>Latihan Kepekaan Reiki : Byosen Reikan Ho

>

Sebenarnya, kemampuan penyembuhan yang dimiliki oleh seseorang praktisi Reiki bukanlah hal yang membuat Reiki menjadi terkenal seperti sekarang. Tetapi, kemampuan praktisi Reiki untuk mendiagnosa dan mengenali adanya penyakit bahkan sebelum penyakit timbullah yang membuat Reiki menjadi pembicaraan di kalangan para penyembuh alternatif.

Dibandingkan aliran penyembuhan dengan energi yang lain, kemampuan mendiagnosa adanya Hibiki ( sensasi penyakit) segera timbul setelah seorang praktisi mempelajari Reiki level Shoden. Walaupun demikian, tidak semua orang dapat langsung menyadari kemampuan ini. Menyadari hal tersebut, sensei Mikao Usui memberikan sebuah latihan sederhana untuk mengasah dan mempertajam kemampuan ini. Latihan in disebut sebagai Byosen Reikan Ho.

Byo berarti penyakit atau ketidak-harmonisan, sen berarti sebelum¸ Rei berarti energi atau roh, Kan berarti emosi, perasaan dan sensasi, sedangkah Ho berarti metode. Dari arti kata-katanya, Byosen Reikan Ho berarti metode untuk merasakan keberadaan penyakit dengan energi. Teknik ini membuat tangan praktisi menjadi peka terhadap keberadaan Hibiki dengan hanya meletakan tangan diatas tubuh yang sakit.

Kemampuan Byosen dari praktisi Reiki tidak hanya dapat merasakan Hibiki yang sedang diderita, tetapi juga gejala penyakit sebelum penyakit itu timbul. Hal tersebut membuat seorang praktisi mampu mencegah penyakit sedini mungkin, dan meminimalisir dampak penyakit tersebut.

Kadang kala, sensasi penyakit yang dirasakan tidak berada ditempat dimana penyakit tersebut secara kasat mata terlihat. Bahkan, terkadang Hibiki yang dirasakan, berada ditempat yang tidak berhubungan sama sekali. Misalnya kelainan pada lambung seringkali dirasakan Hibiki-nya di kepala bagian depan, cacingan pada hidung, dan masalah liver pada mata.

Tingkat kemampuan merasakan Hibiki ( Byosen) sangat bervariasi diantara para praktisi Reiki. Ada praktisi yang mampu merasakan Hibiki segera setelah mempelajari tingkat Shoden, tetapi semua praktisi dapat merasakan Hibiki setelah beberapa waktu melatih dan melakukan terapi Reiki pada diri sendiri dan orang lain.

Berikut adalah penjelasan dari teknik Byosen Reikan Ho:

  1. Duduk atau berdirilah dengan santai
  2. Tangkupkan kedua telapak tangan anda didepan dada (posisi Gassho) dan berkatalah pada diri anda sendiri ” Saya memulai Byosen Reikan Ho”.
  3. Angkat kedua telapak tangan anda ke depan dahi anda, dan hadapkan kedua belah telapak tangan ke dahi. Jarak antara telapak tangan dan dahi kurang lebih 5 cm.
  4. Turunkan kedua tangan anda perlahan lahan, menyusuri tubuh perlahan lahan.
  5. Bila merasakan sensasi Hibiki berhentilah sebentar, beri Reiki pada Hibiki dan biarkan Hibiki tersebut timbul dan menghilang. Timbulnya Hibiki hingga menghilangnya Hibiki di sebut sebagai satu siklus. Semakin lama memberikan Reiki pada area atau tempat yang memiliki Hibiki, anda akan merasakan, setiap siklus selalu ditandai dengan puncak Hibiki yang semakin melemah. Tahan tangan anda paling sedikit selama satu siklus.
  6. Pindahkan tangan anda ke area lain dan ulangi langkah no. 5.
  7. Setelah selesai, tangkupkan tangan anda kembali didepan dada (Gassho) dan berterimakasihlah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Reiki.

Gendai Reiki Ho

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: