RAHASIA DIBALIK RAHASIA ALLOH SWT, Diperlihatkan Azab Kubur

1. Inbox message FB dari sdr. Rahmat Al Amin-Mojokerto
Assalamu’alaikum wr wb.
Yang terhormat Kpd pimpinan NAQS DNA bapak Ust. Edi yg sll dimulyakan Alloh swt dan sma teman2q yg berbahagia.

Pertama-tama saya Rahmat Al Amin* mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga Kpd Alloh swt yg mana masih memberikan Kpd saya kesehatan lahir maupun bathin. Yang kedua shalawat sert salam selalu saya haturkan Kpd junjungan NABI BESAR MUHAMMAD SAW, yg mana telah memberikan cahayaNya Kpd kita semua sehingga kita dpt membedakn mana barang yg haq dan mana barang yg bathil.

Disini sy ingin berbagi pengalaman sedikit walaupun sulit dipercaya oleh saudara2 pembaca, awal kisah perkenalan sy dgn ust. Edi, Sy adl salah satu orang yg sangat mencintai dunia ilmu hikmah, tenaga dalam, reiki dll tapi kurang lebih saya belajar semua ilmu tersebut sy masih belum dikaruniai oleh Alloh swt ilmu terawangan, semua guru besar, Mursyid, kyai, gus, paranormal, ahli metafisika say datangi, juga begitu banyak uang yg sy kluarkan untk mendptkn ilmu tersebut pi kembali lagi hasilx nol. Kurang lebih 8 tahun sy masih blm mendptkan ilmu terawangan tersebut. Suatu ketika sy iseng main akun sosial bernama FACEBOOK, dan disitu sy berkenalan dgn ust. EDI disitu sy merasa cpt akrab cz sama2 dri daerah GRESIK.

Setela kenl lebih dekat dgn ust. Edi akhirx sy mengutarakan uneg2 sy ttg keinginan sy untk mendptkan ilmu terawangan tersebut, akhirnya ust. Edi pun memberikan saran dan ijazah Kpd sy. Sy pun disruhx untuk tirakat melek (tidak tidur) selama 3 hari 3 malam. Tirakatpun sy lakukan dgn senang hati cz terbesit dan mengharap bisa ilmu tersebut. 1 hari 2 hari sy lalui dgn sempurna dan aneh pi nyata pas hari ke 3 sy jatuh pingsan dan tertidur selama 8 jam, setelah sy siuman sy langsung menghubungi ust. Edi. Apa jib beliau “anda gagal” sy tdk putus asa disitu sj.

Setela kegagalan mendptkan ilmu terawangan sy tdk patang mundur dan menyerah, dan sy menghubungi lagi ust. Edi dan sy disarankan untk mengikuti inisiasi dalam NAQS DNA, pertama sy bingung ap itu NAQS DNA. Setelah sy inisiasi, disitu sy disuruh setiap malam mandi taubat dan muhasabah setiap 1/3 malam dan puasa selama 3 hari. Dalam riadho selama 3 hari sy banyak merasakn begitu dahsyat mendekatkan diri Kpd Alloh dan hati sy merasa lunak serta hilang keinginan2 yg awalnya sangat menginginkan ilmu terawangan tersebut.

3 hari telah usai sy kerjakan riadho dgn ikhlas dan sabar, walaupun belum terasa energi2 yg masuk pi sy merasa tenang, tenteram dalam hati ini cz sy sadar dalam kehidupan didunia yg kita kejar adl kebahagian, dan kebahagiaan yg hakiki adl ketengan dan ketenteraman dalam jiwa. Biarpun 3 hari telah usai sy tetap mengistiqomahkan dalam muhasabah, niat sy tata dan sy patenkan bahwa sy niat hanya mengharap dan mendekatkan diri kpd Alloh swt, 1 minggu berjalan disitu sy merasakan keanehan ketika sy bermuhasabah tak tau kenapa air mata ini selalu berderai, menetes tiada henti cz diri ini merasa hina dan banyak dosa, disitu sy diberi tahukan oleh Alloh swt tentang rahasia dibalik rahasi, dimana dalam muhasabah sy Alloh swt menunjukkan kpd sy suara tangisan2, jeritan, teriakan, penyesalan pd suatu tempat yg sangat mengerikan, disitu sy merasa didlm ruangan yg sempit, kotor, gelap, tiba2 hadir cahaya putih dan terdengar suara “itulah azab kubur, apakah km ingin seperti org2 yg disana”. Air mataq semakin mengalir deras dan tiba2 istriq membangunkan dalam meditasi tidurq, istri berkata “ada ap mas, jenegan k menangis dan meneteskan air mata seperti itu”, sy jawab Gak ad apa2 k sayang, dan istri sy suruh tidur lagi.

Hari berikutnya, kebalikkan dari kejadian yg semalam. Ketika sy bermuhasabah disitu sy oleh Alloh swt diberitahukan suatu kehidupan dimana tempat tersebut sangat cantik, indah, dan mempesona, penduduknya ramah tamah, semua kebutuhan langsung tercukupi, tempat tersebut tidak ad kesedihan yg ad hanya kebahagian, suangai mengalir berbagai macam rasa, tumbuhan begitu lebat buahnya, wanita2 cantik mempesona, sy tersenyum dan heran, tiba2 datang cahaya dan berakata “itulah kehidupan surga, apakah km ingin berada ditempat itu” sy jwab, sy sangat menginginkan, dan cahaya itu berkata “makmurkan rmh ALLOH, sholatlah berjamaah di masjid, dan ikuti sunnah2 rosululloh” kemudian sy terbangun dalam dizikir . Alhamdulillahirrobbil alamain tdk henti2x sy ucapkan dalam hati dan lisanq, sunggu rahasia dibalik rahasia.

Semenjak itulah sy lebih rajin beribadah kpd Alloh, sholat di masjid berjamaah, dan belajar memakmurkan rumah Alloh, sy hanya mengharap kpd saudara2 NAQS DNA agar sll mendoakn sy agar keimanan sy sll kuat dan ikhlas sert sabar dalam mengemban amanah ini. NIAT adl kunci utama, smg amalibadah kita sll mendapatkan ridho dri Alloh swt, dan kelak kta sma berakhir dalam kehidupan dunia dgn keadaan KHUSNUL KHOTIMAH Amiiin Ya Robbal Alamiin.

Sekian cerita sedikit pengalaman sy, dan Yth. Ust. Edi sy pribadi lahir bathin sngat mengucapkan beribu2 trima kasih. Mhn nama saya disamarkan y ust. Cz sy takut Riya at Takabur, sy takut bgt hati ini dinodai sifat2 ini. Salam penyejuk jiwa. Wassalamu’alaikum wr wb.

Nb.
*Nama samaran, sesuai permintaan.

2. Inbox FB dari Sdr. Anuwar Mohd Lop – Malaysia

Terapi Energi Ilahi NAQS DNA Untuk Anak Kecil
(gbr. dari Google)

Assalammualaikum…
Kemarin aku menjadi binggung, anak gadis ku yg berusia 10 dan 8 tahun demam berat. Uang perubatannya sudah habis anggarannya 6 juta rupiah, gara2 dimasukkan ke rumah sakit selama 4 hari tetapi tidak juga sembuh. Maka saya mencuba Reiki Penyembuhan buat pertama kalinya seperti yg diajarkan oleh Pak Edi di dalam blognya. Alhamdulillah…… apa bila aku pulang dari kantor, anak ku sudah sembuh seperti biasa. Makasih Pak Edi atas tunjuk ajar dari mu, semoga Allah akan membalas jasa mu mengajarkan ilmunya……
Alhamdulillah……

>Apakah Cuci Otak (brainwash) itu?

>

Terdapat berbagai macam teknik untuk melakukan cuci otak, yang umumnya dilakukan saat subyek terisolasi dari kehidupan sosialnya, dengan menerapkan konsep penghargaan dan hukuman atas setiap tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukan. Apabila subyek menolak untuk bekerjasama, ia akan menerima hukuman baik secara fisis maupun psikis, termasuk memutus kontak sosial, makan, tidur, hingga siksaan fisik.

Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, sebaiknya kita mendefinisikan terlebih dahulu, apa itu yang disebut sebagai cuci otak (brainwash). Cuci otak adalah sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru, praktik ini biasanya merupakan hasil dari tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik diperkenalkan dengan bantuan penggunaan obat-obatan dan sebagainya. Brainwash atau lebih dikenal sebagai cuci otak sudah dikenal semenjak lama, bahkan sebelum perang dunia ke II. Teknologi ini banyak digunakan saat itu oleh tentara Jerman.

Untuk apa? 
Untuk membangun semangat para prajurit dari semenjak masih remaja, untuk membentuk mental prajurit yang tahan banting, loyal, dan sejiwa dengan haluan partai NAZI saat itu. Teknik yang digunakan merupakan sebuah metode yang saat itu dikembangkan secara ilmiah oleh para pakar psikologi dan pikiran manusia, dimana para pakar jerman saat itu juga melakukan berbagai percobaan terhadap pikiran manusia (semasa holocaust di jerman).

Semua metode yang digunakan untuk melakukan brainwash saat itu, biasanya menggunakan waktu yang cukup panjang, untuk menanamkan sebuah program atau ide tertentu dalam pikiran seseorang. Waktu yang cukup panjang merupakan sebuah proses supaya program baru yang ditanamkan tersebut masuk ke pikiran bawah sadar seseorang.

Tujuan utama brainwash saat itu adalah lebih cenderung untuk membangun mental dan kesetiaan para prajurit Jerman.

Metode utama yang digunakan adalah dengan memasukkan informasi/dogma2 secara audio dan visual secara waktu berkala dan panjang, dan bersifat terfokus.

Nah, bagaimana brainwash itu dilakukan? 
Sekali lagi, sebuah informasi yang ditekankan dan dimasukkan secara terfokus, dengan akses audio maupun visual, dan dilakukan secara terus menerus, mampu menggiring persepsi dan pola pikir maupun perasaan seseorang sedikit demi sedikit. Inilah yang kita sebut sebagai memasukkan nilai di bawah sadar seseorang.

Ketika sebuah nilai telah tertanam cukup kuat di dalam bawah sadar seseorang, maka nilai itu lama kelamaan semakin kuat, berakar, dan permanent. Inilah yang kemudian disebut sebagai hasil dari brainwash itu, dan merupakan tujuan utama dilakukan hal tersebut.

Semua teknologi berpotensi menjadi sesuatu yang berbahaya (nuklir, dinamit, senjata, dll), sedangkan efek dari brainwash tidak selamanya mengerikan. Mengerikan jika (sekali lagi) teknologi dan tujuan brainwash ini disalah gunakan (contoh: utk kegiatan terorisme). Yang menarik adalah, apakah semua orang bisa di brainwash? Jawabannya, BISA… kalau nilai dasar individu yang di brainwash, tidak bertentangan dengan nilai yang dimasukkan dengan metode brainwash ini.

Maksudnya gimana?
Misalnya, saya memiliki nilai dasar atau sistem belief tentang perjuangan. Saya merupakan seseorang yang menganut bahwa saya dapat memberikan lebih banyak untuk bangsa dan negara maupun agama ketika saya hidup. Saya adalah individu yang lebih mengedepankan perjuangan dengan suara dan pikiran saya. Saya tidak menganut faham bahwa dengan bunuh diri, saya bisa dikenang dan berbuat banyak demi bangsa, negara, dan agama. Saya menganggap bahwa kehidupan ini indah, dan saya punya banyak orang yang saya cintai di sekeliling saya. Ini semua yang disebut sebagai nilai dasar dan sistem belief.

Misalnya ada sebuah nilai baru yang mau dimasukkan ke dalam pikiran saya, sebuah nilai tentang membela bangsa, negara, dan agama dengan meledakkan diri, di tengah-tengah orang-orang yang tidak secara langsung bersalah pada saya ataupun kepentingan yang saya bawa, dan teknik yang digunakan adalah metode brainwash.

Apa yang terjadi?
Yang terjadi adalah terjadi ”pertarungan” didalam pikiran saya. Dimana nilai dasar yang telah lebih dahulu ada, berhadapan dengan nilai dan sistem belief yang baru, yang dicoba ditanamkan pada pikiran saya.

Siapa yang menang?
Nilai dasar yang sudah ada, ketika telah terbentuk selama bertahun tahun, merupakan sebuah sistem yang sangat kuat. Ketika nilai baru mencoba menginfiltrasi pikiran saya, maka perlawanan yang diberikan oleh sistem nilai lama sangatlah kuat. Tentu nilai baru bisa saja (seolah-olah) menguasai pikiran saya di permukaan, menjadi nilai dan sistem belief baru. Tetapi, ketika program yang berusaha di tanamkan tersebut hendak di jalankan (misalkan. Untuk meledakkan diri di keramaian), maka program itu pasti terganggu dengan nilai dan sistem belief lama yang ada.

Lalu?
Program baru tersebut gagal untuk bekerja! Sistem nilai yang sudah ada sebelumnya di pikiran bawah sadar kita lebih kuat daripada sistem nilai yang baru, yang secara ”instant” diprogram ke dalam pikiran saya.

Jadi, bagaimana cara supaya program itu bekerja seperti yang diinginkan?
Tentu membutuhkan seseorang yang memang memiliki nilai dasar yang tidak bertentangan sebelumnya.

Mengapa?
Karena pada dasarnya brainwash ”hanya” mempertajam nilai yang telah ada sebelumnya, serta membangun keberanian dan kekuatan untuk melakukan sebuah aksi atau tindakan atas ”nilai” atau ”kepercayaan” yang telah ada sebelumnya.

Sejarah cuci otak (brainwash)
Proses cuci otak sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1950 saat perang antara Korea Utara dan Korea Selatan berlangsung. Saat itu Republik Rakyat Cina (RRC) ikut berperang membela Korea Utara, dengan Amerika Serikat dan PBB di pihak Korea Selatan. Brainwash atau cuci otak merupakan istilah yang digunakan di Amerika Serikat untuk menjelaskan fenomena banyaknya tentara Amerika Serikat yang berubah pihak membela Korea Utara setelah menjadi tahanan mereka. Dan semenjak itu, Central Intelligence Agency (CIA) dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat terus mengadakan penelitian untuk mengembangkan teknik cuci otak ini.

Selain itu, teknik cuci otak juga banyak digunakan saat perang dunia I dan II untuk membangun semangat para prajurit sejak mereka masih remaja, yang terutama diterapkan kepada para prajurit NAZI.

Tujuannya adalah untuk membentuk mental prajurit yang tahan banting dan setia terhadap keyakinan para pemimpin atau partai yang mereka anut. Dan dewasa ini banyak isu yang beredar bahwa teknik cuci otak juga telah disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk membangun suatu aliran agama baru atau membuat propaganda terhadap suatu keyakinan tertentu, termasuk dalam kasus Noordin M. Top dan motif “bom bunuh diri yang dilakukan oleh para “pengantin”. Suatu hal yang kebenarannya masih dipertanyakan dan hangat dibicarakan di berbagai lapisan masyarakat.

Metoda cuci otak (brainwash)
Terdapat berbagai macam cara untuk melakukan cuci otak, mulai dari persuasi secara vokal (sugesti), visual, bantuan obat-obatan, hingga siksaan baik secara fisis maupun psikis. Prinsipnya adalah dengan melakukan metoda tersebut sambil memasukkan suatu program atau ide tertentu ke dalam pikiran seseorang secara berkepanjangan hingga memasuki alam bawah sadarnya.

Ketika sebuah nilai telah tertanam cukup kuat di alam bawah sadar seseorang, maka semakin lama nilai itu akan semakin kuat, berakar, dan permanen. Inilah yang kemudian disebut sebagai hasil dari cuci otak, dan merupakan tujuan utama dilakukannya hal tersebut.

Cara yang paling halus adalah dengan persuasi secara vokal atau visual untuk memasukkan sugesti. Hal ini dapat dilakukan dengan cara hipnosis, hingga teknik persuasi dalam sebuah pidato atau presentasi.

Hipnosis
Hipnosis merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memasukkan sugesti ke dalam pikiran seseorang. Dengan hipnosis, akses ke alam bawah sadar akan terbuka sehingga memudahkan seseorang untuk menerima sugesti yang diberikan. Hipnosis sendiri pada awalnya digunakan sebagai salah satu metoda pengobatan di Mesir dan Yunani, kemudian menyebar ke wilayah Eropa. Seorang dokter Austria bernama Sigmund Freud menggunakan hipnosis untuk mengatasi masalah mental para prajurit saat perang dunia I dan II. Kini, teknik hipnosis juga telah digunakan sebagai salah satu pengobatan komplementer untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Persuasi dalam sebuah pidato atau presentasi
Pernahkah Anda merasa bersemangat atau memiliki sebuah pola pikir baru setelah Anda mengikuti sebuah seminar atau pelatihan? Ataukah Anda pernah merasa sangat tertarik terhadap sebuah produk multilevel marketing (MLM) yang sedang dipresentasikan padahal Anda baru saja membeli produk yang sejenis? Apabila jawabannya adalah iya, berarti tanpa disadari Anda pernah menjadi subyek cuci otak.

Metoda ini sebenarnya tidak dapat benar-benar dikatakan sebagai cuci otak, tetapi lebih kepada manipulasi pikiran seseorang dengan sugesti. Bagian otak kiri manusia mengolah bagian rasio dan analisis, sedangkan otak kanan mengolah sisi kreatif dan imajinasi. Inti dari metoda ini adalah bagaimana cara menyibukan otak kiri sehingga otak kanan dapat diakses untuk menanamkan suatu pola pikir tanpa harus melalui proses analisis terlebih dahulu.

Bagaimanapun, apabila diterapkan terus-menerus secara periodik, teknik ini juga dapat memasukkan ide-ide dalam pikiran bawah sadar seseorang hingga menjadi suatu nilai yang berakar dan permanen (cuci otak).

Penerapan teknik penghargaan dan hukuman
Teknik ini merupakan teknik pertama yang dilakukan saat perang Korea pada tahun 1950. Prinsipnya adalah dengan mengisolasikan subyek cuci otak dari kehidupan sosialnya. Subyek akan diperlakukan sesuai tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukannya. Apabila subyek menolak untuk bekerjasama, ia akan menerima hukuman baik secara fisis maupun psikis, termasuk memutus kontak sosial, makan, tidur, hingga siksaan fisik. Namun apabila subyek bersedia untuk bekerjasama, maka ia akan menerima sebuah penghargaan dalam berbagai bentuk. Bentuk yang paling sering dari penerapan teknik ini adalah outbond, pelatihan militer, dan penggemblengan murid atau mahasiswa baru saat masa orientasi.

Kemudian, benarkah terdapat korelasi antara terorisme dan cuci otak?
Saat ini, terdapat dugaan bahwa cuci otak merupakan salah satu alasan yang kuat di balik kenekatan sikap para “pengantin bom bunuh diri” yang telah meneror Indonesia selama beberapa waktu terakhir. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa cuci otak umumnya dilakukan untuk tujuan militer, politik, dan religius. Ketika dianalogikan dengan pemberitaan yang ada, memang terdapat kemungkinan adanya korelasi antara terorisme dan cuci otak ini.

Dengan dalih outbond dan ceramah agama yang dilakukan secara periodik, sang mastermind dapat mendoktrin para pengikutnya untuk meruntuhkan apa yang mereka yakini untuk sebuah keyakinan baru. Namun cuci otak bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan begitu saja, perlu waktu yang cukup lama untuk menanamkan ide-ide baru dalam pikirian bawah sadar seseorang sehingga kegiatan ini umumnya dilakukan terus-menerus secara periodik di sebuah area yang terpencil untuk memutus kontak sosial. Selain itu, hipnosis juga dapat dilakukan untuk memudahkan proses penerimaan sugesti.

Bagaimanapun, Anda tidak harus setuju dengan analisa kami. Pilihan tetap ada di tangan Anda. Yang terpenting kita tidak boleh membiarkan siapapun memecah-belah bangsa Indonesia, tidak juga teroris. Tidak perduli banyaknya budaya dan agama yang kita miliki, kita harus semakin kuat dan bekerjasama untuk melawan musuh bangsa ini dan propaganda yang dilakukan oleh para teroris.

Hipnotis bisa menjadi baik atau buruk, tergantung penghipnotis. Menjadi buruk ketika hipnotis digunakan untuk tujuan buruk, misalnya menghipnotis orang untuk membunuh atau menyakiti orang lain. Akan baik, ketika digunakan untuk tujuan yang baik pula, misalanya penyelesaian masalah atau menterapi pasien gangguan psikologis. Satu hal yang pasti, bahwa ini merupakan sebuah metode yang berlandaskan sebuah dasar ilmiah, dan mampu membawa manfaat bagi banyak orang, ketika digunakan untuk sebuah keperluan yang memang positif, dan sesuai dengan nilai dari individu-individu yang membutuhkan bantuan dari metode ini.

>Korban Cuci Otak NII Bisa Gila.!

>

Pelaku cuci otak mampu membuat korbannya menderita. Bila tidak segera dipulihkan, korban cuci otak mengalami depresi berkepanjangan. Bahkan tidak sedikit jiwanya terganggu.

Kalau kelompok NII gadungan, rata-rata korbannya depresi usai berhasil keluar dari kelompok. Bisa gila!” ujar Adnan Fahrullah (40), mantan pencuci otak yang pernah gabung NII KW 9 sejak 1989 hingga 2004. Adnan ditemui wartawan di sebuah tempat di Kota Bandung, Kamis (21/4/2011).

Yang menyebabkan korban depresi itu karena di bawah ancaman. Lalu ditargetkan pimpinannya mencari uang serta wajib menyetor. Ancamannya memang dibunuh, tapi semua itu gertakan saja. Soalnya tidak ada yang pernah dibunuh karena keluar dari NII. Kalau hanya didatangi ke rumah sih memang benar,” ujarnya.

Setelah berhasil keluar dari kelompok NII dan menyatakan tobat, penderitaan mereka masih membekas. Apalagi, kata Adnan, mantan-mantan NII yang keluar itu bingung karena tidak punya penghasilan tetap. Sebab, dahulunya saat masuk NII, para korban itu meninggalkan pekerjaannya.

“Butuh dua hingga tiga tahun untuk memulihkan para cuci otak ala NII gadungan itu. Ada dengan pendekatan keislaman dengan benar dan cara lainnya,” papar Adnan.

Berbeda cuci otak yang dilakukan NII sempalan. Menurut dia, para pelakunya memang mantan NII KW 9 yang membentuk kelompok lain. Cara cuci otak NII sempalan ini ada menggunakan gaya saat dahulu jadi anggota. Intinya pola kerjanya sama dengan gaya NII KW 9 merekrut korban.

“Tapi perkembangannya kini, NII sempalan menggunakan cara hipnotis,” ungkap Adnan.

Meski begitu, sambung pris berkumis ini, cuci otak yang selama ini dilakukan NII sempalan tidak berbahaya. Sebab, NII sempalan hanya bersifat sementara. Motifnya kriminal dengan alasan impitan ekonomi.

“Korban cuci otak dari NII sempalan ini tidak terlalu berbahaya. Para korbanya paling hanya lupa ingatan dalam waktu yang tidak panjang. Ya, paling seminggu dan langsung pulih,” jelasnya.

Pelaku Cuci Otak NII Mengintai Kampus dan Mal
Pelaku cuci otak dari kelompok Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9) diyakini masih berkeliaran mencari korban. Pola ini digunakan NII gadungan dan sempalan. Mereka mengintai kampus hingga menelusuri mal untuk mencari korban.

Hal tersebut diungkapkan mantan aktivis NII KW 9, Adnan Fahrullah (40) saat berbincang dengan wartawan di salah satu tempat di Kota Bandung, Kamis (21/4/2011). Adnan sejak 1989 hingga 2004 menjadi pelaku cuci otak ribuan korban di wilayah Jawa Barat.

“Para kelompok NII gadungan dan sempalan ini dibekali ilmu tentang Islam. Mereka sudah siap merekrut orang atau sekadar menipu korbannya. Yang saya tahu karena pernah melakukan cuci otak, mereka mendatangi kampus dan mal,” ujar Adnan yang terakhir menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan NII KW 9 Provinsi Jawa Barat.

Cara seperti itu, kata Adnan, masih dianggap jitu oleh para pelaku cuci otak. NII gadungan lebih mencari korban yang siap hijrah dan nantinya dibina. Sementara NII sempalan hanya sebatas mengelabui korban dengan niat hanya menipu, memeras dan menguras uang. Tetapi NII sempalan tidak berlarut-larut menjadikan korbannya ‘mesin ATM’.

“Yang paling ideal itu, pelaku mencari calon korban di lingkungan masjid kampus, perpustakaan kampus atau masjid umum. Perkembangan saat ini, pelaku memburu targetnya dengan datang ke mal-mal,” ujar Adnan.

Adnan menuturkan, para pelaku cuci otak ini tanpa canggung mendekati orang yang sedang seorang diri. Bila terlihat labil dan memenuhi kategori, mereka bakal mengajak korban untuk berjumpa kembali esok harinya.

“Target calon korban itu yang usianya 30 tahun ke bawah. Ada mahasiswa dan pekerja. Intinya, pelaku membidik korban yang berduit. Mereka berpedoman pada Alquran dan ‘menjual’ hadist agar calon korban terberdaya serta percaya,” paparnya.

Jika sudah terlihat korban mulai terpengaruh, para korban dibawa ke suatu tempat. Lokasinya itu bisa kos atau kontrakan korban, atau sebaliknya. Bisa juga tempat sepi yang tidak diketahui korban.

“Kalau NII gadungan itu tidak melakukan cuci otak dengan cara hipnotis. Tapi cara mereka mampu membuat kosong pikiran korban. NII sempalan yang lebih bermotif kriminal, ada yang pakai hipnotis dan tidak untuk cuci otak korban,” jelas Adnan.

Dia menuturkan, NII gadungan kebanyakannya dari pengikut ajaran Panji Gumilang. Menurut Adnan, kelompok binaan Panji Gumilang tetap eksis hingga detik ini. Sementara NII sempalan ialah bekas anak buah Panji Gumilang yang sakit hati lalu membentuk berbagai kelompok tersendiri yang pola kerjanya dilatari faktor ekonomi pribadi.

Lima belas tahun bergabung dengan NII KW 9, Adnan Fahrullah (40), mengaku telah mencuci otak 5 ribu orang, sehingga akhirnya mereka bergabung. Ribuan orang yang dia rekrut pun kini sudah keluar. Sayangnya banyak yang luntang lantung tak punya pekerjaan. Demi menyambung hidup, lima mantan anggota NII yang ia kenal, kini memilih menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

Menurutnya hanya 15 persen saja dari 5 ribu yang telah sadar itu kini memiliki pekerjaan. Ada yang jadi sopir, guru dan profesi lainnya. Menurut Adnan kenapa hal itu terjadi, sebab pada saat mereka bergabung dengan NII, mereka meninggalkan pekerjaan dan juga keluarga mereka.

“Tapi ada juga yang bekerja terpaksa demi kehidupan anak-anaknya. Contohnya saat ini ada wanita mantan NII yang menjadi PSK. Ya, jumlahnya tidak lebih dari lima dan berdomisili di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Untuk domisili yang sama, tercatat ada sekitar 50 orang depresi, dua di antaranya menjadi gila dan berkeliaran di jalan,” ungkap Adnan saat berbincang di sebuah tempat di kawasan Bandung Selatan, Kamis (21/4/2011).

Setelah memutuskan keluar dari kelompok NII KW 9 pimpinan Panji Gumilang, lanjut Adnan, ia bertobat dan sering menangani para korban NII. Sebagai orang yang pernah malang melintang di NII KW 9, ia mengaku sedih dengan kondisi para korban.

“Saya memang merasa dosa saat merekrut ribuaan korban kala itu. Saya cuci otaknya. Tapi ada racun, pasti ada penawarnya juga. Maka itu, ada cara dan trik untuk memulihkan korban NII,” ujaranya yang keberatan membeberkan penawar yang dimaksud.

“Mereka yang dulu pernah saya cuci otaknya, sudah kembali ke jalan Islam sebenarnya. Dari 5 ribu orang atau kepala keluarganya itu, di anataranya berasal dari Rancaekek, Cicalengka, Lembang hingga Subang,” tambah dia.

Adnan menyatakan apa yang dilakukan NII gadungan dan sempalan itu tak dibenarkan dalam ajaran Islam. Maka itu, ia meminta aparat terkait serta pemerintah untuk membantu keberlangsungan hidup mereka.

Yang dibutuhkan saat ini, jelas Adnan, perlunya diberikan pekerjaan bagi mantan korban NII. Selain itu, polisi harus bertindak tegas terhadap NII gadungan dan sempalan yang hingga kini masih berkeliaran mencari calon korban.

Waspada Gerakan NII KW 9 Masuki Sekolah di Jabar
Gerakan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 bergerak masuk lingkungan sekolah di Jawa Barat. Salah satu contoh, sebanyak 11 siswa SMAN 1 Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, nyaris dibaiat NII KW 9.

Kasus tersebut membuktikan kalau aktivitas NII KW 9 bergerilya membidik kalangan pelajar untuk direkrut. Mantan anggota NII KW 9, Ahmad (38) mengatakan, perekrutan pada kalangan pelajar merupakan pola lama. Namun, kata Ahmad, kasus seperti di SMAN 1 Cikalong Wetan, mesti diwaspadai oleh pihak sekolah.

“Jelas hal seperti itu mesti diantisipasi. Pelajar diincar karena mudah dipengaruhi. Selai itu, pelajar ini disiapkan untuk menjadi bibit baru di kemudian hari,” jelas Ahmad saat berbincang dengan detikbandung via telepon, Kamis (5/5/2011).

Pria yang pernah gabung NII KW 9 ini menambahkan, perekrut atau pelaku cuci otak melancarkan modusnya tetap sama. Perekrut mengajak hijrah kepada calon anggotanya.

“Yang berbeda hanyalah cara mengajak dan membina. Kalau ke pelajar, para perekrut lebih memperkenalkan pengetahuan Islam yang lebih ringan dan mudah dimengerti, contohnya soal fungsi diri serta pengertian ibadah,” kata Ahmad yang terakhir di NII KW 9 menjabat Kepala Desa di salah satu wilayah Jakarta Timur.

Menurut mantan perekrut ini, gerak gerik perekrut perlu dikenali oleh pihak sekolah. Biasanya, kata Ahmad, perekrut awalnya menawarkan diri menjadi mentor untuk kegiatan kajian Islam di lingkungan sekolah. Perekrut itu bisa dari kalangan alumni sekolah ataupun tidak.

Selain itu, sambung Ahmad, para perekrut jumlahnya antara satu hingga tiga orang. Yang masuk ke sekolah pada umumnya hanya satu atau dua orang.

“Maka itu, guru agama di sekolah mesti mengawasi atau ikut saat ada pihak dari luar yang mengajarkan pengetahuan Islam kepada para siswa. Jangan sembarangan pula menerima mentor dari luar sekolah. Diimbau juga para pelajar segera sadar kalau ternyata ada ajaran yang tidak sesuai dengan kaidah Islam,” papar Ahmad yang gabung di NII KW 9 sejak 1997 dan keluar pada 2001.

“Nah, cara terbaiknya, para siswa harus sering berkonsultasi dengan guru agama atau ulama setelah mendapat ilmu dari mentornya. Ini untuk memastikan benar atau tidak ajaran yang disampaikan dari mentor itu,” tambahnya.

Ahmad juga berpesan kepada pelajar untuk tidak masuk ke organisasi terkesan tertutup di lingkungan dalam dan luar sekolah. Sebab, aktivis NII KW 9 lebih senang mengincar calon korban di organisasi seperti itu.

“Kalau aktivitas organisasinya terbuka dan tiadak eklusif, perekrut itu menjadi takut. Enggak bakal berani masuk,” ungkapnya.

Pada Rabu (4/5/2011), Ahmad menjadi narasumber acara dialog ‘Bahaya NII Alzyatun’ yang dilaksanakan di SMAN 1 Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Dalam kegiatan tersebut terungkap adanya 11 siswa di SMAN 1 Cikalong Wetan yang nyaris dibaiat NII KW 9. (Bandung.detik.com).*