DNA atau Deoxyribonukleic acid

DNA atau Deoxyribonukleic acid adalah sejenis asam nukleat yang menjadi “cetak biru” sebuah organisme yang tersusun dari Gugus Fosfat, Gula deoksiribosa, dan Basa Nitrogen yang terdiri dari Adenin, Timin, Guanin, dan Sitosin. Kombinasi dari seluruh elemen di atas membentuk serangkaian Kromosom yang terletak dalam Inti sel ( kecuali pada beberapa jenis Virus ).

DNA pertama kali di ekstrak oleh seorang Ilmuwan Swiss yang bernama Friedrich Miescher pada tahun 1868. Hingga kini penelitian mengenai DNA masih terus dilakukan oleh para ahli di seluruh dunia. Berikut ini fakta unik mengenai DNA :

  1. DNA berukuran mikroskopik dan memiliki berat hanya satu per 200 miliar gram dan lebar hanya 1/500.000 milimeter untuk setiap sel namun jika direnggangkan, akan memiliki panjang sekitar tigameter. sebuah sel ternyata menyimpan semua informasi lengkap tentang organisme.
  2. Karena DNA menyimpan semua informasi tentang organisme, maka secara teori semua sel itu sama dan dapat menggantikan kerja sel lainnya. Misalnya DNA pada sel syaraf memiliki DNA yang juga sama dengan sel kulit oleh karena itu seharusnya sel kulit dapat digunakan untuk meng-implan jaringan syaraf yang rusak. Namun teknologi kita belum memungkinkan hal tersebut.
  3. Seandainya setiap orang di dunia menyumbang satu sel berisi DNA dan dikumpulkan, maka ukuran DNA keseluruhan tidak lebih dari ukuran sebutir BERAS.
  4. Dalam organisme multiseluler, misalnya manusia, terkadang satu atau lebih sel mengalami pembelahan tidak sempurna -karena satu dan lain hal- yang mengakibatkan penyimpangan kinerja sel hasil pembelahan tersebut. Tapi hal ini akan segera diketahui oleh sel tetangganya dan dengan suatu mekanisme yang rumit memberitahukan penyimpangan ini kepada sel-sel daran putih untuk memusnahkan sel yang menyimpang tadi. Ini adalah efek dari informasi dalam DNA yang mengetahui bagaimana setiap sel seharusnya membelah, melakukan aktifitas, dan sebagainya.
  5. Kanker merupakan penyimpangan DNA paling mematikan yang pernah diketahui, hal ini terjadi karena jumlah sel yang mengalami penyimpangan DNA lebih banyak daripada yang dapat ditanggulangi oleh tubuh.
  6. DNA memberikan pengaruh terhadap kepekaan individu, daya tahan tubuh, insting dasar dan sebagainya. Dengan memanipulasi DNA kita dapat memperoleh hasil yang diinginkan terhadap kualitas individu. Saat ini dikenal adanya Rekayasa DNA yang secara progresif dikembangkan di seluruh dunia.
  7. Dalam sebuah molekul DNA tunggal milik manusia, terdapat cukup informasi untuk mengisi kira-kira sejuta halaman ensiklopedia.
  8. Riset menemukan bahwa informasi dalam DNA yang menyerupai ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, maka dibutuhkan 100 tahun untuk menyelesaikan prosesnya. Ini berlaku untuk satu sel saja.

Menyelami dunia sel tak ubahnya menemukan sebuah super komputer yang masih belum dapat dikenali dan dikendalikan sepenuhnya bahkan setelah jutaan tahun keberadaan manusia. Tapi dengan pengetahuan kita saat ini, meski belum seluruhnya dan masih dalam penelitian lanjut, kita dapat menyelami samudera rahasia yang justeru ada dalam diri kita dan lebih sering kita abaikan untuk menemukan hasil karya seni yang agung ini.

Iklan

>DNA atau Deoxyribonukleic acid

>

DNA atau Deoxyribonukleic acid adalah sejenis asam nukleat yang menjadi “cetak biru” sebuah organisme yang tersusun dari Gugus Fosfat, Gula deoksiribosa, dan Basa Nitrogen yang terdiri dari Adenin, Timin, Guanin, dan Sitosin. Kombinasi dari seluruh elemen di atas membentuk serangkaian Kromosom yang terletak dalam Inti sel ( kecuali pada beberapa jenis Virus ).

DNA pertama kali di ekstrak oleh seorang Ilmuwan Swiss yang bernama Friedrich Miescher pada tahun 1868. Hingga kini penelitian mengenai DNA masih terus dilakukan oleh para ahli di seluruh dunia. Berikut ini fakta unik mengenai DNA :

  1. DNA berukuran mikroskopik dan memiliki berat hanya satu per 200 miliar gram dan lebar hanya 1/500.000 milimeter untuk setiap sel namun jika direnggangkan, akan memiliki panjang sekitar tigameter. sebuah sel ternyata menyimpan semua informasi lengkap tentang organisme.
  2. Karena DNA menyimpan semua informasi tentang organisme, maka secara teori semua sel itu sama dan dapat menggantikan kerja sel lainnya. Misalnya DNA pada sel syaraf memiliki DNA yang juga sama dengan sel kulit oleh karena itu seharusnya sel kulit dapat digunakan untuk meng-implan jaringan syaraf yang rusak. Namun teknologi kita belum memungkinkan hal tersebut.
  3. Seandainya setiap orang di dunia menyumbang satu sel berisi DNA dan dikumpulkan, maka ukuran DNA keseluruhan tidak lebih dari ukuran sebutir BERAS.
  4. Dalam organisme multiseluler, misalnya manusia, terkadang satu atau lebih sel mengalami pembelahan tidak sempurna -karena satu dan lain hal- yang mengakibatkan penyimpangan kinerja sel hasil pembelahan tersebut. Tapi hal ini akan segera diketahui oleh sel tetangganya dan dengan suatu mekanisme yang rumit memberitahukan penyimpangan ini kepada sel-sel daran putih untuk memusnahkan sel yang menyimpang tadi. Ini adalah efek dari informasi dalam DNA yang mengetahui bagaimana setiap sel seharusnya membelah, melakukan aktifitas, dan sebagainya.
  5. Kanker merupakan penyimpangan DNA paling mematikan yang pernah diketahui, hal ini terjadi karena jumlah sel yang mengalami penyimpangan DNA lebih banyak daripada yang dapat ditanggulangi oleh tubuh.
  6. DNA memberikan pengaruh terhadap kepekaan individu, daya tahan tubuh, insting dasar dan sebagainya. Dengan memanipulasi DNA kita dapat memperoleh hasil yang diinginkan terhadap kualitas individu. Saat ini dikenal adanya Rekayasa DNA yang secara progresif dikembangkan di seluruh dunia.
  7. Dalam sebuah molekul DNA tunggal milik manusia, terdapat cukup informasi untuk mengisi kira-kira sejuta halaman ensiklopedia.
  8. Riset menemukan bahwa informasi dalam DNA yang menyerupai ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, maka dibutuhkan 100 tahun untuk menyelesaikan prosesnya. Ini berlaku untuk satu sel saja.

Menyelami dunia sel tak ubahnya menemukan sebuah super komputer yang masih belum dapat dikenali dan dikendalikan sepenuhnya bahkan setelah jutaan tahun keberadaan manusia. Tapi dengan pengetahuan kita saat ini, meski belum seluruhnya dan masih dalam penelitian lanjut, kita dapat menyelami samudera rahasia yang justeru ada dalam diri kita dan lebih sering kita abaikan untuk menemukan hasil karya seni yang agung ini.

>DNA atau Deoxyribonukleic acid

>

DNA atau Deoxyribonukleic acid adalah sejenis asam nukleat yang menjadi “cetak biru” sebuah organisme yang tersusun dari Gugus Fosfat, Gula deoksiribosa, dan Basa Nitrogen yang terdiri dari Adenin, Timin, Guanin, dan Sitosin. Kombinasi dari seluruh elemen di atas membentuk serangkaian Kromosom yang terletak dalam Inti sel ( kecuali pada beberapa jenis Virus ).

DNA pertama kali di ekstrak oleh seorang Ilmuwan Swiss yang bernama Friedrich Miescher pada tahun 1868. Hingga kini penelitian mengenai DNA masih terus dilakukan oleh para ahli di seluruh dunia. Berikut ini fakta unik mengenai DNA :

  1. DNA berukuran mikroskopik dan memiliki berat hanya satu per 200 miliar gram dan lebar hanya 1/500.000 milimeter untuk setiap sel namun jika direnggangkan, akan memiliki panjang sekitar tigameter. sebuah sel ternyata menyimpan semua informasi lengkap tentang organisme.
  2. Karena DNA menyimpan semua informasi tentang organisme, maka secara teori semua sel itu sama dan dapat menggantikan kerja sel lainnya. Misalnya DNA pada sel syaraf memiliki DNA yang juga sama dengan sel kulit oleh karena itu seharusnya sel kulit dapat digunakan untuk meng-implan jaringan syaraf yang rusak. Namun teknologi kita belum memungkinkan hal tersebut.
  3. Seandainya setiap orang di dunia menyumbang satu sel berisi DNA dan dikumpulkan, maka ukuran DNA keseluruhan tidak lebih dari ukuran sebutir BERAS.
  4. Dalam organisme multiseluler, misalnya manusia, terkadang satu atau lebih sel mengalami pembelahan tidak sempurna -karena satu dan lain hal- yang mengakibatkan penyimpangan kinerja sel hasil pembelahan tersebut. Tapi hal ini akan segera diketahui oleh sel tetangganya dan dengan suatu mekanisme yang rumit memberitahukan penyimpangan ini kepada sel-sel daran putih untuk memusnahkan sel yang menyimpang tadi. Ini adalah efek dari informasi dalam DNA yang mengetahui bagaimana setiap sel seharusnya membelah, melakukan aktifitas, dan sebagainya.
  5. Kanker merupakan penyimpangan DNA paling mematikan yang pernah diketahui, hal ini terjadi karena jumlah sel yang mengalami penyimpangan DNA lebih banyak daripada yang dapat ditanggulangi oleh tubuh.
  6. DNA memberikan pengaruh terhadap kepekaan individu, daya tahan tubuh, insting dasar dan sebagainya. Dengan memanipulasi DNA kita dapat memperoleh hasil yang diinginkan terhadap kualitas individu. Saat ini dikenal adanya Rekayasa DNA yang secara progresif dikembangkan di seluruh dunia.
  7. Dalam sebuah molekul DNA tunggal milik manusia, terdapat cukup informasi untuk mengisi kira-kira sejuta halaman ensiklopedia.
  8. Riset menemukan bahwa informasi dalam DNA yang menyerupai ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, maka dibutuhkan 100 tahun untuk menyelesaikan prosesnya. Ini berlaku untuk satu sel saja.

Menyelami dunia sel tak ubahnya menemukan sebuah super komputer yang masih belum dapat dikenali dan dikendalikan sepenuhnya bahkan setelah jutaan tahun keberadaan manusia. Tapi dengan pengetahuan kita saat ini, meski belum seluruhnya dan masih dalam penelitian lanjut, kita dapat menyelami samudera rahasia yang justeru ada dalam diri kita dan lebih sering kita abaikan untuk menemukan hasil karya seni yang agung ini.

>DNA, Informasi, Biologi, dan Lingkungan

>

Sejak Shannon-Weaver menerbitkan tulisan-tulisan mereka, berbagai kajian tentang informasi pun meluas ke segala bidang kehidupan. Bahkan, teori informasi memicu serangkaian penelitian di bidang biologi, misalnya dilakukan oleh Gatlin (1972) yang menyatakan bahwa DNA mahluk hidup melakukan fungsinya sebagai sebuah proses informasi dan sebab itu teori informasi matematika dapat dipakai sebagai teori biologi. Kemudian juga ada Holzmuller (1984) yang melakukan kuantifikasi informasi dan membedakan antara wadah-pembawa atau wahana (carrier) dan kandungan-isi (content).

Dalam biologi DNA (deoxyribonucleic acid) adalah unsur dasar keturunan setiap mahluk. Sebagai sebuah sistem, DNA memiliki semacam kode untuk menginstruksikan pembuatan protein-protein tertentu. Protein ini kemudian menentukan struktur dan cara kerja sebuah organisme. Setiap spesies di semesta ini punya kombinasi protein yang unik, yang menentukan perbedaan antara satu mahluk dari mahluk lainnya.

Menurut Holzmuller, setiap DNA menyimpan informasi dalam bentuk kelompok-kelompok molekul dasar (base molecules). Informasi yang terkandung di dalam sebuah DNA ini dapat dihitung. Pertambahan informasi yang terjadi selama evolusi sebuah DNA, dengan demikian, dapat dihitung pula. Sejalan dengan waktu, informasi ini semakin panjang dan rumit. Dalam konteks evolusi, maka mahluk hidup yang berada di tingkatan evolusi paling tinggi akan memiliki informasi genetik paling rumit. Sekaligus, mahluk itu juga akan punya kemampuan lebih pandai dalam memberi respon, beradaptasi terhadap, maupun memanipulasi, lingkungannya.

Memang, dari sisi pandang biologi, semua mahluk hidup merupakan hasil konstruksi kimiawi yang pondasinya ada dalam bentuk asam nukleat (nucleic acids), protein, karbohidrat dan lemak. Dalam biologi, asam nukleat berbentuk DNA dan RNA (Ribonucleic acid, sebuah komposisi kimiawi yang terdapat dalam sel dan memainkan peran penting dalam membuat sintesa protein dan pembentukan-pembentukan kimiawi) adalah unsur-unsur pembawa informasi sebab mereka mengandung kode-kode tertentu. Penelitian biologi molekular sudah lama menemukan bahwa setiap molekul DNA memiliki serangkaian kode untuk memberi instruksi kepada tubuh agar memproduksi protein-protein tertentu. Protein ini menentukan struktur mahluk hidup yang bersangkutan dan dengan demikian ikut menentukan kemampuan mahluk beradaptasi dengan lingkungan.

Goonatilake (1991) membahas persoalan informasi dari sisi pandang biologi secara amat menarik dengan menelusuri proses kejadian biologis di dalam tubuh manusia dan kaitannya dengan peristiwa-peristiwa informasi di luar tubuh, termasuk yang terjadi di dalam masyarakat luas. Untuk menggambarkan kaitan ini, Goonatilake mengajak kita memeriksa bagaimana rangkaian kode yang terkandung di molekul-molekul DNA memicu dua proses informasi di dalam tubuh setiap mahluk hidup.

Pertama, DNA melakukan apa yang disebut proses transkripsi, yaitu membuat salinan (copy) dari perintah-perintah pembuatan protein ke dalam molekul-molekul RNA. Setiap molekul ini (disebut pula RNA “pembawa pesan”) menjauh dari DNA dan masuk ke lapisan cytoplasm dari sebuah sel untuk memicu kegiatan kedua, yaitu proses translasi untuk memproduksi protein yang akhirnya ikut menentukan karakteristik sebuah organisme. Mekanisme di dalam sel organisme inilah yang dianggap sebagai awal dari aliran “informasi genetik” yang selanjutnya membentuk semacam aliran silsilah atau garis keturunan (flow of lineage). Informasi genetik ini dibawa sejak awal masa pre-biotik sebagai sebuah garis keturunan sehingga ciri-ciri tertentu dari mahluk hidup tetap bertahan sejak awal kehidupan.

Selanjutnya, ulasan semakin menarik ketika kita melihat bahwa selain informasi genetika, ada lagi informasi lain yang dihasilkan oleh mahluk hidup secara biologis, yakni informasi sebagai hasil kerja hormon dan kegiatan urat syaraf. Pada dasarnya hormon menentukan cara mahluk hidup bereaksi terhadap rangsang atau keadaan, sedangkan urat syaraf juga melakukan hal yang sama tetapi dengan tingkat kerumitan dan kecepatan yang lebih tinggi. Hormon dihasilkan oleh sel-sel tubuh dan berfungsi sebagai pemicu reaksi kimiawi di sel-sel tubuh lainnya, dan selanjutnya rangkaian aksi-reaksi inilah yang muncul dalam bentuk aktivitas tubuh untuk membantu setiap mahluk hidup bereaksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan luar tubuhnya.

Sistem syaraf juga membantu mahluk hidup bereaksi terhadap lingkungan, dengan cara yang jauh lebih cepat dibandingkan sistem hormonal. Sistem syaraf ini terdiri dari sel-sel khusus yang berfungsi sebagai rangkaian simpul untuk mengirim, mengolah, dan menerima informasi, persis seperti sistem telekomunikasi buatan manusia saat ini. Komponen utama dari sistem syaraf adalah neuron (atau disebut juga sel syaraf) yang mampu mengirim dan menerima getaran-getaran yang mirip getaran listrik arus lemah. Getaran-getaran inilah yang secara terkoordinasi menyebabkan setiap mahluk hidup dapat “merasakan” lingkungan sekelilingnya. Di mahluk-mahluk hidup tingkat rendah, sistem urat syaraf ini jauh lebih sederhana, dan tidak memiliki “pusat pengendali”. Pada manusia, sistem syaraf ini merupakan sistem amat rumit dan memiliki pusat pengendali dalam bentuk otak.

Dari sisi pandang biologi, semua reaksi dan respon fisiologis terhadap lingkungan merupakan kemampuan dasar mahluk hidup itu untuk menyesuaikan diri atau belajar tentang lingkungannya, agar dapat bertahan hidup. Dengan demikian, maka informasi yang diproduksi dan berlangsung di dalam tubuh mahluk juga merupakan bagian yang fundamental dari keseluruhan proses belajar dan pembentukan kebiasaan (habituasi) mahluk hidup. Dengan kata lain, sistem urat syaraf manusia memang dianggap penting dalam proses kemampuan manusia untuk dapat hidup dalam kebiasaan-kebiasaannya, sehingga ikut pula menentukan atau ditentukan oleh kebudayaan atau kultur. Itu sebabnya Goonatilake menamakan proses informasi yang melibatkan hormon dan syaraf manusia ini sebagai proses neuro-cultural.

Selanjutnya, melalui berbagai proses evolusi di dalam tubuhnya, setiap mahluk hidup membangun kemampuan otak untuk membuat semacam model yang meniru dunia sekelilingnya alias models of the world. Pada mahluk-mahluk yang punya kemampuan intelegensia tinggi, seperti manusia, maka otak adalah organ yang mampu membangun gambaran tentang dunia di luar tubuh (dunia eksternal) untuk membantu mahluk hidup tersebut memahami lingkungannya. Kemampuan membangun model inilah yang pada manusia menjadi salah satu ukuran dari kecerdasan. Manusia lalu membangun berbagai model di dalam kepalanya sehingga menciptakan keragaman kecerdasan (multiple intelegence).

Hasil penggunaan kecerdasan yang pada dasarnya adalah proses produksi dan penggunaan informasi di dalam tubuh manusia akan “meluber” ke luar dalam bentuk perilaku-perilaku yang dapat terlihat oleh manusia lain. Dari sinilah kemudian terbentuk perilaku sosial, yaitu ketika satu manusia melakukan perilaku yang disesuaikan dengan perilaku manusia lainnya. Lewat perilaku ini pula terjadi pemindahan dan pertukaran informasi di luar tubuh manusia. Maka terciptalah sebuah aliran tak terputus, mulai dari informasi genetik yang berwujud produksi kimiawi oleh DNA dan RNA, sampai ke hormon, sistem urat syaraf, otak, sampai perilaku yang tertampak, lalu berlanjut ke perilaku sosial. Sebagian dari perilaku sosial ini kemudian menggunakan simbol-simbol, mulai dari gerak-gerik, suara, sampai aksara. Semua ini terjadi di luar tubuh manusia, sehingga dinamakan proses exosomatic.

Dari uraian di atas, Goonatilake dengan demikian telah membuat konsep tentang ada 3 jalur transmisi informasi yang dapat dikaitkan dengan kehidupan, yaitu garis-alur transmisi informasi genetik, neural-cultural, dan exosomatic (1991, hal. 118–120). Secara ringkas, rangkaian ketiganya dapat dilihat sebagai berikut:

* Informasi genetika ditransmisikan melalui proses pewarisan biologis, dan dipengaruhi oleh seleksi alam. Goonatilake menganggap perubahan-perubahan genetika yang mengawali semua mahluk hidup dapat dikatakan sebagai “percakapan” dengan alam, dan percakapan yang sukses akan tersimpan dalam bentuk genome.
* Sementara untuk elemen neural-cultural, Goonatilake menganggap bahwa semua mahluk hidup harus beradaptasi terhadap perbuahan alam setiap hari, dan ada umpanbalik yang terus menerus (feedback loop) antara sistem saraf dan lingkungan yang mempengaruhi keduanya. Hormon dan sistem syaraf menjadi saluran transmisi informasi kultural dari generasi ke generasi Goonatilake memberlakukan kombinasi neural-cultural sebagai garis alur kedua. Jadi, informasi dapat dipindahkan antara mahluk hidup dan lingkungan, dan dari mahluk ke mahluk lain melalui observasi atau komunikasi.
* Selanjutnya, mengenai garis alur ketiga, Goonatilake mengatakan bahwa garis eksosomatik terdiri dari informasi-informasi yang disimpan di luar mahluk hidup sebagai “eksternalisasi memori”. Contohnya adalah semut yang meninggalkan jejak hormon untuk menuntun semut lain. Manusia yang jauh lebih canggih dari mahluk lainnya mampu membuat simpanan informasi yang lebih rumit, mulai dari lukisan gua, sampai buku, sampai pangkalan data digital.

Dengan mengaitkan proses biologi dengan proses informasi, maka Goonatilake mendefinisikan informasi sebagai “mekanisme pengaturan yang memungkinkan kemampuan untuk berurusan dengan lingkungan. Merupakan sebuah deskripsi simbolik yang memilki moda interpretasi dan berinteraksi dengan lingkungan” (hal.1).

Dengan kata lain, informasi adalah sebuah mekanisme yang mengatur mahluk hidup berhubungan dengan lingkungannya. Mekanisme ini merupakan elemen umum yang hadir sepanjang waktu dan turun-temurun. Sebagian dari mekanisme ini berwujud simbol-simbol yang menggambarkan sesuatu atau merujuk ke sesuatu yang lain.

Bacaan:

Gatlin, L.L. (1972), Information Theory and the Living System, New York : Columbia University Press.

Goonatilake, S. (1991). The evolution of information: Lineages in gene, culture and artefact. London: Pinter.

Holzmuller, W. (1984), Information in Biological Systems : the Role of Macro-molecules, Cambridge : Cambridge University Press.

>Birrul Walidain : Berbakti Kepada Kedua Orang Tua !

>Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari

MAKNA “AL BIRR

Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam (artinya) : “Al Birr adalah baiknya akhlaq”. (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794).

Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq..

“Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.” (Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259)

Berkata Urwah bin Zubair mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS. Al Isra’ : 24). Yaitu: “Jangan sampai mereka berdua tidak ditaati sedikitpun”. (Ad Darul Mantsur 5/259)

Berkata Imam Al Qurtubi mudah-mudahan Allah merahmatinya: “Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/ menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, sebagaimana Al Birr (berbakti) kepada keduanya adalah memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Oleh karena itu, apabila salah satu atau keduanya memerintahkan sesuatu, wajib engkau mentaatinya selama hal itu bukan perkara maksiat, walaupun apa yang mereka perintahkan bukan perkara wajib tapi mubah pada asalnya, demikian pula apabila apa yang mereka perintahkan adalah perkara yang mandub (disukai/ disunnahkan). (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an Jil 6 hal 238).

Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah mudah-mudahan Allah merahmatinya: Berkata Abu Bakr di dalam kitab Zaadul Musaafir “Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar dia bisa tertawa (senang) kembali”. (Ghadzaul Al Baab 1/382).

HUKUM BIRRUL WALIDAIN

Para Ulama’ Islam sepakat bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib, hanya saja mereka berselisih tentang ibarat-ibarat (contoh pengamalan) nya.

Berkata Ibnu Hazm, mudah-mudahan Allah merahmatinya: “Birul Walidain adalah fardhu (wajib bagi masing-masing individu). Berkat beliau dalam kitab Al Adabul Kubra: Berkata Al Qodli Iyyad: “Birrul walidain adalah wajib pada selain perkara yang haram.” (Ghdzaul Al Baab 1/382)

Dalil-dalil Shahih dan Sharih (jelas) yang mereka gunakan banyak sekali , diantaranya:

1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): “Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”. (An Nisa’ : 36).

Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah, serta tidak didapatinya perubahan (kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini. (Al Adaabusy Syar’iyyah 1/434).

2. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”. (QS. Al Isra’: 23).

Adapun makna ( qadhoo ) = Berkata Ibnu Katsir : yakni, mewasiatkan. Berkata Al Qurthubiy : yakni, memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan. Berkata Asy Syaukaniy: “Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya, ini pemberitahuan tentang betapa besar haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi (perintahnya). (Fathul Qodiir 3/218).

3. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman : 14).

Berkata Ibnu Abbas mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua “Tiga ayat dalam Al Qur’an yang saling berkaitan dimana tidak diterima salah satu tanpa yang lainnya, kemudian Allah menyebutkan diantaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) : “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu”, Berkata beliau. “Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua Ibu Bapaknya, tidak akan diterima (rasa syukurnya) dengan sebab itu.” (Al Kabaair milik Imam Adz Dzahabi hal 40).

Berkaitan dengan ini, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassallam bersabda (artinya) : “Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua” (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346), Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).

4. Hadits Al Mughirah bin Syu’bah – mudah-mudahan Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda (artinya): “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta-minta (bakhil) dan Allah membenci atas kalian (mengatakan) katanya si fulan begini si fulan berkata begitu (tanpa diteliti terlebih dahulu), banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan membuang-buang harta”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1757).

KEUTAMAAN BIRRUL WALIDAIN

Pertama : Termasuk Amalan Yang Paling Mulia

Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: “Sholat tepat pada waktunya”, Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Berjihad di jalan Allah”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).

Kedua : Merupakan Salah Satu Sebab-Sebab Diampuninya Dosa

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (artinya): “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya….”, hingga akhir ayat berikutnya : “Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS. Al Ahqaf 15-16)

Diriwayatkan oleh ibnu Umar mudah-mudahan Allah meridhoi keduanya bahwasannya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata : Wahai Rasulullah sesungguhnya telah menimpa kepadaku dosa yang besar, apakah masih ada pintu taubat bagi saya?, Maka bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : “Apakah Ibumu masih hidup?”, berkata dia : tidak. Bersabda beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : “Kalau bibimu masih ada?”, dia berkata : “Ya” . Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : “Berbuat baiklah padanya”. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi didalam Jami’nya dan berkata Al ‘Arnauth : Perawi-perawinya tsiqoh. Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim. Lihat Jaami’ul Ushul (1/ 406).

Ketiga : Termasuk Sebab Masuknya Seseorang Ke Surga

Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Celakalah dia, celakalah dia”, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : “Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1758, ringkasan).

Dari Mu’awiyah bin Jaahimah mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua, Bahwasannya Jaahimah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian berkata : “Wahai Rasulullah, saya ingin (berangkat) untuk berperang, dan saya datang (ke sini) untuk minta nasehat pada anda. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Apakah kamu masih memiliki Ibu?”. Berkata dia : “Ya”. Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : “Tetaplah dengannya karena sesungguhnya surga itu dibawah telapak kakinya”. (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Nasa’i dalam Sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya, Hadits ini Shohih. (Lihat Shahihul Jaami No. 1248)

Keempat : Merupakan Sebab keridhoan Allah

Sebagaiman hadits yang terdahulu “Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua”.

Kelima : Merupakan Sebab Bertambahnya Umur

Diantarnya hadit yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Barangsiapa yang suka Allah besarkan rizkinya dan Allah panjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim”.

Keenam : Merupakan Sebab Barokahnya Rizki

Dalilnya, sebagaimana hadits sebelumnya.
Wallahu a’lam

Judul Asli: Berbakti pada Kedua Orang Tua
Sumber: salafy.or.id versi offline

>Berbakti Pada Guru

>Napak tilas—sebuah ungkapan yang dapat dimaknai sebagai “mengikuti jejak pendahulu dalam hal kebaikan”—sebenarnya merupakan sunnah Rasul dan para sahabat. Pada suatu ketika, beberapa orang sahabat pergi ke Madinah dengan mengendarai onta. Di bagian tertentu kota yang dikenal dengan sebutan Al-Madînah al-Munawwarah ini, pimpinan rombongan membawa ontanya berkeliling beberapa kali dan kemudian berhenti di depan sebuah rumah. Anggota rombongan terheran-heran dan bertanya, “Mengapa Anda melakukan hal itu?” Sang pimpinan menjawab, “Aku hanya mengikuti apa yang pernah dilakukan Rasul ketika pertama kali hijrah ke kota ini.”

Dalam kisah tersebut, pimpinan rombongan telah melakukan napak tilas, dan perbuatan itu pada dasarnya tidak termasuk dalam kategori ibadah. Hanya saja, karena hal itu dilakukan dengan niat “mengikuti jejak Rasul”, maka insya Allah akan tetap dicatat sebagai ibadah yang mendatangkan pahala. Sebuah hadis yang sangat terkenal mengatakan, “Setiap perbuatan tergantung pada niat, dan seseorang akan diberi pahala sesuai dengan niatnya.”

Ibadah haji, dengan semua manasiknya, yang ditetapkan Tuhan sebagai salah satu rukun Islam, sebenarnya juga merupakan napak tilas akbar yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, yaitu mengikuti jejak Nabi Ibrahim ‘alaihissalâm dan salah seorang istrinya (Siti Hajar ‘alaihassalâm). Siti Hajar pernah berlari-lari panik mencari air dan juga pernah melempar Iblis yang berwujud manusia dengan batu atas perintah Tuhannya. Dua peristiwa ini, dalam manasik haji, dikenal dengan istilah sa’i dan lempar jumrah.

Sekarang pun kita sedang melakukan napak tilas, mengikuti jejak YML. Ayahanda Guru, berziarah ke makam wali-wali Allah shalâtullâhi wa salamuhu ‘alaihim ajma’în dengan niat ilâhî anta maqshûdî wa ridhâka mathlûbî. Berziarah ke makam mereka sama nilainya dengan berziarah kepada mereka ketika mereka masih hidup.

Siapakah Wali-Wali Allah Itu?
Menurut berbagai riwayat yang sahih, wali-wali Allah adalah hamba-hamba Allah yang memiliki karakteristik utama “tidak pernah lepas dari berdzikir kepada Allah” sebagaimana halnya Nabi saw. yang oleh `Âisyah digambarkan dengan “selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap detik yang beliau miliki”. Sebuah hadis yang berasal dari `Abdullâh ibn Mas`ûd menyatakan, “Sesungguhnya di antara manusia ada kunci-kunci dzikrullah; apabila mereka dilihat orang maka orang (yang melihat) itu langsung berdzikir kepada Allah.”

Maksud “kunci-kunci dzikrullah” dalam riwayat tersebut adalah wali-wali Allah sesuai dengan sebuah hadis dalam riwayat Ibn `Abbâs yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. ditanya, “Wahai Rasulullah, siapakah wali-wali Allah itu?” Beliau menjawab dengan redaksi, “Orang-orang yang apabila mereka dilihat orang maka orang (yang melihat) itu serta merta berdzikir kepada Allah karena melihat mereka.”

Dalam hal dzikrullah semua wali adalah sama. Mereka dalam berdzikir sama-sama menjadi “nol”, ma’rifat mereka putus, dan yang ada hanya Mursyid. Mereka sama-sama ahli waris para nabi (waratsatul anbiyâ’), yang mengemban amanat dari “Langit” untuk menegakkan kalimatullâhi hiyal ‘ulyâ di muka bumi, dengan membawa hikmah akbar di dada mereka secara estafet, berantai, sambung-menyambung, yang pangkalnya adalah Nabi Agung Muhammad SAW.

Mursyid atau wali mursyid (istilah yang digunakan Al-Quran) adalah pembawa channel Tuhan yang dalam Al-Quran disebut dengan nûrun ‘alâ nûrin yang harus ditemukan semasa masih hidup oleh orang yang menuntut ilmu, dan wali semacam itu tidak akan pernah ditemukan kecuali oleh orang yang memperoleh petunjuk. Dalam sebuah ayat Al-Quran Tuhan berfirman, “Cahaya di atas cahaya (nûrun ‘alâ nûrin), Allah memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya untuk menemukan cahaya-Nya.” (QS. An-Nûr [24]: 35). Dalam ayat yang lain Dia menegaskan, “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka ia benar-benar memperoleh petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan, maka ia tidak akan pernah menemukan seorang wali mursyid.” (QS. Al-Kahfi [18]: 17).

Jadi, urgensi nûrun ‘alâ nûrin yang dibawa oleh wali mursyid sangat mutlak dalam kehidupan ber-Tuhan dan tidak mungkin diragukan kecuali oleh orang-orang yang memang “jauh dari hidayah”. Nûrun ‘alâ nûrin adalah faktor asasi yang menyebabkan amal setiap hamba (doa, salat, munajat, dll.) sampai ke puncak tujuan, yaitu Allah ‘azza wa jalla. Nabi pun tidak akan pernah sampai ke hadirat Tuhan andaikata beliau tidak memiliki nûrun ‘alâ nûrin yang dibawa Jibril a.s. dengan sebutan burâq. Jibril sendiri menduduki fungsi mursyid bagi Nabi; ia membimbing dan menyelamatkan Nabi dalam perjalanan spiritual beliau menuju Tuhan. Andaikata tidak ada Jibril, niscaya Nabi telah terkecoh oleh bujuk rayu Iblis la’natullâh, dan selanjutnya Nabi pun—dengan nûrun ‘alâ nûrin yang ditanamkan Allah dalam rohani beliau—berfungsi sebagai mursyid bagi para sahabat sehingga mereka juga memperoleh karunia Tuhan berupa munajat yang efektif dengan berbagai pengalaman spiritual, antara lain melihat sorga dan neraka sebagaimana yang dialami Abû Bakar al-Shiddîq; dan pada gilirannya Abû Bakar al-Shiddîq pun menjadi mursyid sepeninggal Nabi, dan begitulah seterusnya secara berantai hingga sekarang.

Warisan Islam Kaffah
Meskipun semua wali Allah memiliki esensi yang sama, mereka secara alamiah memiliki perbedaan antara yang satu dan yang lain dalam hal tradisi, gaya dan penampilan. Perbedaan antara mereka dalam hal ini sama dengan perbedaan antara nabi yang satu dan nabi yang lain dalam hal yang sama. Namun begitu, satu hal yang pasti adalah bahwa ma’rifat mereka sudah putus; sebagai ahli waris Nabi mereka sama-sama mewarisi kerohanian (tarekat) Nabi dan secara otomatis mereka mewarisi syariat beliau sekaligus. Syariat dan tarekat atau fikih dan tasawuf adalah ibarat mata uang logam atau “saudara kembar” yang tidak dapat dipisah-pisahkan antara yang satu dan yang lain. YML. Ayahanda Guru pernah mengatakan, “Tarikat yang suci harus berdiri di atas syariat yang murni.” Beliau juga bahkan pernah mengatakan, “Tarikat itu adalah pengamalan syariat itu sendiri …. Kita harus masuk agama Islam secara keseluruhan, melaksanakan syariat dan hakikat zahir dan batin.”

Banyak sekali fatwa-fatwa YML. Ayahanda Guru yang menganjurkan agar kita semua mengamalkan ajaran Islam secara secara keseluruhan. Beberapa bulan sebelum berlindung, tepatnya pada tanggal 21 Juni 2000, beliau bahkan masih mengingatkan kita semua dengan fatwa-fatwa beliau, antara lain bahwa “mengamalkan syariat tanpa tarikat tidaklah bermanfaat”, dan sebaliknya “mengamalkan tarikat tanpa syariat tidaklah berkat”.

Fatwa YML. Ayahanda Guru semacam itu bahkan sering diulang-ulang oleh beliau—suatu hal yang sebenarnya mengisyaratkan bahwa kerohanian (tarekat) saja tidak cukup sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang ideal (sukses, harmonis, tenang dan bahagia). Islam adalah agama yang meliputi tiga unsur pokok: kerohanian, fikih dan akhlak. Dalam istilah Quraish Shihab ketiga unsur pokok ini disebut dengan akidah, syari’ah dan akhlak. Meskipun ada kemungkinan membagi kandungan ajaran Islam menjadi lebih banyak lagi, semuanya tetap tercakup dalam ketiga unsur pokok ini. Gabungan ketiga unsur pokok inilah yang dimaksud dengan Islam Kaffah dan yang wajib diamalkan oleh setiap Mukmin. Dalam kaitan ini, Tuhan berfirman, “Masuklah kalian semua ke dalam Islam secara kaffah.” (QS. Al-Baqarah [2]: 208).

Dengan ketiga unsur tersebut—di mana fikih memiliki porsi yang sangat kecil (dalam Al-Quran hanya ada sekitar 200 ayat yang menyinggung soal fikih)—agama Islam menjadi agama yang sempurna. Kesempurnaan agama ini bahkan ditegaskan Tuhan melalui firman-Nya, “Pada hari ini telah Kusempurnakan agama kalian, telah Kusempurnakan pula nikmat-Ku atas kalian, dan Aku ridha Islam menjadi agama kalian.” (QS. Al-Mâidah [5]: 3).

Agama tanpa kerohanian adalah mustahil, bahkan dapat dikatakan bukan agama, melainkan hanya budaya belaka. Di sinilah letak “kekeliruan” pihak-pihak yang menentang tarekat. Mereka tidak mau menyadari bahwa dengan fikih an sich agama menjadi hilang keindahan dan kenikmatannya. Fikih membuat agama menjadi gersang dan cenderung melahirkan ekstremitas yang tidak proporsional. Perpecahan internal umat Islam pada umumnya terjadi karena paradigma fikih yang tidak dibarengi dengan kerohanian dan akhlak.

Sebaliknya, agama dengan kerohanian saja tanpa fikih dan akhlak—meminjam istilah YML. Ayahanda Guru—tidaklah berkat, bahkan cenderung menimbulkan keresahan dan ketidakharmonisan. Kerohanian (tarekat) an sich, apalagi dengan kualitas yang sangat pas-pasan, tidak dapat diandalkan untuk mengatasi berbagai problem kehidupan yang dihadapi manusia. Nabi Musa a.s. tidak pernah menyuruh ular “metafisik”-nya mencangkul sawah dan menanam padi yang hasilnya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Kepada ularnya Nabi Musa tidak pernah berkata, “Lar, tolong cangkulkan sawah ini; persediaan berasku sudah hampir habis!”

Memang, dalam kasus-kasus tertentu, kekuatan metafisik yang dijolok dengan kerohanian “tampak” dapat menyelesaikan masalah-masalah kehidupan duniawi, seperti kasus Nabi Ibrahim a.s. yang tidak terbakar api Namrud, atau tongkat Nabi Musa yang membelah lautan guna penyelamatan diri dari pasukan Fir’aun, atau keajaiban ‘Isa a.s. yang menghidupkan orang mati, atau juga kedahsyatan “batu sijjil” YML. Ayahanda Guru yang memadamkan api Galunggung. Semua itu sebenarnya hanya berlaku sebagai mu’jizat bagi nabi-nabi Allah atau sebagai karamah bagi wali-wali-Nya untuk membuktikan kebenaran dan kemenangan yang dijanjikan Allah untuk para kekasih-Nya yang di dalam diri mereka hanya ada Allah (suatu kondisi spiritual yang secara otomatis dan signifikan dapat melahirkan akhlak karimah dan ketaatan menjalankan fikih sebagai manifestasi ketaatan menjalankan perintah Tuhan). Bagi kita yang masih belum optimal dalam mengamalkan dzikrullah dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan, tentu saja hal itu tidak berlaku sepenuhnya; kita tidak dapat serta merta mengandalkan kekuatan metafisik sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi semua masalah kehidupan. Inilah mengapa saya selalu menekankan pentingnya sistem pembinaan akhlak dan pencerahan fikih agar kondisi minus dalam mengamalkan dzikrullah itu dapat terbantu. Dalam kaitan ini pulalah mengapa YML. Ayahanda Guru sendiri pada tanggal 10 September 1975 mengeluarkan fatwa kurang-lebih dengan redaksi: “Jangan pula engkau lalai pada ilmu syariat, untuk menambah ilmu fikih, memperkuat ilmu tauhid, dan membaca ilmu-ilmu tasauf … Orang-orang dzikrullah harus mengejar kembali segala kekurangannya mengenai dasar-dasar ilmu fikih, ilmu tauhid dan ilmu tasauf, karena ketiga ilmu ini adalah penyaring segala pendapat dan filsafat yang mungkin timbul secara negatif dari peramalan dzikrullah itu sendiri.”

Kenyataan telah membuktikan bahwa sebagian ikhwan yang hanya mengandalkan kerohanian an sich cenderung “bermain-main” dengan kaji-kaji aneh dan sedikit-banyak mengabaikan akhlak dan fikih ternyata sering menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak jarang kita terpaksa “berurusan” dengan pihak yang berwajib dan institusi-institusi lain yang terkait (MUI, KUA, Kejaksaan, dll.). Peristiwa-peristiwa semacam ini hampir selalu terjadi pada setiap masa, bahkan telah menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi berdirinya Badan Koordinasi Kesurauan (BKK) pada tahun 1983. Dalam acara Mengenang 100 Hari Berlindungnya YML. Ayahanda Guru pada tanggal 17 Agustus 2001, masalah ini pernah disinggung oleh Buya. “Pada tahun 1983 banyak surau-surau bermasalah dengan Kantor Urusan Agama sehingga berdirilah BKK,” kata Buya dalam pidatonya.

Ungkapan “bermasalah” dalam pidato Buya tersebut pada umumnya memang menyangkut “pelanggaran” syariat dan akhlak oleh sebagian jamaah, di samping memang ada kecurigaan-kecurigaan yang tidak sehat dan tidak proporsional dari pihak tertentu, terutama dari kalangan penentang tarekat. Apa pun, dengan adanya masalah-masalah tersebut, aktivitas dzikir jamaah TN sedikit-banyak menjadi terganggu.

Misi BKK ke Depan
Sebagai sebuah organisasi, BKK memiliki misi yang sejak dahulu hingga sekarang tidak berubah, dan secara umum dapat diungkapkan dengan redaksi:

  • mengawal tharîqah agar tetap “lurus”, berada dalam Islam, tidak menyimpang dari Islam (dengan kata lain: mengawal nama baik tharîqah yang cenderung lepas kontrol dengan merebaknya kaji-kaji aneh dan sesat).
  • mengurus dan menjaga orang-orang tharîqah agar dapat berdzikir dengan tenang, tidak ada gangguan dari pihak mana pun.
  • menyebarluaskan tharîqah sebagai bagian penting dari ajaran Islam, serta memotivasi umat Islam agar berdzikir dengan efektif.

Dengan misi tersebut BKK sebenarnya ingin mengajak ikhwan TN khususnya dan umat Islam pada umumnya agar mengamalkan Islam Kaffah secara optimal dan sungguh-sungguh dengan menjadikan unsur kerohanian (dzikrullah) sebagai ruh dari unsur-unsur Islam lainnya. Islam Kaffah yang diwarisi oleh wali-wali mursyid merupakan senjata utama meraih kemenangan duniawi dan ukhrawi yang dijanjikan Tuhan, sehingga kehidupan ideal dapat tercapai secara konkret, dan pada gilirannya posisi umat Islam sebagai khairu ummah dan khalîfah fil ardh dengan atribut rahmatan lil ‘âlamîn benar-benar terwujud secara nyata; tidak hanya sekadar terdengar indah di mimbar-mimbar khotbah tanpa bukti yang signifikan sebagaimana yang selama ini menjadi fenomena keseharian umat Islam. Bukankah hingga sekarang umat Islam sebagai sebuah kelompok, termasuk di Indonesia, masih berkubang dengan kegagalan dibandingkan dengan umat-umat lain (Jepang, Barat dan Eropa)? Mengapa fenomena yang sangat memprihatinkan harus menimpa umat Islam?

Bertolak dari fenomena itulah, sekarang BKK mulai memperluas dan mengembangkan misinya dengan maksud untuk memperkukuh misi yang selama ini sudah dijalankan dengan baik meskipun di sana-sini masih perlu dibenahi. Beberapa misi yang akan diwujudkan BKK pada masa–masa yang akan datang antara lain adalah:

  • Memberikan kontribusi yang konkret kepada umat Islam mengenai pemahaman Islam kaffah dan penegakan akhlak karimah.
  • Menjembatani dan merealisasikan upaya-upaya persatuan dan ukhuwah Islamiyah antargolongan dalam tubuh umat Islam.
  • Mensosialisasikan konsep-konsep pemberdayaan umat Islam melalui forum-forum pelatihan, seminar dan workshop.

Dengan misi tambahan tersebut, yang secara de facto telah dilakukan dan diwujudkan oleh YML. Ayahanda Guru, BKK sebenarnya hendak memposisikan diri sebagai bagian yang sangat penting dari kekuatan Islam di Indonesia, bahkan juga di dunia. Semua itu dilakukan oleh BKK semata-mata untuk mengharumkan nama baik YML. Ayahanda Guru dan ajaran-ajaran beliau; atau, katakanlah, dengan semua itu kita hanya ingin berbakti kepada Guru.

Tidak diragukan bahwa satu-satunya cara berbakti kepada Guru adalah dengan menjalankan semua perintah beliau dan meninggalkan semua larangan beliau. YML. Ayahanda Guru menyuruh kita memperbanyak dzikir, menyuruh kita mengamalkan syariat, dan menyuruh kita memperbaiki akhlak; artinya, beliau menyuruh kita mengamalkan Islam Kaffah. Kita termasuk murid yang berbakti kepada Guru apabila mengerjakan semua ini. YML. Ayahanda Guru melarang kita bergunjing, karena bergunjing akan melemahkan persatuan dan menimbulkan fitnah yang merusak persaudaraan. Jika kita menghindari larangan ini—meskipun ada keinginan di dalam hati untuk melakukannya—maka kita termasuk murid yang berbakti. Adalah kebohongan yang nyata apabila kita mengaku berbakti kepada Guru sementara akhlak kita meresahkan orang-orang di sekeliling kita, senang bergunjing atau menghasud. Adalah bohong apabila kita menyatakan patuh kepada Guru sementara kita tidak masuk Islam secara kaffah.

Berbakti atau patuh kepada perintah Guru adalah kunci sukses. Dengan kerohanian saja, tarekat ini sebenarnya sudah besar dan tangguh, dan pasti akan jauh lebih besar dan lebih tangguh lagi jika dan hanya jika tarekat ini berada di tangan murid-murid yang benar-benar tahkik, patuh dan berbakti kepada Guru, yaitu murid-murid yang berakhlak dan mengamalkan Islam Kaffah.

Sebagai penutup tulisan ini, saya mengimbau kepada diri saya sendiri dan kepada Abang-Abang dan Kakak-Kakak semua, marilah kita mencintai Allah di atas segala-galanya, marilah kita berbakti kepada Allah, dan marilah kita mencintai Allah dengan cara mencintai saudara kita. Sungguh Nabi Muhammad telah menegaskan, “Tidaklah beriman orang yang tidak mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Wallâhu a’lam.
http://aahik.multiply.com

N-Generation | Manusia Makhluk Energi

Ada satu ungkapan yang menarik dari James Ray dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne tentang manusia:

“ Kebanyakan orang merumuskan dirinya sebagai tubuh yang terbatas, tetapi Anda bukanlah tubuh yang terbatas . Bahkan dibawah mikroskop Anda adalah sebuah ladang energi .Yang kita ketahui tentang energi adalah : Anda pergi kepada seorang fisikawan kuantum dan berkata” Apa yang menciptakan dunia?” . Dan ia akan berkata “ Energi” . Baiklah jelaskan energi itu” Energi tidak pernah dapat diciptakan atau dihancurkan , dulu sekarang maupun nanti, energi selalu ada , sesuatu yang pernah ada selalu ada. Energi bergerak kedalam bentuk, melalui bentuk dan keluar dari bentuk” . Anda pergi keseorang teolog dan bertanya” Apa yang menciptakan semesta?” Dan ia akan berkata, ”Tuhan ” . Jelaskanlah tentang Tuhan .” Dulu , sekarang maupun nanti Tuhan selalu ada, tidak pernah bisa diciptakan atau dihancurkan, segala sesuatu yang pernah ada akan selalu ada, selalu bergerak melalui bentuk dan keluar dari bentuk. Anda lihat ini adalah penjelasan yang sama, dengan terminologi yang berbeda. Jadi jika anda fikir anda adalah sekedar seonggok daging yang berlarian kesana kemari , coba fikirkan lagi. Anda adalah mahluk spiritual! Anda adalah ladang Energi, yang beroperasi disebuah ladang energi yang besar. ”

Anda adalah mahluk spiritual, anda adalah gumpalan energi yang kekal dan abadi demikian ungkap James Ray dalam The Secret.

Al Qur’an telah menjelaskan bahwa manusia adalah mahluk yang kekal dan abadi. Sejak dulu mulai dari alam Ruh, lahir kedunia, wafat masuk alam barzakh dan dibangkitkan kembali dihari kiamat, sampai hari berhisab, kemudian mendiami surga atau neraka, manusia tetap ada dan abadi selamanya. Diri manusia tetap ada, ia hanya berubah bentuk seperti energi, dari setetes mani, segumpal darah, segumpal daging, menjadi bayi, anak2, manusia remaja, manusia dewasa, orang tua, wafat masuk alam barzakh, berbangkit dikumpulkan di padang mahsyar, berhisab, mendiami syurga atau neraka, abadi selama lamanya. Itulah manusia mahluk energi.

Allah telah menjadikan segala sesuatu berpasang pasangan hanya ada dua macam energi yaitu energi positif dan energi negatif. Energi positif akan menarik unsur positif dan energi negatif akan menarik unsur negatif pula. Perhatikan firman Allah dalam S Yasin

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. ( Yasin 36)

Energi positif bersumber pada Allah penguasa tunggal dialam semesta yang pada akhirnya akan berkumpul di dalam syurga Allah. Energi negatif bersumber pada kekuatan syetan yang pada akhirnya akan berkumpul di dalam neraka yang telah disediakan Allah. Sebagai mahluk energi yang kekal dan abadi, anda akan menghimpun energi positif atau negatif didalam diri anda.

Energi positif dalam diri anda akan menarik kekuatan positif pula demikian pula energi negatif dalam diri nanda akan menarik kekuatan negatif pula. Saat ini setiap saat selalu terjadi pergumulan antara kekuatan negatif dan positif didalam diri anda. Kekuatan mana yang akan menang? Tergantung kemana anda berpihak. Jika anda berpihak pada Allah, kekuatan positif akan menguasai anda dan tempat akhir anda adalah syurga. Jika anda berpihak pada syetan maka kekuatan negatif akan menguasai anda dan tempat akhir anda adalah neraka jahannam.

Fikiran dan hati anda adalah kekuatan yang dapat menghimpun energi positif atau negatif didalam diri anda. Jika fikiran dan hati anda dipenuhi hal negatif, putus asa, tidak ada harapan, kebencian, dendam, dengki, kemiskinan, kemelaratan, kejengkelan, musyrik, tidak percaya pada Allah, tidak percaya pada kehidupan akhirat dan lain sebagainya, maka hidup anda akan diselubungi energi negatif yang akan membawa anda pada kesengsaraan dunia dan akhirat. Jika fikiran dan hati anda dipenuhi hal positif iman pada Allah, kehidupan akhirat, sabar, ikhlas, tawakal, taqwa, optimis, penuh harapan, penuh rasa syukur, bahagia, nyaman, tentram, merasa berkecukupan dan lain sebagainya maka hidup anda akan diselubungi energi positif yang akan membawa anda pada kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.

Perhatikan apa yang menguasai hati dan fikiran anda saat ini, unsur positif atau negatif kah? Anda adalah mahluk energi yang kekal dan abadi, hidup dan mati hanya suatu proses perubahan bentuk. Jika anda berpihak pada Allah maka energi positif akan menguasai seluruh hidup anda, jika anda berpihak pada syetan maka energi negatif akan menguasai kehidupan anda. Firman Allah dalam S An Nur ayat 21:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( An Nur 21 )

Sebagai mahluk energi anda adalah mahluk yang kekal dan abadi. Anda tidak akan pernah hancur dan musnah. Anda hanya berubah bentuk dari setetes air, anak bayi, manusia, mayit., masuk alam barzakh, hari kebangkitan, kehidupan syurga atau neraka. persiapkanlah hidup anda untuk menempuh perjalan panjang yang tidak ada batas ruang dan waktu itu, anda akan menempuh perjalanan yang tak terbatas. Jangan terpesona oleh kehidupan dunia yang hanya sementara waktu, perjalanan hidup masih panjang, tidak akan pernah berakhir.

Perhatikan peringatan Allah dalam S Fathir ayat 5 -6 :

5- Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

6- Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (Fathir 5-6)

Sebagian besar manusia hanya fokus pada kehidupan dunia saja, mereka tidak mempersiapkan diri untuk kehidupan yang panjang dan abadi. Manusia hanya mempersiapkan diri untuk kehidupan sesaat, yaitu kehidupan dunia, mereka sekolah, bekerja, menuntut ilmu, ikut program asuransi, menghimpun kekayaan, membuat rumah, investasi dimana mana, semua hanya untuk kehidupan yang singkat di dunia saja. Sebagai mahluk energi mereka lupa dan tidak menyadari bahwa mereka adalah mahluk abadi, yang sedang menempuh perjalanan panjang tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Kematian bukan berarti akhir dari segala galanya, kematian hanya perubahan bentuk energi. Perjalanan masih berlanjut di alam ghaib.

Kematian adalah awal perjalan panjang yang sebenarnya. Teman teman muslim sudahkah anda mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu? Ingat firman Allah dalam S Al Hasyr ayat 18 :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Hasyr 18)

Agar dapat menempuh perjalan panjang menembus ruang dan waktu, dengan aman kita perlu menghimpun energi positif dalam diri kita. Energi positif bisa didapat dengan mendekatkan diri pada sumber energi positif yang tak terbatas yaitu Allah SWT. Tanamkan sifat positif dalam hati dan fikiran, Iman, Taqwa, Tawakal, Syukur, Ikhlas, Selalu berbuat kebaikan , Ingat pada Allah dimanapun berada, ikuti perintahNya jauhi laranganNya. Sadarilah bahwa anda adalah mahluk energi yang abadi, anda tidak akan pernah hancur dan musnah, anda hanya berubah bentuk. Perjalanan anda akan berakhir didalam Syurga atau Neraka kekal abadi selamanya disana ( baca juga artikel ”7 tahap perjalanan hidup manusia ” di blog ini ) .

Perasaan, fikiran dan kehidupan anda sangat dipengaruhi oleh energi yang menguasai anda, energi positif atau negatif. Jika anda dikuasai oleh energi positif yang bersumber pada Allah, anda akan merasa bahagia, gembira, hidup berkecukupan, bebas dari stress dan perasaan tertekan. Anda bisa merasakan kenikmatan hidup selamanya didunia maupun akhirat, sepanjang waktu berjalan. Apapun bencana dan kesulitan yang mendatangi anda tidak akan menyebabkan anda menderita dan tertekan.

Namun jika anda dikuasai oleh energi negatif yang bersumber dari syetan, anda akan merasa tertekan, sedih, stres berkepanjangan, sakit yang tiada henti, hidup serba kekurangan. Anda akan merasakan kesulitan dan penderitaan yang berkepanjangan didunia dan akhirat, sepanjang waktu berjalan. Apa saja musibah dan kesulitan yang menimpa terasa sangat berat dan menekan.

Energi positif bisa kita himpun dengan banyak ingat pada Allah, membaca Al Qur’an sholat dengan benar dan khusu’. Sediakan waktu khusus untuk dzikir dan membaca Al Qur’an. Bangun malam hari , terutama sepertiga malam terakhir kerjakan sholat tahajjud. Pancaran gelombang fikiran pada sepertiga malam terakhir menyebar keseluruh alam semesta tanpa banyak mendapat rintangan, didengar dan disaksikan oleh tentara Allah (Malaikat) dilangit dan dibumi. Jadilah mahluk energi yang hidup kekal dan abadi. Demikanlah Al Qur’an mendukung pendapat James Ray tentang manusia sebagai mahluk energi dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, yang best seller di seluruh dunia sejak tahun 2007 yang lalu.

by. PONDOK TADABBUR