Meditasi Menara Cahaya & Cakra Ilahi

Cakra-cakra yang Anda kenal selama ini adalah cakra standar pada manusia. Sebenarnya di atas cakra mahkota masih ada cakra-cakra lainnya, yang biasa disebut sebagai cakra Ilahi.

Di atas cakra mahkota terdapat cakra ke 8, cakra ini merupakan cakra yang berbeda untuk tiap orang. Baru setelah cakra ke 9 dan seterusnya, merupakan cakra yang sama untuk semua orang. Secara mikro cakra-cakra ilahi ini seperti bertumpuk, di atas cakra 8 terdapat cakra 9, di atas cakra 9 ada cakra 10, dan seterusnya. Secara makro cakra yang lebih tinggi melingkupi cakra di bawahnya.

Energi Cakra Ilahi
Energi dari cakra ilahi bila dirasakan terasa sejuk, lebih sejuk dari energi lainnya. Getarannya juga sangat tinggi, sehingga terasa begitu halus. Tentu saja dengan semakin tinggi cakra ilahi maka semakin tinggi energi yang dapat di akses. Energi dari cakra ilahi bisa diaplikasikan untuk penyembuhan, pembersihan dan juga perlindungan.

Dalam penyembuhan karena daya tembusnya yang tinggi, bisa saja dilakukan penyambuhan hanya dengan satu posisi tangan. Dalam penyembuhan pun bisa digunakan simbol Reiki yang telah Anda miliki.

MEDITASI MENARA CAHAYA.

1. Posisi Awal : Sinkronisasi Getaran Energi Diri Dengan Getaran Energi Ilahi

Mulailah dengan posisi Sembah Qalbu, tenangkan pikiran anda

Ucapkan affirmasi 1 :
“ Saya niat menyelaraskan energy hidup dan energy kesadaran saya dengan energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin sekarang”.

Tarik nafas pelan dan hembuskan dengan pelan lakukan 3 kali :

  1. Hembusan Nafas yang Pertama sambil membaca Surat Al-Fatihah
  2. Hembusan Nafas yang Kedua sambil membaca Ayat LAQOD (Payung Rosul /QS. At. Taubah ayat 128 -129)
  3. Hembusan Nafas yang Ketiga sambil membaca Doa Bismillah 5.

Menarik nafas dan menghembuskannya akan merangsang diri anda untuk menjadi rileks saat anda rileks maka affirmasi akan bekerja dengan cepat dan tentu saja efektif. Biarkan dahulu energy hidup, energy kesadaran, & energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin bekerja kira-kira lima menit, agar tubuh anda sepenuhnya diselubungi oleh Aura Energi Ilahiah.

2. Menurunkan Cahaya Ilahi. 

Afirmasi 1 (umum) :
Saya sekarang menurunkan Cahaya Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin ,  turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin di cakra jantung saya. Dengan penuh rasa syukur kesadaran dan keyakinan penuh, atas izin dan kuasa Tuhan YME, terjadilah.

Ucapkan affirmasi 2 :
saya niat menyalurkan energy hidup, energy kesadaran, & energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin sekarang ke seluruh tubuh agar kembali menyala terang. Tuhan menyertai saya baik siang maupun malam, Energi Ilahi yang ada dalam diri saya membuat tubuh saya menyala terang benderang menyebabkan diri saya penuh dengan energy perlindungan, kesehatan, kekuatan, dan keselamatan”.

Afirmasi 3 (Doa Islami) :

اَللّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا وَفِي سَمْعِيْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِيْ نُوْرًا وَفَوْقِيْ نُوْرًا وَتَحْتِيْ نُوْرًا وَأَمَامِيْ نُوْرًا وَخَلْفِيْ نُوْرًا وَاجْعَلْنِيْ نُوْرًا
“Wahai Allah jadikanlah pada Jantungku cahaya, dan pada penglihatanku cahaya, dan pada pendengaranku cahaya, dan dikananku cahaya, dan dikiriku cahaya, dan diatasku cahaya, dan dibawahku cahaya, dan didepanku cahaya, dan dibelakangku cahaya, dan jadikan untukku cahaya”.

3. Masuk ke dalam Meditasi

  1. Duduk, diam, mata terpejam. Kedua telapak tangan diletakkan di atas paha, kedua telapak tangan menghadap ke atas.
  2. Tekuk lidah anda ke atas (langit-langit mulut), bibir terkatup rapat.
  3. Rileksasikan seluruh tubuh & fikiran.
  4. Tarik napas panjang pelahan-lahan melalui hidung. Tahan sebentar. Kemudian hembuskan habiskan napas anda dengan segera. Ini akan membuat otot-otot anda mengalami rileksasi. Ulangi sebanyak tiga kali.
  5. Kemudian bernafaslah dengan rileks, tarik napas pelahan dan hembuskan sebelum nafas menjadi penuh. Tarik nafas kembali sebelum nafas habis. Lakukan berulang-ulang sesuka hati anda. Nikmati relaksasi yang dihasilkan.
  6. Biarkan pikiran anda menunjukan kejernihannya kepada anda. Tenang…..santai…..damai…..
  7. Bila anda telah memutuskan untuk mengakhirinya. Gerakkan jari-jari anda, dan buka mata anda pelan-pelan.

Meditasi Cakra Ilahi

Berdoa, memohon bantuan, bimbingan dan perlindungan dari Tuhan YME, sesuai dengan kepercayaan Anda.
Anda bisa duduk bersila atau duduk di kursi. Bila Anda duduk di kursi pastikan kaki Anda tidak saling bersilang dan kedua telapak kaki menyentuh lantai. Kedua telapak tangan diletakkan di atas paha, kedua telapak tangan menghadap ke atas.

Kemudian ucapkan afirmasi berikut ini :

  • Saya sekarang melakukan meditasi cakra Ilahi, turunlah cakra Ilahi, turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin di cakra jantung saya. Turunlah, terakseslah energi cakra Ilahi dari cakra 8 dan seterusnya s.d cakra tertinggi, bersihkanlah seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh cakra mayor, mini dan minor di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh organ, jaringan sampai ke seluruh sel di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh jalur sushumna, nadi ida dan pinggala serta seluruh nadi di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruhnya dari energi negatif, unsur negatif, kotoran dan penyakit, bloking, hambatan, karma negatif dan seluruh hal negatif sampai tuntas.
  • Sempurnakanlah proses kundalini saya hingga mencapai tahap sempurna, kembangkanlah seluruh cakra saya hingga mencapai tahap akhir perkembangannya. 
  • Terakseslah energi cakra ilahi dari cakra 8 dan seterusnya s.d. cakra ilahi tertinggi secukupnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing, untuk seluruh keluarga saya, seluruh orang yang saya cintai, seluruh sahabat saya, seluruh guru saya, seluruh orang yang mencintai saya dan seluruh orang yang membenci saya, seluruh bumi indonesia, seluruh bumi, seluruh tata surya ini, seluruh galaksi bima sakti ini, serta seluruh alam semesta beserta isinya, berkatilah seluruhnya dengan cinta kasih,kedamaian, kebahagiaan dan kesehatan secara fisik, mental, emosional dan spiritual.
  • Turunlah kesadaran tertinggi, turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin dengan cakra jantung saya, menyatulah seutuhnya dengan diri saya. Dengan penuh rasa syukur kesadaran dan keyakinan penuh, atas izin dan kuasa Tuhan YME, terjadilah. (Lalu nikmati seluruh proses, memejamkan mata Andaselama meditasi. Setelah dirasa cukup Anda bisa mengakhiri meditasi. Buka mata Anda. Akhiri dengan berdoa dan bersyukur. )

CATATAN :

QS. At Taubah ayat 128-129 :

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.

“Laqod ja akum rosulum min anfusikum azzizun alaihi ma anitum haritsum alaikum bil mu’minina roufur rohim,faintawallau faqul hasbiyallohu laila haila huwa alaihi tawakaltu wahuwa robbul ‘arsyil adzim” (QS. At-Taubah 128-129)

BISMILLAH 5

“Bismillaahir rohmaanir rohiim, Bismillaahisy syafi, bismillaahil kaafi bismillaahil mu’aafi, Bismillaahil la-dzi laa ya-dhur-ru ma’asmihi syai-un fil ardhi walaa fis-samaa’i wahuwas samii’ul aliim

  1. Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
  2. Dengan nama Allah yang menyembuhkan
  3. Dengan nama Allah yang mencukupi
  4. Dengan nama Allah yang memberi kesejahteraan
  5. Dengan nama Allah yang tidak memberi mudharat sesuatu di bumi juga di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui.

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK

Iklan

>Meditasi Menara Cahaya & Cakra Ilahi

>Cakra-cakra yang Anda kenal selama ini adalah cakra standar pada manusia. Sebenarnya di atas cakra mahkota masih ada cakra-cakra lainnya, yang biasa disebut sebagai cakra Ilahi.

Di atas cakra mahkota terdapat cakra ke 8, cakra ini merupakan cakra yang berbeda untuk tiap orang. Baru setelah cakra ke 9 dan seterusnya, merupakan cakra yang sama untuk semua orang. Secara mikro cakra-cakra ilahi ini seperti bertumpuk, di atas cakra 8 terdapat cakra 9, di atas cakra 9 ada cakra 10, dan seterusnya. Secara makro cakra yang lebih tinggi melingkupi cakra di bawahnya.

Energi Cakra Ilahi
Energi dari cakra ilahi bila dirasakan terasa sejuk, lebih sejuk dari energi lainnya. Getarannya juga sangat tinggi, sehingga terasa begitu halus. Tentu saja dengan semakin tinggi cakra ilahi maka semakin tinggi energi yang dapat di akses. Energi dari cakra ilahi bisa diaplikasikan untuk penyembuhan, pembersihan dan juga perlindungan.

Dalam penyembuhan karena daya tembusnya yang tinggi, bisa saja dilakukan penyambuhan hanya dengan satu posisi tangan. Dalam penyembuhan pun bisa digunakan simbol Reiki yang telah Anda miliki.

MEDITASI MENARA CAHAYA.

1. Posisi Awal : Sinkronisasi Getaran Energi Diri Dengan Getaran Energi Ilahi

Mulailah dengan posisi Sembah Qalbu, tenangkan pikiran anda

Ucapkan affirmasi 1 :
“ Saya niat menyelaraskan energy hidup dan energy kesadaran saya dengan energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin sekarang”.

Tarik nafas pelan dan hembuskan dengan pelan lakukan 3 kali :

  1. Hembusan Nafas yang Pertama sambil membaca Surat Al-Fatihah
  2. Hembusan Nafas yang Kedua sambil membaca Ayat LAQOD (Payung Rosul /QS. At. Taubah ayat 128 -129)
  3. Hembusan Nafas yang Ketiga sambil membaca Doa Bismillah 5.

Menarik nafas dan menghembuskannya akan merangsang diri anda untuk menjadi rileks saat anda rileks maka affirmasi akan bekerja dengan cepat dan tentu saja efektif. Biarkan dahulu energy hidup, energy kesadaran, & energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin bekerja kira-kira lima menit, agar tubuh anda sepenuhnya diselubungi oleh Aura Energi Ilahiah.

2. Menurunkan Cahaya Ilahi. 

Afirmasi 1 (umum) :
Saya sekarang menurunkan Cahaya Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin ,  turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin di cakra jantung saya. Dengan penuh rasa syukur kesadaran dan keyakinan penuh, atas izin dan kuasa Tuhan YME, terjadilah.

Ucapkan affirmasi 2 :
saya niat menyalurkan energy hidup, energy kesadaran, & energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin sekarang ke seluruh tubuh agar kembali menyala terang. Tuhan menyertai saya baik siang maupun malam, Energi Ilahi yang ada dalam diri saya membuat tubuh saya menyala terang benderang menyebabkan diri saya penuh dengan energy perlindungan, kesehatan, kekuatan, dan keselamatan”.

Afirmasi 3 (Doa Islami) :

اَللّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا وَفِي سَمْعِيْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِيْ نُوْرًا وَفَوْقِيْ نُوْرًا وَتَحْتِيْ نُوْرًا وَأَمَامِيْ نُوْرًا وَخَلْفِيْ نُوْرًا وَاجْعَلْنِيْ نُوْرًا
“Wahai Allah jadikanlah pada Jantungku cahaya, dan pada penglihatanku cahaya, dan pada pendengaranku cahaya, dan dikananku cahaya, dan dikiriku cahaya, dan diatasku cahaya, dan dibawahku cahaya, dan didepanku cahaya, dan dibelakangku cahaya, dan jadikan untukku cahaya”.

3. Masuk ke dalam Meditasi

  1. Duduk, diam, mata terpejam. Kedua telapak tangan diletakkan di atas paha, kedua telapak tangan menghadap ke atas.
  2. Tekuk lidah anda ke atas (langit-langit mulut), bibir terkatup rapat.
  3. Rileksasikan seluruh tubuh & fikiran.
  4. Tarik napas panjang pelahan-lahan melalui hidung. Tahan sebentar. Kemudian hembuskan habiskan napas anda dengan segera. Ini akan membuat otot-otot anda mengalami rileksasi. Ulangi sebanyak tiga kali.
  5. Kemudian bernafaslah dengan rileks, tarik napas pelahan dan hembuskan sebelum nafas menjadi penuh. Tarik nafas kembali sebelum nafas habis. Lakukan berulang-ulang sesuka hati anda. Nikmati relaksasi yang dihasilkan.
  6. Biarkan pikiran anda menunjukan kejernihannya kepada anda. Tenang…..santai…..damai…..
  7. Bila anda telah memutuskan untuk mengakhirinya. Gerakkan jari-jari anda, dan buka mata anda pelan-pelan.

Meditasi Cakra Ilahi

Berdoa, memohon bantuan, bimbingan dan perlindungan dari Tuhan YME, sesuai dengan kepercayaan Anda.
Anda bisa duduk bersila atau duduk di kursi. Bila Anda duduk di kursi pastikan kaki Anda tidak saling bersilang dan kedua telapak kaki menyentuh lantai. Kedua telapak tangan diletakkan di atas paha, kedua telapak tangan menghadap ke atas.

Kemudian ucapkan afirmasi berikut ini :

  • Saya sekarang melakukan meditasi cakra Ilahi, turunlah cakra Ilahi, turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin di cakra jantung saya. Turunlah, terakseslah energi cakra Ilahi dari cakra 8 dan seterusnya s.d cakra tertinggi, bersihkanlah seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh cakra mayor, mini dan minor di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh organ, jaringan sampai ke seluruh sel di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh jalur sushumna, nadi ida dan pinggala serta seluruh nadi di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruhnya dari energi negatif, unsur negatif, kotoran dan penyakit, bloking, hambatan, karma negatif dan seluruh hal negatif sampai tuntas.
  • Sempurnakanlah proses kundalini saya hingga mencapai tahap sempurna, kembangkanlah seluruh cakra saya hingga mencapai tahap akhir perkembangannya. 
  • Terakseslah energi cakra ilahi dari cakra 8 dan seterusnya s.d. cakra ilahi tertinggi secukupnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing, untuk seluruh keluarga saya, seluruh orang yang saya cintai, seluruh sahabat saya, seluruh guru saya, seluruh orang yang mencintai saya dan seluruh orang yang membenci saya, seluruh bumi indonesia, seluruh bumi, seluruh tata surya ini, seluruh galaksi bima sakti ini, serta seluruh alam semesta beserta isinya, berkatilah seluruhnya dengan cinta kasih,kedamaian, kebahagiaan dan kesehatan secara fisik, mental, emosional dan spiritual.
  • Turunlah kesadaran tertinggi, turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin dengan cakra jantung saya, menyatulah seutuhnya dengan diri saya. Dengan penuh rasa syukur kesadaran dan keyakinan penuh, atas izin dan kuasa Tuhan YME, terjadilah. (Lalu nikmati seluruh proses, memejamkan mata Andaselama meditasi. Setelah dirasa cukup Anda bisa mengakhiri meditasi. Buka mata Anda. Akhiri dengan berdoa dan bersyukur. )

CATATAN :

QS. At Taubah ayat 128-129 :

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.

“Laqod ja akum rosulum min anfusikum azzizun alaihi ma anitum haritsum alaikum bil mu’minina roufur rohim,faintawallau faqul hasbiyallohu laila haila huwa alaihi tawakaltu wahuwa robbul ‘arsyil adzim” (QS. At-Taubah 128-129)

BISMILLAH 5

“Bismillaahir rohmaanir rohiim, Bismillaahisy syafi, bismillaahil kaafi bismillaahil mu’aafi, Bismillaahil la-dzi laa ya-dhur-ru ma’asmihi syai-un fil ardhi walaa fis-samaa’i wahuwas samii’ul aliim

  1. Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
  2. Dengan nama Allah yang menyembuhkan
  3. Dengan nama Allah yang mencukupi
  4. Dengan nama Allah yang memberi kesejahteraan
  5. Dengan nama Allah yang tidak memberi mudharat sesuatu di bumi juga di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui.

>Meditasi Menara Cahaya & Cakra Ilahi

>Cakra-cakra yang Anda kenal selama ini adalah cakra standar pada manusia. Sebenarnya di atas cakra mahkota masih ada cakra-cakra lainnya, yang biasa disebut sebagai cakra Ilahi.

Di atas cakra mahkota terdapat cakra ke 8, cakra ini merupakan cakra yang berbeda untuk tiap orang. Baru setelah cakra ke 9 dan seterusnya, merupakan cakra yang sama untuk semua orang. Secara mikro cakra-cakra ilahi ini seperti bertumpuk, di atas cakra 8 terdapat cakra 9, di atas cakra 9 ada cakra 10, dan seterusnya. Secara makro cakra yang lebih tinggi melingkupi cakra di bawahnya.

Energi Cakra Ilahi
Energi dari cakra ilahi bila dirasakan terasa sejuk, lebih sejuk dari energi lainnya. Getarannya juga sangat tinggi, sehingga terasa begitu halus. Tentu saja dengan semakin tinggi cakra ilahi maka semakin tinggi energi yang dapat di akses. Energi dari cakra ilahi bisa diaplikasikan untuk penyembuhan, pembersihan dan juga perlindungan.

Dalam penyembuhan karena daya tembusnya yang tinggi, bisa saja dilakukan penyambuhan hanya dengan satu posisi tangan. Dalam penyembuhan pun bisa digunakan simbol Reiki yang telah Anda miliki.

MEDITASI MENARA CAHAYA.

1. Posisi Awal : Sinkronisasi Getaran Energi Diri Dengan Getaran Energi Ilahi

Mulailah dengan posisi Sembah Qalbu, tenangkan pikiran anda

Ucapkan affirmasi 1 :
“ Saya niat menyelaraskan energy hidup dan energy kesadaran saya dengan energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin sekarang”.

Tarik nafas pelan dan hembuskan dengan pelan lakukan 3 kali :

  1. Hembusan Nafas yang Pertama sambil membaca Surat Al-Fatihah
  2. Hembusan Nafas yang Kedua sambil membaca Ayat LAQOD (Payung Rosul /QS. At. Taubah ayat 128 -129)
  3. Hembusan Nafas yang Ketiga sambil membaca Doa Bismillah 5.

Menarik nafas dan menghembuskannya akan merangsang diri anda untuk menjadi rileks saat anda rileks maka affirmasi akan bekerja dengan cepat dan tentu saja efektif. Biarkan dahulu energy hidup, energy kesadaran, & energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin bekerja kira-kira lima menit, agar tubuh anda sepenuhnya diselubungi oleh Aura Energi Ilahiah.

2. Menurunkan Cahaya Ilahi. 

Afirmasi 1 (umum) :
Saya sekarang menurunkan Cahaya Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin ,  turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin di cakra jantung saya. Dengan penuh rasa syukur kesadaran dan keyakinan penuh, atas izin dan kuasa Tuhan YME, terjadilah.

Ucapkan affirmasi 2 :
saya niat menyalurkan energy hidup, energy kesadaran, & energy Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin sekarang ke seluruh tubuh agar kembali menyala terang. Tuhan menyertai saya baik siang maupun malam, Energi Ilahi yang ada dalam diri saya membuat tubuh saya menyala terang benderang menyebabkan diri saya penuh dengan energy perlindungan, kesehatan, kekuatan, dan keselamatan”.

Afirmasi 3 (Doa Islami) :

اَللّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا وَفِي سَمْعِيْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِيْ نُوْرًا وَفَوْقِيْ نُوْرًا وَتَحْتِيْ نُوْرًا وَأَمَامِيْ نُوْرًا وَخَلْفِيْ نُوْرًا وَاجْعَلْنِيْ نُوْرًا
“Wahai Allah jadikanlah pada Jantungku cahaya, dan pada penglihatanku cahaya, dan pada pendengaranku cahaya, dan dikananku cahaya, dan dikiriku cahaya, dan diatasku cahaya, dan dibawahku cahaya, dan didepanku cahaya, dan dibelakangku cahaya, dan jadikan untukku cahaya”.

3. Masuk ke dalam Meditasi

  1. Duduk, diam, mata terpejam. Kedua telapak tangan diletakkan di atas paha, kedua telapak tangan menghadap ke atas.
  2. Tekuk lidah anda ke atas (langit-langit mulut), bibir terkatup rapat.
  3. Rileksasikan seluruh tubuh & fikiran.
  4. Tarik napas panjang pelahan-lahan melalui hidung. Tahan sebentar. Kemudian hembuskan habiskan napas anda dengan segera. Ini akan membuat otot-otot anda mengalami rileksasi. Ulangi sebanyak tiga kali.
  5. Kemudian bernafaslah dengan rileks, tarik napas pelahan dan hembuskan sebelum nafas menjadi penuh. Tarik nafas kembali sebelum nafas habis. Lakukan berulang-ulang sesuka hati anda. Nikmati relaksasi yang dihasilkan.
  6. Biarkan pikiran anda menunjukan kejernihannya kepada anda. Tenang…..santai…..damai…..
  7. Bila anda telah memutuskan untuk mengakhirinya. Gerakkan jari-jari anda, dan buka mata anda pelan-pelan.

Meditasi Cakra Ilahi

Berdoa, memohon bantuan, bimbingan dan perlindungan dari Tuhan YME, sesuai dengan kepercayaan Anda.
Anda bisa duduk bersila atau duduk di kursi. Bila Anda duduk di kursi pastikan kaki Anda tidak saling bersilang dan kedua telapak kaki menyentuh lantai. Kedua telapak tangan diletakkan di atas paha, kedua telapak tangan menghadap ke atas.

Kemudian ucapkan afirmasi berikut ini :

  • Saya sekarang melakukan meditasi cakra Ilahi, turunlah cakra Ilahi, turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin di cakra jantung saya. Turunlah, terakseslah energi cakra Ilahi dari cakra 8 dan seterusnya s.d cakra tertinggi, bersihkanlah seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh cakra mayor, mini dan minor di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh organ, jaringan sampai ke seluruh sel di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruh jalur sushumna, nadi ida dan pinggala serta seluruh nadi di seluruh lapisan tubuh saya, bersihkanlah seluruhnya dari energi negatif, unsur negatif, kotoran dan penyakit, bloking, hambatan, karma negatif dan seluruh hal negatif sampai tuntas.
  • Sempurnakanlah proses kundalini saya hingga mencapai tahap sempurna, kembangkanlah seluruh cakra saya hingga mencapai tahap akhir perkembangannya. 
  • Terakseslah energi cakra ilahi dari cakra 8 dan seterusnya s.d. cakra ilahi tertinggi secukupnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing, untuk seluruh keluarga saya, seluruh orang yang saya cintai, seluruh sahabat saya, seluruh guru saya, seluruh orang yang mencintai saya dan seluruh orang yang membenci saya, seluruh bumi indonesia, seluruh bumi, seluruh tata surya ini, seluruh galaksi bima sakti ini, serta seluruh alam semesta beserta isinya, berkatilah seluruhnya dengan cinta kasih,kedamaian, kebahagiaan dan kesehatan secara fisik, mental, emosional dan spiritual.
  • Turunlah kesadaran tertinggi, turunlah ke cakra jantung saya, menyatulah dengan cakra jantung saya, dan menetaplah selama mungkin dengan cakra jantung saya, menyatulah seutuhnya dengan diri saya. Dengan penuh rasa syukur kesadaran dan keyakinan penuh, atas izin dan kuasa Tuhan YME, terjadilah. (Lalu nikmati seluruh proses, memejamkan mata Andaselama meditasi. Setelah dirasa cukup Anda bisa mengakhiri meditasi. Buka mata Anda. Akhiri dengan berdoa dan bersyukur. )

CATATAN :

QS. At Taubah ayat 128-129 :

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.

“Laqod ja akum rosulum min anfusikum azzizun alaihi ma anitum haritsum alaikum bil mu’minina roufur rohim,faintawallau faqul hasbiyallohu laila haila huwa alaihi tawakaltu wahuwa robbul ‘arsyil adzim” (QS. At-Taubah 128-129)

BISMILLAH 5

“Bismillaahir rohmaanir rohiim, Bismillaahisy syafi, bismillaahil kaafi bismillaahil mu’aafi, Bismillaahil la-dzi laa ya-dhur-ru ma’asmihi syai-un fil ardhi walaa fis-samaa’i wahuwas samii’ul aliim

  1. Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
  2. Dengan nama Allah yang menyembuhkan
  3. Dengan nama Allah yang mencukupi
  4. Dengan nama Allah yang memberi kesejahteraan
  5. Dengan nama Allah yang tidak memberi mudharat sesuatu di bumi juga di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui.

Apakah Meditasi Itu ?

Dalam olah batin, meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. Tentu hal tersebut ada sebabnya, sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi.

Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan, suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “

Apakah Meditasi ?

Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah, yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi, berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti :

  1. Melihat ke dalam diri sendiri
  2. Mengamati, refleksi kesadaran diri sendiri
  3. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah, membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli.

Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi, karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli.

Perlu segera dicatat, bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain, karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen, watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi.

Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika cara-cara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa, banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama, tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi, justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya, umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana, lebih merasa dekat dengan Tuhan, merasa kesabarannya bertambah, mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya.

Keadaan hasil yang demikian, sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapan-ucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya, mencerminkan hasil meditasinya.

Cara-cara dan akibat bermeditasi.

Cara bermeditasi banyak sekali.

Ada yang memulai dengan tubuh, arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan, untuk mencapai keheningan, kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks, bisa duduk tegak, bisa berbaring dengan lurus dan rata. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan, pergunakan wangi-wangian dan atau mantra, musik yang cocok dengan selera anda, harus ada keyakinan dalam diri anda, bahwa alam semesta ini terdiri dari energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur.

Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda, tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga, tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur, manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang.

Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta, yang dilakukan terus menerus secara teratur, akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa, karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut, keinginan yang keras duniawi, benci dan sejenisnya akan sangat berkurang, bahkan dapat hilang sama sekali, yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur.

Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda, sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi, salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita, umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain, cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara, cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi.

Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi, atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri.

Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat, maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual, yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri, mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain.

Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi, karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi, bukan tujuan meditasi.

Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti, tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut, anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya, karena berciri sangat pribadi.

Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam, sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. Jika menemui sesuatu, apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran, jangan berhenti, teruskan meditasi anda.

Pengalaman sesudah keadaan demikian, hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya, karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar, mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi, kecuali anda tersadar kembali. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu, dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya.

Di dalam serat Wulang Reh, karya “kasusastran” Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV, terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik, dengan usaha menuju kasampurnaning urip.

Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya, orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur).

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK

>Apakah Meditasi Itu ?

>

Dalam olah batin, meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. Tentu hal tersebut ada sebabnya, sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi.

Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan, suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “

Apakah Meditasi ?

Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah, yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi, berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti :

  1. Melihat ke dalam diri sendiri
  2. Mengamati, refleksi kesadaran diri sendiri
  3. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah, membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli.

Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi, karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli.

Perlu segera dicatat, bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain, karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen, watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi.

Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika cara-cara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa, banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama, tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi, justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya, umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana, lebih merasa dekat dengan Tuhan, merasa kesabarannya bertambah, mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya.

Keadaan hasil yang demikian, sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapan-ucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya, mencerminkan hasil meditasinya.

Cara-cara dan akibat bermeditasi.

Cara bermeditasi banyak sekali.

Ada yang memulai dengan tubuh, arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan, untuk mencapai keheningan, kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks, bisa duduk tegak, bisa berbaring dengan lurus dan rata. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan, pergunakan wangi-wangian dan atau mantra, musik yang cocok dengan selera anda, harus ada keyakinan dalam diri anda, bahwa alam semesta ini terdiri dari energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur.

Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda, tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga, tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur, manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang.

Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta, yang dilakukan terus menerus secara teratur, akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa, karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut, keinginan yang keras duniawi, benci dan sejenisnya akan sangat berkurang, bahkan dapat hilang sama sekali, yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur.

Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda, sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi, salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita, umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain, cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara, cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi.

Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi, atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri.

Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat, maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual, yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri, mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain.

Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi, karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi, bukan tujuan meditasi.

Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti, tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut, anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya, karena berciri sangat pribadi.

Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam, sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. Jika menemui sesuatu, apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran, jangan berhenti, teruskan meditasi anda.

Pengalaman sesudah keadaan demikian, hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya, karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar, mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi, kecuali anda tersadar kembali. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu, dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya.

Di dalam serat Wulang Reh, karya “kasusastran” Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV, terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik, dengan usaha menuju kasampurnaning urip.

Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya, orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur).

MAS KUMITIR

>Apakah Meditasi Itu ?

>

Dalam olah batin, meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. Tentu hal tersebut ada sebabnya, sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi.

Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. Sujianto yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan, suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “

Apakah Meditasi ?

Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah, yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi, berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti :

  1. Melihat ke dalam diri sendiri
  2. Mengamati, refleksi kesadaran diri sendiri
  3. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah, membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli.

Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi, karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli.

Perlu segera dicatat, bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain, karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen, watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi.

Secara gebyah uyah (pada umumnya) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika cara-cara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa, banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama, tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi, justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya, umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana, lebih merasa dekat dengan Tuhan, merasa kesabarannya bertambah, mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya.

Keadaan hasil yang demikian, sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapan-ucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya, mencerminkan hasil meditasinya.

Cara-cara dan akibat bermeditasi.

Cara bermeditasi banyak sekali.

Ada yang memulai dengan tubuh, arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. Lakunya adalah dengan mempergunakan pernafasan, untuk mencapai keheningan, kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks, bisa duduk tegak, bisa berbaring dengan lurus dan rata. Bantuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan, pergunakan wangi-wangian dan atau mantra, musik yang cocok dengan selera anda, harus ada keyakinan dalam diri anda, bahwa alam semesta ini terdiri dari energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur.

Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda, tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga, tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur, manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang.

Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta, yang dilakukan terus menerus secara teratur, akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa, karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut, keinginan yang keras duniawi, benci dan sejenisnya akan sangat berkurang, bahkan dapat hilang sama sekali, yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur.

Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “mengendalikan pikiran dengan pikiran“ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda, sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi, salah satu cara adalah “ mengosongkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita, umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain, cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara, cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi.

Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran “ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi, atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri.

Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat, maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual, yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri, mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain.

Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi, karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi, bukan tujuan meditasi.

Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti, tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut, anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya, karena berciri sangat pribadi.

Untuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam, sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. Jika menemui sesuatu, apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran, jangan berhenti, teruskan meditasi anda.

Pengalaman sesudah keadaan demikian, hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya, karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar, mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi, kecuali anda tersadar kembali. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu, dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya.

Di dalam serat Wulang Reh, karya “kasusastran” Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buwono IV, terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik, dengan usaha menuju kasampurnaning urip.

Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya, orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur).

MAS KUMITIR

TIGA TUBUH GURU SEJATI

Murid : Guru apa saja tiga tubuh dari guru sejati?
Guru :Seorang guru sejati harus memiliki 3 tubuh yaitu:

1.Tubuh jelmaan
Tubuh jelmaan diciptakan untuk menjaga muridnya baik jauh dan dekat sehingga muridnya dapat dilindungi dari bahaya dalam berlatih rohani seperti jebakkan iblis.Tubuh jelmaan wujudnya sangat indah dan menabjubkan,karena ia dapat mewujudkan menjadi apa saja sesuai keinginan murid.Tubuh jelmaan ini juga diciptakan untuk mengajar dialam2 rohani yg tidak terlihat oleh mata biasa.Sehingga Buddha sakyamuni dikenal sebagai guru manusia dan para dewa demikianlah semua guru sejati dapat melakukannya.Waktu muridnya bermeditasi mengunjungi alam2 rohani ia melihat gurunya mengajar dialam tersebut.Tubuh jelmaan tercipta karena welas asih agung untuk menolong semua mahkluk yang menderita.Hanya sedikit orang saja yang memiliki tubuh jelmaan dan orang itu kita kenal dengan julukkan Buddha atau guru sejati.

2.Tubuh kebenaran
Tubuh kebenaran ini wujudnya adalah cahaya.Cahaya ini ada dimana2.Cahaya ini bersemayam dalam batin semua makhluk.Cahaya rohani ini hanya dapat dilihat oleh orang2 yg mata kebijaksanaanya terbuka.Jika seseorang bermeditasi dapat melihat cahaya rohani ini maka ia telah melihat tubuh dharma dan orang ini telah mencapai penerangan.Cahaya ini dikenal sebagai sifat Ketuhanan atau sifat Buddha.Hanya guru sejati saja yang dapat membuat anda melihat cahaya ini.Tanpa guru sejati tidak ada jalan bagi manusia untuk mencapai penerangan.

3.Tubuh jasmani
Guru sejati yang ingin menolong manusia dan mahkluk lain harus mempunyai tubuh jasmani,karena melalui tubuh jasmani ini digunakan untuk mengajar manusia,dan dapat menanggung karma murid2nya dan mahkluk lain.Jika ingin menolong manusia harus menanggung karmanya.Inilah hukum alam.Tubuh guru sejati yang hidup lebih berguna dari tubuh guru sejati yang telah meninggal.Jadi tanpa tubuh jasmani guru sejati yang hidup tidak dapat menolong makhluk yang menderita.Dokter yang telah meninggal tak bisa mengobati orang sakit tapi dokter yang hidup saja yang dapat mengobati orang sakit.

Blog Budha