>Doa Syukur Pagi & Sore

>Ada sebuah wirid yang dianjurkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam untuk dibaca setiap pagi dan sore hari. Jika wirid tersebut dibaca di waktu pagi berarti orang itu telah memenuhi kewajiban bersyukurnya kepada Allah di hari itu. Dan jika ia baca di waktu sore berarti orang itu telah memenuhi kewajiaban bersyukurnya kepada Allah di malam itu.

Lengkapnya hadits yang menyebutkan fadhillah luar biasa ini ada di dalam teks sebagai berikut:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَك لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ يَوْمِهِ وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ لَيْلَتِهِ

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa di pagi hari membaca doa: “Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima pagi ini adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”, maka sungguh ia telah penuhi kewajiban bersyukurnya hari itu. Dan barangsiapa mengucapkannya di waktu sore, maka sungguh ia telah penuhi kewajiban bersyukurnya malam itu.” (HR Abu Dawud 4411)

Subhanallah…. Bayangkan, saudaraku. Dengan membaca wirid yang begini singkat dan sederhana seseorang dipandang telah memenuhi kewajiban bersyukur sehari dan semalam. Kalimat yang isinya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima pagi ini adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”. (HR Abu Dawud 4411)

Jika ia membacanya di waktu sore redaksi berubah sedikit menjadi sebagai berikut:

اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima sore ini adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”. (HR Abu Dawud 4411)

Dalam riwayat lainnya ada tambahan teks dalam wiridnya sehingga menjadi:

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima pagi ini atau dari salah satu makhlukMu, maka itu adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”. (HR An-Nasai 9835)

Jika dibaca di waktu sore menjadi:

اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima sore ini atau dari salah satu makhlukMu, maka itu adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”. (HR An-Nasai 9835)

Anda Tidak Harus Berubah

Entah sejak kapan, di Indonesia, para maha guru, motivator, inspirator ramai-ramai mengusung suatu tema yang sangat seksi “Change” atau perubahan. Seorang sahabat baik saya setiap saat setia menganjurkan: It’s time to change! Bagaimana Anda menyikapi change ini?

Saya pribadi menyetujui kalau perubahan itu penting, namun saya ingin menyikapi perubahan dengan hati-hati. Dengan kenaifan yang masih saya jaga sebaik-baiknya, saya bertanya kepada diri saya sendiri: Bukankah perubahan menyebabkan inkonsistensi? Lalu apa maksud para guru mengatakan: Perubahan itu harus! 

Sun-tzu, jenderal dari negeri Wu yang hidup sekitar 2.500 tahun yang lalu pernah mendapatkan pelajaran yang berharga dari paman raja, Ji Jia. Menurut bijaksana tersebut, perubahan merupakan bagian dari kehidupan, siang berubah menjadi malam dan sebaliknya terjadi berulang-ulang setiap 12 jam. Musim berubah setiap tiga bulan dan di daerah tropis berubah juga meskipun tidak seekstrem di daerah empat musim. Perubahan menciptakan problem sekaligus peluang. Jadi sebenarnya manusia tak perlu berubah, hanya menyesuaikan diri dengan perubahan sebaik-baiknya.

Legenda Jiang Taigong
Menurut legenda, pada masa negara-negara berperang di Tiongkok ada seorang pria bernama: Jiang Taigong (Khiong Taikung dalam dialek lainnya). Jiang Taigong sebenarnya seorang pemuda yang cerdas dan berbakat, sayangnya keluarganya tidak mampu membiayainya untuk mengikuti ujian negara di kota raja, sehingga ia terpaksa bertani untuk mencari nafkah.

Agaknya ia tidak mencapai kesuksesan di bidang tersebut, padi maupun tanaman lain yang diusahakannya dengan kerja keras dan dedikasi tinggi berkali-kali puso karena diserang berbagai macam hama tanaman. Jiang Taigong pernah memancing ikan di sungai dan selama tiga hari tiga malam tidak mendapatkan seekor ikan kecil sekalipun. Jiang Taigong pun berganti pekerjaan sebagai kuli angkut di kota. Tenaganya memang besar dan karena itu banyak orang yang menggunakan jasanya, sayangnya, upah sebagai buruh kasar tidak seberapa dan karena ia makannya banyak sekali, tidak ada sepeserpun sisa yang dapat dibawa pulang untuk keluarganya. Sekali lagi Jiang Taigong berganti pekerjaan, kali ini ia menjadi pedagang keliling. Tetapi tampaknya ia belum bernasib mujur juga, dagangannya berupa sayur-mayur dan ikan tidak laku dan bangkrutlah dia.

Ia harus berubah, sekali ini ia memutuskan untuk menjajakan garam, pikirnya garam tidak akan membusuk seperti sayuran dan ikan bila tidak terjual dalam sehari, masih dapat dilanjutkan hari berikutnya. Dan seperti yang diperkirakannya, dua keranjang garam yang dijajakannya tidak terjual habis dalam waktu seminggu, namun ia tidak berputus-asa dan meneruskan usahanya.

Suatu siang yang panas-terik, Jiang Taigong merasa penat dan ia lalu beristirahat di bawah sebatang pohon rindang di pinggir jalan desa. Angin sepoi-sepoi membuatnya mengantuk dan tertidur. Ketika itulah, seekor burung terbang melintas di atas keranjang garamnya. Burung itu membawa seekor ulat hijau di paruhnya, dan ketika tepat berada di atas keranjang garam Jiang Taigong, ulat tersebut terlepas dari jepitan paruhnya dan jatuh di atas garam. Tak lama kemudian Jiang Taigong terbangun dan mulai memikul garamnya tanpa menyadari apa yang telah terjadi. Ia menjajakannya di sebuah pasar. Saat itu kebetulan ada seorang nyonya kaya hendak membeli garam. Tampaknya untuk pertama kalinya, Jiang Taigong akan bernasib mujur, seandainya saja, nyonya yang kaya itu tidak memergoki ulat di atas garam yang hendak dibelinya itu. Ia segera berteriak histeris dan berlari pergi sambil berteriak: Garamnya berulat! Garamnya berulat! Peristiwa itu kemudian menjadi terkenal dan menjadi pepatah: Sialnya Jiang Taigong bangkrut jualan sayar-mayur, barangkali ia telah kualat pada langit, jual garam saja berulat.

Namun setelah peristiwa itu, Jiang Taigong mengubah cara berpikirnya, ia tak sudi lagi bergelut melawan problemnya atau keadaan yang selalu sial. Ia mulai memikirkan apa yang diinginkannya. Ia benar-benar menginginkan kesuksesan. Dan suatu malam ia bermimpi menjadi penasihat militer raja.

Ia tak peduli manusia sekolong langit menertawakannya dan istrinya meninggalkannya, Jiang Taigong segera pergi ke kota raja untuk melamar jadi prajurit kerajaan. Dan mulailah nasibnya berubah, dengan cepat ia naik pangkat menjadi perwira kemudian panglima besar yang memimpin selaksa tentara memadamkan pemberontakan-pemberontakan. Setelah keadaan negeri menjadi aman, Jiang Taigong pulang ke kampung halaman dengan segala kemuliaannya.

Tip:
Pertama teliti present state (keadaan sekarang) yang sedang Anda hadapi. Anda tidak dapat berpindah dari keadaan sekarang kecuali Anda menginginkan keadaan lain yang jauh lebih baik.

Kedua set outcome state atau desired state (keadaan yang Anda inginkan) sejelas-jelasnya sehingga memenuhi well-formedness sebelum Anda memutuskan untuk berganti pekerjaan, profesi atau pasangan Anda. Suatu outcome dikatakan well-formedness bila memenuhi hal-hal berikut ini:

  1. Spesifik, jelas dan menggunakan pernyataan positif.
  2. Ekologi dan kongruen; artinya tidak bertentangan dengan outcome/goals yang lebih kecil, dan mempertimbangkan “harga” atau pengorbanannya.
  3. Hambatan apa yang perlu diatasi atau disingkirkan? Dan sumber daya apa yang perlu ditambah/didapatkan?
  4. Amat penting bagi Anda untuk mencapainya, men-transformasi kehidupan Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.
  5. Terbukti secara sensory, artinya Anda dapat merasakan, melihat dan mendengar saat ini seakan-akan Anda telah mencapai apa yang Anda inginkan.

Source : http://www.ernijulia.com

>Anda Tidak Harus Berubah

>

Entah sejak kapan, di Indonesia, para maha guru, motivator, inspirator ramai-ramai mengusung suatu tema yang sangat seksi “Change” atau perubahan. Seorang sahabat baik saya setiap saat setia menganjurkan: It’s time to change! Bagaimana Anda menyikapi change ini?

Saya pribadi menyetujui kalau perubahan itu penting, namun saya ingin menyikapi perubahan dengan hati-hati. Dengan kenaifan yang masih saya jaga sebaik-baiknya, saya bertanya kepada diri saya sendiri: Bukankah perubahan menyebabkan inkonsistensi? Lalu apa maksud para guru mengatakan: Perubahan itu harus! 

Sun-tzu, jenderal dari negeri Wu yang hidup sekitar 2.500 tahun yang lalu pernah mendapatkan pelajaran yang berharga dari paman raja, Ji Jia. Menurut bijaksana tersebut, perubahan merupakan bagian dari kehidupan, siang berubah menjadi malam dan sebaliknya terjadi berulang-ulang setiap 12 jam. Musim berubah setiap tiga bulan dan di daerah tropis berubah juga meskipun tidak seekstrem di daerah empat musim. Perubahan menciptakan problem sekaligus peluang. Jadi sebenarnya manusia tak perlu berubah, hanya menyesuaikan diri dengan perubahan sebaik-baiknya.

Legenda Jiang Taigong
Menurut legenda, pada masa negara-negara berperang di Tiongkok ada seorang pria bernama: Jiang Taigong (Khiong Taikung dalam dialek lainnya). Jiang Taigong sebenarnya seorang pemuda yang cerdas dan berbakat, sayangnya keluarganya tidak mampu membiayainya untuk mengikuti ujian negara di kota raja, sehingga ia terpaksa bertani untuk mencari nafkah.

Agaknya ia tidak mencapai kesuksesan di bidang tersebut, padi maupun tanaman lain yang diusahakannya dengan kerja keras dan dedikasi tinggi berkali-kali puso karena diserang berbagai macam hama tanaman. Jiang Taigong pernah memancing ikan di sungai dan selama tiga hari tiga malam tidak mendapatkan seekor ikan kecil sekalipun. Jiang Taigong pun berganti pekerjaan sebagai kuli angkut di kota. Tenaganya memang besar dan karena itu banyak orang yang menggunakan jasanya, sayangnya, upah sebagai buruh kasar tidak seberapa dan karena ia makannya banyak sekali, tidak ada sepeserpun sisa yang dapat dibawa pulang untuk keluarganya. Sekali lagi Jiang Taigong berganti pekerjaan, kali ini ia menjadi pedagang keliling. Tetapi tampaknya ia belum bernasib mujur juga, dagangannya berupa sayur-mayur dan ikan tidak laku dan bangkrutlah dia.

Ia harus berubah, sekali ini ia memutuskan untuk menjajakan garam, pikirnya garam tidak akan membusuk seperti sayuran dan ikan bila tidak terjual dalam sehari, masih dapat dilanjutkan hari berikutnya. Dan seperti yang diperkirakannya, dua keranjang garam yang dijajakannya tidak terjual habis dalam waktu seminggu, namun ia tidak berputus-asa dan meneruskan usahanya.

Suatu siang yang panas-terik, Jiang Taigong merasa penat dan ia lalu beristirahat di bawah sebatang pohon rindang di pinggir jalan desa. Angin sepoi-sepoi membuatnya mengantuk dan tertidur. Ketika itulah, seekor burung terbang melintas di atas keranjang garamnya. Burung itu membawa seekor ulat hijau di paruhnya, dan ketika tepat berada di atas keranjang garam Jiang Taigong, ulat tersebut terlepas dari jepitan paruhnya dan jatuh di atas garam. Tak lama kemudian Jiang Taigong terbangun dan mulai memikul garamnya tanpa menyadari apa yang telah terjadi. Ia menjajakannya di sebuah pasar. Saat itu kebetulan ada seorang nyonya kaya hendak membeli garam. Tampaknya untuk pertama kalinya, Jiang Taigong akan bernasib mujur, seandainya saja, nyonya yang kaya itu tidak memergoki ulat di atas garam yang hendak dibelinya itu. Ia segera berteriak histeris dan berlari pergi sambil berteriak: Garamnya berulat! Garamnya berulat! Peristiwa itu kemudian menjadi terkenal dan menjadi pepatah: Sialnya Jiang Taigong bangkrut jualan sayar-mayur, barangkali ia telah kualat pada langit, jual garam saja berulat.

Namun setelah peristiwa itu, Jiang Taigong mengubah cara berpikirnya, ia tak sudi lagi bergelut melawan problemnya atau keadaan yang selalu sial. Ia mulai memikirkan apa yang diinginkannya. Ia benar-benar menginginkan kesuksesan. Dan suatu malam ia bermimpi menjadi penasihat militer raja.

Ia tak peduli manusia sekolong langit menertawakannya dan istrinya meninggalkannya, Jiang Taigong segera pergi ke kota raja untuk melamar jadi prajurit kerajaan. Dan mulailah nasibnya berubah, dengan cepat ia naik pangkat menjadi perwira kemudian panglima besar yang memimpin selaksa tentara memadamkan pemberontakan-pemberontakan. Setelah keadaan negeri menjadi aman, Jiang Taigong pulang ke kampung halaman dengan segala kemuliaannya.

Tip:
Pertama teliti present state (keadaan sekarang) yang sedang Anda hadapi. Anda tidak dapat berpindah dari keadaan sekarang kecuali Anda menginginkan keadaan lain yang jauh lebih baik.

Kedua set outcome state atau desired state (keadaan yang Anda inginkan) sejelas-jelasnya sehingga memenuhi well-formedness sebelum Anda memutuskan untuk berganti pekerjaan, profesi atau pasangan Anda. Suatu outcome dikatakan well-formedness bila memenuhi hal-hal berikut ini:

  1. Spesifik, jelas dan menggunakan pernyataan positif.
  2. Ekologi dan kongruen; artinya tidak bertentangan dengan outcome/goals yang lebih kecil, dan mempertimbangkan “harga” atau pengorbanannya.
  3. Hambatan apa yang perlu diatasi atau disingkirkan? Dan sumber daya apa yang perlu ditambah/didapatkan?
  4. Amat penting bagi Anda untuk mencapainya, men-transformasi kehidupan Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.
  5. Terbukti secara sensory, artinya Anda dapat merasakan, melihat dan mendengar saat ini seakan-akan Anda telah mencapai apa yang Anda inginkan.

Source : http://www.ernijulia.com

>Anda Tidak Harus Berubah

>

Entah sejak kapan, di Indonesia, para maha guru, motivator, inspirator ramai-ramai mengusung suatu tema yang sangat seksi “Change” atau perubahan. Seorang sahabat baik saya setiap saat setia menganjurkan: It’s time to change! Bagaimana Anda menyikapi change ini?

Saya pribadi menyetujui kalau perubahan itu penting, namun saya ingin menyikapi perubahan dengan hati-hati. Dengan kenaifan yang masih saya jaga sebaik-baiknya, saya bertanya kepada diri saya sendiri: Bukankah perubahan menyebabkan inkonsistensi? Lalu apa maksud para guru mengatakan: Perubahan itu harus! 

Sun-tzu, jenderal dari negeri Wu yang hidup sekitar 2.500 tahun yang lalu pernah mendapatkan pelajaran yang berharga dari paman raja, Ji Jia. Menurut bijaksana tersebut, perubahan merupakan bagian dari kehidupan, siang berubah menjadi malam dan sebaliknya terjadi berulang-ulang setiap 12 jam. Musim berubah setiap tiga bulan dan di daerah tropis berubah juga meskipun tidak seekstrem di daerah empat musim. Perubahan menciptakan problem sekaligus peluang. Jadi sebenarnya manusia tak perlu berubah, hanya menyesuaikan diri dengan perubahan sebaik-baiknya.

Legenda Jiang Taigong
Menurut legenda, pada masa negara-negara berperang di Tiongkok ada seorang pria bernama: Jiang Taigong (Khiong Taikung dalam dialek lainnya). Jiang Taigong sebenarnya seorang pemuda yang cerdas dan berbakat, sayangnya keluarganya tidak mampu membiayainya untuk mengikuti ujian negara di kota raja, sehingga ia terpaksa bertani untuk mencari nafkah.

Agaknya ia tidak mencapai kesuksesan di bidang tersebut, padi maupun tanaman lain yang diusahakannya dengan kerja keras dan dedikasi tinggi berkali-kali puso karena diserang berbagai macam hama tanaman. Jiang Taigong pernah memancing ikan di sungai dan selama tiga hari tiga malam tidak mendapatkan seekor ikan kecil sekalipun. Jiang Taigong pun berganti pekerjaan sebagai kuli angkut di kota. Tenaganya memang besar dan karena itu banyak orang yang menggunakan jasanya, sayangnya, upah sebagai buruh kasar tidak seberapa dan karena ia makannya banyak sekali, tidak ada sepeserpun sisa yang dapat dibawa pulang untuk keluarganya. Sekali lagi Jiang Taigong berganti pekerjaan, kali ini ia menjadi pedagang keliling. Tetapi tampaknya ia belum bernasib mujur juga, dagangannya berupa sayur-mayur dan ikan tidak laku dan bangkrutlah dia.

Ia harus berubah, sekali ini ia memutuskan untuk menjajakan garam, pikirnya garam tidak akan membusuk seperti sayuran dan ikan bila tidak terjual dalam sehari, masih dapat dilanjutkan hari berikutnya. Dan seperti yang diperkirakannya, dua keranjang garam yang dijajakannya tidak terjual habis dalam waktu seminggu, namun ia tidak berputus-asa dan meneruskan usahanya.

Suatu siang yang panas-terik, Jiang Taigong merasa penat dan ia lalu beristirahat di bawah sebatang pohon rindang di pinggir jalan desa. Angin sepoi-sepoi membuatnya mengantuk dan tertidur. Ketika itulah, seekor burung terbang melintas di atas keranjang garamnya. Burung itu membawa seekor ulat hijau di paruhnya, dan ketika tepat berada di atas keranjang garam Jiang Taigong, ulat tersebut terlepas dari jepitan paruhnya dan jatuh di atas garam. Tak lama kemudian Jiang Taigong terbangun dan mulai memikul garamnya tanpa menyadari apa yang telah terjadi. Ia menjajakannya di sebuah pasar. Saat itu kebetulan ada seorang nyonya kaya hendak membeli garam. Tampaknya untuk pertama kalinya, Jiang Taigong akan bernasib mujur, seandainya saja, nyonya yang kaya itu tidak memergoki ulat di atas garam yang hendak dibelinya itu. Ia segera berteriak histeris dan berlari pergi sambil berteriak: Garamnya berulat! Garamnya berulat! Peristiwa itu kemudian menjadi terkenal dan menjadi pepatah: Sialnya Jiang Taigong bangkrut jualan sayar-mayur, barangkali ia telah kualat pada langit, jual garam saja berulat.

Namun setelah peristiwa itu, Jiang Taigong mengubah cara berpikirnya, ia tak sudi lagi bergelut melawan problemnya atau keadaan yang selalu sial. Ia mulai memikirkan apa yang diinginkannya. Ia benar-benar menginginkan kesuksesan. Dan suatu malam ia bermimpi menjadi penasihat militer raja.

Ia tak peduli manusia sekolong langit menertawakannya dan istrinya meninggalkannya, Jiang Taigong segera pergi ke kota raja untuk melamar jadi prajurit kerajaan. Dan mulailah nasibnya berubah, dengan cepat ia naik pangkat menjadi perwira kemudian panglima besar yang memimpin selaksa tentara memadamkan pemberontakan-pemberontakan. Setelah keadaan negeri menjadi aman, Jiang Taigong pulang ke kampung halaman dengan segala kemuliaannya.

Tip:
Pertama teliti present state (keadaan sekarang) yang sedang Anda hadapi. Anda tidak dapat berpindah dari keadaan sekarang kecuali Anda menginginkan keadaan lain yang jauh lebih baik.

Kedua set outcome state atau desired state (keadaan yang Anda inginkan) sejelas-jelasnya sehingga memenuhi well-formedness sebelum Anda memutuskan untuk berganti pekerjaan, profesi atau pasangan Anda. Suatu outcome dikatakan well-formedness bila memenuhi hal-hal berikut ini:

  1. Spesifik, jelas dan menggunakan pernyataan positif.
  2. Ekologi dan kongruen; artinya tidak bertentangan dengan outcome/goals yang lebih kecil, dan mempertimbangkan “harga” atau pengorbanannya.
  3. Hambatan apa yang perlu diatasi atau disingkirkan? Dan sumber daya apa yang perlu ditambah/didapatkan?
  4. Amat penting bagi Anda untuk mencapainya, men-transformasi kehidupan Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.
  5. Terbukti secara sensory, artinya Anda dapat merasakan, melihat dan mendengar saat ini seakan-akan Anda telah mencapai apa yang Anda inginkan.

Source : http://www.ernijulia.com

Sensitivitas Paska Attunement Rei Ki

“Saya telah mengikuti attunement dengan baik hanya saja saya tidak merasakan sensasi apa-apa pada tubuh saya. Apakah attunement tadi berhasil atau gagal?”
“Selama proses attunement saya merasakan sensasi badan seperti menggelembung, membengkak, ada aliran energi yang merambat sepanjang tulang sumsum belakang dan kedua tangan bergerak sendiri. Setelah itu saya merasakan ada aliaran hawa sejuk mengelilingi kepala bergerak ke tubuh. Namun setelah attunement selesai saya mencoba latihan dasar pertama dengan self healing. Ada aliran hawa panas diselingi dingin silih berganti keluar lewat telapak tangan. Baru beberapa hari setelah itu ketika saya mencoba self healing lagi tetapi sudah tidak merasakan sensasi energi lagi. Apa ada yang salah diri saya. Langkah apa selanjutnya untuk mengatasi masalah tadi?” 

Demikianlah sekelumit pertanyaan dari ratusan pertanyaan klasik yang telah sehat dengan kundalini reiki terima dari para sahabat semua di blog ini. Sepertinya masih ada pertanyaan lain seputar praktek reiki, namun bila ditelaah dari ratusan pertanyaan tadi muaranya hanya satu yaitu adanya sensasi reiki dalam diri para praktisi reiki.

Praktek meditasi sangat dianjurkan dalam belajar reiki. Mengaktipkan chakra utama agar tubuh sensitif merespon energi reiki.

Secara garis besar bahwa bagi seseorang yang sensitif setelah memperoleh attunement, orang itu akan merasakan getaran energi pada kedua telapak tangannya apabila diniatkan reiki mengalir. Terkadang keluarnya energi besarnya sama dari kedua telapak tangan. Bahkan dari tangan kiri pun sensasi energi lebih kuat bila dibandingkan dengan tangan kanan. Kenapa bisa begitu yah? Getaran atau vibrasi keluarnya energi melalui kedua telapak tangan tadi juga dirasakan ketika yang bersangkutan mempraktekkan reiki baik self healing atau healing tatap muka dengan pasien di mana sensasi tadi tidak saja di bagian kedua telapak tangan saja melainkan juga menjalar ke seluruh tubuh sehingga keluar keringat dari tubuh praktisi reiki yang sedang menyalurkan energi ini.

Namun bagi Anda sahabat sehat dengan reiki yang telah mengirim komentar kepada saya sebaiknya Anda tidak berkecil hati lalu gelisah dan ragu-ragu apakah reiki sudah menyatu dalam dirinya. Bagi orang yang tidak sensitif tidak segera merasakan sensivitas pada kedua telapak tangannya sebaiknya untuk latihan adalah menyalurkan reiki kepada diri sendiri lebih dulu. Yang perlu Anda perhatikan adalah adanya niat dalam hati atau diucapkan lewat mulut sebelum mengakses energi reiki. Selepas niat diucapkan Anda harus pasrah sepasrahnya atas kondisi ini. Jangan ngoyo..berusaha untuk….harus ini…harus itu…apa bisa… merasuki pikiran Anda. Sekali Anda berpikiran tadi maka secara tidak langsung apa yang Anda khawatirkan tadi akan direkam oleh alam bawah sadar dan akan diplaybackkan suatu saat sifat keragu-raguan tadi. Karena itu sebaiknya Anda pasrah dan biarkan energi reiki yang cerdas bekerja sesuai dengan hukum reiki sehingga out put dari keraguan tadi tidak ada dalam diri Anda.

Healing tatap muka kepada orang lain sebagai sarana praktek reiki untuk melatih kepekaan energi rei ki.

Menjadi praktisi reiki pada awal setelah menerima attunement terkadang sering mengganjal dalam pikiran praktisi reiki itu sendiri bila melihat teman seangkatannya cepat bisa merasakan sensasi reiki. Artinya kepekaan teman tadi akan getaran reiki segera dapat dirasakan. Sebaliknya bagi rekan yang tidak sensitif akan mengalami keruntuhan percaya diri apabila memperoleh penjelasan bahwa rekannya yang lain begitu sensitif akan getaran energi reiki. Akhirnya banyak di antara mereka yang tidak sensitif berhenti menjadi praktisi reiki karena setelah menerima attunement tidak merasakan sensasi energi reiki selama praktek reiki.

Kekhawatiran Anda sahabat sehat dengan kundalini reiki pun sebenarnya pernah saya alami di tahun pertama belajar reiki tahun 2003. Ketika pertama kali saya menerima attunement tidak merasakan sensasi apa pun baik hawa panas, dingin atau pun sejuk. Bahkan tubuh saya pun diam mematung. Artinya getaran energi reiki selama proses atunement tidak dirasakan sama sekali. Setelah attunement selesai praktek self healing lebih menjengkelkan lagi sensasinya. Selama 21 hari berturut-turut praktek self healing terkadang hari ini sensasi reiki kuat. Di lain hari sensasi reiki melemah bahkan hilang sama sekali yang ditandai dengan tidak adanya rasa sama sekali ketika kedua telapak tangan menyentuh tubuh. Saya sedikit bertanya…apakah demikian adanya dalam praktek reiki? Jawaban saya peroleh dari teman seangkatan yang juga mengatakan tidak merasakan sama sekali sensasi reiki ketika praktek self healing. Lalu cara mengatasi perasaan tadi bagaimana? tanya saya kepada Senior Praktisi Reiki ketika tatap muka dalam bakti sosial penyembuhan masal sebelum acara Lokakarya Reiki digelar esok harinya.

Oleh senior praktisi reiki saya disarankan mulai belajar meditasi yang paling sederhana yaitu Meditasi dalam Keheningan. Meditasi ini dilakukan untuk mengasah kepekaan akan getaran energi alam semesta yang ada di sekitar kita lalu meniatkannya untuk lebih mengaktipkan chakra utama tubuh setelah memperoleh attunement reiki. Saran lainnya adalah sering melakukan self healing kendatipun waktu 21 hari praktek self healing telah selesai. “Kalau Anda sudah bisa merasakan getaran reiki secara lambat tapi pasti lewat praktek self healing dan mendapatkan kebugaran dan kesehatan tubuh semakin meningkat, kenapa praktek self healing tidak dilanjutkan saja menjadi menu harian dalam praktek reiki?” demikian kira-kira jawaban yang diberikan Senior Master Reiki tempat saya belajar reiki.

Berbekal jawaban itu barulah saya merasa dicambuk untuk lebih serius mempraktekkan reiki. Tidak saya pikirkan lagi perihal sensasi reiki. Ada sensasi reiki atau tidak, saya terus praktek self healing dan juga mulai memberanikan diri healing tatap muka dan distance healing. Betul juga secara perlahan tapi pasti sensasi reiki mulai menghampiri saya setiap kali latihan self healing atau distance healing. Getaran energi pun semakin meningkat ketika sehat dengan reiki ikut attunement kundalini reiki jarak jauh lewat Majalah Nirmala yang menitikberatkan kepada kebangkitan kundalini. Seiring praktek reiki dan meditasi kundalini sebagaimana dianjurkan oleh Grand Master Ir. Yan Nurindra lewat ulasannya di Majalah Nirmala bahwa meditasi sangat dianjurkan setiap kali praktek reiki dan kundalini yang dalam pelatihan ini disingkat menjadi kundalini reiki. Dengan belajar meditasi maka chakra utama dalam tubuh energi akan semakin aktif untuk merespon getaran energi alam semesta. Dengan aktipnya kundalini maka getaran energi kundalini akan bersinergi dengan getaran energi reiki secara bersama-sama dan ini sangat baik untuk pembersihan tubuh dari energi negatife penyakit.

Sehubungan dengan pengalaman pribadi saya tadi perkenankan dalam kesempatan ini saya menekankan sekali lagi bahwa apabila Anda tidak pernah merasakan sensasi saat attunement atau pun paska attunement, attunement reiki tadi tetap berlangsung dengan baik. Kuncinya hanyalah kepekaan akan energi. Jadi jangan kaget kalau sekarang ini Anda merasa putus asa tidak merasakan sensasi reiki bukan mustahil di level berikutnya Anda tiba-tiba merasakan sensasi luar biasa sehingga sangat mengagetkan tubuh psikis. Ini memang diluar kendali saya dalam memberikan attunement. Pengalaman ini pun juga dialami oleh rekan seangkatan saya yang juga memberikan attunement kepada orang lain, terkadang murid-muridnya tidak merasakan sensasi apa-apa tetapi dalam praktek reiki keseharian sensasi ini akan muncul dengan sendirinya tanpa diundang. Semuanya berjalan otomatis tanpa kita merencanakannya.

Karena itu sekali lagi sehat dengan kundalini reiki tekankan sekali pun Anda tidak merasakan getaran energi saat praktek reiki atau pada saat attunement, tetaplah berlatih reiki. Kemampuan Anda tidak akan hilang sekali pun reiki suatu saat tidak dipraktekkan lagi. Yang perlu dicamkan adalah untuk melatih dan meningkatkan sensivitas seringlah melakukan meditasi, menyalurkan reiki ke orang lain atau self healing sekecil apa pun rasa sakit dalam diri orang itu. Anda juga dapat berlatih dengan memberikan energi reiki kepad hewan peliharaan Anda, misalnya burung perkutut, anjing, ayam, ikan hias dan sebagainya. Tanaman hias pun bisa Anda reiki setiap kali sedang menyiangi tanaman dengan memberikan pupuk kandang.

Tidak ada salahnya Anda pun bisa melatih membuat bola energi reiki dengan cara menghadapkan kedua telapak tangan saling berhadapan. Niatkan energi reiki mengalir dan membentuk bola padat yang semakin padat lalu beri affirmasi energi untuk perlindungan diri psikis Anda, kartu ATM agar tidak terdeteksi nomor PIN nya oleh alat skimer yang dipasang oleh orang yang tidak bertanggung jawab, perlindungan diri keluarga Anda saat dia bepergian diri tanpa kawalan Anda. Kunci dari pembuatan bola energi reiki adalah jangan lupa berdoa dulu kepada Sang Khalik agar berkenan memberikan perlindungan diri lewat metode reiki. Jadi sahabat sehat dengan kundalini reiki semua….jangan pernah putus asa dalam kasus tidak atau belum merasakan sensasi reki. Seandainya Anda peka…coba dengan rileks tatap tulisan postingan ini dari awal hingga terakhir. Akan terasa ada getaran halus mengalir kata demi kata yang terangkai dalam kalimat ini hingga paragraf akhir. Inilah progam energi reiki yang sehat dengan kundalini reiki pasang dalam postingan ini. Terus berlatih reiki nanti Anda akan mendapatkan jawaban sendiri atas masalah ini.

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK

>Sensitivitas Paska Attunement Rei Ki

>

“Saya telah mengikuti attunement dengan baik hanya saja saya tidak merasakan sensasi apa-apa pada tubuh saya. Apakah attunement tadi berhasil atau gagal?”
“Selama proses attunement saya merasakan sensasi badan seperti menggelembung, membengkak, ada aliran energi yang merambat sepanjang tulang sumsum belakang dan kedua tangan bergerak sendiri. Setelah itu saya merasakan ada aliaran hawa sejuk mengelilingi kepala bergerak ke tubuh. Namun setelah attunement selesai saya mencoba latihan dasar pertama dengan self healing. Ada aliran hawa panas diselingi dingin silih berganti keluar lewat telapak tangan. Baru beberapa hari setelah itu ketika saya mencoba self healing lagi tetapi sudah tidak merasakan sensasi energi lagi. Apa ada yang salah diri saya. Langkah apa selanjutnya untuk mengatasi masalah tadi?” 

Demikianlah sekelumit pertanyaan dari ratusan pertanyaan klasik yang telah sehat dengan kundalini reiki terima dari para sahabat semua di blog ini. Sepertinya masih ada pertanyaan lain seputar praktek reiki, namun bila ditelaah dari ratusan pertanyaan tadi muaranya hanya satu yaitu adanya sensasi reiki dalam diri para praktisi reiki.

Praktek meditasi sangat dianjurkan dalam belajar reiki. Mengaktipkan chakra utama agar tubuh sensitif merespon energi reiki.

Secara garis besar bahwa bagi seseorang yang sensitif setelah memperoleh attunement, orang itu akan merasakan getaran energi pada kedua telapak tangannya apabila diniatkan reiki mengalir. Terkadang keluarnya energi besarnya sama dari kedua telapak tangan. Bahkan dari tangan kiri pun sensasi energi lebih kuat bila dibandingkan dengan tangan kanan. Kenapa bisa begitu yah? Getaran atau vibrasi keluarnya energi melalui kedua telapak tangan tadi juga dirasakan ketika yang bersangkutan mempraktekkan reiki baik self healing atau healing tatap muka dengan pasien di mana sensasi tadi tidak saja di bagian kedua telapak tangan saja melainkan juga menjalar ke seluruh tubuh sehingga keluar keringat dari tubuh praktisi reiki yang sedang menyalurkan energi ini.

Namun bagi Anda sahabat sehat dengan reiki yang telah mengirim komentar kepada saya sebaiknya Anda tidak berkecil hati lalu gelisah dan ragu-ragu apakah reiki sudah menyatu dalam dirinya. Bagi orang yang tidak sensitif tidak segera merasakan sensivitas pada kedua telapak tangannya sebaiknya untuk latihan adalah menyalurkan reiki kepada diri sendiri lebih dulu. Yang perlu Anda perhatikan adalah adanya niat dalam hati atau diucapkan lewat mulut sebelum mengakses energi reiki. Selepas niat diucapkan Anda harus pasrah sepasrahnya atas kondisi ini. Jangan ngoyo..berusaha untuk….harus ini…harus itu…apa bisa… merasuki pikiran Anda. Sekali Anda berpikiran tadi maka secara tidak langsung apa yang Anda khawatirkan tadi akan direkam oleh alam bawah sadar dan akan diplaybackkan suatu saat sifat keragu-raguan tadi. Karena itu sebaiknya Anda pasrah dan biarkan energi reiki yang cerdas bekerja sesuai dengan hukum reiki sehingga out put dari keraguan tadi tidak ada dalam diri Anda.

Healing tatap muka kepada orang lain sebagai sarana praktek reiki untuk melatih kepekaan energi rei ki.

Menjadi praktisi reiki pada awal setelah menerima attunement terkadang sering mengganjal dalam pikiran praktisi reiki itu sendiri bila melihat teman seangkatannya cepat bisa merasakan sensasi reiki. Artinya kepekaan teman tadi akan getaran reiki segera dapat dirasakan. Sebaliknya bagi rekan yang tidak sensitif akan mengalami keruntuhan percaya diri apabila memperoleh penjelasan bahwa rekannya yang lain begitu sensitif akan getaran energi reiki. Akhirnya banyak di antara mereka yang tidak sensitif berhenti menjadi praktisi reiki karena setelah menerima attunement tidak merasakan sensasi energi reiki selama praktek reiki.

Kekhawatiran Anda sahabat sehat dengan kundalini reiki pun sebenarnya pernah saya alami di tahun pertama belajar reiki tahun 2003. Ketika pertama kali saya menerima attunement tidak merasakan sensasi apa pun baik hawa panas, dingin atau pun sejuk. Bahkan tubuh saya pun diam mematung. Artinya getaran energi reiki selama proses atunement tidak dirasakan sama sekali. Setelah attunement selesai praktek self healing lebih menjengkelkan lagi sensasinya. Selama 21 hari berturut-turut praktek self healing terkadang hari ini sensasi reiki kuat. Di lain hari sensasi reiki melemah bahkan hilang sama sekali yang ditandai dengan tidak adanya rasa sama sekali ketika kedua telapak tangan menyentuh tubuh. Saya sedikit bertanya…apakah demikian adanya dalam praktek reiki? Jawaban saya peroleh dari teman seangkatan yang juga mengatakan tidak merasakan sama sekali sensasi reiki ketika praktek self healing. Lalu cara mengatasi perasaan tadi bagaimana? tanya saya kepada Senior Praktisi Reiki ketika tatap muka dalam bakti sosial penyembuhan masal sebelum acara Lokakarya Reiki digelar esok harinya.

Oleh senior praktisi reiki saya disarankan mulai belajar meditasi yang paling sederhana yaitu Meditasi dalam Keheningan. Meditasi ini dilakukan untuk mengasah kepekaan akan getaran energi alam semesta yang ada di sekitar kita lalu meniatkannya untuk lebih mengaktipkan chakra utama tubuh setelah memperoleh attunement reiki. Saran lainnya adalah sering melakukan self healing kendatipun waktu 21 hari praktek self healing telah selesai. “Kalau Anda sudah bisa merasakan getaran reiki secara lambat tapi pasti lewat praktek self healing dan mendapatkan kebugaran dan kesehatan tubuh semakin meningkat, kenapa praktek self healing tidak dilanjutkan saja menjadi menu harian dalam praktek reiki?” demikian kira-kira jawaban yang diberikan Senior Master Reiki tempat saya belajar reiki.

Berbekal jawaban itu barulah saya merasa dicambuk untuk lebih serius mempraktekkan reiki. Tidak saya pikirkan lagi perihal sensasi reiki. Ada sensasi reiki atau tidak, saya terus praktek self healing dan juga mulai memberanikan diri healing tatap muka dan distance healing. Betul juga secara perlahan tapi pasti sensasi reiki mulai menghampiri saya setiap kali latihan self healing atau distance healing. Getaran energi pun semakin meningkat ketika sehat dengan reiki ikut attunement kundalini reiki jarak jauh lewat Majalah Nirmala yang menitikberatkan kepada kebangkitan kundalini. Seiring praktek reiki dan meditasi kundalini sebagaimana dianjurkan oleh Grand Master Ir. Yan Nurindra lewat ulasannya di Majalah Nirmala bahwa meditasi sangat dianjurkan setiap kali praktek reiki dan kundalini yang dalam pelatihan ini disingkat menjadi kundalini reiki. Dengan belajar meditasi maka chakra utama dalam tubuh energi akan semakin aktif untuk merespon getaran energi alam semesta. Dengan aktipnya kundalini maka getaran energi kundalini akan bersinergi dengan getaran energi reiki secara bersama-sama dan ini sangat baik untuk pembersihan tubuh dari energi negatife penyakit.

Sehubungan dengan pengalaman pribadi saya tadi perkenankan dalam kesempatan ini saya menekankan sekali lagi bahwa apabila Anda tidak pernah merasakan sensasi saat attunement atau pun paska attunement, attunement reiki tadi tetap berlangsung dengan baik. Kuncinya hanyalah kepekaan akan energi. Jadi jangan kaget kalau sekarang ini Anda merasa putus asa tidak merasakan sensasi reiki bukan mustahil di level berikutnya Anda tiba-tiba merasakan sensasi luar biasa sehingga sangat mengagetkan tubuh psikis. Ini memang diluar kendali saya dalam memberikan attunement. Pengalaman ini pun juga dialami oleh rekan seangkatan saya yang juga memberikan attunement kepada orang lain, terkadang murid-muridnya tidak merasakan sensasi apa-apa tetapi dalam praktek reiki keseharian sensasi ini akan muncul dengan sendirinya tanpa diundang. Semuanya berjalan otomatis tanpa kita merencanakannya.

Karena itu sekali lagi sehat dengan kundalini reiki tekankan sekali pun Anda tidak merasakan getaran energi saat praktek reiki atau pada saat attunement, tetaplah berlatih reiki. Kemampuan Anda tidak akan hilang sekali pun reiki suatu saat tidak dipraktekkan lagi. Yang perlu dicamkan adalah untuk melatih dan meningkatkan sensivitas seringlah melakukan meditasi, menyalurkan reiki ke orang lain atau self healing sekecil apa pun rasa sakit dalam diri orang itu. Anda juga dapat berlatih dengan memberikan energi reiki kepad hewan peliharaan Anda, misalnya burung perkutut, anjing, ayam, ikan hias dan sebagainya. Tanaman hias pun bisa Anda reiki setiap kali sedang menyiangi tanaman dengan memberikan pupuk kandang.

Tidak ada salahnya Anda pun bisa melatih membuat bola energi reiki dengan cara menghadapkan kedua telapak tangan saling berhadapan. Niatkan energi reiki mengalir dan membentuk bola padat yang semakin padat lalu beri affirmasi energi untuk perlindungan diri psikis Anda, kartu ATM agar tidak terdeteksi nomor PIN nya oleh alat skimer yang dipasang oleh orang yang tidak bertanggung jawab, perlindungan diri keluarga Anda saat dia bepergian diri tanpa kawalan Anda. Kunci dari pembuatan bola energi reiki adalah jangan lupa berdoa dulu kepada Sang Khalik agar berkenan memberikan perlindungan diri lewat metode reiki. Jadi sahabat sehat dengan kundalini reiki semua….jangan pernah putus asa dalam kasus tidak atau belum merasakan sensasi reki. Seandainya Anda peka…coba dengan rileks tatap tulisan postingan ini dari awal hingga terakhir. Akan terasa ada getaran halus mengalir kata demi kata yang terangkai dalam kalimat ini hingga paragraf akhir. Inilah progam energi reiki yang sehat dengan kundalini reiki pasang dalam postingan ini. Terus berlatih reiki nanti Anda akan mendapatkan jawaban sendiri atas masalah ini.

Source : arumsekartaji.blogspot.com

>Sensitivitas Paska Attunement Rei Ki

>

“Saya telah mengikuti attunement dengan baik hanya saja saya tidak merasakan sensasi apa-apa pada tubuh saya. Apakah attunement tadi berhasil atau gagal?”
“Selama proses attunement saya merasakan sensasi badan seperti menggelembung, membengkak, ada aliran energi yang merambat sepanjang tulang sumsum belakang dan kedua tangan bergerak sendiri. Setelah itu saya merasakan ada aliaran hawa sejuk mengelilingi kepala bergerak ke tubuh. Namun setelah attunement selesai saya mencoba latihan dasar pertama dengan self healing. Ada aliran hawa panas diselingi dingin silih berganti keluar lewat telapak tangan. Baru beberapa hari setelah itu ketika saya mencoba self healing lagi tetapi sudah tidak merasakan sensasi energi lagi. Apa ada yang salah diri saya. Langkah apa selanjutnya untuk mengatasi masalah tadi?” 

Demikianlah sekelumit pertanyaan dari ratusan pertanyaan klasik yang telah sehat dengan kundalini reiki terima dari para sahabat semua di blog ini. Sepertinya masih ada pertanyaan lain seputar praktek reiki, namun bila ditelaah dari ratusan pertanyaan tadi muaranya hanya satu yaitu adanya sensasi reiki dalam diri para praktisi reiki.

Praktek meditasi sangat dianjurkan dalam belajar reiki. Mengaktipkan chakra utama agar tubuh sensitif merespon energi reiki.

Secara garis besar bahwa bagi seseorang yang sensitif setelah memperoleh attunement, orang itu akan merasakan getaran energi pada kedua telapak tangannya apabila diniatkan reiki mengalir. Terkadang keluarnya energi besarnya sama dari kedua telapak tangan. Bahkan dari tangan kiri pun sensasi energi lebih kuat bila dibandingkan dengan tangan kanan. Kenapa bisa begitu yah? Getaran atau vibrasi keluarnya energi melalui kedua telapak tangan tadi juga dirasakan ketika yang bersangkutan mempraktekkan reiki baik self healing atau healing tatap muka dengan pasien di mana sensasi tadi tidak saja di bagian kedua telapak tangan saja melainkan juga menjalar ke seluruh tubuh sehingga keluar keringat dari tubuh praktisi reiki yang sedang menyalurkan energi ini.

Namun bagi Anda sahabat sehat dengan reiki yang telah mengirim komentar kepada saya sebaiknya Anda tidak berkecil hati lalu gelisah dan ragu-ragu apakah reiki sudah menyatu dalam dirinya. Bagi orang yang tidak sensitif tidak segera merasakan sensivitas pada kedua telapak tangannya sebaiknya untuk latihan adalah menyalurkan reiki kepada diri sendiri lebih dulu. Yang perlu Anda perhatikan adalah adanya niat dalam hati atau diucapkan lewat mulut sebelum mengakses energi reiki. Selepas niat diucapkan Anda harus pasrah sepasrahnya atas kondisi ini. Jangan ngoyo..berusaha untuk….harus ini…harus itu…apa bisa… merasuki pikiran Anda. Sekali Anda berpikiran tadi maka secara tidak langsung apa yang Anda khawatirkan tadi akan direkam oleh alam bawah sadar dan akan diplaybackkan suatu saat sifat keragu-raguan tadi. Karena itu sebaiknya Anda pasrah dan biarkan energi reiki yang cerdas bekerja sesuai dengan hukum reiki sehingga out put dari keraguan tadi tidak ada dalam diri Anda.

Healing tatap muka kepada orang lain sebagai sarana praktek reiki untuk melatih kepekaan energi rei ki.

Menjadi praktisi reiki pada awal setelah menerima attunement terkadang sering mengganjal dalam pikiran praktisi reiki itu sendiri bila melihat teman seangkatannya cepat bisa merasakan sensasi reiki. Artinya kepekaan teman tadi akan getaran reiki segera dapat dirasakan. Sebaliknya bagi rekan yang tidak sensitif akan mengalami keruntuhan percaya diri apabila memperoleh penjelasan bahwa rekannya yang lain begitu sensitif akan getaran energi reiki. Akhirnya banyak di antara mereka yang tidak sensitif berhenti menjadi praktisi reiki karena setelah menerima attunement tidak merasakan sensasi energi reiki selama praktek reiki.

Kekhawatiran Anda sahabat sehat dengan kundalini reiki pun sebenarnya pernah saya alami di tahun pertama belajar reiki tahun 2003. Ketika pertama kali saya menerima attunement tidak merasakan sensasi apa pun baik hawa panas, dingin atau pun sejuk. Bahkan tubuh saya pun diam mematung. Artinya getaran energi reiki selama proses atunement tidak dirasakan sama sekali. Setelah attunement selesai praktek self healing lebih menjengkelkan lagi sensasinya. Selama 21 hari berturut-turut praktek self healing terkadang hari ini sensasi reiki kuat. Di lain hari sensasi reiki melemah bahkan hilang sama sekali yang ditandai dengan tidak adanya rasa sama sekali ketika kedua telapak tangan menyentuh tubuh. Saya sedikit bertanya…apakah demikian adanya dalam praktek reiki? Jawaban saya peroleh dari teman seangkatan yang juga mengatakan tidak merasakan sama sekali sensasi reiki ketika praktek self healing. Lalu cara mengatasi perasaan tadi bagaimana? tanya saya kepada Senior Praktisi Reiki ketika tatap muka dalam bakti sosial penyembuhan masal sebelum acara Lokakarya Reiki digelar esok harinya.

Oleh senior praktisi reiki saya disarankan mulai belajar meditasi yang paling sederhana yaitu Meditasi dalam Keheningan. Meditasi ini dilakukan untuk mengasah kepekaan akan getaran energi alam semesta yang ada di sekitar kita lalu meniatkannya untuk lebih mengaktipkan chakra utama tubuh setelah memperoleh attunement reiki. Saran lainnya adalah sering melakukan self healing kendatipun waktu 21 hari praktek self healing telah selesai. “Kalau Anda sudah bisa merasakan getaran reiki secara lambat tapi pasti lewat praktek self healing dan mendapatkan kebugaran dan kesehatan tubuh semakin meningkat, kenapa praktek self healing tidak dilanjutkan saja menjadi menu harian dalam praktek reiki?” demikian kira-kira jawaban yang diberikan Senior Master Reiki tempat saya belajar reiki.

Berbekal jawaban itu barulah saya merasa dicambuk untuk lebih serius mempraktekkan reiki. Tidak saya pikirkan lagi perihal sensasi reiki. Ada sensasi reiki atau tidak, saya terus praktek self healing dan juga mulai memberanikan diri healing tatap muka dan distance healing. Betul juga secara perlahan tapi pasti sensasi reiki mulai menghampiri saya setiap kali latihan self healing atau distance healing. Getaran energi pun semakin meningkat ketika sehat dengan reiki ikut attunement kundalini reiki jarak jauh lewat Majalah Nirmala yang menitikberatkan kepada kebangkitan kundalini. Seiring praktek reiki dan meditasi kundalini sebagaimana dianjurkan oleh Grand Master Ir. Yan Nurindra lewat ulasannya di Majalah Nirmala bahwa meditasi sangat dianjurkan setiap kali praktek reiki dan kundalini yang dalam pelatihan ini disingkat menjadi kundalini reiki. Dengan belajar meditasi maka chakra utama dalam tubuh energi akan semakin aktif untuk merespon getaran energi alam semesta. Dengan aktipnya kundalini maka getaran energi kundalini akan bersinergi dengan getaran energi reiki secara bersama-sama dan ini sangat baik untuk pembersihan tubuh dari energi negatife penyakit.

Sehubungan dengan pengalaman pribadi saya tadi perkenankan dalam kesempatan ini saya menekankan sekali lagi bahwa apabila Anda tidak pernah merasakan sensasi saat attunement atau pun paska attunement, attunement reiki tadi tetap berlangsung dengan baik. Kuncinya hanyalah kepekaan akan energi. Jadi jangan kaget kalau sekarang ini Anda merasa putus asa tidak merasakan sensasi reiki bukan mustahil di level berikutnya Anda tiba-tiba merasakan sensasi luar biasa sehingga sangat mengagetkan tubuh psikis. Ini memang diluar kendali saya dalam memberikan attunement. Pengalaman ini pun juga dialami oleh rekan seangkatan saya yang juga memberikan attunement kepada orang lain, terkadang murid-muridnya tidak merasakan sensasi apa-apa tetapi dalam praktek reiki keseharian sensasi ini akan muncul dengan sendirinya tanpa diundang. Semuanya berjalan otomatis tanpa kita merencanakannya.

Karena itu sekali lagi sehat dengan kundalini reiki tekankan sekali pun Anda tidak merasakan getaran energi saat praktek reiki atau pada saat attunement, tetaplah berlatih reiki. Kemampuan Anda tidak akan hilang sekali pun reiki suatu saat tidak dipraktekkan lagi. Yang perlu dicamkan adalah untuk melatih dan meningkatkan sensivitas seringlah melakukan meditasi, menyalurkan reiki ke orang lain atau self healing sekecil apa pun rasa sakit dalam diri orang itu. Anda juga dapat berlatih dengan memberikan energi reiki kepad hewan peliharaan Anda, misalnya burung perkutut, anjing, ayam, ikan hias dan sebagainya. Tanaman hias pun bisa Anda reiki setiap kali sedang menyiangi tanaman dengan memberikan pupuk kandang.

Tidak ada salahnya Anda pun bisa melatih membuat bola energi reiki dengan cara menghadapkan kedua telapak tangan saling berhadapan. Niatkan energi reiki mengalir dan membentuk bola padat yang semakin padat lalu beri affirmasi energi untuk perlindungan diri psikis Anda, kartu ATM agar tidak terdeteksi nomor PIN nya oleh alat skimer yang dipasang oleh orang yang tidak bertanggung jawab, perlindungan diri keluarga Anda saat dia bepergian diri tanpa kawalan Anda. Kunci dari pembuatan bola energi reiki adalah jangan lupa berdoa dulu kepada Sang Khalik agar berkenan memberikan perlindungan diri lewat metode reiki. Jadi sahabat sehat dengan kundalini reiki semua….jangan pernah putus asa dalam kasus tidak atau belum merasakan sensasi reki. Seandainya Anda peka…coba dengan rileks tatap tulisan postingan ini dari awal hingga terakhir. Akan terasa ada getaran halus mengalir kata demi kata yang terangkai dalam kalimat ini hingga paragraf akhir. Inilah progam energi reiki yang sehat dengan kundalini reiki pasang dalam postingan ini. Terus berlatih reiki nanti Anda akan mendapatkan jawaban sendiri atas masalah ini.

Source : arumsekartaji.blogspot.com