Menguak Fenomena GENDAM

GENDAM atau HIPNOTIS…??

Dalam bahasan ini sebenarnya sekedar sebagai bentuk pengetahuan yang dirasa perlu untuk membeberkan agak mendalam tentang penyimpangan hipnotis yang berakibat hipnotis menjadi ilmu yang dikonotasikan sebagai ilmu yang merugikan orang lain bahkan dianggap sebagai ilmu hitam.

Perlu anda ketahui bahwa dalam hipnotis,seorang hipnoterapis dalam langkah-langkah penghipnotisannya dia menggunakan berbagai hal antara lain persetujuan dari subjek (suyet),memfokuskan pandangan,mengaktifkan sebanyak mungkin panca indera dari subyek dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar pikiran sadar dari subyek menjadi sibuk yang kemudian dimanfaatkan oleh penghipnotis untuk menelikung menembus alam bawah sadar dari subyek itu sendiri.

Tentunya penghipnotis akan menggunakan kata-kata atau sugesti yang bernada positif agar subyek semakin mudah terbawa dan terlena memasuki alam pikiran bawah sadarnya atau biasa disebut induksi. Gendam juga menggunakan sugesti2 dalam melancarkan aksinya,walaupun sugesti2 tersebut telah dimodifikasi sebelumnya agar sesuai dengan apa yang diinginkanya yaitu memiliki semua yang dimiliki korban.

Gendam didaerah Pekan Baru disebut ilmu Lodes adalah ilmu permainan kata-kata yang apabila seseorang terjebak dalam kata-kata itu maka dia akan menuruti semua yang disugesikan penggendam.

Ada beberapa cara yang digunakan penggendam dalam melancarkan aksinya yang dalam hipnotis disebut induksi antara lain :

1. Memberikan harapan besar
2. Mengumpulkan rasa iba dan serakah dalam satu waktu
3. Memberikan kejutan-kejutan (tepukan)

Dari masing-masing poin diatas saya akan mencoba menguraikan secara singkat disertai contoh kasusnya walau dalam kenyataanya mungkin akan berbeda.

1. Dalam memberikan harapan seorang penggendam juga sekaligus akan berusaha untuk membuat korbanya untuk memusatkan konsentrasi pada satu hal tertentu. 

Misalnya dalam kasus gendam berikut ini.

Penggendam menemui calon korban biasanya dengan membawa tas agak besar, setelah basa-basi sejenak dia melancarkan induksi dengan mengatakan bahwa tas yang ia bawa berisi uang puluhan juta sedangkan ia tak ada teman untuk mengantarnya ke Bank. Sambil setengah memohon korban ia suruh untuk menjaga tasnya karena ia akan menelpon temannya, otomatis koban akan merasa perlu untuk membantunya.

Sementara itu penggendam pura-pura meraba-raba semua sakunya seolah-olah sedang mencari sesuatu,sejurus kemudian ia berkata sambil memelas untuk meminjam handphone korban dengan alasan mau mengganti pulsa yang ia pakai dengan pulsa yang lebih banyak.Akhir korban memberikan HP nya selain akan mendapatkan pulsa yang lebih banyak juga dia berasumsi bahwa nilai HP nya masih jauh lebih kecil dari nilai uang yang dijaganya.Setelah itu penggendam pura-pura sedang mencari signal berjalan perlahan-lahan menjauhi korban dan akhirnya lari bersama temannya yang sudah ia persiapkan.Korban tidak akan menyangka bila uang yang ditunggui dengan hati-hati ternyata setelah dibuka didalamnya hanya bersisi kertas belaka.

2. Seorang penggendam biasanya pura-pura istrinya sedang melahirkan dan membutuhkan biaya yang sangat besar dengan tujuan agar korbanya menjadi sangat iba terhadap dirinya kemudian belum selesai rasa ibanya ditambah lagi dengan tawaran keris atau cincin peninggalan nenek koyangnya dengan lihainya iia berkelakar bahwa benda tersebut selain punya daya magis yang tinggi juga diburu oleh banyak kolektor. Karena iba korban akan berusaha menolong dengan menawarkan unuk membeli keris/cincin itu,hal ini juga didorong oleh perasaan ingin memiliki benda tersebut, maka terjadilah tawar menawar yang akhirnya semua isi dompet ,cincin bahkan juga jam tangan semua diberikan pada penggendam tanpa rasa menyesal sedikitpun.

3. Dalam kasus ini ada syarat-syarat dimana seorang yang sangat sadar langsung tergendam dengan sekali tepuk atau sekali kejut.

Syarat-syarat itu ada beberapa dari penggendam hanya membutuhkan tiga atau empat syarat saja.
Syarat-syarat itu yakni:

a. Bila melipat maka lengan kiri berada diluar
b. Bila menyuelipkan jari-jemari maka jempol kiri berada diatas
c. Bila melamun kepalanya lebih banyak menoleh kekiri
d. Bila melipat kaki maka kaki kiri berada diatas menimpa kaki kanan
e. Bila diajak bicara orang akan serius mendengarkan/memperhatikan
f. Sangat familiar.

Ada dua kemungkinan yang akan dipakai:

1. Asal tepuk saja dengan harapan sau dari sekian banyak oang akan masuk dalam perangkap gendamnya.
2. Penggendam akan melihat-lihat dulu apakah Calon korban benar-benar memenuhi syarat.

Cara pertama atau cara kedua sama-sama beresiko,namun dalam menepuk dan induksi cepatnya sama saja yaitu pada waktu menepuk penggendam sambil berkata bahwa ia adalah teman sekelasnya waktu kecil dan korban telah lupa (maka imajinasi sudah masuk) tetapi belum selesai dimasuki lagi dengan induksi berupa sanjungan. Misalnya dengan mengatakan bahwa korban sekarang sudah kaya raya dengan perhiasan dimana-mana setelah itu induksi ketiga dengan mengatakan bahwa didaerah sini sangat berbahaya banyak pencopetan maka korban dihimbau agar berhati-hati dan kemudian penggendam berkata “ Demi keamanan anda,maka titipkanlah barang-barang berharga anda” penggendam tidak akan berkata “serahkan perhiasan anda” karena dia tahu sugesti itu negative.

Gendam & Magnetisme
Hipnotis tradisional atau bisa disebut hipnotis timur yang berkembang pada masyarakat awam adalah hipnotis yang lahir dari “rahim mistik”. Walau identik dengan metafisis, hipnotis tradisional pada bagian tertentu memiliki kesamaan dengan hipnotis modern, khususnya untuk “mempengaruhi”.

Mistik, apapun alirannya percaya dibalik fisik manusia tersimpan energi misterius. Otak manusia terdiri dari bermilyar sel syaraf yang menghasilkan arus listrik lemah memancarkan gelombang elektromagnetik sangat halus. Karena itu, otak yang terlatih memiliki kekuatan gelombang yang sangat kuat yang dapat mempengaruhi sekitarnya.

Proses kekuatan gendam masih ada bagian yang belum terjangkau oleh logika. Namun jika diamati, prosesnya identik dengan hipnotis modern.

Yaitu, diawali dengan menciptakan “pra induksi” yang harus disesuaikan dengan kondisi dan pola pikir subjek (sasaran yang dituju), kemudian melakukan “induksi” dilanjutkan dengan trance level test dengan melihat respon subjek terhadap induksi yang dilancarkan, baru kemudian memberikan sugesti atau saran-saran sesuai kehendak.

ENERGI TIMBUL DARI DISILIN DIRI
Sebuah ritual diyakini menimbulkan kekuatan mistis. Proses penggalian energi batin itu dilakukan dengan menanamkan “hipnotis diri” (autosugesti) secara rutin. Melalui bacaan-bacaan tertentu, wirid, mantra, doa dan sebagainya hingga mampu menimbulkan sugesti yang sangat kuat.

Proses sebuah ritual magis menghasilkan tenaga magnetis,
yaitu dasar dari kekuatan supranatural
yang nantinya dapat diaktualisasikan untuk berbagai aktivitas,
tergantung program yang mengolahnya.

Dengan demikian, proses dari wirid, doa atau mantra itu ditinjau dari sisi yang lebih ilmiah adalah konsep penanaman induksi dan motivasi ke alam bawah sadar hingga dalam kondisi tertentu, seseorang dapat melakukan aktivitas yang sering tidak disadarinya, semacam gerak reflek yang oleh sebagian orang disebut non aktifnya sang aku pribadi. Kondisi itu juga disebut proses kalenggahan karena hadirnya energi non pribadi yang mengendalikan jiwa raga.

Maka, orang-orang yang tekun mengolah jiwanya sering tidak menyadari “prestasi-prestasi” yang dilakukannya bahkan menurut pengalaman penulis, saat energi itu bekerja, terasa kesadaran berkurang baik pada pelaku atau orang lain yang kita pengaruhi. Intinya, sama-sama “mengantuk” dan tahu-tahu … beres.
Hipnotis pada sebagian masyarakat awam dikonotasikan negatif. Asumsi orang akan tertuju pada seseorang dengan mata melotot sedang mempengaruhi orang lain yang kemudian menyerahkan perhiasan dan isi dompetnya.

Dalam hal mempengaruhi atau “menundukkan” orang lain, antara hipnotis modern dengan yang tradisional memiliki perbedaan. Hipnotis modern lebih positif karena hanya mampu mempengaruhi orang yang ingin dipengaruhi (kepentingan terapi) sedangkan hipnotis tradisional diprogram untuk mampu mempengaruhi orang yang ingin menolak sekalipun.

SISI POSITIF HIPNOTIS TRADISIONAL
Tapi tidak selamanya hipnotis tradisional itu negatif. Dilihat dari sisi positifnya, eksistensinya adalah sebuah konsep pemanfaatan energi metafisis sebagai alternatif bagaimana menundukkan hati yang keras. Maka hipnotis tradisional pun efektif untuk menanangani kasus-kasus :

  1. Memberikan nasihat agar lebih mudah masuk ke hati.
  2. Proteksi/perisai dari niat jahat.
  3. Meluluhkan orang yang keras, kalap, pelit (dalam kasus menagih) dll.
  4. Memberikan keyakinan dan sugesti pada orang yang sedang secara psikis maupun fisik hingga bangkit rasa percaya dirinya.

Sebagai penunjang induksi hipnotis ilmiah. Penulis sering menggunakan hipnotis tradisional untuk mempengaruhi pasien/subjek yang sulit menerima induksi hipnotis modern.

Pemanfaatan hipnotis tradisional untuk tindak kejahatan walau sering kita dengar, tapi yang terjadi dijalanan itu sesungguhnya adalah bentuk dari penyalahgunaan ilmu, dan bukan tujuan dari ilmu itu diciptakan.
Ilmu bagai sebilah pisau yang dapat digunakan untuk menolong maupun menodong. Tergantung siapa yang memegangnya.

MANTRA, DOA SEBAGAI AUTOSUGESTI
Posisi mantra atau jenis bacaan tertentu oleh seseorang yang menggali olah batinnya, menempatkan mantra sebagai “alat bantu”. Dengan kesimpulan itu berarti bukan mantra atau bacaan-bacaan yang menimbulkan kekuatan, melainkan program atau niat ketika bacaan itu dilakukan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, “kata-katamu adalah doamu”. Artinya, ucapan lisan yang terprogram adalah kekuatan insaniah yang dapat menghasilkan kekuatan Ilahiyah. Kaidah ini dalam hipnotis modern disebut autosugesti.

Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada teknik “sapa” atau verbal, Hipnotis tradisional mempengaruhi subyek (sasaran) lebih tertumpu pada energi batinnya melalui tatapan mata, gelombang suara dan energi lembut yang memancar dari badan halusnya. Para ahli hipnotis tradisional pada umumnya mempelajari ilmu metafisika yang “berkarakter meluluhkan”. Ilmu semacam itu dapat digali dari berbagai unsur, tergantung selera pribadi dan harus disesuaikan dengan latar belakang budayanya.

Kunci sukses dari mengolah sisi supranatural harus disesuaikan tahap spiritual seseorang. Orang yang nuraninya lebih dekat pada animisme – dinamisme dalam mengolah sisi batinnya harus melakukan ritual yang “aneh-aneh”, orang modern dengan metode yang lebih bisa diterima akal sehatnya, (tekhnik pernapasan, konsentrasi), sedangkan orang religius mengolah sisi batin itu melalui wirid atau doa.

Mistik yang berkembang pada masyarakat pada umumnya memiliki tahapan :

  1. Japa Mantra (pemujaan pada alam, tokoh sakti & menguatkan ego / keakuan).
  2. Riyadhah sebagai bentuk disiplin diri, mengurangi kenikmatan duniawi melalui puasa, melek malam, doa, wirid dsb.
  3. Mantra Religius (kombinasi antara mantra konvensional dengan religi) Aurad (berupa rangkuman doa ciptaan orang-orang suci, jaljalut, hizb, asmak atau rangkuman ayat-ayat suci) Doa, Religi Murni (bersumber dari hadis dan alquran)

PROSES KERJA ENERGI
Beberapa kali penulis diundang dalam sebuah pelatihan hipnotis sebagai instruktur tamu yang membahas hipnotis tradisional. Informasi tentang “hipnotis magis” itu ternyata banyak mengusik kalangan ilmuwan.
Kepada yang meragukan adanya unsur supranatural itu, dan meyakini bahwa gendam yang terjadi dijalanan itu karena faktor kelihaian komunikasi dan memanfaatkan kebodohan korban saja, saya memberikan argumentasi, ketika ada anak yang sudah seharusnya tidak menyusu tetapi masih tetap menyusu, orang tuanya lalu memanfaatkan jasa “orang pintar”.

Dalam tradisi Jawa, memisah jalinan hati itu disebut sapeh. Metodenya cukup memberikan makan atau minuman yang sudah diberi energi. Maka yang terjadi kemudian, anak itu tiba-tiba mogok menyusu karena takut saat melihat puting susu Ibunya.

Pertanyaannya adalah? Kenapa balita itu tiba-tiba menjadi tidak lagi mau menyusu? Padahal ia tidak dibujuk-bujuk, tidak di induksi (dalam istilah hipnotis modern). Nah, jika hanya dengan “tiupan” saja dapat mempengaruhi prilaku anak-anak (juga orang dewasa), itu menunjukkan bahwa energi supranatural itu benar-benar ada dan dapat mempengaruhi kepribadian manusia.

LEBIH JAUH TENTANG GENDAM
Walau istilah gendam konotasinya negatif, hakikatnya gendam itu sebuah ilmu yang netral dan bebas nilai. Gendam tidak termasuk ilmu hitam. Posisinya seperti sirep, ilmu untuk menidurkan yang semula diciptakan untuk menidurkan bayi rewel agar segera tertidur, namun ketika sirep itu dipegang orang jahat lalu digunakan menidurkan calon korban. Dalam kasus ini, sirepnya tidak salah. Yang salah adalah orang yang memegang ilmu itu.

Ilmu sejenis gendam, khususnya untuk menggagalkan niat jahat, di Jawa Tengah disebut Aji Prembanyu / Pembayun. Sedangkan gendam itu sendiri lebih fokus pada ilmu meluluhkan untuk tujuan komunikasi.

Ilmu gendam terbagi dalam 3 jenis. Yaitu :

  1. Gendam fisik (murni teknik komunikasi, tapi pada umumnya mengekploitasi mistis. Aktivitas ini termasuk “keajaiban jasmani”)
  2. Gendam Kombinasi (perpaduan teknik komunikasi dengan “andalan” batin).
  3. Gendam Magis (100% magis. Termasuk keajaiban ruhani). Rumusnya “belum ketemu” tapi fenomenanya tidak dapat dipungkiri.

BAGAIMANA MENGUASAI GENDAM?
Mempelajari gendam tidaklah rumit. Kuncinya harus yakin dan tekun mengasah dan sebagai penunjang, wawasan harus diperluas. Tentang berat ringannya proses latihan tergantung jenis yang diinginkan. Dan bagi yang nuraninya tidak bisa menerima konsep olah batin yang berbau budaya, karena khawatir bid’ah dan sebagainya, dapat melalui aktivitas religius. Yaitu, melalui jalur aurad, doa, hizb, jaljalud dsb.

Konsep penggalian energi peluluh itu beragam. Ada yang dengan melakukan kungkum dengan membaca mantra-mantra tertentu, ada yang dengan puasa dan membaca bacaan yang diyakini mengandung kekuatan gaib.

Konsep mistik yang religius bersandar pada doa dengan kaidah : Dengan menyebut asma Tuhan (asma al-husna) engkau dapat “menyerap” sifat-sifat Tuhan. Dan pasti, Tuhan Maha Lembut, Maha Menundukkan, Maha Perkasa. Maka, bermohonlah kelembutan, daya penunduk dan keperkasaan kepada-Nya.

holistic1610.wordpress.com

Iklan

>Menguak Fenomena GENDAM

>

GENDAM atau HIPNOTIS…??

Dalam bahasan ini sebenarnya sekedar sebagai bentuk pengetahuan yang dirasa perlu untuk membeberkan agak mendalam tentang penyimpangan hipnotis yang berakibat hipnotis menjadi ilmu yang dikonotasikan sebagai ilmu yang merugikan orang lain bahkan dianggap sebagai ilmu hitam.

Perlu anda ketahui bahwa dalam hipnotis,seorang hipnoterapis dalam langkah-langkah penghipnotisannya dia menggunakan berbagai hal antara lain persetujuan dari subjek (suyet),memfokuskan pandangan,mengaktifkan sebanyak mungkin panca indera dari subyek dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar pikiran sadar dari subyek menjadi sibuk yang kemudian dimanfaatkan oleh penghipnotis untuk menelikung menembus alam bawah sadar dari subyek itu sendiri.

Tentunya penghipnotis akan menggunakan kata-kata atau sugesti yang bernada positif agar subyek semakin mudah terbawa dan terlena memasuki alam pikiran bawah sadarnya atau biasa disebut induksi. Gendam juga menggunakan sugesti2 dalam melancarkan aksinya,walaupun sugesti2 tersebut telah dimodifikasi sebelumnya agar sesuai dengan apa yang diinginkanya yaitu memiliki semua yang dimiliki korban.

Gendam didaerah Pekan Baru disebut ilmu Lodes adalah ilmu permainan kata-kata yang apabila seseorang terjebak dalam kata-kata itu maka dia akan menuruti semua yang disugesikan penggendam.

Ada beberapa cara yang digunakan penggendam dalam melancarkan aksinya yang dalam hipnotis disebut induksi antara lain :

1. Memberikan harapan besar
2. Mengumpulkan rasa iba dan serakah dalam satu waktu
3. Memberikan kejutan-kejutan (tepukan)

Dari masing-masing poin diatas saya akan mencoba menguraikan secara singkat disertai contoh kasusnya walau dalam kenyataanya mungkin akan berbeda.

1. Dalam memberikan harapan seorang penggendam juga sekaligus akan berusaha untuk membuat korbanya untuk memusatkan konsentrasi pada satu hal tertentu. 

Misalnya dalam kasus gendam berikut ini.

Penggendam menemui calon korban biasanya dengan membawa tas agak besar, setelah basa-basi sejenak dia melancarkan induksi dengan mengatakan bahwa tas yang ia bawa berisi uang puluhan juta sedangkan ia tak ada teman untuk mengantarnya ke Bank. Sambil setengah memohon korban ia suruh untuk menjaga tasnya karena ia akan menelpon temannya, otomatis koban akan merasa perlu untuk membantunya.

Sementara itu penggendam pura-pura meraba-raba semua sakunya seolah-olah sedang mencari sesuatu,sejurus kemudian ia berkata sambil memelas untuk meminjam handphone korban dengan alasan mau mengganti pulsa yang ia pakai dengan pulsa yang lebih banyak.Akhir korban memberikan HP nya selain akan mendapatkan pulsa yang lebih banyak juga dia berasumsi bahwa nilai HP nya masih jauh lebih kecil dari nilai uang yang dijaganya.Setelah itu penggendam pura-pura sedang mencari signal berjalan perlahan-lahan menjauhi korban dan akhirnya lari bersama temannya yang sudah ia persiapkan.Korban tidak akan menyangka bila uang yang ditunggui dengan hati-hati ternyata setelah dibuka didalamnya hanya bersisi kertas belaka.

2. Seorang penggendam biasanya pura-pura istrinya sedang melahirkan dan membutuhkan biaya yang sangat besar dengan tujuan agar korbanya menjadi sangat iba terhadap dirinya kemudian belum selesai rasa ibanya ditambah lagi dengan tawaran keris atau cincin peninggalan nenek koyangnya dengan lihainya iia berkelakar bahwa benda tersebut selain punya daya magis yang tinggi juga diburu oleh banyak kolektor. Karena iba korban akan berusaha menolong dengan menawarkan unuk membeli keris/cincin itu,hal ini juga didorong oleh perasaan ingin memiliki benda tersebut, maka terjadilah tawar menawar yang akhirnya semua isi dompet ,cincin bahkan juga jam tangan semua diberikan pada penggendam tanpa rasa menyesal sedikitpun.

3. Dalam kasus ini ada syarat-syarat dimana seorang yang sangat sadar langsung tergendam dengan sekali tepuk atau sekali kejut.

Syarat-syarat itu ada beberapa dari penggendam hanya membutuhkan tiga atau empat syarat saja.
Syarat-syarat itu yakni:

a. Bila melipat maka lengan kiri berada diluar
b. Bila menyuelipkan jari-jemari maka jempol kiri berada diatas
c. Bila melamun kepalanya lebih banyak menoleh kekiri
d. Bila melipat kaki maka kaki kiri berada diatas menimpa kaki kanan
e. Bila diajak bicara orang akan serius mendengarkan/memperhatikan
f. Sangat familiar.

Ada dua kemungkinan yang akan dipakai:

1. Asal tepuk saja dengan harapan sau dari sekian banyak oang akan masuk dalam perangkap gendamnya.
2. Penggendam akan melihat-lihat dulu apakah Calon korban benar-benar memenuhi syarat.

Cara pertama atau cara kedua sama-sama beresiko,namun dalam menepuk dan induksi cepatnya sama saja yaitu pada waktu menepuk penggendam sambil berkata bahwa ia adalah teman sekelasnya waktu kecil dan korban telah lupa (maka imajinasi sudah masuk) tetapi belum selesai dimasuki lagi dengan induksi berupa sanjungan. Misalnya dengan mengatakan bahwa korban sekarang sudah kaya raya dengan perhiasan dimana-mana setelah itu induksi ketiga dengan mengatakan bahwa didaerah sini sangat berbahaya banyak pencopetan maka korban dihimbau agar berhati-hati dan kemudian penggendam berkata “ Demi keamanan anda,maka titipkanlah barang-barang berharga anda” penggendam tidak akan berkata “serahkan perhiasan anda” karena dia tahu sugesti itu negative.

Gendam & Magnetisme
Hipnotis tradisional atau bisa disebut hipnotis timur yang berkembang pada masyarakat awam adalah hipnotis yang lahir dari “rahim mistik”. Walau identik dengan metafisis, hipnotis tradisional pada bagian tertentu memiliki kesamaan dengan hipnotis modern, khususnya untuk “mempengaruhi”.

Mistik, apapun alirannya percaya dibalik fisik manusia tersimpan energi misterius. Otak manusia terdiri dari bermilyar sel syaraf yang menghasilkan arus listrik lemah memancarkan gelombang elektromagnetik sangat halus. Karena itu, otak yang terlatih memiliki kekuatan gelombang yang sangat kuat yang dapat mempengaruhi sekitarnya.

Proses kekuatan gendam masih ada bagian yang belum terjangkau oleh logika. Namun jika diamati, prosesnya identik dengan hipnotis modern.

Yaitu, diawali dengan menciptakan “pra induksi” yang harus disesuaikan dengan kondisi dan pola pikir subjek (sasaran yang dituju), kemudian melakukan “induksi” dilanjutkan dengan trance level test dengan melihat respon subjek terhadap induksi yang dilancarkan, baru kemudian memberikan sugesti atau saran-saran sesuai kehendak.

ENERGI TIMBUL DARI DISILIN DIRI
Sebuah ritual diyakini menimbulkan kekuatan mistis. Proses penggalian energi batin itu dilakukan dengan menanamkan “hipnotis diri” (autosugesti) secara rutin. Melalui bacaan-bacaan tertentu, wirid, mantra, doa dan sebagainya hingga mampu menimbulkan sugesti yang sangat kuat.

Proses sebuah ritual magis menghasilkan tenaga magnetis,
yaitu dasar dari kekuatan supranatural
yang nantinya dapat diaktualisasikan untuk berbagai aktivitas,
tergantung program yang mengolahnya.

Dengan demikian, proses dari wirid, doa atau mantra itu ditinjau dari sisi yang lebih ilmiah adalah konsep penanaman induksi dan motivasi ke alam bawah sadar hingga dalam kondisi tertentu, seseorang dapat melakukan aktivitas yang sering tidak disadarinya, semacam gerak reflek yang oleh sebagian orang disebut non aktifnya sang aku pribadi. Kondisi itu juga disebut proses kalenggahan karena hadirnya energi non pribadi yang mengendalikan jiwa raga.

Maka, orang-orang yang tekun mengolah jiwanya sering tidak menyadari “prestasi-prestasi” yang dilakukannya bahkan menurut pengalaman penulis, saat energi itu bekerja, terasa kesadaran berkurang baik pada pelaku atau orang lain yang kita pengaruhi. Intinya, sama-sama “mengantuk” dan tahu-tahu … beres.
Hipnotis pada sebagian masyarakat awam dikonotasikan negatif. Asumsi orang akan tertuju pada seseorang dengan mata melotot sedang mempengaruhi orang lain yang kemudian menyerahkan perhiasan dan isi dompetnya.

Dalam hal mempengaruhi atau “menundukkan” orang lain, antara hipnotis modern dengan yang tradisional memiliki perbedaan. Hipnotis modern lebih positif karena hanya mampu mempengaruhi orang yang ingin dipengaruhi (kepentingan terapi) sedangkan hipnotis tradisional diprogram untuk mampu mempengaruhi orang yang ingin menolak sekalipun.

SISI POSITIF HIPNOTIS TRADISIONAL
Tapi tidak selamanya hipnotis tradisional itu negatif. Dilihat dari sisi positifnya, eksistensinya adalah sebuah konsep pemanfaatan energi metafisis sebagai alternatif bagaimana menundukkan hati yang keras. Maka hipnotis tradisional pun efektif untuk menanangani kasus-kasus :

  1. Memberikan nasihat agar lebih mudah masuk ke hati.
  2. Proteksi/perisai dari niat jahat.
  3. Meluluhkan orang yang keras, kalap, pelit (dalam kasus menagih) dll.
  4. Memberikan keyakinan dan sugesti pada orang yang sedang secara psikis maupun fisik hingga bangkit rasa percaya dirinya.

Sebagai penunjang induksi hipnotis ilmiah. Penulis sering menggunakan hipnotis tradisional untuk mempengaruhi pasien/subjek yang sulit menerima induksi hipnotis modern.

Pemanfaatan hipnotis tradisional untuk tindak kejahatan walau sering kita dengar, tapi yang terjadi dijalanan itu sesungguhnya adalah bentuk dari penyalahgunaan ilmu, dan bukan tujuan dari ilmu itu diciptakan.
Ilmu bagai sebilah pisau yang dapat digunakan untuk menolong maupun menodong. Tergantung siapa yang memegangnya.

MANTRA, DOA SEBAGAI AUTOSUGESTI
Posisi mantra atau jenis bacaan tertentu oleh seseorang yang menggali olah batinnya, menempatkan mantra sebagai “alat bantu”. Dengan kesimpulan itu berarti bukan mantra atau bacaan-bacaan yang menimbulkan kekuatan, melainkan program atau niat ketika bacaan itu dilakukan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, “kata-katamu adalah doamu”. Artinya, ucapan lisan yang terprogram adalah kekuatan insaniah yang dapat menghasilkan kekuatan Ilahiyah. Kaidah ini dalam hipnotis modern disebut autosugesti.

Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada teknik “sapa” atau verbal, Hipnotis tradisional mempengaruhi subyek (sasaran) lebih tertumpu pada energi batinnya melalui tatapan mata, gelombang suara dan energi lembut yang memancar dari badan halusnya. Para ahli hipnotis tradisional pada umumnya mempelajari ilmu metafisika yang “berkarakter meluluhkan”. Ilmu semacam itu dapat digali dari berbagai unsur, tergantung selera pribadi dan harus disesuaikan dengan latar belakang budayanya.

Kunci sukses dari mengolah sisi supranatural harus disesuaikan tahap spiritual seseorang. Orang yang nuraninya lebih dekat pada animisme – dinamisme dalam mengolah sisi batinnya harus melakukan ritual yang “aneh-aneh”, orang modern dengan metode yang lebih bisa diterima akal sehatnya, (tekhnik pernapasan, konsentrasi), sedangkan orang religius mengolah sisi batin itu melalui wirid atau doa.

Mistik yang berkembang pada masyarakat pada umumnya memiliki tahapan :

  1. Japa Mantra (pemujaan pada alam, tokoh sakti & menguatkan ego / keakuan).
  2. Riyadhah sebagai bentuk disiplin diri, mengurangi kenikmatan duniawi melalui puasa, melek malam, doa, wirid dsb.
  3. Mantra Religius (kombinasi antara mantra konvensional dengan religi) Aurad (berupa rangkuman doa ciptaan orang-orang suci, jaljalut, hizb, asmak atau rangkuman ayat-ayat suci) Doa, Religi Murni (bersumber dari hadis dan alquran)

PROSES KERJA ENERGI
Beberapa kali penulis diundang dalam sebuah pelatihan hipnotis sebagai instruktur tamu yang membahas hipnotis tradisional. Informasi tentang “hipnotis magis” itu ternyata banyak mengusik kalangan ilmuwan.
Kepada yang meragukan adanya unsur supranatural itu, dan meyakini bahwa gendam yang terjadi dijalanan itu karena faktor kelihaian komunikasi dan memanfaatkan kebodohan korban saja, saya memberikan argumentasi, ketika ada anak yang sudah seharusnya tidak menyusu tetapi masih tetap menyusu, orang tuanya lalu memanfaatkan jasa “orang pintar”.

Dalam tradisi Jawa, memisah jalinan hati itu disebut sapeh. Metodenya cukup memberikan makan atau minuman yang sudah diberi energi. Maka yang terjadi kemudian, anak itu tiba-tiba mogok menyusu karena takut saat melihat puting susu Ibunya.

Pertanyaannya adalah? Kenapa balita itu tiba-tiba menjadi tidak lagi mau menyusu? Padahal ia tidak dibujuk-bujuk, tidak di induksi (dalam istilah hipnotis modern). Nah, jika hanya dengan “tiupan” saja dapat mempengaruhi prilaku anak-anak (juga orang dewasa), itu menunjukkan bahwa energi supranatural itu benar-benar ada dan dapat mempengaruhi kepribadian manusia.

LEBIH JAUH TENTANG GENDAM
Walau istilah gendam konotasinya negatif, hakikatnya gendam itu sebuah ilmu yang netral dan bebas nilai. Gendam tidak termasuk ilmu hitam. Posisinya seperti sirep, ilmu untuk menidurkan yang semula diciptakan untuk menidurkan bayi rewel agar segera tertidur, namun ketika sirep itu dipegang orang jahat lalu digunakan menidurkan calon korban. Dalam kasus ini, sirepnya tidak salah. Yang salah adalah orang yang memegang ilmu itu.

Ilmu sejenis gendam, khususnya untuk menggagalkan niat jahat, di Jawa Tengah disebut Aji Prembanyu / Pembayun. Sedangkan gendam itu sendiri lebih fokus pada ilmu meluluhkan untuk tujuan komunikasi.

Ilmu gendam terbagi dalam 3 jenis. Yaitu :

  1. Gendam fisik (murni teknik komunikasi, tapi pada umumnya mengekploitasi mistis. Aktivitas ini termasuk “keajaiban jasmani”)
  2. Gendam Kombinasi (perpaduan teknik komunikasi dengan “andalan” batin).
  3. Gendam Magis (100% magis. Termasuk keajaiban ruhani). Rumusnya “belum ketemu” tapi fenomenanya tidak dapat dipungkiri.

BAGAIMANA MENGUASAI GENDAM?
Mempelajari gendam tidaklah rumit. Kuncinya harus yakin dan tekun mengasah dan sebagai penunjang, wawasan harus diperluas. Tentang berat ringannya proses latihan tergantung jenis yang diinginkan. Dan bagi yang nuraninya tidak bisa menerima konsep olah batin yang berbau budaya, karena khawatir bid’ah dan sebagainya, dapat melalui aktivitas religius. Yaitu, melalui jalur aurad, doa, hizb, jaljalud dsb.

Konsep penggalian energi peluluh itu beragam. Ada yang dengan melakukan kungkum dengan membaca mantra-mantra tertentu, ada yang dengan puasa dan membaca bacaan yang diyakini mengandung kekuatan gaib.

Konsep mistik yang religius bersandar pada doa dengan kaidah : Dengan menyebut asma Tuhan (asma al-husna) engkau dapat “menyerap” sifat-sifat Tuhan. Dan pasti, Tuhan Maha Lembut, Maha Menundukkan, Maha Perkasa. Maka, bermohonlah kelembutan, daya penunduk dan keperkasaan kepada-Nya.

holistic1610.wordpress.com

>Menguak Fenomena GENDAM

>

GENDAM atau HIPNOTIS…??

Dalam bahasan ini sebenarnya sekedar sebagai bentuk pengetahuan yang dirasa perlu untuk membeberkan agak mendalam tentang penyimpangan hipnotis yang berakibat hipnotis menjadi ilmu yang dikonotasikan sebagai ilmu yang merugikan orang lain bahkan dianggap sebagai ilmu hitam.

Perlu anda ketahui bahwa dalam hipnotis,seorang hipnoterapis dalam langkah-langkah penghipnotisannya dia menggunakan berbagai hal antara lain persetujuan dari subjek (suyet),memfokuskan pandangan,mengaktifkan sebanyak mungkin panca indera dari subyek dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar pikiran sadar dari subyek menjadi sibuk yang kemudian dimanfaatkan oleh penghipnotis untuk menelikung menembus alam bawah sadar dari subyek itu sendiri.

Tentunya penghipnotis akan menggunakan kata-kata atau sugesti yang bernada positif agar subyek semakin mudah terbawa dan terlena memasuki alam pikiran bawah sadarnya atau biasa disebut induksi. Gendam juga menggunakan sugesti2 dalam melancarkan aksinya,walaupun sugesti2 tersebut telah dimodifikasi sebelumnya agar sesuai dengan apa yang diinginkanya yaitu memiliki semua yang dimiliki korban.

Gendam didaerah Pekan Baru disebut ilmu Lodes adalah ilmu permainan kata-kata yang apabila seseorang terjebak dalam kata-kata itu maka dia akan menuruti semua yang disugesikan penggendam.

Ada beberapa cara yang digunakan penggendam dalam melancarkan aksinya yang dalam hipnotis disebut induksi antara lain :

1. Memberikan harapan besar
2. Mengumpulkan rasa iba dan serakah dalam satu waktu
3. Memberikan kejutan-kejutan (tepukan)

Dari masing-masing poin diatas saya akan mencoba menguraikan secara singkat disertai contoh kasusnya walau dalam kenyataanya mungkin akan berbeda.

1. Dalam memberikan harapan seorang penggendam juga sekaligus akan berusaha untuk membuat korbanya untuk memusatkan konsentrasi pada satu hal tertentu. 

Misalnya dalam kasus gendam berikut ini.

Penggendam menemui calon korban biasanya dengan membawa tas agak besar, setelah basa-basi sejenak dia melancarkan induksi dengan mengatakan bahwa tas yang ia bawa berisi uang puluhan juta sedangkan ia tak ada teman untuk mengantarnya ke Bank. Sambil setengah memohon korban ia suruh untuk menjaga tasnya karena ia akan menelpon temannya, otomatis koban akan merasa perlu untuk membantunya.

Sementara itu penggendam pura-pura meraba-raba semua sakunya seolah-olah sedang mencari sesuatu,sejurus kemudian ia berkata sambil memelas untuk meminjam handphone korban dengan alasan mau mengganti pulsa yang ia pakai dengan pulsa yang lebih banyak.Akhir korban memberikan HP nya selain akan mendapatkan pulsa yang lebih banyak juga dia berasumsi bahwa nilai HP nya masih jauh lebih kecil dari nilai uang yang dijaganya.Setelah itu penggendam pura-pura sedang mencari signal berjalan perlahan-lahan menjauhi korban dan akhirnya lari bersama temannya yang sudah ia persiapkan.Korban tidak akan menyangka bila uang yang ditunggui dengan hati-hati ternyata setelah dibuka didalamnya hanya bersisi kertas belaka.

2. Seorang penggendam biasanya pura-pura istrinya sedang melahirkan dan membutuhkan biaya yang sangat besar dengan tujuan agar korbanya menjadi sangat iba terhadap dirinya kemudian belum selesai rasa ibanya ditambah lagi dengan tawaran keris atau cincin peninggalan nenek koyangnya dengan lihainya iia berkelakar bahwa benda tersebut selain punya daya magis yang tinggi juga diburu oleh banyak kolektor. Karena iba korban akan berusaha menolong dengan menawarkan unuk membeli keris/cincin itu,hal ini juga didorong oleh perasaan ingin memiliki benda tersebut, maka terjadilah tawar menawar yang akhirnya semua isi dompet ,cincin bahkan juga jam tangan semua diberikan pada penggendam tanpa rasa menyesal sedikitpun.

3. Dalam kasus ini ada syarat-syarat dimana seorang yang sangat sadar langsung tergendam dengan sekali tepuk atau sekali kejut.

Syarat-syarat itu ada beberapa dari penggendam hanya membutuhkan tiga atau empat syarat saja.
Syarat-syarat itu yakni:

a. Bila melipat maka lengan kiri berada diluar
b. Bila menyuelipkan jari-jemari maka jempol kiri berada diatas
c. Bila melamun kepalanya lebih banyak menoleh kekiri
d. Bila melipat kaki maka kaki kiri berada diatas menimpa kaki kanan
e. Bila diajak bicara orang akan serius mendengarkan/memperhatikan
f. Sangat familiar.

Ada dua kemungkinan yang akan dipakai:

1. Asal tepuk saja dengan harapan sau dari sekian banyak oang akan masuk dalam perangkap gendamnya.
2. Penggendam akan melihat-lihat dulu apakah Calon korban benar-benar memenuhi syarat.

Cara pertama atau cara kedua sama-sama beresiko,namun dalam menepuk dan induksi cepatnya sama saja yaitu pada waktu menepuk penggendam sambil berkata bahwa ia adalah teman sekelasnya waktu kecil dan korban telah lupa (maka imajinasi sudah masuk) tetapi belum selesai dimasuki lagi dengan induksi berupa sanjungan. Misalnya dengan mengatakan bahwa korban sekarang sudah kaya raya dengan perhiasan dimana-mana setelah itu induksi ketiga dengan mengatakan bahwa didaerah sini sangat berbahaya banyak pencopetan maka korban dihimbau agar berhati-hati dan kemudian penggendam berkata “ Demi keamanan anda,maka titipkanlah barang-barang berharga anda” penggendam tidak akan berkata “serahkan perhiasan anda” karena dia tahu sugesti itu negative.

Gendam & Magnetisme
Hipnotis tradisional atau bisa disebut hipnotis timur yang berkembang pada masyarakat awam adalah hipnotis yang lahir dari “rahim mistik”. Walau identik dengan metafisis, hipnotis tradisional pada bagian tertentu memiliki kesamaan dengan hipnotis modern, khususnya untuk “mempengaruhi”.

Mistik, apapun alirannya percaya dibalik fisik manusia tersimpan energi misterius. Otak manusia terdiri dari bermilyar sel syaraf yang menghasilkan arus listrik lemah memancarkan gelombang elektromagnetik sangat halus. Karena itu, otak yang terlatih memiliki kekuatan gelombang yang sangat kuat yang dapat mempengaruhi sekitarnya.

Proses kekuatan gendam masih ada bagian yang belum terjangkau oleh logika. Namun jika diamati, prosesnya identik dengan hipnotis modern.

Yaitu, diawali dengan menciptakan “pra induksi” yang harus disesuaikan dengan kondisi dan pola pikir subjek (sasaran yang dituju), kemudian melakukan “induksi” dilanjutkan dengan trance level test dengan melihat respon subjek terhadap induksi yang dilancarkan, baru kemudian memberikan sugesti atau saran-saran sesuai kehendak.

ENERGI TIMBUL DARI DISILIN DIRI
Sebuah ritual diyakini menimbulkan kekuatan mistis. Proses penggalian energi batin itu dilakukan dengan menanamkan “hipnotis diri” (autosugesti) secara rutin. Melalui bacaan-bacaan tertentu, wirid, mantra, doa dan sebagainya hingga mampu menimbulkan sugesti yang sangat kuat.

Proses sebuah ritual magis menghasilkan tenaga magnetis,
yaitu dasar dari kekuatan supranatural
yang nantinya dapat diaktualisasikan untuk berbagai aktivitas,
tergantung program yang mengolahnya.

Dengan demikian, proses dari wirid, doa atau mantra itu ditinjau dari sisi yang lebih ilmiah adalah konsep penanaman induksi dan motivasi ke alam bawah sadar hingga dalam kondisi tertentu, seseorang dapat melakukan aktivitas yang sering tidak disadarinya, semacam gerak reflek yang oleh sebagian orang disebut non aktifnya sang aku pribadi. Kondisi itu juga disebut proses kalenggahan karena hadirnya energi non pribadi yang mengendalikan jiwa raga.

Maka, orang-orang yang tekun mengolah jiwanya sering tidak menyadari “prestasi-prestasi” yang dilakukannya bahkan menurut pengalaman penulis, saat energi itu bekerja, terasa kesadaran berkurang baik pada pelaku atau orang lain yang kita pengaruhi. Intinya, sama-sama “mengantuk” dan tahu-tahu … beres.
Hipnotis pada sebagian masyarakat awam dikonotasikan negatif. Asumsi orang akan tertuju pada seseorang dengan mata melotot sedang mempengaruhi orang lain yang kemudian menyerahkan perhiasan dan isi dompetnya.

Dalam hal mempengaruhi atau “menundukkan” orang lain, antara hipnotis modern dengan yang tradisional memiliki perbedaan. Hipnotis modern lebih positif karena hanya mampu mempengaruhi orang yang ingin dipengaruhi (kepentingan terapi) sedangkan hipnotis tradisional diprogram untuk mampu mempengaruhi orang yang ingin menolak sekalipun.

SISI POSITIF HIPNOTIS TRADISIONAL
Tapi tidak selamanya hipnotis tradisional itu negatif. Dilihat dari sisi positifnya, eksistensinya adalah sebuah konsep pemanfaatan energi metafisis sebagai alternatif bagaimana menundukkan hati yang keras. Maka hipnotis tradisional pun efektif untuk menanangani kasus-kasus :

  1. Memberikan nasihat agar lebih mudah masuk ke hati.
  2. Proteksi/perisai dari niat jahat.
  3. Meluluhkan orang yang keras, kalap, pelit (dalam kasus menagih) dll.
  4. Memberikan keyakinan dan sugesti pada orang yang sedang secara psikis maupun fisik hingga bangkit rasa percaya dirinya.

Sebagai penunjang induksi hipnotis ilmiah. Penulis sering menggunakan hipnotis tradisional untuk mempengaruhi pasien/subjek yang sulit menerima induksi hipnotis modern.

Pemanfaatan hipnotis tradisional untuk tindak kejahatan walau sering kita dengar, tapi yang terjadi dijalanan itu sesungguhnya adalah bentuk dari penyalahgunaan ilmu, dan bukan tujuan dari ilmu itu diciptakan.
Ilmu bagai sebilah pisau yang dapat digunakan untuk menolong maupun menodong. Tergantung siapa yang memegangnya.

MANTRA, DOA SEBAGAI AUTOSUGESTI
Posisi mantra atau jenis bacaan tertentu oleh seseorang yang menggali olah batinnya, menempatkan mantra sebagai “alat bantu”. Dengan kesimpulan itu berarti bukan mantra atau bacaan-bacaan yang menimbulkan kekuatan, melainkan program atau niat ketika bacaan itu dilakukan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, “kata-katamu adalah doamu”. Artinya, ucapan lisan yang terprogram adalah kekuatan insaniah yang dapat menghasilkan kekuatan Ilahiyah. Kaidah ini dalam hipnotis modern disebut autosugesti.

Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada teknik “sapa” atau verbal, Hipnotis tradisional mempengaruhi subyek (sasaran) lebih tertumpu pada energi batinnya melalui tatapan mata, gelombang suara dan energi lembut yang memancar dari badan halusnya. Para ahli hipnotis tradisional pada umumnya mempelajari ilmu metafisika yang “berkarakter meluluhkan”. Ilmu semacam itu dapat digali dari berbagai unsur, tergantung selera pribadi dan harus disesuaikan dengan latar belakang budayanya.

Kunci sukses dari mengolah sisi supranatural harus disesuaikan tahap spiritual seseorang. Orang yang nuraninya lebih dekat pada animisme – dinamisme dalam mengolah sisi batinnya harus melakukan ritual yang “aneh-aneh”, orang modern dengan metode yang lebih bisa diterima akal sehatnya, (tekhnik pernapasan, konsentrasi), sedangkan orang religius mengolah sisi batin itu melalui wirid atau doa.

Mistik yang berkembang pada masyarakat pada umumnya memiliki tahapan :

  1. Japa Mantra (pemujaan pada alam, tokoh sakti & menguatkan ego / keakuan).
  2. Riyadhah sebagai bentuk disiplin diri, mengurangi kenikmatan duniawi melalui puasa, melek malam, doa, wirid dsb.
  3. Mantra Religius (kombinasi antara mantra konvensional dengan religi) Aurad (berupa rangkuman doa ciptaan orang-orang suci, jaljalut, hizb, asmak atau rangkuman ayat-ayat suci) Doa, Religi Murni (bersumber dari hadis dan alquran)

PROSES KERJA ENERGI
Beberapa kali penulis diundang dalam sebuah pelatihan hipnotis sebagai instruktur tamu yang membahas hipnotis tradisional. Informasi tentang “hipnotis magis” itu ternyata banyak mengusik kalangan ilmuwan.
Kepada yang meragukan adanya unsur supranatural itu, dan meyakini bahwa gendam yang terjadi dijalanan itu karena faktor kelihaian komunikasi dan memanfaatkan kebodohan korban saja, saya memberikan argumentasi, ketika ada anak yang sudah seharusnya tidak menyusu tetapi masih tetap menyusu, orang tuanya lalu memanfaatkan jasa “orang pintar”.

Dalam tradisi Jawa, memisah jalinan hati itu disebut sapeh. Metodenya cukup memberikan makan atau minuman yang sudah diberi energi. Maka yang terjadi kemudian, anak itu tiba-tiba mogok menyusu karena takut saat melihat puting susu Ibunya.

Pertanyaannya adalah? Kenapa balita itu tiba-tiba menjadi tidak lagi mau menyusu? Padahal ia tidak dibujuk-bujuk, tidak di induksi (dalam istilah hipnotis modern). Nah, jika hanya dengan “tiupan” saja dapat mempengaruhi prilaku anak-anak (juga orang dewasa), itu menunjukkan bahwa energi supranatural itu benar-benar ada dan dapat mempengaruhi kepribadian manusia.

LEBIH JAUH TENTANG GENDAM
Walau istilah gendam konotasinya negatif, hakikatnya gendam itu sebuah ilmu yang netral dan bebas nilai. Gendam tidak termasuk ilmu hitam. Posisinya seperti sirep, ilmu untuk menidurkan yang semula diciptakan untuk menidurkan bayi rewel agar segera tertidur, namun ketika sirep itu dipegang orang jahat lalu digunakan menidurkan calon korban. Dalam kasus ini, sirepnya tidak salah. Yang salah adalah orang yang memegang ilmu itu.

Ilmu sejenis gendam, khususnya untuk menggagalkan niat jahat, di Jawa Tengah disebut Aji Prembanyu / Pembayun. Sedangkan gendam itu sendiri lebih fokus pada ilmu meluluhkan untuk tujuan komunikasi.

Ilmu gendam terbagi dalam 3 jenis. Yaitu :

  1. Gendam fisik (murni teknik komunikasi, tapi pada umumnya mengekploitasi mistis. Aktivitas ini termasuk “keajaiban jasmani”)
  2. Gendam Kombinasi (perpaduan teknik komunikasi dengan “andalan” batin).
  3. Gendam Magis (100% magis. Termasuk keajaiban ruhani). Rumusnya “belum ketemu” tapi fenomenanya tidak dapat dipungkiri.

BAGAIMANA MENGUASAI GENDAM?
Mempelajari gendam tidaklah rumit. Kuncinya harus yakin dan tekun mengasah dan sebagai penunjang, wawasan harus diperluas. Tentang berat ringannya proses latihan tergantung jenis yang diinginkan. Dan bagi yang nuraninya tidak bisa menerima konsep olah batin yang berbau budaya, karena khawatir bid’ah dan sebagainya, dapat melalui aktivitas religius. Yaitu, melalui jalur aurad, doa, hizb, jaljalud dsb.

Konsep penggalian energi peluluh itu beragam. Ada yang dengan melakukan kungkum dengan membaca mantra-mantra tertentu, ada yang dengan puasa dan membaca bacaan yang diyakini mengandung kekuatan gaib.

Konsep mistik yang religius bersandar pada doa dengan kaidah : Dengan menyebut asma Tuhan (asma al-husna) engkau dapat “menyerap” sifat-sifat Tuhan. Dan pasti, Tuhan Maha Lembut, Maha Menundukkan, Maha Perkasa. Maka, bermohonlah kelembutan, daya penunduk dan keperkasaan kepada-Nya.

holistic1610.wordpress.com

>Hizib NAQS ; The Ultimate Power

>

Apakah Hizib itu?
hizib adalah doa yang disusun para wali yang masih dikeramatkan. Hizib yang mengandung fadhilah dan khasiat yang luar biasa ini adalah kumpulan ayat-ayat Alqur’an, dzikir dan doa yang dipilih dan disusun oleh ulama salafush shalih yang termasyhur sebagai waliyullah (Kekasih Allah), hanya saja yang membedakan setiap hizib antara lain asrar yang terkandung dalam setiap rangkaian ayat, doa, atau kutipan hadits, yang sesuai dengan karakter Wali sang penyusun.

Sementara, kandungan dalam hizib terdapat banyak sirr (rahasia) yang tidak mudah dipahami oleh orang awam, seperti kutipan ayat yang isinya terkadang seperti tidak terkait dengan rangkaian doa sebelumnya padahal yang terkait adalah asbabun nuzul-nya. Hizib juga biasanya mengandung lebih banyak ismul a’zham (asma Allah yang agung) yaitu nama Allah seperti yang terkandung diantara “KAf dan NUN”.

Dengan kata lain, hijib yang terbentuk bukan saja atas keinginan para wali saja namun yang diterima dari Rasululloh langsung dan diterima dari Ilham Allah SWT.

Oleh para Awliya hizib disusun dan dirancang ada yang untuk konsumsi umum sehingga semua orang boleh meng­amalkannya untuk memperkuat benteng diri dan sebagainya. Ada juga yang dirancang untuk kalangan tertentu yang dianggap memiliki kemampuan lebih dari yang lain.

Mengamalkan suatu hizib tidak terlepas dari cobaan atau ujian (ada efek negatif), biasanya cobaannya itu ada yang berbentuk kedigjayaan atau kesaktian berbukti (menonjol), atau rezekinya berlimpah, menjadi kaya raya, punya kharisma wibawa dan sebagainya. Semua cobaan itu akan membuat kita sombong atau minder. Makanya ketika kita memulai mengamalkan hizib harus lebih ikhlas dan sepenuhnya berserah diri pada Allah agar kita mampu menghadapi semua cobaan yang datang.


Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara, Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak beberapa kali yaitu :

1. Surat Al Maaidah ayat 56 :
Dan barang siapa yang menjadikan Allah ta’ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.

2. Surat Al Kahfi ayat 12 :
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu

3. Surat Ar Ruum ayat 32 :
dari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka

4. Surat Al Fathiir ayat 6 :
Sungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

5. Surat Al Mujaadilah ayat 19 :
Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta’ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.

6. Surat Mujadiilaah ayat 22 :
Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta’ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung.

Masih segar dalam ingatan kita, ketika Nabi dan para sahabat bertempur melawan kaum musyrikin dalam perang badar, Allah sengaja mendatangkan 5000 pasukan sebagai bala bantuan yang bertandakan putih, mereka adalah para malaikat (Hizbullah), kata Hizib sendiri terkadang juga digunakan untuk menyebut “mendung yang berarak” atau “mendung yang tersisa”. Semisal hizbun min al-ghumum (sebagian atau sekelompok mendung).

Ternyata untuk selanjutnya perkembangan kata hizib dalam tradisi thariqah atau yang berkembang di pesantren adalah untuk “menandai” sebuah bacaan-bacaan tertentu. Misalnya hizib yang dibaca hari jum’at; yang dimaksud adalah wirid-wirid tertentu yang dibaca hari jum’at.

Untuk selanjutnya, makna hizib adalah wirid itu sendiri. Atau juga bisa bermakna munajat, ada hizib Ghazaly, Hizib Bukhori, Hizib Nawawi, Hizib Bahri, Hizib Syeikh Abdul Qadir Jailani, Ratib Al-Ahdad, yang masing-masing memiliki sejarah sendiri-sendiri.

Hizib adalah himpunan sejumlah ayat-ayat Al-Qur’anul karim dan untaian kalimat-kalimat zikir dan do’a yang lazim diwiridkan atau diucapkan berulang-ulang sebagai salah satu bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Ustadz Sayyid Qutb menyeru kepada kita utk hidup di bawah naungan Al-Quran –sebagaimana ia hidup di dalamnya- utk menemukan rahasia, tabiat & kunci-kuncinya.

Hidup di bawah naungan Al-Quran, bukan berari mempelajari Al-Quran & membacanya serta menelaah ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya. Namun yang dimaksud disini adalah hidup di bawah naungna Al-Quran: Manusia berada di bawah naungannya; dalam berbagai suasana & kondisi; dalam bergerak, saat lelah, saat bertarung, & saat sedih serta saat bergembira & senang. Seperti yang terjadi pd masa awal turunnya Al-Quran.! ;Hidup dengannya dalam menghadapi kejahiliaan yang menggejala dipermukaan bumi saat ini; dalam hatinya, niatnya & geraknya; terpatri dalam jiwanya yang selalu bergelora akan ruh Islam; dalam jiwa umat manusia & dalam kehidupannya & kehidupan seluruh manusia juga.

Hidup yang berhadapan dg kejahiliaan; dg berbagai penomena-fenomenanya, tindak-tanduknya & adat istiadatnya; dg seluruh geraknya & tekanan yang dilancarkannya, bahkan -jika perlu- perang dengannya sebagai usaha utk mempertahankan aqidah rabbaniyah, sistem rabbani, segala methode & gerak yang bermanhaj robbani.

Inilah lingkungan Al-Quran yang mungkin manusia bisa hidup di dalamnya, merasakan kenikmatan hidup di dalamnya, karena dg lingkungan demikianlah Al-Quran turun, sebagaimana dalam lingkungan begitu pula Al-Quran diamalkan. Bagi siapa yang tidak mau menjalani kehidupan seperti itu, maka dirinya akan jauh & terkucil dari hidayah Al-Quran, walaupun mereka tenggelam dalam mempelajarinya, membacanya & menelaah ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya.

Usaha yang mesti kita kobarkan utk membangun jembatan antara orang-orang yang mukhlis & Al-Quran bukanlah tujuan kecuali setelah melintasi jembatan tersebut hingga sampai pd satu tempat lain & berusaha menghidupkan lingkungan Al-Quran secara baik; dg amal & pergerakan. Hingga pd saatnya nanti mereka akan merasakan keberadaan Al-Quran; menikmati kenikmatan yang telah Allah anugrahkan kepada siapa yang Dia kehendaki. (4)

Dan menunjukkan kepada kita cara yang terbaik dalam membaca, mentadabburkan, & mendapatkan rahasia-rahasia & kandungan Al-Quran, beliau berkata : “Sesungguhnya Al-Quran harus dibaca, para generasi umat islam hendaknya menelaahnya dg penuh kesadaran. Harus ditadabburi bahwasannya Al-Quran memiliki arahan-arahan yang hidup, selalu diturunkan hingga hari ini guna memberikan solusi pd masalah yang terjadi saat ini & menyinari jalan menuju masa depan yang gemilang. Bukan hanya sekedar ayat dibaca dg merdu & indah, / sekedar dokumentasi akan hakekat peristiwa yang terjadi pd masa lampau.

Kita tidak akan bisa mengambil manfaat dari Al-Quran ini sampai kita mendapatkan darinya arahan-arahan tentang kehidupan realita kita pd saat ini & mendatang, sebagaimana yang telah didapati oleh para generasi islam pertama, saat mereka mengambil & mengamalkan arahan-arahan & petunjuk-petunjuk Al-Quran dalam kehidupan mereka. Saat kita membaca Al-Quran dg penuh penghayatan, maka kita akan dapati apa yang kita inginkan; Kita akan dapati keajaiban yang tidak terbetik dalam jiwa kita yang pelupa ! kita juga akan dapati kalimat-kalimatnya yang teratur, ungkapan-ungkapannya yang indah, & petunjuk-petunjuknya yang hidup, mengalir & bergerak serta mengarahkan menuju petunjuk jalan yang lurus” (5)

Disebutkan –dalam pembukaan surat Ali Imron sebagai surat peperangan & pergerakan- tentang kenikmatan hidup dg Al-Quran & syarat-syarat utk mencapai & meraihnya. Akan tampak disana kerugian yang mendalam antara kita & Al-Quran jika kita tidak berusaha mengamalkannya secara baik, menghadirkan dalam persepsi kita bahwa Al-Quran ini diberikan kepada umat yang giat & punya kesemangatan hidup, memiliki eksistensi diri dg baik, & menghadapi berbagai peristiwa-peristiwa yang menimpa dalam kehidupn umat ini.

Akan tampak disana dinding pemisah yang sangat tinggi antara jiwa kita & Al-Quran, selama kita membacanya / mendengarnya seakan ia hanya sekedar bacaan ibadah saja & tidak memiliki hubungan denga realita kehidupan manusia saat ini.

Mukjizat Al-Quran yang mengagumkan meliputi, saat dia diturunkan guna menghadapi realita tertentu & umat tertentu, pd masa dari masa-masa sejarah yang tertentu, khususnya umat ini yang berada dalam menghadapi perang yang sangat besar yang berusaha mengubah sejarah ini & sejarah umat manusia seluruhnya. Namun –besamaan dg ini- Al-Quran diperlakukan, dihadirkan & dimiliki hanya utk menghadapi kehidupan modern saja, seakan-akan dia diturunkan pd saat menanggulangi jamaah Islam pd permasalahan yang sedang berlangsung, dalam peperangan yang terjadi dg jahiliyah disekitarnya.

Agar kita dapat meraih kekuatan yang dimiliki Al-Quran, mendapatkan hakekat yang terdapat di dalamnya dari kehidupan yang menyeluruh, meraih petunjuk yang tersimpan utk jamaah muslimah pd setiap generasi. Maka selayaknya kita harus menghadirkan persepsi kita seperti generasi Islam pertama saat diturunkan kepada mereka Al-Quran pertama kali sehingga mereka bergerak dalam realita kehidupan mereka secara nyata.

Dengan teori ini kita akan dapat melihat kehidupan yang bergerak di tengah kehidupan generasi Islam pertama, & begitupun dg kehidupan kita saat ini; kita merasakan bahwa Al-Qur’an akan selalu bersama kita saat ini & nanti –masa mendatang-, & Al-Qur’an bukan hanya sekedar bacaan saja yang jauh dari kehidupan nyata yang terbatas. (6)

“Bahwa nash-nash Al-Quran tidak akan dapat difahami dg baik hanya melalui pemahaman dari petunjuk-petunjuk secara bayan & bahasa saja, namun yang pertama kali -dan sebelum yang lainnya- yang harus dilakukan adalah dg merasakan kehidupan dalam suasana sejarah pergerakan & dalam realita positif, & menghubungkannya dg realita kehidupan nyata. Karena Al-Qur’an tidak akan terbuka rahasianya hanya melalui pandangan yang jauh ini kecuali dalam wujud persesuaian realita sejarah, sehingga akan tampak sentuhan-sentuhannya yang kontinyu, objektivitasnya yang terus menerus. Namun bagi siapa yang bergerak dg ajarannya saja, yaitu mereka yang hanya membahas nash-nash Al-Quran dari segi bahasa & bayan saja, maka hanya akan mendapat luarnya saja, sementara bagian dalamnya jauh dari hatinya. (7)

Sesungguhnya Al-Quran memiliki tabiat pergerakan & misi yang nyata, hidup & bergerak, dari sini berarti Al-Quran tidak akan bisa dirasakan & dinikmati dg baik kecuali bagi siapa yang bergerak secara benar & pasti dalam realita kehidupannya. Beliau berkata : “sesungguhnya Al-Qur’an tidak bisa dirasakan kecuali yang turun & bergelut dalam kancah peperangan ini, bergerak seperti yang terjadi sebelumnya saat pertama kali diturunkan Al-Quran. Sedangkan mereka Mempelajari Al-Quran dari segi bayan / sekedar seninya saja, maka tidak akan dapat memiliki hakekat kebenaran sedikitpun darinya hanya sekedar duduk-duduk, berdiam diri & merasa tenang, namun jauh dari kancah pertempuran & jauh dari pergerakan.

Bahwa hakekat Al-Quran ini, selamanya tidak akan dapat direngkuh oleh orang-orang yang malas; & bahwa rahasia yang terkandung didalamnya tidak akan muncul bagi siapa yang terpengaruh dg ketentraman & ketenangan beribadah kepada selain Allah, bergaul utk thogut-thogut musuh Allah & umat Islam. (8)

Bahwa pengertian diatas dikuatkan dg pernyataan lainnya : “Demikianlah Al-Quran akan terus bergerak pd hari ini & esok –masa mendatang- dalam memunculkan kebangkitan Islam, menggerakannya dalam jalan dawah yang terprogram”.

Gerakan ini tentunya butuh kepada Al-Quran yang memberikan ilham & wahyu. Ilham dalam manhaj haraki, konsep & langkah-langkahnya, sedangkan wahyu mengarahkan konsep & langkah tersebut jika dibutuhkan, & memberi kekuatan batin terhadap apa yang akan dihadapi di penghujung jalan.

Al-Quran –dalam persepsi ini- tidak hanya sekedar ayat-ayat yang dibaca utk meminta berkah, namun didalamnya berlimpahan kehidupan yang selalu turun atas jamaah muslimah yang bergerak bersamanya, mengikuti arahan-arahannya, & mengharap ganjaran & janji Allah SWT.

Inilah yang kami maksud bahwa Al-Quran tidak akan terbuka rahasia-rahasianya kecuali bagi golongan muslim yang berinteraksi dengannya utk merealisasikan petunjuk-petunjuknya di alam realita, bukan bagi mereka yang hanya sekedar membacanya utk meminta berkah ! bukan bagi mereka yang membacanya hanya utk belajar seni & keilmuan, & juga bukan bagi mereka yang hanya mempelajari & membahas dalam bidang bayan saja !

Mereka semua sama sekali tidak akan mendapatkan dari Al-Quran sesuatu apapun, karena Al-Quran tidak diturunkan bukan utk sekedar dipelajari & dijadikan mata pelajaran namun sebagai pelajaran pergerakan & taujih –pemberi petunjuk & arahan-.” (9)

Karena itu, bersegeralah memperbaiki pemahaman Al-Quran & mentadabburkannya, berinteraksi dengannya seputar teori pergerakan, menggunakan kunci-kunci yang memberi petunjuk dalam berinteraksi & mentadabburkan Al-Qur’an. Karena yang demikian sesuai dg tabiat dasar Al-Quran yang mulia & karakteristiknya yang unik. Dan ketahuilah bahwa yang demikian itu adalah “Realita pergerakan” sebagai kunci dalam berinteraksi dg Al-Kitab yang mengagumkan & mukjizat yang indah & memberi petunjuk.

”Karena itu gerakan Islam akan selalu berhadapan –yang menjadi kebutuhan & tuntutan- setiap kali berulang masa ini (masa penghalangan dawah Islam di Mekkah antara tahun kesedihan & Hijrah), seperti yang dihadapi gerakan Islam sekarang di era modern ini.

Dan yang demikian harus disertai dg keadaan, situasi, kondisi, kebutuhan, & tuntuan realita amaliyah seperti saat diturunkannya Al-Quran pertama kali. Dan hal tersebut guna mengetahui arah tujuan nash & aspek-aspek petunjuk-petunjuknya, meneropong sentuhan-sentuhannya yang selalu bergerak di tengah kehidupan yang selalu berhadapan dg realita sebagaimana makhluk hidup yang bergerak –berinteraksi dengannya / berseberangan dengannya. Pandangan ini merupakan perkara yang sangat urgen guna memahami hukum-hukum yang terkandung dalam Al-Quran & merasakan kenikmatan bersamanya. Sebagaimana ia juga sangat penting utk dapat memanfaatkan petunjuk-petunjuknya setiap kali berulang suasana & situasi di masa sejarah yang akan datang, khususnya zaman yang sedang kita hadapi saat ini, saat kita bergelut dalam pergerakan dawah islam.

Bahwa tidak akan ditemukan pandangan ini kecuali mereka yang bergerak secara pasti dg agama ini dalam menghadapi & memberantas kejahilian modern, karena umat akan menghadapi peristiwa, suasana & situasi seperti yang di hadapi oleh generasi awal dawah & kaum kaum muslimin bersamanya. (10)

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
kam min fiatin qaliilatin ghalabat fiatan katsiiratan bi idznillah, wallahu ma’ashshaabiriin.
“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. 2: 249)
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. 
( QS.Al Fatihah : 5)
كهيعص
1. Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad ( QS.Maryam : 1)
حم عسق
Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf (QS.Al Shura 1-2)
خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. ( QS. Al Baqarah 2:7 )
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. ( QS.Yaa Siin :65 )
لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“La haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim”
“Siapa yang membaca ” HAUQOLAH ” setiap hari 100 x maka tidak akan terkena miskin” ( HR.Dailami ).
“Maukah kamu aku beritahu tentang kalimat yang menjadi simpanan syurga dan dapat memasukkan ke dalam syurga ?, yaitulah kalimat ” HAUQOLAH “.( HR.Muslim ).

Ada Sebuah Kisah Dari Mbah Guugle :
Setelah Allah menciptakan para malaikat pemikul Arasy, Allah berfirman kepada mereka : “Pikullah Arasy-Ku !!” Tetapi mereka tidak kuat untuk memikulnya. Lalu Allah menjadikan masing-masing malaikat tersebut memiliki kekuatan seperti kekuatan seluruh malaikat yang ada di semua langit tujuh. Lalu Allah pun berfirman kembali kepada mereka, “Pikullah Arasy-Ku !!”. Namun apa daya, mereka, para malaikat pemikul Arasy tersebut masih belum mampu memikul Arasy. Lalu Allah kemudian menambah tenaga / kekuatan malaikat tersebut setara dengan gabungan kekuatan para malaikat yang ada di langit dan seluruh manusia yang ada di bumi. Kemudian Allah berfirman kembali, “Pikullah Arasy-Ku!!” Tetapi tetap mereka belum juga mampu untuk memikul Arasy. Akhirnya, Allah berfirman kepada mereka, “Katakanlah, Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah.”

Setelah mereka mengucapkan kalimat Hauqolah tersebut, mereka menjadi mampu untuk mengangkat / memikul Arasy, namun kaki-kaki mereka menjadi terjerembab dan menancap sampai pada lapis bumi ketujuh dan terus melesat seperti kecepatan kekuatan angin, sehingga telapak kaki mereka tidak berpijak, mereka pun menjadi bergelantungan berpegangan terhadap Arasy. Karena terjadi hal seperti tersebut, mereka terus-menerus mengucapkan kalimat Hauqolah itu, dan tidak berani main-main dalam mengucapkannya, karena takut sewaktu-waktu mereka akan jatuh, sementara mereka sedang asyik memikul Arasy.

Dengan demikian para malaikat pemikul Arasy itu, memikulnya dan Arasy pun memikul / menarik mereka (saling tarik-menarik), sehingga masing-masing menanggung beban berat atas kekuasaan Allah SWT.

Maraji’
(1). lihat: Muqaddimah Fi Zhilalil Quran & Biodata Sayyid Qutb pd surat Al-Araf.
(2). Lihat: Al-Manhaj Al-Haraki Fi Az-Zhilal.
(3). Lihat: Khasais At-Tashawur Al-Islami, Sayyid Qutb, hal. 7-8
(4). Lihat: Fi Zhilalil Qur’an, jil. 2, hal. 1016-1017
(5). Lihat: Fi Zhilalil Quran, jil. 1, hal. 61
(6). Lihat: Fi Zhilalil Quran, jil. 1, hal. 348-349
(7). Lihat: Fi Zhilalil Quran, jil 3, hal. 1453
(8). Lihat: Fi Zhilalil Quran, jil. 4, hal. 1864
(9). Lihat: Fi Zhilalil Quran, jil. 4, hal. 1948
(10). Fi Zhilalil Quran, jil. 4, hal. 2121-2122

Sumber: al-ikhwan.net

>Cahaya Hati

>

“Allah Ta’ala menerangi alam dengan cahaya makhluk-­Nya, dan menerangi hati manusia dengan cahaya sifat-sifat-­Nya. Oleh karena itu, cahaya alam bisa terbenam, akan tetapi cahaya hati dan kegaiban hati tidak bisa terbenam. Seperti kata penyair, “Sesungguhnya matahari terbenam di waktu malam, sedangkan matahari hati tidak pernah terbenam. “

Cahaya bagi alam semesta, adalah cahaya Allah yang menerangi hati para hamba yang mengetahui kebenaran, dan menghiasi batin hamba yang saleh dan taat. Oleh karena itu, hati hamba yang telah mendapat sinar Ilahiyah, tidak pernah redup dan selamanya akan bersinar, seperti matahari menyinari rembulan yang menyinarkan cahaya sepanjang malam. Cahaya itu memberi ketenangan dan keteduhan di hati. Cahaya dari Al­lah yang menyelusup masuk ke dalam hati insan melebihi sejuknya sinar rembulan, memantulkan penawar ke dalam jiwa manusia sehingga bertambah akrablah sang hamba dengan Al Khaliq.

Cahaya Allah yang berupa sifat-sifat Allah yang suci dan mulia bersinar di dalam hati sanubari manusia, memperteguh keyakinan sehingga si hamba mendapat kesejukan dan kenikmatan dalam jiwanya. Merasakan kesejukan dan kelezatan iman dalam jiwa akan menumbuhkan ketenangan yang sangat diperlukan oleh jiwa yang resah gelisah. Jiwa akan menjadi sakinah dan mutmainnah setelah mendapat sinar yang menerangi hidup manusia lahir dan batin. Ketenangan jiwa yang mendapat sinar dari Allah Swt. akan memberi kekuatan, keteguhan dalam mempertahankan hidup suci dalam ketaatan, serta memperkokoh (istiqamah) mempertahankan keimanan clan keyakinan.

Allah Jalla Jalaluh telah menerangi alam semesta ini dengan cahaya matahari, bulan dan bintang. Cahaya itu adalah pantulan dari cahaya makhluk ciptaan Allah. Akan tetapi memancarkan cahaya abadi dari kemuliaan sifat-sifat-Nya ke dalam hati sanubari manusia. Itulah yang abadi, tidak pernah redup, tidak pernah mati, Matahari yang bersinar di langit bisa redup, akan tetapi matahari yang bersinar di hati tak pernah redup. Itulah sinar Allah yang memantul ke dalam hati hamba-hamba yang tekun beribadah.

>Manajemen Qalbu Dengan Dzikrullah & Suluk

>

Tarekat memiliki dua pengertian, pertama ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufi (sufi brotherhood) yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.

Tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang berarti:

  1. jalan atau petunjuk jalan atau cara,
  2. Metode, system (al-uslub),
  3. mazhab, aliran, haluan (al-mazhab),
  4. keadaan (al-halah)
  5. tiang tempat berteduh,tongkat, payung (‘amud al-mizalah).

Menurut Al-Jurjani ‘Ali binMuhammad bin ‘Ali (740-816 M),tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Ta ’ala melalui tahapan-tahapan/maqamat.

DZIKRULLAH (Menggapai Ketenteraman Hati)

Di dalam ajaran Islam, dzikrullah berarti menjaga hati untuk selalu menyebut dan mengingat Allah Swt.

Menurut kalangan sufi, sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali dan Ibn Athaillah,

Dzikir kepada Allah Swt memiliki tiga bagian.

Pertama, dzikir lisan-disebut dzikr jali (jelas);
yaitu mengingat Allah Swt dengan ucapan lisan, yang berupa ucapan pujian, syukur, dan doa kepada-Nya. Misalnya, seseorang mengucapkan tahlil (la ilaha illaallah), tasbih (subhanallah), dan takbir (allahu akbar).

Rasulullah memberi contoh dzikir, seperti disebutkan di dalam hadits, “Kalau aku membaca subhanallah wa al-hamdu lillahi wa la ilaha illallah wallahu akbar, maka bacaan itu lebih aku gemari daripada mendapatkan kekayaan sebanyak apa yang berada di bawah sinar matahari.” (HR Muslim).

Kedua, dzikir hati-disebut dzikr khafi (sembunyi);
yaitu mengingat Allah Swt dengan khusyuk karena ingatan hati, baik disertai dzikir lisan ataupun tidak. Seseorang yang melakukan dzikir semacam ini, hatinya senantiasa memiliki hubungan dengan-Nya; merasa kehadiran Allah Swt di dalam dirinya. Ketika berdzikir, kita sesungguhnya dekat dengan Allah Swt.

Ketiga, dzikir jiwa-raga, dzikr haqiqi;
yaitu mengingat Allah Swt yang dilakukan seluruh jiwa dan raga, baik lahiriah maupun batiniah, di mana dan kapan saja. Jiwa dan raga kita hanya mengerjakan perintah-perintah Allah Swt dan menghindarkan diri dari berbagai larangan-Nya. Inilah tingkatan paling tinggi dalam mengingat Allah Swt, seperti diakui kalangan sufi.

Faedah-Faedah Dzikir :
Bila seseorang benar-benar melaksanakan dzikir sesuai dengan yang dikehendaki Allah Swt dan Rasul-Nya, maka setidaknya ada 20 faedah yang diperoleh oleh orang tersebut, yaitu :

  1. Baik sangka kepada Allah Swt.
  2. Mendapat rahmat dan inayah dari Allah Swt.
  3. Memperoleh sebutan dari Allah Swt dihadapan hamba-hamba pilihan.
  4. Membimbing hati dengan mengingat dan menyebut Allah Swt.
  5. Melepaskan diri dari azab Allah Swt.
  6. Memelihara diri dari godaan setan dan membentengi diri dari maksiat.
  7. Mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
  8. Mendapatkan derajat yang tinggi disisi Allah Swt.
  9. Memberikan sinar kepada hati dan menghilangkan kekeruhan jiwa.
  10. Menghasilkan tegaknya suatu rangka dari Iman dan Islam.
  11. Menghasilkan kemuliaan dan kehormatan di hari kiamat.
  12. Melepaskan diri dari perasaan menyesal.
  13. Memperoleh penjagaan dan pengawalan dari para malaikat.
  14. Menyebabkan Allah Swt bertanya kepada para malaikat yang menjadi utusan Allah Swt tentang keadaan orang-orang yang berdzikir itu.
  15. Menyebabkan berbahagianya orang-orang yang duduk beserta orang-orang yang berdzikir, walaupun orang orang tersebut tidak berbahagia.
  16. Menyebabkan dipandang “ahlul ihsan”, dipandang orang-orang yang berbahagia dan pengumpul kebajikan.
  17. Menghasilkan ampunan dan keridhaan Allah Swt.
  18. Menyebabkan terlepas dari pintu fasiq dan durhaka. Karena orang yang tiada mau menyebut Allah Swt (berdzikir) dihukum orang yang fasiq.
  19. Merupakan ukuran untuk mengetahui derajat yang diperoleh disisi Allah Swt.
  20. Menyebabkan para Nabi dan orang Mujahidin (syuhada) menyukai dan mengasihi.

Dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa dengan dzikir kepada Allah Swt, akan tergapai ketenteraman hati, sebagaimana firman-Nya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d [013]:28).

Oleh karena itu, mari kita tingkatkan dzikir kita kepada Allah Swt, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun, agar hati kita selalu tenteram lantaran selalu ingat kepada Allah Rabbul Izzati, amin.

SULUK : UZLAH ADALAH PINTU TAFAKUR

TIADA SESUATU YANG SANGAT BERGUNA BAGI HATI SEBAGAIMANA UZLAH UNTUK MASUK KE MEDAN TAFAKUR.

Kalam-kalam Hikmat pertama hingga ke sebelas telah memberi gambaran tentang keperibadian tauhid yang halus-halus. Seseorang yang mencintai Allah s.w.t dan mahu berada di sisi-Nya sangat ingin untuk mencapai keperibadian yang demikian. Dalam membentuk keperibadian itu dia gemar mengikuti landasan syariat, kuat beribadat dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan dosa. Dia sering bangun pada malam hari untuk melakukan sembahyang tahajud dan selalu pula melakukan puasa sunat. Dia menjaga tingkah-laku dan akhlak dengan mencontohi apa yang ditunjukkan oleh Nabi s.a.w.

Hasil daripada kesungguhannya itu terbentuklah padanya keperibadian seorang muslim yang baik. Walaupun demikian dia masih tidak mencapai kepuasan dan kedamaian. Dia masih tidak mengerti tentang Allah s.w.t. Banyak persoalan yang timbul di dalam kepalanya yang tidak mampu dihuraikannya. Dia telah bertanya kepada mereka yang alim, tetapi dia tidak mendapat jawapan yang memuaskan hatinya. Jika ada pun jawapan yang baik disampaikan kepadanya dia tidak dapat menghayati apa yang telah diterangkan itu. Dia mengkaji kitab-kitab tasauf yang besar-besar. Ulama tasauf telah memberikan penjelasan yang mampu diterima oleh akalnya namun, dia masih merasakan kekosongan di satu sudut di dalam dirinya. Bolehlah dikatakan yang dia sampai kepada perbatasan akalnya.

Hikmat 12 ini memberi petunjuk kepada orang yang gagal mencari jawapan dengan kekuatan akalnya. Jalan yang disarankan ialah uzlah atau mengasingkan diri dari orang ramai. Jika dalam suasana biasa akal tidak mampu memecahkan kubu kebuntuan, dalam suasana uzlah hati mampu membantu akal secara tafakur, merenungi perkara-perkara yang tidak boleh difikirkan oleh akal biasa. Uzlah yang disarankan oleh Hikmat 12 ini bukanlah uzlah sebagai satu cara hidup yang berterusan tetapi ia adalah satu bentuk latihan kerohanian bagi memantapkan rohani agar akalnya dapat menerima pancaran Nur Kalbu kerana tanpa sinaran Nur Kalbu tidak mungkin akal dapat memahami hal-hal ketuhanan yang halus-halus, dan tidak akan diperolehi iman dan tauhid yang hakiki.

Hati adalah bangsa rohani atau nurani iaitu hati berkemampuan mengeluarkan nur jika ia berada di dalam keadaan suci bersih. nur yang dikeluarkan oleh hati yang suci bersih itu akan menerangi otak yang bertempat di kepala yang menjadi kenderaan akal. Akal yang diterangi oleh nur akan dapat mengimani perkara-perkara ghaib yang tidak dapat diterima oleh hukum logik. Beriman kepada perkara ghaib menjadi jalan untuk mencapai tauhid yang hakiki.

Nabi Muhammad s.a.w sebelum diutus sebagai Rasul pernah juga mengalami kebuntuan akal tentang hal ketuhanan. Pada masa itu ramai pendeta Nasrani dan Yahudi yang arif tentang hal tersebut, tetapi Nabi Muhammad s.a.w tidak pergi kepada mereka untuk mendapatkan jawapan yang mengganggu fikiran baginda s.a.w, sebaliknya baginda s.a.w telah memilih jalan uzlah.

Ketika umur baginda s.a.w 36 tahun baginda s.a.w melakukan uzlah di Gua Hiraa. Baginda s.a.w tinggal sendirian di dalam gua yang sempit lagi gelap, terpisah dari isteri, anak-anak, keluarga, masyarakat hinggakan cahaya matahari pun tidak menghampiri baginda s.a.w. Amalan uzlah yang demikian baginda s.a.w lakukan secara berulang-ulang sehingga umur baginda s.a.w mencapai 40 tahun. Masa yang paling baginda s.a.w gemar beruzlah di Gua Hiraa’ ialah pada bulan Ramadan. Latihan uzlah yang baginda lakukan dari umur 36 hingga 40 tahun itu telah memantapkan rohani baginda s.a.w sehingga berupaya menerima tanggungjawab sebagai Rasul. Latihan semasa uzlah telah menyucikan hati baginda s.a.w dan meneguhkannya sehingga hati itu mampu menerangi akal untuk mentafsir wahyu secara halus dan lengkap. Wahyu yang dibacakan oleh Jibrail a.s hanyalah singkat tetapi Rasulullah s.a.w dapat menghayatinya, memahaminya dengan tepat, mengamalkannya dengan tepat dan menyampaikannya kepada umatnya dengan tepat meskipun baginda s.a.w tidak tahu membaca dan menulis.

Begitulah kekuatan dan kebijaksanaan yang lahir dari latihan semasa uzlah. Tanpa latihan dan persiapan yang cukup seseorang tidak dapat masuk ke dalam medan tafakur tentang ketuhanan. Orang yang masuk ke dalam medan ini tanpa persediaan dan kekuatan akan menemui kebuntuan. Jika dia masih juga merempuh tembok kebuntuan itu dia akan jatuh ke dalam jurang gila.

Orang awam hidup dalam suasana: “Tugas utama adalah menguruskan kehidupan harian dan tugas sambilan pula menghubungkan diri dengan Allah s.w.t”. Orang yang di dalam suasana ini sentiasa ada masa untuk apa juga aktiviti tetapi sukar mencari kesempatan untuk bersama-sama Allah s.w.t. Orang yang seperti ini jika diperingatkan supaya mengurangkan aktiviti kehidupannya dan memperbanyakkan aktiviti perhubungan dengan Allah s.w.t mereka memberi alasan bahawa Rasulullah s.a.w dan sahabat-sahabat baginda s.a.w tidak meninggalkan dunia lantaran sibuk dengan Allah s.w.t.

Mereka ini lupa atau tidak mengerti bahawa Rasulullah s.a.w dan para sahabat telah mendapat wisal atau penyerapan hal yang berkekalan. Hati mereka tidak berpisah lagi dengan Allah s.w.t. Kesibukan menguruskan urusan harian tidak membuat mereka lupa kepada Allah s.w.t walau satu detik pun. Orang yang mata hatinya masih tertutup dan cermin hatinya tidak menerima pancaran Nur Sir, tidak mungkin hatinya berhadap kepada Allah s.w.t ketika sedang sibuk melayani makhluk Allah s.w.t. Orang yang insaf akan kelemahan dirinya akan mengikuti jalan yang dipelopori oleh Rasulullah s.a.w dan diikuti oleh para sahabat iaitu memisahkan diri dengan semua jenis kesibukan terutamanya pada satu pertiga malam yang akhir. Tidak ada hubungan dengan orang ramai. Tidak dikunjung dan tidak mengunjungi. Tidak ada surat khabar, radio dan televisyen. Tidak ada perhubungan dengan segala sesuatu kecuali perhubungan dengan Allah s.w.t.

Dalam perjalanan tarekat tasauf amalan uzlah dilakukan dengan bersistematik dan latihan yang demikian dinamakan suluk. Orang yang menjalani suluk dinamakan murid atau salik. Si salik menghabiskan kebanyakan daripada masanya di dalam bilik khalwat dengan diawasi dan dibimbing oleh gurunya. Latihan bersuluk memisahkan salik dengan hijab yang paling besar bagi orang yang baharu menjalani jalan kerohanian iaitu pergaulan dengan orang ramai. Imannya belum cukup teguh dan mudah menerima rangsangan daripada luar yang boleh menggelincirkannya untuk melakukan maksiat dan melalaikan hatinya daripada mengingati Allah s.w.t. Apabila dia dipisahkan dari dunia luar jiwanya lebih aman dan tenteram mengadakan perhubungan dengan Allah s.w.t.

Semasa beruzlah, bersuluk atau berkhalwat, si murid bersungguh-sungguh di dalam bermujahadah memerangi hawa nafsu dan tarikan duniawi. Dia memperbanyakkan sembahyang, puasa dan berzikir. Dia mengurangkan tidur kerana memanjangkan masa beribadat. Kegiatan beribadat dan pelepasan ikatan nafsu dan duniawi menjernihkan cermin hatinya. Hati yang suci bersih menghala ke alam ghaib iaitu Alam Malakut. Hati mampu menerima isyarat-isyarat dari alam ghaib. Isyarat yang diterimanya hanyalah sebentar tetapi cukup untuk menarik minatnya bagi mengkaji apa yang ditangkap oleh hatinya itu. Terjadilah perbahasan di antara fikirannya dengan dirinya sendiri. Pada masa yang sama dia menjadi penanya dan penjawab, murid dan pengajar. Perbahasan dengan diri sendiri itu dinamakan tafakur.

Pertanyaan timbul dalam fikirannya namun, fikirannya tidak dapat memberi jawapan. Ketika fikirannya meraba-raba mencari jawapan, dia mendapat bantuan daripada hatinya yang sudah suci bersih. Hati yang berkeadan begini mengeluarkan nur yang menerangi akal, lalu jalan fikirannya terus menjadi terang. Sesuatu persoalan yang pada mulanya difikirkan rumit dan mengelirukan, tiba-tiba menjadi mudah dan terang. Dia mendapat jawapan yang memuaskan hatinya kepada persoalan yang dahulunya mengacau fikiran dan jiwanya. Dia menjadi bertambah berminat untuk bertafakur menghuraikan segala kekusutan yang tidak dapat dihuraikannya selama ini. Dia gemar merenung segala perkara dan berbahas dengan dirinya, menghubungkannya dengan Tuhan sehingga dia mendapat jawapan yang memuaskan hatinya. Semakin dia bertafakur semakin terbuka kegelapan yang menutupi fikirannya. Dia mula memahami tentang hakikat, hubung-kait antara makhluk dengan Tuhan, rahsia Tenaga Ilahi dalam perjalanan alam dan sebagainya.

Isyarat-isyarat tauhid yang diterima oleh hatinya membuat mata hatinya melihat bekas-bekas Tangan Allah s.w.t dalam alam maya ini. Dia dapat melihat bahawa semuanya adalah ciptaan Allah s.w.t, gubahan-Nya, lukisan-Nya dan peraturan-Nya. Hasil dari kegiatan bertafakur tentang Tuhan membawa dia bermakrifat kepada Allah s.w.t melalui akalnya. Makrifat secara akal menjadi kemudi baginya untuk mencapai makrifat secara zauk.

Dalam pengajian ketuhanan akal hendaklah tunduk mengakui kelemahannya. Akal hendaklah sedar bahawa ia tidak mampu memahami perkara ghaib. Oleh itu akal perlu meminta bantuan hati. Hati perlu digilap supaya bercahaya. Dalam proses menggilap hati itu akal tidak perlu banyak mengadakan hujah. Hujah akal melambatkan proses penggilapan hati. Sebab itulah Hikmat 12 menganjurkan supaya mengasingkan diri. Di dalam suasana pengasingan nafsu menjadi lemah dan akal tidak lagi mengikut telunjuk nafsu. Baharulah hati dapat mengeluarkan cahayanya. Cahaya hati menyuluh kepada alam ghaib. Apabila alam ghaib sudah terang benderang baharulah akal mampu memahami hal ketuhanan yang tidak mampu dihuraikannya sebelum itu.
Source : Al-Hikam

Nasehat :
Syekh Naqsybandi QS, pilar utama Tarekat Naqsybandi memberi nasihat kepada khalifahnya, Syekh Ala’ud-Din al-Bukhari QS,

“Jangan dengarkan orang terpelajar yang menyangkal tarekat. Jika engkau mendengarnya, maka selama tiga hari Setan akan mengendalikan dirimu. Jika engkau tidak bertobat dalam tiga hari, dia akan menguasai orang itu selama 40 hari, dan jika tidak bertobat dalam 40 hari, engkau akan menerima kutukan selama 1 tahun.”

Kini di masa kita, banyak sekali orang yang menyangkal tarekat. Tinggalkan mereka, jangan berargumen dengan mereka. Mereka seperti Abu Jahal, Rasulullah SAW berkata kepadanya, tetapi ia tidak menerimanya. Kita tidak lebih kuat daripada Rasulullah SAW.

(Syekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS)
source : SUFIMUDA

‎”Nur Cahaya yg tersimpan dalam hati itu datangnya dari Nur yg datang langsung dari perbendaharaan ghaib.”

“Adakalanya hati itu terhenti pada sinar cahaya-cahaya itu, sebagaimana terhijabnya nafsu dengan padatnya benda-benda makhluk.” (Al-Hikam)

Nur keyakinan yg ada dlm hati orang-orang arif salurannya langsung daripada Nur ala nur. Allah telah menerangi alam benda yg dzohir ini dg cahaya benda buatanNYA. Dan Allah menerangi hati batin itu dg cahaya sifat-sifatNYA.

Dg cahaya matahari kita melihat benda2 alam, tetapi hanya dg nur iman keyakinan kita dpt melihat langsung kpd Allah yg menjadikan benda.

Hijab yg dpt menghalangi manusia berjalan kpd Allah itu adakalanya Nur dan adakalanya kegelapan. Bila yg menghentikan perjalanan kpd Allah itu ilmu, maka itu bernama hijab Nur. Dan bila yg menghalangi perjalanan itu berupa adat kebiasaan dan syahwat, maka itu bernama hijab kegelapan.Hati dpt silau oleh Nur Cahaya ilmu, sebagaimana silaunya nafsu dg kegelapan benda. Sedang Allah dibalik semua itu.