Kekuatan Citra Diri (Self Image)

[NAQS DNA INSTITUTE]~Setiap orang punya citra diri ( self image), yaitu gambaran tentang diri yang diyakini dan dipercayai oleh orang tersebut. Gambaran tersebut bisa yang sebenarnya, bisa juga berupa harapan atau citra diri yang diharapkan atau yang diinginkannya. Apapun gambaran tersebut, tetap akan mempengaruhi tingkah-lakunya dalam hidup sehari-hari. Dengan menetapkan gambaran tentang diri yang diharapkan atau yang diinginkan secara jelas, sejelas-jelasnya, sebagai target atau tujuan, bahkan kalau bisa seolah-olah sudah mendapatkannya (baca: Menghidupkan Mekanisme Sukses Otomatis di Dalam Diri Anda Link : http://www.naqsdna.com/2011/07/psycho-cybernetics-auto-success.html ), maka mekanisme kontrol otomatis, dalam hal ini mekanisme sukses otomatis, akan bekerja mengolah respon terhadap keinginan atau tujuan yang digambarkan, dan melakukan koreksi terhadap tindakan-tindakan, sehingga tujuan tercapai dalam waktu yang relatif cepat.

Hal itu terjadi karena, otak manusia bekerja seperti komputer, apa yang dimasukkan (input) seperti itu yang dikeluarkan (output). Jika seseorang selalu berpikir negatip, bergosip negatip (tidak bisa, tidak mungkin, susah, si anu begini, si anu begitu), maka mereka akan cenderung tetap berpikir, berkata-kata, atau melakukan tindakan negatip. Dalam hal ini mekanisme gagal otomatis yang akan bekerja, karena masukannya selalu berupa hal-hal yang negatip.

Singkatnya, mekanisme kontrol otomatis bisa menjadi: Mekanisme Sukses Otomatis, atau Mekanisme Gagal Otomatis, yang mana akan bekerja, tergantung masukan-masukan dari kita yang menjadi operator.

Kebahagiaan adalah sebuah kebiasaan, sama seperti menyikat gigi atau mandi. Anda bisa memiliki kebiasaan ini. Demikian, Maxwell Maltz, MD dalam bukunya “Kekuatan Ajaib Psikologi Citra Diri”. Maltz yang juga penulis buku yang fenomenal “Psycho Cybernetics ” melanjutkan, kalau Anda sudah dibiasakan atau membiasakan diri untuk bersikap masam kepada diri sendiri atau kepada siapapun, tidak usah khawatir, karena Anda masih bisa berubah. Anda dapat beralih untuk memiliki kebiasaan kebahagiaan ini.

Salah satu cara untuk mengubah kebiasaan buruk adalah dengan mengubah citra diri Anda, siapa Anda, dan apa yang Anda idamkan. Citra diri ( self image) adalah konsepsi Anda sendiri mengenai orang macam apakah diri Anda. Jika gambaran mengenai diri Anda sebagai orang yang lemah, sebagai korban, sebagai orang yang tertimpa segala macam kesulitan, jika Anda tidak segera mengubah gambaran tersebut, dapat dipastikan Anda menjadi orang seperti itu. Gagal, lemah dan selalu ditimpa berbagai kesulitan. Namun gambaran atau citra diri tersebut bisa diubah, jika Anda mau mengubahnya, dan tidak ada alasan untuk berputus asa. Anda adalah sutradara dalam hidup Anda sendiri. Tuhan Yang Maha Mengubah, tidak akan mengubah diri Anda, sampai Anda mengubahnya sendiri.

Yang perlu Anda pelajari hanyalah belajar mengubah gambaran diri Anda, dengan menggunakan sedikit waktu dan energi, dengan mengikuti metode yang sudah terbukiti kebenarannya serta begitu mudah dan begitu dekat dengan kita semua, sehingga karena saking dekat dan mudahnya, sering kali kita mengabaikannya.

ANDA DAPAT MENGUBAH CITRA DIRI ANDA
Suatu fakta yang tidak bisa dibantah adalah bahwa citra diri dapat diubah. Orang tidak pernah terlalu muda atau terlalu tua untuk mengubah citra dirinya dan memulai hidup baru yang lebih kreatif, lebih produktif, lebih makmur, lebih sejahtera, lebih bahagia dalam arti kata yang sebenar benarnya. Bagi sebagian orang yang sedikit mengalami hambatan psikologis, peran seorang HYPNOTHERAPIST menjadi amat penting dalam membantu mereka untuk mengubah citra diri dengan metode hypnosis.

Dalam pelatihan NAQS DNA, semua siswa sudah sejak awal diberikan pemahaman bahwa proses pembelajaran NAQS adalah sebuah evolusi spiritual dan penyempurnaan jiwa, atau secara bahasa  “Psycho Cybernetics ” bisa dikatakan sebagai sebuah perubahan kepribadian manusia dari pribadi manusia biasa menuju pribadi ideal yaitu Manusia Yang Sempurna “Insan Kamil”. Konsep Kepribadian Insan Kamil inilah yang kita jadikan sebagai Model Kepribadian Yang akan kita wujudkan sebagai Citra Diri atau Self Image kita.

Walaupun fakta membuktikan bahwa tiada manusia yang sempurna, ini tidak menjadikan perjalanan ini menjadi sebuah perjalanan yang sia-sia. Sama sekali tidak. Namun ini merupakan sebuah perjalanan yang luar biasa dahsyatnya, karena tiada batas puncak pencapaiannya. Sehingga dalam setiap generasi, manusia dapat berusaha untuk selalu lebih baik dari generasi sebelumnya. Dan dalam setiap fase kehidupannya, terbuka luas sebuah peluang untuk menjadi lebih baik dari fase kehidupan sebelumnya. Atau sebuah peningkatan derajat kemuliaan manusia yang tiada batas [Unlimited ChangeUnlimited Success]. Kenapa tiada batas..?? Karena sifat yang dituju adalah bercermin pada sifat Tuhan Yang Maha Sempurna.

Di alam ini, segala hal berubah, dan tak ada yang tak berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Pada masa kita sekarang, perubahan berjalan sangat cepat, bahkan dahsyat dan dramatik. Kita semua, tak bisa tidak, berjalan bersama atau seiring dengan perubahan itu. Untuk mencapai kemajuan, setiap orang harus merencanakan perubahan, dan perubahan itu harus datang dan dimulai dari diri sendiri. Perubahan sejatinya tidak dapat dipaksakan dari luar, tetapi merupakan revolusi kesadaran yang lahir dari dalam. Namun, perubahan yang dikehendaki, yaitu perubahan menuju kemajuan, tidak datang dari langit (given) atau datang secara cuma-cuma (taken for granted). Hal ini, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubah diri mereka sendiri.

IMAJINASI MENCETUSKAN MEKANISME SUKSES ANDA
Banyak diantara kita sering meremehkan imajinasi. Dianggapnya kita seorang pelamun, pengkhayal dan cenderung menjadi tidak realistis. Ternyata, imajinasi Anda begitu penting, sebab dapat mencetuskan mekanisme sukses Anda, mekanisme sangat kreatif dalam diri Anda yang melengkapkan sukses Anda dalam hidup. Bila kita mengacu pada buku “Psycho Cybernetics ” karya Maltz, buku itu akan menuntun kita kepada apa yang disebut “Pikiran Bawah Sadar”.

Pikiran bawah sadar sebenarnya bukan “pikiran”, melainkan mekanisme pelayanan guna mencapai sasaran yang mencakup otak dan sistem saraf yang diperintah oleh pikiran. Pada dasarnya, pikiraan bawah sadar merupakan “mesin” yang berfungsi sebagai sebuah mekanisme pelayanan elektronik ciptaan Tuhan, tetapi lebih dahsyat daripada otak elektronik buatan manusia.

Kerjanya otomatis untuk mencapai sasaran yang Anda tetapkan sendiri. Umpanilah mekanisme ini dengan “sasaran sukses”, dan mekanisme ini pun akan berfungsi sebagai sebuah “mekanisme sukses”. Sebaliknya, umpanilah mekanisme ini dengan “sasaran kegagalan” seperti tidak mungkin, sulit, mustahil, omong kosong, tidak bisa dan unsur unsur negatif lainnya, maka otomatis mekanisme ini akan beroperasi sebagai “mekanisme kegagalan”

Sebagaimana mekanisme pelayanan lainnya, ini pun harus mempunyai sasaran yang didefinisikan secara jelas dan detail. Mekanisme pelayanan yang bekerja secara otomatis ini, berusaha mencapai tujuan yang disodorkan dalam bentuk gambaran mental yang kita ciptakan. Bagaimana menciptakan gambaran mental tersebut. Disinilah imajinasi berperan sangat besar. Gambaran mental diciptakan dengan menggunakan imajinasi. Imajinasi inilah yang memberi kita citra. Imajinasi tidak punya bentuk, namun dapat memberi Anda bentuk. Imajinasi memberi kita sasaran yang kita tuju. Imajinasi mempengaruhi setiap tindakan kita. Kita bertindak atau gagal bertindak, tindakan kita dipacu atau dihentikan karena imajinasi. Jika Anda menggunakan imajinasi secara positif, Anda bisa menjadikan diri Anda sendiri orang yang lebih besar.

INTISARI DARI SEMUA ITU
Pikiran bawah sadar merupakan mekanisme pelayanan otomatis. Beri masukan yang bernuansa sukses pada mekanisme pelayanan tersebut. Imajinasi merupakan gambaran mental yang akan disasar oleh mekanisme pelayanan tersebut. Imajinasikan secara jelas dan detail apa yang menjadi harapan kita. Ingat, sedapat mungkin imajinasi harus menggambarkan seolah olah hal itu sudah benar-benar terjadi, rasakan nuansanya, bunyinya, teksturnya. Terus ulang pada setiap kesempatan. Metode relaksasi penting dalam proses itu. Jika mengalami kesulitan dalam relaksasi dan fokus, minta bantuan pada seorang praktisi NAQS untuk membantu dalam hal itu. Dan yakinlah, kita bisa mengubah diri kita menjadi lebih baik, lebih produktif, lebih makmur, lebih berkemampuan untuk memberi, karena kita berkelebihan rejeki, lebih sehat dan hidup kita lebih berkualitas dan bahagia dalam arti yang seluas-luasnya.

Rasulullah teladan kita
Rasulullah SAW adalah suri teladan kita. Baginda dijuluki sebagai The Living Quran (Alquran hidup). Dan ini diperkuat oleh pernyataan Aisyah RA, ”Akhlak beliau (Rasulullah) adalah Alquran.” (HR Abu Dawud dan Muslim).

Allah berfirman :
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab [33]: 21).

Pada tanggal 12 Rabiul awal tahun gajah atau tanggal 20 April 571 Masehi yang lalu telah lahir seorang manusia yang menjadi Rahmatan Lil Alamin dan menyandang derajat keterpujian yang tidak terukur ketinggian dan kesempurnaannya serta kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia. Manusia tersebut adalah Ahmad yang kemudian menyandang nilai-nilai Ke-Muhammad-an yang sangat tinggi sehingga beliau berhak menyandang gelar Muhammad yaitu yang sangat terpuji dan selalu dipuja dan dipuji, yang menjadi Rahmatan Lil Alamin dan Uswatun Hasanah bagi seluruh makhluk yang ada di alam semesta Raya ini.

Kata Muhammad apabila kita renungkan lebih dalam lagi dapat diartikan secara lahiriah maupun secara batiniah, yaitu :

Pertama, Muhammad secara lahiriah adalah menunjuk kepada satu sosok seorang manusia biasa yang mempunyai sifat terpuji dan diutus oleh Allah untuk menyampaikan seruan atau ajaran Tauhid kepada seluruh umat manusia.

Katakanlah : “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Maha Esa….” (QS Al Kahfi 18 : 110).

Sebagai manusia biasa, Muhammad merupakan prothotype manusia sempurna yang patut menjadi Uswatun Hasanah bagi seluruh umat manusia. Sebutan “Manusia Sempurna” sering disalahartikan oleh sebagian besar umat Islam, yakni Manusia sempurna adalah sosok manusia yang serba bisa, serba tahu, serba baik dan lain sebagainya. Padahal jika kita kaji dan renungkan kembali hakikat dari istilah “Sempurna” itu, mempunyai unsur keseimbangan, kesepadanan, kesesuaian dan keharmonisan dalam hal apapun. Dalam kajian Tauhid, kesempurnaan yang paling sempurna pada hakikatnya adalah Allah SWT itu sendiri. Apa yang diciptakan Allah di alam semesta ini merupakan ciptaan yang Maha Sempurna dan tidak ada yang sia-sia, sesuai dengan firman-Nya :

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah, sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang”?. (QS Al Mulk 67 : 3).

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapa orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka” (QS Shad 38 : 27).

“…Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Ali Imran 3 : 191).

Berdasarkan firman tersebut dapat diambil suatu pengertian bahwa apa yang terjadi dan apa yang dicipta di alam semesta ini adalah suatu kesempurnaan yang tidak sia-sia, baik sifat maupun bentuknya. Misalnya seperti : baik-buruk, indah-jelek, terpuji-tercela, siang-malam, panas-dingin, panjang-pendek, siang-malam, pria-wanita, besar-kecil dan sebagainya. Jadi suatu kesempurnaan adalah satu keseimbangan antara dua sifat atau unsure yang dikotomis atau bertolak belakang, sebab apabila hanya ada satu sifat saja atau ada baik saja, atau ada siang saja, atau ada dingin saja, hal itu bukanlah suatu yang dapat disebut sempurna.

Dengan dalih bahwa kita tidak akan sanggup mencapai derajat sempurna seperti Nabi Muhammad, banyak umat Islam merasa tidak perlu mencontoh semua apa yang telah diteladani oleh Nabi Muhammad SAW, terutama peristiwa Isra’ dan Mi’raj-nya beliau. Padahal sebagai Guru Besar bidang Tauhid Islam, beliau akan senang apabila seluruh umatnya dapat mencontoh semua teladannya., baik lahir maupun batin, bahkan beliau akan lebih senang lagi apabila ada umatnya yang dapat melebihi beliau.

Di dalam Al Qur’an telah diterangkan bahwa Muhammad SAW adalah contoh yang paling baik bagi umat manusia yang menghendaki perjumpaan dengan Allah ketika kita masih hidup di atas dunia. Hal ini sesuai dengan firman Allah ;

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan menemui Allah dan Hari Akhir dan mengingat Allah sebanyak-banyak” (QS Al Ahzab 33 : 21).

Sebagian ahli tafsir, banyak yang menterjemahkan ayat tersebut dengan iftiro atau menambah-nambahkan ayat tersebut dengan kata “mengharapkan rahmat Allah”, padahal bunyi sebenarnya adalah “Laqod kaana lakum fii Rasulillahi uswatu hasanatun liman kaana yaarjullohu walyaumil akhirawadzakarooloha kasyiron”.

Dalam ayat tersebut terdapat kata “yarjulloha” yang berarti mengharap Allah. Jadi bukan mengharapkan rahmat Allah atau mengharapkan ridha Allah, atau mengharapkan pahala Allah, atau mengharapkan rezeki Allah, tetapi yang benar adalah mengharapkan Allah semata. Bahkan kalau boleh dipertegas lagi ayat tersebut bermakna : “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang paling baik bagi kamu, yaitu bagi orang yang mengharapkan menemui Allah dan hari akhir dan banyak mengingat Allah”. Berdasarkan ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Rasulullah adalah contoh yang paling baik bagi umat manusia yang ingin mengharapkan bertemu dengan Allah di dunia ini, dan juga bertemu dengan hari akhir, agar kita dapat mengingat Allah sebanyak-banyaknya. Sebab mustahil kita dapat mengingat Allah apabila kita belum pernah bertemu dan melihat Allah.

Kedua, Muhammad secara batiniah adalah suatu anasir Yang Bersifat Terpuji, yang telah dimiliki oleh setiap manusia tanpa kecuali. Tetapi yang sangat disayangkan adalah bahwa tidak semua umat manusia yang menyadari keberadaan anasir tersebut, apalagi menumbuhkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga tidaklah mengherankan apabila banyak orang yang mengaku umat Muhammad atau umat yang sangat terpuji, justru banyak melakukan perbuatan tercela. Hal ini diakibatkan karena mereka belum dapat menyerap Muhammad dalam arti nilai-nilai keterpujian, di setiap aktivitas hidupnya dalam bermasyarakat.

Padahal setiap harinya mereka selalu mengatakan : “Aku telah menyaksikan bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan aku telah menyaksikan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah”. Kalimat Syahadat tersebut mempunyai makna yang sangat dalam sekali, yaitu saksinya seorang pesaksi yang menyaksikan kepada siapa dia bersaksi. Secara hakikat, makna simbolis dari “wa asyhadu an la Muhammad Rasulullah” adalah sebuah pengakuan bahwa setiap diri telah ditempati oleh anasir Terpuji yaitu Nur Muhammad, yang harus diimani dan diikuti sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an dan juga sabda Nabi Muhammad SAW :

“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam dirimu ada Rasulullah …” (QS Al Hujurot 49 : 7).

Katakanlah : “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu” QS Ali Imran 3 : 31).

“Muhammad itu sekali-kalilah bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup Nabi-Nabi. Dan sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segalanya” (QS Al Ahzab 33 : 40).

“Orang-orang yang telah kami beri Al Kitab, mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya” (QS Al Baqarah 2 : 146).

“Ana ahmad bi la mim, wa ana ‘arabbi bi la ‘ain, wa man roaini, innaroaitul haq” Aku ahmad tanpa huruf mim dan aku adalah ‘arabbi tanpa huruf ‘ain, barang siapa melihat aku, sesungguhnya telah melihat Sang Maha Benar” (HR Bukhari Muslim).

“Yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT adalah Cahaya-ku, wahai Jabir (HR Ibnu jabir).

Referensi : NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI USWATUN HASANAH BAGI ORANG YANG INGIN MENEMUI ALLAH

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK..
Iklan

Aktivasi Mata Ketiga Gratis…Tis…

NAQS DNA INSITUTE, Mata ketiga diasosiasikan dengan chakra Ajna yang terletak pada kening, sedikit diatas pertengahan kedua alis mata. Ajna juga dekat asosiasinya dengan kelenjar pineal/pineal gland yang sering disebut sebagai mata ketiga yang sebenarnya.

Filosofer perancis Rene Descartes mempercayai bahwa pineal gland ini merupakan “the Seat of the soul” (tempat duduknya jiwa) dimana koneksi pikiran dan tubuh dapat bertemu.

Kelenjar yang berukuran sebesar biji kacang ini biasanya tidak/kurang aktif bagi majoritas orang tetapi latihan di bawah nanti bila dilakukan dengan benar akan dapat membangunkan dan menstimulasinya sehingga menjadi lebih aktif.

Fungsi Mata ketiga:

  • melihat energi
  • melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi
  • melihat tembus pandang
  • Pusat Intuisi

Setelah terbuka, mata ketiga mulai mengalami pertumbuhan hingga mencapai sempurna. Kecepatan pertumbuhan itu sendiri pada masing – masing orang tidak sama. Banyak faktor yang mempengaruhinya.

Ilmuwan “Menemukan Kembali” Mata Ketiga
Pentingnya mata ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah diketahui oleh para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama berabad-abad, namun baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Rusia baru-baru ini, negatif (film) yang diletakkan di dalam sebuah amplop yang tidak tembus cahaya mulai berkembang menjadi gambar foto setelah diletakkan di atas dahi seseorang. Menurut peneliti utama riset ini, Vitaly Pravdivstev, “Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu sanggup memancarkan apa yang disebut “gambaran otak” dari suatu tempat di dalam dahi.”

Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara kemampuan ini dengan pusat otak yang dikenal sebagai mata ketiga. Ia menyatakan, “Tradisi orang Asia kuno dapat membuktikan perkiraan kita: Mereka mengatakan bahwa radiasi datang dari pusat energi manusia. Ilmu pengetahuan esoterik menyebut pusat ini sebagai mata ketiga.”

Demikian juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah dibuktikan di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata ketiga yang berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat dengan cara yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat merasakan cahaya dan panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah terbukti memiliki penerima cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat yang pelepasannya ditentukan oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh (lihat majalah Berita # 133,“The Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar Pineal dan Melatonin)”.

Namun, ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari hewan-hewan tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut untuk merasakan cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa mata fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga membuat peran kelenjar pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak seperti pada hewan, mata ketiga manusia terpendam di dalam otak dan perbedaan tempat ini dapat membuat keberadaan kelenjar pineal manusia bahkan semakin kurang penting. Dalam istilah evolusi, kelenjar tersebut kelihatannya lambat laun menghilang daripada digunakan untuk fungsi vital.

Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly Pravdivstev yang dibahas di atas mungkin mendorong ilmu pengetahuan modern untuk menerima pandangan baru pada topik tersebut. Kemampuan untuk memproyeksikan gambar di foto telah menunjukkan bahwa organ ini sebenarnya dapat “melihat” sendiri dan bekerja melampaui tingkat keberadaan fisik. Kebanyakan dari mata ketiga mungkin berada dalam keadaan yang tidak aktif. Alasannya mungkin berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin hanya butuh semacam pembangkitan yang Guru sebut sebagai “berhubungan kembali dengan Tuhan“ untuk mendapatkan perannya yang benar.

Pengarang lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920 menulis tentang kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut pandang rohani:

Bahkan saat ini, kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada saat kita mempunyai firasat, kelenjar ini bergetar dengan perlahan; ketika kita mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia bergetar lebih keras. Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit digunakan, terutama karena bekerjanya kedua mata fisik kita yang menghambatnya. Seiring dengan berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh dengan perlahan dan bekerja semakin sempurna, namun perannya nanti akan berkurang, dan “mata pertama“ akan kembali berperan sebagaimana mestinya.

Mungkin keterangan Puruker tentang “mata pertama“ dapat menjadi tanda penting untuk mengenali Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian Pravdivstev dapat melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang pentingnya mata kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata kebijaksanaan adalah titik dimana kita “pergi“ berhubungan kembali dengan Tuhan di dalam. Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih menghargai pentingnya hubungan kita dengan Tuhan. [MK3]

Aktivasi Mata Ketiga

Bukan cuma ring back tone aja yang perlu diaktifkan, tapi mata ketiga kita juga sangat perlu di aktifkan. Semua orang tanpa kecuali punya mata ketiga. Sayangkan kalo nggak di pakai. Gunanya apa ? Sama seperti fungsi mata pada umumnya. Tapi mata yang ini untuk “melihat” hal-hal yang nggak bisa dilihat mata biasa. Gaib gitu ? Ini nggak melulu soal mistik tapi berguna untuk memperbaiki kualitas hidup kita secara global.

Mau tau cara mengaktifkannya? Yang pasti bukan dengan cara kirim sms ke operator hape. he..he..he…

Mata ketiga sendiri seperti fungsi utama mata memang di pergunakan untuk “melihat”.
Hanya hal-hal yang dilihat adalah kasat mata, yang nggak bisa dilihat mata biasa.
Mata biasa mempunyai kemampuan yang terbatas. Hanya bisa melihat bentuk-bentuk dalam dimensi tiga. Benda-benda yang bergetar pada frekwensi rendah. Sedangkan banyak benda-benda atau makhluk (entitas) yang bergetar pada frekwensi yang sangat cepat yang nggak bisa dilihat mata. Biasanya bagi yang terbiasa berpikir memakai logika saja apa yang bisa di lihat itulah yang di anggap kenyataan. Padahal justru hal-hal yang nggak bisa dilihat mempunyai energi lebih besar dan lebih besar pengaruhnya dalam hidup kita.

Contoh mudahnya adalah dengan memperhatikan baling-baling kipas angin. saat baling-balingnya berputar dengan kecepatan rendah kita masih bisa melihatnya. Tapi energi kinetik (angin) yang dihasilkan nggak besar. Lalu saat kecepatan berputarnya ditambah,baling-baling itu seolah menghilang tak terlihat. Tapi energi yang dihasilkan jauh lebih besar. Begitu juga fenomena yang ada di alam. Semua yang bergetar lebih cepat akan sulit terlihat tapi menghasilakan energi yang lebih besar.

Mungkin yang terlihat oleh mata ketiga bukan secara gamblang. Tapi melalui simbol-simbol. Atau lewat mimpi, firasat, intuisi, kejadian-kejadian atau situasi tertentu. Tapi bagi yang sudah terbiasa, hal-hal tersebut bisa ditangkap, diartikan sehingga bisa dipergunakan untuk mengambil keputusan yang tepat atau menghindari bahaya yang akan datang.

Secara medis kelenjar Pituitary juga mempunyai fungsi lain yaitu memproduksi HGH (human growth hormone). Yaitu hormon pertumbuhan dalam tubuh manusia yang diantaranya bertugas untuk membuat tulang lebih kuat,menumbuhkan rambut,merangsang kekebalan tubuh,memperbaiki daya penglihatan,memberikan perasaan nyaman, memperbaiki daya ingat. Dan yang paling penting buat para cewek khususnya, HGH ini bisa membuat kulit lebih halus,sehat dan awet muda.

Nah sekarang saatnya mengaktifkan mata ketiga dan kelenjar pituitary kita. Latihannya sebagai berikut:

  1. Duduk atau bersila nyaman pada asana anda dengan punggung tegak, tenangkan pikiran dan badan dengan baik sebelum menuju ke langkah selanjutnya.
  2. Dengan kedua tangan di letakkan pada paha dan posisinya terbuka menghadap keatas. Atau bagi yang nyaman duduk bersimpuh juga nggak masalah. Posisi tulang punggung harus tegak. Pundak dibuat rileks. Bernafaslah dengan rileks.
  3. Selanjutnya dalam imajinasi kamu, tentukan satu titik diantara kedua alis mata.
  4. Bila sudah berhasil “melihat” titik itu sekarang masih dalam imajinasi kamu “bernafaslah” melalui titik itu. Maksudnya seolah-olah kamu menarik dan menghembuskan nafas melalui titik itu dan bukannya melalui hidung. 
  5. Pertahankan gambaran ini selama mungkin. Bila pikiran kita melantur atau tiba-tiba masuk gambaran pikiran lain. Perlahan-lahan secara lembut kembalikan lagi ke gambaran awal yaitu bernafas melalui titik tersebut. Hal tersebut merupakan hal yang normal jadi nggak perlu khawatir.

Biasanya sensasi-sensasi yang dirasakan adalah denyutan yang cukup keras atau adanya rasa hangat pada titik tersebut. Sensasi yang dirasakan setiap orang akan berbeda-beda. Tidak hal yang baku dalam masalah ini. Bagi yang tidak atau belum merasakan apapun nggak usah kecewa. Karena ini cuma masalah kepekaan individu.

Semakin sering latihan ini dilakukan akan semakin menambah kepekaan dan yang terpenting menstimulasi kelenjar pituitary dan mata ketiga kita. Hingga bisa berfungsi maksimal. Tidak ada aturan waktu yang baku kapan harus dilakukan. Bisa dilakukan kapan saja. Hanya memang baiknya dilakukan di tempat tertutup agar tidak terganggu orang lain.

Setelah sekitar 10-20 menit melakukan latihan, bisa ditutup dengan doa menurut kepercayaan masing-masing.

Efek samping yang diketahui:
Kemungkinan sakit kepala, migraine, panas dingin, sakit ringan yang disebabkan oleh proses adaptasi energi tubuh terhadap pola energi baru. Efek ini dapat terjadi dan juga tidak sama sekali tergantung dari tingkat keaktifan pineal gland anda. Bila terjadi efek samping biasanya hanya akan terasa berlangsung selama hanya berapa waktu, sejam, sehari atau dua hari. Bila berkelanjutan lebih dari 5 hari – seminggu maka dibutuhkan bantuan meditasi untuk menstabilkan arus energi chi tubuh.

Faktor yang menghambat terbuka dan berfungsinya mata ketiga:

  1. Hambatan mental
  2. Trauma
  3. Aura keinginan yang terlalu kuat melihat untuk menggunakan mata ketiga. Oleh karena itu jangan gunakan ambisi atau memaksakan diri yang bisa berakibat terjadinya korslet di otak anda alias terjadi gangguan syaraf alias Gila, santai dan rileks saja. Yang penting niat dan latihan rutin.

Nb.

  1. Bagi yang menjalankan latihan di atas, Resiko ditanggung sendiri-sendiri ya…. Kalau mau dibimbing secara khusus, ya wajib datang ke tempat pelatihan. he..he…he….
  2. Soal mata ke-3, Intuisi, Indra ke-enam, dll. jadilah diri sendiri saja…. tidak usah membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain….. Gunakan metode yg paling pas untuk diri sendiri…. Karena apapun sinyal yang kita terima itu sifatnya pribadi…. bahasa simbolik yg disesuaikan dengan kosa kata dan belief system kita…..
  3. Jangan punya fantasi dan imajinasi yang berlebihan, terima saja apapun intuisi, firasat, dan sinyal yang anda terima. Melihat aura ataupun melihat makhluk halus semacam jin, dll. bukanlah satu-satunya pertanda keberhasilan anda. karena tiap orang potensi elemen atau unsur (Air, Api, Udara, & Tanah) di dalam dirinya tidak sama, jadi bagi yang dominan unsur Api mungkin hanya mampu merasakan dengan “RASA” dan baru melihat entitas energi melalui mimpi. Dan itupun artinya anda telah berhasil. Jadi jangan terjebak pada cerita keberhasilan orang lain yang hanya akan mengecilkan motivasi anda. Tetaplah berlatih memurnikan diri, berkultivasi. Dan Terimalah Anugerah yang anda terima dan syukurilah.
Tekhnologi Brainwave Aktivasi Mata Ketiga (PINEAL GLAND GOUP ACTIVATION)
listen with headphones (highly recommended):
http://www.4shared.com/embed/801770995/c816915d

PELAJARAN SELANJUTNYA HORMON MATA KE TIGA KLIK

Menghadapi Rasa Takut

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatih…..
Sahabat, Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri. Dan tak ada hati yang menderita saat mengejar impian-impiannya dengan ikhlas, sebab setiap detik pencarian itu bisa diibaratkan pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian.

Jika keinginan atau mimpi-mimpi itu adalah sumber penderitaan, maka ingatlah bahwa ketidakinginan juga adalah bentuk keinginan yang lain. Ingin dan tidak ingin akan sama-sama menghadapi penderitaan. Sebagaimana batu dan butir pasir yang sama-sama tenggelam di dalam air. Lantas, mengapa tidak kita buat saja keinginan-keinginan, mimpi-mimpi, dan berusaha untuk mewujudkannya? Meskipun harus melalui penderitaan-penderitaan. Sederhana sajalah, nikmati saja suka & duka itu… rasa lelah dalam mencapai mimpi-mimpi indah itu sebenarnya adalah manis bila diterima dengan sabar & ikhlas.

Rasulullah SAW bersabda :

  • Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)
  • Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)
  • Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)
  • Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)

Rasa Takut

“Lakukan apa yang paling Anda takuti dan rasa takut pun pasti akan berakhir.”
—Mark Twain

Ketakutan nampaknya sudah menjadi bagian dari perilaku sebagian besar dari kita: takut gagal, takut ditolak, takut diledek, takut miskin. Bentuk-bentuk ketakutan ini pada akhirnya menyebabkan penyakit mental seperti kekhawatiran, kecemasan, stress, kesedihan dan sebagainya akibat adanya anggapan bahwa masa depan akan lebih buruk dari apa yang dialami sekarang.

Ada seorang samanera cilik yang hampir terlarut oleh rasa takut, namanya si Belalang Kecil. Suatu hari, gurunya yang buta mengajak si belalng kecil ke ruangan di belakang biara, yang biasanya terkunci. Di dalam ruangan itu terdapat kolam selebar enam meter, dengan sebuah papan sempit sebagai jembatan yang menghubungkan sisi yang satu dengan sisi seberangnya. Sang guru memperingati si Belalang Kecil untuk tidak dekat-dekat dengan pinggir kolam, karena kolam itu bukan berisi air, melainkan berisi larutan asam yang sangat pekat.

“Tujuh hari lagi,” Si Belalang Kecil diberi tahu, “kamu akan diuji! Kamu harus berjalan menyeberangi kolam asam ini dengan menjaga keseimbangan di atas papan kayu yang sempit itu. Tetapi hati-hati! Kamu lihat kan tulang belulang di dasar kolam itu?”

Si Belalang Kecil melongok was-was dari pinggir kolam, dan melihat banyaknya tulang belulang di dasar kolam itu.

“Itu dulunya tulang samanera muda seperti kamu!”

Sang guru lantas mengajak si belalng kecil keluar dari ruangan yang mengerikan itu, menuju halaman biara yang diterangi sinar mentari. Di sana, beberapa biksu senior telah memasang papan kayu dengan ukuran yang hampir sama dengan yang ada di kolam airan asam, hanya saja, yang ini ditaruh di atas tanah dengan disanggah oleh tumpukan dua batu bata. Selama tujuh hari berikutnya Si Belalang Kecil dibebaskan dari tugasnya-tugasnya untuj berlatih keseimbangan di atas papan itu.

Itu mudah. Dalam beberapa hari saja dia dapat berjalan dengan keseimbangan sempurna, dengan mata tertutup sekalipun, menyeberangi papan di halaman biara. Dan tibalah harinya ujian.

Si Belalang Kecil dibawa gurunya menuju ke ruangan dengan kolam asam. Tulang belulang para samanera yang jatuh tampak putih berkilauan dari dasar kolam. Si belalsng kecil naik ke ujung papan dan menoleh ke arah gurunya. “Jalan!” perintah sang guru.

Papan di atas kolam asam itu ternyata lebih sempit dari papan di halaman kuil. Si Belalang Kecil mulai melangkah , tetapi langkahnya goyah; dia mulai bergoyang-goyang. Bahkan belum setengah jalan dia makin terhuyung-huyung. Kelihatannya dia akan segera tercebur ke larutan asam. Si Belalang Kecil mulai kehilangan rasa percaya dirinya. Dia melangkah dengan gemetar, lalu oleng….., dia jatuh!

Guru tua yang buta tertawa terbahak-bahak ketika mendengar suara Si Belalang Kecil tercebur ke kolam. Itu bukan asam, itu cuma air. Tulang belulang tua itu telah ditaruh di dalam kolam sebagai “tipuan khusus”. Mereka telah mengakali Si Belalang Kecil.

“Apa yang membuatmu terjatuh?” tanya sang guru dengan serius. “Rasa takutlah yang menjatuhkanmu, Belalang Kecil, hanya rasa takut….”

Sahabat, ada dua macam ketakutan. Yaitu :

  1. Takut Alamiah.
  2. Takut Yang dibuat-buat.

Takut alamiah bisa dikatakan takut yang didasari oleh insting kita sebagai makhluk hidup. Takut adalah mekanisme alamiah yang diberikan Tuhan kepada kita. Tujuannya adalah, agar kita menjadi berhati-hati, dan karena itu jadi selamat. Misalnya ketika kita menyeberang jalan, kita akan tengok kiri tengok kanan untuk memastikan kita tidak tertabrak. Takut alamiah ini yang menjadi basic survival nenek moyang kita dulu dari zaman homo sapiens karena kalau tidak kita sudah punah sejak dulu kala. Takut alamiah ini berdasarkan fakta. Jadi ada parameter yang jelas kenapa kita takut sehingga kita mengantisipasinya dengan tindakan.

Tipe takut yang kedua adalah takut yang berdasarkan fiksi – bukan kenyataan. Tipe takut yang ini menyebabkan kekhawatiran, kecemasan dan stress padahal semuanya hanyalah anggapan yang tidak didukung fakta-fakta nyata. Misalnya seseorang yang takut bicara di depan umum beranggapan bahwa orang-orang akan mencemoohnya padahal belum tentu hal itu terjadi. Orang ini akhirnya memilih untuk diam saja sekedar mencari aman.

Sebenarnya yang kita takutkan seringkali bukan sesuatu yang langsung dihadapi, tapi konsekuensi lanjut dari sesuatu itu. Misalnya, takut hujan. Maksud sesungguhnya adalah takut menjadi basah sehingga jadi malu kepada orang lain, atau jadi sakit. Nah, bila konsekuensi ini tidak lagi menakutkan buat kita (misalnya yakin tidak akan jadi sakit, atau niat sudah pulang dari kantor), maka sesuatu itu juga menjadi tidak lagi menakutkan.

Di tulisan ini saya akan membahas lebih detil tentang tipe takut yang kedua dan bagaimana cara mengatasinya.

Asal Usul Takut
Takut yang sifatnya mental disebabkan karena kita punya standar, aturan, atau keyakinan yang harus dipenuhi, kalau tidak kita akan merasa gagal. Standar, aturan atau keyakinan ini biasanya timbul melalui pergaulan kita di lingkungan keluarga, teman, dan pekerjaan. Seolah-olah kita harus memenuhi tuntutan mereka dan beban ini membuat kita khawatir apabila kita gagal memenuhinya.

Contoh-contoh Standart Yang membebani diri sendiri :
“Saya harus sempurna”
“Saya harus jadi nomor satu”
“Saya harus berhasil supaya orang-orang mengagumi saya”
“Kegagalan adalah akhir segalanya”
“Saya akan dihukum kalau saya gagal”
“Saya harus menjaga citra diri”
“Pandangan orang tentang saya harus selalu baik”

Masih Banyak lagi contohnya mulai dari takut gagal ujian, takut melajang terus, takut dijauhi teman, dsb. Padahal it’s OK untuk gagal ujian yang penting kita berusaha dengan belajar. It’s OK untuk tidak menikah sebelum kita memperoleh pasangan yang tepat (daripada menikah dipaksakan tapi akhirnya berantakan). It’s OK juga dijauhi teman selama kita bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan.

Ironisnya, ketakutan yang cuma anggapan ini bisa menjadi kenyataan ketika kita memikirkannya terus menerus. Ingat, pikiran kita bekerja sesuai dengan fokus kita. Apabila kita fokus kepada kekhawatiran maka cepat atau lambat apa yang kita takutkan akan terjadi.

Mengatasi Rasa Takut
Pertama, ubah fokus Anda dari takut menjadi cinta, dari khawatir menjadi optimis. Sadari bahwa takut tidak lebih dari sekedar ilusi yang belum tentu terjadi. Cintai apa saja yang Anda lakukan sepenuh hati. Abaikan kekhawatiran dan hilangkan standar, aturan, atau keyakinan yang dibuat oleh orang lain karena hanya diri Andalah yang mengetahui apa yang terbaik bagi Anda.

Kedua, bangun komunikasi dengan diri Anda sendiri. Tanyakan kepada diri Anda tiap kali Anda merasa khawatir, ”Apakah kekhawatiran ini membawa kebaikan atau menyakiti diri saya?”. Katakan kepada diri Anda bahwa Anda mencintai diri Anda apa adanya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menentukan kebahagiaan Anda kecuali diri Anda sendiri. Bukan orang tua, bukan bos, bukan juga pasangan Anda.

Yang terakhir adalah berlatihlah untuk berhenti berpikir tentang masa depan dan habiskan waktu Anda sebanyak mungkin di masa kini. Artinya your mind and body selalu sinkron, bukannya badan disini tapi pikiran melayang kemana-mana. Kekhawatiran, kecemasan, pesimis hanya terjadi karena kita terlalu memikirkan masa depan. Dengan kita fokus ke masa sekarang kita menjadi lebih punya energi dan power untuk memperoleh kebahagiaan sekarang, bukan nanti, tapi sekarang dan disini….

Rasa takut itu rahmat, yang mengeluarkan semua kemampuan. Takut, sejatinya, merupakan bayangan cermin dari berani. Takut mendorong kita untuk berusaha bertahan. Tanpa rasa takut, saya kira tidak akan pernah ada upaya untuk survive dalam hidup ini, yang pada gilirannya akan mendayai kita untuk melahirkan gagasan-gagasan yang kreatif dan inovatif.

Takut itu adalah rahmat yang memaksimalkan kekuatan. Tuhan itu tidak akan memberikan masalah, kecuali kita mampu untuk menyelesaikannya; sehingga sebetulnya kita akan mampu menyelesaikan semua masalah.

“Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal-hal yang Anda takuti”

“Apa yang Anda takutkan untuk dikerjakan adalah indikator yang jelas mengenai apa yang harus Anda kerjakan berikutnya”

“Keberanian bukanlah tanpa ketidakhadiran ketakutan, tetapi lebih merupakan suatu keputusan bahwa ada yang lebih penting dari ketakutan itu sendiri”

SIKLUS RASA TAKUT

Itulah siklus ketakutan. Biasanya pas kita mau mulai sesuatu atau disuruh sesuatu, kita sudah takut duluan dan bilang gak bisa. Dan tidak pernah mau Mencoba. Nah dari situlah kita tidak pernah melakukan sesuatu yang baru, yang kita anggap gak bisa. Padahal belum saja di coba.

Setelah kita tidak melakukan sesuatu, maka kita tidak akan mendapatkan pengalaman dari sesuatu tersebut. Padahal kita sendiri tau, kalau pengalaman itu guru terbaik. Dan ketika kita tidak mempunyai pengalaman, maka kita tidak akan punya kemampuan. Dan saat kita tidak punya kemampuan, maka kita akan terus merasa takut. Begitu seterusnya…

Rasa takut memang selalu pasti ada dalam diri manusia, Tuhan yang memberikan rasa takut kepada mahkluk hidup selain manusia yaitu hewan, rasa takut diciptakan agar kita bisa menjaga diri dari hal-hal negatif yang dapat merugikan kita. Namun, kita sebagai manusia dianugerahkan akal dan pikiran, hendaknya menempatkan rasa takut itu pada porsinya. Jangan menjadikan rasa takut itu sebagai penghalang kita untuk maju.

Jika kita tidak bisa menghadapi rasa takut, apa bedanya kita sama hewan yang ketika takut langsung lari begitu saja, hadapi dan majulah!! Tuhan tidak pernah memberikan kita cobaan melebihi dari kesanggupan kita. Dan Tuhan selalu memberikan ujian dan cobaan kepada kita agar kita bisa lebih maju.

Sekarang saatnya kita keluar dari siklus ketakutan itu dan mulai bergerak.
Jangan Takut Salah, Mari Belajar Dari Kesalahan.