Sorga Shambala ataukah Kerajaan Dajjal Ya’juj wa Ma’juj

Shambala/ Shangri-La Sorga di Bumi
Dongeng tentang surga yang berada di bumi merupakan mitos paling abadi. Mulai dari epik bangsa Sumeria sampai kepulauan blest dalam literatur bangsa Celtic. Tema ini begitu melegenda dan berulang-ulang diangkat selama berabad-abad.

Maka tidak mengejutkan orang yang sudah modern pun memimpikan surga yang hilang dimana kesengsaraan hilang, manusia hidup dengan harmonis dengan alam dan ketika pengetahuan mengenai planet ini tersimpan secara abadi untuk generasi berikutnya. Dengan kata lain sampai ke Shangri-La.

Cerita tentang Shangri-La itu sendiri merupakan cerita modern yang diceritakan oleh seorang novelis terkenal dari Inggris, James Hilton dalam novelnya yang berjudul Lost Horizon pada tahun 1933. Di ceritakan dengan latar belakang Perang Dunia Kedua, buku ini memaparkan sebuah komunitas biara yang terdiri dari biksu Tibet (Lama) di lembah Tibet yang hilang yang disebut Shangri-La, memisahkan diri dari dunia dan waktu.

Semua pengetahuan manusia terkandung di tempat ini, barang-barang warisan budaya tersimpan secara rapi dan dalam benak orang-orang yang berkumpul ditempat ini siap untuk mengahadapi kiamat yang tak terelakkan.

Buku ini begitu sangat terkenal dan mendapatkan sukses besar karena penjualannya yang begitu meledak. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya manusia merindukan suatu tempat yang tenang seperti surga di bumi ini.

Sebenarnya James Hilton mendapatkan inspirasi menulis Shangri-La dari mitos yang Shambala yang berasal dari Tibet itu sendiri. Dalam tradisi Buddha Tibet, Shambala merupakan sebuah kerajaan rahasia yang tersembunyi yang berada dibalik puncak es pegunungan Himalaya.

Shambala disebut-sebut dalam berbagai teks kuno termasuk Kalachakra dan teks budaya kuno Zhang Zhung yang muncul sebelum Buddha Tibet berada di wilayah barat Tibet. Literatur suci Bon yang ditulis tangan oleh bangsa Tibet kuno juga menyebutkan tempat yang hampir serupa namun diberi nama Olmolungring.

Shambala diambil dari dua kata Sanksekerta yakni “swayam” dan “bhala” yang bila digabung berarti “pemberdayaan diri”. Shambala secara umum dianggap sebagai sebuah tempat dimana kedamaian, ketenangan, kebahagiaan bertahta. Terkadang juga dipercaya sebagai suatu komunitas yang telah mendapatkan pencerahan dalam tradisi umat Buddha. Dikatakan juga Shambala memiliki ibukota yang bernama Kalapa.

Kerajaan rahasia ini dipimpin oleh raja-raja yang dikenal dengan sebutan raja-raja Kulika atau Kalki. Pemimpin tampuk pemerintahan bertanggung jawab untuk tetap menjunjung tinggi ajaran Kalachakra Tantra, sebuah ajaran dengan konsep “kala”atau waktu dan “chakra” atau putaran.

Ajaran ini mengajarkan konsep siklus planet, siklus pernapasan, praktek kerja energi yang paling halus sehingga mampu mencapai pencerahan. Kerajaan ini digambarkan begitu indah, disana penduduknya tidak ada yang mengenal apa itu kejahatan dan peperangan.

Terdapat ramalan dalam Kalachakra Tantra yang mengatakan ketika saatnya tiba, dimana dunia telah jatuh kepada kehancuran, perang dan ketamakan, Kalki ke-25 akan turun ke bumi membawa pasukan yang besar untuk mengalahkan kejahatan yang merajalela dan membawa ke era baru, era perdamaian dan ketenangan.

Menurut konsep Vajrayana Buddha esensi Shambhala memiliki pengertian luar, dalam, dan arti yang rahasia. Pengertian luar menjelaskan bahwa Shambala merupakan sebuah tempat yang berada di suatu tempat secara fisik, walaupun demikian hanya beberapa orang yang memiliki karma sesuai yang dapat menemukannya. Pengertian dalam dan rahasa menjelaskan tentang pemahaman inti tentang apa sebenarnya yang diwakili oleh Shambala.

Lokasi Shambala tetap menjadi tanda tanya yang besar dan masih terus diperdebatkan, termasuk dengan pemahaman tentang Shambala merupakan tempat yang tidak memiliki fisik namun hanya bisa dicapai oleh pikiran yang suci. Menurut teks kuno Zhang Zhung tertulis letak Shambala berada di Lembah Sutlej Valley di wilayah Himachal Pradesh. Orang mongol mengatakan Shambala berada di lembah-lembah yang berada di bagian selatan Siberia.

Tidak hanya orang biasa yang berusaha mengidentifikasi dimana sebenarnya Shambala, bahkan tokoh seperti Adolf Hitler dan Josef Stalin penasaran dan melakukan ekspedisi ekslusif untuk menemukan dimana sebenarnya letak Shambala. Apakah Anda juga demikian?
sumber ; https://www.facebook.com/photo.php?fbid=204183952973039&set=at.192226580835443.49408.100001443088929.100000780833275&type=1&theater

Akhir Zaman
Munculnya Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal
(End of Time and the Appearance of Gog and Magog and anti-Christ)
Peringatan Terakhir Bagi Orang Beriman dan Manusia Pada Umumnya

Pendahuluan
Banyak hadits-hadits yang menerangkan tanda-tanda tibanya akhir zaman sebagai nubuwatan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebelum terjadinya Hari Qiamat yang menjelaskan keprihatinan Nabi terhadap akibat yang akan menimpa umatnya dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam tulisan ini hanya akan disinggung beberapa hadits yang berkaitan dengan objek kajian, yaitu munculnya Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal serta akibat-akibat yang ditimbulkannya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam penglihatan kenabiannya telah memberikan peringatan bahwa dalam perjalan sejarahnya umat Islam akan melewati suatu periode yang disebut: Sa’ah yang artinya ‘titik waktu’ 1) yang dalam bahasa Inggris disebut moment. Akan tetapi bila kita renungkan hadits-hadits mengenai akhir zaman, ternyata kata sa’ah merupakan sebuah sinyalemen krusial berupa bencana. Bencana yang akan menimpa umat manusia pada umumnya, termasuk umat Islam sebelum terjadinya Hari Qiamat. Memang kata sa’ah juga disebutkan al-Qur’an dengan pengertian Qiamat. Pada masa Sa’ah itu terjadi hal-hal yang tingkat kegawatannya sangat serius. Kejadian itu menurut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah munculnya al-Masih ad-Dajjal, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits berikut ini:

“Sesungguhnya tidak ada fitnah dimuka bumi ini semenjak Allah menciptakan Adam sampai kedatangan masa Sa’ah yang lebih besar tingkat kegawatannya, yaitu fitnah Dajjal”.2)

Fitnahnya Dajjal adalah fitnah yang paling besar, Nabi pun mengajarkan kepada umatnya agar pada tiap shalat berdo’a kepada Allah Azza wa Jalla untuk diselamatkan dari fitnahnya Dajjal, yaitu: “Ya Allah, aku mohon perlindungan Engkau dari fitnahnya al-Masih ad-Dajjal”. Selanjutnya diterangkan pula dalam Hadits bahwa setiap Nabi memperingatkan ummatnya terhadap fitnah Dajjal. 3)

Dajjal disebutkan berulangkali dalam hadits, sedangkan Ya’juj wa-Ma’juj bukan saja disebutkan dalam hadits, tetapi juga di dalam al-Qur’an, kita temui dalam Surat al-Kahfi ayat 94 yang artinya

“ … sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi …”

dan dalam Surah al-Anbiya ayat 96 yang artinya:

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Kedua ayat al-Qur’an tersebut dengan sangat jelas memberitahukan kepada kita bahwa pada waktu al-Qur’an diturunkan sosok Ya’juj dan Ma’juj sudah ada, hanya saja mereka masih ‘terpenjara’ sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya: “Laa ilaaha illa-llaah. Celakalah bangsa Arab dari bahaya yang telah dekat. Pada hari ini dinding Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka sebesar ini”. Beliau bersabda demikian sambil melingkarkan dua jari beliau: ibu jari dan telunjuk. Zainab bertanya, “Rasulullah, apakah kita akan binasa, padahal ditengah-tengah kita terdapat orang-orang shaleh?. “Ya, jika maksiat banyak dilakukan,” jawab beliau. 4)

Definisi Ya’juj wa Ma’juj
Kata Ya’juj dan Ma’juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-‘Arab. Ya’juj wa-Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan. Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Ya’juj wa Ma’uj adalah dari keturunan Adam. 5). Dalam bahasa Inggris disebut dengan Gog and Magog.

Dalam Bibel, Gog dan Magog disebut dengan jelas dan tidak perlu diragukan lagi apa yang menjadi ciri-cirinya, sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat berikut dari Bibel Inggris (Oxford Cambridge University Press, 1970).

“Inilah kata-kata Tuhan kepadaku: Hai, lihatlah ke arah Gog, Ratu dari Rosh, Meshech dan Tubal, di tanah Magog, dan meramalkan tentang dia. Katakan, semuanya ini adalah kata-kata Tuhan; Aku musuhmu Gog, Ratu Rosh, Meshech, dan Tubal, Aku akan berpaling darimu, menempatkan sabit di rahangmu.” (Ezekiel = Yehezkiel 38 : 1 – 4).

Di sini Gog disebut dengan jelas, dan Gog ini sama dengan yang tercantum dalam Al-Qur’an yang disebut Ya’juj. Dia disebut sebagai “Ratu Rosh, Meshech, dan Tubal”. Dan Magog (Ma’juj), hanya tanah air yang disebut dari Magog.

Definisi al-Masih ad-Dajjal
Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-‘Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi. Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut sebagai Anti-Christ.

Masih artinya Messiah, penyampai, pembawa, nama yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Isa a.s. sebagaimana tersebut dalam al-Qur’an. Dajjal melaksanakan tugas dan fungsinya atas nama Nabi Isa a.s., tapi dalam keadaan yang bertentangan sama sekali dengan ajaran agama Nashrani. 6) yang benar-benar merupakan messiah. Dalam Bibel. 7) dijelaskan bahwa “Ketahuilah (olehmu bahwa) waktu yang akan datang tentang persembahan kepada Tuhan, Tuhanmu, dan hanya Dia akan engkau layani.” (Matius, 4 : 10).

Dajjal meletakkan Messiah dalam posisi sebagai Tuhan, padahal Messiah yang benar berpikir bahwa seluruh nabi Allah datang ke dunia tanpa dosa, melaksanakan tugas-tugasnya sampai mati tanpa dosa, sedangkan Dajjal akan mengatakan salah, semuanya ini sebagai yang nyata-nyata berdosa dalam khutbah-khutbahnya. Messiah yang benar juga berkhotbah bahwa setiap manusia akan berdiri di hadapan Tuhan, dan akan diganjar atau dihukum menurut apa yang telah mereka kerjakan. Tapi Dajjal akan berkhutbah bahwa anak Maryam menderita dengan disalib, karena untuk mencuci dosa-dosa manusia di seluruh dunia. Bahkan Maryam, wanita Suci ibu Jesus, tidak bebas dari umpatan kebohongan Dajjal dan inilah yang dimaksudkan dengan mengatakan Dajjal sebagai anti Kristus. 8)

Berdirinya Kekhalifahan Islam Kelima
Sebagai indikator bahwa Hari Qiamat belum segera akan tiba, artinya umat Islam dan umat manusia seluruhnya harus melewati periode sa’ah yaitu munculnya Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal, khusus untuk umat Islam periode ini merupakan ujian yang maha berat dan sekaligus kesempatan emas untuk memperoleh surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam kaitan ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan harapan dengan sabdanya:

“Adalah fase kepemimpinan nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia mengangkatnya” “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya“ “Kemudian akan ada raja yang menggigit, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya“, “Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan diktator, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya“ “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian)“9).

Dari hadits tersebut tergambar periodisasi kepemimpinan umat manusia sampai menjelang hari Qiamat, pertama dalam masa kehidupan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Madinah, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, setelah itu oleh raja-raja dan dilanjutkan oleh para diktator dunia. Setelah berakhirnya masa kediktatoran dunia maka kekhilafahan akan kembali berdiri tegak melaksanakan keadilan Islam. Inilah yang dimaksud dengan kesempatan emas bagi umat Islam karena masa seperti ini hanya dialami sekali dan puncaknya terjadipada waktu kita hidup dewasa ini. Oleh karena itu kita diundang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban Islam untuk melaksanakan perintah Allah Azza wa Jalla untuk menegakkan keadilan Islam dengan cara-cara damai, karena Islam adalah agama perdamaian dan sudah pasti menentang terorisme, karena tindakan teroris bukanlah jalan fii sabilillah, tapi fii sabilithaghut.

Yahudi, Nashrani dan Islam
Al-Qur’an menjelaskan kepada kita bahwa Allah Azza wa Jalla telah menurunkan agama langit yang wajib diketahui yaitu agama Yahudi yang diturunkan kepada Bani Israel melalui Nabi Musa a.s. dan dengan kitab suci Taurat. Kemudian masih kepada Bani Israel yang meneruskan ajaran Nabi Musa a.s. berupa agama Nashrani melalui Nabi Isa a.s. dengan kitab suci Injil. Hal ini disebutkan dengan jelas dalam Matius 17-18 sbb:

“Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Terakhir kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berupa agama Islam sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya dan sebagai petunjuk yang lurus untuk umat manusia seluruhnya yang bersifat rahmatan lil ‘alamin dengan kitab suci al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Maidah ayat 3 ” … Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu…”. Disamping ketiga agama samawi tersebut, al-Qur’an juga menyebutkan agama budaya yang kita kenal dengan sebutan Sabi’in, kelompok penyembah bintang dan Majusi, kelompok penyembah api.

Dalam perjalanan sejarah umat manusia yang panjang, kelima agama tersebut di atas saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain sesuai kondisi zaman masing-masing yang mengakibatkan jumlahnya bertambah banyak serta mengalami distorsi. Menurut David Barrett et al, editor dari “World Christian Encyclopedia: A comparative survey of churches and religions – AD 30 to 2200,” terdapat 19 agama utama dunia dan terbagi lagi menjadi 270 aliran agama.10).
sumber : http://www.akhirzaman.info/islam/la-syarkiyyah-la-gharbiyyah/35-munculnya-yajuj-wa-majuj-dan-al-masih-ad-dajjal.html

Iklan

Aktivasi Otak Tengah Sangat Berbahaya

Benarkah aktivasi otak tengah itu efektif?
Benarkah pengaktifan otak tengah justru menimbulkan dampak negatif?
Benarkah aktivasi otak tengah menciptakan anak genius dengan cara instan?

Sebagai ilmuwan, praktisi hipnoterapi, dan pakar past life regression, Richard Claproth, Ph.D, dengan berani dan tegas menyatakan: AKTIVASI ”OTAK TENGAH” SANGAT BERBAHAYA!

Anak berkembang menjadi “monster” dan genius palsu. Bila tak waspada, orang tua justru mengorbankan masa depan anaknya sendiri.

RELAKAH ANDA MENJADIKAN ANAK SEBAGAI KELINCI PERCOBAAN?
Banyak perilaku negatif yang timbul pada anak yang diaktivasi otak tengahnya, di antaranya:

  • Sombong
  • Paranoid
  • Bullying
  • Depresi
  • Tidak respek kepada orang tua.

Jadilah orang tua yang lebih peka akan kebutuhan anak. Masih ada banyak cara lain yang lebih ilmiah dan BENAR-BENAR terbukti dapat membuat anak cerdas.

Pendahuluan
Perdebatan mengenai otak tengah; perlu tidaknya otak tengah tersebut diaktifkan; terus terjadi. Masyarakat makin memahami pentingnya menyeimbangkan kedua belahan otak kanan dan kiri, karena masing-masing belahan tersebut memiliki beragam fungsi yang saling mengisi dalam perjalanan panjang kehidupan seorang manusia.

Ironisnya seolah belum puas dengan kekayaan kedua belahan otak kita, sekelompok ilmuwan mulai mengotak-atik dan mencari bagian lain, yang dinamakan otak tengah. Mereka mencari tahu apakah dengan mengaktivasi otak tengah kecerdasan seseorang akan makin bertambah, atau mengubah mereka menjadi jenius, serta memiliki berbagai kecerdasan lain yang supra-natural?

Di kalangan medis otak tengah ini dikenal sebagai bagian dari otak manusia yang memiliki fungsi sangat vital, misalnya sebagai pusat pengendali jantung, pembuluh darah, pernafasan, * refleks-refleks, dan masih banyak lagi. Berbagai tulisan ilmiah mengenai otak tengah ini bisa kita baca dalam berbagai tulisan sepuluh tahun terakhir.

Sayangnya sampai hari ini belum ada satupun publikasi ilmiah yang berani menyatakan bahwa aktivasi otak tengah berhubungan dengan kecerdasan seseorang, apalagi membuat IQ seseorang meloncat jauh melebihi IQ manusia pada umumnya, atau dikenal dengan istilah jenius.

Dahulu orang berpikir bahwa kecerdasan identik dengan IQ, meskipun mereka mengetahui dalam test IQ yang diukur hanyalah kecerdasan seseorang di bidang matematika, linguistik dan sedikit visuo-spatial.

Saat ini wawasan kita mulai terbuka, melalui hasil penelitian Prof Gardner di tahun 1980an diketahui bahwa ada delapan jenis kecerdasan yang berbeda yang bisa dimiliki oleh masing-masing kita dalam porsi yang berbeda. Masing-masing kecerdasan tersebut menempati area yang berbeda di sisi kiri dan kanan otak kita. Kecerdasan yang bervariasi ini disebut Kecerdasan Multipel (Multiple Intelligence).

Sehubungan dengan otak tengah tadi, muncul pertanyaan, adakah hubungan antara kecerdasan ini dengan fungsi otak tengah / mid brain seseorang? Benarkah aktivasi otak tengah membuat seseorang makin cerdas dan jenius, karena memiliki kemampuan supra-natural?

Kita bisa terkagum-kagum ketika melihat seorang anak yang duduk di bangku SD dengan mata tertutup bisa menyebutkan dengan benar nilai dan gambar kartu-kartu remi yang juga dalam keadaan tertutup. Sementara anak yang lain menggambar dengan mata tertutup, membaca koran, atau bahkan bisa naik sepeda dengan mata tertutup. Sebuah atraksi luar biasa ini bisa dilakukan oleh anak-anak ini dengan hanya latihan dua hari saja!

Menyaksikan kemampuan ajaib itu, para orangtua pun berbondong-bondong mendaftarkan anaknya untuk mengikuti pelatihan singkat dan mahal dengan memegang janji dari panitia pelatihan bahwa anak mereka akan menjadi lebih cerdas, bahkan jenius, hanya dalam beberapa hari. Benarkah janji itu?

Kalau sekilas melihat atraksi extra ordinary atau di luar kebiasaan umum yang dilakukan anak-anak tadi, sepertinya janji tersebut masuk akal. Tetapi kalau kita pikirkan secara mendalam, bukan seperti itu kejeniusan yang kita harapkan pada anak-anak kita.

Dalam tulisannya, Lely Setyawati Kurniawan, seorang Psikiater dari Denpasar, Bali, menyebut kondisi seperti yang dialami oleh anak-anak di atas sebagai awareness, yakni suatu kondisi mental penuh kewaspadaan. Kondisi awareness yang berlebihan akan membuat seseorang mengalami berbagai gangguan kejiwaan, berupa gejala yang ringan berupa Gangguan Cemas Menyeluruh, sampai tipe berat berupa Gangguan Paranoid.

Kondisi awareness tersebut muncul setelah otak tengah anak-anak tersebut diaktivasi dengan suatu cara tertentu, seperti memperdengarkan alunan musik klasik dan instrumentalia lainnya, gerakan-gerakan tubuh, menciptakan suasana tertentu, dan lain-lain, kemudian ditambah juga dengan program neuro-linguistik (NLP) yang disisipkan demi sebuah proses aktivasi yang nantinya mengarah pada suatu keadaan extra sensory perception (ESP).

Namun perlu diketahui bahwa hingga hari ini belum ada satupun publikasi ilmiah yang menyatakan bahwa aktivasi otak tengah meningkatkan kecerdasan manusia, apalagi meng-upgrade-nya menjadi jenius.

Sebaliknya penelitian beberapa ahli sudah membuktikan secara ilmiah bahwa aktivasi otak tengah bisa memberikan dampak buruk bagi fungsi organ tubuh, seperti penelitian Musa A. Haxiu & Bryan K. Yamamoto (2002) membuat suatu penelitian otak tengah pada 24 ekor musang jantan. Hasilnya aktivasi otak tengah di daerah periaquaductal gray (PAG) ternyata justru mengakibatkan otot-otot polos pernafasan mengalami relaksasi, sehingga mengganggu pernafasan hewan-hewan tersebut.

Begitu juga dengan penelitian Peter D. Larsen, Sheng Zhong, dkk. (2001) ada beberapa hal yang berubah karena aktivasi otak tengah, misalnya tekanan arteri utama (mean arterial pressure), aliran darah di ginjal (renal blood flow), aliran darah di daerah paha (femoral blood flow), persarafan daerah bawah jantung (Inferior cardiac), persarafan simpatis dan denyut jantung akan makin meningkat, sebaliknya tekanan darah justru turun, aktivitas persarafan di daerah tulang belakang juga turun. Peningkatan tekanan arteri, aliran darah ginjal dan paha tersebut bisa mencapai 328%.

Tulisan Hugo D. Critchley, Peter Taggart dkk. (2005) membuat kita lebih terperangah lagi, karena ternyata induksi lateralisasi pada aktifitasi otak tengah dapat mengakibatkan mental stres, serta berbagai stres lain yang akan memicu gangguan irama jantung dan kematian mendadak (sudden death). Penyebabnya adalah karena tidak seimbangnya dorongan simpatetik persyarafan jantung.

Nah, alih-alih menjadikan anak jenius, aktivasi otak tengah ternyata menciptakan bahaya pada anak anda, yang mungkin saja akan terjadi semakin cepat kalau anak terus-menerus menerapkan secara intensif metoda aktivasi dan praktek penggunaan kemampuan otak tengah.

Sebenarnya ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh suatu lembaga yang memiliki metoda baru sebelum dilemparkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Minimal telah melalui 10 tahun percobaan di laboratorium (in vivo), setelah lulus uji klinis, barulah diujikan pada hewan-hewan percobaan dengan evaluasi sekitar 10 tahun. Pada tahap ketiga barulah diujikan pada para relawan (biasanya mereka dibayar) dan kembali dilakukan evaluasi. Dengan demikian dibutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk membawa suatu metode baru yang aman ke tengah masyarakat.

Sebaiknya anda berhati-hati untuk mengikutkan anak dalam sembarang metoda pelatihan yang mengarah kepada manipulasi otak dan alam bawah sadar, sebelum bertanya kepada ahlinya dan meyakini keabsahan metoda tersebut secara ilmiah, dan jangan termakan propaganda para penjual yang mengharapkan keuntungan bisnis semata.

Anatomi dan Fungsi Otak
Pada saat lahir seorang anak memiliki 100 miliar sel otak yang disebut sel neuron – jumlah ini sama dengan banyaknya bintang di galaksi Bima Sakti – serta 1 Triliun sel glia, yang berfungsi sebagai sel pelindung bagi sel-sel otak tadi. Pembentukan sel-sel otak ini dimulai sejak minggu ketiga sel sperma membuahi sel telur, dengan
kecepatan tumbuh 250 ribu sel/menit. Pada minggu kesepuluh sel-sel otak menjadi makin sibuk mempersiapkan diri agar bisa mulai menerima stimulus / rangsangan dari luar.

Saat usia 3 tahun telah terbentuk 1000 triliun jaringan koneksi /sinapsis, jumlah ini ternyata 2 kali jumlah jaringan orang dewasa. Satu sel otak mampu menjalin 15 ribu koneksi dengan sel lain, jaringan yang sering digunakan akan semakin kuat dan permanen, tetapi yang jarang digunakan akan mati.

Otak manusia dibagi menjadi enam divisi utama, yaitu :

  1. Serebrum
  2. Diensefalon (kedua bagian ini sering disebut sebagai Forebrain / Pro-ensefalon)
  3. Serebelum
  4. Midbrain (Mesencephalon)
  5. Pons
  6. Medula Oblongata.

Tiga bagian terakhir ini disebut brain stem atau batang otak.

Dalam bahasa kedokteran “Otak tengah” dikenal dengan midbrain atau mesencephalon. Dan di bidang neurologi midbrain juga dikenal sebagai otak “primitif”. Midbrain (Mesensefalon) terdiri dari superior colliculi dan inferior colliculi. Superior colliculi merupakan pusat refleks gerakan kepala dan bola mata ketika berespon terhadap rangsang visual, sedangkan inferior colliculi merupakan pusat refleks gerakan kepala dan tubuh ketika berespon terhadap rangsang suara.

Menjadi Jenius?
Nah dikaitkan dengan janji, cukup dengan mengaktifkan otak tengah (mesensefalon) mampu membuat seorang manusia menjadi jenius; Apakah definisi jenius? Range IQ normal adalah 90 – 110. Dengan IQ normal seorang anak bisa tamat SMA, sebagian bahkan tamat S1. Di atas angka tersebut seseorang disebut Superior, di atasnya lagi adalah Very Superior, dan jika IQ nya lebih dari 180 orang akan disebut jenius.

Seringkali peringkat IQ bisa membuat anak stres, padahal IQ tak bisa mengukur kecerdasan emosional (EQ) seseorang.

Anak-anak yang sulit konsentrasi seringkali membuat kewalahan para orang-tua dan guru. Orang-tua dan guru menduga anak tersebut bodoh karena nilai akademik di sekolah sangat kurang, padahal bisa saja mereka ini sebenarnya memiliki kecerdasan yang baik, tetapi rentang waktu perhatian mereka sangat pendek. Rentang waktu perhatian ideal anak usia 5 tahun hanya berkisar 5 menit saja, sedangkan anak-anak usia 15 tahun berkisar 15 menit. Untuk membuat mereka bertahan lebih lama, para pendidik diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Hal ini haruslah dilakukan secara berkala saat konsentrasi dan perhatian anak-anak mulai menurun.

Dalam keadaan tertentu seperti takut, sedih akibat depresi dan berbagai stres / tekanan mental lainnya seseorang menjadi kehilangan daya konsentrasi, Orang-tua biasanya membawa anak-anak tersebut untuk berkonsultasi dengan psikiater ataupun psikolog dengan keluhan kesulitan belajar dan menurunnya prestasi akademik.

Sebenarnya peranan orang-tua sangat besar untuk proses belajar seorang anak, apa yang orang-tua pikirkan, katakan dan lakukan akan terus melekat dalam benak anak-anak, mempengaruhi suasana dan kenyamanan belajar mereka dan mempengaruhi jalan hidup serta masa depan mereka. Anak-anak bisa mengalami kebahagiaan, atau sebaliknya depresi – sama seperti orang dewasa yang lain – karena perkataan dan tindakan orang-tua mereka.

Mengaktivasi Otak
Ada cukup banyak cara yang biasa dipakai untuk mengaktivasi otak, misalnya dengan alunan musik klasik (yang paling poluler karya-karya Mozart), lagu-lagu / instrumentalia tertentu, gerakan-gerakan tubuh, menciptakan suasana tertentu, bermain dengan angka-angka, menambahkan berbagai bahan chemical, dan masih banyak cara lainnya. Banyak institusi menawarkan berbagai pelatihan yang menjanjikan untuk
meningkatkan IQ tersebut, dengan memasukkan berbagai metode yang diyakini dapat menghilangkan tekanan mental para peserta selanjutnya mempermudah pengaktifan bagian-bagian tertentu otaknya.

Beberapa ilmuwan mencoba mempelajari tentang otak tengah / mid brain. Harapan mereka sesudah penemuan yang mencengangkan tentang kiri dan kanan, sekaranglah saatnya mengungkap fenomena tentang otak tengah. Metode yang digunakan bukan sekedar cara-cara klasik seperti yang kita kenal di atas, karena program neuro-linguistik (NLP) mereka sisipkan demi sebuah proses aktivasi yang nantinya mengarah pada suatu keadaan extra sensory perception (ESP).

Suasana dibuat sedemikian rupa agar semua peserta yang ada di ruangan tersebut memasuki Alpha State, suatu fase dimana gelombang lambat di otak manusia, yang membuat seseorang mudah dipengaruhi dan diisi oleh berbagai hal oleh para instruktur. Metode yang cukup popular dikenal saat ini adalah BFR (blindfold reading).

Sebagai informasi, di Rusia diperlukan waktu satu tahun bagi seorang siswa untuk mampu melakukan aksi blindfold. Di Jepang, sedikitnya perlu waktu tiga bulan untuk melakukannya. Ajaibnya di Indonesia suatu perusahaan pelatihan menyatakan hanya perlu waktu 12 jam untuk membuat anak-anak jenius!

Aktivasi dianggap berhasil apabila mereka berhasil mengenali berbagai macam benda dan halangan di sekitarnya dalam keadaan mata ditutup. Dengan demikian anak-anak tersebut akan mampu membaca, menggambar, menghitung, berlari dan menghindari semua rintangan tanpa menggunakan indera penglihatan mereka yaitu mata.

Bahkan mereka berani menjanjikan, anak-anak akan memiliki kemampuan tembus pandang, menyusun kartu remi secara urut tanpa melihat, dapat membaca suatu dokumen rahasia di balik tembok, menghitung uang yang ada dalam dompet di saku baju seseorang, merangkum seluruh isi textbook dalam waktu singkat, memprediksi hal-hal buruk yang bakal terjadi esok, bahkan membaca pikiran orang-orang yang ada di sekelilingnya agar tak mudah tertipu.

Hal itu bagi mereka dianggap sebagai talenta manusia baru di jaman modern ini, karena memiliki kecerdasan tersendiri (jenius) dengan kemampuan extra sensory perception (ESP), sehingga nantinya kita tak lagi tertarik menonton acara pertandingan sulap The Master.

Pandangan di atas tentu tidak begitu saja dapat dibenarkan, karena secara medis kita bisa mengenali fungsi fisiologi seluruh organ dalam tubuh kita. Mengaktifkan dan menciptakan seseorang untuk memperoleh pengalaman extra sensory perception sudah jauh melenceng dari ranah medis fisiologis.

Bahkan hal ini erat kaitannya dengan terjadinya berbagai gangguan mental pada manusia, yang salah satu gejalanya adalah mampu mendengar, melihat, merasakan dan membaca hal-hal yang tidak bisa didengar, dilihat, dirasakan dan dibaca oleh orang-orang sehat lainnya. Sebagai contoh pada kasus-kasus Skizofrenia pasien merasa yakin dengan kemampuannya membaca isi hati dan pikiran orang-orang lain di sekelilingnya, serta meyakini berbagai penglihatan dan pendengaran gaib yang bisa membuat orang lain berdiri bulu kuduknya.

Sampai hari ini belum ada satupun publikasi yang menyatakan bahwa otak tengah dapat diaktifkan untuk meningkatkan kecerdasan manusia, apalagi meng-upgrade nya menjadi jenius. Musa A. Haxiu & Bryan K. Yamamoto (2002) membuat suatu penelitian midbrain pada 24 ekor musang jantan. Hasilnya aktivasi midbrain di daerah periaquaductal gray (PAG) ternyata justru mengakibatkan otot-otot polos pernafasan menjadi relaksasi, sehingga mengganggu pernafasan hewan-hewan tersebut.

Ada beberapa tahapan yang harus dilewati oleh suatu lembaga yang memiliki ide penelitian sebelum dilemparkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Minimal telah melalui 10 tahun percobaan di laboratorium (in vivo), setelah lulus uji klinis, barulah diujikan pada hewan-hewan percobaan dengan evaluasi sekitar 10 tahun. Pada tahap ketiga barulah diujikan pada para relawan (biasanya mereka dibayar) dan kembali dilakukan evaluasi. Dengan demikian dibutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk membawa suatu metode baru yang aman dalam masyarakat.

Menurut Peter D. Larsen, Sheng Zhong, dkk. (2001) ada beberapa hal yang berubah karena aktivasi midbrain, misalnya tekanan arteri utama (mean arterial pressure), aliran darah di ginjal (renal blood flow), aliran darah di daerah paha (femoral blood flow), persarafan daerah bawah jantung (Inferior cardiac), per-syaraf-an simpatis dan denyut jantung akan makin meningkat, sebaliknya tekanan darah justru
turun, aktivitas persarafan di daerah tulang belakang juga turun. Peningkatan tekanan arteri, aliran darah ginjal dan paha tersebut bisa mencapai 328%.

Peranan orang-tua
Seringkali orang-tua terlalu sibuk sehingga tidak punya cukup waktu untuk memperhatikan buah hati mereka. Waktu 24 jam sehari terasa kurang, karena saat anak-anak berangkat sekolah pagi-pagi orang-tua tak bisa bangun dan mengantar mereka, mereka baru pulang kembali ke rumahnya pada malam hari sesudah anak-anak tertidur. Sebagai pembenaran diri sendiri para orang-tua sering berkilah, bahwa kualitas pertemuan mereka dengan anak-anak jauh lebih penting daripada kuantitas waktu. Benarkah?

Sebuah intitusi bahkan berani menjanjikan bahwa dengan menyisihkan waktu 15-30 menit saja selama 20-30 hari untuk membantu anak-anak berlatih sama artinya dengan mendampingi mereka seumur hidup hingga usia 18 tahun. Semudah itukah hubungan orang-tua dengan anak terjalin? Cukupkah waktu yang hanya 15-30 menit tadi untuk berdiskusi, saling curhat, atau sekedar bermain bersama dan bercanda?

Hubungan orang-tua dan anak tidak bisa dibatasi seperti halnya sebuah mata pelajaran di sekolah. Memang ikatan emosional diantara mereka akan sangat menentukan kualitas hubungan yang terjalin.

Idealnya orang-tua memiliki waktu yang tak terbatas untuk anak-anaknya, demi sebuah proses kematangan dan kemandirian. Bahkan saat anak-anak beranjak dewasa dan menikah seringkali mereka masih ingin duduk bermanja-manja dengan orang-tuanya. Saat mereka menghadapi berbagai permasalahan hidup salah satu tempat yang nyaman untuk berbagi adalah orang-tua mereka.

Target dan evaluasi pembuktian kejeniusan sesudah aktivasi otak tengah
Sesudah melalui program latihan ini anak-anak akan mempunyi kemampuan untuk melihat dengan sentuhan (skin vision). Sebagian anak lainnya yang telah teraktifasi otak tengahnya mampu melihat kartu secara detail dengan penciuman atau pendengarannya. Sebagian lainnya mengatakan mereka mampu melihat, menulis, membaca, dan mewarnai di dalam kegelapan total. Selain itu mereka juga akan memiliki Loving Inteligence.

Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta. Bagaimana dengan harapan orang-tua yang telah mengirim dan membayar biaya yang cukup tinggi demi mengikutkan anak-anak mereka dalam pelatihan ini?

Setelah sekian bulan tentu saja para orang-tua berharap anak-anak mereka akan memiliki prestasi akademik yang lebih baik. Secara teoritis, nilai sekolah seharusnya meningkat, karena selepas aktifasi otak tengah tersebut, memori dan konsentrasi akan meningkat dan cukup banyak potensi penting dalam diri anak yang akan dibangkitkan. Namun kenyataannya tidaklah sesederhana itu karena peningkatan kemampuan akademis ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Penelitian Bjorn H. Schott, Constanze I Seidenbecher dkk. (2006) menyatakan bahwa pada manusia, memory seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, jadi tidak sama dengan binatang. Telah dilakukan pembuktian secara anatomi dan behavior dengan mempergunakan alat MRI, diperoleh hasil yang tidak signifikan. Yang membedakan memori adalah faktor genetik (kromosome 17q11 dan 7q36), hal ini dikenal sebagai polymorphisme dopamine pada kromosom.

Hal ini yang tentunya menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi masyarakat, karena sebelumnya orang-tua begitu antusias mengharapkan anaknya akan berubah menjadi anak-anak yang jenius dan memiliki banyak kemampuan lebih sesudah mengikuti program pelatihan otak tengah ini, lagipula orang-tua telah mengeluarkan sejumlah besar biaya.

Menurut Bjorn H. Schott, Daniela B. Sellner dkk. (2004) terdapat hubungan erat antara formasi memori di hipokampus dan neuro-modulasi dopaminergik, terutama di Ventral Tegmental Area (VTA) dan medial Substansia Nigra midbrain. Teknik yang dipakai untuk mengaktivasi otak disesuaikan dengan lokasi, memakai kata-kata yang menyenangkan, hitungan-hitungan silabus, dan sebagainya. Namun aktivasi tersebut tidak relevan dengan tugas-tugas yang harus dipelajari.

Tulisan Hugo D. Critchley, Peter Taggart dkk. (2005) membuat kita terperangah, karena ternyata induksi lateralisasi aktifitas midbrain dapat mengakibatkan mental stres, serta berbagai stres lain yang akan memicu gangguan irama jantung dan kematian mendadak (sudden death). Penyebabnya adalah karena tidak seimbangnya dorongan simpatetik persyarafan jantung.

Perlukah aktivasi otak tengah?
Orangtua perlu menghargai setiap talenta yang dimiliki anak-anaknya, karena pada dasarnya semua anak adalah cerdas. Kecerdasan ini tidak bisa disamakan dengan IQ, karena saat ini kita telah mengenal delapan macam kecerdasan, yang dikenal sebagai multiple intelligence yang ada dalam diri manusia. Mereka yang tidak bisa matematika dan IQ nya rendah bukan berarti tidak cerdas, karena mungkin saja mereka memiliki kecerdasan inter personal yang baik.

Suatu tantangan bagi para orangtua dan kita semua yang memiliki anak, mampukah kita menghasilkan anak-anak yang bukan sekedar CERDAS, tetapi juga BAIK dan BERMORAL? Cerdas bahkan genius saja belumlah cukup. Karena dengan kecerdasan saja tidak menjamin mereka membuat dunia ini menjadi lebih baik. Banyak orang-orang cerdas justru mencelakai orang lain, memanipulasi suatu keadaan demi keuntungan dirinya sendiri.

Mengapa dalam waktu 12 jam pelatihan atau satu setengah hari saja anak-anak tersebut bisa berubah? Salah satunya adalah kenyataan bahwa anak-anak dengan perilaku bermasalah sebenarnya membutuhkan perhatian dari orangtua mereka. Dalam program pelatihan midbrain tersebut semua orangtua diharapkan memperhatikan anaknya, mau melatih kembali anak-anak tersebut di rumah, termasuk setelah latihan selesai.

Yang terjadi di sini sebenarnya adalah anak-anak tersebut dilatih untuk peka terhadap berbagai bahaya dan rintangan yang ada di depan, serta ‘dipaksa untuk bersikap dan berperilaku lebih baik’ karena mereka telah diberikan teladan yang baik oleh orangtua dan orang-orang dewasa di sekelilingnya.

Penutup
Yang terjadi pada anak-anak tersebut sebenarnya bukan JENIUS (memiliki IQ yang sangat tinggi atau di atas 140), melainkan latihan untuk suatu kewaspadaan (AWARENESS) terhadap apapun yang ada di sekeliling mereka.

Kondisi semacam ini perlu kita cermati lebih baik, mengingat kondisi awareness yang berlebihan akan membuat seseorang mengalami berbagai gangguan jiwa, dari gejala yang ringan berupa Gangguan Cemas Menyeluruh, sampai tipe berat berupa Gangguan Paranoid.

Itulah sebabnya orangtua diminta waspada dan berhati-hati sebelum mengirim anak-anak mereka ke suatu institusi yang menawarkan sanggup mengubah anak-anak menjadi jenius dalam waktu singkat.

Orangtua perlu menghargai setiap talenta yang dimiliki anak-anaknya, karena pada dasarnya semua anak adalah cerdas. Suatu tantangan bagi para orangtua dan kita semua yang memiliki anak, mampukah kita menghasilkan anak-anak yang bukan sekedar CERDAS, tetapi juga BAIK dan BERMORAL? Cerdas bahkan genius saja belumlah cukup.

Karena dengan kecerdasan saja tidak menjamin mereka membuat dunia ini menjadi lebih baik. Banyak orang-orang cerdas justru mencelakai orang lain, memanipulasi suatu keadaan demi keuntungan dirinya sendiri.

Daftar Pustaka

  1. Adi W. Gunawan, Apakah IQ Anak bisa ditingkatkan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005.
  2. Musa A. Haxiu & Bryan K. Yamamoto, Activation of the midbrain periaqueductal gray induced airway smooth muscle relaxation, J. Appl. Physiol 93:440-449, 2002.
  3. Scott R. Wersinger & Michael J. Braun, Sexually dimorphic activation of midbrain tyrosine hydroxylase neurons after mating/exposure to chemosensory cues in the ferret, Biology of  Reproduction 56, 1407-1414, 1997.
  4. Bjorn H. Scott, Constanze I Seidenbecher, et al: The dopaminergic midbrain participation in human episodic memory formation: Evidence from genetic imaging, The Journal of Neuroscience, February 1, 2006 – 26(5): 1407-1417.
  5. Bjorn H. Schott, Daniela B. Sellner, et al, Activation of midbrain structures by associative novelty and the formation of explicit memory in humans, Learn. Mem. 2004 – 11: 383-387.
  6. Hugo D. Critchley, Peter Taggart, et al, Mental stress and sudden death: asymetric midbrain activity as a linking mechanism, J. Brain 2005, 128, 75-85.
  7. Chao Guo, Hai Yan Qiu, et al, Lmx1b-controlled Isthmic organizer is essential for development of midbrain dopaminergic neurons, The Journal of neuroscience, Dec 24, 2008 – 28(52): 14097-14106.
  8. Peter D. Larsen, Sheng Zhong, Gerard L. Gebber & Susan M. Barman, Symphatetic nerve & cardiovascular responses to chemical activation of midbrain defense region, Am. J. Physiol Regulatory Integrative Comp. Physiol 280: R1704 – R1712, 2001.

Sumber: Lely Setyawati Kurniawan, seorang Psikiater, Staf Dosen di Bagian Psikiatri pada Fakultas Kedokteran Udayana, Bali, dan sebagai konsultan Forensik Psikiatri di RSUP Sanglah, Denpasar