Mengasah Ketrampilan Bertanya Untuk Meraih Sukses

Dalam buku ‘NLP Workbook’, Joseph O Connor menggambarkan pemahaman NLP paling sederhana dengan sebuah cerita mengenai seorang anak yang bertanya kepada ibunya mengenai NLP. Cerita ini saya ‘modifikasi’ dengan versi Indonesia agar Anda lebih mudah memahaminya.

Anak ini bertanya kepada Ibunya “Mama, NLP itu apa sih?” Mamanya berpikir sejenak lalu berkata, “Kamu lihat kakek kamu lagi duduk di kursi goyangnya? Dia lagi sakit sekujur tubuhnya. Coba tanyakan bagaimana sakitnya” Anak ini pun segera berlari ke kakek dan menanyakan yang seperti yang diarahkan ibunya. Dengan wajah penuh kesakitan, kakeknya menjelaskan, “Waduh, semua otot kakek sakit. Dari kaki sampai atas. Semuanya sakit!”

Anak ini segera berlari kembali ke mamanya dan melaporkan kondisi menyedihkan kakeknya, lalu menagih janji penjelasan mengenai NLP. Mamanya tersenyum kemudian berkata, “Kakek kamu itu seorang pejuang perang yang tangguh. Pasukannya dulu pernah mengalahkan sebuah pasukan Belanda dalam sebuah pertempuran. Sekarang, coba kamu ke sana dan tanyakan ceritanya!”

Anak itu berlari ke kakeknya dan menanyakan mengenai pengalaman kakeknya tersebut. Sekonyong-konyong air muka kakeknya berubah, dan dengan bersemangat dia menjelaskan “Oh, itu luar biasa, cucuku. Mari kakek ceritakan, waktu itu …….dst…” Kakeknya menceritakan dengan sangat antusias. Anak ini kembali ke mamanya untuk menceritakan kondisi fisiologi kakeknya yang berubah total! Mamanya lalu berkata, “Nah, anakku, itulah NLP. Dengan kata-kata atau pertanyaan yang tepat, kamu telah menolong kakek kamu melihat dan merasa lebih baik

Kekuatan sebuah pertanyaan juga akan mengarahkan kehidupa anda…
Pertanyaan yang tepat akan membimbing Pola Fikir anda berada di jalan yang tepat. Pola Fikir yang Tepat akan mengarahkan kita untuk bertindak dengan tepat. Dan akhirnya Kita akan meraih hasil yang tepat dan bermanfaat. Jika Anda percaya, pikiran Anda akan mencari jalan untuk melaksanakannya. Sikap menentukan tindakan.

Untuk mengasah ketajaman mata hati dan pikiran maka kita perlu untuk mengasah ketrampilan bertanya kepada diri sendiri. Bertanyalah pada hatimu tentang segala masalah hidupmu, dan temukan jawabannya di dalam Tafakur diam dan tafakur gerakmu. Pertanyaan yang tepat, akan meraih jawaban yang tepat. Yang bisa mengarahkan hidup kita untuk meraih kesuksesan & Kebahagiaan dunia akhirat.

Dominasi dirimu dengan fikiran-fikiran & Perbuatan yang baik, positif, bermanfaat, & produktif. Maka akan timbul pertanyaan-pertanyaan yang tepat…. Kenali dirimu, hasrat, keinginan, & cita-citamu. Dan arahkan semua pertanyaanmu mengenai hal itu pada dirimu…??

Masalah dalam Kehidupan menimbulkan pertanyaan.
Pertanyaan menumbuhkan jawaban yang berupa ide & gagasan
Gagasan berbuah tindakan.
Tindakan berbuah kebiasaan.
Kebiasaan membentuk Kepribadian : Watak & Karakter.
Dan Kepribadian membentuk Nasib.
Jadi, Nasib Baik atau Buruk bermula dari Realitas Kuantum anda ini, yaitu  Kondisi Hati & Pikiran.

Jangan pernah bermimpi anda dapat hidup tanpa masalah, karena Dunia adalah masalah.
Manusia dapat melangsungkan kehidupannya karena kemampuannya memecahkan masalah. Kita memperoleh penghasilan karena kemampuan kita memecahkan masalah orang lain. Seorang dokter memperoleh gaji karena dapat membantu memecahkan masalah pasien. Seorang tukang tambal ban hidup dari memecahkan masalah orang yang kena musibah ban bocor di jalan. Karyawan memperoleh gaji karena memecahkan masalah si bos yang butuh pekerjaannya terselesaikan. DLL…

So… Bertanyalah pada dirimu, dan jadilah seorang pemecah masalah yang baik, dan raihlah SUKSESmu.

SALAM SUKSES…

Insan Pembelajar, Success Road : Learn, Change, Grow

“Katakanlah : ‘Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?”’ (QS. Az-Zumur [39]:9)
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS.Al-Mujaadilah [58]:11)
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara para hamba-Nya hanyalah para Ulama.” (QS.Faathir [35]:28)

Perjalanan hidup terus menggelinding; dan roda peradaban zaman terus bergerak menyusuri jalan yang teramat panjang. Dalam putaran itu, pengetahuan terus bermekaran dan rajutan ilmu tiap hari selalu hadir menyapa tanpa kenal letih.

Itulah kenapa segenap insan dituntut untuk bisa menjadi manusia-manusia pembelajar : menjadi insan yang selalu terbuka dengan segenap wawasan baru dan limpahan informasi yang terus melaju. Menjadi insan yang selalu rindu untuk merengkuh sejumput pengetahuan, dan menjemput sekeping kebajikan dari bentangan ilmu yang terus mengalir.

Belajar disini tentu saja tidak hanya terbatas pada dinding-dinding sekolah atau kampus atau ruang seminar. Menurut pengalaman saya (yang mungin bersifat subyektif) menjadi pembelajar sejati justru paling efektif dilakukan melalui model self-directed learning. Bahasa kampungnya : belajar sendiri secara otodidak. Jika bicara mengenai self-directed learning (atau belajar secara otodidak), maka ada dua sumber fundamental yang hadir untuk merekahkan proses pembalajaran secara optimal.

Sumber yang pertama adalah : membaca. Lebih khusus lagi : membaca buku-buku bermutu (bukan membaca tabloid infotainment atau majalah lifestyle abal-abal).

Membaca buku-buku yang berkualitas, tak pelak, merupakan ritual indah yang akan selalu membawa kita terbang menjelajah dunia ilmu pengetahuan yang begitu menggetarkan. Bagi para pembelajar sejati, ritual membaca buku memang seperti sebuah persetubuhan yang menghanyutkan. Disana terjalin dialog pemikiran yang intim. Disana terbentang lenguhan gagasan yang terasa begitu eksotis. Dan disana pula kita bisa tenggelam dalam apa yang acap disebut sebagai “beautiful learning orgasm”.

Jadi, omong-omong, berapa jumlah buku atau majalah bermutu yang Anda baca dalam sebulan? Kata para pakar, sebaiknya empat. Namun kalau tidak bisa ya minimal satu dong. Jadi dalam setahun setidaknya ada 12 buku bagus yang kita kunyah dan pelajari.

Akan lebih bagus lagi, jika setiap buku yang kita baca kemudian coba dituliskan rangkuman isinya. Kata ahli, menuliskan resume buku merupakan salah satu cara ampuh untuk meningkatkan pemahaman kita akan esensi buku secara lebih efektif.

Sumber utama kedua bagi proses self directed learning adalah ini : learn from our own experiences. Pengalaman adalah guru terbaik, begitu kata sebuah pepatah. Sungguh sebuah pepatah yang jitu. Benar, pengalaman – baik pengalaman positif atau lebih-lebih pengalaman buruk – selalu merupakan guru terbaik bagi proses pembelajaran kita.

Jika Anda seorang karyawan kantor, rangkaian penugasan dan pekerjaan yang Anda lakoni sungguh memberikan bentangan pengalaman yang berharga. Memang, pengalaman ini akan menjadi pelajaran yang berharga jika penugasan dan pekerjaan itu merupakan deretan tugas yang menantang, kompleks dan menuntut kapasitas kita secara maksimal. Rangkaian penugasan yang challenging itu niscaya akan menjadi proses pembelajaran yang sangat kaya bagi pengembangan diri kita.

Jika Anda seorang wirausaha atau calon wirausaha, proses ikhtiar Anda untuk membuka usaha, mencari pasar, membuat produk Anda laku, sungguh merupakan rute pembelajaran yang sangat kaya nan berharga. Coba, gagal, coba lagi, gagal lagi, terus mencoba, terus berusaha, terus gigih bertahan mencari siasat agar bisnis terus bertahan dan tumbuh. Proses yang keras dan melelahkan ini, kadang menguras emosi dan dana yang tak sedikit, tentu merupakan arena pembelajaran yang ampuh. Sebuah arena untuk mendidik kita menjadi insan pembelajar yang sukses dan produktif.

Demikianlah dua sumber utama proses pembelajaran secara mandiri (otodidak). Belajar melalui buku untuk terus meluaskan wawasan. Dan belajar melalui pengalaman nyata untuk mewujudkan impian menjadi insan yang sukses.

Teruslah belajar kawan. Teruslah berjibaku menjadi insan pembelajar sejati.
Keep  Learn, Change, & Grow
pustaka : strategimanajemen.net

>Mengasah Ketrampilan Bertanya Untuk Meraih Sukses

>

Dalam buku ‘NLP Workbook’, Joseph O Connor menggambarkan pemahaman NLP paling sederhana dengan sebuah cerita mengenai seorang anak yang bertanya kepada ibunya mengenai NLP. Cerita ini saya ‘modifikasi’ dengan versi Indonesia agar Anda lebih mudah memahaminya.

Anak ini bertanya kepada Ibunya “Mama, NLP itu apa sih?” Mamanya berpikir sejenak lalu berkata, “Kamu lihat kakek kamu lagi duduk di kursi goyangnya? Dia lagi sakit sekujur tubuhnya. Coba tanyakan bagaimana sakitnya” Anak ini pun segera berlari ke kakek dan menanyakan yang seperti yang diarahkan ibunya. Dengan wajah penuh kesakitan, kakeknya menjelaskan, “Waduh, semua otot kakek sakit. Dari kaki sampai atas. Semuanya sakit!”

Anak ini segera berlari kembali ke mamanya dan melaporkan kondisi menyedihkan kakeknya, lalu menagih janji penjelasan mengenai NLP. Mamanya tersenyum kemudian berkata, “Kakek kamu itu seorang pejuang perang yang tangguh. Pasukannya dulu pernah mengalahkan sebuah pasukan Belanda dalam sebuah pertempuran. Sekarang, coba kamu ke sana dan tanyakan ceritanya!”

Anak itu berlari ke kakeknya dan menanyakan mengenai pengalaman kakeknya tersebut. Sekonyong-konyong air muka kakeknya berubah, dan dengan bersemangat dia menjelaskan “Oh, itu luar biasa, cucuku. Mari kakek ceritakan, waktu itu …….dst…” Kakeknya menceritakan dengan sangat antusias. Anak ini kembali ke mamanya untuk menceritakan kondisi fisiologi kakeknya yang berubah total! Mamanya lalu berkata, “Nah, anakku, itulah NLP. Dengan kata-kata atau pertanyaan yang tepat, kamu telah menolong kakek kamu melihat dan merasa lebih baik

Kekuatan sebuah pertanyaan juga akan mengarahkan kehidupa anda…
Pertanyaan yang tepat akan membimbing Pola Fikir anda berada di jalan yang tepat. Pola Fikir yang Tepat akan mengarahkan kita untuk bertindak dengan tepat. Dan akhirnya Kita akan meraih hasil yang tepat dan bermanfaat. Jika Anda percaya, pikiran Anda akan mencari jalan untuk melaksanakannya. Sikap menentukan tindakan.

Untuk mengasah ketajaman mata hati dan pikiran maka kita perlu untuk mengasah ketrampilan bertanya kepada diri sendiri. Bertanyalah pada hatimu tentang segala masalah hidupmu, dan temukan jawabannya di dalam Tafakur diam dan tafakur gerakmu. Pertanyaan yang tepat, akan meraih jawaban yang tepat. Yang bisa mengarahkan hidup kita untuk meraih kesuksesan & Kebahagiaan dunia akhirat.

Dominasi dirimu dengan fikiran-fikiran & Perbuatan yang baik, positif, bermanfaat, & produktif. Maka akan timbul pertanyaan-pertanyaan yang tepat…. Kenali dirimu, hasrat, keinginan, & cita-citamu. Dan arahkan semua pertanyaanmu mengenai hal itu pada dirimu…??

Masalah dalam Kehidupan menimbulkan pertanyaan.
Pertanyaan menumbuhkan jawaban yang berupa ide & gagasan
Gagasan berbuah tindakan.
Tindakan berbuah kebiasaan.
Kebiasaan membentuk Kepribadian : Watak & Karakter.
Dan Kepribadian membentuk Nasib.
Jadi, Nasib Baik atau Buruk bermula dari Realitas Kuantum anda ini, yaitu  Kondisi Hati & Pikiran.

Jangan pernah bermimpi anda dapat hidup tanpa masalah, karena Dunia adalah masalah.
Manusia dapat melangsungkan kehidupannya karena kemampuannya memecahkan masalah. Kita memperoleh penghasilan karena kemampuan kita memecahkan masalah orang lain. Seorang dokter memperoleh gaji karena dapat membantu memecahkan masalah pasien. Seorang tukang tambal ban hidup dari memecahkan masalah orang yang kena musibah ban bocor di jalan. Karyawan memperoleh gaji karena memecahkan masalah si bos yang butuh pekerjaannya terselesaikan. DLL…

So… Bertanyalah pada dirimu, dan jadilah seorang pemecah masalah yang baik, dan raihlah SUKSESmu.

SALAM SUKSES…