Mutiara Kehidupan

Konon kabanya, menurut para ahli, mutiara yang mahal itu berasal dari masuknya sebutir pasir kedalam tiram yang terbuka. Pasir yang masuk ini ternyata menimbulkan sakit yang luar biasa sehingga untuk menahan rasa sakit tersebut, sang tiram membungkus pasir itu dengan “air liurnya” terus menerus selama bertahun-tahun. Sebutir pasir yang terus menerus dibungkus dengan “air liurnya” tiram tersebut, secara tidak sadar telah menghadirkan mutiara yang indah dan mahal harganya.

Terkadang hidup ini perlu merasakan rasa sakit dan ujian bahkan jatuh hingga titik nol untuk menemukan esensi nilai hidup itu sendiri.

Setiap orang akan menghadapi masalah-masalah dalam hidup ini. Tidak ada hidup tanpa masalah, hidup bukanlah hidup tanpa masalah. Dalam setiap periode perkembangan dan perjalanan hidup manusia selalu ada tahapan-tahapan dan memiliki masalah dan penyelesaian masing-masing. Setiap penyelesaian masalah selalu mengalami proses, ada yang pendek, ada yang sedang kadang-kadang prosesnya begitu lama.

Masalah juga bukanlah hambatan hidup, masalah adalah bagian dan realita dari hidup, bukan untuk dihindari tetapi untuk dihadapi dan dijalani dengan kerelaan, kesabaran, keteguhan hati dengan hikmat dan dengan pertolongan Tuhan. Intinya seseorang yang mau bertumbuh ia harus menghadapi masalahnya dan harus siap menghadapi prosesnya.

Setiap masalah yang dihadapi dengan benar dan bijaksana, biasanya berakhir dengan baik dan seringkali membawa kebahagiaan. Selain itu, setiap kali kita menghadapi masalah dan pergumulan seharusnya mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik, lebih kuat dan lebih bijaksana. Tanpa perubahan ke arah yang lebih baik sia-sialah pergumulan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

Tapi bukan lantas kita mencari-cari masalah. Tidak usah dicari, masalah juga pasti akan datang sendiri kok. Dia akan datang, disaat kita dirasa sudah waktunya untuk naik level. Yang penting adalah bagaimana sikap kita terhadap masalah. Apakah kita mau lari dan bersembunyi dari masalah atau kita memilih fokus mencari solusi dan menyelesaikan semua masalah tersebut.

Yang jelas, mereka yang mendapatkan masalah dan berhasil menyelesaikannya tentu menjadi lebih ahli dari sebelumnya. Bukankah kita belajar dari pengalaman. Walaupun ada yang bilang belajar dari pengalaman orang lain itu lebih baik, adakalanya kita mesti belajar dari pengalaman kita sendiri.

Ketika kita mendapatkan suatu masalah, maka pertama yang harus kita pahami adalah memahami problem dari masalah tersebut, lalu bangkitkan motivasi dalam diri kita untuk menyelesaikan masalah-masalah itu. Kemampuan yang tersimpan di dalam diri anda dan pikiran anda akan mampu membelokkan kenyataan. munculnya suatu masalah dalam kehidupan kita bukanlah peristiwa yang perlu kita takutkan, tetapi justru bisa berubah menjadi peristiwa yang dapat meninggalkan kualitas hidup kita.

Dimanana-mana ada kemauan, di situ ada jalan, hal serupa juga bisa di ambil hikmahnya, setiap masalah itu selalu ada jalan keluaranya,karena setip kesulitan pasti ada jalan keluar yang tersimpan di balik kesulitan itu sendiri. Kita jangan terlalu takut berlebihan ketika kita sedang menghadapi masalah, cukup kita ingat, Tuhan memberikan masalah pasti satu paket dengan solusinya, oleh sebab itu jangan membuat diri kita menjadi lemah karenanya. Sehingga pikiran dan perasaan kita pesimis menghadapi masalah kita sendiri. Tegarlah dengan masalah-masalah kita dan kerahkan sisi terbaik dalam diri kita pasti kita akan menemukan pemecahan masalahnya.

Tak ada manusia yang luput dari ujian hidup. Tak ada keberhasilan yang tak melewati ujian dan rintangan. Semakin bertambah usia seseorang, semakin kencang pula angin kehidupan berhembus untuk menguji ketegaran dan keimanannya. Saat jabatan di amanatkan di pundak seseorang, saat itu pula cobaan dan godaan datang menghadang silih berganti, untuk menguji apakah ia betul-betul layak mengemban amanat jabatan tersebut.

Harta, tahta, dan wanita adalah tiga hal yang sering jadi ujian yang berat dalam hidup. Jabatan adalah juga kursi panas yang siap membakar orang yang duduk di atasnya. Penguasa bisa terguling karena godaan harta yang membuatnya berkorupsi ria.

Hidup dan mati memang diciptakan Sang Pemilik semesta sebagai wahana ujian untuk memilih siapa makhluk-Nya yang terbaik. Mengapa harus repot-repot menjadi orang yang terbaik? Karena hal itulah tujuan hidup manusia. Jika manusia tak memiliki tujuan hidup yang jelas dan luhur, selamanya ia akan didera kebingungan dan kegelisahan, tak ubahnya seperti orang tersesat di tengah hutan dan tidak tahu ke mana jalan pulang. Jika manusia tidak lagi memikirkan tujuan hidupnya, berarti ia merendahkan dirinya menjadi seperti benda, hewan, atau tumbuhan.

Ujian hidup bukanlah bentuk kekejaman dari Sang Pencipta. Sebagaimana ujian sekolah bukanlah bentuk hukuman sewenang-wenang dari sang guru untuk murid-muridnya. Namun itu semata merupakan sebuah kesempatan untuk meningkatkan taraf & kelas kehidupan. Diadakan ujian, karena memang sebelumnya sudah ada pelajaran yang telah diberikan oleh sang guru. Begitu pula ujian hidup. Sang Pemilik hidup sudah membekali manusia dengan akal, hati nurani, kitab suci, dan wejangan para Nabi-Nya. Jika bekal itu sudah diberikan, maka pada saatnya ujian itu akan datang.

Seorang profesor pernah mengatakan bagaimana perak harus dimurnikan sebanyak tujuh kali. Perak yang masih kotor harus dipanaskan dan dilelehkan, karena perak berberat jenis cukup besar, maka ketika dipanaskan dia akan turun dan kotorannya akan naik. Saat itulah kotoran2 yang sudah naik tersebut disaring dan dibersihkan. Setelah mengalami pembersihan tahap pertama, maka kembali perak itu dicairkan untuk tahap kedua kalinya lalu disaring kembali. Hal ini harus dilakukan berulang kali untuk mencapai tingkat kemurnian yang diharapkan. Setelah tujuh kali, barulah perak itu murni, tinggal menyisihkan kotoran2 yang halusnya saja.

Alhasil, setelah melalui berkali-kali proses pembersihan, perak itu begitu cemerlang bagaikan cermin. Padahal, ketika masih kotor, betapa sulitnya untuk bercermin pada perak tersebut. Namun setelah tujuh kali dipanaskan, orang baru dapat melihat wajahnya sendiri pada perak tersebut. Dari sini kita dapat ambil hikmah, bahwa ketika ‘kotoran hidup’ (karakter, watak dan kebiasaan negatif sulit lekang sekalipun sudah berkali-kali berusaha untuk meninggalkannya), maka kita tampaknya perlu masuk dapur api pengujian hidup agar dapat menemukan kembali makna hidup itu sendiri.

“Sesungguhya bersama kesulitan tersimpan kemudahan. Dan sungguh bersama kesulitan itu kemudahan.” (Al-lnsyirah: 5-6)

Mestinya tidak ada lagi tersisa kata untuk menyerah dalam hidup. Sebab, janji Allah adalah suatu hal yang pasti. Jelas, bahwa bersama kesulitan tersimpan kemudahan. Dan tidak ada satupun manusia yang hidup di dunia ini kecuali ia akan mengenyam kesulitan beberapa saat. Namun, bukankah tidak selamanya siang itu ada atau malam itu bertahta. Namun, siang akan berganti malam dan malam pun akan disambut oleh siang.

Jadi, jalanilah hidup ini sesuai dengan sunnatullah dari Yang Maha mencipta alam ini dan seisinya. Merupakan sunnatullah juga, bahwa manusia hendaknya memulai kesuksesannya dari hal yang kecil. Mereka harus meniti anak-anak tangga untuk menuju kesuksesan. Jika ia terjatuh pada satu anak tangga, maka sadarlah bahwa sesungguhnya ia sedang menyambut kemenangan dan kelapangan.

Maka, bukalah pintu-pintu kemenangan dan kelapangan tersebut dengan kunci-kunci yang tepat, agar engkau termasuk orang-orang yang beruntung.

“Dan ketahuilah sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesulitan, dan sungguh bersama kesulitan itu bersama kemudahan.” (Al-Arba’un an-NawawTyyah, no. 19).

Iklan

MEKANISME ALIRAN ENERGI UANG Level 2

Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya (Kisah Nyata)
Kisah ini sebenarnya diawali kegundahan sepasang suami istri akan kebahagiaan yang mereka dapatkan dari harta yang dimiliki. Mereka seakan tidak merasa bahagia walaupun hartanya berlimpah. Bagi mereka, yang terpenting adalah ketenangan hidup. Akhirnya suami istri ini mengambil keputusan yang tergolong nekat. Mereka memberikan hampir semua hartanya untuk mereka sedekahkan di jalan Allah. Hanya satu tujuan mereka; ingin hidup tenang dan tidak terbelenggu dengan nikmat sementara duniawi. Mobil dan beberapa harta berharga lain mereka jual dan mereka sedekahkan. Mereka tidak takut akan kelaparan, karena mereka yakin Allah pasti akan menolong dan memberikan jalan terbaik bagi mereka.

Allahu Akbar! Bukan kesengsaraan yang mereka dapatkan akibat membuang hampir semua harta mereka demi ingin memulai hidup sederhana itu, tetapi kekayaan suami istri ini malahan berlipat-lipat tak terhingga. Kini mereka mempunyai dua perusahaan besar, seakan-akan perusahaan yang dulu dijual untuk disedekahkan malahan diganti 2 perusahaan yang jauh lebih besar dan sangat terkenal oleh Allah. Kini mereka sangat bahagia dengan kekayaan yang mereka miliki. Lebih dahsyat lagi, sepasang suami istri ini ingin memulai lagi seperti yang mereka lakukan beberapa tahun yang lalu. Mereka akan menyedekahkan dua perusahaan itu, bukan imbalan Allah yang mereka harapkan, tapi perasaan sangat dekat dengan Allah dan merasa diperhatikan dan disayang Allah itulah yang tidak bisa digambarkan oleh mereka saat melakukan cara ini.

Sebenarnya langkah yang dilakukan oleh sepasang suami istri ini adalah langkah logis, cuma belum banyak orang yang berani melakukannya. Tentang sedekah Allah bahkan menjanjikan langsung akan melipat gandakan beberapa kali lipat jika manusia melakukannya dengan ikhlas hanya untuk Allah semata. Bahkan balasan atau pahala dari sedekah akan lebih berlipat-lipat lagi jika dilakukan untuk keperluan berjuang di jalan Allah. Semoga kisah di atas bisa membuka mata hati kita akan kekuatan sedekah. Sedekah seperti bernafas, kita harus mengeluarkan nafas kotor banyak untuk bisa menghirup udara bersih banyak pula. Jika mengeluarkan nafas kotor sedikit, akan sedikit pula udara bersih yang bisa kita hirup. (Sumber cerita : Petamalang)

The Power Of Giving Menolak Kematian
SUATU hari, Malaikat Izrail mendatangi Nabi Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?…”
Yang anak muda tadi maksudnya?…” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?…”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.”
Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabi Ibrahim. Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk rriemberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabi Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabi Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Anak muda itu masih dikaruniai umur panjang hingga usia 70 tahun.
Nabi Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian.
“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?…”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut bersedekah. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

Malaikat Pro Dengan Anda
“Tiada matahari masih menyinari bumi melainkan ada dua malaikat. Masing-masing menyeru manusia dan berdoa, ‘ Wahai manusia, bergegaslah menuju Tuhanmu sedikitnya harta tapi mencukupi lebih baik daripada banyak tapi kau lupa. Sedangkan satunya berkata, ‘ Wahai Allah, berikan ganti harta kepada mereka yang bederma dan bagi si kikir segera binasakan saja hartanya.” ( HR.Abu Darda ).

Berbahagialah bagi muslim yang dermawan karena mereka didoakan makhluk suci itu setiap pagi. Karena malaikat makhluk yang tidak berdosa, maka kalau mereka berdoa, selalu dikabulkan Tuhan. Terbukti siapa saja bersedekah hartanya tidak pernah berkurang, bahkan lebih. Tidak ada faktanya orang menjadi miskin karena bersedekah. Yang ada justru semakin banyak orang bersedekah semakin kaya dirinya.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata : “Sedekah itu adalah pemancing rezeki. Orang yang bersedekah sebungkus nasi kepada fakir miskin misalnya, maka balasan dari Allah jelas berlipat-lipat. Allah senantiasa akan memback – up orang yang tak pernah surut semangatnya untuk bersedekah. Walau sekecil apa pun barang yang ia sedekahkan.“

“Peliharalah dirimu dari neraka kendati hanya dengan secuil kurma,“ demikian pesan Rasulullah SAW dalam salah satu hadisnya. Maknanya tersirat dari sabda beliau tersebut menunjukkan pentingnya sedekah direalisasikan dalam kehidupan sosial. Sebab, sedekah merupakan sebentuk ibadah dimana kepedulian antara sesama manusia menjadi tumpuannya.

Yang menakjubkan bahwa dahsyatnya ganjaran sedekah itu bukan hanya menjadi monopoli muslim. Siapa saja yang suka memberi, walaupun non muslim pasti Allah ganti. Salah satu contoh Bill Gates, orang terkaya di dunia, sampai sekarang telah menyumbang untuk kegiatan sosial sebesar US.$ 123 milyar. Tapi, toh sampai saat ini posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di dunia belum tergeser.

Dalam kaitan ini Rasul SAW. menegaskan satu hadis qudsi : “Allah telah berfirman: “Yaa aadamu, anfiq, unfiq ‘ alaika. Wahai anak Adam!. Infakkanlah hartamu, Aku akan menambah hartamu ! “ ( HR.Abu Hurairah ). Dalam surah Saba 39 Allah SWT berfirman: “Barang siapa menafkahkan hartanya, maka Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik.” Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir dalam kitanya Tafsir Ibnu Katsir mengatakan: ”Apabila Anda membelanjakan harta pada hal-hal yang diperintahkan oleh Allah kepada Anda atau pada hal-hal yang Allah memperbolehkan Anda membelanjakannya, maka Allah sendiri yang akan mengganti harta Anda itu di dunia dan memberi Anda pahala di akhirat.”

Ingatlah Anda denga sumpah Rasulullah SAW. bahwa harta yang disedekahkan tidak akan pernah berkurang, apalagi habis. Kalau Rasul SAW sendiri yang bersumpah, apakah kita masih tidak percaya dengan kedahsyatan, keajaiban dan kekuatan sedekah, infak ? Simaklah pesan Rasul SAW kepada sahabat Bilal agar rajin berinfak dan bersedekah : “Berinfaklah wahai Bilal! Dan jangan kuatir Yang Memiliki Arsy akan membuatmu fakir,” demikian sabda Rasulullah SAWsebagaimana direkam dengan baik oleh Abu Hurairah dan di tulis oleh Ath-Thabrani.

Alangkah kuatnya jaminan untuk orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Tentu saja orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, maka Zat yang Memiliki Arsy akan menjamin rezekinya. Ia takkan mati karena kemelaratan dan kekurangan. Itu takkan terjadi. Percayalah.

Berbagai pengalaman nyata telah membuktikan bahwa pertolongan yang datang dari Allah (kepada seseorang) sebanding dengan pertolongan yang ia keluarkan. Sedangkan rezeki seseorang akan datang sebanding dengan apa yang ia berikan dan infakkan. Barangsiapa yang banyak berinfak, tentu akan banyak pula rezeki yang datang kepadanya. Demikian pula sebaliknya .

Simak salah satu contoh. Saat itu Siti Aisyah RA sedang berpuasa. Menjelang berbuka datang seorang miskin minta sesuatu kepadanya. Yang ada pada waktu itu hanya sepotong roti kering. Aisyah RA berkata kepada pembantunya : “Berikanlah roti itu kepadanya !“. Si pembantu berkata : “Dengan apa Anda akan berbuka puasa ?“ Siti menjawab, “Sudahlah, berikan saja padanya ! Perintah itu ia turuti. Lalu apa yang terjadi? Sejurus kemudian ada satu keluarga yang menghadiahkan daging kambing yang dibungkus dengan roti. Aisyah RA memanggil pembantunya seraya berkata : “Makanlah ini. Roti ini lebih baik dari rotimu.”

Memang apa yang telah dicontohkan oleh Aisyah hanyalah sepotong roti. Bukan intan. Bukan pula sebidang tanah. Tapi nilai-nilai esensial yang terkandung di balik kisah ini adalah sifat kedermawanannya : bagaimana Aisyah RA mampu mampu keluar dari kungkungan dunia dengan menyedekahkan septong roti yang menurut pengamatan kita sangat dibutuhkan mengingat kondisinya sangat kritis. Bukankah kita berpikir seribu satu kali ketika berada dalam kondisi sebagaimana yang Aisyah alami ? Keyakinan yang berpaut erat dengan Tuhan itulah yang sebenarnya mendorong Aisyah mengambil keputusan yang cukup mengejutkan pembantunya. Aisyah yakin bahwa apa yang telah disedekahkan bukan berarti hilang tak berbekas. Tapi justru dengan sedekah itulah Tuhan akan senantiasa melimpahkan rezeki-Nya jauh tak terkira. Tuhan akan menjamin rezeki hamba-Nya yang hanya bergantung kepada-Nya dan yakin terhadap pemberian-Nya. Sehingga ulama besar Al Hasan Al Basri berkata : “Barangsiapa yang yakin bahwa Allah akan mengganti sedekah seseorang, tentu Ia akan segera mengganti.”

Rasul SAW bersabda : “Kedermawanan bagaikan pohon. Akarnya di surga, dahannya menjulur ke dunia. Siapa berpegang padanya, akan ditarik ke surga. Kekikiran, seumpama pohon. Akarnya di neraka, dahannya menggantung ke dunia. Siapa berpegang padanya akan ditarik ke neraka.” (HR.Aisyah). Wallahualam. **

MEKANISME ALIRAN ENERGI UANG (Ilmu MetaFisika Uang)

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada hatinya, memudahkan urusannya dan dunia (yang hina ini) akan datang kepadanya (dengan sendirinya), dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan (rasa) fakir kepadanya, mempersulit urusannya dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang sudah ditetapkan baginya. “ (HR At-Tarmidzi)

JADI :

  • KAYA HATI = KEKAYAAN YANG MASIH BERBENTUK ENERGI POSITIF. DAN SETIAP SAAT BISA CAIR DALAM BENTUK WUJUDNYA DI ALAM MATERI SEBAGAI KEKAYAAN HARTA.
  • MISKIN HATI (Rasa Fakir) = NERACA ENERGINYA DALAM KONDISI MINUS, ATAU DIPENUHI ENERGI NEGATIF. MAKA SETIAP SAAT BISA CAIR DALAM BENTUK WUJUDNYA SEBAGAI BENCANA & MUSIBAH YANG PADA AKHIRNYA AKAN MEMBUATNYA TIDAK DAPAT HIDUP TENTRAM & BAHAGIA, MERANA DI DALAM TUMPUKAN HARTA DUNIAWINYA. BAGAIKAN AYAM YANG MATI KELAPARAN DI LUMBUNG PADI.

Jelas, dari Sabda Rasululullah di atas ada korelasi dan kongruensi antara dunia di alam metafisika (Fikiran, Hati, & perasaan) dan dengan dunia di alam Fisika (Materi, Duniawi, Situasi, Kondisi, dll). Nah, pelajari penjabarannya di bawah ini. Okey…..

Konversi Energi Uang

Definisi energi:

  • tenaga atau gaya untuk berbuat sesuatu
  • kemampuan untuk melakukan kerja

Satuan energi : Joule, BTU, therm, quad, kalori, eV, ton batubara, barrel minyak, dll

Bentuk-Bentuk Energi: Energi Kinetik.Energi Potensial, Pegas,Gravitasi, Kimia, Energi Massa

Bentuk-bentuk energi

  • energi mekanik
  • energi listrik
  • energi elektromagnetik
  • energi kimia
  • energi nuklir
  • energi thermal

Sumber Energi dan Konversi Dasarnya

  • Kayu: Kimia – panas, listrik
  • Angin: Kinetik – mekanika, listrik
  • Air: Potensial – kinetik – mekanikal, listrik
  • Batubara: Kimia – panas, listrik
  • Minyak Bumi: Kimia – panas, listrik
  • Gas Alam: Kimia – panas, listrik

Sumber Energi dan Konversi Dasarnya

  • Panas bumi: Panas – panas, listrik
  • Nuklir: Kimia- panas, listrik
  • Hidrogen: Kimia – panas, listrik
  • Pasang surut: Kinetik – listrik
  • Panas Laut: Panas – listrik (OTEC)
  • Ombak Laut: Kinetik – listrik
  • Arus Pancar:Kinetik – listrik

Mesin Konversi Energi

  1. Mesin atau gabungan mesin untuk mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi yang lain yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
  2. Ruang lingkup : Motor pembakaran dalam, turbin, pompa dan kompresor, mesin pendingin dan mesin propulsi.
  3. Aplikasi : pembangkit tenaga listrik, membantu proses industri, transportasi, penerangan, dll

Hukum kekekalan energi adalah salah satu dari hukum-hukum kekekalan yang meliputi energi kinetik dan energi potensial. Hukum ini adalah hukum pertama dalam termodinamika.

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi: “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”.

ALAM QUANTUM
Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”. Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Jika alam kehidupan manusia disepadankan dengan alam kenyataan materi (benda), maka tubuh fisik kita mempunyai getaran yang paling lambat, sementara perasaan memiliki energi vibrasi yang paling tinggi di alam semesta Dalam diri manusia, alam perasaan dan alam pikiran berada pada level yang setara dengan alam quanta dan energi vibrasi. Level energi vibrasi ini adalah level yang memiliki energi yang paling dahsyat. Perasaan adalah aset utama manusia, karena perasaan merupakan bagian terbesar dari alam pikiran (12 % adalah alam pikiran sadar dan 88% adalah alam pikiran bawah sadar atau perasaan). Sedangkan alam perasaan berada pada level energi quanta dengan kekuatan energi yang dahsyat.

Mungkin Anda juga masih ingat bahwa semua materi di dunia ini terdiri atas atom, dan setap atom memiliki satu necleus (yang berisi proton dan neutron) yang dikelilingi leh elekron yang selalu bergerak atau mengorbi di garis lintasannya.

Elektron-elektron yag terdapat pada atom itu selalu bergerak mengelilingi neclues pada tinkat energi tertentu (yang disebut “orbital”) yang menjaga stabilitas atom tersebut. Dengan menambahkan energi, kita dapat memaksa elektron mencapai orbit yang “lebih tinggi” dan sebaliknya kita dapat pula menurunkan orbitnya ke tingkat yang “lebih renda” jika energinya kita kurangi.

Jika semua atom berada pada posisi sejajar, mereka menjadi selaras dan harmonis serta mereka akan saling menarik satu sama lain ke satu arah yang sama dan terciptalah semacam gaya dorong yang sangat mirip dengan logam yang dapat ditarik oleh sebuah magnet yang menarik semua molekul logam-logam itu ke satu arah yang sama. Inilah hakikat The Law Of Attraction. Ketika frekwensi anda selaras dengan frekwensi dari sesuatu yang berada di luar diri anda, maka anda akan menjadi sejajar dengan hal itu. Dan akan terjadi tarik menarik antara anda dengan hal itu, inilah yang disebut juga JODOH alias SOULMATE. he…he…he….

Jadi, Jika Anda sejajar dengan energi uang, semakin kuat energi yang Anda pancarkan semakin kuat daya tarik Anda terhadap uang. Dan semakin kuat pula uang menarik anda. Anda berjodoh dengan uang….. wis ndang kawin karo duit….. ha…ha…ha…

KONVERSI ENERGI UANG
Isu kemiskinan dan krisis energi belakangan ini membuat saya banyak berpikir. Saya berkesimpulan ada banyak kesamaan antara energi dan uang. Mempelajari energi bisa menolong kita mengerti esensi uang.

Ada paradoks dalam krisis energi. Orang berteriak tentang padamnya listrik, antri gas, dan naiknya harga minyak. Anda sendiri mungkin pernah mengalami antri gas. Jadi krisis energi itu riil.

Tetapi pada saat yang sama kita tahu bahwa energi itu pada umumnya datang dari matahari. Semua yang kita kenal, mulai dari BBM (bahan bakan minyak), BBN (bahan bakar nabati), pangan, angin, air terjun, listrik. Semua bisa di lacak dari matahari. Kecuali mungkin energi nuklir.

Nah hari ini matahari masih bersinar terang. Selalu mengirimkan energi ke bumi. Berlimpah. Belum lagi turunannya, seperti energi angin dan gelombang laut.

Jadi ini paradoks. Kita tidak krisis energi primer (baca: matahari). Kita krisis energi sekunder dan tersier (turunan matahari). Kita cuma harus belajar ilmu memanfaatkan sumber primer ini. Misalnya menangkap langsung energi matahari di luar angkasa, kemudian menyalurkannya ke bumi melalui gelombang radio, misalnya. Atau mengembangkan energi batere. Menangkap listrik di laut, dan mengirimnya ke lokasi yang membutuhkannya. Persis seperti tabung gas elpiji.

Dan energi itu tidak hilang. Ingat hukum kekekalan energi di atas. Jadi energi yang kita punya di ubah ke dalam bentuk energi lain. Jadi apa artinya krisis itu, kalau energi itu masih ada dan tidak menghilang?

Situasi ini persis seperti uang. Kita kehabisan uang? Uang itu tidak ke mana-mana. Iapun berputar. Coba iseng kita tandai uang itu. Uang saya pindah ke toko tempat saya membeli barang. Mungkin dia gunakan untuk membayar gaji penjaga toko. Penjaga toko punya anak di ITB, dia bayar SPP ke situ. Dan balik lagi ke saya dalam bentuk gaji bulanan. Jadi uang itu muter aja, seperti energi itu.

Nah, kalau kita bisa melihat analoginya, maka Things Get Interesting.
Hal Pertama yang harus anda camkan baik-baik adalah, anda tidak akan kaya sebelum anda sudah kaya. Ingat, energi tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan. Anda bisa punya energi listrik kalau ada energi air terjun yang bisa dikonversi menjadi listrik. Demikian juga, anda hanya bisa punya banyak uang, kalau anda sudah punya sesuatu yang berlimpah, yang bisa dikonversi menjadi uang. Jadi, anda akan tetap miskin sampai kapanpun, unless anda punya sesuatu yang berlimpah. Entah benda, entah bakat, entah sumber sesuatu. untuk di konversikan menjadi uang.

Contoh, di tahun 1998 saya membeli rumah dari sebuah keluarga saudagar batu. Kawasan rumah saya disebut Gunung Batu karena di situ dulu ada gunung batu betulan. Laku buat bahan bangunan. Jadi pemilik lahan gunung itu membuka pabrik batu. Tiap hari pekerja menghancurkan batu itu untuk dijual ke kontraktor bangunan. Dan ia pun kaya raya. Sampai gunungnya habis. Maka berhentilah kekayaannya. Rumah pun dijual, dan kami beli.

Sule itu memiliki kekayaan kemampuan melucu yang tidak ada habisnya. Maka dicarilah koverternya, yaitu acara TV Opera Van Java . Sukses, dan diapun kaya. Selama dia bisa melucu, dia akan terus kaya.

Nah, era sekarang, anda perlu tahu, apa yang anda miliki secara berlimpah. Lalu cari lah konverter untuk mengubah kekayaan anda itu menjadi kekayaan finansial.

Di elektro, konverter pengubah energi apapun menjadi energi listrik disebut generator listrik. Nah ilmu yang perlu anda pelajari adalah ilmu generator ini. Mengubah kekayaan non finansial anda menjadi kekayaan finansial.

Kemudian, balik lagi ke cerita matahari tadi. Sumber energi primer. Semua tanaman bisa hidup makmur di tanah yang subur. Namun itu persisnya berarti berada di tanah yang memiliki cukup mineral untuk digunakan dalam proses fotosintesis di daun. Tugas tanamanpun cukup mengambil mineral dengan akarnya, membawa ke daun, dan voila, matahari diserap menjadi energi organik seperti karbohidrat yang diperlukan tanaman untuk hidup.

Kalau energi memiliki sumber primer dalam bentuk matahari, finansial memiliki sumber primer apa?

Saya berspekulasi, sumber kekayaan primer itu adalah Tuhan. Penguasa pikiran kita. Sumber kreativitas dan sumber ide. Sumber segala pengetahuan. Tuhan memberikan petunjuk bagi kita berupa akal dan ide. Doa kita itulah fotosintesis. Saat pikiran kita diterangi oleh hidayatNya, maka kita mempunya inovasi dan strategi. Kita jadi tahu ke mana harus melangkah untuk mencari rejeki kita. Sandang, pangan, papan.

Saya tahu, ini tidak mudah untuk diterima. Tapi kalau kita tahu Bill Gates atau Warren Buffet adalah orang terkaya di dunia, padahal yang satu jualan software dan yang satu lagi jual beli saham, maka kita tahu bahwa punya otak itu jauh lebih penting daripada punya Gunung Batu segede Himalaya.

Jadi saya pikir, banyak sekali pengetahuan tentang perilaku energi di alam yang bisa kita terapkan untuk membangun kemakmuran. FAHAM….? he..he…he…

Currency (Aliran Energi Uang)
Kata kekayaan (affluence) berasal dari kata dasar “affluere” yang artinya “mengalir ke”. Kata affluence berarti “mengalir secara berlimpah”. Uang sesungguhnya suatu simbol energi kehidupan yang kita tukarkan dan energi kehidupan yang kita gunakan sebagai hasil jasa yang kita berikan kepada semesta. Kata lain uang (money) adalah “currency”, yang juga merefleksikan sifat aliran energi. Kata currency berasal dari bahasa Latin yaitu “currere” yang berarti “mengalir”.

Oleh karena itu, jika kita menghentikan sirkulasi uang dengan maksud menyimpannya serta menimbunnya. Maka energi yang ada dalam uang tersebut berhenti mengalir kepada kita. Karena uang adalah energi kehidupan. Supaya energi mengalir pada kita, kita harus tetap menjaganya terus bersirkulasi.

Seperti sungai, uang harus dijaga agar terus mengalir. Bila tidak ia akan mulai berhenti, membeku sehingga mengganggu arus sirkulasi dan menyebabkan rusaknya struktur kehidupan kita sendiri. Sirkulasi harus diupayakan tetap hidup dan vital.

Maka Maha benarlah firman Allah berikut ini :
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah 261]

Asal kata infaq dari bahasa arab, yaitu (أنفق – ينفق – إنفاقا) yang bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta.

Berbeda dengan yang sering kita pahami dengan istilah infaq yang selalu dikaitkan dengan sejenis sumbangan atau donasi, istilah infaq dalam bahasa Arab sesungguhnya masih sangat umum. Intinya, hanya mengeluarkan harta atau membelanjakannya. Apakah untuk kebaikan, donasi, atau sesuatu yang bersifat untuk diri sendiri, atau bahkan keinginan dan kebutuhan yang bersifat konsumtif, semua masuk dalam istilah infaq.

a. Membelanjakan Harta
Mari kita lihat istilah infaq dalam beberapa ayat quran, misalnya :

لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ
Walaupun kamu membelanjakan semua yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. (QS. Al-Anfal : 63)

Dalam terjemahan versi Departemen Agama RI tertulis kata anfaqta dengan arti : membelanjakan dan bukan menginfaqkan. Sebab memang asal kata infaq adalah mengeluarkan harta, mendanai, membelanjakan, secara umum apa saja. Tidak hanya terbatas di jalan Allah, atau sosial atau donasi.

b. Memberi Nafkah
Kata infaq ini juga berlaku ketika seorang suami membiayai belanja keluarga atau rumah tangganya. Dan istilah baku dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan nafkah. Kata nafkah tidak lain adalah bentukan dari kata infaq. Dan hal ini juga disebutkan di dalam Al-Quran :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain , dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa`: 34)

c. Mengeluarkan Zakat
Dan kata infaq di dalam Al-Quran kadang juga dipakai untuk mengeluarkan harta (zakat) atas hasil kerja dan hasil bumi (panen).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ
Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah zakat sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. (QS. Al-Baqarah : 267)

Istilah infaq itu sangat luas cakupannya, bukan hanya dalam masalah zakat atau sedekah, tetapi termasuk juga membelanjakan harta, memberi nafkah bahkan juga mendanai suatu hal, baik bersifat ibadah atau pun bukan ibadah. Termasuk yang halal atau yang haram, asalkan membutuhkan dana dan dikeluarkan dana itu, semua termasuk dalam istilah infaq.

Jadi orang yang beli minuman keras yang haram hukumnya bisa disebut mengifaqkan uangnya. Orang yang membayar pelacur untuk berzina, juga bisa disebut menginfaqkan uangnya. Demikian juga orang yang menyuap atau menyogok pejabat juga bisa disebut menginfaqkan uangnya.

Jadi kesimpulannya, Infaq artinya mengeluarkan harta, baik di jalan kebaikan atau di jalan kesesatan. Hukumnya ada yang haram, ada yang sunnah dan ada yang wajib. Dan bila kita infakkan harta kita di jalan Allah, maka nilai tukar harta kita dalam konversi energi di lipat gandakan oleh Allah swt menjadi Tujuh ratus kali lipat hingga tidak terhingga. He…he…he… opo ora jozz…….???

Okey, lanjuttzz………..

Bagaimana caranya supaya energi uang ini bisa mengalir terus dalam kehidupan kita? Periksa pakaian, sepatu, benda-benda atau barang-barang elektronik yang selama ini jarang anda gunakan. Kumpulkan dan berikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Atau periksa dan telaah diri kita, kekayaan apa yang kita miliki, apakah kekayaan intelektual, Finansial, Spiritual, dll. Infakkan dan sedekahkan kekayaan kita tersebut. Bila anda sudah melakukannya berarti anda sudah menciptakan satu aliran energi baru dalam kehidupan Anda. Ini yang disebut the vacuum law of prosperity. Mulai sekarang rajinlah untuk memeriksa kekayaan anda, dan rajinlah sedekah…..

Semakin sering anda melakukannya maka aliran energi ini akan semakin kuat. Inilah yang disebut dengan vibrasi. Semakin banyak vibrasi positif yang kita alirkan maka dia akan membuat gelombang energi positif yang semakin kuat pula. Sehingga anda jangan terkejut. Begitu aliran ini sudah berjalan dalam hidup anda, dia akan menarik apapun yang anda inginkan.

Semakin banyak memberi maka secara tidak langsung kita sudah membuat satu aliran energi baru. Pada saat timbul hasrat untuk memberi. Berikan saja. Mempraktekkan hukum memberi (The Power Of Giving) sesungguhnya sangat mudah.

Intinya adalah More You Give and More You Get.

Cara yang paling mudah untuk mendapatkan apa yang anda inginkan adalah dengan menolong orang lain mewujudkan apa yang mereka inginkan.

Rasulullah bersabda :
“ Barangsiapa yang (peduli) terhadap kebutuhan saudaranya, maka Allah ( peduli ) pada hajatnya ”. ( Shahih Al Bukhari )

Bila anda sudah melakukan hal tersebut di atas. Tapi masih belum ada aliran energi yang membuat uang datang kepada Anda. Hal ini disebabkan diri anda sendiri yang menjadi penghambatnya. Ada mental Block di dalam diri anda yang menghambat aliran energi,maka bersihkan diri anda. Masuki Zona Kuantum Ikhlas. Serta perbanyak Istighfar memohon ampun kepada Tuhan, juga andapun harus bisa berdamai dengan diri anda sendiri. Dengan memaklumi dan memaafkan diri anda atas segala kesalahan yang anda perbuat di masa lalu. Praktekkan forgiveness atau memberikan maaf secara tulus. Maka energi-energi negatif itu bisa hilang. Juga Berikanlah pengampunan yang tulus kepada semua orang yang pernah membuat anda benci, marah, dll. Walaupun terasa sangat sakit. Lakukan hal itu sehingga membuat diri Anda merasa nyaman.

Ingat begitu anda sudah let’s go ( sudah membiarkan itu pergi dan melepaskannya ). Otomatis saluran energi anda menjadi bersih dan mempunyai kekuatan yang lebih besar untuk menarik uang/kekayaan.

Damai di Hati Damai di Dunia….
Kaya di Hati Kaya Di Dunia….

Tabungan Energi Positif
Setiap usaha yang kita lakukan maka hasilnya akan sebanding dengan usaha yang telah kita keluarkan. Jika apa yang kita dapatkan hasilnya tidak sama dengan energi yang telah kita keluarkan, maka selisih energi tersebut sebetulnya tidak terbuang sia-sia akan tetapi hanya berubah bentuk menjadi TABUNGAN ENERGI. namun seperti tabungan kita, kadangkala tabungan energi kita positif dan tidak jarang pula yang kita tabung hanyalah energi negatif saja.

Energi positif didapat ketika kita melakukan perbuatan positif seperti bekerja, mengajar,berdagang, belajar, menebar rahmat,membantu seseorang menyeberang jalan hingga memungut kerikil dan membuangnya kepinggir jalan agar tidak melukai kaki orang lain, semuanya adalah beberapa tindakan positif.

Seperti Bank dimanapun juga, ketika tabungan energi positif kita telah terkumpul di alam semesta dengan berlimpah, akan mudah bagi kita untuk “menagihnya” dan dibayarkan dengan mata uang yang sesuai dengan permintaan kita – Harta, Tahta, Kata atau Cinta-.

Banyak sekali kemudahan yang telah diberikanNya atas diri ini. ketika di cocokkan dengan formulasi “tabungan energi” ternyata memang sesuai.

Formulasi ini memang tidak akan merubah semua yang telah saya dapatkan, namun mendorong untuk menabung secara intens dan signifikan agar di akhir tahun balance sheet tidak tekor tertutup oleh tabungan energi negatif.

Keberadaan cadangan energi sebenarnya sudah disiratkan oleh ayat-ayat Tuhan yang ada di alam. Saat tumbuhan hijau berfotosintesis, maka hasil berupa glukosa akan dipakai sebagai sumber energi bagi tanaman. Ketika ternyata kebutuhan energi glukosa yang diperlukan tumbuhan hanya sedikit, maka kelebihannya disimpan sebagai cadangan makanan.

Cadangan makanan ini bisa kita lihat dalam berbagai bentuk. Ada yang dalam bentuk buah, seperti buah mangga, buah pisang, dan buah semangka. Ada yang dalam bentuk umbi, seperti singkong dan bawang merah. Adapula yang disimpan di batang, seperti tebu dan kentang.

Yang perlu Anda tahu, tidak semua cadangan makanan yang berenergi positif saja yang disimpan oleh tumbuhan. Energi negatif seperti pestisida, sampah dan logam berat kadangkala ikut tersimpan dalam cadangan makanan tumbuhan. Jika Anda mengkonsumsinya, cadangan makanan ini justru akan berbahaya bagi tubuh Anda.

Demikian juga manusia. Jangan khawatir terhadap usaha Anda yang belum berhasil, meski sudah berusaha jujur mati-matian dan pontang-panting cari pelanggan. Karena itu adalah cadangan energi positif yang pasti akan dicairkan tuntas di dunia, seperti firman Tuhan di AlQur’an Ar Rahman ayat 60: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan“. Mungkin belum sekarang Anda menikmatinya, tapi ini janji Tuhan. Dan sebaik-baiknya janji serta pengabulan adalah milik-Nya.

Namun, khawatirlah jika tabungan energi Anda dipenuhi hal negatif, ibarat pestisida dan sampah. Kebohongan, kecurangan, korupsi, dan meremehkan orang adalah contoh energi negatif, yang juga akan dicairkan kontan ketika di dunia, seperti apa yang difirmankan Tuhan di surat Ar Rahman.

Sekarang mana yang Anda pilih, menabung energi positif untuk keberuntungan atau menabung energi negatif untuk kesengsaraan?

Mari kita bahas tentang terapan Energi Positif (epos) & Energi Negatif (eneg).
Sebagai contoh kasus, aplikasi energi positif yang dicontohkan adalah kisah dr Howard Kelly. Howard Kelly adalah anak orang tidak mampu dan harus keliling berjualan untuk bisa bertahan hidup. Pada suatu hari, Howard Kelly kehausan di tengah perjalanannya berjualan keliling dan ketok pintu kesana kemari tidak ada yang mau peduli, sampai ada anak kecil juga sepertinya yang mau membuka pintu. Anak kecil tersebut karena simpati, tidak cuma diberinya air, tetapi lebih dari itu, diberinya segelas susu, dimana susu selain mengobati kehausan juga mengenyangkan.

Suatu saat setelah dewasa, anak kecil yang baik hati tersebut sakit keras dan kondisi keuangan lagi memburuk. Di salah satu RS akhirnya ada juga dokter yang bisa menyembuhkan penyakitnya, tapi dalam situasi bingung bagaimana membayar biaya RS karena uang sudah habis, dia mendapatkan surat yang berisi: ”Telah dibayar penuh dengan segelas air susu.” tertanda dr. Howard Kelly.

Keberuntungan bisa dipelajari dan musibah bisa dihindari.
Kenapa sebagian orang doanya sering terkabul?
Alam bekerja dgn sempurna, dengan prinsip-prinsip alam nya.

Apa yang anda usahakan = apa yang akan anda hasilkan.
Contoh.
Usaha anda, misal usaha =100, ”Cuma” dapat ucapan trims, yang katakanlah valuasinya = 10. Artinya telah deposit epos=100 dan mengira telah mencairkan hasil = 10.

Apakah alam tidak adil, sehingga usaha = 100 Cuma mendapatkan hasil = 10?

Ternyata tidak, alam sangat lah adil. Hasil usaha bisa langsung dan bisa tidak langsung. Yang tidak langsung ini disebut sebagai tabungan Energi yang disimpan di alam.

Contoh tabungan Energi yang positif adalah aktifitas-aktifitas sosial menyebarkan ilmu gratis, mengurus organisasi yang bertujuan positif. Korupsi adalah contoh sempurna Tabungan Energi Negatif !

Alam tidak pernah ingkar janji. Jangan khawatir jika anda deposit epos, maka anda tidak akan mendapatkan hasil / mencarikannya secara tidak imbang. Setiap orang memiliki kode unik dan punya kode frekwensi sendiri-sendiri dan tidak mungkin tertukar.

Jika anda menabung energi negatif, maka andalah yang akan mencairkannya, dan bukan orang lain yang mencairkan energi negatif yang telah anda perbuat… anda sendirilah yang akan mencairkannya.

Tabungan energi ini tidak pernah hilang. Pencairan energi negatif bisa berupa kejadian-kejadian yang ”merugi”, seperti laptop hilang (hilang laptopnya dan hilang data-data pentingnya, etc.

Semakin banyak Epos yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitu sebaliknya, semakin banyak energi negatif yang ditebar seseorang, maka ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat dialaminya.

Sedekah = Energi Positif…
Berbuat positif akan mendapat positif, berbuat negatif akan mendapatkan hasil yang negatif.

Dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, Mobil ditabrak, itu merupakan pencairan energi negatif, yang nabrak juga mendapatkan energi negatif. Jadi case ini pencairan energi negatifnya berjalan bersamaan.

Tabungan energi dan kausalitas. Hukum kekekalan energi dan kausalitas.
Contoh gajah dijahatin, sebagai balasan dari gajah yang dendam adalah jika anda pernah menjahati gajah, dia akan ingat terus dan bisa balas dendam ke anda, walaupun kejadiannya berpuluh tahun yang lalu..

Bedanya dengan Hukum Kekekalan Energi adalah balikannya deposit epos anda belum tentu dari sumber yang sama. Contoh anda menyekolahkan anak yatim, maka pencairan epos anda tidak selalu berasal dari anak yatim tsb yang membalaskan budi nya.

Contoh pencairan tabungan epos dalam bentuk harta adalah tiba-tiba ada yang bayar/memberikan rejeki ke anda atas kebaikan anda di masa lalu walau anda tidak meminta untuk dibayar.

Kadang-kadang pencairan epos adalah “Kata” dan “Cinta”.

Kenapa di Indonesia banyak bencana? Karena banyak deposit tabungan negatif secara KOLEKTIF, sehingga pencairannya dalam bentuk berbagai jenis bencana.

Ingin untung, perbanyak energi positif.
Menghambat orang lain berbuat epos / deposit epos, akan menjadi deposit eneg bagi orang yang menghalangi tsb.

Perbanyak epos di tempat usaha/kerja, di rmh kel kapanpun dimanapun anda berada. Tebarlah epos, maka Hasil Tabungan Energi akan cair sehingga anda menjadi Sukses dan Mulia.

Energi itu jumlah nya tetap yang ada hanyalah perubahan energi.

sehingga apa yang kita lakukan maka itu pula yang kita tuai.
maka :
1 sebab = 1 akibat.

apabila kita berbuat baik maka baik pula balasannya begitu pula sebalikanya. Lalu saya sudah berbuat baik tapi kok gak ada balasannya ? maka Allah SWT tidak akan pernah melupakan kita Allah SWT akan menyimpannya dengan sebutan Tabungan Energi Positif, Begitu pula sebaliknya.

Sehingga rumus nya jadi

1 sebab = TEP + akibat.

Itulah mengapa ada seorang tukang becak bisa naik haji karena ia selalu mengratiskan orang naik beca setiap hari jum’at. Ia cukup minta do’a penumpangnya untuk mendoakan ia naik haji. dan itulah pula sebabnya orang yang korupsi menyemai Tabungan Energi Negatifnya baik dalam bentuk kena KPK, penjara, rasa cemas, kecelakaan, bahkan anak yang kena narkoba.

Lalu ada orang yang licik kok cepet naik jabatannya orang baik dan jujur malah tersingkir. Itu adalah bentuk dari DP (Down Payment) Energi Positif.

maka :
1 sebab = DP(TEP) + Akibat dan ketika seseorang diberi DP oleh Allah 100 TEP maka ia harus membayarnya dengan 100 akibat agar hasilnya tidak minus.

Itulah sebabnya mengapa orang yang tetap istiqamah dan baik mendapatkan hasil yang baik di akhir. Karena ia tidak ianugerahi Allah DP(TEP) yang harus dibayar lunas. Tapi Ia selalu menabung energi Positifnya.

Sedangkan orang yang diberikan Allah DP(TEP) baik berupa kemudahan usaha, warisan, wajah ganteng, wajah cantik. Dan ia lupa untuk melunasi DP nya tersebut maka berhati-hatilah. Karena siksa Allah Sangat Pedih.

Jadi bagi orang yang menghalalkan segala cara untuk “berhasil” berarti dia sedang menabung Energi Negatif. Yang suatu saat akan cair dalam berbagai bentuk (lihat bentuk-bentuk pencairan: Harta, Tahta, Kata, Cinta.), seperti sakit-sakitan, keluarga yang berantakan, anak yang rusak, dan macam-macam yang lainnya.

Efek karambol pun terjadi di sini. ”Misalnya yang seratus menyampaikan lagi masing-masing kepada lima orang maka saya mendapat kiriman energi positif dari lima ratus orang.” Keberuntungan, adalah bentuk pencairan energi positif kita. Sebaliknya, kemalangan merupakan bentuk pencairan energi negatif. ”Makanya dalam Islam kalau ada orang sakit dosanya berkurang. Berarti ada tabungan energi negatif yang akan berkurang. Cuma supaya energinya dapat setiap perbuatan yang kita lakukan harus ada kesadaran hubungan dengan Allah. ‘Ya Allah, ini aku lakukan dalam rangka pengabdian dengan-Mu’, begitulah.”

Yang harus dipikirkan terus adalah memberi, bukan menerima. ”Apa yang sudah diberikan untuk anak saya? Apa yang bisa diberikan kepada isteri saya? Apa yang bisa berikan kepada teman saya? Pokoknya tidak bertanya: apa yang saya dapat dari Anda? Apa yang saya dapat dari istri? Apa yang saya dapat dari tetangga saya? Kalau itu yang kita pikirkan, maka kegelisahanlah yang ada dalam hidup kita.”

Semoga berguna dan memberikan pencerahan yang sangat penting bagi kehidupan kita semua, menjadi Sukses dan Mulia sekaligus.

Bagaimana menurut pendapat anda?
Monggo silakan dikomentari…

Bahan-bahan ramuan Artikel ini adalah Hasil dari pengembaraan di Hutan Rimba Google, Formulasi pembuatan jamu ini berdasarkan resep dari Kitab Suci Alam Semesta. Insya Allah ampuh untuk mengobati penyakit KANKER (Kantong Kering) dan penyakit Gatal-gatal Hati (Iri, Dengki, Hasud, Pelit, Kikir, dll). he..he..he.. monggo disruput…. Ini jamunya ukuran gelas jumbo lho… Khan untuk urusan duit, pasti semua orang selera yang jumbo-jumbo. Iya toh….??? wkwkwkwkwkk…………….

Cuplikan Buku DNA Suksesmulia Oleh Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini
http://books.google.co.id/books?id=bor5xa3NYOAC&lpg=PT24&dq=dna%20sukses&pg=PA1&output=embed