Quantum Universal Awareness

Sering kita dengar pendapat bahwa jalan menuju kekayaan dan kesuksesan adalah dengan menjadi wirausaha. Pendapat itu menyatakan bahwa dengan menjadi wirausaha, kita akan mencapai apa yang disebut kebebasan finansial. Yaitu sebuah kondisi dimana “uang bekerja untuk kita, dan bukan sebaliknya”. Seringkali istilah kebebasan financial digambarkan bahwa seseorang dapat duduk santai tanpa harus bekerja apa-apa tapi tetap menerima aliran uang!!!

Seolah wirausaha merupakan kata sakti dimana semua masalah akan selesai dengannya, maka hampir setiap hari ada saja seminar atau pelatihan yang bertema “menjadi pengusaha sukses”. Jargonnya pun bermacam-macam tapi sebenarnya serupa. Yang satu bertema “Cara Gila Menjadi Pengusaha”, yang lain mengklaim sebagai raja “financial revolution”, tetangganya mengaku punya “golden ways”, sebelahnya memprovokasi agar “berhenti sekolah jika ingin kaya”. Jika dulu digunakan istilah pelatih, sekarang itu tidak berlaku lagi. Karena demi alasan komersial, maka istilah pelatih diganti menjadi fasilitator, coach, trainer, motivator, navigator, master dan gelar sejenis lainnya.

Apakah mengikuti pelatihan dan seminar seperti itu bermanfaat? Saya kira ya. Anda perlu sekali-kali hadir didalamnya. Tapi jangan berharap terlalu banyak, karena what you see and hear mostly is what you get. Banyak sahabat kecewa karena mereka berfikir dengan rajin-rajin ikut pelatihan dan seminar, hidup mereka akan secara ajaib berubah. Salah besar.

Seminar dan pelatihan, apakah itu motivasi, wirausaha, finansial atau lainnya, hanya membantu anda untuk merubah cara pandang dan sikap mental. Ibarat api, semangat membara yang anda rasakan begitu keluar dari forum pelatihan hanya bertahan lama jika “bahan bakar” dalam jiwa anda memang banyak. Namun seiring dengan waktu, anda mulai kehabisan bahan bakar dan andapun kembali pada karakter asli anda. Dan keadaanpun tetap sama saja seperti sebelum ikut training dan pelatihan.

Banyak tekhnik dan methode yang di ajarkan, diantaranya adalah Tekhnik afirmasi, visualisasi, memperkuat keinginan & Niat, Man jadda wa jada, Psychotronica, metode kesadaran jasmani, merasakan hasil akhir, menulis, teknik kebebasan emosi atau membuka jalan, EFT, SEFT, Keajaiban sedekah, Hypnosis, NLP, Amazing You, The Miracle, Pelatihan Otak Kanan, dan banyak, banyak lagi. Apakah cara-cara itu senantiasa bekerja, tanpa perkecualian…?? Ternyata tidak, kenyataannya semua orang sepakat bahwa cara-cara itu tidak selalu berhasil. Tidak semua orang merasa punya cukup sumber daya yang diperlukan untuk meraih sukses.

”Baiklah, kenapa tidak?”
Tak seorang pun dapat mengatakannya secara pasti alasannya.

Semua cara itu memiliki batasan, Semua itu adalah mainan yang dimainkan pikiran Anda untuk tetap membuat Anda berpikir bahwa Anda-lah yang memegang kendali. Yang benar adalah Anda tidak memegang kendali dan keajaiban nyata datang saat Anda melepaskan mainan-mainan itu serta memercayai sebuah tempat dalam diri Anda di mana ada perbatasan nol (Zona Quantum Ikhlas). Tempat di mana Anda ingin berada dalam kehidupan ada di balik semua mainan itu, Itulah tempat bersemayamnya yang kita sebut Sang Ilahi. Dari situlah keajaiban-keajaiban yang mengherankan terjadi—hampir tanpa Anda usahakan.

Pada suatu titik tertentu, semua program self-help dan penetapan tujuan (Goal Setting) gagal. Hal itu disebabkan fakta yang menyulitkan bahwa kalau seseorang tidak siap meraih sesuatu, mereka tidak akan mempertahankan energi yang dibutuhkan untuk mewujudkannya. Mereka akan berhenti. Setiap orang mengenal pengalaman menetapkan resolusi pada 1 januari dan melupakannya pada 2 januari. Niat baiknya ada. Namun, sesuatu yang lebih dalam tidaklah sejajar dengan keinginan-keinginan yang disadari.

Jadi, bagaimana Anda mengatasi keadaan lebih dalam yang tidak ”berhasrat” itu?

Itulah sebabnya kami memperkenalkan Metode Quantum Universal Awareness. Metode ini membantu membersihkan yang tidak disadari, tempat hambatan terletak. Hal itu membantu melarutkan program-program tersembunyi yang menghalangi Anda mencapai keinginan-keinginan Anda, baik kesehatan, kekayaan, kebahagiaan, dan lainnya.

Semua itu terjadi dalam diri Anda.

Ketahuilah bahwa tujuan saya membuat Methode Quantum Universal Awareness ini bersumber dari rasa kasih dan kepedulian saya terhadap banyaknya orang yang menginginkan kehidupan yang sempurna. Sekali Anda berhasil, Anda akan berada pada tempat yang disebut Zona Quantum Ikhlas, tempat dimana inspirasi (Ilham) dari Sang Ilahi bekerja di dalam diri Anda melalui keajaiban-keajaiban.

Singkatnya Metode Quantum Universal Awareness adalah sebuah proses pelepasan energi yang bersifat racun dalam diri Anda untuk mengizinkan munculnya dampak gagasan, kata, perbuatan, dan tindakan Sang Ilahi.

Metode Quantum Universal Awareness melihat setiap masalah bukan sebagai cobaan berat, melainkan kesempatan. Masalah hanyalah kenangan masa lalu yang bermunculan kembali untuk memberi kita satu kesempatan lagi guna melihat dengan mata KASIH dan bertindak berdasarkan inspirasi.

Intinya, Metode Quantum Universal Awareness merupakan sebuah proses pemecahan masalah. Dan seluruhnya dilakukan dalam diri Anda.

Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang efektif, anda harus mau bertanggung jawab 100 persen karena telah menciptakan situasi masalah, yaitu anda harus mau melihat bahwa sumber masalahnya adalah pikiran-pikiran yang salah dalam dirinya, bukan dalam diri orang lain. Dengan menggunakan pendekatan Quantum Universal Awareness, sebuah proses pertobatan dan pengampunan memungkinkan anda bekerja langsung dengan Sumber Asal yang dapat mengubah pikiran-pikiran salah menjadi KASIH.

Ada dua cara untuk menjalani kehidupan, Melalui kenangan atau melalui inspirasi. Kenangan adalah program-program lama yang dijalankan lagi. Inspirasi (ILHAM) adalah pesan yang diberikan Sang Ilahi kepada Anda. Cara satu-satunya untuk mendengar suara Sang Ilahi dan menerima inspirasi adalah dengan membersihkan semua kenangan. Satu-satunya hal yang perlu Anda lakukan adalah membersihkan.

Bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan Anda berarti segala sesuatu dalam kehidupan Anda semata karena hal itu berada dalam kehidupan Anda merupakan tanggung jawab Anda. Dalam pengertian harfiah, seluruh dunia anda adalah ciptaan Anda.

Anda bertanggung jawab sepenuhnya berarti menerima semuanya bahkan orang yang memasuki kehidupan Anda dan masalah mereka karena masalah mereka adalah masalah Anda. Mereka ada di dalam kehidupan Anda, dan kalau Anda mengambil tanggung jawab penuh atas kehidupan Anda, Anda juga harus mengambil tanggung jawab penuh atas apa yang mereka alami. Data itu ada dalam diri Anda. Anda harus menghapusnya untuk kembali ke batas nol, dimana tempat datangnya inspirasi Sang Ilahi sehingga mereka pun kembali ke keadaan nol dan mereka pun menerima inspirasi, Itu berarti teroris, presiden, ekonomi apa pun yang Anda alami atau tidak Anda sukai, sudah saatnya Anda sembuhkan. Sesungguhnya mereka tidak ada, selain sebagai proyeksi dari dalam diri Anda

Masalahnya tidak ada dalam diri mereka, tapi dalam Anda. Dan untuk mengubahnya, Anda harus mengubah diri Anda.

Banyak dari kita pada awalnya akan merasa sulit memahami dan menerima atau skeptis terhadap hal itu, lebih mudah menyalahkan orang lain untuk segala sesuatunya daripada bertanggung jawab sepenuhnya. Namun, begitu Anda menerimanya, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mengubah diri Anda supaya seluruh dunia juga berubah.

Satu-satunya cara yang pasti adalah dengan memasuki Zona Kuantum Ikhlas. Zona pelepasan Ambisi dan Ego. Dan Mengucapkan,”Terima Kasih Tuhan.”

Itulah kode yang membuka kunci penyembuhan & kesuksesan. Namun, Anda menggunakannya pada diri Anda, bukan pada orang lain. Ingatlah masalah mereka adalah masalah Anda maka membenahi mereka tidak akan membantu Anda. Mereka tidak memerlukan penyembuhan, Anda lah yang memerlukannya. Anda harus menyembuhkan diri Anda. Andalah sumber semua pengalaman itu. Inilah prinsip-prinsip dasar dari Methode Quantum Universal Awareness. Sampai bertemu di tempat Pelatihan. Salam NAQS

Humor Bisa Tolak Gendam & Santet

Sahabat, ternyata humor itu sangat luar biasa manfaatnya. Pernah dalam suatu wawancara di televisi, Paranormal Kondang Ki Gendeng Pamungkas yang terkenal sebagai ahli Santet (Santet = Ilmu Sihir yang digunakan untuk menyakiti orang lain), menyatakan bahwa  tidak semua orang awam yang tidak punya bekal ilmu batin (alias orang kosongan) bisa di santet. Mereka yang secara alami kebal santet adalah manusia yang berjiwa humoris, yaitu manusia yang mempunyai Sense Of  Humor yang sangat tinggi. Sehingga mampu memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang menggembirakan.

Cuplikan berita Koran :

BOGOR, WARTA KOTA– Paranormal Ki Gendeng Pamungkas, melakuan aksi santet terhadap Presiden AS George W Bush di Tugu Kujang, Jalan Pajajaran, Bogor, Sabtu (11/11).

Ditemani beberapa pendukungnya, Ki Gendeng menyilet tangan kirinya, lalu darah yang keluar diteteskan ke baki berisi kemenyan yang tengah dibakar. Bau kemenyan yang terbakar itu terbang terhembus angin, menebarkan aroma ke sekitar tugu, dan menarik perhatian mereka yang lewat di sana.

Saya melakukan aksi menentang Bush tidak perlu membawa banyak orang. Saya akan menyantet dia. Saya yakin bisa menyantetnya, sebab Bush adalah orang yang tidak suka humor. Karena saya selalu gagal menyantet orang yang suka humor. Beruntung lah orang yang suka humor, dia tidak bisa disantet, katanya sambil tertawa.

Sebelumnya ada aksi unik yang dilakukan oleh Ki Gendeng Pamungkas dan anggotanya yakni menandatangani mobil Toyota Yaris hitam yang baru dibeli satu hari lalu. Pada saat mobilnya ditandatangani oleh warga yang melintas sebagai dukungan untuk menyantet Bush, Ki Gendeng Pamungkas melakukan aksi santetnya.

Gendeng mengungkapkan penyantetan terhadap Bush tersebut dilakukan dengan ritual voodoo yaitu ritual mistik yang berasal dari negara Afrika. Ilmu voodoo telah dipelajarinya sejak tahun 1982. Oleh karena itu selain harus mendapat dukungan berupa tanda tangan oleh warga, Gendeng juga telah menyiapkan persyaratan ritualnya yaitu darah manusia. Dia mengaku sudah memesan darah orang mati gantung diri sejak dua hari lalu. (Source : Warta Kota BOGOR)

Setiap orang, termasuk saya memiliki sense of humor, yakni kemampuan untuk melihat segi kejenakaan dari kehidupan, tetapi tidak semua orang mampu merasakanya secara optimal dan menunjukkannya secara ekspresif. Humor bisa menyebabkan kelucuan hingga membuat kita bisa tersenyum dan tertawa. Secara fisik dan psikis, tersenyum dan tertawa membuat kondisi kita rileks, senang dan segar. Kondisi ini tentu berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan fisik, sehingga humor bisa kita manfaaatkan sebagai alternatif terapi yang murah dan efektif. Mengapa humor bermanfaat sebagai terapi?

Penelitian para ahli menunjukkan bahwa humor bisa menyebabkan orang lebih banyak tertawa, terutama orang dewasa. Dalam sehari, orang dewasa hanya tertawa 15 kali, sedangkan anak kecil bisa sampai 300 kali. Bisa dipahami, karena anak-anak memandang dunianya sebagai tempat bermain, tidak seserius orang dewasa. Sense of humor anak-anak lebih mudah tersentuh daripada orang dewasa. Melihat kupu-kupu terbang kesana kemari saja, anak-anak bisa tertawa, sedangkan orang dewasa membaca cerita humor pun belum tentu bisa tertawa. Padahal, para peneliti sudah membuktikan bahwa humor, tersenyum dan tertawa baik untuk kesehatan, baik fisik maupun mental. Dengan tertawa kita bisa menghilangkan stress dan mencegah sekitar 70 % penyakit. Ini membuktikan bahwa hati yang senang dan pikiran yang tenang akan menstimulasi kesehatan badan.

Dokter Madan Kataria, seorang psikiater asal India (Mumbai) yang juga pendiri Laughter Club International dengan 70 cabang negara bagian menyatakan bahwa yang membedakan frekuensi tertawa antara anak-anak dan orang dewasa adalah karena faktor logika. “Anak-anak bisa tertawa tanpa sebab karena otaknya belum mengerti tentang logika, tapi orang dewasa tertawa jika menurut logikanya ada yang lucu. Jadi jika tidak ada logikanya, ia tidak tertawa,” jelas dokter yang juga menulis buku Laugh For No Reason tersebut. Ia menekankan, pentingnya tertawa bagi orang dewasa. Mengawali hari dengan senyum dan tertawa selama 15 menit merupakan terapi fisik dan psikis untuk lebih bersemangat melakukan aktivitas dan menyegarkan pikiran sepanjang hari.

Lalu apa saja manfaat humor dalam kehidupan kita sehingga bisa kita jadikan terapi?

  1. Humor dapat menstabilkan kondisi psikis seseorang. yakni bisa mengurangi kecemasan dan menghilangkan stress, sehingga berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan mental. Humor bisa membuat kita tertawa. Dengan tertawa, hormon anti stres (endorphin) akan dilepaskan dan akan mengalahkan hormon pemicu stres (cortisol, adrenalin, epinephrine) yang keluar ketika stres. Hal ini bisa mengurangi tekanan darah yang merupakan penyebab berbagai penyakit.
  2. Humor dapat mengembalikan kondisi kesehatan dan kekebalan tubuh, sehingga mampu mencegah penyakit. Studi yang dipimpin oleh Lee Berk dan Stanley A Tan dari Loma Linda University di Loma Linda, Califormia tahun 2006 ditemukan dua hormon yaitu beta endorfin (mengurangi depresi) meningkat 27 persen dan human growth hormone/hGH (yang membantu kekebalan tubuh) meningkat 87 persen ketika menonton video lucu. Pada saat kita tertawa, sistem kekebalan tubuh dan sistem pada tulang, pembuluh darah jantung maupun otot bekerja lebih aktif. Tertawa terbahak-bahak diketahui bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh dengan cara memicu produksi sel-sel limfosit yang bertindak sebagai pembunuh stres alami yang menurut para peneliti menjadi pemicu hampir 70% penyakit, mulai dai hipertensi, jantung, depresi, insomnia, migrain, pikun, alergi, dan lain-lain. Studi ilmiah membuktikan bahwa terjadi penurunan 10-20 mm tekanan darah ketika seseorang tertawa selama 10 menit.
  3. Humor bisa mengurangi rasa sakit. Dr Elias Shay, kepala psikiatri dari Good Samaritan Hospital di Baltimore mengungkapkan dengan menonton komedi atau terlibat sesuatu yang berhubungan dengan lelucon bisa mengurangi rasa sakit yang dialami seseorang.
  4. Humor mengurangi rasa takut. Humor adalah alat kebahagiaan yang paling mendasar. Secara fisiologis humor dapat menutupi rasa takut yang dialami oleh seseorang pada saat yang sama. Jadi humor bisa mengubah persepktif seseorang mengenai memori yang menyakitkan di masa lalu dan menggantinya dengan kebahagiaan.
  5. Humor efektif dalam menstimulasi pikiran dan perasaan positif, karena humor membuat hati kita senang. Perasaan senang ini menjadi energi positif yang mendorong meningkatnya mood, lebih mudah berpikir, menemukan ide-ide baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, sehingga kita lebih kreatif dan lebih bersemangat melakukan aktivitas.
  6. Humor bermanfaat dalam menjalin relasi sosial dan meningkatkan kualitas aktivitas kita sehari-hari. Humor bisa membuat kita tertawa dan merasa senang. Hati senang biasanya akan membuat kita bersikap lebih baik terhadap orang lain, sehingga kita bisa disukai dalam pergaulan. Selain itu, kemampuan menciptakan humor bisa membuat kita lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain dan bisa membangun relasi sosial secara intensif. Komunikasi yang baik akan menunjang kesuksesan kita dalam berkarya dan berusaha. Dengan demikian, menjadikan humor sebagai terapi setiap hari bisa meningkatkan kualitas kesehatan.

Tulisan ini sendiri merupakan alarm bagi saya untuk menyegarkan hati dan pikiran dengan humor, sehingga sense of humor saya tidak tertimbun. Sesekali kita ciptakan humor-humor segar untuk membuat kita tersenyum dan tertawa sehat, bersedekah dan beribadah dengan menyenangkan hati dan pikiran diri sendiri juga orang lain. Yang penting kita masih menggunakan etika humor itu sendiri: tidak jorok dan tidak kebablasan (bisa menimbulkan ketersinggungan dan sakit hati orang lain), serta tidak mempermalukan diri sendiri.

Keajaiban Dunia Fana

Dunia (Alam Materi) adalah persinggahan sementara dalam perjalanan menuju kehidupan yang sesungguhnya yakni Akhirat. Oleh karenanya, segala peristiwa suka maupun duka selama menjalani kehidupan inipun bersifat Fana atau Sementara. Demikian juga segala harta benda kekayaan yang kita miliki ini adalah sementara sifatnya. Maka alangkah ruginya bila materi yang kita kumpulkan tidak kita persiapkan dan kita ubah menjadi asset abadi yang bisa kita bawa hingga di alam keabadian. Yaitu dengan mengubahnya kembali menjadi energi dengan cara di sedekahkan dan dibelanjakan di jalan yang di ridloi Tuhan. Karena hakikatnya diri kita yang sejati ini adalah berupa segumpal energi yang disebut Ruh. Yang tentu saja memerlukan makanan yang berbeda dengan diri jasmani kita. Bila kita hanya fokus memanjakan kenikmatan jasmani kita, dan menganak tirikan Ruh kita. Sedangkan jasmani hanya menemani kita hidup selama di dunia materi ini saja. Maka bisa dipastikan bahwa kehidupan kita di fase selanjutnya setelah kematian akan mengalami kebangkrutan dan kemiskinan serta kelaparan.

Sadarilah, DUNIA INI FANA. Diri kita fana, harta kita fana, kekayaan kita fana, jabatan kita juga fana, dan sebaliknya kesulitan serta persoalan yang melilit kitapun fana. Kemiskinan yang kita alami juga fana. Semua itu sementara, bagian dari dinamika kehidupan ini. Oleh karena itu sahabat, ambilah sikap yang tepat dalam mensikapi kehidupan yang fana ini. Sikap pasrah, ikhlas, dan tunduk pada putusan Allah, serta keluasan dan kelapangan hati dalam menjalani dinamika kehidupan dunia ini adalah bekal utama untuk dapat meraih kebahagiaan abadi disisi-Nya (Surga-Nya).

Kisah Perjalanan Hidup Seorang Pengemis
Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, si istri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita yang sholihat dan patuh pada kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, “Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?”

Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, “Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!”

Si wanita terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dan kecewa.

Pada suatu hari yang naas perdagangan lelaki ini jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan istrinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Tak lama sesudah habis masa iddahnya bekas istri lelaki yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup berbahagia. Pada suatu hari ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, “Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?” Suaminya menjawab, “Berikan makan pengemis itu!”.

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?”.

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, “Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama dulu”.

Mendengar keterangan istrinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, “Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!”.

Di dalam kehidupan ini akan Selalu Ada Keajaiban Hidup. 
Jika kita berpikir hidup ini adalah keajaiban maka sunatullah bekerja menjadikan hidup kita penuh kejaiban. Namun jika sebaliknya hidup ini penuh kesusahan maka hidup kita menjadi susah.

Hidup adalah rangkaian anugerah dan cobaan. Orang yang berani hidup adalah orang yang tabah, kuat dan sabar dalam menjalani kehidupan dengan segala resikonya. Oleh karenanya, tetaplah waspada dengan meningkatkan ketabahan, daya juang dan kesabaran dalam menghadapi tiap ujian dari-Nya, baik itu ujian berupa kesenangan maupun kesulitan dan musibah.

“Sungguh ajaib kondisi seorang mukmin, seluruh kondisinya pasti menjadi baik. Dan itu hanya dimilki oleh seorang mukmin saja. Apabila ia memperoleh kenikmatan akan bersyukur, maka kesenangan itu akan menjadi kebaikan buat dirinya. Apabila ia tertimpa musibah, ia akan bersabar, dan musibah itu pun akan menjadi kebaikan buat dirinya”. (HR. Muslim)

Mungkin ada orang yang berpikir, bahwa hidup akan terasa indah apabila selalu bergandengan dengan kemudahan. Atau berburuk sangka bahwa kesusahan hanya merusak harmoni hidup di dunia saja. Jika pikiran ini digabungkan, maka semua orang akan menginginkan kemudahan sepanjang waktu dan tidak ingin sedikitpun merasakan penderitaan. Padahal setelah direnungkan sekali lagi, justru hidup menjadi timpang apabila hanya dengan mengecap satu cita rasa saja. Apa rasanya bila tiba-tiba lidah manusia hanya mampu menerjemahkan rasa manis saja? Atau pahit saja? Atau asin saja? atau kecut saja? Atau semua terasa tawar saja?

Jika lidah kehilangan fungsi terjemahnya atas manis, pahit, asin, kecut atau tawar maka harmonisasi hidup akan rusak. Untuk apalagi ada gula, jadam, garam, mangga muda atau air sumur? Tentu keanekaragaman nikmat Allah menjadi tidak bisa dijangkau dan disyukuri.

Akhirnya semua akan setuju bahwa lidah manusia dikatakan sempurna apabila semua cita rasa itu bisa diterjemahkan sesuai keadaannya. Itulah keajaiban milik Allah yang ditempelkan pada mulut manusia. Bahkan seorang juru masak, amat percaya pada keajaiban lidahnya. Boleh dikata, kesuksesan sebuah dapur restoran amat bergantung pada lidah seorang koki.

Tidak selamanya yang pahit di lidah berdampak buruk. Tidak pula semua yang manis di lidah selalu bermanfaat. Adakalanya tubuh menjadi kuat oleh sebab obat yang pahit melebihi pahitnya jadam. Ada kalanya pula tubuh menjadi rusak karena rasa manis yang berlebihan.

Kesempitan laksana jadam dan kemudahan laksana gula-gula. Kedua-duanya merupakan sunnatullah dalam hidup. Dia datang silih berganti. Tidak mungkin seluruh hidup berisi dengan kesulitan. Sama tidak mungkinnya seluruh kehidupan berisi dengan kemudahan. Hanya saja bobot kemudahan dan kesukaran yang dihadapi masing-masing berbeda-beda kadarnya. Allah telah menyesuaikannya untuk setiap orang. Bisa jadi, kesukaran hidup yang dialami seseorang belumlah tentu bisa ditanggung oleh yang lain. Atau mungkin saja, satu waktu seseorang tengah merasakan kemudahan hidup tetapi bagi orang lain itu hal yang biasa saja.

Kesulitan dan kemudahan akan terus terjadi berulang-ulang. Dalam susah ada mudahnya, dalam sempit ada lapangnya. Bahaya yang mengancam adalah menjadi sebab akal berjalan dan fikiran mencari jalan keluar. Dalam kesadaran yang paling jernih, kesukaran, kesulitan, kesempitan, marabahaya yang mengancam dan berbagai ragam pengalaman hidup yang pahit, dapat menyebabkan manusia bertambah cerdas menghadapi semuanya itu, dan dengan sendirinya menjadikan manusia itu sebagai pribadi yang dinamis.

Dengan cahaya iman, pengalaman yang pahit menjadi kekayaan jiwa yang tak ternilai. Ia akan jadi kenangan yang amat indah untuk membuat hidup lebih matang. Sehingga datang suatu waktu kita mengucapkan syukur yang setulus-tulusnya dan setinggi-tingginya karena Allah telah berkenan mendatangkan kesulitan itu kepada kita pada masa yang lampau.

Dengan cahaya iman pula, pengalaman kelapangan dalam hidup menjadi khazanah jiwa dalam memupuk kesantuan. Ia akan jadi energi kuat untuk rela berbagi pada yang tengah ditimpa kesempitan. Maka kaya dan miskin tidak lagi dipandang hitam putih sebagai jurang yang memisah derajat sesama. Dengan pola interaksi ini, yang kuat merasa terpanggil melindungi yang lemah. Sementara yang lemah tidak akan putus asa dari rahmat Allah oleh sebab kesempitan hidupnya. Maka si miskin dan kaya, sama-sama mengucapkan syukur yang setulus-tulusnya dan setinggi-tingginya karena Allah telah berkenan merekatkan hati mereka dalam persaudaraan.

Allah swt berfirman :
fainna ma’al ’ushri yusroo. Inna ma’al ’ushri yusroo. Fa idzaa Faroghtafanshob, wa ilaa robbika farghob.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS. Alam Nasyrah : 5-8)

Begitulah dinamika kehidupan, kita pernah berkali-kali menghadapi kesulitan dan ujian dalam hidup. Tetapi, coba kita lihat sekarang, kita masih ada dan masih berdiri kokoh dalam melewati setiap kesulitan yang datang. Selama matahari hari masih terbit dari timur dan tenggelam dari barat, selama embun pagi masih menetes di pagi hari, dan selama raga ini masih bisa bernapas, kita masih mempunyai kesempatan untuk mengubah keadaan dengan semangat pantang menyerah, dan berusaha keluar dari kesulitan. Yakinlah, bahwa sesungguhnya setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan. Mengutip ucapan Gede Prama, “Ketika kita sedang dilanda kesedihan, percayalah bahwa di ruang tamu ada yang sedang menunggu, yaitu kebahagiaan.”

Sebetulnya, ketika kesulitan datang itu merupakan pertanda bahwa cara-cara yang kita gunakan sudah tidak tepat lagi. Karena, kalau apa yang kita lakukan benar, pasti kita tidak akan bertemu dengan kesulitan itu. Kita sebaiknya ikhlas dan sadar menerima bahwa setiap kesulitan adalah perintah agar kita menyegerakan pembaharuan diri. Bagi orang yang melihat bahwa setelah kesalahan akan datang hukuman, maka kesulitan yang datang akan dianggap sebagai sarana untuk menghukum dirinya. Dampaknya dia akan bersedih hati dan mengulangi kesalahannya. Tetapi, bagi orang yang menganggap setelah kesalahan akan datang hadiah dari disadarinya kesalahannya, maka dia akan memperbaiki dirinya dengan ikhlas.

Tuhan kadang menempatkan kita pada posisi yang sangat sulit, agar kita menyadari bahwa tidak ada yang sulit bagi Dia. Kita sering tidak berserah kepada-Nya sampai kita tidak memiliki apa-apa. Dalam kondisi sulit yang dialami hampir seluruh negara di dunia, yakinlah itu hanya masalah yang bersifat statistik, dan ketika kita berbicara statistik, maka hitungannya akan rata-rata. Tetapi, dalam kondisi sesulit apa pun, yakinlah bahwa rezeki itu bersifat pribadi. Apa pun kesulitan yang kita alami dalam masalah ekonomi, kita harus tetap bersemangat dan berpikir positif.

Jadi, di saat orang lain mengeluh, merintih, meratap, dan menyalahkan kepada banyak hal, ini kesempatan kita untuk berdoa dan berusaha dengan keras. Maka, hal itu akan menjadi pembeda kita dengan orang lain di hadapan Tuhan. Sehingga, dalam ekonomi yang sulit rezeki kita tetap pribadi dan berbeda dengan orang lain. Maka, perbaikilah hubungan pribadi kita agar kita semakin dekat dengan-Nya. Yakinlah bahwa ketika Tuhan berpihak pada kita, tidak ada yang tidak mungkin.

Karena Tuhan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dan hanya dengan upaya maka kita akan bisa mengubah nasib. Maka, mulai dari sekarang berusahalah lebih keras lagi. Pantaskanlah diri kita untuk bisa mendapatkan apa yang pantas kita dapatkan dengan cara melakukan hal-hal yang sekarang kita anggap kecil dengan kesungguhan yang besar. Dalam kondisi sesulit apa pun, cobalah berdiri lebih gagah, duduk lebih tegak, mengangguklah lebih anggun, dan tersenyumlah lebih ramah. Kalau kita memilih menjadi pribadi yang pantas mendapatkan keajaiban, bukan hanya keajaiban itu yang akan datang pada kita. Tetapi, kita akan menjadi pengundang keajaiban bagi diri dan lingkungan kita. Bila kita percaya maka kita akan melihatnya.