Apa itu Hipnotis..??

[gugling.com] Banyak orang yang penasaran dengan Hipnotis, yang seringkali membuat “korbannya” menjadi seolah-olah mudah dikendalikan. Banyak juga yang menyalahgunakan Hipnotis untuk mengelabui korbannya. Mari kita telaah Hipnotis dari sejarah dan asal mula katanya.

Kata “Hipnotis” pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter ternama di inggris bernama James Braid yang hidup antara tahun 1795 – 1860. Sebelum masa Jame Braid tersebut, hipnotis dikenal dengan Mesmerism/Magnetism.

Hipnotis berasal dari kata “hypnos” yang merupakan nama dewa tidur orang Yunani. Namun perlu dipahami bahwa kondisi hipnotis tidaklah sama dengan tidur. Jika orang yang sedang tidur tidak menyadari dan tidak bisa mendengar suara-suara disekitarnya, sedangkan orang dalam kondisi hipnotis meskipun tubuhnya seperti sedang tidur, ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya.

Ilmu Hipnotis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Banyak studi klinis dan eksperimental mencoba menentukan apa yang paling unik dari hipnotis dibanding fenomena mental lainnya. Keunikan ini perlu dipahami untuk merumuskan sebuah definisi hipnotis yang akurat.

Namun sampai sekarang, defisini hipnotis yang diungkapkan setiap tokoh masih berbeda-beda. Semua orang setuju dengan keberadaan hipnotis, tapi banyak perbedaan pendapat mengenai apa itu hipnotis. Beberapa definisi tentang hipnotis diantaranya:

  • Hipnotis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana seseorang yang dihipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan.
  • Hipnotis adalah teknik atau praktek dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi trance hipnotis.
  • Hipnotis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas (daya terima saran) meningkat sangat tinggi.
  • Hipnotis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari Beta menjadi Alpha dan Theta.
  • Hipnotis adalah seni komunikasi untuk meng-eksplorasi alam bawah sadar.
  • Hipnotis adalah kondisi kesadaran yang meningkat.

Semua definisi di atas bisa dikatakan benar, karena menandakan salah satu atau beberapa gejala dari kondisi hipnotis. Akan tetapi apa yang diungkapkan diatas belum bisa mencerminkan apa yang paling unik dari hipnotis yang berbeda dari kondisi mental lain.

Definisi hipnotis yang dibuat oleh U.S. Departement of Education, Human Services Division, mengatakan bahwa; “hipnotis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking” atau “hipnotis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti”.

Hipnotis Adalah Fenomena Alami dan Normal
Anda mengalami kondisi mirip hipnotis minimal 2 kali sehari, yaitu saat Anda akan tertidur dan bangun tidur tapi masih malas untuk bangun. Pada saat itu, seluruh tubuh Anda beristirahat tapi pikiran anda masih bekerja walaupun setengah sadar.

Contoh lain peristiwa hipnotis yaitu ketika Anda membaca novel atau menonton film yang seru. Anda merasakan tegang, semangat, cemas, sedih, menangis, dan tertawa, padahal Anda tahu bahwa yang Anda saksikan hanyalah cerita fiksi belaka.

Apakah Anda terhipnotis oleh cerita yang Anda ikuti? Ya benar, Anda terhipnotis. Apakah Anda dikendalikan oleh cerita dalam film? Tentu saja tidak. Dan memang seperti itulah hipnotis. hipnotis hanya bisa Anda rasakan apabila Anda mengizinkan diri Anda untuk mengalaminya. Seperti ketika Anda membaca novel atau menonton film, Anda sendiri yang mengizinkan diri Anda untuk terpengaruh oleh film atau terhanyut dalam cerita novel.

Hipnotis bukanlah cara menguasai pikiran seseorang. Melainkan seni mengelola pikiran. Seorang pakar hipnotis tidak punya kekuatan supranatural yang bisa mengendalikan pikiran Anda. Jika Anda tidak bisa dipaksa untuk menikmati film, maka Anda juga tidak bisa dipaksa untuk dihipnotis.

Hipnotis adalah fenomena mental alami. Setiap manusia normal punya kemampuan untuk mengalami hipnotis. Anda dapat menolak hipnotis dengan cara mengabaikan semua yang dikatakan hipnotist. Seperti halnya anda bisa menolak untuk terharu oleh cerita yang sedih dalam film dengan cara memikirkan hal lain ketika menonton film.

Hipnotis Tidak Selalu Relaksasi
Beberapa orang mengira bahwa kondisi hipnotis tidak lain adalah kondisi fisik yang sangat relaks. Dengan kata lain, hipnotis hanya bisa dicapai dengan relaksasi fisik. Semakin dalam relaksasi, maka semakin dalam level kedalaman hipnotis. Pemahaman ini kurang tepat. memang benar salah satu ciri orang yang berada dalam kondisi hipnosis adalah tubuhnya tampak rileks. Namun, tubuh yang rileks belum tentu menandakan orang dalam kondisi hipnotis. Bahkan dengan teknik yang ada saat ini, kita bisa menghipnotis orang dalam kondisi bangun, tanpa orang tersebut “ditidurkan” lebih dulu.

Disamping itu, banyak sekali orang yang takut dihipnotis. Ketakutan ini wajar karena mereka belum mengenal hipnotis dari sumber yang benar. Banyak orang mengira, bahwa orang yang dihipnotis akan dikuasai pikirannya oleh orang yang menghipnotis. Opini tersebut tidak benar, karena dalam kondisi hipnotis, seseorang tetap memegang kontrol atas dirinya.

Hubungan antara Hipnotis dengan Arloji dan Spiral
Gambar Arloji hipnotis Kalau Anda perhatikan, hampir di setiap website atau brosur tentang hipnotis selalu ada. Memangnya apa sih hubungannya dengan hipnotis?

Dalam hipnotis, arloji pendulum dan gambar spiral digunakan untuk memfokuskan perhatian subyek yang akan dihipnotis. Caranya subjek diminta memandang mengikuti gerakan arloji yang diayunkan, atau fokus pada titik tengah spiral yang diputar. Subyek akan memfokuskan perhatiannya selama beberapa menit, sampai matanya terasa lelah, berat dan ingin menutup.

Peralatan ini pernah sangat populer di abad 19 sehingga menjadi ikon hipnotis sampai sekarang. Namun pada prakteknya, para praktisi hipnotis saat ini sudah jarang yang menggunakan dua peralatan tersebut karena dinilai kurang praktis dan membutuhkan waktu yang lama. Dengan perkembangan ilmu hipnotis sekarang ini, kita bisa menghipnotis orang lain tanpa peralatan apapun.

Term and Definition
Banyak orang yang belum memahami istilah hipnotis dengan benar. Beberapa term di bawah ini perlu Anda pahami definisinya.

  • Hipnotis / hipnotism = Boleh diartikan sebagai ilmu untuk menghipnotis. Definisi secara lengkap seperti yang sudah dijelaskan diatas.
  • Hipnotist = Orang yang melakukan hipnosis atau “juru hipnotis”.
  • Hipnotis adalah terjemahan dari hypnotize (verb) yang artinya “melakukan hipnotis”
  • Hypnotherapy = Aplikasi hipnotis untuk terapi pengobatan.
  • Hypnotherapist = Orang yang ahli menggunakan hipnotis untuk terapi.
  • Subyek / Klien / Suyet = Orang yang dihipnotis
  • Sugesti = Perintah atau saran yang diberikan hipnotist kepada subjek.
  • Emosi = Perasaan. Perlu dipahami, kata “emosi” dalam bahasa percakapan orang indonesia diartikan sebagai “kondisi marah”. Namun arti sebenarnya emosi adalah perasaan. Emosi digunakan untuk menyebut semua jenis perasaan. Senang, bahagia, sakit, sedih, kecewa, takut dan marah adalah jenis-jenis emosi.

Salah Paham Tentang Hipnotis
Di era kebebasan informasi sekarang ini, salah paham tentang hipnotis masih banyak terjadi. Bukan hanya di Indonesia, persepsi bahwa hipnotis adalah kejahatan plus sihir juga terjadi Amerika dan negara-negara lainnya.

Cobalah tanyakan kepada 10 orang awam di sekitar Anda, “Apa itu hipnotis?”. Kemungkinan besar mereka akan menjawab semacam ini: “Hipnotis adalah ilmu hitam yang digunakan kejahatan dengan cara membuat korban tidak sadar dan menuruti perintah orang yang menghipnotis”.

Salah persepsi svengali miskonsepsi hipnotis
Tahun 1894, George du Maurier membuat novel yang bercerita tentang seorang tokoh jahat bernama Svengali. Svengali punya kekuatan mistis yang bisa menguasai pikiran orang lain. Novel ini sukses, dan kemudian dibuat film pada tahun 1933. Film ini pun ditonton jutaan orang. Sejak saat itu, Svengali seolah-olah menjadi ikon hipnotis. Masyarakat secara tidak sadar menjadi takut dengan hipnotis. Novel dan film Svengali berhasil menciptakan kesalah-pahaman besar terhadap hipnotis.

Svengali hanyalah yang pertama. Setelah Svengali, ada puluhan film lain yang menimbulkan kesalahpahaman terhadap hipnotis. Di Indonesia sendiri ada beberapa sinetron yang menimbulkan kesan bahwa hipnotis adalah kejahatan atau ilmu hitam.

Pencitraan dan penggunaan kata yang salah pada berita yang dimuat di surat kabar, radio dan televisi juga sangat berpotensi memperbesar miskonsepsi dan ketakutan masyarakat terhadap hipnotis. Sampai hari ini, masih sering ditulis di koran bahwa ada kejahatan menggunakan hipnotis. Cobalah Anda cari di Google dengan kata kunci “korban hipnotis” atau “kejahatan hipnotis”, maka Anda akan menemukan ratusan artikel kasus kejahatan yang dikatakan menggunakan hipnotis. Padahal sebenarnya hipnotis tidak bisa digunakan untuk kejahatan semacam itu.

Menurut pengamatan kami, sebagian praktek kejahatan yang diberitakan sebagai kejahatan hipnotis sebenarnya adalah pembiusan atau penipuan belaka yang memanfaatkan kelemahan korban. Mungkin ada baiknya apabila rekan-rekan di media masa memahami apa itu hipnotis dan bedanya dengan penipuan supaya mereka bisa menggunakan kata “hipnotis” secara bijaksana dan pada tempatnya.

Di bawah ini coba sebutkan beberapa miskonsepsi hipnotis, disertai dengan penjelasan yang benar mengenai miskonsepsi tersebut.

Miskonsepsi :  
Hipnotist (orang yang menghipnotis) menggunakan kekuatan supranatural tertentu yang bisa mempengaruhi atau mengendalikan pikiran orang lain.

Hipnotis adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalnya. Seorang ahli hipnotis tidak menggunakan kekuatan supranatural, gaib, mistik, bantuan jin dan sebagainya. hipnotis menggunakan kekuatan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik khusus. Satu-satunya kekuatan dalam hipnotis adalah kata-kata dan pemahaman bahasa.

Anda hanya bisa terhipnotis jika anda memahami bahasa orang yang menghipnotis anda. Misalnya ada pakar hipnotis dari Amerika datang untuk menghipnotis orang Indonesia, maka yang bisa terhipnotis hanya orang yang memahami Bahasa Inggris saja. Sugesti disampaikan melalui kata-kata, dan kata-kata tersebut harus dipahami oleh orang yang dihipnotis.

>Apa itu Hipnotis..??

>

[gugling.com] Banyak orang yang penasaran dengan Hipnotis, yang seringkali membuat “korbannya” menjadi seolah-olah mudah dikendalikan. Banyak juga yang menyalahgunakan Hipnotis untuk mengelabui korbannya. Mari kita telaah Hipnotis dari sejarah dan asal mula katanya.

Kata “Hipnotis” pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter ternama di inggris bernama James Braid yang hidup antara tahun 1795 – 1860. Sebelum masa Jame Braid tersebut, hipnotis dikenal dengan Mesmerism/Magnetism.

Hipnotis berasal dari kata “hypnos” yang merupakan nama dewa tidur orang Yunani. Namun perlu dipahami bahwa kondisi hipnotis tidaklah sama dengan tidur. Jika orang yang sedang tidur tidak menyadari dan tidak bisa mendengar suara-suara disekitarnya, sedangkan orang dalam kondisi hipnotis meskipun tubuhnya seperti sedang tidur, ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya.

Ilmu Hipnotis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Banyak studi klinis dan eksperimental mencoba menentukan apa yang paling unik dari hipnotis dibanding fenomena mental lainnya. Keunikan ini perlu dipahami untuk merumuskan sebuah definisi hipnotis yang akurat.

Namun sampai sekarang, defisini hipnotis yang diungkapkan setiap tokoh masih berbeda-beda. Semua orang setuju dengan keberadaan hipnotis, tapi banyak perbedaan pendapat mengenai apa itu hipnotis. Beberapa definisi tentang hipnotis diantaranya:

  • Hipnotis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana seseorang yang dihipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan.
  • Hipnotis adalah teknik atau praktek dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi trance hipnotis.
  • Hipnotis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas (daya terima saran) meningkat sangat tinggi.
  • Hipnotis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari Beta menjadi Alpha dan Theta.
  • Hipnotis adalah seni komunikasi untuk meng-eksplorasi alam bawah sadar.
  • Hipnotis adalah kondisi kesadaran yang meningkat.

Semua definisi di atas bisa dikatakan benar, karena menandakan salah satu atau beberapa gejala dari kondisi hipnotis. Akan tetapi apa yang diungkapkan diatas belum bisa mencerminkan apa yang paling unik dari hipnotis yang berbeda dari kondisi mental lain.

Definisi hipnotis yang dibuat oleh U.S. Departement of Education, Human Services Division, mengatakan bahwa; “hipnotis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking” atau “hipnotis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti”.

Hipnotis Adalah Fenomena Alami dan Normal
Anda mengalami kondisi mirip hipnotis minimal 2 kali sehari, yaitu saat Anda akan tertidur dan bangun tidur tapi masih malas untuk bangun. Pada saat itu, seluruh tubuh Anda beristirahat tapi pikiran anda masih bekerja walaupun setengah sadar.

Contoh lain peristiwa hipnotis yaitu ketika Anda membaca novel atau menonton film yang seru. Anda merasakan tegang, semangat, cemas, sedih, menangis, dan tertawa, padahal Anda tahu bahwa yang Anda saksikan hanyalah cerita fiksi belaka.

Apakah Anda terhipnotis oleh cerita yang Anda ikuti? Ya benar, Anda terhipnotis. Apakah Anda dikendalikan oleh cerita dalam film? Tentu saja tidak. Dan memang seperti itulah hipnotis. hipnotis hanya bisa Anda rasakan apabila Anda mengizinkan diri Anda untuk mengalaminya. Seperti ketika Anda membaca novel atau menonton film, Anda sendiri yang mengizinkan diri Anda untuk terpengaruh oleh film atau terhanyut dalam cerita novel.

Hipnotis bukanlah cara menguasai pikiran seseorang. Melainkan seni mengelola pikiran. Seorang pakar hipnotis tidak punya kekuatan supranatural yang bisa mengendalikan pikiran Anda. Jika Anda tidak bisa dipaksa untuk menikmati film, maka Anda juga tidak bisa dipaksa untuk dihipnotis.

Hipnotis adalah fenomena mental alami. Setiap manusia normal punya kemampuan untuk mengalami hipnotis. Anda dapat menolak hipnotis dengan cara mengabaikan semua yang dikatakan hipnotist. Seperti halnya anda bisa menolak untuk terharu oleh cerita yang sedih dalam film dengan cara memikirkan hal lain ketika menonton film.

Hipnotis Tidak Selalu Relaksasi
Beberapa orang mengira bahwa kondisi hipnotis tidak lain adalah kondisi fisik yang sangat relaks. Dengan kata lain, hipnotis hanya bisa dicapai dengan relaksasi fisik. Semakin dalam relaksasi, maka semakin dalam level kedalaman hipnotis. Pemahaman ini kurang tepat. memang benar salah satu ciri orang yang berada dalam kondisi hipnosis adalah tubuhnya tampak rileks. Namun, tubuh yang rileks belum tentu menandakan orang dalam kondisi hipnotis. Bahkan dengan teknik yang ada saat ini, kita bisa menghipnotis orang dalam kondisi bangun, tanpa orang tersebut “ditidurkan” lebih dulu.

Disamping itu, banyak sekali orang yang takut dihipnotis. Ketakutan ini wajar karena mereka belum mengenal hipnotis dari sumber yang benar. Banyak orang mengira, bahwa orang yang dihipnotis akan dikuasai pikirannya oleh orang yang menghipnotis. Opini tersebut tidak benar, karena dalam kondisi hipnotis, seseorang tetap memegang kontrol atas dirinya.

Hubungan antara Hipnotis dengan Arloji dan Spiral
Gambar Arloji hipnotis Kalau Anda perhatikan, hampir di setiap website atau brosur tentang hipnotis selalu ada. Memangnya apa sih hubungannya dengan hipnotis?

Dalam hipnotis, arloji pendulum dan gambar spiral digunakan untuk memfokuskan perhatian subyek yang akan dihipnotis. Caranya subjek diminta memandang mengikuti gerakan arloji yang diayunkan, atau fokus pada titik tengah spiral yang diputar. Subyek akan memfokuskan perhatiannya selama beberapa menit, sampai matanya terasa lelah, berat dan ingin menutup.

Peralatan ini pernah sangat populer di abad 19 sehingga menjadi ikon hipnotis sampai sekarang. Namun pada prakteknya, para praktisi hipnotis saat ini sudah jarang yang menggunakan dua peralatan tersebut karena dinilai kurang praktis dan membutuhkan waktu yang lama. Dengan perkembangan ilmu hipnotis sekarang ini, kita bisa menghipnotis orang lain tanpa peralatan apapun.

Term and Definition
Banyak orang yang belum memahami istilah hipnotis dengan benar. Beberapa term di bawah ini perlu Anda pahami definisinya.

  • Hipnotis / hipnotism = Boleh diartikan sebagai ilmu untuk menghipnotis. Definisi secara lengkap seperti yang sudah dijelaskan diatas.
  • Hipnotist = Orang yang melakukan hipnosis atau “juru hipnotis”.
  • Hipnotis adalah terjemahan dari hypnotize (verb) yang artinya “melakukan hipnotis”
  • Hypnotherapy = Aplikasi hipnotis untuk terapi pengobatan.
  • Hypnotherapist = Orang yang ahli menggunakan hipnotis untuk terapi.
  • Subyek / Klien / Suyet = Orang yang dihipnotis
  • Sugesti = Perintah atau saran yang diberikan hipnotist kepada subjek.
  • Emosi = Perasaan. Perlu dipahami, kata “emosi” dalam bahasa percakapan orang indonesia diartikan sebagai “kondisi marah”. Namun arti sebenarnya emosi adalah perasaan. Emosi digunakan untuk menyebut semua jenis perasaan. Senang, bahagia, sakit, sedih, kecewa, takut dan marah adalah jenis-jenis emosi.

Salah Paham Tentang Hipnotis
Di era kebebasan informasi sekarang ini, salah paham tentang hipnotis masih banyak terjadi. Bukan hanya di Indonesia, persepsi bahwa hipnotis adalah kejahatan plus sihir juga terjadi Amerika dan negara-negara lainnya.

Cobalah tanyakan kepada 10 orang awam di sekitar Anda, “Apa itu hipnotis?”. Kemungkinan besar mereka akan menjawab semacam ini: “Hipnotis adalah ilmu hitam yang digunakan kejahatan dengan cara membuat korban tidak sadar dan menuruti perintah orang yang menghipnotis”.

Salah persepsi svengali miskonsepsi hipnotis
Tahun 1894, George du Maurier membuat novel yang bercerita tentang seorang tokoh jahat bernama Svengali. Svengali punya kekuatan mistis yang bisa menguasai pikiran orang lain. Novel ini sukses, dan kemudian dibuat film pada tahun 1933. Film ini pun ditonton jutaan orang. Sejak saat itu, Svengali seolah-olah menjadi ikon hipnotis. Masyarakat secara tidak sadar menjadi takut dengan hipnotis. Novel dan film Svengali berhasil menciptakan kesalah-pahaman besar terhadap hipnotis.

Svengali hanyalah yang pertama. Setelah Svengali, ada puluhan film lain yang menimbulkan kesalahpahaman terhadap hipnotis. Di Indonesia sendiri ada beberapa sinetron yang menimbulkan kesan bahwa hipnotis adalah kejahatan atau ilmu hitam.

Pencitraan dan penggunaan kata yang salah pada berita yang dimuat di surat kabar, radio dan televisi juga sangat berpotensi memperbesar miskonsepsi dan ketakutan masyarakat terhadap hipnotis. Sampai hari ini, masih sering ditulis di koran bahwa ada kejahatan menggunakan hipnotis. Cobalah Anda cari di Google dengan kata kunci “korban hipnotis” atau “kejahatan hipnotis”, maka Anda akan menemukan ratusan artikel kasus kejahatan yang dikatakan menggunakan hipnotis. Padahal sebenarnya hipnotis tidak bisa digunakan untuk kejahatan semacam itu.

Menurut pengamatan kami, sebagian praktek kejahatan yang diberitakan sebagai kejahatan hipnotis sebenarnya adalah pembiusan atau penipuan belaka yang memanfaatkan kelemahan korban. Mungkin ada baiknya apabila rekan-rekan di media masa memahami apa itu hipnotis dan bedanya dengan penipuan supaya mereka bisa menggunakan kata “hipnotis” secara bijaksana dan pada tempatnya.

Di bawah ini coba sebutkan beberapa miskonsepsi hipnotis, disertai dengan penjelasan yang benar mengenai miskonsepsi tersebut.

Miskonsepsi :  
Hipnotist (orang yang menghipnotis) menggunakan kekuatan supranatural tertentu yang bisa mempengaruhi atau mengendalikan pikiran orang lain.

Hipnotis adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalnya. Seorang ahli hipnotis tidak menggunakan kekuatan supranatural, gaib, mistik, bantuan jin dan sebagainya. hipnotis menggunakan kekuatan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik khusus. Satu-satunya kekuatan dalam hipnotis adalah kata-kata dan pemahaman bahasa.

Anda hanya bisa terhipnotis jika anda memahami bahasa orang yang menghipnotis anda. Misalnya ada pakar hipnotis dari Amerika datang untuk menghipnotis orang Indonesia, maka yang bisa terhipnotis hanya orang yang memahami Bahasa Inggris saja. Sugesti disampaikan melalui kata-kata, dan kata-kata tersebut harus dipahami oleh orang yang dihipnotis.

>Apa itu Hipnotis..??

>

[gugling.com] Banyak orang yang penasaran dengan Hipnotis, yang seringkali membuat “korbannya” menjadi seolah-olah mudah dikendalikan. Banyak juga yang menyalahgunakan Hipnotis untuk mengelabui korbannya. Mari kita telaah Hipnotis dari sejarah dan asal mula katanya.

Kata “Hipnotis” pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter ternama di inggris bernama James Braid yang hidup antara tahun 1795 – 1860. Sebelum masa Jame Braid tersebut, hipnotis dikenal dengan Mesmerism/Magnetism.

Hipnotis berasal dari kata “hypnos” yang merupakan nama dewa tidur orang Yunani. Namun perlu dipahami bahwa kondisi hipnotis tidaklah sama dengan tidur. Jika orang yang sedang tidur tidak menyadari dan tidak bisa mendengar suara-suara disekitarnya, sedangkan orang dalam kondisi hipnotis meskipun tubuhnya seperti sedang tidur, ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya.

Ilmu Hipnotis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Banyak studi klinis dan eksperimental mencoba menentukan apa yang paling unik dari hipnotis dibanding fenomena mental lainnya. Keunikan ini perlu dipahami untuk merumuskan sebuah definisi hipnotis yang akurat.

Namun sampai sekarang, defisini hipnotis yang diungkapkan setiap tokoh masih berbeda-beda. Semua orang setuju dengan keberadaan hipnotis, tapi banyak perbedaan pendapat mengenai apa itu hipnotis. Beberapa definisi tentang hipnotis diantaranya:

  • Hipnotis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana seseorang yang dihipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan.
  • Hipnotis adalah teknik atau praktek dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi trance hipnotis.
  • Hipnotis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas (daya terima saran) meningkat sangat tinggi.
  • Hipnotis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari Beta menjadi Alpha dan Theta.
  • Hipnotis adalah seni komunikasi untuk meng-eksplorasi alam bawah sadar.
  • Hipnotis adalah kondisi kesadaran yang meningkat.

Semua definisi di atas bisa dikatakan benar, karena menandakan salah satu atau beberapa gejala dari kondisi hipnotis. Akan tetapi apa yang diungkapkan diatas belum bisa mencerminkan apa yang paling unik dari hipnotis yang berbeda dari kondisi mental lain.

Definisi hipnotis yang dibuat oleh U.S. Departement of Education, Human Services Division, mengatakan bahwa; “hipnotis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking” atau “hipnotis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti”.

Hipnotis Adalah Fenomena Alami dan Normal
Anda mengalami kondisi mirip hipnotis minimal 2 kali sehari, yaitu saat Anda akan tertidur dan bangun tidur tapi masih malas untuk bangun. Pada saat itu, seluruh tubuh Anda beristirahat tapi pikiran anda masih bekerja walaupun setengah sadar.

Contoh lain peristiwa hipnotis yaitu ketika Anda membaca novel atau menonton film yang seru. Anda merasakan tegang, semangat, cemas, sedih, menangis, dan tertawa, padahal Anda tahu bahwa yang Anda saksikan hanyalah cerita fiksi belaka.

Apakah Anda terhipnotis oleh cerita yang Anda ikuti? Ya benar, Anda terhipnotis. Apakah Anda dikendalikan oleh cerita dalam film? Tentu saja tidak. Dan memang seperti itulah hipnotis. hipnotis hanya bisa Anda rasakan apabila Anda mengizinkan diri Anda untuk mengalaminya. Seperti ketika Anda membaca novel atau menonton film, Anda sendiri yang mengizinkan diri Anda untuk terpengaruh oleh film atau terhanyut dalam cerita novel.

Hipnotis bukanlah cara menguasai pikiran seseorang. Melainkan seni mengelola pikiran. Seorang pakar hipnotis tidak punya kekuatan supranatural yang bisa mengendalikan pikiran Anda. Jika Anda tidak bisa dipaksa untuk menikmati film, maka Anda juga tidak bisa dipaksa untuk dihipnotis.

Hipnotis adalah fenomena mental alami. Setiap manusia normal punya kemampuan untuk mengalami hipnotis. Anda dapat menolak hipnotis dengan cara mengabaikan semua yang dikatakan hipnotist. Seperti halnya anda bisa menolak untuk terharu oleh cerita yang sedih dalam film dengan cara memikirkan hal lain ketika menonton film.

Hipnotis Tidak Selalu Relaksasi
Beberapa orang mengira bahwa kondisi hipnotis tidak lain adalah kondisi fisik yang sangat relaks. Dengan kata lain, hipnotis hanya bisa dicapai dengan relaksasi fisik. Semakin dalam relaksasi, maka semakin dalam level kedalaman hipnotis. Pemahaman ini kurang tepat. memang benar salah satu ciri orang yang berada dalam kondisi hipnosis adalah tubuhnya tampak rileks. Namun, tubuh yang rileks belum tentu menandakan orang dalam kondisi hipnotis. Bahkan dengan teknik yang ada saat ini, kita bisa menghipnotis orang dalam kondisi bangun, tanpa orang tersebut “ditidurkan” lebih dulu.

Disamping itu, banyak sekali orang yang takut dihipnotis. Ketakutan ini wajar karena mereka belum mengenal hipnotis dari sumber yang benar. Banyak orang mengira, bahwa orang yang dihipnotis akan dikuasai pikirannya oleh orang yang menghipnotis. Opini tersebut tidak benar, karena dalam kondisi hipnotis, seseorang tetap memegang kontrol atas dirinya.

Hubungan antara Hipnotis dengan Arloji dan Spiral
Gambar Arloji hipnotis Kalau Anda perhatikan, hampir di setiap website atau brosur tentang hipnotis selalu ada. Memangnya apa sih hubungannya dengan hipnotis?

Dalam hipnotis, arloji pendulum dan gambar spiral digunakan untuk memfokuskan perhatian subyek yang akan dihipnotis. Caranya subjek diminta memandang mengikuti gerakan arloji yang diayunkan, atau fokus pada titik tengah spiral yang diputar. Subyek akan memfokuskan perhatiannya selama beberapa menit, sampai matanya terasa lelah, berat dan ingin menutup.

Peralatan ini pernah sangat populer di abad 19 sehingga menjadi ikon hipnotis sampai sekarang. Namun pada prakteknya, para praktisi hipnotis saat ini sudah jarang yang menggunakan dua peralatan tersebut karena dinilai kurang praktis dan membutuhkan waktu yang lama. Dengan perkembangan ilmu hipnotis sekarang ini, kita bisa menghipnotis orang lain tanpa peralatan apapun.

Term and Definition
Banyak orang yang belum memahami istilah hipnotis dengan benar. Beberapa term di bawah ini perlu Anda pahami definisinya.

  • Hipnotis / hipnotism = Boleh diartikan sebagai ilmu untuk menghipnotis. Definisi secara lengkap seperti yang sudah dijelaskan diatas.
  • Hipnotist = Orang yang melakukan hipnosis atau “juru hipnotis”.
  • Hipnotis adalah terjemahan dari hypnotize (verb) yang artinya “melakukan hipnotis”
  • Hypnotherapy = Aplikasi hipnotis untuk terapi pengobatan.
  • Hypnotherapist = Orang yang ahli menggunakan hipnotis untuk terapi.
  • Subyek / Klien / Suyet = Orang yang dihipnotis
  • Sugesti = Perintah atau saran yang diberikan hipnotist kepada subjek.
  • Emosi = Perasaan. Perlu dipahami, kata “emosi” dalam bahasa percakapan orang indonesia diartikan sebagai “kondisi marah”. Namun arti sebenarnya emosi adalah perasaan. Emosi digunakan untuk menyebut semua jenis perasaan. Senang, bahagia, sakit, sedih, kecewa, takut dan marah adalah jenis-jenis emosi.

Salah Paham Tentang Hipnotis
Di era kebebasan informasi sekarang ini, salah paham tentang hipnotis masih banyak terjadi. Bukan hanya di Indonesia, persepsi bahwa hipnotis adalah kejahatan plus sihir juga terjadi Amerika dan negara-negara lainnya.

Cobalah tanyakan kepada 10 orang awam di sekitar Anda, “Apa itu hipnotis?”. Kemungkinan besar mereka akan menjawab semacam ini: “Hipnotis adalah ilmu hitam yang digunakan kejahatan dengan cara membuat korban tidak sadar dan menuruti perintah orang yang menghipnotis”.

Salah persepsi svengali miskonsepsi hipnotis
Tahun 1894, George du Maurier membuat novel yang bercerita tentang seorang tokoh jahat bernama Svengali. Svengali punya kekuatan mistis yang bisa menguasai pikiran orang lain. Novel ini sukses, dan kemudian dibuat film pada tahun 1933. Film ini pun ditonton jutaan orang. Sejak saat itu, Svengali seolah-olah menjadi ikon hipnotis. Masyarakat secara tidak sadar menjadi takut dengan hipnotis. Novel dan film Svengali berhasil menciptakan kesalah-pahaman besar terhadap hipnotis.

Svengali hanyalah yang pertama. Setelah Svengali, ada puluhan film lain yang menimbulkan kesalahpahaman terhadap hipnotis. Di Indonesia sendiri ada beberapa sinetron yang menimbulkan kesan bahwa hipnotis adalah kejahatan atau ilmu hitam.

Pencitraan dan penggunaan kata yang salah pada berita yang dimuat di surat kabar, radio dan televisi juga sangat berpotensi memperbesar miskonsepsi dan ketakutan masyarakat terhadap hipnotis. Sampai hari ini, masih sering ditulis di koran bahwa ada kejahatan menggunakan hipnotis. Cobalah Anda cari di Google dengan kata kunci “korban hipnotis” atau “kejahatan hipnotis”, maka Anda akan menemukan ratusan artikel kasus kejahatan yang dikatakan menggunakan hipnotis. Padahal sebenarnya hipnotis tidak bisa digunakan untuk kejahatan semacam itu.

Menurut pengamatan kami, sebagian praktek kejahatan yang diberitakan sebagai kejahatan hipnotis sebenarnya adalah pembiusan atau penipuan belaka yang memanfaatkan kelemahan korban. Mungkin ada baiknya apabila rekan-rekan di media masa memahami apa itu hipnotis dan bedanya dengan penipuan supaya mereka bisa menggunakan kata “hipnotis” secara bijaksana dan pada tempatnya.

Di bawah ini coba sebutkan beberapa miskonsepsi hipnotis, disertai dengan penjelasan yang benar mengenai miskonsepsi tersebut.

Miskonsepsi :  
Hipnotist (orang yang menghipnotis) menggunakan kekuatan supranatural tertentu yang bisa mempengaruhi atau mengendalikan pikiran orang lain.

Hipnotis adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalnya. Seorang ahli hipnotis tidak menggunakan kekuatan supranatural, gaib, mistik, bantuan jin dan sebagainya. hipnotis menggunakan kekuatan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik khusus. Satu-satunya kekuatan dalam hipnotis adalah kata-kata dan pemahaman bahasa.

Anda hanya bisa terhipnotis jika anda memahami bahasa orang yang menghipnotis anda. Misalnya ada pakar hipnotis dari Amerika datang untuk menghipnotis orang Indonesia, maka yang bisa terhipnotis hanya orang yang memahami Bahasa Inggris saja. Sugesti disampaikan melalui kata-kata, dan kata-kata tersebut harus dipahami oleh orang yang dihipnotis.

Rahasia Atraksi Berjalan Di Atas Api

Saat kita menyaksikan ritual atau pertunjukan orang berjalan di atas bara api, bukan hanya kita merasa kagum, tapi juga ngeri. Kagum karena kita mengira orang tersebut berilmu tinggi atau memiliki fisik yang kuat. Jika menyangkut ilmu, seringnya kita langsung mengaitkannya dengan magic, sihir, atau ilmu supranatural. Jarang sekali ada yang memandang kemampuan berjalan di atas bara api dengan kacamata atau analisa ilmiah.

Yang perlu diketahui sesungguhnya sifat api dapat membakar apabila ada waktu yang cukup untuk bersinggungan dengan benda lain. Sedangkan jika persentuhan itu hanya sesaat maka paling hanya meninggalkan kesan hangat saja.

Dengan demikian, maka api tidak menimbulkan luka bakar jika kita bisa mengatur irama atau kecepatan. Maka demonstrasi debus dengan berjalan di atas api sangat sedikit resikonya karena seseorang akan berupaya untuk melangkah agak cepat ketika kakinya bersentuhan dengan api.

Untuk lebih jelasnya, kami akan menjelaskan tehnik para pemain debus sebelum dan pada saat melakukan atraksi berjalan diatas api, yang akan kami jelaskan sebagai berikut :

  • Ambil arang kayu secukupnya .
  • Buat arang tersebut berjajar seperti titian atau jembatan dengan lebar antara 10-11cm dan sepanjang minimal 3 meter.
  • Tuangkan minyak tanah sehingga seluruh arah tersiram secara merata.
  • Nyalakan arang dengan korek api dan ketika api sudah mulai menyala, anda silahkan untuk berjalan di atas api.

Pemain debus yang sudah berpengalaman tidak akan pernah ragu bahkan langsung menginjak api tersebut dengan telapak kaki mereka. Rahasianya adalah dengan mengetahui sifat api, bahwa api hanya membakar jika ada waktu yang cukup untuk bersinggungan dengan benda yang diam.

Jalan di Atas Api di Seminar Kelas Dunia
Motivasi adalah salah satu hal yang dimiliki tiap orang untuk mencapai keberhasilan dalam hidup. Seminar dari para motivator handal menjadi salah satu cara menumbuhkannya. Di kalangan para dosen, ternyata tak sedikit pula yang sering mengikuti acara tersebut. Fransiscus Cahyo adalah salah satu dosen yang merasakan dampak positifnya.

Inti dari seminar motivator ini adalah mengubah pola pikir. Pola pikir yang berbeda, menghasilkan tindakan yang berbeda pula,” ujar pria yang akrab dipanggil Frans ini. Melalui pola pikir yang berubah, seseorang dapat melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang. Perubahan ini pula dapat meningkatkan pemahaman terhadap orang lain. Hingga akhirnya, terarah pada peningkatan kemampuan komunikasi yang lebih baik.

Dengan banyaknya manfaat yang diperoleh melalui seminar motivasi, tak heran jika Frans rela meluangkan waktu, tenaga, dan uang. Seminar Anthony Robbins, John Maxwell, Andrie Wongso, Krisnamurti, dan James Gwee hanyalah sebagian dari keseluruhan seminar motivasi yang pernah ia ikuti.

Di antara sekian banyak seminar yang diikuti, seminar bertajuk ”Unleash the Power Within” yang dibawakan Anthony Robbins lah yang telah menjadikannya ”orang yang baru”. ”Selama empat hari para peserta dari Indonesia, Malaysia dan Singapura sharing dan mendengarkan seorang world class speaker. Materi yang dibawakan telah mengubah cara pandang kita dalam menghadapi persoalan,” kenangnya.

Dalam seminar itu ada pengalaman berkesan bagi Frans. Pada suatu sesi para peserta diminta berjalan di atas api tanpa alas kaki. Bagi orang yang belum mengubah pola pikir, hal itu tampak menakutkan dan tak mungkin dilakukan. Namun, tidak bagi Frans yang telah memahami pentingnya menghapus kepercayaan yang menyebakan ketakutan. ”Seringkali kita tidak berani melakukan sesuatu karena takut. Padahal, belum tentu ketakutan itu terbukti. Untuk bisa terus maju, ketakutan itulah yang harus dihilangkan terlebih dulu,” ujarnya berbagi.

Seminar memang memberikan perubahan signifikan dalam segala aspek kehidupan dosen yang juga mengasuh mata kuliah Farmasi Sosial dan Farmasi Komunitas ini. Namun, baginya motivasi tidak harus didapat melalui seminar. ”Buku-buku motivasi terkadang mengandung lebih banyak ilmu. Hanya saja seminar memang terkemas lebih menarik,” cetusnya.

Selain untuk perkembangan diri sendiri, ilmu yang diperoleh dapat pula dipakai membantu orang lain. Sebagai seorang dosen, Frans pun sering membantu para mahasiswanya menghadapi masalah. Kepada para mahasiswa ia berpesan, ”Ketahuilah tujuan hidupmu dan hilangkan segala believe yang salah.”

Salah satu doktrin yang salah adalah adanya pesan untuk jangan bermimpi terlalu tinggi. Konon, jika jatuh akan sakit rasanya. ”Believe seperti ini harus dihilangkan karena membuat seseorang takut gagal dan tidak berani mencoba,” terangnya. Satu hal yang juga tak boleh dilupakan adalah keseimbangan antara motivasi dan ketrampilan. ”Milikilah keduanya,” tutup Frans.[www.ubaya.ac.id]

RAHASIA BERJALAN DI ATAS BARA API
Seorang Profesor Fisika, David Willey, menemukan penjelasan ilmiah mengenai hal ini dari sudut pandang termodinamika. Untuk membuktikannya ia melakukan sendiri dengan berjalan di atas bara api dengan kaki telanjang. “Tidak ada yang lebih menarik para mahasiswa daripada pertunjukan yang seolah-olah bisa membunuh saya”, kata Willey yang merupakan penerima penghargan terbaik dalam pengajaran dari Presiden AS di Universitas Pittsburgh, Johnstown. Seperti yang diduga, ia tidak mengalami luka sedikit pun karena melakukannya dengan berjalan cepat. Mengapa bisa terjadi dan dimana rahasianya?

Sejak tahun 1930-an, para ilmuwan telah menemukan penjelasan mengapa berjalan di atas bara api tidak melukai kulit kaki. Dewan Riset Fisika Universitas London menemukan bahwa rahasianya ada di kayu dan bukan kekuatan gaib atau supranatural. Bara api yang digunakan pada upacara umumnya dari kayu yang dibakar hingga membara. Bara yang terbakar bisa mencapai suhu 538 derajat celcius. Willey sendiri berjalan di atas bara yang suhunya mencapai 982 derajat celcius. Kulit kaki bisa tahan terhadap panas sebesar itu, karena hanya sebagian kecil panas yang mengalir dari bara ke kulit. Meskipun terbakar, kayu tidak akan sepanas itu dan masih bersifat sebagai konduktor yang buruk. Dalam keadaan normal, kayu merupakan isolator yang baik sehingga tidak mengantarkan panas. Konduksi merupakan bentuk perpindahan panas dari suatu material ke material lain yang lebih dingin. Pada proses tersebut, getaran molekul-molekul material yang panas akan bertubrukan dengan molekul-molekul yang lebih dingin dan memindahkan energinya. Karena kayu merupakan konduktor yang buruk, energi dalam bentuk panas tetap tertahan di dalam bara api sehingga hanya sedikityang dipindahkan ke kulit kaki. Lapisan abu yang terbentuk di permukaan kayu juga membantu menahan aliran panas dari dalam bara ke luar. Itulah mengapa orang berani berjalan di atas bara tidak akan berani melakukannya di besi yang membara. Karena bersifat konduktor yang baik, logam yang membara akan terasa sangat panas dan dapat melukai kulit kaki.

Bukan berarti tidak mungkin terbakar sama sekali, karena perpindahan panas masih bisa terjadi. Jika seseorang berdiri diam di atas bara selama beberapa waktu, maka orang tersebut pasti akan mendapatkan luka bakar yang cukup serius.

Namun jika seseorang membatasi kontak kulitnya dengan bara api misalnya dalam jangka waktu yang sangat singkat atau berjalan dengan cepat, maka kaki tidak akan mendapatkan panas yang cukup untuk membakar kulitnya. Berjalan dengan cepat di atas bara mencegah kulit melepuh. Saat salah satu kaki menapak di bara kayu, kaki lainnya punya kesempatan untuk dingin kembali saat melayang di udara. Permukaan kulit mati juga menjadi pelindung tambahan bagi kulit di bawahnya. Meski praktik berjalan kaki di atas bara api sebaiknya dilakukan melalui tahap latihan yang cukup, pada dasarnya semua orang yang sehat dapat melakukannya.

Luka bakar sendiri akan terjadi jika tubuh terpapar oleh suatu zat yang bersuhu tinggi dan salah satu penyebab utama kecelakaan luka bakar adalah terpapar api.

Berdasarkan derajat kerusakan jaringan, maka luka bakar dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu:

  1. Luka bakar derajat 1, yakni kerusakan pada lapisan epidermis yang ditandai dengan bengkak ringan di daerah tersebut, kulit kemerahan dan luka lecet.
  2. Luka bakar derajat 2, yakni kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis (lapisan kulit yang lebih dalam), timbul rasa nyeri, infeksi dan terkadang dehidrasi.
  3. Luka bakar derajat 3, yakni kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis, mengenai lapisan otot dan tulang serta terjadi infeksi.

Bagaimana Rasanya Kena Hipnotis…?? Penasaran…??

Kecanduan TV, Facebook, dll.

Kejahatan dengan cara menghipnotis korbannya makin merajalela, apalagi pada saat meningkatnya arus mudik seperti minggu ini. Harta yang menjadi sasaran terutama uang tunai di tangan korban, telepon seluler, perhiasan, bahkan sepeda motor. Selalu bersikap waspada dan meningkatkan konsentrasi bisa menjadi cara ampuh menghadang hipnotis.

Sebenarnya hipnoterapi merupakan bagian dari ilmu psikologi. Di sejumlah negara, praktik hipnoterapi ini sudah diakui oleh profesi kedokteran. Pada intinya metode ini sangat bermanfaat untuk membantu mencari akar masalah hingga jauh ke bawah sadar untuk kemudian memperbaikinya.

Hipnotis pada dasarnya adalah memasukkan beberapa sugesti ke dalam pikiran orang sehingga pikiran yang lama terbuang. Sugesti itu dimasukkan dengan perkataan yang monoton, menghitung mundur atau menggerakkan bandul di depan subyek. Dalam masyarakat kita ada beberapa orang yang tergolong sebagai orang yang gampang tersugesti. Orang seperti inilah yang gampang terhipnotis.

Menurut psikolog Irna Minauli, MPsi, seseorang yang dalam kondisi lengah, banyak pikiran, dan tidak fokus terhadap sesuatu yang sedang dikerjakan, sangat mudah untuk menjadi korban pelaku hipnotis. Terlebih, jika seseorang itu memiliki sikap yang penurut, tidak kritis, dan mudah dipengaruhi akan memudahkan pelaku untuk menggiring pikiran korban kejahatan itu agar menuruti segala yang perintah.

“Pastinya saat daya konsentrasi sudah menurun sampai 75 persen maka besar peluang untuk dihipnotis,” kata Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area itu. Untuk mencegahnya, ia menyarankan agar kita selalu waspada terhadap orang asing serta menghindari pikiran yang kosong. Kegiatan zikir, membaca buku, atau kegiatan lain yang sifatnya mengisi pikiran bisa dilakukan untuk mencegah hipnotis.

Selain itu, masyarakat perlu waspada bila seseorang yang tidak dikenal menyapa dengan ramah dan lemah lembut. Terlebih bila sapaan-sapaan yang dilontarkan dilanjutkan dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban “ya”. “Kalau pelaku bertanya dan kita selalu menjawab ’ya’ sebanyak tiga kali maka mudah untuk memberi perintah selanjutnya,” katanya seperti diberitakan oleh Antara

Sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita telah mengalami hipnosis. Tepatnya kita telah tanpa sadar terhipnosis oleh sesuatu peristiwa atau situasi yang kita hadapi.

“Padahal yang paling berbahaya itu adalah hipnosis yang tidak disadari sebagai hipnosis,” ujar Ariesandi Setyono, pendiri Akademi Hipnosis Indonesia. Contoh fenomena orang yang mengalami hipnosis tanpa disadari, menurut Ariesandi, adalah sebagai berikut:

  • Menonton acara di televisi hingga terlarut, lalu tanpa sadar telah ikut menangis, ikut marah, ikut membenci, ikut jengkel, atau ikut tertawa.
  • Mendapatkan luka gores yang tidak disadari, dan baru terasa ketika sedang bersantai.
  • Ketika mencari sesuatu barang tidak bisa melihat atau menemukannya, padahal barang tersebut jelas-jelas ada dalam pandangan matanya (negative visual halusination).
  • Timbul air liur saat membayangkan atau mendengar orang bercerita mengenai asamnya jeruk nipis.
  • Selalu berbuat kesalahan ketika bertemu dengan persoalan tertentu.
  • Selalu timbul rasa marah, jengkel, dan benci saat mengingat seseorang.
  • Mimpi yang dirasakan seolah benar-benar terjadi.
  • Timbul perasaan sedih atau sangat sentimentil ketika mendengarkan lagu-lagu tertentu.
  • Dan lain-lain dan sebagainya.

Lantas apa bahayanya dengan hipnosis yang tidak disadari sebagai hipnosis itu? Menurut guru hipnoterapi yang banyak menulis buku-buku laris tentang meraih sukses ini, contohnya adalah bahwa orang-orang yang suka menonton sinetron akan mengalami nasib yang sama dengan lakon-lakon yang ditontonnya.

Mengapa demikian? Karena mereka menyerap nilai nilai yang sama dengan yang ditampilkan dalam sinetron itu. (fn/k2m) http://www.suaramedia.com