>Mengenal Filsafat Adiluhung Leluhur Jawa

>

Dalam menghadapi kehidupan yang semakin tidak menentu ini, mungkin ada baiknya kalau kita mencoba merenung, menggali kembali ajaran-ajaran bijak generasi pendahulu kita yang mungkin akan sangat berguna bagi kehidupan masyarakat sekarang ini. Ajaran yang bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa saja, tetapi juga bisa bermanfaat bagi siapapun yang ingin mempelajarinya.

“SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI”
Semua Keberanian, Kekuatan, Kejayaan, dan Kemewahan yang ada di dalam diri manusia akan dikalahkan oleh Kebijaksanaan, Kasih Sayang, dan Kebaikan yang ada di sisi lain dari manusia itu sendiri.

Suro = Keberanian.
Dalam diri manusia, mempunyai sifat keberanian. Entah itu berani karena benar, berani karena jaga image, berani karena sok jago atau berani yang lain. Sifat ini sangat sebenarnya bagus tapi kalau sudah melanggar dari aturan-aturan ya sama aja boong.

Diro = Kekuatan.
Manusia mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa. Apalagi bila dalam keadaan terdesak maka kekuatan yang akan timbul bisa lebih besar lagi dari biasanya. Akan tetapi, sekarang ini banyak manusia yang hanya mengandalkan kekuatannya sehingga menimbulkan kerusakan dimana-mana. Hal ini nantinya akan berdampak kurang baik bagi siapapun juga termasuk yang menggunakan kekuatan secara berlebihan.

Joyo = Kejayaan.
Sebagian dari kita mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya apabila kita selalu menjadi yang terdepan, kita selalu menjadi yang terbaik diantara yang lainnya. Nantinya apabila ini menjadi berlebihan maka kita akan menjadi sombong, pongah, dan menjadi manusia yang tidak ingin kalah. Bukankah mengalah tidak selamanya kalah?

Ningrat = bergelimang dengan kenikmatan duniawi
Ningrat disini mungkin bisa diartikan bahwa kita berkecukupan namun itu tidak menjadikan kita sebagai manusia yang rendah hati. Kita menjadi takabur akan kemewahan yang kita miliki sehingga melupakan yang lainnya.

Lebur = Hancur, Musnah
Lebur artinya dilebur atau dimusnahkan atau dihancurkan. Ini mempunyai arti sesuatu yang nantinya akan dihancurkan.

Dening = Dengan

Pangastuti = Kebijaksanaan, Kasih Sayang, Kebaikan
Kata-kata yang mendasari kalimat “Surodiro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti” ternyata semuanya mengandung sifat-sifat yang ada di dalam diri manusia. Bila dicermati lagi, disitu kita berada dalam posisi yang selalu di atas angin, menang sendiri.

Prinsip Hidup Jawa

  1. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
  2. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).
  3. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli (Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi)
  4. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman. (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).
  5. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).
  6. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi).
  7. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).
  8. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).
  9. Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah (Yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah).
  10. Sing Prihatin Bakal Memimpin (Siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin).
  11. Sing Resik Uripe Bakal Mulya (Siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya).
  12. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat).
  13. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (Keberanian, kekuatan dan kekuasaan dapat ditundukkan oleh sikap yang lemah lembut).
  14. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
  15. Jer basuki mawa beya. (Keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan)
  16. Amemangun karyenak tyasing sesama.(Membuat enaknya perasaan orang lain)
  17. Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pasthi.(Gejolak jiwa tidak bisa merubah kepastian)
  18. Budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa.(Sekuat usaha manusia tidak akan bisa mengatasi takdir Yang Maha Kuasa)
  19. Tan ngendhak gunaning janma.(Tidak merendahkan kepandaian manusia)
  20. Mangan orang mangan waton kumpul.(Menunjukkan yang penting itu kumpul, bukan sekadar kumpul, tetapi kerukunannya. Demi kerukunan kita harus melakukan apa pun. Kalau perlu sampai tidak makan. Jadi, bukannya pengertian makannya yang dikedepankan.)

Dasar-dasar Falsafah Hidup Kejawen: 
Hanggayuh Kasampurnaning Hurip, Bèrbudi Bawaleksana, Ngudi Sejatining Becik
Perpustakaan pelestarian budaya Yogyakarta

Ketuhanan

  1. Pangeran iku siji, ana ing ngendi papan langgeng, sing nganakake jagad iki saisine, dadi sesembahane wong sak alam kabeh, nganggo carane dhewe-dhewe. (Tuhan itu tunggal, ada di mana-mana, yang menciptakan jagad raya seisinya, disembah seluruh manusia sejagad dengan caranya masing-masing)
  2. Pangeran iku ana ing ngendi papan, aneng siro uga ana pangeran, nanging aja siro wani ngaku pangeran. (Tuhan ada di mana saja, di dalam dirimu juga ada, namun kamu jangan berani mengaku sebagai Tuhan)
  3. Pangeran iku adoh tanpa wangenan, cedhak tanpa senggolan. (Tuhan itu berada jauh namun tidak ada jarak, dekat tidak bersentuhan)
  4. Pangeran iku langgeng, tan kena kinaya ngapa, sangkan paraning dumadi. (Tuhan itu abadi dan tak bisa diperumpamakan, menjadi asal dan tujuan kehidupan)
  5. Pangeran iku bisa mawujud, nanging wewujudan iku dudu Pangeran. (Tuhan itu bisa mewujud namun perwujudannya bukan Tuhan)
  6. Pangeran iku kuwasa tanpa piranti, akarya alam saisine, kang katon lan kang ora kasat mata. (Tuhan berkuasa tanpa alat dan pembantu, mencipta alam dan seluruh isinya, yang tampak dan tidak tampak)
  7. Pangeran iku ora mbedak-mbedakake kawulane. (Tuhan itu tidak membeda-bedakan (pilih kasih) kepada seluruh umat manusia)
  8. Pangeran iku maha welas lan maha asih, hayuning bawana marga saka kanugrahaning Pangeran. (Tuhan Maha Belas-Kasih, bumi terpelihara berkat anugrah Tuhan)
  9. Pangeran iku maha kuwasa, pepesthen saka karsaning Pangeran ora ana sing bisa murungake. (Tuhan itu Mahakuasa, takdir ditentukan atas kehendak Tuhan, tiada yang bisa membatalkan kehendak Tuhan)
  10. Urip iku saka Pangeran, bali marang Pangeran. (Kehidupan berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan)
  11. Pangeran iku ora sare. (Tuhan tidak pernah tidur)
  12. Beda-beda pandumaning dumadi. (Tuhan membagi anugrah yang berbeda-beda)
  13. Pasrah marang Pangeran iku ora ateges ora gelem nyambut gawe, nanging percaya yen Pangeran iku maha Kuwasa. Dene kasil orane apa kang kita tuju kuwi saka karsaning Pangeran. (Pasrah kepada Tuhan bukan berarti enggan bekerja, namun percaya bahwa Tuhan Menentukan)
  14. Pangeran nitahake sira iku lantaran biyung ira, mulo kudu ngurmat biyung ira. (Tuhan mencipta manusia dengan media ibumu, oleh sebab itu hormatilah ibumu)
  15. Sing bisa dadi utusaning Pangeran iku ora mung jalma manungsa wae. (Yang bisa menjadi utusan Tuhan bukan hanya manusia saja)
  16. Purwa madya wasana. (zaman awal/ sunyaruri, zaman tengah/ mercapada, zaman akhir/ keabadian)
  17. Owah gingsiring kahanan iku saka karsaning Pangeran kang murbeng jagad. (Berubahnya keadaan itu atas kehendak Tuhan yang mencipta alam)
  18. Ora ana kasekten sing madhani pepesthen awit pepesthen iku wis ora ana sing bisa murungake. (Tak ada kesaktian yang menyamai takdir Tuhan, sebab takdir itu tidak ada yang bisa membatalkan)
  19. Bener kang asale saka Pangeran iku lamun ora darbe sipat angkara murka lan seneng gawe sangsaraning liyan. (Bener yang menurut Tuhan itu bila tidak memiliki sifat angkara murka dan gemar membuat kesengsaraan orang lain)
  20. Ing donya iki ana rong warna sing diarani bener, yakuwi bener mungguhing Pangeran lan bener saka kang lagi kuwasa. (Kebenaran di dunia ada dua macam, yakni benar menurut Tuhan dan benar menurut penguasa)
  21. Bener saka kang lagi kuwasa iku uga ana rong warna, yakuwi kang cocok karo benering Pangeran lan kang ora cocok karo benering Pangeran. (Benar menurut penguasa juga memiliki dua macam jenis yakni cocok dengan kebenaran menurut Tuhan dan tidak cocok dengan kebenaran Tuhan)
  22. Yen cocok karo benering Pangeran iku ateges bathara ngejawantah, nanging yen ora cocok karo benering Pangeran iku ateges titisaning brahala. (Kebenaran yang sesuai dengan kebenaran menurut Tuhan, itu berarti tuhan yang mewujud, namun bila tidak sesuai dengan kebenaran menurut Tuhan, berarti penjelmaan angkara)
  23. Pangeran iku dudu dewa utawa manungsa, nanging sakabehing kang ana iki uga dewa lan manungsa asale saka Pangeran. (Tuhan itu bukan dewa atau manusia, namun segala yang Ada (dewa dan manusia) adanya berasal dari Tuhan.
  24. Ala lan becik iku gandengane, kabeh kuwi saka karsaning Pangeran. (Keburukan dan kebaikan merupakan satu kesatuan, semua itu sudah menjadi rumus/kehendak Tuhan)
  25. Manungsa iku saka dating Pangeran mula uga darbe sipating Pangeran. (Manusia berasal dari zat Tuhan, maka manusia memiliki sifat-sifat Tuhan)
  26. Pangeran iku ora ana sing Padha, mula aja nggambar-nggambarake wujuding Pangeran. (Tidak ada yang menyerupai Tuhan, maka janganlah melukiskan dan menggambarkan wujud tuhan)
  27. Pangeran iku kuwasa tanpa piranti, mula saka kuwi aja darbe pangira yen manungsa iku bisa dadi wakiling Pangeran. (Tuhan berkuasa tanpa perlu pembantu, maka jangan menganggap manusia menjadi wakil Tuhan di bumi)
  28. Pangeran iku kuwasa, dene manungsa iku bisa. (Tuhan itu Mahakuasa, sementara itu manusia hanyalah bisa)
  29. Pangeran iku bisa ngowahi kahanan apa wae tan kena kinaya ngapa. (Tuhan mampu merubah keadaan apa saja tanpa bisa dibayangkan/perumpamakan)
  30. Pangeran bisa ngrusak kahanan kang wis ora diperlokake, lan bisa gawe kahanan anyar kang diperlokake. (Tuhan mampu merusak keadaan yang tidak diperlukan lagi, dan bisa membuat keadaan baru yang diperlukan)
  31. Watu kayu iku darbe dating Pangeran, nanging dudu Pangeran. (Batu dan kayu adalah milik zat Tuhan, namun bukanlah Tuhan)
  32. Manungsa iku bisa kadunungan dating Pangeran, nanging aja darbe pangira yen manungsa mau bisa diarani Pangeran. (Di dalam manusia dapat bersemayam zat tuhan, akan tetapi jangan merasa bila manusia boleh disebut Tuhan)
  33. Titah alus lan titah kasat mata iku kabeh saka Pangeran, mula aja nyembah titah alus nanging aja ngina titah alus. (Makhluk halus dan makhluk kasar/wadag semuanya berasal dari tuhan, maka dari itu jangan menyembah makhluk halus, namun juga jangan menghina makluk halus)
  34. Samubarang kang katon iki kalebu titah kang kasat mata, dene liyane kalebu titah alus. (Semua yang tampak oleh mata termasuk makhluk kasat mata, sedangkan lainnya termasuk makhluk halus)
  35. Pangeran iku menangake manungsa senajan kaya ngapa. (Tuhan memenangkan manusia walaupun seperti apa manusia itu)
  36. Pangeran maringi kawruh marang manungsa bab anane titah alus mau. (Tuhan memberikan pengetahuan kepada manusia tentang eksistensi makhluk halus)
  37. Titah alus iku ora bisa dadi manungsa lamun manungsa dhewe ora darbe penyuwun marang Pangeran supaya titah alus mau ngejawantah. (Makhluk halus tidak bisa menjadi manusia bila manusia tidak punya permohonan kepada Tuhan agar makhluk halus menampakkan diri)
  38. Sing sapa wani ngowahi kahanan kang lagi ana, iku dudu sadhengah wong, nanging minangka utusaning Pangeran. (Siapa yang berani merubah keadaan yang terjadi, bukanlah sembarang orang, namun sebagai “utusan” tuhan)
  39. Sing sapa gelem nglakoni kabecikan lan ugo gelem lelaku, ing tembe bakal tampa kanugrahaning Pangeran. (Siapa saja yang bersedia melaksanakan kebaikan dan juga mau “lelaku” prihatin, kelak akan memperoleh anugrah tuhan)
  40. Sing sapa durung ngerti lamun piyandel iku kanggo pathokaning urip, iku sejatine durung ngerti lamun ana ing donyo iki ono sing ngatur. (siapa yang belum paham, lalu menganggap sipat kandel itu sebagai rambu-rambu hidup, yang demikian itu sesungguhnya belum memahami bila di dunia ini ada yang mengatur)
  41. Sakabehing ngelmu iku asale saka Pangeran kang Mahakuwasa. (Semua ilmu berasal dari Tuhan yang Mahakuasa)
  42. Sing sapa mikani anane Pangeran, kalebu urip kang sempurna. (Siapa yang mengetahui adanya Tuhan, termasuk hidup dalam kesempurnaan).

Kebatinan

  1. Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira. (Lahirnya manusia karena berkat adanya kedua orang tua)
  2. Manungsa iku kanggonan sipating Pangeran. (Di dalam manusia tedapat sifat-sifat Tuhan)
  3. Titah alus iku ana patang warna, yakuwi kang bisa mrentah manungsa nanging ya bisa mitulungi manungsa, kapindho kang bisa mrentah manungsa nanging ora mitulungi manungsa, katelu kang ora bisa mrentah manungsa nanging bisa mitulungi manungsa, kapat kang ora bisa mrentah manungsa nanging ya ora bisa mrentah manungsa. (Makhluk halus ada empat macam, pertama ; yang bisa memerintah manusia namun bisa juga menolong manusia. Kedua; yang bisa memerintah manusia namun tidak bisa menolong manusia. Ketiga ; yang tidak bisa memerintah manusia namun bisa menolong manusia. Keempat ; yang tidak bisa memerintah anusia namun juga tak bisa diperintah manusia.
  4. Lelembut iku ana rong warna, yakuwi kang nyilakani lan kang mitulungi. (Makhluk halus ada dua macam; yang mencelakai dan yang menolong)
  5. Guru sejati bisa nuduhake endi lelembut sing mitulungi lan endi lelembut kang nyilakani. (Guru Sejati bisa memberikan petunjuk mana makhluk halus yang bisa menolong dan mana yang mencelakakan)
  6. Ketemu Gusti iku lamun sira tansah eling. (“Bertemu” Tuhan dapat dicapai dengan cara selalu eling)
  7. Cakra manggilingan. (Kehidupan manusia akan seperti roda yang selalu berputar, kadang di bawah kadang di atas. Hukum sebab akibat dan memungkinkan terjadi penitisan)
  8. Jaman iku owah gingsir. (Zaman akan selalu mengalami perubahan)
  9. Gusti iku dumunung ana atining manungsa kang becik, mulo iku diarani Gusti iku bagusing ati. (Tuhan berada di dalam hati manusia yang baik, oleh sebab itu disebut Gusti (bagusing ati)
  10. Sing sapa nyumurupi dating Pangeran iku ateges nyumurupi awake dhewe. Dene kang durung mikani awake dhewe durung mikani dating Pangeran. (Siapa yang mengetahui zat Tuhan berarti mengetahui dirinya sendiri. Sedangkan bagi yang belum memahami jati dirinya sendiri maka tidak mengetahui pula zat Tuhan)
  11. Kahanan donya ora langgeng, mula aja ngegungake kesugihan lan drajat ira, awit samangsa ana wolak-waliking jaman ora ngisin-ngisini. (Keadaan dunia tidaklah abadi, maka jangan mengagungkan kekayaan dan derajat pangkat, sebab bila sewaktu-waktu terjadi zaman serba berbalik tidak menderita malu)
  12. Kahanan kang ana iki ora suwe mesthi ngalami owah gingsir, mula aja lali marang sapadha-padhaning tumitah. (Keadaan yang ada sekarang ini tidak akan berlangsung lama pasti akan mengalami perubahan, maka dari itu janganlah lupa kepada sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan)
  13. Lamun sira kepengin wikan marang alam jaman kelanggengan, sira kudu weruh alamira pribadi. Lamun sira durung mikan alamira pribadi adoh ketemune. (Bila kamu ingin mengetahui alam di zaman kelanggengan. Kamu harus memahami alam jati diri (jagad alit), bila kamu belum paham jati dirimu, maka akan sulit untuk menemukan (alam kelanggengan)
  14. Yen sira wus mikani alamira pribadi, mara sira mulanga marang wong kang durung wikan. (Jika kamu sudah memahami jati diri, maka ajarilah orang-orang yang belum memahami)
  15. Lamun sira wus mikani alamira pribadi, alam jaman kelanggengan iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan. (Bila kamu sudah mengetahui sejatinya diri pribadi, tempat zaman kelanggengan itu seumpama dekat tanpa bersentuhan, jauh tanpa jarak)
  16. Lamun sira durung wikan alamira pribadi mara takono marang wong kang wus wikan. (Bila anda belum paham jati diri pribadi, datang dan tanyakan kepada orang yang telah paham)
  17. Lamun sira durung wikan kadangira pribadi, coba dulunen sira pribadi. (Bila anda belum paham saudaramu yang sejati, carilah hingga ketemu dirimu pribadi)
  18. Kadangira pribadi ora beda karo jeneng sira pribadi, gelem nyambut gawe. (“Saudara sejati” mu tidak berbeda dengan diri pribadimu, bersedia bekerja)
  19. Gusti iku sambaten naliko sira lagi nandang kasangsaran. Pujinen yen sira lagi nampa kanugrahaning Gusti. (Pintalah Tuhan bila anda sedang menderita kesengsaraan, pujilah bila anda sedang menerima anugrah)
  20. Lamun sira pribadi wus bisa caturan karo lelembut, mesthi sira ora bakal ngala-ala marang wong kang wus bisa caturan karo lelembut. (Bila anda sudah bisa bercakap-cakap dengan makhluk halus, pasti anda tidak akan menghina dan mencela orang yang sudah bisa bercakap-cakap dengan makhluk halus)
  21. Sing sapa nyembah lelembut iku keliru, jalaran lelembut iku sejatine rowangira, lan ora perlu disembah kaya dene manembah marang Pangeran. (Siapa yang menyembah lelembut adalah tindakan keliru, sebab lelembut sesungguhnya teman mu sendiri)
  22. Weruh marang Pangeran iku ateges wis weruh marang awake dhewe, lamun durung weruh awake dhewe, tangeh lamun weruh marang Pangeran. (Memahami tuhan berarti sudah memahami diri sendiri, jika belum memahami jati diri, mustahil akan memahami Tuhan)
  23. Sing sapa seneng ngrusak katentremane liyan bakal dibendu dening Pangeran lan diwelehake dening tumindake dhewe. (Siapa yang gemar merusak ketentraman orang lain, pasti akan dihukum oleh Tuhan dan dipermalukan oleh perbuatannya sendiri)
  24. Lamun ana janma ora kepenak, sira aja lali nyuwun pangapura marang Pangeranira, jalaran Pangeranira bakal aweh pitulungan. (Walaupun mengalami zaman susah, namun janganlah lupa mohon ampunan kepada Tuhan, sebab Tuhan akan memberikan pertolongan)
  25. Gusti iku dumunung ana jeneng sira pribadi, dene ketemune Gusti lamun sira tansah eling. (Tuhan ada di dalam diri pribadi, dapat anda ketemukan dengan cara selalu eling)

Filsafat Kemanusiaan

  1. Rame ing gawe sepi ing pamrih, memayu hayuning bawana. (Giat bekerja/membantu dengan tanpa pamrih, memelihara alam semesta /mengendalikan nafsu)
  2. Manungsa sadrema nglakoni, kadya wayang umpamane. (Manusia sekedar menjalani apa adanya, seumpama wayang)
  3. Ati suci marganing rahayu. (Hati yang suci menjadi jalan menuju keselamatan jiwa dan raga)
  4. Ngelmu kang nyata, karya reseping ati. (Ilmu yang sejati, membuat tenteram di hati)
  5. Ngudi laku utama kanthi sentosa ing budi. (Menghayati perilaku mulia dengan budi pekerti luhur)
  6. Jer basuki mawa beya. (Setiap usaha memerlukan beaya)
  7. Ala lan becik dumunung ana awake dhewe. (Kejahatan dan kebaikan terletak di dalam diri pribadi)
  8. Sing sapa lali marang kebecikaning liyan, iku kaya kewan. (Siapa yang lupa akan amal baik orang lain, bagaikan binatang)
  9. Titikane aluhur, alusing solah tingkah budi bahasane lan legawaning ati, darbe sipat berbudi bawaleksana. (Ciri khas orang mulia yakni, perbuatan dan sikap batinnya halus , tutur kata yang santun, lapang dada, dan mempunyai sikap wibawa luhur budi pekertinya)
  10. Ngunduh wohing pakarti. (Orang dapat menerima akibat dari ulahnya sendiri)
  11. Ajining dhiri saka lathi lan budi. (Berharganya diri pribadi tergantung ucapan dan akhlaknya)
  12. Sing sapa weruh sadurunge winarah lan diakoni sepadha-padhaning tumitah iku kalebu utusaning Pangeran. (Siapa yang mengetahui sebelum terjadi dan diakui sesama manusia, ia termasuk utusan tuhan)
  13. Sing sapa durung wikan anane jaman kelanggengan iku, aja ngaku dadi janma linuwih. (Siapa yang belum paham adanya zaman keabadian, jangan mengaku menjadi orang linuwih)
  14. Tentrem iku saranane urip aneng donya. (Ketenteraman adalah sarana menjalani kehidupan di dunia)
  15. Yitna yuwana lena kena. (Eling waspdha akan selamat, yang lengah akan celaka)
  16. Ala ketara becik ketitik. (Yang jahat maupun yang baik pasti akan terungkap juga)
  17. Dalane waskitha saka niteni. (Cara agar menjadi awas, adalah berawal dari sikap cermat dan teliti)
  18. Janma tan kena kinira kinaya ngapa. (Manusia sulit diduga dan dikira)
  19. Tumrap wong lumuh lan keset iku prasasat wisa, pangan kang ora bisa ajur iku kena diarani wisa, jalaran mung bakal nuwuhake lelara. (Bagi manusia, fakir dan malas menjadi bisa/racun, makanan yang tak bisa hancur dapat disebut sebagai bisa/racun, sebab hanya akan menimbulkan penyakit)
  20. Klabang iku wisane ana ing sirah. Kalajengking iku wisane mung ana pucuk buntut. Yen ula mung dumunung ana ula kang duwe wisa. Nanging durjana wisane dumunung ana ing sekujur badan. (Racun bisa Lipan terletak di kepala, racun bisa kalajengking ada di ujung ekor, racun bisa ular hanya ada pada ular yang berbisa, namun manusia durjana racun bisanya ada di sekujur badan)
  21. Geni murub iku panase ngluwihi panase srengenge, ewa dene umpama ditikelake loro, isih kalah panas tinimbang guneme durjana. (Nyala api panasnya melebihi panas matahari, namun demikian umpama panas dilipatgandakan, masih kalah panas daripada ucapan orang durjana)
  22. Tumprape wong linuwih tansah ngundi keslametaning liyan, metu saka atine dhewe. (Bagi orang linuwih selalu berupaya menjaga keselamatan untuk sesama, yang keluar dari niat suci diri pribadi)
  23. Pangucap iku bisa dadi jalaran kebecikan. Pangucap uga dadi jalaraning pati, kesangsaran, pamitran. Pangucap uga dadi jalaraning wirang. (Ucapan itu dapat menjadi sarana kebaikan, sebaliknya ucapan bisa pula menyebabkan kematian, kesengsaraan. Ucapan bisa menjadi penyebab menanggung malu)
  24. Sing bisa gawe mendem iku: 1) rupa endah; 2) bandha, 3) dharah luhur; 4) enom umure. Arak lan kekenthelan uga gawe mendem sadhengah wong. Yen ana wong sugih, endah warnane, akeh kapinterane, tumpuk-tumpuk bandhane, luhur dharah lan isih enom umure, mangka ora mendem, yakuwi aran wong linuwih. (Penyebab orang menjadi lupa diri adalah : gemerlap hidup, harta, kehormatan, darah muda. Arak dan minuman juga membuat mabuk sementara orang. Namun bila ada orang kaya, tampan rupawan, banyak kepandaiannya, hartanya melimpah, terhormat, dan masih muda usia, namun semua itu tidak membuat lupa diri, itulah orang linuwih)
  25. Sing sapa lena bakal cilaka. (Siapa terlena akan celaka)
  26. Mulat salira, tansah eling kalawan waspada. (Jadi orang harus selalu mawas diri, eling dan waspadha)
  27. Andhap asor. (Bersikap sopan dan santun)
  28. Sakbegja-begjane kang lali luwih begja kang eling klawan waspada. (Seberuntungnya orang lupa diri, masih lebih beruntung orang yang eling dan waspadha)
  29. Sing sapa salah seleh. (Siapapun yang bersalah akan menanggung celaka)
  30. Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake. (Bertanding tanpa bala bantuan)
  31. Sugih ora nyimpen. (Orang kaya namun dermawan)
  32. Sekti tanpa maguru. (Sakti tanpa berguru, alias dengan menjalani laku prihatin yang panjang)
  33. Menang tanpa ngasorake. (Menang tanpa menghina)
  34. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. (Yang mengganggu akan lebur, yang menghalangi akan hancur)
  35. Mumpung anom ngudiya laku utama. (Selagi muda berusahalah selalu berbuat baik)
  36. Yen sira dibeciki ing liyan, tulisen ing watu, supaya ora ilang lan tansah kelingan. Yen sira gawe kebecikan marang liyan tulisen ing lemah, supaya enggal ilang lan ora kelingan. (Jika kamu menerima kebaikan orang lain, tulislah di atas batu supaya tidak hilang dari ingatan. Namun bila kamu berbuat baik kepada orang lain hendaknya ditulis di atas tanah, supaya segera hilang dari ingatan)
  37. Sing sapa temen tinemu. (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
  38. Melik nggendhong lali. (Pamrih menyebabkan lupa diri)
  39. Kudu sentosa ing budi. (Harus selamat ke dalam jiwa)
  40. Sing prasaja. (Menjadi orang harus bersikap sabar)
  41. Balilu tau pinter durung nglakoni. (Orang bodoh yang sering mempraktekan, kalah pandai dengan orang pinter namun belum pernah mempraktekan)
  42. Tumindak kanthi duga lan prayogo. (Bertindak dengan penuh hati-hati dan teliti/tidak sembrono)
  43. Percaya marang dhiri pribadi. (Bersikaplah percaya diri)
  44. Nandur kebecikan. (Tanamlah selalu kebaikan)
  45. Janma linuwih iku bisa nyumurupi anane jaman kelanggengan tanpa ngalami pralaya dhisik. (Manusia linuwih adalah dapat mengetahui adanya zaman keabadian tanpa harus mati lebih dulu)
  46. Sapa kang mung ngakoni barang kang kasat mata wae, iku durung weruh jatining Pangeran. (Siapa yang hanya mengakui hal-hal kasat mata saja, itulah orang yang belum memahami sejatinya Tuhan)
  47. Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking. (Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
  48. Sing sapa gelem gawe seneng marang liyan, iku bakal oleh wales kang luwih gedhe katimbang apa kang wis ditindakake. (Barang siapa gemar membuat orang lain bahagia, anda akan mendapatkankan balasan yang lebih besar dari apa yang telah anda lakukan)

>Sifat Ruh Sebagai “Nur”

>

Allah Yang Maha Suci dengan sengaja menciptakan ruh yang menjadi sumber kehidupan seluruh makhluk-Nya dari dunia hingga akhirat. Dan pada hakikatnya seluruh ciptaan-Nya tersebut “Hidup” karena tidaklah Ia menciptakan suatu makhluk melainkan padanya ada ruh yang meliputinya. Termasuk langit dan bumi beserta isi antara keduanya pun punya ruh. Allah Yang Hidup adalah Dzat pemberi hidup dan kehidupan pada seluruh makhluk bangsa ruhaniah yang diwujudkan pada alam semesta. Tidak ada yang hidup melainkan dengan sumber kehidupan, yaitu ruh! Adapun ruh sendiri berasal daripada-Nya, dan menjadi nur (hidup) makhluk.

Tetapi bagaimanakah sesungguhnya sifat ruh itu?

Ruh adalah sesuatu yang lembut dan halus, meliputi seluruh keadaan makhluk dan tidaklah ia bertempat pada suatu tempat yang sifatnya lokal dan mikro. Apabila ruh meliputi pada sesuatu yang mati, maka hiduplah sesuatu itu. Ruh tidak dapat diukur besar kecilnya dengan suatu wujud jasmaniah. Ruh tidak berjenis sebagaimana jenis jasmani manusia dan makhluk lainnya. Dan apabila ruh mensifati serta meliputi hati manusia, maka memancarlah “himmah” dan kestabilan serta kekuasaan dalam gerak langkah hidupnya. Dan bilamana menyelusup menyelimuti nafsu (jiwa) serta mendominasinya, tercerminlah kemauan dan semangat hidup dalam menata kehidupannya.

Jika ruh menguasai akal pikiran maka akal pikiran akan menjurus kesempurnaan di dalam pandangan dan dapat menentukan suatu sikap atas dasar pertimbangan yang matang bagi perjalanan hidupnya. Begitulah adanya, jika ruh singgah di telinga maka mendengarlah ia, manakala ruh berkelebat melalui mata maka memandanglah ia, dan ketika ruh bertamasya pada mulut maka berhamburanlah kata-kata yang punya mulut, pun bila ruh menjalar pada tangan maka bergeraklah ia meraba dan mengusap, juga apabila ruh mengalir pada kaki maka dapatlah melangkah tegap ataupun gontai. Begitu pula bila ruh meliputi dan menguasai sel–sel yang bergerak ke seluruh peredaran darah maka tampaklah gerak hidup jasmani.

Ruh adalah golongan makhluk Allahur Rabbul ‘ alamin yang dikekalkan kehidupannya. Adapun hidup serta kehidupan makhluk yang diliputi ruh selalu tumbuh dan berkembang. Allah Yang Maha Kaya menamai kehidupan langit dan bumi beserta isi keduanya dengan isyarat “Nur” (cahaya atau kehidupan), sebagaimana firman-Nya :

Allahu nuurus samaawaati wal ardhi …
“Allah (pemberi) cahaya (hidup) langit dan bumi ….” QS. 24 An Nuur : Ayat 35.

Innallah khalaqa ruuhan nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasalam min dzaatihi wakhuliqal ‘aalamu biasrihi min nuuri muhammadin shalallahu ‘ alaihi wasallam. (Al – HADIS )
“Sesungguhnya Allah menciptakan ruh Nabi saw, daripada Dzat-Nya lalu diciptakan alam sekaliannya dengan rahasia-Nya dari pada Nur Muhammad saw.”

Ruh, termasuk makhluk ciptaan-Nya yang gaib dan hidup meliputi dimensi alam jasmaniah. Dan ruh memiliki sifat yang berlawanan dengan jasmani. Ruh adalah Nurullah! Tapi ruh sebagai Nurullah bukan berarti sebagaimana cahaya yang memancar dari matahari atau lampu. Nur dalam pengertian ayat dan Hadis tersebut di atas bermakna Hidup! Yakni suatu makhluk yang hidup dihidupkan Allah Yang Maha Hidup dengan ruh ciptaan-Nya! Allahul Hayyi jualah yang menghidupkannya dengan memberikan ruh ciptaan-Nya.

Kalimat “Nur” di dalam firman Allahul ‘Azhim sangat banyak, bahkan lebih dari tiga puluh (30) ayat yang menyebut tentang “Nur” sekaligus meliputi atau menjadi simbol berbagai hal seperti Muhammad Rasul Allah saw., Al Qur’aan, Agama Islam, Malaikat, Ilmu serta Hidayah (petunjuk). Istilah “Hidup” yang meliputi kehidupan seluruh makhluk juga dirumuskan dalam bahasa wahyu dengan istilah “Nur”. Apabila ruh diibaratkan nur yang terang benderang maka jasmani diibaratkan suatu tempat yang gelap gulita semisal ruangan. Padahal tidaklah akan tampak terang suatu cahaya bila ia tidak bertempat pada yang gelap gulita. Begitu pula keadaan gelap pekatnya jasmani dikatakan gelap gulita bila tidak ada sesuatu yang meneranginya. Demikianlah pengertian “Ruh” sebagai “Nur” dalam istilah wahyu-Nya.

sumber : http://www.akmaliah.com

Ilmu Meraga Sukma (Astral Projection)

Peringatan : Artikel berikut ini adalah sekedar sebagai bahan pengetahuan, kami tidak bertanggung jawab terhadap siapapun yang mempraktekkan ini. NAQS tidak menjadikan Ilmu Lepas Sukma sebagai bagian dari kurikulum, walaupun banyak siswa yang secara otomatis terbangkitkan kemampuan sukmanya setelah belajar di kelas spiritual Sir Hu. Dan biasanya bila hal itu terjadi, kami sangat hati-hati menjaga perjalanan Ruhani siswa agar tetap berjalan di atas Shirothol Mustaqiem.

INGAT : THIS IS THE ONE WAY ROAD, NO RETURN. Ini adalah perjalanan satu arah, bila kemampuan ini telah terbuka. Tidak bisa ditutup kembali, anda harus sudah siap mental mengahadapi dunia baru yang penuh dengan hal baru dan tantangan baru. Resiko di tangan anda sendiri…
Salam…
Selamat membaca….

Ilmu Meraga Sukma
Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?

Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.

Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).

Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.

Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.

Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU

Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi

Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.

Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan Metoda Chi Kung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula.

Berikut caranya:
1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.
2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:

  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
  • Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
  • Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.

3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.
4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.

Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.

Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.

Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).

Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.

Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu. (mystys.wordpress.com)

Proses melepas sukma adalah sebagai berikut :
Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks, seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing2 mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur saraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk saraf motorik, dan lain2. Dan salah satu fungsi penting didalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “Pengawas” yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh sehingga berjalan dengan semestinya, dan bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas, buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain2. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan2 sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasa sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar dan lain2, bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dll, walaupun mata , telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian di otak diatas secara maksimal maka kita akan bisa melepas sukma, caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana / pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak bukan roh, jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa/ roh ini tidak benar sama sekali, buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ketubuh tanpa ada hal2 yang aneh, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ketubuh (baca aja deh Al Qur’an dan Al Hadits Shahih)

Berikut adalah tahap-tahap melepas sukma :

1. Keadaan antara sadar dan tidur
Inilah keadaan pertama yang biasanya dilalui oleh setiap orang yang melepas sukma, pada saat ini kesadaran kita sudah kabur tapi kadang2 kita masih bisa mendengar suara2 disekeliling. Kalau kita sudah mahir kita bisa langsung ke tahap 4 tanpa melewati tahap 1, 2, atau 3.

2. Keadaan seperti berada dalam suatu dimensi yang sangat gelap
Inilah keadaan yang pasti familiar bagi para jagoan ngimpleng atau melepas sukma atau time travel. Pada keadaan ini kita sudah tidak lagi merasakan tubuh fisik kita secara total, tapi kesadaran kita tetap ada dan penuh. Seakan-akan kita berada dalam dimensi yang sangat gelap dan kita tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita tapi anehnya kita masih sadar penuh dan terkadang kita bisa merasakan keadaan sekitar kita. Pada keadaan ini kita terkadang melihat warna-warna berkilauan atau mendengar bunyi-bunyi aneh.

3. Keadaan memasuki “Terowongan” super kecil (black hole?)
Pada keadaan ini kita tersedot kedalam suatu terowongan yang sangat kecil sekali dengan cepat sekali yang lalu diujung “terowongan” kita seperti terlempar keluar kesuatu dimensi yang biasanya adalah dimensi waktu (bisa masa lalu, masa sekarang, atau masa yang akan datang), Inilah keadaan yang sangat penting dalam melakukan Time Travel (perjalanan melintas antar waktu). Bila kita sudah mahir kita bisa mengatur kecepatan kita bergerak dalam dimensi waktu dan besar energi yang kita pakai untuk mengatur mau kemasa mana yang akan kita kunjungi. Perlu diterangkan disini yaitu keadaan ini tidak harus dilalui untuk melepas sukma sehingga kadang2 kita langsung loncat ke tahap 4 dari tahap 2 tanpa melewati tahap 3 dulu.

4. Keadaan terpisahnya tubuh halus dan tubuh fisik
Inilah keadaan yang menakjubkan yang dialami setiap orang yang mengalami melepas sukma, pada tahap ini kadang2 berbeda cara “keluar” tubuh-nya yaitu bisa lewat ubun-ubun, bisa langsung tubuh “membelah” jadi dua, dan lain2, tapi biasanya kalau “keluar”nya lewat ubun-ubun, kita bisa melihat percikan / ledakan cahaya berkilauan yang keluar pada tempat ditubuh kita keluar. Pada saat keluar terasanya biasa2 saja, tidak sakit sama sekali tapi biasanya suka ada perasaan tertarik atau ada perasaan tertekan di kepala bagian belakang/ ubun2 pada saat keluarnya.

5. Keadaan tubuh menjadi dua
Kalau orang yang baru pertama kali melakukan melepas sukma lalu berada dalam keadaan tahap 5 ini maka dia bisa merasa shock sekali, dan saya ingat waktu pertama kali melepas sukma, saya betul2 shock dan saya pikir saya sudah meninggal dunia, tapi kalau sudah terbiasa yah nggak takut lagi. Pada tahap ini adalah terasa sangat aneh ketika kita melihat tubuh kita menjadi dua, yang satu lagi tergeletak di ranjang dan yang satu lagi bersama kesadaran kita. Terus terang sampai saat ini saya belum bisa memastikan terbuat dari apa sebenarnya tubuh halus ini, mungkin semacam bentuk gabungan energi dari pikiran dan energi halus berasal dari tubuh fisik, tapi hanya Allah SWT yang tahu pastinya. Tapi perlu saya tambahkan disini terkadang kita bisa melakukan melepas sukma tanpa melihat tubuh halus kita. Saya pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa kalau kita melepas sukma, tubuh kita tidak boleh berubah sama sekali kalau tidak kita tidak bisa balik ketubuh lagi, tapi berdasarkan pengalaman saya hal ini tidaklah menjadi masalah karena otak lah yang berperan bukan tubuh. Oh yah, pada keadaan ini kita terkadang bisa melihat semacam benang energi halus yang menyambungkan tubuh halus dengan tubuh fisik kita dan benang halus ini terkadang disebut orang dengan “rantai perak” seperti yang tertulis di Bible. Ada yang mengatakan kalau benang energi ini diputuskan maka kita akan mati, saya sendiri tidak tahu apa ini benar atau tidak. Ada suatu yang penting disini yaitu terkadang tubuh halus kita bisa terlihat oleh orang yang kita temui ketika jalan2.

6. Keadaan Jalan-jalan
Inilah keadaan dimana kita bisa jalan2 kemana yang kita suka tanpa ada halangan jarak lagi. Pada saat ini dimensi waktu dan ruang sudah tidak jelas lagi karena pada saat ini kita bisa pergi kemana saja yang kita ingin dengan pikiran kita, jadi pikiran kita yang jalan2 bukan ruh. Yang menarik disini ternyata kita bisa pergi ke berbagai dimensi waktu (Time Travel), dan keberbagai dimensi jin. Yang menarik kita seakan2 kita berada diwaktu yang kita inginkan itu dengan merasakan keadaan sekelilingnya seperti kita ke waktu kapal Titanic tenggelam kita bisa merasakan dinginnya air laut disana, hembusan angin sepoi-sepoi dimasa Jurassic ketika Dinosaurus raksasa lewat didepan kita. Atau kita masuk ke dimensi jin, kita bisa melihat aneka bentuk jin yang aneh2, dan kehidupannya. Dan kita juga bisa pergi ke tempat yang jauh dan hebatnya tubuh halus kita terkadang bisa dilihat oleh orang2 biasa yang tinggal di tempat kita pergi. Jadi kalau kita ingin ke Amerika untuk menengok saudara disana kita tidak perlu capek2 pakai pesawat dan bayar tiket pesawat yang mahal cukup kita melepas sukma kesana, gratis dan bahkan kalau kita sudah bagus otaknya kita bisa bercakap cakap dengan telepati. Dalam keadaan tahap ini hebatnya lagi kita bisa memahami / membaca setiap pikiran orang2 disekeliling kita dengan jelas, jadi kalau kita ketemu orang yang kita naksir kita bisa tahu pikirannya,…..asyik!

7. Mengadakan kontak dengan orang
Khusus untuk tahap 7 ini, hanya orang yang betul2 mahir melepas sukma dan energinya cukup besar untuk berada di tahap 7 ini. Dalam keadaan ini kita bisa melepas sukma dengan sekaligus mengadakan kontak (bisa kontak komunikasi, dan bisa kontak fisik ) dengan orang yang sadar. Hal ini juga yang menyebabkan banyak para pendekar sakti yang mengadakan tarung jarak jauh dengan melepas sukma tanpa pergi ketempat lawan. Dan hebatnya kita bisa membuat tubuh halus kita terlihat oleh orang-orang biasa, dengan kelihatan seperti hologram tiga dimensi, atau persis seperti orangnya. Tapi sekali lagi saya tekankan hal2 ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang energi dan konsentrasinya cukup bagus. Sehingga cukup berbahaya jika dilakukan untuk mengisengi orang seperti mengintip orang mandi, ngebunuh orang jarak jauh ,dll.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Untuk setiap kali kita hendak melakukan melepas sukma, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, khususnya untuk pemula, yaitu:

  1. Pikiran sebaiknya tenang, tidak tegang, stress, atau banyak pikiran. Semakin tenang pikiran, semakin mudah otak untuk bekerja.
  2. Badan sebaiknya relax dan posisi tubuh dibikin senyaman mungkin. Kita bisa melepas sukma dengan berbagai posisi tubuh: bisa sambil berbaring, duduk, berdiri, dan bahkan sambil berjalan kalau perlu.
  3. Bikinlah diri kita senyaman mungkin, misalnya hindari alas duduk/pembaringan yang menyakitkan.
  4. Kita bisa melepas sukma dengan mata tertutup / terbuka, tapi untuk pemula sebaiknya dengan mata tertutup.
  5. Buatlah suasana yang bikin diri kita tenang, hindari suasana yang bising, cuaca yang mengganggu, dll.
  6. Bila kita sudah berpengalaman, semua hal diatas tidak lagi harus diperhatikan, bahkan dalam keadaan tertentu justru diperlukan hal2 yang berlawanan dengan hal2 diatas.

Cara-cara Melepas Sukma :

Cara 1: “Visualisasi”
Cara ini disebut dalam dunia kedokteran barat dengan istilah “Lucid Dreams” (Mimpi yang terasa sangat nyata). Caranya adalah kita menvisualisasikan (membayangkan dengan senyata mungkin) bahwa “diri” kita keluar dari tubuh. Bayangkan diri yang berbentuk tubuh halus keluar dari tubuh fisik kita, seperti ulat keluar dari kepompongnya. Bayangkan dengan senyata mungkin dalam pikiran kita, bahwa tubuh halus kita benar2 berpisah dengan tubuh fisiknya.

Kemudian juga bayangkan senyata mungkin suasana sekitar kita, seakan-akan kita betul2 mempunyai tubuh halus yang sedang jalan2. Contohnya: jika di kehidupan nyata kita tahu ada gelas terletak diatas meja makan dirumah kita, coba bayangkan dan rasakan senyata mungkin, rasa tekstur dan kerasnya permukaan gelas itu.

Bayangkan sejelas dan senyata mungkin dalam pikiran kita, seakan2 kita memang benar2 sedang jalan2 dengan tubuh halus kita. Tapi harus diingat, yang saya maksud dengan membayangkan disini bukan mengkhayal !!!

Jangan sekali2 kita mencoba mengkhayal atau berimajinasi dengan hal2 yang tidak ada dalam kehidupan nyata ketika melepas sukma, karena nanti kita sulit membedakan apakah kita sedang benar2 melepas sukma atau sedang mengkhayal atau sedang mimpi ?!

Cara 2: “Self Sugestion / Hipnotis”
Cara ini dilakukan dengan mencoba untuk meyakinkan diri sendiri sekuat mungkin kita sedang melepas sukma, yaitu tubuh halus kita keluar dari tubuh fisik kita. Hal ini dilakukan dengan keinginan dan kemauan yang sangat kuat untuk memaksa tubuh melakukan melepas sukma. Contohnya: ucapkan berulang2 dalam hati: “saya sedang melepas sukma, saya sedang melepas sukma,….”

Juga bisa dilakukan dengan meminta bantuan teman untuk mencoba menghipnotis kita dengan teknik2 sederhana hipnotis / regresi.

Cara 3: “Perenggangan Otot”
Cara ini juga dilakukan oleh pendeta2 Lama di Istana Pothala, di Tibet untuk melepas sukma. Caranya adalah kita melakukan perenggangan otot secara bergantian pada tubuh. Pertama kita kejangkan otot2 tangan beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 lengan beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 badan (perut, dada, pungggung) beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 kaki beberapa kali, terus secara bergiliran kecuali kepala dan leher, dengan membayangkan kita melepas sukma. Lebih bagus lagi jika diiringi dengan menyalurkan tenaga dalam kebagian yang dikejangkan.

Maksud dari perenggangan otot tubuh ini adalah untuk memberikan rangsangan ke otak agar tetap sadar secara penuh ketika tubuh tertidur.

Cara 4: “Mengalihkan Pikiran”
Cara ini dilakukan dengan mencoba untuk selalu mengalihkan pikiran kita agar kita tetap sadar sepenuhnya, dengan membiarkan tubuh kita tertidur. Setiap kali pikiran kita larut karena ngantuk, alihkan pikiran kita ke hal2 yang tetap membuat kita sadar. Contohnya: menggerakkan jari2 kita secara berulang2.

Cara 5: “Mengatur Napas”
Cara ini biasa dilakukan oleh fakir2 India dengan metode Yoga kundalini-nya. Caranya adalah atur napas yaitu tarik, tahan, dan hembus napas dengan ritme hitungan tertentu. Contohnya: menarik napas dengan 9 hitungan, lalu tahan napas 9 hitungan, kemudian hembus napas 9 hitungan juga. Lakukan berulang2 secara teratur dengan membayangkan kita melepas sukma. Dapat juga dilakukan dengan menutup sebelah lubang hidung secara bergantian.

Cara 6: “Menarik Sukma”
Cara ini sering dilakukan Kang Dicky ketika bersama2 murid2 HI dalam acara time travel bareng. Cara ini dilakukan dengan meminta bantuan teman yang sudah bisa melepas sukma untuk membuat kita mencapai keadaan melepas sukma (menarik sukma). Caranya adalah si teman itu melepas sukma dulu lalu dengan gelombang otaknya, si teman itu mempengaruhi gelombang otak kita supaya sama frekwensi gelombang otak kita dengan si teman itu. Caranya cukup dengan seakan2 si teman itu sedang menarik tubuh halus kita keluar dari tubuh fisik kita. Tapi kita harus memastikan dulu teman kita itu memang benar2 bisa melepas sukma.

Cara 7: “Tenaga Metafisik”
Cara ini dilakukan dengan menggunakan Tenaga Metafisik (TM) kita, jika TM kita cukup besar seperti anak HI, cukup dengan mengaktifkan ilmu melepas sukma dan dilakukan dengan konsentrasi sekuat2-nya, nanti dengan bantuan frekwensi energi TM tertentu, bisa membentuk gelombang otak kita mencapai keadaan melepas sukma .

Cara 8: “Tenaga Dalam”
Cara ini dilakukan dengan menggunakan Tenaga Dalam (TD) kita. Caranya adalah dengan menyalurkan TD sebanyak2-nya ke otak, lalu setelah otak terasa penuh dengan energi TD, kemudian aktifkan seluruh kemampuan otak kita sekuat2- nya.

Bila TD kita cukup besar nanti kita akan merasa bisa melihat, mendengar, membaui, dan merasakan suasana sekitar kita walaupun mata kita tertutup, bahkan jauh lebih jelas dari panca indra lahir, bahkan kita bisa merasakan pergerakan molekul tubuh seseorang.

Bila kita sudah mencapai keadaan ini, melakukan melepas sukma sudah mudah, tinggal di gerakkan saja “diri” kita keluar tubuh. Cara melepas sukma dengan TD ini merupakan cara yang paling bagus karena otak kita dapat bekerja secara maksimal.

Tahap2 Melepas Sukma

Tahap 1: Dimensi Transisi
Cara2 diatas akan membuat otak kita masuk ke tahap I dari melepas sukma. Kita akan merasa berada disuatu keadaan dimana kita tidak lagi bisa merasakan dan menggerakan tubuh sama sekali, tapi anehnya kita masih sadar sepenuhnya. Kita merasa seperti mengambang dalam dimensi yang aneh, gelap tanpa cahaya, dan tanpa ada pengaruh ruang dan waktu.

Ini adalah dimensi transisi antara dimensi manusia dengan dimensi2 lainnya, jadi semacam “pintu gerbang antar dimensi”. Setelah beberapa waktu kemudian biasanya mungkin akan muncul warna2 berkilauan atau bunyi2 aneh seperti bunyi dengungan, musik indah, dll.

Pernah juga suatu saat saya ketika berada dalam keadaan ini, saya mendengar suara percakapan kakak dengan jelas, yang setahu saya sedang tidur disebelah saya, dan suara kakak saya itu tidak masuk lewat telinga tapi langsung masuk ke otak saya, dan ternyata suara itu adalah gelombang otak kakak saya yang sedang bermimpi. Hal ini menunjukkan dalam keadaan ini, otak kita sangat peka terhadap pengaruh luar, contohnya mimpi2 yang jadi kenyataan juga disebabkan kondisi ini.

Tahap 2: Memisahkan tubuh halus dengan tubuh fisik
Setelah memasuki dimensi transisi, kita dapat mengeluarkan pikiran kita secara mandiri, tanpa terikat dengan tubuh lagi. Caranya, kita langsung saja mengeluarkan “diri” kita dengan pikiran kita, dapat langsung tubuh membelah dua, atau keluar lewat bagian tubuh seperti ubun2, seperti ulat keluar dari kepompongnya.

Biasanya kita dapat melihat semacam pancaran cahaya berkilauan dibagian tubuh yang “diri” kita keluar. Proses “keluar”nya biasa2 saja, tidak terasa sakit, tapi kadang2 terasa ada sedikit perasaan tertarik / tertekan di kepala bagian belakang / ubun2. kalau sudah biasa, terasanya seperti kita buka baju saja.

Tahap 3: Tubuh menjadi dua
Setelah “diri” kita keluar dari tubuh, kita akan merasa aneh, karena tubuh kita menjadi dua, dan kita tidak lagi menggunakan tubuh fisik yang biasanya kita gunakan. Sebagai gantinya kita akan mempunyai semacam tubuh halus yang terbuat dari energi, tapi saya sendiri tidak tahu tubuh halus ini termasuk energi apa, karena sifatnya yang berbeda. Kadang2 terasa aneh juga melihat tubuh fisik kita berbaring diluar diri kita. Saya ingat ketika pertama kali melepas sukma, saya merasa shock, saya pikir sudah mati, tapi yah kalau sudah biasa, yah nggak takut lagi.

Tubuh halus yang kita punya mempunyai semacam benang energi yang menghubungkan tubuh fisik dan tubuh halus, dan benang ini karena berbentuk energi maka dapat menghubungkan tubuh halus dengan tubuh fisik untuk jarak yang jauh. Benang energi ini disebut orang dengan “rantai perak” seperti yang tertulis di Bible.

Ada yang mengatakan kalau tubuh kita berubah posisi atau keadaannya, atau benang energi ini diputuskan, kita akan mati, tapi hal ini menurut saya tidak benar, karena melepas sukma adalah proses kegiatan otak.

Membuat Hologram tiga dimensi Tubuh Halus
Bagaimana bentuk tubuh halus itu? Berdasarkan pengalaman, tubuh halus ini sebetulnya berbentuk kumpulan energi, dan kumpulan energi ini dapat berbentuk seperti yang kita inginkan / pikirkan, tergantung dari pikiran kita, tapi umumnya menyerupai tubuh fisik kita.

Terkadang orang tidak dapat melihat tubuh halus kita, karena itu jika kita ingin orang dapat melihat tubuh halus kita, caranya yaitu kita mengeluarkan semua energi (TD / TM) yang kita punya, lalu dengan pikiran / gelombang otak kita fokuskan dan padatkan energi ini yang nanti akan membentuk wujud yang dapat dilihat (bahkan mungkin dapat difoto).

Dan nanti tubuh halus kita terlihat seperti nyata sekali, dan jauh lebih jelas terlihatnya dari hologram di film Star Wars. Tapi dalam praktek, hati2 untuk menunjukkan tubuh halus karena orang2 dapat ketakutan ketika melihat tubuh halus kita yang dapat muncul dan hilang dalam sekejap mata, dan kadang suka disangka hantu. Makanya sering kita dengar cerita tentang Kyai2 di desa yang suka terlihat berada di dua tempat secara bersamaan, satu didesa satu lagi di Mekkah misalnya.

Tahap 4: Jalan2
Setelah pikiran kita dapat bergerak bebas tanpa terikat tubuh lagi, kita dapat jalan2 ketempat manapun yang kita ingin, walaupun jaraknya jauh, karena gelombang otak kita dapat bergerak cepat sekali melebihi kecepatan cahaya.

Berbeda dengan gelombang elektromagnetik atau cahaya, yang masih terpengaruh oleh medan gravitasi dan jarak, gelombang otak tampaknya tidak terlalu terpengaruh dengan medan gravitasi dan jarak, bahkan dapat menembus dimensi2 ruang dan waktu. NASA pernah berhasil melakukan eksperimen telepati, antara dua orang subyek percobaannya (1 orang bertugas Pemancar, 1 orang lagi bertugas penerima) dan eksperimen ini dilakukan dari jarak ratusan ribu km dari bumi dalam pesawat ulang-alik Apollo.

Bagaimana cara untuk pergi ke tempat orang / tempat yang kita inginkan? Caranya kita harus melacak dulu orang / tempat yang kita tuju dengan gelombang otak kita.

Prinsip dasar melacak orang / tempat dengan gelombang otak
Ini adalah prinsip dasar dari ESP / ngimpleng, seperti kita ketahui semua materi dialam semesta mempunyai susunan kandungan atom dan molekul yang berbeda2, dan karena itu setiap materi mempunyai semacam kode sandi “DNA”-nya, jadi yang namanya kode sandi DNA itu tidak hanya dalam tingkat sel2 tubuh mahluk hidup saja, tapi bahkan sampai ke tingkat paling dasar dari alam semesta yaitu atom.

Nah, karena setiap materi mempunyai kode sandi DNA yang berbeda2 maka, gelombang otak kita tinggal mencari / melacak materi yang mempunyai kode sandi DNA yang mirip dengan materi yang kita cari. Jadi seperti program search / find di komputer.

Semakin lengkap data yang kita punya maka semakin mudah kita mencari orang / tempat yang kita tuju dan jika datanya tidak lengkap nanti kita akan salah sasaran, contoh kita ingin mencari Kang Dicky, kita tinggal melacak dengan gelombang otak dengan data informasi nama: “Dicky Zainul Arifin”, dengan wajah begini, tubuh begini, sifat begitu, dll, nanti otak akan mencari sendiri materi yang cocok dengan data2 Kang Dicky ini, jika tidak lengkap, misalnya cuma nama saja: ”Dicky”, maka nanti akan bisa salah orang karena yang namanya Dicky itu ada jutaan orang.

Bagaimana terasanya ketemu materi yang dicari? Nanti di otak, terasa seperti perasaan “klik” ketika ketemu materi yang dicari dan kita bisa menscan DNA atau susunan molekulnya, tapi hal ini terutama untuk orang yang sudah bisa membaca buku dengan mata tertutup. dan tentu saja hal ini didukung dengan kemampuan otak yang bagus, bila otak kita sudah bagus, bahkan kita bisa melacak sampai dengan kode genetik DNA / susunan materi atom2-nya, tapi yah minimal kita sudah bisa membaca buku dengan mata tertutup dengan lancar dulu.

Setelah ketemu orang / tempat yang dituju kita tinggal melanjutkan mau apa, dan saya sarankan ketika jalan2 ini kita mengingat hal2 yang kita temui waktu melepas sukma, nanti setelah tidak lagi melepas sukma, kita cocokkan dengan kenyataan di kehidupan nyata, sehingga kita bisa mengecek apakah kita benar2 melepas sukma atau sedang ngekhayal / mimpi. Misal: kita melihat teman lagi membaca buku Harry Potter hari senin jam 9 pagi ketika kita melepas sukma, nanti tanyakan ke teman itu apa benar hari dan jam itu teman kita sedang baca buku Harry Potter, atau tidak.

Cara masuk ke alam jin
Biasanya setelah “pikiran” kita keluar dari tubuh fisik, kita sudah bisa berhubungan dengan alam jin, dan kita bisa melihat jin2 dalam bentuk aslinya, dan bisa masuk alam jin dan terkadang jin2 itu bisa melihat “diri” kita atau bisa juga tidak.

Dan disarankan untuk berhati2 atas gangguan dan tipuan jin, jika kita melepas sukma. Gangguan jin itu bisa seperti mereka menakuti2 kita dengan bentuk2 seram, atau malah menyerang kita, karena itu pertahanan diri itu tetap perlu (minimal tahanan TM).

Tapi yang paling berbahaya itu adalah tipuan jin, jin itu sering memata2i diri kita dan selalu berusaha menyesatkan manusia, contohnya jin sering mengaku2 menjadi orang suci / keluarga yang sudah meninggal, atau mempengaruhi otak kita sehingga kita tertipu dengan gambaran2 / pemikiran2 yang menyesatkan, atau bisa juga menipu kita seakan2 kita melepas sukma padahal bukan, dll.

Karena itu untuk bisa menghindari tertipu / diganggu jin kita harus punya TD dan kemampuan otak yang bagus untuk melacak kebenarannya.

Cara Melakukan kontak fisik dengan benda2
Inilah bagian yang paling sulit dari melepas sukma, sehingga jarang ada orang yang bisa melakukan kontak fisik dengan benda ketika melepas sukma, karena membutuhkan konsentrasi pikiran yang bagus juga didukung energi tubuh (TD/TM) yang cukup.

Cara untuk melakukan kontak fisik dengan benda ketika melepas sukma, adalah bangkitkan dulu seluruh energi tubuh (TD dan TM) kita, kumpulkan dan padatkan energi itu sampai puncaknya, lalu dengan gelombang otak, energi itu difokuskan untuk melakukan hal2 yang kita inginkan.

Kita bisa menggerakkan benda2 (telekinetis), bisa memukul orang, bahkan bisa menghancurkan benda keras, kalau energi TD kita cukup. Pernah saya memukul teman secara perlahan ketika saya melepas sukma, dan teman saya itu bilang ke saya bahwa tadi malam ia merasa dipukul orang ketika berada dikamarnya sendirian, dikiranya yang mukul itu hantu.

Hal inilah yang menyebabkan banyak pendekar / dukun di pedalaman2 terpencil melakukan tarung jarak jauh tanpa pergi ke tempat lawan. Caranya mereka melepas sukma ketempat lawan lalu membuat hologram tiga dimensi tubuh halusnya (tubuh halus mereka dapat terlihat seperti nyata), sehingga masing2 dapat melihat lawan didepannya seperti nyata. Dan mereka tinggal mengirim ilmu2 dan energi kelawan dan tubuh fisik masing2pun dapat merasakan gempuran ilmu / energi lawan, sehingga bisa muntah darah, hangus, bahkan mati, dll.

Ini juga merupakan rahasia kenapa orang2 yang dalam keadaan trance / tidur berjalan dapat melakukan hal2 yang aneh seperti dapat menembus dinding, jalan diatas air, dll, karena keadaan otak / frekwensi gelombang otak mereka hampir sama dengan orang2 yang melepas sukma.

Sumber : twedisanjaya.blogspot.com

>Ilmu Meraga Sukma (Astral Projection)

>

Peringatan : Artikel berikut ini adalah sekedar sebagai bahan pengetahuan, kami tidak bertanggung jawab terhadap siapapun yang mempraktekkan ini. NAQS tidak menjadikan Ilmu Lepas Sukma sebagai bagian dari kurikulum, walaupun banyak siswa yang secara otomatis terbangkitkan kemampuan sukmanya setelah belajar di kelas spiritual Sir Hu. Dan biasanya bila hal itu terjadi, kami sangat hati-hati menjaga perjalanan Ruhani siswa agar tetap berjalan di atas Shirothol Mustaqiem.

INGAT : THIS IS THE ONE WAY ROAD, NO RETURN. Ini adalah perjalanan satu arah, bila kemampuan ini telah terbuka. Tidak bisa ditutup kembali, anda harus sudah siap mental mengahadapi dunia baru yang penuh dengan hal baru dan tantangan baru. Resiko di tangan anda sendiri…
Salam…
Selamat membaca….

Ilmu Meraga Sukma
Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?

Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.

Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).

Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.

Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.

Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU

Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi

Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.

Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan Metoda Chi Kung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula.

Berikut caranya:
1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.
2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:

  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
  • Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
  • Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.

3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.
4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.

Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.

Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.

Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).

Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.

Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu. (mystys.wordpress.com)

Proses melepas sukma adalah sebagai berikut :
Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks, seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing2 mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur saraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk saraf motorik, dan lain2. Dan salah satu fungsi penting didalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “Pengawas” yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh sehingga berjalan dengan semestinya, dan bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas, buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain2. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan2 sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasa sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar dan lain2, bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dll, walaupun mata , telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian di otak diatas secara maksimal maka kita akan bisa melepas sukma, caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana / pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak bukan roh, jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa/ roh ini tidak benar sama sekali, buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ketubuh tanpa ada hal2 yang aneh, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ketubuh (baca aja deh Al Qur’an dan Al Hadits Shahih)

Berikut adalah tahap-tahap melepas sukma :

1. Keadaan antara sadar dan tidur
Inilah keadaan pertama yang biasanya dilalui oleh setiap orang yang melepas sukma, pada saat ini kesadaran kita sudah kabur tapi kadang2 kita masih bisa mendengar suara2 disekeliling. Kalau kita sudah mahir kita bisa langsung ke tahap 4 tanpa melewati tahap 1, 2, atau 3.

2. Keadaan seperti berada dalam suatu dimensi yang sangat gelap
Inilah keadaan yang pasti familiar bagi para jagoan ngimpleng atau melepas sukma atau time travel. Pada keadaan ini kita sudah tidak lagi merasakan tubuh fisik kita secara total, tapi kesadaran kita tetap ada dan penuh. Seakan-akan kita berada dalam dimensi yang sangat gelap dan kita tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita tapi anehnya kita masih sadar penuh dan terkadang kita bisa merasakan keadaan sekitar kita. Pada keadaan ini kita terkadang melihat warna-warna berkilauan atau mendengar bunyi-bunyi aneh.

3. Keadaan memasuki “Terowongan” super kecil (black hole?)
Pada keadaan ini kita tersedot kedalam suatu terowongan yang sangat kecil sekali dengan cepat sekali yang lalu diujung “terowongan” kita seperti terlempar keluar kesuatu dimensi yang biasanya adalah dimensi waktu (bisa masa lalu, masa sekarang, atau masa yang akan datang), Inilah keadaan yang sangat penting dalam melakukan Time Travel (perjalanan melintas antar waktu). Bila kita sudah mahir kita bisa mengatur kecepatan kita bergerak dalam dimensi waktu dan besar energi yang kita pakai untuk mengatur mau kemasa mana yang akan kita kunjungi. Perlu diterangkan disini yaitu keadaan ini tidak harus dilalui untuk melepas sukma sehingga kadang2 kita langsung loncat ke tahap 4 dari tahap 2 tanpa melewati tahap 3 dulu.

4. Keadaan terpisahnya tubuh halus dan tubuh fisik
Inilah keadaan yang menakjubkan yang dialami setiap orang yang mengalami melepas sukma, pada tahap ini kadang2 berbeda cara “keluar” tubuh-nya yaitu bisa lewat ubun-ubun, bisa langsung tubuh “membelah” jadi dua, dan lain2, tapi biasanya kalau “keluar”nya lewat ubun-ubun, kita bisa melihat percikan / ledakan cahaya berkilauan yang keluar pada tempat ditubuh kita keluar. Pada saat keluar terasanya biasa2 saja, tidak sakit sama sekali tapi biasanya suka ada perasaan tertarik atau ada perasaan tertekan di kepala bagian belakang/ ubun2 pada saat keluarnya.

5. Keadaan tubuh menjadi dua
Kalau orang yang baru pertama kali melakukan melepas sukma lalu berada dalam keadaan tahap 5 ini maka dia bisa merasa shock sekali, dan saya ingat waktu pertama kali melepas sukma, saya betul2 shock dan saya pikir saya sudah meninggal dunia, tapi kalau sudah terbiasa yah nggak takut lagi. Pada tahap ini adalah terasa sangat aneh ketika kita melihat tubuh kita menjadi dua, yang satu lagi tergeletak di ranjang dan yang satu lagi bersama kesadaran kita. Terus terang sampai saat ini saya belum bisa memastikan terbuat dari apa sebenarnya tubuh halus ini, mungkin semacam bentuk gabungan energi dari pikiran dan energi halus berasal dari tubuh fisik, tapi hanya Allah SWT yang tahu pastinya. Tapi perlu saya tambahkan disini terkadang kita bisa melakukan melepas sukma tanpa melihat tubuh halus kita. Saya pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa kalau kita melepas sukma, tubuh kita tidak boleh berubah sama sekali kalau tidak kita tidak bisa balik ketubuh lagi, tapi berdasarkan pengalaman saya hal ini tidaklah menjadi masalah karena otak lah yang berperan bukan tubuh. Oh yah, pada keadaan ini kita terkadang bisa melihat semacam benang energi halus yang menyambungkan tubuh halus dengan tubuh fisik kita dan benang halus ini terkadang disebut orang dengan “rantai perak” seperti yang tertulis di Bible. Ada yang mengatakan kalau benang energi ini diputuskan maka kita akan mati, saya sendiri tidak tahu apa ini benar atau tidak. Ada suatu yang penting disini yaitu terkadang tubuh halus kita bisa terlihat oleh orang yang kita temui ketika jalan2.

6. Keadaan Jalan-jalan
Inilah keadaan dimana kita bisa jalan2 kemana yang kita suka tanpa ada halangan jarak lagi. Pada saat ini dimensi waktu dan ruang sudah tidak jelas lagi karena pada saat ini kita bisa pergi kemana saja yang kita ingin dengan pikiran kita, jadi pikiran kita yang jalan2 bukan ruh. Yang menarik disini ternyata kita bisa pergi ke berbagai dimensi waktu (Time Travel), dan keberbagai dimensi jin. Yang menarik kita seakan2 kita berada diwaktu yang kita inginkan itu dengan merasakan keadaan sekelilingnya seperti kita ke waktu kapal Titanic tenggelam kita bisa merasakan dinginnya air laut disana, hembusan angin sepoi-sepoi dimasa Jurassic ketika Dinosaurus raksasa lewat didepan kita. Atau kita masuk ke dimensi jin, kita bisa melihat aneka bentuk jin yang aneh2, dan kehidupannya. Dan kita juga bisa pergi ke tempat yang jauh dan hebatnya tubuh halus kita terkadang bisa dilihat oleh orang2 biasa yang tinggal di tempat kita pergi. Jadi kalau kita ingin ke Amerika untuk menengok saudara disana kita tidak perlu capek2 pakai pesawat dan bayar tiket pesawat yang mahal cukup kita melepas sukma kesana, gratis dan bahkan kalau kita sudah bagus otaknya kita bisa bercakap cakap dengan telepati. Dalam keadaan tahap ini hebatnya lagi kita bisa memahami / membaca setiap pikiran orang2 disekeliling kita dengan jelas, jadi kalau kita ketemu orang yang kita naksir kita bisa tahu pikirannya,…..asyik!

7. Mengadakan kontak dengan orang
Khusus untuk tahap 7 ini, hanya orang yang betul2 mahir melepas sukma dan energinya cukup besar untuk berada di tahap 7 ini. Dalam keadaan ini kita bisa melepas sukma dengan sekaligus mengadakan kontak (bisa kontak komunikasi, dan bisa kontak fisik ) dengan orang yang sadar. Hal ini juga yang menyebabkan banyak para pendekar sakti yang mengadakan tarung jarak jauh dengan melepas sukma tanpa pergi ketempat lawan. Dan hebatnya kita bisa membuat tubuh halus kita terlihat oleh orang-orang biasa, dengan kelihatan seperti hologram tiga dimensi, atau persis seperti orangnya. Tapi sekali lagi saya tekankan hal2 ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang energi dan konsentrasinya cukup bagus. Sehingga cukup berbahaya jika dilakukan untuk mengisengi orang seperti mengintip orang mandi, ngebunuh orang jarak jauh ,dll.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Untuk setiap kali kita hendak melakukan melepas sukma, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, khususnya untuk pemula, yaitu:

  1. Pikiran sebaiknya tenang, tidak tegang, stress, atau banyak pikiran. Semakin tenang pikiran, semakin mudah otak untuk bekerja.
  2. Badan sebaiknya relax dan posisi tubuh dibikin senyaman mungkin. Kita bisa melepas sukma dengan berbagai posisi tubuh: bisa sambil berbaring, duduk, berdiri, dan bahkan sambil berjalan kalau perlu.
  3. Bikinlah diri kita senyaman mungkin, misalnya hindari alas duduk/pembaringan yang menyakitkan.
  4. Kita bisa melepas sukma dengan mata tertutup / terbuka, tapi untuk pemula sebaiknya dengan mata tertutup.
  5. Buatlah suasana yang bikin diri kita tenang, hindari suasana yang bising, cuaca yang mengganggu, dll.
  6. Bila kita sudah berpengalaman, semua hal diatas tidak lagi harus diperhatikan, bahkan dalam keadaan tertentu justru diperlukan hal2 yang berlawanan dengan hal2 diatas.

Cara-cara Melepas Sukma :

Cara 1: “Visualisasi”
Cara ini disebut dalam dunia kedokteran barat dengan istilah “Lucid Dreams” (Mimpi yang terasa sangat nyata). Caranya adalah kita menvisualisasikan (membayangkan dengan senyata mungkin) bahwa “diri” kita keluar dari tubuh. Bayangkan diri yang berbentuk tubuh halus keluar dari tubuh fisik kita, seperti ulat keluar dari kepompongnya. Bayangkan dengan senyata mungkin dalam pikiran kita, bahwa tubuh halus kita benar2 berpisah dengan tubuh fisiknya.

Kemudian juga bayangkan senyata mungkin suasana sekitar kita, seakan-akan kita betul2 mempunyai tubuh halus yang sedang jalan2. Contohnya: jika di kehidupan nyata kita tahu ada gelas terletak diatas meja makan dirumah kita, coba bayangkan dan rasakan senyata mungkin, rasa tekstur dan kerasnya permukaan gelas itu.

Bayangkan sejelas dan senyata mungkin dalam pikiran kita, seakan2 kita memang benar2 sedang jalan2 dengan tubuh halus kita. Tapi harus diingat, yang saya maksud dengan membayangkan disini bukan mengkhayal !!!

Jangan sekali2 kita mencoba mengkhayal atau berimajinasi dengan hal2 yang tidak ada dalam kehidupan nyata ketika melepas sukma, karena nanti kita sulit membedakan apakah kita sedang benar2 melepas sukma atau sedang mengkhayal atau sedang mimpi ?!

Cara 2: “Self Sugestion / Hipnotis”
Cara ini dilakukan dengan mencoba untuk meyakinkan diri sendiri sekuat mungkin kita sedang melepas sukma, yaitu tubuh halus kita keluar dari tubuh fisik kita. Hal ini dilakukan dengan keinginan dan kemauan yang sangat kuat untuk memaksa tubuh melakukan melepas sukma. Contohnya: ucapkan berulang2 dalam hati: “saya sedang melepas sukma, saya sedang melepas sukma,….”

Juga bisa dilakukan dengan meminta bantuan teman untuk mencoba menghipnotis kita dengan teknik2 sederhana hipnotis / regresi.

Cara 3: “Perenggangan Otot”
Cara ini juga dilakukan oleh pendeta2 Lama di Istana Pothala, di Tibet untuk melepas sukma. Caranya adalah kita melakukan perenggangan otot secara bergantian pada tubuh. Pertama kita kejangkan otot2 tangan beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 lengan beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 badan (perut, dada, pungggung) beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 kaki beberapa kali, terus secara bergiliran kecuali kepala dan leher, dengan membayangkan kita melepas sukma. Lebih bagus lagi jika diiringi dengan menyalurkan tenaga dalam kebagian yang dikejangkan.

Maksud dari perenggangan otot tubuh ini adalah untuk memberikan rangsangan ke otak agar tetap sadar secara penuh ketika tubuh tertidur.

Cara 4: “Mengalihkan Pikiran”
Cara ini dilakukan dengan mencoba untuk selalu mengalihkan pikiran kita agar kita tetap sadar sepenuhnya, dengan membiarkan tubuh kita tertidur. Setiap kali pikiran kita larut karena ngantuk, alihkan pikiran kita ke hal2 yang tetap membuat kita sadar. Contohnya: menggerakkan jari2 kita secara berulang2.

Cara 5: “Mengatur Napas”
Cara ini biasa dilakukan oleh fakir2 India dengan metode Yoga kundalini-nya. Caranya adalah atur napas yaitu tarik, tahan, dan hembus napas dengan ritme hitungan tertentu. Contohnya: menarik napas dengan 9 hitungan, lalu tahan napas 9 hitungan, kemudian hembus napas 9 hitungan juga. Lakukan berulang2 secara teratur dengan membayangkan kita melepas sukma. Dapat juga dilakukan dengan menutup sebelah lubang hidung secara bergantian.

Cara 6: “Menarik Sukma”
Cara ini sering dilakukan Kang Dicky ketika bersama2 murid2 HI dalam acara time travel bareng. Cara ini dilakukan dengan meminta bantuan teman yang sudah bisa melepas sukma untuk membuat kita mencapai keadaan melepas sukma (menarik sukma). Caranya adalah si teman itu melepas sukma dulu lalu dengan gelombang otaknya, si teman itu mempengaruhi gelombang otak kita supaya sama frekwensi gelombang otak kita dengan si teman itu. Caranya cukup dengan seakan2 si teman itu sedang menarik tubuh halus kita keluar dari tubuh fisik kita. Tapi kita harus memastikan dulu teman kita itu memang benar2 bisa melepas sukma.

Cara 7: “Tenaga Metafisik”
Cara ini dilakukan dengan menggunakan Tenaga Metafisik (TM) kita, jika TM kita cukup besar seperti anak HI, cukup dengan mengaktifkan ilmu melepas sukma dan dilakukan dengan konsentrasi sekuat2-nya, nanti dengan bantuan frekwensi energi TM tertentu, bisa membentuk gelombang otak kita mencapai keadaan melepas sukma .

Cara 8: “Tenaga Dalam”
Cara ini dilakukan dengan menggunakan Tenaga Dalam (TD) kita. Caranya adalah dengan menyalurkan TD sebanyak2-nya ke otak, lalu setelah otak terasa penuh dengan energi TD, kemudian aktifkan seluruh kemampuan otak kita sekuat2- nya.

Bila TD kita cukup besar nanti kita akan merasa bisa melihat, mendengar, membaui, dan merasakan suasana sekitar kita walaupun mata kita tertutup, bahkan jauh lebih jelas dari panca indra lahir, bahkan kita bisa merasakan pergerakan molekul tubuh seseorang.

Bila kita sudah mencapai keadaan ini, melakukan melepas sukma sudah mudah, tinggal di gerakkan saja “diri” kita keluar tubuh. Cara melepas sukma dengan TD ini merupakan cara yang paling bagus karena otak kita dapat bekerja secara maksimal.

Tahap2 Melepas Sukma

Tahap 1: Dimensi Transisi
Cara2 diatas akan membuat otak kita masuk ke tahap I dari melepas sukma. Kita akan merasa berada disuatu keadaan dimana kita tidak lagi bisa merasakan dan menggerakan tubuh sama sekali, tapi anehnya kita masih sadar sepenuhnya. Kita merasa seperti mengambang dalam dimensi yang aneh, gelap tanpa cahaya, dan tanpa ada pengaruh ruang dan waktu.

Ini adalah dimensi transisi antara dimensi manusia dengan dimensi2 lainnya, jadi semacam “pintu gerbang antar dimensi”. Setelah beberapa waktu kemudian biasanya mungkin akan muncul warna2 berkilauan atau bunyi2 aneh seperti bunyi dengungan, musik indah, dll.

Pernah juga suatu saat saya ketika berada dalam keadaan ini, saya mendengar suara percakapan kakak dengan jelas, yang setahu saya sedang tidur disebelah saya, dan suara kakak saya itu tidak masuk lewat telinga tapi langsung masuk ke otak saya, dan ternyata suara itu adalah gelombang otak kakak saya yang sedang bermimpi. Hal ini menunjukkan dalam keadaan ini, otak kita sangat peka terhadap pengaruh luar, contohnya mimpi2 yang jadi kenyataan juga disebabkan kondisi ini.

Tahap 2: Memisahkan tubuh halus dengan tubuh fisik
Setelah memasuki dimensi transisi, kita dapat mengeluarkan pikiran kita secara mandiri, tanpa terikat dengan tubuh lagi. Caranya, kita langsung saja mengeluarkan “diri” kita dengan pikiran kita, dapat langsung tubuh membelah dua, atau keluar lewat bagian tubuh seperti ubun2, seperti ulat keluar dari kepompongnya.

Biasanya kita dapat melihat semacam pancaran cahaya berkilauan dibagian tubuh yang “diri” kita keluar. Proses “keluar”nya biasa2 saja, tidak terasa sakit, tapi kadang2 terasa ada sedikit perasaan tertarik / tertekan di kepala bagian belakang / ubun2. kalau sudah biasa, terasanya seperti kita buka baju saja.

Tahap 3: Tubuh menjadi dua
Setelah “diri” kita keluar dari tubuh, kita akan merasa aneh, karena tubuh kita menjadi dua, dan kita tidak lagi menggunakan tubuh fisik yang biasanya kita gunakan. Sebagai gantinya kita akan mempunyai semacam tubuh halus yang terbuat dari energi, tapi saya sendiri tidak tahu tubuh halus ini termasuk energi apa, karena sifatnya yang berbeda. Kadang2 terasa aneh juga melihat tubuh fisik kita berbaring diluar diri kita. Saya ingat ketika pertama kali melepas sukma, saya merasa shock, saya pikir sudah mati, tapi yah kalau sudah biasa, yah nggak takut lagi.

Tubuh halus yang kita punya mempunyai semacam benang energi yang menghubungkan tubuh fisik dan tubuh halus, dan benang ini karena berbentuk energi maka dapat menghubungkan tubuh halus dengan tubuh fisik untuk jarak yang jauh. Benang energi ini disebut orang dengan “rantai perak” seperti yang tertulis di Bible.

Ada yang mengatakan kalau tubuh kita berubah posisi atau keadaannya, atau benang energi ini diputuskan, kita akan mati, tapi hal ini menurut saya tidak benar, karena melepas sukma adalah proses kegiatan otak.

Membuat Hologram tiga dimensi Tubuh Halus
Bagaimana bentuk tubuh halus itu? Berdasarkan pengalaman, tubuh halus ini sebetulnya berbentuk kumpulan energi, dan kumpulan energi ini dapat berbentuk seperti yang kita inginkan / pikirkan, tergantung dari pikiran kita, tapi umumnya menyerupai tubuh fisik kita.

Terkadang orang tidak dapat melihat tubuh halus kita, karena itu jika kita ingin orang dapat melihat tubuh halus kita, caranya yaitu kita mengeluarkan semua energi (TD / TM) yang kita punya, lalu dengan pikiran / gelombang otak kita fokuskan dan padatkan energi ini yang nanti akan membentuk wujud yang dapat dilihat (bahkan mungkin dapat difoto).

Dan nanti tubuh halus kita terlihat seperti nyata sekali, dan jauh lebih jelas terlihatnya dari hologram di film Star Wars. Tapi dalam praktek, hati2 untuk menunjukkan tubuh halus karena orang2 dapat ketakutan ketika melihat tubuh halus kita yang dapat muncul dan hilang dalam sekejap mata, dan kadang suka disangka hantu. Makanya sering kita dengar cerita tentang Kyai2 di desa yang suka terlihat berada di dua tempat secara bersamaan, satu didesa satu lagi di Mekkah misalnya.

Tahap 4: Jalan2
Setelah pikiran kita dapat bergerak bebas tanpa terikat tubuh lagi, kita dapat jalan2 ketempat manapun yang kita ingin, walaupun jaraknya jauh, karena gelombang otak kita dapat bergerak cepat sekali melebihi kecepatan cahaya.

Berbeda dengan gelombang elektromagnetik atau cahaya, yang masih terpengaruh oleh medan gravitasi dan jarak, gelombang otak tampaknya tidak terlalu terpengaruh dengan medan gravitasi dan jarak, bahkan dapat menembus dimensi2 ruang dan waktu. NASA pernah berhasil melakukan eksperimen telepati, antara dua orang subyek percobaannya (1 orang bertugas Pemancar, 1 orang lagi bertugas penerima) dan eksperimen ini dilakukan dari jarak ratusan ribu km dari bumi dalam pesawat ulang-alik Apollo.

Bagaimana cara untuk pergi ke tempat orang / tempat yang kita inginkan? Caranya kita harus melacak dulu orang / tempat yang kita tuju dengan gelombang otak kita.

Prinsip dasar melacak orang / tempat dengan gelombang otak
Ini adalah prinsip dasar dari ESP / ngimpleng, seperti kita ketahui semua materi dialam semesta mempunyai susunan kandungan atom dan molekul yang berbeda2, dan karena itu setiap materi mempunyai semacam kode sandi “DNA”-nya, jadi yang namanya kode sandi DNA itu tidak hanya dalam tingkat sel2 tubuh mahluk hidup saja, tapi bahkan sampai ke tingkat paling dasar dari alam semesta yaitu atom.

Nah, karena setiap materi mempunyai kode sandi DNA yang berbeda2 maka, gelombang otak kita tinggal mencari / melacak materi yang mempunyai kode sandi DNA yang mirip dengan materi yang kita cari. Jadi seperti program search / find di komputer.

Semakin lengkap data yang kita punya maka semakin mudah kita mencari orang / tempat yang kita tuju dan jika datanya tidak lengkap nanti kita akan salah sasaran, contoh kita ingin mencari Kang Dicky, kita tinggal melacak dengan gelombang otak dengan data informasi nama: “Dicky Zainul Arifin”, dengan wajah begini, tubuh begini, sifat begitu, dll, nanti otak akan mencari sendiri materi yang cocok dengan data2 Kang Dicky ini, jika tidak lengkap, misalnya cuma nama saja: ”Dicky”, maka nanti akan bisa salah orang karena yang namanya Dicky itu ada jutaan orang.

Bagaimana terasanya ketemu materi yang dicari? Nanti di otak, terasa seperti perasaan “klik” ketika ketemu materi yang dicari dan kita bisa menscan DNA atau susunan molekulnya, tapi hal ini terutama untuk orang yang sudah bisa membaca buku dengan mata tertutup. dan tentu saja hal ini didukung dengan kemampuan otak yang bagus, bila otak kita sudah bagus, bahkan kita bisa melacak sampai dengan kode genetik DNA / susunan materi atom2-nya, tapi yah minimal kita sudah bisa membaca buku dengan mata tertutup dengan lancar dulu.

Setelah ketemu orang / tempat yang dituju kita tinggal melanjutkan mau apa, dan saya sarankan ketika jalan2 ini kita mengingat hal2 yang kita temui waktu melepas sukma, nanti setelah tidak lagi melepas sukma, kita cocokkan dengan kenyataan di kehidupan nyata, sehingga kita bisa mengecek apakah kita benar2 melepas sukma atau sedang ngekhayal / mimpi. Misal: kita melihat teman lagi membaca buku Harry Potter hari senin jam 9 pagi ketika kita melepas sukma, nanti tanyakan ke teman itu apa benar hari dan jam itu teman kita sedang baca buku Harry Potter, atau tidak.

Cara masuk ke alam jin
Biasanya setelah “pikiran” kita keluar dari tubuh fisik, kita sudah bisa berhubungan dengan alam jin, dan kita bisa melihat jin2 dalam bentuk aslinya, dan bisa masuk alam jin dan terkadang jin2 itu bisa melihat “diri” kita atau bisa juga tidak.

Dan disarankan untuk berhati2 atas gangguan dan tipuan jin, jika kita melepas sukma. Gangguan jin itu bisa seperti mereka menakuti2 kita dengan bentuk2 seram, atau malah menyerang kita, karena itu pertahanan diri itu tetap perlu (minimal tahanan TM).

Tapi yang paling berbahaya itu adalah tipuan jin, jin itu sering memata2i diri kita dan selalu berusaha menyesatkan manusia, contohnya jin sering mengaku2 menjadi orang suci / keluarga yang sudah meninggal, atau mempengaruhi otak kita sehingga kita tertipu dengan gambaran2 / pemikiran2 yang menyesatkan, atau bisa juga menipu kita seakan2 kita melepas sukma padahal bukan, dll.

Karena itu untuk bisa menghindari tertipu / diganggu jin kita harus punya TD dan kemampuan otak yang bagus untuk melacak kebenarannya.

Cara Melakukan kontak fisik dengan benda2
Inilah bagian yang paling sulit dari melepas sukma, sehingga jarang ada orang yang bisa melakukan kontak fisik dengan benda ketika melepas sukma, karena membutuhkan konsentrasi pikiran yang bagus juga didukung energi tubuh (TD/TM) yang cukup.

Cara untuk melakukan kontak fisik dengan benda ketika melepas sukma, adalah bangkitkan dulu seluruh energi tubuh (TD dan TM) kita, kumpulkan dan padatkan energi itu sampai puncaknya, lalu dengan gelombang otak, energi itu difokuskan untuk melakukan hal2 yang kita inginkan.

Kita bisa menggerakkan benda2 (telekinetis), bisa memukul orang, bahkan bisa menghancurkan benda keras, kalau energi TD kita cukup. Pernah saya memukul teman secara perlahan ketika saya melepas sukma, dan teman saya itu bilang ke saya bahwa tadi malam ia merasa dipukul orang ketika berada dikamarnya sendirian, dikiranya yang mukul itu hantu.

Hal inilah yang menyebabkan banyak pendekar / dukun di pedalaman2 terpencil melakukan tarung jarak jauh tanpa pergi ke tempat lawan. Caranya mereka melepas sukma ketempat lawan lalu membuat hologram tiga dimensi tubuh halusnya (tubuh halus mereka dapat terlihat seperti nyata), sehingga masing2 dapat melihat lawan didepannya seperti nyata. Dan mereka tinggal mengirim ilmu2 dan energi kelawan dan tubuh fisik masing2pun dapat merasakan gempuran ilmu / energi lawan, sehingga bisa muntah darah, hangus, bahkan mati, dll.

Ini juga merupakan rahasia kenapa orang2 yang dalam keadaan trance / tidur berjalan dapat melakukan hal2 yang aneh seperti dapat menembus dinding, jalan diatas air, dll, karena keadaan otak / frekwensi gelombang otak mereka hampir sama dengan orang2 yang melepas sukma.

Sumber : twedisanjaya.blogspot.com

>Ilmu Meraga Sukma (Astral Projection)

>

Peringatan : Artikel berikut ini adalah sekedar sebagai bahan pengetahuan, kami tidak bertanggung jawab terhadap siapapun yang mempraktekkan ini. NAQS tidak menjadikan Ilmu Lepas Sukma sebagai bagian dari kurikulum, walaupun banyak siswa yang secara otomatis terbangkitkan kemampuan sukmanya setelah belajar di kelas spiritual Sir Hu. Dan biasanya bila hal itu terjadi, kami sangat hati-hati menjaga perjalanan Ruhani siswa agar tetap berjalan di atas Shirothol Mustaqiem.

INGAT : THIS IS THE ONE WAY ROAD, NO RETURN. Ini adalah perjalanan satu arah, bila kemampuan ini telah terbuka. Tidak bisa ditutup kembali, anda harus sudah siap mental mengahadapi dunia baru yang penuh dengan hal baru dan tantangan baru. Resiko di tangan anda sendiri…
Salam…
Selamat membaca….

Ilmu Meraga Sukma
Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?

Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.

Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).

Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.

Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.

Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU

Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi

Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.

Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan Metoda Chi Kung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula.

Berikut caranya:
1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.
2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:

  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
  • Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
  • Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.

3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.
4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.

Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.

Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.

Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).

Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.

Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu. (mystys.wordpress.com)

Proses melepas sukma adalah sebagai berikut :
Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks, seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing2 mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur saraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk saraf motorik, dan lain2. Dan salah satu fungsi penting didalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “Pengawas” yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh sehingga berjalan dengan semestinya, dan bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas, buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain2. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan2 sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasa sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar dan lain2, bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dll, walaupun mata , telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian di otak diatas secara maksimal maka kita akan bisa melepas sukma, caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana / pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak bukan roh, jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa/ roh ini tidak benar sama sekali, buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ketubuh tanpa ada hal2 yang aneh, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ketubuh (baca aja deh Al Qur’an dan Al Hadits Shahih)

Berikut adalah tahap-tahap melepas sukma :

1. Keadaan antara sadar dan tidur
Inilah keadaan pertama yang biasanya dilalui oleh setiap orang yang melepas sukma, pada saat ini kesadaran kita sudah kabur tapi kadang2 kita masih bisa mendengar suara2 disekeliling. Kalau kita sudah mahir kita bisa langsung ke tahap 4 tanpa melewati tahap 1, 2, atau 3.

2. Keadaan seperti berada dalam suatu dimensi yang sangat gelap
Inilah keadaan yang pasti familiar bagi para jagoan ngimpleng atau melepas sukma atau time travel. Pada keadaan ini kita sudah tidak lagi merasakan tubuh fisik kita secara total, tapi kesadaran kita tetap ada dan penuh. Seakan-akan kita berada dalam dimensi yang sangat gelap dan kita tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita tapi anehnya kita masih sadar penuh dan terkadang kita bisa merasakan keadaan sekitar kita. Pada keadaan ini kita terkadang melihat warna-warna berkilauan atau mendengar bunyi-bunyi aneh.

3. Keadaan memasuki “Terowongan” super kecil (black hole?)
Pada keadaan ini kita tersedot kedalam suatu terowongan yang sangat kecil sekali dengan cepat sekali yang lalu diujung “terowongan” kita seperti terlempar keluar kesuatu dimensi yang biasanya adalah dimensi waktu (bisa masa lalu, masa sekarang, atau masa yang akan datang), Inilah keadaan yang sangat penting dalam melakukan Time Travel (perjalanan melintas antar waktu). Bila kita sudah mahir kita bisa mengatur kecepatan kita bergerak dalam dimensi waktu dan besar energi yang kita pakai untuk mengatur mau kemasa mana yang akan kita kunjungi. Perlu diterangkan disini yaitu keadaan ini tidak harus dilalui untuk melepas sukma sehingga kadang2 kita langsung loncat ke tahap 4 dari tahap 2 tanpa melewati tahap 3 dulu.

4. Keadaan terpisahnya tubuh halus dan tubuh fisik
Inilah keadaan yang menakjubkan yang dialami setiap orang yang mengalami melepas sukma, pada tahap ini kadang2 berbeda cara “keluar” tubuh-nya yaitu bisa lewat ubun-ubun, bisa langsung tubuh “membelah” jadi dua, dan lain2, tapi biasanya kalau “keluar”nya lewat ubun-ubun, kita bisa melihat percikan / ledakan cahaya berkilauan yang keluar pada tempat ditubuh kita keluar. Pada saat keluar terasanya biasa2 saja, tidak sakit sama sekali tapi biasanya suka ada perasaan tertarik atau ada perasaan tertekan di kepala bagian belakang/ ubun2 pada saat keluarnya.

5. Keadaan tubuh menjadi dua
Kalau orang yang baru pertama kali melakukan melepas sukma lalu berada dalam keadaan tahap 5 ini maka dia bisa merasa shock sekali, dan saya ingat waktu pertama kali melepas sukma, saya betul2 shock dan saya pikir saya sudah meninggal dunia, tapi kalau sudah terbiasa yah nggak takut lagi. Pada tahap ini adalah terasa sangat aneh ketika kita melihat tubuh kita menjadi dua, yang satu lagi tergeletak di ranjang dan yang satu lagi bersama kesadaran kita. Terus terang sampai saat ini saya belum bisa memastikan terbuat dari apa sebenarnya tubuh halus ini, mungkin semacam bentuk gabungan energi dari pikiran dan energi halus berasal dari tubuh fisik, tapi hanya Allah SWT yang tahu pastinya. Tapi perlu saya tambahkan disini terkadang kita bisa melakukan melepas sukma tanpa melihat tubuh halus kita. Saya pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa kalau kita melepas sukma, tubuh kita tidak boleh berubah sama sekali kalau tidak kita tidak bisa balik ketubuh lagi, tapi berdasarkan pengalaman saya hal ini tidaklah menjadi masalah karena otak lah yang berperan bukan tubuh. Oh yah, pada keadaan ini kita terkadang bisa melihat semacam benang energi halus yang menyambungkan tubuh halus dengan tubuh fisik kita dan benang halus ini terkadang disebut orang dengan “rantai perak” seperti yang tertulis di Bible. Ada yang mengatakan kalau benang energi ini diputuskan maka kita akan mati, saya sendiri tidak tahu apa ini benar atau tidak. Ada suatu yang penting disini yaitu terkadang tubuh halus kita bisa terlihat oleh orang yang kita temui ketika jalan2.

6. Keadaan Jalan-jalan
Inilah keadaan dimana kita bisa jalan2 kemana yang kita suka tanpa ada halangan jarak lagi. Pada saat ini dimensi waktu dan ruang sudah tidak jelas lagi karena pada saat ini kita bisa pergi kemana saja yang kita ingin dengan pikiran kita, jadi pikiran kita yang jalan2 bukan ruh. Yang menarik disini ternyata kita bisa pergi ke berbagai dimensi waktu (Time Travel), dan keberbagai dimensi jin. Yang menarik kita seakan2 kita berada diwaktu yang kita inginkan itu dengan merasakan keadaan sekelilingnya seperti kita ke waktu kapal Titanic tenggelam kita bisa merasakan dinginnya air laut disana, hembusan angin sepoi-sepoi dimasa Jurassic ketika Dinosaurus raksasa lewat didepan kita. Atau kita masuk ke dimensi jin, kita bisa melihat aneka bentuk jin yang aneh2, dan kehidupannya. Dan kita juga bisa pergi ke tempat yang jauh dan hebatnya tubuh halus kita terkadang bisa dilihat oleh orang2 biasa yang tinggal di tempat kita pergi. Jadi kalau kita ingin ke Amerika untuk menengok saudara disana kita tidak perlu capek2 pakai pesawat dan bayar tiket pesawat yang mahal cukup kita melepas sukma kesana, gratis dan bahkan kalau kita sudah bagus otaknya kita bisa bercakap cakap dengan telepati. Dalam keadaan tahap ini hebatnya lagi kita bisa memahami / membaca setiap pikiran orang2 disekeliling kita dengan jelas, jadi kalau kita ketemu orang yang kita naksir kita bisa tahu pikirannya,…..asyik!

7. Mengadakan kontak dengan orang
Khusus untuk tahap 7 ini, hanya orang yang betul2 mahir melepas sukma dan energinya cukup besar untuk berada di tahap 7 ini. Dalam keadaan ini kita bisa melepas sukma dengan sekaligus mengadakan kontak (bisa kontak komunikasi, dan bisa kontak fisik ) dengan orang yang sadar. Hal ini juga yang menyebabkan banyak para pendekar sakti yang mengadakan tarung jarak jauh dengan melepas sukma tanpa pergi ketempat lawan. Dan hebatnya kita bisa membuat tubuh halus kita terlihat oleh orang-orang biasa, dengan kelihatan seperti hologram tiga dimensi, atau persis seperti orangnya. Tapi sekali lagi saya tekankan hal2 ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang energi dan konsentrasinya cukup bagus. Sehingga cukup berbahaya jika dilakukan untuk mengisengi orang seperti mengintip orang mandi, ngebunuh orang jarak jauh ,dll.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Untuk setiap kali kita hendak melakukan melepas sukma, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, khususnya untuk pemula, yaitu:

  1. Pikiran sebaiknya tenang, tidak tegang, stress, atau banyak pikiran. Semakin tenang pikiran, semakin mudah otak untuk bekerja.
  2. Badan sebaiknya relax dan posisi tubuh dibikin senyaman mungkin. Kita bisa melepas sukma dengan berbagai posisi tubuh: bisa sambil berbaring, duduk, berdiri, dan bahkan sambil berjalan kalau perlu.
  3. Bikinlah diri kita senyaman mungkin, misalnya hindari alas duduk/pembaringan yang menyakitkan.
  4. Kita bisa melepas sukma dengan mata tertutup / terbuka, tapi untuk pemula sebaiknya dengan mata tertutup.
  5. Buatlah suasana yang bikin diri kita tenang, hindari suasana yang bising, cuaca yang mengganggu, dll.
  6. Bila kita sudah berpengalaman, semua hal diatas tidak lagi harus diperhatikan, bahkan dalam keadaan tertentu justru diperlukan hal2 yang berlawanan dengan hal2 diatas.

Cara-cara Melepas Sukma :

Cara 1: “Visualisasi”
Cara ini disebut dalam dunia kedokteran barat dengan istilah “Lucid Dreams” (Mimpi yang terasa sangat nyata). Caranya adalah kita menvisualisasikan (membayangkan dengan senyata mungkin) bahwa “diri” kita keluar dari tubuh. Bayangkan diri yang berbentuk tubuh halus keluar dari tubuh fisik kita, seperti ulat keluar dari kepompongnya. Bayangkan dengan senyata mungkin dalam pikiran kita, bahwa tubuh halus kita benar2 berpisah dengan tubuh fisiknya.

Kemudian juga bayangkan senyata mungkin suasana sekitar kita, seakan-akan kita betul2 mempunyai tubuh halus yang sedang jalan2. Contohnya: jika di kehidupan nyata kita tahu ada gelas terletak diatas meja makan dirumah kita, coba bayangkan dan rasakan senyata mungkin, rasa tekstur dan kerasnya permukaan gelas itu.

Bayangkan sejelas dan senyata mungkin dalam pikiran kita, seakan2 kita memang benar2 sedang jalan2 dengan tubuh halus kita. Tapi harus diingat, yang saya maksud dengan membayangkan disini bukan mengkhayal !!!

Jangan sekali2 kita mencoba mengkhayal atau berimajinasi dengan hal2 yang tidak ada dalam kehidupan nyata ketika melepas sukma, karena nanti kita sulit membedakan apakah kita sedang benar2 melepas sukma atau sedang mengkhayal atau sedang mimpi ?!

Cara 2: “Self Sugestion / Hipnotis”
Cara ini dilakukan dengan mencoba untuk meyakinkan diri sendiri sekuat mungkin kita sedang melepas sukma, yaitu tubuh halus kita keluar dari tubuh fisik kita. Hal ini dilakukan dengan keinginan dan kemauan yang sangat kuat untuk memaksa tubuh melakukan melepas sukma. Contohnya: ucapkan berulang2 dalam hati: “saya sedang melepas sukma, saya sedang melepas sukma,….”

Juga bisa dilakukan dengan meminta bantuan teman untuk mencoba menghipnotis kita dengan teknik2 sederhana hipnotis / regresi.

Cara 3: “Perenggangan Otot”
Cara ini juga dilakukan oleh pendeta2 Lama di Istana Pothala, di Tibet untuk melepas sukma. Caranya adalah kita melakukan perenggangan otot secara bergantian pada tubuh. Pertama kita kejangkan otot2 tangan beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 lengan beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 badan (perut, dada, pungggung) beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 kaki beberapa kali, terus secara bergiliran kecuali kepala dan leher, dengan membayangkan kita melepas sukma. Lebih bagus lagi jika diiringi dengan menyalurkan tenaga dalam kebagian yang dikejangkan.

Maksud dari perenggangan otot tubuh ini adalah untuk memberikan rangsangan ke otak agar tetap sadar secara penuh ketika tubuh tertidur.

Cara 4: “Mengalihkan Pikiran”
Cara ini dilakukan dengan mencoba untuk selalu mengalihkan pikiran kita agar kita tetap sadar sepenuhnya, dengan membiarkan tubuh kita tertidur. Setiap kali pikiran kita larut karena ngantuk, alihkan pikiran kita ke hal2 yang tetap membuat kita sadar. Contohnya: menggerakkan jari2 kita secara berulang2.

Cara 5: “Mengatur Napas”
Cara ini biasa dilakukan oleh fakir2 India dengan metode Yoga kundalini-nya. Caranya adalah atur napas yaitu tarik, tahan, dan hembus napas dengan ritme hitungan tertentu. Contohnya: menarik napas dengan 9 hitungan, lalu tahan napas 9 hitungan, kemudian hembus napas 9 hitungan juga. Lakukan berulang2 secara teratur dengan membayangkan kita melepas sukma. Dapat juga dilakukan dengan menutup sebelah lubang hidung secara bergantian.

Cara 6: “Menarik Sukma”
Cara ini sering dilakukan Kang Dicky ketika bersama2 murid2 HI dalam acara time travel bareng. Cara ini dilakukan dengan meminta bantuan teman yang sudah bisa melepas sukma untuk membuat kita mencapai keadaan melepas sukma (menarik sukma). Caranya adalah si teman itu melepas sukma dulu lalu dengan gelombang otaknya, si teman itu mempengaruhi gelombang otak kita supaya sama frekwensi gelombang otak kita dengan si teman itu. Caranya cukup dengan seakan2 si teman itu sedang menarik tubuh halus kita keluar dari tubuh fisik kita. Tapi kita harus memastikan dulu teman kita itu memang benar2 bisa melepas sukma.

Cara 7: “Tenaga Metafisik”
Cara ini dilakukan dengan menggunakan Tenaga Metafisik (TM) kita, jika TM kita cukup besar seperti anak HI, cukup dengan mengaktifkan ilmu melepas sukma dan dilakukan dengan konsentrasi sekuat2-nya, nanti dengan bantuan frekwensi energi TM tertentu, bisa membentuk gelombang otak kita mencapai keadaan melepas sukma .

Cara 8: “Tenaga Dalam”
Cara ini dilakukan dengan menggunakan Tenaga Dalam (TD) kita. Caranya adalah dengan menyalurkan TD sebanyak2-nya ke otak, lalu setelah otak terasa penuh dengan energi TD, kemudian aktifkan seluruh kemampuan otak kita sekuat2- nya.

Bila TD kita cukup besar nanti kita akan merasa bisa melihat, mendengar, membaui, dan merasakan suasana sekitar kita walaupun mata kita tertutup, bahkan jauh lebih jelas dari panca indra lahir, bahkan kita bisa merasakan pergerakan molekul tubuh seseorang.

Bila kita sudah mencapai keadaan ini, melakukan melepas sukma sudah mudah, tinggal di gerakkan saja “diri” kita keluar tubuh. Cara melepas sukma dengan TD ini merupakan cara yang paling bagus karena otak kita dapat bekerja secara maksimal.

Tahap2 Melepas Sukma

Tahap 1: Dimensi Transisi
Cara2 diatas akan membuat otak kita masuk ke tahap I dari melepas sukma. Kita akan merasa berada disuatu keadaan dimana kita tidak lagi bisa merasakan dan menggerakan tubuh sama sekali, tapi anehnya kita masih sadar sepenuhnya. Kita merasa seperti mengambang dalam dimensi yang aneh, gelap tanpa cahaya, dan tanpa ada pengaruh ruang dan waktu.

Ini adalah dimensi transisi antara dimensi manusia dengan dimensi2 lainnya, jadi semacam “pintu gerbang antar dimensi”. Setelah beberapa waktu kemudian biasanya mungkin akan muncul warna2 berkilauan atau bunyi2 aneh seperti bunyi dengungan, musik indah, dll.

Pernah juga suatu saat saya ketika berada dalam keadaan ini, saya mendengar suara percakapan kakak dengan jelas, yang setahu saya sedang tidur disebelah saya, dan suara kakak saya itu tidak masuk lewat telinga tapi langsung masuk ke otak saya, dan ternyata suara itu adalah gelombang otak kakak saya yang sedang bermimpi. Hal ini menunjukkan dalam keadaan ini, otak kita sangat peka terhadap pengaruh luar, contohnya mimpi2 yang jadi kenyataan juga disebabkan kondisi ini.

Tahap 2: Memisahkan tubuh halus dengan tubuh fisik
Setelah memasuki dimensi transisi, kita dapat mengeluarkan pikiran kita secara mandiri, tanpa terikat dengan tubuh lagi. Caranya, kita langsung saja mengeluarkan “diri” kita dengan pikiran kita, dapat langsung tubuh membelah dua, atau keluar lewat bagian tubuh seperti ubun2, seperti ulat keluar dari kepompongnya.

Biasanya kita dapat melihat semacam pancaran cahaya berkilauan dibagian tubuh yang “diri” kita keluar. Proses “keluar”nya biasa2 saja, tidak terasa sakit, tapi kadang2 terasa ada sedikit perasaan tertarik / tertekan di kepala bagian belakang / ubun2. kalau sudah biasa, terasanya seperti kita buka baju saja.

Tahap 3: Tubuh menjadi dua
Setelah “diri” kita keluar dari tubuh, kita akan merasa aneh, karena tubuh kita menjadi dua, dan kita tidak lagi menggunakan tubuh fisik yang biasanya kita gunakan. Sebagai gantinya kita akan mempunyai semacam tubuh halus yang terbuat dari energi, tapi saya sendiri tidak tahu tubuh halus ini termasuk energi apa, karena sifatnya yang berbeda. Kadang2 terasa aneh juga melihat tubuh fisik kita berbaring diluar diri kita. Saya ingat ketika pertama kali melepas sukma, saya merasa shock, saya pikir sudah mati, tapi yah kalau sudah biasa, yah nggak takut lagi.

Tubuh halus yang kita punya mempunyai semacam benang energi yang menghubungkan tubuh fisik dan tubuh halus, dan benang ini karena berbentuk energi maka dapat menghubungkan tubuh halus dengan tubuh fisik untuk jarak yang jauh. Benang energi ini disebut orang dengan “rantai perak” seperti yang tertulis di Bible.

Ada yang mengatakan kalau tubuh kita berubah posisi atau keadaannya, atau benang energi ini diputuskan, kita akan mati, tapi hal ini menurut saya tidak benar, karena melepas sukma adalah proses kegiatan otak.

Membuat Hologram tiga dimensi Tubuh Halus
Bagaimana bentuk tubuh halus itu? Berdasarkan pengalaman, tubuh halus ini sebetulnya berbentuk kumpulan energi, dan kumpulan energi ini dapat berbentuk seperti yang kita inginkan / pikirkan, tergantung dari pikiran kita, tapi umumnya menyerupai tubuh fisik kita.

Terkadang orang tidak dapat melihat tubuh halus kita, karena itu jika kita ingin orang dapat melihat tubuh halus kita, caranya yaitu kita mengeluarkan semua energi (TD / TM) yang kita punya, lalu dengan pikiran / gelombang otak kita fokuskan dan padatkan energi ini yang nanti akan membentuk wujud yang dapat dilihat (bahkan mungkin dapat difoto).

Dan nanti tubuh halus kita terlihat seperti nyata sekali, dan jauh lebih jelas terlihatnya dari hologram di film Star Wars. Tapi dalam praktek, hati2 untuk menunjukkan tubuh halus karena orang2 dapat ketakutan ketika melihat tubuh halus kita yang dapat muncul dan hilang dalam sekejap mata, dan kadang suka disangka hantu. Makanya sering kita dengar cerita tentang Kyai2 di desa yang suka terlihat berada di dua tempat secara bersamaan, satu didesa satu lagi di Mekkah misalnya.

Tahap 4: Jalan2
Setelah pikiran kita dapat bergerak bebas tanpa terikat tubuh lagi, kita dapat jalan2 ketempat manapun yang kita ingin, walaupun jaraknya jauh, karena gelombang otak kita dapat bergerak cepat sekali melebihi kecepatan cahaya.

Berbeda dengan gelombang elektromagnetik atau cahaya, yang masih terpengaruh oleh medan gravitasi dan jarak, gelombang otak tampaknya tidak terlalu terpengaruh dengan medan gravitasi dan jarak, bahkan dapat menembus dimensi2 ruang dan waktu. NASA pernah berhasil melakukan eksperimen telepati, antara dua orang subyek percobaannya (1 orang bertugas Pemancar, 1 orang lagi bertugas penerima) dan eksperimen ini dilakukan dari jarak ratusan ribu km dari bumi dalam pesawat ulang-alik Apollo.

Bagaimana cara untuk pergi ke tempat orang / tempat yang kita inginkan? Caranya kita harus melacak dulu orang / tempat yang kita tuju dengan gelombang otak kita.

Prinsip dasar melacak orang / tempat dengan gelombang otak
Ini adalah prinsip dasar dari ESP / ngimpleng, seperti kita ketahui semua materi dialam semesta mempunyai susunan kandungan atom dan molekul yang berbeda2, dan karena itu setiap materi mempunyai semacam kode sandi “DNA”-nya, jadi yang namanya kode sandi DNA itu tidak hanya dalam tingkat sel2 tubuh mahluk hidup saja, tapi bahkan sampai ke tingkat paling dasar dari alam semesta yaitu atom.

Nah, karena setiap materi mempunyai kode sandi DNA yang berbeda2 maka, gelombang otak kita tinggal mencari / melacak materi yang mempunyai kode sandi DNA yang mirip dengan materi yang kita cari. Jadi seperti program search / find di komputer.

Semakin lengkap data yang kita punya maka semakin mudah kita mencari orang / tempat yang kita tuju dan jika datanya tidak lengkap nanti kita akan salah sasaran, contoh kita ingin mencari Kang Dicky, kita tinggal melacak dengan gelombang otak dengan data informasi nama: “Dicky Zainul Arifin”, dengan wajah begini, tubuh begini, sifat begitu, dll, nanti otak akan mencari sendiri materi yang cocok dengan data2 Kang Dicky ini, jika tidak lengkap, misalnya cuma nama saja: ”Dicky”, maka nanti akan bisa salah orang karena yang namanya Dicky itu ada jutaan orang.

Bagaimana terasanya ketemu materi yang dicari? Nanti di otak, terasa seperti perasaan “klik” ketika ketemu materi yang dicari dan kita bisa menscan DNA atau susunan molekulnya, tapi hal ini terutama untuk orang yang sudah bisa membaca buku dengan mata tertutup. dan tentu saja hal ini didukung dengan kemampuan otak yang bagus, bila otak kita sudah bagus, bahkan kita bisa melacak sampai dengan kode genetik DNA / susunan materi atom2-nya, tapi yah minimal kita sudah bisa membaca buku dengan mata tertutup dengan lancar dulu.

Setelah ketemu orang / tempat yang dituju kita tinggal melanjutkan mau apa, dan saya sarankan ketika jalan2 ini kita mengingat hal2 yang kita temui waktu melepas sukma, nanti setelah tidak lagi melepas sukma, kita cocokkan dengan kenyataan di kehidupan nyata, sehingga kita bisa mengecek apakah kita benar2 melepas sukma atau sedang ngekhayal / mimpi. Misal: kita melihat teman lagi membaca buku Harry Potter hari senin jam 9 pagi ketika kita melepas sukma, nanti tanyakan ke teman itu apa benar hari dan jam itu teman kita sedang baca buku Harry Potter, atau tidak.

Cara masuk ke alam jin
Biasanya setelah “pikiran” kita keluar dari tubuh fisik, kita sudah bisa berhubungan dengan alam jin, dan kita bisa melihat jin2 dalam bentuk aslinya, dan bisa masuk alam jin dan terkadang jin2 itu bisa melihat “diri” kita atau bisa juga tidak.

Dan disarankan untuk berhati2 atas gangguan dan tipuan jin, jika kita melepas sukma. Gangguan jin itu bisa seperti mereka menakuti2 kita dengan bentuk2 seram, atau malah menyerang kita, karena itu pertahanan diri itu tetap perlu (minimal tahanan TM).

Tapi yang paling berbahaya itu adalah tipuan jin, jin itu sering memata2i diri kita dan selalu berusaha menyesatkan manusia, contohnya jin sering mengaku2 menjadi orang suci / keluarga yang sudah meninggal, atau mempengaruhi otak kita sehingga kita tertipu dengan gambaran2 / pemikiran2 yang menyesatkan, atau bisa juga menipu kita seakan2 kita melepas sukma padahal bukan, dll.

Karena itu untuk bisa menghindari tertipu / diganggu jin kita harus punya TD dan kemampuan otak yang bagus untuk melacak kebenarannya.

Cara Melakukan kontak fisik dengan benda2
Inilah bagian yang paling sulit dari melepas sukma, sehingga jarang ada orang yang bisa melakukan kontak fisik dengan benda ketika melepas sukma, karena membutuhkan konsentrasi pikiran yang bagus juga didukung energi tubuh (TD/TM) yang cukup.

Cara untuk melakukan kontak fisik dengan benda ketika melepas sukma, adalah bangkitkan dulu seluruh energi tubuh (TD dan TM) kita, kumpulkan dan padatkan energi itu sampai puncaknya, lalu dengan gelombang otak, energi itu difokuskan untuk melakukan hal2 yang kita inginkan.

Kita bisa menggerakkan benda2 (telekinetis), bisa memukul orang, bahkan bisa menghancurkan benda keras, kalau energi TD kita cukup. Pernah saya memukul teman secara perlahan ketika saya melepas sukma, dan teman saya itu bilang ke saya bahwa tadi malam ia merasa dipukul orang ketika berada dikamarnya sendirian, dikiranya yang mukul itu hantu.

Hal inilah yang menyebabkan banyak pendekar / dukun di pedalaman2 terpencil melakukan tarung jarak jauh tanpa pergi ke tempat lawan. Caranya mereka melepas sukma ketempat lawan lalu membuat hologram tiga dimensi tubuh halusnya (tubuh halus mereka dapat terlihat seperti nyata), sehingga masing2 dapat melihat lawan didepannya seperti nyata. Dan mereka tinggal mengirim ilmu2 dan energi kelawan dan tubuh fisik masing2pun dapat merasakan gempuran ilmu / energi lawan, sehingga bisa muntah darah, hangus, bahkan mati, dll.

Ini juga merupakan rahasia kenapa orang2 yang dalam keadaan trance / tidur berjalan dapat melakukan hal2 yang aneh seperti dapat menembus dinding, jalan diatas air, dll, karena keadaan otak / frekwensi gelombang otak mereka hampir sama dengan orang2 yang melepas sukma.

Sumber : twedisanjaya.blogspot.com

>Kupas Tuntas Rahasia Simbol Usui Rei Ki Ho Master

>

Komponen Dasar Simbol

Yantra
Yantra adalah penggambaran suatu simbol. Untuk praktisi Reiki II hanya diperbolehkan menggambarkan simbol menggunakan tangan, atau tepatnya dengan menggunakan kelima jari tangan yang dipertemukan menjadi satu. Simbol harus dihafalkan, untuk kemudian digambar dengan perlahan, baik, dan benar, sesuai dengan gambar simbol yang ada pada buku ini. Praktisi dapat berlatih terlebih dahulu dengan menggunakan alat tulis & kertas, sebelum mempraktekkannya dengan jari tangan.

Mantra
Mantra adalah pengucapan nama suatu simbol, yang dapat dilakukan dengan bersuara, ataupun cukup di dalam hati. Dalam prosedur penggunaan simbol Reiki-Ho maka mantra yang dimaksud adalah pengucapan nama suatu simbol sebanyak 3 kali berturut-turut.

Afirmasi
Afirmasi adalah sederet kata-kata / kalimat yang mencerminkan maksud, niat, tujuan, dan harapan. Afirmasi berperan sangat penting dalam penggunaan suatu simbol Reiki-Ho.

Prosedur Dasar Simbol

  1. Gambarkan simbol (yantra) perlahan, baik, benar, dan proporsional, di depan atau di atas obyek yang akan diberikan simbol tersebut. Ukuran umum dari penggambaran simbol ini adalah sekitar 20 – 40 cm (tinggi). Setelah penggambaran simbol, letakkan kedua telapak tangan di tepi kanan-kiri simbol. Perhatian : usahakan agar gerakan tangan tidak merusak atau menghapuskan simbol yang baru digambar !
  2. Ucapkan nama simbol 3 kali (mantra), dan niatkan agar simbol terhubung dengan simbol asal, terhubung dengan energi Illahi, dan kemudian menarik energi Illahi. Contoh : “Chokurei, Chokurei, Chokurei …. terhubung dengan simbol asalmu, terhubung dengan energi Illahi, dan tarik energi Illahi”.
  3. Tunggu sekitar 10 detik. Bagi mereka yang cukup peka akan dapat merasakan bahwa simbol akan berubah menjadi bola energi yang padat. Bagi mereka yang memiliki kemampuan kewaskitaan (Clairvoyance) akan terlihat bahwa simbol tersebut “menyala” seperti lampu neon. Bagi yang tidak cukup peka, imajinasikan bahwa simbol kini dikelilingi oleh energi yang berbentuk bola.
  4. Arahkan bola energi secara perlahan ke obyek.
  5. Berikan afirmasi.
  6. Selesai

Catatan :

  1. Pada langkah ke-2, ketika praktisi mengucapkan : “ … terhubung dengan simbol asalmu ….”, maka praktisi juga meniatkan agar “Reiki Guide” dapat memperbaiki /menyempurnakan gambar dimaksud agar dapat sesuai dengan simbol aslinya.
  2. Dalam pembahasan selanjutnya, maka langkah 1 s.d. 3 akan disingkat dengan istilah “membentuk bola energi”.

Aplikasi Simbol

Pengisian Energi (CKR)

  1. Masukkan bola energi CKR ke bagian tubuh (biasanya pusar) atau ke obyek tertentu (misal : benda, makanan, dll.)
  2. Berikan afirmasi : “Berikan energi secara merata seluruh tubuh / obyek ini”

Penggandaan Energi (CKR)

  1. Masukkan bola energi CKR ke bagian tubuh (biasanya pusar) atau ke obyek tertentu (misal : benda, makanan, dll.)
  2. Berikan afirmasi : “Lipatkan gandakan energi yang ada pada tubuh / obyek ini menjadi 2-kalinya, secara merata”

Pengaktifan Chakra (CKR)

  • Aplikasi ini sangat baik untuk dilakukan secara rutin sehari-hari, dan sangat disarankan untuk melakukannya pada saat sebelum memberikan Reiki-Treatment atau pada saat akan menerima Attunement. Sebaiknya diterapkan di seluruh Chakra Utama dan Chakra Telapak Tangan, atau minimal di : Chakra Mahkota, Chakra Jantung, dan Chakra Telapak Tangan. Pada Reiki-Treatment sebaiknya terhadap pasienpun diterapkan aplikasi ini.
  • Masukkan bola energi CKR ke cakra yang dimaksud.
  • Berikan Afirmasi : “Buka, bersihkan, dan aktifkan cakra ( ……… ) saya”

Penyapuan Energi Negatif (SHK)

  • Bentuk bola energi Seiheiki berukuran besar (sepanjang tubuh pasien), masukkan bola energi tersebut ke tubuh pasien.
  • Afirmasi : “Bersihkan seluruh energi negatif, dan seluruh unsur negatif yang ada di tubuh pasien ini”
  • Catatan :
  • Simbol Seiheiki dapat diperkuat dengan simbol Chokurei
  • Simbol Seiheiki juga dapat dipergunakan untuk menyapu unsur negatif di suatu ruangan / tempat.
  • Simbol Seiheiki dapat dipergunakan untuk pembersihan lokal (bagian tubuh tertentu).

Pengiriman Energi Jarak Jauh (HSSZN)
Pada pengiriman energi jarak jauh, maka simbol Honshazeshonen bertindak sebagai “kurir” energi & simbol antara pemberi dan penerima.

Dengan menggunakan simbol Honshazeshonen pada awal pemberian energi, maka akan terbentuk “jalur” komunikasi antara pemberi dan penerima. Dimana seakan-akan penerima energi “ditarik secara fisik” kehadapan pemberi energi.

Prosedur :

  • Bentuk bola energi Honshazeshonen di depan tubuh (dada).
  • Pegang bola energi Honshazeshonen, sambil mengucapkan afirmasi pengiriman jarak jauh, contoh : “Seluruh simbol dan energi ini ditujukan untuk Sdr. X di kota B, dan akan bekerja sekarang juga”
  • Selanjutnya lakukan pengiriman energi dan simbol-simbol seperti halnya penyembuhan secara langsung.
  • Pergunakan visualisasi atau alat bantu (boneka, tubuh anda sendiri, dll.).
  • Catatan : Afirmasi : “ …. Akan bekerja sekarang juga ..” dapat dirubah sesuai dengan keperluan, misal : “ …akan bekerja pada pk. 22.00 WIB nanti …” atau “ … akan bekerja jika yang bersangkutan telah siap untuk menerima energi …”

Penyeimbangan Emosi
Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa emosional, misal : kesedihan, kegembiraan, kemarahan, ketakutan, dsb. Dimana terkadang karena sesuatu dan lain hal terjadi hambatan dalam pelepasan emosi tersebut, yang mengakibatkan penimbunan emosi di alam bawah sadar.

Selanjutnya, banyak kasus bahwa penyakit fisik acapkali ditimbulkan oleh timbunan-timbunan emosi seperti ini.

Melalui Reiki, maka dapat dilakukan suatu penyeimbangan kembali, melalui pelepasan-pelepasan emosi yang tertimbun di alam bawah sadar tersebut.

Proses penyeimbangan emosi melalui Reiki memerlukan waktu yang relatif lama, yaitu antara ( ½ jam – 2 jam), sehingga perlu dilakukan persiapan yang benar-benar baik. Antara lain : tempat yang relatif tenang, posisi penyaluran yang santai, dsb.

Proses penyeimbangan emosi ini akan mengakibatkan keluarnya berbagai emosi dari alam bawah sadar dengan berbagai reaksinya, misal : tertawa terbahak-bahak, menangis tersedu-sedu, kemarahan, dsb. Seluruh reaksi atas emosi ini harus benar-benar dilepaskan, sesuai dengan tujuan dari penyeimbangan emosi ini.

Oleh karena sangat disarankan agar sebelumnya terlebih dahulu penyembuh dapat memberikan pengertian yang mendalam terhadap pasien atas reaksi-reaksi yang mungkin timbul tersebut, serta apa saja yang harus dilakukan oleh pasien.

TataCara Penyeimbangan Emosi

  • Arahkan bola energi Seiheiki ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi)
  • Arahkan bola energi Chokurei ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi)
  • Arahkan bola energi Seiheiki ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi)
  • Arahkan bola energi Chokurei ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi)
  • Salurkan energi dengan kedua belah telapak tangan, dimana satu tangan di Cakra Ajna dan tangan lainnya di belakang kepala. Niatkan bahwa anda akan menyalurkan energi untuk penyeimbangan emosi.

Catatan :

  • Seluruh emosi pasien yang mungkin timbul harus tuntas dikeluarkan.
  • Proses baru dihentikan jika pasien sudah merasa segar dan terbebas dari gejolak emosi apapun juga.

Perlindungan Psikis(Psychic Protection)
Selain untuk penyembuhan, maka Reiki dapat dimanfaatkan untuk membangun suatu perlindungan secara psikis terhadap suatu obyek.

Tata Cara :

  • Bentuk bola energi Chokurei di depan dada.
  • Pegang bola energi tersebut, dan visualisasikan bahwa obyek yang akan anda lindungi berada di dalam bola energi tersebut
  • Berikan afirmasi : “Bola energi yang sangat kuat ini akan melindungi [benda, orang yang hendak dilindungi] dari seluruh hal dan kekuatan negatif. Tidak akan ada satupun energi negatif yang dapat menembus bola ini, tetapi seluruh energi yang bersifat positif tetap dapat memasuki bola energi ini dengan mudah. Bola energi ini akan tetap bertahan selama […] hari.
  • Lepaskan bola energi tersebut, dan jangan sekali-kali anda fikirkan lagi.

Catatan :

  • Ketahanan bola energi ini sangat tergantung kepada tingkat kesadaran jiwa dari praktisi. Secara umum, untuk praktisi pemula biasanya dapat membentuk bola energi yang dapat bertahan antara 1 jam – 3 hari.
  • Oleh karena itu disarankan agar praktisi secara periodik memperbarui bola energi tersebut.

Materialisasi
Dalam spiritual dikenal bahwa suatu keinginan yang di-visualisasikan secara terus menerus (usaha non-fisik) akan mempengaruhi sistem macrocosmos, dan tidak mustahil akan membuat keinginan tersebut menjadi nyata (ter-materialisasi-kan) dengan suatu alur sebab-akibat yang logis pada saat materialisasi tersebut terjadi.

Keinginan yang dimaksudkan dapat berupa apa saja, meliputi : kebendaan, kondisi, dsb.
Dalam teori barat, bentuk lain dari metode ini dikenal dalam berbagai terminologi & variasi, antara lain : sikap mental positif, pemanfaatan kemampuan pikiran bawah sadar, melatih otak kanan, dsb.

Dalam Reiki, seorang praktisi dapat memanfaatkan kekuatan Simbol Reiki untuk membantu visualisasi keinginan secara terus menerus, sehingga segera dapat ter-materialisasi-kan. Simbol yang dimaksud adalah simbol Chokurei.

Tata Cara :

  • Bentuk bola energi Chokurei di depan dada Ucapkan Afirmasi Positif  :   “Saya senang sekali karena    ( … )”Ulangi afirmasi tersebut paling sedikit 4 kali dengan kesungguhan dan kedalaman hati.
  • Lepaskan bola energi tersebut ke alam semesta (kosmos), dan jangan fikirkan bola energi tersebut. Biarkan bola tersebut berkelana di sistem Macrocosmos dengan caranya sendiri.
  • Ulangi setiap hari

Nb. Artikel ini hanya sekedar referensi pengetahuan bagi praktisi Rei Ki NAQS. Lihat Simbol Rei Ki NAQS Klik Di Sini… 

>Kupas Tuntas Rahasia Simbol Usui Rei Ki Ho Master

>

Komponen Dasar Simbol

Yantra
Yantra adalah penggambaran suatu simbol. Untuk praktisi Reiki II hanya diperbolehkan menggambarkan simbol menggunakan tangan, atau tepatnya dengan menggunakan kelima jari tangan yang dipertemukan menjadi satu. Simbol harus dihafalkan, untuk kemudian digambar dengan perlahan, baik, dan benar, sesuai dengan gambar simbol yang ada pada buku ini. Praktisi dapat berlatih terlebih dahulu dengan menggunakan alat tulis & kertas, sebelum mempraktekkannya dengan jari tangan.

Mantra
Mantra adalah pengucapan nama suatu simbol, yang dapat dilakukan dengan bersuara, ataupun cukup di dalam hati. Dalam prosedur penggunaan simbol Reiki-Ho maka mantra yang dimaksud adalah pengucapan nama suatu simbol sebanyak 3 kali berturut-turut.

Afirmasi
Afirmasi adalah sederet kata-kata / kalimat yang mencerminkan maksud, niat, tujuan, dan harapan. Afirmasi berperan sangat penting dalam penggunaan suatu simbol Reiki-Ho.

Prosedur Dasar Simbol

  1. Gambarkan simbol (yantra) perlahan, baik, benar, dan proporsional, di depan atau di atas obyek yang akan diberikan simbol tersebut. Ukuran umum dari penggambaran simbol ini adalah sekitar 20 – 40 cm (tinggi). Setelah penggambaran simbol, letakkan kedua telapak tangan di tepi kanan-kiri simbol. Perhatian : usahakan agar gerakan tangan tidak merusak atau menghapuskan simbol yang baru digambar !
  2. Ucapkan nama simbol 3 kali (mantra), dan niatkan agar simbol terhubung dengan simbol asal, terhubung dengan energi Illahi, dan kemudian menarik energi Illahi. Contoh : “Chokurei, Chokurei, Chokurei …. terhubung dengan simbol asalmu, terhubung dengan energi Illahi, dan tarik energi Illahi”.
  3. Tunggu sekitar 10 detik. Bagi mereka yang cukup peka akan dapat merasakan bahwa simbol akan berubah menjadi bola energi yang padat. Bagi mereka yang memiliki kemampuan kewaskitaan (Clairvoyance) akan terlihat bahwa simbol tersebut “menyala” seperti lampu neon. Bagi yang tidak cukup peka, imajinasikan bahwa simbol kini dikelilingi oleh energi yang berbentuk bola.
  4. Arahkan bola energi secara perlahan ke obyek.
  5. Berikan afirmasi.
  6. Selesai

Catatan :

  1. Pada langkah ke-2, ketika praktisi mengucapkan : “ … terhubung dengan simbol asalmu ….”, maka praktisi juga meniatkan agar “Reiki Guide” dapat memperbaiki /menyempurnakan gambar dimaksud agar dapat sesuai dengan simbol aslinya.
  2. Dalam pembahasan selanjutnya, maka langkah 1 s.d. 3 akan disingkat dengan istilah “membentuk bola energi”.

Aplikasi Simbol

Pengisian Energi (CKR)

  1. Masukkan bola energi CKR ke bagian tubuh (biasanya pusar) atau ke obyek tertentu (misal : benda, makanan, dll.)
  2. Berikan afirmasi : “Berikan energi secara merata seluruh tubuh / obyek ini”

Penggandaan Energi (CKR)

  1. Masukkan bola energi CKR ke bagian tubuh (biasanya pusar) atau ke obyek tertentu (misal : benda, makanan, dll.)
  2. Berikan afirmasi : “Lipatkan gandakan energi yang ada pada tubuh / obyek ini menjadi 2-kalinya, secara merata”

Pengaktifan Chakra (CKR)

  • Aplikasi ini sangat baik untuk dilakukan secara rutin sehari-hari, dan sangat disarankan untuk melakukannya pada saat sebelum memberikan Reiki-Treatment atau pada saat akan menerima Attunement. Sebaiknya diterapkan di seluruh Chakra Utama dan Chakra Telapak Tangan, atau minimal di : Chakra Mahkota, Chakra Jantung, dan Chakra Telapak Tangan. Pada Reiki-Treatment sebaiknya terhadap pasienpun diterapkan aplikasi ini.
  • Masukkan bola energi CKR ke cakra yang dimaksud.
  • Berikan Afirmasi : “Buka, bersihkan, dan aktifkan cakra ( ……… ) saya”

Penyapuan Energi Negatif (SHK)

  • Bentuk bola energi Seiheiki berukuran besar (sepanjang tubuh pasien), masukkan bola energi tersebut ke tubuh pasien.
  • Afirmasi : “Bersihkan seluruh energi negatif, dan seluruh unsur negatif yang ada di tubuh pasien ini”
  • Catatan :
  • Simbol Seiheiki dapat diperkuat dengan simbol Chokurei
  • Simbol Seiheiki juga dapat dipergunakan untuk menyapu unsur negatif di suatu ruangan / tempat.
  • Simbol Seiheiki dapat dipergunakan untuk pembersihan lokal (bagian tubuh tertentu).

Pengiriman Energi Jarak Jauh (HSSZN)
Pada pengiriman energi jarak jauh, maka simbol Honshazeshonen bertindak sebagai “kurir” energi & simbol antara pemberi dan penerima.

Dengan menggunakan simbol Honshazeshonen pada awal pemberian energi, maka akan terbentuk “jalur” komunikasi antara pemberi dan penerima. Dimana seakan-akan penerima energi “ditarik secara fisik” kehadapan pemberi energi.

Prosedur :

  • Bentuk bola energi Honshazeshonen di depan tubuh (dada).
  • Pegang bola energi Honshazeshonen, sambil mengucapkan afirmasi pengiriman jarak jauh, contoh : “Seluruh simbol dan energi ini ditujukan untuk Sdr. X di kota B, dan akan bekerja sekarang juga”
  • Selanjutnya lakukan pengiriman energi dan simbol-simbol seperti halnya penyembuhan secara langsung.
  • Pergunakan visualisasi atau alat bantu (boneka, tubuh anda sendiri, dll.).
  • Catatan : Afirmasi : “ …. Akan bekerja sekarang juga ..” dapat dirubah sesuai dengan keperluan, misal : “ …akan bekerja pada pk. 22.00 WIB nanti …” atau “ … akan bekerja jika yang bersangkutan telah siap untuk menerima energi …”

Penyeimbangan Emosi
Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa emosional, misal : kesedihan, kegembiraan, kemarahan, ketakutan, dsb. Dimana terkadang karena sesuatu dan lain hal terjadi hambatan dalam pelepasan emosi tersebut, yang mengakibatkan penimbunan emosi di alam bawah sadar.

Selanjutnya, banyak kasus bahwa penyakit fisik acapkali ditimbulkan oleh timbunan-timbunan emosi seperti ini.

Melalui Reiki, maka dapat dilakukan suatu penyeimbangan kembali, melalui pelepasan-pelepasan emosi yang tertimbun di alam bawah sadar tersebut.

Proses penyeimbangan emosi melalui Reiki memerlukan waktu yang relatif lama, yaitu antara ( ½ jam – 2 jam), sehingga perlu dilakukan persiapan yang benar-benar baik. Antara lain : tempat yang relatif tenang, posisi penyaluran yang santai, dsb.

Proses penyeimbangan emosi ini akan mengakibatkan keluarnya berbagai emosi dari alam bawah sadar dengan berbagai reaksinya, misal : tertawa terbahak-bahak, menangis tersedu-sedu, kemarahan, dsb. Seluruh reaksi atas emosi ini harus benar-benar dilepaskan, sesuai dengan tujuan dari penyeimbangan emosi ini.

Oleh karena sangat disarankan agar sebelumnya terlebih dahulu penyembuh dapat memberikan pengertian yang mendalam terhadap pasien atas reaksi-reaksi yang mungkin timbul tersebut, serta apa saja yang harus dilakukan oleh pasien.

TataCara Penyeimbangan Emosi

  • Arahkan bola energi Seiheiki ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi)
  • Arahkan bola energi Chokurei ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi)
  • Arahkan bola energi Seiheiki ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi)
  • Arahkan bola energi Chokurei ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi)
  • Salurkan energi dengan kedua belah telapak tangan, dimana satu tangan di Cakra Ajna dan tangan lainnya di belakang kepala. Niatkan bahwa anda akan menyalurkan energi untuk penyeimbangan emosi.

Catatan :

  • Seluruh emosi pasien yang mungkin timbul harus tuntas dikeluarkan.
  • Proses baru dihentikan jika pasien sudah merasa segar dan terbebas dari gejolak emosi apapun juga.

Perlindungan Psikis(Psychic Protection)
Selain untuk penyembuhan, maka Reiki dapat dimanfaatkan untuk membangun suatu perlindungan secara psikis terhadap suatu obyek.

Tata Cara :

  • Bentuk bola energi Chokurei di depan dada.
  • Pegang bola energi tersebut, dan visualisasikan bahwa obyek yang akan anda lindungi berada di dalam bola energi tersebut
  • Berikan afirmasi : “Bola energi yang sangat kuat ini akan melindungi [benda, orang yang hendak dilindungi] dari seluruh hal dan kekuatan negatif. Tidak akan ada satupun energi negatif yang dapat menembus bola ini, tetapi seluruh energi yang bersifat positif tetap dapat memasuki bola energi ini dengan mudah. Bola energi ini akan tetap bertahan selama […] hari.
  • Lepaskan bola energi tersebut, dan jangan sekali-kali anda fikirkan lagi.

Catatan :

  • Ketahanan bola energi ini sangat tergantung kepada tingkat kesadaran jiwa dari praktisi. Secara umum, untuk praktisi pemula biasanya dapat membentuk bola energi yang dapat bertahan antara 1 jam – 3 hari.
  • Oleh karena itu disarankan agar praktisi secara periodik memperbarui bola energi tersebut.

Materialisasi
Dalam spiritual dikenal bahwa suatu keinginan yang di-visualisasikan secara terus menerus (usaha non-fisik) akan mempengaruhi sistem macrocosmos, dan tidak mustahil akan membuat keinginan tersebut menjadi nyata (ter-materialisasi-kan) dengan suatu alur sebab-akibat yang logis pada saat materialisasi tersebut terjadi.

Keinginan yang dimaksudkan dapat berupa apa saja, meliputi : kebendaan, kondisi, dsb.
Dalam teori barat, bentuk lain dari metode ini dikenal dalam berbagai terminologi & variasi, antara lain : sikap mental positif, pemanfaatan kemampuan pikiran bawah sadar, melatih otak kanan, dsb.

Dalam Reiki, seorang praktisi dapat memanfaatkan kekuatan Simbol Reiki untuk membantu visualisasi keinginan secara terus menerus, sehingga segera dapat ter-materialisasi-kan. Simbol yang dimaksud adalah simbol Chokurei.

Tata Cara :

  • Bentuk bola energi Chokurei di depan dada Ucapkan Afirmasi Positif  :   “Saya senang sekali karena    ( … )”Ulangi afirmasi tersebut paling sedikit 4 kali dengan kesungguhan dan kedalaman hati.
  • Lepaskan bola energi tersebut ke alam semesta (kosmos), dan jangan fikirkan bola energi tersebut. Biarkan bola tersebut berkelana di sistem Macrocosmos dengan caranya sendiri.
  • Ulangi setiap hari

Nb. Artikel ini hanya sekedar referensi pengetahuan bagi praktisi Rei Ki NAQS. Lihat Simbol Rei Ki NAQS Klik Di Sini…