Mengenal Anatomi Otak

[supersuga.wordpress.com] Otak merupakan alat untuk memproses data tentang lingkungan internal dan eksternal tubuh yang diterima reseptor pada alat indera (seperti mata, telinga, kulit, dan lain-lain). Data tersebut dikirimkan oleh urat saraf yang dikenal dengan system saraf keseluruhan. System saraf ini memungkinkan seluruh urat saraf mengubah rangsangan dalam bentuk implus listrik. Kemudian implus listrik dikirim ke pusat system saraf, yang berada di otak dan urat saraf tulang belakang. Disinilah data diproses dan direspon dengan rangsangan yang ‘’cocok’’. Biasanya dalam tahap ini timbul saraf efektor, yang berfungsi untuk mengirim implus saraf ke otot sehingga otot berkontraksi atau rileks.

Di dalam jaringan system saraf pusat terdapat hirarki control. Banyak rangsangan sederhana berhubungan dengan tindakan refleks/aksi spontan (misalnya, dengan cepat kita mengibaskan tangan saat menyentuh piring panas). Otak tidak terlibat langsung dalam proses ‘’identifikasi’’ mengenai tindakan refleks. Tapi, tindakan refleks tersebut diproses di saraf tulang belakang. Meskipun otak tidak terlibat langsung dalam proses yang berhubungan dengan aksi spontan, tetap saja kita akan mencerna data/rangsangan yang dipersepsi alat indera.

Contohnya kita tidak serta-merta menumpahkan sepiring penuh makanan tanpa alasan kecuali piring itu memang panas sehingga kita refleks menumpahkannya. Atau bisa juga hal itu disebabkan oleh stress yang kita alami. Fenomena semacam ini adalah fungsi yang rumit yang terjadi di otak. Bernafas, keseimbangan, menelan, dan mencerna terjadi, karena fungsi ‘’otomatis’’ otak. Dan kita tidak menyadari bahwa proses tubuh tersebut membutuhkan control yang ‘’lembut’’ dan teknik mengatur yang baik. Otak ‘’purba’’ mengontrolnya secara relatif. Misalnya, kita akan menoleh jika seseorang memanggil nama kita di jalan. Aksi tersebut dikontrol oleh bagian otak yang ‘’lebih baru’’. Otak dan urat saraf tulang belakang dilindungi oleh tulang (tengkorak dan tulang belakang secara berurutan) dan dikelilingi oleh cairan otak, yang berfungsi sebagai alat penahan goncangan.

Bagian-Bagian Otak
Otak nampak seperti sebuah ‘’kembang kol’’ yang beratnya rata-rata 1,2 kg pada laki-laki dan 1 kg pada perempuan. Otak dapat dibagi ke dalam tiga bagian umum, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Anehnya nama bagian-bagian tersebut tidak berdasarkan letaknya pada otak (contohnya otak depan tidak berada di bagian depan). Tapi, nama bagian-bagian tersebut didasarkan pada posisi saat manusia masih berbentuk embrio. Kemudian posisi bagian-bagian otak tersebut berubah selama perkembangan janin dalam kandungan.

Otak Belakang terletak di dasar kepala, terdiri dari empat bagian fungsional, yaitu medulla oblongata, pons, bentuk reticular (reticular formation), dan cerebellum.

  • Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.
  • Pons merupakan ‘’stasiun pemancar’’ yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Ponslah yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.
  • Formasi Reticular memiliki peranan penting dalam pengaturan gerakan dan perhatian Anda. Formasi reticular seolah-olah berfungsi untuk ‘’mengaktifkan’’ bagian lain dalam otak.
  • Selain bagian-bagian yang telah disebutkan tadi, ada juga bagian yang dinamakan cerebellum dengan banyak lilitannya. Cerebellum disebut juga otak kecil yang berkerut sehingga hampir seperti otak besar (otak secara keseluruhan). Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak. Tapi, sebenarnya fungsi tersebut perlu ‘’dipelajari’’ dan dilatih, seperti keseimbangan dan koordinasi. Misalnya saat berjalan, apabila jalan yang kita lalui sudah biasa dilewati, maka tanpa berpikirpun, kita sudah bisa sampai ditujuan. Itulah salah satu kegunaan cerebellum, yang berfungsi sebagai kendali/ control atas gerakan kita.

Otak Tengah merupakan pusat saraf dalam lingkup kecil. Otak tengah adalah lanjutan dari formasi reticular dan merespon pendengaran dan pengelihatan (seperti gerak mata). Otak tengah tampaknya lebih ‘’penting’’ fungsinya pada hewan mamalia daripada manusia, karena pada manusia yang lebih dominan digunakan adalah otak depan. Otak tengah adalah bagian terbesar pada otak. Bagiannya yang paling utama adalah korteks yang mengandung kurang lebih 10 miliar saraf dan terletak pada lapisan luar otak. Otak tengah juga merupakan ‘’puncak’’ fungsional otak yang respon terhadap fungsi yang ‘’lebih rumit’’, tindakan sengaja, dan kesadaran.

Adapun bagian-bagian penting otak depan adalah thalamus, hypothalamus, dan system limbic.

  • Thalamus terdiri dari sejumlah pusat saraf dan berfungsi sebagai ‘’tempat penerimaan’’ untuk sensor data dan sinyal-sinyal motorik. Contohnya untuk mengirim data dari mata dan telinga menuju bagian yang tepat dalam korteks.
  • Hypothalamus berfungsi untuk mengontrol nafsu makan dan syahwat dan mengatur kepentingan biologis lainnya. Hypothalamus, thalamus, otak tengah, dan otak belakang (tidak termasuk cerebellum) bersama-sama membentuk apa yang disebut ‘’tangkai/batang’’ otak (the brain stem). Batang otak berfungsi untuk mengatur seluruh proses kehidupan yang mendasar. Jika batang otak tersebut kekurangan aktivitas (kurang dirangsang), maka menurut psikiater akan menyebabkan brain death atau kelumpuhan otak.
  • Di antara pusat otak dan korteks terletak system limbic (limbic berasal dari bahasa Latin yang berarti batas). Anatomi system limbic ini hampir seperti hypothalamus. System limbic memungkinkan kita mengontrol insting/naluri kita. Misalnya, kita tidak serta merta memukul seseorang yang tidak sengaja menginjak kaki kita. System limbic terdiri dari tiga bagian utama, yaitu amygdala dan septum yang berfungsi mengontrol kemarahan, agresi, dan ketakutan, serta hippocampus yang penting dalam merekam memori baru.
  • Korteks (korteks cerebral) adalah helaian saraf yang tebalnya kurang dari 5 mm, tapi luas bagiannya mencapai 155cm. korteks menyusun 70 persen bagian otak. Lipatan korteks yang erat kaitannya dengan tengkorak manusia membuat otak tampak berkerut. Saraf dalam korteks memproses data. Warna korteks kelabu (inilah alasan mengapa korteks diistilahkan dengan ‘’benda/zat kelabu’’ –the grey mater). Korteks pun secara luas berhubungan satu sama lain (dengan bagian dalam otak). Jaringan panjang yang menghubungkan bagian-bagian terpisah (secara luas) pada otak tersusun dari saraf yang tertutup penyekat berlemak yang disebut myelin. Myelin membuat jaringan tersebut berwarna putih (disebut juga ‘’benda/zat putih’’)Korteks mempunyai sejumlah struktur dan bagian-bagian fungsional. Yang paling nyata dari pembagian ini adalah belahan kiri dan kanannya.

Beberapa ahli berpendapat bahwa kedua belahan otak dihubungkan oleh sebuah ‘’bundel serat tebal’’ yang disebut corpus callosum. Corpus callosum membantu menyatukan aktivitas otak (memberitahu otak kiri tentang apa yang dilakukan otak kanan, juga sebaliknya). Pembagian penting lainnya dalam korteks adalah empat buah lobus atau cuping, yaitu temporal, frontal, occipital, dan parietal.

Bagian-bagian tersebut dinamai berdasarkan letaknya setelah tulang tengkorak. Sejak lama muncul berbagai pendapat tentang fungsi tersebut dalam otak. Lobus frontal berhubungan dengan konsentrasi, lobus temporal berhubungan dengan bahasa dan ingatan, lobus parietal berhubungan dengan sensor data dan lobus occipital berhubungan dengan pengelihatan dan persepsi. Jadi, proses kesadaran pikiran bergantung pada interaksi kompleks di bagian-bagian otak.

Baca Juga Artikel Ini :

PERANAN SUBCONCIOUS MIND DALAM MEKANISME SEDEKAH

by sekolahfundraising
[sekolahfundraising.wordpress.com]

Kadang-kadang kita baru menyadarai betapa hebatnya cara bekrja seorang sopir angkutan umum atau angkot, dalam satu waktu yang bersamaan dia mampu melakukan tidak tanggung-tanggung, yaitu empat kegiatan sekaligus, pertama dia mengemudikan mobil atau menyetir, tanpa harus berfikir panjang kapan dia harus menginjak gas, kapan menginjak rem, kapan harus menginjak kopling, dilain pihak si sopir juga melakukan aktifitas yang lain yaitu mencari penumpang, sambil merokok, kalau perlu kedua tangannya sambil menghitung uang setoran yang telah dia kumpulkan. Semua berjalan begitu saja tanpa sedikitpun mengalami kesulitan.

Kenapa bisa seperti itu ?? tidak ubahnya sebuah program yang telah di install dalam computer, semua yang dilakukan oleh sopir tadi sudah terekam atau ter “install”secara kuat difikiran bawah sadarnya, sehingga semua bisa berjalan secara otomatis, tanpa harus memikirkan kapan dia harus melihat dimana posisi pedal, rem, kopling dan sebagainya. Begitulah gambaran sederhana bagaimana otak bawah sadar manusia bekerja, komponen yang sangat vital pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup seorang manusia.

Otak bawah sadar yang biasa disebut dengan Subconscious mind ada juga yang menyebut Unconscious mind berperan sangat penting sekali dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh tubuh seorang manusia, dalam satu hari saja, jutaan kegiatan dilaksanakan, dan semua itu melibatkan otak bawah sadar manusia, karena disitulah program-program kegiatan tersebut di “instal”. Misalnya saja pada waktu pagi hari, baru saja mata terbuka ketika bangun dari tidur, tanpa harus berpikir panjang ada yg langsung menuju kamar mandi, ada yang langsung minum air putih, ada yang langsung membuat kopi dan sebagainya, yang masing-masing kegiatan tersebut juga dilakukan secara otomatis, maka sungguh betapa hebatnya bagian kecil dari ciptaan Alloh ini bekerja.

A. Tugas Pikiran bawah sadar
Dibandingkan dengan pikiran sadar ( conscious mind ) kapasitas pikiran bawah sadar ( sub conscious mind ) mempunyai “space” yang teramat sangat jauh lebih besar, jika pikiran sadar atau conscious mind diumpamakan anak gunung Krakatau yang mencul di permukaan air selat Sunda, maka subconscious mind bagaikan induk gunung dibawahnya yang menghujam sampai ke dasar tanah dibawah laut, kalau dibuat perbandingan 88% adalah subconscious, sedangkan 12% sisanya adalah conscious mind atau otak sadar.

Perbedaan tugas kedua bagian otak ini adalah dalam sifat dan cara kerjanya, dimana keduanya mempunya cirri-ciri yang saling berbeda, kalau pikiran sadar atau conscious mind dengan sifatnya yang cenderung dinamis, subconscious mind cenderung statis, dia hanya melaksanakan kegiatan yang sudah terprogram didalamnya, kalau diibaratkan sebuah komputer, maka pikiran bawah sadar seperti office yang diinstall didalam computer, sementara pikiran sadar seperti tulisan yang sedang diketik atau gambar-gambar yang sedang diolah, maka keduanya saling berkaitan antara satu sama yang lain.

Sifat yang lain adalah pikiran bawah sadar yang sangat sugestif, apapun informasi yang diterima akan dia kerjakan, sementara pikiran sadar tidak analitis dan tidak bersifat sugestif.

B. Mekanisme giving dalam pola pikiran bawah sadar
Seperti halnya seorang yang sedang sakit kepala, dia akan sembuh kalau sudah minum bodrek, atau ada yang sembuh setelah minum Oskadon, atau Paramek, atau ponstan atau Paracetamol hal ini tergantung pada “file” yang tersimpan di memori bawah sadar orang tersebut, padahal kalau dianalisa kandungan masing-masing obat adalah sama yaitu Paracetamol.

Dalam dunia fundraising juga terjadi proses yang hampir sama, dimana program atau proposal yang disetujui oleh donatur adalah proposal program yang datang dari lembaga-lembaga yang sudah “terekam” di memori bawah sadar dari penentu kebijakan atau key person yang meng ACC proposal program yang masuk. Yang harus menjadi catatan bagi para fundraiser, terutama yang sedang memprospek donatur yang baru adalah bagaimana informasi yang disampaikan tersebut bisa langsung masuk ke pikiran bawah sadar donatur, sehingga bisa langsung direspon.

Ilustrasi sederhana yang lain adalah tindakan yang diambil oleh seseorang ketika dia sedang membaca buku diteras rumahnya, tiba-tiba saja tanpa disadari muncul seekor ular king kobra yang besar dengan badan tegak, cendok dilehernya mengembang, mulutnya terbuka dengan taring yang tajam mengkilat menandakan ular king kobra tersebut sedang dalam keaadaan yang lapar dan siap mematuk mangsa didepannya. Kira-kira apakah tindakan yang akan diambil oleh orang yang sedang santai dan membaca buku tersebut ?? Lari, memanggil pertolongan, berdoa supaya diselamatkan, atau memikirkan jalan keluarnya?? Tentusaja tindakan orang tersebut akan beragam sesuai dengan program yang bekerja pada memori bawah sadarnya. Kalau dia seorang yang phobia ular… mungkin dia akan langsung pingsan tanpa digigit, mungkin dia akan lari secepat kilat, mungkin juga dia akan mengambil apapun yang ada disekitarnya untuk melawan ular, atau mungkinj juga dia akan ketawa dan tersenyum lebar.. karena dia adalah seorang pawang dan penjual ular kobra, begitu tiba-tiba ada ular kobra king yang besar menyeringai didepan matanya..yang terpikir olehnya adalah Rejeki dating tanpa diduga-duga.

Demikianlah mekanisme kerja pikiran bawah sadar, sekali lagi dalam proses fundraising juga tidak jauh berbeda, tindakan apa yang akan diambil oleh donatur tehadap proposal program maupun presentasi program yang diajukan oleh seorang fundraiser, tergantung pada program bawah sadar yang terinstall, jadi inti konsep mekanisme giving dalam kegiatan fundraising adalah :

C. Brain Wave ( gelombang otak )
Pikiran bawah sadar yang cenderung sugestif terhadap informasi yang masuk, berada di level Alpha atau Theta, sementara pikiran sadar berada di level Betha, sedangkan level delta adalah kondisi dimana gelombang otak sedang dalam posisi yang cenderung renggang, kondisi ini juga kondisi yang non sugestif. Pada level Alpha otak cenderung sugestif dan mudah menerima informasi, sementara pada level Theta otak sangat sugestif dan sangat mudah menerima informasi, tantangan bagi para fundraiser adalah membuat donatur yang sedang di prospek bisa masuk kedalam kondisi sugestif ini, sehingga informasi program dan proposal yang diajukan masuk sebagai “sugesti” yang akan direspon oleh pikiran bawah sadar donatur.

Baca Juga Artikel :

Apa itu Hipnotis..?? 
10 Kekuatan Manusia
Ciptakan Talentamu
Memasuki Zona Quantum Diri
Meditasi ; Seni Mendengarkan Intuisi
Sekilas Mengenai NAQS DNA

>Karena Anda Tidak Dapat Membelah Lautan

>

Keistimewaan sejarah Rasulullah saw.
[www.rasoulallah.net] Dalam sejarah Rasulullah saw. terkumpul beberapa keistimewaan yang membuat orang yang mempelajarinya mendapatkan kesenangan ruhiyah, akliyah, dan sejarah, sebagaimana pelajaran ini adalah suatu hal yang sangat perlu di ketahui oleh para ulama syari’at dan para da’I yang mengajak kepada agama Allah Swt. yang memperhatikan kemaslahatan masyarakat. agar mereka bisa menyampaikan syari’at islam kepada orang lain dengan penuh kesabaran, hal ini dapat membuat mereka bertahan dan tetap konsisten ketika berhadapan dengan keadaan-keadaan yang sulit, sehingga ia dapat menyaksikan masyarakat menerima dakwahnya, dan akan terwujud perbaikan yang di dakwahkan oleh orang-orang yang menginginkan perbaikan, dan akan terwujud keberhasilan dan ketepatan dalam meraih target. Berikut kami akan paparkan secara global tentang keistimewaan-keistimewaan sejarah Rasulullah saw.


Pertama:
Sejarah Rasulullah saw. adalah sejarah yang paling valid mengenai sejarah seorang nabi yang di utus, dia agung dan pembaharu, telah sampai kepada kita sejarah hidup Rasulullah saw. melalui jalur-jalur ilmiah yang sangat sahih (valid/akurat) dan sangat kuat tidak tergoyahkan –sebagaimana yang akan kita lihat dalam pembahasan sumber-sumber sejarah- sehingga tidak ada lagi keraguan mengenai fakta-faktanya yang nyata dan kejadian-kejadiannya yang besar, yang memungkinkan bagi kita sekarang mengetahui dengan mudah hal-hal yang di tambahkan dalam sejarahnya tersebut pada masa-masa sekarang ini, baik hal tersebut dari segi kejadian-kejadian, mukjizat-mukjizat, atau bahkan orang yang bodoh yang ingin menambahkan sifat-sifat yang menakjubkan kepada Rasulullah saw. yang melebihi apa yang di inginkan Allah Swt. kepada Rasul-Nya.

Sesungguhnya ciri dari keabsahan sebuah sejarah ialah valid dan tidak ada keraguan di dalamnya hal ini tidak terdapat dalam sejarah para Rasul Allah Swt. terdahulu. Sebagai contoh Musa as. Sejarahnya yang valid yang kita dapati telah bercampur dengan hal-hal pemalsuan dan kebohongan yang di masukkan oleh orang-orang yahudi. Kita tidak akan mampu berfokus ke kitab Taurat yang ada sekarang, untuk mengeluarkan dari kitab tersebut tentang sejarah Nabi Musa as. Yang Valid, beberapa ahli kritik orang barat telah meragukan beberapa isi dari kitab Taurat tersebut, namun sebagian dari mereka memastikan bahwa sebagian dari isi kitab ini di tulis pada masa Nabi Musa as. Masih hidup sebagaimana yang terdapat dalam kitab Taurat.

Oleh karena itu, tidak ada jalan bagi seorang muslim untuk mempercayai keabsahan sejarah hidup Nabi Musa as. Kecuali dengan melalui al Qur’anul Kariem dan sunnah yang Valid.

Demikian juga mengenai sejarah hidup Nabi Isa as., injil-injil yang di kenal orang-orang Kristen sejak bertahun-tahun yang lalu, telah di pilih –tanpa melalui cara yang ilmiah yang valid- diantara beratus-ratus injil yang tersebar pada orang-orang Kristen pada waktu itu, kemudian penisbahan kitab-kitab injil ini ke penulisnya tidak melalui proses yang ilmiah yang valid, dia tidak di riwayatkan dengan sanad (istilah ilmu hadits) yang bersambungan ke penulisnya, di mana perselisihan juga telah terjadi di antara para ahli kritik orang-orang barat mengenai nama-nama beberapa penulisnya ? dan di tahun berapa ia menulisnya?

Jika hal ini terjadi dalam sejarah para rasul Allah Swt. para pemilik agama yang menyebar di seluruh dunia, maka keraguan akan semakin kuat mengenai sejarah pemilik agama-agama dan filosofis-filosofis yang lain yang pengikutnya berjuta-juta orang jumlahnya di dunia, seperti Budha dan konghuchu, karena riwayat-riwayat yang di ambil oleh para pengikut mereka mengenai sejarah mereka tidak mempunyai dasar yang valid dari segi tinjauan pembahasan ilmiah, akan tetapi hal tersebut adalah suatu hal yang di buat-buat oleh para pendeta di antara mereka, dan akan semakin bertambah pemalsuan dan kebohongan-kebohongan di dalamnya dari generasi sebelumnya, tidak mungkin akan di benarkan oleh akal yang sehat yang terbebas dari sifat fanatisme terhadap agama-agama tersebut. Oleh sebab itu, kita mengatakan bahwa sejarah yang paling valid dan kuat secara mutawatir (istilah ilmu hadits) adalah sejarah hidup Rasulullah saw.

Kedua:
Sesungguhnya kehidupan Rasulullah saw. sangat jelas dalam setiap tingkatannya, dari sejak ayahnya Abdullah menikahi ibunya Aminah sampai Rasulullah saw. meninggal, kita mengetahui banyak tentang kelahirannya, masa kecilnya, masa remajanya, usahanya sebelum beliau saw. diangkat menjadi seorang nabi, perjalanannya keluar dari kota mekkah, sampai beliau saw. di utus oleh Allah swt. sebagai seorang Rasul yang mulia, kemudian setelah itu kita mengenal dengan gambaran yang sangat jelas dan sempurna setiap dari keadaannya dari tahun ke tahun, sehingga sejarah hidup Rasulullah saw. sangat jelas dan terang seperti terangnya sinar matahari di siang hari, sebagaimana yang di katakan oleh beberapa orang dari ahli kritik barat:

“Sesungguhnya Muhammad saw. adalah satu-satunya yang di lahirkan dengan sinar matahari (di karenakan jelas dan terangnya sejarah hidup beliau)”.

Dan hal ini yang sangat sulit untuk di contoh oleh para rasul sebelumnya. Seperti halnya Nabi Musa as. Kita tidak mengetahui sedikitpun mengenai masa kecilnya, masa remajanya dan kehidupannya sebelum beliau di angkat menjadi seorang nabi, kita hanya mengenal sebagian kecil dari kehidupannya setelah beliau di angkat menjadi Nabi, akan tetapi hal tersebut tidak memberikan kepada kita gambaran kehidupannya secara sempurna.

Demikan juga Nabi Isa as. kita tidak mengetahui sedikitpun tentang masa kecilnya, kecuali apa yang di beritakan oleh injil-injil sekarang, bahwasanya beliau as. masuk ke Haikal (tempat ibadah) orang yahudi, dan berdiskusi dengan orang-orang alim mereka, Cuma kejadian ini yang menyebutkan tentang masa kecilnya, kemudian kita tidak mengetahui mengenai keadaannya setelah beliau as. di angkat menjadi nabi kecuali hal-hal yang berkaitan dengan dakwahnya, dan sedikit sekali kita menemukan tentang cara-cara hidupnya, selain dari hal tersebut tidak terungkap.

Sementara ketika kita beralih ke sejarah hidup Rasulullah saw., sumber-sumber yang valid menjelaskan dengan terperinci mengenai kehidupan pribadi Rasulullah saw., seperti cara makannya, berdirinya, duduknya, pakaiannya, bentuknya, penampilannya, cara bicaranya, pergaulannya dengan keluarganya, ibadahnya, shalatnya, pergaulannya dengan para sahabatnya, bahkan karena sangat terperincinya riwayat mengenai Rasulullah saw. terdapat riwayat mengenai jumlah rambut dan jenggotnya yang putih saw.

Ketiga:
Sesungguhnya sejarah hidup Rasulullah saw. menceritakan tentang sejarah hidup seorang manusia yang Allah swt. memuliakannya dengan memberikan risalah kenabian kepadanya, maka beliau adalah seorang manusia biasa dan tidak akan keluar dari fitrahnya sebagai seorang manusia biasa, kehidupannya tidak di penuhi dengan mitos-mitos, sedikitpun beliau tidak pernah menyandarkan sifat ke-Tuhanan kepadanya, jika kita membandingkan hal ini dengan apa yang di riwayatkan oleh orang-orang Kristen tentang sejarah hidup Isa as., dan apa yang di riwayatkan oleh orang-orang budha mengenai Budha dan para penyembah berhala tentang tuhan-tuhan mereka, yang mereka sembah. Sangat jelaslah perbedaan antara sejarah hidup Rasulullah saw. dan sejarah mereka.

oleh karena itu, akan terwujud pengaruh yang sangat mendalam dalam perangai manusia atau masyarakat terhadap pengikut mereka, orang yang mengakui bahwa Nabi Isa as. adalah Tuhan begitupun Budha, keduanya sangat jauh untuk di jadikan sebagai panutan dalam konsep kemanusian dalam kehidupan pribadinya dan masyarakat. Sementara Rasulullah saw. senantiasa akan menjadi contoh yang ideal bagi manusia bagi siapapun yang ingin hidup bahagia dan mulia pribadinya, keluarganya dan lingkungannya, oleh karena ini Allah Swt. berfirman, yang artinya:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS: Al Ahzab: 21).

Ke empat:
Sejarah hidup Rasulullah saw. meliputi seluruh segi-segi kemanusian dalam diri seorang manusia, dia menceritakan kepada kita tentang sejarah masa remaja Muhammad Saw. yang sangat jujur (al amin) sebelum Allah Swt. mengangkatnya sebagai Rasul, sebagaimana juga dia menceritakan kepada kita tentang sejarah Muhammad Saw. sebagai seorang da’I yang mengajak kepada agama Allah swt. (Islam), yang menggunakan beberapa wasilah atau cara-cara yang baik agar di terima dakwahnya, beliau saw. mengerahkan segala kemampuannya untuk menyampaikan risalahnya, sebagaimana sejarah ini juga menjelaskan kepada kita bahwasanya beliau saw. adalah seorang pimpinan suatu Negara yang mengatur negaranya dengan tatanan yang kuat dan valid, dan menjaganya dengan segenap perhatiannya, keikhlasannya, dan kejujurannya sehingga bisa mencapai suatu keberhasilan.

Sejarah ini juga menjelaskan kepada kita bahwa beliau saw. adalah seorang suami dan ayah yang penuh dengan kasih sayang, dan berperangai indah, beliau saw. memisahkan dengan jelas antara hak dan kewajiban bagi setiap suami dan isteri serta anak-anak. Sejarah ini juga menerangkan kepada kita bahwa Rasulullah saw. adalah seorang guru atau pendidik yang membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran yang sangat ideal, yang tertuang dari ruh beliau ke dalam ruh mereka, dari jiwa beliau saw. ke dalam jiwa mereka, yang membuat mereka (para sahabatnya) mengikuti beliau saw. dari hal-hal yang terkecil sampai yang besar.

Sejarah ini juga menerangkan kepada kita bahwa Rasulullah saw. seorang yang menunaikan kewajiban-kewajiban persahabatan, memenuhi ketentuan-ketentuannya dan etika-etikanya, sehingga hal ini menjadikan para sahabatnya sangat mencintai beliau sama seperti mereka menyayangi diri mereka masing-masing, yang melebihi cinta mereka terhadap kerabat mereka dan keluaga mereka. Sejarah Rasulullah saw. juga menjelaskan kepada kita bahwasanya beliau saw. adalah seorang ahli perang, pemberani, pemimpin yang menang, ahli politik yang sukses, tetangga yang jujur, dan beliau saw. adalah seorang yang menepati janji.

Sejarah Rasulullah saw. meliputi setiap aspek kehidupan manusia dalam masyarakat, sehingga mampu untuk di teladani oleh setiap da’I, setiap pemimpin, setiap bapak, setiap suami, setiap teman, setiap pendidik, setiap ahli politik dan setiap pemimpin suatu Negara. Dan lain-lain sebagainya.

Kita tidak akan menemukan suatu sejarah hidup yang multi kompleks seperti ini bahkan yang mirip dengannya dari sejarah para rasul terdahulu yang tersisa untuk kita sekarang ini, dan pendiri-pendiri agama baru, begitupun filosofis-filosofis klasik dan modern. Musa as. Di anggap sebagai pemimpin umat yang menyelamatkan umatnya dari perbudakan, dan beliau as. Menjelaskan kepadanya tentang kaidah-kaidah dan dasar-dasar yang baik untuk ke maslahatannya saja, akan tetapi tidak ada yang dapat di ambil oleh para ahli perang dalam sejarahnya, begitupun bagi seorang pendidik, bagi ahli politik, bagi pemimpin Negara, bagi para ayah, dan bagi para suami.

Nabi Isa as. Adalah seorang da’I yang zahid sehingga beliau wafat tanpa memiliki harta, rumah dan barang-barang yang lain, akan tetapi sejara hidup beliau as. Yang terdapat pada orang-orang Kristen beliau as. Tidak berperan sebagai pemimpin yang militan, bukan juga seorang pemimpin suatu Negara, bukan juga seorang ayah, bukan juga seorang suami –karena beliau tidak pernah menikah- dan beliau as. Juga bukan seorang pembuat undang-undang, dan selain dari hal-hal tersebut yang telah di gambarkan dalam sejarah Muhammad saw.

Dan hal ini juga tidak terdapat dalam Budha, Konghuchu, Ariesto, Aplato, dan Napoleon, dan selain dari mereka yang di anggap sebagai orang-orang besar dalam sejarah, karena mereka tidak dapat di jadikan sebagai teladan –sekalipun mereka ada benarnya- kecuali satu sisi dari sisi-sisi kehidupan yang muncul dan terkenal dalam kehidupannya, dan Cuma Muhammad saw. dalam sejarah yang bisa di jadikan sebagai teladan oleh seluruh kalangan manusia.

Kelima:
Dengan sejarah hidup Muhammad saw. saja, adalah sudah cukup sebagai bukti bahwasanya risalah yang di bawah oleh Muhammad saw. dan kenabiannya adalah benar. Dia adalah sejarah seorang manusia biasa yang berjalan menyebarkan dakwahnya dari satu kemenangan ke kemenangan yang lain, bukan dengan cara hal-hal yang di luar dari kemampuan orang-orang awam atau mukjizat, akan tetapi dengan cara alami, Rasulullah saw. telah menyampaikan dakwahnya dan mendapatkan siksaan, beliau saw. menyampaikan dakwahnya dan mendapatkan pengikut, beliau berperang, beliau seorang yang bijaksana, beliau saw. sesuai dengan kepemimpinannya, sebelum beliau saw. wafat dakwahnya telah menyebar ke seluruh Jazirah Arab dengan Iman, bukan dengan cara paksaan dan penaklukan.

Sebagaimana yang di ketahui dari kebiasaan-kebiasaan orang-orang arab dan perlawanan mereka terhadap dakwahnya dengan berbagai macam bentuk perlawanan sehingga beliau saw. hampir terbunuh, dan barangsiapa yang mengetahui singkatnya waktu yang di pakai oleh Muhammad saw. dalam menyampaikan risalahnya sampai beliau saw. wafat yaitu 23 tahun, dia akan yakin bahwasanya Muhammad saw. adalah benar-benar utusan Allah swt., dan hal-hal yang Allah swt. berikan untuknya seperti kebulatan tekad, ketetapan hati, kekuatan , pengaruh dan pertolongan tidak lain keculai bahwasanya beliau saw. adalah benar-benar seorang nabi.

Maka sejarah hidup Rasulullah saw. memberikan kepada kita suatu bukti kebenaran risalah yang di emban oleh Rasulullah saw. dengan cara yang rasional, adapun mukjizat-mukjizat yang terdapat dalam diri Rasulullah saw. bukanlah suatu dasar utama berimannya orang-orang arab dengan dakwahnya, bahkan kita tidak menemukan suatu mukjizat beliau saw. yang membuat orang-orang kafir yang keras kepala mengimaninya, bagaimanapun mukjizat yang bersifat materialis hanya menjadi hujjah bagi orang yang menyaksikannya, orang-orang muslim yang tidak pernah bertemu Rasulullah saw. dan tidak pernah melihat mukjizatnya, namun mereka beriman dengan risalahnya dengan dalil ‘aqliy yang pasti mengenai kebenaran dakwah Rasulullah saw. diantara dalil ‘aqliyah tersebut, ialah: al Qur’anul kariem, dia adalah termasuk mukjizat ‘aqliyah, yang membuat setiap orang yang berakal sehat dan bijak untuk beriman dengan kebenaran dakwah dan risalah Muhammad saw.

Hal ini berbeda dengan sejarah-sejarah para nabi yang terdahulu yang tedapat disisi para pengikut mereka, hal tersebut menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang beriman kepada mereka ketika mereka melihat mukjizatnya, tanpa menggunakan akal mereka dalam mempelajari dasar-dasar dakwahnyakemudian mereka tunduk dengan dasar-dasar tersebut.

contoh yang paling jelas mengenai hal tersebut ialah sejarah Isa as. Allah Swt. menceritakan kepada kita melalui al Qur’an bahwasanya Allah Swt. menjadikan penopang pertama dalam menarik orang-orang yahudi untuk mempercayai kebenaran risalahnya, ialah Allah Swt. memberikan kepada Isa as. Mukjizat yang Bisa menyembuhkan penyakit kusta, menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, menyembuhkan orang yang sakit dan menghidupkan orang mati, serta mengabarkan kepada mereka apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah mereka, semua hal tersebut dengan izin Allah Swt.

Semua injil yang ada pada saat ini mengabarkan kepada kita bahwasanya umat nabi Isa as. Beriman kepadanya di sebabkan karena mukjizat-mukjizat tersebut, bukan karena beliau adalah seorang rasul sebagaimana yang telah di ceritakan oleh Al Qur’anul kariem, akan tetapi karena mereka menganggap Isa as. Sebagai tuhan dan anak tuhan (Maha Suci Allah Swt. dari hal-hal tersebut), orang-orang kristen setelah al Masih tersebar dengan mukjizat dan hal-hal yang di luar dari kemampuan orang-orang biasa, dalam safar a’maalu rrusul (bahagian kitab perbuatan-perbuatan rasul) adalah suatu bukti tentang hal tersebut, sehingga bisa kita mengatakan bahwa agama Kristen yang di percayai oleh para pengikutnya adalah agama yang berdiri berdasarkan mukjizat dan hal-hal yang di luar dari kebiasaan sebagai manusia biasa bukan dengan hasil penalaran akal.

Dari sini kita dapat melihat perbedaan yang nyata dalam sejarah Rasulullah saw. bahwasanya tidak satupun orang yang beriman kepada beliau saw. karena menyaksikan mukjizatnya, akan tetapi dengan penalaran akal dan perasaan, jika Allah swt. telah memuliakan rasulnya dengan beberapa mukjizat, hal itu hanya suatu bentuk kemulian terhadap Muhammad saw. dan bantahan terhadap orang-orang yang menolaknya orang-orang yang sombong, barangsiapa yang meneliti al Qur’an dia akan menemukan bahwasanya Muhammad saw. memakai cara pendekatan rasional dalam menyebarkan dakwahnya, begitupun pemandangan-pemandangan sebagai bukti ke Agungan ciptaan Allah Swt. yang bisa terjangkau oleh panca indra, dan dengan mengenal pribadi Rasulullah saw. secara lengkap beliau adalah seorang yang buta huruf hal ini adalah suatu bukti bahwasanya di turunkannya al Qur’an kepada beliau saw. adalah bukti kebenaran risalah Muhammad saw.

Allah Swt. berfirman dalam surah al ‘Ankabut, yang artinya:
“Dan orang-orang kafir Mekkah berkata: mengapa tidak di turunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” katakanlah: “sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”. Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu al Kitab (al Qur’an) sedang dia di bacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al ‘ankabuut: 50-51).

Dan ketika orang-orang Quraisy memaksa meminta mukjizat, Allah swt. memerintahkan Rasulullah saw. untuk menjawab mereka dengan mengatakan: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia biasa yang menjadi rasul”. (QS. Al Israa’: 93).

Coba anda perhatikan Firman Allah swt. yang artinya:
Dan mereka berkata: “kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kamu, atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu, hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca” katakanlah: Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia biasa yang menjadi Rasul”. (QS. Al Israa’: 90-93).

Demikianlah al Qur’an menetapkan dan menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwasnya Muhammad saw. adalah seorang manusia biasa yang di angkat sebagai Rasul, dan bahwasanya beliau saw. tidak mengandalkan mukjizat dalam mengemban risalahnya, akan tetapi Rasulullah saw. berbicara kepada hati dan akal, Allah swt. berfirman yang artinya:

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam”. (QS. Al An’am: 125).

>Mengenal Anatomi Otak

>[supersuga.wordpress.com] Otak merupakan alat untuk memproses data tentang lingkungan internal dan eksternal tubuh yang diterima reseptor pada alat indera (seperti mata, telinga, kulit, dan lain-lain). Data tersebut dikirimkan oleh urat saraf yang dikenal dengan system saraf keseluruhan. System saraf ini memungkinkan seluruh urat saraf mengubah rangsangan dalam bentuk implus listrik. Kemudian implus listrik dikirim ke pusat system saraf, yang berada di otak dan urat saraf tulang belakang. Disinilah data diproses dan direspon dengan rangsangan yang ‘’cocok’’. Biasanya dalam tahap ini timbul saraf efektor, yang berfungsi untuk mengirim implus saraf ke otot sehingga otot berkontraksi atau rileks.

Di dalam jaringan system saraf pusat terdapat hirarki control. Banyak rangsangan sederhana berhubungan dengan tindakan refleks/aksi spontan (misalnya, dengan cepat kita mengibaskan tangan saat menyentuh piring panas). Otak tidak terlibat langsung dalam proses ‘’identifikasi’’ mengenai tindakan refleks. Tapi, tindakan refleks tersebut diproses di saraf tulang belakang. Meskipun otak tidak terlibat langsung dalam proses yang berhubungan dengan aksi spontan, tetap saja kita akan mencerna data/rangsangan yang dipersepsi alat indera.

Contohnya kita tidak serta-merta menumpahkan sepiring penuh makanan tanpa alasan kecuali piring itu memang panas sehingga kita refleks menumpahkannya. Atau bisa juga hal itu disebabkan oleh stress yang kita alami. Fenomena semacam ini adalah fungsi yang rumit yang terjadi di otak. Bernafas, keseimbangan, menelan, dan mencerna terjadi, karena fungsi ‘’otomatis’’ otak. Dan kita tidak menyadari bahwa proses tubuh tersebut membutuhkan control yang ‘’lembut’’ dan teknik mengatur yang baik. Otak ‘’purba’’ mengontrolnya secara relatif. Misalnya, kita akan menoleh jika seseorang memanggil nama kita di jalan. Aksi tersebut dikontrol oleh bagian otak yang ‘’lebih baru’’. Otak dan urat saraf tulang belakang dilindungi oleh tulang (tengkorak dan tulang belakang secara berurutan) dan dikelilingi oleh cairan otak, yang berfungsi sebagai alat penahan goncangan.

Bagian-Bagian Otak
Otak nampak seperti sebuah ‘’kembang kol’’ yang beratnya rata-rata 1,2 kg pada laki-laki dan 1 kg pada perempuan. Otak dapat dibagi ke dalam tiga bagian umum, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Anehnya nama bagian-bagian tersebut tidak berdasarkan letaknya pada otak (contohnya otak depan tidak berada di bagian depan). Tapi, nama bagian-bagian tersebut didasarkan pada posisi saat manusia masih berbentuk embrio. Kemudian posisi bagian-bagian otak tersebut berubah selama perkembangan janin dalam kandungan.

Otak Belakang terletak di dasar kepala, terdiri dari empat bagian fungsional, yaitu medulla oblongata, pons, bentuk reticular (reticular formation), dan cerebellum.

  • Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.
  • Pons merupakan ‘’stasiun pemancar’’ yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Ponslah yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.
  • Formasi Reticular memiliki peranan penting dalam pengaturan gerakan dan perhatian Anda. Formasi reticular seolah-olah berfungsi untuk ‘’mengaktifkan’’ bagian lain dalam otak.
  • Selain bagian-bagian yang telah disebutkan tadi, ada juga bagian yang dinamakan cerebellum dengan banyak lilitannya. Cerebellum disebut juga otak kecil yang berkerut sehingga hampir seperti otak besar (otak secara keseluruhan). Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak. Tapi, sebenarnya fungsi tersebut perlu ‘’dipelajari’’ dan dilatih, seperti keseimbangan dan koordinasi. Misalnya saat berjalan, apabila jalan yang kita lalui sudah biasa dilewati, maka tanpa berpikirpun, kita sudah bisa sampai ditujuan. Itulah salah satu kegunaan cerebellum, yang berfungsi sebagai kendali/ control atas gerakan kita.

Otak Tengah merupakan pusat saraf dalam lingkup kecil. Otak tengah adalah lanjutan dari formasi reticular dan merespon pendengaran dan pengelihatan (seperti gerak mata). Otak tengah tampaknya lebih ‘’penting’’ fungsinya pada hewan mamalia daripada manusia, karena pada manusia yang lebih dominan digunakan adalah otak depan. Otak tengah adalah bagian terbesar pada otak. Bagiannya yang paling utama adalah korteks yang mengandung kurang lebih 10 miliar saraf dan terletak pada lapisan luar otak. Otak tengah juga merupakan ‘’puncak’’ fungsional otak yang respon terhadap fungsi yang ‘’lebih rumit’’, tindakan sengaja, dan kesadaran.

Adapun bagian-bagian penting otak depan adalah thalamus, hypothalamus, dan system limbic.

  • Thalamus terdiri dari sejumlah pusat saraf dan berfungsi sebagai ‘’tempat penerimaan’’ untuk sensor data dan sinyal-sinyal motorik. Contohnya untuk mengirim data dari mata dan telinga menuju bagian yang tepat dalam korteks.
  • Hypothalamus berfungsi untuk mengontrol nafsu makan dan syahwat dan mengatur kepentingan biologis lainnya. Hypothalamus, thalamus, otak tengah, dan otak belakang (tidak termasuk cerebellum) bersama-sama membentuk apa yang disebut ‘’tangkai/batang’’ otak (the brain stem). Batang otak berfungsi untuk mengatur seluruh proses kehidupan yang mendasar. Jika batang otak tersebut kekurangan aktivitas (kurang dirangsang), maka menurut psikiater akan menyebabkan brain death atau kelumpuhan otak.
  • Di antara pusat otak dan korteks terletak system limbic (limbic berasal dari bahasa Latin yang berarti batas). Anatomi system limbic ini hampir seperti hypothalamus. System limbic memungkinkan kita mengontrol insting/naluri kita. Misalnya, kita tidak serta merta memukul seseorang yang tidak sengaja menginjak kaki kita. System limbic terdiri dari tiga bagian utama, yaitu amygdala dan septum yang berfungsi mengontrol kemarahan, agresi, dan ketakutan, serta hippocampus yang penting dalam merekam memori baru.
  • Korteks (korteks cerebral) adalah helaian saraf yang tebalnya kurang dari 5 mm, tapi luas bagiannya mencapai 155cm. korteks menyusun 70 persen bagian otak. Lipatan korteks yang erat kaitannya dengan tengkorak manusia membuat otak tampak berkerut. Saraf dalam korteks memproses data. Warna korteks kelabu (inilah alasan mengapa korteks diistilahkan dengan ‘’benda/zat kelabu’’ –the grey mater). Korteks pun secara luas berhubungan satu sama lain (dengan bagian dalam otak). Jaringan panjang yang menghubungkan bagian-bagian terpisah (secara luas) pada otak tersusun dari saraf yang tertutup penyekat berlemak yang disebut myelin. Myelin membuat jaringan tersebut berwarna putih (disebut juga ‘’benda/zat putih’’)Korteks mempunyai sejumlah struktur dan bagian-bagian fungsional. Yang paling nyata dari pembagian ini adalah belahan kiri dan kanannya.

Beberapa ahli berpendapat bahwa kedua belahan otak dihubungkan oleh sebuah ‘’bundel serat tebal’’ yang disebut corpus callosum. Corpus callosum membantu menyatukan aktivitas otak (memberitahu otak kiri tentang apa yang dilakukan otak kanan, juga sebaliknya). Pembagian penting lainnya dalam korteks adalah empat buah lobus atau cuping, yaitu temporal, frontal, occipital, dan parietal.

Bagian-bagian tersebut dinamai berdasarkan letaknya setelah tulang tengkorak. Sejak lama muncul berbagai pendapat tentang fungsi tersebut dalam otak. Lobus frontal berhubungan dengan konsentrasi, lobus temporal berhubungan dengan bahasa dan ingatan, lobus parietal berhubungan dengan sensor data dan lobus occipital berhubungan dengan pengelihatan dan persepsi. Jadi, proses kesadaran pikiran bergantung pada interaksi kompleks di bagian-bagian otak.

Baca Juga Artikel Ini :

>Mengenal Anatomi Otak

>[supersuga.wordpress.com] Otak merupakan alat untuk memproses data tentang lingkungan internal dan eksternal tubuh yang diterima reseptor pada alat indera (seperti mata, telinga, kulit, dan lain-lain). Data tersebut dikirimkan oleh urat saraf yang dikenal dengan system saraf keseluruhan. System saraf ini memungkinkan seluruh urat saraf mengubah rangsangan dalam bentuk implus listrik. Kemudian implus listrik dikirim ke pusat system saraf, yang berada di otak dan urat saraf tulang belakang. Disinilah data diproses dan direspon dengan rangsangan yang ‘’cocok’’. Biasanya dalam tahap ini timbul saraf efektor, yang berfungsi untuk mengirim implus saraf ke otot sehingga otot berkontraksi atau rileks.

Di dalam jaringan system saraf pusat terdapat hirarki control. Banyak rangsangan sederhana berhubungan dengan tindakan refleks/aksi spontan (misalnya, dengan cepat kita mengibaskan tangan saat menyentuh piring panas). Otak tidak terlibat langsung dalam proses ‘’identifikasi’’ mengenai tindakan refleks. Tapi, tindakan refleks tersebut diproses di saraf tulang belakang. Meskipun otak tidak terlibat langsung dalam proses yang berhubungan dengan aksi spontan, tetap saja kita akan mencerna data/rangsangan yang dipersepsi alat indera.

Contohnya kita tidak serta-merta menumpahkan sepiring penuh makanan tanpa alasan kecuali piring itu memang panas sehingga kita refleks menumpahkannya. Atau bisa juga hal itu disebabkan oleh stress yang kita alami. Fenomena semacam ini adalah fungsi yang rumit yang terjadi di otak. Bernafas, keseimbangan, menelan, dan mencerna terjadi, karena fungsi ‘’otomatis’’ otak. Dan kita tidak menyadari bahwa proses tubuh tersebut membutuhkan control yang ‘’lembut’’ dan teknik mengatur yang baik. Otak ‘’purba’’ mengontrolnya secara relatif. Misalnya, kita akan menoleh jika seseorang memanggil nama kita di jalan. Aksi tersebut dikontrol oleh bagian otak yang ‘’lebih baru’’. Otak dan urat saraf tulang belakang dilindungi oleh tulang (tengkorak dan tulang belakang secara berurutan) dan dikelilingi oleh cairan otak, yang berfungsi sebagai alat penahan goncangan.

Bagian-Bagian Otak
Otak nampak seperti sebuah ‘’kembang kol’’ yang beratnya rata-rata 1,2 kg pada laki-laki dan 1 kg pada perempuan. Otak dapat dibagi ke dalam tiga bagian umum, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Anehnya nama bagian-bagian tersebut tidak berdasarkan letaknya pada otak (contohnya otak depan tidak berada di bagian depan). Tapi, nama bagian-bagian tersebut didasarkan pada posisi saat manusia masih berbentuk embrio. Kemudian posisi bagian-bagian otak tersebut berubah selama perkembangan janin dalam kandungan.

Otak Belakang terletak di dasar kepala, terdiri dari empat bagian fungsional, yaitu medulla oblongata, pons, bentuk reticular (reticular formation), dan cerebellum.

  • Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.
  • Pons merupakan ‘’stasiun pemancar’’ yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Ponslah yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.
  • Formasi Reticular memiliki peranan penting dalam pengaturan gerakan dan perhatian Anda. Formasi reticular seolah-olah berfungsi untuk ‘’mengaktifkan’’ bagian lain dalam otak.
  • Selain bagian-bagian yang telah disebutkan tadi, ada juga bagian yang dinamakan cerebellum dengan banyak lilitannya. Cerebellum disebut juga otak kecil yang berkerut sehingga hampir seperti otak besar (otak secara keseluruhan). Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak. Tapi, sebenarnya fungsi tersebut perlu ‘’dipelajari’’ dan dilatih, seperti keseimbangan dan koordinasi. Misalnya saat berjalan, apabila jalan yang kita lalui sudah biasa dilewati, maka tanpa berpikirpun, kita sudah bisa sampai ditujuan. Itulah salah satu kegunaan cerebellum, yang berfungsi sebagai kendali/ control atas gerakan kita.

Otak Tengah merupakan pusat saraf dalam lingkup kecil. Otak tengah adalah lanjutan dari formasi reticular dan merespon pendengaran dan pengelihatan (seperti gerak mata). Otak tengah tampaknya lebih ‘’penting’’ fungsinya pada hewan mamalia daripada manusia, karena pada manusia yang lebih dominan digunakan adalah otak depan. Otak tengah adalah bagian terbesar pada otak. Bagiannya yang paling utama adalah korteks yang mengandung kurang lebih 10 miliar saraf dan terletak pada lapisan luar otak. Otak tengah juga merupakan ‘’puncak’’ fungsional otak yang respon terhadap fungsi yang ‘’lebih rumit’’, tindakan sengaja, dan kesadaran.

Adapun bagian-bagian penting otak depan adalah thalamus, hypothalamus, dan system limbic.

  • Thalamus terdiri dari sejumlah pusat saraf dan berfungsi sebagai ‘’tempat penerimaan’’ untuk sensor data dan sinyal-sinyal motorik. Contohnya untuk mengirim data dari mata dan telinga menuju bagian yang tepat dalam korteks.
  • Hypothalamus berfungsi untuk mengontrol nafsu makan dan syahwat dan mengatur kepentingan biologis lainnya. Hypothalamus, thalamus, otak tengah, dan otak belakang (tidak termasuk cerebellum) bersama-sama membentuk apa yang disebut ‘’tangkai/batang’’ otak (the brain stem). Batang otak berfungsi untuk mengatur seluruh proses kehidupan yang mendasar. Jika batang otak tersebut kekurangan aktivitas (kurang dirangsang), maka menurut psikiater akan menyebabkan brain death atau kelumpuhan otak.
  • Di antara pusat otak dan korteks terletak system limbic (limbic berasal dari bahasa Latin yang berarti batas). Anatomi system limbic ini hampir seperti hypothalamus. System limbic memungkinkan kita mengontrol insting/naluri kita. Misalnya, kita tidak serta merta memukul seseorang yang tidak sengaja menginjak kaki kita. System limbic terdiri dari tiga bagian utama, yaitu amygdala dan septum yang berfungsi mengontrol kemarahan, agresi, dan ketakutan, serta hippocampus yang penting dalam merekam memori baru.
  • Korteks (korteks cerebral) adalah helaian saraf yang tebalnya kurang dari 5 mm, tapi luas bagiannya mencapai 155cm. korteks menyusun 70 persen bagian otak. Lipatan korteks yang erat kaitannya dengan tengkorak manusia membuat otak tampak berkerut. Saraf dalam korteks memproses data. Warna korteks kelabu (inilah alasan mengapa korteks diistilahkan dengan ‘’benda/zat kelabu’’ –the grey mater). Korteks pun secara luas berhubungan satu sama lain (dengan bagian dalam otak). Jaringan panjang yang menghubungkan bagian-bagian terpisah (secara luas) pada otak tersusun dari saraf yang tertutup penyekat berlemak yang disebut myelin. Myelin membuat jaringan tersebut berwarna putih (disebut juga ‘’benda/zat putih’’)Korteks mempunyai sejumlah struktur dan bagian-bagian fungsional. Yang paling nyata dari pembagian ini adalah belahan kiri dan kanannya.

Beberapa ahli berpendapat bahwa kedua belahan otak dihubungkan oleh sebuah ‘’bundel serat tebal’’ yang disebut corpus callosum. Corpus callosum membantu menyatukan aktivitas otak (memberitahu otak kiri tentang apa yang dilakukan otak kanan, juga sebaliknya). Pembagian penting lainnya dalam korteks adalah empat buah lobus atau cuping, yaitu temporal, frontal, occipital, dan parietal.

Bagian-bagian tersebut dinamai berdasarkan letaknya setelah tulang tengkorak. Sejak lama muncul berbagai pendapat tentang fungsi tersebut dalam otak. Lobus frontal berhubungan dengan konsentrasi, lobus temporal berhubungan dengan bahasa dan ingatan, lobus parietal berhubungan dengan sensor data dan lobus occipital berhubungan dengan pengelihatan dan persepsi. Jadi, proses kesadaran pikiran bergantung pada interaksi kompleks di bagian-bagian otak.

Baca Juga Artikel Ini :

>PERANAN SUBCONCIOUS MIND DALAM MEKANISME SEDEKAH

>

by sekolahfundraising
[sekolahfundraising.wordpress.com]

Kadang-kadang kita baru menyadarai betapa hebatnya cara bekrja seorang sopir angkutan umum atau angkot, dalam satu waktu yang bersamaan dia mampu melakukan tidak tanggung-tanggung, yaitu empat kegiatan sekaligus, pertama dia mengemudikan mobil atau menyetir, tanpa harus berfikir panjang kapan dia harus menginjak gas, kapan menginjak rem, kapan harus menginjak kopling, dilain pihak si sopir juga melakukan aktifitas yang lain yaitu mencari penumpang, sambil merokok, kalau perlu kedua tangannya sambil menghitung uang setoran yang telah dia kumpulkan. Semua berjalan begitu saja tanpa sedikitpun mengalami kesulitan.

Kenapa bisa seperti itu ?? tidak ubahnya sebuah program yang telah di install dalam computer, semua yang dilakukan oleh sopir tadi sudah terekam atau ter “install”secara kuat difikiran bawah sadarnya, sehingga semua bisa berjalan secara otomatis, tanpa harus memikirkan kapan dia harus melihat dimana posisi pedal, rem, kopling dan sebagainya. Begitulah gambaran sederhana bagaimana otak bawah sadar manusia bekerja, komponen yang sangat vital pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup seorang manusia.

Otak bawah sadar yang biasa disebut dengan Subconscious mind ada juga yang menyebut Unconscious mind berperan sangat penting sekali dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh tubuh seorang manusia, dalam satu hari saja, jutaan kegiatan dilaksanakan, dan semua itu melibatkan otak bawah sadar manusia, karena disitulah program-program kegiatan tersebut di “instal”. Misalnya saja pada waktu pagi hari, baru saja mata terbuka ketika bangun dari tidur, tanpa harus berpikir panjang ada yg langsung menuju kamar mandi, ada yang langsung minum air putih, ada yang langsung membuat kopi dan sebagainya, yang masing-masing kegiatan tersebut juga dilakukan secara otomatis, maka sungguh betapa hebatnya bagian kecil dari ciptaan Alloh ini bekerja.

A. Tugas Pikiran bawah sadar
Dibandingkan dengan pikiran sadar ( conscious mind ) kapasitas pikiran bawah sadar ( sub conscious mind ) mempunyai “space” yang teramat sangat jauh lebih besar, jika pikiran sadar atau conscious mind diumpamakan anak gunung Krakatau yang mencul di permukaan air selat Sunda, maka subconscious mind bagaikan induk gunung dibawahnya yang menghujam sampai ke dasar tanah dibawah laut, kalau dibuat perbandingan 88% adalah subconscious, sedangkan 12% sisanya adalah conscious mind atau otak sadar.

Perbedaan tugas kedua bagian otak ini adalah dalam sifat dan cara kerjanya, dimana keduanya mempunya cirri-ciri yang saling berbeda, kalau pikiran sadar atau conscious mind dengan sifatnya yang cenderung dinamis, subconscious mind cenderung statis, dia hanya melaksanakan kegiatan yang sudah terprogram didalamnya, kalau diibaratkan sebuah komputer, maka pikiran bawah sadar seperti office yang diinstall didalam computer, sementara pikiran sadar seperti tulisan yang sedang diketik atau gambar-gambar yang sedang diolah, maka keduanya saling berkaitan antara satu sama yang lain.

Sifat yang lain adalah pikiran bawah sadar yang sangat sugestif, apapun informasi yang diterima akan dia kerjakan, sementara pikiran sadar tidak analitis dan tidak bersifat sugestif.

B. Mekanisme giving dalam pola pikiran bawah sadar
Seperti halnya seorang yang sedang sakit kepala, dia akan sembuh kalau sudah minum bodrek, atau ada yang sembuh setelah minum Oskadon, atau Paramek, atau ponstan atau Paracetamol hal ini tergantung pada “file” yang tersimpan di memori bawah sadar orang tersebut, padahal kalau dianalisa kandungan masing-masing obat adalah sama yaitu Paracetamol.

Dalam dunia fundraising juga terjadi proses yang hampir sama, dimana program atau proposal yang disetujui oleh donatur adalah proposal program yang datang dari lembaga-lembaga yang sudah “terekam” di memori bawah sadar dari penentu kebijakan atau key person yang meng ACC proposal program yang masuk. Yang harus menjadi catatan bagi para fundraiser, terutama yang sedang memprospek donatur yang baru adalah bagaimana informasi yang disampaikan tersebut bisa langsung masuk ke pikiran bawah sadar donatur, sehingga bisa langsung direspon.

Ilustrasi sederhana yang lain adalah tindakan yang diambil oleh seseorang ketika dia sedang membaca buku diteras rumahnya, tiba-tiba saja tanpa disadari muncul seekor ular king kobra yang besar dengan badan tegak, cendok dilehernya mengembang, mulutnya terbuka dengan taring yang tajam mengkilat menandakan ular king kobra tersebut sedang dalam keaadaan yang lapar dan siap mematuk mangsa didepannya. Kira-kira apakah tindakan yang akan diambil oleh orang yang sedang santai dan membaca buku tersebut ?? Lari, memanggil pertolongan, berdoa supaya diselamatkan, atau memikirkan jalan keluarnya?? Tentusaja tindakan orang tersebut akan beragam sesuai dengan program yang bekerja pada memori bawah sadarnya. Kalau dia seorang yang phobia ular… mungkin dia akan langsung pingsan tanpa digigit, mungkin dia akan lari secepat kilat, mungkin juga dia akan mengambil apapun yang ada disekitarnya untuk melawan ular, atau mungkinj juga dia akan ketawa dan tersenyum lebar.. karena dia adalah seorang pawang dan penjual ular kobra, begitu tiba-tiba ada ular kobra king yang besar menyeringai didepan matanya..yang terpikir olehnya adalah Rejeki dating tanpa diduga-duga.

Demikianlah mekanisme kerja pikiran bawah sadar, sekali lagi dalam proses fundraising juga tidak jauh berbeda, tindakan apa yang akan diambil oleh donatur tehadap proposal program maupun presentasi program yang diajukan oleh seorang fundraiser, tergantung pada program bawah sadar yang terinstall, jadi inti konsep mekanisme giving dalam kegiatan fundraising adalah :

C. Brain Wave ( gelombang otak )
Pikiran bawah sadar yang cenderung sugestif terhadap informasi yang masuk, berada di level Alpha atau Theta, sementara pikiran sadar berada di level Betha, sedangkan level delta adalah kondisi dimana gelombang otak sedang dalam posisi yang cenderung renggang, kondisi ini juga kondisi yang non sugestif. Pada level Alpha otak cenderung sugestif dan mudah menerima informasi, sementara pada level Theta otak sangat sugestif dan sangat mudah menerima informasi, tantangan bagi para fundraiser adalah membuat donatur yang sedang di prospek bisa masuk kedalam kondisi sugestif ini, sehingga informasi program dan proposal yang diajukan masuk sebagai “sugesti” yang akan direspon oleh pikiran bawah sadar donatur.

Baca Juga Artikel :

Apa itu Hipnotis..?? 
10 Kekuatan Manusia
Ciptakan Talentamu
Memasuki Zona Quantum Diri
Meditasi ; Seni Mendengarkan Intuisi
Sekilas Mengenai NAQS DNA

>PERANAN SUBCONCIOUS MIND DALAM MEKANISME SEDEKAH

>

by sekolahfundraising
[sekolahfundraising.wordpress.com]

Kadang-kadang kita baru menyadarai betapa hebatnya cara bekrja seorang sopir angkutan umum atau angkot, dalam satu waktu yang bersamaan dia mampu melakukan tidak tanggung-tanggung, yaitu empat kegiatan sekaligus, pertama dia mengemudikan mobil atau menyetir, tanpa harus berfikir panjang kapan dia harus menginjak gas, kapan menginjak rem, kapan harus menginjak kopling, dilain pihak si sopir juga melakukan aktifitas yang lain yaitu mencari penumpang, sambil merokok, kalau perlu kedua tangannya sambil menghitung uang setoran yang telah dia kumpulkan. Semua berjalan begitu saja tanpa sedikitpun mengalami kesulitan.

Kenapa bisa seperti itu ?? tidak ubahnya sebuah program yang telah di install dalam computer, semua yang dilakukan oleh sopir tadi sudah terekam atau ter “install”secara kuat difikiran bawah sadarnya, sehingga semua bisa berjalan secara otomatis, tanpa harus memikirkan kapan dia harus melihat dimana posisi pedal, rem, kopling dan sebagainya. Begitulah gambaran sederhana bagaimana otak bawah sadar manusia bekerja, komponen yang sangat vital pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup seorang manusia.

Otak bawah sadar yang biasa disebut dengan Subconscious mind ada juga yang menyebut Unconscious mind berperan sangat penting sekali dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh tubuh seorang manusia, dalam satu hari saja, jutaan kegiatan dilaksanakan, dan semua itu melibatkan otak bawah sadar manusia, karena disitulah program-program kegiatan tersebut di “instal”. Misalnya saja pada waktu pagi hari, baru saja mata terbuka ketika bangun dari tidur, tanpa harus berpikir panjang ada yg langsung menuju kamar mandi, ada yang langsung minum air putih, ada yang langsung membuat kopi dan sebagainya, yang masing-masing kegiatan tersebut juga dilakukan secara otomatis, maka sungguh betapa hebatnya bagian kecil dari ciptaan Alloh ini bekerja.

A. Tugas Pikiran bawah sadar
Dibandingkan dengan pikiran sadar ( conscious mind ) kapasitas pikiran bawah sadar ( sub conscious mind ) mempunyai “space” yang teramat sangat jauh lebih besar, jika pikiran sadar atau conscious mind diumpamakan anak gunung Krakatau yang mencul di permukaan air selat Sunda, maka subconscious mind bagaikan induk gunung dibawahnya yang menghujam sampai ke dasar tanah dibawah laut, kalau dibuat perbandingan 88% adalah subconscious, sedangkan 12% sisanya adalah conscious mind atau otak sadar.

Perbedaan tugas kedua bagian otak ini adalah dalam sifat dan cara kerjanya, dimana keduanya mempunya cirri-ciri yang saling berbeda, kalau pikiran sadar atau conscious mind dengan sifatnya yang cenderung dinamis, subconscious mind cenderung statis, dia hanya melaksanakan kegiatan yang sudah terprogram didalamnya, kalau diibaratkan sebuah komputer, maka pikiran bawah sadar seperti office yang diinstall didalam computer, sementara pikiran sadar seperti tulisan yang sedang diketik atau gambar-gambar yang sedang diolah, maka keduanya saling berkaitan antara satu sama yang lain.

Sifat yang lain adalah pikiran bawah sadar yang sangat sugestif, apapun informasi yang diterima akan dia kerjakan, sementara pikiran sadar tidak analitis dan tidak bersifat sugestif.

B. Mekanisme giving dalam pola pikiran bawah sadar
Seperti halnya seorang yang sedang sakit kepala, dia akan sembuh kalau sudah minum bodrek, atau ada yang sembuh setelah minum Oskadon, atau Paramek, atau ponstan atau Paracetamol hal ini tergantung pada “file” yang tersimpan di memori bawah sadar orang tersebut, padahal kalau dianalisa kandungan masing-masing obat adalah sama yaitu Paracetamol.

Dalam dunia fundraising juga terjadi proses yang hampir sama, dimana program atau proposal yang disetujui oleh donatur adalah proposal program yang datang dari lembaga-lembaga yang sudah “terekam” di memori bawah sadar dari penentu kebijakan atau key person yang meng ACC proposal program yang masuk. Yang harus menjadi catatan bagi para fundraiser, terutama yang sedang memprospek donatur yang baru adalah bagaimana informasi yang disampaikan tersebut bisa langsung masuk ke pikiran bawah sadar donatur, sehingga bisa langsung direspon.

Ilustrasi sederhana yang lain adalah tindakan yang diambil oleh seseorang ketika dia sedang membaca buku diteras rumahnya, tiba-tiba saja tanpa disadari muncul seekor ular king kobra yang besar dengan badan tegak, cendok dilehernya mengembang, mulutnya terbuka dengan taring yang tajam mengkilat menandakan ular king kobra tersebut sedang dalam keaadaan yang lapar dan siap mematuk mangsa didepannya. Kira-kira apakah tindakan yang akan diambil oleh orang yang sedang santai dan membaca buku tersebut ?? Lari, memanggil pertolongan, berdoa supaya diselamatkan, atau memikirkan jalan keluarnya?? Tentusaja tindakan orang tersebut akan beragam sesuai dengan program yang bekerja pada memori bawah sadarnya. Kalau dia seorang yang phobia ular… mungkin dia akan langsung pingsan tanpa digigit, mungkin dia akan lari secepat kilat, mungkin juga dia akan mengambil apapun yang ada disekitarnya untuk melawan ular, atau mungkinj juga dia akan ketawa dan tersenyum lebar.. karena dia adalah seorang pawang dan penjual ular kobra, begitu tiba-tiba ada ular kobra king yang besar menyeringai didepan matanya..yang terpikir olehnya adalah Rejeki dating tanpa diduga-duga.

Demikianlah mekanisme kerja pikiran bawah sadar, sekali lagi dalam proses fundraising juga tidak jauh berbeda, tindakan apa yang akan diambil oleh donatur tehadap proposal program maupun presentasi program yang diajukan oleh seorang fundraiser, tergantung pada program bawah sadar yang terinstall, jadi inti konsep mekanisme giving dalam kegiatan fundraising adalah :

C. Brain Wave ( gelombang otak )
Pikiran bawah sadar yang cenderung sugestif terhadap informasi yang masuk, berada di level Alpha atau Theta, sementara pikiran sadar berada di level Betha, sedangkan level delta adalah kondisi dimana gelombang otak sedang dalam posisi yang cenderung renggang, kondisi ini juga kondisi yang non sugestif. Pada level Alpha otak cenderung sugestif dan mudah menerima informasi, sementara pada level Theta otak sangat sugestif dan sangat mudah menerima informasi, tantangan bagi para fundraiser adalah membuat donatur yang sedang di prospek bisa masuk kedalam kondisi sugestif ini, sehingga informasi program dan proposal yang diajukan masuk sebagai “sugesti” yang akan direspon oleh pikiran bawah sadar donatur.

Baca Juga Artikel :

Apa itu Hipnotis..?? 
10 Kekuatan Manusia
Ciptakan Talentamu
Memasuki Zona Quantum Diri
Meditasi ; Seni Mendengarkan Intuisi
Sekilas Mengenai NAQS DNA