Menembus Batas Nasib Dan Membuka Dimensi Baru Kehidupan

Setiap manusia tentu ingin sukses dan hidup berbahagia, karena sukses dan hidup sejahtera adalah hak azazi manusia. Namun faktanya tidak semua manusia bisa meraihnya. Seakan ada sebuah tembok pembatas antara diri kita dan cita-cita kita. Ini adalah tembok ilusi yang mencengkram manusia untuk tidak bisa terlepas dari keterkungkungan dan keterpurukan nasibnya. Keadaan yang serba terbatas, minimnya aset dan kompetensi diri, serta kondisi makro yang tidak berfihak pada wong cilik bagaikan serangan mitraliur sugesti negatif yang terus menerus mengeroposkan pertahanan daya mental kita. Sehingga akhirnya kita bertekuk lutut dan menyerah pada nasib.

Eits, tunggu dulu…. Jangan buru-buru menyerah. Bila sukses yang kita bicarakan adalah hak azazi. Maka tentu setiap manusia berhak untuk meraihnya. Dan tentu setiap manusia sudah di bekali oleh Tuhan alat-alat yang cukup untuk mencapainya. Dunia boleh tidak berfihak pada kita, namun jangan jadi manusia yang tidak berfihak pada diri sendiri. Kita tidak akan kalah, selama kita tidak menerima kegagalan hidup sebagai suatu kekalahan. Kegagalan hidup kita hari ini, adalah sebuah pelajaran bagi kita mengenai sebuah jalan salah yang berbuah kegagalan. Yang tidak akan lagi kita lalui di masa kini dan masa mendatang. Jangan jadikan kegagalan kita di hari kemarin sebagai penjara mental bagi kita.

Penjara yang umum kita kenal adalah tempat untuk mengurung seseorang, untuk periode waktu tertentu, yang telah berbuat kesalahan atau kejahatan. Selama seseorang berada di penjara maka ia kehilangan kebebasan dan sebagian hak-haknya sebagai warga negara. Narapidana menjalani hidup yang monoton dan terisolasi dari dunia luar sampai masa hukumannya habis.

Penjara mental menjalankan fungsi yang sama. Namun sangat banyak orang yang secara sadar atau tidak sadar telah memasukkan diri mereka ke penjara yang tidak kasat mata, yang lebih mengerikan, dan dapat mengurung diri mereka seumur hidup. Satu-satunya cara untuk keluar dari penjara mental adalah dengan secara sadar menelaah setiap kepercayaan yang dipegang seseorang. Tidak ada kepercayaan yang baik atau buruk. Yang ada adalah kepercayaan yang mendukung dan menghambat.

Kepercayaan seseorang mengendalikan cara berpikir, sikap, perilaku, bagaimana ia menggunakan waktunya, siapa kawannya, buku apa yang ia baca, gaya hidup, penghasilan, dan masih banyak aspek lain.

Apapun kondisi nasib yang kita alami, itu hanyalah buah atau pancaran dari alam vibrasi quanta yang berada di dalam diri kita, yaitu kondisi hati dan fikiran kita. Oleh karena itu Saat mental block telah berhasil diatasi maka pikiran mampu bekerja dengan ”daya” maksimal dan kongruen. Dengan demikian The Law of Attraction dapat diarahkan untuk bekerja secara maksimal dalam membantu kita menarik hal-hal yang kita inginkan.

Pikiran mempunyai vibrasi. Dan apapun yang kita pikirkan akan dikirim ke semesta alam dalam bentuk sinyal yang akan menarik segala sesuatu yang sejalan dengan vibrasi pikiran kita. Likes attract likes. Dengan memahami hal ini maka apapun yang terjadi dalam hidup kita baik yang positif dan negatif adalah akibat dari hasil kerja LOA yang diaktifkan dan diarahkan oleh pikiran kita. Ini adalah hukum Alam atau sunnatullah.

“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46)

Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : “Allah azza wa jalla berfirman,’Aku berada pada persangkaan hamba-KU kepada KU. Maka hendaklah dia membuat persangkaan kepadak-KU menurut kehendaknya.”

Batas itu adalah pemisah antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Untuk menyebrang perbatasan diperlukan izin dan prosedur khusus, tidak mudah memang. Meskipun globalisasi terus merambah semua sektor kehidupan, namun batas-batas tetap eksis, sulit dihapus. Umat manusia memang ada kecenderungan untuk saling membatasi diri. Setiap individu manusia memang membentuk batas-batasnya sendiri, bahkan ada yang secara berlebihan.

Bayangkan menjalani kehidupan dengan batas-batas fiktif yang terus dibentuk, begitu pengap, sulit bernafas, susah berkembang. Konsekuensinya ruang gerak dan ruang hidup makin menyempit, sulit berbicara, sulit berekspresi, hanya jalan di tempat, bahkan menyusut.

Pembatasan diri disebabkan cara berpikir yang kisut, pesimis dan skeptis. Sumber segala keterpurukan memang dari cara dan proses berpikir. Cobalah berpikir indah maka hidup akan berasa indah. Cobalah berpikir horor maka hidup akan penuh dengan horor. Begitu pula, jika berpikir sempit maka hidup pun akan menjadi sempit. Ya, dari proses dan cara berpikir tertentu akan terbentuk sikap tertentu, lalu kebiasaan tertentu, karakter tertentu dan nasib tertentu. Bagaimana kondisi kehidupan kita sekarang, tidak lain merupakan akumulasi proses dan cara berpikir.

Mengubah kehidupan adalah beralih nasib, dari nasib X berubah menjadi nasib Y. Di antara kedua macam nasib itu tentu ada batas yang harus ditembus. Kemampuan menembus batas nasib sangat ditentukan oleh kekuatan mengubah cara berpikir. Kalau pikiran berkata “ya” maka proses menembus menjadi lebih mudah, sebaliknya kalau pikiran berkata “tidak” maka proses menembus nasib akan terasa sulit.

Setiap hari pikiran terus bekerja, siapapun pasti berpikir, meskipun entah apa yang dipikirkannya. Sebagaimana setiap hari setiap orang selalu bernafas, bahkan setiap sepersekian detik proses pernafasan selalu berlangsung. Begitu pula berpikir, setiap sepersekian detik proses per-pikir-an selalu terjadi. Menurut sebuah observasi, dalam 24 jam setiap orang menghasilkan 4.000 gagasan, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, bahkan dalam tidur. Ya, ketika sedang tidur pulas pun proses berpikir tetap berlangsung.

Luar biasa memang, setiap manusia dianugerahi organ otak, sehingga memiliki kemampuan berpikir. Karena kemampuan itulah manusia dipercaya Tuhan Sang Maha Pencipta Alam Semesta (Allah SWT) sebagai pengelola (khalifah) di Planet Bumi. Jadi yang berhak memperbaiki kesejahteraan di Bumi adalah manusia, baik kesejahteraan diri sendiri, seluruh manusia, mahluk lain, bahkan Bumi itu sendiri. Begitu berat tugas manusia, yaitu sebagai pengelola Bumi. Dengan demikian cara berpikirnya harus sebesar misi dan visinya. Tugas manusia begitu mulia, mempertahankan kelangsungan Planet Bumi.

Dalam realisasinya banyak manusia yang tidak memahami visi dan misi dari proses penciptaannya. Milyaran manusia terpuruk karena keliru dalam berpikir. Setiap manusia dilengkapi organ otak, tetapi banyak yang tidak tahu cara menggunakannya. Potensi otak yang digunakan kebanyakan manusia sangat rendah, dan hanya sedikit saja yang melampaui 5 persen. Dengan kata lain, sekitar 95 persen dari otak kebanyakan manusia masih menganggur. Hal itulah yang menyebabkan beberapa wilayah di Planet Bumi terpuruk, karena secara individu manusianya “bermasalah” dengan dirinya sendiri, dan secara kolektif “bermasalah” dengan kelompoknya sendiri. Manusia memang cenderung berkelompok dalam satuan yang kecil sampai besar, satuan yang besar adalah negara. Banyak negara yang terpuruk karena secara kolektif manusia di dalamnya tidak bisa menembus batas nasib, secara kolektif tidak bisa mengubah cara berpikir. Untuk mereformasi cara berpikir kolektif memang diperlukan pemimpin yang mumpuni yang menjadi teladan dan panutan.

Menembus batas nasib manusia, baik secara individu atau kolektif harus dimulai dengan mengubah cara berpikir. Aspek pendidikan menjadi penting untuk mengubah cara berpikir secara kolektif . Bagaimanapun, penyebab utama dari banyaknya negara yang terpuruk ialah kegagalam sistem pendidikan. Pendidikan harus dimulai dengan upaya penekanan bagaimana cara menggunakan otak dan bagaimana proses berpikir yang baik dan benar.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang penuh keterbatasan. Secara fisik, spesies homo sapiens lebih lemah daripada beberapa spesies hewan terutama predator. Andaikata manusia berkelahi tangan kosong tanpa senjata melawan harimau atau beruang misalnya, kemungkinan manusia yang menang hampir mustahil.

Oleh karena itulah, di kamp-kamp pelatihan militer apalagi pasukan khususnya, anggotanya digenjot hingga sampai ke batas-batas fisiknya. Dengan begitu mereka menjadi lebih tangguh daripada kebanyakan manusia lainnya.

Dalam hidup, bagi kita yang bukan anggota militer, kerapkali latihan seperti di kamp itu tidak kita lakukan. Padahal, sejatinya hidup menggenjot kita lebih keras daripada itu. Batas-batas yang harus ditaklukkan bukan semata batas fisik semata, melainkan juga batas mental yang lebih sulit.

Mental atau biasa juga disebut sebagai pola pikir (mindset) oleh motivator, merupakan suatu kondisi kejiwaan yang mengantisipasi suatu kejadian tertentu. Di sini manusia berupaya senantiasa membuat mentalnya selalu dalam kondisi terbaik. Kelelahan mental tentu mengakibatkan gangguan kejiwaan. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat stress yang kemudian berlanjut ke depresi.

Penembusan batas-batas inilah kunci kesuksesan manusia dalam mengarungi hidup. Hanya mereka yang mampu menembus keterbatasan sebagai manusia saja yang menjadi pemenang. Banyak batas yang bisa ditembus dari berbagai sisi. Sebagai contoh, mereka yang menembus batas spiritual dan religiusnya akan memasuki dimensi baru sebagai seorang ‘tangan kanan’ Tuhan. Ia memiliki kemampuan yang terhitung sebagai di luar akal seperti memindahkan hujan bahkan berjalan di atas air. Seorang yang menembus batas kemampuan otot kakinya untuk berlari akan menjadi atlet yang memecahkan rekor kecepatan berlari. Mereka yang mampu mengalahkan batas gengsi menawarkan sesuatu kepada orang lain dengan resiko ditolak akan menjadi saudagar atau pengusaha sukses.

Itulah bedanya manusia dengan hewan. Meski kuat, harimau tidak akan tertarik untuk terbang seperti elang. Sementara manusia yang melihat burung bisa terbang pun terpincut ingin terbang. Karena itulah kita dikaruniai akal-budi untuk menembus keterbatasan kita sebagai manusia.

Di saat berupaya menembus batas itulah, pasti akan ada halangan yang muncul. Dan jelas itu tidak akan pernah ringan. Seperti yang selalu menjadi slogan yang diteriakkan dengan bentakan oleh instruktur di kamp pelatihan militer: “hari yang ringan adalah kemarin!” Jadi, jangan harap rintangan hari ini akan makin mudah. Setiap manusia yang telah bertekad menembus batas pasti menyadari beratnya rintangan. Namun seperti juga pelatihan militer pasti akan berakhir dengan pelantikan sebagai anggota, demikian pula dengan perjuangan dalam hidup.

Penembusan batas akan menjadi manis apabila kita terus hingga melewati batas itu dan menyadari betapa indahnya dunia di balik batas itu. Seperti halnya dialami siapa pun yang pernah naik gunung, kelelahan saat mendaki terbayar tuntas saat menikmati keindahan pemandangan dari puncak. Itulah batas gunung yang ditembus.

Maka, jadilah manusia yang selalu berupaya menembus batas. Tercapainya satu puncak gunung seharusnya tidak membuat kita berhenti mendaki. Karena batas itu ada di mana-mana. Sekali kita merasa puas, maka batas tak lagi kita tembus. Ada sebuah jurang baru lagi terbentuk di depan kehidupan kita saat kita berhenti menembus batas.

Jangan pernah lelah menembus batas. Karena kita manusia dianugerahi kemampuan untuk menembusnya!

PUSTAKA ;

  • filsafat.kompasiana.com/2011/01/16/menembus-batas-nasib-manusia
  • bhayu.net/?p=8
Iklan

>Menggali Potensi Pikiran Bawah Sadar Dengan Ilmu Hipnotis

>

Edi Sugianto, C.H. C.Ht.

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…
Sahabat, Banyak yang meremehkan dan apriori atau anti terhadap ilmu hipnotis, tanpa tahu apa sebenarnya ilmu hipnotis tersebut. Apalagi menuduh sesat dan lain sebagainya. Hanya karena mendengar berita dan informasi yang berasal dari orang yang tidak jelas kompetensinya dan tidak tahu sama sekali ilmu hipnotis. Padahal Allah berfirman, ‘Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi di jalan Allah, maka lakukanlah tabayyun.” ( QS. An Nisa/4: 94)

Pengertian tabayyun dalam ayat tersebut bisa dilihat antara lain dalam Tafsir al Qur’an Departemen Agama, 2004. Kata itu merupakan fi’il amr untuk jamak, dari kata kerja tabayyana, masdarnya at-tabayyun, yang artinya adalah mencari kejelasan hakekat suatu atau kebenaran suatu fakta dengan teliti, seksama dan hati-hati. Perintah untuk tabayyun merupakan perintah yang sangat penting, terutama pada akhir-akhir ini di mana kehidupan antar sesama umat sering dihinggapi prasangka. Allah memerintahkan kita untuk bersikap hati-hati dan mengharuskan untuk mencari bukti yang terkait dengan isu mengenai suatu tuduhan atau yang menyangkut identifikasi seseoranag.

Belakangan ini seringnya gampang orang atau suatu kelompok berprasangka negatif terhadap kelompok lain, atau menuduh sesat golongan lain, dan kadang disertai hujatan, penghakiman secara sepihak, dan sebagainya. Berprasangka tanpa meneliti duduk perkaranya, adalah apriori atau masa bodoh. Mensikapi orang lain hanya berdasar pada sangkaan-sangkaan negatif atau isu-isu yang beredar atau bisikan orang lain. Sikap demikian adalah tidak tabayyun, atau tidak mau tahu apa yang sebenarnya terjadi..

Perintah tabayyun atau mendalami masalah, merupakan peringatan, jangan sampai umat Islam melakukan tindakan yang menimbulkan dosa dan penyesalan akibat keputusannya yang tidak adil atau merugikan pihak lain. Di dalam al Qur’an, perintah tabayyun juga terdapat pada S. al Hujarat /49 ayat 6.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [al Hujurot ayat 6]

Dengan mengakomodir tafsir ke 94 Departemen Agama tersebut, tersirat suatu perintah Allah, bahwa setiap mukmin, yang sedang berjihad fi sabilillah hendaknya bersikap hati-hati dan teliti terhadap orang lain. Jangan tergesa-gesa menuduh orang lain, apalagi tuduhan itu diikuti dengan tindakan yang bersifat merusak atau kekerasan.

HIPNOSIS, NLP, DAN POTENSI PIKIRAN MANUSIA
Definisi hipnosis menurut Dave Elman dan sekaligus yang telah diakui oleh dunia dan paling banyak dipakai adalah ► bypass of critical faculty and establishment of selected thinking atau menembus pemikiran kritis dan menciptakan pemikiran yang dipilih. atau dengan kata lain adalah sebuah tekhnik untuk berkomunikasi atau mengakses kemampuan pikiran alam bawah sadar manusia… dimana potensi kemampuan pikiran atau MIND POWER MANUSIA itu 88 persen masih tersimpan di alam bawah sadar manusia…..

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar.

Tentu kita pernah mendengar nama besar Bill Clinton, Andre Aggasy, Lady Diana, Nelson Mandela, Ronald Reagen maupun juga Robert Kiyosaki. Dibalik kisah kesuksesan hidup mereka, ternyata mereka adalah orang-orang yang telah memprogram otak mereka sedemikian rupa untuk mencapai kesuksesan tersebut. Tidak hanya menggali kemampuan otak/pikiran yang berada pada kondisi normal (baca: pikiran sadar), mereka juga menggali dan mengoptimalkan potensi pikiran bawah sadar

“Potensi manusia itu ibarat sebuah fenomena gunung es. Sampai saat ini, kebanyakan orang masih menggunakan potensi dari kekuatan pikirannya hanya sebesar 12% untuk melakukan berbagai hal. Sisanya (88%) adalah pikiran bawah sadar (unconscious) yang masih dapat dimaksimalkan untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik, menampilkan kemampuan terbaik setiap saat dalam berbagai situasi, membalik problem & penghalang menjadi penunjang untuk meraih sukses, mempercepat kemampuan belajar dalam segala bidang, mengubah cara berpikir, merasakan dan bertindak, mendeteksi pola-pola perilaku positif dan perilaku yang perlu dihindari, meningkatkan kepekaan dan menggunakan pancaindera secara efisien serta mempelajari cara memodel karakter dan keunggulan dari orang-orang sukses atau menduplikasi keahlian seseorang”

Dapat diibaratkan otak sadar manusia adalah seorang nakhoda sedangkan otak bawah sadar adalah ruang mesin (robot) yang siap melakukan perintah nakhoda. Sungguh ajaib dan sangat menakjubkan potensi otak manusia. Berdasarkan suatu penelitian seorang yang jenius dapat mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya sebesar 5-6% dari kapasitas otak sadar manusia pada umumnya yaitu 12%. Salah satunya adalah Albert Einstein, seorang ilmuwan yang sangat tersohor, tapi jenis orang seperti ini tidak banyak hanya ± 100 manusia di dunia ini.

Menurut penelitian, Einstein lebih banyak menggunakan belahan otak kanannya (daya imajinasi yang kuat) sehingga Beliau dapat menghasilkan penemuan-penemuan yang spektakuler. Berdasarkan penelitian terbaru bahwa setiap sel otak yang tersambung dengan sel otak yang lainnya akan membantu proses berpikir. Semakin banyak sambungan sel dalam otak maka akan semakin cerdas otak kita. Dalam hal ini Albert Einstein telah melakukannya. Walaupun tidak ada data yang memastikanberapa banyak sel otaknya yang telah tersambung, yang pasti belum semua kapasitas dari otaknya digunakan. Tapi hasilnya sudah sangat luar biasa! Apalagi jika 100% dari kapasitas fungsi otaknya digunakan, pasti hasilnya lebih luar biasa, bukan?

Sedangkan manusia rata-rata hanya menggunakan kapasitas otak sadar kurang dari 4%. Apakah potensinya bisa ditingkatkan? Jawabannya sudah pasti bisa, asalkan tahu caranya dan mau melatihnya. Hanya ada satu juta orang di dunia ini yang mampu mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya mencapai kapasitas 4%. Sudah pasti prestasi mereka sangatlah menakjubkan. Anda mau masuk golongan yang mana?

Bayangkan berat otak manusia pada umumnya hanya seberat 1,5 kg tapi kemampuannya sangat luar biasa. Otak manusia mampu memberikan perintah secara otomatis kepada fungsi syaraf mata untuk membedakan ± 10 juta warna yang ada di dunia ini, selain itu secara otomatis otak manusia mampu memerintah jantung untuk bekerja/memompa sebanyak ± 100.000 kali/hari, otak manusia mampu mengatur pasokan darah dari kerja jantung sehari total ± 25.000 liter sepanjang ± 100.000 km ke seluruh tubuh dengan tanpa kita sadari, dan masih banyak hal luar biasa yang dikerjakan secara otomatis oleh organ tubuh manusia atas perintah otak. Sungguh luar biasa bukan kemampuan otak manusia.

Secara alami Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna. Namun banyak diatara kita yang belum menyadari dan mampu mengoptimalkan cara kerja otak kita. Sesungguhnya manusia tidak ada yang bodoh, manusia sebenarnya hanya belum tahu cara mengoptimalkan cara kerja otaknya. Dengan fakta-fakta dan kondisi yang luar biasa ini masih pantaskah kita mengeluh dan terus mengeluh? Sudah sepantasnya kita bersyukur atas rahmat Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita.

Dewasa ini banyak pelatihan dan buku-buku yang membantu kalau kita ingin mempelajari cara kerja otak dan mengoptimalkan fungsinya. Salah satu ilmu pengetahuan yang sangat popular adalah Hipnotis, NLP (Neuro Language Program), dan Mind Power, bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut dapat mengikuti seminar-seminar yang berkaitan dengan topik di atas atau minimal Anda mempelajari secara otodidak dengan membaca buku.

Berikut ini perbedaan cara kerja otak kiri dan otak kanan manusia:

Dari sini terlihat jelas bahwa kalau kita cenderung menggunakan fungsi belahan otak kiri lebih dominan maka dalam kehidupan sehari-hari akan tercermin. Misalnya fungsi belahan otak kiri yang dominan biasanya pekerjaannya adalah Accounting atau Computer Programmer. Sebaliknya jika kita menggunakan fungsi belahan otak kanan lebih dominan mungkin profesi kita sebagai Marketing atau Public Relation. Ini hanya berdasakan survei tidak selalu berlaku demikian.

Otak kita merupakan hard ware layaknya seperti perangkat komputer. Yang menentukan kesuksesan hidup kita adalah soft warenya. Soft ware adalah program pikiran yang kita yakini. Memang hard ware perlu dijaga, dirawat dan kinerjanya ditingkatkan. Misalnya dengan latihan, melatih kedua fungsi otak kita. Tujuan melatih otak selain untuk meningkatkan kinerjanya juga untuk menyeimbangkan kerjanya. Jika otak dalam keadaan sehat maka fungsinya akan optimal. Fungsi otak manusia sangat luar biasa jika kita tahu bagaimana mengoptimalkannya. Cari tahu belahan otak mana yang lebih dominan dalam diri Anda dan cobalah uji kemampuan fungsi otak Anda.

Kalau berdasarkan hasil test, saya lebih cenderung menggunakan fungsi belahan otak kiri. Namun dalam keseharian saya senang dengan bidang pelatihan yang selalu bertemu orang banyak dan saya selalu berinteraksi layaknya seorang marketing yang selalu berinteraksi dengan pelanggan. Saya juga berusaha mengoptimalkan fungsi belahan otak sebelah kanan, saya belajar secara otodidak. Sebaiknya Anda juga dapat mengkombinasikan kedua fungsi belahan otak Anda. Tuhan menciptakan kita sedemikian rupa pasti ada maksud baiknya. Oleh sebab itu kalau kita tahu bagaimana mengoptimalkan fungsi otak kita, sukses bisa menjadi kenyataan yang indah.

Sebenarnya tidak ada rahasia dalam menggali potensi dari kekuatan pikiran kita. Kuncinya adalah apa yang masuk ke dalam pikiran kita. Karena apa yang masuk ke dalam pikiran, apa lagi secara berulang-ulang masuk ke dalam pikiran kita maka akan terprogram ke dalam pikiran bawah sadar, sehingga akan menjadi suatu keyakinan. Dalam bahasa lain disebut Believe System. Apa yang telah tertanam dalam otak bawah sadar akan terekam baik dalam memori otak kita. Karena apa yang telah tertanam di otak bawah sadar kita akan menjadi suatu keyakinan. Sebagai contoh kita meyakini kalau mencuri itu adalah perbuatan yang salah (dosa) karena sejak kecil kita diajarkan orang tua kita, begitu banyak ajaran-ajaran yang masuk ke dalam otak kita maka lama kelamaan kita menjadi yakin. Apapun ajarannya yang telah berulang-ulang kita terima dalam otak kita pada akhirnya kita akan meyakininya. Entah itu ajaran yang benar atau yang salah? (karena pada saat anak-anak kita belum dapat membedakannya) Celakanya jika ajaran itu salah atau keliru maka kita menjadi seorang yang mempunyai keyakinan yang keliru pula.

Dalam bahasa lain keyakinan yang keliru lazim disebut sebagai blocking mindset, selama blocking mindset ini tidak dibenahi maka cara pandang kita akan selamanya keliru. Tidak ada cara lain untuk membenahi kekeliruan tersebut selain dengan cara memasukkan terus informasi yang positif dan menghindari informasi negatif. Ingatlah apa yang masuk dalam pikiran kita akan diproses yang menghasilkan output seperti bahan bakunya. Sebagai contoh jika kita melihat orang asing yang bertampang sangar di jembatan penyebrangan ketika malam hari. Apa reaksi dari pikiran kita? Curiga, takut, atau berpikir positif? Saya yakin kecenderungan kita akan berpikir “ah jangan-jangan orang ini akan?” Kita lebih sering menerima berita negatif dibanding dengan berita postif sehingga tidak heran kalau hidup kita sudah terkondisikan degan hal-hal negatif. Akibatnya kita cenderung menjadi takut, curiga dan tidak mudah percaya kepada hal-hal baru. Kembali pada kejadian tadi, karena kita berpikir negatif bisa jadi orang yang bertampang sangar tadi menjadi berniat jahat terhadap kita. Mengapa? Jawabannya, mungkin memang ia benar-benar orang jahat, atau mungkin karena kita mengirim sinyal kepadanya, karena rasa takut kita. Entah apa namanya pikiran kita bisa mengirimkan suatu gelombang yang akan terpancar pada wajah kita. Sekarang terserah kepada Anda, mau bersikap negatif terus atau mau berubah.

Tentunya kita harus tetap waspada tetapi bukan berpikir negatif terus, pasti rugi dech dengan sikap tersebut. Satu tips dari saya kalau Anda terbiasa berpikir negatif silakan minimal Anda berpikiran netral dalam bahasa lainnya disebut Open Mind atau No Mind State. Dengan berpikiran netral diharapkan hidup Anda lebih baik, lebih Happy. Syukur kalau Anda melatih untuk terus berpikiran positif. Sukses diawali dari pikiran yang sehat, jernih dan positif. Jagalah pikiran kita agar tetap sehat, jernih dan positif agar kita juga dapat sukses.

Mempelajari HIPNOTIS dan NLP mirip dengan mempelajari manual cara kerja otak (baca: pikiran) manusia. NLP adalah varian terbaru dari ILMU HIPNOTIS. Dengan NLP tersebut, diharapkan agar kita bisa menjadi “tuan” atas otak kita dan bukan menjadi “budak”nya.

NLP merupakan sebuah integrasi dari berbagai macam disiplin ilmu yang meliputi neurologi, psikologi, linguistik (bahasa), cybernetics, dan teori-teori sistem.

  • NEURO merujuk pada otak, pikiran, proses berpikir, dan bagaimana cara mengorganisir nerid (bagian syaraf pada otak). 
  • LINGUISTIC merupakan bahasa serta cara berkomunikasi yang diharapkan mampu memberikan makna dan pengaruhnya terhadap kehidupan kita, sedang 
  • PROGAMMING adalah terkait dengan urutan proses modifikasi dalam rangka untuk mendapatkan pencapain terbaik.

Salah satu metode NLP adalah The Swish Pattern untuk menghilangkan problem atau perilaku yang negatif dalam diri manusia sehingga didapatkan kondisi yang ideal. Tekhniknya adalah dengan memvisualisasikan gambar diri mereka pada kondisi yang ideal. Kondisi tersebut kemudian ditutup dengan situasi negatif atau problem atau perilaku yang ingin dihilangkan. Kemudian, dalam gambar situasi negatif tersebut dibuat sebuah lubang kecil (semua dilakukan dalam pikiran dengan kondisi mata terpejam) untuk mengintip situasi positif yang diinginkan. Peserta diminta untuk membayangkan membuka mata (dengan kondisi riil mata masih terpejam) dan mevisualisasikan dengan cepat lubang kecil itu membesar dan “Swish!!!” gambar negatif itu hilang dan peserta melihat gambar positifnya tampak jelas. Peserta diminta untuk mengulanginya sebanyak 5-6 kali. Hal ini dengan mudah juga bisa dilakukan untuk menghilangkan kecanduan kita terhadap rokok misalnya. Visualisasikan secara terus menerus rokok tersebut dengan sesuatu yang paling menjijikkan/ penyakit paling berbahaya (misal paru-paru) secara berulang-ulang, sehingga saat kita akan mengambil/memegang rokok maka secara otomatis mata/pikiran akan terkoneksi dengan sesuatu benda menjijikkan/penyakit berbahaya yang tidak kita inginkan hadir dalam diri kita. Dengan demikian secara otomatis pula kita akan membatalkan niat untuk merokok.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam bishshowab.
Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh….

>Menembus Batas Nasib Dan Membuka Dimensi Baru Kehidupan

>

Setiap manusia tentu ingin sukses dan hidup berbahagia, karena sukses dan hidup sejahtera adalah hak azazi manusia. Namun faktanya tidak semua manusia bisa meraihnya. Seakan ada sebuah tembok pembatas antara diri kita dan cita-cita kita. Ini adalah tembok ilusi yang mencengkram manusia untuk tidak bisa terlepas dari keterkungkungan dan keterpurukan nasibnya. Keadaan yang serba terbatas, minimnya aset dan kompetensi diri, serta kondisi makro yang tidak berfihak pada wong cilik bagaikan serangan mitraliur sugesti negatif yang terus menerus mengeroposkan pertahanan daya mental kita. Sehingga akhirnya kita bertekuk lutut dan menyerah pada nasib.

Eits, tunggu dulu…. Jangan buru-buru menyerah. Bila sukses yang kita bicarakan adalah hak azazi. Maka tentu setiap manusia berhak untuk meraihnya. Dan tentu setiap manusia sudah di bekali oleh Tuhan alat-alat yang cukup untuk mencapainya. Dunia boleh tidak berfihak pada kita, namun jangan jadi manusia yang tidak berfihak pada diri sendiri. Kita tidak akan kalah, selama kita tidak menerima kegagalan hidup sebagai suatu kekalahan. Kegagalan hidup kita hari ini, adalah sebuah pelajaran bagi kita mengenai sebuah jalan salah yang berbuah kegagalan. Yang tidak akan lagi kita lalui di masa kini dan masa mendatang. Jangan jadikan kegagalan kita di hari kemarin sebagai penjara mental bagi kita.

Penjara yang umum kita kenal adalah tempat untuk mengurung seseorang, untuk periode waktu tertentu, yang telah berbuat kesalahan atau kejahatan. Selama seseorang berada di penjara maka ia kehilangan kebebasan dan sebagian hak-haknya sebagai warga negara. Narapidana menjalani hidup yang monoton dan terisolasi dari dunia luar sampai masa hukumannya habis.

Penjara mental menjalankan fungsi yang sama. Namun sangat banyak orang yang secara sadar atau tidak sadar telah memasukkan diri mereka ke penjara yang tidak kasat mata, yang lebih mengerikan, dan dapat mengurung diri mereka seumur hidup. Satu-satunya cara untuk keluar dari penjara mental adalah dengan secara sadar menelaah setiap kepercayaan yang dipegang seseorang. Tidak ada kepercayaan yang baik atau buruk. Yang ada adalah kepercayaan yang mendukung dan menghambat.

Kepercayaan seseorang mengendalikan cara berpikir, sikap, perilaku, bagaimana ia menggunakan waktunya, siapa kawannya, buku apa yang ia baca, gaya hidup, penghasilan, dan masih banyak aspek lain.

Apapun kondisi nasib yang kita alami, itu hanyalah buah atau pancaran dari alam vibrasi quanta yang berada di dalam diri kita, yaitu kondisi hati dan fikiran kita. Oleh karena itu Saat mental block telah berhasil diatasi maka pikiran mampu bekerja dengan ”daya” maksimal dan kongruen. Dengan demikian The Law of Attraction dapat diarahkan untuk bekerja secara maksimal dalam membantu kita menarik hal-hal yang kita inginkan.

Pikiran mempunyai vibrasi. Dan apapun yang kita pikirkan akan dikirim ke semesta alam dalam bentuk sinyal yang akan menarik segala sesuatu yang sejalan dengan vibrasi pikiran kita. Likes attract likes. Dengan memahami hal ini maka apapun yang terjadi dalam hidup kita baik yang positif dan negatif adalah akibat dari hasil kerja LOA yang diaktifkan dan diarahkan oleh pikiran kita. Ini adalah hukum Alam atau sunnatullah.

“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46)

Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : “Allah azza wa jalla berfirman,’Aku berada pada persangkaan hamba-KU kepada KU. Maka hendaklah dia membuat persangkaan kepadak-KU menurut kehendaknya.”

Batas itu adalah pemisah antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Untuk menyebrang perbatasan diperlukan izin dan prosedur khusus, tidak mudah memang. Meskipun globalisasi terus merambah semua sektor kehidupan, namun batas-batas tetap eksis, sulit dihapus. Umat manusia memang ada kecenderungan untuk saling membatasi diri. Setiap individu manusia memang membentuk batas-batasnya sendiri, bahkan ada yang secara berlebihan.

Bayangkan menjalani kehidupan dengan batas-batas fiktif yang terus dibentuk, begitu pengap, sulit bernafas, susah berkembang. Konsekuensinya ruang gerak dan ruang hidup makin menyempit, sulit berbicara, sulit berekspresi, hanya jalan di tempat, bahkan menyusut.

Pembatasan diri disebabkan cara berpikir yang kisut, pesimis dan skeptis. Sumber segala keterpurukan memang dari cara dan proses berpikir. Cobalah berpikir indah maka hidup akan berasa indah. Cobalah berpikir horor maka hidup akan penuh dengan horor. Begitu pula, jika berpikir sempit maka hidup pun akan menjadi sempit. Ya, dari proses dan cara berpikir tertentu akan terbentuk sikap tertentu, lalu kebiasaan tertentu, karakter tertentu dan nasib tertentu. Bagaimana kondisi kehidupan kita sekarang, tidak lain merupakan akumulasi proses dan cara berpikir.

Mengubah kehidupan adalah beralih nasib, dari nasib X berubah menjadi nasib Y. Di antara kedua macam nasib itu tentu ada batas yang harus ditembus. Kemampuan menembus batas nasib sangat ditentukan oleh kekuatan mengubah cara berpikir. Kalau pikiran berkata “ya” maka proses menembus menjadi lebih mudah, sebaliknya kalau pikiran berkata “tidak” maka proses menembus nasib akan terasa sulit.

Setiap hari pikiran terus bekerja, siapapun pasti berpikir, meskipun entah apa yang dipikirkannya. Sebagaimana setiap hari setiap orang selalu bernafas, bahkan setiap sepersekian detik proses pernafasan selalu berlangsung. Begitu pula berpikir, setiap sepersekian detik proses per-pikir-an selalu terjadi. Menurut sebuah observasi, dalam 24 jam setiap orang menghasilkan 4.000 gagasan, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, bahkan dalam tidur. Ya, ketika sedang tidur pulas pun proses berpikir tetap berlangsung.

Luar biasa memang, setiap manusia dianugerahi organ otak, sehingga memiliki kemampuan berpikir. Karena kemampuan itulah manusia dipercaya Tuhan Sang Maha Pencipta Alam Semesta (Allah SWT) sebagai pengelola (khalifah) di Planet Bumi. Jadi yang berhak memperbaiki kesejahteraan di Bumi adalah manusia, baik kesejahteraan diri sendiri, seluruh manusia, mahluk lain, bahkan Bumi itu sendiri. Begitu berat tugas manusia, yaitu sebagai pengelola Bumi. Dengan demikian cara berpikirnya harus sebesar misi dan visinya. Tugas manusia begitu mulia, mempertahankan kelangsungan Planet Bumi.

Dalam realisasinya banyak manusia yang tidak memahami visi dan misi dari proses penciptaannya. Milyaran manusia terpuruk karena keliru dalam berpikir. Setiap manusia dilengkapi organ otak, tetapi banyak yang tidak tahu cara menggunakannya. Potensi otak yang digunakan kebanyakan manusia sangat rendah, dan hanya sedikit saja yang melampaui 5 persen. Dengan kata lain, sekitar 95 persen dari otak kebanyakan manusia masih menganggur. Hal itulah yang menyebabkan beberapa wilayah di Planet Bumi terpuruk, karena secara individu manusianya “bermasalah” dengan dirinya sendiri, dan secara kolektif “bermasalah” dengan kelompoknya sendiri. Manusia memang cenderung berkelompok dalam satuan yang kecil sampai besar, satuan yang besar adalah negara. Banyak negara yang terpuruk karena secara kolektif manusia di dalamnya tidak bisa menembus batas nasib, secara kolektif tidak bisa mengubah cara berpikir. Untuk mereformasi cara berpikir kolektif memang diperlukan pemimpin yang mumpuni yang menjadi teladan dan panutan.

Menembus batas nasib manusia, baik secara individu atau kolektif harus dimulai dengan mengubah cara berpikir. Aspek pendidikan menjadi penting untuk mengubah cara berpikir secara kolektif . Bagaimanapun, penyebab utama dari banyaknya negara yang terpuruk ialah kegagalam sistem pendidikan. Pendidikan harus dimulai dengan upaya penekanan bagaimana cara menggunakan otak dan bagaimana proses berpikir yang baik dan benar.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang penuh keterbatasan. Secara fisik, spesies homo sapiens lebih lemah daripada beberapa spesies hewan terutama predator. Andaikata manusia berkelahi tangan kosong tanpa senjata melawan harimau atau beruang misalnya, kemungkinan manusia yang menang hampir mustahil.

Oleh karena itulah, di kamp-kamp pelatihan militer apalagi pasukan khususnya, anggotanya digenjot hingga sampai ke batas-batas fisiknya. Dengan begitu mereka menjadi lebih tangguh daripada kebanyakan manusia lainnya.

Dalam hidup, bagi kita yang bukan anggota militer, kerapkali latihan seperti di kamp itu tidak kita lakukan. Padahal, sejatinya hidup menggenjot kita lebih keras daripada itu. Batas-batas yang harus ditaklukkan bukan semata batas fisik semata, melainkan juga batas mental yang lebih sulit.

Mental atau biasa juga disebut sebagai pola pikir (mindset) oleh motivator, merupakan suatu kondisi kejiwaan yang mengantisipasi suatu kejadian tertentu. Di sini manusia berupaya senantiasa membuat mentalnya selalu dalam kondisi terbaik. Kelelahan mental tentu mengakibatkan gangguan kejiwaan. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat stress yang kemudian berlanjut ke depresi.

Penembusan batas-batas inilah kunci kesuksesan manusia dalam mengarungi hidup. Hanya mereka yang mampu menembus keterbatasan sebagai manusia saja yang menjadi pemenang. Banyak batas yang bisa ditembus dari berbagai sisi. Sebagai contoh, mereka yang menembus batas spiritual dan religiusnya akan memasuki dimensi baru sebagai seorang ‘tangan kanan’ Tuhan. Ia memiliki kemampuan yang terhitung sebagai di luar akal seperti memindahkan hujan bahkan berjalan di atas air. Seorang yang menembus batas kemampuan otot kakinya untuk berlari akan menjadi atlet yang memecahkan rekor kecepatan berlari. Mereka yang mampu mengalahkan batas gengsi menawarkan sesuatu kepada orang lain dengan resiko ditolak akan menjadi saudagar atau pengusaha sukses.

Itulah bedanya manusia dengan hewan. Meski kuat, harimau tidak akan tertarik untuk terbang seperti elang. Sementara manusia yang melihat burung bisa terbang pun terpincut ingin terbang. Karena itulah kita dikaruniai akal-budi untuk menembus keterbatasan kita sebagai manusia.

Di saat berupaya menembus batas itulah, pasti akan ada halangan yang muncul. Dan jelas itu tidak akan pernah ringan. Seperti yang selalu menjadi slogan yang diteriakkan dengan bentakan oleh instruktur di kamp pelatihan militer: “hari yang ringan adalah kemarin!” Jadi, jangan harap rintangan hari ini akan makin mudah. Setiap manusia yang telah bertekad menembus batas pasti menyadari beratnya rintangan. Namun seperti juga pelatihan militer pasti akan berakhir dengan pelantikan sebagai anggota, demikian pula dengan perjuangan dalam hidup.

Penembusan batas akan menjadi manis apabila kita terus hingga melewati batas itu dan menyadari betapa indahnya dunia di balik batas itu. Seperti halnya dialami siapa pun yang pernah naik gunung, kelelahan saat mendaki terbayar tuntas saat menikmati keindahan pemandangan dari puncak. Itulah batas gunung yang ditembus.

Maka, jadilah manusia yang selalu berupaya menembus batas. Tercapainya satu puncak gunung seharusnya tidak membuat kita berhenti mendaki. Karena batas itu ada di mana-mana. Sekali kita merasa puas, maka batas tak lagi kita tembus. Ada sebuah jurang baru lagi terbentuk di depan kehidupan kita saat kita berhenti menembus batas.

Jangan pernah lelah menembus batas. Karena kita manusia dianugerahi kemampuan untuk menembusnya!

PUSTAKA ;

  • filsafat.kompasiana.com/2011/01/16/menembus-batas-nasib-manusia
  • bhayu.net/?p=8

Kunci Quantum Success Power NAQS DNA (NIAT, BAIK SANGKA, SUGESTI)

Barang siapa yang ingin mendapatkan dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yang ingin mendapatkan akhirat harus dengan ilmu dan barang siapa yang ingin mendapatkan kedua-duanya maka kuncinya harus dengan ilmu

 Assalamu ‘alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..
Sahabat Sukses dengan NAQS DNA, selama ini saya amati dari evaluasi perkembangan siswa NAQS. Ternyata masih banyak yang belum memahami filosofi dasar dari keilmuan NAQS DNA, sehingga keilmuan yang mereka peroleh kurang berkembang secara maksimal dan kurang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungannya. Hal itu terutama dikarenakan mereka masih terikat kuat dengan Pola Fikir [MINDSET]lama yang telah ada dan tertanam kuat di dalam pikiran mereka.

Siswa yang berlatar belakang Ilmu Hikmah Dan Kanuragan, maka masih terlihat sibuk mencari amalan-amalan yang bisa menambah power kesaktian mereka. Angan-angan mereka dipenuhi seribu satu khayalan tentang Karomah dan kesaktian orang-orang zaman dulu.

Siswa yang berlatar belakang ilmu spiritual tradisional, maka akan suka bila di ajak mendongeng tentang alam-alam ghoib. Tiada hari tanpa membincangkan alam ghoib. Baik alam ghoib duniawi semacam alam jin, ratu kidul, dll. Ataupun alam ghoib langit, semacam alam makrifat, dll. Seakan mereka sudah tidak lagi suka makan nasi, dan lupa anak istri yang masih butuh perhatian mereka dan butuh nafkah dari mereka. Sedangkan siswa yang berlatar belakang ilmu spiritual modern, akan suka menenggelamkan diri pada khayalan tentang aura serta pencapaian-pencapian akan terbukanya cakra-cakra yang lebih tinggi, kundalini, dll.

Sesungguhnya itu semua tidak selaras dengan filosofi dasar dari NAQS. Inti dasar dari ilmu NAQS adalah ilmu makrifat, atau ilmu untuk menjadi seorang hamba Allah yang baik, yang setiap denyut nadi kehidupannya selalu dia abdikan untuk Allah semata. Ibarat air sungai yang tidak pernah terpisah dengan sumber mata airnya, ibarat cahaya yang tidak pernah lepas dari sumber inti cahaya, dan ibarat planet-planet yang tidak pernah lelah mengorbit mengikuti matahari. Ibarat partikel atom yang tiada lelah thowaf berputar mengelilingi inti atom, ibarat kehidupan yang berputar mengikuti inti kehidupan. ibarat badan yang mengikuti nyawa. Yang artinya, ketika sang hamba telah di tinggalkan Tuannya. Maka berakhirlah kehidupan sang hamba…. Karena hakekat sumber kehidupan dan kekuatannya adalah berasal dari sumber kehidupan tersebut. Inilah hakikat makna LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH.

Seseorang yang telah konsisten menjadi hamba Allah, secara otomatis akan bisa seutuhnya menerima pancaran sifat-sifat terpuji [HAKIKAT MUHAMMADIYAH] dari Nur Allah yang tercermin dalam hidup kehidupannya. Secara vertikal dia berperan sebagai hamba, dan secara horisontal dia berperan sebagai Khalifatullah fil Ardl, Insan Ilahiah yang berjiwa pemimpin yang bisa memayu hayuning bawono atau Rahmatan lil ‘alamin. Kehadirannya menjadi berkat dan rahmat bagi semesta alam…..

Nah, bila filosofi dasar ini difahami dengan baik. Maka kita tidak akan terlalu banyak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Hanya karena memperturutkan angan-angan kosong serta memperturutkan hawa nafsu. Karena bila pikiran kita setiap hari hanya memikirkan topik yang sama terus menerus, maka itu semua akan tertanam secara kuat ke dalam alam bawah sadar kita. Dan selanjutnya pokok pikiran itu menjadi PROGRAM KEHIDUPAN DI DALAM PIKIRAN yang akan mengendalikan arah dan gerak kehidupan kita untuk menuju ke arah itu.

Perlu di fahami, bahwa segala sesuatu itu ada waktu dan masanya, sebuah ilmu yang positif dan bermanfaat di masa lalu. Belumlah tentu bermanfaat di masa kini. Zaman sekarang adalah zaman ilmu pengetahuan dan tekhnologi, apalah jadinya nasib generasi muda bila semuanya tenggelam di alam mistik. Adakah itu bermanfaat bagi kemajuan diri, bangsa, negara, dan juga agama. Apalagi bila ilmu mistik yang digeluti hanya sekedar sebagai pemuas dari khayalan mereka akibat terpengaruh oleh kuatnya ambisi dan hawa nafsu belaka…

Oleh karena itu, pelajarilah ilmu metafisika yang bernuansa duniawi ala kadarnya saja. Dan janganlah terlalu berlebihan, sehingga menghabiskan umur untuk tirakat dan riyadloh demi ilmu duniawi semata dan melupakan kehidupan akhiratnya.

Oleh karena itulah NAQS DNA Methode hadir memberikan solusi, agar kita tetap bisa memanfaatkan ilmu metafisika. Namun tetap tidak ketinggalan zaman serta menjadi pelopor dan trendsetter pembangunan di manapun kita berada. Rajin berkarya untuk alam semesta sebagai wujud dari rasa syukur dan pengabdian kita kepada sang MAHA PENCIPTA.

Langkah pertama dari methode NAQS DNA, adalah membuka kesadaran manusia akan adanya alam vibrasi energi [ENERGY AWARENES]. Dan kemudian memberikan AL-WASILAH yaitu sinyal transmitter di dalam Qalbu manusia agar pancaran gelombang FREKWENSI HATI NURANI DAN FIKIRAN manusia dapat langsung terhubung dengan pusat alam semesta yaitu Tuhan Semesta Alam. Sedangkan langkah selanjutnya yang menjadi tugas siswa adalah menjaga koneksinya [taqorrub] dengan Tuhan tetap terjaga dengan baik selama 24 jam penuh. Dengan senantiasa berdzikrullah dan menyadari keberadaan Nur Ilahi yang selalu beserta dia. Itulah makna kalimat BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. BESERTA ASMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG. Itulah maqom kehambaan yang sebenar-benarnya…

Maka untuk selanjutnya berlakukah hukum Allah yang tertuang dalam hadits ini bagi dirinya….
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , “Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada bentuk taqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding (mengerjakan) apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan terus menerus seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku mencintai nya maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya, menjadi tangannya yang dia gunakan memukul, serta menjadi kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku maka Aku pasti memberinya, dan jika dia minta tolong kepada-Ku niscaya Aku pasti menolongnya.” (HR al-Bukhari)

Ketika seorang manusia yang hati dan fikirannya sudah terhubung dengan baik dengan ALLAH, maka untuk selanjutnya dia haruslah sangat berhati-hati dalam menjaga gerak hati, fikiran, kata-kata, dan perbuatannya. Karena apa yang ada di fikirannya, lambat atau cepat segera akan menjadi realita di dalam kehidupannya. Oleh karena itu fahamilah potensi kekuatan-kekuatan yang di anugerahkan Tuhan di dalam diri kita. Sehingga tidak terjebak pada kehidupan yang sia-sia, namun hidup menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan alam semesta.

Manajemen INNER POWER meliputi ;

MENGOLAH KEKUATAN PRASANGKA DAN NIAT[KEKUATAN HATI DAN FIKIRAN]
Niat menurut istilah syar’i adalah bermaksud kepada sesuatu yang disertai perbuatan. Jika bermaksud kepada sesuatu tetapi tidak disertai perbuatan maka ini dinamakan azzam.

Di dalam shahih Muslim disebutkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : “Allah azza wa jalla berfirman,’Aku berada pada persangkaan hamba-KU kepada KU. Maka hendaklah dia membuat persangkaan kepadak-KU menurut kehendaknya.”

Rasulullah shallahu a’lahi wa sallam bersabda :
“Tiada suatu amalanpun yang mendekat kesurga kecuali telah aku perintahkan kalian denganya dan tiada suatu amalanpun yang mendekatkan keneraka kecuali telah aku larang kalian darinya. Sungguh salah seorang diantara kalian tidak akan lambat rezekinya, Sesungguhnya jibril telah menyampaikan kepada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rezkinya. Maka bertakwalah kepada Alloh wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang diantara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat , maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Alloh karena sesungguhnya keutamaan/karunia Alloh tidak akan didapat dengan maksiat.”

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafs ‘Umar ibnu Al-Khathab radhiyalallahu ta’ala ’anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia niatkan’” (HR. Bukhari dan Muslim)

MENGOLAH KEKUATAN KATA-KATA DAN PERBUATAN
Alam semesta adalah lautan energi yang gelombangnya memantul kemana-mana, termasuk akan memantul kembali kepada kita sendiri. Itulah yang diajarkan Allah SWT dalam firman-Nya:“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46)

SUGESTI

Sugesti berasal dari bahasa inggris yaitu suggest yang berarti menasehati, membayangkan, menyarankan, mempengaruhi. Auto sugesti secara bahasa dapat diartikan mempengaruhi diri sendiri.

Auto sugesti adalah kemampuan diri kita dalam memberi pengaruh terhadap diri untuk memiliki keyakinan kuat atas keputusan atau pilihan-pilihan yang kita ambil. Auto sugesti sangat dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar yang kita miliki. Umumnya kita mengenal dua macam pikiran. Yaitu “pikiran sadar” dan “pikiran bawah sadar”.

Pikiran bawah sadar yang kita miliki dapat menjadi mekanisme pencapaian kesuksesan maupun mekanisme kegagalan. Apabila kita mengangankan sesuatu dan optimis untuk melakukan proses pencapaiannya maka secara otomatis pikiran bawah sadar yang kita miliki menjadi mekanisme kesuksesan. Sebaliknya ketika apa yang kita inginkan dihantui kekhawatiran, pesimis dan was-was akan gagal maka secara otomatis pikiran bawah sadar kita akan berfungsi sebagai mekanisme kegagalan.

Pikiran bawah sadar dalam diri kita merupakan bagian terpenting dalam memberikan sugesti sukses maupun sugesti gagal. Sebagai ilustrasi yang akan membantu kita mendapatkan gambaran tentang pikiran bawah sadar;

“Sepotong besi baja tidak akan mampu menarik dan mengangkat sepotong jarumpun tanpa diberi daya magnet. Namun ketika baja tersebut diberikan daya magnet maka baja tersbut akan mampu menarik dan mengangkat besi lain yang beratnya beberapa kali lipat besi baja tersebut. Pikiran bawah sadar itulah daya magnet yang harus kita asah dan kita latih agar mampu memberikan suplai energi positip untuk pencapaian tujuan yang kita miliki.

Aktivitas yang pernah kita lakukan, pengalaman yang kita lalui, maupun pekerjaan kita adalah merupakan reaksi pikiran bawah sadar. Seorang pengendara motor akan tahu seberapa cepat dia menarik gas untuk melampui beberapa kendaraan didepannya, seorang sopir tahu lebih cepat arah jalan yang harus ia pilih untuk mencapai target tujuan sebelum mobilnya melalui jalan yang ada dalam pikirannya. Seorang pasien akan merasa nyaman jika dihadapkan pada dokter spesialis “manjur” pilihannya atas dasar informasi pihak lain dibanding jika berhadapan pada dokter yang sama tanpa informasi ke”manjuran” pada tahap sebelumnya.

Mekanisme bawah sadar sangat memberikan pengaruh pada sugesti-sugesti yang kita ambil, karena itulah apapun yang kita inginkan tanpa adanya keinginan kuat yang diiringi dengan prasangka positip kepada diri, kepada orang lain dan kepada Allah SWT maka keinginan itu hanya akan menjadi awal kekecewaan kita, karena setiap kegagalan pada dasarnya selalu diawali oleh gagalanya perencanaan. Gagal merencanakan berarti juga merencanakan kegagalan.

Sejauh mana anda mampu membayangkan apa yang anda inginkan maka sejauh itu pula anda mampu menerjemahkan dalam kenyataan. Apa yang anda bayangkan tentang kesuksesan maka seperti itulah pada kenyataannya sukses bagi anda. Yang jadi masalah adalah ketika anda tidak mampu menerjemahkan kesuksesan seperti apakah yang anda inginkan, maka kesuksesanpun hanyalah angan kosong. Bila kita tidak tahu tujuan hidup kita, maka kehidupan kita menjadi tidak terarah.

Tujuan membuat Anda tetap FOKUS.
Tujuan memberi Anda sesuatu untuk DIRAIH.
Tujuan membuat ide-ide dan SOLUSI terus mengalir.
Tujuan membuat Anda ANTUSIAS.
Tujuan memberikan gambaran RUTE dalam kehidupan.
Tujuan memberikan ARTI dalam hidup Anda.
Tujuan membantu Anda untuk tetap PRODUKTIF.
Tujuan memberikan KEJELASAN dalam pembuatan keputusan.
Tujuan menyediakan ALAT UKUR dalam mempertimbangkan suatu ide.
Tujuan membantu Anda untuk tetap TERORGANISIR.
Tujuan membantu Anda untuk MEMPROMOSIKAN diri Anda kepada orang lain.
Tujuan membantu Anda MENILAI produktifitas dan efektifitas Anda.

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim 4899)
Allaahummanfa’nii bimaa ‘allamtanii, wa’allimnii maayanfa’unii, wazidnii ilman, walhamdu lillaahi ‘alaa kulli haal, wa a’uudzu billaahi min ‘adzaabin naar
Artinya ;
“Ya Allah, berikanlah kemanfaatan ilmu untukku dari apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku ilmu yang dapat memberi manfaat bagiku serta tambahkanlah ilmu untukku, segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan dan saya berlindung kepadaMu dari siksa api neraka.”
Amin ya robbal ‘alamin…..

Wallahu a’lam bishshowab
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

PUSTAKA ;

  • sedekah.net/web/artikel/146-berbaik-sangka-kepada-allah
  • sugestipower.com/artikel.php?id_berita=189

NB.

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا

Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarilah aku hal-hal yang akan bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah untukku ilmu.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t)

اللَّهُمَّ إِنِّـي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يـَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah puas/cukup, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim, Ahmad dan An-Nasa’i dari Zaid bin Arqam z)

Dalam sebuah Hadis Qudsy Allah berfirman, “Ana ‘inda dzonni ‘abdi bi (Aku menuruti saja persangkaan hamba-Ku).” = KALAU TIDAK MERASA SEBAGAI HAMBA ALLAH ALIAS INGKAR ALIAS KAFIR, BERARTI PERSANGKAANNYA TIDAK AKAN DITURUTI ALLAH SWT, JADI SEKEDAR ANGAN-ANGAN KOSONG BELAKA YANG TIDAK AKAN ADA REALISASINYA.

► Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti perSANGKAan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). ( QS. Al An’am 6:116 )

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali perSANGKAan saja. Sesungguhnya perSANGKAan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran [690]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

[690] Sesuatu yang diperoleh dengan praSANGKAan sama sekali tidak bisa mengantikan sesuatu yang diperoleh dengan keyakinan.
( QS. Yunus 10:36 )

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali praSANGKA belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
( QS. Yunus 10:66 )