THE POWER OF REPETITION

Saya kira kita sering mendengar kalimat guyonan ini,”Anak kecil di Inggris itu pintar-pintar lho…. Seumuran SD bahkan TK sudah lancar Bahasa Inggrisnya….he…he…he…”

Menurut para ilmuwan, otak akan membuat jaringan saraf baru untuk mengingat kata baru. Para ilmuwan melakukan penelitian, aktivitas otak mereka dimonitor selama mengikuti pengujian yang terdiri dari 2 tahap.

Pada tahap pertama, para relawan diperdengarkan pada kata-kata yang tidak asing bagi mereka.
Tahap kedua, mereka diperdengarkan pada kata asing yang disebut berkali-kali.Di awal tahap kedua, aktivitas otak menunjukkan kalau otak berusaha mengenali kata baru tersebut. Tapi, setelah 160 kali pengulangan dalam 14 menit, aktivitas otak tidak dapat dibedakan dengan aktivitas otak di tahap pertama. Penelitian ini untuk membantu pasien stroke mengembalikan kemampuan bicara. Kuncinya adalah repetisi. Otak bekerja dengan baik pada saat kondisi santai dan tidak berusaha mengingat.

Contoh seseorang bisa mengingat nama pemain, tim, bahkan aturan dengan baik. “Itu karena setiap informasi selalu berulang dan orang merasa tidak perlu menghapal. Otak tidak dapat menghapal semua hal. Otak memilih yang penting dan yang tidak penting.

Sampai detik ini ada kalanya saya sering berpikir, dunia ini heterogen sekali dalam masalah kesuksesan hidup. Ada yang hidup ekstra sukses, ada yang biasa saja, ada yang gagal total. Meskipun kesuksesan bisa dilihat dari banyak sudut, tanpa berkesan matre, mari samakan persepsi. Tulisan ini berfokus pada kesuksesan finansial. Kenapa seperti itu sebab biasanya kesuksesan finansial adalah dampak dari kesuksesan-kesuksesan lain seperti kesuksesan karir dan kesuksesan bisnis. Namun tentu saja ada juga yang finansial mentereng tapi ternyata didapat dari hasil korupsi. Mari kita coret contoh seperti itu dan kita doakan tikus-tikus semacam itu agar hangus di neraka.

Kembali ke topik posting, saya benar-benar sering berpikir kenapa ada variasi keberhasilan hidup seperti tadi. Tentu saya sangat sadar, dunia tidak akan indah jika semua sama rata. Jika semua kaya atau jika semua miskin. Jika semua cantik dan ganteng definisi cantik dan ganteng tidak akan ada lagi. Dunia memang secara otomatis menyeimbangkan diri. Memang tidak ada cara yang baik dan mudah untuk merubah yang tidak cantik menjadi cantik. Namun ada banyak cara yang nyata untuk berubah dari orang biasa menjadi orang luar biasa atau bahkan dari orang gagal menjadi 180 derajat sukses. Salah satu cara yang akan dibahas adalah repetisi atau pengulangan.

Tanpa bermaksud mendiskriminasi, saya ingin mengangkat sebuah pertanyaan, mengapa penghasilan supir angkot berbeda jauh dengan CEO sebuah perusahaan besar? Salah satu jawaban adalah sebab kedua pekerjaan tersebut mempunyai tingkat kesulitan, kebutuhan keahlian dan tanggung jawab yang berbeda. Supir angkot akan tetap menjadi supir angkot baik setelah 5, 10 atau 20 tahun, kecuali ada fase tertentu ketika si supir angkot tadi ingin berubah, misalnya berganti pekerjaan. Namun jika tidak maka hari ke hari hanya menyupir dan menyupir yang akan dia lakukan. Berbeda dengan CEO perusahaan besar. Pada awalnya dipastikan si CEO akan merangkak dari bawah. Namun dengan repetisi, penambahan pengalaman, perlahan orang ini akan naik ke posisi yang lebih tinggi. Menerima tanggung jawab baru, memecahkan tantangan sehingga akhirnya bisa tiba di posisi yang cukup tinggi. Dalam proses ini ada satu hal yang benar-benar harus diingat, repetisi, pengulangan. Seperti pisau dengan pengulangan manusia akan terasah menjadi lebih tajam. Ketika satu waktu gagal menghadapi sesuatu, kita harus melakukan evaluasi. Lalu mengulang kembali hingga bisa berhasil mencapai apa yang harus dicapai. Keahlian akan semakin tajam dengan terus melakukan pengulangan. Ini juga yang menjadi alasan bahwa pada kebanyakan pekerjaan, salah satu elemen penentu gaji adalah pengalaman kerja. Dengan pengalaman kerja yang lebih lama, diasumsikan orang telah memiliki keahlian yang lebih tajam karena keahlian tersebut telah ‘diulang’ banyak.

Lalu apa kaitan isi tulisan ini dengan petikan pertama di atas? Di usia saya yang hampir 40 tahun ini, saya masih gelagapan jika harus berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Padahal banyak rekan-rekan saya yang sangat fasih sekali berbicara Bahasa Inggris. Apa yang membedakan saya dan mereka? Salah satunya adalah tingkat pengulangan. Orang yang lebih fasih berbicara bahasa inggris pasti sudah lebih banyak berlatih dan mengulang-ngulang keahlian tersebut. Jadi logikanya jika mereka bisa, kita pun pasti bisa. Aturan ini juga berlaku untuk keahlian apa pun. Berbicara di depan umum, menulis, bisnis, dan sebagainya.

Sekarang seharusnya semakin nyata kenapa lebih banyak orang gagal dibandingkan orang sukses. Jawabannya tidak semua orang cukup kuat untuk pantang menyerah terus mengulang bangkit kembali ketika terjadi kegagalan. Pengusaha yang sukses biasanya telah jatuh berkali-kali terlebih dahulu. Dari tiap kejatuhannya si pengusaha bisa belajar sesuatu. Dari renungan ini juga saya akhirnya bisa sadar mengapa kehidupan saya cenderung stagnan. Saya tidak terlalu kuat untuk mau kukuh berlatih dan mengulang sesuatu. Sejak dulu saya ingin menjadi programmer handal. Menguasai Java luar dalam. Mempelajari Platform Android, belajar Python, mendalami JavaScript. Namun jangankan berepetisi untuk menjadi mahir, memulai saja tidak. Semoga post ini bisa menjadi renungan yang berharga untuk diri saya sendiri.

21 HARI PEMANTAPAN BENIH PIKIRAN
Apakah Anda pernah mendengar bahwa kita dapat melatih sebuah kebiasaan baru dengan melakukannya secara konsisten selama 21 satu hari berturut-turut?

Nah, apakah setelah 21 satu hari orang yang ingin kurus terus bisa menjaga pola makannya dan orang yang merokok bisa berhenti merokok dalam 21 hari ini?

Ada juga salah satu pelatihan yang mengajarkan kita untuk menuliskan afirmasi kita sebanyak 21 halaman A4 penuh dengan tulisan tangan tentunya dan harus dilakukan selama 21 hari berturut-turut. Saya juga salah satu orang yang melakukan ini dulunya.

Saya menuliskan apa yang saya inginkan terjadi dalam kehidupan saya. saya menuliskan 3 hal dalam setiap halaman dan diulang terus sampai halamannya penuh dan selama 21 hari syaratnya. namun saya tidak tahan karena banyaknya kegiatan lain dan juga sangat melelahkan. bayangkan berapa banyak waktu yang harus kita habiskan hanya untuk melakukan kegiatan ini?

Akhirnya hasil yang saya dapat juga tidak seberapa. tidak seperti yang telah dijanjikan orang yang mengajarkan teknik ini kepada saya dalam sebuah pertemuan interen pembelajaran bersama yang dulu pernah kami bentuk.

Namun ada juga partner saya dalam kelompok belajar yang kami sebuat sebagai Asosiasi Muslim Entrepreneur ini yang telah berhasil mencapai apa yang ditulisnya sebanyak 21 halaman selama 21 hari ini. dan memang dia telah menjalankan proses ini dengan sangat konsisten, saya sendiri sangat salut dengan sikapnya yang sangat konsisten ini.

Ternyata setelah saya banyak mencari cara menjadi orang yang lebih sukses dan lebih maju serta ingin membantu banyak orang, saya menemukan cara kerja pikiran dan bisa memprogram ulang pikiran, dan saya baru mengerti bahwa repetisi atau teknik pengulangan seperti contoh di atas hanyalah salah satu cara untuk membentuk atau melakukan programming pikiran.

Sahabat, Di bumi ini terdapat satu hukum yang dinamakan hukum petani atau hukum tanam dan panen. Apa yang kita tabur pasti akan kita tuai baik itu jahat atau buruk. Hidup kita hari ini adalah buah dari tanaman kita kemarin, Hidup kita di masa depan sangat tergantung dengan apa yang kita tabur hari ini. Ikhlaskan hati menerima pahitnya buah di hari ini, Dan fokus aja untuk menanam bibit kebajikan sebanyak mungkin.

Rasulullah bersabda, “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah diwaktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan seiring dengan kesabaran, jalan keluar seiring dengan cobaan dan kemudahan seiring dengan kesulitan”. [HR. Imam Tirmidzi]

Dalam sebuah hadist Qudsy tersurat : “Barang siapa disibukkan zikir kepada-Ku sehingga tidak sempat memohon dari-Ku maka Aku akan memberikan yang terbaik dari apa saja yang Ku berikan“.

Muhammad Ali mengatakan bahwa sang juara dihasilkan dari keinginan, impian, dan visi. Sementara, Dennis Waitley, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan ‘saya akan’ dan ‘saya bisa’. Ini adalah pekerjaan pikiran.

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika benih fikiran, cita-cita, dan impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu. Memang tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan Anda jika pikiran Anda sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di atas.

Tanpa pengulangan, hukum tarik menarik [THE LAW OF ATRACTION] tak akan mungkin terjadi. The Law of Repetition memegang peranan penting. Tanpa itu, otak tak akan sampai pada level “genius” dan otot tak akan sampai pada level “refleks istimewa” sisi kecepatan dan akurasinya. Inilah kekuatan hukum pengulangan. Sebuah solusi pamungkas bagi Anda yang sudah jenuh dan putus asa.

GRATIS BUKU BARU ”MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM”

BUKU MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
DAFTAR ISI ;

  1. MENGAPA ORANG BERDZIKIR BISA KESURUPAN JIN
  2. MANTRA DAN RUQYAH
  3. Apakah Manusia Bisa Melihat Jin…..?
  4. PENAMPAKAN YANG MENGHANTUI HAYAL MANUSIA
  5. PENYAKIT AKIBAT GANGGUAN JIN
  6. Hikmah Aqiqoh dalam Prespektif Penyembuhan Penyakit
  7. Membentengi Diri dari Gangguan Jin
  8. Penanggulangan Orang Kesurupan dan Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin
  9. Kekuatan Yang Mengalahkan
  10. Kekuatan Yang Dikalahkan
  11. Penanggulangan Orang Kesurupan Jin
  12. Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin
  13. KHODAM
  14. KHODAM JIN DAN KHODAM MALAIKAT
  15. BERBURU KHODAM
  16. MENGENALI KHODAM
  17. RIWAYAT PENULIS [Kyai Muhammad Luthfi Ghozali]

Seseorang melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan dimensi alam jin, baik penanggulangan maupun penyembuhan, berarti berhadapan dengan kekuatan jin. Supaya pekerjaan tersebut tidak salah dan membuahkan hasil yang diinginkan, tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengkondisikan diri untuk bisa mendapatkan kekuatan dari Allah Ta’ala yang disebut dengan Sulthonul ilahiyah. Dengan kekuatan pertolongan itu makhluk jin menjadi takut kepada manusia. Untuk mencapai hal tersebut, manusia harus mendapatkannya melalui latihan yang terbimbing, baik dengan mujahadah maupun riyadhoh di jalan Allah.

  • Yang dimaksud dengan penanggulangan adalah membebaskan manusia yang kesadarannya sedang dikuasai Jin
  • sedangkan yang dimaksud dengan penyembuhan adalah membantu kesembuhan bagi orang yang terkena penyakit akibat gangguan jin, seperti terkena santet atau sihir dan lain-lainnya.

Teori mengatakan bahwa jin takut kepada malaikat. Allah Ta’ala telah mengisyaratkan hal tersebut dengan firman-Nya:

Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. QS:8/48.

Disebutkan di dalam ayat diatas, “Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu; sesungguhnya saya melihat apa yang kalian tidak dapat melihat”. Yang dilihat oleh setan jin terhadap sesuatu yang tidak dilihat oleh manusia itu adalah tentara malaikat yang diturunkan Allah Ta’ala untuk membantu kaum muslimin yang sedang berperang. Dengan ayat ini jelas mununjukkan bahwa setan jin takut kepada para malaikat. Dan juga firman Allah SWT. :

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu takut, sesungguhnya Allah beserta kita. “Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS:9/40.

Firman Allah Ta’ala di atas: “Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad s.a.w) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya”. Maksudnya; penyebab tenangnya hati Rasulullah saw. padahal beliau sedang menghadapi ancaman musuh, karena Allah Ta’ala menurunkan tentara malaikat yang tidak dapat dilihat mata tapi dapat dikenali dengan perasaan. Artinya, sesuatu yang ghaib bagi mata lahir ternyata dapat dikenali melalui perasaan. Ayat ini menunjukkan, dengan izin Allah manusia berpotensi bisa mengenali sesuatu yang ghaib bagi mata lahirnya.

Secara garis besar makhluk hidup dibagi menjadi tiga, Malaikat, Manusia dan Jin. Masing-masing makhluk tersebut sesuai dimensinya mempunyai sunnah kehidupan yang berbeda, baik habitatnya maupun personal. Seperti dimensi manusia, habitat kehidupannya berada di muka bumi, sedangkan secara personal adalah jasmani dan ruhani serta masyarakat yang ada di lingkungan. Demikian pula makhluk jin dan malaikat.

Manusia yang menanggani urusan-urusan yang berkaitan dengan jin, baik aspek penanggulangan maupun penyembuhan, berarti dia sedang berhadapan dengan kekuatan (sulthon) jin, baik secara habitat maupun personal. Oleh karena itu manusia harus mempunyai kekuatan, baik secara habitat maupun personal yang disebut dengan “Sulthonul Ilahiyah”. Apabila manusia dengan ilmu dan amalnya berhasil mendapatkan sulthon yang lebih kuat dari sulthon jin, berarti manusia dapat mengalahkan jin. Apabila tidak, maka manusia yang akan dikalahkan oleh jin.

Secara sunnah jin dan malaikat berpotensi dijinakkan manusia. Allah menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya: Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni`mat-Nya lahir dan batin. (QS.Lukman/20). Dengan ibadah dan mujahadah yang dijalani serta wirid-wirid yang didawamkan, manusia bisa mendapatkan warid-warid, baik dari dimensi malaikat maupun dari dimensi jin. Yang dimaksud warid dari dimensi malaikat adalah khoddam malaikat sedangkan warid dimensi jin adalah khoddam jin.

Warid dimensi jin terkadang memang dapat dijadikan tenaga bantu guna penanggulangan gangguan jin, asal warid tersebut lebih kuat daripada kekuatan jin yang menguasai manusia, bila tidak, bisa jadi orang yang akan mengobati itu malah kesurupan jin. Disamping itu, orang tersebut berarti bekerjasama dengan jin. Sadar maupun tidak, orang itu telah bekerja sama (isyrok) dengan jin. Dalam kaitan ini Allah Ta’ala memberikan peringatan dengan firmannya; “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu akan menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”. QS. Al-Jin 72/6. Perbuatan tersebut bahkan dapat menjebak manusia berbuat syirik. Yakni ketika mereka sudah tidak dapat melakukan pekerjaan sendiri kecuali dengan bantuan warid tersebut, saat itu berarti ia telah berbuat syirik, meski warid jin tersebut didapatkan sebagai buah ibadah.

Adapun untuk kaitan penyembuhan penyakit jin, warid dimensi jin tersebut sedikitpun tidak dapat membantu, bahkan bisa jadi menjadi penyebab penyakit yang diderita si pasien semakin parah. Hal itu disebabkan, semestinya penyakit jin tersebut minimal dapat dilemahkan, dengan menggunakan warid jin jadinya malah menguatkan. Dalam kaitan ini tidak banyak pelakunya menyadari. Dengan cara penyembuhan seperti itu seringkali penyakit tersebut tidak sembuh malah menjadi semakin parah. Adapun dengan warid dimensi malaikat, ketika orang yang ahli mampu menjadikannya sebagai sarana baik untuk penanggulangan maupun untuk menyembuhan, warid tersebut sangat membantu memudahkan pekerjaan. Bagaikan air dingin disiramkan di atas bara, seketika apinya mati dan panasnya menjadi dingin.

Ketika manusia berjalan di jalan Allah Ta’ala dengan dibimbing guru ahlinya. Mereka menempuh thoriqoh yang diyakini, baik dengan dzikir dan wirid maupun mujahadah dan riyadhoh, ketika orang tersebut berhasil mendapatkan anugerah azaliyah yang diturunkan ke dunia berupa “Sultonul ilahiyah” sebagai buah ibadah yang dijalani, itulah yang disebut warid dari dimensi malaikat. Rahasia pertolongan Allah Ta’ala itu nurnya akan memancar dari sinar wajah orang tersebut, dengan rahasia nur itulah makhluk jin menjadi takut kepada manusia. Keadaan itu ditegaskan oleh Rasulullah saw. Berkaitan prihal Sahabat Umar bin Khottob di dalam haditsberikut ini:

Diriwayatkan dari Saad r.a berkata: Umar meminta izin untuk menemui baginda saw. Pada saat itu beberapa orang wanita Quraisy sedang berbicara dengan Rasulullah saw dengan suara yang tinggi. Ketika mendengar suara Umar meminta izin wanita-wanita itu berlari menuju balik tabir. Rasulullah saw mengizinkan Umar masuk. Rasulullah saw tersenyum ketika melihat beliau. Umar berkata: Semoga Allah memanjangkan usiamu wahai Rasulullah! Rasulullah saw berkata: Aku heran dengan wanita-wanita yang berada di sampingku itu, ketika mendengar suaramu mereka berlari menuju balik tabir. Lalu Umar berkata: Wahai Rasulullah! Engkaulah orang yang paling berhak di takuti. Umar berkata kepada wanita-wanita yang bersembunyi itu: Wahai wanita-wanita yang menjadi musuh diri sendiri, adakah kamu merasa takut kepadaku tetapi tidak takut kepada Rasulullah. Mereka menjawab: Benar, karena tingkah laku dan tutur katamu lebih kasar dari Rasulullah.

Rasulullah saw bersabda: Demi Zat aku yang berada di dalam kekuasaan-Nya, tidak ada setan yang akan melalui jalan yang dilalui olehmu, melainkan mereka berusaha melalui jalan yang tidak dilalui olehmu.
• Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pemulaan Kejadian hadits nomor 3051 – Sifat-sifat Terpuji hadits nomor 3407 – Etika hadits nomor 5621.
• Riwayat Muslim di dalam Kitab Kelebihan Sahabat hadits nomor 4410.

Rasulullah saw. bersumpah bahwa makhluk jin takut kepada sayyidina Umar bin Khothob ra. sehingga jin tidak berani berpapasan dalam satu jalan dengannya. Apabila Sahabat Umar r.a melewati satu jalan, jin tersebut melewati jalan lain. Hal itu karena jin melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh mata manusia. Itulah bentuk wujud rahasia warid-warid dimensi malaikat yang ada pada diri beliau sebagai anugerah yang diberikan Allah Ta’ala buah ibadah dan pengabdian yang dijalani. Jadi yang bisa mengalahkan kekuatan jin itu bukan kesaktian manusia secara pribadi, tetapi rahasia pertolongan Allah yang didatangkan kepadanya.

 DOWNLOAD BUKU  KLIK DI SINI…..