Filosofi KUNG FU

Kungfu adalah seni bela diri asal negeri Cina yang sudah mendunia. Sejatinya, kungfu punya makna lebih dalam dari yang sekadar ditunjukkan dalam film aksi Hollywood. Ada filosofi kungfu yang membuat kita jadi lebih sehat lahir batin.

Taoisme adalah dasar filosofi kungfu. Ajaran Taoisme ini dicatat dalam kitab Tao Te Ching dan orang di balik ajaran ini adalah Lao Tzu (604-531 SM). Dasar ajaran taoisme adalah hidup harmonis dengan alam semesta, orang lain, dan tentunya dengan diri sendiri.

Inti ajaran ini adalah hidup selaras dengan hukum alam dan harmonis dengan siklus alam semesta. Taoisme mengajak kita untuk mengenal bahwa segala sesaatu di alam semesta saling berhubungan. Jadi apa pun yang kita lakukan, baik atau buruk, pasti akan berpengaruh pada lingkungan sekitar.

Konsep yin dan yang adalah bagian dari ajaran Tao. “Yin yang ini menjabarkan bahwa segala sesuatu itu memiliki dua aspek. Ada siang dan malam, panas dan dingin, terang dan gelap, perempuan dan lelaki. Keduanya sama pentingnya dan keselarasannya hanya bisa dicapai dengan mencari keseimbangan energi yin dan yan,” kata Dr. Rachmat, dokter pengobatan tradisional Cina dari Klinik Shanghai, Jakarta.

“Kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” ( QS. Al Mulk 67:3 )

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan).”( QS. Faathir 35:11 )

Konsep Taoisme ini tidak hanya menjadi dasar filosofi kungfu, tapi juga pengobatan tradisional Cina yang telah berusia ribuan tahun. Pemikiran keseimbangan dua elemen ini terlihat dalam simbol Tao berbentuk bulat, yang menggambarkan alam semesta.

Bulatan itu dibagi menjadi yin yang gelap (hitam) dan yang yang terang (putih). Kekuatan yin dan yang tergambar dengan baik dalam kekuatan air. Air bisa bersifat tenang dan damai, namun bisa menjadi kekuatan luar biasa ketika datang dalam bentuk banjir dan gelombang.

Dalam Taoisme, chi adalah udara atau napas. Chi adalah dasar kehidupan, energi vital yang mengalir dan terus berubah bentuk. Dalam tubuh manusia, chi mengalir dalam jalur yang disebut meridian.

Jalur meridian inilah yang terkait dan dinamakan sesuai dengan organ tubuh atau fungsinya, misalnya paru, ginjal, kandung kemih, perut, dan lain-lain.

Aliran chi di jalur meridian inilah yang digunakan dalam ilmu akupuntur untuk meningkatkan kesehatan ” katanya

Bukan sekedar olah tubuh
Di dunia seni olah tubuh seperti kungfu, chikung, dan taichi, latihan pernapasan ditujukan untuk melancarkan aliran chi di seluruh tubuh. Aliran chi yang lancar ini memiliki dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental.

Dalam tradisi pengobatan Cina, chi yang mengalir lancar merupakan bentuk pencegahan penyakit yang sangat baik. Kungfu menggunakan chi meridian, dan poin-poin tekanan sebagai alat pertahanan diri.

Untuk bisa memelihara kelancaran chi ini, kita tak harus sejago Jacky Chan atau Jet Li dalam melakukan gerakan kungfu. Seni bela diri tak harus berupa gerakan yang kuat, sulit dilakukan orang biasa, dan penuh akrobat seperti dalam film aksi.

Taichi dan chikung adalah seni olah tubuh yang diturunkan dari kungfu. Seni bela diri ini relatif mudah, gerakannya indah, dan bisa dilakukan siapa saja dengan kondisi kesehatan beragam, kapan saja dan di mana saja.

Taichi belakangan ini dilakukan orang bukann untuk bela diri, namun untuk memberi manfaat kesehatan dan mengurangi dampak stres berkat gerakannya yang indah, perlahan, dan rileks. Taichi menggabungkan gerakan fisik dengan pernapasan, visualisasi, dan konsentrasi mental.

Karena itu, boleh dikatakan taichi bukan sekadar olah tubuh, tapi juga olah pikiran yang sangat besar manfaatnya namun tidak membuat ngos-ngosan karena kelelahan.

Set gerakan
Latihan taichi terdiri atas beberapa set gerakan. Setiap set berupa serangkaian gerakan yang dilakukan dengan urutan tepat demi memfasilitasi aliran energi, kesehatan, rileksasi, dan konsentrasi mental.

Ada set gerakan yang singkat namun ada pula set gerakan yang butuh banyak waktu untuk latihan. Set singkat maupun panjang, keduanya punya nilai-nilai yang bisa kita pelajari perihal gerakan alam, struktur tubuh, dan energi internal.

Bukan Cuma untuk Lansia
Tidak sedikit orang beranggapan taichi adalah olah tubuh untuk kaum lanjut usia (lansia). Yang benar, taichi bisa dimanfaatkan oleh segala usia. Taichi jadi pilihan lansia karena gerakannya lembut. Latihan taichi tak perlu membuat tubuh sakit dan pegal-pegal. Buat kaum muda, taichi terasa membosankan karena gerakannya lambat. Padahal, gerakan yang lembut itu pada dasarnya bersifat meditatif dan akan membuat kita jadi rileks.

Bukan sekadar rileksasi tapi rileksasi yang meremajakan,” ujar Sheila Dickinson, master instruktur yang sudah menulis delapan buku dan lima video taichi.

Selesai latihan, tubuh kita akan dipenuhi oleh energi chi sebab latihan itu akan mendorong energi kita mengalir. Segala ketegangan dan sumbatan akan sirna. Karena itu, segala penyakit akibat sumbatan energi bisa diusir jauh-jauh.

Kedengarannya sangat indah dan Anda hanya butuh usaha sedikit untuk mendapatkannya,” kata Matthew Rochford, guru senior dan pemilik Devon School of Tai Chi Cuan, Inggris.

Ada juga dampak fisiologis dari taichi, khususnya di otak. Menurut Rochford, penelitian di bidang neurologi berhasil membuktikan bahwa taichi mendorong otak untuk bekerja lebih efektif. Itu karena otak mendapat pasokan darah berisi oksigen lebih banyak. Latihan napas taichi juga meningkatkan kapasitas dan elastisitas paru-paru, sehingga melancarkan pasokan oksigen ke otak.

Dampak meditatif dan menenangkan taichi juga bagus bagi kemampuan otak. Pasalnya, latihan taichi mengubah frekuensi otak dari beta (keadaan normal) menjadi alfa (reseptif antara tidur dan terjaga yang terkait dengan peningkatan kemampuan belajar dan mengingat).

Jadi, taichi bisa bikin kita tambah pintar!

BELAJAR DARI KUNG FU PANDA
KUNG FU PANDA bercerita tentang seorang/seekor panda gemuk bernama Po bercita – cita menjadi seorang (seekor) ahli kungfu yang handal. sayangnya keinginan Po itu agak susah buat diwujudin mengingat fisiknya yang ga begitu mendukung ditambah lagi ayahnya yang menyuruh Po untuk kerja di Restoran Mie-nya.

Dilain pihak, master oogway mendapat sebuah vision bahwa pendekar jahat bernama Tai Lung bakalan lolos dari penjara terus menuju kesini membuat kekacauan. untuk mencegah agar vision oogway ga terjadi master Shie fu menyuruh bangau si pengirim pesan untuk memberitahu kepada kepala penjara agar penjara lebih diperketat. bukannya sulit untuk lolos, kedatangan bangau ke penjara tadi malah membuat Tai Lung menjadi mudah untuk meloloskan diri. setelah itu oogway pun menyuruh master Shie fu untuk memanggil kelima murid andalannya, The furious Five, yaitu Tigress, monkey, mantis, viper dan crane untuk dipilih menjadi dragon warrior yang dipercaya sebagai kartu as untuk melawan Tai Lung.

Nah, kembali ke Po, Po yang sangat tergila – gila dengan kungfu dan ngefans berat ama the furious five, berniat untuk melihat upacara pemilihan dragon warrior. sialnya karena gerakan Po yang begitu lambat dan ngos – ngosan, si Po pun terlambat dan pintu masuknya sudah ditutup. tapi Po tidak putus asa dan, dengan segala upayanya akhirnya ia bisa masuk kedalam bahkan ditengah – tengah master oogway , master shie fu beserta murid – murid the furious fivenya persis ketika master oogway hendak menunjuk dragon warrior. entah karena ada unsur keberuntungan atau sudah ditakdirkan, secara mengejutkan bukannya menunjuk salah satu dari the furious five yang sudah ahli dalam berkung-fu master oogway malah menunjuk Po yang sama sekali tidak bisa kung-fu untuk dijadikan dragon warrior. master shie fu pun protes karena murid terbaiknya tidak ditunjuk. dan dengan santai dan bijak, master oogway mengatakan bahwa didalam diri Po terdapat bakat kung-fu yang luar biasa. master oogwaypun menyuruh shie fu untuk memercayainya dan mulai melatih Po.

Tokoh – tokoh dalam film ini yang diambil mayoritas merupakan satwa yang hampir punah. lihat saja Po (Panda), master Shie Fu (red panda), tigress(South china tiger), Tai Lung (snow leopard), monkey (golden langur), bahkan hewan langka di indonesiapun ada dalam film ini yaitu sipir penjara yang perkasa angkuh tapi goblok (Javan Rhinoceros, badak jawa).

Ada beberapa Pelajaran & Motivasi yang dapat kita ambil dari Film ini :

1. The secret to be special is you have to believe you’re special.

  • Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial.
  • Nasehat si ayah po : ‘Po, I wanna tell u about my special noodle………there’s no special ingrediants….. All the things that make it special is just believe that it was special……’
  • Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe

2. Teruslah kejar impianmu.

Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut saat ini = Present = Hadiah. Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.

  • Master Shi Fu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah Shi Fu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.
  • Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.

  • Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.
  • Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.

  • Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.
  • Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.

Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. Keluarga sangatlah penting.

Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

DAFTAR PUSTAKA :

Iklan

>Filosofi Jalan Pedang Samurai Miyamoto Mushashi

>

“Bebaskanlah pikiranmu, 
maka niscaya pikiranmu akan menjadi alami.” 

Soho Takuan, seorang pendeta Zen dengan kecerdikannya berhasil “menawan” Takezo di sebuah sel gelap di puri milik Ikeda. Di sana selama tiga tahun, Takezo ditahan untuk mendalami bertumpuk-tumpuk dan beragam buku. Mulai dari seni perang dari Sun Tzu, Taoisme, buku-buku mengenai Zen hingga ke berjilid-jilid kitab mengenai sejarah Jepang. Pendeta Takuan, selalu bersikap keras itu menasihati Takezo yang terkenal bandel dan liar itu hingga mau patuh menjalani penggemblengan berat tersebut.

Salah satu nasehatnya adalah;

“Anggaplah kamar ini sebagai rahim ibumu dan bersiaplah untuk lahir kembali. Kalau kau melihatnya hanya dengan matamu, tak akan kau melihat apa-apa kecuali sel yang tak berlampu dan tertutup. Tapi pandanglah lebih saksama, lihatlah dengan akalmu dan berpikirlah. Kamar ini dapat menjadi sumber pencerahan, pancuran pengetahuan yang ditemukan dan diperkaya oleh orang-orang bijak di masa lalu. Terserah padamu, apakah kamar ini menjadi kamar kegelapan ataukah kamar penuh cahaya”.

Setelah melewati masa pembelajaran tiga tahun, Takezo mendapatkan pencerahan dan dibebaskan dan boleh berkelana lagi. Saat itu usianya 21 tahun, Takezo memulai kehidupannya kembali sebagai Miyamoto Musashi.

Miyamoto Musashi (宮本 武蔵?), atau biasa disebut Musashi saja, adalah seorang samurai dan ronin yang sangat terkenal di Jepang pada abad pertengahan. Ia diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1584, dan meninggal tahun 1645. Nama aslinya adalah Shinmen Takezo. Kata Musashi merupakan lafal lain dari “Takezo” (huruf kanji bisa memiliki banyak lafal dan arti). Musashi memiliki nama lengkap Shinmen Musashi No Kami Fujiwara No Genshin.

Dilahirkan di sebuah desa yang bernama Miyamoto di tahun 1584, Musashi terlahir sebagai Munasai Takezo. Masa kanak-kanak Takezo tidaklah bahagia. Ia tidak akur dengan ayah kandungnya, Munasai Hirata seorang samurai pemilik tanah. Takezo selalu melontarkan kritik pedas terhadap seni bela diri ayahnya, hingga menyebabkan ketiak akuran diantara ayah dan anak ini. Situasi yang demikian membuat Takezo kabur memilih meninggalkan rumah untuk hidup bersama pamannya yang saat itu usianya belum mencapai 13 tahun.

Tapi di usianya yang 13 tahun tersebut, Takezo sudah mampu menaklukkan seorang pendekar pedang Shito-ryu yang bernama Arima Kihei. Lawannya itu dirobohkan dan dipukulinya dengan tongkat hingga tewas. Kemudian pada usia 16 tahun, Takezo bertarung dengan seorang samurai tangguh dan kembali muncul sebagai pemenang. Mulai saat itu, Takezo memutuskan pergi bertualang mengikuti “Jalan Pedang”.

Pertarungan puncak bagi Musashi adalah saat menghadapi Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Kojiro pada zaman itu sosok pemain pedang yang ideal: garis keturunannya tidak ada aib dan guru-gurunya ternama; dan dengan pelatihan yang penuh disiplin, ia berhasil menciptakan teknik permainan pedang yang mengagumkan. Tapi pada akhirnya kepala Kojiro pecah oleh tebasan pedang Musashi pada pertarungan di Pulau Ganryu, 13 April 1612.

Pertarungan Musashi melawan Sasaki Kojiro merupakan titik balik baginya. Sebelum itu, dia menyakini bahwa kemampuan seni berperang adalah kunci kemenangan dalam setiap pertarungan. Tetapi setelah mengalahkan Kojiro, Musashi menyadari bahwa kekuatan dan ketrampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan;

“Ketika umurku sudah lewat tiga puluh tahun dan merenungkan kembali hidupku, aku sadar bahwa aku menjadi pemenang bukan karena kemampuan luar biasa dalam seni bela diri. Mungkin saja aku mempunyai bakat alami atau tidak menyimpang dari prinsip alami. Atau, bisa jadikah seni bela diri lawan itu yang memang mengandung suatu cacat? Setelah itu, dengan tekad jauh lebih besar untuk mencapai pemahaman yang lebih jelas mengenai prinsip-prinsip yang dalam, aku berlatih siang malam”.

Lalu, apa yang memungkinkan Musashi mengalahkan Kojiro jika bukan karena penguasan ketrampilan bertarung? Bagi Musashi, kemenangan sebuah pertarungan terletak pada prinsip atau semangat, bukan tipuan dan ketidakjujuran. Di dalam Kitab Lima Lingkaran, Musashi menulis:

Jalan seni adalah langsung dan benar, jadi kau harus dengan tegas berusaha mengejar orang-orang lain dan menundukkan mereka dengan prinsip-prinsip sejati”.

Setelah pertarungan itu Musashi memutuskan mundur dari pertarungan, karena rasa bersalahnya sampai membawa kematian lawannya. Musashi kemudian menetap di pulau Kyushu dan tidak pernah meninggalkannya lagi, untuk menyepi dan mencari pemahaman sejati. Dalam penyepian sebelum kematiannya itu Musashi berhasil menyelesaikan bukunya yang berjudul Kitab Lima Cincin (Go Rin no Sho) yang menunjukkan semua pencarian dan pencapaian spiritual serta jawabannya tentang bagaimana menemukan dan mengamalkan jalan.

Ada sembilan poin yang diajarkan Musashi untuk kita semua :

  1. Berpikirlah dengan membuang semua ketidakjujuran.
  2. Bentuklah dirimu sendiri di jalan (yang benar).
  3. Pelajarilah semua seni.
  4. Pahamilah jalan semua pekerjaan.
  5. Pahamilah keunggulan dan kelemahan dari segala sesuatu.
  6. Kembangkan mata yang tajam dalam segala hal.
  7. Pahamilah apa yang tidak terlihat oleh mata.
  8. Berikan perhatian bahkan pada hal-hal terkecil sekalipun.
  9. Jangan melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak realistis.

Kesimpulan Kitab Lima Cincin (Go Rin no Sho) :

1.Menemukan dan Menciptakan Jalan
”Jalan” dalam bahasa Cina disebut dengan “Tao” dan dalam bahasa Jepang disebut “Do”. Seperti halnya akhiran –do yang biasa ada di aliran-aliran bela diri seperti kendo, aikido, karate-do, dan lainnya. Itu menandakan bahwa bela diri tersebut bukan sekadar bela diri saja, tapi juga disiplin dan jalan hidup. Makanya rata-rata beladiri tersebut filosofinya sangat dalam. Akhiran –do banyak dipakai di bela diri yang juga menunjukkan cara hidup. Sering disebut hidup sesuai jalannya, akan mengantar pada kebahagiaan dan sebuah petunjuk untuk hidup yang benar.

Bagaimana caranya menemukan jalan? Jalan dapat ditemukan dengan meniru, mencari, dan menemukan. Tetapi jika memodifikasi dan mencampurnya dengan elemen diri, dan jadilah jalan kreasi kita. Musashi, yang tak punya guru dan tak pernah belajar secara khusus pada seorang guru pun, menempuh jalannya sendiri, juga ternyata terpengaruh oleh Sun Tzu, biksu Zen Takuan Soho, samurai hebat Yagyu Munenori, dan kitab hsinhsinming. Jadi, yang ditemukan Musashi (the book of five rings) sepertinya adalah campuran ajaran Zen dari Takuan dan kitab Hsinhsinming, seni perang Sun Tzu dan keahlian Yagyu, ditambah, diaduk-aduk, dieksperimenkan dengan keseluruhan pengalaman pribadinya.

Musashi sebenarnya lebih layak untuk disebut sebagai seorang otodidak. Musashi membimbing dirinya sendiri untuk mendalami berbagai macam ilmu. Salah satu sumber yang banyak ditimbanya niscaya adalah buah pikiran Sun Tzu.Dikenal sebagai ahli strategi besar-kalau bukan yang terbesar-Sun Tzu hidup hampir 2000 tahun mendahului Musashi (400-320 tahun sebelum Masehi); “Saya suka berpikir betapa hebatnya orang-orang kuno seperti Lao Tse, Konfusius, Socrates, Sun Tzu, sementara kebanyakan dari kita yang hidup pada milenium ketiga ini cuma segini-gini saja.

Kalau Musashi mendekati strategi melalui contoh-contoh dari tarung-tanding (duel), Sun Tzu lebih membahasnya lewat skenario peperangan. Ada beberapa kalimat dari kitab Seni Berperang (The Art of War) Sun Tzu yang amat membekas di hati Musashi. Selama tiga tahun dalam masa penempaan, Musashi kerap membacanya secara lantang berulang-ulang dengan alunan bagaikan nyanyian;

  • “Barangsiapa mengenal seni perang, tak akan serampangan ia dalam gerakannya. Ia kaya karsa dalam membatasi kemungkinan.”
  • “Barangsiapa mengenal dirinya sendiri dan mengenal musuhnya, ia senantiasa menang dengan mudah. Barangsiapa mengenal langit dan bumi, ia menang atas segalanya.”
  • “Kenali musuhmu, kenali dirimu sendiri dan kemenanganmu tak akan terancam. Kenali medan, kenali iklim, maka kemenanganmu akan lengkap.”

Yang lebih menarik lagi, dalam kemampuannya untuk membaca waktu. Setelah mencapai usia 29 tahun, ia memutuskan untuk berhenti menjadi petarung. Kemudian Musashi mentransformasikan dirinya menjadi seniman dan pada usia yang lebih lanjut Musashi kembali memutuskan untuk menjadi pemikir mengenai Jalan Strategi. Keputusannya untuk pindah jalur dan beralih profesi pada saat yang tepat itu memang memerlukan ketajaman intuisi yang luar biasa. Agaknya, ini juga yang membuat Musashi menjadi petarung kehidupan yang tak terkalahkan. Musashi mengatur dan bukannya diatur oleh waktu kehidupan.

2.Keteguhan Hati Mengamalkan dan Menjaga Jalan
Memang lebih mudah untuk menjadi peka, menjadi arif dan penuh perenungan ketika kita dalam posisi yang penuh kesusahan dimana sendi-sendi harga diri kita dibenamkan dan segala kesombongan diruntuhkan. Mudah untuk memahami bentuk-bentuk pemikiran, perasaan, benda-benda dan penghargaan kita akan arti hidup itu sendiri. Mudah pula untuk menyadari akan kebeningan cita-cita.

Yang tidak mudah adalah untuk tetap konsisten pada pencapaian nurani tersebut. Tidak mudah untuk terus menjaga visi kita yang paling menggebu-gebu sekalipun. Perubahan lingkungan, kemudahan-kemudahan, orang-orang yang berbeda lambat laun dapat melunturkan pencapaian nurani. Pada prosesnya, akan muncul riak-riak yang mengganggu yang mengurangi kadar pemikiran dan tindakan kita.

Musashi pun mengalami naik turunnya semangat dalam mewujudkan jalan pedangnya. Cita-cita yang menjadi visi hidupnya. Musashi sempat terjebak dalam kesombongan sesaat ketika bertemu orang-orang yang terlihat lebih lemah. Jalan pedang seolah-olah menjadi jalan paling berarti dan dalam perjalanannya Musashi banyak mengabaikan unsur-unsur lain di luar dirinya. Musashi kemudian sadar dan berusaha membentuk jalan pedang dengan lurus-lurus pada keyakinan dirinya, menekan segala perasaan lembutnya dan satu hal yang menyelamatkannya dari bahaya keangkuhan adalah keinginannya untuk membuka pintu-pintu ilmu dan belajar dari segala macam orang, segala macam bentuk dan alam semesta.

Dalam kehidupan ini, bukan sekali kita merasakan naik turunnya iman, naik turunnya semangat baik dalam bekerja, menjaga hubungan, dan meraih mimpi-mimpi kita. Bukan sekali dua kali pula kita terjatuh dan kembali pada kebeningan pencapaian nurani. Terlalu dini untuk menyimpulkan jalan pencapain nurani, ada banyak visi dan lebih banyak konsistensi yang akan diperlukan.

Walaupun begitu, ada hal-hal menarik yang agaknya dapat dipelajari dari Musashi. Musashi adalah seorang yang sederhana, rendah hati yang bermain bersih tanpa kecurangan. Musashi keras hati dalam melatih diri dan dalam menimba ilmu berbagai aliran, karena Musashi menyadari bukannya tak mungkin terkalahkan. Musashi selalu menekankan pentingnya timing (ketepatan waktu) dan ritme dalam segala hal. Masuk terlalu cepat atau terlalu lambat dalam pertarungan dipandangnya dapat mengundang persoalan tersendiri. Kemudian perubahan yang terjadi di “langit” dan “bumi” bukan saja harus dicermati melainkan mesti pula diadaptasi untuk keselamatan diri. Juga baginya ilmu pengetahuan itu adalah sebuah “lingkaran bulat”. Artinya, kalau kita bermula dari titik A, setelah melingkar penuh kita akan kembali ke titik A semula. Apa yang dianggap paling elementer adalah juga pelajaran yang paling penting.

Sumber Bacaan:

  1. sinarmotivasi.com
  2. Musashi, Eiji Yoshikawa, Gramedia – Jakarta
  3. The Lone Samurai, William Scott Wilson, Gramedia – Jakarta
  4. The Book of Five Rings, William Scott Wilson, Gramedia

>Filosofi KUNG FU

>

Kungfu adalah seni bela diri asal negeri Cina yang sudah mendunia. Sejatinya, kungfu punya makna lebih dalam dari yang sekadar ditunjukkan dalam film aksi Hollywood. Ada filosofi kungfu yang membuat kita jadi lebih sehat lahir batin.

Taoisme adalah dasar filosofi kungfu. Ajaran Taoisme ini dicatat dalam kitab Tao Te Ching dan orang di balik ajaran ini adalah Lao Tzu (604-531 SM). Dasar ajaran taoisme adalah hidup harmonis dengan alam semesta, orang lain, dan tentunya dengan diri sendiri.

Inti ajaran ini adalah hidup selaras dengan hukum alam dan harmonis dengan siklus alam semesta. Taoisme mengajak kita untuk mengenal bahwa segala sesaatu di alam semesta saling berhubungan. Jadi apa pun yang kita lakukan, baik atau buruk, pasti akan berpengaruh pada lingkungan sekitar.

Konsep yin dan yang adalah bagian dari ajaran Tao. “Yin yang ini menjabarkan bahwa segala sesuatu itu memiliki dua aspek. Ada siang dan malam, panas dan dingin, terang dan gelap, perempuan dan lelaki. Keduanya sama pentingnya dan keselarasannya hanya bisa dicapai dengan mencari keseimbangan energi yin dan yan,” kata Dr. Rachmat, dokter pengobatan tradisional Cina dari Klinik Shanghai, Jakarta.

“Kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” ( QS. Al Mulk 67:3 )

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan).”( QS. Faathir 35:11 )

Konsep Taoisme ini tidak hanya menjadi dasar filosofi kungfu, tapi juga pengobatan tradisional Cina yang telah berusia ribuan tahun. Pemikiran keseimbangan dua elemen ini terlihat dalam simbol Tao berbentuk bulat, yang menggambarkan alam semesta.

Bulatan itu dibagi menjadi yin yang gelap (hitam) dan yang yang terang (putih). Kekuatan yin dan yang tergambar dengan baik dalam kekuatan air. Air bisa bersifat tenang dan damai, namun bisa menjadi kekuatan luar biasa ketika datang dalam bentuk banjir dan gelombang.

Dalam Taoisme, chi adalah udara atau napas. Chi adalah dasar kehidupan, energi vital yang mengalir dan terus berubah bentuk. Dalam tubuh manusia, chi mengalir dalam jalur yang disebut meridian.

Jalur meridian inilah yang terkait dan dinamakan sesuai dengan organ tubuh atau fungsinya, misalnya paru, ginjal, kandung kemih, perut, dan lain-lain.

Aliran chi di jalur meridian inilah yang digunakan dalam ilmu akupuntur untuk meningkatkan kesehatan ” katanya

Bukan sekedar olah tubuh
Di dunia seni olah tubuh seperti kungfu, chikung, dan taichi, latihan pernapasan ditujukan untuk melancarkan aliran chi di seluruh tubuh. Aliran chi yang lancar ini memiliki dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental.

Dalam tradisi pengobatan Cina, chi yang mengalir lancar merupakan bentuk pencegahan penyakit yang sangat baik. Kungfu menggunakan chi meridian, dan poin-poin tekanan sebagai alat pertahanan diri.

Untuk bisa memelihara kelancaran chi ini, kita tak harus sejago Jacky Chan atau Jet Li dalam melakukan gerakan kungfu. Seni bela diri tak harus berupa gerakan yang kuat, sulit dilakukan orang biasa, dan penuh akrobat seperti dalam film aksi.

Taichi dan chikung adalah seni olah tubuh yang diturunkan dari kungfu. Seni bela diri ini relatif mudah, gerakannya indah, dan bisa dilakukan siapa saja dengan kondisi kesehatan beragam, kapan saja dan di mana saja.

Taichi belakangan ini dilakukan orang bukann untuk bela diri, namun untuk memberi manfaat kesehatan dan mengurangi dampak stres berkat gerakannya yang indah, perlahan, dan rileks. Taichi menggabungkan gerakan fisik dengan pernapasan, visualisasi, dan konsentrasi mental.

Karena itu, boleh dikatakan taichi bukan sekadar olah tubuh, tapi juga olah pikiran yang sangat besar manfaatnya namun tidak membuat ngos-ngosan karena kelelahan.

Set gerakan
Latihan taichi terdiri atas beberapa set gerakan. Setiap set berupa serangkaian gerakan yang dilakukan dengan urutan tepat demi memfasilitasi aliran energi, kesehatan, rileksasi, dan konsentrasi mental.

Ada set gerakan yang singkat namun ada pula set gerakan yang butuh banyak waktu untuk latihan. Set singkat maupun panjang, keduanya punya nilai-nilai yang bisa kita pelajari perihal gerakan alam, struktur tubuh, dan energi internal.

Bukan Cuma untuk Lansia
Tidak sedikit orang beranggapan taichi adalah olah tubuh untuk kaum lanjut usia (lansia). Yang benar, taichi bisa dimanfaatkan oleh segala usia. Taichi jadi pilihan lansia karena gerakannya lembut. Latihan taichi tak perlu membuat tubuh sakit dan pegal-pegal. Buat kaum muda, taichi terasa membosankan karena gerakannya lambat. Padahal, gerakan yang lembut itu pada dasarnya bersifat meditatif dan akan membuat kita jadi rileks.

Bukan sekadar rileksasi tapi rileksasi yang meremajakan,” ujar Sheila Dickinson, master instruktur yang sudah menulis delapan buku dan lima video taichi.

Selesai latihan, tubuh kita akan dipenuhi oleh energi chi sebab latihan itu akan mendorong energi kita mengalir. Segala ketegangan dan sumbatan akan sirna. Karena itu, segala penyakit akibat sumbatan energi bisa diusir jauh-jauh.

Kedengarannya sangat indah dan Anda hanya butuh usaha sedikit untuk mendapatkannya,” kata Matthew Rochford, guru senior dan pemilik Devon School of Tai Chi Cuan, Inggris.

Ada juga dampak fisiologis dari taichi, khususnya di otak. Menurut Rochford, penelitian di bidang neurologi berhasil membuktikan bahwa taichi mendorong otak untuk bekerja lebih efektif. Itu karena otak mendapat pasokan darah berisi oksigen lebih banyak. Latihan napas taichi juga meningkatkan kapasitas dan elastisitas paru-paru, sehingga melancarkan pasokan oksigen ke otak.

Dampak meditatif dan menenangkan taichi juga bagus bagi kemampuan otak. Pasalnya, latihan taichi mengubah frekuensi otak dari beta (keadaan normal) menjadi alfa (reseptif antara tidur dan terjaga yang terkait dengan peningkatan kemampuan belajar dan mengingat).

Jadi, taichi bisa bikin kita tambah pintar!

BELAJAR DARI KUNG FU PANDA
KUNG FU PANDA bercerita tentang seorang/seekor panda gemuk bernama Po bercita – cita menjadi seorang (seekor) ahli kungfu yang handal. sayangnya keinginan Po itu agak susah buat diwujudin mengingat fisiknya yang ga begitu mendukung ditambah lagi ayahnya yang menyuruh Po untuk kerja di Restoran Mie-nya.

Dilain pihak, master oogway mendapat sebuah vision bahwa pendekar jahat bernama Tai Lung bakalan lolos dari penjara terus menuju kesini membuat kekacauan. untuk mencegah agar vision oogway ga terjadi master Shie fu menyuruh bangau si pengirim pesan untuk memberitahu kepada kepala penjara agar penjara lebih diperketat. bukannya sulit untuk lolos, kedatangan bangau ke penjara tadi malah membuat Tai Lung menjadi mudah untuk meloloskan diri. setelah itu oogway pun menyuruh master Shie fu untuk memanggil kelima murid andalannya, The furious Five, yaitu Tigress, monkey, mantis, viper dan crane untuk dipilih menjadi dragon warrior yang dipercaya sebagai kartu as untuk melawan Tai Lung.

Nah, kembali ke Po, Po yang sangat tergila – gila dengan kungfu dan ngefans berat ama the furious five, berniat untuk melihat upacara pemilihan dragon warrior. sialnya karena gerakan Po yang begitu lambat dan ngos – ngosan, si Po pun terlambat dan pintu masuknya sudah ditutup. tapi Po tidak putus asa dan, dengan segala upayanya akhirnya ia bisa masuk kedalam bahkan ditengah – tengah master oogway , master shie fu beserta murid – murid the furious fivenya persis ketika master oogway hendak menunjuk dragon warrior. entah karena ada unsur keberuntungan atau sudah ditakdirkan, secara mengejutkan bukannya menunjuk salah satu dari the furious five yang sudah ahli dalam berkung-fu master oogway malah menunjuk Po yang sama sekali tidak bisa kung-fu untuk dijadikan dragon warrior. master shie fu pun protes karena murid terbaiknya tidak ditunjuk. dan dengan santai dan bijak, master oogway mengatakan bahwa didalam diri Po terdapat bakat kung-fu yang luar biasa. master oogwaypun menyuruh shie fu untuk memercayainya dan mulai melatih Po.

Tokoh – tokoh dalam film ini yang diambil mayoritas merupakan satwa yang hampir punah. lihat saja Po (Panda), master Shie Fu (red panda), tigress(South china tiger), Tai Lung (snow leopard), monkey (golden langur), bahkan hewan langka di indonesiapun ada dalam film ini yaitu sipir penjara yang perkasa angkuh tapi goblok (Javan Rhinoceros, badak jawa).

Ada beberapa Pelajaran & Motivasi yang dapat kita ambil dari Film ini :

1. The secret to be special is you have to believe you’re special.

  • Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial.
  • Nasehat si ayah po : ‘Po, I wanna tell u about my special noodle………there’s no special ingrediants….. All the things that make it special is just believe that it was special……’
  • Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe

2. Teruslah kejar impianmu.

Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut saat ini = Present = Hadiah. Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.

  • Master Shi Fu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah Shi Fu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.
  • Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.

  • Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.
  • Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.

  • Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.
  • Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.

Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. Keluarga sangatlah penting.

Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

DAFTAR PUSTAKA :

>Kalimat Sakti & Telapak Sakti QT NAQS DNA 2

>

Kalimat Sakti
Berikut ini adalah doa kalimat tammah (Kalimat yang sempurna) atau kalimat Sakti. Untaian doa perlindungan memohon kepada Allah SWT dari segala kejahatan dan bahaya. Semoga dapat berguna untuk pembaca Rasa Sejati yang berkenan untuk mengamalkannya.

Misalnya saat dalam perjalanan, belum sampai di tujuan dan harus bermalam disuatu tempat. Jika timbul rasa was-was dalam hati, khawatir akan keselamatan diri dan harta benda yang dibawa, maka bacalah Kalimat Tammah ini sebanyak-banyaknya. InsyaAllah, aman sentosa karena perlindungan Allah Ta’ala.

Atau saat anda merasa takut terhadap gangguan JIN jahat, atau penampakan yang menyeramkan (hantu, setan, dll), maka bacalah Kalimat Tammah ini. InsyaAllah, tiada datang bahaya daripadanya. Bahkan JIN dapat terbakar bila tetap bermaksud mengganggu.

Pada Tingkat 3 adalah Kalimat Tammah Kubro, perlindungan dari segala macam kejahatan didarat maupun di udara. Dari manusia, binatang, jin dan bencana alam.

TAHAP 1
A’uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarri maa kholaq.
Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari semua kejahatan yang dijadikanNya”
Diwirid selama 7 hari berturut-turut sebanyak 99 kali di setelah Subuh dan Maghrib.
TAHAP 2

A’uudzu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haam matin wa mingkulli ‘aiinin laammah.
Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari syaitan yang menggoda dan dari pandangan mata yang menyeramkan.”
Diwirid selama 7 hari berturut-turut sebanyak 99 kali di tengah malam.

TAHAP 3

A’uudzu biwaj’hillaahil kariim
Wa bikalimaatil laahit taammaatil latii laa yujaawizuhunna barrun wa laa faajirun
min syarri maa yanzilu minas’sama’i
Wa min syarri maaya’ ruju fiiha
Wa min syarri maa dzaro-a fiil ardhi
Wa min syarri ma yakh’ruju minhaa
Wa min fitanil laili wan nahaari
Wa min thowaariqil laili wan nahaari illa thooriqon
Yath’ruqu bikhoirin ya rahman.

Artinya : “Aku berlindung pada Tuhan Yang Maha Pemurah dan berpegang teguh pada kalimat-kalimatNYA yang sempurna yang tidak dapat diperangaruhi oleh siapapun juga, baik orang taat maupun orang fasik, dari kejahatan yang turun dari langit dan kejahatan yang naik ke langit, kejahatan yang ada dimuka bumi dan kejahatan yang keluar dari bumi, kejahatan fitnah-fitnah dan peristiwa yang membawa akibat buruk yang terjadi siang dan malam, kecuali peristiwa yang membawa kebaikan, Ya Tuhan kami yang Maha Rahman (Pengasih).”

Dibaca setiap hari, sampai hafal.

Kajian :

  • Kalimat yang sempurna : Kitab Al Quran yang berisi kalimat-kalimat sempurna.
  • Kejahatan yang turun dari langit : Bala’, wabah, udara buruk, topan, petir, penyakit yang berterbangan di udara dan sebagainya.
  • Kejahatan yang naik ke langit : Catatan amal buruk yang membawa naik oleh mailakat, iblis dan sebagainya.
  • Kejahatan yang terjadi dimuka bumi : gangguan setan, jin dan manusia, binatang buas, kezaliman, hasut, perang dan sebagainya.
  • Kejahatan yang keluar dari bumi : Gempa bumi, gunung meletus, gas beracun, lumpur, binatang-binatang ganas yang keluar dari dalam bumi dan sebagainya.

Riwayat :
Ketika Rasulullah saw sedang dalam perjalanan israa’, sebelum sampai ketempat, tercium olehnya bau harum, bau Masithah penyisir rambut anak Firaun. Disitu Nabi melihat Ifrit yang mengikuti dari belakang dengan obor api pembakar kebenaran hendak membinasakan Rasulullah SAW. Malaikat Jibril mengajarkan Kalimat Tammah untuk menolak dan menghancurkan Ifrit tersebut. Kalimat itu dibaca oleh Rasulullah SAW maka Ifrit tersungkur jatuh dan terbakar.

Maka dengan ini kalimat tersebut diatas dapat dipergunakan untuk mengusir Ifrit dan setan yang hendak melemahkan keimanan kita dan untuk menghindarkan diri dari kejahatan manusia yang mengikuti nafsu setannya dan dari segala kejahatan & bencana apa saja yang ada di dunia ini..

Nb. artikel di atas bersumber dari blog RASASEJATI.WORDPRESS.COM, sekedar sebagai referensi bagi siswa NAQS, silahkan di amalkan bagi siapapun yang berminat untuk mengamalkannya.

TELAPAK SHAKTI

Kaf Ha Yaa ‘Ain Shood

Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf

Ini adalah tekhnik Untuk membuat Bola Energi Khusus dalam Tekhnik Quantum Tranceformasi NAQS DNA LEVEL 2 yang gunanya untuk menghancurkan kekuatan energi jahat dari kekuatan kuasa gelap semacam santet, sihir, serta untuk mengatasi kesurupan jin, dll.

Tata Cara :
Baca Afirmasi Doa :

  • A’uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarri maa kholaq.
  • Bismillaahir rahmaanir rahiim

Kedua tangan julurkan lurus ke depan sejajar bahu dengan telapak tangan saling berhadapan, dengan jarak sekitar 25 cm. Kemudian kepalkan atau genggam jari-jari tangan satu persatu. dengan tata cara sebagai berikut :

TANGAN KANAN

  1. Dimulai dari jari kelingking kanan sambil mengucapkan ► Kaf
  2. Kemudian jari manis kanan sambil mengucapkan ► Haa
  3. Jari Tengah kanan sambil mengucapkan ►Yaa
  4. Jari telunjuk kanan sambil mengucapkan ► ‘Ain
  5. Ibu jari kanan sambil mengucapkan ► Shood

Bila sudah selesai genggamlah tangan kanan dengan erat kemudian sambung pula ke –

TANGAN KIRI

  1. Dimulai dari jari kelingking jari kelingking kiri sambil mengucapkan ►Haa
  2. kemudian jari manis kiri sambil mengucapkan ► Mim
  3. Jari  Tengah kiri sambil mengucapkan ► ‘Ain
  4. Jari telunjuk kiri sambil mengucapkan ► Sin
  5. Ibu jari kiri sambil mengucapkan ► Qaaf

Bila sudah selesai, genggam tangan dengan erat. Lalu lanjutkan dengan melakukan pernafasan segitiga atau Nafas Tiga Langkah. Lakukan pernafasan  minimal 3 kali siklus. Dan saat keluar nafas, niatkan energi mengalir ke telapak tangan yang sedang menggenggam. Lakukan latihan ini minimal 2 kali sehari pagi dan sore.

Dan ketika saat akan menggunakan untuk menerapi orang, kedua tangan cukup berada di samping tubuh atau posisi bebas, jadi tidak perlu dijulurkan ke depan seperti saat latihan. Lakukan tekhnik ini sesaat sebelum melakukan terapi Energi seperti biasanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah maka dia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidziy 5/175, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 3/9 serta Shahiihul Jaami’ Ash-Shaghiir 5/340)