Diskusi Soal Jin & Alam Gaib

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh…
Sahabat, kali ini saya persembahkan sebuah dialog yang saya ambil dari Blog UNIVERSITAS ENERGI SEJATI [energisejati.wordpress.com] yang di asuh oleh Ki Dalang Cipto Kawedar. Terus terang saya itu senang bila ternyata banyak juga para guru besar dan ahli spiritual yang sefaham dengan saya dalam menegakan Dzikir & Fikir. Karena saya melihat, saat ini dunia metafisika di dunia ini masih berada pada era kegelapan. Praktek metafisika masih identik dengan kesyirikan dan pemujaan terhadap hawa nafsu. Pembodohan masih banyak terjadi di mana-mana. Umat menjadi semakin jauh dari akidah dan semakin jauh tenggelam dalam jurang kesesatan.

Lagipula memang beginilah salah satu metode pendidikan dari saya. Menghadirkan berbagai literatur keilmuan dari berbagai aliran keilmuan untuk dijadikan bahan diskusi bersama serta sebagai study banding untuk pengayaan materi dan wawasan siswa. Karena saya memang suka dengan budaya keterbukaan (Open Mind, Open Heart, & Open Hand) dan agak anti dengan fanatisme buta atau budaya taklid ataupun budaya menutup diri. Karena menurut saya, Syukur itu terkait dengan keterbukaan. Sedangkan Kufur dan kafir itu erat kaitannya dengan kejumudan dan ketertutupan. Okey, kita langsung aja ke Te-Ka-Pe….. he..he..he…

DIALOG PENYAKIT PERBUATAN JIN
oleh: Ki Abduljabbar

Dialog ini diawali oleh tetanggaku yg sakit, kata paranormal sudah kena “ANGIN JIN”, sehingga harus di ruqiyah. Karena percayanya dengan paranormal, sampai beberapa paranormal sudah didatanginya. Faktanya bukan sembuh malah semakin parah.

SP= Si Penanya
AJ= Abduljabbar

SP= Ki, saya perhatikan orang yg belajar ilmu ghoib identik bisa menjadi penghusada.

AJ= He…he…he…, biasalah seperti itulah sifat manusia, mereka menganggap mantra-mantra yg dipelajari bisa menyembuhkan orang yg sakit. Misalnya seperti Ruqyah.

SP= Oh iya Ki, sekarang banyak orang melakukan ruqyah. Bagaimana menurut Ki AJ…?
AJ= Ruqyah itu ditujukan untuk orang yg memang menderita sakit, sekarang ini justru ruqyah dilakukan kepada orang yg sehat. Akibatnya orang sehat malah bisa sakit, banyak orang sehat malah kesurupan.

SP= Iya Ki, saya sering melihat seperti yg di acara TV. Katanya orang tsb kemasukan jin, makanya harus dikeluarkan jin-nya.
AJ= Itu omongan orang yg cari nafkah dari ruqiyah ini, misalnya acara T.V team pemburu hantu. Pada waktu itu saya senang menonton acara ini, sehingga saya kepingin bisa seperti mereka. Tetanggaku kebetulan salah seorang dari team pemburu hantu tsb, tetanggaku banyak yg kagum kepada beliau. Suatu saat ada tetangga komplek perumahan yg minta tolong ke DKM Masjid tempatku sholat. Orang yg minta tolong tsb sdh 2x meminta tolong team pemburu hantu, sampai keluar uang banyak ternyata jin pengganggu tsb tidak mau pergi, justru semakin menganggu.

SP= Lantas, bagaimana Ki?
AJ= Saya kasihan ibu itu sudah tertipu oleh pekerjaan orang yg tidak bertanggung jawab. Malam itu setelah baca Yassin, saya hanya mengucap dalam hati, carilah tempat yg layak, jangan mengganggu tempat ini. Alhamdulillah sudah beberapa hari jin itu tidak menganggu lagi….

SP= Koq nampak mudah ya Ki. Apakah Ki Abduljabbar membaca amalan-amalan tertentu?
AJ= Saya hanya baca Surat Yassin bersama teman-teman dan keluarga tsb. Tidak ada gaya seperti team pemburu hantu pakai jurus silat, karena memang tidak ada yg harus dilawan.

SP= Kalau amalan untuk membakar jin itu bagaimana Ki?
AJ= Ya amalin saja, biar jin takut.

SP= Kalau orang sakit karena perbutan jin yg kata orang kena “angin jin”, bagaimana menurut Ki Abduljabbar?
AJ= Semua penyakit berasal dari mindset orang tersebut sehingga tidak terjadi keseimbangan tubuh dan mentalnya. Misalnya orang yg tidak pernah bahagia, biasanya sering sakit dan mudah stress. Jika orang sakit karena jin biasanya akibat dari santet. Allah berfirman:”Jin itu tidak ada kuasa atas manusia, dan jin itu tidak dapat memasuki tubuh manusia. ”Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat”. QS:15/42.

Kalau ada orang sakti bisa begini bisa begitu tetapi perbuatannya merugikan orang lain, berarti orang tersebut sudah menghamba kepada jin. Sadar atau tidak banyak orang sudah melakukan perbuatan seperti ini, misalnya ada seseorang yg mengatakan orang lain sesat hanya karena tidak sesuai dengan apa yg dipelajarinya, orang tersebut seakan-akan sudah menyamai Allah Ta’ala yg mengatur seluruh alam semesta ini. Bukankah kita menjadi seperti sekarang ini sudah kodratullah…., jadi tidak ada alasan kita menilai orang lain dari sisi baik-buruknya, yg boleh adalah saling menasehati dalam hal kesabaran dan kebenaran.

SP= Tetapi Ki, kenyataannya banyak orang yg kesurupan dan menderita sakit yg secara medis tidak dapat dideteksi?
AJ= Iya…, kesurupan itu dibagi menjadi dua. Pertama karena pengaruh tidak kuat psikologisnya dan ke-dua karena kesadarannya memang dikuasai oleh jin. Yang tidak kuat psikologisnya membuat kontraksi otot mengejang sehingga orang tsb seperti kram terlihat seperti penyakit ayan yg kambuh, sehingga dianggap kesurupan. Sedangkan alasan ke-dua tsb, terjadi biasanya karena ada pesan yg ingin disampaikan oleh jin tsb, karena jin tidak dapat komunikasi verbal dengan manusia.

SP= Banyak terjadi kesurupan massal di sekolah dan pabrik, fenomena apa itu Ki?
AJ= Jelas itu karena stress psikologis karena takut tidak lulus sehingga jika ada siswa yg jatuh kejang akan mempengaruhi siswa yg lain. Demikian hal nya pada pabrik, karena takut dipecat jika kerjanya tidak memenuhi target, sehingga stress akhirnya kejang-kejang.

SP= Kenapa koq bisa massal Ki?
AJ= Sifat manusia itu memiliki dasar yg sama, jika dalam satu komunitas ada yg sakit, kita akan merasakan kesedihan itu. Apalagi pada komunitas yg memiliki nasib yg sama yg sama-sama mendapat tekanan yg sama, jika salah satu kejang, yg lain akan ketularan kejang.

SP= Cara mengatasinya dan penyembuhannya bagaimana Ki?
AJ= Beri motivasi kepada mereka, jangan memberi penekanan, sehingga mereka memperoleh ketenangan dan rasa percaya diri. Jika ada yg sakit, pisahkan orang yg kejang tsb jangan sampai yg lainnya melihat. Sebenarnya pasien kita bawa ketempat yg sejuk dan diberi aroma wangi sudah bisa sembuh sendiri dan ini tidak ada hubungannya dengan perbuatan jin.

SP= Wah…pantesan sudah dipanggilkan ORANG PINTAR, ternyata tidak sembuh. Orang pintar tsb bilang katanya jin penunggu pohon besar di samping sekolahan minta syarat ayam cemani dan minyak sulthon.
AJ= Kita sudah dibohongi oleh orang pintar itu.

SP= Saya pernah baca diiklan, banyak orang sakit karena terkena “angin jin”. Saya percaya karena banyak penyakit secara medis tidak bisa disembuhkan tetapi dgn pengobatan alternatif baru bisa sembuh. Katanya orang yg terkena angin jin ini akan menderita sakit karena jin dari api sedangkan manusia dari tanah. Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya syaithan masuk (mengalir) ke dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darahnya, maka sempitkanlah jalan masuknya dengan puasa”.
AJ= Hhhmmm… saya juga lebih suka pengobatan alternatif, tetapi bukan dengan cara-cara sesat, yg tidak sesuai dengan ajaran rasulullah SAW. Yang dimaksud “syaithan” oleh Rasulullah SAW adalah sifat-sifat manusia yg menyimpang dari perintah Allah Ta’ala, yaitu nafsu-nafsu serakah. Melalui puasa manusia akan mampu mengendalikannya. Sedangkan anggapan orang sakit karena ANGIN JIN itu karena keterbatasan pengetahuan orang tentang MEDIS, sehingga dihubungkan dengan MISTIK. Sebagaimana kepercayaan ANIMISME DAN DINAMISME timbul karena keterbatasan ILMU PENGETAHUAN mereka, sehingga banyak arca (patung), pohon besar disembah dan diberi sesaji. Logikanya jin kan mahkluk cosmik tidak berdimensi seperti manusia yg punya mulut dan perut, jadi mau dikasih sesaji ayam kagak bakalan dimakan. Makanya pakai otak, biar mikir ….

SP= Nafsu-nafsu setan itu seperti apa Ki?
AJ= Nafsu-nafsu setan itu intinya adalah nafsu yg membuat rasa TIDAK BAHAGIA, misalnya cemburu, iri hati, marah, dendam, benci, dll. Sehingga orang yg memiliki sifat seperti itu OTAK nya tidak memproduksi hormon kebahagiaan dan justru memproduksi hormon NORADREANALIN dan ANDRENALIN, yaitu hormon yg sangat beracun, nomor 2 setelah bisa ular. Untungnya racun tsb hanya sedikit yg diproduksi oleh otak, tetapi kalau sering bisa stress dan cepat mati orang tsb.

SP= Kenapa tidak bahagia Ki?
AJ= He…he…he…, memang ada orang yg memiliki rasa cemburu, dendam, marah, akan merasa BAHAGIA…? Tidaklah yaw…!!! Tidak ada manusia yg merasa bahagia karena MARAH, CEMBURU, MEMBENCI, MEMBUNUH, DLL….., Jika hal ini berlarut-larut, akan menimbulkan RADIKAL BEBAS yg membuat lemak dalam darah meningkat yg akhirnya membuat penyumbatan pada pembuluh darahnya dan meningkatkan radikal bebas. Makanya orang seperti ini wajahnya nampak lebih tua dan kusam (tidak cerah).

SP= Wah… ini saya baru tahu Ki…., selama ini pemahaman saya, orang yg kena kanker, stroke, diabetes, dll … karena ulah perbuatan jin.
AJ= Astaghfirullah al‘adzim…, anda sudah su’udzon kepada jin. Bukankah jin itu sama dengan manusia, sama-sama diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Tidak ada dasarnya untuk saling bermusuhan, manusia itu justru menjadi IMAM nya jin karena nabi-nabi semuanya dari kalangan manusia.

SP= Tapi Ki, sabda Rasulullah SAW:”sebaik-baiknya jin masih lebih baik orang yg paling jahat”. Artinya kan tidak ada jin yg baik Ki…?
AJ= Maksud Rasulullah SAW itu, agar kita jangan berinteraksi dengan jin atau bahkan menghamba kepada jin. Karena Allah Ta’ala sdh memberikan kepada manusia sebagai kafilah bumi yg harus rahmatan lil alamin, bukan rahmatan lil muslimin. Walaupun kenyataannya banyak manusia yg mengabdikan diri kepada jin, itulah kedzaliman yg sangar besar. Naudzubillahi mindzalik …

SP= Banyak orang yg mengamalkan amalan agar dapat khodam harimu, Nyi Roro Kidul, dll. Menurut Ki AJ bagaimana?
AJ= Saya sarankan tinggalkan amalan itu, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. QS:14/22.

SP= Maksud ayat itu apa Ki?
AJ= Maksudnya semua perbuatan setan itu hanya TIPU DAYA. Dan memang seperti itulah ajakan setan agar manusia tersesat dari jalan fitrah sehingga menjadi pengikutnya di neraka jahanam.

SP= Kalau orang sakit kena Guna-guna bagaimana Ki?
AJ= Allah Ta’ala berfirman:“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada- Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir”. QS:45/13.

Ayat di atas sebagai penenang manusia bahwa Allah Ta’ala menundukan Malaikat (yg di langit) dan jin/Iblis (yg ada di bumi) yg ditujukan kepada manusia yg menggunakan Akal dan Pikirannya.

SP= Maksudnya apa Ki “bagi kaum yg berpikir” itu?
AJ= Maksudnya orang yg menggunakan OTAK nya. Sekarang ini banyak orang punya otak tetapi tidak digunakan untuk berpikir tetapi digunakan untuk merugikan orang lain. Karena kalau hanya untuk mencelakai orang lain kan gak perlu MIKIR. He…he…he…

SP= Oh… pantesan Ki Abdul selalu memposting ilmu ADJUSTMENT OTAK. Jadi, sebenarnya penyakit itu bisa dari jin gak Ki?
AJ= Enggak bisa, karena jin itu tidak berkuasa atas diri Manusia. Yang membuat manusia sakit adalah tidak adanya keseimbangan 3 unsur; MIND, BODY, SOUL. Mind adalah akal dan pikiran (jiwa), di dalam jiwa inilah terdapat nur atau cahaya illahi yg selalu menuju kepada kebaikan (MUTMAINAH) dan NAFSU keserakahan yg mengarah kepada kejahatan (EVIL). Soul adalah Ruh (hanya Allah yg tahu urusan ini). KUNCINYA adalah milikilah RASA BAHAGIA. Karena dengan rasa BAHAGIA ini otak akan memproduksi hormon ENDORPHIN, SEROTONIN, MELATONIN, HIGH GROWTH HUMAN (HGH), dll. Dan masih banyak ratusan hormon kebahagiaan akan diproduksi manusia, sepertinya Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan GEN-GEN KEBAHAGIAAN. Anda dapat merasakan misalnya Anda BAHAGIA, energi seperti tidak pernah habis. Tetapi jika Anda EMOSI MARAH, napas Anda akan tersenggal-senggal dan cepat kelelahan.

SP= Jadi bisa nggak orang sakit diobati dengan Ruqyah?
AJ= Bisa, karena jaman Rasulullah dulu ada sahabat yg meruqiyah menggunakan Al-Fatehah.

SP= Tetapi kenapa koq banyak yg melakukan ruqiyah tetapi tidak menyembuhkan malah penyakitnya semakin parah?
AJ= Wah … kalau masalah ini perlu diskusi panjang, karena kalau hanya membaca Al-Fatehah lantas orang bisa sembuh, pasti tidak ada lagi orang sakit. Faktanya rumah sakit sekarang penuh pasien. Konteknya adalah rasa ketenangan dari pasien itulah yg menyembuhkan karena mendengar alunan keindahan ayat-ayat Al-Qur’an tsb.

SP= Wah…., terimakasih Ki, sudah memberikan masukan yg bermanfaat. Saya jadi paham, bahwa bathin (hati/qolb) dapat berpengaruh pada phisik (jasmani).
AJ= Ya…, kalau menginginkan kesehatan yg sejati adalah dengan melakukan keseimbangan MIND, BODY, SOUL yaitu keseimbangan antara pikiran/ otak, jasmani dan spiritual. Jadi hilangkan pikiran Anda bahwa penyakit baukan karena perbuatan jin, tetapi karena pola gaya hidup yg tidak sehat.

DIALOG TENTANG ILMU GHAIB
Oleh: Ki Abduljabbar

Pada kesempatan ini saya postingkan beberapa pertanyaan dari para sedulur ES yang disampaikan kepada saya berhubungan dengan ilmu-ilmu yang ada di Blog Energi Sejati. Perlu dicatat, bahwa saya bukanlah guru tetapi seseorang yang membantu memberikan pencerahan ataupun pemahaman dari sisi logika. Sebelumnya saya mohon maaf jika ada perbedaan sudut pandang dengan jawaban-jawaban saya tsb.
SP = Si Penanya
AJ = Abduljabbar

SP = Ki, kenapa postingan Ki Abduljabar tidak ada yg berhubungan dengan ilmu ghaib?
AJ = Hhmm… ghaib itu hanya Allah Ta’ala yang tahu.

SP = Ada yg bilang ilmu-ilmu yang diposting di blog ES tidak benar…?
AJ = Saya tidak pernah mengatakan ilmu-ilmu tsb salah, karena yg ghoib itu hanya
Allah yg tahu, maka saran saya kita serahkan semuanya kepada Allah Ta’ala. Biar
Allah yang membukakan hijab tersebut.

SP = Ki, ada orang yg bisa melihat jin. Menurut Ki Abdul bagaimana?
AJ = Hhmm… saya tidak bisa melihat jin, tetapi kadang bisa merasakannya. Makhluk
jin dapat melihat manusia, manusia tidak dapat melihat mereka. “Sesungguhnya ia
dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa
melihat mereka. QS:7/27.
Mereka bisa memasuki kesadaran manusia, manusia tidak dapat memasuki kesadaran
mereka (QS. An-Nas ayat 5-6).

SP = Tetapi Ki, mereka bisa melihat pocong, genderuwo, kuntilanak, dll…
AJ = Jin itu adalah mahkluk energi, seperti manusia juga mahkluk energi, hanya berada
pada dimensi yg berbeda meskipun hidup pada dunia yang sama. Karena jin tidak
bisa kita lihat dengan panca indera, akhirnya kita hanya bisa mengenali.
Sebagaimana orang buta tidak bisa melihat uang, tetapi dapat mengenali dengan
merabanya, kalau itu uang. Kecuali dgn mata ke-3 atau mata bathin. Itupun hanya
intuisi. Penglihatan yang dianggap mahkluk jin tersebut sebenarnya hanya
proyeksi energi dari manusia tsb dan bentuk-bentuk yang tertampil dipenglihatan
tsb akibat dari visualisasi Anda sendiri. Misalnya Anda merasa takut melihat
hantu, maka yg tertampil adalah wajah menakutkan. Jika Anda memvisualisasikan
seorang Sunan Kalijaga, maka yg tertampil adalah Sunan Kalijaga.

SP = Jadi Ki…?
AJ = Terlebih lagi ketika penampakan itu kemudian mengeluarkan suara dan mengaku
sebagai ruh wali, maka ahli wirid itu menghadapi jebakan setan jin yang sangat
menyesatkan. Sedikit demi sedikit mereka akan dijadikan orang sombong, karena
merasa mempunyai kelebihan di atas orang lain.

SP = Lantas bagaimana orang yg belajar membuka bashirahnya atau orang mengatakan mata
ketiga?
AJ = Oh itu tidak ada masalah, justru dengan terbukanya bashirah tsb orang akan bisa
mengetahui mana yg nyata dan mana yang ghoib, sebagaimana firman Allah
Ta’ala:“Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami
singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari
itu amat tajam”. (QS50:22).

SP = Ki, saya pada saat wirid melihat pemandangan didatangi Nyi Rara Kidul, saya
melihat kecantikannya sangat luar biasa. Apakah penglihatan saya itu benar-benar
didatangi oleh Nyi Rara Kidul?
AJ = Tidak. Itu hanya simbol dari alam bawah sadar Anda yg sesuai dengan imajinasimu.

SP = Bisa nggak Ki saya melakukan scan orang lain? Saya ingin tahu energi atau aura
orang lain.
AJ = Bisa, tetapi itu juga hanya intuisi yg akurasinya tergantung dari tingkat
spiritual Anda. Perlu kita ketahui setiap orang memiliki energi sehingga
munculah aura.
SP = Apakah warna-warna aura itu Ki…?
AJ = Aura itu warnanya seperti pelangi MEJIKUHIBINIU (Merah, Jingga, Kuning, Hijau,
Biru, Nila dan Ungu). seperti warna-warna Chakra.

SP = Koq katanya ada warna putih dan hitam Ki.
AJ = Kalau warna Hitam dan Putih, itu bukan warna aura. Biasanya mata ketiga yg aktif
disimbolkan warna aura UNGU (indigo) yang lebih dominan.

SP = Apakah Aura itu mewakili sifat seseorang, karena ada orang bilang aura negatif
dan aura positif?
AJ = He…he…he…, inilah ketidak mengertian orang tentang Aura. Aura itu
melambangkan energi kita sebagaimana warna-warna ketujuh Chakra manusia.
Bukankah Chakra itu sebagai pintu masuknya energi? Kalau orang yg sedang sakit,
auranya redup seperti warna abu-abu, padahal bukan warna abu-abu yg sebenarnya,
itu akibat dari rendahnya energi tsb. Hal ini dapat dilihat melalui foto KIRLIAN.

SP = Ada banyak iklan melayani BEDAH AURA dengan biaya ratusan ribu, apakah ini benar
Ki…?
AJ = Kalau ini saya sarankan Anda jangan tertipu. Kalau Anda ingin Aura anda besar
dan terang, berpikirlah positif atau mendengarkan modul AURA CLEANSING.

SP = Kembali ketopik di atas Ki…, mengenai ilmu ghoib. Bisakah manusia menguasai
ilmu ghoib…?
AJ = Tergantung tingkat spiritualnya orang tsb, karena ilmu ghaib itu hanya Allah
Ta’ala yg memilikinya. Kamu minta saja ke Allah ilmu tsb.

SP = OK Ki, lantas bisakah orang menyerang dengan ilmu ghaib tsb?
AJ = Tidak bisa, kecuali menggunakan sihir atau teluh/guna-guna atau ilmu dari setan.
“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali
orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS:15/42). Jadi
hanya orang yg sesat yg melakukan hal ini.

SP = Oh iya Ki, kenapa ilmu putih tidak bisa digunakan untuk menyerang orang lain?
AJ = Ya…, karena sesungguhnya manusia itu diciptakan untuk saling berkasih sayang,
bukan saling bermusuhan.

SP = Lantas apa pendapat Ki Abduljabbar tentang orang-orang yg saling menyerang dan
saling menghujat seperti di Blog Energi Sejati.
AJ = Itulah yg menjadi keprihatinan saya, mereka hanya mengumbar EGO dan itu
sebenarnya menunjukkan ketidak mampuan mereka dalam mengendalikan nafsu nya.

SP = Apa termasuk orang-orang yg mengatakan di blog ES ada ilmu-ilmu sesat Ki…?
AJ = Sesat itu adalah PERBUATANNYA. Memang benar ada ilmu yg bisa mengarah kepada
kesesatan, dan itu termasuk ilmu setan. Persyaratnnyapun pasti sesat.
SP = Tetapi Ki, katanya ilmu harus ada sanadnya?
AJ = Memang betul, seperti halnya hadis harus ada sanadnya. Itu untuk mengetahui
keabsahan ilmu tsb.

SP = Tetapi Ki, mohon maaf ya Ki bukan maksud menyinggung sesepuh Blog ES. Katanya
ilmu Ki Dalang Sosro Birowo itu tidak ada sanadnya.
AJ = Hhmm… itu kan omongan orang…, seperti pepatah “apa yg engkau lihat adalah
apa yg engkau rasakan dan apa yang engkau perbuat adalah apa yg engkau
dapatkan”. Jadi lakukan saja jangan banyak banyak mikir, kalau hasilnya negatif
ya tinggalkan saja. Kalau saya tidak melihat kesalahan di amalan yg diposting Ki
Dalang SB. Misalnya “Inna Quwatih Quwattah Ya Ghoni”, jelas sanadnya dari Nabi
Khidir A.S dan ya Ghoni itu Asmaul Husna, ada di Al-Qur’an.

SP = Tapi Ki, ada amalan kejawennya, dan ini barangkali yg tdk sesuai dengan
Al-Qur’an, sehingga dikatakan sesat.
AJ = Wah…, kalau orang mengatakan seperti itu ya keliru Mas …, untuk urusan
ubudiyah (ibadah) berbeda dengan keilmuan yg berhubungan dengan ke-BATHIN-an.
Bukankah Ki Dalan SB sdh menjelaskan panjang lebar = luas. He…he…he…

SP = Hhmmm … begitu ya Ki…, kenapa kalau yg memposting Ki dalang SB dan Mas Arial
koq yg komen banyak ya Ki, sepertinya ilmu-ilmu tsb lebih menarik dari pada
postingan Ki Abduljabbar.
AJ = He…313X, saya lebih mensyukuri orang yg mau mempelajari ilmu logika, meskipun
tidak juga menolak ilmu ghaib. Kenyataannya ilmu yg laku secara komersial adalah
ilmu logika ini. Karena Mereka menganggap ilmu kesaktian dapat secara INSTAN
membantu hajat mereka. Padahal tidak ada di dunia ini yg INSTAN, semua kembali
kepada diri kita sendiri. Pikiran Andalah yg menjadikan Anda seperti sekarang
ini. Sekarang saya mau bertanya kepada Anda. Adakah paranormal yg kaya dengan
ilmu yg sesungguhnya dia miliki?

SP = Ada Ki, bahkan banyak loh yg sudah terkenal.
AJ = hhhmmm…, mereka sesungguhnya PEMBOHONG BESAR, mereka tidak jujur dan mereka
tidak memiliki daya dengan keparanormalannya. Lagipula, karena tidak ada orang
yg sudah tertipu oleh paranormal melaporkan ke POLISI. Paling cuma bisa teriak-
teriak di komen Blog, kalau sdh tertipu. Karena mereka merasa malu. Ironisnya
mereka masih banyak yg mendatanginya meskipun ancaman kesesatan sudah tertulis
di Al-Qur’an. Mereka seperti buta, bisu dan tuli. Aku tengadahkan dagu mereka,
dan Aku tutup dinding di depannya dan dibelakangnya sehingga mereka tidak
melihat (QS: Yassin:9).

SP = Jadi seperti apa Ki, orang dikatakan paranormal?
AJ = Paranormal itu kalau sdh mampu membaca INTUISI, dan mereka biasanya tidak berani
memasang tarif karena semua masih tergantung ke-ridha-an Allah Ta’ala.

SP = Jadi Ki, kalau ada paranormal yg pasang iklan menurut Ki Abduljabbar bagaimana?
AJ = Mereka bukan paranormal asli, sebenarnya paranormal itu tidak mencari nafkah dari keparanormalannya. Mereka hanya orang-orang yg MERASA bisa, padahal tidak bisa. Merasa NGERTI padahal tidak mengerti. Sudah ya…? Nanti kita sambung lagi, mau nganter istri ziarah ke makam.

SP = Oh iya Ki …, Taqobbalahu minna waminkum….

Iklan

The Power of Giving

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
( QS. Ali Imran 3:92 )

Alkisah ada seorang Sufi yang sudah merasa teramat dekat dengan Tuhan nya. Suatu hari ketika sedang berjalan, Sang Sufi berpapasan dengan seorang yang sangat miskin. Tubuhnya kurus kering, tinggal tulang berbalut kulit yang dibungkus dengan kain compang-camping seadanya. Badan nya tergeletak lemas di pinggir jalan, bibirnya mengering, menandakan sudah lama si miskin tidak mendapat makan. Melihat penderitaan si miskin, Sang Sufi pun berteriak protes pada Tuhan nya: “Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak lakukan sesuatu untuk orang ini !!“. Sesaat kemudian, terdengar jawaban: “Ya! Makanya Aku ciptakan kamu!“.

The Power of Giving
Kekuatan memberi datang dari tindakan yg tidak mementingkan diri sendiri. Perbuatan ini tidak harus dikaitkan dengan acara keagamaan tertentu. Akan lebih baik bila anda memberi dari hati anda karena anda ingin berbagi apa yang telah anda miliki. Jangan sampai anda memiliki motive lain, misal memberi karena mengharapkan pengembalian.

Ketika anda memberi, dari hati anda yang terdalam anda mengatakan pada alam semesta, bahwa anda hanya ingin berbagi dan tidak memperdulikan pengembalian atau keinginan setelah itu. Anda hanya melakukannya karena anda suka.

Saat anda melakukannya, respon yang didapat bisa benar2 diluar dugaan. Seolah-olah muncul banyak sekali orang yang siap menolong anda meskipun anda tidak meminta pertolongan. Seolah-olah pemberian dari hati anda tersebut dibalas dengan kebaikan puluhan kali lebih banyak dari yang anda berikan.

Mohon diingat bahwa anda memberi dari hati anda. Anda memberi tanpa ada keinginan lain dibalik perbuatan anda. Anda memberi karena yakin dan percaya bahwa anda akan selalu dilimpahkan terhadap apa yang anda bagikan kepada orang lain.

Karena dengan memberi, baik secara sadar maupun tidak, kita memancarkan sinyal/energi yang menunjukan diri kita berlebih terhadap apa yang kita berikan. Energi inilah yang direspon oleh alam semesta dan dikembalikan berlipat-lipat pada diri kita. Namun lebih baik bila kita memberi karena ingin memberi, bukan karena ada dorongan lain.

Bukan hanya memberi yang bisa kita lakukan pada orang lain. Mendoakan dan memaafkan juga memiliki efek yang kurang lebih sama terhadap diri kita. Minimal kita akan merasakan kedamaian di hati karena dapat membahagiakan orang lain.

The Law Of Giving & Receiving
Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat karena merupakan esensi dari alam semesta itu sendiri. Tidak berlebihan apabila Deepak Chopra dalam 7 Spiritual Law of Success mencantumkan “Law of Giving” sebagai hukum kedua untuk sukses. Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Coba kita perhatikan. Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum memberi dan menerima. Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman, menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa, dan membebaskan oksigen.

Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir. Orang-orang jaman dahulu rupanya sangat memahami hal ini. Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency, yang akar katanya adalah bahasa latin currere yang artinya mengalir.

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah :
Apakah yang harus saya berikan? 
Jawabannya sama dengan pertanyaan: apa yang Anda ingin dapatkan? 
Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang, 
jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan, 
jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang. 

Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada Anda. Alam semesta mengikuti hukum ini. Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yg mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda! Jadi jika Anda ingin banyak uang, berikan uang. Ada yg bertanya, lalu bagaimana jika uang Anda belum banyak? Wah, kalau begitu Anda perlu memberi lebih banyak lagi, hehehe …

Seandainya giving belum menjadi habit, sebetulnya ada beberapa tips yg bisa Anda terapkan. InsyaAllah jika dilaksanakan secara rutin, akan memperkuat syaraf giving Anda:

1. Kemanapun Anda pergi untuk bertemu dengan seseorang, usahakan membawakan suatu hadiah. Apapun bentuk hadiah tadi. Hal ini sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita jaman dahulu, namun sering kita lupakan. Perhatikan saja, orang tua kita dahulu setiap berkunjung ke rumah teman atau saudara selalu membawa oleh-oleh. Anda juga bisa memulai kebiasaan ini. Mungkin sekedar membawa sebungkus coklat, bunga (lho ini mau nyatain apa ya?), atau doa. Ya, kalaupun terpaksa tangan Anda kosong, ya berikan saja doa ketika Anda bertemu dengan seseorang.

2. Syukuri setiap pemberian yang Anda terima hari ini. Lho, bagaimana jika hari ini saya tidak menerima pemberian apa-apa? Salah, Anda pasti menerima sesuatu dari alam semesta. Mulai dari udara pagi yang cerah, sinar matahari yang hangat, sapaan tetangga yang ramah, bahkan teguran dari orang tidak dikenal, bertemu teman lama yang Anda rindukan, dan masih banyak lagi. Ya tentu lebih konkret lagi apabila tiba-tiba hari ini ada yang memberikan handphone baru atau iPod baru kepada Anda. Jelas Anda harus syukuri apa yg Anda terima.

3. Berkomitmenlah untuk selalu berbagi apa yang Anda sebetulnya bisa berikan setiap saat:

  • Cinta. Mungkin Anda langsung tertawa. Ah, kalau cuma cinta saya sudah berikan setiap saat untuk keluarga saya. Mungkin Anda benar. Yang harus Anda ingat adalah, seperti kata Stephen Covey, Cinta adalah kata kerja, bukan kata benda. Artinya, harus di praktek-kan. Ya, kalau Anda sudah memiliki cinta untuk orang-orang terdekat Anda, praktek-kan. Berapa kali Anda dalam sehari memeluk dan mengusap kepala anak Anda? Dan mengucapkan bahwa Anda sayang anak Anda?
  • Tawa. Ini bukan hal sepele. Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan. Bantulah orang-orang di sekitar Anda mengekspresikan rasa bahagia melalui tertawa. Berapa kali dalam sehari Anda tertawa? Tahukan Anda bahwa seorang anak tertawa rata2 150 kali dalam sehari, dan orang dewasa hanya 15 kali dalam sehari. Bergembiralah, bagikan tawa di rumah Anda, jika tidak nanti anak Anda lebih menyukai Mas Thukul daripada Anda.
  • Pengetahuan. Anda pasti tahu sesuatu labih baik dari seseorang. Mungkin Anda jago mengurus ikan Arwana, bagikan. Anda pintar dalam mengurus tanaman Aglonema? Bagikan. Anda pintar memasak, tulis resep dan bagikan. Bagikan pengetahuan Anda, karena pengetahuan adalah gift dari Yang Maha Kuasa.

The Power Of Sedekah
Rasulullah bersabda :
“ Tatkala Allah menciptakan bumi maka ia pun bergetar.
Lalu Allah menciptakan gunung, dan kekuatan diberikan kepadanya, yang ternyata ia diam. Maka para malaikat pun heran terhadap penciptaan gunung itu .
Mereka bertanya, “ Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari gunung ?” 
Allah menjawab:’ Ada yaitu besi.
Mereka bertanya, Ya rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat dari besi? 
Allah menjawab, ‘Ada yaitu api.
Mereka bertanya, “ Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api ?” 
Allah menjawab:’ Ada yaitu air’.
Mereka bertanya, “ Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” 
Allah menjawab:’ Ada yaitu angin’.
Mereka bertanya, ‘Ya rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat dari angin? 
Allah menjawab:’ Ada yaitu anak Adam yang mengeluarkan shadaqah dengan tangan kanannya sedang tangan kirinya tidak mengetahui”.
(HR Diriwayatkan At Tirmidzy dan Ahmad)

Energi sedekah sangat berpengaruh luar biasa bagi pelaku dan penerimanya, jika kita mengulurkan tangan memberikan bantuan sedekah dengan ikhlas kepada orang lain, maka antara kita dengan yang menerima bantuan sedekah sama-sama tebentuk sebuah energi positif, yang secara umum bisa dikatakan bahwa sedekah dapat mempererat silaturahmi.

Makna sedekah adalah cinta kasih kepada sesama, barangkali yang demikian itulah sehingga agama dan aliran kepercayaan manapun mengenal dan melakukan sedekah. Begitu pula orang-orang atheis, penganut animisme maupun dinamisme juga melakukan perbuatan mulia yang dinamakan sedekah tersebut.

Terlepas dari syariat agama, secara fitrah kita mendambakan cinta kasih dari sesama manusia. Sebaliknya secara naluri kita akan sedih jika orang lain membenci atau memusuhi kita. Wujud dan cinta kasih dalam islam adalah sedekah, dimana sedekah menyimpan misteri dan membangkitkan energi yang luar biasa.

Anak adam yang memberikan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahui lebih kuat dari seluruh ciptaan Tuhan. Bersedekah dengan tangan kanan dan tangan kiri tidak tahu yang berarti bersedekah tanpa mengharapkan apapun, tanpa pamer, niatnya sangat bersih dan ikhlas hanya mengharap ridha Alloh SWT saja. Inilah energi sedekah yang luar biasa.

Masih banyak orang yang belum bisa melakukan hal tersebut, sedekah yang dilakukan masih mengandung unsur hawa nafsu, kecenderungan ingin dipuji, ingin pamer dan ingin mendapat balasan dari yang menerimanya. Sedekah yang demikian itulah yang kurang dapat memberikan kekuatan energi bagi pemberi maupun yang menerimanya.

“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesaalahmu, dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.al-Baqarah 271.)

Ulurkanlah sedekah dengan ikhlas, meskipun anda tidak mengharapkan balasan tetapi secara otomatis Alloh SWT akan membalas pahala anda dan secara otomatis pula orang yang kita beri akan membalasnya minimal dengan ucapan terima kasih dan senyum yang tulus. Dibalik ucapan terima kasih dan senyuman yang tulus itu sebetulnya tersimpan energi yang sangat besar yang sewaktu-waktu akan membias kepada kehidupan kita.

Allah Ta’ala berfirman, ” Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah “. {Qs. Al Lail (92) : 5-8}

Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki . Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” . {Qs. Al Baqarah (2) : 261}

Sahabat, sebenarnya Sedekah tidak harus ikhlas kok, bila diletakkan dalam konteks pembelajaran dan penumbuhan jiwa kasih sayang. Istilahnya Learning by doing. Kalau menunggu untuk ikhlas, bisa-bisa kita malah tidak bersedekah sama sekali. Justru karena belum bisa ikhlas, ya sering-seringlah sedekah. Belum ikhlas karena belum terbiasa dan masih perhitungan biasanya. Yang dipake tentu saja otak logika, padahal Tuhan kalau memberi nikmat ngga hitung-hitungan. Yang disedekahkan dikit aja baliknya bisa banyak, apalagi kalau sedekahnya banyak

Kalau mau dianalogikan sama saja dengan shalat. Kita diperintahkan untuk khusyu dalam melaksanakan ibadah shalat. Lantas, kalau belum bisa khusyu apa terus tidak shalat? Tentu tidak toh. Malah kalau bisa rajin shalatnya sambil berusaha khusyu. Sama saja dengan sedekah atau ibadah-badah yang lainnya. Kalau menunggu ikhlas dulu, bisa-bisa keburu dijemput sama Izrail sementara belum banyak amal ibadah yang dilakukan. Dan yang jelas ikhlas atau tidak, sedekah kita itu sudah memberikan beribu manfaat bagi yang menerima sedekah. Yang lapar, sudah bisa beli makanan. Yang lagi kena musibah sudah mulai sedikit bisa tersenyum, dll. Intinya kita sudah memberikan kebahagiaan pada orang lain. Right..??

Ikhlas itu harus diminta dalam setiap doa. Ikhlas itu sulit, hanya mereka yang mendapatkah hidayah dan rahmat dari Allah yang bisa ikhlas dalam setiap ibadah. Maka dari itu mintalah kepada Allah agar bisa diberi keikhlasan dalam setiap ibadah. Karena ikhlas itu rahasia Allah swt.

Benarkah ikhlas itu rahasia? Benar, ikhlas itu rahasia antara pelakunya dan Allah SWT. Siapa pun tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah seseorang itu ikhlas atau tidak. Orang lain baru akan tahu kalau seseorang itu ikhlas apabila ia mengaku bahwa dirinya ikhlas, atau Allah SWT berkenan memperlihatkan dampak atau akibat dari keikhlasan seseorang tersebut kepada manusia-manusia sekitarnya, sehingga orang-orang akan dengan mudah mengetahui keikhlasan dari seseorang.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits :
Seorang sahabat dengan mimik serius mengajukan sebuah pertanyaan,“Ya kekasih Allah, bantulah aku mengetahui perihal kebodohanku ini. Kiranya engkau dapat menjelaskan kepadaku, apa yang dimaksud ikhlas itu?“ Nabi SAW, kekasih Allah yang paling mulia bersabda,“Berkaitan dengan ikhlas, aku bertanya kepada Jibril a.s.apakah ikhlas itu?Lalu Jibril berkata,“Aku bertanya kepada Tuhan yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah ikhlas itu sebenarnya?“ Allah SWT yang Mahaluas Pengetahuannya menjawab, “Ikhlas adalah suatu rahasia dari rahasia-Ku yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai.“(H.R Al-Qazwini)

So… Kalau Mau membuktikan keampuhan The Power Of Giving &  The Power Of Sedekah, langsung aja Start Action, Just Do It. Maksudnya segera keluarkan duitnya, gt lho….. ha…ha…ha…
Just Click Here….

animation maker

SALAM NAQS