Tuhan Itu Tidak Ada..??

Di dalam sebuah kelas seorang professor bertanya kepada mahasiswanya, “ Apakah semua yang ada di dunia ini Ciptaan Tuhan?” Hampir semua mahasiswa menjawab, “ ya professor, Tuhan menciptakan segalanya. keterangan itu ada di banyak kitab-kitab suci.”

Sang professor hanya mengangguk tampak setuju dengan jawaban mahasiswanya. namun tiba-tiba sang professor bertanya kembali.

“ Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan. sebab kejahatan itu bukan hanya sekedar khayalan, tapi benar-benar real. Kalian biasa melihatnya di Koran-koran dan televise. nah, Jika kejahatan itu ada dan setiap yang ada pasti ada penciptanya berarti Tuhanlah yang menciptakan kejahatan. Kalian sendiri yang bilang kalau Tuhan menciptakan segalanya berarti juga Tuhan menciptakan kejahatan.”

Beberapa mahasiswa yang menjawab tadi hanya tercengang mendengar pernyataan professor. Melihat mahasiswanya ‘kalah’ kedua matanya berbinar senang .” nah kini jelaslah bahwa agama hanya mitos. bahkan mungkin Tuhan sendiri hanya ada dalam bayangan kalian bukan di atas langit sana.”

Seorang mahasiswa yang duduk dibelakang mengacungkan tangan dan berkata. “ professor boleh saya bertanya sesuatu.” “tentu boleh” jawab professor.

Mahasiswa itu kemudian berdiri tegap. “ professor, apakah dingin ada?”
“ pertanyaan macam apa itu? tentu saja dingin itu ada, memangnya kamu tinggal digurun pasir?” sahut rofesor yang diiringi tawa mahasiswa lainnya.

“ kenyatannya pak” sahut mahasiswa itu, ”dingin itu tidak ada. menurut hukum fisika yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. dan semua partikel menjadi diam tidak bereaksi pada suhu tersebut. kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Suasana kelas hening. kemudian mahasiswa tersebut bertanya. “ apakah gelap itu ada?”
“ tentu gelap itu ada” jawab professor.

“ sekali lagi anda salah pak, gelap itu juga tidak ada, gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. tapi anda tidak dapat mengukur gelap. seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan beberapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. kata gelap dipakai untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Kelas semakin hening dan professor diam terpaku.

Tiba-tiba mahasiswa itu bertanya ”professor, apakah kejahatan itu ada?” dengan bimbang professor menjawab “ tentu saja seperti yang kukatakan tadi. kita sering melihat perkara criminal dan kekerasan yang itu semua merupakan manifestasi dari kejahatan.”

“ sekali lagi anda salah pak. seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan kasihsayang Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang Tuhan dalam hati manusia, dan bukan Tuhan tidak memberikan kasih sayang-Nya, tetapi manusialah yang semakin jauh dari kasih sayang-Nya. seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Mengubah Masalah Jadi Berkah

Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…
Sahabat, Hakikat dunia ini adalah masalah. Dengan banyaknya masalah maka terciptalah berbagai lapangan kerja dan profesi. Right..??

Nah, hakikat masalah yang membebani kehidupan kita adalah sebuah pesan yang datang dari Allah swt, sebuah pesan dari alam bawah sadar kita. Sebuah pesan yang berbunyi,”Perbaiki diri, evaluasi diri, Tingkatkan ketakwaan, & mendekatlah pada-Ku, jalan menuju kemuliaan dirimu sudah Aku berikan lewat ujian masalah ini.”

Sahabat, dalam kehidupan ini kita sering mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai. Oleh karena itu daripada memendam sakit hati kepada kehidupan, adalah lebih baik bila kita belajar untuk menyukai apapun yang kita dapatkan. Dengan menerapkan sikap ini kita sudah merubah posisi diri kita, yaitu bila kita suka berkeluh kesah ataupun marah-marah atas segala masalah kehidupan kita. Maka saat itu posisi diri kita adalah sebagai KORBAN. Sebagai object yang tidak berdaya mengahadapi kondisi dan situasi yang tidak menyenangkan.

Nah, alih-alih berkeluh kesah. Bukankah lebih baik Kita terima saja dengan ikhlas segala keadaan itu, toh… itu adalah situasi yang dimana kita sudah dalam posisi tidak bisa untuk menghindarinya. Mau tidak mau situasi itu harus kita lalui… Nah, dengan merubah sikap kita tersebut. Posisi kita berubah dari sekedar KORBAN, kita sekarang menjadi PELAKU atau Subject. Sebagai pelaku, maka kitapun punya kemampuan untuk merubah Masalah menjadi Berkah.

Pandangan kita akan berubah, tidak lagi memandang masalah sebagai sebuah beban. Namun memandang masalah sebagai sebuah kesempatan untuk memperbaiki kualitas kehidupan kita. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki keadaan, dan menghapus kesalahan di masa lalu. Sehingga dengan begitu kita malah bisa mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, atas masalah yang diberikan kepada kita. Yang dengan masalah itu bisa menjadi sebuah batu pijakan untuk kita meraih kesuksesan di masa mendatang. Inilah, ciri-ciri karakter orang-orang Sukses yang harus juga kita miliki.

Contohnya, Limbah kotoran sapi yang dulunya mengganggu pemandangan dan menjadi pusat pencemaran lingkungan dan polusi udara di desa saya. Saat ini bisa disulap menjadi Pupuk Organik yang berkwalitas tinggi. Menjadi lahan kerja yang bisa menghidupi ratusan keluarga. Baca selengkapnya di sini… Dan masih banyak contoh-contoh seperti itu di lingkungan kita.

Life is Never Flat
Kehidupan di dunia tidak pernah datar dan lurus-lurus saja. Life is never flat and life is never straight. Pengusaha sukses tidak akan selamanya sukses suatu saat ia harus besiap menghadapi kerugian. Pelajar yang pintar nan cerdas tidak akan selalu mendapatkan nilai di atas rata-rata, suatu saat ia harus siap dengan nilai yang tidak memuaskan. Orang yang badannya selalu sehat, harus siap jika suatu hari tubuhnya dilanda kesakitan. Di suatu waktu, kebahagiaan tiba memenuhi ruang di dalam hati, tapi di lain waktu seseorang harus siap ketika kesedihan kunjung.

Ini adalah wujud bahwa semua yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah swt. secara berpasangan dan semuanya tidak pernah diam dalam suatu keadaan. Terus berputar, silih berganti.

Dua Macam Ujian
Kita sering merasa bahagia jika yang terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang kita harapkan, sesuatu yang kita inginkan dan kita cita-citakan. Kaya raya, bisnis sukses, memiliki tubuh yang selalu sehat, memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Itu adalah beberapa contoh harapan dan keinginan hidup.

Sebaliknya, kita merasa sengsara, sedih, dan berduka ketika mendapatkan segala hal yang tidak kita inginkan. Misalnya, sakit. Siapa yang mau sakit? Tidak akan ada kan, karena semua orang hanya menginginkan sehat. Misalnya juga bangkrut. Siapa pengusaha yang ingin usahanya gulung tikar? Oh… tidak bisa! Begitu kata Sule, he…he…he… Atau tidak lulus Ujian Nasional (UN) yang momok menakutkan bagi para pelajar kelas IX dan XII. Saya kira tidak ada pelajar yang ingin gagal UN, semuanya pasti hanya menginginkan satu kata saja tidak yang lain yaitu L-U-L-U-S alias lulus.

Islam memandang bahwa bagaimana pun kondisi yang sedang terjadi, semua adalah ujian kehidupan. Mau kesenangan atau kesengsaraan, mau kebahagiaan ataupun kesedihan, dua hal ini adalah ujian. Dan, memperkuat realitas tersebut, Ibnu Abbas mengungkapkan bahwa sesungguhnya dunia adalah ruang ujian. Innaddun-yā dārul balā. Demikian tegasnya.

Namun, kebanyakan manusia baru merasa sedang diuji oleh Allah ketika mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkan kedatangannya. Jika ini terjadi pada diri seseorang, Umar bin Khathab lebih dahsyat menegaskan bahwa orang tersebut adalah makhdū’un ‘an ‘aqlihi, tertipu oleh akalnya sendiri. Pertanyaan saya adalah, mungkinkah ada orang yang tertipu oleh akalnya sendiri? Jika ada, orang tersebut adalah orang yang sangat bodoh. Dan label ini diberikan Umar putra Khathab kepada orang yang tidak merasa sedang diuji oleh Allah dengan segala bentuk kesenangan hidup.

Menyikapi Ujian Hidup
Berdasarkan pemaparan di muka, ujian hidup dibagi menjadi dua, yaitu ujian berupa kesenangan dan ujian berupa kesengsaraan. Ujian kesenangan diistilahkan dengan al-minhatu dan ujian kesengsaraan dilambangkan dengan al-mihnatu.

Lalu, bagaimanakah kiat-kiat dalam menghadapi kedua ujian tersebut? 
Untuk ujian kesenangan, sudah pasti bahwa sikap terbaik kita adalah bersyukur kepada Allah atas segala karunia yang diberikan. Syukur yang ditanamkan di dalam hati kemudian tumbuh menjadi amal-amal baik amaliyah lisan maupun amaliyah badan, akan menjadi penambah karunia dan nikmat. Allah swt. berfirman, ”Dan (ingatlah juga), ketika Rabb kalian memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim [14]: 7).

Yang akan saya kaji secara fokus pada ruang ini adalah bagaimana kita menghadapi al-mihnatu atau ujian kesengsaraan (menurut penilaian manusia)?

1. Yakini bahwa yang terjadi adalah takdir Allah swt.
Jurus pertama dalam menghadapi ujian hidup adalah tanamkan keyakinan bahwa apa yang sedang terjadi merupakan takdir Allah dan takdir Allah tidak akan salah sasaran serta tidak akan ada yang mampu menahannya. Yakini juga bahwa ketika Allah menghendaki sesuatu terjadi kepada kita, itulah yang terbaik untuk kita karena Allah Mahaadil dan tidak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Sekali lagi, Allah tidak akan pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Musibah yang terjadi pada hakekatnya adalah kebaikan yang sedang Allah berikan.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَ اللهُ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ
Mā ashōba min mushībatin illā bi idznillāhi, wa man yu`min billāhi yahdī qolbahu, wallōhu bikulli syai`in ‘alīmun
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya, dan Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.” (Q.S. At-Taghabun [64]: 11).

Beriman terhadap takdir Allah akan membuat hati kita berada dalam hidayah Allah. Justru pikiran akan menjadi “gelap” saat hati kita merasa sangat sengsara dengan ujian yang diterima. Insya Allah, orang yang mengimani bahwa musibah itu bagian dari jalan hidup yang Allah gariskan, ia akan merasa tenang dan ketenangan akan mempercepat pemecahan masalah, insya Allah.

2. Beban ujian setara dengan kekuatan diri
Bobot ujian yang menimpa sebanding dengan kekuatan diri dalam menghadapinya. Jika pundak kita mampu memikul beban sampai 100 kg, misalnya, maka beban ujian yang Allah berikan tidak akan melebihi 100 kg. Demikian ilustrasinya.

Nah, karena fitrah ujian adalah setara dengan kekuatan diri, jurus jitu selanjutnya adalah yakini bahwa kita mampu menghadapinya. Tetapi, banyak diantara kita yang merasa begitu sengsaranya sampai berkeluh kesah dengan ujian yang dihadapinya. Ini adalah akibat yang muncul karena kurangnya keyakinan terhadap fitrah ujian tersebut sebagaimana difirmankan dalam al-Quran:

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ عَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
Lā yukalliful-lōhu nasan illā wus’ahā lahā mā kasabat wa ‘alayhā maktasabat
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 286).

Yakinlah bahwa kita bisa menghadapi ujian yang ditimpakan, insya Allah…

3. Lapangkan hati
Jika sesendok garam dilarutkan ke dalam segelas air, bagaimana rasanya? Pasti asin, bukan? Lalu, jika sesendok garam dilarutkan ke dalam air sekolam, bagaimana rasanya? Pasti tetap tawar.

Demikianlah gambaran ujian yang Allah berikan. Jika hati kita sempit, ujian sekecil apapun akan terasa berat. Sebaliknya, jika hati kita lapang, ujian seberat apapun insya Allah akan terasa ringan.

Trik agar hati kita lapang adalah berdzikir kepada Allah setiap saat termasuk ketika mendapat ujian. Dzikir kepada Allah akan menenangkan hati kita dan hati yang tenang adalah hati yang lapang yang akan memperingan bobot ujian hidup.

اَلَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ تَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ
Alladzīna āmanū wa tathma`innu qulūbuhum bi dzikrillāhi alā bi dzikrillāhi tathma`innul-qulūbu
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S. ar-Ra’du [13]: 28).

4. Buatlah perbandingan bobot ujian dengan yang lebih berat
Selanjutnya, buatlah perbandingan bobot ujian dengan yang lebih berat. Misalnya, uijan berupa rasa sakit. Padahal sudah diperiksakan ke dokter tapi masih belum menemui kesembuhan sehingga terkadang ada yang menyesali keadaan atau bahkan mempertanyakan keadilan Allah, na’udzubillāhi min dzālik (kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut).

Dalam keadaan seperti itu, coba bandingkan bobot ujian yang kita rasakan dengan sahabat kita yang saat itu juga sedang mengalami rasa sakit. Sementara saat sakit kita masih bisa buang air sendiri tanpa harus dipapah berjalan ke jamban atau dibantu prosesnya, sahabat kita harus diapapah dan dibantu proses buang airnya. Sahabat kita pun masih untung bisa ke jamban buang airnya meskipun harus dipapah dan dibantu, yang lain harus buang air di tempat berbaringnya menggunakan selang. Terus demikian, lakukan perbandingan dengan yang bobot ujiannya lebih berat. Insya Allah ini akan membuat kita bersyukur dalam lautan musibah.

5. Jemputlah solusi, jangan menunggunya!
Hukum kausalitas mengatakan bahwa tidak ada asap kalau tidak ada api. Ada akibat karena ada sebab dan keduanya selalu selaras dalam muatannya. Jika ingin mendapat akibat yang baik, maka ciptakanlah sebab yang baik. Itu kata kuncinya.

Dalam cobaan pun berlaku hukum kausalitas. Jemputlah solusi, jangan menunggunya! Berikhtiarlah mencari jalan keluar karena yakinlah bahwa Allah memberikan masalah satu paket dengan jalan keluarnya. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Likulli dā`in dawā`un, untuk setiap penyakit ada obatnya. Demikian sabda Rasulullah saw. sebagai representasi dari seluruh permasalahan hidup.

Jika saat ini Anda sedang sakit, berobatlah secara total dan sekemampuan diri. Berobat adalah bagian dari pencarian jalan keluar agar segera sembuh. Begitu pula untuk seluruh masalah hidup, berikhtiarlah menjemput solusi.

6. Jangan lupa berdoa kepada Allah swt.
Rasulullah saw. bersabda:

الدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ ، وَعِمَادُ الدِّينِ ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

Ad-du’ā`u silāhul-mu`mini, wa ‘imādud-dīni, wa nūrus-samāwāti wal ardli
“Doa adalah senjata orang beriman, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi”. (H.R. Hakim dari Abu Hurairah. Al-Hakimberkata: sanadnya shahih).

Banyak-banyak lah berdoa kepada Allah ketika cobaan dirasa berat. Insya Allah doa adalah satu kiat yang akan membuat hati tenang dan tersemangati. Selain berdoa sendiri, minta pula lah doa kepada orang lain termasuk kepada orang saleh yang masih hidup. Sehingga banyak “senjata” yang dilancarkan kepada Allah sebagai upaya untuk mendapatkan solusi.

7. Tawakalkan sepenuhnya kepada Allah
Ketika sudah mengupayakan segala daya, serahankanlah urusannya kepada Allah. Jika segala urusan diserahkan kepada Allah, insya Allah jaminan solusi sudah di tangan. Logikanya adalah, Allah Mahatahu tentang diri kita, tentang apa yang kita rasakan, tentang apa yang kita inginkan dan tentang apa yang sedang diupayakan, maka Allah akan memenuhi hajat kita jika kita menyerahkan urusan kepada-Nya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَبَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْئٍ قَدْرًا
Wa man yattaqil-lā`ha yaj’al lahū makhrojan. Wa yarzuqhu min haitsu lā yahtasibu, wa man yatawakkal ‘alallōhi fahuwa hasbuhu innallōha bāligu amrihi qod ja’alallōhu likulli syai`in qodron

“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah telah membuat ketentuan bagi segala sesuatu”. (Q.S. ath-Thalaq [65]: 2-3).

Ingat sekali lagi bahwa hidup itu tidak pernah datar dan hidup juga tidak lurus terus melainkan berkelok. Semoga kita termasuk golongan orang yang ketika ditimpa ujian baik al-minhatu maupun al-mihnatu, kita bisa melaluinya dengan sukses yang pada akhirnya kita naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Salam perjuangan…!!!

Dunia Opera Van Java

Disini gunung, di sana gunung di tengah-tengahnya pulau Jawa, wayangnya bingung lah dalangnya pun ikut bingung,yang penting bisa ketawa…bakalan ketemu lagi di Opera Van Java yaaaeee…

Nah,itulah kata-kata khas dari dalang OVJ yang pasti kita semua hafal dan bikin kita ingin menontonnya terus. Untuk kalian penggemar acara lawakan tontonlah Opera Van Java. Dan ikutilah serial OVJ yang disajikan di blog ini, dan yang jelas kisah-kisah yang saya sajikan ini hanya ada di dunia Cyberspace. Jadi jangan cari episodenya di televisi ya… 🙂 Okey………

Dunia ini memang bagaikan panggung Opera Van Java, jadi banyak rakyat dan umat yang berada dalam kebingungan, bertemu atau dipimpin oleh dalang yang bingung. Maka jadilah dunia dagelan…. dan dagelan ini laris manis kok… artinya sudah membudaya dan jadi rahasia umum…he…he…he… Apalagi dalam pantun ki dalang di atas disebutkan sebagai pusat gunung adalah Pulau Jawa…. Tapi tak apa-apa, toh Yang penting bisa tertawa….

Nah, dalam sebuah episodenya. Ki dalang bercerita tentang Karakter Manusia berdasarkan Kentutnya.
Berikut Sifat Sifat Karakter Manusia berdasarkan Kentutnya:

  1. Orang Jujur = orang yg mau ngaku kalo sudah kentut
  2. Orang engga Jujur = kalo sudah kentut suka ngambinghitamin orang laen
  3. Orang Misterius = orang yg pas kentut tapi orang laen ga tau
  4. Orang Gugupan = orang yg suka nahan kentut pas lagi kentut
  5. Orang Bego = orang yg suka nahan kentut berjam jam lamanya
  6. Orang yang Berwawasan = orang yg ngerti kapan dan dimana harusnya kentut
  7. Orang yang Kuper = orang yang kentut sambil bersembunyi
  8. Orang yang Sial = orang yg pas kentut keluar dengan isi isinya..
  9. Orang pura pura Sakti = orang yang kentut sambil pake tenaga dalam
  10. Orang yang Pemalu = orang yang kentutnya engga bunyi tapi suka merasa malu sendiri akan perbuatannya
  11. Orang yang penuh Strategi = orang yang suka kentut tapi sambil tertawa terbahak bahak buat nutupin suara kentutnya
  12. Orang yang Bodoh = orang yang sudah kentut lalu narik napas panjang buat ngegantiin udara yang keluar sewaktu kentut
  13. Orang Pinter = orang yang bisa membedakan kentut kentut orang laen
  14. Orang yang Ramah = orang yang suka membaui kentut orang laen
  15. Orang yang Sombong = orang yang suka membaui kentutnya sendiri
  16. Orang yang Pelit = orang yang kalo kentut suka dikeluarin sedikit demi sedikit sampe sampe bunyinya cuman tit…tit….tit…
  17. Orang Sadis = orang yang sambil kentut ditutup sama tangannya lalu dia ngebekepin tangannya ke hidung orang laen
  18. Orang yang PD = orang yang yakin kalo kentutnya wangi alias harum baunya

Dalam sebuah Episode yang lainnya lagi, Ki dalang melakonkan Episode Pasien Bingung bertemu Dukun Bingung.
Judulnya : Ketanggor Dukun Gede Nafsu
Sumber Kisah : Metro Aktual

MALANG benar nasib Ny. Suryanti, 28ini. Mau mengobatkan anak yang kena penyakit gede kepala (hidrosephalus), malah ketanggor dukun yang gede nafsu. Katanya mau mengobati si anak, malah ibu si pasien disetubuhi 7 kali dengan alasan untuk ritual penyembuhan!

Untuk profesi dukun/paranormal memang tak pernah dibutuhkan sertifikat atau ijazah. Karenanya orang begitu mudah mendeklarasikan diri sebagai dukun, lantaran tak perlu menunjukkan izin praktek segala. Celakanya di era gombalisasi ini masih banyak saja orang mempercayainya, bahkan dijadikan pengobatan alternative, mengingat pengobatan resmi tarifnya demikian mahal. Contohnya, Ponari dari Jombang (Jatim) itulah. Hanya dengan modal batu temuan, bocah cilik ini menjadi dukun terkenal.

Satu lagi, Dalimun, 37, nasibnya juga sedang naik daun karena profesinya jadi dukun/paranormal. Banyak orang lain desa berdatangan, untuk minta penyembuhan.

Konon terapi pengobatannya cukup cespleng. Hanya dengan sedikit komat-kamit ditambah ritual tertentu, wes hewes hewes, bablas penyakite! Karena itulah tamunya datang silih berganti. Bahkan bila perlu Mbah Dalimun juga siap mendatangi rumah pasien.

Ironisnya, sebagai dukun Mbah Dalimun tak bisa mungkur kadonyan (mengesampingkan duniawi). Di samping masih ijo lihat duwit, dia juga tak berkedip melihat wanita berjilbab ijo. Setiap melihat pasiennya yang cantik, otaknya langsung ngeres.

Lalu Dalimun membayangkan, betapa asyiknya bisa menggumuli sang pasien. Maka dengan dalih terapi pengobatan, banyak pula pasien yang disosornya. Tapi selama ini masih aman-aman saja, karena daripada malu korbannya memilih diam. “Ya wislah, kacek klerek karo sedherek (ya sudahlah, sama teman ini),” ujar mereka.

Karena para pasien sangat permisif (memaklumi), Mbah Dalimun jadi semakin mbagusi. Ini ditunjukkannya ketika dia dapat pasien baru bernama Ny. Suryanti. Ceritanya wanita ini ingin mengobatkan anak balitanya, Udin, 2, yang terkena penyakit hidrocephalus. Kepala anak tersebut semakin membesar dari hari ke hari. Kata orang, karena kena kutukan yang Mbaureksa (penunggu), padahal akibat cairan yang menumpuk di rongga kepala.

Melihat ibu si pasien cukup cantik, otak Mbah Dalimun kembali ngeres laksana pasir urug Tangerang. Maka kepada suami Suryanti dia memerintahkan agar anak dan ibunya menjalani rawat inap saja. Padahal, begitu suaminya pergi Dalimun langsung menerapkan terapi pengobatan yang begitu nyeleneh. Bagaimana nggak nyleneh, sebab ibunya si pasien harus siap disetubuhi mbah dukun. Sebetulnya Suryanti keberatan. Tapi demi kesembuhan anak lelakinya, dia akhirnya bertekuk lutut dan berbuka paha juga!

Awalnya Ganung, 35, suami Suryanti percaya saja akan terapi pengobatan Mbah Dukun. Tapi ketika terapi pengobatan dilanjutkan di rumah, dia baru tahu apa yang sebetulnya terjadi. Sebab ketika dia memberanikan mengintip kamar praktek Dalimun, ternyata di kamar tersebut Mbah Dukun sedang asyik menyetubuhi Suryanti. Tentu saja Ganung naik pitam. Dalimun langsung diseret dari atas tubuh istrinya. “Kurang ajar! Ternyata dukun cabul juga kamu!” maki suami Suryanti.

Hati Ganung kadung panas. Tanpa memberi kesempatan dukun cabul itu berpakaian, langsung saja dihajar di tempat. Keruan saja Dalimun tak bisa melawan, karena kedua tangannya lebih dimanfaatkan untuk mengamankan “burung” miliknya. Sore itu juga dukun cabul ini jadi “pasien” Polsek

Selain kebobolan kehormatan istri, Ganung juga sudah mengeluarkan uang tidak kurang dari Rp 1 juta. (cepek dech…)

Nah lho… he…he…he…. Bagaimana bila pemerintah dan dukun berseteru…?? Baca kisah berikut ini.

Judul : Wajib Bayar Pajak, Para Dukun Marah
Sumber Kisah : Viva News

Bagi sebagian kalangan, menjadi wajib pajak merupakan status yang tidak menyenangkan. Para dukun di Rumania pun kesal setelah mereka baru saja diwajibkan untuk membayar pajak. Tak hanya para dukun, tukang ramal pun diikutkan menjadi wajib pajak baru.

Marah atas kebijakan yang berlaku sejak 1 Januari itu, sejumlah dukun di Rumania berencana menyantet Presiden Traian Basescu dan para wakil rakyat. Menurut kantor berita Associated Press (AP), mereka sudah menyiapkan sesaji berupa kotoran kucing dan bangkai anjing. Ada juga yang akan membawa tanaman mandrak beracun.

Acara santet akan berlangsung di dataran bagian selatan Rumania dan Sungai Danube, Kamis 6 Januari 2011 waktu setempat, diikuti oleh para dukun dari ujung timur dan barat. “Peraturan [pajak] ini sungguh konyol. Kami sudah susah mencari uang kok malah kena pajak,” kata seorang dukun bernama Alisia saat dihubungi AP lewat sambungan telepon, Rabu 5 Januari 2011.

“Para wakil rakyat juga tidak mau ngaca, sudah berapa kali mereka menipu dan berapa banyak mencuri dan datang kemari untuk minta kami membuat jampi-jampi kepada musuh mereka,” lanjut Alisia.

Namun, pemerintah tetap memberlakukan pajak bagi para dukun dan peramal demi mendongkrak pendapatan negara. Lagipula, pajak kini menjadi elemen penting bagi negara Eropa Timur itu untuk bangkit dari resesi ekonomi.

Menurut peraturan baru, mereka digolongkan sebagai wiraswasta dan harus membayar pajak sebesar 16 persen dari pendapatan mereka. Para wiraswasta juga harus berkontribusi bagi program kesehatan dan pensiun yang dirancang pemerintah.

Para dukun dan tukang ramal keberatan dengan kebijakan itu. Pasalnya, seperti yang dikeluhkan Alisia, mereka rata-rata berpendapatan kecil. Untuk sekali konsultasi, mereka hanya mengenakan tarif paling mahal 30 leu (sekitar Rp83.200).

Bratara Buzea, yang dikenal dengan julukan Ratu Dukun, juga ikut marah dengan kebijakan baru itu. Maka, di tempat dia berpraktik di Mogosoaia, perempuan berusia 63 tahun itu sudah menyiapkan jampi-jampi dengan menggunakan saripati kotoran kucing dan bangkai anjing, berikut rangkaian pembacaan mantera.

“Kami akan menyakiti mereka yang menyakiti kami,” kata Buzea, yang pernah dipenjara oleh rezim diktator Nicolae Ceausescu pada 1977 karena kasus santet. “Mereka [pemerintah] ingin membawa negeri ini keluar dari krisis dengan memanfaatkan kami? Mereka justru harus menyelamatkan kami dari krisis karena merekalah yang membawanya,” ujar Buzea.

Namun, ada juga dukun yang bersikap positif atas kebijakan pajak dari pemerintah. “Peraturan itu bagus, artinya mereka mengakui talenta sihir kami dan saya pun bisa membuka praktik,” kata Mihaela Minca.

Di Rumania, banyak yang percaya dengan ilmu atau hal gaib. Presiden Basescu dan para pejabatnya dikenal selalu memakai baju warna ungu pada hari-hari tertentu, konon untuk menangkal pengaruh jahat.

Para pendukung penantang Basescu pada pemilu 2009, Mircea Geoana, curiga bahwa para pesaing mengerahkan energi negatif sehingga jagoan mereka tampil buruk saat melakukan debat semasa kampanye dan gagal menjadi presiden.

Selain itu, mendiang Ceausescu dan istrinya diyakini punya dukun pribadi semasa mereka hidup. Sayangnya, dukun itu tidak bisa memyelamatkan diktator dan istrinya ketika dieksekusi mati pada Desember 1989.• VIVAnews

Okey, guys. Cukup sekian dulu episode OVJ, Disini gunung, di sana gunung di tengah-tengahnya pulau Jawa, wayangnya bingung lah dalangnya pun ikut bingung,yang penting bisa ketawa… bakalan ketemu lagi di Opera Van Java yaaaeee…

Source Image :
Republik OVJ [langauijo.blogspot.com/2011/01/profil-pelawak-opera-van-java-ovj.html]
Dukun Cabul [http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2009/09/24/dukun-cabul-ketemu-batunya]