>AVATAR SHAKTI NAQS

>

Pelajaran metafisika di dalam pelatihan NAQS DNA terbagi 2 tahap. Yaitu

  1. Tahap Shakti 
  2. Tahap Suci/spiritual (Pemurnian diri/ Tazkiyatun Nafzu).

Level SHAKTI, adalah tahap pembekalan diri dengan senjata batiniyah/mental berupa tools yang berguna untuk menghadapi masalah kehidupan sehari-hari. Hakikat makna shakti adalah meraih kekuatan keimanan yang haqqul yakin atau sebuah kondisi keteguhan hati, sehingga dengan hati yang telah mantap dan yakin maka segala masalah kehidupan akan dengan mudah untuk dihadapi, baik masalah yang bersumber dari dalam diri sendiri maupun masalah yang bersumber dari luar diri termasuk masalah sandang, pangan, papan, dll.

Ketika sebuah keteguhan bathin telah di raih maka apapun ujian dan cobaan kehidupan yang menderanya tidak akan sampai menggoyahkan keimanannya. Bathin yang haqqul Yaqin tiada tergoyah oleh apapun saja, itulah maqom nafsul muthmainnah yaitu jiwa yang tenang. Itulah hakikat JIWA SHAKTI…

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.“( QS. At Taubah 9:26 )

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,“( QS. Al Fat-h 48:4 )

Setelah karunia ketenangan hati diturunkan Allah ke dalam hati kita, maka perjalanan bathin selanjutnya adalah menempuh perjalanan Ruhani kembali kepada Tuhan. Sebagaimana Firman Allah : “Hai jiwa (hati) yang tenang (nafsul mutmainnah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke dalam surgaKu“. Q-S Al-Fajr ayat 27-30.

Bagaima jiwa kita yang kotor dan penuh dosa ini bisa kembali kepada Tuhan yang Maha Suci, maka tiada jalan lain. Kita harus secara intensif melakukan pemurnian diri (Tazkiyatun Nafs). Membersihkan segala kotoran yang ada di dalam diri kita seara terus menerus di dalam naungan ridloNya….

.WALI ALLAH & AVATAR
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang- orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus : 62-63).

Ketahuilah, sungguh para kekasihnya itu adalah orang-orang yang takwa” (Al-Anfal 8:34)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS, Al-Hujarat:13)

Ayat di atas mengandung pengertian bahwa wali Allah (waliyullah) ialah orang yang beriman dan bertakwa. Semua orang yang beriman adalah wali Allah, dan di dalam diri setiap orang yang beriman terdapat tingkat kewalian sesuai dengan tingkat keimanan & ketakwaannya. Allah Azza wa Jalla telah berfirman akan keberadaan seorang wali-Nya di muka bumi dari orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa! Allah Azza wa Jalla menetapkan sebuah kriteria untuk wali-Nya adalah tidak ada kekhawatiran dan tidak bersedih hati. Seseorang disebut sebagai wali Allah apabila dia sudah bertakwa dengan sebenar-benar Takwa. Serta di dalam hidupnya tidak pernah merasa khawatir atas apa pun menyangkut keberadaan dirinya terkait pemenuhan kebutuhan hidupnya! Baginya, cukuplah hanya Allah yang memenuhinya! Allah Azza wa Jalla menjadi sandarannya! Allah Azza wa Jalla menjamin dirinya atas semua keperluannya! Dia yakim akan janji Allah, serta ridlo dan gembira dengan janjiNya.

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar “ (Yunus:64).

Avatar (Sansekerta: अवतार, avatāra, baca: awatara) dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasinya. Tuhan Yang Maha Esa ataupun manifestasinya turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, guna menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan Kebenaran dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Kebenaran.

Dalam Bhagawadgita, salah satu kitab suci agama Hindu selain Weda, Kresna sebagai perantara Tuhan Yang Maha Esa bersabda:
Yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata abhyutthānam adharmasya tadātmanam srjāmy aham paritrānāya sādhūnām vināśāya ca duskrtām dharma samsthāpanarthāya sambavāmi yuge yuge” (Bhagavad-gītā, 4.7-8)

Arti
Manakala kebenaran merosot dan kejahatan merajalela,
pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia,
wahai keturunan Bharata (Arjuna).
Untuk menyelamatkan orang-orang saleh
dan membinasakan orang jahat
dan menegakkan kembali kebenaran,
Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman.

Avatar Pengendali
Kekuatan utama dari level SHAKTI ini adalah Kemampuan untuk Mengendalikan Kekuatan Energi segala unsur atau anasir Alam Semesta yang berada di dalam diri (Alam Mikro Kosmos) dan di luar dirinya (Alam Makrokosmos). Dalam serial animasi televisi berjudul Avatar: The Legend of Aang, Pengendalian unsur alam merupakan suatu bentuk Ilmu Mengolah Energi Chi, dimana orang tertentu mampu mengendalikan dan memanipulasi energi suatu unsur alam. Dalam cerita, empat unsur elemen Alam Semesta  yang mampu dikendalikan adalah energi unsur air, tanah, api, dan udara.

Pengendalian diri atau penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan diri sendiri dan orang-orang sekitar. Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota”. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini. Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, ambisi, dan banyak lagi lainnya.

Apa pesan terpenting dari perlunya melatih kemampuan Pengendalian ini, yaitu menjaga stabilitas getaran hati dan fikiran agar tetap bergetar pada frekwensi yang di kehendaki. Sehingga dengan demikian kondisi energi batinnya senantiasa dalam kondisi bulat dan utuh di setiap saat dan kondisi. Dengan demikian, siswa NAQS DNA yang telah menggapai tingkatan ini bisa dikatakan telah menjadi seorang Avatar Shakti The Master Energy of NAQS DNA.

Kuncinya adalah : SSIRRULLAH 

SABAR
SYUKUR
IKHLAS 
RIDLO

Ruju’ ilallah (God Oriented)

“Jika Allah menolong kamu, 
maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; 
jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), 
maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? 
Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.” 
( QS. Ali Imran 3 ; 160 )

>AVATAR SHAKTI NAQS

>

Pelajaran metafisika di dalam pelatihan NAQS DNA terbagi 2 tahap. Yaitu

  1. Tahap Shakti 
  2. Tahap Suci/spiritual (Pemurnian diri/ Tazkiyatun Nafzu).

Level SHAKTI, adalah tahap pembekalan diri dengan senjata batiniyah/mental berupa tools yang berguna untuk menghadapi masalah kehidupan sehari-hari. Hakikat makna shakti adalah meraih kekuatan keimanan yang haqqul yakin atau sebuah kondisi keteguhan hati, sehingga dengan hati yang telah mantap dan yakin maka segala masalah kehidupan akan dengan mudah untuk dihadapi, baik masalah yang bersumber dari dalam diri sendiri maupun masalah yang bersumber dari luar diri termasuk masalah sandang, pangan, papan, dll.

Ketika sebuah keteguhan bathin telah di raih maka apapun ujian dan cobaan kehidupan yang menderanya tidak akan sampai menggoyahkan keimanannya. Bathin yang haqqul Yaqin tiada tergoyah oleh apapun saja, itulah maqom nafsul muthmainnah yaitu jiwa yang tenang. Itulah hakikat JIWA SHAKTI…

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.“( QS. At Taubah 9:26 )

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,“( QS. Al Fat-h 48:4 )

Setelah karunia ketenangan hati diturunkan Allah ke dalam hati kita, maka perjalanan bathin selanjutnya adalah menempuh perjalanan Ruhani kembali kepada Tuhan. Sebagaimana Firman Allah : “Hai jiwa (hati) yang tenang (nafsul mutmainnah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke dalam surgaKu“. Q-S Al-Fajr ayat 27-30.

Bagaima jiwa kita yang kotor dan penuh dosa ini bisa kembali kepada Tuhan yang Maha Suci, maka tiada jalan lain. Kita harus secara intensif melakukan pemurnian diri (Tazkiyatun Nafs). Membersihkan segala kotoran yang ada di dalam diri kita seara terus menerus di dalam naungan ridloNya….

.WALI ALLAH & AVATAR
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang- orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus : 62-63).

Ketahuilah, sungguh para kekasihnya itu adalah orang-orang yang takwa” (Al-Anfal 8:34)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS, Al-Hujarat:13)

Ayat di atas mengandung pengertian bahwa wali Allah (waliyullah) ialah orang yang beriman dan bertakwa. Semua orang yang beriman adalah wali Allah, dan di dalam diri setiap orang yang beriman terdapat tingkat kewalian sesuai dengan tingkat keimanan & ketakwaannya. Allah Azza wa Jalla telah berfirman akan keberadaan seorang wali-Nya di muka bumi dari orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa! Allah Azza wa Jalla menetapkan sebuah kriteria untuk wali-Nya adalah tidak ada kekhawatiran dan tidak bersedih hati. Seseorang disebut sebagai wali Allah apabila dia sudah bertakwa dengan sebenar-benar Takwa. Serta di dalam hidupnya tidak pernah merasa khawatir atas apa pun menyangkut keberadaan dirinya terkait pemenuhan kebutuhan hidupnya! Baginya, cukuplah hanya Allah yang memenuhinya! Allah Azza wa Jalla menjadi sandarannya! Allah Azza wa Jalla menjamin dirinya atas semua keperluannya! Dia yakim akan janji Allah, serta ridlo dan gembira dengan janjiNya.

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar “ (Yunus:64).

Avatar (Sansekerta: अवतार, avatāra, baca: awatara) dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasinya. Tuhan Yang Maha Esa ataupun manifestasinya turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, guna menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan Kebenaran dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Kebenaran.

Dalam Bhagawadgita, salah satu kitab suci agama Hindu selain Weda, Kresna sebagai perantara Tuhan Yang Maha Esa bersabda:
Yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata abhyutthānam adharmasya tadātmanam srjāmy aham paritrānāya sādhūnām vināśāya ca duskrtām dharma samsthāpanarthāya sambavāmi yuge yuge” (Bhagavad-gītā, 4.7-8)

Arti
Manakala kebenaran merosot dan kejahatan merajalela,
pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia,
wahai keturunan Bharata (Arjuna).
Untuk menyelamatkan orang-orang saleh
dan membinasakan orang jahat
dan menegakkan kembali kebenaran,
Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman.

Avatar Pengendali
Kekuatan utama dari level SHAKTI ini adalah Kemampuan untuk Mengendalikan Kekuatan Energi segala unsur atau anasir Alam Semesta yang berada di dalam diri (Alam Mikro Kosmos) dan di luar dirinya (Alam Makrokosmos). Dalam serial animasi televisi berjudul Avatar: The Legend of Aang, Pengendalian unsur alam merupakan suatu bentuk Ilmu Mengolah Energi Chi, dimana orang tertentu mampu mengendalikan dan memanipulasi energi suatu unsur alam. Dalam cerita, empat unsur elemen Alam Semesta  yang mampu dikendalikan adalah energi unsur air, tanah, api, dan udara.

Pengendalian diri atau penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan diri sendiri dan orang-orang sekitar. Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota”. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini. Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, ambisi, dan banyak lagi lainnya.

Apa pesan terpenting dari perlunya melatih kemampuan Pengendalian ini, yaitu menjaga stabilitas getaran hati dan fikiran agar tetap bergetar pada frekwensi yang di kehendaki. Sehingga dengan demikian kondisi energi batinnya senantiasa dalam kondisi bulat dan utuh di setiap saat dan kondisi. Dengan demikian, siswa NAQS DNA yang telah menggapai tingkatan ini bisa dikatakan telah menjadi seorang Avatar Shakti The Master Energy of NAQS DNA.

Kuncinya adalah : SSIRRULLAH 

SABAR
SYUKUR
IKHLAS 
RIDLO

Ruju’ ilallah (God Oriented)

>Wali Allah Juga Manusia..??

>

Suatu hari aku berziarah kepada Guruku. Saat itu Beliau sedang terbaring di opname dirumah sakit. Bersyukur sekali dalam kedaan darurat aku di izinkan untuk langsung bertemu Beliau. Aku masih ingat saat itu aku menangis lama melihat Guruku yang selama ini gagah dan sehat terbaring lemah di kamar rumah sakit. Aku masuk kekamar dengan pelan agar tidak mengganggu istrahat Beliau. Beliau melirik ke arahku dan berkata:

“Kapan kau datang?”
“Baru 1 jam yang lalu Guru”

Kemudian Beliau menatap langit-langit kamar seakan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak sempat keluar dari mulut Beliau. Dalam hatiku berkata, bagaimana mungkin seorang wali Allah bisa sakit, padahal segala jenis penyakit sembuh berkat doa dan syafaat Beliau. Saat aku sedang mengucapkan itu dalam hati, kemudia Beliau menoleh kepadaku dan berkata:

“Sufi Muda, rohani Gurumu itu tidak pernah sakit karena dia berasal dari Yang Maha Sehat dan akan terus mengalirkan syafaat serta terus menerus menyalurkan rahmat dan karunia Allah lewat dadanya, akan tetapi fisik Gurumu akan tunduk kepada Firman Afaqi sesuai dengan hukum-hukum alam yang telah ditetapkan Tuhan. Salah satu sifat dari Nabi adalah HARUS dia seperti manusia biasa. Kalau Nabi terkena api harus dirasakan panas seperti layaknya manusia begitu juga kalau nabi berjalan di tengah malam akan merasakan dingin. Begitu juga berlaku kepada wali-Nya, akan tunduk kepada hukum alam ini. Sifat HARUS seperti manusia itu juga salah satu cara Tuhan menyembunyikan Kekasih-Nya dari pandangan dunia ini. Junjungan kita Nabi Muhammad SAW berani dilempari kotoran unta dikarenakan orang kafir terhijab oleh hijab Insani”.

Aku hanya diam di sudut ranjang, menatap mata Guru yang amat aku sayangi dan setiap pertemuan aku dengan Guruku selalu aku rasakan hal baru yang sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata. Benar sekali apa yang dikemukan oleh para sufi bahwa bertemu dengan Guru Mursyid itu adalah satu karunia Allah yang sangat besar. Saat menatap mata Beliau seakan-akan ruhani ini terbawa melayang langsung ke Alam Rabbani. Salah satu hadab bertemu dengan Guru adalah tidak diperkenankan kita banyak berbicara dan baiknya hanya mendengar dan ketika ditanya oleh Guru haruslah menjawabnya dengan bahasa yang sopan dan dalam hati terlebih dahulu harus memperbanyak Istikhfar, memohon ampun kepada-Nya agar dalam mengucapkan kata-kata kepada Guru nanti tidak disusupi oleh nafsu dan setan.

Dalam hatiku kembali timbul pertanyaan, bukankah Guru bisa berdoa kepada Allah agar disembuhkan dari penyakit ini? Sebagai Wali Allah tentu saja Beliau bisa mendengar suara hatiku, tiba-tiba guruku berkata, “Tidak seperti itu Sufimuda….”
“Pernahkah kau mendengar kisah tentang Nabi Ayyub?”
“Pernah Guru”
“Apa yang kau ketahui tentang Nabi Ayyub?”
“Nabi Ayyub adalah nabi yang paling banyak mengalami sakit, Guru” jawabku.

Kemudian Beliau dengan senyum berkata, “Nabi Ayyub, sakit-sakitan dia, kemudian dia berdoa kepada Allah, ‘Ya Allah sembuhkanlah penyakitku ini’, kemudian Allah berfirman, ‘Apa kau ucapkan Ayyub?’ nabi Ayyyub kembali mengulang do’anya: ‘tolong sembuhkanlah penyakitku ini’ dengan marah Tuhan berkata kepada Nabi Ayyub: ‘Hai Ayyub, sekali lagi kau berdo’a seperti itu aku tampar engkau nanti’ Kemudian dengan polosnya nabi Ayyub bertanya kepada Allah: ‘Ya Allah, berarti engkau senang kalau aku sakit?’ dengan tegas Allah menjawab: ‘Ya, Aku senang kau sakit’. Setelah Nabi Ayyub tahu Tuhan senang kalau dia sakit maka diapun dengan senang menjalani sakitnya itu. Setiap dia mau ambil wudhuk dia pindahkan ulat yang ada di badannya dan setelah selesai beribadah kembali diambil ulat tadi diletakkan di badannya sambil berkata kepadda ulat, ‘hai ulat, kembali kau kesini, Tuhan senang aku sakit’. Begitulah yang dialami nabi Ayyub, maka Gurumu ada persamaan seperti itu”.

Sambil minum segelas air putih kembali Beliau berkata kepadaku, “Aku sudah berjanji kepada Tuhan agar terus memuja-Nya dan berdakwah, makanya setiap aku cerita tentang Tuhan maka badanku terasa enak”.

“Sufi Muda….”

“Saya Guru…”

“Suatu saat nanti kau pasti tahu kenapa aku sakit, silahkan baca dan renungi 2 ayat terakhir dari surat at-Taubah, disana kau menemukan jawabannya. Bacalah Laqadjaakum dengan pelan dan mesra jangan seperti burung beo yang tidak pernah tahu makna dari ucapannya”.

Kemudian Beliau membacakan surat at-Taubah sambil menangis, “Laqadjaakum Rasulun min anfusikum, azizun alaihi ma anittum, harisun alaikum bil mukminina raufur rahim….”

Aku merasakan dadaku bergemuruh dan berguncang hebat mendengar ayat yang Beliau bacakan. Serasa rontok dada ini, dan seluruh tubuh berguncang hebat, aku menangis dengan sejadi-jadinya. Apalagi Beliau membacakan arti ayat tersebut, “…. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin….”

Sungguh lama aku tenggelam dalam tangisan sambil menatap wajah Guruku yang mulia. Firman Allah yang dibacakan oleh kekasih Allah sangat berbeda dengan ayat Allah yang dibacakan oleh pada umumnya orang. Benar seperti yang dikemukan oleh Para Syekh Besar bahwa apabila Wali-Nya membacakan ayat-Nya pastilah Dia hadir menyertai bacaan Kekasih-Nya.

Aku memangis menyesali diri yang selama ini hanya menjadi beban Guru, hanya bisa meminta tapi belum bisa memberi, hanya bisa membebani belum bisa berbhakti, hanya mementingkan diri sendiri tanpa mau peduli, hanya mengharapkan kasih sayang tanpa mau menyayangi.

“Sufi Muda….”

“Saya Guru…”

“Jangan pernah engkau patah semangat kalau melihat Gurumu seperti ini, seluruh dokter di dunia ini tidak akan bisa menyembuhkan sakitku ini. Tuhan ingin menunjukkan kebesaran-Nya. Dan Tuhan sekarang sedang bekerja ke arah sana. Yang kau lihat keramat dan gagah dalam nyata dan mimpimu itu bukanlah aku, tapi itu adalah pancarahan dari Nur Ilahi. Aku hanyalah seorang hamba yang tiada berdaya. Muridku….yang Hebat itu Tuhan saja”

Kemudian Beliau membacakan surat Al-Mujaadilah ayat 21: “Kataballahu La Aghlibanna anaa wa rusulii, innallahaa qawiyum ‘azii zun (Allah telah menetapkan, bahwa tiada kamus kalah bagi Ku dan rasul-rasul-Ku. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Gagah”.

Ketika aku berpamitan sambil mencium tangannya
Barulah aku tahu bahwa sakit seorang Wali itu bukan sakit biasa akan tetapi sakit karunia. Sakit menanggung beban dari orang-orang yang selalu bersamanya bahkan beban dunia ini. Seminggu kemudian Beliau sembuh, sehat wal afiat bahkan lebih sehat seperti sebelumnya. Terimakasih Tuhan atas berkenannya Engkau mengabulkan do’aku sehingga Guruku sehat kembali.

Ya Tuhan,
Berilah panjang umur dan kesehatan kepada Guruku agar beliau lebih lama lagi membimbing dan menuntun aku yang bodoh dan dungu ini ke jalan-Mu yang Maha lurus.

Ya Tuhan,
Andai masih ada karunia berupa kesenangan dunia yang kelak akan Engkau berikan sepanjang hidupku, berikanlah kesenangan itu kepada Guruku agar Beliau selalu bahagia dan sejahtera.

Ya Tuhan,
Jadikanlah aku orang yang selalu bisa merasakan apa yang dirasakan Guruku, senyumnya menjadi senyumku, deritanya menjadi deritaku, kepedihannya menjadi kepedihanku agar aku bisa mengerti makna dan tujuan hidup di dunia ini.

Ya Tuhan,
Jangan engkau memasukkan aku kedalam orang-orang yang merasa dekat kepada kekasih-Mu yang tanpa sadar justru lebih banyak menyakiti hatinya. Janganlah aku menyayangi kekasih-Mu seperti sayangnya anak kecil kepada seekor kuncing yang terus menerus didekap dalam pelukannya sehingga kucing itu sulit bernafas dan akhirnya mati. Jadikanlah rasa sayangku kepada Guruku sebagaimana Ia ingin disayang.

Ya Tuhan,
Ajari aku yang bodoh, lemah dan tiada berdaya ini untuk bisa mencintai kekasih-Mu sebagaimana ia ingin dicintai.
Ya Tuhan,
Izinkanlah aku bisa terus bersama kekasih-Mu dan bisa melayaninya dengan baik.
Ya Tuhan
Perkenankanlah doaku ini….

Koeta Radja, 9 Maret ’09
by. Sufi Muda

Dahsyatnya Khasiat Meniran (Phylanthus urinaria, Linn.)

Meniran (Phylanthus urinaria, Linn.)

Sinonim :

Phylanthus alatus, Bl. P. cantonensis, Hornem. P. echinatus, Wall. P. lepidocarpus, Sieb.et Zucc P. leprocarpus, Wight.

Familia : Euphorbiaceae

Uraian : Morfologi Meniran

  • Batang : Berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm. 
  • Daun : Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong. 
  • Bunga : Terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah. 
  • Syarat Tumbuh : Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Nama Lokal :
Child pick a back (Inggris), Kilanelli (India), Meniran (Jawa); Zhen chu cao, Ye xia zhu (Cina), Gasau madungi (Ternate);

Komposisi :
Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan Meniran : – Zat Filantin – Kalium – Mineral – Damar – Zat Penyamak

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit kuning (lever), Malaria, Demam, Ayan, Batuk, Haid lebih; Disentri, Luka bakar, Luka koreng, Jerawat.

IMMUN MODULATOR : MENINGKATKAN SISTEM IMUN
Meniran, mungkin masyarakat pada umumnya telah mengetahui bagaimana wujud dari tanaman ini. Meniran (Phyllantus niruri) memang tumbuhan semak yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tumbuhan ini banyak tumbuh di hutan, kebun, ladang dan halaman rumah. Tumbuhan ini biasa dianggap rumput liar, padahal tumbuhan meniran dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal tradisional.

Hampir semua bagian tanaman meniran berkhasiat obat. Banyak literatur yang menunjukkan bahwa secara turun temurun meniran dipercaya dapat menyembuhkan penyakit-penyakit yang terkait dengan saluran empedu dan berkhasiat menurunkan jumlah virus hepatitis B yang ditemukan dalam darah.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa meniran memiliki aktivitas imunomodulator. Imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya, menguatkan sistem imun tubuh (imunostimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imunosuppressan). Dengan demikian, kekebalan atau daya tahan tubuh kita selalu optimal sehingga tetap sehat ketika diserang virus,bakteri, dan mikroba lainnya.

Kandungan kimia yang bermanfaat dari meniran adalah flavonoid. Pada tanaman lainnya kandungan flavonoid sebenarnya juga ada, bedanya pada meniran aktivitas peningkatan sistem imunnya ternyata lebih baik.

Sebagai imunomodulator, meniran tidak semata-mata berefek meningkatkan sistem imun, namun juga menekan sistem imun apabila aktivitasnya berlebihan. Jika aktivitas sistem imun berkurang, maka kandungan flavonoid dalam meniran akan mengirimkan sinyal intraseluler pada reseptor sel untuk meningkatkan aktivitasnya. Sebaliknya jika sistem imun kerjanya berlebihan, maka meniran berkhasiat dalam mengurangi kerja sistem imun tersebut. Jadi, meniran berfungsi sebagai penyeimbang sistem imun. (thenewpiogama.wordpress.com)

Ekstrak Meniran Atasi DBD
Tumbuhan ini memiliki kandungan yang bisa meningkatkan trombosit darah, sehingga cocok menjadi obat alternatif bagi penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).

Adalah lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang melakukan penelitian terkait kandungan Meniran itu.

Lima peneliti muda ITS itu adalah M. Burhan Rosyidi, Idya Rachmawati, Tyas Wulan Sari, Angga Premana dan M Herman Eko.

Mereka memiliki ide membuat ekstrak Meniran menjadi sirup yang bisa dikonsumsi untuk penderita DBD.

Ide penelitian itu pun diajukan ke Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas RI lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) setahun silam dan akhirnya didanai.

Untuk mengawali penelitian, Idya dan keempat rekannya mengumpulkan Meniran. “Kami cukup mengumpulkan Meniran yang ada di sekitar kampus saja,” ucapnya.

Menurut mahasiswa Biologi ITS itu, ide pemanfaatan Meniran itu tak terlepas dari mudahnya tanaman itu ditemukan, termasuk di kampus.

“Meniran itu tumbuh liar dan hampir ada di setiap pinggir jalan, bahkan di ladang yang kering juga bisa ditemui,” paparnya.

Ekstraksi-destilasi
Dari studi literatur, mereka mengetahui bila tanaman yang mengandung “flavonoid” itu berkhasiat meningkatkan trombosit darah.

“Flavonoid itu mampu meningkatkan zat antibodi yang berguna dalam pembentukan trombosit darah, zat itu pula yang terkandung dalam jambu biji,” kata peneliti muda lainnya, Burhan.

Dalam penelitian itu, mereka mencoba mengekstraksi Meniran untuk memperoleh flavonoid, lalu membuat formulasi dan mengujinya pada sampel uji yang sudah diinfeksi virus DBD.

Untuk melakukan ekstraksi, Laboratorium Kimia Organik menjadi sasaran kelima mahasiswa itu, guna mendapatkan kandungan flavonoid murni.

Proses itu ternyata tidak mudah. “Kami kadang harus mendestilasi Meniran hingga larut, kemudian ada beberapa proses lagi seperti kromatografi kolom untuk pembuktian akhir adanya flavonoid,” kilahnya.

Mahasiswa asal Gresik itu menuturkan pekerjaan selanjutnya adalah melihat hasil peningkatan trombosit pada hewan uji (tikus besar) yang telah disuntik flavonoid.

“Untuk melihat apakah trombosit tersebut meningkat, maka sumsum tulang belakang dari tikus besar itu dibedah. Dari kepingan sumsum tulang belakang itu bisa diketahui berapa jumlah trombosit dengan penambahan Nacl terlebih dahulu,” katanya.

Setelah itu, tim peneliti muda itu melakukan perbandingan dan diketahui bila jumlah trombosit hewan yang diuji dengan ekstrak Meniran mengalami kenaikan lebih besar dibandingkan dengan yang tidak.

“Penelitian tidak berhenti, karena kami masih memerlukan ekstrak murni flavonoid Meniran untuk dibuat menjadi sirup, sehingga perlu ditambahkan beberapa zat lagi,” katanya.

Kelima peneliti muda dari ITS itu berharap Meniran nantinya bisa dimanfaatkan sebagai obat bagi manusia melalui formulasi dosis lebih lanjut yang layak untuk konsumsi manusia, tapi konsumsi secara langsung untuk lalapan juga tak apa. (source : kesehatan.kompas.com)

Mengobati Penyakit TB
Tanaman tradisional meniran (Phyllanthus nururi) ternyata bisa dipakai mengobati penyakit tuberkulosis (Tb), bahkan bisa dikembangkan menjadi pengobatan terkini dalam pemberantasan Tb.

Khasiat meniran tersebut sudah diuji lewat sebuah studi yang dilakukan dr Zulkifli Amin. Penelitian itu pula yang membawanya meraih gelar doktor dalam ilmu penyakit dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dalam disertasinya berjudul Peran Penambahan Imunomodulator Ekstrak Phyllanthus pada OAT (obat anti-tuberkulosis) Standar Terhadap Konversi BTA (basil tahan asam) Tuberkulosis Paru Pasca Primer, Zulkifli mengatakan, penambahan ekstrak meniran pada obat anti-Tb untuk pasien tuberkulosis paru pascaprimer dapat mendorong terjadinya perubahan pada BTA tiga kali lebih besar.

”Campuran obat anti-Tb dan ekstrak meniran itu aman dikonsumsi,” kata Zulkifli di hadapan tim penguji yang dipimpin Prof dr Agus Firmansyah, Guru Besar Tetap Ilmu Kesehatan Anak dengan tujuh anggota lainnya.

Didampingi promotornya, Prof dr A Dinajani Mahdi dan ko-promotor Prof dr RHH Nelwan serta dr Armen Muchtar SpFK, Zulkifli mengatakan, ekstrak meniran –atau di Sumatra disebut tanaman si dukung anak– selama ini dikenal sebagai obat infeksi virus hepatitis B dan woodchuck hepatitis virus.

”Ekstrak meniran ini bersifat imunostimulan. Berdasarkan penelitian pemberian ekstrak ini secara oral dapat mempengaruhi fungsi dan aktivitas komponen sistem imun, di antaranya dalam produksi IFN-y (Interferon-gamma) dan TNF alpha (Tumor necrosis factor-alfa),” jelas konsultan paru di RSUPN Cipto Mangunkusumo ini.

Peran sitokin (zat kimia yang dapat membunuh sel) IFN-y dan TNF-alpha, lanjutnya, telah dibuktikan para peneliti berefek langsung terhadap penyembuhan pasien Tb paru. Para dokter pun tahu bahwa IFN-y dan TNF-alpha bermanifestasi terhadap konversi BTA di dalam sputum (dahak).

Zulkifli menjelaskan, obat-obat anti-Tb saja tidak dapat mengeradikasi kuman mikrobakterium tanpa bantuan sistem imun yang efektif. Infeksi Tb pun memperlihatkan perjalanan penyakit, gejala klinik dan dampak yang berbeda-beda pada masing-masing penderita.

”Keadaan ini dikarenakan adanya perbedaan respons imun pejamu (host) dan perbedaan virulensi kuman. Mekanisme virulensi kuman bisa tetap bertahan di dalam tubuh meskipun diobati karena basil bakteri Tb mampu mempertahankan diri terhadap mekanisme respons imun.”

lebih lanjut, Ketua Divisi Pulmonologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo ini memaparkan, dari tahun ke tahun para dokter telah mencoba memberikan obat terkini sebagai imunomodulator untuk membunuh basil Tb agar hasilnya maksimal. Banyak pula dikembangkan imunomodulator dari bahan alami atau tumbuh-tumbuhan.

”Tujuan pemberian imunomodulator untuk meningkatkan fungsi dan aktivitas komponen sistem imun penderita terutama ke arah penyembuhan. Jadi sebaiknya untuk hasil maksimal pengobatan Tb diberikan dalam dua aspek.”

Pertama, lanjutnya, aspek kemoterapi dengan obat-obat standar yang biasa digunakan. Sedangkan aspek imunoterapi menggunakan obat-obatan imunostimulan untuk mencapai efektivitas pengobatan yang optimal. Penelitian dilakukan sejak 2001-2004 terhadap pasien-pasien Tb berusia 15-55 tahun dan belum pernah berobat sama sekali.

Dari hasil penelitian Zulkifli, para pasien Tb paru diberi kapsul meniran dan obat anti-Tb secara bersamaan. Dalam waktu dua bulan pemberian obat kombinasi ini mampu memperbaiki respons imun seluler, juga adanya perbaikan konversi BTA dan indikator lainnya pada penderita Tb paru.

Sedangkan efek samping dari EPN dibandingkan OAT tidak berbeda secara signifikan. ”Dengan kata lain pemberian EPN dikombinasikan dengan OAT standar cukup aman. Dan pengobatan ini dalam jangka panjang bisa mencegah kekambuhan.”
Sumber : Media Indonesia (sehatherbal.blogspot.com)

Penggunaan Untuk Obat :

1. Sakit Kuning
a. Bahan Utama: 16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun)

  • Bahan Tambahan: 2 gelas Air Susu
  • Cara membuat: Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
  • Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.

b. Bahan Utama: 7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan bunga)

  • Bahan Tambahan: 7 buah Bunga cengkeh kering, 5 cm rimpang umbi temulawak, 1 potong kayu manis
  • Cara Membuat: Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
  • Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

2. Malaria

  • Bahan utama: 7 Batang tanaman Meniran lengkap
  • Bahan tambahan: 5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis
  • Cara membuat: Seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih.
  • Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

3. Ayan

  • Bahan Utama: 17 – 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun dan Bunga)
  • Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.
  • Cara menggunakan: disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4 gelas selama 3 hari berturut-turut

4. Demam

  • Bahan utama: 3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)
  • Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas .
  • Cara menggunakan: disaring, kemudian diminum sekaligus.

5. Batuk

  • Bahan Utama: 3 – 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, dan bunga)
  • Bahan tambahan: Madu secukupnya.
  • Cara membuat: Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur dengan 1 sendok makan madu sampai merata.
  • Cara menggunakan: diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari

6. Haid berlebihan

  • Bahan Utama: 3 – 7 potong akar Meniran kering
  • Bahan tambahan : 1 gelas air tajan
  • Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata.
  • Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

7. Disentri

  • Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga )
  • Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
  • Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

8. Luka Bakar Kena Api atau Air Panas

  • Bahan Utama: 3 – 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)
  • Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga cengkeh kering, 1 potong kayu Manis.
  • Cara membuat: Bahan utama ditumbuk halus, dan temulawak diiris-iris . Kemudian dicampur dengan bahan -bahan yang lain dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

9. Luka koreng

  • Bahan Utama: 9 – 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)
  • Cara membuat: Bahan Utama dicuci Bersih dan ditumbuk halus. Kemudian direbus dengan 1 cerek air.
  • Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk mandi.

10. Jerawat

  • Bahan Utama: 7 Batang tanaman meniran
  • Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi kunyit (4 cm)
  • Cara membuat: Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
  • Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur setiap hari.

(smallcrab.com)

Fokus Pada Dahsyatnya Energi Syukur

FOKUS
Julurkan kedua tangan di depan kita, sejajar dengan muka. Lalu perhatikan tangan kanan baik-baik? Apa yang terjadi dengan penglihatan kita terhadap tangan kiri? menjadi tidak jelas bukan…?

Tetap julurkan dengan posisi yang sama, pindah pandangan, fokuskan ke kiri baik-baik. Apa yang terjadi dengan penglihatan kita terhadap tangan kanan? menjadi kabur? Iya kan….?  betul sekali.

Wajar saja jika seseorang memiliki beberapa harapan dalam hidupnya. Tapi dengan begitu, kita akan merasa terlalu banyak yang harus dilakukan, tetapi sangat sedikit waktu yang ada. Maka, fokuslah!

Concentrate all your thoughts upon the work at hand. The sun’s rays do not burn until brought to a focus.”- Alexander Graham Bell

Confucius, seorang filsuf dunia yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan moralitas pernah berkata, “Person who chases two rabbits catches neither. Seseorang yang mengejar dua ekor kelinci, tidak akan menangkap satu pun.” Coba bayangkan, mengejar satu ekor kelinci saja sudah cukup sulit, apalagi kita mengangankan mendapatkan dua ekor? Sudah jelas, bila kita sedang berada di situasi serupa walaupun bukan kelinci yang kita incar, kita harus berkonsentrasi pada satu tujuan. Setelah berhasil mendapatkannya, barulah kita berusaha untuk meraih yang kedua.

Hal ini berlaku juga pada saat kita sedang ingin meraih mimpi-mimpi kita. Jika kita memiliki mimpi yang besar dan harapan akan pencapaian hidup yang lebih baik, biasanya banyak sekali hal yang ingin kita capai. Tapi apakah kita akan pernah mewujudkan semua harapan itu dengan waktu yang terbatas? Jadi bagaimana cara terbaik untuk melakukannya?

Rileks
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencoba untuk rileks. Jangan panik dan jangan merasa terlalu bersemangat, ingin melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Bangkitkan rasa percaya diri dengan kemampuan-kemampuan yang kita miliki untuk meraih tujuan. Sangatlah penting untuk melihat segala sesuatu melalui sebuah perspektif dan ingat bahwa segala yang baik yang kita miliki dalam hidup ini datang melalui suatu proses dan butuh waktu untuk mendapatkannya.

Saat keadaan tidak berjalan dengan semestinya, bukan berarti itu karena kita tidak melakukan apa-apa untuk berusaha. Tidak jarang, sesuatu yang tidak diharapkan dan yang tidak kita rencanakan malah membawa kebaikan bagi usaha kita meraih tujuan. Jika kita berusaha secara konstan dan fokus, maka keadaan akan mendukung usaha kita.

Run Your Race
Cara yang kedua, berlarilah di jalur maka kita akan menang! Kita tidak akan menang dengan cara apa pun selain dengan berlari. Artinya, seperti sebuah lomba lari,kita tidak akan bisa meraih impian selain dengan berusaha di jalan yang tepat untuk mewujudkannya.

Pertandingan tidak akan kita menangkan hanya dengan melakukan lompatan jauh dari garis mulai ke garis akhir! Yang harus kita lakukan memang berlari, langkah demi langkah. Setiap langkah akan membawa kita mendekati garis finish. Jadi, mimpi kita memang harus diwujudkan dengan cara serupa. Lakukan usaha dengan tidak terburu-buru, langkah demi langkah, maka kemenangan akan menyambut kita.

Itulah yang juga disarankan oleh Carl Lewis, pemenang Olimpiade 1984 cabang lompat jauh. Ia berkata, “Get out of the blocks, run your race, stay relaxed. If you run your race, you’ll win. Channel your energy. Focus!” Maka, fokuslah untuk menang!

Concentrate on Running Your Race
Memang, kunci utama untuk bisa fokus adalah konsentrasi. Memiliki banyak mimpi yang ingin diraih bukan hal yang buruk. Justru sebaliknya, dengan mimpi-mimpi itu kita akan bisa menjalankan hidup dengan penuh perjuangan. Hanya, putuskanlah apa yang menjadi impian terbesar dalam hidup, dan berkonsentrasi serta fokus untuk mewujudkannya.

Tetaplah pada jalur yang bisa membawa kita menuju kemenangan. Seperti layaknya hidup seorang manusia, banyak godaan dan halangan yang merintangi kita untuk sampai di garis akhir. Itulah gunanya untuk tetap fokus. Jangan jadikan sebuah rintangan, apalagi godaan, menghentikan usaha kita. Tapi berusahalah lebih keras lagi, dan konsentrasi akan membuat hal-hal buruk tidak ada artinya dibanding kemenangan yang akan kita raih.

Concentrate on You
Jika memang kita menginginkan kemenangan, maka kita harus fokus pada seseorang yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan kita. Yaitu, diri kita sendiri! Janganlah terlebih dahulu mencari bantuan kepada orang lain untuk membuat kita sukses. Tapi, yang paling penting, jangan menyalahkan orang lain dari ketidakberuntungan atau kegagalan yang kita dapatkan. Sifat suka menyalahkan orang lain akan membawa kita kepada keadaan tidak berdaya dan tidak mandiri.

Mungkin kita bisa merasa sedikit lebih lega dengan menyalahkan orang lain, tapi sudah jelas tidak mungkin dapat membawa kita ke kesuksesan, bila kita terus merasa tidak bahagia dan selalu menyalahkan situasi. “Kita tetap harus fokus pada diri sendiri dan apa yang dapat dilakukan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik,” begitu saran Wayne Dwyer, seorang motivator ternama.

Do One Thing at Time
Terakhir, cobalah untuk fokus dalam melakukan sesuatu hal, satu tujuan terbesar yang ingin diraih. Tidak peduli sebanyak apa pun hal yang harus kita lakukan, sebenarnya kita hanya bisa melakukan satu hal untuk hasil yang sangat maksimal. Multi tasking bukan berati melakukan banyak pada saat yang sama. Arti sebenarnya dari kata itu adalah memiliki keahlian yang membuat kita bisa melakukan manajemen waktu dan menyelesaikannya dengan baik.

Apa pun yang sedang kita lakukan saat ini, berkonsentrasilah. Berilah setiap energi yang dimiliki untuk melakukannya. Ini adalah satu-satunya cara kita untuk lebih efektif dan meraih hasil yang baik.

Teman-teman yang luar biasa, tetaplah berusaha. Fokus pada hal yang kita inginkan, dan kita akan mendapatkannya.

You can’t depend on your judgment when your imagination is out of  focus.”- Mark Twain

Keluhan dan Rasa Syukur
Dua hal ini tidak akan berkumpul pada ruang yang sama di dalam hati dan fikiran kita di saat bersamaan. Salah satu pasti ada yang kalah dan terpinggirkan. Dan rasa yang lainnya akan dominan di dalam hati dan fikiran kita.

Mengeluh…, adalah sesuatu yang sudah tua, mungkin seumur dunia, umum dijumpai dan mungkin memang diciptakan seperti itu. Tapi mengeluh mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi adalah sesuatu yang “crazy”

Banyak hati pernah kecewa, sedih, kehilangan, hancur, kekurangan, dicerca, dizalimi, dihianati, kecelakaan, terasing, gelisah, kehilangan, penghianatan, hak yang terampas, penghinaan, rezeki yang sempit, putus asa… ya itulah segudang kalimat mengandung arti “menyakitkan” .

“Tulis keluhanmu dipasir agar mudah dihilangkan ombak”
“Utarakan keluhanmu kepada Sang Pencipta”
demikian kalimat yang sering didengar sebagai inspirasi untuk mengusir kesedihan agar tidak berakhir dengan keluhan.

Tentu ada lingkungan yang membuat kita tidak bahagia sehingga kita mengeluh. Namun menyalahkan lingkungan sepenuhnya karena ketidakbahagian kita dan membuat kita selalu mengeluh itu sesuatu yang tidak adil. Kebahagiaan bisa digali dari dalam diri sendiri begitu kata orang bijak. Seperti komputer yang bisa di “klik” .

Setiap kisah ada akhir, Setiap keadaan akan berubah, yang enak maupun yang tidak enak. It’s a matter of time. Jadi apa perlunya mengeluh dan menyebarkan keluhan pribadi yang membabi buta sampai menuliskannya di forum umum semacam dalam status di fesbuk, dll. Mengapa tidak kita ”klik” perasaan kita dengan hati penuh rasa syukur dengaan semua karunia yang diberikan llahi.

Pikiran Manusia memiliki Kekuatan Magnet yang mampu menarik berbagai energi di alam semesta dan mewujud menjadi sebuah realitas/kenyataan dan materi/benda nyata di alam nyata di dalam kehidupan manusia itu, baik berupa kesehatan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan, tapi juga bisa berupa penyakit, penderitaan, musibah, kegagalan, dll.

Pikiran Sadar yang bersifat Positif, akan menarik semua energi Positif dari Alam Semesta dan akan mewujud menjadi kesehatan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan hidup manusia tersebut.

Pikiran Sadar Negatif, akan menarik semua energi Negatif yang ada dialam semesta dan akan mewujud menjadi berbagai penyakit, penderitaan, musibah, kegagalan.

Dengan lebih Fokus pada Rasa Syukur, maka kita akan merasakan betapa banyaknya nikmat Allah yang telah di berikan kepada kita tanpa kita sadari. Dan ketika kita telah sadar akan nikmat Allah tersebut, maka kita akan merasakan sebuah gelombang dahsyat dari nikmat Allah yang terus menerus melimpah di dalam kehidupan kita yang ternyata tiada habisnya dan tiada batasnya. Betul-betul LUAR BIASA DAHSYATNYA ENERGI SYUKUR .”

Perbanyak kalimat syukur, hindari mengeluh. Ketika mengeluh sebenarnya kita melepaskan energi dan getaran negatif ke alam semesta yang akan menarik hal-hal yang negatif ke dalam hidup kita. Demikian juga sebaliknya.

Mari kita hayati pernyataan Allah swt dan kalimat-kalimat suci dari para kekasih-Nya:

Allah swt berfirman:
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” QS. Ihrahim: 7)

Rasulullah saw bersabda:
Pergunakan nikmat Allah dengan cara yang baik. Jangan kalian cintai dan jangan jadikan ia berpaling dari kalian. Sesungguhnya ketika nikmat itu berpaling dari suatu bangsa ia mendatangi bangsa yang lain.” (Kanzul Fawâid 2: 162)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Sikapi nikmat Allah dengan cara yang baik sebelum ia pergi darimu. Sesungguhnya nikmat yang pergi itu engkau akan menyaksikannya pada orang yang menyikapinya dengan baik.” (Asy-Syarâi’ 2: 464)

Bahan Bakar Yang Tiada Habis.
Syukur adalah cara kita mengumpulkan serpihan kekuatan yang terserak, untuk kita jadikan modal dasar perjuangan ke depan. Dengan syukur kita juga membangkitkan kemampuan berpikir positif dan optimisme di atas kekuatan riil yang kita miliki. Dengan syukur kita berkomunikasi kepada Allah tentang pencapaian yang sudah ada, dan berkonsultasi tentang rencana selanjutnya. Syukur membuat kita melakukan evaluasi kritis dan konstruktif bersama Allah. Dan melahirkan azam; tekad yang bulat untuk berkerja lebih baik lagi di masa yang akan datang. Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 159:

“…..kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Rasa syukur akan melahirkan ketulusan dalam bersikap dan bertutur kata. Syukur membuat kita obyektif dan rendah hati. Rasululah bersabda;

“Agama itu adalah nasehat” para sahabat bertanya: untuk siapa? Rasulullah bersabda: Untuk Allah, Rasulnya, para Pemimpin dan kaum muslimin seluruhnya.” (HR. Muslim)

Hal ini bermakna ketulusan kita dalam menyikapi satu persoalan dan ketulusan kita dalam menerima segala yg telah diputuskan-Nya.

Syukur juga akan melipatgandakan kesabaran kita. Deraan cobaan dan tantangan yang ada memang mudah membuat kita lemah, tapi syukur memberi perpektif lain yang melapangkan dada kita untuk bersabar. Energi kesabaran kita menjadi tiada habisnya karena berbahan bakar syukur. Syukur adalah energi terbarukan, yang senantiasa dapat diperbaharui setiap kali kita sadar akan datangnya nikmat Allah. Bahan baku yang kekal karena berasal dari Dzat Yang Kekal.

Recharge Your Spirit dengan Syukur
Kalau di supermarket dijual dalam kemasan kaleng “Jus Pembangkit Jiwa”, yang mampu membuat anda memiliki beberapa kemampuan luar biasa, selalu memiliki sudut pandang positip, intuisi terbuka, kreatip, pandai membuat keputusan pintar, semangat dan energi yang tidak ada habisnya, seperti orang Jakarta bilang “kagak ada matinye”, tambahan lagi wajah selalu berseri-seri, maka saya yakin sekali bahwa anda pasti akan berbondong-bondong membelinya, bahkan memborong Jus kalengan seperti itu, buat persediaan selamanya. Ya nggak?

Sayangnya, Jus seperti itu tidak ada, tidak bakal ada, apalagi dijual.

Adanya ternyata, justru didalam diri anda sendiri. Ya, ada didalam diri anda sendiri. Nggak usah jauh-jauh kemana musti mencarinya, nggak usah membeli, gratis. Tinggal membangkitkannya.

Mari saya tunjukkan, bagaimana membangkitkannya. Ada 3 langkah mencapainya!!!

1. Selalu Bersyukur
2. Selalu Berpikir Positip
3. Bangkitkan Otak Kanan

Selalu Bersyukur
Sekarang juga, angkat dan buka lebar-lebar kedua tangan anda keatas, tarik kebelakang sambil diturunkan, sambil menghirup dan menghembuskan udara segar, dalam-dalam, mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT, 

“… ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Nikmat sekali ini semua …. Kau berikan aku bisa melihat ….. kau berikan aku bisa merasakan nikmatnya udara yang kuhirup ini ….. nikmat sekali ya Allah …… terimakasih ya Allah.”

Lakukan berulang secara dalam-dalam dan sungguh-sungguh, sampai anda merasakan kelegaan yang luar biasa dalam hati anda, rasakan kebesaran hati anda, berulang-ulang sedemikian bersyukurnya, menimbulkan kelegaan yang menyeruakkan rasa bergetar dibelakang kepala anda.

Atau, kalau masih belum kuat juga, cara yang sama, ….. ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Kau berikan aku nikmat yang amat luar biasa ini ya Allah …. luar biasa sekali anakku ini ya Allah …. Luar biasa sekali keluargaku ini ya Allah, …. sungguh bangga aku memilik mereka ya Allah ….. terimakasih ya Allah ….

Kalau didepan anda ada anak anda, sambil peluklah dia. Kalau ada istri/suami anda peluklah dia, bukankah sangat luar biasa memiliki mereka? Nikmatilah rasa syukur itu dalam-dalam.

Plong, lega, ringan, membesarkan jiwa, rasa bergetar dibelakang kepala kita. Itulah yang harus anda rasakan.

Lakukan terus menerus, tanpa diketahui orang lain tentunya, nggak usah angkat-angkat tangan lagi, nggak usah peluk-peluk lagi, ‘ntar dikira lagi aneh nih orang!!

Pokoknya lakukan terus sampai malam nanti.

Lalu, ingat-ingat, besok pagi, begitu bangun ucapkan doa dan teruskan mengucapkan syukur lagi seperti itu, …..ya Allah terimakasih, masih Kau beri aku kesempatan menikmati hidup ini Ya Allah…., besoknya lagi diulang terus, dan terus.

Terus, kapanpun anda ingat, dimanapun, lakukan syukur. Asal, jangan pas lagi di WC ya?

Rasa syukur yang tulus dan terus-menerus ini akan membesarkan hati dan jiwa anda, selalu plong, selalu lega, selalu tak ada beban dan selalu bersemangat sepanjang hari. Rasakan ada energi baru yang terus-menerus terpompakan kedalam diri anda.

Itulah yang saya rasakan saat ini, seakan energi itu tidak ada habisnya, tidak ada capek-nya, dari satu meeting ke meeting yang lain, dari satu topic ke topic yang lain, dari satu problem solving ke problem solving yang lain, energi itu selalu terbarukan, selalu kreatif.

Buat saya, karena suatu kejadian luar biasa yang pernah menimpa saya pada masa lalu, setiap tarikan nafas saya saat ini ternyata mampu membuat saya amat sangat bersyukur kehadirat Allah SWT. Alam bawah sadar saya selalu merespons rasa senang betapa nikmatnya udara yang dapat saya hirup ini.

Setiap orang pasti punya satu cara tersendiri untuk bersyukur kehadirat Tuhan YME. Carilah suatu kejadian luar biasa yang pernah anda alami di masa lampau, yang sedemikian rupa sehingga mampu membuat anda bersyukur dengan amat sangat. Temukan, lalu lakukan terus menerus.

Ada sebuah bonus besar kalau anda berhasil melakukan syukur yang tulus dan terus menerus, yaitu kesembuhan dari berbagai penyakit. Kalau anda saat ini sedang sakit, makin sungguh-sungguhlah anda bersyukur.

Beberapa penelitian meyimpulkan, rasa syukur yang tulus dan terus menerus akan menyembuhkan penyakit kita, penyakit apapun juga. Percayalah.

Mulai sekarang, bila kita mengucapkan Alhamdulillah ……. Resapilah sedalam-dalamnya …. rasakan sensasi itu terjadi terus menerus …. agar kita mendapatkan energi syukur yang selalu terbarukan, sekaligus bonusnya.

Buat rekan-rekan yang beragama bukan Islam, sudah barang tentu syukur anda itu dengan menyebutkan nama Tuhan, atau cara seperti yang diajarkan agama anda.

Selalu Berpikir Positip
Tariklah nafas dalam-dalam lagi. Rasakan energi syukurnya.

Segera setelah anda menemukan energi yang membesarkan jiwa yang timbul dari rasa syukur itu terjadi, langsung saja anda pindah ke dahi, disitulah anda menempatkan rasa selalu berpikir positip.

Mulai sekarang, sambil tetap menjaga energi syukur itu terus menerus tetap ada, kita tambahkan rasa selalu berpikir positip didahi kita, selalu memandang segala sesuatu dari sudut yang baik, apapun itu. Luar biasa.

Rasakan, hidup anda akan menjadi baik karena kita selalu memandangnya dari segi yang baik. Selalu berpikir baik tentang diri sendiri. Selalu bepikir baik tentang orang yang kita ajak bicara. Selalu berpikir baik tentang apapun disekitar kita.

Itu akan men-setting wajah kita selalu ramah terhadap orang lain, sehingga orangpun pasti akan bersikap sama terhadap kita, membuat apapun yang kita kerjakan menjadi sangat menyenangkan.

Ada banyak penelitian yang mengatakan bahwa pikiran positip ini bisa kita tularkan ke orang lain. Cobalah selalu buat seseorang yang kita ajak bicara itu ikut berpikiran positip, yaitu dengan cara memancarkan pikiran positip kita ke orang tersebut. Niscaya dia akan berpikiran positip pula.

Alam semesta akan memancarkan pikiran positip kita ke orang lain tersebut, seperti garpu tala menularkan nada yang sama ke garpu tala lain yang didekatkan kepadanya.

Pokoknya, apapun orang bilang tentang kita, kita akan melihatnya dari sudut yang baik. Apapun yang terjadi pada diri kita, kita akan selalu melihatnya dari sudut yang baik.

Gabungan energi syukur dan pikiran positip yang luar biasa ini mustinya sudah anda rasakan saat ini. Rasa segar bersemangat, lega, besar, indah dan selalu positip mustinya sudah terjadi dalam diri anda sekarang. Anda akan melihat mata lawan bicara anda, anda akan berbicara dengan nada semangat disuara anda.

Lakukan terus menerus membangkitkan energi syukur dan pikiran positip ini kapanpun dan dimanapun juga. Secara fisik, anda akan tampil persis seperti seorang entrepreneur yang sebenarnya. Dan anda akan terus membutuhkan energi ini untuk keberhasilan entrepreneurship anda.

Kalau belum juga merasakan seperti yang saya tuliskan diatas, ulangi saja membaca dan melakukannya lagi dari depan, barulah membuka otak kanan.

Buka Otak Kanan
Otak kanan yang terbuka dan aktif membuat anda memiliki kemampuan luar biasa dalam intuisi, kreatif, inovatif, leadership dan entrepreneurship itu sendiri.

Bertahun-tahun selama hidup kita, kita sibuk melatih otak kiri kita, yaitu otak analitis. Misalnya kemampuan matematis dan analitis. Bagus sekali, sih! Cuma saja pada waktu yang sama, kita malah menelantarkan pengembangan otak kanan.

Tidak usah disesali, sekarang kita musti mengaktipkan otak kanan kita, dan terus melatih menggunakannya.

Karena sudah terlanjur lama ditelantarkan, maka kemampuan otak kanan kita level nya njomplang dibawah level otak kiri. Namun, sekali saja otak kanan ini diaktipkan lalu dilatih dengan baik, maka kemampuan otak kanan kita akan ngebut mengejar kemampuan otak kiri, menuju keseimbangan.

Keseimbangan memampuan otak kanan dan otak kiri inilah, yang didukung dengan kuatnya energi syukur dan pikiran positip, yang akan bisa membawa kita menjadi seorang entrepreneur yang baik dan sukses. Kuasailah dengan sebaik-baiknya.

Mari kita aktifkan otak kanan kita.
Cara terbaik adalah dzikir hati untuk mengaktipkan otak kanan kita.

Carilah suatu titik di dada kita, sedikit diatas ulu hati, tiga jari disebelah kiri. Rasakan seolah mulut kita berada dititik itu, dan berdzikir tanpa suara dititik itu. Menyebutkan nama Tuhan.

Ya Rahman Ya Rahim, Ya Rahman Ya Rahim, dan seterusnya, berulang kali kapan saja dimana saja, asal jangan pas kita berada di WC.

Ini akan mengaktipkan otak kanan kita, dan ini harus kita latih terus-menerus agar mem balance kemampuan otak kiri dengan otak kanan kita.

Tidak seperti 2 cara yang lainnya yaitu bersyukur dan berpikiran positip, maka aktifnya otak kanan kita ini tidak akan bisa kita rasakan. Percaya sajalah, pokoknya anda sekarang sudah memiliki intuisi seorang entrepreneur.

Kesimpulan

Mengapa ajarannya enjadi sangat spiritual? Anda pasti bisa mengerti karena yang kita bangkitkan adalah Jiwa kita. Dan cara spriritual adalah cara terbaik.

Anggap saja saat ini anda sudah mampu melakukannya dengan baik yaitu membangkitkan energi syukur dan pikiran positip, sekaligus anda sudah memiliki keseimbangan otak kiri dan otak kanan anda.

Maka saat ini, anda mustinya sudah merasakan sensasi alinea pertama tulisan ini.

Kalau masih belum bisa, ulangi saja membaca dan melakukannya kembali dari awal. Kalau belum bisa juga, ulangi lagi. Begitu seterusnya. Meskipun sudah bisa, anda musti tetap harus melakukannya terus menerus.

Saya melakukannya terus menerus, bahkan hampir seperti terjadi begitu saja secara otomatis. Ini menjaga saya tetap tajam, positip, bersemangat, mampu menghasilkan berbagai keputusan kreatif.

Andapun pasti bisa !!!

Diramu dari berbagai sumber….