Keajaiban Sikap Mental Positif

Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan. (J. Sidlow Baxter)

Sikap mental positif adalah sebuah keadaan jiwa yang percaya diri, jujur, dan membangun, dimana orang membuat dan menjaganya dengan metode yang dipilihnya sendiri, dilakukan dengan kekuatan niatnya sendiri, berdasarkan motivasi yang diadaptasinya sendiri. ~ Napoleon Hill

Sikap Mental Positif adalah pikiran, tindakan, atau reaksi jujur yang benar terhadap situasi atau lingkungan yang dihadapi, misalnya pikiran, aksi dan reaksi yang tidak melawan Hukum Tuhan atau hak sesama manusia, bagi mereka yang memiliki sikap mental positif. Anda adalah produk dari garis keturunan, lingkungan, tubuh fisik, pikiran sadar dan bawah sadar, posisi dan arah tertentu dalam ruang dan waktu dan sesuatu yang lain, termasuk kekuatan-kekuatan baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Ketika anda berpikir dengan sikap mental positif, Anda bisa mempengaruhi, menggunakan, mengendalikan dan menyelaraskan, atau menetralkan sebagian atau semua faktor ini . Anda dapat mengarahkan pikiran anda, mengendalikan emosi, dan menentukan tujuan anda. Anda adalah jiwa dengan sebuah tubuh. ~ W. Clement Stone

Jadi apa sih Sikap Mental itu, bila kita amati definisi yang diungkapkan oleh kedua pakar motivator international diatas intinya ada 3 hal yang dapat kita cermati yaitu Kondisi Mental (State), Reaksi, & Jujur. Jadi Sikap Mental adalah sebuah Kondisi mental yang merupakan Reaksi Jujur terhadap adanya sebuah aksi. Jujur di sini berarti apa adanya, Otomatis, tidak dibuat-buat, dan bukan hasil akal-akalan. Jadi merupakan sebuah reaksi yang spontanitas keluar dari lubuk hati kita yang terdalam. Konsep ini disebut juga dengan AKHLAK.

Nah, Sikap Mental Positif bisa disebut juga dengan Akhlak Yang Terpuji (Akhlakul Karimah) akan terlihat dari cara kita dalam menanggapi sebuah aksi yang datang dari dalam diri ataupun yang datang dari luar diri.

Konsep sikap mental positif ini sebenarnya telah digambarkan oleh Rasulullah dengan sangat indah di dalam sabdanya :
“Sungguh ajaib kondisi seorang mukmin, seluruh kondisinya pasti menjadi baik. Dan itu hanya dimilki oleh seorang mukmin saja. Apabila ia memperoleh kenikmatan akan bersyukur, maka kesenangan itu akan menjadi kebaikan buat dirinya. Apabila ia tertimpa musibah, ia akan bersabar, dan musibah itu pun akan menjadi kebaikan buat dirinya”. (HR. Muslim)

Dalam hadits di atas, Rasulullah Shalallahu `alaihi wasallam memberitakan bahwa bagi seorang mukmin, baik didalam kesenangan maupun musibah, akan selalu menanggapi setiap keadaan yang ada dengan selalu bersikap mental positif. Sehingga membuahkan sebuah ke”AJAIB“an, yaitu karena sikap mental yang senantiasa Positif tersebut, maka apapun keadaannya. Maka keadaan tersebut akan berubah menjadi sebuah keadaan yang sangat baik bagi perkembangan dirinya di masa kini & di masa yang akan datang.

Harus kita sadari bahwa siklus kesuksesan selalu diawali oleh sikap mental positif. Sikap mental positif diawali oleh pikiran yang positif. Hal ini akan membawa pada kekuatan otak dan akan membawa kita untuk melakukan tindakan yang benar. Sehingga akan melahirkan sebuah kesuksesan kecil. Kesuksesn inilah yang kemudan mempengaruhi rasa percaya diri kita. Pede kita akan muncul lalu akan mempengaruhi sikap mental kita kembali mempengaruhi tindakan hingga kita mendapatkan sukses yang lebih besar dan akan membawa pada kepercayaan diri yang lebih besar pula, begitu seterusnya. Secara singkat siklusnya dapat Anda lihat pada gambar berikut..

Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan, bila kita pikir kita bisa maka kita pasti bisa, tapi kalau kita pikir kita tidak bisa, maka kita akan benar benar tidak bisa. Ini adalah pilihan. Sebelum Anda melakukan sesuatu Anda akan memikirkannya terlebih dahulu dan pilihannya adalah Anda akan berpikir positif atau akan berfikir negatif. Ini akan sangat menentukan bagaimana tubuh Anda akan bergerak dan potensi apa yang akan keluar. Karena tindakan kita akan sangat dipengaruhi pikiran kita.

Untuk itu pikiran yang positif akan berdampak positif pula pada diri kita. Kita akan lebih semangat, lebih optimis dan lebih percaya diri kalau pikiran kita positif. Potensi yang kita miliki akan keluar dengan optimal. Sikap mental positif mendorong kita untuk mencapai tujuan dengan gigih dan bersemangat, ketika kita gagal dan terjatuh, kita masih dapat mengatakan “Ah ini cuma rintangan kecil saja. Akhirnya saya tahu bahwa bila melalui jalan ini akan menemui rintangan yang seperti ini, ini bisa menjadi masukan untuk menentukan langkah di masa yang akan datang”.  Maka akhirnya kitapun mampu bangkit kembali dengan semangat dan senyum yang kita miliki.

Kadang dalam kehidupan ini kita menemui kesulitan untuk membedakan mana yang disebut dengan mental negatif atau mana juga yang disebut dengan sikap mental positif. Keduanya ada dalam sikap dan tingkah laku kita sehari-hari. Hanya sedikit dari kita mampu untuk menanamkan sifat mental positif meskipun dalam situasi yang sangat sulit, mereka itu adalah orang orang yang telah mampu menciptakan konsep keseimbangan dalam dirinya.

Setiap situasi harus dihadapi, dan kita harus memberikan nilai kontribusi berupa Reaksi terhadap suatu situasi. Perlu disadari bahwa situasi itu adalah ciptaan Tuhan dan merupakan suatu kenyataan yang harus dihadapi. Apakah hasilnya positif, netral, atau negatif, tergantung pada Reaksi kita. Di sinilah ada kesempatan untuk menunjukan bahwa kita berada dalam Sikap Mental Positif, jangan terkontaminasi pada Energi Negatif yang ditimbulkan oleh pikiran atau adanya kontaminasi pengaruh dari luar.

Sikap mental kita akan menentukan reaksi kita terhadap situasi yang sedang kita hadapi. Kita bertindak mendukung atau tidak mendukung, konstruktif atau destruktif, positif atau negatif, semuanya ditentukan oleh sikap mental atau attidute kita. Percayalah bahwa sikap mental yang kita tunjukan akan menentukan keberhasilan kita.

Umat manusia yang berpikir positif selain dinamakan sebagai orang yang bermental positif atau positif thingking, juga dinamakan kelompok orang yang optimis dalam menjalani kehidupannya. Pemikiran yang positif akan mendorong orang menggunakan kemampuannya dan membuat kegiatan usahanya lebih produktif. Secara empirisme dan sejarah telah membuktikan, bahwa tidak orang yang sukses kalau tidak bermental positif. Setiap orang sukses pasti selalu bersikap mental positif.

Hidup in hanya masalah pilihan saja, bila kita memilih untuk bersikap mental positif selamanya, maka hidup kita akan lebih sehat, lebih awet muda, lebih panjang umur, lebih makmur, lebih sukses, dan lebih bahagia penuh damai daripada kita memilih untuk bersikap mental negatif.

Dengan bersikap mental positif, kita akan percaya dengan apa yang sedang kita kerjakan dan kemampuan kita secara realitis, sehingga membuat kita menjadi berhasil dalam mewujudkan sasaran-sasaran, tujuan-tujuan dan misi kehidupan kita sebagai manusia. SALAM SUKSES

Always Turn ON

Mungkin pada awalnya memang tidaklah mudah untuk membangun kepercayaan diri yang mengalami kerapuhan. Namun dari pengalaman-pengalaman beberapa orang yang telah berusaha membuktikannya bahwa semangat hidup itu bisa ditumbuhkan. Untuk menjadi sang Juara Sejati, langkah pertama yang harus kita ambil adalah merubah mental kita menjadi mental juara. Apapun hambatan yang menghadang, kita harus bisa mensugesti diri sendiri bahwa kita mampu melewatinya. Bagaimana pun keadaan kita saat ini, kita harus bisa meyakinkan diri bahwa kita punya potensi untuk menjadi Pemenang Sejati.

Dan mulai saat ini kita dengan sepenuh hati memutuskan untuk patuh pada kehendak Tuhan. Selaraskan diri dengan kehendak Tuhan Dan dengan sadar mengaktifkan Gen-Gen Positif yang sudah dianugerahkan Tuhan di dalam diri kita. Karena menjadi bahagia adalah kehendak Tuhan untuk umat manusia. Semua perintah Tuhan di dalam kitab suci semua Agama memerintahkan manusia untuk meraih hidup bahagia. Itu adalah Fakta yang sebenarnya. Bulatkan Tekad, Tekan tombol ON di hati dan fikiran kita, untuk mengaktifkan aliran energi getaran positif mengaliri hidup dan kehidupan kita. Dan pertahankan dengan segenap jiwa raga, agar tombol tersebut selalu ON selama hayat di kandung badan. Pertahankan hingga titik darah penghabisan.

25 Kalimat Pembakar Semangat :

  1. Hidup ini seperti sebuah sepeda agar tetap seimbang kita harus terus bergerak (Albert Einstein)
  2. Janganlah mempersalahkan suatu masalah sebelum masalah itu membuatmu semakin bermasalah.
  3. Kerja keras adalah memang mengeluarkan keringat tapi tak ada orang yang mati di lautan keringat.
  4. Jika keras terhadap diri sendiri maka dunia akan bersikap lunak padamu, tapi sebaliknya jika kamu lunak terhadap dirimu maka dunia akan keras terhadapmu (Andrie Wongso)
  5. Bermimpilah setinggi langit, karena seandainya anda terjatuh, maka anda akan terjatuh diantara bintang-bintang.
  6. Menaklukan ribuan orang belumlah tentu disebut sebagai pemenang, tetapi mampu menaklukan diri sendirilah yang bisa disebut penakluk gemilang.
  7. Bila anda mengingingkan sesuatu, tetapi anda tidak mendapatkannya berarti anda tidak sungguh-sungguh menginginkannya.
  8. Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang akan membahayakan dirinya, dan membenci sesuatu yang bermanfaat buat dirinya.
  9. Belajar tanpa berpikir adalah tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar sangat berbahaya.
  10. Memperbaiki diri adalah alat ampuh untuk meperbaiki orang lain.
  11. Berbuat baiklah pada orang lain, walaupun orang itu tidak berbuat baik kepadamu, niscaya anda akan mendapatkan kebaikan pula dari orang lain.
  12. Hormatilah musuhmu, karena dia mengetahui tentang kelemahan-kelemahanmu.
  13. Bukan kecerdasan anda yang dapat mengangkat martabat anda, tapi sikap dan perbuatan anda yang akan membuat anda terhormat dimata orang lain.
  14. Apabila didalam diri seseorang masih ada malu dan takut untuk berbuat kebaikan, maka jaminan orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkahpun. (Bung Karno)
  15. Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum diwajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai. (RA Kartini)
  16. Semua prestasi, dan semua kekayaan yang kita peroleh adalah berasal dari sebuah gagasan. (Napoleon Hill)
  17. Bukan kurangnya pengetahuan yang yang menghalangi keberhasilan, tetapi kurang cukupnya suatu tindakan. (Mario Teguh)
  18. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tetapi berusahalah untuk menjadi mnusia yang berguna. (Albert Einstein)
  19. Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang pernah ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukannya dengan cara yang lain. (Cicero)
  20. Anak bebek akan bertingkah seperti ayam saat menganggap dirinya ayam. Dan sebaliknya anak bebek akan bertingkah laku sebagaimana bebek lainnya saat dirinya sadar kalau ia itu bebek. (Motivasi Islam)
  21. Bekerjalah anda melebihi apa yang akan dibayarkan, maka anda akan mendapat bayaran melebihi apa yang sudah anda kerjakan.
  22. Hidup bukanlah untuk hidup, tapi untuk Yang Maha Hidup. Dan Hidup juga bukanlah untuk mati, tetapi mati untuk hidup yang sebenarnya.
  23. Rencanakanlah apa yang akan anda kerjakan, dan kemudian kerjakanlah sesuai dengan apa yang sudah anda rencanakan.
  24. Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang dan tidak melelahkan
  25. Cintailah orang yang benar-benar mencintai anda bukan orang yang benar-benar anda cintai, tetapi bila anda tidak mendapatkan orang yang benar-benar mencintai anda, berikanlah cintamu setulus-tulusnya tanpa mengharapkan balasan darinya, maka anda akan mendapatkan seseorang yang akan benar-benar mencintai anda.

    4 Langkah Pembangkit Semangat :

    1. Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini.

    Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat hidup ini. Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Memang butuh perenungan yang dalam untuk menemukan jawaban pertanyaan seperti itu. Jika Anda seorang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca firman Alla SWT dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

    Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang sangat luas. Tidak ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun semua ikhtiar dan kerja keras kita dalam hidup ini adalah ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal kita niatkan apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya, dan kita pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat. Jika kita menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua pekerjaan dan urusan kita dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai amal/perbuatan kita.

    2. Tahu cita-cita hidup kita yang tertinggi.

    Semua orang memiliki impian atau cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah realitas fisik. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebenyakan orang hanya menjalankan hidup ini sebagai sebuah rutinitas. Dengan sedikit kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya. Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan hilang.

    Semua orang pasti memiliki potensi yang luar biasa; dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang paling tepat dengan panggilan jiwa kita maka kita akan lebih mudah mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini.

    Banyak orang berbakat yang terjerat borgol emas. Mereka sebenarnya bisa melakukan hal yang lebih, tapi mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda atau keluar dari zona nyaman. Banyak orang yang sebenarnya bakatnya di bidang A, namun kenyataannya ia bekerja di bidang C. Ia tidak berani keluar dari pofesinya yang sekarang karena tidak adanya jaminan penghasilan jika ia benar-benar keluar. Akhirnya ia merasa kehidupannya bagai di penjara, pekerjaannya mengurung ia seperti di sangkar emas. Tidak salah lagi, bukan potensi terdahsyat yang keluar dari dirinya, namun semua itu seakan menjadi rutinitas agar ada nasi yang bisa dimakan hari ini, besok dan seterusnya.

    Jika Anda ingin kehidupan Anda penuh semangat dan bahagia maka temukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan kejarlah hal itu. Semua butuh perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ada hal yang harus Anda tahu: tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini selama kita mau mencoba dan berusaha. Kadang kita takut melakukan kesalahan atau lebih mendengar kata orang lain yang menyurutkan tekad kita. Jika memang kita sudah memiliki impian yang pantas diperjuangkan, teruslah berjuang untuk mewujudkannya, meskipun banyak proses dan ujian yang harus kita lewati.

    3. Bersyukur terhadap apa yang sekarang kita miliki dengan tulus.
    Setiap orang mempunyai titik kepuasan sendiri-sendiri. Anda orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila atau real estate di berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan, deposito, saham atau asset investasi lainnya masih merasa kurang. Pada umumnya untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi. Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja dari mereka yang terpenuhi keinginannya.

    Orang yang pikirannya selalu merasa kurang, miskin, tidak beruntung, dan sikap negatif lainnya mana mungkin ia akan bahagia dan bersemangat dalam hidupnya. Jika yang dipikirkan hanya yang tidak dimiliki, mana mungkin kita akan bersyukur. Oleh karena itu, dengan mensyukuri semua yang ada pada kita saat ini, itulah sebenarnya sumber semangat kita. Kita akan sadar bahwa Tuhan sebenarnya sangat sayang kepada kita. Banyak sekali nikmat yang sudah kita rasakan, sementara lebih banyak lagi orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Ada pun sesuatu yang kita inginkan yang belum kita miliki, itu adalah kesempatan bagi kita untuk berikhtiar semampu kita untuk mendapatkannya. Jangan pernah kecewa, apalagi putus asa.

    4. Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.
    Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya. Kita tersenyum kepada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum kepada kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila. Jadi, semua perbuatan (aksi) yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus segera bangun dari mimpi buruk.

    Setelah kita tahu bahwa apa pun yang kita lakukan akan menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap diri kita, maka kita harus memilih hanya untuk berbuat yang baik, positif, bermanfaat dan bernilai saja. Dengan demikian, bisa dipastikan efek yang akan kembali kepada kita juga hal-hal yang baik. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kita tahu benar apa yang kita lakukan. Sekecil apa pun yang kita lakukan akan dinilai oleh malaikat pencatat amal. Balasannya tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika kita ingin rekapan catatan amal tersebut isinya bagus maka kita pun harus selalu menjaga agar setiap perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan terbaik. Waktu kita adalah aset terpenting setelah nafas/oksigen maka kita harus mengisinya dengan gerak/aksi/perbuatan yang jelas manfaatnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi semuanya pantang sia-sia.

    Dengan menyadari empat hal tersebut maka akan sulit bagi kita untuk tidak bersemangat. Mungkin keadaan Anda saat ini sedang tidak menyenangkan, tapi bukankah kita bisa merubahnya menjadi sebaliknya dengan aksi kita selanjutnya; dengan respon kita terhadap keadaan tersebut. Jika kekasih meninggalkan kita, bukankah kita bisa cari yang lain lagi. Jika kita di PHK, bukankah kita bisa cari pekerjaan lain yang lebih baik atau membuka usaha sendiri. Jika orang lain tidak menghargai kita, bukankah masih banyak orang yang jauh lebih baik yang bisa menjadi sahabat sejati kita. Demikian seterusnya; selalu ada solusi untuk tiap masalah. Kita hanya perlu tetap bersemangat, optimis dan menjernihkan pikiran agar respon dan aksi kita benar-benar efektif dan efisien.

    123 Kata Mutiara Pembangkit Semangat :

    1. Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan (Robert F. Kennedy)
    2. Setiap pria dan wanita sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka (Brian Tracy)
    3. Percayalah pada keajaiban, tapi jangan tergantung padanya (H. Jackson Brown, Jr)
    4. Rayulah aku, dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku, dan mungkin aku tak menyukaimu. Acuhkan aku, dan aku mungkin tak memaafkanmu. Semangatilah aku, dan aku mungkin takkan melupakanmu (William Arthur)
    5. Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini, Anda juga membuat dia berbahagia dua puluh tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu (Sydney Smith)
    6. Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib)
    7. Jangan segan untuk mengulurkan tangan Anda. Tetapi, jangan juga segan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada Anda (Pope John XXIII)
    8. Alam memberi kita satu lidah, akan tetapi memberi kita dua telinga, agar kita mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara (La Rouchefoucauld)
    9. Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu, musuhnya yang paling besar adalah prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati (Caleb CC.)
    10. Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang Anda peroleh (Mohandas Ghandi)
    11. Kegagalan tidak diukur dari apa yang telah Anda raih, namun kegagalan yang telah Anda hadapi, dan keberanian yang membuat Anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi (Orison Swett Marden)
    12. Dan bahwa setiap pengalaman mestilah dimasukkan ke dalam kehidupan, guna memperkaya kehidupan itu sendiri. Karena tiada kata akhir untuk belajar seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan (Annemarie S.)
    13. Urusan kita dalam kehidupan bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi untuk melampaui diri sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini (Stuart B. Johnson)
    14. Saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-wanita terkenal, dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai puncak keberhasilan adalah mereka yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ada di hadapan mereka dengan segenap tenaga, semangat dan kerja keras (Harry S. Truman)
    15. Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap menanggapinya (Louis L’amour)
    16. Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir (W.A. Nance)
    17. Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa Anda dicintai apa adanya, atau lebih tepatnya dicintai walaupun Anda seperti diri Anda adanya (Victor Hugo)
    18. Jika kita memulainya dengan kepastian, kita akan berakhir dalam keraguan, tetapi jika kita memulainya dengan keraguan, dan bersabar menghadapinya, kita akan berakhir dalam kepastian (Francis Bacon)
    19. Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran (James Thurber)
    20. Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama (Norman Vincent Peale)
    21. Kebahagiaan akan tumbuh berkembang manakala Anda membantu orang lain. Namun bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami tiap hari dengan sikap dan tindakan memberi (J. Donald Walters)
    22. Sedikit sekali orang yang memiliki hartanya sendiri. Hartalah yang memiliki mereka (Robert G. Ingersoll)
    23. Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah nyanyian, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah (Bhagawan Sri Sthya Sai Baba)
    24. Orang yang bahagia bukanlah pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu (Hugh Downs)
    25. Jangan takut untuk mengambil satu langkah besar bila memang itu diperlukan. Anda tak akan bisa melompati jurang dengan dua lompatan kecil (David Lloyd George)
    26. Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan (General Collin Power)
    27. Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, orang lain mengukur kita dengan mengukur dari adap yang telah kita lakukan (Henry Wadsworth Longfellow)
    28. Pengalaman bukan apa yang terjadi pada Anda, melainkan apa yang Anda lakukan atas apa yang terjadi pada Anda (Aldous Huxley)
    29. Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi (Jawaharlal Nehru)
    30. Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan (Confusius)
    31. Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia hari ini (Samuel Taylor Colleridge)
    32. Amatlah sedikit yang diperlukan untuk membuat suatu kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada di dalam diri Anda, yaitu di dalam cara berpikir dan bersikap (Fred Corbett)
    33. Kesalahan terbesar yang dibuat manusia dalam kehidupannya adalah terus-menerus merasa takut bahwa mereka akan melakukan kesalahan (Elbert Hubbad)
    34. Kebanggan kita yang terbesar bukan karena tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kita jatuh (Confusius)
    35. Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan, dan saya percaya pada diri saya sendiri (Muhammad Ali)
    36. Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan, saat mereka menyerah (Thomas Alfa Edison)
    37. Semua orang tidak perlu malu karena berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana dari sebelumnya (Alexander Pope)
    38. Kita berdoa jika kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan rezeki melimpah (Khalil Gibran)
    39. Bagian terbaik dari seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain (William Wordsworth)
    40. Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan dilempari dengan batu, tapi membalas dengan buah (Abu Bakar Sibli)
    41. Apabila kamu tidak bisa berbuat kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, maka berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik (Nabi Muhammad Saw.)
    42. Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih (Lao Tse)
    43. Kaca, porselen, dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa bekas yang nampak (Benjamin Franklin)
    44. Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain (Thomas Hardy)
    45. Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putusnya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menentramkan amarah dan gelombang itu (Marcus Aurelius)
    46. Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya. Tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walau bagaimana pun besarnya (Jalinus At Thabib)
    47. Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika semua orang mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan (Sir Francis Bacon)
    48. Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusukan dan pengkhianatan (Johan Wolfgang Goethe)
    49. Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali nampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah melakukannya dengan baik (Evelyn Underhill)
    50. Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh (Andrew Jackson)
    51. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita menyesali apa yang belum kita capai (Schopenhauer)
    52. Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak (Aldus Huxley)
    53. Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi (Ernest Newman)
    54. Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri (Martin Vanbee)
    55. Dalam masalah hati nurani, pikiran pertama lah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang terbaik (Robert Hall)
    56. Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tidak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu (William Feather)
    57. Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan yang sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika ia marah (Nabi Muhammad Saw.)
    58. Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berfikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berfikir seperti komputer (Sydney Harris)
    59. Orang-orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dengan cara yang berbeda (Dale Carnegie)
    60. Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala kebajikan yang lain (Cicero)
    61. Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu (Benjamin Franklin)
    62. Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain adalah ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan-kepentingan yang lebih besar (La Roucefoucauld)
    63. Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan (Nabi Muhammad Saw.)
    64. Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari, dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri (Mary Mc Carthy)
    65. Kerendahan hati menuntun pada kekuatan, bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri (John McCLoy)
    66. Apapun tugas hidup kita, lakukanlah dengan baik. Seseorang semestinya melakukan pekerjaannya sedemikian baik sehingga mereka yang masih hidup, yang sudah mati dan yang belum lahir tidak mampu melakukannya lebih baik lagi (Marthin Luther King)
    67. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri (Bung Karno)
    68. Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua : mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan tapi tak pernah memikirkannya (John Charles Salak)
    69. Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa (Denis Waitley)
    70. Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, itu bukan soal yang Anda pelajari di sekolah. Tetapi, bila Anda tidak pernah belajar makna persahabatan, Anda benar-benar tidak belajar apa pun (Muhammad Ali)
    71. Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tetap tenteram jika ada orang lain yang merasa gelisah, ketidakmampuan merasa nyaman jika ada orang merasa tidak nyaman, ketidakmampuan untuk tetap berperasaan enak apabila seorang tetangga sedang gundah (Samuel H. Holdenson)
    72. Maafkanlah musuh-musuh Anda, tapi jangan pernah melupakan nama-namanya (John F. Kennedy)
    73. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan Anda, tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri (Benjamin Disraeli)
    74. Ada dua macam manusia di dunia ini : mereka yang mencari alasan dan mereka yang mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya dapat terselesaikan (Alan Cohen)
    75. Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau cintai (Imam Ali RA)
    76. Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan belum tentu sama nilainya dengan setetes budi (Phytagoras)
    77. Bila rahasia sebuah atom dari atom-atom tersingkap, rahasia segala benda ciptaan, baik lahir maupun batin akan tersingkap, dan kau takkan melihat pada dunia ini atau dunia yang akan datang kecuali Tuhan (Syaikh Ahmad Al-Alawi)
    78. Lebih baik menjaga mulut Anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap Anda bodoh, daripada membuka mulut Anda dan menegaskan semua anggapan mereka (Mark Twain)
    79. Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Ghandi)
    80. Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan (Albert Einstein)
    81. Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran (Corni Ten Boom)
    82. Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tapi kita kehilangan semangat (Abraham Lincoln)
    83. Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan yang paling indah adalah “ibuku”. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. (Kahlil Gibran)
    84. Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa (Kahlil Gibran)
    85. Seorang pecundang tak tahu apa yang dilakukannya bila kalah, tapi sesumbar apa yang dilakukannya bila menang. Sedangkan pemenang tak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang dilakukannya bila ia kalah (Eric Berne)
    86. Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards)
    87. Pandanglah hari ini, kemarin sudah jadi mimpi. Dan esok hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok adalah visi harapan (Alexander Pope)
    88. Jadikan deritaku sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuatan Yang Maha Esa (Bung Karno)
    89. Ia akan datang, dan pergi. Seorang penguasa, pengemis atau pertapa – setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan tangan dan kaki terikat, apa bedanya? (Kabir)
    90. Satu-satunya yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri (Franklin D. Rosevelt)
    91. Saya melihat seorang pemecah batu sedang memukul sebongkah batu padas sampai seratus kali tanpa kelihatan retak sedikit pun. Tapi, pada pukulan ke seratus satu kali, batu itu pecah menjadi dua. Saya tahu bahwa bukan pukulan terakhir itu yang membelah batu, tapi semua pukulan yang sudah dilakukan sebelumnya (Jacob Riis)
    92. Jika Anda membiarkan sesuatu yang kecil berlalu, Anda akan menemukan kedamaian yang kecil juga. Jika Anda membiarkan lebih banyak hal berlalu, Anda akan meraih lebih banyak kedamaian. Jika Anda benar-benar membiarkan seluruhnya berlalu, Anda akan mendapatkan seluruh kedamaian (Ajahn Chah)
    93. Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan. (J. Sidlow Baxter)
    94. Musisi harus menciptakan musik. Pelukis harus menggoreskan lukisannya. Penyair harus menulis sajaknya. Mereka harus melakukannya agar mencapai puncak kedamaian dalam diri mereka sendiri. Seseorang harus menjadi apa yang mereka bisa jadi (Abraham Maslow)
    95. Meski Anda menyembunyikan pikiran buruk dalam hati Anda, tetap akan terpancar kekuatan kelam. Pikiran cinta, meskipun tak mengucapkannya, maka dunia pun akan terasa lebih terang (Ella Wheeler Wilcox)
    96. Kadang-kadang anda dapat mengatasi sebuah situasi sulit hanya dengan bersedia memahami orang lain. Sering yang paling dibutuhkan oleh seseorang adalah mengetahui bahwa ada seorang lain yang peduli tentang bagaimana perasaannya dan berusaha memahami posisi mereka (Brian Tracy)
    97. Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan kerjakan tiga hari kemudian (Abdullah Ibnu Mubarak)
    98. Kesempatan Anda untuk sukses di setiap kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan Anda pada diri sendiri (Robert Collier)
    99. Saya tak pernah menjumpai seseorang yang menderita karena terlalu banyak bekerja. Lebih banyak orang menderita karena terlalu banyak ambisi tetapi tak cukup berusaha (Dr. James Mantague)
    100. Nilai manusia, bukan bagaiman ia mati, melainkan bagaimana ia hidup. Bukan apa yang telah ia perolah, melainkan apa yang telah ia berikan. Bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat dengan tugas yang diberikan Tuha kepadanya (Ministry)
    101. Perhatikan perbedaan antara apa yang terjadi bila seseorang berkata, “Saya telah gagal tiga kali”, dan apa yang terjadi bila ia berkata, “Saya orang yang gagal”. (S. I. Hayakawa)
    102. Saat berbicara mode, berenanglah mengikuti arus. Saat berbicara prinsip, tegarlah seperti batu karang (Thomas Jefferson)
    103. Ada dua cara untuk menjalani hidup ini dengan mudah, percaya pada segala sesuatu atau meragukan segala sesuatu. Kedua cara tersebut membebaskan kita dari berfikir (Theodore Rubin)
    104. Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak lebih terhormat daripada selalu benar karena tidak melakukan apa-apa (George Bernard Shaw)
    105. Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik (Henry Ford)
    106. Apapun fakta yang ada di depan kita tidak lebih penting dari sikap kita dalam menghadapinya, karena itulah yang menentukan keberhasilan atau kegagalan kita (Norman Vincent Peale)
    107. Anda adalah produk dari lingkungan Anda. Maka, pilihlah lingkungan terbaik bagi pengembangan Anda menuju tujuan-tujuan Anda. Analisalah hidup Anda melalui lingkaran Anda. Apakah hal-hal di sekitar Anda membatu Anda menuju sukses atau malah menahan Anda? (W. Clement Stone)
    108. Kita harus saling memaafkan dan kemudian melupakan apa yang telah kita maafkan (Andrew Jackson)
    109. Kebencian atau dendam tidak menyakiti orang yang tidak Anda sukai. Tetapi setiap hari dan setiap malam dalam kehidupan Anda, perasaan itu menggerogoti Anda (Norman Vincent Peale)
    110. Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan kasih sayang untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu ternyata untuk selamanya (Jean Paul Reatcher)
    111. Maut bukanlah kehilangan terbesar dalam hidup. Kehilangan terbesar adalah apa yang mati dalam sanubari sementara kita masih hidup (Norman Cousins)
    112. Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain (Confusius)
    113. Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang kali. Dengan demikian, kecemerlangan bukan tindakan, tetapi kebiasaan (Aristoteles)
    114. Seorang pemimpin adalah orang yang melihat lebih banyak dari pada yang dilihat orang lain, melihat lebih jauh dari pada yang dilihat orang lain, dan melihat sebelum orang lain melihat (Leroy Eims)
    115. Jangan biarkan orang lain mempengaruhi ide dan keputusan Anda. Dalam lima tahun ke depan, Anda lah – bukan mereka – yang harus hidup dengan pilihan yang Anda buat (Sarah Brklacich)
    116. Bukalah mata sewaktu berjalan, karena bisa saja Anda akan bertemu kesempatan. Adapun kesempatan itu sendiri buta. Peganglah erat-erat, karena kesempatan datang dan pergi tanpa memberitahu (Anonim)
    117. Sifat cinta sama seperti sifat air dan tanah. Apabila Anda tidak cukup menggali, yang Anda peroleh adalah air yang keruh. Apabila Anda cukup menggali, yang Anda peroleh adalah air yang bersih dan jernih (Hazrat Inayat Khan)
    118. Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan (Gen Collin Powel)
    119. Kita datang ke dunia ini sendiri, dan sendiri pula kita meninggalkannya. Di antara pintu masuk dan pintu keluar, kita menghabiskan waktu lain untuk mencari persahabatan (E. M. Dooling)
    120. Mereka yang tidak bisa memaafkan orang lain menghancurkan jembatan yang akan dilewatinya (Confusius)
    121. Tuhan menganugerahi Anda wajah, tapi kita harus memberikannya ekspresi (Anonim)
    122. Manusia tidak dirancang untuk gagal, tapi manusia-lah yang gagal untuk merancang (William J. Siegel)
    123. Hati Anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka hati, bahkan bila hati itu sekeras batu (Hazrat Inayat Khan)

    Perbedaan Mendidik dan Mengajar

    Assalamu’alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

    Sahabat NAQS, mengajarkan ilmu kepada murid itu mudah. Namun mendidiknya agar tumbuh menjadi pribadi yang Unggul luar dalam itu perlu proses yang tidak singkat.

    NAQS DNA adalah sebuah sarana pendidikan pemberdayaan dan pengembangan diri manusia yang Holistik untuk meningkatkan derajat manusia meraih kesempurnaan dirinya sebagai manusia INSAN KAMIL yang RAHMATAN LIL ‘ALAMIN, dan bukan sekadar sarana pengajaran ilmu metafisika & spiritual.

    Lalu apa bedanya mendidik dan mengajar?
    Apa beda antara menerbangkan pesawat besar A380 500 penumpang dengan pesawat kecil twin otter 6 penumpang? Dua-duanya bisa terbang, bahkan twin otter lebih cepat terbang. Tapi muatannya lebih banyak pesawat besar, tentu saja. Bedanya adalah pada panjang landasan. Pesawat kecil landasannya pendek, pesawat besar harus panjang.

    Mengapa cobek batu jauh lebih murah daripada keramik cina? Perbandingan harganya bisa mencapai ribuan kali lipat. Mengapa? Karena proses pembuatan keramik cina lebih sulit. Namun hasil keramik cina jauh lebih bermutu tinggi.

    Itulah beda mengajar dengan mendidik. Mendidik memerlukan landasan yang panjang dan ketelatenan proses yang sulit. Agar hasilnya mampu mengangkat beban berat dan berkualitas tinggi.

    Pada prinsipnya PENDIDIKAN menjalankan tiga fungsi sekaligus :

    • Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang.
    • Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang di harapkan.
    • Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban.

    Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengertian bahwa Mendidik bukan hanya “Transfer of Knowledge” tetapi juga “Transfer of Value”. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia. Sementara Mengajar hanya sampai pada tataran Transfer of Knowledge.

    Dan lebih dalam dari itu dalam pelajaran spiritual, siswa akan diberikan Transmitter Energy dari alam KeTuhanan yaitu Transfer Energi Cahaya Ilahi Nur Muhammad, lengkap beserta The Way of Life System yang diperlukan untuk menumbuhkan Sistem Kultivasi di dalam diri siswa.

    Sistem Kultivasi ini merupakan sebuah Sistem Sukses Otomatis yang akan membimbing Hati Nurani siswa agar meraih keselamatan dan kesuksesan selama hidup di dunia dan di akhirat. Walaupum sistem ini berasal dari Tradisi Agama Islam sebagai Agama saya, namun aplikasinya bersifat Universal dan dapat digunakan oleh siapa saja. Asal dia mau menjalani Syarat Rukun atau Tata Cara yang berlaku dalam pendidikan Spiritual yang saya berikan. Karena sistem ini berdasarkan Fitrah Dasar Manusia serta berdasarkan Sunnatullah (Hukum Universal Alam Semesta).

    “Education is not preparation for life; education is life itself“
    Pendidikan bukanlah persiapan untuk menghadapi kehidupan, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri -John Dewey-

    Secara umum, PENDIDIKAN meliputi 3 hal pokok yang dituju bagi siswanya, yakni Afektif, Kognitif dan Psikomotorik.

    1. Afektif yakni yang berkaitan dengan sikap, moral, etika, akhlak, manajemen emosi, dll.
    2. Kognitif yakni yang berkaitan dengan aspek pemikiran, transfer ilmu, logika, analisis, dll.
    3. Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif.

    Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga belajar tetapi lebih ditentukan oleh instingnya, sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya, begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen.

    Menurut Paulo Freire, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, sedangkan John Dewey mengatakan bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan agar ada perubahan dalam masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses transfer dan pencarian nilai yang terjadi di level individu maupun masyarakat yang mengarah kepada perubahan kondisi ke arah yang lebih baik. Maka sejatinya pendidikan adalah juga proses pembebasan manusia dari insting hewaniahnya.

    Terdapat perbedaan mendasar antara mendidik dan mengajar, beberapa orang mungkin terjebak antara definisi mendidik dengan mengajar. Padahal, terdapat perbedaan yang mendasar antara keduanya. Mengajar merupakan kegiatan teknis keseharian seorang guru. Semua persiapan guru untuk mengajar bersifat teknis. Hasilnya juga dapat diukur dengan instrumen perubahan perilaku yang bersifat verbalistis. Tidak seluruh pendidikan adalah pembelajaran, sebaliknya tidak semua pembelajaran adalah pendidikan. Perbedaan antara mendidik dan mengajar sangat tipis, secara sederhana dapat dikatakan mengajar yang baik adalah mendidik. Dengan kata lain mendidik dapat menggunakan proses mengajar sebagai sarana untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan

    Mendidik lebih bersifat kegiatan berkerangka jangka menengah atau jangka panjang. Hasil pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu dekat atau secara instan. Pendidikan merupakan kegiatan integratif olah pikir, olah rasa, dan olah karsa yang bersinergi dengan perkembangan tingkat penalaran peserta didik.

    Mengajar yang diikuti oleh kegiatan belajar-mengajar secara bersinergi sehingga materi yang disampaikan dapat meningkatkan wawasan keilmuwan, tumbuhnya keterampilan dan menghasilkan perubahan sikap mental/kepribadian, sesuai dengan nilai-nilai absolute dan nilai-nilai nisbi yang berlaku di lingkungan masyarakat dan bangsa bagi anak didik adalah kegiatan mendidik. Mendidik bobotnya adalah pembentukan sikap mental/kepribadian bagi anak didik , sedang mengajar bobotnya adalah penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keahlian tertentu yang berlangsung bagi semua manusia pada semua usia. Contoh seorang guru matematika mengajarkan kepada anak pintar menghitung, tapi anak tersebut tidak penuh perhitungan dalam segala tindakannya, maka kegiatan guru tersebut baru sebatas mengajar belum mendidik.

    Tidak setiap guru mampu mendidik walaupun ia pandai mengajar, untuk menjadi pendidik guru tidak cukup menguasai materi dan keterampilan mengajar saja, tetapi perlu memahami dasar-dasar agama dan norma-norma dalam masyarakat, sehingga guru dalam pembelajaran mampu menghubungkan materi yang disampaikannya dengan sikap dan kepribadiaan yang harus tumbuh sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma dalam masyarakat.

    Proses dalam pendidikan seharusnya dapat menjadi proses pembebasan manusia dari penindasan. Sejarah membuktikan telah begitu banyak proses penindasan terjadi terhadap manusia, bahkan hingga saat ini. Karena baik si penindas, maupun yang tertindas, sama-sama mengalami proses dehumanisasi (kehilangan kemanusiannya) karena menyalahi kodrat manusia itu sendiri. Sejatinya manusia harus dipandang dan diperlakukan sebagai seorang manusia yang memiliki hak dan kewajiban serta sama harkat dan martabatnya dengan manusia lain. Pendidikan pun seharusnya tidak menempatkan guru/pengajar sebagai subjek dan murid/peserta belajar sebagai objek, namun, menempatkan guru/pengajar sebagai subjek (dalam hal ini fasilitator) dan murid/perserta belajar sebagai subjek pula. Sehingga pendidikan kritis pun dapat terwujud dan menghasilkan manusia yang kritis dan mampu membawa perubahan dalam masyarakat ke arah yang lebih baik.

    Jadi, jika hasil pengajaran dapat dilihat dalam waktu singkat atau paling lama tiga tahun, keluaran pendidikan tidak dapat dilihat sebagai satu hasil yang segmentatif. Hasil pendidikan tercermin dalam sikap, sifat, perilaku, tindakan, gaya menalar, gaya merespons, dan corak pengambilan keputusan peserta didik atas suatu perkara.

    Konsep Pendidikan Rasulullah SAW.

    Huwalladzii ba’atsa fii al-ummiyyiina rasuulamminhum yatluu ‘alayhim aayaatihi wayuzakkiihim wa yu’allimuhumulkitaaba walhikmata wa-in kaanuu min qablu lafii dhalaalin mubiinin
    “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (Al-Jumu’ah: 2)

    Dari ayat di atas, para mufassirin menerangkan bahwa di antara tugas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam kepada umatnya adalah:

    1. Membacakan ayat-ayat Allah
    2. MenTazkyiyah Nafs (mengKultivasi) atau mensucikan mereka
    3. Mengajarkan kitab dan Himah kepada mereka.

    Dan dari ayat di atas juga bisa diketahui bahwa umat manusia sebelum datangnya Rasulullah, dalam keadaan sesat yang nyata, yang berupa kemusyrikan, kemerosotan akhlak dan mereka dalam puncak Perubahan besar yang dibentuk Rasulullah saw di tengah-tengah kehidupan manusia tidak pernah ada tandingannya sepanjang sejarah. Meski dalam keadaan yang sangat sulit, sarana dan prasarana seadanya, dan dukungan massa terbatas. Tak ada kata putus asa. Hingga beliau saw mampu mengikis akar pemikiran dan tradisi jahiliyah kaumnya yang. Usaha keras Rasulullah saw berhasil membongkar pohon jahiliyah yang tertanam kuat di dalam hati kaum jahiliyah.

    Beliau saw berhasil membangun peradaban dan budaya pencerahan yang gemilang. Islam berdiri tegak di atas puing-puing kejahiliyahan dan kondisi sosial primitif yang berkepanjangan.

    Hal itu tidak lain, karena beliau saw memiliki metode pendidikan dan pengajaran yang tepat dan brilian. Metode yang menyinergikan akhlak mulia dengan ilmu pengetahuan, mengedepankan praktek daripada teori, bertahap dan berkesinambungan, mengorelasikan teori pengetahuan dengan percobaan. Kesuksesan itu karena metode yang dikawal dari Allah SWT yang ilmu-Nya meliputi segala tempat dan zaman.

    Beliau telah meretas jalan sukses dalam bidang pendidikan dan pengajaran. sehingga mampu para sahabatnya sebagai generasi yang sanggup memikul amanah. Para sahabat radiallahu anhum kepada generasi berikutnya, melestarikan peradaban Islam yang rahmatan lil alamin. Meski Rasulullah saw wafat menghadap Tuhan semesta alam.

    Hakekat dan Tujuan Pendidikan Nabi Muhammad SAW
    Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT adalah seorang pendidik (al-Jumu’ah: 2; al-Baqarah 151). Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa misi dan tugas Nabi sebagai seorang Rasul adalah membacakan ayat-ayat-Nya (tilawah), mensucikan jiwa (tazkiyah) yang diartikan dengan mendidik, serta mengajarkan al-Kitab dan al-hikmah (ta’lim), yang berarti proses mengajar untuk membekali seseorang dengan berbagai ilmu pengetahuan, baik yang terkait dengan alam nyata maupun metafisika, yang tetap bersandar pada al-Qur’an an as-sunnah. Tujuan pembacaan, penyucian dan pengajaran tersebut adalah pengabdian kepada Allah, sejalan dengan tujuan penciptaan manusia. Ketiga tugas tersebut dapat diidentikkan dengan fungsi pendidikan dan pengajaran yang diemban oleh Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pendidik. Jadi, pendidikan yang baik dan ideal harus mengandung ketiga unsur tersebut.

    Rasulullah dengan cara di atas telah sukses mendidik para sahabatnya menjadi masyarakat yang berbudi tinggi dan mulia, dari masyarakat jahiliyah menjadi bangsa yang berbudaya, bermoral, serta berpengetahuan. Jadi, pendidikan tidak hanya menekankan pada orientasi intelektualitas semata, tetapi juga menekankan pada pembentukan kepribadian yang utuh, yang tercerminkan dalam aktifitas tilawah, tazkiyah, dan ta’lim. Pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya, sehingga mampu mengemban tugas sebagai ‘Abdullah dan Khalifatullah adalah tujuan pendidikan Qur’ani.

    Selain itu, al-Baqarah 31 menunjukkan proses ta’lim, yaitu ketika Allah SWT mengajarkan (‘allama) nama-nama kepada Nabi Adam. Allah mengajari Nabi Adam nama-nama benda seluruhya, yakni pengetahuan tentang nama-nama benda serta menjelaskan fungsi-fungsinya. Dengan demikian, secara spesifik maka ta’lim berarti bimbingan yang menekankan kepad aspek peningkatan intelektualitas peserta didik, itu tersirat dalam proses penciptaan Nabi Adam, dimana Allah mengajarkan kepadanya nama-nama sebagai bekal menjadi khalifah.

    Tujuan pendidikan adalah untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat (adz-Dzaariyaat: 56; al-An’am, 162). Jadi, tujuan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kepandaian akal semata, tetapi untuk memperoleh hidayah dan kesucian hati. Ilmu pengetahuan harus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga ilmu harus dipenuhi dengan nilai-nilai ketuhanan (bismi rabbika).

    Al-Qur’an menggambarkan profil hamba Allah yang ideal, yang tentunya menjadi orientasi pendidikan Qur’ani. Mereka adalah orang-orang yang berakidah lurus, beribadah secara istiqomah dan penuh ketundukan, serta mempunyai akhlak yang luhur. Mereka memiliki sikap rendah hati, tidak sombong, berbicara dengan kata-kata yang baik, dan tidak menanamkan kebencian, serta jika mereka dicela, dibalasnya dengan cara yang baik. Mereka orang-orang yang menghabiskan sebagian malamnya untuk melakukan shalat serta ‘amal shalih lainnya, selalu memohon dihindarkan dari adzab neraka, dan proporsional dalam membelanjakan harta. Mereka juga tidak berlaku syirik, membunuh, ataupun berzina, tidak memberikan kesaksian palsu dan tidak melakukan hal-hal yang tercela. (al-Furqan 63-77)

    Tujuan pendidikan Qur’ani adalah membentuk generasi rabbaniyyiin (ali Imran 79). Yaitu orang-orang yang berilmu, namun tetap ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT, bertakwa, mawas diri dalam berbicara dan bertindak, memadukan antara ilmu dan amal, serta mengabdikan dirinya untuk mengajarkan manusia sesuatu yang bermanfaat. Ilmu pengetahuan, pengajaran, dan proses belajar seharusnya mengantarkan seseorang kepada tingkat rabbaniy. Jadi, pendidikan moral untuk mencapai akhlak yang sempurna adalah jiwa pendidikan Islam. Pengetahuan seharusnya membawa para ilmuwan Muslim untuk beriman, tunduk dan ada rasa takut (khasyyah) kepada Allah SWT (al-Fatir 28).

    Kurikulum Pendidikan
    Ayat-ayat yang menceritakan pesan-pesan Luqman kepada putranya, yang terangkum dalam QS. 31:16 bisa menjadi acuan untuk menjadi materi (kurikulum) pendidikan. Dalam rangkaian ayat tersebut, Luqman mewasiatkan kepada putranya agar bersyukur, tidak menyekutukan Allah, berbuat baik kepada orang tua, bertindak dengan berdasarkan ilmu, senantiasa merasa diawasi Allah, mendirikan shalat, melakukan amar ma’ruf nahy mungkar, tidak menyombongkan diri, sederhana dalam berjalan dan bersuara. Jika dirangkum, ada tiga pesan penting dalam wasiat-wasiat tersebut; pertama adalah penanaman tauhid, akidah yang lurus, dan pengenalan akan keagungan Allah SWT. Jadi, fokus utama pendidikan Qur’ani adalah pendidikan iman.

    Sebab jika iman sudah benar dan tertancap kuat dalam hati, maka akan luruslah semua aspek kehidupan seseorang. Kedua, penegasan untuk mentaati perintah-perintah Allah SWT (syari’at). Ketiga pengajaran tentang etika sosial berupa sifat sabar, gemar berterima kasih, cara berjalan yang baik, merendahkan suara, dan tidak sombong. Semua itu sejalan dengan perintah al-Qur’an yang lain bagi para orang tua sebagai pendidik, seperti perintah untuk mendirikan shalat (Thaha:132), dan perintah menjaga anggota keluarga dari api neraka (at-Tahrim:6).

    Meskipun fokus utama materi pendidikan al-Qur’an adalah terkait dengan akidah, ibadah, dan akhlak, tetapi bukan berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Materi yang sudah disebutkan di atas, diberi perhatian lebih awal karena ia akan menjadi pondasi pembentukan karakter seorang mu’min yang berakidah lurus dan kokoh, beribadah benar dan istiqomah, serta berakhlak terpuji yang mendarah daging. Banyak ayat lain dalam al-Qur’an yang berulang-kali meminta manusia menggunakan akal dan panca inderanya untuk membaca tanda-tanda alam sebagai bentuk kekuasaan Allah (Yunus: 101; an-Nahl:78 ; al-Jatsiyah: 13 dan al-Baqarah: 31).

    Jadi al-Qur’an tidak hanya mendorong belajar ilmu akidah, syari’ah dan akhlak saja. Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan lainnya. Al-Qur’an menetapkan alam semesta ini adalah ‘buku’ yang harus dibaca untuk menuju ma’rifatullah. Al-Qur’an mendorong pembelajaran dalam konteks yang seluas-luasnya. Jadi, seorang muslim wajib belajar sains, karena sains menjadi salah satu alat untuk membuktikan kekuasaan Allah, selain ayat-ayat tanziliyah (wahyu).

    Potret manusia yang ingin dihasilkan oleh pendidikan Qur’ani adalah Ulil Albab, “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari siksa api neraka.” (Ali Imran 191). Itulah cermin manusia seutuhnya yang menggunakan hati dan fikirannya untuk selalu berdzikir kepada Allah, bertafakkur, dan mengamati alam semesta. Kurikulum pendidikan Qur’ani tidak memisahkan secara dikotomis antara pendidikan ‘agama’ dan pendidikan ‘umum’. Sebab pada dasarnya semua yang ada di alam semesta ini, sebagaimana Wahyu bersumber dari Allah SWT.

    Berbeda dengan objek ilmu di Barat- pengetahuan versi al-Qur’an tidak terbatas pada apa yang bisa diindera saja, melainkan mencakup juga apa yang tidak bisa diindera (al-Haqqah: 38-39). Yang tidak bisa diindera ini (al-ghayb) tentunya hanya bisa diterima dengan pendekatan keimanan, yang dalam prakteknya biasanya bisa dipelajari dan diperoleh dengan meningkatkan kualitas ketakwaan, kesungguhan serta istiqomah dalam beribadah.

    Jadi, antara wahyu dan akal, atau iman dan ilmu tidak boleh dipisahkan, karena akan menurunkan martabat manusia itu sendiri. Iman tanpa ilmu akan menimbulkan keterbelakangan, takhayul dan kebodohan. Sebaliknya, ilmu tanpa iman akan mengumbar nafsu, kesombongan, kerakusan, penindasan dan penipuan. Konsep pendidikan Qur’ani menawarkan sesuatu yang holistik yang memadukan agama dan sains dan menekankan aspek ukhrawi dan duniawi. Tidak mungkin manusia bisa mencapai kebahagiaan akhirat tanpa melalui jalan dunia. Sebaliknuya, tanpa pengetahuan ‘ukhrawi’ niscaya kehidupan seseorang di dunia akan hampa tanpa tujuan. Kebahagiaan dunia akan tidak berguna, jika kelak di akhirat sengsara (al-Qasash: 77 dan al-Baqarah: 201).

    Kesimpulannya, konsep pendidikan menurut al-Qur’an diarahkan untuk mengembangkan berbagai potensi manusia semaksimal mungkin, sehingga akan bermanfaat dan juga menghasilkan rasa takut kepada Allah SWT.

    Semoga bermanfaat

    REFERENSI :
    Kompasiana
    Djimodji Communication

    Manajemen Niat Ala NLP

    Setiap amal itu tergantung pada niatnya.
    Demikian ajaran agama menelusup dalam diri saya, yang juga begitu sering saya dengar dari banyak orang. Saya lansir, ia merupakan salah satu ajaran yang paling populer di kalangan orang awam. Meskipun, saya pun yakin bahwa makna aslinya banyak yang belum dipahami secara tepat.

    Betapa tidak? Kalimat,”Yang penting kan niatnya baik” cukup sering saya dapati ketika seseorang berusaha menasihati orang lain, namun justru ditanggapi dengan kurang menyenangkan. Meski saya sepakat bahwa situasi seperti ini mungkin saja terjadi, seringkali saya pahami bahwa kesalahpaman ini terjadi lebih disebabkan oleh sang pemberi nasihat yang belum menggunakan cara yang tepat saja. Alhasil, alih-alih bermanfaat, nasihat baik ini malah mubazir.

    Lalu, apa sebenarnya konteks yang tepat untuk menerapkan ajaran di atas?

    Saya mohon maaf, sebab saya bukan ahli agama, maka penjelasan saya berikut ini tentu masih amat jauh dari layak untuk dianggap sebagai kebenaran. Namun sebab saya meyakini bahwa menyebarkan sebuah ilmu akan membukakan jalan pada ilmu baru, saya kuatkan diri saya untuk menuliskan jua pemahaman saya soal niat.

    Niat dan State
    Bagaimana ceritanya nih? Begini. Mari kita cermati kejadian berikut ini.
    Anda adalah seorang manajer yang baru saja merekrut karyawan baru. Saat wawancara, Anda sudah menegaskan pertanyaan penting berikut ini, “Jadi, Anda betul-betul berniat untuk berkarir di bidang keuangan?”

    Kontan, dengan senyum merekah, sang calon karyawan pun menjawab lugas, “Ya! Niat saya sudah bulat!”

    Maka rangkaian wawancara pun Anda tutup dengan syukur, berharap Anda sudah menjatuhkan pilihan pada orang yang tepat.

    Hari berikutnya, sang karyawan baru pun menjalani hari pertamanya. Ia penuh gairah, belajar dengan semangat, bertanya kesana dan kemari dengan wajah antusias. Setiap tugas yang Anda berikan ia lahap seketika, meski tak jarang ia mengalami beberapa kesulitan. Maklum, karyawan baru.

    Berlalu 3 hari. Anda agak merasa aneh, sebab sang karyawan ini menunjukkan gelagat yang berbeda. Ya, baru tiga hari, dan Anda mendapati gairahnya menurun. Ia mulai kesulitan menjalankan instrukti Anda. Wajah yang sebelumnya ceria kini banyak murung. Tak sampai seminggu untuk mendapatinya sulit dicari di ruangan. Bahkan di minggu kedua, ia sempat bolos sehari tanpa izin dan alasan yang jelas.

    Minggu ketiga, juga masih aneh. Sehari semangat, sehari loyo. Begitu terus berlangsung, hingga Anda sudah tak tahan lagi.

    Nah, menghadapi kondisi seperti ini, apa kiranya yang Anda akan ucapkan tentang karyawan baru itu?

    Ah, jika Anda sama seperti beberapa orang yang saya temui di negeri ini, kalimat ini mungkin sama—mungkin juga tidak—dengan Anda, “Gimana sih anak ini? Niat kerja nggak sih?”

    Hehe… Anda boleh kok punya versi yang berbeda.
    Nah, apa sebenarnya makna kata ‘niat’ pada kalimat di atas? Jelas bukan sesuatu yang diucapkan di depan saat wawancara, bukan?

    Ya! Niat memang bukan sesuatu yang diucapkan dengan lisan semata. Maka bagi seorang Muslim, mengucapkan niat secara lisan dalam shalat bukan merupakan kewajiban. Niat dalam rangkaian shalat adalah perbuatan hati.

    Kembali ke kata ‘niat’ yang diucapkan oleh Anda di atas, bukankah Anda sepakat bahwa ia lebih merupakan konsistensi daripada hanya sebuah kondisi hati yang sekali muncul sudah itu mati?

    Aha! Maka jadi masuk akal jika agama pun mengajarkan kita untuk selalu meluruskan niat. Kok meluruskan ya? Berarti niat bisa bengkok atau melenceng donk?

    Ya, memang demikian lah adanya. Niat adalah sebuah kondisi menyengaja dalam diri, yang sangat mungkin untuk berubah, dan karenanya harus senantiasa dipantau dan dikendalikan.

    Maka menggunakan kerangka NLP, niat sejatinya adalah sebuah proses mengakses state alias kondisi pikiran-perasaan yang tepat untuk memunculkan perilaku yang diinginkan. Dan selayaknya sebuah state, ia jelas tidak statis, melainkan dinamis, keluar dari yang satu berganti menjadi yang lain.

    Semisal, kita ingin bersedekah. Kita pun mengakses kondisi ikhlas, yakni kondisi dimana pikiran dan perasaan tertuju semata hanya mengharapkan ridha Allah. Jika terbersit sebuah keinginan untuk dilihat, baik itu dalam bentuk film dalam pikiran atau suara, kita pun segera mematikan atau menggantinya. Dengan demikian, perilaku sedekah kita pun menjadi bersih. Mengeluarkan uang terbaik yang kita miliki, lalu melakukannya dengan diam-diam.

    Cukupkah?

    Jelas tidak. Sebab sudah berperilaku seperti itu pun, seringkali niat ini berubah. Misalnya, ketika seseorang tiba-tiba melihat dan memuji apa yang kita lakukan. Sebuah suara barangkali muncul, “Wah, hebat juga ya, aku bersedekah seperti itu.” Jika kita jeli, seketika kita pun awas, dan segera mematikan suara tersebut, mengubah senyum bangga menjadi wajah penuh harap agar Allah masih sudi menerima sedekah kita tadi.

    Demikianlah, Niat adalah sebuah State. Sebab ia state,maka ia menaungi rangkaian perilaku yang ada di dalamnya. State senang akan memunculkan perilaku senyum tulus dengan lebih mudah, dibanding state sedih. State percaya diri akan menghadirkan perilaku bicara meyakinkan dengan lebih cepat dibanding state ragu-ragu.

    Ah, bukankah jadi lebih jelas mengapa agama ajarkan kita untuk memulai sesuatu dengan meluruskan niat? Sebab tanpa niat yang lurus, perilaku tulus pun sulit untuk muncul. Alih-alih tulus, yang ada adalah perilaku hitung-hitungan. Tidak memberi jika pujian sedikit. Tidak mengajar jika honor kecil. Dan seterusnya.

    Sementara niat yang tulus, menghadirkan segenap pikiran hanya soal meraih ridha Allah, melahirkan segenap rasa yakin akan pembalasan Allah, akan menghadirkan perilaku yang murni, apapun respon yang didapat. Dicaci ketika menasihati, kita justru tersenyum, sebab yakin bahwa cacian kan berbuah pahala. Rugi ketika menerima kembali barang dagangan yang dikembalikan pembeli karena cacat, kita justru lega, sebab dihindarkan dari perhitungan di Hari Akhir kelak.

    Dan berbekal NLP, ia adalah proses mengelola representasi internal alias film dalam pikiran, dan gerakan tubuh.

    Ingin mendapat ilmu yang berlimpah? Niatkan untuk belajar dengan penuh takzim pada seorang guru.

    Caranya?

    Selidiki apa yang sedang diputar dalam pikiran. Dan ganti gambarnya dengan gambaran positif tentang sang guru, ilmunya yang luas, manfaatnya yang banyak. Putar suara dalam pikiran tentang nasihat untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Kecilkan suara-suara sumbang orang lain tentang sang guru, yang teringat. Dan rasakan diri ini begitu takzim, sehingga memudahkan ilmu baru masuk.

    Takkan hadir ilmu, pada diri yang memelihara kesombongan.

    Ingin bekerja dan mendapat rezeki berlimpah nan halal? Niatkan untuk bekerja tanpa pamrih.

    Caranya?

    Selidiki film yang kita putar dalam pikiran. Jika muncul pikiran tentang mendapat keuntungan lewat cara yang tidak halal, ganti segera! Munculkan ingatan tentang orang-orang jujur yang sukses, dan betapa berkah hidup mereka. Jika muncul bisikan-bisikan untuk bekerja seadanya, malas-malasan, kecilkan suaranya! Munculkan suara penyemangat, nasihat pembangkit inspirasi, hingga terasa semangat menggelora untuk persembahkan yang terbaik.

    Selalu ada hasil, pada tiap kesungguhan.

    Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Ibnu Umar ra, pernah berujar, “Seandainya ada satu saja sujudku yang diterima, niscaya itu sudah cukup buatku.”

    Wah, sahabat Nabi sekelas beliau saja tak yakin bahwa sujudnya yang buanyak itu diterima? Bagaimana dengan kita?

    Inilah bukti bahwa niat harus terus diluruskan, dikelola. Ini pulalah sebab mengapa kita diajar untuk berdoa agar hati yang memang tabiatnya senang berbolak-balik ini senantiasa diteguhkan di jalan Tuhan.

    Apa Itu STATE..??
    State di kamus punya makna beragam. State bisa diartikan wilayah. Istilah state digunakan di kalangan psikologi pertama kali adalah dalam Transactional Analysis untuk menggambarkan keadaan pemikiran , perasaan dan kecenderungan untuk bertindak. Dalam NLP ,STATE atau lengkapnya STATE OF MIND adalah keadaan menyeluruh antara tubuh dengan keadaan neurologisnya yang berupa pikiran, perasaan dan kecenderungan untuk bertindak bahkan tindakan.

    STATE ini akan saling mempengaruhi dengan Posisi Tubuh, Pikiran, Perasaan dan Tindakan yang dilakukan.

    Perhatikanlah Kondisi Fisik (Raga) orang yang sedang gembira, kecewa, marah, menahan geram, sedih, menangis, putus asa. Setiap STATE ternyata mempunyai kapling raganya masing-masing. Karena itu para aktor dan aktris professional mudah untuk mendapatkan STATE tertentu hanya dengan mengubah dan meng-Olah Raga saja.

    Mari kita bereksperimen mengenai STATE ini.
    Experiment 1 :

    • Pikirkanlah pengalaman saat Anda bahagia . Lihatlah wajah Anda di cermin .
    • Pikirkanlah pengalaman saat Anda sedih. Lihatlah wajah Anda di cermin.

    Experiment 2 :

    • Buatlah wajah Anda seperti yang terlihat di cermin saat Anda merasa bahagia. Lalu rasakanlah perasaan yang muncul
    • Buatlah wajah Anda seperti yang terlihat di cermin saat Anda merasa sedih. Lalu rasakanlah perasaan yang muncul.

    Jadi……
    Mengubah posisi tubuh akan mengubah STATE. Melakukan gerak akan mengubah STATE. Berolah raga mengubah STATE, Menari mengubah STATE, berjoget mengubah STATE, Yoga mengubah STATE, Meditasi mengubah STATE , Silat mengubah STATE , Berdoa dan Sholat mengubah STATE.

    Mengatur pikiran akan mempengaruhi STATE. Memunculkan pikiran damai menghasilkan STATE . Memunculkan pikiran rusuh menelurkan STATE. Mengendalikan pikiran sama dengan mengendalikan STATE.

    Terserah Anda mau mulai dari mana. Anda dapat mengubah State dengan merasakan perasaan , menciptakan pikiran atau melakukan gerak tertentu.

    Di salah satu sekolah kepribadian yang mengajarkan membangkitkan rasa percaya diri. Latihannya justru bukan dengan mengelola pikiran peserta. Peserta dilatih berjalan santai, wajah menatap ke depan, nafas lancar dan energi mantap di seluruh tubuh dan beban terbagi imbang ke kaki kanan dan kiri. Latihan berulang-ulang. Dan ajaib, peserta jadi Pede abis.

    Di ketentaraan , para calon prajurit dilatih pede, sigap dan cekatan dengan baris berbaris , hadap kiri , hadap kanan, jalan di tempat, maju jalan, serong kiri, serong kanan dan hormat .

    Bagaimanakah State Anda saat ini ? 
    Sadarilah gerak tubuh dan mimik wajah Anda.

    Bagaimanakah gerak tubuh dan mimik wajah Anda saat ini? 
    Sadarilah itulah State Anda.

    by. Indonesia NLP Society

    Keyakinan & Kepercayaan Diri

    Sahabat NAQS DNA dimanapun berada. Keteguhan & Keyakinan Hati memegang peranan sangat penting di saat kita melakukan terapi kepada Client/Pasien. Pasien anda boleh ragu-ragu ataupun kurang yakin, namun anda tidak boleh begitu. Anda haruslah dalam kondisi Haqqul Yakin dan Pasrah serta Ikhlas sepenuhnya. Sehingga keyakinan yang ada di dalam hati anda akan menular ke dalam hati pasien, dan proses terapi dapat berjalan sesuai dengan syarat rukunnya sehingga hasil yang diperolehpun memuaskan kedua belah fihak. Ingatlah bahwa segala Atom dan partikel yang ada di alam semesta ini tunduk dan patuh kepada hati manusia yang Yakin.

    Allah s.w.t telah menyatakan dengan firman-Nya:
    “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Al-Jaatsiah; 13)

    Sebuah contoh kasus tentang seseorang yang sedang mencari kerja. Agar mendapatkan pekerjaannya, orang itu harus yakin dengan hatinya bahwa Allah akan benar- benar menolongnya, tidak perduli betapa mustahilnya itu menurut akal sehat manusia. Namun pada faktanya akal sehat bukanlah sesuatu yang selalu bisa dipercaya.

    Ada kekuatan luar biasa di balik akal sehat yang mengendalikan semesta ini. Namun memang terkadang akal sehat inilah yang selalu membuat keragu-raguan dalam hati kita. Sehingga saat partikel di alam ini mulai membentuk komponen- komponen dari apa yang hati kita yakini tersebut (semisal lapangan pekerjaan), maka buru – buru akal sehat membantah “keyakinan hati” ini, sehingga menimbulkan keraguan – raguan.

    Ah mana mungkin kamu bisa mendapatkan pekerjaan, pengangguran dimana – mana, sedangkan lapangan kerja pun sedikit.

    Itulah bantahan akal sehat kepada kita sehingga menimbulkan keraguan – raguan dalam diri, keragu – raguan ini menyebabkan partikel – partikel alam semesta – yang tadinya akan membentuk sebuah lapangan pekerjaan – (atas perintah hati kita) menghentikan proses pembentukan tersebut. Namun seandainya hati kita benar – benar yakin akan hal tersebut dapat kita peroleh. Maka Insya Allah apa yang kita inginkan tersebut dapat tercapai.

    Keyakinan hati (iman) yang kuat dapat membantu terjadinya keajaiban; laksana pikiran yang membutuhkan konsentrasi luar biasa dan ketekunan. Itulah sesungguhnya salah satu jalan yang utama. Sebagian besar dari kita memiliki kepercayaan dan keyakinan tertentu: pada diri sendiri, pada seseorang, agama, filosofi atau ilmu pengetahuan. Kepercayaan memberikan diri kita sebuah pegangan. Dengan demikian memungkinkan otak ini bebas memusatkan perhatian untuk kerja yang lain. Tanpa keyakinan kita cenderung mempertanyakan segala sesuatu, membuang-buang energi dan memory otak. Keyakinan memberikan stabilitas dan rasa aman kepada diri kita dan menolongnya melangkah maju, memberikan tujuan dan makna hidup. Keyakinan dapat membuat rasa takut hilang lenyap. Inilah inti dari keimanan dimana keyakinan yang dalam pada Tuhan memberikan rasa aman yang luar biasa.

    Keyakinan adalah juga faktor pendorong yang hebat. Banyak karya besar umat manusia di dorong oleh keyakinan, baik menyangkut mahakarya seperti Piramid, Taj Mahal, candi-candi yang luar biasa, gereja, masjid atau bahkan pengiriman manusia ke bulan.

    Kekuatan ini harus diarahkan untuk perbaikan kehidupan umat manusia. Keyakinan hati sangat menentukan masa depan yang akan kita dapatkan. Maka kalau Anda ingin meraih kesuksesan, pertama-tama arahkan hati anda untuk memiliki impian indah tentang keberhasilan. Dengan mengarahkan hati memiliki impian indah kesuksesan, maka otak akan memprosesnya dan memerintahkan panca indra untuk mewujudkan keberhasilan yang anda impikan.

    Jangan remehkan keyakinan hati Anda. Ketika anda mampu mengarahkan keyakinan hati anda hanya pada hal-hal yang positif, maka itulah yang akan anda dapatkan. Ketika anda mengarahkan keyakinan hati anda pada keberhasilan, kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang bermakna, maka itulah yang nanti akan anda dapatkan. Konsekuensinya adalah kesempatan untuk menjadi berhasil dan sukses sesuai kehendak hatinya akan terbuka lebar baginya.

    Michael Dell adalah seorang pendiri dan CEO Perusahaan komputer raksasa DELL yang memproduksi PC (Personal Computer) dan Note book yang terbesar di dunia. Bagaimana Dell memulai kesuksesannya ? Ketika masih berusia 19 tahun, Dell memulai usahanya sebagai seorang salesman computer. Kemudian ia mulai merakit dan menjualnya di kampus. Meskipun akhirnya dia tidak berhasil menyelesaikan studinya, namun hanya dalam waktu yang relatif singkat Dell berhasil mengembangkan usahanya dan menguasai penjualan PC didunia.

    Dell mampu membangun perusahaannya dan bahkan mengalahkan perusahaan raksasa dibidang computer lainnya, seperti HP dan Compaq yang telah berumur lebih dari 50 tahun. Keberhasilannya ini mengantarkan Michael Dell yang ketika itu baru berumur 29 tahun sudah masuk dalam daftar 100 orang terkaya di dunia. Kini Michael Dell, tercatat sebagai salah seorang yang sukses dan menjadi bagian dari 10 orang terkaya di dunia saat ini yang berumur 39 tahun dari Amerika Serikat. Dengan kekayaan pribadinya mencapai puluhan milyard US Dolar.

    Mengapa Michael Dell mampu berprestasi begitu luar biasa?
    Jawabannya adalah karena Dell memiliki keyakinan hati untuk berhasil. Ya, Dell memiliki keyakinan hati yang sangat kuat, bahwa dia mampu menjadi yang terbaik. Dia memiliki keyakinan mampu meraih keberhasilan yang diinginkannya. Meskipun ia memulai usaha pada usia yang masih sangat muda, belum memiliki banyak pengalaman, namun hal ini tidak membuat dirinya takut gagal atau takut bersaing dengan perusahaan yang lebih hebat. Bagi Dell usia muda berarti memiliki waktu yang lebih panjang untuk mencoba agar berhasil. Memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Itulah “Keyakinan Hati” yang mampu mendorong motivasi meraih keberhasilan.

    Keberhasilan, kesuksesan maupun kegagalan itu dimulai dari dalam hati kita sendiri. Dengan mengarahkan dorongan “drive” dari dalam hati selalu kepada hal-hal positif dan indah tentang kesuksesan, itulah yang akan kita dapatkan dalam kehidupan.

    Ketika kita belajar dari orang-orang Sukses, para achiever, mereka yang meraih prestasi tertinggi maupun para pemimpin kehidupan, kita akan menemukan bahwa mereka memiliki keyakinan hati meraih yang terbaik sesuai bidangnya. Mereka mengarahkan hatinya untuk meyakini hal-hak positif tentang masa depannya. Mereka mampu memberdayakan potensi kekuatan hatinya untuk meraih prestasi puncak dalam karir maupun kehidupan.

    Bagaimana agar dapat menciptakan keyakinan hati ?
    Keyakinan hati manusia itu dapat tercipta melalui beberapa hal dibawah ini:

    1. IMAN, Kepercayaan Kepada ke-Maha Kuasaan Tuhan.
    2. ILMU, Ilmu pengetahuan, seperti meyakini bahwa bumi, bulan dan matahari berputar pada porosnya dalam garis edar keseimbangan. Kita meyakini karena teorinya mengatakan demikian.
    3. Pengalaman sendiri, sudah melihatnya sendiri. Keyakinan berdasarkan pengalaman tercipta ketika Anda sudah melakukannya sendiri, membuktikannya sendiri atau sudah melihatnya sendiri.
    4. Pengalaman Orang Lain, referensi atau contoh dari orang lain. Keyakinan karena referensi atau contoh orang lain tercipta karena Anda sudah melihat orang lain melakukannya atau orang lain sudah membuktikannya. Bila ada satu saja orang yang berhasil melakukan sesuatu, maka orang lainpun punya potensi untuk bisa melakukan hal yang sama.

    Bagaimana dengan diri Anda ? Sudahkah Anda memiliki keyakinan dari dalam hati bahwa Anda memiliki potensi untuk meraih kesuksesan dan keagungan dalam hidup ini ?.

    Arahkanlah pilihan hati hanya pada keyakinan positif. Salah satunya dengan mengambil contoh pengalaman orang lain. Maka setiap orang dapat mengambil pelajaran dari keberhasilan orang-orang sukses, seperti Michael Dell misalnya. Kita dapat belajar kesuksesan mereka, belajar menjadi pribadi yang positif, menjadi pribadi yang berkualitas, berani meraih kesuksesan dan menghasilkan karya terbaik bagi orang lain. Untuk tujuan itulah sesungguhnya manusia dilahirkan dan hidup di dunia.

    10 Rahasia Mendapatkan Rasa Percaya Diri Dalam Hitungan Detik
    Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri anda dalam jangka panjang, namun terkadang kita juga memerlukan langkah-langkah meningkatkan rasa percaya diri dalam waktu singkat. Anda rasanya tak bisa berjalan menuju sebuah pertemuan penting sambil membaca buku panduan mengenai kepercayaan diri, atau menelepon mentor anda pada menit-menit terakhir.

    Jadi dibawah ini saya mencoba mensharingkan kepada anda beberapa tips yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anda dengan cepat dalam hitungan detik :

    1. Tersenyum.
      Tersenyum merupakan tips 1 detik jika anda merasa gugup dan tidak percaya diri. Anda tidak hanya tersenyum jika anda merasa senang dan percaya diri, sebaliknya anda bisa tersenyum untuk membuat diri anda merasa lebih baik. Tersenyum berhubungan erat dengan perasaan positif sehingga hampir tidak mungkin anda merasa tidak enak ketika anda tersenyum.

      Tersenyum lebih dari sekedar menunjukkan ekspresi pada wajah anda. Tersenyum melepaskan hormon endorphin yang membuat anda merasa lebih baik, meningkatkan sirkulasi darah di wajah anda, membuat anda merasa nyaman dengan diri anda sendiri dan tentunya dapat meningkatkan rasa percaya diri anda. Anda juga akan tampak lebih percaya diri di hadapan orang lain ketika anda tersenyum.

    2. Tatap Mata Lawan Bicara Anda.
      Sama halnya dengan tersenyum, tataplah mata semua orang di dalam ruangan. Berikan senyum anda dan dapat dipastikan mereka akan membalas senyuman anda; dan senyum yang diberikan orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri anda dengan cepat. Sama halnya dengan tersenyum, kontak mata menunjukkan bahwa anda percaya diri. Menatap sepatu anda atau meja mendorong perasaan anda menjadi ragu-ragu dan malu. Tips ini sangat berguna untuk situasi kerja; buatlah kontak mata dengan orang yang mewawancarai anda, atau orang-orang yang menghadiri presentasi anda.

      “Kontak mata membantu anda untuk menghilangkan rasa takut jika anda sedang berbicara di depan umum dan semakin mendekatkan anda dengan lawan bicara anda. Stress merupakan perasaan yang datang dari sesuatu yang asing dan tidak dapat dikendalikan. Kontak mata memberikan pembicara gambaran dari kenyataan yang tidak lain adalah lawan bicara itu sendiri. Kontak mata juga membantu menarik minat lawan bicara anda.” (Confident Eye Contact, Unlimited Confidence)

    3. Ubahlah Suara Dalam Diri Anda.
      Kebanyakan dari kita memiliki suara dalam diri yang mengatakan bahwa kita bodoh, tidak cukup mampu, terlalu gendut, kurus, berisik, pendiam, dll. Kemampuan merubah suara di dalam diri anda merupakan kunci untuk memperoleh kepercayaan diri dari dalam. Buat suara dalam diri anda menjadi teman pendukung yang paling mengenal anda dan mengetahui bakat anda, serta menginginkan anda untuk mencapai yang terbaik.
    4. Lupakan Standar Yang Ditetapkan Orang Lain.
      Terlepas dari situasi yang membuat anda mengalami krisis percaya diri, anda bisa membantu diri anda sendiri dengan berpegang pada standar yang anda miliki. Orang lain memiliki nilai yang berbeda dengan anda, dan sekeras apa pun anda mencoba, anda tidak pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat. Jangan khawatir jika orang-orang menyebut anda gendut, kurus, pemalas, membosankan, pelit, konyol, dll.. Bertahanlah pada standar yang anda miliki, bukan pada standar yang dimiliki orang lain. Ingatlah nilai-nilai dan standar-standar yang dimiliki umumnya berbeda dalam masyarakat; anda tidak harus menerima nilai dan standar tersebut hanya karena orang-orang di sekitar anda menerimanya.
    5. Tampillah Serapih Mungkin.
      Meskipun anda hanya memiliki sedikit waktu, pergilah ke kamar mandi untuk memastikan anda tampil rapih. Sisirlah rambut anda, cucilah muka anda, perbaiki riasan wajah anda, luruskan kerah anda, pastikan tidak ada sisa makanan pada gigi anda. Semua hal ini dapat membuat perbedaan antara rasa percaya diri terhadap penampilan anda dan rasa takut anda terhadap penampilan anda.

      ”Sempurnakan penampilan fisik anda; sudah merupakan fakta bahwa penampilan seseorang memainkan peranan penting dalam membangun rasa percaya diri. Meskipun kita tahu apa yang kita miliki dalam diri kitalah yang penting, penampilan fisik anda menentukan impresi orang terhadap diri anda.” (Building Blocks to Self-Confidence, Complete Wellbeing)

    6. Berdoalah Atau Bermeditasi Sejenak.
      Jika anda percaya pada Yang Maha Kuasa, mengucapkan doa bisa meningkatkan rasa percaya diri anda (anda juga bisa melakukan meditasi selain berdoa). Langkah ini membantu anda untuk mundur sesaat dari situasi yang serba cepat dan mencari bantuan dari Yang Maha Kuasa. Berikut adalah sebuah contoh doa, namun anda bisa menulis hal serupa yang sesuai dengan agama atau kepercayaan anda:
      “Ya Tuhan, terima kasih karena Kau telah mencintai dan menerimaku apa adanya.. bantulah aku untuk melakukan hal yang sama.. dan bantulah aku untuk tumbuh menjadi sesuai dengan kehendakMu sehingga rasa percaya diriku akan bertambah; semuanya demi keagungan namaMu dan bukan namaku. Terima kasih karena Engkau telah mendengarkan dan menjawab doaku. Amin.” (Daily Encounter, Strengthen Your Self-Confidence, Acts International)
    7. Reka Ulang.
      Jika sesuatu terjadi diluar dugaan anda, hal ini cukup mudah menggoyahkan rasa percaya diri anda. Mungkin anda menumpahkan minuman anda, terlambat hadir di sebuah pertemuan penting karena macet, atau seseorang yang ingin anda ajak bicara memberikan tanggapan dingin. Cobalah untuk “mereka ulang” situasi tersebut dan tempatkan pada situasi yang lebih positif. Seringkali suatu kejadian menjadi negatif karena persepsi kita sendiri.
    8. Tentukan Langkah Anda Selanjutnya.
      Jika anda tidak yakin dengan apa yang harus anda lakukan, temukan satu langkah sederhana yang bisa membantu anda untuk terus maju. Hal ini mungkin saja bisa dilakukan dengan melakukan kontak mata pada sebuah pesta, memperkenalkan diri anda pada orang asing, memecahkan kebekuan dalam sebuah rapat, atau menanyakan orang yang mewawancarai anda untuk menunjukkan pengetahuan anda terhadap industri dan perusahaan mereka.

      Mulailah bertindak meskipun anda tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang seharusnya anda lakukan. Bergeraklah menuju sasaran anda. Koreksi diri anda di lain kesempatan.

    9. Bicaralah Perlahan.
      Sebuah tips sederhana agar anda terlihat atau menjadi lebih percaya diri adalah dengan bicara perlahan. Jika anda bicara terlalu cepat, anda akan merasa tidak enak karena anda sadar anda bicara terlalu cepat. Bicara perlahan memberi anda kesempatan untuk memikirkan apa yang anda akan katakan selanjutnya. Jika anda sedang berbicara atau melakukan presentasi, berhentilah sesaat pada akhir sebuah frase atau kalimat untuk membantu orang lain mencerna apa yang anda katakan.

      Berbicara perlahan menunjukkan kepercayaan diri seseorang. Seseorang yang merasa tidak layak didengarkan akan berbicara dengan cepat, karena ia tidak mau membuat orang lain menunggu hal-hal yang tidak layak didengarkan.

    10. Ikut Ambil Bagian.
      Pernahkah anda duduk seharian di dalam kelas atau di sebuah rapat tanpa mengucapkan satu patah kata pun? Pernahkah anda pergi bersama teman-teman anda di malam hari dimana teman-teman anda berbincang dengan gembira sementara anda hanya duduk dan menatap minuman anda? Kemungkinan yang terjadi adalah anda merasa tidak terlalu percaya diri pada saat itu – dan mungkin saja anda akan merasa lebih tidak enak sesudah malam tersebut. Apapun situasi anda, berusahalah untuk ikut ambil bagian. Meskipun anda merasa tidak banyak yang bisa anda katakan, pikiran dan perspektif anda sangat berharga bagi orang-orang di sekitar anda.

    Pesan Dari Alam Bawah Sadar (Quantum Awareness Healing)

    Dahulu kala, di sebuah negeri antah berantah hiduplah seekor master belalang yang terkenal sangat bijaksana dan sakti mandraguna. Ia mampu menyembuhkan penyakit-penyakit aneh hingga masalah-masalah yang sangat pelik dalam kehidupan. Suatu hari seekor belalang muda datang untuk berguru dan memohon untuk diterima sebagai murid.

    Belalang muda ini pun mulai belajar jurus-jurus sakti dari sang master hingga bertahun-tahun. Pada suatu hari belalang muda ini menghadap kepada Sang Master dan berkata, “Master, Master, boleh saya bertanya sesuatu?”

    Sambil menatap sang belalang muda dengan penuh pertanyaan, Sang master kemudian bertanya, “Apa yang ingin kamu ketahui anakku?”

    “Master, dahulu saya sebelum saya belajar ilmu dari Anda, konon saya mendengar Anda adalah orang yang dapat membuat KEAJAIBAN, namun selama bertahun-tahun saya belajar ilmu dari Anda, saya belum melihat KEAJAIBAN itu, bagi saya semuanya hanya jurus-jurus belaka dan saya belum menemukan KEAJAIBAN itu.”

    Dengan tatapan lembut, suara yang sangat pelan dan bijaksana Sang Master berkata, “Karena .. KEAJAIBAN itu ada di dalam dirimu.“

    Sakit / Perasaan Sakit
    Seorang client saya beberapa waktu lalu sering mengalami sakit yang hebat di dalam dirinya, apa yang ia lakukan sebelumnya adalah ia mulai dengan mencari dokter-dokter terkenal, menggunakan pain killer dan obat-obatan hingga dengan rutin mengalami body check up, olahraga, diet, yoga, meditasi dll.

    Dan ia berkata kepada saya, “Saya sudah mencari solusinya kemana-mana, namun sakit ini kadang-kadang hilang tetapi tidak lama kemudian kembali lagi. Jika kamu bisa menghilangkan sakit ini, apapun yang kamu katakan akan saya lakukan yang penting harus masuk akal (logis).”

    Teringat cerita diatas saya lalu bertanya kepada beliau, “Selama ini kamu sudah mencari jawaban atas masalahmu di luar, maukah kamu melakukan hal baru yang masih masuk akal dan mencari jawabannya di dalam dirimu.”

    Ia terdiam beberapa saat sambil memandangi saya dan tersenyum.

    Dr. Grinder pernah berkata, “Unconcious mengirim pesan melalui rasa.”

    Sakit adalah signal alam bawah sadar yang sangat kuat, semakin kuat sakit tersebut, semakin mendesak (urgent) pesan yang dibawa. Selama ini orang mengira bahwa pesan dari alam bawah sadar hanya tersampaikan lewat Mimpi saja. Sebenarnya tidaklah demikian, Bagaikan seorang pengantar pesan (surat), semakin penting dan mendesak pesan tersebut, semakin keras ia akan mengetuk pintu Anda hingga mendapatkan respon Anda. Sehingga Rasa Sakit yang kita rasakan pada fisik kita ataupun emosi negatif berupa perasaan emosi dan amarah yang meledak-ledak, depresi, dll. Atau bahkan kacaunya kehidupan kita, kacaunya rumah tangga kita, kacaunya karir ataupun bisnis kita. Itu semua adalah pesan dari alam bawah sadar untuk kita.

    Apa yang terjadi Ketika seseorang pada umumnya saat merasa terganggu oleh pembawa pesan tersebut, ia akan mencoba dengan berbagai cara untuk memusuhi, mengusir, menghalau, membentengi, “Membunuh“ dan apapun yang dapat kita lakukan untuk mengenyahkan pembawa pesan tersebut dan sangat ironi adalah ketika ia tidak peduli dan tidak perlu peduli dengan pesan yang dibawa.

    Dalam sehari-hari obat-obatan, alkohol dipergunakan untuk membunuh rasa sakit ataupun seseorang mencari kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa membuat ia melupakan dan menghilangkan perasaan sakit tersebut.

    Alangkah bijaksana, mulai dari sekarang, ketika pembawa pesan datang, kita membukakan pintu lebar-lebar dan menyambutnya dengan baik sambil dengan tenang melihat apa pesan yang dibawa.

    Perasaan sakit adalah sahabat lama yang hendak menyampaikan pesan kepada kita dan ketika kita membukakan pintu, mendengarkan pesan-pesannya dan kemudian ia akan pergi dan menghilang ketika pesan sudah diterima dengan baik.

    Tidak lama kemudian ……….
    Sang Client menemukan jawaban dan solusi atas permasalahannya di dalam dirinya dengan membukakan pintu kepada Sang pembawa pesan.

    Dan kini, Belalang muda juga sudah menyadari dan tahu bahwa sebenarnya semua keajaiban dan jawaban yang ia butuhkan sudah ada didalam dirinya.

    Menyembuhkan Diri Sendiri dengan Energi Kesadaran (Quantum Awareness Healing).

    Quantum Awareness Healing adalah suatu metode penyembuhan dengan menggunakan kesadaran diri yang lebih tinggi untuk memberikan fasilitas penyembuhan. Hanya dengan menggunakan perluasan kesadaran diri yang diberikan pada diri anda sendiri atau orang lain, anda bisa mempercepat respons kesembuhan dari tubuh. Efeknya akan terasa secara langsung dan sangat luar biasa. Quantum Awareness Healing juga dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sebenarnya tubuh kita mempunyai kecerdasan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, maka praktisi Quantum Awareness Healing hanya tinggal menstimulasi bagian-bagian tubuh yang sakit dan ingin disembuhkan dari si pasien. Selanjutnya tubuh pasienlah yang  bergerak menyembuhkan dirinya sendiri.

    Quantum Awareness Healing juga sangat membantu ketika diterapkan dalam berbagai situasi, seperti penyembuhan jarak jauh, membantu dalam menyeimbangkan tekanan emosional masa lalu dan masa sekarang (stress), atau bahkan untuk menyembuhkan hewan kesayangan anda.

    Hanya dengan menggunakan metode dari Quantum Awareness Healing, si pasien bisa merasakan healing wave / aliran penyembuhan mengalir kedalam tubuhnya dan setelah sesi tubuh pasien merasa segar dan ringan.

    Tubuh itu mempunyai intelijensi / kecerdasan sendiri, sehingga ketika distimulasi, maka dengan otomatis tubuh akan merespon dan menyembuhkan dirinya sendiri. Atau dengan kata lain tubuh manusia itu amatlah sangat pintar. Dengan metode ini dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

    Quantum Awareness Healing adalah teknik healing yang berbeda dengan teknik energy healing lain, SIMPEL, MUDAH dan HASIL MAKSIMAL.

    Dalam waktu 1 hari Anda akan mempelajari rahasia bagaimana menyembuhkan diri sendiri dan orang lain. Apa yang diajarkan dalam pelatihan Quantum Awareness Healing ini? ANDA akan dibimbing kepada kesadaran yang lebih tinggi yang dapat memfasilitasi penyembuhan bagi diri anda sendiri maupun orang lain. Banyak orang bertanya kepada saya, apakah Quantum Awareness healing ini ada semacam “pengisian” / attunement, sihir, magic, dll. Jawabannya TIDAK!!! Quantum Awareness Healing adalah teknik penyembuhan yang rasional dan sangat powerful dan berbeda dengan teknik penyembuhan energi lainnya.

    Gerakan tubuh manusia dipisahkan menjadi dua kategori.

    • Gerakan Sadar yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan, menekankan percakapan atau pernyataan. Gerakan sadar berada di belakang mayoritas sinyal yang dilakukan melalui tubuh manusia.
    • Gerakan-gerakan bawah sadar membentuk 93% dari komunikasi manusia. Dan gerakan-gerakan kecil dan tidak disengaja. Gerakan bawah sadar terdiri dari gerakan mata, ekspresi wajah, gerak tubuh dan postur tubuh. Sinyal ini dapat digunakan untuk memastikan keadaan pikiran seseorang atau sikap.

    Kinesiologi adalah studi tentang gerakan tak terkendali dari tubuh manusia. Gerakan-gerakan tak sadar yang dipicu oleh alam bawah sadar atau dengan reaksi biologis.

    Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantar impuls oleh saraf.Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun ada pula garak yang terjadi tanpa di sadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensoris di bawah ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak kemudian hasil olahan oleh otak berupa tanggapan, di bawah oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.

    Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat di katakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dan dalam keadaan khusus bisa menghasilkan gerakan refleks yang ajaib.

    Kekuatan tersembunyi Gerak Refleks itu kadang kala juga muncul secara mendadak pada orang yang terdesak atau terkejut. Dalam keadaan terdesak seseorang yang dikejar anjing bisa melompati pagar yang tinggi, mengangkat ember yang berat penuh berisi air untuk menyiram api yang mulai berkobar dirumahnya, atau mengangkat mobil yang menghimpit anaknya, padahal dalam keadaan sehari hari mereka tidak mampu melakukan hal tersebut. Kejadian mendesak dan rasa terkejut telah membuka mental blocking yang selama ini menutupi kekuatan yang tersimpan didalam diri mereka.

    Kekuatan yang hanya muncul dalam kondisi terdesak tersebut bisa dilatih dan dimunculkan secara sadar melalui serangkaian latihan-latihan. Intinya anda harus belajar ikhlas dan merileksasikan tubuh anda. Dalam Tai Chi, ‘lupakan‘ bentuknya dan rasakan energinya. Itulah kenapa menjadi rileks akan memudahkan anda mewujudkan refleks. Begitulah, dari rileks akan menghasilkan refleks, dan dari refleks anda akan menghasilkan bentuk berupa gerakan-gerakan yang bisa digunakan untuk menyembuhkan diri kita sendiri. Semakin anda ikhlas, akan semakin rileks, dan semakin rileks, semakin bisa merasakan energi, dan dengan merasakannya akan memudahkan mengarahkannya. Lalu dengan mengarahkannya berarti anda membuat gerakan. ‘Dari yang tanpa bentuk menjadi bentuk, dan dari yang berbentuk kembali menjadi tanpa bentuk’.

    Untuk Jadwal Pelatihan Quantum Awareness Healing klik disini.

    Hakekat Kesaktian

    Apa sebenarnya hakikat KESAKTIAN….??
    Apakah dapat terbang, atau memukul benda dari jarak jauh hingga pecah berkeping-keping. Atau kebal segala senjata tajam, dll. Itukah yg disebut kesaktian menurut anda….??? Apakah kemampuan-kemampuan tersebut di atas anda perlukan dalam kehidupan anda sehari-hari…?? Seberapa sering ilmu tersebut membantu anda dalam kehidupan..??

    Kesaktian atau Daya Linuwih menurut hemat saya adalah sebuah kemampuan diri untuk mampu menyelesaikan segala permasalahan kehidupan yang dia hadapi dengan efektif dan efisien… Itulah Pribadi yang Sakti dan Luar Biasa… Pribadi yang mampu memilah dan memilih, Ilmu, peralatan, sarana & prasarana apa yang paling penting untuk kesuksesan dirinya dalam mengarungi kehidupan di dunia serta sebagai bekalnya nanti di kehidupan akhirat. Pribadi yang tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam Khayalan Tingkat Tinggi, yang hanya merupakan buah dari panjang angan-angan. Karena hidup ini singkat, maka lakukan yang memang diperlukan saja.

    Ingatlah, jika kau panjangkan angan-anganmu. Maka itu sebagai tempat masuknya setan untuk mempermainkanmu. Karena dengan adanya angan-angan yang muluk padahal kosong belaka, maka waktumu akan habis untuk kesibukan dunia saja dan mengorbankan akheratmu. Thats the goal of Evil!

    Diriwayatkan oleh ‘Ali Karromallaahu wajahahu., sesungguhnya Nabi Saw. bersabda:
    “Ada dua hal yang paling aku takuti menimpa kalian, yaitu: menuruti hawa nafsu dan banyak angan-angan. Sesungguhnya menuruti hawa nafsu itu dapat menghalangi dari kebenaran, dan banyak angan-angan itu sama dengan mencintai dunia.”

    Selanjutnya kata Beliau Saw.:
    “Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan dunia kepada orang yang dicintai maupun yang dibenci-Nya. Jika mencintai seorang hamba, Allah memberinya iman. Ingat, sesungguhya agama itu mempunyai anak. Jadilah kamu termasuk anak-anak agama, dan janganlah kamu menjadi anak-anak dunia. Ingat, sesungguhnya dunia itu bergerak pergi. Ingat, sesungguhnya akhirat itu bergerak maju (datang). Ingat, sesungguhnya kalian berada pada zaman untuk beramal, bukan zaman untuk dihisab. Dan ingat, sesungguhnya kalian hampir tiba pada zaman untuk dihisab yang sudah tidak berlaku amal.” [HR. Ibnu Abi-d Dunya]

    Berikut kisah nyata seorang murid yang belajar di sebuah Tarekat. Sebut saja namanya Fulan. Dia baru setahun bersuluk. Secara rutin, setiap Jumat atau Sabtu malam, Fulan bersama salik lainnya datang ke rumah sang Mursyid untuk riyadhah. Suatu ketika, sebelum riyadhah, sang Mursyid mewanti-wanti agar besok selepas subuh, Fulan hendaknya jangan pulang dulu, karena sang Mursyid hendak memberinya tes. Beberapa kali sang Mursyid mengulangi perkataan ini kepada Fulan sehingga mengesankan sesuatu yang teramat sangat serius.Keesokan paginya, setelah mandi pagi, sang Mursyid menyuruh Fulan sarapan terlebih dahulu. Setelah menunggu beberapa lama, sekitar jam 10 lewat, sang Mursyid masuk ke mushala, berganti baju takwa, dan memanggil Fulan ke dalam mushala. Semua jam tangan, dompet, ikat pinggang, atau apa pun yang akan mengganggu gerakan disuruh dilepaskan. Di dalam mushala, Fulan disuruh berdiri di hadapan sang Mursyid. Pintu mushala dibuka dan beberapa salik lain yang belum pulang disuruh melihat.

    Sang Mursyid memohon sejenak kepada Allah Ta‘ala, hening, lalu mendadak beliau langsung berkata dengan keras: “Tunjukkan kepada mursyidmu jurus-jurus yang Allah Ta‘ala simpan dalam dirimu!” Fulan merasa seperti ‘lenyap’ dan tiba-tiba nafs-nya menggerakkan jasadnya mengeluarkan banyak jurus bela diri. Jurus-jurus ini berubah sesuai teriakan sang Mursyid, “Jurus pembuka!” atau “Jurus Satu! Jurus Dua!” dan seterusnya, maka Fulan pun bergerak, melompat, merayap, mengelak, memukul, dan seterusnya. Bagi Fulan, ini adalah pengalaman luar biasa karena ternyata dalam dirinya ada jurus yang entah dari mana asalnya.

    Sang Mursyid pernah menjelaskan bahwa Allah Ta‘ala memberikan mekanisme pertahanan diri pada setiap makhluknya. Misalnya, taring dan cakar bagi singa dan harimau, cakar dan paruh bagi burung elang, atau tanduk pada rusa, kambing, kerbau dan lain sebagainya. Begitu pula dengan manusia, bahwasanya Allah Ta‘ala pun memberikan mekanisme pertahanan diri berupa jurus-jurus khas yang unik pada diri setiap manusia. Namun, jurus itu hanya bisa keluar apabila manusia telah membersihkan nafs-nya dari dosa. Selain itu, jurus itu pun hanya bisa keluar apabila manusia berserah diri kepada Allah Ta‘ala, dalam keadaan tenang, serta bukan sedang dalam kondisi marah atau bahkan memiliki keinginan untuk menyerang.

    Kembali kepada Fulan, setelah selesai dengan tesnya dan Fulan berdiri tenang, sang Mursyid menekankan: “Kalau nanti ada perkelahian yang harus engkau hadapi, jangan lari!” Itulah suara sang Mursyid yang terdengar di telinga. Tetapi, di hati Fulan suara itu berubah menjadi pemahaman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al-Baqarah [2]: 286) Setelah selesai, Fulan pun pulang dan diantar sampai gerbang rumah oleh sang Mursyid sambil mengingatkan lagi: “Ingat, jangan lari kalau memang harus menghadapi perkelahian.” Fulan mengangguk, pikirnya, kalau ternyata dalam dirinya ada jurus seperti tadi, kenapa juga harus lari. Pada saat itu, ada sedikit rasa bangga diri di hati Fulan. Semua nasihat sang Mursyid hari itu dicatatnya di buku riyadhah seakurat mungkin. Dan Fulan pun bersiap diri karena merasa akan menghadapi ‘perkelahian’ dalam waktu dekat.

    Beberapa bulan berlalu. Perkelahian yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang, dan Fulan pun mulai mengendurkan mental alertness akan perkelahian. Nasihat sang Mursyid mulai dilupakannya. Tidak berapa lama kemudian, pelan-pelan Fulan mulai masuk ke sebuah masalah dalam kehidupan. Semakin lama semakin pelik dan kompleks, begitu menekan dan menyita waktu serta energinya. Segala cara Fulan coba untuk menghadapinya, segala akal diputar, segala doa dimohonkan, tapi tetap saja masalah tersebut gagal dipecahkan.

    Kondisi ini berlangsung beberapa bulan, sampai satu titik di mana seakan-akan nafs dan jasadnya begitu muak dengan persoalan tersebut. Fulan stress, jenuh, pusing, dan memutuskan meninggalkan saja masalah itu. Dia menarik diri, dan membatin dalam hatinya, “Masa bodoh! Enyahlah! Saya keluar dari masalah ini!”

    Keputusan ini membuat Fulan merasa lega luar biasa. Dalam keadaan lega ini, Fulan kembali ke rumah sang Mursyid untuk riyadhah. Fulan ingin bersyukur karena telah keluar dari masalah yang menghimpitnya beberapa bulan ini. Namun, sesampainya Fulan di rumah sang Mursyid, setelah disambut ramah, begitu Fulan masuk dan duduk di ruang tengah, tiba-tiba terjadilah sesuatu. Di dalam rumah, sikap sang Mursyid berubah. Beliau menghampiri Fulan, dan kepalanya tiba-tiba didorong dengan keras menggunakan telapak tangan sang Mursyid sampai posisi duduk Fulan terbawa miring. Beliau membentak, “Kamu ini bagaimana? Ada pertempuran malah lari! Sudah dibilang jangan lari dari perkelahian!”

    Setelah berkata demikian, sang Mursyid beranjak ke mushala dan shalat, serta membiarkan Fulan di ruang tengah. Di tengah kebingungan karena kepalanya didorong dengan keras secara tiba-tiba, Fulan berpikir: “Perkelahian mana yang Mursyid maksudkan? Rasanya saya belum pernah lari dari perkelahian?” Fulan pun memohon agar Allah Ta‘ala memberinya pemahaman ihwal kemarahan sang Mursyid. Kemudian Fulan teringat bahwa satu-satunya ‘pertempuran’ yang dia lari darinya, yang terjadi baru-baru saja, ternyata adalah masalah kehidupan yang ditinggalkannya.

    Ternyata itulah yang sang Mursyid maksud dengan ‘pertempuran’ yang harus dihadapi, yaitu, masalah kehidupan. Ternyata tes jurus hanyalah simbol bahwa dalam diri manusia sebenarnya sudah ada sarana untuk menghadapi masalah kehidupan. Jika Allah Ta‘ala menakdirkan manusia untuk menghadapi sesuatu, tentu dalam diri mereka pun sudah disediakan alatnya. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al-Baqarah [2]: 286). Sadarlah Fulan betapa dia begitu naif dan bodoh, menganggap ‘pertempuran’ dan ‘tes jurus-jurus’ hanya sebagai ‘berkelahi’ secara fisik.

    Kita sependapat bahwa semua orang memiliki masalah. Bahkan masalah itu terus berdatangan seiring dengan perjalanan hidup kita. Orang yang sukses, bukanlah orang yang bebas masalah, tetapi mereka yang bisa mengatasi masalah demi masalah yang terus datang silih berganti.

    Mengabaikan masalah bisa membahayakan hidup kita. Masalah akan datang terus, jika satu masalah tidak segera diatasi, maka masalah yang kita miliki akan menumpuk, semakin lama semakin menggunung sehingga kita akan terjepit masalah. Oleh karena itu, salah satu life skill yang harus kita miliki ialah bagaimana cara mengatasi masalah.

    Tetaplah Berpikir Positif. Apakah berpikir positif akan mengatasi masalah? Apakah tidak punya beras bisa diatasi dengan hanya berpikir positif? Yup, tentu saja. Seseorang akan bertindak mencari solusi jika dia memiliki pikiran positif. Orang yang berpikiran negatif akan cepat menyerah sehingga tidak akan mendapatkan solusi.

    Untuk mengatasi masalah, langkah pertamanya ialah tetaplah optimis bahwa Anda akan mampu mengatasi masalah tersebut. Ini adalah langkah awal yang penting. Saat Anda mengatakan Anda bisa mengatasi masalah, maka hati, pikiran, emosi, dan tubuh Anda akan bekerja selaras untuk mengatasi masalah. Jika Anda berpikiran negatif, merasa masalah tidak mungkin dipecahkan, maka tidak akan lagi usaha untuk memecahkan masalah tersebut. Padahal, sebesar apa pun masalah Anda, insya Allah Anda, sanggup untuk mengatasinya.

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya. (QS. Al Baqarah:286)

    Jika Anda melihat masalah yang Anda hadapi terlihat tidak mungkin untuk dipecahkan, artinya Anda perlu meningkatkan pola pikir Anda. Bukan masalah yang terlalu berat, tetapi cara berpikir Anda yang masih terlalu sempit. Anda perlu membebaskan pikiran sempit itu.

    Saat kita menemukan masalah, maka kita harus Open Mind sehingga bisa menemukan ide-ide brilian bagaimana mengatasi masalah tersebut. Kemampuan kreativitas sangat penting dalam hal ini, karena kebanyakan orang yang putus asa ialah mereka yang tidak punya ide lagi untuk menyelesaikan masalahnya. Ide-ide yang terus mengalir dan semangat yang membara untuk mencobanya, lambat laun akan mengantarkan kita ke sebuah solusi.

    Jadi, untuk jangka panjang, tingkatkan kemampuan kreativitas Anda, agar Anda selalu siap menyelesaikan masalah yang selalu datang menghampiri kita. Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru. Ide-ide tersebut diperlukan untuk memecahkan masalah Anda. Jika satu ide tidak berhasil, maka carilah ide lain, dan seterusnya. Jadi, agar Anda tangguh menghadapi masalah apa pun yang datang, Anda perlu berpikir kreatif.

    Bagaimana agar kita berpikir kreatif? Kuncinya ialah Manajemen Informasi, bagaimana memperoleh data dan informasi yang komprehensif lengkap dan efektif, kemudian bagaimana mengolah informasi itu agar bisa menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi. Oleh karena itu terbukalah terhadap hal-hal baru. Maka Anda pun bisa jenius & SAKTI tentunya. he…he..he…

    Anda pun bisa berpikir kreatif, dan mampu menghasilkan ide-ide cemerlang untuk mengatasi masalah Anda. Kita patut bersyukur bahwa jaman sekarang mencari informasi sangatlah mudah. Banyak buku, ebook, audio, pelatihan, seminar, dan berbagai produk informasi lainnya yang bisa kita pelajari untuk menyelesaikan masalah kita.

    Yang kedua, tetaplah semangat untuk mencoba berbagai ide-ide sampai menemukan ide yang solutif. Bagaimana saat kita belum juga menemukan solusi? Kembangkanlah kemungkinan mendapatkan ide-ide solutif. Jangan hanya mengandalkan diri sendiri. Kita mungkin sudah banyak belajar. Orang lain juga sama, banyak ilmu dan pengalaman yang sudah mereka dapatkan, apalagi dari orang-orang ahli atau yang lebih senior dibanding kita. Jadi, bertanyalah kepada orang lain untuk mendapatkan solusi.

    Belajar Dari Anak Kecil
    Berbeda dengan Anda dan saya, anak-anak memiliki cara berbeda untuk memecahkan masalah. Ini karena anak- anak memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih sedikit, dan mereka juga memiliki pengalaman yang berhubungan dengan masalah dan pemecahan masalah yang jauh lebih sedikit.

    Meskipun demikian, cara mereka memecahkan masalah bisa memberi Anda pelajaran.  Mengapa?

    Karena anak-anak memecahkan masalah dengan pikiran terbuka. Mungkin ini tak biasa Anda lakukan. Mungkin Anda menghadapi sebuah masalah, dan Anda sudah melihat bagaimana akhir dari masalah ini. Anda mungkin menghadapinya dengan sikap negatif, dan melihat masalah tersebut sebagai suatu gangguan.

    Di sisi lain, seorang anak akan melihat masalah sebagai suatu tantangan. Mereka melihatnya sebagai suatu misteri, dan mereka sangat bersemangat untuk bisa memecahkannya.

    Sementara Anda, jika masalah Anda tidak segera terpecahkan, maka Anda cenderung akan merasa frustasi. Sementara, seorang anak akan merasa lebih bersemangat. Anak-anak akan mencari cara baru sampai masalah terpecahkan. Seorang anak memecahkan masalah dengan rasa ingin tahu, rasa heran, dan kegigihan. Sementara, orang dewasa cenderung ingin agar masalah bisa terpecahkan sendiri, karena mereka tak ingin meluangkan waktu untuk memecahkannya sendiri dengan benar.

    Perbedaan bagaimana orang dewasa dan anak-anak memecahkan masalah menunjukkan bahwa orang dewasa cenderung menyia-nyiakan seni memecahkan masalah. Orang dewasa lebih khawatir akan berapa lama suatu masalah akan terpecahkan daripada merasa bahagia karena bisa memecahkan suatu masalah.

    Jika Anda bisa meniru bagaimana anak-anak memecahkan masalah, Anda akan bisa merasakan bahwa memecahkan masalah akan menjadi lebih mudah, dan Anda juga akan tahu bahwa proses memecahkan masalah bisa Anda nikmati.

    The Art Of  Solving Problems Creatively – Inilah hakikat Kesaktian yang sebenarnya, Sebuah seni dan kemampuan untuk menstimulasi kreatifitas dalam menyelesaikan berbagai tantangan atau masalah, mendorong perluasan berpikir dan jangkauan bertindak, mendorong Pola Fikir ‘out of the box’, meningkatkan daya pikir, menstimulasi pencarian kemungkinan, memperkaya teknik mencari solusi, dan lain-lain. Kesimpulannya, Anda akan menemukan banyak ide solusi. Yang Anda perlukan ialah, tingkatkan keikhlasan dan semangat berlatih kalian dalam mengolah Akal Dan hati Nurani dengan Zikir (meditasi) dan Fikir kalian. Insya Allah, apapun permasalahan hidup kita, maka akan dimudahkan oleh Allah swt bagi kita semua.

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
    ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’
    “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)