Menuju Pribadi Bermental Kaya

“Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around” – Leo Buscaglia

“Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata hati, telinga mendengar , pujian yang jujur, atau tindakan terkecil dari kepedulian, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan kita.”

Jika anda ditanya “Maukah anda menjadi kaya ?” pasti semua akan menjawab “Ya, saya mau kaya”. Demikian juga ketika ditanya “Maukah anda menjadi Miskin ?, kita akan menjawab “Tidak..!”. Lalu apa jawaban anda jika pertanyaan berikutnya adalah “Siapkah anda menjadi Kaya ?”.

Pertanyaan semacam ini sering kita jumpai ketika kita mengikuti seminar-seminar motivasi atau ketika berjumpa dengan orang-orang (presenter) Multi Level Marketing atau Agen Asuransi. Tujuan dari pertanyaan tersebut dan penjelasan-penjelasan berikutnya dari mereka adalah untuk memotivasi para pendengarnya agar bangkit dan menyadari bahwa tidak akan ada yang bisa dihasilkan hanya dengan bermalas-malasan.

Para Motivator sering menggunakan kalimat yang sangat “bombastis” dengan mengatakan bahwa untuk menjadi Kaya kita harus memiliki “Mental Kaya” bukan “Mental Miskin” dan untuk menjadi sukses anda harus memiliki mental sukses. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan kata: Untuk Sukses anda harus memiliki Mental Cahaya dan bukan Mental Gelap.

Bagaimana rasanya seandainya kita punya uang yang berlimpah hingga milyaran Rupiah…? Apakah makanan yang kita makan menjadi lebih dari porsi biasanya…? Apakah kita bisa memakai dua tempat tidur sekaligus untuk tempat kita tidur..? Mari kita kaji bersama, ternyata berapapun banyaknya Harta kita, ternyata yang kita butuhkan hanyalah sebatas apa yang dibutuhkan badan ini saja. Selebihnya hanyalah sekedar sebagai perhiasan untuk memuaskan nafsu ketamakan dan keserakahan kita semata. Jadi ini semuanya kembali pada persoalan mentalitas semata….

Lalu bila ternyata kebutuhan jasmani Para Milyuner itu sama saja dengan kebutuhan kita, lalu apa yang membuat kita merasa lebih miskin dari mereka selain hanya pada perbedaan sederet angka nol di belakang koma rupiah semata…??  Jadi mengapa harus menunggu harta berlimpah baru kita bisa merasa kaya dan baru bisa punya sesuatu yang bisa dibagikan atau disedekahkan…?  Bukankah senyuman yang tulus dari hati kita itu sudah merupakan sedekah terindah buat para sahabat kita..?

Bila kita mau sedikit membuka hati dan mau melatih Otot Syukur kita, maka akan kita jumpa betapa banyak Nikmat Tuhan yang bisa kita syukuri, walaupun kita masih dalam konsisi yang serba terbatas ini. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan demi kemanfaatan seluruh umat manusia. Semiskin apapun diri kita, kita masih punya sebuah senjata (TOOL) yang bisa kita sumbangkan untuk umat manusia. Itulah DOA sebagai senjata (tool) orang yang beriman. Yang bila di asah dengan berlatih di Metode NAQS DNA, maka kita akan semakin menyadari bahwa hakikatnya doa kita sebenarnya sudah terkabul semua. Dengan Kekuatan DOA inilah NAQS DNA memberikan kemanfaatan kepada umat manusia lewat terapi Cahaya Ilahi NAQS DNA. Manusia yang bermental Cahaya inilah yang mempunyai Daya Ajaib Mukmin, yang mampu memancarkan Cahaya Ilahi untuk memberikan pencerahan, penyampai kabar gembira, pelita cahaya bagi diri & lingkungannya.

Rasulullah saw. bersabda:
“Do’a itu senjata orang yang beriman 
dan tiangnya agama, 
serta cahaya langit dan bumi”. 
(Hadis Riwayat Hakim dan Abu Ya’la).

Abundance Mentality
Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat dikenali melalui sikap-sikap :

  • Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
  • Percaya diri dan percaya dengan orang lain.
  • Siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
  • Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
  • Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
  • Memaafkan orang yang bersalah.
  • Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor.
  • Menguasai Hukum Keberlimpahan

Singkatnya orang tersebut mempunyai sifat :

  1. Open minded , mau belajar terhadap hal-hal yang baru, mampu membedakan saran atau kritik yang sekiranya membangun. Orang yang open minded selalu berkembang dan terus menyempurnakan dirinya.
  2. Open hand artinya selalu siap sedia membantu orang lain yang kesusahan dan melayani Tuhan sebagai hamba-Nya, melayani sesama dengan tulus.
  3. Open Heart, terjemahan kasarnya yaitu berlapang dada, pemaaf dan tidak pernah mendendam.

Orang-orang yang memiliki abundance mentality tidak akan pernah merasa miskin, tetapi selalu berkelimpahan. Tidak terfokus pada siapa memiliki apa, tetapi selalu bersedia berbagi ilmu, pengalaman atau apa yang mereka miliki dan membawa orang-orang di sekitarnya ikut sukses bersamanya.

Manusia adalah mahkluk sosial, jadi sudah sepantasnya jika kita saling berbagi bukan? Tapi, bisa dilihat di sekeliling kita banyak orang yang sangat berhemat untuk berbagi kepada sekitarnya Namun, banyak juga orang yang mudah memberikan sebagian rezekinya kepada sekitarnya. Dan kalo menurut saya, latar belakang ekonomi ataupun status finansial bukanlah faktor penentu apakah seseorang itu mudah berbagi rezekinya atapun sangat pelit berbagi rezekinya kepada orang lain, tetapi lebih kepada faktor mentalitas yang biasanya tertanam sejak kecil.

Ada orang yang hidupnya pas-pasan yang senang memberi tapi ada banyak orang kaya raya yang memiliki harta benda yang sangat banyak tapi dia sangat pelit dalam urusan memberi pada sekitarnya, kebanyakan mereka takut memberi karena mungkin takut kehilangan hartanya.

Jika kita bisa lebih jernih dalam berfikir, kita pasti lebih banyak akan memberi dari pada bersikap pelit. Betapa tidak, kita dilahirkan dalam kondisi yang NOL, tidak dibekali apapun juga dan ketika matipun, kita juga tidak akan membawa harta benda sedikitpun.

Nah, dalam hal ini yang beperan penting adalah mental kita. Dimanapun kita dan dalam kondisi apapun sesEorang, jika orang tersebut telah bermental kaya pasti akan selalu berusaha berbagi dan memberi kepada sekitarnya. Memberi yang saya bicarakan di sini tidak hanya mengenai uang, tetapi lebih luas lagi seperti memberi dengan waktu, tenaga, atapun pengetahuan. Bagi orang yang bermental kaya apapun kondisinya ia akan berusaha memberikan apa yang dia bisa berikan termasuk kasih sayang yang tulus bagaikan sebuah sumber mata air yang terus memberikan manfaat bagi lingkunganya.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang bermental miskin, sifat egois merupakan sifat yang sering muncul dalam pribadi orang yang bermental miskin. Mementingkan apa yang di inginkanya terlebih dahulu dan mau menang sendiri itulah sebuah paradigma yang memilukan yang tertanam di pikiran orang-orang bermental miskin. Dan lebih parahnya lagi, kebanyakan orang yang egois menganggap apapun yang di lakukanya merupakan jalan yang terbaik dan pasti memberikan keuntungan bagi dirinya.

Coba Anda lihat, seorang yang berrmental kaya biasanya memilki teman yang lebih banyak daripada orang yang egois, selanjutnya orang yang bermental kaya pasti akan yang menolong jika mendapati sebuah kesulitan. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa di ubah.

Saya secara pribadi mempercayai, punya mental kaya bisa sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Kita bisa ambil kasus yang sering terjadi di lingkungan kita, kebanyakan orang yang bermental miskin mengurungkan niatnya untuk memulai usaha alasan utamanya karena kekurangan modal, tapi itu hanya alasan seorang yang bermental miskin! Karena modal terbesar ada di dalam dirinya sendiri, kreativitas, dan mentalnya. Modal memang di perlukan, tapi tak semuanya tergantung dengan modal…

Contoh nyata dari orang yang bermental kaya adalah Warren Buffet, manusia terkaya di dunia tahun 2008 versi majalah Forbes memberikan lebih dari 60% seluruh hartanya untuk organisasi-organisai kemanusian dan apa yang terjadi? Dia malah bertambah kaya dan menjadi orang yang besar di dunia.

Trilyuner Bill Gates melalui yayasanya “Bill and Melinda Gates Foundation” telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunya untuk kegiatan amal dan kemanusiaan dan sosial di berbagai negara di dunia. Ini juga merupakan Orang Kaya yang Bermental Kaya.

Cara yang paling ampuh untuk membebaskan kita dari pribadi yang bemental miskin ini adalah bersyukur. Ketika seseorang bersyukur dia akan selalu menerima apapun kondisi yang di berikan tuhan padanya, Dan hidup ini adalah tentang bersyukur, ketika kita telah bersyukur kita akan menggapai hidup yang sejahtera. Dan tak di sadari, hidup kita akan jauh lebih makmur, lebih bahagia dan yang terpenting kita akan bermental kaya secara otomatis.

Lalu apa yang kita tunggu lagi sekarang? Mulailah menilai diri Anda, apakah Anda termasuk orang mudah berbagi atau orang yang sangat pelit dalam urusan berbagi dengan sekitar? Apapun diri Anda, latilah mental Anda menjadi mental pribadi yang mudah berbagi dan memberi untuk terus bermental kaya….

Ketika seseorang telah bermental kaya, dia akan selalu berbagi tak peduli apapun kondisinya. Tapi, ini juga merupakan sebuah rahasia kehidupan yang apabila kita lakukan, kita malah akan bertambah besar dan semakin besar….

Iklan

>Menuju Pribadi Bermental Kaya

>

“Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around” – Leo Buscaglia

“Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata hati, telinga mendengar , pujian yang jujur, atau tindakan terkecil dari kepedulian, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan kita.”

Jika anda ditanya “Maukah anda menjadi kaya ?” pasti semua akan menjawab “Ya, saya mau kaya”. Demikian juga ketika ditanya “Maukah anda menjadi Miskin ?, kita akan menjawab “Tidak..!”. Lalu apa jawaban anda jika pertanyaan berikutnya adalah “Siapkah anda menjadi Kaya ?”.

Pertanyaan semacam ini sering kita jumpai ketika kita mengikuti seminar-seminar motivasi atau ketika berjumpa dengan orang-orang (presenter) Multi Level Marketing atau Agen Asuransi. Tujuan dari pertanyaan tersebut dan penjelasan-penjelasan berikutnya dari mereka adalah untuk memotivasi para pendengarnya agar bangkit dan menyadari bahwa tidak akan ada yang bisa dihasilkan hanya dengan bermalas-malasan.

Para Motivator sering menggunakan kalimat yang sangat “bombastis” dengan mengatakan bahwa untuk menjadi Kaya kita harus memiliki “Mental Kaya” bukan “Mental Miskin” dan untuk menjadi sukses anda harus memiliki mental sukses. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan kata: Untuk Sukses anda harus memiliki Mental Cahaya dan bukan Mental Gelap.

Bagaimana rasanya seandainya kita punya uang yang berlimpah hingga milyaran Rupiah…? Apakah makanan yang kita makan menjadi lebih dari porsi biasanya…? Apakah kita bisa memakai dua tempat tidur sekaligus untuk tempat kita tidur..? Mari kita kaji bersama, ternyata berapapun banyaknya Harta kita, ternyata yang kita butuhkan hanyalah sebatas apa yang dibutuhkan badan ini saja. Selebihnya hanyalah sekedar sebagai perhiasan untuk memuaskan nafsu ketamakan dan keserakahan kita semata. Jadi ini semuanya kembali pada persoalan mentalitas semata….

Lalu bila ternyata kebutuhan jasmani Para Milyuner itu sama saja dengan kebutuhan kita, lalu apa yang membuat kita merasa lebih miskin dari mereka selain hanya pada perbedaan sederet angka nol di belakang koma rupiah semata…??  Jadi mengapa harus menunggu harta berlimpah baru kita bisa merasa kaya dan baru bisa punya sesuatu yang bisa dibagikan atau disedekahkan…?  Bukankah senyuman yang tulus dari hati kita itu sudah merupakan sedekah terindah buat para sahabat kita..?

Bila kita mau sedikit membuka hati dan mau melatih Otot Syukur kita, maka akan kita jumpa betapa banyak Nikmat Tuhan yang bisa kita syukuri, walaupun kita masih dalam konsisi yang serba terbatas ini. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan demi kemanfaatan seluruh umat manusia. Semiskin apapun diri kita, kita masih punya sebuah senjata (TOOL) yang bisa kita sumbangkan untuk umat manusia. Itulah DOA sebagai senjata (tool) orang yang beriman. Yang bila di asah dengan berlatih di Metode NAQS DNA, maka kita akan semakin menyadari bahwa hakikatnya doa kita sebenarnya sudah terkabul semua. Dengan Kekuatan DOA inilah NAQS DNA memberikan kemanfaatan kepada umat manusia lewat terapi Cahaya Ilahi NAQS DNA. Manusia yang bermental Cahaya inilah yang mempunyai Daya Ajaib Mukmin, yang mampu memancarkan Cahaya Ilahi untuk memberikan pencerahan, penyampai kabar gembira, pelita cahaya bagi diri & lingkungannya.

Rasulullah saw. bersabda:
“Do’a itu senjata orang yang beriman 
dan tiangnya agama, 
serta cahaya langit dan bumi”. 
(Hadis Riwayat Hakim dan Abu Ya’la).

Abundance Mentality
Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat dikenali melalui sikap-sikap :

  • Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
  • Percaya diri dan percaya dengan orang lain.
  • Siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
  • Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
  • Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
  • Memaafkan orang yang bersalah.
  • Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor.
  • Menguasai Hukum Keberlimpahan

Singkatnya orang tersebut mempunyai sifat :

  1. Open minded , mau belajar terhadap hal-hal yang baru, mampu membedakan saran atau kritik yang sekiranya membangun. Orang yang open minded selalu berkembang dan terus menyempurnakan dirinya.
  2. Open hand artinya selalu siap sedia membantu orang lain yang kesusahan dan melayani Tuhan sebagai hamba-Nya, melayani sesama dengan tulus.
  3. Open Heart, terjemahan kasarnya yaitu berlapang dada, pemaaf dan tidak pernah mendendam.

Orang-orang yang memiliki abundance mentality tidak akan pernah merasa miskin, tetapi selalu berkelimpahan. Tidak terfokus pada siapa memiliki apa, tetapi selalu bersedia berbagi ilmu, pengalaman atau apa yang mereka miliki dan membawa orang-orang di sekitarnya ikut sukses bersamanya.

Manusia adalah mahkluk sosial, jadi sudah sepantasnya jika kita saling berbagi bukan? Tapi, bisa dilihat di sekeliling kita banyak orang yang sangat berhemat untuk berbagi kepada sekitarnya Namun, banyak juga orang yang mudah memberikan sebagian rezekinya kepada sekitarnya. Dan kalo menurut saya, latar belakang ekonomi ataupun status finansial bukanlah faktor penentu apakah seseorang itu mudah berbagi rezekinya atapun sangat pelit berbagi rezekinya kepada orang lain, tetapi lebih kepada faktor mentalitas yang biasanya tertanam sejak kecil.

Ada orang yang hidupnya pas-pasan yang senang memberi tapi ada banyak orang kaya raya yang memiliki harta benda yang sangat banyak tapi dia sangat pelit dalam urusan memberi pada sekitarnya, kebanyakan mereka takut memberi karena mungkin takut kehilangan hartanya.

Jika kita bisa lebih jernih dalam berfikir, kita pasti lebih banyak akan memberi dari pada bersikap pelit. Betapa tidak, kita dilahirkan dalam kondisi yang NOL, tidak dibekali apapun juga dan ketika matipun, kita juga tidak akan membawa harta benda sedikitpun.

Nah, dalam hal ini yang beperan penting adalah mental kita. Dimanapun kita dan dalam kondisi apapun sesEorang, jika orang tersebut telah bermental kaya pasti akan selalu berusaha berbagi dan memberi kepada sekitarnya. Memberi yang saya bicarakan di sini tidak hanya mengenai uang, tetapi lebih luas lagi seperti memberi dengan waktu, tenaga, atapun pengetahuan. Bagi orang yang bermental kaya apapun kondisinya ia akan berusaha memberikan apa yang dia bisa berikan termasuk kasih sayang yang tulus bagaikan sebuah sumber mata air yang terus memberikan manfaat bagi lingkunganya.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang bermental miskin, sifat egois merupakan sifat yang sering muncul dalam pribadi orang yang bermental miskin. Mementingkan apa yang di inginkanya terlebih dahulu dan mau menang sendiri itulah sebuah paradigma yang memilukan yang tertanam di pikiran orang-orang bermental miskin. Dan lebih parahnya lagi, kebanyakan orang yang egois menganggap apapun yang di lakukanya merupakan jalan yang terbaik dan pasti memberikan keuntungan bagi dirinya.

Coba Anda lihat, seorang yang berrmental kaya biasanya memilki teman yang lebih banyak daripada orang yang egois, selanjutnya orang yang bermental kaya pasti akan yang menolong jika mendapati sebuah kesulitan. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa di ubah.

Saya secara pribadi mempercayai, punya mental kaya bisa sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Kita bisa ambil kasus yang sering terjadi di lingkungan kita, kebanyakan orang yang bermental miskin mengurungkan niatnya untuk memulai usaha alasan utamanya karena kekurangan modal, tapi itu hanya alasan seorang yang bermental miskin! Karena modal terbesar ada di dalam dirinya sendiri, kreativitas, dan mentalnya. Modal memang di perlukan, tapi tak semuanya tergantung dengan modal…

Contoh nyata dari orang yang bermental kaya adalah Warren Buffet, manusia terkaya di dunia tahun 2008 versi majalah Forbes memberikan lebih dari 60% seluruh hartanya untuk organisasi-organisai kemanusian dan apa yang terjadi? Dia malah bertambah kaya dan menjadi orang yang besar di dunia.

Trilyuner Bill Gates melalui yayasanya “Bill and Melinda Gates Foundation” telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunya untuk kegiatan amal dan kemanusiaan dan sosial di berbagai negara di dunia. Ini juga merupakan Orang Kaya yang Bermental Kaya.

Cara yang paling ampuh untuk membebaskan kita dari pribadi yang bemental miskin ini adalah bersyukur. Ketika seseorang bersyukur dia akan selalu menerima apapun kondisi yang di berikan tuhan padanya, Dan hidup ini adalah tentang bersyukur, ketika kita telah bersyukur kita akan menggapai hidup yang sejahtera. Dan tak di sadari, hidup kita akan jauh lebih makmur, lebih bahagia dan yang terpenting kita akan bermental kaya secara otomatis.

Lalu apa yang kita tunggu lagi sekarang? Mulailah menilai diri Anda, apakah Anda termasuk orang mudah berbagi atau orang yang sangat pelit dalam urusan berbagi dengan sekitar? Apapun diri Anda, latilah mental Anda menjadi mental pribadi yang mudah berbagi dan memberi untuk terus bermental kaya….

Ketika seseorang telah bermental kaya, dia akan selalu berbagi tak peduli apapun kondisinya. Tapi, ini juga merupakan sebuah rahasia kehidupan yang apabila kita lakukan, kita malah akan bertambah besar dan semakin besar….

>Menuju Pribadi Bermental Kaya

>

“Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around” – Leo Buscaglia

“Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata hati, telinga mendengar , pujian yang jujur, atau tindakan terkecil dari kepedulian, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan kita.”

Jika anda ditanya “Maukah anda menjadi kaya ?” pasti semua akan menjawab “Ya, saya mau kaya”. Demikian juga ketika ditanya “Maukah anda menjadi Miskin ?, kita akan menjawab “Tidak..!”. Lalu apa jawaban anda jika pertanyaan berikutnya adalah “Siapkah anda menjadi Kaya ?”.

Pertanyaan semacam ini sering kita jumpai ketika kita mengikuti seminar-seminar motivasi atau ketika berjumpa dengan orang-orang (presenter) Multi Level Marketing atau Agen Asuransi. Tujuan dari pertanyaan tersebut dan penjelasan-penjelasan berikutnya dari mereka adalah untuk memotivasi para pendengarnya agar bangkit dan menyadari bahwa tidak akan ada yang bisa dihasilkan hanya dengan bermalas-malasan.

Para Motivator sering menggunakan kalimat yang sangat “bombastis” dengan mengatakan bahwa untuk menjadi Kaya kita harus memiliki “Mental Kaya” bukan “Mental Miskin” dan untuk menjadi sukses anda harus memiliki mental sukses. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan kata: Untuk Sukses anda harus memiliki Mental Cahaya dan bukan Mental Gelap.

Bagaimana rasanya seandainya kita punya uang yang berlimpah hingga milyaran Rupiah…? Apakah makanan yang kita makan menjadi lebih dari porsi biasanya…? Apakah kita bisa memakai dua tempat tidur sekaligus untuk tempat kita tidur..? Mari kita kaji bersama, ternyata berapapun banyaknya Harta kita, ternyata yang kita butuhkan hanyalah sebatas apa yang dibutuhkan badan ini saja. Selebihnya hanyalah sekedar sebagai perhiasan untuk memuaskan nafsu ketamakan dan keserakahan kita semata. Jadi ini semuanya kembali pada persoalan mentalitas semata….

Lalu bila ternyata kebutuhan jasmani Para Milyuner itu sama saja dengan kebutuhan kita, lalu apa yang membuat kita merasa lebih miskin dari mereka selain hanya pada perbedaan sederet angka nol di belakang koma rupiah semata…??  Jadi mengapa harus menunggu harta berlimpah baru kita bisa merasa kaya dan baru bisa punya sesuatu yang bisa dibagikan atau disedekahkan…?  Bukankah senyuman yang tulus dari hati kita itu sudah merupakan sedekah terindah buat para sahabat kita..?

Bila kita mau sedikit membuka hati dan mau melatih Otot Syukur kita, maka akan kita jumpa betapa banyak Nikmat Tuhan yang bisa kita syukuri, walaupun kita masih dalam konsisi yang serba terbatas ini. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan demi kemanfaatan seluruh umat manusia. Semiskin apapun diri kita, kita masih punya sebuah senjata (TOOL) yang bisa kita sumbangkan untuk umat manusia. Itulah DOA sebagai senjata (tool) orang yang beriman. Yang bila di asah dengan berlatih di Metode NAQS DNA, maka kita akan semakin menyadari bahwa hakikatnya doa kita sebenarnya sudah terkabul semua. Dengan Kekuatan DOA inilah NAQS DNA memberikan kemanfaatan kepada umat manusia lewat terapi Cahaya Ilahi NAQS DNA. Manusia yang bermental Cahaya inilah yang mempunyai Daya Ajaib Mukmin, yang mampu memancarkan Cahaya Ilahi untuk memberikan pencerahan, penyampai kabar gembira, pelita cahaya bagi diri & lingkungannya.

Rasulullah saw. bersabda:
“Do’a itu senjata orang yang beriman 
dan tiangnya agama, 
serta cahaya langit dan bumi”. 
(Hadis Riwayat Hakim dan Abu Ya’la).

Abundance Mentality
Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat dikenali melalui sikap-sikap :

  • Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
  • Percaya diri dan percaya dengan orang lain.
  • Siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
  • Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
  • Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
  • Memaafkan orang yang bersalah.
  • Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor.
  • Menguasai Hukum Keberlimpahan

Singkatnya orang tersebut mempunyai sifat :

  1. Open minded , mau belajar terhadap hal-hal yang baru, mampu membedakan saran atau kritik yang sekiranya membangun. Orang yang open minded selalu berkembang dan terus menyempurnakan dirinya.
  2. Open hand artinya selalu siap sedia membantu orang lain yang kesusahan dan melayani Tuhan sebagai hamba-Nya, melayani sesama dengan tulus.
  3. Open Heart, terjemahan kasarnya yaitu berlapang dada, pemaaf dan tidak pernah mendendam.

Orang-orang yang memiliki abundance mentality tidak akan pernah merasa miskin, tetapi selalu berkelimpahan. Tidak terfokus pada siapa memiliki apa, tetapi selalu bersedia berbagi ilmu, pengalaman atau apa yang mereka miliki dan membawa orang-orang di sekitarnya ikut sukses bersamanya.

Manusia adalah mahkluk sosial, jadi sudah sepantasnya jika kita saling berbagi bukan? Tapi, bisa dilihat di sekeliling kita banyak orang yang sangat berhemat untuk berbagi kepada sekitarnya Namun, banyak juga orang yang mudah memberikan sebagian rezekinya kepada sekitarnya. Dan kalo menurut saya, latar belakang ekonomi ataupun status finansial bukanlah faktor penentu apakah seseorang itu mudah berbagi rezekinya atapun sangat pelit berbagi rezekinya kepada orang lain, tetapi lebih kepada faktor mentalitas yang biasanya tertanam sejak kecil.

Ada orang yang hidupnya pas-pasan yang senang memberi tapi ada banyak orang kaya raya yang memiliki harta benda yang sangat banyak tapi dia sangat pelit dalam urusan memberi pada sekitarnya, kebanyakan mereka takut memberi karena mungkin takut kehilangan hartanya.

Jika kita bisa lebih jernih dalam berfikir, kita pasti lebih banyak akan memberi dari pada bersikap pelit. Betapa tidak, kita dilahirkan dalam kondisi yang NOL, tidak dibekali apapun juga dan ketika matipun, kita juga tidak akan membawa harta benda sedikitpun.

Nah, dalam hal ini yang beperan penting adalah mental kita. Dimanapun kita dan dalam kondisi apapun sesEorang, jika orang tersebut telah bermental kaya pasti akan selalu berusaha berbagi dan memberi kepada sekitarnya. Memberi yang saya bicarakan di sini tidak hanya mengenai uang, tetapi lebih luas lagi seperti memberi dengan waktu, tenaga, atapun pengetahuan. Bagi orang yang bermental kaya apapun kondisinya ia akan berusaha memberikan apa yang dia bisa berikan termasuk kasih sayang yang tulus bagaikan sebuah sumber mata air yang terus memberikan manfaat bagi lingkunganya.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang bermental miskin, sifat egois merupakan sifat yang sering muncul dalam pribadi orang yang bermental miskin. Mementingkan apa yang di inginkanya terlebih dahulu dan mau menang sendiri itulah sebuah paradigma yang memilukan yang tertanam di pikiran orang-orang bermental miskin. Dan lebih parahnya lagi, kebanyakan orang yang egois menganggap apapun yang di lakukanya merupakan jalan yang terbaik dan pasti memberikan keuntungan bagi dirinya.

Coba Anda lihat, seorang yang berrmental kaya biasanya memilki teman yang lebih banyak daripada orang yang egois, selanjutnya orang yang bermental kaya pasti akan yang menolong jika mendapati sebuah kesulitan. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa di ubah.

Saya secara pribadi mempercayai, punya mental kaya bisa sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Kita bisa ambil kasus yang sering terjadi di lingkungan kita, kebanyakan orang yang bermental miskin mengurungkan niatnya untuk memulai usaha alasan utamanya karena kekurangan modal, tapi itu hanya alasan seorang yang bermental miskin! Karena modal terbesar ada di dalam dirinya sendiri, kreativitas, dan mentalnya. Modal memang di perlukan, tapi tak semuanya tergantung dengan modal…

Contoh nyata dari orang yang bermental kaya adalah Warren Buffet, manusia terkaya di dunia tahun 2008 versi majalah Forbes memberikan lebih dari 60% seluruh hartanya untuk organisasi-organisai kemanusian dan apa yang terjadi? Dia malah bertambah kaya dan menjadi orang yang besar di dunia.

Trilyuner Bill Gates melalui yayasanya “Bill and Melinda Gates Foundation” telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunya untuk kegiatan amal dan kemanusiaan dan sosial di berbagai negara di dunia. Ini juga merupakan Orang Kaya yang Bermental Kaya.

Cara yang paling ampuh untuk membebaskan kita dari pribadi yang bemental miskin ini adalah bersyukur. Ketika seseorang bersyukur dia akan selalu menerima apapun kondisi yang di berikan tuhan padanya, Dan hidup ini adalah tentang bersyukur, ketika kita telah bersyukur kita akan menggapai hidup yang sejahtera. Dan tak di sadari, hidup kita akan jauh lebih makmur, lebih bahagia dan yang terpenting kita akan bermental kaya secara otomatis.

Lalu apa yang kita tunggu lagi sekarang? Mulailah menilai diri Anda, apakah Anda termasuk orang mudah berbagi atau orang yang sangat pelit dalam urusan berbagi dengan sekitar? Apapun diri Anda, latilah mental Anda menjadi mental pribadi yang mudah berbagi dan memberi untuk terus bermental kaya….

Ketika seseorang telah bermental kaya, dia akan selalu berbagi tak peduli apapun kondisinya. Tapi, ini juga merupakan sebuah rahasia kehidupan yang apabila kita lakukan, kita malah akan bertambah besar dan semakin besar….

>Waspadai Bahaya Syirik

>

Wahai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah : 21-22)

Syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah pada perkara yang merupakan hak istimewa-Nya. Hak istimewa Allah seperti: Ibadah, mencipta, mengatur, memberi manfaat dan mudharat, membuat hukum dan syariat dan lain-lainnya.

Bentuk-bentuk Syirik

Bentuk-bentuk Syirik dapat dibagi kedalam 3 bagian :

1) Syirik di dalam Al Uluhiyyah

Yaitu kalau seseorang menyakini bahwa ada tuhan selain Allah yang berhak untuk disembah (berhak mendapatkan sifat-sifat ubudiyyah). Yang mana Allah Subhanahuwa Ta’ala dalam berbagai tempat dalam Kitab-Nya menyeru kepada hamba-Nya agar tidak menyembah atau beribadah kecuali hanya kepada-Nya saja. Firman Allah Ta’ala :

Wahai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah : 21-22)

Perintah Allah dalam ayat ini agar semua manusia beribadah kepada Rabb mereka dan bentuk ibadah yang diperintahkan antara lain syahadat, shalat, zakat, shaum, haji, sujud, ruku’, thawaf, doa, tawakal, khauf (takut), raja’ (berharap), raghbah (menginginkan sesuatu), rahbah (menghindarkan dari sesuatu), khusu’, khasyah, isti’adzah (berlindung), istighatsah (meratap), penyembelihan, nadzar, sabar dan lain lain dari berbagai macam ibadah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Di sisi lain ada kerancuan yang terdapat di kalangan umum dalam memahami ibadah. Mereka mengartikan ibadah dalam definisi yang sempit sekali seperti shalat, puasa, zakat, haji. Ada pun yang lainnya tidak dikategorikan di dalamnya. Sungguh indah perkataan Syaikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam mendefinisikan ibadah, beliau berkata : “Ibadah itu ialah suatu nama yang mencakup semua perkara yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, apakah berupa perkataan ataupun perbuatan, baik dhahir maupun yang bathin.”

Inilah pengertian ibadah yang sesungguhnya, yaitu meliputi segala perkara yang dicintai dan diridlai Allah, baik itu berupa perkataan maupun perbuatan.

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,” ( QS. Al-baqoroh 21 )

Firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 21 di atas menyatakan sembahlah Rabb kamu, dimaksudkan untuk mendekatkan pemahaman kepada semua manusia bahwa Ar Rabb yang wajib disembah adalah yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu, yang menciptakan langit dan bumi serta yang mampu menurunkan air (hujan) dari langit. Yang dengan air hujan itu dihasilkan segala jenis buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian agar kalian mengetahui semua. Maka janganlah mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah dengan menyembah dan meminta rezeki kepada selain-Nya. Apakah kalian tidak malu dan berpikir bahwa Allah yang menghidupkan dan yang memberi rezeki kemudian kalian tinggalkan untuk beribadah kepada selain-Nya?

Firman Allah Ta?ala :

Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tak dapat memberi rezeki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi dan tidak berkuasa (sedikit jua pun). Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An Nahl : 73-74)

2) Syirik Di Dalam Ar Rububiyyah

Yaitu jika seseorang meyakini bahwa ada selain Allah yang bisa menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan, dan yang lainnya dari sifat-sifat ar rububiyyah. Orang-orang seperti ini keadaannya lebih sesat dan lebih jelek daripada orang-orang kafir terdahulu.

Orang-orang terdahulu beriman dengan tauhid rububiyyah namun mereka menyekutukan Allah dalam uluhiyyah. Mereka meyakini kalau Allah satu-satunya Pencipta alam semesta namun mereka masih tetap berdoa, meminta pada kuburan-kuburan seperti kuburan Latta. Sebagaimana Allah kisahkan tentang mereka :

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab : “Allah.” Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (QS. Al Ankabut : 61)

Firman Allah Ta’ala :

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab : “Allah.” Katakanlah : “Segala puji bagi Allah.” Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya. (QS. Luqman : 25)

Ayat-ayat ini semua menunjukkan kalau orang-orang musyrik terdahulu mengakui Allah-lah satu-satunya pencipta yang menciptakan langit dan bumi, yang menghidupkan dan mematikan, yang menurunkan hujan dan seterusnya. Akan tetapi mereka masih memberikan peribadatan kepada yang lainnya. Maka bagaimanakah dengan orang-orang yang tidak menyakini sama sekali kalau Allah-lah Penciptanya atau ada tuhan lain yang menciptakan, menghidupkan, dan mematikan, yang menurunkan hujaan dan seterusnya atau ada yang serupa dengan Allah dalam masalah-masalah ini. Tentu yang demikian lebih jelek lagi. Inilah yang dimaksud syirik dalam rububiyah.

3) Syirik Di Dalam Al Asma’ wa Ash Shifat

Yaitu kalau seseorang mensifatkan sebagian makhluk Allah dengan sebagian sifat-sifat Allah yang khusus bagi-Nya. Contohnya, menyakini bahwa ada makhluk Allah yang mengetahui perkara-perkara ghaib.

Firman Allah Ta?ala :
(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu.?” (QS. Al Jin : 26)

JENIS-JENIS SYIRIK

1. Syirik Akbar
Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka. Hakikat syirik akbar adalah memalingkan salah satu jenis ibadah kepada selain Allah! Seperti memohon dan taat kepada selain Allah, bernadzar untuk selain Allah, takut kepada mayat, kuburan, jin, setan disertai keyakinan bahwa hal-hal tersebut dapat memberi bahaya dan mudharat kepadanya, memohon perlindungan kepada selain Allah, seperti meminta perlindungan kepada jin dan orang yang sudah mati, mengharapkan sesuatu yang tidak dapat diwujudkan kecuali oleh Allah, seperti meminta hujan kepada pawang, meminta penyembuhan kepada dukun dengan keyakinan bahwa dukun itulah yang menyembuhkannya, mengaku mengetahui perkara ghaib, menyembelih hewan kurban yang ditujukan untuk selain Allah.

Thariq bin Syihab menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang terjemahannya): Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat, dan ada seseorang masuk neraka karena seekor lalat pula. Para shahabat bertanya: Bagaimana hal itu, ya Rasulul-lah? Beliau menjawab: Ada dua orang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala, yang mana tidak seorang pun melewati berhala itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban.


Ketika itu, berkatalah mereka kepada salah seorang dari kedua orang tersebut: Persembahkanlah kurban kepadanya! Dia menjawab: Aku tidak mempunyai sesuatu yang dapat kupersem-bahkan kepadanya. Mereka pun berkata kepadanya lagi: Persembahkan sekalipun seekor lalat. Lalu orang itu mempersembahkan seekor lalat, mereka pun memperkenankan dia untuk meneruskan perjalanan.


Maka dia masuk neraka karenanya. Kemudian berkatalah mereka kepada seorang yang lain: Persembahkanlah kurban kepadanya. Dia menjawab: Aku tidak patut mempersembahkan sesuatu kurban kepada selain Allah ‘Azza wa Jalla. Kemudian mereka memenggal lehernya, karenanya orang ini masuk surga. (HR. Imam Ahmad).

Dan termasuk penyembelihan jahiliyah yang terkenal di zaman kita sekarang ini- adalah menyembelih untuk jin. Yaitu manakala mereka membeli rumah atau membangunnya, atau ketika menggali sumur mereka menyembelih di tempat tersebut atau di depan pintu gerbangnya sebagai sembelihan (sesajen) karena takut dari gangguan jin. (Lihat Taisirul Azizil Hamid, hal. 158).

Macam-macam Syirik Besar

a. Syirik dalam berdoa
Yaitu meminta kepada selain Allah, disamping meminta kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya (yang terjemahannya):

Dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa-apa meskipun setipis kulit ari. Jika kamu meminta kepada mereka, mereka tiada mendengar seruanmu, dan kalau mereka mendengar mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. (QS. Faathir: 13-14)

b. Syirik dalam sifat Allah
Seperti keyakinan bahwa para nabi dan wali mengetahui perkara-perkara ghaib. Allah Ta’ala telah membantah keyakinan seperti itu dengan firman-Nya (yang terjemahannya):

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri.” (QS. Al-An’am : 59). Lihat QS. Al-Jin: 26-27.

Pengetahuan tentang hal yang ghaib merupakan salah satu hak istimewa Allah, menisbatkan hal tersebut kepada selain-Nya adalah syirik akbar.

c. Syirik dalam Mahabbah (kecintaan)
Mencintai seseorang, baik wali atau lainnya layaknya mencintai Allah, atau menyetarakan cinta-nya kepada makhluk dengan cintanya kepada Allah Ta’ala. Mengenai hal ini Allah Ta’ala berfirman (yang terjemahannya):

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. (QS. Al-Baqarah: 165).

Mahabbah dalam ayat ini adalah mahabbatul ubu-diyah (cinta yang mengandung unsur-unsur ibadah), yaitu cinta yang dibarengi dengan ketundukan dan kepatuhan mutlak serta mengutamakan yang dicintai daripada yang lainnya. Mahabbah seperti ini adalah hak istimewa Allah, hanya Allah yang berhak dicintai seperti itu, tidak boleh diperlakukan dan disetarakan dengan-Nya sesuatu apapun.

d. Syirik dalam ketaatan
Yaitu ketaatan kepada makhluk, baik wali ataupun ulama dan lain-lainnya, dalam mendurhakai Allah Ta’ala. Seperti mentaati mereka dalam menghalal-kan apa yang diharamkan Allah Ta’ala, atau mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya.

Mengenai hal ini Allah Subhanahu wa Ta ala berfirman (yang terjemahannya) : Mereka menjadikan orang-orang alim, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah. (QS. At-Taubah: 31).

Taat kepada ulama dalam hal kemaksiatan inilah yang dimaksud dengan menyembah berhala mereka! Berkaitan dengan ayat tersebut di atas, Rasulullah SAW menegaskan (yang terjemahannya): Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada al-Khaliq (Allah). (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad).

e. Syirik khauf (takut)

Jenis-jenis takut :
1. Khauf Sirri; yaitu takut kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, berupa berhala, thaghut, mayat, makhluk gahib seperti jin, dan orang-orang yang sudah mati, dengan keyakinan bahwa mereka dapat menimpakan mudharat kepada makhluk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang terjemahannya): Janganlah kamu takut kepada mereka, takutlah kamu kepada-Ku jika kamu benar-benar orang beriman.(QS. Ali Imran: 175).

2. Takut yang menyebabkan seseorang meninggalkan kewajibannya, seperti: Takut kepada seseorang sehingga menyebabkan kewajiban ditinggalkan. Takut seperti in hukumnya haram, bahkan termasuk syirik ashghar (syirik kecil). Berkaitan dengan hal tersebut Rasulullah SAW bersabda (yang terjemahannya):

“Janganlah seseorang dari kamu menghinakan dirinya!” Shahabat bertanya: Bagaimana mungkin seseorang menghinakan dirinya sendiri? Rasulullah bersabda: “Yaitu ia melihat hak Allah yang harus ditunaikan, namun tidak ditunaikannya! Maka Allah akan berkata kepadanya di hari kiamat: Apa yang mencegahmu untuk mengucapkan begini dan begini?”.


Ia menjawab: “Karena takut kepada manusia!”. Allah berkata: “Seharusnya hanya kepadaKu saja engkau takut”. (HR. Ibnu Majah dari Abu Said al Khudry, Shahih).

3. Takut secara tabiat, takut yang timbul karena fitrah manusia seperti takut kepada binatang buas, atau kepada orang jahat dan lain-lainnya. Tidak termasuk syirik, hanya saja seseorang janganlah terlalu didominasi rasa takutnya sehingga dapat dimanfaatkan setan untuk menyesatkannya.

f. Syirik hulul
Percaya bahwa Allah menitis kepada makhluk-Nya. Ini adalah aqidah Ibnu Arabi (bukan Ibnul Arabi, beliau adalah ulama Ahlus Sunnah) dan keyakinan sebagian kaum Sufi yang ekstrem.

g. Syirik Tasharruf
Keyakinan bahwa sebagian para wali memiliki kuasa untuk bertindak dalam mengatur urusan makhluk. Keyakinan seperti ini jelas lebih sesat daripada keyakinan musyrikin Arab yang masih meyakini Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta.

h. Syirik Hakimiyah
Termasuk syirik hakimiyah adalah membuat undang-undang yang betentangan dengan syariat Islam, serta membolehkan diberlakukannya undang undang tersebut atau beranggapan bahwa hukum Islam tidak sesuai lagi dengan zaman. Yang tergolong musyrik dalam hal ini adalah para hakim yang membuat dan memberlakukan undang-undang, serta orang-orang yang mematuhinya, jika meyakini kebenaran UU tersebut dan rela dengannya.

i. Syirik tawakkal

Tawakkal ada tiga jenis:

  1. Tawakkal dalam perkara yang hanya mampu dilaksanakan oleh Allah saja. Tawakkal jenis ini harus diserahkan kepada Allah semata, jika seseorang menyerahkan atau memasrahkannya kepada selain Allah, maka ia termasuk Musyrik.
  2. Tawakkal dalam perkara yang mampu dilaksanakan para makhluk. Tawakkal jenis ini seharusnya juga diserahkan kepada Allah, sebab menyerahkannya kepada makhluk termasuk syrik ashghar.
  3. Tawakkal dalam arti kata mewakilkan urusan kepada orang lain dalam perkara yang mampu dilaksanakannya. Seperti dalam urusan jual beli dan lainnya. Tawakkal jenis ini diperbolehkan, hanya saja hendaklah seseorang tetap bersandar kepada Allah Subhanahu wa Taala, meskipun urusan itu diwakilkan kepada makhluk.

j. Syirik niat dan maksud
Yaitu beribadah dengan maksud mencari pamrih manusia semata, mengenai hal ini Allah Subhanahu wa Taala berfirman (yang terjemahannya):

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepadanya balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak akan memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan“. (QS. Hud: 15-16).

Syirik jenis ini banyak menimpa kaum munafiqin yang telah biasa beramal karena riya.

k. Syirik dalam Hal Percaya Adanya Pengaruh Bintang dan Planet terhadap Berbagai Kejadian dan Kehidupan Manusia.
Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang terjemahannya): Allah berfirman: “Pagi ini di antara hambaku ada yang beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata, kami diberi hujan dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, maka dia beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang. Adapun orang yang berkata: Hujan itu turun karena bintang ini dan bintang itu maka dia telah kufur kepada-Ku dan beriman kepada bintang“. (HR, Bukhari).

Lihat Fathul Bary, 2/333).

Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai astrologi (ramalan bintang) seperti yang banyak kita temui di koran dan majalah. Jika ia mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet terse-but maka dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan maka ia telah melakukan perbuatan maksiat dan dosa. Sebab tidak dibolehkan mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Disamping setan terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada hal-hal syirik tersebut. Maka, membacanya termasuk sarana dan jalan menuju kemusyrikan.

2. Syirik Ashghar
Yaitu setiap ucapan atau perbuatan yang dinyatakan syirik oleh syara tetapi tidak mengeluarkan dari agama. Ia merupakan dosa besar yang dapat mengantarkan kepada syirik akbar.

Macam-macam syirik asghar:

a. Zhahir (nyata)
Berupa ucapan: Rasulullah SAW bersabda (yang terjemahannya): “Barangsiapa yang bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah berbuat syirik”. (HR. Ahmad, Shahih).

Dan sabda Nabi SAW yang lain (yang terjemahannya): “Janganlah kamu berkata: Atas kehendak Allah dan kehendak Fulan. Tapi katakanlah: Atas kehendak Allah , kemudian kehendak Fulan”. (HR. Ahmad, Shahih).

Berupa amalan, seperti: Memakai gelang, benang, dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal mara bahaya, jika ia meyakini bahwa benda-benda tersebut hanya sebagai sarana tertolak atau tertangkalnya bala. Namun bila dia meyakini bahwa benda-benda itulah yang menolak dan menangkal bala, hal itu termasuk syirik akbar.

Imran bin Hushain radiallahu anhu menuturkan, bahwa Nabi SAW melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya (yang terjemahannya): “Apakah ini?”.


Orang itu menjawab: Penangkal sakit. Nabi pun bersabda: “Lepaskan itu karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. (HR. Imam Ahmad dengan sanad yang bisa diterima).


Dan riwayat Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir dalam hadits marfu (yang terjemahannya): Barang siapa menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabul-kan keinginannya; dan barang siapa menggantungkan wadaah, semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. Disebutkan dalam riwayat lain: Barang siapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirik.(Tamimah adalah sesuatu yang dikalungan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang dan lain sebagainya. Wadaah adalah sejenis jimat).

b. Khafi (tersembunyi); syirik yang bersumber dari amalan hati, berupa riya, sumiah dan lain-lainnya.

BAHAYA SYIRIK
1. Syirik Ashghar (tidak mengeluarkan dari agama).

  1. Merusak amal yang tercampur dengan syirik ashghar. Dari Abu Hurairah radiallahu anhu marfu (yang terjemahannya): Allah berfirman: “Aku tidak butuh sekutu-sekutu dari kalian, barang siapa yang melakukan suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku padanya selain Aku, maka Aku tinggalkan dia dan persekutuannya”. (Riwayat Muslim, kitab az-Zuhud 2985, 46).
  2. Terkena ancaman dari dalil-dalil tentang syirik, karena salaf menggunakan setiap dalil yang berkenaan dengan syirik akbar untuk syirik ashghar. (Lihat al-Madkhal, hal 124).
  3. Termasuk dosa besar yang terbesar.

2. Syirik Akbar

  • a. Kezhaliman terbesar. Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang besar”. (QS. Luqman: 13).
  • b. Menghancurkan seluruh amal. Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya jika engkau berbuat syirik, niscaya hapuslah amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang yang rugi”. (QS. Az-Zumar: 65).
  • c. Jika meninggal dalam keadaan syirik, maka tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya):Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni jika disekutukan, dan Dia akan mengampuni selain itu (syirik) bagi siapa yang (Dia) kehendaki. (QS. An-Nisa: 48, 116).
  • d. Pelakunya diharamkan masuk surga. Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya barang siapa menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan jannah baginya dan tempatnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun”. (QS. Al-Maidah: 72).
  • e. Kekal di dalam neraka. Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”. (QS. Al-Bayyinah: 6).
  • f. Syirik adalah dosa paling besar. Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu. Bagi siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. (QS. An-Nisa: 116).
  • g. Perkara pertama yang diharamkan oleh Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang terjemahannya): “Katakanlah: Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun ter-sembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menu-runkan hujjah untuk itu dan (meng-haram-kan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Araaf: 33).
  • h. Dosa pertama yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lihat Quran surah Al-Anaam: 151.
  • i. Pelakunya adalah orang-orang najis (kotor) akidahnya. Allah Ta’ala berfirman (yang terjemahannya): “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis”. (QS. At-Taubah: 28).

Wallahualam Bisshawab.

Pustaka :
Kitab Tauhid (terjemah) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi
Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa (terjemah), Syaikh Muhammad bin Shalih al Munajjid.
Majalah As-Sunnah 09/IV/1421/2000.

BACA Materi Pelajaran Menguak Dunia Jin & Khodam :

  1. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 1
  2. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 2 : Penampakan 
  3. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 3 : Penyakit Akibat Jin
  4. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 4 : Hikmah Aqiqoh
  5. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 5 : Benteng Diri
  6. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 6 : Penanggulangan Kesurupan
  7. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 7 : Penanggulangan Kesurupan 2
  8. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 8 : Penanggulangan Kesurupan 3
  9. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 9 : KHODAM
  10. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 10 : BERBURU KHODAM

Doa Berlindung dari Kesyirikan
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ
Allaahumma Innii A’udzu bika an Usyrika bika wa Anaa A’lamuhuu wa Astaghfiruka Limaa Laa A’lamuhu
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad dan Shahih Abi Hatim serta yang lainnya, shahih)
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ
Allaahumma Innaa Na’udzu bika min an Nusyrika bika wa Anaa A’lamuhuu wa Nastaghfiruka Limaa Laa A’lamuhu
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan kami memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad IV/403 dari Abu Musa al Asy’ari. Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Targhib wa al Tarhib I/121-122 no. 36)