>Energi Dahsyat Sholawat Nabi

>

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.( QS. Al Ahzab 33:56 )

قل إن كان ءاباؤكم وأبناؤكم وإخوانكم وأزواجكم وعشيرتكم وأموال اقترفتموها وتجارة تخشون كسادها ومساكن ترضونها أحب إليكم من الله ورسوله وجهاد في سبيله فتربصوا حتى يأتي الله بأمره.
“Katakanlah: ‘jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”. (Q.S. at-Taubah : 24)

Perintah untuk mencintai Nabi dengan setulus-tulusnya, melebihi segala cinta kita pada apapun, juga disebutkan dalam hadits berikut;

لا يؤمن عبد حتى أكون أحب إليه من أهله وماله والناس أجمعين
“Seorang hamba tidaklah beriman sampai aku lebih dicintainya daripada keluarganya, hartanya, dan seluruh manusia.”

Cinta yang disebutkan dalam hadits tersebut bukanlah cinta yang telah menjadi karakteristik manusia sebagai makhluk pencinta, melainkan cinta yang diusahakan. Contoh dari cinta tabiati (karakteristik) ialah kecintaaan manusia pada dirinya sendiri, siapapun secara naluriah pasti akan mencintai diri sendiri, demikianlah menurut Abu Sulaiman al-Khoththobi. Selanjutnya al-Khoththobi mengatakan, “cintamu kepadaku (Muhammad saw) adalah palsu sampai dirimu sirna, tenggelam dalam ketaatanmu kepadaku, sampai engkau lebih mementingkan keridlaanku daripada kesenangan pribadimu, walaupun untuk itu kau harus mengorbankan nyawamu”.10

Ibnu Baththol dan al-Qodli ‘Iyadh mengatakan, “Cinta dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian.

  1. Cinta mengagungkan seperti rasa cinta anak pada kedua orangtuanya.
  2. Cinta kasih sayang seperti kecintaan pada anak-anak kita.
  3. Cinta karena ada kesesuaian rasa dan karena pesona seperti kecintaan manusia pada umumnya.

Ketiga jenis cinta ini dapat kita asimilasikan dalam kecintaan pada Rasul”.

Selanjutnya Ibnu Baththol mengatakan, “Makna dari hadits di atas ialah seseorang yang memiliki keimanan sempurna maka dia akan tahu bahwa hak Nabi lebih kuat dibandingkan dengan hak orangtua, anak, bahkan seluruh manusia. Sebab dengan lantaran nabi saw kita bisa selamat dari neraka dan mendapatkan secercah petunjuk dari jalan yang sesat”. Kemudian al-Qodli ‘Iyadl mengatakan, “di antara bukti kecintaan kita pada Nabi adalah ketika kita mau memperjuangkan sunnah-sunnah Nabi dan membela syariat beliau”.

Dalam sebuah riwayat Umar ra juga pernah mengungkapkan perasaan cintanya pada Nabi, “Wahai Nabi! Engkau lebih aku cintai dari segalanya, kecuali cintaku pada diriku sendiri”. Nabi kemudian menolak cinta Umar ra, “Tidak wahai Umar! Sampai aku lebih Engkau cintai daripada dirmu sendiri”. Umar ra kemudian mengatakan, “Demi Allah! Sekarang Engkau lebih Aku cintai daripada diriku sendiri”. Nabi lantas bersabda, “Sekarang Engkau baru mencintaiku”. Kecintaan kita pada diri sendiri, apalagi pada orang lain tidak boleh sampai mengalahkan kecintaan Kita pada Allah dan Rasul.

Setiap cinta harus ada pembuktian, cinta yang tidak disertai dengan bukti adalah bohong. Jika mengaku sebagai pecinta Rasul, lalu apa bukti kecintaan kita? Jangan sampai kita memiliki anggapan kosong, mengira mencintai Nabi, tapi sebenarnya itu tipuan setan belaka, karena ekspresi cinta dalam hati pasti akan tampak dalam perilaku. Oleh karenanya kita harus mengenal dan menguji kecintaan kita dengan memperhatikan beberapa indikasi dan bukti, lalu kembali bertanya, benarkan kita telah mencintai Nabi dengan sepenuh hati? Tanda-tanda cinta ini bisa kita ketahui dari ekspresi lahiriyah karena cinta adalah pohon yang baik, akarnya teguh, dan cabangnya menjulang ke langit, kemudian buahnya akan tampak dalam hati, lisan dan anggota tubuh. Oleh karenanya, perasaan cinta pasti dapat terbaca dari perilaku seseorang. Perilaku merupakan indikator, sebagaimana asap yang menunjukkan keberadaan api, ada asap pasti ada api.

Pengakuan cinta seseorang bisa dibenarkan ketika perilakunya selalu sama dengan perilaku sang kekasih, sebab cinta adalah mengikuti segala perilaku sang kekasih.

Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa Sayidina Muhammadin wa ‘alaa aali Sayidina Muhammadin wa ashaabihi wa azwajihi wa dzuriyyatihi wa ahli baitihi ajma’in.
Yaa Mawlana Yaa Sayyidi Madad al-Haqq.
Illahi anta maqshuudi wa ridhooka mathlubi a’thinii mahabbataka wa ma’rifataka

Sudara-saudaraku se iman,
Mungkin sekedar mengingatkan kita kembali bahwa begitu pentingnya ber shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Karena sedemikian pentingnya maka hal ini perlu kita ketahui bersama. Marilah simak riwayat di bawah ini :

Diriwayatkan bahwa Rasulallah saw bersabda,

“Disaat aku tiba di langit di malam Isra’ Miraj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu. Aku bertanya kepada Jibril as, pendampingku, ‘Siapa gerangan malaikat itu, dan apa tugasnya?.’

Jibril berkata, Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi.’

Rasulallah saw bertanya kepada malaikat tadi, ‘Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam as?.’

Malaikat itupun berkata,‘Wahai Rasulallah saw, demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakan Adam as sampai sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung, ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia.’

Mendengar uraian malaikat tadi, Rasuluallah saw sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan. Kemudian malaikat tadi berkata kepada beliau,‘Wahai Rasulallah saw, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keulungan untuk menghitung tetesan air hujan yang yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan.’

Rasulallah saw pun bertanya,‘Apa kekurangan dan kelemahan kamu?.’
Malaikat itupun menjawab,‘Kekurangan dan kelemahanku, wahai Rasulallah, jika umatmu berkumpul di satu tempat, mereka menyebut namamu lalu bershalawat atasmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyaknya pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas shalawat yang mereka ucapkan atas dirimu.’ “

Allahuma shalli a’la sayyidina Muhammadin wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim

Sufyan Ats Tsauri bercerita, ” Aku melihat seorang lelaki, ia tidak mengangkat atau meletakkan kakinya kecuali bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Aku bertanya kepadanya, Hai pemuda, mengapa engkau tinggalkan tasbih dan tahlil dan hanya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW ? “

” Siapa kamu, semoga Allah memberimu kesehatan ? ” tanya sang pemuda.
” Aku adalah Sufyan Ats Tsauri. “
” Kalau kamu bukan orang yang asing di zamanmu, aku tak akan membuka rahasiaku, ucap sang pemuda. ia lalu mulai bercerita,” Suatu hari aku bersama ayahku pergi haji ke baitullah al haram. Dalam perjalanan ayahku sakit dan meninggal dunia. Kulihat muka ayahku berubah hitam. Lalu kututup wajahnya dengan kain. Ketika menunggu mayatnya, aku sangat mengantuk sehingga aku tertidur. Dalam tidurku aku melihat seorang yang sangat tampan. Belum pernah aku melihat pria setampan dia, berpakaian sebersih pakaiannya. dan berbau seharum tubuhnya. Ia berjalan mendekati ayahku, menyingkap kain yang menutupi wajahnya, kemudian mengusapkan tangannya kewajah ayahku. Wajah yang semula hitam segera berubah menjadi putih. Setelah itu ia berbalik hendak pergi. Aku lali memegang bajunya dan bertanya, ” Siapakah kamu sebenarnya, semoga Allah merahmatimu ? ” Kedatanganmu sungguh merupakan karunia Allah bagiku.

Tidakkah kamu mengenal aku. Aku adalah Muhammad bin Abdillah, kepadaku Quran telah diturunkan. Sesungguhnya ayahmu menyia – nyiakan dirinya. Namun, ia banyak bersholawat kepadaku. Ketika mengalami apa yang sedang ia alami, ia meminta tolong kepadaku, sedangkan aku adalah penolong bagi orang – orang yang banyak bersholawat kepadaku.

Ketika bangun dari tidur, kulihat wajah ayahku telah berubah putih. Barang siapa ingin dekat dengan Al Musthafa dan bercakap – cakap dengannya hendaknya ia menyempurnakan asasnya, yaitu selalu mengikuti Rasulullah SAW dalam perbuatan, ucapan dan segala hal. Para salaf kita tidak pernah meninggalkan sunnah dalam setiap langkah mereka.

Setiap orang yang ingin dekat dengan Nabi Muhammad SAW hendaknya melaksanakan perintah beliau walaupun hukumnya sunah, dan menjauhi segala larangan beliau walaupun hukumnya makruh. Karena semua amal umatnya akan ditunjukkan kepada beliau. Jika umatnya beramal saleh, beliau akan merasa senang, mencintai, dan menyebut – nyebut namanya sehingga Allah melimpahkan rahmatNya.

Sholawat Kepada Nabi Muhammad Saw menjanjikan pahala yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : ” Barang siapa bersholawat kepadaku sekali, Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali. ” ( HR Muslim, Turmudzi, Abu Dawud,Nasai dan Ahmad )

Barang siapa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sewaktu duduk, ia akan di ampuni sebelum berdiri. Dan barang siapa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sewaktu tidur, ia akan di ampuni sebelum bangun.

Diriwayatkan bahwa Sayidina Abu Bakar Ash Shiddiq meminta ibunya untuk memeluk agama islam, namun ia menolak, kemudian Sayidina Abu Bakar pergi kerumah Rasulullah SAw mengabarkan hal ini. Ketika hendak pulang, ia memohon doa Rasulullah SAW agar ibunya masuk islam. Rasulullah SAW mengabulkan permintaannya. Sesampainya di rumah, Sayidina Abu Bakar melihat ibunya sedang tidur sambil bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah bangun dari tidurnya ia segera masuk islam.

Kejadian ini semua adalah berkat sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat merupakan guru bagi mereka yang tak memiliki guru, karenanya sholawat tidak butuh guru maupun hudhur tetapi akan lebih sempurna jika diucapkan dengan hati yang hudhur. Riya’ tidak dapat menghapuskan pahala sholawat.

Keutamaan sholawat sering kali disampaikan oleh Nabi dalam sabda-sabda beliau, diantaranya:

أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم علي صلاة
“Orang yang paling utama dalam pandanganku kelak pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling banyak membaca sholawat padaku.”
من صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا وكتب له بها عشر حسنات
“Barangsiapa membaca sholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan memberinya sepuluh sholawat dan sebab sholawat itu, Allah akan menuliskan sepuluh kebaikan”.
من صلى علي صلاة واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحط عنه بها عشر سيئات ورفعه بها عشر درجات
“Barangsiapa membaca sholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan memberinya sepuluh sholawat, menghapus sepuluh kejelekan dan meninggikan sepuluh derajat”.
من صلى علي صلاة واحدة صلى الله عليه عشرا, ومن صلى علي عشرا صلى الله صلى الله عليه مائة, ومن صلى علي مائة كتب الله بين عينيه براءة من النفاق وبراءة من النار وأسكنه يوم القيامة مع الشهداء.
“Barangsiapa membaca sholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan memberinya sepuluh sholawat. Barangsiapa membaca sholawat kepadaku sepuluh kali,maka Allah akan memberinya seratus sholawat. Barangsiapa membaca sholawat kepadaku seratus kali maka Allah akan (memerintahkan untuk) menuliskan di antara kedua mata orang tersebut tulisan: ‘terbebas dari munafik dan terbebas dari neraka’. Dan kelak pada hari kiamat, Allah akan menempatkan orang tersebut bersama para syuhada”.
إن الدعاء موقوف بين السماء والأرض لا يصعد منه شيء حتى تصلي على نبيك صلى الله عليه وسلم
“Sesungguhnya doa tertahan antara langit dan bumi. Doa tersebut tidak bisa naik sampai engkau membacakan sholawat atas Nabimu Sholaallahu ‘alaihi wa sallam”.
رغم أنف رجل ذكرت عنده فلم يصلل علي
“Terkudunglah hidung seseorang yang namaku disebut di sisinya dia tidak membaca sholawat kepadaku”.
لاتجعلوا قبري عيدا وصلوا علي فإن صلاتكم تبلغني حيث كنتم
“Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan. Bacalah sholawat kepadaku, sesungguhnya sholawat kalian akan sampai kepadaku, di manapun kalian berada”.
البخيل من ذكرت عنده, فلم يصل علي
“Orang yang bakhil adalah orang yang namaku disebut di sisinya, kemudian dia tidak membaca sholawat kepadaku”.

لا تمسهما النار : عين بكت من خشية الله, وعين باتت تحرس فى سبيل الله

“Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka; mata yang menangis karena takut pada Allah dan mata yang sepanjang malam berjaga untuk menegakkan agama Allah”.

ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون

“Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Yunus : 62)

وقالوا الحمد لله الذي أذهب عن الحزن

“Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang Telah menghilangkan duka cita dari kami.” (QS. Fatir : 34)

Nb. Inti dari Energi Sholawat Nabi adalah adanya sebuah harmoni melodi yang indah, selaras, dan serasi antara 3 Jenis Frekwensi Gelombang energi. Yaitu Energi Ilahi, Energi Malaikat, & Energi Manusia. Ketiga energi ini tersinkronisasi dengan baik di dalan frekwensi getaran energi sholawat (Nur Muhammad).

قل ان كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم
Katakanlah : ‘Jika Kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. (QS. Al-Imron : 31)

Puasa NAQS & Pengembangan Diri

Hakikat Puasa di dalam KCQ NAQS methode adalah sebagai wahana untuk melatih dan meningkatkan Power Pengendalian Diri (The Power of Control) serta sebagai wahana untuk memurnikan energi. Puasa di dalam KCQ NAQS bukanlah berdasar atas tuntunan agama, oleh karena itu janganlah dikaitkan dengan hukum agama. Puasa di sini hanyalah sekedar methode pelatihan pengembangan diri untuk menggembleng lahir bathin manusia.

Avatar adalah seorang pengendali 5 elemen dunia (air, api, udara, tanah, & logam). Semua methode pengembangan Sukses di dunia ini, selalu memulai pelajarannya dari pengembangan diri terlebih dahulu. Karena dengan Belajar mengendalikan kekuatan yang ada di dalam diri, maka kita akan dapat mengendalikan kekuatan-kekuatan yang ada di dunia.  Kita adalah khalifatullah fil ardli, dan hal itu bukanlah pemberian / karunia cuma-cuma. Harus dibeli dengan laku. Uang tidak berlaku di sini.

Khalifatullah artinya Insan Ilahiah yang mampu merepresentasikan sifat-sifat Allah di dalam dirinya  dan mampu untuk mengaktualisasikannya dalam kehidupan sebagai rohmatan lil alamin. Ikhlas adalah kondisi hati nurani yang bersih dari selain Allah. Artinya seluruh sumber energinya dan seluruh jalur energinya dipenuhi oleh energi Allah semata.

Uang dan harta tidak berlaku dalam pengembangan diri berbasis spiritualisme dan agama. Hakikat zakat, infak, & sedekah adalah mengajarkan manusia agar tidak terlekat dengan harta benda duniawi dan terbebas dari racun dunia.

Saat ini banyak orang menawarkan berbagai paket ilmu batin, ilmu kesaktian, ilmu ghaib, pelatihan energi metafisika dan reiki yang bersifat instan dengan imbalan sejumlah uang. Bahkan dalam perkembangannya sudah menjadi trend bisnis yang cukup menggiurkan. Tidak kalah dengan trend Multi Level Marketing yang saat ini juga menjamur di dunia. Ketahuilah, itu hanyalah ilmu kulit. Sama sekali tidak menyentuh esensi hakikat kehidupan atau hakikat dari ilmu ghaib dan spiritualisme, spektrum energi yang dapat di akses bersifat terbatas. Perubahan dan peningkatan diri yang diperoleh juga hanyalah sampai pada aspek mental saja, tidak mampu menembus stratum yang jauh lebih ke dalam lagi. Atau kalau tidak demikian, mereka menggunakan jalan pintas yaitu menggunakan Power dari Jin, yang dalam hal ini sebenarnya berdampak sangat merugikan bagi perkembangan energi pribadi serta spiritualitas dari orang tersebut. Demikianlah bila uang dan motif ekonomi yang berbicara, maka kehidupan abadi di akherat sudah tidak dihiraukan lagi.

Ada 5 macam puasa dlm pelatihan NAQS :

  1. Puasa Siang Hari, seperti puasa romadlon. Ini di ajarkan dalam ilmu pembuka.
  2. Puasa Tidur, melekan semalam. Ini diajarkan dalam ilmu pembuka.
  3. Puasa Nafas, ini diajarkan dalam latihan pernafasan bioenergi N…AQS ALAM.
  4. Puasa bilaruh, tidak memakan daging atau makanan dan minuman yang berasal dari hewan atau makhluk yang bernyawa. Ini untuk level master tingkat 2 ke atas.
  5. Puasa Burung, hanya makan buah dan sayur. Tanpa bumbu & garam. Ini utk level master tingkat 3 ke atas.

Inti dari dari pelatihan puasa di atas adalah untuk meningkatkan derajat spiritualitas manusia. Dari manusia yg berkesadaran jasmani hewaniyah menuju kesadaran spiritual insan Ilahiyah dalam menggapai derajat kesempurnaan jiwa atau insan kamil.

MANFAAT PUASA

Pengamat kesehatan Medan, dr Faisal Habib mengatakan, berpuasa dapat meremajakan sel-sel tubuh dan bagi orang yang melaksanakannya. “Pentingnya puasa bagi tubuh yakni dapat membantu badan dan mengatur metabolisme dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh,” katanya di Medan, Rabu.

Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin atau racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ia menambahkan, puasa juga dapat mengontrol dan mengurangi kadar kolesterol serta menurunkan kerja jantung untuk pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.

Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Dia menganjurkan untuk berpuasa bagi orang yang terkena penyakit, karena berpuasa dapat membantu untuk mengobati.

Ustad Zulfahmi Ibnu, dosen fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, ketika memberikan keterangan secara terpisah mengatakan, dengan puasa dapat membuat tubuh sehat secara jasmani dan rohani. “Dalam Islam, puasa bulan Ramadhan maupun puasa sunah di luar Ramadhan membuat kita bisa menjadi lebih takwa dan lebih sabar dalam melatih keimanan,” katanya.

PUASA NAFAS : Meningkatkan Kinerja Sel & Metabolisme

Dengan penahanan nafas sambil bergerak menyebabkan keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) pada paru, berlanjut ke darah dan berakhir pada seluruh sel jaringan tubuh, terutama pada sel-sel otot yang aktif. Dengan demikian akan melatih dan merangsang seluruh sel tubuh melalui mekanisme hipoksia agar tetap tegar dalam menghadapi kemiskinan akan oksigen, tidak hanya sel-sel ototnya saja. Sel adalah satuan terkecil dari tubuh manusia. Secara biologis, kehidupan manusia tergantung pada kehidupan sel, dan kesehatan manusia juga tergantung pada kesehatan sel-selnya. Dengan tetap dapat bertahan tegar dalam kemiskinan oksigen, maka tentu saja fungsi sel-sel akan menjadi semakin baik dalam keadaan oksigen normal.

Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan sampai 10 hari asalkan masih dapat minum, sedangkan puasa yang biasa dilakukan berkisar 14-18 jam. Demikian pula sel-sel tubuh manusia dapat bertahan tanpa oksigen sekitar 5-8 menit. Dalam latihan Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim, sel-sel itu dipuasakan dari oksigen selama melakukan jurus yaitu 30-45 detik. Dengan demikian dari sudut Ilmu Faal dapat dikemukakan bahwa manipulasi oksigen yakni membuat sel-sel tubuh kekurangan akan oksigen adalah cara yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuh meningkatkan dirinya.

Normalnya fungsi sel-sel tubuh dan ketegaran serta ketahanannya dalam menghadapi berbagai keadaan yang kurang menguntungkan merupakan wujud dari derajat kesehatan dan kemampuan fungsionalnya yang lebih tinggi dari tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian maka ditinjau dari sudut Fisiologi, senam pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim menghasilkan ketegaran, ketangguhan dan vitalitas sel-sel tubuh yang diperoleh melalui latihan hipoksia anaerobik. Latihan dengan mekanisme hipoksia anaerobik membuat sel-sel tubuh memjadi pandai dan efisien menggunakan oksigen, yang berarti meningkatnya kemampuan fungsional dan kesehatan sel, serta merupakan cara yang sangat fisiologis pula dalam merangsang sel-sel tubuh untuk melakukan penyembuhan bagi dirinya. Pada olah raga kesehatan umumnya adalah latihan untuk membuat sel-sel tubuh mudah dan banyak dapat memperoleh oksigen. Bila kedua latihan tersebut digabungkan, maka manfaatnya bagi kesehatan dan kemampuan fungsional jelas sangat besar. Yang satu pandai mencari oksigen, yang satu lagi pintar dan efisien menggunakan oksigen.

PENGENDALIAN ,  KESUKSESAN, & KESADARAN DIRI.

Dalam serial animasi televisi berjudul Avatar: The Legend of Aang, Pengendalian unsur merupakan suatu bentuk ilmu magic fiktif, dimana orang tertentu mampu mengendalikan dan memanipulasi suatu unsur. Dalam cerita, empat unsur yang mampu dikendalikan adalah air, tanah, api, dan udara. Setiap elemen dihubungkan dengan jenis pengendalian tertentu: Pengendalian air, Pengendalian tanah, Pengendalian api, dan Pengendalian udara. Selain itu, setiap jurus pengendalian berdasarkan pada jenis ilmu bela diri yang berbeda-beda, dan setiap jenis pengendalian memiliki budayanya sendiri.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa usaha pengendalian diri dapat memperkuat kekuatan diri. “ Dalam satu sisi, ia bagaikan otot, yang semakin dilatih maka akan semakin kuat,” ujar Dr. Segerstrom. Kekuatan diri mempunyai nilai yang hampir sama dengan kekuatan otot dan sebagian orang memiliki kekuatan diri yang lebih besar dibandingkan yang lain. Dan walaupun kita dilahirkan dengan kemampuan pengendalian diri alami, kita mungkin dapat melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kekuatan diri, demikian yang dikatakan oleh Dr. Suzanne C. Segerstrom.

Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Yaa, Anda memang bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan Anda sendiri. Anda bertanggung jawab 100% pada diri Anda! Semakin Anda merasa mengendalikan setiap bagian hidup Anda, maka Anda menjadi semakin positif dan optimis. Semakin Anda menjadi positif dan optimis, maka Anda semakin mengaktifkan semua hukum dan prinsip mental dalam hidup Anda (yaitu apa yang Anda pikirkan dengan segenap perasaan emosi dan keyakinan penuh, pasti akan menjadi nyata), dan semakin banyak keberuntungan hidup yang akan Anda alami.

Prinsip Pengendalian adalah faktor penentu keberuntungan yang vital bagi kehidupan Anda. Prinsip ini berdasarkan penelitian psikologi bertahun-tahun, yang mengatakan bahwa Anda merasa positif tentang diri Anda sampai pada tingkatan dimana Anda merasa mengendalikan kehidupan Anda sendiri; Anda merasa negatif tentang diri sendiri sampai pada tingkatan dimana Anda merasa tidak mengendalikan atau Anda dikendalikan oleh kekuatan eksternal atau orang lain.

Semakin Anda merasa bahwa Anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri Anda, maka semakin besar kekuatan pribadi yang Anda rasakan, dan Anda menjadi semakin bahagia, semakin positif, energik, dan penuh dengan sasaran tujuan hidup Anda. Anda menjadi tuan rumah atas takdir Anda sendiri.

Namun jika Anda merasa bahwa hidup Anda dikendalikan oleh faktor eksternal seperti Bos Anda, hutang-piutang, kesehatan, persahabatan, pendidikan dan semacamnya, maka Anda akan merasa lepas kendali, merasa cemas, marah, dan faktor negatif lainnya. Pada gilrannya, Anda akan menyerang dan menyalahkan orang lain untuk masalah Anda. Anda bisa menyalahkan orang-orang sukses dan iri dengan siapa pun yang lebih baik dari Anda.

Oleh karena itu, ingatlah selalu bahwa Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Mulailah dari yang paling mendasar, yaitu meningkatkan kualitas Qalbu (Heartwave) dan Pola Fikir (Mind Set/Brainwave) anda. Mulailah dari dalam dan semakin bergerak keluar.

Sebenarnya kita akan kelihatan tolol bila terus menerus berusaha untuk menaklukkan dunia. Sebaliknya, kita akan terlihat lebih bijaksana apabila kita mampu meningkatkan kemampuan pengendalian diri atau penguasaan diri.

Dalam Hal ini ada dua buah cerita yang bisa saya sharingkan kepada anda semua tentang pentingnya kemampuan Pengendalian Diri ini.

Pertama, Anda tahu dengan Jenghis Khan? Ya, tentu Anda sudah tidak asing dengan sang panglima besar Mongolia pada jaman perang dahulu kala yang tersohor karena kemampuan perangnya.

Bayangkan, seorang panglima perang yang mampu mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun pada kenyataannya ia dikalahkan oleh musuh terbesar yang tidak terlihat kasat mata yaitu dirinya sendiri.

Ya…Sang panglima ini harus dikalahkan oleh dirinya sendiri karena telah membunuh sang rajawali setianya hanya karena sang rajawali menyambar pundi air minum secara tiba-tiba saat sang panglima sedang ingin minum dari air sungai yang diambil menggunakan pundi air minum tersebut. Karena hal ini dilakukan berulangkali oleh sang rajawali, akhirnya sang panglima pun tidak mampu mengendalikan kemarahannya lalu dibunuhnya sang rajawali setianya itu dengan sebilah pedang. Matilah sang rajawali itu dihadapannya.

Namun apa yang terjadi kemudian? Sesaat setelah membunuh sang rajawalinya, sang panglima pun berjalan menyusuri sungai hingga akhirnya sampai di mata air sungai tersebut. Betapa terkejutnya saat ingin mengambil air minum di mata air tersebut ternyata ada bangkai manusia yang telah membusuk. Akhirnya dia menjadi sadar bahwa rajawalinya tadi berusaha memberitahukan bahwa air sungai yang akan diminumnya telah tercemar oleh bangkai manusia.

Kedua, ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika.
Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tersebut tenang kembali, dia baru sadar telah melukai anaknya sendiri dan dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?” Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.

Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Pengendalian diri atau Penguasaan diri ( Self Regulation ) merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi ( Emotional Quotient ). Aspek ini penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada di luar dirinya, namun justru berada di dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, kemana pun seseorang pergi, maka orang tersebut selalu diikuti oleh “Musuh” nya.

Sekalipun terkadang banyak orang berdalih bahwa lingkungannyalah yang membuat tidak bisa berkembang atau lingkungannya pula yang membuat dia stress, namun jika dicermati lebih lanjut, kemungkinan besar aspek penguasaan diri inilah yang belum berkembang secara optimal. Itulah sebabnya, Jack Paar pernah bertutur bijak tentang dirinya sendiri, “Kalau menoleh ke belakang, kehidupan saya rupanya seperti jalan panjang penuh rintangan, dengan diri saya sebagai rintangan utamanya”.

Pengendalian diri atau penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota”. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini.

Saya yakin, tidak ada kesuksesan yang didapat tanpa usaha, kerja keras, dan disiplin diri yang tinggi. Dan tidak ada kesuksesan yang bertahan lama tanpa dedikasi, profesionalisme dan integritas yang tinggi. Tapi percaya atau tidak percaya, penentu akhir dari semua kesuksesan ataupun setiap keputusan yang akan menghasilkan kesuksesan tersebut, bukanlah semua hal di atas. Penentu akhir dari kesuksesan adalah kemampuan untuk mengendalikan diri. Terdengar sederhana, terkesan mudah, tapi coba lakukan dengan refleks penuh, maka saya yakin kita semua sependapat, mengendalikan diri adalah hal tersulit.

Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, dan banyak lagi lainnya.

Mengendalikan diri juga termasuk tidak memikirkan keuntungan diri sendiri, tidak membeli sesuatu hanya karena kesenangan dan keinginan semata, tidak mengeluh dan marah – marah tak jelas saat segalanya berjalan buruk, tidak takut salah dan kalah, tidak mengundur – undur segala hal yang harus diselesaikan sekarang, tidak terlambat saat janji, tidak moody, dan lainnya.

Belum disebut semua saja, saya sudah menahan nafas karena rasanya di kepala saya terdengar suara..”itu semua kekurangan yg disebutin…., gue banget…” 🙂

Mengendalikan diri saya katakan sebagai hal tersulit, karena lawan yang dihadapi adalah diri sendiri. Apakah kita akan mampu mengalahkan semua ego dan sifat buruk yang mendegradasi kemampuan kita, atau justru terbawa arus yang akhirnya akan menghancurkan semua sikap positif yang telah di bangun bertahun – tahun.

Sebagaimana kita ketahui, memandang gajah di seberang sangatlah mudah, tapi memandang semut di pelupuk mata sangatlah sulit. Maka begitu juga yang terjadi, saat memandang dan mencari kesalahan orang lain adalah mudah, tapi melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri adalah sulit. Tanpa pengenalan kemampuan serta kekurangan diri yang benar, saya yakin kita tidak akan bisa mengendalikan diri sendiri.

Biasanya pengendalian diri yang tersulit justru saat posisi kita sedang nyaman. Segalanya ada di tangan, dan semuanya hampir tercapai. Ibaratnya tinggal satu sentuhan terakhir. Mengapa? Karena cenderungnya saat segalanya berada dalam kendali kita, maka kita merasa berkuasa dan merasa semua yang kita putuskan akan menjadi benar. Dan ibaratnya sedang bermain Uno Sticko (betul tidak ya tulisannya?), satu langkah salah, maka semua susunan akan rubuh tak bersisa.

Tanpa pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada keputusan akhir yang bijaksana, taktis, dan sukses. Mungkin untuk lebih pastinya, tanpa membiasakan diri dengan pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada refleks untuk membuat keputusan dan bertindak penuh kebijaksanaan, taktis, dan sukses.

Mengapa saya menggunakan kata ‘membiasakan diri’ sebelum ‘pengendalian diri’?
Karena sangat perlu untuk membiasakan diri untuk menciptakan refleks tersebut pada saat – saat yang menentukan. Sebagaimana kita ketahui, 90% saat yang menentukan, datang tiba – tiba dan tanpa aba – aba. Hanya satu kali, dan setelah itu berlalu, maka lewat dan selesailah sudah. Kita sukses atau gagal.

Kita semua juga tahu, tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Maka jauh lebih penting untuk mempersiapkan apa yang belum dan akan terjadi. Itulah di mana fungsi membiasakan untuk menciptakan refleks itu diperlukan.

Pengendalian diri tanpa membiasakan diri adalah sama seperti orang sakit flu yang pantang makan ice cream. Begitu sakitnya hilang, ia lupa, dan makan ice cream lagi banyak – banyak. Kesalahan yang sama memiliki tingkat persentase yang lebih tinggi untuk terulang kembali. Begitu juga dengan ketidaksuksesan dan kegagalan.

Sedangkan orang yang terbiasa mengendalikan diri adalah orang yang mengetahui takaran secara refleks kapan, di mana, dan seberapa banyak ice cream yang bolek ia nikmati. (Ia nikmati, bukan ia makan)Kesalahan dan ketidaksuksesan memiliki persentase yang sangat kecil hingga tidak mungkin, untuk bisa terulang lagi.

Dan satu yang pasti, percaya atau tidak percaya, dengan membiasakan untuk mengendalikan diri, maka kita telah mengerjakan separuh dari usaha, kerja keras, disiplin diri, dedikasi, profesionalisme, dan integritas diri yang diperlukan untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Tentu saja kesuksesan yang saya maksud adalah sukses dalam segala bidang termasuk usaha dan pekerjaan, hubungan antar manusia, dan yang paling berarti, yaitu: hidup.

“Orang yang tahu takkan lebih baik dari orang yang mengerti.
Orang yang mengerti takkan lebih baik dari orang menghayati.
Orang yang menghayati takkan lebih baik dari orang yang terbiasa.
Bisa karena terbiasa.
Dan terbiasa karena bisa.”

“Dengan terbiasa untuk mengendalikan diri, kamu ibarat seseorang yang terbiasa mengendarai kendaraan. Hanya perlu memikirkan hendak pergi ke mana, bukan sibuk memikirkan bagaimana cara mengendarai kendaraan yang kamu naiki.”

>Puasa NAQS & Pengembangan Diri

>

Hakikat Puasa di dalam KCQ NAQS methode adalah sebagai wahana untuk melatih dan meningkatkan Power Pengendalian Diri (The Power of Control) serta sebagai wahana untuk memurnikan energi. Puasa di dalam KCQ NAQS bukanlah berdasar atas tuntunan agama, oleh karena itu janganlah dikaitkan dengan hukum agama. Puasa di sini hanyalah sekedar methode pelatihan pengembangan diri untuk menggembleng lahir bathin manusia.

Avatar adalah seorang pengendali 5 elemen dunia (air, api, udara, tanah, & logam). Semua methode pengembangan Sukses di dunia ini, selalu memulai pelajarannya dari pengembangan diri terlebih dahulu. Karena dengan Belajar mengendalikan kekuatan yang ada di dalam diri, maka kita akan dapat mengendalikan kekuatan-kekuatan yang ada di dunia.  Kita adalah khalifatullah fil ardli, dan hal itu bukanlah pemberian / karunia cuma-cuma. Harus dibeli dengan laku. Uang tidak berlaku di sini.

Khalifatullah artinya Insan Ilahiah yang mampu merepresentasikan sifat-sifat Allah di dalam dirinya  dan mampu untuk mengaktualisasikannya dalam kehidupan sebagai rohmatan lil alamin. Ikhlas adalah kondisi hati nurani yang bersih dari selain Allah. Artinya seluruh sumber energinya dan seluruh jalur energinya dipenuhi oleh energi Allah semata.

Uang dan harta tidak berlaku dalam pengembangan diri berbasis spiritualisme dan agama. Hakikat zakat, infak, & sedekah adalah mengajarkan manusia agar tidak terlekat dengan harta benda duniawi dan terbebas dari racun dunia.

Saat ini banyak orang menawarkan berbagai paket ilmu batin, ilmu kesaktian, ilmu ghaib, pelatihan energi metafisika dan reiki yang bersifat instan dengan imbalan sejumlah uang. Bahkan dalam perkembangannya sudah menjadi trend bisnis yang cukup menggiurkan. Tidak kalah dengan trend Multi Level Marketing yang saat ini juga menjamur di dunia. Ketahuilah, itu hanyalah ilmu kulit. Sama sekali tidak menyentuh esensi hakikat kehidupan atau hakikat dari ilmu ghaib dan spiritualisme, spektrum energi yang dapat di akses bersifat terbatas. Perubahan dan peningkatan diri yang diperoleh juga hanyalah sampai pada aspek mental saja, tidak mampu menembus stratum yang jauh lebih ke dalam lagi. Atau kalau tidak demikian, mereka menggunakan jalan pintas yaitu menggunakan Power dari Jin, yang dalam hal ini sebenarnya berdampak sangat merugikan bagi perkembangan energi pribadi serta spiritualitas dari orang tersebut. Demikianlah bila uang dan motif ekonomi yang berbicara, maka kehidupan abadi di akherat sudah tidak dihiraukan lagi.

Ada 5 macam puasa dlm pelatihan NAQS :

  1. Puasa Siang Hari, seperti puasa romadlon. Ini di ajarkan dalam ilmu pembuka.
  2. Puasa Tidur, melekan semalam. Ini diajarkan dalam ilmu pembuka.
  3. Puasa Nafas, ini diajarkan dalam latihan pernafasan bioenergi N…AQS ALAM.
  4. Puasa bilaruh, tidak memakan daging atau makanan dan minuman yang berasal dari hewan atau makhluk yang bernyawa. Ini untuk level master tingkat 2 ke atas.
  5. Puasa Burung, hanya makan buah dan sayur. Tanpa bumbu & garam. Ini utk level master tingkat 3 ke atas.

Inti dari dari pelatihan puasa di atas adalah untuk meningkatkan derajat spiritualitas manusia. Dari manusia yg berkesadaran jasmani hewaniyah menuju kesadaran spiritual insan Ilahiyah dalam menggapai derajat kesempurnaan jiwa atau insan kamil.

MANFAAT PUASA

Pengamat kesehatan Medan, dr Faisal Habib mengatakan, berpuasa dapat meremajakan sel-sel tubuh dan bagi orang yang melaksanakannya. “Pentingnya puasa bagi tubuh yakni dapat membantu badan dan mengatur metabolisme dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh,” katanya di Medan, Rabu.

Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin atau racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ia menambahkan, puasa juga dapat mengontrol dan mengurangi kadar kolesterol serta menurunkan kerja jantung untuk pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.

Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Dia menganjurkan untuk berpuasa bagi orang yang terkena penyakit, karena berpuasa dapat membantu untuk mengobati.

Ustad Zulfahmi Ibnu, dosen fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, ketika memberikan keterangan secara terpisah mengatakan, dengan puasa dapat membuat tubuh sehat secara jasmani dan rohani. “Dalam Islam, puasa bulan Ramadhan maupun puasa sunah di luar Ramadhan membuat kita bisa menjadi lebih takwa dan lebih sabar dalam melatih keimanan,” katanya.

PUASA NAFAS : Meningkatkan Kinerja Sel & Metabolisme

Dengan penahanan nafas sambil bergerak menyebabkan keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) pada paru, berlanjut ke darah dan berakhir pada seluruh sel jaringan tubuh, terutama pada sel-sel otot yang aktif. Dengan demikian akan melatih dan merangsang seluruh sel tubuh melalui mekanisme hipoksia agar tetap tegar dalam menghadapi kemiskinan akan oksigen, tidak hanya sel-sel ototnya saja. Sel adalah satuan terkecil dari tubuh manusia. Secara biologis, kehidupan manusia tergantung pada kehidupan sel, dan kesehatan manusia juga tergantung pada kesehatan sel-selnya. Dengan tetap dapat bertahan tegar dalam kemiskinan oksigen, maka tentu saja fungsi sel-sel akan menjadi semakin baik dalam keadaan oksigen normal.

Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan sampai 10 hari asalkan masih dapat minum, sedangkan puasa yang biasa dilakukan berkisar 14-18 jam. Demikian pula sel-sel tubuh manusia dapat bertahan tanpa oksigen sekitar 5-8 menit. Dalam latihan Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim, sel-sel itu dipuasakan dari oksigen selama melakukan jurus yaitu 30-45 detik. Dengan demikian dari sudut Ilmu Faal dapat dikemukakan bahwa manipulasi oksigen yakni membuat sel-sel tubuh kekurangan akan oksigen adalah cara yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuh meningkatkan dirinya.

Normalnya fungsi sel-sel tubuh dan ketegaran serta ketahanannya dalam menghadapi berbagai keadaan yang kurang menguntungkan merupakan wujud dari derajat kesehatan dan kemampuan fungsionalnya yang lebih tinggi dari tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian maka ditinjau dari sudut Fisiologi, senam pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim menghasilkan ketegaran, ketangguhan dan vitalitas sel-sel tubuh yang diperoleh melalui latihan hipoksia anaerobik. Latihan dengan mekanisme hipoksia anaerobik membuat sel-sel tubuh memjadi pandai dan efisien menggunakan oksigen, yang berarti meningkatnya kemampuan fungsional dan kesehatan sel, serta merupakan cara yang sangat fisiologis pula dalam merangsang sel-sel tubuh untuk melakukan penyembuhan bagi dirinya. Pada olah raga kesehatan umumnya adalah latihan untuk membuat sel-sel tubuh mudah dan banyak dapat memperoleh oksigen. Bila kedua latihan tersebut digabungkan, maka manfaatnya bagi kesehatan dan kemampuan fungsional jelas sangat besar. Yang satu pandai mencari oksigen, yang satu lagi pintar dan efisien menggunakan oksigen.

PENGENDALIAN ,  KESUKSESAN, & KESADARAN DIRI.

Dalam serial animasi televisi berjudul Avatar: The Legend of Aang, Pengendalian unsur merupakan suatu bentuk ilmu magic fiktif, dimana orang tertentu mampu mengendalikan dan memanipulasi suatu unsur. Dalam cerita, empat unsur yang mampu dikendalikan adalah air, tanah, api, dan udara. Setiap elemen dihubungkan dengan jenis pengendalian tertentu: Pengendalian air, Pengendalian tanah, Pengendalian api, dan Pengendalian udara. Selain itu, setiap jurus pengendalian berdasarkan pada jenis ilmu bela diri yang berbeda-beda, dan setiap jenis pengendalian memiliki budayanya sendiri.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa usaha pengendalian diri dapat memperkuat kekuatan diri. “ Dalam satu sisi, ia bagaikan otot, yang semakin dilatih maka akan semakin kuat,” ujar Dr. Segerstrom. Kekuatan diri mempunyai nilai yang hampir sama dengan kekuatan otot dan sebagian orang memiliki kekuatan diri yang lebih besar dibandingkan yang lain. Dan walaupun kita dilahirkan dengan kemampuan pengendalian diri alami, kita mungkin dapat melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kekuatan diri, demikian yang dikatakan oleh Dr. Suzanne C. Segerstrom.

Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Yaa, Anda memang bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan Anda sendiri. Anda bertanggung jawab 100% pada diri Anda! Semakin Anda merasa mengendalikan setiap bagian hidup Anda, maka Anda menjadi semakin positif dan optimis. Semakin Anda menjadi positif dan optimis, maka Anda semakin mengaktifkan semua hukum dan prinsip mental dalam hidup Anda (yaitu apa yang Anda pikirkan dengan segenap perasaan emosi dan keyakinan penuh, pasti akan menjadi nyata), dan semakin banyak keberuntungan hidup yang akan Anda alami.

Prinsip Pengendalian adalah faktor penentu keberuntungan yang vital bagi kehidupan Anda. Prinsip ini berdasarkan penelitian psikologi bertahun-tahun, yang mengatakan bahwa Anda merasa positif tentang diri Anda sampai pada tingkatan dimana Anda merasa mengendalikan kehidupan Anda sendiri; Anda merasa negatif tentang diri sendiri sampai pada tingkatan dimana Anda merasa tidak mengendalikan atau Anda dikendalikan oleh kekuatan eksternal atau orang lain.

Semakin Anda merasa bahwa Anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri Anda, maka semakin besar kekuatan pribadi yang Anda rasakan, dan Anda menjadi semakin bahagia, semakin positif, energik, dan penuh dengan sasaran tujuan hidup Anda. Anda menjadi tuan rumah atas takdir Anda sendiri.

Namun jika Anda merasa bahwa hidup Anda dikendalikan oleh faktor eksternal seperti Bos Anda, hutang-piutang, kesehatan, persahabatan, pendidikan dan semacamnya, maka Anda akan merasa lepas kendali, merasa cemas, marah, dan faktor negatif lainnya. Pada gilrannya, Anda akan menyerang dan menyalahkan orang lain untuk masalah Anda. Anda bisa menyalahkan orang-orang sukses dan iri dengan siapa pun yang lebih baik dari Anda.

Oleh karena itu, ingatlah selalu bahwa Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Mulailah dari yang paling mendasar, yaitu meningkatkan kualitas Qalbu (Heartwave) dan Pola Fikir (Mind Set/Brainwave) anda. Mulailah dari dalam dan semakin bergerak keluar.

Sebenarnya kita akan kelihatan tolol bila terus menerus berusaha untuk menaklukkan dunia. Sebaliknya, kita akan terlihat lebih bijaksana apabila kita mampu meningkatkan kemampuan pengendalian diri atau penguasaan diri.

Dalam Hal ini ada dua buah cerita yang bisa saya sharingkan kepada anda semua tentang pentingnya kemampuan Pengendalian Diri ini.

Pertama, Anda tahu dengan Jenghis Khan? Ya, tentu Anda sudah tidak asing dengan sang panglima besar Mongolia pada jaman perang dahulu kala yang tersohor karena kemampuan perangnya.

Bayangkan, seorang panglima perang yang mampu mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun pada kenyataannya ia dikalahkan oleh musuh terbesar yang tidak terlihat kasat mata yaitu dirinya sendiri.

Ya…Sang panglima ini harus dikalahkan oleh dirinya sendiri karena telah membunuh sang rajawali setianya hanya karena sang rajawali menyambar pundi air minum secara tiba-tiba saat sang panglima sedang ingin minum dari air sungai yang diambil menggunakan pundi air minum tersebut. Karena hal ini dilakukan berulangkali oleh sang rajawali, akhirnya sang panglima pun tidak mampu mengendalikan kemarahannya lalu dibunuhnya sang rajawali setianya itu dengan sebilah pedang. Matilah sang rajawali itu dihadapannya.

Namun apa yang terjadi kemudian? Sesaat setelah membunuh sang rajawalinya, sang panglima pun berjalan menyusuri sungai hingga akhirnya sampai di mata air sungai tersebut. Betapa terkejutnya saat ingin mengambil air minum di mata air tersebut ternyata ada bangkai manusia yang telah membusuk. Akhirnya dia menjadi sadar bahwa rajawalinya tadi berusaha memberitahukan bahwa air sungai yang akan diminumnya telah tercemar oleh bangkai manusia.

Kedua, ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika.
Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tersebut tenang kembali, dia baru sadar telah melukai anaknya sendiri dan dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?” Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.

Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Pengendalian diri atau Penguasaan diri ( Self Regulation ) merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi ( Emotional Quotient ). Aspek ini penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada di luar dirinya, namun justru berada di dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, kemana pun seseorang pergi, maka orang tersebut selalu diikuti oleh “Musuh” nya.

Sekalipun terkadang banyak orang berdalih bahwa lingkungannyalah yang membuat tidak bisa berkembang atau lingkungannya pula yang membuat dia stress, namun jika dicermati lebih lanjut, kemungkinan besar aspek penguasaan diri inilah yang belum berkembang secara optimal. Itulah sebabnya, Jack Paar pernah bertutur bijak tentang dirinya sendiri, “Kalau menoleh ke belakang, kehidupan saya rupanya seperti jalan panjang penuh rintangan, dengan diri saya sebagai rintangan utamanya”.

Pengendalian diri atau penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota”. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini.

Saya yakin, tidak ada kesuksesan yang didapat tanpa usaha, kerja keras, dan disiplin diri yang tinggi. Dan tidak ada kesuksesan yang bertahan lama tanpa dedikasi, profesionalisme dan integritas yang tinggi. Tapi percaya atau tidak percaya, penentu akhir dari semua kesuksesan ataupun setiap keputusan yang akan menghasilkan kesuksesan tersebut, bukanlah semua hal di atas. Penentu akhir dari kesuksesan adalah kemampuan untuk mengendalikan diri. Terdengar sederhana, terkesan mudah, tapi coba lakukan dengan refleks penuh, maka saya yakin kita semua sependapat, mengendalikan diri adalah hal tersulit.

Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, dan banyak lagi lainnya.

Mengendalikan diri juga termasuk tidak memikirkan keuntungan diri sendiri, tidak membeli sesuatu hanya karena kesenangan dan keinginan semata, tidak mengeluh dan marah – marah tak jelas saat segalanya berjalan buruk, tidak takut salah dan kalah, tidak mengundur – undur segala hal yang harus diselesaikan sekarang, tidak terlambat saat janji, tidak moody, dan lainnya.

Belum disebut semua saja, saya sudah menahan nafas karena rasanya di kepala saya terdengar suara..”itu semua kekurangan yg disebutin…., gue banget…” 🙂

Mengendalikan diri saya katakan sebagai hal tersulit, karena lawan yang dihadapi adalah diri sendiri. Apakah kita akan mampu mengalahkan semua ego dan sifat buruk yang mendegradasi kemampuan kita, atau justru terbawa arus yang akhirnya akan menghancurkan semua sikap positif yang telah di bangun bertahun – tahun.

Sebagaimana kita ketahui, memandang gajah di seberang sangatlah mudah, tapi memandang semut di pelupuk mata sangatlah sulit. Maka begitu juga yang terjadi, saat memandang dan mencari kesalahan orang lain adalah mudah, tapi melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri adalah sulit. Tanpa pengenalan kemampuan serta kekurangan diri yang benar, saya yakin kita tidak akan bisa mengendalikan diri sendiri.

Biasanya pengendalian diri yang tersulit justru saat posisi kita sedang nyaman. Segalanya ada di tangan, dan semuanya hampir tercapai. Ibaratnya tinggal satu sentuhan terakhir. Mengapa? Karena cenderungnya saat segalanya berada dalam kendali kita, maka kita merasa berkuasa dan merasa semua yang kita putuskan akan menjadi benar. Dan ibaratnya sedang bermain Uno Sticko (betul tidak ya tulisannya?), satu langkah salah, maka semua susunan akan rubuh tak bersisa.

Tanpa pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada keputusan akhir yang bijaksana, taktis, dan sukses. Mungkin untuk lebih pastinya, tanpa membiasakan diri dengan pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada refleks untuk membuat keputusan dan bertindak penuh kebijaksanaan, taktis, dan sukses.

Mengapa saya menggunakan kata ‘membiasakan diri’ sebelum ‘pengendalian diri’?
Karena sangat perlu untuk membiasakan diri untuk menciptakan refleks tersebut pada saat – saat yang menentukan. Sebagaimana kita ketahui, 90% saat yang menentukan, datang tiba – tiba dan tanpa aba – aba. Hanya satu kali, dan setelah itu berlalu, maka lewat dan selesailah sudah. Kita sukses atau gagal.

Kita semua juga tahu, tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Maka jauh lebih penting untuk mempersiapkan apa yang belum dan akan terjadi. Itulah di mana fungsi membiasakan untuk menciptakan refleks itu diperlukan.

Pengendalian diri tanpa membiasakan diri adalah sama seperti orang sakit flu yang pantang makan ice cream. Begitu sakitnya hilang, ia lupa, dan makan ice cream lagi banyak – banyak. Kesalahan yang sama memiliki tingkat persentase yang lebih tinggi untuk terulang kembali. Begitu juga dengan ketidaksuksesan dan kegagalan.

Sedangkan orang yang terbiasa mengendalikan diri adalah orang yang mengetahui takaran secara refleks kapan, di mana, dan seberapa banyak ice cream yang bolek ia nikmati. (Ia nikmati, bukan ia makan)Kesalahan dan ketidaksuksesan memiliki persentase yang sangat kecil hingga tidak mungkin, untuk bisa terulang lagi.

Dan satu yang pasti, percaya atau tidak percaya, dengan membiasakan untuk mengendalikan diri, maka kita telah mengerjakan separuh dari usaha, kerja keras, disiplin diri, dedikasi, profesionalisme, dan integritas diri yang diperlukan untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Tentu saja kesuksesan yang saya maksud adalah sukses dalam segala bidang termasuk usaha dan pekerjaan, hubungan antar manusia, dan yang paling berarti, yaitu: hidup.

“Orang yang tahu takkan lebih baik dari orang yang mengerti.
Orang yang mengerti takkan lebih baik dari orang menghayati.
Orang yang menghayati takkan lebih baik dari orang yang terbiasa.
Bisa karena terbiasa.
Dan terbiasa karena bisa.”

“Dengan terbiasa untuk mengendalikan diri, kamu ibarat seseorang yang terbiasa mengendarai kendaraan. Hanya perlu memikirkan hendak pergi ke mana, bukan sibuk memikirkan bagaimana cara mengendarai kendaraan yang kamu naiki.”

>Puasa NAQS & Pengembangan Diri

>

Hakikat Puasa di dalam KCQ NAQS methode adalah sebagai wahana untuk melatih dan meningkatkan Power Pengendalian Diri (The Power of Control) serta sebagai wahana untuk memurnikan energi. Puasa di dalam KCQ NAQS bukanlah berdasar atas tuntunan agama, oleh karena itu janganlah dikaitkan dengan hukum agama. Puasa di sini hanyalah sekedar methode pelatihan pengembangan diri untuk menggembleng lahir bathin manusia.

Avatar adalah seorang pengendali 5 elemen dunia (air, api, udara, tanah, & logam). Semua methode pengembangan Sukses di dunia ini, selalu memulai pelajarannya dari pengembangan diri terlebih dahulu. Karena dengan Belajar mengendalikan kekuatan yang ada di dalam diri, maka kita akan dapat mengendalikan kekuatan-kekuatan yang ada di dunia.  Kita adalah khalifatullah fil ardli, dan hal itu bukanlah pemberian / karunia cuma-cuma. Harus dibeli dengan laku. Uang tidak berlaku di sini.

Khalifatullah artinya Insan Ilahiah yang mampu merepresentasikan sifat-sifat Allah di dalam dirinya  dan mampu untuk mengaktualisasikannya dalam kehidupan sebagai rohmatan lil alamin. Ikhlas adalah kondisi hati nurani yang bersih dari selain Allah. Artinya seluruh sumber energinya dan seluruh jalur energinya dipenuhi oleh energi Allah semata.

Uang dan harta tidak berlaku dalam pengembangan diri berbasis spiritualisme dan agama. Hakikat zakat, infak, & sedekah adalah mengajarkan manusia agar tidak terlekat dengan harta benda duniawi dan terbebas dari racun dunia.

Saat ini banyak orang menawarkan berbagai paket ilmu batin, ilmu kesaktian, ilmu ghaib, pelatihan energi metafisika dan reiki yang bersifat instan dengan imbalan sejumlah uang. Bahkan dalam perkembangannya sudah menjadi trend bisnis yang cukup menggiurkan. Tidak kalah dengan trend Multi Level Marketing yang saat ini juga menjamur di dunia. Ketahuilah, itu hanyalah ilmu kulit. Sama sekali tidak menyentuh esensi hakikat kehidupan atau hakikat dari ilmu ghaib dan spiritualisme, spektrum energi yang dapat di akses bersifat terbatas. Perubahan dan peningkatan diri yang diperoleh juga hanyalah sampai pada aspek mental saja, tidak mampu menembus stratum yang jauh lebih ke dalam lagi. Atau kalau tidak demikian, mereka menggunakan jalan pintas yaitu menggunakan Power dari Jin, yang dalam hal ini sebenarnya berdampak sangat merugikan bagi perkembangan energi pribadi serta spiritualitas dari orang tersebut. Demikianlah bila uang dan motif ekonomi yang berbicara, maka kehidupan abadi di akherat sudah tidak dihiraukan lagi.

Ada 5 macam puasa dlm pelatihan NAQS :

  1. Puasa Siang Hari, seperti puasa romadlon. Ini di ajarkan dalam ilmu pembuka.
  2. Puasa Tidur, melekan semalam. Ini diajarkan dalam ilmu pembuka.
  3. Puasa Nafas, ini diajarkan dalam latihan pernafasan bioenergi N…AQS ALAM.
  4. Puasa bilaruh, tidak memakan daging atau makanan dan minuman yang berasal dari hewan atau makhluk yang bernyawa. Ini untuk level master tingkat 2 ke atas.
  5. Puasa Burung, hanya makan buah dan sayur. Tanpa bumbu & garam. Ini utk level master tingkat 3 ke atas.

Inti dari dari pelatihan puasa di atas adalah untuk meningkatkan derajat spiritualitas manusia. Dari manusia yg berkesadaran jasmani hewaniyah menuju kesadaran spiritual insan Ilahiyah dalam menggapai derajat kesempurnaan jiwa atau insan kamil.

MANFAAT PUASA

Pengamat kesehatan Medan, dr Faisal Habib mengatakan, berpuasa dapat meremajakan sel-sel tubuh dan bagi orang yang melaksanakannya. “Pentingnya puasa bagi tubuh yakni dapat membantu badan dan mengatur metabolisme dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh,” katanya di Medan, Rabu.

Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin atau racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ia menambahkan, puasa juga dapat mengontrol dan mengurangi kadar kolesterol serta menurunkan kerja jantung untuk pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.

Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Dia menganjurkan untuk berpuasa bagi orang yang terkena penyakit, karena berpuasa dapat membantu untuk mengobati.

Ustad Zulfahmi Ibnu, dosen fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, ketika memberikan keterangan secara terpisah mengatakan, dengan puasa dapat membuat tubuh sehat secara jasmani dan rohani. “Dalam Islam, puasa bulan Ramadhan maupun puasa sunah di luar Ramadhan membuat kita bisa menjadi lebih takwa dan lebih sabar dalam melatih keimanan,” katanya.

PUASA NAFAS : Meningkatkan Kinerja Sel & Metabolisme

Dengan penahanan nafas sambil bergerak menyebabkan keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) pada paru, berlanjut ke darah dan berakhir pada seluruh sel jaringan tubuh, terutama pada sel-sel otot yang aktif. Dengan demikian akan melatih dan merangsang seluruh sel tubuh melalui mekanisme hipoksia agar tetap tegar dalam menghadapi kemiskinan akan oksigen, tidak hanya sel-sel ototnya saja. Sel adalah satuan terkecil dari tubuh manusia. Secara biologis, kehidupan manusia tergantung pada kehidupan sel, dan kesehatan manusia juga tergantung pada kesehatan sel-selnya. Dengan tetap dapat bertahan tegar dalam kemiskinan oksigen, maka tentu saja fungsi sel-sel akan menjadi semakin baik dalam keadaan oksigen normal.

Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan sampai 10 hari asalkan masih dapat minum, sedangkan puasa yang biasa dilakukan berkisar 14-18 jam. Demikian pula sel-sel tubuh manusia dapat bertahan tanpa oksigen sekitar 5-8 menit. Dalam latihan Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim, sel-sel itu dipuasakan dari oksigen selama melakukan jurus yaitu 30-45 detik. Dengan demikian dari sudut Ilmu Faal dapat dikemukakan bahwa manipulasi oksigen yakni membuat sel-sel tubuh kekurangan akan oksigen adalah cara yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuh meningkatkan dirinya.

Normalnya fungsi sel-sel tubuh dan ketegaran serta ketahanannya dalam menghadapi berbagai keadaan yang kurang menguntungkan merupakan wujud dari derajat kesehatan dan kemampuan fungsionalnya yang lebih tinggi dari tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian maka ditinjau dari sudut Fisiologi, senam pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim menghasilkan ketegaran, ketangguhan dan vitalitas sel-sel tubuh yang diperoleh melalui latihan hipoksia anaerobik. Latihan dengan mekanisme hipoksia anaerobik membuat sel-sel tubuh memjadi pandai dan efisien menggunakan oksigen, yang berarti meningkatnya kemampuan fungsional dan kesehatan sel, serta merupakan cara yang sangat fisiologis pula dalam merangsang sel-sel tubuh untuk melakukan penyembuhan bagi dirinya. Pada olah raga kesehatan umumnya adalah latihan untuk membuat sel-sel tubuh mudah dan banyak dapat memperoleh oksigen. Bila kedua latihan tersebut digabungkan, maka manfaatnya bagi kesehatan dan kemampuan fungsional jelas sangat besar. Yang satu pandai mencari oksigen, yang satu lagi pintar dan efisien menggunakan oksigen.

PENGENDALIAN ,  KESUKSESAN, & KESADARAN DIRI.

Dalam serial animasi televisi berjudul Avatar: The Legend of Aang, Pengendalian unsur merupakan suatu bentuk ilmu magic fiktif, dimana orang tertentu mampu mengendalikan dan memanipulasi suatu unsur. Dalam cerita, empat unsur yang mampu dikendalikan adalah air, tanah, api, dan udara. Setiap elemen dihubungkan dengan jenis pengendalian tertentu: Pengendalian air, Pengendalian tanah, Pengendalian api, dan Pengendalian udara. Selain itu, setiap jurus pengendalian berdasarkan pada jenis ilmu bela diri yang berbeda-beda, dan setiap jenis pengendalian memiliki budayanya sendiri.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa usaha pengendalian diri dapat memperkuat kekuatan diri. “ Dalam satu sisi, ia bagaikan otot, yang semakin dilatih maka akan semakin kuat,” ujar Dr. Segerstrom. Kekuatan diri mempunyai nilai yang hampir sama dengan kekuatan otot dan sebagian orang memiliki kekuatan diri yang lebih besar dibandingkan yang lain. Dan walaupun kita dilahirkan dengan kemampuan pengendalian diri alami, kita mungkin dapat melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kekuatan diri, demikian yang dikatakan oleh Dr. Suzanne C. Segerstrom.

Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Yaa, Anda memang bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan Anda sendiri. Anda bertanggung jawab 100% pada diri Anda! Semakin Anda merasa mengendalikan setiap bagian hidup Anda, maka Anda menjadi semakin positif dan optimis. Semakin Anda menjadi positif dan optimis, maka Anda semakin mengaktifkan semua hukum dan prinsip mental dalam hidup Anda (yaitu apa yang Anda pikirkan dengan segenap perasaan emosi dan keyakinan penuh, pasti akan menjadi nyata), dan semakin banyak keberuntungan hidup yang akan Anda alami.

Prinsip Pengendalian adalah faktor penentu keberuntungan yang vital bagi kehidupan Anda. Prinsip ini berdasarkan penelitian psikologi bertahun-tahun, yang mengatakan bahwa Anda merasa positif tentang diri Anda sampai pada tingkatan dimana Anda merasa mengendalikan kehidupan Anda sendiri; Anda merasa negatif tentang diri sendiri sampai pada tingkatan dimana Anda merasa tidak mengendalikan atau Anda dikendalikan oleh kekuatan eksternal atau orang lain.

Semakin Anda merasa bahwa Anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri Anda, maka semakin besar kekuatan pribadi yang Anda rasakan, dan Anda menjadi semakin bahagia, semakin positif, energik, dan penuh dengan sasaran tujuan hidup Anda. Anda menjadi tuan rumah atas takdir Anda sendiri.

Namun jika Anda merasa bahwa hidup Anda dikendalikan oleh faktor eksternal seperti Bos Anda, hutang-piutang, kesehatan, persahabatan, pendidikan dan semacamnya, maka Anda akan merasa lepas kendali, merasa cemas, marah, dan faktor negatif lainnya. Pada gilrannya, Anda akan menyerang dan menyalahkan orang lain untuk masalah Anda. Anda bisa menyalahkan orang-orang sukses dan iri dengan siapa pun yang lebih baik dari Anda.

Oleh karena itu, ingatlah selalu bahwa Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Mulailah dari yang paling mendasar, yaitu meningkatkan kualitas Qalbu (Heartwave) dan Pola Fikir (Mind Set/Brainwave) anda. Mulailah dari dalam dan semakin bergerak keluar.

Sebenarnya kita akan kelihatan tolol bila terus menerus berusaha untuk menaklukkan dunia. Sebaliknya, kita akan terlihat lebih bijaksana apabila kita mampu meningkatkan kemampuan pengendalian diri atau penguasaan diri.

Dalam Hal ini ada dua buah cerita yang bisa saya sharingkan kepada anda semua tentang pentingnya kemampuan Pengendalian Diri ini.

Pertama, Anda tahu dengan Jenghis Khan? Ya, tentu Anda sudah tidak asing dengan sang panglima besar Mongolia pada jaman perang dahulu kala yang tersohor karena kemampuan perangnya.

Bayangkan, seorang panglima perang yang mampu mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun pada kenyataannya ia dikalahkan oleh musuh terbesar yang tidak terlihat kasat mata yaitu dirinya sendiri.

Ya…Sang panglima ini harus dikalahkan oleh dirinya sendiri karena telah membunuh sang rajawali setianya hanya karena sang rajawali menyambar pundi air minum secara tiba-tiba saat sang panglima sedang ingin minum dari air sungai yang diambil menggunakan pundi air minum tersebut. Karena hal ini dilakukan berulangkali oleh sang rajawali, akhirnya sang panglima pun tidak mampu mengendalikan kemarahannya lalu dibunuhnya sang rajawali setianya itu dengan sebilah pedang. Matilah sang rajawali itu dihadapannya.

Namun apa yang terjadi kemudian? Sesaat setelah membunuh sang rajawalinya, sang panglima pun berjalan menyusuri sungai hingga akhirnya sampai di mata air sungai tersebut. Betapa terkejutnya saat ingin mengambil air minum di mata air tersebut ternyata ada bangkai manusia yang telah membusuk. Akhirnya dia menjadi sadar bahwa rajawalinya tadi berusaha memberitahukan bahwa air sungai yang akan diminumnya telah tercemar oleh bangkai manusia.

Kedua, ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika.
Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tersebut tenang kembali, dia baru sadar telah melukai anaknya sendiri dan dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?” Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.

Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Pengendalian diri atau Penguasaan diri ( Self Regulation ) merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi ( Emotional Quotient ). Aspek ini penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada di luar dirinya, namun justru berada di dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, kemana pun seseorang pergi, maka orang tersebut selalu diikuti oleh “Musuh” nya.

Sekalipun terkadang banyak orang berdalih bahwa lingkungannyalah yang membuat tidak bisa berkembang atau lingkungannya pula yang membuat dia stress, namun jika dicermati lebih lanjut, kemungkinan besar aspek penguasaan diri inilah yang belum berkembang secara optimal. Itulah sebabnya, Jack Paar pernah bertutur bijak tentang dirinya sendiri, “Kalau menoleh ke belakang, kehidupan saya rupanya seperti jalan panjang penuh rintangan, dengan diri saya sebagai rintangan utamanya”.

Pengendalian diri atau penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota”. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini.

Saya yakin, tidak ada kesuksesan yang didapat tanpa usaha, kerja keras, dan disiplin diri yang tinggi. Dan tidak ada kesuksesan yang bertahan lama tanpa dedikasi, profesionalisme dan integritas yang tinggi. Tapi percaya atau tidak percaya, penentu akhir dari semua kesuksesan ataupun setiap keputusan yang akan menghasilkan kesuksesan tersebut, bukanlah semua hal di atas. Penentu akhir dari kesuksesan adalah kemampuan untuk mengendalikan diri. Terdengar sederhana, terkesan mudah, tapi coba lakukan dengan refleks penuh, maka saya yakin kita semua sependapat, mengendalikan diri adalah hal tersulit.

Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, dan banyak lagi lainnya.

Mengendalikan diri juga termasuk tidak memikirkan keuntungan diri sendiri, tidak membeli sesuatu hanya karena kesenangan dan keinginan semata, tidak mengeluh dan marah – marah tak jelas saat segalanya berjalan buruk, tidak takut salah dan kalah, tidak mengundur – undur segala hal yang harus diselesaikan sekarang, tidak terlambat saat janji, tidak moody, dan lainnya.

Belum disebut semua saja, saya sudah menahan nafas karena rasanya di kepala saya terdengar suara..”itu semua kekurangan yg disebutin…., gue banget…” 🙂

Mengendalikan diri saya katakan sebagai hal tersulit, karena lawan yang dihadapi adalah diri sendiri. Apakah kita akan mampu mengalahkan semua ego dan sifat buruk yang mendegradasi kemampuan kita, atau justru terbawa arus yang akhirnya akan menghancurkan semua sikap positif yang telah di bangun bertahun – tahun.

Sebagaimana kita ketahui, memandang gajah di seberang sangatlah mudah, tapi memandang semut di pelupuk mata sangatlah sulit. Maka begitu juga yang terjadi, saat memandang dan mencari kesalahan orang lain adalah mudah, tapi melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri adalah sulit. Tanpa pengenalan kemampuan serta kekurangan diri yang benar, saya yakin kita tidak akan bisa mengendalikan diri sendiri.

Biasanya pengendalian diri yang tersulit justru saat posisi kita sedang nyaman. Segalanya ada di tangan, dan semuanya hampir tercapai. Ibaratnya tinggal satu sentuhan terakhir. Mengapa? Karena cenderungnya saat segalanya berada dalam kendali kita, maka kita merasa berkuasa dan merasa semua yang kita putuskan akan menjadi benar. Dan ibaratnya sedang bermain Uno Sticko (betul tidak ya tulisannya?), satu langkah salah, maka semua susunan akan rubuh tak bersisa.

Tanpa pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada keputusan akhir yang bijaksana, taktis, dan sukses. Mungkin untuk lebih pastinya, tanpa membiasakan diri dengan pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada refleks untuk membuat keputusan dan bertindak penuh kebijaksanaan, taktis, dan sukses.

Mengapa saya menggunakan kata ‘membiasakan diri’ sebelum ‘pengendalian diri’?
Karena sangat perlu untuk membiasakan diri untuk menciptakan refleks tersebut pada saat – saat yang menentukan. Sebagaimana kita ketahui, 90% saat yang menentukan, datang tiba – tiba dan tanpa aba – aba. Hanya satu kali, dan setelah itu berlalu, maka lewat dan selesailah sudah. Kita sukses atau gagal.

Kita semua juga tahu, tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Maka jauh lebih penting untuk mempersiapkan apa yang belum dan akan terjadi. Itulah di mana fungsi membiasakan untuk menciptakan refleks itu diperlukan.

Pengendalian diri tanpa membiasakan diri adalah sama seperti orang sakit flu yang pantang makan ice cream. Begitu sakitnya hilang, ia lupa, dan makan ice cream lagi banyak – banyak. Kesalahan yang sama memiliki tingkat persentase yang lebih tinggi untuk terulang kembali. Begitu juga dengan ketidaksuksesan dan kegagalan.

Sedangkan orang yang terbiasa mengendalikan diri adalah orang yang mengetahui takaran secara refleks kapan, di mana, dan seberapa banyak ice cream yang bolek ia nikmati. (Ia nikmati, bukan ia makan)Kesalahan dan ketidaksuksesan memiliki persentase yang sangat kecil hingga tidak mungkin, untuk bisa terulang lagi.

Dan satu yang pasti, percaya atau tidak percaya, dengan membiasakan untuk mengendalikan diri, maka kita telah mengerjakan separuh dari usaha, kerja keras, disiplin diri, dedikasi, profesionalisme, dan integritas diri yang diperlukan untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Tentu saja kesuksesan yang saya maksud adalah sukses dalam segala bidang termasuk usaha dan pekerjaan, hubungan antar manusia, dan yang paling berarti, yaitu: hidup.

“Orang yang tahu takkan lebih baik dari orang yang mengerti.
Orang yang mengerti takkan lebih baik dari orang menghayati.
Orang yang menghayati takkan lebih baik dari orang yang terbiasa.
Bisa karena terbiasa.
Dan terbiasa karena bisa.”

“Dengan terbiasa untuk mengendalikan diri, kamu ibarat seseorang yang terbiasa mengendarai kendaraan. Hanya perlu memikirkan hendak pergi ke mana, bukan sibuk memikirkan bagaimana cara mengendarai kendaraan yang kamu naiki.”

>Hakikat Puasa Dan Bertemu Allah

>

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh

Hakikat Puasa adalah Tunduk pada Kehendak Illahi. Nabi Muhammad Saw bersabda : “ Semua amal anak adam dilipat gandakan. Kebaikan dilipat gandakan sepuluh sampai seratus kali, kecuali puasa, kata Tuhan. Puasa untuk Aku, dan Aku yang akan memberikan pahalanya. Orang yang berpuasa meninggalkan keinginannya dan makanannnya hanya untuk Aku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan : kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia berjumpa dengan Tuhannya (Al Bukhari dan Muslim)

Jadi hakikat puasa, menurut Nabi SAW adalah meninggalkan semua keinginannya selain untuk menjalankan perintah Tuhan, menanggalkan kehendak dirinya dan menjalankan kehendak Ilahi.

Dalam puasa, kecenderungan jiwa hewani untuk memberontak perlahan-lahan ditenangkan dan dijinakkan melalui penaklukan kecenderungan secara sistematis pada kehendak Illahi. Setiap saat merasakan lapar, jiwa seorang muslim diingatkan bahwa demi mematuhi perintah Illahi, gejolak jiwa hewani harus dikesampingkan. Itulah sebabnya puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum saja, tetapi juga menahan diri dari semua dorongan nafsu.

Sebagai akibat dari pengendalian sistematis ini, jiwa manusia menjadi sadar bahwa ia tidak bergantung pada lingkungan alam di sekitarnya. Ia sadar bahwa ia berada di dunia tetapi bukan bagian darinya. Orang yang berpuasa dengan penuh keimanan segera menyadari bahwa ia hanyalah peziarah di dunia ini dan ia diciptakan sebagai mahluk yang ditakdirkan mencapai tujuan di seberang wujud yang material ini.

Lebih jauh lagi, sifat segala sesuatu yang semula kosong dan fana sekarang muncul sebagai anugerah Illahi. Makan dan minum yang kita anggap sebagai hal yang biasa sepanjang tahun, pada waktu puasa tampak sebagai karunia dari surga (ni’mah) dan mencapai makna ruhaniah seperti sebuah sakramen. Berpuasa adalah memakai perisai kesucian dalam menghadapi hawa nafsu dunia.

Alhasil, hanya puasa dengan hakikatnya, puasa dengan ruhnya, yang akan menjadi sumber kekuatan muslim dalam menghadapi gelombang kehidupan. Ketika ia berpuasa sebenarnya, yakni menundukkan seluruh dirinya pada kehendak Illahi, ia menyerap tenaga yang tak terhingga. Puasa menjadi sumber energi untuk membersihkan jiwa dan raganya. Meniadakan diri dan menenggelamkan diri pada yang Maha Kuasa adalah hakikat puasa.

Suatu hari Nabi saw, mendengar seorang wanita tengah mencaci-maki hamba sahayanya, padahal ia sedang berpuasa. Nabi saw, segera memanggilnya. Lalu Beliau menyuguhkan makanan seraya berkata, “Makanlah hidangan ini “. Keruan saja wanita itu menjawab, “Ya Rasulullah, aku sedang berpuasa”. Nabi saw, berkata dengan nada heran, “Bagaimana mungkin engkau berpuasa sambil mencaci-maki hamba sahayamu ?”. Sesungguhnya Allah menjadikan puasa sebagai penghalang (hijab) bagi seseorang dari segala kekejian ucapan maupun perbuatan. Betapa sedikitnya orang yang berpuasa dan betapa banyaknya orang yang lapar”. (HR Bukhari)

Dengan hadits tersebut, Rasulullah saw, ingin mengingatkan kaum Muslim hakikat puasa yang sebenarnya.

Istilah shaum bersumber dari bahasa Arab yang artinya, menahan, mengekang atau mengendalikan (al-imsak).

Secara syariat (fikih), makna puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan mulai terbitnya fajar shubuh hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat.

Puasa terdiri dari tiga tingkatan.

Puasa perut, tingkatan paling awal adalah puasa yang memenuhi syariat, yakni puasa muslim pada umumnya.

Puasa hawa nafsu, tingkatan selanjutnya setelah puasa perut, puasa sesauai syariat yang diikuti dengan menahan hawa nafsu.

“Apabila engkau berpuasa hendaknya telingamu berpuasa dan juga matamu, lidahmu dan mulutmu, tanganmu dan setiap anggota tubuhmu atau setiap panca inderamu” (al Hadits).

Puasa qalbu, tingkatan tertinggi setelah puasa hawa nafsu, puasa yang diikuti dengan menahan dari segala kecenderungan yang rendah dan pikiran yang bersifat duniawi, serta memalingkann diri dari segala sesuatu selain Allah.

Keadaan sadar(kesadaran) atau perilaku/perbuatan secara sadar dan mengingat Allah (dzikrulllah) inilah kunci dari Taqwa

Sayidina Ali bin Abi Thalib mengatakan “Puasa Qalbu adalah menahan diri dari segala pikiran dan perasaan yang menyebabkan terjatuh pada dosa”.

Bertemu Allah

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu dengan Tuhannya” (HR Bukhari).

Sebagian muslim memahami bahwa yang dimaksud dengan hadits ini adalah dengan amal puasa kita dapat bertemu dengan Allah di akhirat kelak.

Benar, bahwa dengan amal puasa dan amal-amal lainnya yang menunjukkan tingkat ketaqwaan seorang muslim yang dapat menghantarkan pada kenikmatan tertinggi dari semua kenikmatan yang ada di surga adalah melihat (bertemu) Allah..

Bahkan bagi mereka yang berpuasa, telah tersedia pintu khusus untuk mereka

Dari Sahl dari Nabi bersabda : Sesungguhnya dalam surga terdapat sebuah pintu yang bernama Ar Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari kiamat, dan selain mereka tidak akan masuk melaluinya. ….(Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)

Namun sesungguhnya kegembiraan berpuasa, bertemu dengan Allah dapat juga kita rasakan atau kita alami saat kita di dunia.

Mereka yang merasakan bertemu Allah di dunia adalah mereka yang gemar mengadukan segala macam persoalan kehidupannya di dunia ke hadapan Allah. Mereka yang dengan sesungguhnya mengatakan bahwa,

“….. hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (QS Al Fatihah [1] : 5 )

Mereka-mereka yang gembira dilihat Allah.

Mereka-mereka yang gembira bertemu dengan Allah di dunia.

Sebagian muslim belum mengimani bahwa kita dapat bertemu dengan Allah di dunia walaupun kita tidak dapat melihatNya.

Sebagian muslim belum mengimani bertemu dengan Allah di dunia karena kesalahpahaman memahami firman Allah yang artinya,

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dia-lah Yang Mahahalus lagi Maha Mengetahui.” [QS Al-An’aam: 103]

Allah Subhanahu wa Ta’ala pernah berfirman kepada Nabi Musa Alaihissalam

“Kamu sekali-kali tidak dapat melihat-Ku.” [QS Al-A’raaf: 143]

Demikian juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang akan bisa melihat Rabb-nya hingga ia meninggal dunia” (HR Muslim)

Juga pernyataan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata.

“Barangsiapa menyangka bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Rabb-nya, maka orang itu telah melakukan kebohongan yang besar atas Nama Allah.” (Muslim)

Firman-firman Allah dan hadits diatas adalah petunjuk bahwa Allah tidak dapat kita lihat di dunia dengan mata kepala (secara dzahir / lahiriah).

Namun kita dapat menghadap kepada Allah, bersama Allah, bertemu Allah, berlari kepada Allah (Fafirruu Ilallah) ketika di dunia walaupun kita di dunia tidak dapat melihatNya.

Sebagai contoh bahwa kita menghadap Allah, bertemu Allah ketika di dunia adalah mendirikan sholat

Nabi Muhammad Saw bersabda, bahwa Ash-shalatul Mi’rajul Mu’minin , “sholat itu adalah mi’rajnya orang-orang mukmin“.

Yaitu naiknya jiwa meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia menuju ke hadirat Allah.

Sebagian muslim tidak menyadari bahwa mereka menghadap Allah, bertemu Allah di dunia. Mereka beribadah (menyembah Allah) tanpa merasakan menghadap ke hadhirat Allah.

Sebagian muslim di dunia bahkan “menghindari” menghadap Allah atau “menghindari” bertemu dengan Allah, seolah-olah mereka dapat tidak terlihat oleh Allah di dunia padahal Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui.

Maka kerugian besar bagi muslim yang belum dapat merasakan seolah-olah melihat Allah di dunia, bertemu Allah, bersama dengan Allah ketika di dunia.

Mereka secara tidak disadari mengingkari apa yang mereka ucapkan bahwa

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (QS Al Fatihah : 1)

Sesungguhnya, “dengan menyebut nama Allah” itu adalah “dengan dzatNya”, bersama Allah, bertemu Allah, berlari kepada Allah (Fafirruu Ilallah).

Jadi, muslim yang berpuasa dan dapat mengalami, merasakan kegembiraan bertemu dengan Allah di dunia dan mengharapkan tetap bertemu dengan Allah di akhirat kelak adalah mereka yang telah menjalankan puasa qalbu. Selama mereka berpuasa mereka melakukan secara sadar dan mengingat Allah. Mereka bersama Allah.

“Buatlah perut-perutmu lapar dan qalbu-qalbumu haus dan badan-badanmu telanjang, mudah-mudah an qalbu kalian bisa melihat Allah di dunia ini (HR Bukhari).

“Assalaamu’alaina wa’alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin”

“Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh”

Wassalam
KCQ NAQS