Mengendalikan Kekuatan Pikiran

Mas Edi Sugianto [Grand Master NAQS DNA]

Manusia memiliki 2 unsur didalam diri yang berperan dalam kehidupannya yaitu unsur fisik dan non fisik. Unsur fisik adalah tubuh anda beserta semua panca inderanya, sedangkan unsur non fisik adalah pikiran anda. Keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada di dalam satu bentuk yaitu diri anda. Keduanya tidak dapat berdiri sendiri sehingga saling bergantung. Seperti halnya tubuh tidak akan dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya pikiran, begitu juga pikiran tidak dapat terwujud tanpa dibantu oleh tubuh sebagai pelaksananya.

Cara Pikiran Bekerja
Anda mungkin tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi atas diri anda adalah hasil dari apa yang ada di pikiran anda. Tubuh anda hanyalah menjalankan perintah dari pikiran yang kemudian akan direspon oleh alam semesta dengan feedback yang sama. Jika anda melakukan sesuatu yang positif, alam semesta akan memberikan feedback yang positif pula. Jika anda melakukan sesuatu yang negatif, maka alam semesta juga akan memberikan feedback yang negatif. Pertanyaannya adalah bagaimana anda bisa melakukan sesuatu yang positif jika perintah yang keluar dari pikiran anda adalah negatif. Tidak mungkin bukan? Dengan kata lain, pikiran lah yang menguasai tubuh.

Saya yakin anda pasti tahu permainan Tetris. Pikiran manusia sama seperti permainan tersebut. Setiap input yang dimasukkan kedalamnya akan membentuk sebuah lapisan yang akan menumpuk terus menerus. Lapisan yang sama akan saling tarik menarik dan akan berkumpul menjadi satu kelompok lapisan. Lapisan-lapisan yang berasal dari input yang negatif akan membentuk kelompok lapisan negatif. Sedangkan lapisan-lapisan yang berasal dari input yang positif akan membentuk kelompok lapisan positif. Setiap input baru yang masuk kedalam pikiran akan makin memperkuat masing-masing kelompok lapisan tersebut sesuai dengan jenisnya. Beberapa input yang membentuk lapisan positif adalah rasa simpati, kebahagiaan, belas kasih, keikhlasan, rasa percaya diri, optimis, keyakinan, konsentrasi. Beberapa input yang membentuk lapisan negatif adalah kemarahan, kebencian, ketakutan, kekhawatiran, kesombongan, iri hati, keegoisan, keputusasaan, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah, pesimis, minder.

Nah, sekarang bisakah anda bayangkan bahwa jika anda terlalu banyak memasukkan input negatif ke dalam pikiran, maka kelompok lapisan negatif itulah yang akan mendominasi pikiran anda. Dan karena jenisnya sama, tanpa disadari anda juga sedang menarik semua energi negatif dari alam semesta kedalam diri anda. Oleh sebab itu, janganlah heran jika kemudian kehidupan anda hanya berisi masalah, rintangan, keributan dan kegagalan. Jadi tugas anda adalah memastikan bahwa yang masuk kedalam pikiran anda hanyalah hal-hal yang positif. Bahkan lebih jauh lagi anda perlu memasukkan hal-hal yang optimis ke dalam pikiran anda. Dengan pikiran dan cara pandang yang optimis, segala hal yang anda lakukan akan anda kerjakan dengan positif dan penuh percaya diri. Alhasil, seluruh alam semesta pun akan mendukung anda untuk mewujudkannya. Tanpa sadar, anda sedang menarik semua energi positif yang ada diluar kedalam diri anda. Kalau sudah demikian, keberhasilan dan kesuksesan bukanlah suatu hal yang mustahil.

Menjadi Majikan Dari Pikiran Anda Sendiri
Pikiran manusia sangatlah rapuh dan mudah goyah. Kalau diibaratkan, pikiran kita seperti nyala api lilin ditengah-tengah hembusan angin yang datang dari berbagai arah. Tugas kita adalah menjaga agar nyala api lilin tersebut tidak goyah oleh hembusan angin. Oleh karena itu, pikiran haruslah diperkuat. Memperkuatnya yaitu dengan cara memasukkan hanya hal-hal yang positif secara terus menerus. Seperti halnya tubuh membutuhkan makanan yang bergizi agar bisa tumbuh sehat, begitu juga pikiran membutuhkan hal-hal yang positif sebagai makanannya supaya bisa berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi diri anda. Di sisi lain, seperti halnya racun akan membuat tubuh lemah dan tak bertenaga, begitu juga hal-hal negatif akan membuat pikiran anda menjadi lemah dan tidak dapat memberikan solusi yang baik.

Pikiran yang kuat akan mudah untuk dikendalikan. Seekor anjing yang belum dijinakkan akan menjadi buas, menggigit dan hanya memberikan masalah bagi tuannya. Namun jika sudah dijinakkan, dia tidak hanya akan menjadi anjing penurut tetapi juga berguna untuk membantu dan melindungi tuannya. Begitu juga dengan pikiran, jika anda tidak dapat menjinakkannya maka anda lah yang akan dikendalikannya dan dia hanya akan memberi anda masalah. Namun jika anda sudah dapat menjinakkan dan mengendalikannya, maka pikiran anda akan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang anda hadapi.

Memprogram Ulang Pikiran
Jika anda sudah mengetahui bahwa apa yang anda masukkan di dalam pikiran anda dapat terjadi, bukankah anda ingin memasukkan sesuatu yang ingin anda capai kedalam pikiran anda supaya dapat benar-benar terwujud?

Seorang sahabat saya, Krisnawan Putra, sudah membuktikannya. Setelah beberapa saat refreshing dari kepenatan pekerjaannya, suatu hari saat bangun pagi dia meyakinkan dirinya bahwa hari itu dia akan memulai lagi aktivitasnya dan pasti akan menerima banyak tawaran kerjasama. Sungguh luar biasa hasilnya, sepanjang hari itu 5 proyek langsung mengalir.

Jangan pernah meremehkan kekuatan pikiran anda. Jika anda saat ini tengah depresi dan menganggap diri anda adalah orang yang gagal, hati-hatilah karena pikiran anda akan mewujudkannya menjadi kenyataan. Jika anda saat ini merasa bahwa nasib anda sudah berakhir dan anda tidak bisa keluar dari masalah yang dihadapi, hati-hatilah karena itulah yang akan terjadi pada diri anda. Rubahlah cara anda melihat sesuatu. Tanamkanlah bahwa selalu ada sisi positif dalam setiap kejadian, dan gunakanlah sisi itu. Thomas Alva Edison harus mencoba berkali-kali sampai akhirnya dia berhasil menciptakan lampu. Namun dia tidak pernah mengatakan bahwa dia gagal. Dia selalu mengatakan : “I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work.” Saya tidak gagal tetapi justru menemukan 10.000 cara yang tidak benar.

Saya menyarankan anda untuk memprogram ulang pikiran anda mulai dari sekarang. Katakan dan tanamkan di pikiran anda hal-hal yang ingin anda raih. Bayangkan anda telah berhasil melalui masalah yang sedang anda hadapi dan betapa anda merasakan kegembiraannya. Pikirkan hal-hal yang akan anda lakukan ketika semuanya telah ada di genggaman anda. Tanamkan di pikiran bahwa anda saat ini sedang menuju kesana dan akan berhasil. Bila perlu, anda bisa juga menyuarakannya dengan mulut anda sambil membayangkannya. Yang perlu diingat, gunakanlah bentuk kalimat yang positif. Misalnya, katakanlah “Saya adalah orang yang berhasil”. Jangan gunakan kalimat “Saya bukan orang yang gagal.” Berkacalah di cermin setiap pagi sebelum memulai hari anda, dan katakanlah :

  • Tuhan sangat menyayangi saya.
  • Hari ini saya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar.
  • Hari ini saya akan menghasilkan banyak hal baru.
  • Saya akan menjadi orang berhasil.
  • Saya akan meruntuhkan semua rintangan yang ada.
  • Saya akan berhasil melewati semua masalah ini.
  • Orang lain makan nasi, saya juga makan nasi. Jadi jika orang lain bisa, saya juga bisa.

Dengan memprogram ulang pikiran anda dengan hal-hal yang positif dan optimis, anda telah menggeser dominasi lapisan-lapisan negatif yang ada didalam pikiran anda. Kemudian, anda akan melihat dan merasakan begitu besar energi positif yang anda tarik disekeliling anda yang akan benar-benar mewujudkan apa yang ingin anda raih.

Written by : Handoko [katamataku.blogspot.com]

Ilmu Membaca Pikiran Orang Lain

Komunikasi Bawah Sadar
Komunikasi bawah sadar (atau komunikasi intuitif) adalah penyampaian informasi antara manusia secara tidak sadar. Kadangkala komunikasi bawah sadar merupakan komunikasi intrapersonal, misalnya bermimpi atau kesadaran saat dihipnotis, dan belum tentu merupakan komunikasi nonverbal.

Penelitian menunjukkan bahwa pikiran sadar manusia hanya dapat memikirkan 5-9 hal secara bersamaan. Informasi dan hal-hal lainnya diproses oleh pikiran bawah sadar. Misalnya, pikiran bawah sadar kadang-kadang menilai atau memilih seseorang berdasarkan tanda-tanda nonverbal, misalnya bagaimana orang tersebut mengatur kerapian rumah atau tempat kerjanya.

Biasanya, komunikasi bawah sadar dan perilaku bawah sadar seseorang dipengaruhi atau bahkan didikte oleh budaya asal orang tersebut. Komunikasi antara orang-orang dari budaya (atau sub-budaya) yang berbeda dapat mengakibatkan konflik atau rasa sakit hati yang tak diinginkan. Karena itulah, pemahaman akan komunikasi bawah sadar penting untuk menghindari konflik-konflik tersebut.

Selain itu, komunikasi bawah sadar dapat mengubah perasaan atau suasana hati, namun untuk dapat menjadikannya efektif, seseorang harus terlebih dahulu mempercayai tentang keberadaannya.

Tiap Manusia Bisa Membaca Pikiran Orang Lain
Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.

Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.

Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.

Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.

Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya.

Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.

Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.

Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.

Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.

Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.

Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.

Menjadi Pembaca Pikiran Ulung

Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.

  1. Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.
  2. Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”
  3. Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.
  4. Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”
  5. Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.


Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.

Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.

Pustaka :

  • id.wikipedia.org
  • popsy.wordpress.com

Aktivasi Potensi Kekuatan Alam Bawah Sadar

Aktivasi Potensi Alam Bawah Sadar

Pikiran kita itu seperti bawang yang berlapis-lapis. Secara garis besar manusia punya satu pikiran/kesadaran yang terdiri dari dua bagian, yaitu Pikiran Sadar dan Bawah Sadar. Pikiran Sadar adalah proses mental yang bisa Anda kendalikan dengan sengaja. Pikiran Bawah Sadar adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga Anda tidak menyadarinya dan sulit untuk dikendalikan secara sengaja.

Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama, yaitu:

  1. Mengenali informasi yang masuk dari pancar indra, 
  2. Membandingkan dengan memori kita, 
  3. Menganalisa, dan kemudian 
  4. Memutuskan respon spesifik terhadap informasi tersebut. 

Sedangkan Pikiran Bawah Sadar berfungsi memproses

  1. Kebiasaan, 
  2. Perasaan, 
  3. Memori permanen (Ingatan Jangka Panjang)
  4. Persepsi, 
  5. Kepribadian,
  6. Intuisi, 
  7. Kreativitas, dan 
  8. Keyakinan.

Pikiran bawah sadar, menurut Joseph Murphy, memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.

”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan.”

Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.

Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Murphy memberi contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut.

Karena itu, sifat iri terhadap kebahagiaan seseorang justru akan menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Murphy memberi contoh, saat kita tidak suka orang lain memiliki deposito begitu banyak dalam rekeningnya, sementara kita hanya bisa menabung sedikit demi sedikit, berarti kita telah menempatkan diri kita ke posisi yang sangat negatif; ”karena itu, kekayaan mengalir dari kita, bukan ke kita.” Untuk menetralisir pikiran negatif itu, Murphy menyarankan agar kita menyatakan langsung kepada diri sendiri bahwa kita mendoakan orang itu agar kekayaannya makin berlimpah.

Setiap manusia normal terlahir dengan potensi Pikiran Sadar dan Bawah Sadar yang sama. Namun, dalam proses tumbuh-kembang seorang manusia hanya sebagian kecil saja dari seluruh potensi yang berkembang sepenuhnya dalam Pikiran Sadar. Umumnya manusia modern tidak banyak menggunakan potensi Bawah Sadarnya karena di sekolah dia hanya diajarkan bagaimana menggunakan Pikiran Sadarnya (logika dan analisa). Padahal kalau kita mau menggunakan potensi Bawah Sadar kita, manusia bisa mengembangkan dirinya ke level yang lebih tinggi.

Pikiran sadar adalah pikiran yang mempertimbangkan, dan merupakan pikiran yang memilih, misalnya memilih buku, rumah atau pasangan hidup. Pikiran bawah sadar adalah menerima apa yang dikesankan padanya atau apa yang anda percayai secara sadar. Tidak mempertimbangkan seperti pikiran sadar anda, misalnya seperti tanah, yang menerima segala jenis benih, yang baik maupun yang jelek. Menurut Dr. Joseph Murphy, D.R.S. Ph.D, DD, LLD seorang penulis buku dari Amerika Serikat bahwa “Pikiran bawah sadar mengikuti perintah yang diberikan berdasarkan atas kepercayaan dan anggapan pikiran sadar” pikiran bawah sadar adalah tempat kedudukan emosi dan merupakan pikiran yang kreatif, bila anda berfikir positif maka hal-hal yang positiflah yang terjadi, begitupun sebaliknya.

Pikiran bawah sadar, seringkali memberikan simpul-simpul dan peringatan-peringatan yang akan membawa kita kepada hal-hal yang cenderung positif. Simpul-simpul inilah yang disebut dengan intuisi yang selalu memberikan peringatan atau klakson kepada kita. Akan tetapi pikiran sadar, memiliki pandangan yang berbeda dan pikiran sadar lebih besar pengaruhnya terhadap pikiran manusia karena pikiran manusia dihadapkan pada fakta-fakta, janji-janji yang menggiurkan dan lingkungan, sehingga mengakibatkan pikiran bawah sadar manusia seringkali dimanipulasi oleh pikiran sadar. Akan tetapi apabila kita mampu menyelaraskan antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar, maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih optimal dan lebih baik, inilah suatu kekuatan yang dapat membawa kepada kesuksesan.

Para ahli psikologi dan psikiatri menunjukkan bahwa bila pikiran disampaikan kepada pikiran bawah sadar, akan terbentuk kesan dalam sel-sel otak. Pikiran bawah sadar menggunakan daya tak terbatas, yaitu energy, dan kebijaksanaan dari dalam diri manusia dan pikiran bawah sadar menggunakan semua hukum alam untuk mencapai tujuannya. Kadang-kadang hasil atau jawabannya datang seketika dan caranya tidak bisa dijajaki. Pikiran bawah sadar tidak memperdulikan apakan pikiran anda itu baik atau jelek, benar atau salah. Pikiran bawah sadar akan menerima hal itu sebagai benar dan langsung menimbulkan hasil dalam kenyataan.

William James, bapak psikologi Amerika, mengatakan bahwa Daya yang menggerakkan dunia berada dalam pikiran/batin bawah sadar anda. Batin bawah sadar anda mengontrol semua proses vital badan anda dan tahu bagaimana menjawab semua persoalan. Apapun yang dikesankan kepada pikiran bawah sadar akan terjelmakan pada layar ruang sebagai kondisi, pengalaman dan kejadian. Hukum aksi dan reaksi itu universal. Pikiran anda adalah aksi dan reaksinya adalah tanggapan otomatis bawah sadar anda atas pikiran itu.

Phillippus Paracelsus, seorang ahli kimia Swiss yang terkenal (1493-1541), mengatakan bahwa “Apakah objek dari kepercayaan anda itu benar atau palsu, ahirnya anda akan memperoleh efek yang sama”. Maka dapat disimpulkan bahwa, proses-proses pikiran bawah sadar selalu menuju kehidupan konstruktif dan pikiran bawah sadar adalah pembentuk badan dan memelihara semua tenaga vitalnya dan pada dasarnya pikiran bawah sadar selalu berusaha menolong dan melindungi kita dari kerugian. Ia bekerja 24 jam sehari dan tidak pernah tidur. Pikiran bawah sasar berhubungan dengan hidup tak terbatas dan kebijaksanaan tak terhingga, dan gerak hati serta ide-idenya yang selalu menuju hidup. Cita-cita, ilahm dan daya lihat yang besar bagi hidup yang lebih agung dan mulia bersumber dari pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar bicara kepada kita dalam intuisi, gerak hati, firasat, isyarat, dorongan dan ide-ide, dan selalu mengatakan kepada kita untuk bangkit, terus tumbuh, maju, bertualang dan bergerak maju menuju tempat yang lebih tinggi.

Dengan demikian apabila kita mampu mengikuti dan mendengarkan simpul-simpul dan intuisi dari pikiran bawah sadar, maka kita akan mampu melakukan apapun yang disampaikan pikiran bawah sadar, dan menghindari pikiran sadar yang tidak sejalan, seperti kata-kata inspirasi yang tidak diketahui penulisnya, mengatakan bahwa “pikiran yang indah dan emosi yang positif adalah bahan untuk mewujudkan keajaiban”.

Pikiran Bawah Sadar punya fungsi dan sifat-sifat khusus, diantaranya:

  1. Kemampuan Pikiran Bawah Sadar Terpisah Dari Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar bekerja terpisah dari Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar dapat mendengar atau melihat hal-hal yang tidak tertangkap oleh Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar bisa memikirkan satu hal yang berbeda dengan dipikirkan oleh Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar bisa menyukai sesuatu yang mana tidak disukai menurut Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar dapat mengendalikan aktivitas fisik tanpa disadari oleh Pikiran Sadar dan dapat mengungkapkan ide atau pikiran yang berada di luar jangkauan persepsi sadar (Extra Perceptions).
  2. Pikiran Bawah Sadar Merupakan Gudang Penyimpanan Memori. Ibarat komputer, Pikiran Sadar adalah RAM (tempat menyimpan memori kerja dan memori sementara), sedangkan Pikiran Bawah Sadar adalah Hard Disk yang tidak terbatas kapasitasnya. Apapun yang pernah Anda alami dalam hidup Anda, secara sadar ataupun tidak, telah tersimpan dengan sangat rapi di Pikiran Bawah Sadar. Secara sadar Anda mungkin bisa lupa (karena kapasitas RAM pastinya terbatas). Namun sebenarnya Anda tidak pernah benar-benar lupa. Ingatan-ingatan yang terlupakan itu bisa diungkap dengan masuk ke Bawah Sadar. Caranya bisa dengan hipnotis atau bertanya dengan Bawah Sadar melalui Pendulum Analysis.
  3. Pikiran Bawah Sadar Sangat Cerdas. Bawah Sadar jauh lebih cerdas, bijaksana, dan cepat daripada Pikiran Sadar. Bawah Sadar dapat menangani 2.300.000 bit informasi dalam suatu saat, sementara Pikiran Sadar hanya mampu menangani 7-9 bit informasi dalam suatu saat. Itu artinya, apa yang tidak ditangkap oleh Pikiran Sadar bisa ditangkap oleh Pikiran Bawah Sadar. Pikiran Bawah Sadar dapat memproses lebih banyak informasi daripada Pikiran Sadar. Bawah Sadar juga memproses informasi tanpa pengaruh rasa bangga, prasangka, atau pengharapan. Dengan kata lain, Pikiran Bawah Sadar adalah suatu potensi intelektual yang berfungsi pada kapasitas puncak. Meskipun Pikiran Bawah Sadar sangat cerdas, tidak berarti ia tidak pernah berbuat salah. Kadang-kadang, Pikiran Bawah Sadar bisa menarik satu kesimpulan yang keliru apabila mendapat “paksaan” dari Pikiran Sadar.
  4. Pikiran Bawah Sadar Sebenarnya Sangat Sadar. Pikiran Bawah Sadar sebenarnya sangat sadar dan responsif terhadap setiap kejadian. Pikiran Bawah Sadar dikatakan tidak sadar dalam pengertian bahwa manusia pada umumnya tidak menyadari keberadaan Pikiran Bawah Sadar. Pikiran Bawah Sadar selalu sadar dan waspada, bahkan ketika Pikiran Sadar sedang tidak aktif, misalnya dalam kondisi hipnosis. Pikiran Bawah Sadar mengetahui atau menyadari segala sesuatu yang ada di Pikiran Sadar, tetapi tidak sebaliknya.
  5. Pikiran Bawah Sadar Memberikan Respons Dengan Jujur. Bias prasangka, penghakiman, pengharapan, pengelompokan persepsi, dan kerangka berpikir konseptual adalah sifat Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar terbebas dari pengaruh-pengaruh di atas dan mampu menghasilkan kesadaran realita yang lebih objektif. Persepsi dan pengetahuan Pikiran Bawah Sadar tentang realita bersifat langsung, tidak bias, dan apa adanya. Pikiran Bawah Sadar menyerap dan mengerti realita berdasarkan pengalaman nyata sebagaimana adanya, tanpa harus melewati proses pemberian makna atau penjelasan yang rumit, seperti yang dilakukan Pikiran Sadar. Kemampuan persepsi, pemahaman, dan respons Pikiran Bawah Sadar sama dengan yang ditunjukkan oleh seorang anak kecil yang masih polos, yang belum memiliki prasangka, bias, pengharapan, dan aturan yang kaku seperti orang dewasa. Itulah mengapa, bertanya kepada Pikiran Bawah Sadar adalah sama dengan bertanya kepada orang yang bijak.
  6. Pikiran Bawah Sadar Bisa Berkomunikasi Tanpa Kita Sadari. Ketika Anda sibuk bercakap-cakap dengan seseorang, Pikiran Bawah Sadar Anda juga berkomunikasi secara Bawah Sadar dengan Pikiran Bawah Sadar orang yang Anda ajak ngobrol. Karena persepsi dari Pikiran Bawah Sadar sangat luas dan murni, maka dia bisa menangkap kesan yang lebih detail daripada kesan yang Anda tangkap secara sadar. Pikiran Bawah Sadar Anda bisa membaca isi pikiran orang lain sehingga dia tahu kepribadian, perasaan, kejujuran dan niat buruk dari orang lain yang pernah Anda temui.
  7. Pikiran Bawah Sadar Menggunakan Bahasa Simbol (Berupa Perasaan dan Mimpi). Sebenarnya, Pikiran Bawah Sadar selalu berkomunikasi dengan Pikiran Sadar untuk memberikan peringatan ataupun saran-saran ketika Anda dihadapkan dalam suatu persoalan. Sayangnya, secara alami Pikiran Bawah Sadar hanya bisa memunculkan perasaan dan mengungkapkan simbol-simbol dalam mimpi untuk berkomunikasi dengan Pikiran Sadar. Sedangkan kita, manusia modern, tidak pernah dilatih untuk mengenali simbol komunikasi dari Bawah Sadar kita. Padahal, kalau kita mau mendengarkan dan mengikuti saran-saran dari Bawah Sadar kita, kemungkinan besar hidup kita akan lebih baik.

Cara mudah mengakses potensi alam bawah sadar
Secara garis besar, pelatihan Quantum Tranceformation NAQS DNA akan secara otomatis memberikan kemampuan kepada para praktisinya untuk bisa mengakses Kekuatan Alam Bawah Sadarnya secara mudah. Di perbatasan pikiran sadar dan bawah sadar ada filter yang disebut Reticular Activating System (RAS). Filter ini sangat dibutuhkan untuk melindungi kita dari informasi yang tidak diperlukan maupun untuk pintu keluar/masuk untuk menyimpan dan menghapus rekaman informasi di bawah sadar.

Namun kinerja Filter ini akan menurun ketika kita bisa masuk dalam kondisi Trance/Khusyu’/hipnosa. Gelombang otak menjadi menurun pada gelombang Alpha (Alpha Wave 8 – 13.9 Hz). Orang yang sedang rileks, Khusyu, relaksasi, mediatif, focus-alerness, superlearning, akses nurani bawah sadar. Ikhlas, nyaman, tenang, santai, istirahat, puas, segar, bahagia, dsb.  gelombang otaknya berada dalam frekuensi ini. Kondisi ini merupakan pintu masuk atau akses ke perasaan bawah sadar.

Anak-anak, balita gelombang otaknya selalu dalam keadaan alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara capat. Dalam kondisi ini, otak memproduksi hormon seotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasakan nyaman, tenang, bahagia. Hormon ini membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung stabil, dan kapasitas indra kita akan meningkat. Selama anda sering berlatih untuk berada dalam keadaan seperti ini maka lama kelamaan semua kekuatan bawah sadar anda akan muncul dengan sendirinya satu persatu.

Kata kunci untuk halaman ini:
alam bawah sadar,bawah sadar,Cara memasuki alam bawah sadar,otak bawah sadar,PIKIRAN BAWAH SADAR,MEMASUKI ALAM BAWAH SADAR,cara masuk alam bawah sadar,cara mengaktifkan alam bawah sadar,cara masuk ke alam bawah sadar,Mengaktifkan alam bawah sadar

Tranformasi Kesadaran Ke Alam Bawah Sadar

Pikiran tak hanya terkait pembagian otak secara fungsional , tapi juga pembagian berdasarkan aspek kesadarannya. Umumnya kita hanya memanfaatkan pikiran sadar yang memiliki kekuatan hanya 12 persen dari keseluruhan kekuatan pikiran. Pikiran sadar inilah yang biasa kita maksud ketika menyebut sedang menggunakan otaknya. Sedang yang 88% lainya merupakan kekuatan bawah sadar yang secara umum muncul dalam bentuk perasaan.

Dalam berbagai kesempatan saya sering mendengar bahwa kita hanya menggunakan 10 % dari seluruh kekuatan kita, 90% lainnya tertidur di alam bawah sadar.

Lalu pertanyaan muncul, bagaimana kita memanfaatkan 90% lagi kekuatan kita yang berada di alam bawah sadar? Kadang-kadang kekuatan itu muncul dipicu oleh daya yang super kuat dari luar, sering kali kekuatan itu menstimulasi organ-organ tubuh kita menjadi perkasa dan dalam banyak kasus pemicu itu berasal dariDorongan PRIMITIF,yaitu “Insting untuk mempertahankan Hidup”

Seorang nenek tiba-tiba saja mampu mengangkat TV tinggi-tinggi dan menyelamatkannya darikobaran apidalam bencana kebakaran atau seorang bocah yang tiba-tiba mampu melewati pagar setinggi 2 meter ketika dikejar oleh segerombolan anjing galak adalah bentuk contoh Pengaktifan kekuatan bawah sadar oleh insting primitif kita, insting untuk mempertahankan hidup.

Secara fisik, sering kali hal tersebut mampu memancing bangkitnya kekuatan dari alam bawah sadar kita,insting ini segera mengaktifkan tombol-tombol dalam system pertahanan diri ketika merasa terancam, yang segera mengumpulkan energinya dan menjadikan diri kita menjadi kuat.

Sebenarnya kita juga dapat mengaktifkan tombol-tombol itu secara sadar melalui tahapan pembelajaran, kita dapat memindahkan informasi-informasi yang ada ke alam bawah sadar, dan dijalankan di sana sehingga energi Alam SADAR kita masih bisa kita manfaatakan untuk hal lain.

Transformasi Data Base ke dalam alam bawah sadar

Pada proses ini kita mengenal 4 tahapan :
Tahapan pertama kita sebut sebagai tahap Belenggu Kebodohan, yaitu tahapan KETIDAKSADARAN atas ketidaktahuan. Sering kali pada tahapan ini kita merasa serba tahu, kita merasa hebat, kita tak menyadari ketidaktahuan kita, kita tak menyadari kebodohan kita,sering kali pada tahapan ini kita tidak mau bersinggungan dengan apa yang kita sebut BELAJAR, kita enggan mencari tahu hal-hal di luar dari pengetahuan kita, sampai akhirnya kita menemukan tahapan kedua.

Sepertipada saat kita pertama kali mengenal mobil, kita merasa telah mampu mengendarainya, ketika kita telah mencoba dan ternyata tidak mampu.

Kita akhirnya memasuki tahap kedua, Tahapan ini merupakan tahap Awal Pembelajaran yaitu tahapan SADAR atas ketidaktahuan. Pada saat ini kita sudah mengetahui bahwa banyak hal yang kita tidak tahu, dan kita mulai mencari informasi dan mau mencoba terjun dalam proses BELAJAR.

Seperti pada saat kita tahu kita mesti belajar mengendarai mobil, kita segera mencari guru untuk mengajari kita, kita segera melakukan serangkaian latihan sampai kita mampu menjalankannya dan memasuki tahap ketiga.

Tahapan berikutnya adalah tahap Pengisian Kecerdasan yaitu tahapan SADAR memiliki pengetahuan. Pada saat ini kita telah menyadari bahwa kita telah mengetahui pembelajaran tersebut, kita mampu memanfaatkan secara sadar pengetahuan kita dalam setiap langkah yang kita ambil.

Seperti pada saat kita telah mampu mengendarai mobil untuk pertama kali, perhatian kita segera tersita untuk mengkoordinasi gerakan untuk mengeram, untuk menginjak pedal gas, untuk memindahkan gigi, melihat kaca spion, dan semua ini lakukan dengan kesadaran untuk memastikan mobil tersebut berjalan benar.Lalu pada saat itu semua terasa kaku, kita harus berpeluh ketika memindahkan gerakan menginjak pedal gas, ke pedal pengereman.Ketegangan hampir menyelimuti kita dimulai pada saat mobil itu bergerak sampai mobil itu dihentikan, sampai kita memasuki tahapan terakhir dari pembelajaran.

Tahapan terakhir dari proses ini adalah tahap Transformasi alam bawah sadar, yaitu SADAR atas ketidaksadaran memiliki pengetahuan kita. Kita tidak lagi menghabiskan banyak energy dan perhatian dalam mengolah data-data yang terekam, secara otomatis semua berjalan dengan begitu saja, alam bawah sadar kita telah mengambil peranan dalam proses ini.Data-data segera ditransformasi setelah mengalami PEMATANGAN melalui serangkai aktivitas yang dilakukan berulang-ulang, rutinitas ini membentuk suatu Kebiasaan yang dicatat dalam alam bawah sadar, yang selanjutnya dipergunakan mengikuti kode pencatatan, mengikuti program yang telah tersusun, tanpa harus menguras terlalu banyak energy dari kesadaran kita.

Seperti pada saat kita telah mahir mengendarai mobil, kita tidak lagi memperhatikan gerakan menginjak pedal gas dan rem, kita tidak lagi memperhatikan gerakan menyalakan lampu tangan, semua dilakukan secara alami, kita sadar kapan harus melakukan gerakan pemindahan gigi, tapi kita perlu lagi memperhatikan gerakan itu seperti pada saat kita belajar pertama kali, semuanya telah diambil alih oleh Alam bawah sadar kita.(Dan kita tetap hidup berKESADARAN)

Bayangkan, betapa banyak energi yang dapat kita hemat, jika kita mampu memindahkan sedikit demi sedikit date base kita ke alam bawah sadar kita, seperti halnya saat kita mengetik, ketika tahapan itu telah tercapai, tangan kita secara otomatis menekan tombol huruf yang ada, menerjemahkannya dalam kata-kata tertulis.

Tapi ada kalanya, data-data tersebut dapat dirusak oleh virus ketakutan, ketika kita terancam secara mental, virus ini akan menyebar dalam tubuh kita, acap kali hal ini bukan hanya membuat kita tak mampu memunculkan kekuatan dalam alam bawah sadar, tapi juga sering mengagalkan penggunaan akal sehat kita, dan membuat kita tidak sadar. Sebagai contoh, lihatlah seorang ibu yang terperangkap dalam lautan api, ia mengalami kesulitan ketikahendak membuka pintu rumah yang sudah ia lakukan ratusan bahkan ribuan kali,tangannya gementaran, dan ia bahkan tak mampu mengontrol organ-organ tubuhnya.Atau saat kita kehilangan suara ketika melihat api sedang menjalar dengan ganasnya di depan batang hidung kita.

Sebelum saat itu menghampiri kita, maka pembelajaran harus kita lanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu menuju kesadaran tertinggi yaitu PENCERAHAN.

Pada fase ini kita akan tampil lebih elegan, tahapan ini membuat kita mampu menghadapi masalah lebih tenang, kita dapat menggunakan kekuatan alam bawah sadar dan tidak kehilangan kendali atas alam sadarnya.Dan tahapan ini akan tercapai saat kita telah mampu menjalankan moralitas, konsentrasi dan kebijaksanaan (Sila, Samadhi dan Panna*) secara berkesinambungan dalam kehidupan ini.

Saat itu, kita telah menjadi Pengemudi yang mahir, yang mampu memberdayakan kekuatan alam bawah sadar kita, yang mampu mengemudikan diri kita dalam jalan raya kehidupan ini, menujuke dalam Kesadaran tertinggi yaitu PENCERAHAN, menuju sukses dunia dan Akhirat.

Salam Sukses Selalu

by. Seng Guan CPLHI
Regional Manager PT.Arthamas Konsulindo
PSDM Siddhi Medan
Sekretaris MBI Medan
sengguanjr@yahoo.com
source : http://www.andriewongso.com

*Dalam tasawuf Sila, Samadhi dan Panna ini di sebut : Ta’abbut, Tadzakkur, & Tafakkur

>Mengendalikan Kekuatan Pikiran

>

Mas Edi Sugianto [Grand Master NAQS DNA]

Manusia memiliki 2 unsur didalam diri yang berperan dalam kehidupannya yaitu unsur fisik dan non fisik. Unsur fisik adalah tubuh anda beserta semua panca inderanya, sedangkan unsur non fisik adalah pikiran anda. Keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada di dalam satu bentuk yaitu diri anda. Keduanya tidak dapat berdiri sendiri sehingga saling bergantung. Seperti halnya tubuh tidak akan dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya pikiran, begitu juga pikiran tidak dapat terwujud tanpa dibantu oleh tubuh sebagai pelaksananya.

Cara Pikiran Bekerja
Anda mungkin tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi atas diri anda adalah hasil dari apa yang ada di pikiran anda. Tubuh anda hanyalah menjalankan perintah dari pikiran yang kemudian akan direspon oleh alam semesta dengan feedback yang sama. Jika anda melakukan sesuatu yang positif, alam semesta akan memberikan feedback yang positif pula. Jika anda melakukan sesuatu yang negatif, maka alam semesta juga akan memberikan feedback yang negatif. Pertanyaannya adalah bagaimana anda bisa melakukan sesuatu yang positif jika perintah yang keluar dari pikiran anda adalah negatif. Tidak mungkin bukan? Dengan kata lain, pikiran lah yang menguasai tubuh.

Saya yakin anda pasti tahu permainan Tetris. Pikiran manusia sama seperti permainan tersebut. Setiap input yang dimasukkan kedalamnya akan membentuk sebuah lapisan yang akan menumpuk terus menerus. Lapisan yang sama akan saling tarik menarik dan akan berkumpul menjadi satu kelompok lapisan. Lapisan-lapisan yang berasal dari input yang negatif akan membentuk kelompok lapisan negatif. Sedangkan lapisan-lapisan yang berasal dari input yang positif akan membentuk kelompok lapisan positif. Setiap input baru yang masuk kedalam pikiran akan makin memperkuat masing-masing kelompok lapisan tersebut sesuai dengan jenisnya. Beberapa input yang membentuk lapisan positif adalah rasa simpati, kebahagiaan, belas kasih, keikhlasan, rasa percaya diri, optimis, keyakinan, konsentrasi. Beberapa input yang membentuk lapisan negatif adalah kemarahan, kebencian, ketakutan, kekhawatiran, kesombongan, iri hati, keegoisan, keputusasaan, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah, pesimis, minder.

Nah, sekarang bisakah anda bayangkan bahwa jika anda terlalu banyak memasukkan input negatif ke dalam pikiran, maka kelompok lapisan negatif itulah yang akan mendominasi pikiran anda. Dan karena jenisnya sama, tanpa disadari anda juga sedang menarik semua energi negatif dari alam semesta kedalam diri anda. Oleh sebab itu, janganlah heran jika kemudian kehidupan anda hanya berisi masalah, rintangan, keributan dan kegagalan. Jadi tugas anda adalah memastikan bahwa yang masuk kedalam pikiran anda hanyalah hal-hal yang positif. Bahkan lebih jauh lagi anda perlu memasukkan hal-hal yang optimis ke dalam pikiran anda. Dengan pikiran dan cara pandang yang optimis, segala hal yang anda lakukan akan anda kerjakan dengan positif dan penuh percaya diri. Alhasil, seluruh alam semesta pun akan mendukung anda untuk mewujudkannya. Tanpa sadar, anda sedang menarik semua energi positif yang ada diluar kedalam diri anda. Kalau sudah demikian, keberhasilan dan kesuksesan bukanlah suatu hal yang mustahil.

Menjadi Majikan Dari Pikiran Anda Sendiri
Pikiran manusia sangatlah rapuh dan mudah goyah. Kalau diibaratkan, pikiran kita seperti nyala api lilin ditengah-tengah hembusan angin yang datang dari berbagai arah. Tugas kita adalah menjaga agar nyala api lilin tersebut tidak goyah oleh hembusan angin. Oleh karena itu, pikiran haruslah diperkuat. Memperkuatnya yaitu dengan cara memasukkan hanya hal-hal yang positif secara terus menerus. Seperti halnya tubuh membutuhkan makanan yang bergizi agar bisa tumbuh sehat, begitu juga pikiran membutuhkan hal-hal yang positif sebagai makanannya supaya bisa berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi diri anda. Di sisi lain, seperti halnya racun akan membuat tubuh lemah dan tak bertenaga, begitu juga hal-hal negatif akan membuat pikiran anda menjadi lemah dan tidak dapat memberikan solusi yang baik.

Pikiran yang kuat akan mudah untuk dikendalikan. Seekor anjing yang belum dijinakkan akan menjadi buas, menggigit dan hanya memberikan masalah bagi tuannya. Namun jika sudah dijinakkan, dia tidak hanya akan menjadi anjing penurut tetapi juga berguna untuk membantu dan melindungi tuannya. Begitu juga dengan pikiran, jika anda tidak dapat menjinakkannya maka anda lah yang akan dikendalikannya dan dia hanya akan memberi anda masalah. Namun jika anda sudah dapat menjinakkan dan mengendalikannya, maka pikiran anda akan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang anda hadapi.

Memprogram Ulang Pikiran
Jika anda sudah mengetahui bahwa apa yang anda masukkan di dalam pikiran anda dapat terjadi, bukankah anda ingin memasukkan sesuatu yang ingin anda capai kedalam pikiran anda supaya dapat benar-benar terwujud?

Seorang sahabat saya, Krisnawan Putra, sudah membuktikannya. Setelah beberapa saat refreshing dari kepenatan pekerjaannya, suatu hari saat bangun pagi dia meyakinkan dirinya bahwa hari itu dia akan memulai lagi aktivitasnya dan pasti akan menerima banyak tawaran kerjasama. Sungguh luar biasa hasilnya, sepanjang hari itu 5 proyek langsung mengalir.

Jangan pernah meremehkan kekuatan pikiran anda. Jika anda saat ini tengah depresi dan menganggap diri anda adalah orang yang gagal, hati-hatilah karena pikiran anda akan mewujudkannya menjadi kenyataan. Jika anda saat ini merasa bahwa nasib anda sudah berakhir dan anda tidak bisa keluar dari masalah yang dihadapi, hati-hatilah karena itulah yang akan terjadi pada diri anda. Rubahlah cara anda melihat sesuatu. Tanamkanlah bahwa selalu ada sisi positif dalam setiap kejadian, dan gunakanlah sisi itu. Thomas Alva Edison harus mencoba berkali-kali sampai akhirnya dia berhasil menciptakan lampu. Namun dia tidak pernah mengatakan bahwa dia gagal. Dia selalu mengatakan : “I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work.” Saya tidak gagal tetapi justru menemukan 10.000 cara yang tidak benar.

Saya menyarankan anda untuk memprogram ulang pikiran anda mulai dari sekarang. Katakan dan tanamkan di pikiran anda hal-hal yang ingin anda raih. Bayangkan anda telah berhasil melalui masalah yang sedang anda hadapi dan betapa anda merasakan kegembiraannya. Pikirkan hal-hal yang akan anda lakukan ketika semuanya telah ada di genggaman anda. Tanamkan di pikiran bahwa anda saat ini sedang menuju kesana dan akan berhasil. Bila perlu, anda bisa juga menyuarakannya dengan mulut anda sambil membayangkannya. Yang perlu diingat, gunakanlah bentuk kalimat yang positif. Misalnya, katakanlah “Saya adalah orang yang berhasil”. Jangan gunakan kalimat “Saya bukan orang yang gagal.” Berkacalah di cermin setiap pagi sebelum memulai hari anda, dan katakanlah :

  • Tuhan sangat menyayangi saya.
  • Hari ini saya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar.
  • Hari ini saya akan menghasilkan banyak hal baru.
  • Saya akan menjadi orang berhasil.
  • Saya akan meruntuhkan semua rintangan yang ada.
  • Saya akan berhasil melewati semua masalah ini.
  • Orang lain makan nasi, saya juga makan nasi. Jadi jika orang lain bisa, saya juga bisa.

Dengan memprogram ulang pikiran anda dengan hal-hal yang positif dan optimis, anda telah menggeser dominasi lapisan-lapisan negatif yang ada didalam pikiran anda. Kemudian, anda akan melihat dan merasakan begitu besar energi positif yang anda tarik disekeliling anda yang akan benar-benar mewujudkan apa yang ingin anda raih.

Written by : Handoko [katamataku.blogspot.com]

>Ilmu Membaca Pikiran Orang Lain

>

Komunikasi Bawah Sadar
Komunikasi bawah sadar (atau komunikasi intuitif) adalah penyampaian informasi antara manusia secara tidak sadar. Kadangkala komunikasi bawah sadar merupakan komunikasi intrapersonal, misalnya bermimpi atau kesadaran saat dihipnotis, dan belum tentu merupakan komunikasi nonverbal.

Penelitian menunjukkan bahwa pikiran sadar manusia hanya dapat memikirkan 5-9 hal secara bersamaan. Informasi dan hal-hal lainnya diproses oleh pikiran bawah sadar. Misalnya, pikiran bawah sadar kadang-kadang menilai atau memilih seseorang berdasarkan tanda-tanda nonverbal, misalnya bagaimana orang tersebut mengatur kerapian rumah atau tempat kerjanya.

Biasanya, komunikasi bawah sadar dan perilaku bawah sadar seseorang dipengaruhi atau bahkan didikte oleh budaya asal orang tersebut. Komunikasi antara orang-orang dari budaya (atau sub-budaya) yang berbeda dapat mengakibatkan konflik atau rasa sakit hati yang tak diinginkan. Karena itulah, pemahaman akan komunikasi bawah sadar penting untuk menghindari konflik-konflik tersebut.

Selain itu, komunikasi bawah sadar dapat mengubah perasaan atau suasana hati, namun untuk dapat menjadikannya efektif, seseorang harus terlebih dahulu mempercayai tentang keberadaannya.

Tiap Manusia Bisa Membaca Pikiran Orang Lain
Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.

Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.

Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.

Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.

Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya.

Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.

Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.

Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.

Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.

Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.

Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.

Menjadi Pembaca Pikiran Ulung

Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.

  1. Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.
  2. Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”
  3. Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.
  4. Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”
  5. Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.


Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.

Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.

Pustaka :

  • id.wikipedia.org
  • popsy.wordpress.com

>Aktivasi Potensi Kekuatan Alam Bawah Sadar

>

Aktivasi Potensi Alam Bawah Sadar

Pikiran kita itu seperti bawang yang berlapis-lapis. Secara garis besar manusia punya satu pikiran/kesadaran yang terdiri dari dua bagian, yaitu Pikiran Sadar dan Bawah Sadar. Pikiran Sadar adalah proses mental yang bisa Anda kendalikan dengan sengaja. Pikiran Bawah Sadar adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga Anda tidak menyadarinya dan sulit untuk dikendalikan secara sengaja.

Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama, yaitu:

  1. Mengenali informasi yang masuk dari pancar indra, 
  2. Membandingkan dengan memori kita, 
  3. Menganalisa, dan kemudian 
  4. Memutuskan respon spesifik terhadap informasi tersebut. 

Sedangkan Pikiran Bawah Sadar berfungsi memproses

  1. Kebiasaan, 
  2. Perasaan, 
  3. Memori permanen (Ingatan Jangka Panjang)
  4. Persepsi, 
  5. Kepribadian,
  6. Intuisi, 
  7. Kreativitas, dan 
  8. Keyakinan.

Pikiran bawah sadar, menurut Joseph Murphy, memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.

”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan.”

Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.

Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Murphy memberi contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut.

Karena itu, sifat iri terhadap kebahagiaan seseorang justru akan menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Murphy memberi contoh, saat kita tidak suka orang lain memiliki deposito begitu banyak dalam rekeningnya, sementara kita hanya bisa menabung sedikit demi sedikit, berarti kita telah menempatkan diri kita ke posisi yang sangat negatif; ”karena itu, kekayaan mengalir dari kita, bukan ke kita.” Untuk menetralisir pikiran negatif itu, Murphy menyarankan agar kita menyatakan langsung kepada diri sendiri bahwa kita mendoakan orang itu agar kekayaannya makin berlimpah.

Setiap manusia normal terlahir dengan potensi Pikiran Sadar dan Bawah Sadar yang sama. Namun, dalam proses tumbuh-kembang seorang manusia hanya sebagian kecil saja dari seluruh potensi yang berkembang sepenuhnya dalam Pikiran Sadar. Umumnya manusia modern tidak banyak menggunakan potensi Bawah Sadarnya karena di sekolah dia hanya diajarkan bagaimana menggunakan Pikiran Sadarnya (logika dan analisa). Padahal kalau kita mau menggunakan potensi Bawah Sadar kita, manusia bisa mengembangkan dirinya ke level yang lebih tinggi.

Pikiran sadar adalah pikiran yang mempertimbangkan, dan merupakan pikiran yang memilih, misalnya memilih buku, rumah atau pasangan hidup. Pikiran bawah sadar adalah menerima apa yang dikesankan padanya atau apa yang anda percayai secara sadar. Tidak mempertimbangkan seperti pikiran sadar anda, misalnya seperti tanah, yang menerima segala jenis benih, yang baik maupun yang jelek. Menurut Dr. Joseph Murphy, D.R.S. Ph.D, DD, LLD seorang penulis buku dari Amerika Serikat bahwa “Pikiran bawah sadar mengikuti perintah yang diberikan berdasarkan atas kepercayaan dan anggapan pikiran sadar” pikiran bawah sadar adalah tempat kedudukan emosi dan merupakan pikiran yang kreatif, bila anda berfikir positif maka hal-hal yang positiflah yang terjadi, begitupun sebaliknya.

Pikiran bawah sadar, seringkali memberikan simpul-simpul dan peringatan-peringatan yang akan membawa kita kepada hal-hal yang cenderung positif. Simpul-simpul inilah yang disebut dengan intuisi yang selalu memberikan peringatan atau klakson kepada kita. Akan tetapi pikiran sadar, memiliki pandangan yang berbeda dan pikiran sadar lebih besar pengaruhnya terhadap pikiran manusia karena pikiran manusia dihadapkan pada fakta-fakta, janji-janji yang menggiurkan dan lingkungan, sehingga mengakibatkan pikiran bawah sadar manusia seringkali dimanipulasi oleh pikiran sadar. Akan tetapi apabila kita mampu menyelaraskan antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar, maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih optimal dan lebih baik, inilah suatu kekuatan yang dapat membawa kepada kesuksesan.

Para ahli psikologi dan psikiatri menunjukkan bahwa bila pikiran disampaikan kepada pikiran bawah sadar, akan terbentuk kesan dalam sel-sel otak. Pikiran bawah sadar menggunakan daya tak terbatas, yaitu energy, dan kebijaksanaan dari dalam diri manusia dan pikiran bawah sadar menggunakan semua hukum alam untuk mencapai tujuannya. Kadang-kadang hasil atau jawabannya datang seketika dan caranya tidak bisa dijajaki. Pikiran bawah sadar tidak memperdulikan apakan pikiran anda itu baik atau jelek, benar atau salah. Pikiran bawah sadar akan menerima hal itu sebagai benar dan langsung menimbulkan hasil dalam kenyataan.

William James, bapak psikologi Amerika, mengatakan bahwa Daya yang menggerakkan dunia berada dalam pikiran/batin bawah sadar anda. Batin bawah sadar anda mengontrol semua proses vital badan anda dan tahu bagaimana menjawab semua persoalan. Apapun yang dikesankan kepada pikiran bawah sadar akan terjelmakan pada layar ruang sebagai kondisi, pengalaman dan kejadian. Hukum aksi dan reaksi itu universal. Pikiran anda adalah aksi dan reaksinya adalah tanggapan otomatis bawah sadar anda atas pikiran itu.

Phillippus Paracelsus, seorang ahli kimia Swiss yang terkenal (1493-1541), mengatakan bahwa “Apakah objek dari kepercayaan anda itu benar atau palsu, ahirnya anda akan memperoleh efek yang sama”. Maka dapat disimpulkan bahwa, proses-proses pikiran bawah sadar selalu menuju kehidupan konstruktif dan pikiran bawah sadar adalah pembentuk badan dan memelihara semua tenaga vitalnya dan pada dasarnya pikiran bawah sadar selalu berusaha menolong dan melindungi kita dari kerugian. Ia bekerja 24 jam sehari dan tidak pernah tidur. Pikiran bawah sasar berhubungan dengan hidup tak terbatas dan kebijaksanaan tak terhingga, dan gerak hati serta ide-idenya yang selalu menuju hidup. Cita-cita, ilahm dan daya lihat yang besar bagi hidup yang lebih agung dan mulia bersumber dari pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar bicara kepada kita dalam intuisi, gerak hati, firasat, isyarat, dorongan dan ide-ide, dan selalu mengatakan kepada kita untuk bangkit, terus tumbuh, maju, bertualang dan bergerak maju menuju tempat yang lebih tinggi.

Dengan demikian apabila kita mampu mengikuti dan mendengarkan simpul-simpul dan intuisi dari pikiran bawah sadar, maka kita akan mampu melakukan apapun yang disampaikan pikiran bawah sadar, dan menghindari pikiran sadar yang tidak sejalan, seperti kata-kata inspirasi yang tidak diketahui penulisnya, mengatakan bahwa “pikiran yang indah dan emosi yang positif adalah bahan untuk mewujudkan keajaiban”.

Pikiran Bawah Sadar punya fungsi dan sifat-sifat khusus, diantaranya:

  1. Kemampuan Pikiran Bawah Sadar Terpisah Dari Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar bekerja terpisah dari Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar dapat mendengar atau melihat hal-hal yang tidak tertangkap oleh Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar bisa memikirkan satu hal yang berbeda dengan dipikirkan oleh Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar bisa menyukai sesuatu yang mana tidak disukai menurut Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar dapat mengendalikan aktivitas fisik tanpa disadari oleh Pikiran Sadar dan dapat mengungkapkan ide atau pikiran yang berada di luar jangkauan persepsi sadar (Extra Perceptions).
  2. Pikiran Bawah Sadar Merupakan Gudang Penyimpanan Memori. Ibarat komputer, Pikiran Sadar adalah RAM (tempat menyimpan memori kerja dan memori sementara), sedangkan Pikiran Bawah Sadar adalah Hard Disk yang tidak terbatas kapasitasnya. Apapun yang pernah Anda alami dalam hidup Anda, secara sadar ataupun tidak, telah tersimpan dengan sangat rapi di Pikiran Bawah Sadar. Secara sadar Anda mungkin bisa lupa (karena kapasitas RAM pastinya terbatas). Namun sebenarnya Anda tidak pernah benar-benar lupa. Ingatan-ingatan yang terlupakan itu bisa diungkap dengan masuk ke Bawah Sadar. Caranya bisa dengan hipnotis atau bertanya dengan Bawah Sadar melalui Pendulum Analysis.
  3. Pikiran Bawah Sadar Sangat Cerdas. Bawah Sadar jauh lebih cerdas, bijaksana, dan cepat daripada Pikiran Sadar. Bawah Sadar dapat menangani 2.300.000 bit informasi dalam suatu saat, sementara Pikiran Sadar hanya mampu menangani 7-9 bit informasi dalam suatu saat. Itu artinya, apa yang tidak ditangkap oleh Pikiran Sadar bisa ditangkap oleh Pikiran Bawah Sadar. Pikiran Bawah Sadar dapat memproses lebih banyak informasi daripada Pikiran Sadar. Bawah Sadar juga memproses informasi tanpa pengaruh rasa bangga, prasangka, atau pengharapan. Dengan kata lain, Pikiran Bawah Sadar adalah suatu potensi intelektual yang berfungsi pada kapasitas puncak. Meskipun Pikiran Bawah Sadar sangat cerdas, tidak berarti ia tidak pernah berbuat salah. Kadang-kadang, Pikiran Bawah Sadar bisa menarik satu kesimpulan yang keliru apabila mendapat “paksaan” dari Pikiran Sadar.
  4. Pikiran Bawah Sadar Sebenarnya Sangat Sadar. Pikiran Bawah Sadar sebenarnya sangat sadar dan responsif terhadap setiap kejadian. Pikiran Bawah Sadar dikatakan tidak sadar dalam pengertian bahwa manusia pada umumnya tidak menyadari keberadaan Pikiran Bawah Sadar. Pikiran Bawah Sadar selalu sadar dan waspada, bahkan ketika Pikiran Sadar sedang tidak aktif, misalnya dalam kondisi hipnosis. Pikiran Bawah Sadar mengetahui atau menyadari segala sesuatu yang ada di Pikiran Sadar, tetapi tidak sebaliknya.
  5. Pikiran Bawah Sadar Memberikan Respons Dengan Jujur. Bias prasangka, penghakiman, pengharapan, pengelompokan persepsi, dan kerangka berpikir konseptual adalah sifat Pikiran Sadar. Pikiran Bawah Sadar terbebas dari pengaruh-pengaruh di atas dan mampu menghasilkan kesadaran realita yang lebih objektif. Persepsi dan pengetahuan Pikiran Bawah Sadar tentang realita bersifat langsung, tidak bias, dan apa adanya. Pikiran Bawah Sadar menyerap dan mengerti realita berdasarkan pengalaman nyata sebagaimana adanya, tanpa harus melewati proses pemberian makna atau penjelasan yang rumit, seperti yang dilakukan Pikiran Sadar. Kemampuan persepsi, pemahaman, dan respons Pikiran Bawah Sadar sama dengan yang ditunjukkan oleh seorang anak kecil yang masih polos, yang belum memiliki prasangka, bias, pengharapan, dan aturan yang kaku seperti orang dewasa. Itulah mengapa, bertanya kepada Pikiran Bawah Sadar adalah sama dengan bertanya kepada orang yang bijak.
  6. Pikiran Bawah Sadar Bisa Berkomunikasi Tanpa Kita Sadari. Ketika Anda sibuk bercakap-cakap dengan seseorang, Pikiran Bawah Sadar Anda juga berkomunikasi secara Bawah Sadar dengan Pikiran Bawah Sadar orang yang Anda ajak ngobrol. Karena persepsi dari Pikiran Bawah Sadar sangat luas dan murni, maka dia bisa menangkap kesan yang lebih detail daripada kesan yang Anda tangkap secara sadar. Pikiran Bawah Sadar Anda bisa membaca isi pikiran orang lain sehingga dia tahu kepribadian, perasaan, kejujuran dan niat buruk dari orang lain yang pernah Anda temui.
  7. Pikiran Bawah Sadar Menggunakan Bahasa Simbol (Berupa Perasaan dan Mimpi). Sebenarnya, Pikiran Bawah Sadar selalu berkomunikasi dengan Pikiran Sadar untuk memberikan peringatan ataupun saran-saran ketika Anda dihadapkan dalam suatu persoalan. Sayangnya, secara alami Pikiran Bawah Sadar hanya bisa memunculkan perasaan dan mengungkapkan simbol-simbol dalam mimpi untuk berkomunikasi dengan Pikiran Sadar. Sedangkan kita, manusia modern, tidak pernah dilatih untuk mengenali simbol komunikasi dari Bawah Sadar kita. Padahal, kalau kita mau mendengarkan dan mengikuti saran-saran dari Bawah Sadar kita, kemungkinan besar hidup kita akan lebih baik.

Cara mudah mengakses potensi alam bawah sadar
Secara garis besar, pelatihan Quantum Tranceformation NAQS DNA akan secara otomatis memberikan kemampuan kepada para praktisinya untuk bisa mengakses Kekuatan Alam Bawah Sadarnya secara mudah. Di perbatasan pikiran sadar dan bawah sadar ada filter yang disebut Reticular Activating System (RAS). Filter ini sangat dibutuhkan untuk melindungi kita dari informasi yang tidak diperlukan maupun untuk pintu keluar/masuk untuk menyimpan dan menghapus rekaman informasi di bawah sadar.

Namun kinerja Filter ini akan menurun ketika kita bisa masuk dalam kondisi Trance/Khusyu’/hipnosa. Gelombang otak menjadi menurun pada gelombang Alpha (Alpha Wave 8 – 13.9 Hz). Orang yang sedang rileks, Khusyu, relaksasi, mediatif, focus-alerness, superlearning, akses nurani bawah sadar. Ikhlas, nyaman, tenang, santai, istirahat, puas, segar, bahagia, dsb.  gelombang otaknya berada dalam frekuensi ini. Kondisi ini merupakan pintu masuk atau akses ke perasaan bawah sadar.

Anak-anak, balita gelombang otaknya selalu dalam keadaan alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara capat. Dalam kondisi ini, otak memproduksi hormon seotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasakan nyaman, tenang, bahagia. Hormon ini membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung stabil, dan kapasitas indra kita akan meningkat. Selama anda sering berlatih untuk berada dalam keadaan seperti ini maka lama kelamaan semua kekuatan bawah sadar anda akan muncul dengan sendirinya satu persatu.

Kata kunci untuk halaman ini:
alam bawah sadar,bawah sadar,Cara memasuki alam bawah sadar,otak bawah sadar,PIKIRAN BAWAH SADAR,MEMASUKI ALAM BAWAH SADAR,cara masuk alam bawah sadar,cara mengaktifkan alam bawah sadar,cara masuk ke alam bawah sadar,Mengaktifkan alam bawah sadar