>MAGNETISME PRIBADI

>

MAGNET & MAGNETISME
Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di mana terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut.

Pada saat ini, suatu magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu medan magnet. Materi tersebut bisa dalam berwujud magnet tetap atau magnet tidak tetap. Magnet yang sekarang ini ada hampir semuanya adalah magnet buatan.

Bagaimana sebuah batang besi bisa menarik benda-benda yang terbuat dari besi? Dengan cara apa sebuah batang besi bisa mengalami magnetisasi? Batang besi yang melekat pada sebuah magnet akan memiliki sifat magnetik. Proses magnetisasi ini dekenal sebagai induksi magnetik. Bagaimana jika magnet yang melekat pada batang besi dilepaskan? Untuk beberapa saat batang besi akan mempertahankan sifat magnetiknya, akan tetapi setelah beberapa saat kemudian, batang besi kehilangan sifat magnetiknya.

Cara membuat magnet dari besi atau baja antara lain:

  1. Digosok dengan magnet lain secara searah.
  2. Induksi magnet.
  3. Magnet diletakkan pada solenoida(kumparan kawat berbentuk tabung panjang dengan lilitan yang sangat rapat) dan dialiri arus listrik searah (DC).

Dalam fisika, magnetisme adalah salah satu fenomena dimana material mengeluarkan gaya menarik atau menolak pada material lainnya. Beberapa material yang memiliki sifat magnet adalah besi, dan beberapa baja, dan mineral lodestone; namun, seluruh material pasti terpengaruh walaupun sedikit saja oleh kehadiran medan magnet, meskipun dalam kebanyakan kasus pengaruhnya sangat kecil untuk dideteksi tanpa alat khusus.

Gaya magnet adalah gaya dasar yang terjadi karena gerakan muatan listrik. Persamaan Maxwell menjelaskan awal dan sifat dari medan yang mengatur gaya-gaya tersebut (lihat hukum Biot-Savart). Oleh karena itu, magnetisme terlihat ketika partikel bermuatan dalam gerak. Ini dapat terjadi baik dari gerakan elektron dalam sebuah arus litrik, menghasilkan “elektromagnetisme”, atau dari gerakan orbital mekanika-kuantum (tidak ada gerakan orbital elektron sekitar nukleus seperti planet sekitar matahari, tetapi ada “kecepatan elektron efektiv”) dan spin dari elektron, menghasilkan apa yang dikenal sebagai “magnet permanen”.

AZAS-AZAS MAGNETISME PRIBADI
[annunaki.wordpress.com] MAGNETISME artinya : suatu pengetahuan tentang soal-soal daya getar tarik = magnet. Jadi bidangnya agak luas, dan meliputi banyak hal yang berhubungan dengan ilmu alam dan teknik, misalnya tentang soal-soal daya tarik bumi, planit-planit, magnet besi berani, listrik dan sebagainya.

MAGNETISME yang dimaksud disini adalah semata-mata tentang daya magnetis yang telah ada dalam diri manusia, cara-cara memperbesar dan mempergunakannya untuk mendapatkan manfaatnya dalam pelbagai keperluan hidup, atau dengan perkataan lain lazim disebut “Magnetisme Pribadi” (persoonlijk magnetisme).

Didalam diri tiap-tiap manusia pada hakekatnya telah ada unsur-unsur daya tarik (magneet), yang dapat menarik perhatian dan mempengaruhi satu sama lain, akan tetapi berbeda-beda dalam kekuatannya, ada yang lemah, dan ada pula yang kuat.

Juga pada sebagian hewan, telah pula ada daya tariknya, misalnya yang terkuat terdapat pada golongan harimau, kucing, ular kobra dan sebagainya.

Sampai sebegitu jauh, zat magnet itu sendiri sebenarnya masih belum dapat diterangkan hakekatnya oleh ilmu pengetahuan yang exact, karena sifatnya yang abstract-potenteeel atau oleh sebagian dianggap meta-energis, tak dapat ditangkap oleh indera atau oleh alat-alatnya.

Akan tetapi kebenaran tentang adanya zat magnetis itu, tak dapat dibantah lagi oleh akal, karena dapat dibuktikan “tenaganya” dengan mata kita, dan dapat dirasai “daya-nya” oleh indera rasa.

Pada harimau dapat kita saksikan tenaga magnetisnya yang besar, sehingga bila “raja hutan” itu berada di bawah pohon kayu, dimana binatang monyet sedang berkeliaran diatasnya, oleh suatu pemusatan tenaga magnetis dari harimau itu, monyet-monyet tersebut bisa berjatuhan ke bawah dalam keadaan tak berdaya, untuk kemudian menjadi mangsa dari harimau itu.

Pada binatang kucing misalnya,kita dapat membuktikan kekuatan magnetisnya bila ia berhadapan dengan calon korbannya, umpamanya tikus atau tupai, sehingga dengan mudah dapat dikuasainya.

Juga pada ular kobra,tidak jarang korban2nya sampai datang menyerahkan diri se-olah2 tak berdaya, dan tak dapat menguasai pikiran dan kemauannya lagi, karenanya oleh sebagian bangsa India binatang tersebut masih “didewakan”, atau dianggap “suci”.

Pada orang2 yang besar pengaruhnya, kita dapat melihat pula tenaga kekuatan magnetisnya. Mungkin Anda sendiri pernah berjumpa dengan orang2 semacam itu, walaupun orangnya tampak sederhana, tenang, tak banyak bicaranya, dan tak ada suatu perbuatan yang ganjil2 atau luar biasa padanya, tetapi namun Anda mengaguminya, dan menaruh respect serta penghargaan kepadanya, se-olah2 ada suatu tenaga kekuatan gaib yang memancar dari diri pribadi orang itu, sehingga lantaran demikian Anda tertarik dan terpengaruh kepadanya, dan dengan tak Anda sadari ketika itu Anda mau saja menuruti kemauan2-nya.

Anda tentu mengenal apa yang disebut “besi magnet”, meskipun ia kelihatannya sepotong besi mati (besi biasa), namun mengandung unsur2 daya tarik, dan besi biasa pun dengan cara2 tertentu, dapat pula dimasukkan orang unsur2 magnetis kedalamnya sehingga mempunyai daya tarik pula.

Dengan tenaga daya tariknya, sepotong besi berani itu dapat menarik logam2 besi lainnya kepada dirinya, Anda letakkan beberapa buah jarum didekatnya, tentu dengan segera jarum2 itu mengejar besi berani tersebut. Bila besi berani itu Anda tarik kekanan, kekiri, kebelakang atau kedepan, jarum2 itu mengikuti pula arahnya.

Bila kita dapat menyaksikan dan mempercayai adanya kekuatan magnetis pada besi2 berani yang dapat menarik logam sejenisnya itu, tentu kita dapat pula meyakini, bahwa didalam diri manusia sebenarnya ada pula suatu tenaga penarik yang dapat mempengaruhi golongan sejenisnya. Keadaan semacam itu dapat kita samakan semacam tenaga magnet yang ada pada besi berani tersebut, dan itulah yang dinamakan “MAGNETISME PRIBADI (persoonlijk magnetisme).

Orang2 besar yang selalu dihormati dan disegani, dimana orang2 didalam lingkungannya menaruh perhatian, simpati, rasa malu, respect dan kagum, mereka jadi terpengaruh dan menuruti saja saran2 yang diberikan olehnya, sebenarnya mereka adalah orang2 yang memiliki atau mempergunakan kekuatan magnetisme pribadinya, sehingga dengan demikian memperoleh sukses dalam kedudukan dan pergaulan hidupnya.

Daya magnetisme pribadi yang kuat sebenarnya dapat diperoleh dengan 3 jalan :

  1. Memang pembawaan sedari lahir (talent).
  2. Se-waktu2 datang secara tiba2 (insidenteel)
  3. Melalui latihan2 magnetisme pribadi (experimenteel)

Pembawaan sedari lahir (talent):
Keadaan semacam ini terdapat pada sebagian orang yang memang sejak lahirnya telah dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa kekuatan magnetis, tanpa disadarinya, dilatih atau dipelajarinya lagi. Sebagian terdapat pula pada binatang, antara lain seperti yang telah disebutkan.

Sewaktu2 datang dengan tiba2 (insidenteel):
Dalam beberapa peristiwa adakalanya orang2 dengan tiba2 memiliki kekuatan magnetis, antara lain disebabkan oleh berkobarnya emosi yang me-luap2. Misalnya diwaktu bersemangat, bersimpati,bercinta, berkorban dan sebagainya.

Melalui latihan2 magnetisme (experimenteel)
Untuk memperbesar daya magnetisme pribadi dengan melaluti latihan2 magnetisme pribadi, inilah merupakan cara2 tradisioneel yang paling baik dan efektif. Untuk maksud ini, kiranya cukuplah jika Anda mengikuti petunjuk2 yang praktis dibawah ini.

LATIHAN – LATIHAN MAGNETISME

  • Dengan memohonkan kekuatan magnetis langsung kepada Allah sebagai Maha Daya Semesta Alam yang menjadi sumber segala energy.
  • Dengan mengambil kekuatan magnetis dari alam yang telah tersedia.
  • Dengan memperbesar daya magnetis yang telah ada pada diri sendiri.
  • Dengan jalan latihan memerintah diri sendiri.
  • Dengan bersikap tenang, jujur dan bijaksana dalam segala hal.
  • Jangan membiarkan diri sendiri dipengaruhi orang lain, atau diumbang-ambingkan oleh saran2 (sugesti).
  • Memupuk sifat penyabar, menjauhi sifat pemarah.
  • Menggembleng sifat berani,dan melenyapkan sifat penakut.
  • Menanamkan sifat rendah hati, dan menghilangkan sifat sombong.
  • Membuang sifat dengki dan iri hati.
  • Keras hati dan rajin/giat dalam bekerja melaksanakan tujuan dan cita2.
  • Pantang berputus asa dalam mewujutkan sesuatu maksud.
  • Percaya kepada kesanggupan diri sendiri.
  • Dengan melatih pikiran, pandangan mata dan kemauan.
  • Dengan bertaqwa kepada Allah SWT.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: