>ENERGI MALAIKAT DAN JIN

>

Alam semesta, selain objek‑objek materi, juga mengandung energi‑energi dalam bentuk listrik, magnetisme, panas, cahaya, dan sebagainya. Al‑Qur’an, di samping membahas alam semesta yang berupa materi, juga menggunakan kata‑kata yang terkenal seperti matahari, bulan, bintang‑bintang, dan sebagainya, sedangkan pokok bahasan mengenai energi tampaknya dibahas dalam istilah‑istilah seperti malaikat‑malaikat dan jin, yang sangat tidak dikenal dalam sains.

Malaikat‑malaikat, menurut pemyataan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Muslim, dicipta dari نو ر (nur)1) Kata nur yang biasanya diterjemahkan dengan sinar, sebagaimana dikemukakan sebelumnya, bisa juga berarti energi radian. Selain itu, kata‑kata Arab ملك (Malak) yang diterjemahkan dengan malaikat juga berarti perasaan kuat, kekuatan atau energi.

Mengenai jin Al‑Qur’an menyatakan:
“Dan Dia [Allah] telah mencipta Jin dari gelombang panas yang dikeluarkan oleh api.

Sesuatu yang dikeluarkan oleh api, dalam terminologi sains, berarti sinar‑sinar infra atau energi panas. Dengan mengacu informasi tersebut di atas, mungkinkah para malaikat dan jin itu tersusun dari beberapa ben­tuk energi radian yang tidak dapat kita persepsi melalui indera‑indera fisik kita tetapi yang ada memberikan pe­ngaruhnya terhadap kita tanpa kita sadari, sebagaimana sinar X, yang menembus daging manusia tetapi tidak menimbulkan rasa apa‑apa pada manusia yang bersangkutan?


Energi Radian
Energi, menurut sains, bisa dikaitkan dengan materi sebagai energi kimia, energi mekanik, dan lain‑lainnya, atau bisa ada tanpa adanya materi, yakni di ruang kosong sebagai energi radian, yang contoh paling terkenalnya adalah cahaya.

Energi radian atau radiasi elektromagnetik ditampilkan dalam bentuk gelombang‑gelombang yang sama dengan gelombang‑gelombang yang terjadi di permukaan air ketika terganggu oleh batu yang dijatuhkan atau oleh angin. Ada bermacam‑macam bentuk energi radian, yang berbeda‑beda satu sama lain dalam panjang gelombangnya (jarak antara satu puncak gelombang dan puncak gelombang lainnya) dan frekuensinya jumlah gelombang yang timbul selama satu detik). Rentang frekuensi‑frekuensi dan panjang gelombang‑gelombang itu sangat besar dan angka‑angka yang menunjukkannya bisa sangat besar atau sangat kecil, sebagai konsekuensinya angka‑angka itu harus dinyatakan dalam 10 macam kekuatan seperti dijelaskan berikut ini:

Panjang gelombang dalam mtr.
Nama Radiasi Elektromagnetik
Frekuensi Kilo­ saikel per detik 3
10-13 – 10-15
Sinar Kosmik
1019 – 1020
10-11 – 10-13
Sinar Gama
1017 – 1019
10-8 – 10-11
Sinar X
1014 – 1017
10-6.5 – 10-8
Sinar Ultra Violet
1012 – 1014
10-6 – 10-6.5
Sinar yang terlihat
1011.5 -1012
10-4 – 10-6
Sinar Infra Merah
109 – 1011.5
104 – 10-4
Frekuensi Radio
102 – 109
107 – 104
Frekuensi Audio
0.1 – 102

Satu Kilosaikel adalah 1.000 gelombang per detik

Spektrum elektromagnetik yang diringkaskan di atas menunjukkan bahwa panjang-panjang gelombang berkisar mulai dari seperjuta-juta milimiter hingga beberapa ratus kilometer dan frekuensi-frekuensinya berkisar mulai 100 gelombang per detik hingga 1020 gelombang per detik. Dalam cakupan panjang dari panjang-panjang gelombang dan frekuensi-frekuensi ini, cahaya yang terlihat menenmpati porsi yang sangat besar. Ini berarti bahwa mata kita bersifat sensitif terhadap radiasi elektromagnetik yang sangat kecil sekalipun dan tidak sensitif terhadap porsi besar, yang dengan jelas menunjukkan keterbatasan indera‑indera fisik kita dan membuktikan bahwa hal‑hal yang tidak dapat dipersepsi oleh indera‑indera fisik kita bisa saja dan memang benar‑benar ada.
 
Malaikat‑malaikat
Allah berfirman:

Segala puji bagi Allah. Dialah yang telah mencipta langit‑langit dan bumi. Dia yang telah menjadikan malaikat‑malaikat sebagai utusan‑utusan yang memiliki dua, tiga dan empat buah sayap4. ‘QS. 35: 1.

Pesan‑pesan kita disampaikan dengan sarana‑sarana radiasi elektromagnetik melalui radio, televisi, telepon, teleprinter, dan sebagainya. Ayat Al‑Qur’an yang dikutip di atas, yang menggambarkan para malaikat sebagai utusan-utusan, mendukung pandangan bahwa para malaikat tersusun dari energi radian karena para malaikat itu, menurut Al‑Qur’an, dan radiasi elektromagnetik menurut sains, menyampaikan pesan‑pesan. Kata‑kata Arab جناح (janah) yang diterjemahkan dengan sayap juga dipergunakan untuk pengertian kekuatan, yang dalam pengertian itu, para malaikat juga dapat dianggap sebagai utusan‑utusan yang memiliki berbagai atau beberapa macam kekuatan.

Apakah keempat sayap atau kekuatan yang disebut dalam ayat Al‑Qur’an tersebut di atas menunjukkan makna keempat kekuatan pokok di alam?. Hal ini akan dibahas lebih lanjut di bagian belakang.

Sesungguhnya orang‑orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian dia berpegang teguh dengan pendirian mereka maka turunlah kepada mereka para malaikat [seraya mengatakan], ‘Janganlah kamu merasa takut dan jangan bersedih; dan gembirakanlah mereka dengan syurga yang telah dijanjikan Allah untuk kamu. Kamilah pelindung‑pelindungmu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Di dalamnya kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan dan juga memperoleh apa yang kamu minta; sebagai hiburan yang diturunkan oleh [Allah] yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.(41: 30-32)

Apakah kita pemah mendengar, merasakan atau menyadari pesan para malaikat ini: ‘Kamilah pelindung‑pelindungmu dalam kehidupan di dunia (ini)’ Pesan ini diberikan kepada orang‑orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami adalah Allah.” dan kemudian dia berpegang teguh dengan pendirian mereka itu. Kapan saja, karena beriman kepada Allah, kita ingat dengan‑Nya, beribadah kepadaNya atau berbuat baik, kita akan mendapatkan kepuasan tertentu, ketenangan, [atau] sejenis kedamaian pikiran. Apakah pengalaman atau perasaan ini disebabkan oleh turunnya para malaikat yang membawa pesan itu dan interaksi mereka dengan pikiran manusia yang merupakan pusat segala macam penerimaan? Ayat‑ayat Al‑Qur’an berikut ini memberikan tambahan penjelasan mengenai hal ini.

[Ingatlahl ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para mala­ikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah [pendirian] orang‑orang yang beriman itu.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa takut ke dalam hati orang‑orang kafir. Sebab itu penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap‑tiap ujung jari mereka. (8:12)

Kemudian Allah menurunkan ketenangan‑Nya kepada Rasul‑Nya dan kepada orang‑orang beriman. Dan Dia menurunkan tentara‑Nya yang tidak kamu ketahui dan menurunkan siksa kepada orang­orang kafir. Dan itulah balasan kepada orang‑orang kafir itu.'[9:26]

Dalam momentum‑momenturn kita yang tragik dan meresahkan kita berdoa dan memohon pertolongan Allah, dan sangat sering terjadi bahwa setelah kita berdoa kita kelihatan memiliki energi yang segar, harapan dan kepercayaan diri. Apakah kondisi jiwa kita itu disebabkan oleh interaksi para malaikat dengan pikiran dan hati kita, dalam bentuk energi radian?

Mengenai masalah kematian, Al‑Qur’an menyatakan:

Katakanlah [Muhammad], ‘Malaikat maut yang diserahi untuk [mencabut] nyawamu mematikanmu. Kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.'[32:11]

Kematian bisa disebabkan oleh radiasi yang berat melalui penghancuran sel‑sel tubuh manusia. Dalam pengobatan kanker, bagian [tubuh] pasien yang rusak dikenakan radiasi yang menghancurkan sel‑sel kanker itu. Apakah malaikat maut itu terbentuk dari energi radian, yang menyebabkan kerusakan sebagian organ vital tubuh manusia, seperti sistem saraf pusat, yang akhirnya mengakibatkan kematian? Radiasi elektrornagnetik mernang menghasilkan anestesia pada tikus‑tikus dan obat ini menyebabkan manusia tidak sadar, [dan] dosisnya yang berlebihan bisa menyebabkan kernatian.

Al‑Qur’an, mengenai malaikat‑malaikat sebagai sahabat‑sahabat manusia, menyatakan:

Baginya [manusia] ada [malaikat‑malaikat] yang mengikutinya secara bergiliran di depan dan di belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah [13:11]

Kita belum pernah menyadari tentang para malaikat yang menemani kita ini, tetapi pada kesempatan‑kesempatan tertentu, misalnya ketika menyelamatkan diri dari kecelakaan‑kecelakaan yang serius kita benar‑benar merasakan adanya sejumlah kekuatan eksternal yang menyelamatkan kita dari lindasan mobil atau terjatuh ke dalam jurang.

Mengenai perbuatan‑perbuatan kita, Al‑Qur’an menyatakan:

Dan sesungguhnya terhadap kamu ada [malaikat‑malaikat] yang mengawasi, yang mencatat [pekerjaan‑pekerjaanmu]. Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan [82:10-12]

Kita memiliki alat‑alat seperti pita‑pita rekaman, kaset-kaset video, dan kamera‑karnera yang merekam suara-suara dan tindakan‑tindakan kita. Ini adalah alat‑alat elektronik yang mempergunakan radiasi elektrornagnetik. Apakah sulit bagi Allah, Sang Pencipta kita, mengatur alat‑alat semacam itu dalam bentuk malaikat‑malaikat yang tidak terlihat? Apakah malaikat‑malaikat ini ditugaskan sebagai perekam‑perekam, membantu kita mengumpulkan kembali sejumlah peristiwa di masa lampau sebagaimana penyimpan rekaman di suatu kantor yang membantu mengeluarkan arsip lama? Sangat boleh jadi ingatan kita tidak menyimpan apa‑apa tetapi alat perekam para malaikat itu berhubungan dengan kita.

Mengenai tugas‑tugas lain para malaikat, Al‑Qur’an menyatakan:

Ya. Bila kamu tetap sabar dan bersiap siaga, dan mereka menyerang kamu seketika itu juga, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya [Muhammad], dan Jibril dan orang‑orang mu’min yang baik; dan selain itu para malaikat pun adalah penolongnya juga. [66:4]

Wahai orang‑orang yang beriman! Jagalah dirimu sekalian dan orang‑orangmu dari [siksa] neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Di atasnya ada malaikat-­malaikat yang keras dan kejam. Mereka tidak berbuat ma’siyat kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan‑Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada Mereka.[66:6}

Para malaikat dan ruh turun atas izin Tuhan. Mereka membawa [program mengenai] segala hal. Disertai kedamaian hingga saat terbit faJar. [97:4-5]

Dari ayat‑ayat yang dikutip di atas terbukti bahwa disamping tugas‑tugas lain yang tidak diberitahukan kepada kita, para malaikat mengkomunikasikan pesan‑pesan Allah, menjaga keselamatan manusia, mencatat perbuatan-perbuatan mereka, menghukum dan membantu, membawa kematian, menjaga neraka dan turun [ke bumi] dengan membawa berbagai macam urusan. Dengan demikian tampaknya para malaikat merupakan utusan‑utusan yang melaksanakan pekerjaan tetapi tidak tampak sebagai materi di alam sehingga kita tidak dapat melihat mereka dalam bentuknya yang normal. Bagi ilmuwan segala sesuatu yang mampu melaksanakan pekerjaan adalah energi, yang juga mendukung pandangan bahwa para malaikat adalah bentuk‑bentuk energi atau makhluk tertentu yang melakukan peran berbagai macam energi. Barangkali mereka seperti para eksekutif dalam pernerintahan yang dipimpin oleh Allah yang hasil‑hasil kinerjanya dapat dilihat tetapi pelaku‑pelaku aktualnya tidak terlihat.

Jibril

Mengenai [malaikat] Jibril yang juga disebut الروح [Ar‑ruh] atau Jiwa, menyatakan:

Mereka bertanya kepadamu [Muhammad] tentang Ar‑Ruh. Katakanlah bahwa Ar‑Ruh itu salah satu di antara urusan Tuhanku. Pengetahuan yang diberikan kepadamu [mengenai hal itu] hanya sedikit. [17:85]

[Orang‑orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat] … adalah mereka yang dalam hati mereka telah ditulis iman [oleh Allah] dan telah dikukuhkan‑Nya dengan Ruh daripada‑Nya.”[58:22]

Dialah [Allah] Yang meningkatkan beberapa derajat, Yang memiliki ‘Arsy [singgasana alam semesta]. Dialah yang me­nurunkan Ar‑Ruh membawa urusan‑Nya kepada sebagian hamba‑hambaNya yang dikehendakiNya untuk mengi­ngatkan mereka akan Hari Pertemuan.[40:15]

Dengan demikian Jibril yang tampaknya merupakan utusan untuk berkornunikasi, adalah energi yang mengilhami manusia. Jadi sebagaimana halnya dengan mata yang sensitif terhadap corak radiasi elektrornagnetik tertentu (cahaya), hati para nabi pun tampaknya sensitif terhadap komunikasi dengan Allah yang dikirimkan melalui Jibril (Ar‑Ruh) yang juga terbukti dari ayat‑ayat Al‑Qur’an berikut ini.

Dan sesungguhnya [Al‑Qur’an] itu diturukan daripada Tuhan Penguasa seluruh alam semesta. Ar‑Ruh yang terpercaya menurunkannya kepada hatimu [Muham­mad] agar kamu menjadi salah seorang pembawa peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.[26:192-195]

Dalam sistem penyiaran radio (broadcasting system], gelombang‑gelombang suara dikonversi menjadi gelombang‑gelombang elektromagnetik, yang mentransformasikan kembali menjadi gelombang‑gelombang suara pada pesawat penerima, yaitu radio. Apakah pesan Allah yang dikornunikasikan itu dilakukan dengan cara yang sama, dalam hal ini Jibril mengilhami hati para rasul yang kemudian mentransformasikan ilham ini menjadi kata‑kata dalam bahasa yang mereka tuturkan, yaitu bahasa Arab dalam kasus Nabi Muharnmad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Sistem penyiaran radio, televisi, telepon, teleprinter dan sebagainya yang merupakan alat‑alat untuk menyalurkan radiasi elektrornagnetik, adalah alat‑alat bikinan manusia. Apakah Allah, Sang Maha Pencipta, tidak mampu membikin alat‑alat yang sama atau lebih baik dan tidak dapat dilihat itu?

Al‑Qur’an, Taurat dan Beibel
Al‑Qur’an yang memberi informasi mengenai berbagai komunikasi Allah, menyatakan sebagai berikut.

  • Dan demikianlah Kami telah mewahyukan kepadamu [meIalui] Ruh sebagian perintah Kami. Kamu tidak mengetahui apa [isi] Al-Kitab itu dan [juga] apakah iman itu. Akan tetapi Kami jadikan ia sebagai sinar yang dengannya Kami menunjukkan jalan kepada sebagian hamba Kami yang Kami kehendaki, dan sesungguhnya engkau [Muhammad] pasti akan menunjukkan kejalan yang lurus.[42:45]
  • Sesungguhnya Kami telah menurunkan [Kitab] Taurat yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya.[5:44]
  • … dan Kami telah memberikan kepadanya [Isa, Jesus] Kitab Injil yang didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya.[5:46]

Al‑Qur’an, Taurat dan Injil dikatakan memiliki cahaya, atau radiasi. Bagi orang awam ini berarti cahaya (sinar) yang membantu menemukan jalan yang benar, tetapi bagi pengkaji sains kata‑kata نور [Nur] memiliki arti energi radian. Al‑Qur’an bila dibaca akan memberikan berbagai efek pada hati. Apakah pembacaan Al-­Qur’an itu mentransfer gelombang‑gelombang suara menjadi radiasi elektrornagnetik jenis tertentu yang mempengaruhi hati pendengamya sehingga menimbulkan perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata‑kata ‑ suatu perasaan yang kadang‑kadang membuat orang menangis, bahkan mereka yang sama sekali tidak memahami makna yang mereka dengar itu?

Ayat‑ayat Al‑Qur’an berikut ini tampaknya mendukung pandangan ini.

  • Dan Kami telah menurunkan melalui Al‑Qur’an bahwa ia merupakan obat dan rahmat bagi orang‑orang yang beriman. [17:82]
  • Wahai ummat manusia! Sungguh telah datang nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi [penyakit] hati dan petunjuk serta rahmat bagi orang‑orang yang beriman. [10:57]
  • Dan ketika mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul engkau melihat mata mereka menggenang air mata karena mereka mengetahui sebagian dari kebenaran itu [5:83]

Kenyataan yang sangat terkenal bahwa beberapa penyakit jasmani dan ruhani disembuhkan dengan beberapa jenis radiasi elektrornagnetik tertentu. Al‑Qur’an dikatakan sebagai penyembuh bagi [penyakit] yang ada dalam hati. Apakah pembacaan Al‑Qur’an, sebagaimana dinyatakan di atas, menimbulkan jenis radiasi elektromagnetik tertentu. (atau Nur) yang menyembuhkan penyakit-penyakit spiritual, yakni kejahatan yang ada dalam hati?

Daya‑daya Pokok di Alam
Sains sejauh ini hanya menemukan empat macam daya (tenaga) pokok yang bisa menjelaskan semua gejala alam: (1) Daya gravitatif, (2) Daya listrik, (3) Daya nuklir yang kuat (strong nuclear force), dan (4) Daya kehancuran beta yang lemah (weak beta decay force).

Al‑Qur’an dalam hal ini menyatakan:
Dan milik Allahlah pasukan‑pasukan [daya‑daya] langit dan bumi.[48:4]
Menurut kepercayaan‑kepercayaan Islam yang populer ada empat malaikat penting yang melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut:

  • 1. IsrafiI: membunyikan terompet untuk mengakhiri alam semesta.
  • 2. Jibril: mengkomunikasikan pesan‑pesan Allah.
  • 3. Mikail : bertugas mengatur hujan, angin dan sebagainya.
  • 4. lzra’il: menyebabkan kematian.

Kami sudah mengemukakan pendapat bahwa para malaikat sebagai energi‑energi atau makhluk‑makhluk yang menjalankan [tugas] berbagai macam energi, dan karena semua daya adalah milik Allah, maka marilah kita Iihat apakah kita dapat mengkorelasikan tugas‑tugas keempat malaikat yang penting itu dengan keempat daya alam yang pokok itu.

1. Gravitasi – Israfil
Semua benda langit dan objek‑objek yang ada di permukaannya masing‑masing terikat bersama oleh daya gravitasi. Jika daya gravitasi itu diperbesar maka segala sesuatu akan terkumpul bersama dan alam semesta akan hancur dan jika ia diperkecil maka segala sesuatu akan terpisah [dan] berterbangan ke mana‑mana. Apakah Israfil yang menjalankan tugas daya gravitasi, yang sekarang menjaga segala sesuatu dalam keseimbangan tetapi, jika atas perintah Allah, akan memperbesar daya ini sehingga menyebabkan semua benda langit terkonsentrasi di satu tempat untuk mengakhiri alam semesta dan kemudian mereduksi daya gravitasi itu yang akan menyebabkan terciptanya kembali alam semesta itu? Mekanisme berakhirnya dan terciptanya kembali alam semesta itu merupakan tema utama dalam teori Oscillating Universe [atau Teori Ledakan Hebat] dan sangat boleh jadi bersesuaian dengan peniupan terompet dua kali untuk mengakhiri dan mencipta kembali alam semesta, sebagaimana dinyatakan dalam Al‑Qur’an sebagai berikut.

Dan akan ditiupnya terompet [struktur alam semesta] itu sehingga siapa saja yang ada di langit‑langit dan bumi akan ja­tuh tidak sadarkan diri kecuali orang‑orang yang dikehendaki Allah. Kemudian akan ditiupnya terompet itu untuk kedua kalinya sehingga mereka akan berdiri melihat.[39:68]

Daya Listrik ‑ Jibril
Telekomunikasi pada hakikatnya bersifat elektrik. Apakah Jibril menjalankan semua tugas daya listrik di alam, atau telekomunikasi sebagai satu‑satunya bagian tugasnya?

Daya Nuklir yang Kuat – Mikail
Panas dan cahaya yang kita terima dari matahari adalah akibat dari reaksi‑reaksi nuklir yang terjadi di dalamnya. Cahaya dan panas matahari mendukung kehidupan di muka bumi. Panas menguapkan air untuk membentuk awan‑awan, menyebabkan terjadinya perbedaan‑perbedaan temperatur yang mengakibatkan gerakan angin, yang mendorong awan‑awan dan percikan‑percikan hujan. Apakah Mikail bertugas menjalankan [reaksi] semua daya nuklir di alam, termasuk [reaksi‑reaksi] nuklir yang terjadi di matahari itu?
 
Transformasi Energi menjadi Materi

Sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa materi dan energi bisa saling dikonversikan. Jika para malaikat adalah energi‑energi, maka apakah mereka pemah mengambil bentuk materi? Dalam kaitan ini marilah kita kaji ayat-ayat Al‑Qur’an berikut ini.

  • Dan para utusan Kami telah datang kepada Ibrahim membawa berita gembira. Mereka mengatakan, ‘Selamat.’ Selamat’ kata Ibrahim dan dia pun tanpa mengulur­ulur waktu menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Kemudian ketika melihat bahwa tangan mereka tidak dapat menjamahnya, dia pun menganggap perbuatan mereka aneh dan merasa takut kepada mereka …[11:69:70]
  • Kemudian Kami kirimkan kepadanya [Maryam] Ruh Kami, maka ia pun menjelma di depan matanya seperti manusia yang sebenarnya.[19:17]

Dalam kisah sejarah Nabi Lut a.s. [11:77-81] juga, para utusan dikatakan telah datang dalam bentuk manusia. Melalui hadis‑hadis yang terkenal dan sahih kita mengetahui bahwa Jibril muncul sebagai manusia di depan Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya.

Ayat‑ayat AI‑Qur’an yang dikutip di atas mendukung pendapat bahwa para malaikat dan Ruh itu merupakan bentuk‑bentuk energi radian yang berbeda‑beda karena mereka juga dapat berubah menjadi bentuk‑bentuk materi sebagaimana energi berubah menjadi materi.

Jin
Mengenai jin Al‑Qur’an menyatakan:

  • Dan jin telah Kami cipta sebelumnya dari gelombang api yang sangat panas.[15:27]
  • Dan di antara jin‑jin itu ada yang bekerja untuknya atas izin Tuhannya. [34:12]

Ayat‑ayat Al‑Qur’an ini memberikan kesan kepada kita bahwa jin pun, sebagaimana para malaikat, merupakan energi radian dan diberi pekerjaan oleh Allah.

Di banyak tempat dalam Al‑Qur’an, jin‑iin itu disebut bersama‑sama dengan manusia dan pada satu tempat tujuan utama penciptaan mereka disebutkan sebagai berikut.Sesungguhnya Aku tidak mencipta Jin dan manusia kecuali agar [mereka] beribadah kepada‑Ku.” [51:56]

Dalam bidang Fisika Quantum sudah ditunjukkan bah­wa sebuah photon tunggal (partikel cahaya) atau sebuah elektron, bisa dijatuhkan di sebuah layar yang memiliki dua buah lubang sempit, kita mendapatkan pola peneri­maan sinyal yang memberikan kesan bahwa photon atau elektron tunggal menerobos melalui kedua lubang itu se­cara simultan. Bagi setiap pengamat yang melihat photon atau elektron itu datang melalui salah satu di antara lu­bang‑lubang itu, maka ada pengamat lain di dunia lain yang melihatnya melalui bagian integral eksperimen itu dan tidak ada sesuatu pun bila ia tidak dipersepsi. Kedua pengamat itu. sama‑sama benar. Alam semesta membagi dirinya menjadi dua. Apakah pengamat lain itu Jin yang berhubungan dengan manusia tertentu itu?

Diriwayatkan oleh lbnu Mas’ud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berabda: ‘Tidak ada seorang pun di antara kamu tetapi ada yang bertugas mengawasinya, seorang sahabat di antara Jin‑jin dan seorang di antara para Malaikat. [HR Muslim]

Syetan
Mengenai syetan atau Iblis, Al‑Qur’an menyatakan:

  • Dia [Iblis] berkata, ‘Saya lebih baik daripada dia [manusia, Adam] Engkau mencipta saya dari api dan Engkau men­cipta dia dari tanah liat.[7:12] Maka mereka [para malaikat] pun bersujud [kepada] Adam, kecuali Iblis. Dia adalah dari Jin dan kemudian mereka membangkang perintah Tuhannya. [7:12]
  • Mereka [Iblis] berjanji kepada mereka [manusia] dan mem­bangkitkan angan‑angan kosong kepada mereka. Sesung­guhnya yang dijanjikan oleh Syetan kepada mereka hanyalah tipu daya.”[4:120]
  • … sehingga Dia [Allah] menjadikan apa yang disampaikan oleh Syetan itu cobaan bagi orang‑orang yang hatinya berpenyakit dan yang hatinya keras.”[22:53]

Ayat‑ayat Al‑Qur’an ini menunjukkan bahwa Iblis juga dicipta dari bentuk energi yang sama sebagaimana Jin. Dia tersusun dari energi dan manusia dari materi. Barangkali karena menyadari kemungkinan bisa terjadinya antaraksi antara materi dan energi, maka dia menyatakan: ‘Saya akan menyesatkan mereka [manusia] dan menggoda mereka dengan kesenangan-­kesenangan semu. ‘ Beberapa jenis penyakit jasmani disebabkan oleh bibit‑bibit penyakit yang tidak terlihat, sama halnya dalam penyakit-penyakit kehidupan spiritual di hati disebabkan oleh Iblis. Penyakit‑penyakit jasmani disembuhkan dengan obat dan dalam beberapa kasus, dengan radiasi elektromagnetik, maka demikian pula halnya dengan penyakit‑penyakit hati, sebagaimana dinyatakan sebelumnya, bisa disembuhkan dengan Al‑Qur’an, yang dinyatakan sebagai ‘Nur’ dan dipahami dengan makna energi radian.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dilaporkan pemah bersabda, sebagaimana disebutkan sebelumnya, seorang Jin dan seorang Malaikat menemani setiap orang. [HR Muslim] Sangat boleh jadi Malaikat itu membisikkan ke dalam hati manusia gagasan‑gagasan yang baik dan Jin dengan gagasan‑gagasan jahat. Bisikan atau ilham dari Malaikat itu mungkin beru­pa apa yang kita sebut kesadaran yang membantu mem­bedakan antara yang baik dan buruk dan mendorong kita untuk berbuat baik dan [bisikan] Syetan boleh jadi berupa keinginan jahat kita yang menimbulkan pikiran‑pikiran jahat dan yang menggoda kita untuk melakukan kejahatan. Dua corak bisikan atau ilham ini adalah penyebab-­penyebab utama semua tindakan dan perbuatan manusia, salah satunya menuju ke surga dan yang lain ke neraka.

Hubungan antara Manusia, Malaikat dan Jin
Penyataan bahwa hati atau jiwa kita sensitif terhadap bisikan atau ilham atau, dengan bahasa sains, terhadap radiasi elektromagnetik, melalui Jiwa, para Malaikat, Jin atau Syetan, tidak berarti bahwa hati atau jiwa manusia berisi instrumen‑instrumen seperti transmitter, amplifier, transformer, dan sebagainya. la hanyalah berarti bahwa pekerjaan‑pekerjaan yang dilakukan oleh alat‑alat ini atau alat‑alat lain di dunia materi dilakukan oleh hati dan atau jiwa di dunia spiritual disamping fungsi­-fungsinya yang lain, jiwa manusia adalah komputer terbaik di muka bumi. Ini tidak berarti bahwa otak itu sama dalam konstruksinya dengan komputer elektronik; ia hanya berarti bahwa otak melaksanakan pekerjaan‑pekerjaan yang sama dengan yang dikerjakan oleh komputer elektronik. Otak dan komputer berbeda ukurannya, mekanismenya dan konstruksi materialnya, namun sifat pekerjaan yang dilakukannya sama.

Dengan demikian manusia tampaknya merupakan perpaduan yang erat antara gejala‑gejala materi dan energi. Keyakinan pada hakikatnya bersifat spiritual dan para Malaikat merupakan hal penting dalam keyakinan Muslim sebagaimana terbukti dari ayat Al‑Qur’an berikut ini.

Akan tetapi kebaikan itu adalah siapa saja yang beriman ke­pada Allah,

Keyakinan atas adanya para Malaikat, dalam semua pengertian yang sudah dikemukakan sejauh ini, berarti keyakinan atas adanya energi‑energi berikut efek­efeknya dan bahwa energi‑energi ini sudah dicipta oleh Allah, yang perbedaamya hanya dalam nama‑namanya saja. Al-Qur’an lebih lanjut menyatakan sebagai berikut.

Dan [ingatlah] ketika Kami berbicara dengan para malaikat ‘Bersujudlah kamu sekalian kepada Adam!’ Maka mereka pun bersujud kecuali Iblis. Dia enggan melakukannya dan bersombong diri. Dan dia tennasuk kelompok kafir.[2:34]

Menurut ayat Al‑Qur’an tersebut di atas para malaikat disuruh bersujud kepada Adam as. Sernuanya taat kecuali Iblis. Ini berarti bahwa IbIis juga diakui sebagai malaikat, tetapi menurut ayat lain dalam Al‑Qur’an [18:50], Iblis dinyatakan sebagai Jin. Dengan memperhatikan makna ini, katakata Arab ملائكة [Mala’ikah], jamak dari kata ملك [Malak] untuk makhluk Malaikat tampaknya mempunyai makna energi‑energi yang dalam hal ayat Al‑Qur’an tersebut di atas, berarti semua energi diperintah oleh Allah untuk bersujud [tunduk] kepada manusia, dan semuanya mematuhi kecuali energi jahat, yaitu IbIis. Manusia ditugaskan untuk mengendalikan berbagai energi itu karena[nya] Allah memerintah energi‑energi itu untuk tunduk di bawah kontrolnya [manusia]. Karena itu penghargaan terhadap kemajuan yang dicapai dalam sains dan teknologi kembali kepada Allah dan bukan kepada manusia. Karena hak untuk memerintah berbagai energi itu bukan merupakan keberhasilan manusia, maka meletakkan energi yang jahat, yakni Syetan, di bawah kontrolnya sajalah yang merupakan keberhasilannya. Sebenamya inilah satu-satunya tantangan yang dihadapkan kepadanya. Apakah kita tidak akan melakukan usaha secara sungguh‑sungguh ke arah ini dengan mengikuti perintah‑perintah yang terkandung dalam Al‑Qur’an?

http://www.akhirzaman.info/allien-a-ufo/75-alien/860-energi-energi-malaikat-dan-jin.html

Iklan

>Makkah Sebagai Pusat Bumi

>

Penemuan ilmiah membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari planet bumi. Fakta ini memperkuat kebenaran ilmiah dan ruhiah Islam, sekaligus menjadi dasar kuat penerapan jam Makkah sebagai acuan waktu dunia, menggantikan Greenwich yang penuh kontroversi.

Jama’ah haji mulai kembali ke negaranya masing-masing. Sekian lama mereka harus meninggalkan negeri masing-masing. Kini telah tuntas mereka mengusaikan manasik, atau ritual-ritual ibadah haji di berbagai tempat yang ada di Makkah dan sekitarnya. Dalam beberapa hari di bulan Dzulhijjah itu, mereka diberi kemuliaan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya, mengunjungi rumah-Nya, kiblat kaum muslimin di seluruh dunia.

Allah telah menjadikan Makkah sebagai tanah suci, bahkan dipilih-Nya sebagai tempat bagi baitullah (rumah Allah), sekaligus sebagai tempat diutusnya nabi dan rasul terakhir Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keistimewaan ini memunculkan pertanyaan, mengapa Makkah?

Tentu, hal itu adalah rahasia Allah. Namun, dari kajian yang dilakukan ilmuwan muslim, terungkap fakta mengejutkan tentang keistimewaan kota Makkah, bila ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan geologi (ilmu tanah). Sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Dr Husain Kamaluddin, seorang dosen ilmu ukur bumi, telah membuktikan bahwa Makkah adalah pusat bumi.

Pada mulanya, penelitian itu bertujuan untuk menemukan suatu cara yang bisa membantu seorang muslim untuk memastikan lokasi kiblat, dari tempat manapun di dunia. “Kami katakan di dalam bumi, bukan di atas bumi, karena atmosfer mengikuti planet bumi. Dengan demikian manusia selalu berada di dalam bumi, kecuali bila ia terbang ke luar angkasa,” tutur Dr Husain mengawali penjelasan ilmiahnya.

Namun di tengah risetnya, pria ini seperti menemukan durian runtuh. Betapa tidak, ia berhasil mengungkap fakta yang seharusnya dapat memecahkan polemik ratusan tahun tentang pusat planet bumi. Bersama timnya, ilmuwan Mesir ini mendapati Makkah sebagai pusat bagi seluruh benua yang ada di bumi.

Pada mulanya ia menggambar peta bumi untuk memastikan arah kiblat dari berbagai tempat. Setelah menggambar benua-benua berdasarkan jarak setiap tempat yang ada di keenam benua serta lokasinya dari Kota Makkah al-Mukarramah, ia memulai menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang. Pada penelitian pertama ini, ia sudah menemukan fakta bahwa Makkah adalah pusat bumi, karena kota suci tersebut menjadi titik pusat garis-garis itu!

Dr Husain yang saat itu menjadi Kepala Bagian Ilmu Ukur Bumi di Universitas Riyadh Saudi Arabia, kemudian membuat garis-garis benua dan segala perinciannya untuk kepentingan risetnya. Pekerjaannya terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak valid dan variasi-variasi berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum terhadap apa yang ia temukan, bahwa Makkah memang benar-benar pusat bumi.

Ia berhasil membuat lingkaran detail dengan Makkah sebagai pusatnya. Garis-garis luar lingkaran itu berada di luar benua-benua, sedangkan keliling garisnya berputar bersama garis luar benua-benua itu. Dalam riset ini, Dr Husain bersama timnya berhasil menemukan salah satu hikmah ilahiah: mengapa Makkah al-Mukarramah dipilih sebagai tempat bagi baitullah! (Majalah al-‘Arabi, edisi 237, Agustus, 1978).

Foto-foto satelit, studi-studi topografi dan kajian lapisan bumi serta geografi yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama dengan penemuan tim Dr Husain di tahun 70-an itu.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus- menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah yang menghasilkan teori itu memang dilaksanakan untuk tujuan berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Namun studi yang diterbitkan di dalam banyak majalah sains di Barat itu, dengan sendirinya turut menegaskan bahwa pusat planet bumi adalah kota suci umat Islam, Makkah al-Mukarramah. Subhanallah!

Kebenaran ilmiah itu menjadi pembuktian firman Allah berikut ini:

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآَخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَهُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

“Dan ini (al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya.” (QS. Al-An’am: 92)

Dalam ayat lain, yakni pada Surat asy-Syura ayat 7, Allah juga menyebut Makkah dengan Ummul Qura, dan negeri-negeri lain dengan “negeri-negeri di sekelilingnya”.

Mengapa Allah menyebut Makkah sebagai Ummul Qura (induk kota-kota)? Mengapa Allah menyebut daerah selain Makkah dengan kalimat “negeri-negeri di sekelilingnya”?

Dipastikan melalui berbagai penemuan mutakhir di abad ini bahwa hal itu terkait dengan pusat bumi dan hal-hal yang mengelilinginya. Kata “Ummul Qura’” berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, sementara yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu yang menjadi sumber keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain. Selain itu, kata “ibu” memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain. Karena Makkah juga disebut Bakkah, tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu, terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan.

Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas). Kemudian gunung api di dasar samudera meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar dan membentuk “bukit”. Bukit inilah yang kemudian menjadi tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi.

Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran ini. Adakah hadits nabi yang menunjukkan fakta mengejutkan ini? Jawabannya adalah “ya!” Nabi bersabda, “Ka’bah itu seperti tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas.”

Menjadi tempat yang pertama diciptakan menambah sisi spiritual tempat tersebut. Allah telah memuliakan Makkah saat Dia menjadikannya sebagai pusat ibadah umat Islam, terutama ibadah haji. Allah juga berkehendak menjadikan rumah yang digunakan untuk menyembah-Nya terletak di Makkah, sebagai kota tujuan umat muslim dalam haji dan umrah. Makkah berada di tengah bumi, sejalan dengan makna firman Allah dalam Surat al-Baqarah:

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil.” (dari QS al-Baqarah: 143).

Kata “adil” pada ayat di atas diterjemahkan dari kata wasath, yang dalam bahasa Arab berarti “tengah-tengah.” Bagi yang mempercayai mukjizat angka dalam al-Qur’an akan menemukan fakta, bahwa ayat yang menegaskan tentang tengah-tengahnya umat Islam ini terdapat pada ayat 143, dan itu adalah tengah-tengahnya Surat al-Baqarah yang memiliki 286 ayat. Maha Besar Allah!

Dari Greenwich ke Makkah

Sejumlah pakar Islam di bidang geologi dan ilmu syariah mulai mengkampanyekan persamaan waktu dunia dengan merujuk waktu Makkah al-Mukarramah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengganti persamaan waktu Greenwich (GMT) yang selama ini digunakan banyak penduduk dunia. Menurut sejumlah kajian ilmiah, Makkahlah yang seharusnya menjadi pusat bumi.

Persoalan tersebut muncul dalam Konferensi Ilmiah bertajuk “Makkah Sebagai Pusat Bumi, antara Teori dan Praktek”. Konferensi yang diselenggarakan di ibukota Qatar, Dhoha pada tahun ini (2009) menyimpulkan tentang acuan waktu Islam berdasarkan kajian ilmiah yakni Makkah. Konferensi juga menyeru pada umat Islam agar mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich. Konferensi juga dihadiri oleh Syaikh Dr Yusuf al-Qaradhawi, dan juga sejumlah pakar geologi Mesir seperti Dr Zaghlul Najjar, dosen ilmu bumi di Wales University di Inggris, serta Ir Yaseen Shaok, seorang saintis yang mempelopori jam Makkah.

Dr Qaradhawi dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya agar umat Islam dan juga dunia menggunakan acuan waktu Makkah sebagai acuan waktu yang sejati, karena Makkah adalah pusat bumi. “Kami menyambut kajian ilmiah dengan hasil yang menegaskan kemuliaan kiblat umat Islam. Meneguhkan lagi teori bahwa Makkah merupakan pusat bumi adalah sama dengan penegasan jati diri keislaman dan menopang kemuliaan umat Islam atas agama, umat dan peradabannya,” jelas Qaradhawi yang juga ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional itu.

Terkait Makkah sebagai pusat bumi, Dr Zaghlul Najjar mengamini penelitian saintifik yang dilakukan oleh Dr Husain Kamaluddin di atas, bahwa ternyata Makkah Mukarramah memang menjadi titik pusat bumi. Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh The Egyptian Scholars of The Sun and Space Research Center yang berpusat di Kairo itu, melukiskan peta dunia baru, yang dapat menunjukkan arah Makkah dari kota-kota lain di dunia. Dengan menggunakan perkiraan matematik dan kaidah yang disebut “spherical triangle” Dr Husain menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah daratan bumi. Sekaligus membuktikan bahwa bumi ini berkembang dari Makkah.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat, sekaligus akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade lalu tentang rujukan waktu dunia. Kini menjadi keharusan bagi umat dan media Islam untuk terus mengkampanyekan kebenaran ini.

Sumber: http://cahayanabawiyonline.com/

Melatih Mata Ketiga Seri 2 – MK3

Konon, di dunia persilatan, orang yang linuwih, atau orang yang punya kemampuan melebihi kemampuan orang kebanyakan, mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat mata orang biasa. Misalnya, mereka konon dapat melihat medan bio energi yang menyelimuti manusia, melihat makhluk-makhluk ghaib, bahkan dapat melihat peristiwa di tempat lain, ataupun peristiwa yang akan terjadi di masa depan, yang kalau dalam bahasa Jawa nya disebut “weruh sadurunge winarah”. Singkatnya, kemampuan luar biasa yang sangat membantu mereka dalam menjalani kehidupan. Tentu saja, mereka memperoleh kemampuan tadi tidak dengan cara gampang. Mereka telah menempuh berbagai latihan dan disiplin untuk membuka “mata ketiga” mereka, sehingga pandangan mereka mampu menembus hal-hal yang tidak terlihat mata biasa tadi.

Seperti halnya di dunia persilatan, Anda harus memiliki “mata ketiga” untuk dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat orang kebanyakan. Makanya kita perlu disiplin dan latihan untuk membuka “mata ketiga” kita. Memang, ada beberapa orang tertentu yang dilahirkan dengan bakat untuk gampang melihat. Namun, sesungguhnya semua orang memiliki kesempatan yang sama. Karena ada latihan-latihan sederhana yang jika Anda sering lakukan, akan membuat mata ketiga Anda semakin peka. Latihan yang akan saya paparkan sebaiknya Anda lakukan sendirian, dalam lingkungan yang tenang dan nyaman. Karena Anda harus banyak melakukan kerja otak, mirip-mirip mindstorming-nya Brian Tracy. Tentu, Anda perlu alat tulis untuk menuliskan latihan-latihan Anda.

Berikut 8 tekhnik latihan yang ingin saya share:

 Hari pertama : latihan melihat warna.

Warna-warna menjadi penting untuk dipelajari maknanya menurut frekwensi masing – masing warna. Karena setiap warna memiliki kadar-kadar tertentu. Seperti contoh kadar warna biru. Peringkat kadar warna biru itu memiliki peringkat frekwensi berbeda mulai dari biru gelap sampai dengan pada biru keputih-putihan.

Anda akan segera kami ajak mempelajari penjelasan-penjelasan tentang frekwensi warna agar mudah dapat memahami.

Terlebih dulu siapkan pinsil berwarna, crayon, atau cat air. Sebaiknya pinsil berwarna yang lengkap warnanya, dan sebuah buku atau lembaran kertas untuk digunakan sebagai catatan harian. Kelak pada setiap latihan cantumkan selalu tanggal dan jam Anda melakukan latihan. Dan berapa lama Anda melakukannya. Tulislah semua kesan-kesan yang muncul dan Anda rasa penting sebagai informasi dalam memperkaya khasanah pengetahuan kewaskitaan yang menjadi unik bagi pribadi Anda.

Pilihlah suatu sudut rumah dan waktu yang tepat serta menjamin ketenangan Anda selama Anda melakukan latihan ini.

  • Sekarang duduklah dengan nyaman.
  • Kemudian pejamkan mata Anda.
  • Buatlah tubuh dan pikiran senyaman dan setenang mungkin.
  • Pusatkan kini pikiran Anda pada pernafasan. Tariklah napas pelahan-lahan dan dalam-dalam melalui hidung. Lalu tahanlah napas Anda menurut kemampuan, sepanjang menjamin kenyamanan Anda . Harap diingat, jangan sampai timbul perasaan sesak nafas yang membuat Anda tersengal-sengal. Apalagi sampai mengganggu kenyamanan. Kemudian buanglah nafas pelahan-lahan melalui hidung sampai perut dan paru-paru kosong. Perhatikan, tidak dibenarkan mengeluarkan nafas dari mulut karena kelak kemudian hari akan mengganggu Cakra Agyana dan titik beku pada pangkal hidung.

Ulangi prosesi ini sebanyak dua sampai tiga kali lagi. Atau menurut kenyamanan Anda. Anda dapat melakukan lebih dari yang dipersyaratkan. Hal itu tidak menjadi soal.

Bagi mereka yang belum memahami perlu dijelaskan, saat itu sesungguhnya keadaan kesadaran Anda dalam kondisi Beta. Dengan memperpanjang waktu cara bernafas yang santai itu, Anda sedang dipandu untuk mengkondisikan alam bawah sadar pada keadaan Alpha.

Perhatikan pandangan Anda pada Cakra Agyana yang terdapat pada kedua alis, dan lihatlah seolah-olah terdapat sebuah layar lebar di pikiran Anda. Saat itu kewaskitaan Anda mulai menyibak. Anda akan melihat aneka warna yang mengapung berseliweran. Sudah barang tentu pada awalnya Anda cuma melihat pemandangan hitam legam. Sabar saja. Lanjutkan. Pada akhirnya warna itu akan datang dengan sendirinya. Santai. Perhatikanlah layar itu terus. Suatu bentuk warna akan menjelma.

Akhirilah pengalaman hari itu. Dan catatlah penglihatan Anda tentang warna sebagai pengalaman Anda hari itu. Sekarang kita mulai meneliti penyebabnya.

Mengapa warna itu yang muncul?

Bukan tak mungkin Anda mendapatkan diri Anda melihat aneka macam warna.Bagaimana hubungannya dengan cakra-cakra Anda? Apakah Anda mengaktifkan cakra-cakra yang menghasilkan hubungan penglihatan pada warna-warna tersebut? Atau adakah bagian tubuh Anda yang sedang memerlukan pengobatan? Dan berhubungan dengan warna tersebut? Apa yang terpikirkan oleh Anda dengan munculnya warna tersebut pada hari itu?

Apabila Anda mengenal warna dalam spektrum sebagaimana dalam penglihatan kasat mata, hal ini menunjukkan bahwa anda sedang bergerak di dalam frekwensi-frekwensi tertinggi. Gambarkan semampu Anda akan warna yang Anda lihat saat itu. Karena Anda akan melihatnya kembali. Anda juga dapat menguraikan suatu penjelasan tentang warna yang Anda telah lihat itu dengan mencoretkan suatu garis. Ciptakanlah dalam bentuk-bentuk geometris atau menurut apa saja yang mengalir di pikiran Anda. Tak usah mencoba untuk menilai coret-coretan Anda.. Nanti Anda akan kembali pada hal tersebut.

Bila saat latihan itu muncul 2 warna dalam penglihatan saat itu, kerjakan tehnik tersebut di atas dengan cara yang sama. Yang perlu diingat Anda hanya melihat 2 warna saja pada hari pertama latihan. Tidak lebih.

Hari ke-2 : Melihat Bentuk

Hari ini kita mulai memasuki latihan untuk melihat bentuk atau kesan-kesan ingatan. Setiap orang mampu melihat gambar lamunan berupa kesan-kesan ingatannya pada waktu beberapa lama, begitu matanya terpejam. Namun kebanyakan orang tidak pernah menaruh perhatian pada gambar kesan-kesan itu karena mereka tidak merencanakan dan berusaha memperhatikan untuk melihatnya.

Kesan-kesan yang muncul itu dapat datang dari berbagai sumber. Seperti dari kesadaran tinggi, dari kembaran jiwa (spirit guide, sadulur papat kalima pancer) atau mungkin juga kiriman mahluk-mahluk gaib sejenis khadam dan jin. Hal itu memerlukan waktu yang cukup guna mempelajari si “pengirim berita” itu. Tak usah tergesa-gesa.

Duduklah manis dan tenangkan diri serta bebaskan dari segala bentuk pikiran yang mengganggu dan mengacaukan.

Kemudian tariklah napas dalam-dalam dan pelahan-lahan untuk beberapa kali.

Pusatkan perhatian Anda pada layar ingatan. Suatu atau malah beberapa warna akan muncul di permukaan layar. Warna-warna selalu mendahului bentuk kesan-kesan. Perhatikan terus warna itu. Kemungkinan anda bisa atau tidak bisa langsung mengenali bentukbentuk. Catatlah secara mental bentuk-bentuk yang naik ke permukaan layar apa adanya. Besar kemungkinan sebuah pola dasar yang terbentuk oleh sel-sel memori yang membawa arti khusus saat itu bagi Anda. Bila bentuknya tidak menarik, berhentilah. Anda tidak perlu melanjutkannya. Gambarkanlah sekarang penglihatan hari ke dua itu dalam lembaran catatan harian Anda.

Bila objek kesan itu hidup dan bergerak atau berubah-ubah , hendaknya Anda berusaha mencatatnya sampai gambaran kesan-kesan itu berhenti dan sirna.

Contoh:
saat ini saya sedang melihat warna merah. Bentuk yang muncul adalah seekor merpati perdamaian dalam lingkaran aneka warna bunga., saya mejakini karya pujangga. Tak ada yang bergerak. Saya akan menuliskannya semua dan menggambarkannya apa yang saya lihat dan telah memicu ingatan saya.

Saya tahu beberapa orang akan menyangkal bahwa di antara mereka tidak melihat sesuatu apapun. Walaupun telah bersusah payah berusaha untuk melihat sesuatu kesan. Biasanya hal semacam itu bisa saja terjadi karena kepanikan. Karena terlalu tergoda pada suatu tujuan tertentu dan Anda menjadi tidak tenang dan santai. Berlatihlah kemudian, dengan kembali bernafas dalam-dalam, dan cobalah sekali lagi. Anda akan berhasil melihatnya dalam keadaan lebih santai!

Sekarang anda sudah memiliki objek-objek kesan dan catatan. Silakan menghentikan latihan hari ini. Atau mencari penjelasan-penjelasan berikut tentang objek kesan yang muncul pada hari tersebut . Namun untuk menentukan sumber munculnya kesan itu akan kita bahas dalam latihan-latihan mendatang . Semua simbol adalah hal yang unik bagi pribadi Anda, dan akan sulit menterjemahkan maknanya. Anda juga dapat menghubung objek kesan-kesan tersebut melalui catatan daftar penglihatan Anda. Objek kesan itu akan menjelaskannya dan Anda tiba-tiba mampu memahami pesan dibalik perlambang kesan itu.

Seperti pada saat saya melihat merpati dengan rangkaian bunga itu, saya lalu memahaminya sebagai sebuah lambang perdamaian dunia, pesawat planet bumi, Perang Mars! Saya langsung berhenti tidak melanjutkan untuk terus meneliti sumber informasi tersebut. Sekali pun saya bisa berbuat seperti itu, namun saya tak akan menemukan sesuatu jawaban berarti apa pun.

Hari ke-3 : Membentuk lambang “ya” dan “tidak”.

Hari ini kita akan membentuk simbol “ya” dan “tidak” untuk digunakan sebagai kunci dasar menjawab hal-hal yang meragukan.

Pejamkanlah mata Anda.
Bernafaslah dalam-dalam.
Anda dapat juga melihat warna bila menghendakinya.
Pikirkan: “Saya memerlukan sebuah kesan yang menjadi lambang kata “tidak”.
Nantikanlah beberapa saat hingga munculnya sebuah kesan yang membuat seluruh perhatian  Anda terpusatkan pada kesan tertentu yang muncul.
Bila anda memerlukan bernapas dalam-dalam, lakukanlah kembali, Anda akan memperoleh sebuah lambang misalnya, huruh “T”. Sekarang mintalah sebuah lambang sebagai tanda untuk kata “ya”. Maka sekali lagi Anda akan dipertemukan dengan sebuah lambang. Bersabarlah. Bila Anda tidak memperoleh sesuatu pertanda, lakukanlah sekali lagi kelak.

Di antara lambang-lambang konyol, saya pernah mendapatkan suatu jawaban, “mendapatkan” hadiah buku yang saya butuhkan – bila sesuatu “dapat” terjadi. Sebuah pintu terkunci – bila sesuatu tidak akan terjadi. Melihat teratai sedang mekar – menunjukkan suatu peristiwa akan terjadi. Mengapa saya memperoleh tanda-tanda tersebut? Saya tak mempunyai gagasan apa pun. Sesungguhnya saya mengharapkan lambang berupa huruf-huruf “T” dan “Y”, tetapi ternyata tidak begitu yang terjadi. Masih ada beberapa contoh lain dan sebagai perlambang yang konyol-konyol sdan aneh guna menggambarkan kedua kata sederhana tersebut, tetapi hal tersebut ternyata buat saya pribadi selalu memberikan jawaban tepat.

Hari ke-4 : Melihat kesan-kesan.

Persiapkan diri sebaik-baiknya sebagaimana yang telah anda mulai sejak beberapa hari lalu.

Santai.. Bernapaslah dalam-dalam. Pelahan-lahan, Lakukan hal tersebut beberapa kali sesuai kebutuhan saat ini. Kini pejamkan mata.

Perhatikan layar di depan ingatan… Mata ketiga Anda mulai tersingkap.

Sebuah warna atau beberapa unsur warna sekali gus muncul ke permukaan layar. Mungkin saja munculnya tumpang tindih sekali gus Atau sangat bisa jadi datang satu-satu dengan pelahan dan teratur. Amatilah kesan-kesan tersebut untuk kemudian memutuskannya bahwa Anda telah mengenalnya. Bila cuma sedikit, kini secara mental perintahkanlah pada objek kesan-kesan tersebut untuk bergerak. Amati saja apa yang dilakukan objek kesan0jesan tersebut, Catatlah kemudian dengan seksama secara rinci apa yang telah diperlihatkannya pada Anda.

Hari ke-5 : Memohon sebuah pesan.

Bersiap-siaplah sebagaimana biasa. Santai. Bernapas pelahan-lahan dan dalam-dalam selama beberapa kali sampai Anda merasa benar-benar santai.

Mungkin Anda tidak perlu perlama-lama lagi bernapas dalam-dalam guna mencapai kondisi Alpha. Bila demikian, pejamkan mata dan tenangkan pikiran.Lihatlah layar di depan mata ketiga di antara dua alis.

Sekarang Anda akan memproyeksikan pikiran tersebut. Memikirkan salah satu pemandu gaib atau  mengundang Kesadaran Tinggi yang merupakan kumpulan kesadaran.

Katakanlah:”Tolong, berilah saya suatu pesan untuk hari ini.” Mata ketiga Anda mulai menyingkap terbuka

Suatu warna atau macam-macam warna akan muncul sekaligus. Teruskan mengamati layar pikir Anda. Mungkin Anda akan melihat satu atau beberapa pesan. Berilah tenggang waktu. Dan tetaplah mengawasi kemunculan bentuk suatu pesan atau mungkin juga serangkaian bentuk-bentuk pesan.

Untuk hari ini, jangan memaksakan diri mencari penjelasannya. Anda hanya menonton saja dulu, tak ubah serperti menonton suatu petunjukan film tanpa perlu menilainya dan mencari arti penampakan pesan-pesan tersebut.

Jangan juga bertanya apa-apa. Setelah dapat melihat pesan tersebutm berhenti saja dan mencatatnya. Bila Anda tak dapat menentukan pesan-pesan tersebut untuk pertama kali, biarkan saja begitu dalam catatan Anda. Akan tiba saatnya bahwa arti yang sebenarnya akan muncul. Mungkin pesan-pesan tersebut sangat pribadi bagi Anda. Atau mungkin juga berhubungan dengan masalah-masalah yang iniversal.

Hari ke-6 : Menemukan kunci Anda

Kali ini siapkan suatu tempat sunyi
Siapkan catatan harian Anda dan alat perekam suara
Hari ini Anda memerlukan hari istimewa. Duduklah atau berbaring dengan perasaan nyaman. Santai dan bernafaslah dalam-dalam. bila dirasa perlu, Tetaplah berpikir.

Pejamkan mata. Lihatlah layar dalam pikiran Anda..Ikutilah keheningan dari irama pikiran sampai Anda masuk ke dalam suatu ruang penampakan. Rekamlah segala sesuatu yang muncul dalam ruang penampakan yang sangat mungkin menampilkan perwujudan mahluk-mahluk dari alam gaib. Mungkin mahluk-mahluk gaib tersebut ingin berbicara pada Anda sebelum Anda melanjutkan pada sesi pelajaran-pelajaran berikut.

Saat kesan-kesan pengalaman tersebut mencapai akhir, saatnya Anda melanjutkan langkah berikutnya. Hari ini Anda perlu menanyakan tentang suatu kesan penglihatan yang menurut Anda pikir atau Anda rasakan nerupakan pemicu terjadinya penglihatan tersebut.

Harap Anda ingat, apa yang sedang Anda baca pada sesi pelajaran hari ini, sesungguhnya Anda tengah mengaktifkan DNA Anda. Dan Anda siap menerima suatu Kebijaksanaan masa silam yang pada waktunya kelak akan menjadi milik Anda pribadi.. Yakni bila memang dikehendaki Anda akan memperoleh Ruang Rekaman Akasha,

Pada saat hari ini Anda melihat layar penampakan, Anda akan mengaktifkan kunci-kunci Anda untuk mengunci sebuah warisan kenangan pengalaman yang sudah turun-temurun. Kini secara mental tanyakanlah kunci-kunci Anda. Santai dan lihatlah apa-apa yang bermunculan di layar ingatan Anda. Mungkin saja Anda mendengar suara-suara, mungkin juga munculnya nada-nada tertentu. Jangan buka mata Anda. Hingga kesan-kesan itu berhenti dengan sendirinya. Rekamlah pesan-pesannya dalam rekaman suara.pada saat kesan-kesan itu muncul kepermukaan layar penampakan.
Kelak Anda harus mencatatnya kembali dalam catatan harian

Hari ke-7 : Bertanya 2 soal spiritual yang bersifat Univesal dan Pribadi.

Persiapkan segala sesuatu sebagaimana biasa.
Duduk atau berbaringlah dengan perasaan nyaman.
Santai dan bernafaslah dalam-dalam dan pelahan-lahan bila memang anda merasa perlu.
Tetaplah berpikir. Pejamkan mata. Pusatkan perhatian pada layar pikir Anda. Mungkin kesan-kesan yang muncul mulai segera mengalir dan semakin jelas. Ikuti saja perkembangan arusnya untuk memperoleh penampakan selanjutnya. Rekam semua yang Anda lihat sebagai mahluk-mahluk alam gaib yang mungkin ingin berbicara pada Anda, sebelum Anda melanjutkan pelajaran hari ini. Begitu kesan-kesan berakhir terhenti, Anda pun harus telah siap. Kita akan menanyakan 2 pertanyaan spiritual hari ini. Satu yang berhubungan dengan universal, satunya lagi hal yang pribadi, dan tunggulah dengan sabar dan diam. Bila minggu lalu Anda belum memperoleh jawaban “ya” dan “tidak” atau lupa, sebaiknya pertama-tama yang Anda harus lakukanadalah menanyakan hal tersebut.

Pertanyaan 1, pertanyaan yang bersifat alam jagad raya: “Apakah yang hendak kau perlihatkan padaku tentang alam jagad raya ini?” Santai dan tunggulah penjelasan-penjelasan yang akan menerangkan hal-hal tersebut. Rekamlah.

Pertanyaan kedua:Apakah saya menggenggam suatu frekwensi tertentu planet bumi ini?” Pertanyaan ini membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”. Hal ini mungkin diikuti suatu frekwensi warna, pola=pola dasar suatu bentuk tertentu atau apa saja yang diharapkan oleh mahluk-mahluk gaib yang ingin bersamamu saat itu. Ini akan menjadi pemicu Anda. Berbagai kesan akan muncul memperlihatkan wujudnya bagi setiap pertanyaan.

Hari ke-8 : Lanjutan Kewaskitaan dan Persiapan Petualangan ke alam jagad raya

Apa yang akan terjadi dalam penglihatan salam pelajaran hari ini, sesungguhnya telah Anda masuki tanpa Anda sadari pada pelajaran-pelajaran sebelumnya. Kini kita lanjutkan.

Ikutilah pengembaraan ingatan Anda..

Pusatkan segenap perhatian pada kesan-kesan yang Anda terima itu dalam rekaman suara untuk selanjutnya Anda tetap menuliskannya dalam catatan harian.

Ikuti saja petualangan tersebut masuk ke sistem Bima Sakti atau mungkin juga
pengembaraan lain dengan menjelajahi galaksi-galaksi lain.

Nikmatilah penampakan tersebut.

Anda mungkin melihat banyak bentuk perwujudan, atau hanya suatu kesan tertentu seperti misalnya bulan, Mars dst.

Pusatjanlan suatu kesan seluruh alam jagad raya yang tak terbatas, dan lihatlah bentuknya, warnanya, baunya, mungkin ada bunyi, mungkin juga ada rasa, ada yang tercium.

Anda sekarang sudah memulai berkelana jauh. ………….
(by. i-comers.com/showthread.php?t=6507)

>Melatih Mata Ketiga Seri 2 – MK3

>

Konon, di dunia persilatan, orang yang linuwih, atau orang yang punya kemampuan melebihi kemampuan orang kebanyakan, mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat mata orang biasa. Misalnya, mereka konon dapat melihat medan bio energi yang menyelimuti manusia, melihat makhluk-makhluk ghaib, bahkan dapat melihat peristiwa di tempat lain, ataupun peristiwa yang akan terjadi di masa depan, yang kalau dalam bahasa Jawa nya disebut “weruh sadurunge winarah”. Singkatnya, kemampuan luar biasa yang sangat membantu mereka dalam menjalani kehidupan. Tentu saja, mereka memperoleh kemampuan tadi tidak dengan cara gampang. Mereka telah menempuh berbagai latihan dan disiplin untuk membuka “mata ketiga” mereka, sehingga pandangan mereka mampu menembus hal-hal yang tidak terlihat mata biasa tadi.

Seperti halnya di dunia persilatan, Anda harus memiliki “mata ketiga” untuk dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat orang kebanyakan. Makanya kita perlu disiplin dan latihan untuk membuka “mata ketiga” kita. Memang, ada beberapa orang tertentu yang dilahirkan dengan bakat untuk gampang melihat. Namun, sesungguhnya semua orang memiliki kesempatan yang sama. Karena ada latihan-latihan sederhana yang jika Anda sering lakukan, akan membuat mata ketiga Anda semakin peka. Latihan yang akan saya paparkan sebaiknya Anda lakukan sendirian, dalam lingkungan yang tenang dan nyaman. Karena Anda harus banyak melakukan kerja otak, mirip-mirip mindstorming-nya Brian Tracy. Tentu, Anda perlu alat tulis untuk menuliskan latihan-latihan Anda.

Berikut 8 tekhnik latihan yang ingin saya share:

 Hari pertama : latihan melihat warna.

Warna-warna menjadi penting untuk dipelajari maknanya menurut frekwensi masing – masing warna. Karena setiap warna memiliki kadar-kadar tertentu. Seperti contoh kadar warna biru. Peringkat kadar warna biru itu memiliki peringkat frekwensi berbeda mulai dari biru gelap sampai dengan pada biru keputih-putihan.

Anda akan segera kami ajak mempelajari penjelasan-penjelasan tentang frekwensi warna agar mudah dapat memahami.

Terlebih dulu siapkan pinsil berwarna, crayon, atau cat air. Sebaiknya pinsil berwarna yang lengkap warnanya, dan sebuah buku atau lembaran kertas untuk digunakan sebagai catatan harian. Kelak pada setiap latihan cantumkan selalu tanggal dan jam Anda melakukan latihan. Dan berapa lama Anda melakukannya. Tulislah semua kesan-kesan yang muncul dan Anda rasa penting sebagai informasi dalam memperkaya khasanah pengetahuan kewaskitaan yang menjadi unik bagi pribadi Anda.

Pilihlah suatu sudut rumah dan waktu yang tepat serta menjamin ketenangan Anda selama Anda melakukan latihan ini.

  • Sekarang duduklah dengan nyaman.
  • Kemudian pejamkan mata Anda.
  • Buatlah tubuh dan pikiran senyaman dan setenang mungkin.
  • Pusatkan kini pikiran Anda pada pernafasan. Tariklah napas pelahan-lahan dan dalam-dalam melalui hidung. Lalu tahanlah napas Anda menurut kemampuan, sepanjang menjamin kenyamanan Anda . Harap diingat, jangan sampai timbul perasaan sesak nafas yang membuat Anda tersengal-sengal. Apalagi sampai mengganggu kenyamanan. Kemudian buanglah nafas pelahan-lahan melalui hidung sampai perut dan paru-paru kosong. Perhatikan, tidak dibenarkan mengeluarkan nafas dari mulut karena kelak kemudian hari akan mengganggu Cakra Agyana dan titik beku pada pangkal hidung.

Ulangi prosesi ini sebanyak dua sampai tiga kali lagi. Atau menurut kenyamanan Anda. Anda dapat melakukan lebih dari yang dipersyaratkan. Hal itu tidak menjadi soal.

Bagi mereka yang belum memahami perlu dijelaskan, saat itu sesungguhnya keadaan kesadaran Anda dalam kondisi Beta. Dengan memperpanjang waktu cara bernafas yang santai itu, Anda sedang dipandu untuk mengkondisikan alam bawah sadar pada keadaan Alpha.

Perhatikan pandangan Anda pada Cakra Agyana yang terdapat pada kedua alis, dan lihatlah seolah-olah terdapat sebuah layar lebar di pikiran Anda. Saat itu kewaskitaan Anda mulai menyibak. Anda akan melihat aneka warna yang mengapung berseliweran. Sudah barang tentu pada awalnya Anda cuma melihat pemandangan hitam legam. Sabar saja. Lanjutkan. Pada akhirnya warna itu akan datang dengan sendirinya. Santai. Perhatikanlah layar itu terus. Suatu bentuk warna akan menjelma.

Akhirilah pengalaman hari itu. Dan catatlah penglihatan Anda tentang warna sebagai pengalaman Anda hari itu. Sekarang kita mulai meneliti penyebabnya.

Mengapa warna itu yang muncul?

Bukan tak mungkin Anda mendapatkan diri Anda melihat aneka macam warna.Bagaimana hubungannya dengan cakra-cakra Anda? Apakah Anda mengaktifkan cakra-cakra yang menghasilkan hubungan penglihatan pada warna-warna tersebut? Atau adakah bagian tubuh Anda yang sedang memerlukan pengobatan? Dan berhubungan dengan warna tersebut? Apa yang terpikirkan oleh Anda dengan munculnya warna tersebut pada hari itu?

Apabila Anda mengenal warna dalam spektrum sebagaimana dalam penglihatan kasat mata, hal ini menunjukkan bahwa anda sedang bergerak di dalam frekwensi-frekwensi tertinggi. Gambarkan semampu Anda akan warna yang Anda lihat saat itu. Karena Anda akan melihatnya kembali. Anda juga dapat menguraikan suatu penjelasan tentang warna yang Anda telah lihat itu dengan mencoretkan suatu garis. Ciptakanlah dalam bentuk-bentuk geometris atau menurut apa saja yang mengalir di pikiran Anda. Tak usah mencoba untuk menilai coret-coretan Anda.. Nanti Anda akan kembali pada hal tersebut.

Bila saat latihan itu muncul 2 warna dalam penglihatan saat itu, kerjakan tehnik tersebut di atas dengan cara yang sama. Yang perlu diingat Anda hanya melihat 2 warna saja pada hari pertama latihan. Tidak lebih.

Hari ke-2 : Melihat Bentuk

Hari ini kita mulai memasuki latihan untuk melihat bentuk atau kesan-kesan ingatan. Setiap orang mampu melihat gambar lamunan berupa kesan-kesan ingatannya pada waktu beberapa lama, begitu matanya terpejam. Namun kebanyakan orang tidak pernah menaruh perhatian pada gambar kesan-kesan itu karena mereka tidak merencanakan dan berusaha memperhatikan untuk melihatnya.

Kesan-kesan yang muncul itu dapat datang dari berbagai sumber. Seperti dari kesadaran tinggi, dari kembaran jiwa (spirit guide, sadulur papat kalima pancer) atau mungkin juga kiriman mahluk-mahluk gaib sejenis khadam dan jin. Hal itu memerlukan waktu yang cukup guna mempelajari si “pengirim berita” itu. Tak usah tergesa-gesa.

Duduklah manis dan tenangkan diri serta bebaskan dari segala bentuk pikiran yang mengganggu dan mengacaukan.

Kemudian tariklah napas dalam-dalam dan pelahan-lahan untuk beberapa kali.

Pusatkan perhatian Anda pada layar ingatan. Suatu atau malah beberapa warna akan muncul di permukaan layar. Warna-warna selalu mendahului bentuk kesan-kesan. Perhatikan terus warna itu. Kemungkinan anda bisa atau tidak bisa langsung mengenali bentukbentuk. Catatlah secara mental bentuk-bentuk yang naik ke permukaan layar apa adanya. Besar kemungkinan sebuah pola dasar yang terbentuk oleh sel-sel memori yang membawa arti khusus saat itu bagi Anda. Bila bentuknya tidak menarik, berhentilah. Anda tidak perlu melanjutkannya. Gambarkanlah sekarang penglihatan hari ke dua itu dalam lembaran catatan harian Anda.

Bila objek kesan itu hidup dan bergerak atau berubah-ubah , hendaknya Anda berusaha mencatatnya sampai gambaran kesan-kesan itu berhenti dan sirna.

Contoh:
saat ini saya sedang melihat warna merah. Bentuk yang muncul adalah seekor merpati perdamaian dalam lingkaran aneka warna bunga., saya mejakini karya pujangga. Tak ada yang bergerak. Saya akan menuliskannya semua dan menggambarkannya apa yang saya lihat dan telah memicu ingatan saya.

Saya tahu beberapa orang akan menyangkal bahwa di antara mereka tidak melihat sesuatu apapun. Walaupun telah bersusah payah berusaha untuk melihat sesuatu kesan. Biasanya hal semacam itu bisa saja terjadi karena kepanikan. Karena terlalu tergoda pada suatu tujuan tertentu dan Anda menjadi tidak tenang dan santai. Berlatihlah kemudian, dengan kembali bernafas dalam-dalam, dan cobalah sekali lagi. Anda akan berhasil melihatnya dalam keadaan lebih santai!

Sekarang anda sudah memiliki objek-objek kesan dan catatan. Silakan menghentikan latihan hari ini. Atau mencari penjelasan-penjelasan berikut tentang objek kesan yang muncul pada hari tersebut . Namun untuk menentukan sumber munculnya kesan itu akan kita bahas dalam latihan-latihan mendatang . Semua simbol adalah hal yang unik bagi pribadi Anda, dan akan sulit menterjemahkan maknanya. Anda juga dapat menghubung objek kesan-kesan tersebut melalui catatan daftar penglihatan Anda. Objek kesan itu akan menjelaskannya dan Anda tiba-tiba mampu memahami pesan dibalik perlambang kesan itu.

Seperti pada saat saya melihat merpati dengan rangkaian bunga itu, saya lalu memahaminya sebagai sebuah lambang perdamaian dunia, pesawat planet bumi, Perang Mars! Saya langsung berhenti tidak melanjutkan untuk terus meneliti sumber informasi tersebut. Sekali pun saya bisa berbuat seperti itu, namun saya tak akan menemukan sesuatu jawaban berarti apa pun.

Hari ke-3 : Membentuk lambang “ya” dan “tidak”.

Hari ini kita akan membentuk simbol “ya” dan “tidak” untuk digunakan sebagai kunci dasar menjawab hal-hal yang meragukan.

Pejamkanlah mata Anda.
Bernafaslah dalam-dalam.
Anda dapat juga melihat warna bila menghendakinya.
Pikirkan: “Saya memerlukan sebuah kesan yang menjadi lambang kata “tidak”.
Nantikanlah beberapa saat hingga munculnya sebuah kesan yang membuat seluruh perhatian  Anda terpusatkan pada kesan tertentu yang muncul.
Bila anda memerlukan bernapas dalam-dalam, lakukanlah kembali, Anda akan memperoleh sebuah lambang misalnya, huruh “T”. Sekarang mintalah sebuah lambang sebagai tanda untuk kata “ya”. Maka sekali lagi Anda akan dipertemukan dengan sebuah lambang. Bersabarlah. Bila Anda tidak memperoleh sesuatu pertanda, lakukanlah sekali lagi kelak.

Di antara lambang-lambang konyol, saya pernah mendapatkan suatu jawaban, “mendapatkan” hadiah buku yang saya butuhkan – bila sesuatu “dapat” terjadi. Sebuah pintu terkunci – bila sesuatu tidak akan terjadi. Melihat teratai sedang mekar – menunjukkan suatu peristiwa akan terjadi. Mengapa saya memperoleh tanda-tanda tersebut? Saya tak mempunyai gagasan apa pun. Sesungguhnya saya mengharapkan lambang berupa huruf-huruf “T” dan “Y”, tetapi ternyata tidak begitu yang terjadi. Masih ada beberapa contoh lain dan sebagai perlambang yang konyol-konyol sdan aneh guna menggambarkan kedua kata sederhana tersebut, tetapi hal tersebut ternyata buat saya pribadi selalu memberikan jawaban tepat.

Hari ke-4 : Melihat kesan-kesan.

Persiapkan diri sebaik-baiknya sebagaimana yang telah anda mulai sejak beberapa hari lalu.

Santai.. Bernapaslah dalam-dalam. Pelahan-lahan, Lakukan hal tersebut beberapa kali sesuai kebutuhan saat ini. Kini pejamkan mata.

Perhatikan layar di depan ingatan… Mata ketiga Anda mulai tersingkap.

Sebuah warna atau beberapa unsur warna sekali gus muncul ke permukaan layar. Mungkin saja munculnya tumpang tindih sekali gus Atau sangat bisa jadi datang satu-satu dengan pelahan dan teratur. Amatilah kesan-kesan tersebut untuk kemudian memutuskannya bahwa Anda telah mengenalnya. Bila cuma sedikit, kini secara mental perintahkanlah pada objek kesan-kesan tersebut untuk bergerak. Amati saja apa yang dilakukan objek kesan0jesan tersebut, Catatlah kemudian dengan seksama secara rinci apa yang telah diperlihatkannya pada Anda.

Hari ke-5 : Memohon sebuah pesan.

Bersiap-siaplah sebagaimana biasa. Santai. Bernapas pelahan-lahan dan dalam-dalam selama beberapa kali sampai Anda merasa benar-benar santai.

Mungkin Anda tidak perlu perlama-lama lagi bernapas dalam-dalam guna mencapai kondisi Alpha. Bila demikian, pejamkan mata dan tenangkan pikiran.Lihatlah layar di depan mata ketiga di antara dua alis.

Sekarang Anda akan memproyeksikan pikiran tersebut. Memikirkan salah satu pemandu gaib atau  mengundang Kesadaran Tinggi yang merupakan kumpulan kesadaran.

Katakanlah:”Tolong, berilah saya suatu pesan untuk hari ini.” Mata ketiga Anda mulai menyingkap terbuka

Suatu warna atau macam-macam warna akan muncul sekaligus. Teruskan mengamati layar pikir Anda. Mungkin Anda akan melihat satu atau beberapa pesan. Berilah tenggang waktu. Dan tetaplah mengawasi kemunculan bentuk suatu pesan atau mungkin juga serangkaian bentuk-bentuk pesan.

Untuk hari ini, jangan memaksakan diri mencari penjelasannya. Anda hanya menonton saja dulu, tak ubah serperti menonton suatu petunjukan film tanpa perlu menilainya dan mencari arti penampakan pesan-pesan tersebut.

Jangan juga bertanya apa-apa. Setelah dapat melihat pesan tersebutm berhenti saja dan mencatatnya. Bila Anda tak dapat menentukan pesan-pesan tersebut untuk pertama kali, biarkan saja begitu dalam catatan Anda. Akan tiba saatnya bahwa arti yang sebenarnya akan muncul. Mungkin pesan-pesan tersebut sangat pribadi bagi Anda. Atau mungkin juga berhubungan dengan masalah-masalah yang iniversal.

Hari ke-6 : Menemukan kunci Anda

Kali ini siapkan suatu tempat sunyi
Siapkan catatan harian Anda dan alat perekam suara
Hari ini Anda memerlukan hari istimewa. Duduklah atau berbaring dengan perasaan nyaman. Santai dan bernafaslah dalam-dalam. bila dirasa perlu, Tetaplah berpikir.

Pejamkan mata. Lihatlah layar dalam pikiran Anda..Ikutilah keheningan dari irama pikiran sampai Anda masuk ke dalam suatu ruang penampakan. Rekamlah segala sesuatu yang muncul dalam ruang penampakan yang sangat mungkin menampilkan perwujudan mahluk-mahluk dari alam gaib. Mungkin mahluk-mahluk gaib tersebut ingin berbicara pada Anda sebelum Anda melanjutkan pada sesi pelajaran-pelajaran berikut.

Saat kesan-kesan pengalaman tersebut mencapai akhir, saatnya Anda melanjutkan langkah berikutnya. Hari ini Anda perlu menanyakan tentang suatu kesan penglihatan yang menurut Anda pikir atau Anda rasakan nerupakan pemicu terjadinya penglihatan tersebut.

Harap Anda ingat, apa yang sedang Anda baca pada sesi pelajaran hari ini, sesungguhnya Anda tengah mengaktifkan DNA Anda. Dan Anda siap menerima suatu Kebijaksanaan masa silam yang pada waktunya kelak akan menjadi milik Anda pribadi.. Yakni bila memang dikehendaki Anda akan memperoleh Ruang Rekaman Akasha,

Pada saat hari ini Anda melihat layar penampakan, Anda akan mengaktifkan kunci-kunci Anda untuk mengunci sebuah warisan kenangan pengalaman yang sudah turun-temurun. Kini secara mental tanyakanlah kunci-kunci Anda. Santai dan lihatlah apa-apa yang bermunculan di layar ingatan Anda. Mungkin saja Anda mendengar suara-suara, mungkin juga munculnya nada-nada tertentu. Jangan buka mata Anda. Hingga kesan-kesan itu berhenti dengan sendirinya. Rekamlah pesan-pesannya dalam rekaman suara.pada saat kesan-kesan itu muncul kepermukaan layar penampakan.
Kelak Anda harus mencatatnya kembali dalam catatan harian

Hari ke-7 : Bertanya 2 soal spiritual yang bersifat Univesal dan Pribadi.

Persiapkan segala sesuatu sebagaimana biasa.
Duduk atau berbaringlah dengan perasaan nyaman.
Santai dan bernafaslah dalam-dalam dan pelahan-lahan bila memang anda merasa perlu.
Tetaplah berpikir. Pejamkan mata. Pusatkan perhatian pada layar pikir Anda. Mungkin kesan-kesan yang muncul mulai segera mengalir dan semakin jelas. Ikuti saja perkembangan arusnya untuk memperoleh penampakan selanjutnya. Rekam semua yang Anda lihat sebagai mahluk-mahluk alam gaib yang mungkin ingin berbicara pada Anda, sebelum Anda melanjutkan pelajaran hari ini. Begitu kesan-kesan berakhir terhenti, Anda pun harus telah siap. Kita akan menanyakan 2 pertanyaan spiritual hari ini. Satu yang berhubungan dengan universal, satunya lagi hal yang pribadi, dan tunggulah dengan sabar dan diam. Bila minggu lalu Anda belum memperoleh jawaban “ya” dan “tidak” atau lupa, sebaiknya pertama-tama yang Anda harus lakukanadalah menanyakan hal tersebut.

Pertanyaan 1, pertanyaan yang bersifat alam jagad raya: “Apakah yang hendak kau perlihatkan padaku tentang alam jagad raya ini?” Santai dan tunggulah penjelasan-penjelasan yang akan menerangkan hal-hal tersebut. Rekamlah.

Pertanyaan kedua:Apakah saya menggenggam suatu frekwensi tertentu planet bumi ini?” Pertanyaan ini membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”. Hal ini mungkin diikuti suatu frekwensi warna, pola=pola dasar suatu bentuk tertentu atau apa saja yang diharapkan oleh mahluk-mahluk gaib yang ingin bersamamu saat itu. Ini akan menjadi pemicu Anda. Berbagai kesan akan muncul memperlihatkan wujudnya bagi setiap pertanyaan.

Hari ke-8 : Lanjutan Kewaskitaan dan Persiapan Petualangan ke alam jagad raya

Apa yang akan terjadi dalam penglihatan salam pelajaran hari ini, sesungguhnya telah Anda masuki tanpa Anda sadari pada pelajaran-pelajaran sebelumnya. Kini kita lanjutkan.

Ikutilah pengembaraan ingatan Anda..

Pusatkan segenap perhatian pada kesan-kesan yang Anda terima itu dalam rekaman suara untuk selanjutnya Anda tetap menuliskannya dalam catatan harian.

Ikuti saja petualangan tersebut masuk ke sistem Bima Sakti atau mungkin juga
pengembaraan lain dengan menjelajahi galaksi-galaksi lain.

Nikmatilah penampakan tersebut.

Anda mungkin melihat banyak bentuk perwujudan, atau hanya suatu kesan tertentu seperti misalnya bulan, Mars dst.

Pusatjanlan suatu kesan seluruh alam jagad raya yang tak terbatas, dan lihatlah bentuknya, warnanya, baunya, mungkin ada bunyi, mungkin juga ada rasa, ada yang tercium.

Anda sekarang sudah memulai berkelana jauh. ………….
(by. i-comers.com/showthread.php?t=6507)

>Melatih Mata Ketiga Seri 2 – MK3

>

Konon, di dunia persilatan, orang yang linuwih, atau orang yang punya kemampuan melebihi kemampuan orang kebanyakan, mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat mata orang biasa. Misalnya, mereka konon dapat melihat medan bio energi yang menyelimuti manusia, melihat makhluk-makhluk ghaib, bahkan dapat melihat peristiwa di tempat lain, ataupun peristiwa yang akan terjadi di masa depan, yang kalau dalam bahasa Jawa nya disebut “weruh sadurunge winarah”. Singkatnya, kemampuan luar biasa yang sangat membantu mereka dalam menjalani kehidupan. Tentu saja, mereka memperoleh kemampuan tadi tidak dengan cara gampang. Mereka telah menempuh berbagai latihan dan disiplin untuk membuka “mata ketiga” mereka, sehingga pandangan mereka mampu menembus hal-hal yang tidak terlihat mata biasa tadi.

Seperti halnya di dunia persilatan, Anda harus memiliki “mata ketiga” untuk dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat orang kebanyakan. Makanya kita perlu disiplin dan latihan untuk membuka “mata ketiga” kita. Memang, ada beberapa orang tertentu yang dilahirkan dengan bakat untuk gampang melihat. Namun, sesungguhnya semua orang memiliki kesempatan yang sama. Karena ada latihan-latihan sederhana yang jika Anda sering lakukan, akan membuat mata ketiga Anda semakin peka. Latihan yang akan saya paparkan sebaiknya Anda lakukan sendirian, dalam lingkungan yang tenang dan nyaman. Karena Anda harus banyak melakukan kerja otak, mirip-mirip mindstorming-nya Brian Tracy. Tentu, Anda perlu alat tulis untuk menuliskan latihan-latihan Anda.

Berikut 8 tekhnik latihan yang ingin saya share:

 Hari pertama : latihan melihat warna.

Warna-warna menjadi penting untuk dipelajari maknanya menurut frekwensi masing – masing warna. Karena setiap warna memiliki kadar-kadar tertentu. Seperti contoh kadar warna biru. Peringkat kadar warna biru itu memiliki peringkat frekwensi berbeda mulai dari biru gelap sampai dengan pada biru keputih-putihan.

Anda akan segera kami ajak mempelajari penjelasan-penjelasan tentang frekwensi warna agar mudah dapat memahami.

Terlebih dulu siapkan pinsil berwarna, crayon, atau cat air. Sebaiknya pinsil berwarna yang lengkap warnanya, dan sebuah buku atau lembaran kertas untuk digunakan sebagai catatan harian. Kelak pada setiap latihan cantumkan selalu tanggal dan jam Anda melakukan latihan. Dan berapa lama Anda melakukannya. Tulislah semua kesan-kesan yang muncul dan Anda rasa penting sebagai informasi dalam memperkaya khasanah pengetahuan kewaskitaan yang menjadi unik bagi pribadi Anda.

Pilihlah suatu sudut rumah dan waktu yang tepat serta menjamin ketenangan Anda selama Anda melakukan latihan ini.

  • Sekarang duduklah dengan nyaman.
  • Kemudian pejamkan mata Anda.
  • Buatlah tubuh dan pikiran senyaman dan setenang mungkin.
  • Pusatkan kini pikiran Anda pada pernafasan. Tariklah napas pelahan-lahan dan dalam-dalam melalui hidung. Lalu tahanlah napas Anda menurut kemampuan, sepanjang menjamin kenyamanan Anda . Harap diingat, jangan sampai timbul perasaan sesak nafas yang membuat Anda tersengal-sengal. Apalagi sampai mengganggu kenyamanan. Kemudian buanglah nafas pelahan-lahan melalui hidung sampai perut dan paru-paru kosong. Perhatikan, tidak dibenarkan mengeluarkan nafas dari mulut karena kelak kemudian hari akan mengganggu Cakra Agyana dan titik beku pada pangkal hidung.

Ulangi prosesi ini sebanyak dua sampai tiga kali lagi. Atau menurut kenyamanan Anda. Anda dapat melakukan lebih dari yang dipersyaratkan. Hal itu tidak menjadi soal.

Bagi mereka yang belum memahami perlu dijelaskan, saat itu sesungguhnya keadaan kesadaran Anda dalam kondisi Beta. Dengan memperpanjang waktu cara bernafas yang santai itu, Anda sedang dipandu untuk mengkondisikan alam bawah sadar pada keadaan Alpha.

Perhatikan pandangan Anda pada Cakra Agyana yang terdapat pada kedua alis, dan lihatlah seolah-olah terdapat sebuah layar lebar di pikiran Anda. Saat itu kewaskitaan Anda mulai menyibak. Anda akan melihat aneka warna yang mengapung berseliweran. Sudah barang tentu pada awalnya Anda cuma melihat pemandangan hitam legam. Sabar saja. Lanjutkan. Pada akhirnya warna itu akan datang dengan sendirinya. Santai. Perhatikanlah layar itu terus. Suatu bentuk warna akan menjelma.

Akhirilah pengalaman hari itu. Dan catatlah penglihatan Anda tentang warna sebagai pengalaman Anda hari itu. Sekarang kita mulai meneliti penyebabnya.

Mengapa warna itu yang muncul?

Bukan tak mungkin Anda mendapatkan diri Anda melihat aneka macam warna.Bagaimana hubungannya dengan cakra-cakra Anda? Apakah Anda mengaktifkan cakra-cakra yang menghasilkan hubungan penglihatan pada warna-warna tersebut? Atau adakah bagian tubuh Anda yang sedang memerlukan pengobatan? Dan berhubungan dengan warna tersebut? Apa yang terpikirkan oleh Anda dengan munculnya warna tersebut pada hari itu?

Apabila Anda mengenal warna dalam spektrum sebagaimana dalam penglihatan kasat mata, hal ini menunjukkan bahwa anda sedang bergerak di dalam frekwensi-frekwensi tertinggi. Gambarkan semampu Anda akan warna yang Anda lihat saat itu. Karena Anda akan melihatnya kembali. Anda juga dapat menguraikan suatu penjelasan tentang warna yang Anda telah lihat itu dengan mencoretkan suatu garis. Ciptakanlah dalam bentuk-bentuk geometris atau menurut apa saja yang mengalir di pikiran Anda. Tak usah mencoba untuk menilai coret-coretan Anda.. Nanti Anda akan kembali pada hal tersebut.

Bila saat latihan itu muncul 2 warna dalam penglihatan saat itu, kerjakan tehnik tersebut di atas dengan cara yang sama. Yang perlu diingat Anda hanya melihat 2 warna saja pada hari pertama latihan. Tidak lebih.

Hari ke-2 : Melihat Bentuk

Hari ini kita mulai memasuki latihan untuk melihat bentuk atau kesan-kesan ingatan. Setiap orang mampu melihat gambar lamunan berupa kesan-kesan ingatannya pada waktu beberapa lama, begitu matanya terpejam. Namun kebanyakan orang tidak pernah menaruh perhatian pada gambar kesan-kesan itu karena mereka tidak merencanakan dan berusaha memperhatikan untuk melihatnya.

Kesan-kesan yang muncul itu dapat datang dari berbagai sumber. Seperti dari kesadaran tinggi, dari kembaran jiwa (spirit guide, sadulur papat kalima pancer) atau mungkin juga kiriman mahluk-mahluk gaib sejenis khadam dan jin. Hal itu memerlukan waktu yang cukup guna mempelajari si “pengirim berita” itu. Tak usah tergesa-gesa.

Duduklah manis dan tenangkan diri serta bebaskan dari segala bentuk pikiran yang mengganggu dan mengacaukan.

Kemudian tariklah napas dalam-dalam dan pelahan-lahan untuk beberapa kali.

Pusatkan perhatian Anda pada layar ingatan. Suatu atau malah beberapa warna akan muncul di permukaan layar. Warna-warna selalu mendahului bentuk kesan-kesan. Perhatikan terus warna itu. Kemungkinan anda bisa atau tidak bisa langsung mengenali bentukbentuk. Catatlah secara mental bentuk-bentuk yang naik ke permukaan layar apa adanya. Besar kemungkinan sebuah pola dasar yang terbentuk oleh sel-sel memori yang membawa arti khusus saat itu bagi Anda. Bila bentuknya tidak menarik, berhentilah. Anda tidak perlu melanjutkannya. Gambarkanlah sekarang penglihatan hari ke dua itu dalam lembaran catatan harian Anda.

Bila objek kesan itu hidup dan bergerak atau berubah-ubah , hendaknya Anda berusaha mencatatnya sampai gambaran kesan-kesan itu berhenti dan sirna.

Contoh:
saat ini saya sedang melihat warna merah. Bentuk yang muncul adalah seekor merpati perdamaian dalam lingkaran aneka warna bunga., saya mejakini karya pujangga. Tak ada yang bergerak. Saya akan menuliskannya semua dan menggambarkannya apa yang saya lihat dan telah memicu ingatan saya.

Saya tahu beberapa orang akan menyangkal bahwa di antara mereka tidak melihat sesuatu apapun. Walaupun telah bersusah payah berusaha untuk melihat sesuatu kesan. Biasanya hal semacam itu bisa saja terjadi karena kepanikan. Karena terlalu tergoda pada suatu tujuan tertentu dan Anda menjadi tidak tenang dan santai. Berlatihlah kemudian, dengan kembali bernafas dalam-dalam, dan cobalah sekali lagi. Anda akan berhasil melihatnya dalam keadaan lebih santai!

Sekarang anda sudah memiliki objek-objek kesan dan catatan. Silakan menghentikan latihan hari ini. Atau mencari penjelasan-penjelasan berikut tentang objek kesan yang muncul pada hari tersebut . Namun untuk menentukan sumber munculnya kesan itu akan kita bahas dalam latihan-latihan mendatang . Semua simbol adalah hal yang unik bagi pribadi Anda, dan akan sulit menterjemahkan maknanya. Anda juga dapat menghubung objek kesan-kesan tersebut melalui catatan daftar penglihatan Anda. Objek kesan itu akan menjelaskannya dan Anda tiba-tiba mampu memahami pesan dibalik perlambang kesan itu.

Seperti pada saat saya melihat merpati dengan rangkaian bunga itu, saya lalu memahaminya sebagai sebuah lambang perdamaian dunia, pesawat planet bumi, Perang Mars! Saya langsung berhenti tidak melanjutkan untuk terus meneliti sumber informasi tersebut. Sekali pun saya bisa berbuat seperti itu, namun saya tak akan menemukan sesuatu jawaban berarti apa pun.

Hari ke-3 : Membentuk lambang “ya” dan “tidak”.

Hari ini kita akan membentuk simbol “ya” dan “tidak” untuk digunakan sebagai kunci dasar menjawab hal-hal yang meragukan.

Pejamkanlah mata Anda.
Bernafaslah dalam-dalam.
Anda dapat juga melihat warna bila menghendakinya.
Pikirkan: “Saya memerlukan sebuah kesan yang menjadi lambang kata “tidak”.
Nantikanlah beberapa saat hingga munculnya sebuah kesan yang membuat seluruh perhatian  Anda terpusatkan pada kesan tertentu yang muncul.
Bila anda memerlukan bernapas dalam-dalam, lakukanlah kembali, Anda akan memperoleh sebuah lambang misalnya, huruh “T”. Sekarang mintalah sebuah lambang sebagai tanda untuk kata “ya”. Maka sekali lagi Anda akan dipertemukan dengan sebuah lambang. Bersabarlah. Bila Anda tidak memperoleh sesuatu pertanda, lakukanlah sekali lagi kelak.

Di antara lambang-lambang konyol, saya pernah mendapatkan suatu jawaban, “mendapatkan” hadiah buku yang saya butuhkan – bila sesuatu “dapat” terjadi. Sebuah pintu terkunci – bila sesuatu tidak akan terjadi. Melihat teratai sedang mekar – menunjukkan suatu peristiwa akan terjadi. Mengapa saya memperoleh tanda-tanda tersebut? Saya tak mempunyai gagasan apa pun. Sesungguhnya saya mengharapkan lambang berupa huruf-huruf “T” dan “Y”, tetapi ternyata tidak begitu yang terjadi. Masih ada beberapa contoh lain dan sebagai perlambang yang konyol-konyol sdan aneh guna menggambarkan kedua kata sederhana tersebut, tetapi hal tersebut ternyata buat saya pribadi selalu memberikan jawaban tepat.

Hari ke-4 : Melihat kesan-kesan.

Persiapkan diri sebaik-baiknya sebagaimana yang telah anda mulai sejak beberapa hari lalu.

Santai.. Bernapaslah dalam-dalam. Pelahan-lahan, Lakukan hal tersebut beberapa kali sesuai kebutuhan saat ini. Kini pejamkan mata.

Perhatikan layar di depan ingatan… Mata ketiga Anda mulai tersingkap.

Sebuah warna atau beberapa unsur warna sekali gus muncul ke permukaan layar. Mungkin saja munculnya tumpang tindih sekali gus Atau sangat bisa jadi datang satu-satu dengan pelahan dan teratur. Amatilah kesan-kesan tersebut untuk kemudian memutuskannya bahwa Anda telah mengenalnya. Bila cuma sedikit, kini secara mental perintahkanlah pada objek kesan-kesan tersebut untuk bergerak. Amati saja apa yang dilakukan objek kesan0jesan tersebut, Catatlah kemudian dengan seksama secara rinci apa yang telah diperlihatkannya pada Anda.

Hari ke-5 : Memohon sebuah pesan.

Bersiap-siaplah sebagaimana biasa. Santai. Bernapas pelahan-lahan dan dalam-dalam selama beberapa kali sampai Anda merasa benar-benar santai.

Mungkin Anda tidak perlu perlama-lama lagi bernapas dalam-dalam guna mencapai kondisi Alpha. Bila demikian, pejamkan mata dan tenangkan pikiran.Lihatlah layar di depan mata ketiga di antara dua alis.

Sekarang Anda akan memproyeksikan pikiran tersebut. Memikirkan salah satu pemandu gaib atau  mengundang Kesadaran Tinggi yang merupakan kumpulan kesadaran.

Katakanlah:”Tolong, berilah saya suatu pesan untuk hari ini.” Mata ketiga Anda mulai menyingkap terbuka

Suatu warna atau macam-macam warna akan muncul sekaligus. Teruskan mengamati layar pikir Anda. Mungkin Anda akan melihat satu atau beberapa pesan. Berilah tenggang waktu. Dan tetaplah mengawasi kemunculan bentuk suatu pesan atau mungkin juga serangkaian bentuk-bentuk pesan.

Untuk hari ini, jangan memaksakan diri mencari penjelasannya. Anda hanya menonton saja dulu, tak ubah serperti menonton suatu petunjukan film tanpa perlu menilainya dan mencari arti penampakan pesan-pesan tersebut.

Jangan juga bertanya apa-apa. Setelah dapat melihat pesan tersebutm berhenti saja dan mencatatnya. Bila Anda tak dapat menentukan pesan-pesan tersebut untuk pertama kali, biarkan saja begitu dalam catatan Anda. Akan tiba saatnya bahwa arti yang sebenarnya akan muncul. Mungkin pesan-pesan tersebut sangat pribadi bagi Anda. Atau mungkin juga berhubungan dengan masalah-masalah yang iniversal.

Hari ke-6 : Menemukan kunci Anda

Kali ini siapkan suatu tempat sunyi
Siapkan catatan harian Anda dan alat perekam suara
Hari ini Anda memerlukan hari istimewa. Duduklah atau berbaring dengan perasaan nyaman. Santai dan bernafaslah dalam-dalam. bila dirasa perlu, Tetaplah berpikir.

Pejamkan mata. Lihatlah layar dalam pikiran Anda..Ikutilah keheningan dari irama pikiran sampai Anda masuk ke dalam suatu ruang penampakan. Rekamlah segala sesuatu yang muncul dalam ruang penampakan yang sangat mungkin menampilkan perwujudan mahluk-mahluk dari alam gaib. Mungkin mahluk-mahluk gaib tersebut ingin berbicara pada Anda sebelum Anda melanjutkan pada sesi pelajaran-pelajaran berikut.

Saat kesan-kesan pengalaman tersebut mencapai akhir, saatnya Anda melanjutkan langkah berikutnya. Hari ini Anda perlu menanyakan tentang suatu kesan penglihatan yang menurut Anda pikir atau Anda rasakan nerupakan pemicu terjadinya penglihatan tersebut.

Harap Anda ingat, apa yang sedang Anda baca pada sesi pelajaran hari ini, sesungguhnya Anda tengah mengaktifkan DNA Anda. Dan Anda siap menerima suatu Kebijaksanaan masa silam yang pada waktunya kelak akan menjadi milik Anda pribadi.. Yakni bila memang dikehendaki Anda akan memperoleh Ruang Rekaman Akasha,

Pada saat hari ini Anda melihat layar penampakan, Anda akan mengaktifkan kunci-kunci Anda untuk mengunci sebuah warisan kenangan pengalaman yang sudah turun-temurun. Kini secara mental tanyakanlah kunci-kunci Anda. Santai dan lihatlah apa-apa yang bermunculan di layar ingatan Anda. Mungkin saja Anda mendengar suara-suara, mungkin juga munculnya nada-nada tertentu. Jangan buka mata Anda. Hingga kesan-kesan itu berhenti dengan sendirinya. Rekamlah pesan-pesannya dalam rekaman suara.pada saat kesan-kesan itu muncul kepermukaan layar penampakan.
Kelak Anda harus mencatatnya kembali dalam catatan harian

Hari ke-7 : Bertanya 2 soal spiritual yang bersifat Univesal dan Pribadi.

Persiapkan segala sesuatu sebagaimana biasa.
Duduk atau berbaringlah dengan perasaan nyaman.
Santai dan bernafaslah dalam-dalam dan pelahan-lahan bila memang anda merasa perlu.
Tetaplah berpikir. Pejamkan mata. Pusatkan perhatian pada layar pikir Anda. Mungkin kesan-kesan yang muncul mulai segera mengalir dan semakin jelas. Ikuti saja perkembangan arusnya untuk memperoleh penampakan selanjutnya. Rekam semua yang Anda lihat sebagai mahluk-mahluk alam gaib yang mungkin ingin berbicara pada Anda, sebelum Anda melanjutkan pelajaran hari ini. Begitu kesan-kesan berakhir terhenti, Anda pun harus telah siap. Kita akan menanyakan 2 pertanyaan spiritual hari ini. Satu yang berhubungan dengan universal, satunya lagi hal yang pribadi, dan tunggulah dengan sabar dan diam. Bila minggu lalu Anda belum memperoleh jawaban “ya” dan “tidak” atau lupa, sebaiknya pertama-tama yang Anda harus lakukanadalah menanyakan hal tersebut.

Pertanyaan 1, pertanyaan yang bersifat alam jagad raya: “Apakah yang hendak kau perlihatkan padaku tentang alam jagad raya ini?” Santai dan tunggulah penjelasan-penjelasan yang akan menerangkan hal-hal tersebut. Rekamlah.

Pertanyaan kedua:Apakah saya menggenggam suatu frekwensi tertentu planet bumi ini?” Pertanyaan ini membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”. Hal ini mungkin diikuti suatu frekwensi warna, pola=pola dasar suatu bentuk tertentu atau apa saja yang diharapkan oleh mahluk-mahluk gaib yang ingin bersamamu saat itu. Ini akan menjadi pemicu Anda. Berbagai kesan akan muncul memperlihatkan wujudnya bagi setiap pertanyaan.

Hari ke-8 : Lanjutan Kewaskitaan dan Persiapan Petualangan ke alam jagad raya

Apa yang akan terjadi dalam penglihatan salam pelajaran hari ini, sesungguhnya telah Anda masuki tanpa Anda sadari pada pelajaran-pelajaran sebelumnya. Kini kita lanjutkan.

Ikutilah pengembaraan ingatan Anda..

Pusatkan segenap perhatian pada kesan-kesan yang Anda terima itu dalam rekaman suara untuk selanjutnya Anda tetap menuliskannya dalam catatan harian.

Ikuti saja petualangan tersebut masuk ke sistem Bima Sakti atau mungkin juga
pengembaraan lain dengan menjelajahi galaksi-galaksi lain.

Nikmatilah penampakan tersebut.

Anda mungkin melihat banyak bentuk perwujudan, atau hanya suatu kesan tertentu seperti misalnya bulan, Mars dst.

Pusatjanlan suatu kesan seluruh alam jagad raya yang tak terbatas, dan lihatlah bentuknya, warnanya, baunya, mungkin ada bunyi, mungkin juga ada rasa, ada yang tercium.

Anda sekarang sudah memulai berkelana jauh. ………….
(by. i-comers.com/showthread.php?t=6507)

CARA JIN MASUK KE TUBUH MANUSIA

Jin masuk ketubuh melalui banyak cara:

1. lewat kiriman orang lain
Biasanya ini terjadi akibat pelet, santet, gendam, permintaan orang untuk mengobati kita tanpa kita tahu padahal itu membahayakan kita, air minum dan benda yg telah diisi jin oleh paranormal, dukun.

2. lewat ilmu yang kita pelajari
Ini terjadi akibat kita merapal doa atau mantra yg telah diisi jin oleh master atau gurunya

3. lewat orang tua/ leluhur
Leluhur atau orang tua kita pernah mempelajari ilmu jin atau pernah memiliki benda pusaka, ilmu tersebut maupun kekuatan benda tersebut menurun pada anak dan cucu

4. lingkungan yang kotor.
Lingkungan yang kotor sangat mungkin membuat seseorang tertempel jin

5. Diri yang lemah
JIka kita stress dan lemah aura kita biasanya lemah juga, kondisi demikian mengundang jin atau roh jahat untuk masuk dan mengambil kendali pikiran

6. Aura yang sesuai
Aura yang sesuai juga mengundang entitas yang sama untuk masuk seperti contohnya:
pezinah, pemabuk, penjudi, psikopat, dll. by. qrakbali.multiply.com

>CARA JIN MASUK KE TUBUH MANUSIA

>

Jin masuk ketubuh melalui banyak cara:

1. lewat kiriman orang lain
Biasanya ini terjadi akibat pelet, santet, gendam, permintaan orang untuk mengobati kita tanpa kita tahu padahal itu membahayakan kita, air minum dan benda yg telah diisi jin oleh paranormal, dukun.

2. lewat ilmu yang kita pelajari
Ini terjadi akibat kita merapal doa atau mantra yg telah diisi jin oleh master atau gurunya

3. lewat orang tua/ leluhur
Leluhur atau orang tua kita pernah mempelajari ilmu jin atau pernah memiliki benda pusaka, ilmu tersebut maupun kekuatan benda tersebut menurun pada anak dan cucu

4. lingkungan yang kotor.
Lingkungan yang kotor sangat mungkin membuat seseorang tertempel jin

5. Diri yang lemah
JIka kita stress dan lemah aura kita biasanya lemah juga, kondisi demikian mengundang jin atau roh jahat untuk masuk dan mengambil kendali pikiran

6. Aura yang sesuai
Aura yang sesuai juga mengundang entitas yang sama untuk masuk seperti contohnya:
pezinah, pemabuk, penjudi, psikopat, dll. by. qrakbali.multiply.com