ini – dengan jumlah tak terbatas menyusun menjadi satu ruang berdimensi empat.

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

Langit pertama
Ruang berdimensi 3 yang dihuni oleh makhluk berdimensi 3, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain yang tinggal di bumi beserta benda-benda angkasa lainnya dalam jumlah yang tak terbatas. Namun hanya satu lapisan ruang berdimensi 3 yang diketahui berpenghuni, dan bersama-sama dengan ruang berdimensi 3 lainnya, alam semesta kita ini menjadi penyusun langir kedua yang berdimensi 4.

Langit kedua
Ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa jin beserta makhluk berdimensi 4 lainnya. Ruang berdimensi 4 ini bersama-sama dengan ruang berdimensi 4 lainnya membentuk langit yang lebih tinggi, yaitu langit ketiga.

Langit ketiga
Ruang berdimensi 5 yang di dalamnya “hidup” arwah dari orang-orang yang sudah meninggal. Mereka juga menempati langit keempat sampai dengan langit keenam. Langit ketiga ini bersama-sama dengan langit ketiga lainnya menyusun langit keempat dan seterusnya hingga langit ketujuh yang berdimensi 9.

Bisa dibayangkan betapa besarnya langit ketujuh itu. Karena ia adalah jumlah kelipatan tak terbatas dari langit dunia (langit pertama) yang dihuni oleh manusia. Berarti langit dunia kita ini berada dalam struktur langit yang enam lainnya, termasuk langit yang ketujuh ini. Jika alam akhirat, surga dan neraka terdapat di langit ke tujuh, maka bisa dikatakan surga dan neraka itu begitu dekat dengan dunia kita tapi berbeda dimensi.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa langit dunia kita ini merupakan bagian dari struktur langit ketujuh. Berarti alam dunia ini merupakan bagian terkecil dari alam akhirat. Penjelasan ini sesuai dengan hadist Nabi:

“Perbandingan antara alam dunia dan akhirat adalah seperti air samudera, celupkanlah jarimu ke samudera, maka setetes air yang ada di jarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat”.

Perumpamaan setetes air samudera di ujung jari tersebut menggambarkan dua hal:

  1. Ukuran alam dunia dibandingkan alam akhirat adalah seumpama setetes air di ujung jari dengan keseluruhan air dalam sebuah samudera. Hal ini adalah penggambaran yang luar biasa betapa luasnya alam akhirat itu.
  2. Keberadaan alam dunia terhadap alam akhirat yang diibaratkan setetes air berada dalam samudera. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa alam dunia merupakan bagian dari alam akhirat, hanya ukurannya yang tak terbatas kecilnya. Begitu juga dengan kualitas dan ukuran segala hal, baik itu kebahagiaan, kesengsaraan, rasa sakit, jarak, panas api, dan lain sebagainya, di mana ukuran yang dirasakan di alam dunia hanyalah sedikit sekali.

Berbagai ruang dimensi dan interaksi antar makhluk penghuninya

1. Langit pertama atau langit dunia
Seperti disebutkan pada ayat 11-12 Surat Fushshilat di atas, maka yang disebut langit yang dekat tersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini. Digambarkan bahwa langit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yang utama dari alam semesta. Bintang-bintang membentuk galaksi dan kluster hingga superkluster. Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu. Seperti tata surya kita, matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, atau pecahan bintang terdekat lainnya. Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusia yang mendiami bumi, planet anggota tata surya.

Langit pertama ini tidak terbatas namun berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapi sudah bisa dipastikan ada ujungnya. Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu ke ujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.

Penjelasan gambar:
Apabila digambarkan bentuknya kira-kira seperti sebuah bola dengan bintik-bintik di permukaannya. Di mana bintik-bintik tersebut adalah bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Apabila kita berjalan mengelilingi permukaan bola berkeliling, akhirnya kita akan kembali ke titik yang sama. Permukaan bola tersebut adalah dua dimensi. Sedangkan alam semesta yang sesungguhnya adalah ruang tiga dimensi yang melengkung seperti permukaan balon itu. Jadi penggambarannya sangat sulit sekali sehingga diperumpamakan dengan sisi bola yang dua dimensi agar memudahkan penjelasannya.

2. Langit kedua
Seperti diterangkan sebelumnya bahwa setiap lapisan langit tersusun secara dimensional. Diasumsikan bahwa pertambahan dimensi setiap lapisan adalah 1 dimensi. Jadi apabila langit pertama atau langit dunia kita ini berdimensi 3, maka langit kedua berdimensi 4. Langit kedua ini dihuni oleh makhluk berdimensi 4, yakni bangsa jin.

Penjelasan gambar:
Apabila digambarkan posisi langit kedua terhadap langit pertama adalah seperti gambaran balon pertama tadi. Di mana bagian permukaan bola berdimensi 2 adalah alam dunia kita yang berdimensi 3, sedangkan ruangan di dalam balon yang berdimensi 3 adalah langit kedua berdimensi 4. Jadi apabila kita melintasi alam dunia harus mengikuti lengkungan bola, akibatnya perjalanan dari satu titik ke titik lainnya harus menempuh jarak yang jauh. Sedangkan bagi bangsa jin yang berdimensi 4 mereka bisa dengan mudah mengambil jalan pintas memotong di tengah bola, sehingga jarak tempuh menjadi lebih dekat.

Deskripsi lain adalah seperti gambar berikut:

Bayangkanlah permukaan tembok dan sebuah ruangan yang dikelilingi oleh dinding-dindingnya. Umpamakan ada dua jenis makhluk yang tinggal di sana. Makhluk pertama adalah makhluk bayang-bayang yang hidup di permukaan tembok berdimensi 2. Sedangkan makhluk kedua adalah makhluk balok berdimensi 3. Ingatlah analogi alam berdimensi 3 dengan makhluk manusianya adalah permukaan tembok dan makhluk bayang-bayangnya, sedangkan alam berdimensi 4 dan makhluk jinnya adalah ruangan berdimensi 3 dengan baloknya.

Tampak dengan mudah dilihat bahwa kedua alam berdampingan dan kedua makhluk hidup di alam yang berbeda. Kedua makhluk juga mempunyai dimensi yang berbeda, bayang-bayang berdimensi 2 sedangkan balok berdimensi 3. Makhluk berdimensi 2, yaitu bayang-bayang tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, dia tetap berada di tembok, sedangkan makhluk berdimensi 3 yakni balok dapat memasuki alam berdimensi 2, yakni tembok. Bagaimanakah caranya balok bisa memasuki dinding yang berdimensi 2?

Balok yang berdimensi 3 memiliki permukaan berdimensi 2 yakni bagian sisi-sisinya. Apabila si balok ingin memasuki alam berdimensi dua, dia cukup menempelkan bagian sisinya yang berdimensi 2 ke permukaan tembok. Bagian sisi balok sudah memasuki alam berdimensi 2 permukaan tembok. Bagian sisi balok ini dapat dilihat oleh makhluk bayang-bayang di tembok sebagai makhluk berdimensi 2 juga. Analoginya adalah jin yang dilihat oleh kita penampakannya di alam dunia sebenarnya berdimensi 4 tetapi oleh indera kita dilihat sebagai makhluk berdimensi 3 seperti tampaknya sosok kita manusia.

3. Langit ketiga sampai dengan langit ketujuh
Langit ketiga sampai dengan keenam dihuni oleh arwah-arwah, sedangkan langit ke tujuh adalah alam akhirat dengan surga dan nerakanya. Analoginya sama dengan langit kedua di atas, karena pengetahuan kita hanya sampai kepada alam berdimensi 3.

Keajaiban Isra dan Miraj

Allah Swt berfirman di dalam Alquran Surah Al-Israa’ ayat 1:

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah Saw sendiri, tapi merupakan kehendak Allah Swt. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril as (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah Saw dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.

Selain Jibril as dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.

Pertanyaan mendasar adalah bagaimanakah perjalanan dengan kecepatan cahaya itu dilakukan oleh badan Rasulullah Saw yang terbuat dari materi padat? Untuk malaikat dan Buraq tidak ada masalah karena badan mereka terbuat dari cahaya juga. Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi. Badan kita mungkin akan terserai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.

Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh Rasulullah Saw diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi?

Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Multiexperiment Viewer) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

Nah, kalau dihitung jarak Mekkah – Palestina sekitar 1500 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 0,005 detik dalam ukuran waktu kita di bumi.

Sesampainya di Palestina tubuh Rasulullah Saw dikembalikan menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kwantum. Dari Palestina dilanjutkan dengan perjalanan antar dimensi ke Sidratul Muntaha, yakni dari langit dunia (langit pertama) ke langit kedua, ketiga sampai dengan langit ketujuh dan berakhir di Sidratul Muntaha.

Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi. Karena walaupun tubuh Rasulullah Saw diubah menjadi cahaya seperti perjalanan dari Mekkah ke Palestina, tidak akan selesai menempuh perjalanan di langit pertama saja. Bukankah untuk menempuh diameter alam semesta diperlukan 30 miliar tahun dengan menggunakan kecepatan cahaya. Jadi bagaimana caranya?

Seperti telah disebutkan di atas dalam penjelasan posisi antar dimensi bahwa posisi langit kedua dengan langit pertama dianalogikan seperti sebuah ruangan berdimensi 3 dengan dinding tembok berdimensi 2. Makhluk bayangan berdimensi 2 di tembok tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, kecuali ada bantuan dari makhluk berdimensi lebih tinggi, minimal dari makhluk berdimensi 3, yakni balok. Caranya si balok menempelkan salah satu sisinya ke tembok dan makhluk bayangan menempelkan diri ke sisi balok itu. Dengan menempel di sisi balok dan mengikutinya, makhluk bayangan bisa memasuki ruang berdimensi 3 dan meninggalkan wilayah berdimensi 2, yakni dinding tembok.

Begitulah kira-kira analogi bagaimana Rasulullah Saw melakukan perjalanan antar dimensi. Dengan kehendak Allah Swt, Jibril membawa Rasulullah Saw melakukan perjalanan dari langit pertama hingga langit ketujuh lalu ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini bukan perjalanan jauh seperti telah disebutkan tadi. Kejadian itu terjadi di tempat Rasulullah Saw terakhir duduk shalat di Masjidil Aqsa Palestina, karena ruang berdimensi 4, 5 dan seterusnya itu persis berada di sebelah kita, hanya kita tidak melihatnya dan tidak bisa mencapainya.

Wajar saja perjalanan Isra Miraj Rasulullah Saw dari Mekkah ke Palestina dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha hanya terjadi dalam semalam. Bayangkan dalam zaman ketika pemahaman manusia tentang sains dan teknologi belum seperti sekarang, seorang Abu Bakar Ash Shiddiq Ra. Sahabat yang suci bisa beriman dan menerima kebenaran cerita Rasulullan Saw tanpa sanggahan.

Begitu dekatnya jarak alam dunia (langit pertama) dengan alam akhirat (langit ketujuh) yang sangat dekat sudah digambarkan oleh hadist dari Jabir bin Abdullah. Ketika itu Rasulullah Saw didatangi oleh lelaki berwajah bersih dan berbaju putih (yang ternyata adalah malaikan Jibril as yang memasuki dimensi alam manusia) :

Bertanya orang itu lagi (yakni Jibril as), “Berapakah jaraknya dunia dengan akhirat?” Bersabda Rasulullah SAW, “Hanya sekejap mata saja.

Wallahua’lam

Sumber tulisan : Buku Serial Diskusi Tasawwuf Modern “Terpesona di Sidratul Muntaha” oleh Agus Mustofa.(www.wikimu.com)

Sumber gambar : http://tendouku.files.wordpress.com/2008/12/enigma-wallpaper34.jpg

Menu N-Generation HOLISTIC PERSON ( INSAN KAMIL ) Alam Semesta Bertasbih Dan Evolusi Spiritual Spektrum Energi Cahaya Ilahi NAQS Manajemen Qalbu Getaran Hati MEDITASI Meditasi dan Kuantum Energi Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS NAQS Methode Sinergi Otak dan Hati Rahasia Sentuhan Tangan Reiki N-AQS Melatih Kepeka’an BOLA ENERGI SAPU JAGAD REIKI NAQS NIAT dan AFFIRMASI REIKI NAQS Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim NAQS Detoxifikasi Total Seri 1 Senam Mata NAQS Terapi Refleksi Kaki NAQS

>Menyingkap Misteri 7 Lapisan Langit

>

Keyakinan mengenai adanya alam semesta selain yang dihuni oleh kita sudah menghantui pemikiran para ilmuwan fisika sejak lama. Sebuah revolusi pemikiran yang berangkat dari cerita fiksi ilmiah mengenai adanya kehidupan lain selain di planet bumi ini, berkembang menjadi sebuah ide bahwa alam semesta kita ini tidak sendiri, tetapi merupakan bagian dari berlapis-lapis alam semesta tanpa batas yang mempunyai kehidupannya sendiri-sendiri.

Beberapa hipotesa yang kemudian melahirkan teori-teori dicetuskan oleh beberapa ilmuwan seperti teori alam semesta paralel (parallel universe atau multiverse) dan keyakinan akan keberadaan 10 dimensi alam semesta. Namun lima belas abad sebelum teori-teori tersebut dilahirkan, kitab Alquran yang diwahyukan kepada Muhammad Saw sudah menggambarkan perihal keberadaan dimensi-dimensi alam semesta yang disebut tujuh lapisan langit, yakni dalam Surah Fushshilat ayat 11-12.

“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.

Pengertian langit
Banyak pemahaman tentang langit yang dikenal di tengah masyarakat. Sebagian orang memahaminya sebagai lapisan-lapisan atmosfer di atas bumi. Ada juga yang memahami langit sebagai ruang hampa udara yang disebut ruang angkasa antar planet dan galaksi. Adapun pengertian yang lebih luas lagi menurut ilmu astronomi bahwa langit adalah alam semesta yang tak terbatas (tidak diketahui batasnya) namun berhingga (ada akhirnya).

Dalam tulisan ini pemahaman yang ketiga inilah yang digunakan, yakni alam semesta yang tak terbatas namun berhingga dan memuat triliunan benda-benda angkasa. Dari tatasurya kita – matahari dan planet-planetnya termasuk bumi sebagai anggotanya – galaksi bimasakti (milky way galaxy) tempat berada tata surya kita, kluster (kumpulan beberapa galaksi) hingga superkluster (kumpulan dari beberapa kluster). Ini pun sebatas yang masih bisa diungkapkan para ahli astronomi, tentunya bisa diperluas lagi dengan kumpulan beberapa superkluster dan seterusnya.

7 lapisan langit dan pembagian dimensi
Yang dimaksud 7 lapisan langit di sini bukan berarti langit tersebut menumpuk secara berlapis-lapis seperti kue lapis, tapi ketujuh lapisan tersebut semakin meningkat kedudukannya sesuai dengan bertambah tingkat dimensinya.

Pertambahan tingkat dimensi ketujuh lapisan langit tersebut hanya bisa digambarkan dengan memproyeksikannya ke langit pertama (dimensi ruang yang dihuni oleh kita) yang berdimensi tiga. Karena hanya ruang berdimensi tiga inilah yang bisa difahami oleh kita. Secara analog, kita bisa membuat perumpamaan sebagai berikut :

Penjelasan gambar:
Pada gambar 1 tampak bahwa sebuah garis berdimensi 1 tersusun dari titik-titik dalam jumlah tak terbatas. Kemudian garis-garis tersebut disusun dalam jumlah tak terbatas hingga menjadi sebuah luasan berdimensi 2 (Gambar 2). Dan jika luasan-luasan serupa ini ditumpuk ke atas dalam jumlah yang tak terbatas, maka akan terbentuk sebuah balok (ruang berdimensi 3).

Kesimpulannya adalah sebuah ruang berdimensi tertentu tersusun oleh ruang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas. Atau dengan kata lain ruang yang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas akan menyusun menjadi ruang berdimensi yang lebih tinggi. Misalnya, ruang 3 dimensi – dimensi ruang yang sekarang dihuni oleh kita ini – dengan jumlah tak terbatas menyusun menjadi satu ruang berdimensi empat.

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

Langit pertama
Ruang berdimensi 3 yang dihuni oleh makhluk berdimensi 3, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain yang tinggal di bumi beserta benda-benda angkasa lainnya dalam jumlah yang tak terbatas. Namun hanya satu lapisan ruang berdimensi 3 yang diketahui berpenghuni, dan bersama-sama dengan ruang berdimensi 3 lainnya, alam semesta kita ini menjadi penyusun langir kedua yang berdimensi 4.

Langit kedua
Ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa jin beserta makhluk berdimensi 4 lainnya. Ruang berdimensi 4 ini bersama-sama dengan ruang berdimensi 4 lainnya membentuk langit yang lebih tinggi, yaitu langit ketiga.

Langit ketiga
Ruang berdimensi 5 yang di dalamnya “hidup” arwah dari orang-orang yang sudah meninggal. Mereka juga menempati langit keempat sampai dengan langit keenam. Langit ketiga ini bersama-sama dengan langit ketiga lainnya menyusun langit keempat dan seterusnya hingga langit ketujuh yang berdimensi 9.

Bisa dibayangkan betapa besarnya langit ketujuh itu. Karena ia adalah jumlah kelipatan tak terbatas dari langit dunia (langit pertama) yang dihuni oleh manusia. Berarti langit dunia kita ini berada dalam struktur langit yang enam lainnya, termasuk langit yang ketujuh ini. Jika alam akhirat, surga dan neraka terdapat di langit ke tujuh, maka bisa dikatakan surga dan neraka itu begitu dekat dengan dunia kita tapi berbeda dimensi.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa langit dunia kita ini merupakan bagian dari struktur langit ketujuh. Berarti alam dunia ini merupakan bagian terkecil dari alam akhirat. Penjelasan ini sesuai dengan hadist Nabi:

“Perbandingan antara alam dunia dan akhirat adalah seperti air samudera, celupkanlah jarimu ke samudera, maka setetes air yang ada di jarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat”.

Perumpamaan setetes air samudera di ujung jari tersebut menggambarkan dua hal:

  1. Ukuran alam dunia dibandingkan alam akhirat adalah seumpama setetes air di ujung jari dengan keseluruhan air dalam sebuah samudera. Hal ini adalah penggambaran yang luar biasa betapa luasnya alam akhirat itu.
  2. Keberadaan alam dunia terhadap alam akhirat yang diibaratkan setetes air berada dalam samudera. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa alam dunia merupakan bagian dari alam akhirat, hanya ukurannya yang tak terbatas kecilnya. Begitu juga dengan kualitas dan ukuran segala hal, baik itu kebahagiaan, kesengsaraan, rasa sakit, jarak, panas api, dan lain sebagainya, di mana ukuran yang dirasakan di alam dunia hanyalah sedikit sekali.

Berbagai ruang dimensi dan interaksi antar makhluk penghuninya

1. Langit pertama atau langit dunia
Seperti disebutkan pada ayat 11-12 Surat Fushshilat di atas, maka yang disebut langit yang dekat tersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini. Digambarkan bahwa langit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yang utama dari alam semesta. Bintang-bintang membentuk galaksi dan kluster hingga superkluster. Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu. Seperti tata surya kita, matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, atau pecahan bintang terdekat lainnya. Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusia yang mendiami bumi, planet anggota tata surya.

Langit pertama ini tidak terbatas namun berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapi sudah bisa dipastikan ada ujungnya. Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu ke ujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.

Penjelasan gambar:
Apabila digambarkan bentuknya kira-kira seperti sebuah bola dengan bintik-bintik di permukaannya. Di mana bintik-bintik tersebut adalah bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Apabila kita berjalan mengelilingi permukaan bola berkeliling, akhirnya kita akan kembali ke titik yang sama. Permukaan bola tersebut adalah dua dimensi. Sedangkan alam semesta yang sesungguhnya adalah ruang tiga dimensi yang melengkung seperti permukaan balon itu. Jadi penggambarannya sangat sulit sekali sehingga diperumpamakan dengan sisi bola yang dua dimensi agar memudahkan penjelasannya.

2. Langit kedua
Seperti diterangkan sebelumnya bahwa setiap lapisan langit tersusun secara dimensional. Diasumsikan bahwa pertambahan dimensi setiap lapisan adalah 1 dimensi. Jadi apabila langit pertama atau langit dunia kita ini berdimensi 3, maka langit kedua berdimensi 4. Langit kedua ini dihuni oleh makhluk berdimensi 4, yakni bangsa jin.

Penjelasan gambar:
Apabila digambarkan posisi langit kedua terhadap langit pertama adalah seperti gambaran balon pertama tadi. Di mana bagian permukaan bola berdimensi 2 adalah alam dunia kita yang berdimensi 3, sedangkan ruangan di dalam balon yang berdimensi 3 adalah langit kedua berdimensi 4. Jadi apabila kita melintasi alam dunia harus mengikuti lengkungan bola, akibatnya perjalanan dari satu titik ke titik lainnya harus menempuh jarak yang jauh. Sedangkan bagi bangsa jin yang berdimensi 4 mereka bisa dengan mudah mengambil jalan pintas memotong di tengah bola, sehingga jarak tempuh menjadi lebih dekat.

Deskripsi lain adalah seperti gambar berikut:

Bayangkanlah permukaan tembok dan sebuah ruangan yang dikelilingi oleh dinding-dindingnya. Umpamakan ada dua jenis makhluk yang tinggal di sana. Makhluk pertama adalah makhluk bayang-bayang yang hidup di permukaan tembok berdimensi 2. Sedangkan makhluk kedua adalah makhluk balok berdimensi 3. Ingatlah analogi alam berdimensi 3 dengan makhluk manusianya adalah permukaan tembok dan makhluk bayang-bayangnya, sedangkan alam berdimensi 4 dan makhluk jinnya adalah ruangan berdimensi 3 dengan baloknya.

Tampak dengan mudah dilihat bahwa kedua alam berdampingan dan kedua makhluk hidup di alam yang berbeda. Kedua makhluk juga mempunyai dimensi yang berbeda, bayang-bayang berdimensi 2 sedangkan balok berdimensi 3. Makhluk berdimensi 2, yaitu bayang-bayang tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, dia tetap berada di tembok, sedangkan makhluk berdimensi 3 yakni balok dapat memasuki alam berdimensi 2, yakni tembok. Bagaimanakah caranya balok bisa memasuki dinding yang berdimensi 2?

Balok yang berdimensi 3 memiliki permukaan berdimensi 2 yakni bagian sisi-sisinya. Apabila si balok ingin memasuki alam berdimensi dua, dia cukup menempelkan bagian sisinya yang berdimensi 2 ke permukaan tembok. Bagian sisi balok sudah memasuki alam berdimensi 2 permukaan tembok. Bagian sisi balok ini dapat dilihat oleh makhluk bayang-bayang di tembok sebagai makhluk berdimensi 2 juga. Analoginya adalah jin yang dilihat oleh kita penampakannya di alam dunia sebenarnya berdimensi 4 tetapi oleh indera kita dilihat sebagai makhluk berdimensi 3 seperti tampaknya sosok kita manusia.

3. Langit ketiga sampai dengan langit ketujuh
Langit ketiga sampai dengan keenam dihuni oleh arwah-arwah, sedangkan langit ke tujuh adalah alam akhirat dengan surga dan nerakanya. Analoginya sama dengan langit kedua di atas, karena pengetahuan kita hanya sampai kepada alam berdimensi 3.

Keajaiban Isra dan Miraj

Allah Swt berfirman di dalam Alquran Surah Al-Israa’ ayat 1:

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah Saw sendiri, tapi merupakan kehendak Allah Swt. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril as (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah Saw dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.

Selain Jibril as dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.

Pertanyaan mendasar adalah bagaimanakah perjalanan dengan kecepatan cahaya itu dilakukan oleh badan Rasulullah Saw yang terbuat dari materi padat? Untuk malaikat dan Buraq tidak ada masalah karena badan mereka terbuat dari cahaya juga. Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi. Badan kita mungkin akan terserai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.

Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh Rasulullah Saw diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi?

Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Multiexperiment Viewer) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

Nah, kalau dihitung jarak Mekkah – Palestina sekitar 1500 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 0,005 detik dalam ukuran waktu kita di bumi.

Sesampainya di Palestina tubuh Rasulullah Saw dikembalikan menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kwantum. Dari Palestina dilanjutkan dengan perjalanan antar dimensi ke Sidratul Muntaha, yakni dari langit dunia (langit pertama) ke langit kedua, ketiga sampai dengan langit ketujuh dan berakhir di Sidratul Muntaha.

Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi. Karena walaupun tubuh Rasulullah Saw diubah menjadi cahaya seperti perjalanan dari Mekkah ke Palestina, tidak akan selesai menempuh perjalanan di langit pertama saja. Bukankah untuk menempuh diameter alam semesta diperlukan 30 miliar tahun dengan menggunakan kecepatan cahaya. Jadi bagaimana caranya?

Seperti telah disebutkan di atas dalam penjelasan posisi antar dimensi bahwa posisi langit kedua dengan langit pertama dianalogikan seperti sebuah ruangan berdimensi 3 dengan dinding tembok berdimensi 2. Makhluk bayangan berdimensi 2 di tembok tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, kecuali ada bantuan dari makhluk berdimensi lebih tinggi, minimal dari makhluk berdimensi 3, yakni balok. Caranya si balok menempelkan salah satu sisinya ke tembok dan makhluk bayangan menempelkan diri ke sisi balok itu. Dengan menempel di sisi balok dan mengikutinya, makhluk bayangan bisa memasuki ruang berdimensi 3 dan meninggalkan wilayah berdimensi 2, yakni dinding tembok.

Begitulah kira-kira analogi bagaimana Rasulullah Saw melakukan perjalanan antar dimensi. Dengan kehendak Allah Swt, Jibril membawa Rasulullah Saw melakukan perjalanan dari langit pertama hingga langit ketujuh lalu ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini bukan perjalanan jauh seperti telah disebutkan tadi. Kejadian itu terjadi di tempat Rasulullah Saw terakhir duduk shalat di Masjidil Aqsa Palestina, karena ruang berdimensi 4, 5 dan seterusnya itu persis berada di sebelah kita, hanya kita tidak melihatnya dan tidak bisa mencapainya.

Wajar saja perjalanan Isra Miraj Rasulullah Saw dari Mekkah ke Palestina dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha hanya terjadi dalam semalam. Bayangkan dalam zaman ketika pemahaman manusia tentang sains dan teknologi belum seperti sekarang, seorang Abu Bakar Ash Shiddiq Ra. Sahabat yang suci bisa beriman dan menerima kebenaran cerita Rasulullan Saw tanpa sanggahan.

Begitu dekatnya jarak alam dunia (langit pertama) dengan alam akhirat (langit ketujuh) yang sangat dekat sudah digambarkan oleh hadist dari Jabir bin Abdullah. Ketika itu Rasulullah Saw didatangi oleh lelaki berwajah bersih dan berbaju putih (yang ternyata adalah malaikan Jibril as yang memasuki dimensi alam manusia) :

Bertanya orang itu lagi (yakni Jibril as), “Berapakah jaraknya dunia dengan akhirat?” Bersabda Rasulullah SAW, “Hanya sekejap mata saja.

Wallahua’lam

Sumber tulisan : Buku Serial Diskusi Tasawwuf Modern “Terpesona di Sidratul Muntaha” oleh Agus Mustofa.(www.wikimu.com)

Sumber gambar : http://tendouku.files.wordpress.com/2008/12/enigma-wallpaper34.jpg

Menu N-Generation HOLISTIC PERSON ( INSAN KAMIL ) Alam Semesta Bertasbih Dan Evolusi Spiritual Spektrum Energi Cahaya Ilahi NAQS Manajemen Qalbu Getaran Hati MEDITASI Meditasi dan Kuantum Energi Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS NAQS Methode Sinergi Otak dan Hati Rahasia Sentuhan Tangan Reiki N-AQS Melatih Kepeka’an BOLA ENERGI SAPU JAGAD REIKI NAQS NIAT dan AFFIRMASI REIKI NAQS Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim NAQS Detoxifikasi Total Seri 1 Senam Mata NAQS Terapi Refleksi Kaki NAQS

N-Generation (Neo-Generation The Next Level of Human Evolution)

The Matrix: Trilogy 
salah satu trilogi film terbaik sepanjang sejarah umat manusia

Thomas A. Anderson adalah seorang pria yang hidup dalam dua kehidupan. Pada siang hari ia adalah seorang programmer komputer dan di malam hari sebagai hacker underground yang dikenal sebagai Neo. Neo selalu mempertanyakan realitas kehidupan manusia, tapi sebenarnya kehidupan adalah jauh melebihi imajinasinya (The Truth is Far Beyond The Imagination). Neo menemukan dirinya menjadi target oleh polisi ketika ia dihubungi oleh Morpheus, hacker komputer legendaris yang dicap sebagai teroris oleh pemerintah. Neo terbangun ke dunia nyata, gurun pasir yang rusak di mana sebagian besar umat manusia telah ditangkap oleh ras mesin yang hidup dari panas tubuh mereka dan memenjarakan pikiran mereka dalam suatu realitas buatan yang dikenal sebagai Matrix. Sebagai seorang pemberontak melawan mesin, Neo harus kembali ke Matrix dan menghadapi agen, program komputer super canggih yang ditujukan untuk membekukan pemberontakan seluruh manusia.

Dunia Matrix

Apa makna waktu, jika ia tak lagi membagi peristiwa menjadi kenangan, kenyataan, dan harapan?

Hukum alam adalah hukum tentang keteraturan. Buah apel yang jatuh dari pohon dan lintasan gerak peluru adalah serepih keteraturan yang telah mampu diurai. Akurasinya akan terus meningkat dengan terus mencermati lebih detail faktor-faktor lain yang sedikit banyak mempengaruhi. Viskositas dan perubahan tekanan udara, kepresisian pengukuran konstanta gravitasi, kecepatan awal, sudut elevasi, dan sebagainya.

Kemudian bagaimana peristiwa jatuhnya buah apel dari tangkainya adalah akibat dari akumulasi hukum keteraturan. Tentang peningkatan berat dan kematangan melalui proses faal tumbuhan, kecepatan angin yang menggerakkan buah tersebut lalu menghasilkan gaya inersia yang ditambahkan pada beratnya, proses penuaan dan titik lelah tangkai pengikat yang terlampaui oleh beban, dan beberapa faktor lainnya.

Secuil ilmu akan menggugah kesadaran atas kuasa manusia menyingkap rahasia setiap peristiwa. Diawali dari pertanyaan demi pertanyaan, semua menuju pada satu kesimpulan: hukum alam — atau hukum Tuhan — adalah kumpulan rumus-rumus yang membuat segala sesuatu berjalan sedemikian runut, tanpa terkecuali, tanpa anomali. Saksikan keindahan container yang hancur terlipat karena benturan teramat keras. Meski nampak berantakan, dalam adegan lambat akan terlihat bahwa semua adalah proses mekanika, dimana energi impak mendeformasi plastis bagian-bagian container secara serempak. Perhatikan pula bagaimana keputusan seseorang untuk pergi ke kamar kecil, adalah ujung dari mata rantai peristiwa reaksi atas rangsangan terhadap makanan dan minuman yang menyebabkan kandung kemih dipenuhi cairan dan memberikan sinyal ke otak melalui syaraf. Dimana letak pembenar bahwa keputusan untuk buang air adalah pilihan?

Segala sesuatu adalah runtutan sebab akibat. Meski tidak selalu segaris dan paralel, meski kadang saling bertumpukan dan saling berkaitan dalam kompleksitas. Tak ada lagi kebetulan, tak ada lagi kehendak bebas. Tak ada lagi penyesalan, tak ada lagi harapan. Tak ada pilihan, tak ada keteracakan. Semua rahasia terpapar jelas. Semua hal telah selesai, tunak, mutlak, dan diam. Umat manusia adalah boneka-boneka dengan setetes anugerah maya yaitu akal budi dan kuasa yang memabukkan. Pencerahan membuat manusia semakin mengenal Tuhan; jikalau Ia adalah benar penyebab segala awal. Dan sedikit demi sedikit mulai menguak tabir pekerjaanNya.

Memahami Dunia Matrix dalam Pikiran Tuhan

Selama ribuan tahun hidup di muka bumi ini spesies manusia tak berhenti berusaha mencari dan mengetahui keberadaan Tuhan, Awal segala sesuatu dan Akhir dari semua keberadaan makhluk. Hampir semua kebudayaan menghasilkan produk agama dan kepercayaan yang bertujuan mengekalkan keyakinan akan adanya Tuhan dan keberadaanNya.

Agamawan, spiritualis, pemikir, filsuf, hingga ilmuwan dan saintis menghabiskan waktunya untuk meyakinkan atau bahkan untuk menafikan keberadaan Tuhan. Segala upaya tersebut menghasilkan berbagai penemuan, filsafat, agama, kebudayaan, seni, faham, hipotesa, teori, ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun hingga saat ini semua masih berada dalam kebingungan, di manakah Tuhan?

Untuk memberikan kemudahan bagi manusia, Allah Swt mendatangkan utusanNya dari kalangan manusia sendiri yang disebut para Rasul dan Nabi. Beberapa periode dalam kedatangan para Rasul Allah tersebut ternyata masih banyak manusia yang belum tumbuh keyakinannya akan keberadaan Allah, sehingga para utusan tersebut beserta bukti-bukti yang dibawanya berupa kitab suci dan mukjizat tidak dipedulikan dan pengingkaran terhadap ajaran dan agama yang dibawanya terus berlangsung.

Pembuktian sains dan keimanan

Sejak ilmu pengetahuan direnggut dari masa keemasannya di tangan penguasa Muslim di masa daulah Umayah dan Abbasiyah di Eropa dan Asia Tengah, dan kemudian berada di dalam penguasaan ilmuwan-ilmuwan Eropa, ilmu pengetahuan terpisah dari induknya yakni keimanan Islam.

Penelitian-penelitian sains di masa Islam yang selalu diilhami keyakinan yang teguh akan kekuasaan Allah Swt berdasarkan wahyuNya dalam Alquran kemudian bertukar menjadi usaha-usaha ilmiah untuk mengingkari keberadaanNya. Meskipun demikian masih ada sebagian ilmuwan dan saintis yang masih terjaga keimanannya dan berupaya membuktikan kebesaranNya. Mereka inilah yang terus menggali akalnya untuk membuktikan kebenaran keberadaan Tuhan.

Allah Yang Maha Besar Tak Berhingga

Dalam pembahasan di warta yang lalu berjudul “Menyingkap Misteri 7 Lapisan Langit dan Keajaiban Isra Miraj” kita sudah membicarakan mengenai 7 lapisan langit yang bertingkat-tingkat menurut penambahan tingkat dimensinya. Langit pertama atau langit dunia kita ini berdimensi 3, langit kedua berdimensi 4 dan seterusnya hingga langit ketujuh berdimensi 9.

Penambahan dimensi tersebut sebetulnya tidak tepat demikian, karena penambahan 1 dimensi untuk setiap kenaikan dimensi langit adalah asumsi untuk memudahkan pemahaman. Berapa jumlah kenaikan dimensi yang sebenarnya tidak diketahui dengan pasti, bisa 1, 2 atau lebih dari itu.

Setiap dimensi dihuni makhluk-makhluk tertentu dan semua makhluk tentu adalah ciptaan Allah. Jadi bagaimana dengan Allah sendiri? Di manakah keberadaanNya? Apakah Allah mempunyai dimensi sendiri?

Jawabannya adalah Allah Swt tidak berada di dimensi manapun. Karena dimensi adalah ciptaanNya, maka mustahil Allah bercampur dengan makhluk ciptaanNya. Namun untuk memudahkan pemahaman kita agar keberadaanNya bisa dijelaskan dengan akal manusia yang terbatas (persis seperti analogi peningkatan dimensi langit yang menggunakan ukuran dimensi ke-3, karena tingkat pemahaman kita hanya sampai di alam berdimensi 3), maka kita mengasumsikan bahwa Allah Yang Maha Besar Tak Berhingga itu berada di dimensi tak berhingga juga (tidak ada batas akhir atau ujungnya).

Kita juga mengetahui bahwa dimensi ke-1 berada di dalam dimensi ke-2, dimensi ke-2 dalam dimensi ke-3 dan seterusnya. Maka dengan berasumsi bahwa Allah berada di dimensi tak berhingga, maka semua dimensi sudah pasti berada di dalam dimensi Allah Swt.

Penjelasan tentang penciptaan

Berikut diuraikan bagaimana sebuah penciptaan terjadi. Kita ambil contoh seorang pembuat keramik atau tembikar. Sebelum seorang pembuat keramik membuat sebuah barang berupa tembikar, maka terlebih dulu dia harus membuat rancangan di dalam pikirannya. Ide awal berupa gambaran sebuah cangkir, misalnya, akan berwujud di dalam pikirannya secara lengkap dan utuh lengkap dengan detil dan warnanya.

Kemudian si pembuat keramik akan mengambil sebongkah tanah dan mencampurnya dengan air, dan mulai bekerja mewujudkan ide gambaran cangkir di dalam pikirannya. Dia bekerja dengan penuh konsentrasi sampai wujud cangkir di dalam pikirannya hadir di hadapannya dari sebongkah tanah liat bercampur air di tangannya tadi.

Sangat jelas di akhir proses ini cangkir dan si pembuat keramik sudah terpisah secara material. Artinya keberadaan cangkir dan si pembuat keramik berada di dalam ruang dan waktu yang sama.

Kalau analogi di atas dipakai dalam penciptaan alam semesta oleh Allah Swt, akan menimbulkan kemustahilan dan bertentangan dengan kebesaran Allah. Kemustahilan tersebut disebabkan ada syarat-syarat wajib keberadaan Allah yang harus berbeda dengan makhluk ciptaanNya. Syarat-syarat tersebut adalah pertama, wujud Allah tidak boleh sama dengan makhluk ciptaanNya dan kedua, keberadaan Allah tidak boleh bersamaan dengan makhluk ciptaanNya. Kalau syarat-syarat ini tidak terpenuhi berarti Allah sama dan bersekutu dengan makhlukNya dan itu menunjukkan kelemahanNya sebagai Tuhan.

Bagaimanakah penjelasan yang sesuai mengenai penciptaan alam semesta oleh Allah sebagai penciptanya?

Jawabannya adalah ide penciptaan berupa alam semesta itu mewujud tidak di luar wujud Allah tapi di dalam pikiranNya. Atau dari segi dimensi, maka dimensi makhluk yang terbatas berada di dalam dimensi pikiran Allah yang tidak terbatas. Namun perlu dicatat bahwa yang dimaksud dengan pikiran Allah di sini tidak sama dengan pikiran makhluk.

Semua makhluk ciptaan Allah mewujud dalam pikiranNya

Di dalam warta yang lain berjudul “Dunia Maya yang Menyesatkan” diungkapkan bahwa wujud alam semesta ini – termasuk kita di dalamnya – hanyalah merupakan susunan dari atom-atom dengan loncatan-loncatan elektron di antaranya. Bahkan lebih jauh lagi disimpulkan bahwa alam semesta yang berlapis-lapis dimensinya ini hanyalah kumpulan energi yang memadat.

Yang dimaksud dengan energi di sini adalah “kekuatan dari kehendak” atau Qudrat dan Iradat Tuhan. Qudrat (Kekuatan) sebagai yang mewujudkan dan Iradat (Kehendak) sebagai ide atau pikiran awal (Akal Pertama). Kedua-duanya, Qudrat dan Iradat tidak berada di luar wujud Allah Swt tapi berada di dalam diriNya karena merupakan sifat-sifatNya, atau bisa dikatakan berada di dalam pikiranNya.

Jadi semua ide mengenai alam semesta serta makhluk-makhluk ciptaanNya mewujud di dalam pikiran Allah Swt saja dan tidak berada di luar wujudNya. Kondisi ini dapat menjelaskan keutamaan sifat Allah Swt atas makhluk ciptaanNya, yakni :

  1. Wujud Allah Swt tidak serupa dengan makhluknya (Laisa kamislihi sai’un). Wujud Allah Swt yang menciptakan pasti tidak sama dengan makhluk ciptaanNya yang hanya ada dalam pikiranNya.
  2. Keberadaan Allah Swt tidak bersamaan dengan makhluknya (Laa syarikalah). Sangat jelas Allah Swt berdiri sendiri (Qiyamuhu binafsih) sedangkan makhluk ciptaanNya hanya berada dalam pikiranNya.
  3. Allah Swt Maha Besar, Maha Berkuasa dan meliputi segala sesuatu (Innahu bikulli syaiimmuhiith – Alquran Surat Fushshilat : 54). Karena makhluk mewujud dalam pikiranNya, maka secara langsung Allah Swt meliputi semua ide-ideNya, dan Maha Besar serta Berkuasa atas apa-apa yang ada dalam pikiranNya. Sesuatu yang berada dalam pikiran bermakna dalam kekuasaan yang memikirkan.
  4. Allah Swt Maha Nyata dan Maha Menjelaskan (Alquran Surah An-Nur : 25). Tampak jelas dalam pemahaman kita bahwa Allah Swt adalah Yang Maha Nyata karena benar-benar ada atau ada dengan sesungguhnya karena Dia yang berpikir, sedangkan makhluk ciptaanNya hanya bersifat semu dalam pikiranNya.
  5. Allah Swt menciptakan sesuatu cukup dengan berkata: “Jadi maka jadilah” (Alquran Surah Yaasin ayat 82), dan ini bisa terjadi di dalam pikiran.

Dunia matrix yang sesungguhnya

Bagi anda yang sudah menonton film The Matrix yang diperankan oleh Keanu Reves pasti bisa menerima gambaran bahwa alam pikiran bisa dijelajahi. Diceritakan bahwa Neo dan kawan-kawannya berpetualangan di dunia matrix yang merupakan dunia di dalam pikiran mereka sendiri. Dengan dihubungkan oleh sebuah perangkat komputer, mereka bisa berkomunikasi dan bertemu di dunia maya dalam pikiran mereka masing-masing.

Kalau kita menghubungkan ide cerita film tersebut dengan isi tulisannya ini, bukankah dunia kita ini sebenarnya adalah dunia matrix dalam pikiran Tuhan? Kita semua dan seluruh alam ini hanyalah tokoh ciptaan dalam dunia maya yang semu, dan yang benar-benar nyata hanyalah Allah Swt sendiri.

Alam semesta tidak diciptakan dengan sia-sia

Walaupun kita dan alam ini hanya mewujud di dalam pikiran Allah Swt, namun semua ini tidak diciptakan oleh Allah dengan sia-sia. Tujuan akhir dari penciptaan adalah pengagungan kebesaran Allah Swt atas semua makhluk ciptaanNya, disamping manfaat tetap dirasakan oleh makhluk itu sendiri semuanya.

Seperti disebutkan di dalam Alquran Surah Ali-Imran Ayat 191:

Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “Ya, Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

Wallahua’lam.

Menu Khusus N-Generation HOLISTIC PERSON ( INSAN KAMIL ) Alam Semesta Bertasbih Dan Evolusi Spiritual Spektrum Energi Cahaya Ilahi NAQS Manajemen Qalbu Getaran Hati MEDITASI Meditasi dan Kuantum Energi Hukum Resonansi, Bioenergi, & Meditasi NAQS NAQS Methode Sinergi Otak dan Hati Rahasia Sentuhan Tangan Reiki N-AQS Melatih Kepeka’an BOLA ENERGI SAPU JAGAD REIKI NAQS NIAT dan AFFIRMASI REIKI NAQS Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim NAQS Detoxifikasi Total Seri 1 Senam Mata NAQS Terapi Refleksi Kaki NAQS