Hidup Tanpa Kandung Empedu

Sakit Batu Empedu Sering Dikira Maag
[KOMPAS] – PENYAKIT batu empedu merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Namun, tak sedikit pasien penderita batu empedu awalnya mengira sakit yang dideritanya hanya gangguan pencernaan biasa seperti maag.

Batu empedu adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi tanpa gejala. Hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri dan 20% berkembang menjadi komplikasi. Sebagian besar penderita batu empedu, didiagnosa menderita maag dikarenakan rasa nyeri pada ulu hati, padahal secara anatomi empedu terletak pada perut sebelah kanan atas.

Seperti diungkap Dr Rino Alvani Gani, Sp.PD (KGEH), spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit International Bintaro, Tangerang, banyak pasien yang tak sadar dirinya sering mengeluh sakit maag, padahal sebenarnya mengalami sakit batu empedu. “Faktanya, gejala sakit batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Tak sedikit penderita kerap bolak-balik ke dokter dan diberi obat maag, tapi tak kunjung membaik,” ungkap Rino dalam Pembahasan Penatalaksanaan Batu Empedu di Rumah Sakit International Bintaro, Kamis (18/9)

Hal itu dapat terjadi karena keluhan dirasakan di tempat berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu, di mana keduanya terletak di ulu hati. Jika salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama. “Orang banyak mengira maag dan kembung. Tetapi setelah beberapa kali pemeriksaan ternyata ada batu di kantung atau saluran empedunya,” ungkap Rino.

Untuk membedakannya dengan maag, lanjut dokter yang pernah menjadi peneliti terbaik di Fakultas Kedoteran UI itu, perlu diperhatikan penjalaran dan frekuensi nyeri. “Kalau maag frekuensi sakit biasanya pelan-pelan hingga akhirnya rasa sakitnya begitu hebat. Tetapi bila batu empedu sakitnya tiba-tiba timbul dengan sangat dan kemudian bisa hilang begitu saja,” terangnya.

Peradangan pada kantung dan saluran empedu juga menimbulkan nyeri di bawah tulang iga agak sedikit ke kanan. Rasa nyeri berpotensi menjalar hingga ke pinggang bagian kanan dan bahu kanan. Bila lambung yang meradang, nyerinya terasa lebih sedikit ke atas ulu hati dan ke kiri.

“Rasa sakit biasanya juga terjadi dalam 2 hingga 4 jam setelah menyantap makanan yang berlemak. Timbulnya tiba-tiba sering kali antara jam 9 malam hingga 6 pagi,” jelasnya.

Batu empedu, lanjut Rino, biasanya terbentuk di dalam kantung empedu atau di saluran empedu dan saluran hati. Batu ini dapat memicu radang dan infeksi pada kantong empedu dan di saluran lain bila batu keluar dari kantung empedu dan menimbulkan penyumbatan di saluran lain.

“Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya dibanding batu berukuran besar. Karena yang kecil berpeluang berpindah tempat atau berkelana ke tempat lain dan memicu masalah lainnya,” ujarnya.

Rino menambahkan, sakit batu empedu yang dialami penderita Asia dan Barat dipicu oleh penyebab berbeda. Riset menunjukkan, penyakit batu empedu di Asia umumnya disebabkan infeksi di saluran pencernaan, sementara di Barat dipicu empat faktor risiko, yakni :

  1. jenis kelamin wanita, 
  2. usia di atas 40 tahun, 
  3. diet tinggi lemak, dan 
  4. kesuburuan.

Di Asia termasuk Indonesia, faktor pencetus infeksi dapat disebabkan kuman yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Infeksi bisa merambat ke saluran empedu sampai ke kantung empedu. “Di Indonesia, penyebab yang paling utama bukan karena lemak atau kolesterol, tetapi akibat infeksi-infeksi di usus. Infeksi ini menjalar tanpa terasa menyebabkan peradangan pada saluran dan kantung empedu sehingga berakibat cairan yang berada di kantung empedu mengendap dan menimbulkan batu,” paparnya.

Infeksi yang terutama menyebabkan batu empedu, kata Rino, adalah tifoid atau sakit tifus. “Tifus itu kumannya muara atau teramilan terakhir di kantong empedu dapat menyebabkan peradangan lokal di situ yang tidak dirasakan, pasien tidak merasa sakit atau demam,” katanya.

Kebiasaan pasien untuk tidak meneruskan obat antiobiotik hingga tuntas juga dapat memicu timbulnya batu empedu. Kuman akan terus berada di kantung empedu karena dalam siklus perjalanannya akan bermuara di kantung empedu. “Oleh sebab itu, antibiotik harus dihabiskan supaya kuman di kantong empedu benar-benar habis,” ujarnya.

Bisakah Kita Hidup Tanpa Kandung Empedu?

Bisa, manusia dapat hidup seperti biasa walaupun kandung empedunya diangkat.

Hati memproduksi empedu untuk membantu pencernaan makanan. Jika kandung empedu diangkat, empedu akan mengalir dari hati menuju saluran hepatitis kemudian ke saluran empedu dan akhirnya ke usus halus, tanpa disimpan terlebih dahulu di kandung empedu. Karena setelah pengangkatan kandung empedu, aliran empedu ke usus halus menjadi lebih sering, maka tinja mungkin lebih lunak atau frekuensi buang air besar meningkat. Keadaan ini terjadi pada sekitar 1% orang. Perubahan ini biasanya bersifat sementara, tetapi jika tidak membaik, konsultasikan dengan dokter anda.

Apakah Kandung Empedu (Gallbladder)..?
[MAJALAH KESEHATAN] – Kandung empedu terletak tepat di bawah hati dan berfungsi menyimpan empedu yang diproduksi hati. Kandung empedu bisa menyimpan sekitar 0,4 liter empedu. Hati menghasilkan sekitar satu liter empedu setiap hari.

Empedu adalah cairan hijau kekuningan (kadang-kadang kehitaman) yang diperlukan untuk pencernaan makanan berlemak di usus kecil. Selain mengandung air (95%), empedu juga mengandung kolesterol, garam empedu, garam mineral dan pigmen.

Ketika makanan masuk ke dalam duodenum (bagian pertama dari usus kecil), hormon duodenal diekskresikan. Hormon ini dialirkan darah ke kantong empedu dan menyebabkan dindingnya berkontraksi untuk mengeluarkan empedu. Empedu ini akan keluar melalui saluran empedu, melalui lubang sempit ke duodenum. Garam mineral pada empedu menetralisir keasaman makanan saat dicerna di usus. Asam empedu dan garam empedu memecah lemak, sehingga dapat diolah enzim pencernaan.

Batu Empedu (Gallstones)
Batu empedu (Gallstones) adalah batu yang berada di kandung empedu atau saluran empedu. Ada tiga jenis batu empedu:

  1. Batu campuran, yang terdiri dari campuran kolesterol dan pigmen empedu yang berasal dari pemecahan lemak. Batu jenis ini paling umum dan dapat berkembang secara bersamaan tetapi cenderung berukuran kecil-kecil.
  2. Batu kolesterol, terutama terdiri dari kolesterol. Batu jenis ini bisa mencapai diameter 1,25 cm sehingga cukup besar untuk memblokir saluran empedu. Jumlah batu kolesterol jarang mencapai lebih dari dua.
  3. Batu pigmen, terutama terdiri dari pigmen empedu. Batu pigmen hadir dalam jumlah besar tetapi ukurannya kecil-kecil. Kebanyakan terjadi karena penyakit.

Penyebab
Sebagaimana disebutkan di atas, kebanyakan batu empedu terbentuk dari kolesterol. Kolesterol cair biasa hadir di kandung empedu dan saluran empedu dalam kondisi normal. Namun, kolesterol cair tersebut dapat menjadi jenuh bila terlalu banyak kolesterol atau terlalu sendikit asam empedu. Hal itu memungkinkan kolesterol mengkristal dan menggumpal menjadi batu empedu.

Gejala
Dalam kebanyakan kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala. Bila menimbulkan gejala, biasanya karena batu empedu menyumbat saluran empedu sehingga menimbulkan apa yang disebut kolik bilier/kolik empedu. Dalam kondisi tersebut, Anda akan merasakan nyeri hebat di perut bagian kanan atas, yang mungkin menyebar hingga ke tulang belikat, bahu dan dada. Rasa sakit biasanya disertai mual dan muntah. Gejala kolik bilier mungkin berkurang dengan berjalan kaki atau membalik-balikkan tubuh dengan posisi berbeda di tempat tidur. Rasa sakit bisa tiba-tiba berhenti bila batu pecah atau kandung empedu terlalu lelah untuk terus menekan.

Sumbatan kronis batu empedu dapat menimbulkan penyakit kuning. Kelangkaan empedu untuk mencerna makanan menyebabkan gejala sakit perut disertai kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan. Air seni dan tinja berubah menjadi kecoklatan. Sendawa, mual, nyeri dan ketidaknyamanan di perut bagian kanan atas terutama dirasakan setelah mengonsumsi lemak dan sayuran tertentu seperti kubis, bayam, telur atau cokelat.

Batu empedu meningkatkan risiko infeksi. Bila itu terjadi, gejala khas infeksi berupa demam tinggi akan muncul, yang mungkin disertai penyakit kuning. Infeksi dapat terjadi di kandung empedu (kolesistitis), saluran empedu (kolangitis), darah (sepsis), atau pankreas (pankreatitis).

Faktor risiko
Faktor risiko batu empedu dikenal dengan singkatan 4F, yaitu Forty, Female, Fat, Family. Artinya, batu empedu lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, wanita, kegemukan dan punya riwayat keluarga terkena batu empedu.

  • Usia lanjut.
    Batu empedu jarang sekali menyerang di usia 25 tahun ke bawah. Sekitar 30% lansia diperkirakan memiliki batu empedu, meskipun kebanyakan tidak menimbulkan gejala.
  • Wanita.
    Wanita lebih banyak terkena batu empedu dibandingkan pria. Pada wanita insidennya sekitar 2 per 1000, dibandingkan hanya 0,6 per 1000 pada pria. Pada wanita hamil, kandung empedu menjadi lebih rendah dan batu empedu bisa berkembang. Hormon wanita dan penggunaan pil KB juga diduga ikut berperan.
  • Obesitas.
    Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang kuat untuk batu empedu, terutama di kalangan wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan memiliki BMI lebih dari 32 memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk mengembangkan batu empedu dibandingkan yang memiliki BMI antara 24 s.d. 25. Risiko meningkat tujuh kali lipat pada wanita dengan BMI lebih dari 45.
  • Genetik.
    Bila keluarga inti Anda (orangtua, saudara dan anak-anak) memiliki batu empedu, Anda berpeluang 1½ kali lebih mungkin untuk mendapatkan batu empedu.

Diagnosis
Kebanyakan batu empedu ditemukan secara kebetulan dengan USG perut atau pemeriksaan sinar-X. Mereka disebut “batu diam” (silent stones) yang tidak menunjukkan gejala.

Penanganan

  1. Obat-obatan.
    Selain untuk memerangi kolik akut dan rasa nyeri, obat-obatan juga dapat digunakan untuk memecah batu empedu. Pengobatan memerlukan setidaknya 6 sampai 12 bulan dan berhasil melarutkan batu pada 40-80% kasus. Penggunaan obat direkomendasikan bila gejala ringan dan batu-batunya kecil atau operasi dinilai terlalu berisiko.
  2. Pembedahan.

    Pasien dengan batu empedu yang sangat mengganggu mungkin harus menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedunya. Pembedahan bisa dilakukan secara terbuka (kolistektomi terbuka) atau tertutup (kolistektomi laparoskopik). Bedah terbuka adalah cara klasik untuk mengangkat kandung empedu. Prosedur ini membutuhkan insisi perut dan pasien harus dirawat di rumah sakit selama lima sampai tujuh hari. Kolistektomi laparoskopik adalah prosedur baru di mana kandung empedu diambil dengan selang berlampu(disebut laparoskop) melalui insisi kecil di perut. Dokter bedah melakukan pembedahan dengan melihat ke monitor televisi. Dengan bedah ini, pasien meninggalkan rumah sakit lebih cepat.

Tips untuk Anda

  • Jika Anda telah memiliki batu empedu, Anda perlu membatasi makanan berlemak dan memperbanyak makanan berserat, karena serat dapat mencegah pembentukan batu empedu lebih lanjut.
  • Bila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan secara bertahap sangat penting untuk mencegah dan meminimalkan keluhan batu empedu.
  • Tidak mengudap sebelum tidur. Makanan kecil sebelum tidur dapat menaikkan garam empedu dalam kandung empedu.
  • Membiasakan minum kopi dan makan kacang-kacangan. Selain berbagai manfaat lainnya, ada beberapa bukti bahwa kopi bisa mengurangi risiko mengembangkan batu empedu, setidaknya pada orang berusia 40 hingga 75 tahun. Dalam sebuah studi pengamatan yang melacak sekitar 46.000 dokter laki-laki selama 10 tahun, mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi berkafein setiap hari mengurangi risiko pengembangan batu empedu sampai 40%. Dalam studi lain, konsumsi kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya juga berhubungan dengan risiko yang lebih rendah untuk kolesistektomi. (American Journal of Clinical Nutrition vol 80, no. 1, hal 76-81).
Iklan

Apakah Guru Harus Sudah Sempurna..??

Assalamu ‘alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh…

Kadang ada sahabat yang datang dengan penuh keraguan kemudian bertanya: apakah Anda sudah tercerahkan sampai berani-beraninya mengajarkan pencerahan?

Meminjam pengalaman para tetua, ada 3 jenis guru pencerahan.

  • Pertama, guru tipe raja.
  • Kedua, guru yang menyerupai kapten kapal.
  • Ketiga, guru yang belajar menjadi penggembala domba.

Maknanya :

  • Dalam tipe raja, seseorang hanya boleh mengajarkan pencerahan bila sudah tercerahkan.
  • Namun dalam kelompok guru kapten kapal lain lagi. Guru dan murid sama-sama menaiki kapal yang sama. Nanti ketika sampai di seberang, keduanya mengalami pencerahan secara bersamaan.
  • Dan dalam kelompok guru penggembala domba, yakin dulu dombanya sudah bisa makan secara aman nyaman, baru kemudian penggembalanya boleh makan. Artinya, murid yang mengalami pencerahan dulu, kemudian baru gurunya boleh terbang ke alam pencerahan.

Dengan kata lain, tidak selalu harus tercerahkan dulu baru boleh mengajarkan pencerahan. Penggembala domba tampaknya paling mulya. Ia tidak memikirkan pencerahan dirinya sendiri. Hanya membimbing, membimbing dan membimbing orang lain. Setelah tugasnya selesai, kemudian ia baru boleh memikirkan terbang ke alam pencerahan.

Di dalam Tarekat, seorang Guru Mursyid diharuskan mempunyai sifat KAMIL MUKAMIL, “sempurna dan menyempurnakan”. Dalam konteks pemahaman umum, seorang guru yang sempurna terkadang di sebutkan sebagai sebuah sosok makhluk yang suci seperti malaikat. Sebagian yang lain menyebutkan guru yang sempurna adalah seorang manusia yang sangat ahli di segala bidang, Fiqih dan tasawufnya haruslah sempurna. Sebagian yang lain menilai seorang Guru yang sempurna adalah sebagai sosok makhluk yang Maha Shakti, “Ora Tedas Tapak Palune Pandhe Sisane Gurinda, di tumbak lakak-lakak, dibedil mecicil”. Tidak mempan segala jenis senjata tajam dan peluru senapan. Waskito lan sidik peningal, weruh sakdurunge winarah.  Bermata tajam, tahu sebelum terjadi. DLL.

Adanya berbagai kriteria yang melangit terhadap seorang guru tersebut, justru pada akhirnya membuat umat banyak yang salah arah dan kebingungan dalam mencari seorang pemimpin dan pembimbing bagi perjalanan kesadaran ruhaninya. Sehingga pada suatu ketika dia telah dipertemukan dengan seorang Guru yang sebenarnya sudah tepat, tetapi karena tidak sesuai dengan standard yang dia pegang. Maka diapun menolak berguru kepada orang tersebut.

Jangankan umat yang masih awam, bahkan para ahli spiritualpun tidak sedikit pula,  yang mengejar kualitas-kualitas tersebut di atas sebagai sebuah jubah kebesaran agar dirinya disebut dan di angkat orang lain sebagai seorang Guru, seorang Syekh, atau seorang Mursyid, dll….

Dan di situlah letak kesalahan dan kekeliruan umat serta beberapa guru spiritual tersebut. Karena akhirnya yang menjadi tujuan dan yang dipandang adalah sosok manusianya atau jubah kebesarannya. Dan bukan kepada yang Maha Sempurna yang telah menciptakan dirinya.

Hakikat sejatinya manusia itu tiada yang sempurna dan tiada yang mencapai kesempurnaan yang betul-betul paripurna. Jadi bila kita meletakkan pandang kepada sosok manusianya, maka kita akan menjadi salah dalam menghadap dan tersesat dalam melangkah.

KAMIL MUKAMIL, atau Sempurna dan menyempurnakan itu sejatinya adalah fiil sifat yang datangya Dari sisi Tuhan Yang Maha Sempurna. Itulah Nuurun ‘ala Nuurin, Cahaya Di Atas Cahaya. Jadi yang bersifat Sempurna dan dapat menyempurnakan diri guru serta murid-muridnya itu adalah Cahaya Allah swt yang berada di dalam sisi terdalam dari ruhaniah sang Guru. Jadi yang sempurna dan menyempurnakan itu bukanlah sisi Zahiriyah guru, akan tetapi sisi Ruhaniyah Guru yang telah mewarisi Cahaya Nur Muhammad dari Rasulullah. Dalam bahasa jawa, sosok guru tersebut telah memperoleh anugrah Wahyu Dyatmiko.

Jadi dalam hal ini, seorang Guru Mursyid yang Kamil Mukammil dalam konsep yang sebenarnya adalah sebagaimana di gambarkan di awal tulisan ini. Yaitu seorang guru yang bertype Kapten Kapal. Dia dan murid-muridnya menaiki bahtera yang sama, dan sama-sama memperoleh penerangan dan pencerahan dari Cahaya Allah. Bagaikan sebuah kafilah yang sedang berjalan berombongan menempuh jalan yang lurus menuju kepada cahaya. Bukankah perjalanan Rasulullah SAW juga demikian, pemimpin umat yang senantiasa berbaur di tengah umat…???  Dan bukankah semua sahabat dan umat Islam semuanya rindu untuk berkumpul dengan beliau di Surga nantinya…?? Bersama-sama di dunia dan di akherat dengan Rasulullah adalah dambaan semua umat Islam yang beriman. Right…??

Sahabat, Ketika sesuatu itu telah mencapai titik puncak tertingginya. Kemana lagikah dia bergerak…??? Tidak ada bukan..?? Artinya itu sudah berhenti atau mandeg…

Nah, perjalanan spiritual dalam mencapai pencerahan dan menggapai kesempurnaan itu tidak ada titik puncaknya. Manusia yang telah menggapai kesempurnaan diri Itu pertanda dia telah selesai dan paripurna dalam proses penyempurnaan dirinya. Dan tidak lama kemudian dia akan meninggalkan dunia yang fana ini untuk melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya di akhirat.

Mari kita ingat FAKTA SEJARAH ini, ketika Rasulullah telah dinyatakan oleh Allah swt telah sempurna agamanya (Spiritualitas beliau) dalam firmanNya :

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS. Al Maidah ayat 3 )

Masa turunnya wahyu dinyatakan berakhir setelah Nabi menerima wahyu terakhir yaitu surat Al-Maidah ayat 3 di atas yang diturunkan saat Nabi berada di padang Arafah guna melaksanakan haji wada’ (haji perpisahan) pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 H.

Maka, tidak lama kemudian beliupun wafat berlindung ke haribaan Ilahi Robby…….bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah.

Maka, bila ada manusia yg mengklaim dirinya telah sempurna. Sedangkan jatah hidupnya masih panjang. Maka pada hakikatnya itu hanyalah omong kosong belaka. Yang menandakan orang tersebut telah mengalami kemandegan spiritualitasnya…. Right…???

Pencerahan: Tujuan versus Perjalanan
Ada orang yang memandang pencerahan sebagai tujuan. Ia serupa dengan perjalanan panjang yang berat, susah dan jauh. Setelah melewati berbagai rintangan dan cobaan, kemudian ada kemungkinan terbukanya pintu pencerahan.

Dalam klasifikasi pencerahan sebagai tujuan, ada berbagai macam tanda dan ciri-ciri pencapaian meditasi. Dan tentu saja semua layak dihormati. Bagusnya tanda-tanda ini, ia bisa menjadi semacam pedoman perjalanan bagi banyak orang. Bahayanya tanda-tanda, ia bisa menjadi jebakan yang mencelakakan. Terutama karena di tingkatan tertentu, pencerahan dan pembebasan sesungguhnya tanpa kerangka, tanpa kriteria apa lagi konsep.

Namun untuk memenuhi dahaga sekelompok pencari yang memerlukan tanda-tanda (pencerahan sebagai tujuan), sejumlah guru Meditasi kerap menyebut 2 jenis pencerahan sebagai tujuan.

  1. Pertama, pencerahan dalam hidup ini. Ia ditandai oleh sudah berjumpanya seseorang dengan 3 jenis samadhi (konsentrasi). Dari samadhi of suchness (semua terlihat sempurna apa adanya), samadhi of illumination (semua kegelapan kebingungan mengalami keruntuhan menyisakan kehidupan yang terang benderang), serta samadhi of seed syllable (seseorang sudah mendengar, melihat dan meletakkan aksara suci di dalam batinnya).
  2. Kedua, pencerahan di akhir hayat. Setelah menjalankan praktek kesadaran yang dalam dan panjang, orang-orang jenis ini nasibnya serupa anak burung garuda. Kematian seperti pecahnya telur, begitu telurnya pecah langsung terbang ke alam pencerahan. Tentu saja ini hanya mungkin terjadi bila seseorang sudah melakukan persiapan latihan meditasi panjang dalam hidupnya.

Disamping pencerahan sebagai tujuan, pencerahan juga mungkin ditemukan dalam setiap perjalanan kekinian. Ada yang menyebutnya sebagai pencerahan-pencerahan kecil. Bila dikumpulkan bisa menjadi modal untuk mencapai pencerahan besar sebagaimana penjelasan pencerahan sebagai tujuan.

Dalam kelompok pencerahan sebagai perjalanan, juga tersedia 3 ciri yang layak direnungkan.

  1. Pertama, senantiasa belajar untuk memandang secara mendalam (semua mau bahagia, semua tidak mau menderita sehingga disarankan untuk banyak menyayangi, bila tidak bisa menyayangi cukup tidak menyakiti).
  2. Kedua, melakukan semua langkah keseharian dengan penuh kesadaran.
  3. Ketiga, apa pun yang terjadi dalam keseharian, semua hanya gelombang yang naik turun. Seperti gelombang samudera, ada gelombang besar ada gelombang kecil. Baik yang besar maupun kecil pada waktunya akan merunduk rendah hati mencium bibir pantai yang bernama kematian. Dan kematian, ia bukan perpisahan, melainkan arus balik memeluk kembali samudera pencerahan.

Siapa saja yang sudah menyatukan keseharian dengan meditasi (mingling life with meditation), akan mengerti pesan seorang guru: Enlightenment is so close, that’s why people don’t see it. Enlightenment is so simple that’s why people don’t believe it. Pencerahan sesungguhnya sangat dekat. Namun seperti buku, karena terlalu dekat orang tidak bisa membacanya. Pencerahan sebenarnya amat sederhana, namun karena pikiran menyukai kerumitan, maka orang pun tidak mempercayainya.

Tatkala cahaya pencerahan menyala, terlihat terang benderang bahwa apa yang selama ini dicari-cari dan ditakuti ternyata hanya mimpi. Dan Anda pun tersenyum karena pernah lama dicengkeram mimpi.

Merenda Tujuan dan Perjalanan
Kendati kedua pendekatan pencerahan sebagai tujuan dan perjalanan ini terlihat berbeda, namun ada benang merah yang bisa menyatukan keduanya. Keduanya sama-sama menggarisbawahi the awakened mind (batin yang sudah bangun dari tidur panjang seolah-olah gonjang-ganjing pikiran itulah kehidupan), dan hasil langsung dari batin yang sudah terbangunkan adalah the infinite compassion (kasih sayang tidak terbatas kepada semua mahluk).

Dalam bahasa yang lebih terang, keheningan (the awakened mind) yang tidak dipeluk kasih sayang tidak pernah diajarkan sebagai jalan pencerahan. Di jalan pencerahan, keheningan baru sempurna bila diisi dengan kasih sayang. Kasih sayang baru sempurna jika dilakukan dalam keheningan.

Sebagai akibatnya, setiap langkah keseharian (dari mandi, makan pagi, kerja, berdoa sampai dimaki orang) yang diterangi oleh kesadaran sekaligus kasih sayang, ia menjadi langkah-langkah pencerahan.

Pertama-tama, dalam kesadaran mendalam terlihat jelas bahwa gonjang-gonjing kehidupan (naik-turun, sukses-gagal, sehat-sakit) hanyalah putaran alamiah. Ia sesederhana malam yang berganti siang. Melawan putaran kehidupan, itulah penderitaan. Mengalir sempurna dengan putaran kehidupan, itulah pencerahan.

Begitu cahaya pencerahan muncul, semua hal yang membuat manusia menderita (ketakutan, keraguan, kekhawatiran), mirip dengan tali di tengah kegelapan. Karena gelap, kemudian rasa takut akan ular muncul. Begitu cahaya lampu dinyalakan, ketakutan menghilang. Itu sebabnya, salah satu lambang pencerahan adalah singa karena tidak memiliki rasa takut. Termasuk tidak takut akan kematian.

Uniknya, dalam terang cahaya pencerahan (di mana terlihat jelas semuanya hanya serangkaian saling ketergantungan sempurna yang kerap disebut kosong), keakuan (ego) sebagai sumber penderitaan lenyap, sekaligus memunculkan rasa lapar untuk senantiasa menyayangi. Bukan menyayangi karena ingin disebut suci, bukan menyayangi karena lapar dengan sebutan baik. Sekali lagi bukan!. Namun karena sifat alami mahluk tercerahkan itu penyayang.

Ia sesederhana kambing dan serigala. Bila kambing dikasi daging, secara alami ia menolak. Tanpa mencaci bahwa vegetarian itu baik, makan daging itu dosa. Jika serigala diberi rumput, secara alami ia menghindar. Tanpa mengumpat bahwa vegetarian itu bodoh, makan daging itu enak. Mahluk tercerahkan juga serupa, ia menyayangi bukan karena takut neraka serta serakah sama surga. Namun seperti halnya kambing dan serigala, sifat alami mahluk tercerahkan memang penuh kasih sayang.

Dan sekedar sebagai pedoman dalam mencari guru, sekaligus menjadi bahan untuk melihat ciri manusia yang ketempatan Cahaya Ilahi, dalam tradisi tua disebutkan bahwa mahluk tercerahkan itu mempunyai salah satu atau semua ciri sbb :

  1. Pacifying (ajaran dan kesehariannya menenangkan, menentramkan, mendamaikan), 
  2. Enriching (memperkaya wawasan dan pemahaman),
  3. Magnetizing (menjadi magnet yang menarik banyak manusia untuk berbuat baik, berbagi kasih sayang, berlatih meditasi/Zikrullah),
  4. Subjugating (bila harus menaklukkan orang lain, ia menaklukkannya dengan kasih sayang).

SERTIFIKASI MASSAL SISWA NAQS DNA

Assalamu ‘alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh…

Sahabat, Saat ini siswa NAQS DNA sudah tersebar luas di seantero nusantara, Hongkong, & Malaysia. Bulan-bulan kemarin, Data siswa belum saya himpun dalam sebuah arsip administrasi yang tertib lagi teratur. Jadi saya tidak tahu saat ini jumlah siswa ada berapa, siapa saja, dan di mana saja. Karena banyak juga yang belajar tanpa izin dan kemudian tidak melanjutkan untuk membina tali silaturahmi dengan saya.

Oleh karena itu, Demi tertib administrasi dan penataan manajemen pendidikan NAQS DNA selanjutnya. Saya menghimbau siapa saja yang betul-betul berminat menjadi siswa NAQS DNA. Manfaatkanlah dan ikutilah program Master Penghusada (M.Ph) yang saya adakan. Sehingga anda resmi terdaftar sebagai siswa, praktisi dan terapist NAQS DNA yang mempunyai SERTIFIKAT RESMI NAQS DNA yang saya tanda tangani. Jadi keanggotaan anda resmi terdaftar di dalam Data Base kami.

PROGRAM SERTIFIKASI MASSAL BERTUJUAN :

  1. Pendataan Siswa.
  2. Penataan manajemen pendidikan NAQS DNA. Menyambut era tinggal landas di tahun 2012.
  3. Penataan Nomer Induk Siswa, pertanggal 17 Oktober 2011, Nomer Induk Siswa sudah saya cantumkan di dalam sertifikat sebagaimana Contoh sertifikat di atas. Jadi keanggotaan anda resmi terdaftar di dalam Data Base kami.
  4. Standarisasi Mutu & Kualitas siswa.

LAMA PROGRAM SERTIFIKASI MASSAL :

  • Program Sertifikasi Massal ini kami rencakan berlangsung hingga akhir tahun 2011.

So, segera ikuti PROGRAM SERTIFIKASI MASSAL SISWA NAQS DNA. Dan jadilah warga NAQS DNA YANG RESMI dan telah saya akui sebagai anggota keluarga terhormat dari keluarga besar NAQS DNA.

Jangan risau mengenai biaya Pelatihan program Master Penghusada (M.Ph), Biaya yang saya tetapkan itu bersifat fleksibel. Jadi anda dapat mengajukan permintaan keringanan kepada saya melalui inbox FB atau email atau sms. Sehingga biayanya terjangkau oleh saku anda. Karena yang terpenting bagi saya adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada umat.

SEKIAN, TERIMA KASIH.
Wassalamu ‘alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh…

PELATIHAN MASTER PENGHUSADA M.Ph.
Sahabat, melalui pelatihan Master Penghusada ini. Kami akan membuat Pelatihan spiritual & Healing ini menjadi begitu mudahnya bagi anda, percaya ataupun tidak asal anda mengikuti langkah-langkah yang saya berikan maka anda akan dapat menemukan pengalaman yang mengasyikan dalam hal spiritual, healing, serta pemecahan masalah sehari-hari. Tekhnik NAQS DNA kami rancang sedemikian mudahnya semudah anda membalikkan telapak tangan anda tanpa ritual & tirakat yang memberatkan anda. Belajar metode NAQS DNA itu mudah, dan akan memudahkan hidup & kehidupan anda.

Melalui Attunement NAQS DNA, Kami akan menyetel frekwensi diri anda agar dapat selaras dengan Energy kesadaran, Energi Alam Semesta yang di ridloi Allah swt, Serta Sistem Energi Alam Maha Kosmos (Alam Ketuhanan) yang sebenarnya adalah sesuatu yang alami dan merupakan potensi fitrah umat manusia. Dalam hal ini Kita tidak akan bertentangan dengan alam & Tuhan, akan tetapi kita akan selaras dengan kehendak alam & Tuhan. Metode NAQS DNA berlandaskan Sunnatullah (Hukum Alam) yang universal sifatnya sehingga bisa digunakan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Serta berlandaskan Kitabullah selaras dengan tuntunan Allah swt, sehingga bagi umat Islam juga akan sangat aman menggunakannya tanpa takut terjebak pada kesyirikan serta aman bagi iman tauhid kaum muslimin wal muslimat semuanya.

Dengan selaras dengan Tuhan maka kita tidak akan terlalu lelah dan terlalu banyak mengeluarkan energy dalam mengahadapi segala problematika kehidupan. Hidup menjadi ringan dan Kesuksesan menjadi sedemikian mudah di raih sehingga seolah-olah tanpa upaya sama sekali (Effortless success). Menguras tenaga dan energi sebenarnya tidak terlalu perlu untuk dikeluarkan, apabila kita selaras dengan kehendak Tuhan. Dengan terhubung dengan Energi Cahaya Ilahi maka kita akan selalu tersuplai dengan energy yang berlimpah dan tiada batas.

Quantum Husada adalah Pelatihan dalam bidang terapi energi & Perwujudan Daya Cipta (Rahasia Praktek dari The Secret) untuk mewujudkan segala cita-cita dan hajat anda, dalam pelatihan ini anda akan di didik menjadi seorang Terapis yang handal. Sekelas dengan seorang Master Energi Reiki. Dan Anda Akan diberikan pelatihan tekhnik-tekhnik pengembangan diri serta tekhnik-tekhnik penyembuhan dengan energi spiritual. Seketika itu juga anda akan mampu menyalurkan energi kesembuhan untuk diri sendiri dan orang lain, baik untuk pasien yang ada di hadapan anda ataupun pasien yang berada dimanapun jua (Jarak Jauh). Serta tekhnik-tekhnik penyembuhan massal, sekaligus mengirim energi kesembuhan untuk ribuan orang secara sekaligus. Melakukan Programming energi, yaitu menyalurkan energi kesembuhan dengan kekuatan fikiran anda. Anda juga akan di ajarkan tekhnik-tekhnik Materialisasi, sebuah tekhnik untuk mewujudkan segala hajat, impian, dan cita-cita. dll.

Manfaat Dan Kelebihan QUANTUM HUSADA NAQS DNA

Berikut ini adalah manfaat yang akan anda peroleh jika mempelajari QUANTUM HUSADA NAQS DNA :

  1. Meningkatkan & menjaga kesehatan diri anda secara efektif
  2. Memberikan anda kesempatan untuk membantu sesama dalam pelayanan penyembuhan
  3. Meningkatkan energi tubuh anda dalam hidup sehari-hari.
  4. Membantu menenangkan pikiran, sehingga anda akan menjadi lebih mudah untuk bermeditasi & Mengonsentrasikan Pikiran.
  5. Membantu anda untuk menstimulasi ketenangan di hati.
  6. Meningkatkan pengertian anda akan kasih (rahmat) Tuhan.
  7. dll

Berikut ini adalah kelebihan QUANTUM HUSADA NAQS DNA dibandingkan dengan tehnik yang lain :

  1. Mempelajari QUANTUM HUSADA NAQS DNA itu sangat mudah & cepat, bahkan hanya dalam beberapa jam saja sudah bisa.
  2. Tidak ada tehnik yang sulit untuk dapat menyalurkan Energi Cahaya Ilahi, hanya sekedar menempelkan tangan saja.
  3. Anda akan memperoleh banyak manfaat setiap kali anda menyalurkan Energi Cahaya Ilahi, sekalipun untuk orang lain.
  4. Energi Cahaya Ilahi bekerja & mengalir secara otomatis, dan akan berhenti sendiri jika energinya sudah mencukupi kebutuhan organ yang sakit. Serta anda tidak perlu menjadi seorang ahli melihat aura ataupun ahli mengenai segala penyakit, dll. Karena Energi Cahaya Ilahi akan secara cerdas menyeimbangkan apapun kondisi ketidak seimbangan di dalam diri pasien atau diri anda yang mengakibatkan munculnya rasa sakit dan penyakit.
  5. Anda aman dari terkontaminasi energi negatif yang berasal dari pasien.
  6. dll

Cara Belajar Quantum Husada NAQS DNA
Yang anda butuhkan untuk belajar QUANTUM HUSADA NAQS DNA :

  1. Seorang Master Pengajar (Trainer/Instruktur) QUANTUM HUSADA NAQS DNA yang sah.
  2. ATTUNEMENT dari Master Pengajar (Trainer/Instruktur) QUANTUM HUSADA NAQS DNA yang sah
  3. Buku Petunjuk Manual
  4. Praktek Sehari-hari

TAHAPAN MENJADI SEORANG MASTER NAQS DNA :

  1. TA’ABBUT ► PATUH & DISIPLIN
  2. TADZAKKUR ► PROSES INTERNALISASI NUR MUHAMMAD KE DALAM JIWA.
  3. TAFAKKUR ► PROSES TUMBUHNYA PEMAHAMAN, INOVASI & KREATIFITAS.
  4. KHALIFAH/MASTER ► MELAYANI UMAT MANUSIA SEBAGAI BENTUK PENGABDIANNYA KEPADA ALLAH SWT.

Fasilitas :

  1. Modul Pelatihan : BUKU PANDUAN MASTER PENGHUSADA + CD FILE MATERI PELAJARAN PILIHAN + VIDEO.
  2. Sertifikat Master Penghusada (M.Ph.) NAQS DNA
  3. Life Time Support : Konsultasi Langsung, atau Konsultasi Via Telfon, SMS, Chatting, Milis Yahoo Group, Atau Facebook Group. dll..

Biaya Investasi Normal :

  1. Dalam negeri (Indonesia ) Rp. 750.000,-
  2. Luar Negeri + Ongkos Kirim Rp. 950.000,-

SUBSIDI :
Bagi siswa dari golongan yang tidak mampu, biaya kami tetapkan sbb :

  • Untuk siswa dalam negeri (Indonesia). Rp. 200.000,- hanya mendapat sertifikat + CD. Untuk bukunya silahkan di print sendiri. ► Berlaku sampai dengan 01 November 2011.
  • Untuk siswa dalam negeri (Indonesia). Rp. 300.000,- Mendapat Modul Pelatihan lengkap (Sertifikat + Buku Panduan + CD). ► Berlaku sampai dengan 31 Desember 2011.
  • Untuk siswa yang berada di luar negeri . Rp. 500.000,-.► Berlaku sampai dengan 31 Desember 2011.

Nb.
Penentuan kemampuan siswa ini bukan saya yang menentukan, tetapi dari fihak anda sendiri. Berapakah jumlah uang yang pantas dan saat ini mampu Anda keluarkan untuk investasi di dalam bidang  kesehatan, kesuksesan & kebahagiaan anda..?

Dan yang terpenting adalah program ini Insya Allah sangat bermanfaat untuk anda sekeluarga serta merupakan moment terpenting untuk perkembangan kesuksesan anda di masa-masa mendatang.

Bonus :
A. Paket the secret (ebook + video). Dll. :

  1. VIDEO THE SECRET + Get Rich + thesecret visualisasi indonesian teks
  2. ebook The Secret
  3. ebook Wealth Strategy ala Kiyosaki
  4. ebook Roadto TheGreatSuccess
  5. ebook Rahasia Sukses Ekonomi Cina
  6. ebook The Law Of Attraction

B. PAKET MEMBUKA MATA KETIGA, INDRA KE-ENAM, & ASTRAL PROJECTION (ROGO SUKMO) :

  1. Tekhnologi Otak untuk aktivasi Mata Ketiga
  2. ebook Kupas Tuntas Mata Ketiga
  3. ebook hakikat Khodam
  4. ebook Indra ke enam & parapsikologi…
  5. ebook Aktivasi Mata Ketiga, Kupas Tuntas Indra Ke enam + Tekhnologi digital Mind Power utk aktivasi Mata Ketiga (PINEAL GLAND ACTIVATION). ebook terbaru “The Secret” Try before you die.

PERSYARATAN UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PENGIRIMAN PAKET :

  1. Harap menulis Nama Lengkap sesuai KTP, dan mencantumkan Alamat Lengkap, Dan Nomer Telfon atau HandPhone yang bisa dihubungi.
  2. Untuk pengiriman dalam negeri, wajib mencantumkan KODE POS.
  3. Untuk pengiriman Luar Negeri, wajib mencantumkan Nomer Telfon atau Handphone.
  4. Untuk pengiriman Luar Negeri, tambah Ongkos Kirim Rp. 200.000,-
  5. Setelah Transfer Donasi, wajib konfirmasi via SMS atau telfon. Agar segera bisa diproses.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.” ( QS. Ali Imran 3 ; 160 )

PENGASUH NAQS DNA
Mas Eddy Sugianto C.Ht.
Alamat : Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
Kecamatan Ujung Pangkah – Kabupaten Gresik
Jawa Timur – Indonesia
HP : 081231649477
Telfon Rumah : (031)-3940577
Email :
info@naqsdna.com
semutraja@ymail.com

Donasi dan Support anda dapat disalurkan ke Pengasuh NAQS DNA melalui BANK BCA & BANK BRI, Jangan lupa konfirmasi via SMS atau email setelah transfer :

Bank BCA
No. Rekening : 7900330582
Atas Nama : Edi Sugianto
Bank BRI
No. Rekening : 7005-01-000078-50-3
Atas Nama : Edi Sugianto

INFO SELENGKAPNYA KLIK DI SINI…..

Sukses Dengan Ikhlas

Sahabat, Saat kita mencoba mengerjakan sesuatu dengan niat yang terfokus (focused intent), yang terjadi adalah malah kita secara otomatis menggiatkan kinerja conscious mind (otak kiri) kita. Hal ini membatasi kita untuk mengakses unconscious mind (right brain) yang memiliki kemampuan processing bermilyar-milyar kali lebih cepat dibanding conscious mind.

Dalam banyak buku self-help sering diterangkan bagaimana kita membuat intent (niat) untuk mencapai apa yang kita inginkan. Selama ini banyak orang yang beranggapan intent sebagai “something that we want to happen”. Oleh karena itu conscious mind kita berusaha mencari intent yang positif dan membahagiakan.

Seringnya kita diajari bagaimana membuat intent yang sifatnya 3P: Positive, Precise, Present. Jadi intent didefinisikan diawal dan diusahakan untuk terjadi karena kita percaya skenario seperti itu yang paling bagus. Intent seperti ini bisa saja berhasil. Namun biasanya saat tidak berhasil, kita mungkin merasa gagal dan berpikir ada proses yang salah.

Conscious mind kita memiliki kemampuan terbatas. Hanya mampu memproses 5-10% dari realita yang terjadi. Oleh karenanya, intent yang kita definisikan dari conscious mind bersifat limiting (membatasi). Kita cenderung fokus pada apa yang kita inginkan. Disitu ada wanting (keinginan) dan expectation (harapan), yang apabila tidak terpenuhi bisa menimbulkan kekecewaan dan rasa frustasi. Akhirnya kita merasa tidak berdaya karena gagal mencapai yang kita inginkan.

Mendefinisikan intent dari conscious mind memberi kesan seolah-olah kita tahu yang terbaik, padahal barangkali ada lagi yang lebih baik kalau kita bersedia untuk ikhlas dan let go (berserah diri).

Untuk mengakses the power of Unconscious Mind, fokus kita bukan pada “apa yang kita inginkan” tapi justru pada “let go”. Dengan let go kita melepaskan diri dari expectation tentang bagaimana segala sesuatunya mesti terjadi. Lantas kita pun membuka diri untuk menerima skenario lain yang lebih baik dibanding skenario yang kita pilih. Let go mengizinkan kita untuk bersyukur dalam menerima apa yang kita inginkan dan juga merasa nyaman untuk menerima seandainya yang kita inginkan itu tidak terjadi. Dalam kondisi ini kita tidak merasa powerless atau gagal.

Unconscious mind memiliki kemampuan processing bermilyar-milyar kali lebih cepat dibanding si conscious. Melalui let go kita mengaktifkan unconscious mind yang memiliki akses ke infinite potentials (potensi tak terbatas) di alam raya ini.

Bagaimana caranya kita fokus pada let go, bukan pada apa yang kita inginkan?

Misalnya Anda sedang mengalami kesulitan finansial. Fokus Anda bukan pada intent yang 3P, dimana Anda ingin Rpxxxx uang misalnya. Anda cukup bertanya, misalnya: “Seandainya kondisi finansial saya berbeda, apa yang saya rasakan?” Jadikan pertanyaan ini sebagai INTENT. Lantas observe (perhatikan) apa yang BERBEDA – bukan apa yang sama – dari feeling Anda. Tanyakan sekali lagi, misalnya: “Seandainya keinginan saya untuk punya uang tidak ada, bagaimana rasanya?”. Perhatikan feeling yang berbeda dan rasakan.

Barangkali Anda lantas merasa ada kelegaan di hati. Anda mungkin melihat gambar balok es mencair. Barangkali Anda mendengar suara yang bilang “sebentar lagi kamu kaya”. Apa saja, yang jelas tanpa dibuat-buat. Melalui hati, rasakan seolah-olah apa yang Anda inginkan sudah terjadi sekarang. Perhatikan dan rasakan semua ini kemudian LET GOOOOOOOOOOO.

Seorang teman mempraktekkan ini dan beberapa jam kemudian dia memperoleh uang beberapa juta. Jauh melampaui “wildest imagination”nya, karena expectationnya sudah di let go. Seorang teman lain sembuh dari penyakit yang sudah menahun. Hanya cukup dengan bertanya dan let go.

Intinya: fokus kita bukan pada apa yang kita inginkan, tapi pada let go. Izinkan unconscious mind kita yang dengan multi-processor nya bekerja tanpa diganggu oleh kekhawatiran atau dan keragu-raguan.

Agama Itu Nasehat, Sampaikan Kebenaran Walaupun Itu Pahit

Assalamu ‘alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh…

Sahabat, menyampaikan kebenaran itu memang terkadang menuai konsekwensi yang pahit. Tidak jarang kita kemudian disalah fahami, dan bahkan kemudian menimbulkan kerenggangan dalam hubungan silaturahmi. Walaupun kebenaran itu sudah kita sampaikan dengan lemah lembut dan secara persuasif, akan tetapi tetap efek “MENTAL SHOCK” itu pasti ada. Karena apa yang kita sampaikan berbenturan dengan nilai-nilai yang selama ini dia yakini. Dan itu adalah fenomena yang wajar terjadi. Dan Sebagai Da’i, kita harus siap menghadapinya.

Reaksi dari orang yang mengalami “Mental Shock” atau “psychological shock” itu bisa bermacam-macam, tergantung tingkat ketahanan dan kelenturan mental masing-masing individu. Shock ini menggambarkan kondisi kaget atau merasa tidak menduga. Beberapa karakteristik yang ditampilkan dalam bentuk shock biasanya adalah reaksi-reaksi otomatis dalam tubuh misalnya tiba-tiba kepala pusing, emosi yang meluap-luap dalam bentuk : menangis, marah, kecewa, sakit hati, dendam, tersinggung, dll. Tinggi rendahnya shock yang mungkin dialami oleh individu bisa berbeda-beda dan tergantung pada kesiapan individu itu sendiri.

Nah, menghadapi hal yang demikian tentu kita harus bisa arif dan bijaksana dalam mensikapinya. Walaupun apa yang kita sampaikan itu adalah sebuah kebenaran, akan tetapi kesiapan mental seseorang untuk menerima kebenaran itu berbeda. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita padanya, karena itu artinya kita sudah dikuasai nafsu dalam menyampaikan kebenaran.

Sehingga dalam aplikasinya ketika kita menyampaikan sebuah nasehat kebenaran kepada seseorang dan ketika kita melihat bahwa yang kita sampaikan itu sudah menyentuh titik batas ketahanan mentalnya dan menimbulkan sedikit guncangan batin padanya, maka sebaiknya kita catat hal itu dan untuk selanjutnya kita pakai sebagai skala untuk mengukur tingkat kemampuan orang tersebut dalam menerima kebenaran. Dan untuk kemudian kita perkuat dulu, dia di skala itu jangan tergesa-gesa untuk menaikkan levelnya. Hingga tiba masanya ketika dia sudah cukup kuat dan siap untuk dinaikkan tahapnya ke tingkat kebenaran yang lebih tinggi.

Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah berpesan kepada Abu Dzar Al Ghifari agar mencintai orang miskin dan lemah dan supaya mengatakan yang benar meskipun pahit.

عَنْ اَبِى ذَرٍّ رض قَالَ: اَوْصَانِى خَلِيْلِى ص بِخِصَالٍ مِنَ اْلخَيْرِ. اَوْصَانِى اَنْ لاَ اَنْظُرَ اِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِى، وَ اَنْ اَنْظُرَ مَنْ هُوَ دُوْنِى. وَ اَوْصَانِى بِحُبِّ اْلمَسَاكِيْنِ وَ الدُّنُوِّ مِنْهُمْ، وَ اَوْصَانِى اَنْ اَصِلَ رَحِمِى وَ اِنْ اَدْبَرَتْ، وَ اَوْصَانِى اَنْ لاَ اَخَافَ فِى اللهِ لَوْمَةَ لاَءِمٍ، وَ اَوْصَانِى اَنْ اَقُوْلَ اْلحَقَّ وَ اِنْ كَانَ مُرًّا، وَ اَوْصَانِى اَنْ اُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. فَاِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوْزِ اْلجَنَّةِ. الطبرانى و ابن حبان فى صحيحه و اللفظ له، فى الترغيب و الترهيب

Dari Abu Dzarr RA, ia berkata,
“Kekasihku Rasulullah SAW mewashiyatkan kepadaku dengan beberapa kebaikan. :

  1. Beliau mewashiyatkan kepadaku agar tidak melihat kepada orang yang diatasku dan supaya aku melihat kepada orang yang di bawahku. 
  2. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya mencintai orang-orang miskin dan orang-orang yang lemah. 
  3. Beliau mewashiyatkan kepadaku agar aku menyambung hubungan sanak saudaraku meskipun mereka berpaling. 
  4. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya karena Allah aku tidak takut celaan orang yang mencela. 
  5. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya aku mengatakan yang benar meskipun pahit (akibatnya). 
  6. Dan beliau mewashiyatkan kepadaku supaya memperbanyak ucapan “Laa haula walaa quwwata illa billaah” (Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah), karena ucapan itu merupakan simpanan dari simpanan-simpanan surga”. 

[HR. Thabrani dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan lafadh ini baginya, dalam Targhib wat Tarhib 3: 337]

Agama itu nasihat.

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim)

Ternyata dalam hadits ini rasulullah saw menggambarkan hakekat agama, yakni agama islam hanya dengan redaksi yang terdiri dari dua kata “Ad-dien An-Anasiihah” agama itu adalah nasehat. Kata “an-nasiihah” yang berasal dari kata dasar “an-nushu” yang berarti sesuatu yang bersih dan hubungan yang baik. Maka jika kita mengatakan “nashaha al-`asalu” maknanya madu itu murni bebas dari campuran bahan yang lain. Dan ketika ada seseorang berupaya menjahit bajunya yang robek, maka pekerjaan terebut diungkapkan dengan kata “nashoha”, maka hubungan seorang yang sedang menasehati dengan orang lain yang sedang dinasehatinya seperti orang yang sedang memperbaiki (menjahit) bajunya. Demikianlah kata “An-Nasihah” itu dipakai untuk mengungkapkan sebuah harapan yang baik yang diingkan terjadi pada orang yang dinasehati.

Demikianlah ketika para sahabat mendengar Rasulullah saw mengatakan agama adalah nasehat maka bereka bertanya, “nasehat untuk siapa”, ternyata rasulullah saw menyebutkan sekian banyak obyek nasehat ; Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin umat islam dan seluruh umat islam.

Nasehat untuk para pemimpin dan umat secara umum berarti kehendak baik dari nasih (yang menasehati) kepada mansuh (yang dinasehati), sebagaimana pengertian yang sering dipakai untuk mendefiniskan nasehat. Adapun nasehat untuk Allah ,Kitab dan Rasulullah, sesuai dengan asal katanya, yaitu adanya keserasian hubungan. Dimana seorang muslim yang memegang teguh agamanya akan mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, Kitab dan Rasul-NYa.

Maka yang dimaksud nasehat kepada Allah swt adalah beriman kepada-Nya, beribadah tanpa dicampuri dengan aktifitas kemusyrikan, ikhlas dalam melakukan segala ketaatan kepada-Nya, menjahui segala bentuk kemaksiatan, cinta dan benci kepada sesuatu karena DIA, mendukung kebaikan dan orang-orang baik dan begitu pula sebaliknya. Maka jika seorang muslim berpegang teguh dengan nilai-nilai ini manfaat baiknya akan kembali kepadannya baik di dunia maupun di akherat kelak.

Sedangkan Nasehat untuk kitab-Nya Adalah menunaikan hak kitabullah; Al-Qur’an, dengan menyakini bahwa Al-Qur’an kalamullah, mu’jizat terbesar diantara mu’jizat-mu’jizat yang pernah diberikan kepada para rasul, sebagai petunjuk dan cahaya. Selain itu juga membenarkan beritanya dan melaksanakan hukumnya. Maka seorang mukmin yang berpegang dengan nilai agamanya akan melakukakan hal-hal berikut ; membaca dan berusaha menghafal(menjaga)nya, meningkatkan kualitas bacaanya dengan lebih baik, mencoba mentadaburi kandungan maknanya, menunaikan pesan-pesan yang ada di dalamnya serta berupaya mendakwahkannya.

Adapun yang dimaksud nasehat untuk Rasul-Nya. Adalah beriman dan membenarkan apa yang dibawanya, mencintainya , taat kepadanya karena taat kepadanya adalah bagian dari taat kepada Allah swt, mempelajari dan mengajarkan sejarah perjalan hidupnya kepada generasi penerus, berupaya maksimal dalam meneladani beliau dan menegakkan sunnahnya.

Yang dimaksud dengan nasehat untuk para pemimpin, tercakup didalamnya penguasa dan ulama. Nasehat untuk penguasa pada intinya adalah mendukung kebaikan yang dicanangkanya dan sebaliknya mengingatkan mereka jika melanggar nilai-nilai kebenaran; membantunnya agar bisa menegakkan nilai-nilai keadailan dan ikut berusaha menjaga keutuhan umat, mendukungnya dalam menjalankan aturan yang benar serta merevisi aturan yang tidak tepat.

Sedang kepada ulama’ maka seorang muslim yang baik akan mencintai dan menghormati mereka, mendukung dakwahnya di jalan Allah, menyemangati mereka untuk mampu mengingatkan penguasa ketika salah, memberi masukan dan nasehat dengan cara yang baik jika mereka jatuh pada kesalahan, karena mereka juga masih manusia yang mungkin saja salah.

Point terahir yang disebut Rasulullah saw adalah nasehat untuk umat islam secara keseluruhan. Pada intinya kita diminta untuk memiliki kepedulain kepada mereka tidak hanya pada urusan materi tapi juga pada hal yang sifatnya non materi; mengarahkan mereka untuk menjalankan nilai agamanya, menasehati mereka agar tetap berada pada jalan yang lurus, mengembalikan mereka yang tersesat dari jalan kepada jalan yang benar, memberi mereka sumbangan ide-ide kebaikan jika mereka membutuhkan, menyemangati mereka untuk berani menghadapi hidup jika mereka terperosok kepada keputus asaan. Sebagian sahabat Rasul ada yang mengatakan :”jika kalian mau maka aku akan bersumpah atas nama Allah, bahwa hamba yang paling dicintai Allah adalah yang berupaya agar Allah mencintai mereka para hamba yang lain, dan berupaya agar para hamba itu mencintai Allah, mereka mengarungi kehidupan ini dengan senantiasa memberi nasehat”.

Sahabat, Tugas saya dalam mengemban misi dakwah ini memang tidak main-main, NAQS DNA awal berdiri di akhir tahun 2010 dengan warna asli sesuai dengan yg saya peroleh dari guru. Tetapi kemudian dalam perkembangannya, saya juga harus meletakkan Dasar-dasar Kurikulum Pelajaran sebagai Fondasi dalam pendidikan NAQS DNA yang diselaraskan dengan perkembangan zaman serta kondisi masyarakat. Dan itu terjadi selama kurun waktu setahun antara 2010 hingga 2011 ini. Dalam kurun waktu itu hingga kini, saya berjihad mengerahkan segala Tenaga, Harta, daya pemikiran, upaya, intuisi, & ilham fokus untuk menelurkan program-program dan materi dasar kurikulum NAQS DNA.

Apalagi awal kiprah NAQS DNA adalah di dunia maya, sebuah dunia baru yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Di sini manusia dari aliran pemikiran apapun akan bertemu. Dan warna dasar NAQS DNA yang sangat kental aspek ketauhidan dari aliran Tarekat (Tasawuf), tentu menghadapi tantangan dan ujian yang tidak sedikit. baik dari kalangan non muslim yang anti terhadap Islam, maupun dari kalangan Islam sendiri. Baik umat Islam golongan Radikal hingga Umat Islam golongan spiritual.

Dan alhamdulillah, pilar-pilar dasar pendidikan NAQS DNA sudah terbentuk dengan kokoh dan telah teruji lulus menghadapi berbagai tantangan. Serta secara aplikasinya bisa memberikan manfaat untuk masyarakat luas…. Dan Insya Allah tahun 2012, NAQS DNA sudah betul-betul siap untuk tinggal landas………

Sahabat, Di depan badai mungkin menghadang. Namun dengan kebersamaan dan persatuan yang lemah akan menjadi kuat, yang kecil akan menjadi besar, yang berat akan menjadi ringan, dan yang sulit akan menjadi mudah. Dalam kebersamaan yang pahitpun akan terasa menjadi manis. Semoga Allah menguatkan hati kita semua untuk senantiasa berkata yang benar meskipun akibatnya terasa pahit. Amin Ya Robbal ‘Alamin…

Wallahu A’lam…

Berfikir Dengan Jantung

Assalamu ‘alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh…

Sahabat, tentu anda sudah membaca tulisan saya yang berjudul Qalbu, Pusat Jiwa. Dalam artikel tersebut saya menegaskan bahwa secara metafisika dan spiritual, yang menjadi pusat spiritualitas atau Pusat Utama Jiwa seorang manusia adalah QALBU-nya, dimana dalam dimensi etherik/batiniahnya disebut dengan Lathoif Qalbu sedangkan dalam dimensi fisiknya di sebut dengan jantung. Sedangkan otak adalah pusat jiwa minor atau pusat jiwa kedua setelah jantung. Pendapat saya ini tentu saja bertentangan dengan pengetahuan umum yang ada saat ini, baik pengetahuan yang bersumber dari dunia dunia barat maupun pengetahuan yang bersumber dari dunia timur.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh ilmuwan barat bahwa pusat spiritual atau kecerdasan spiritual manusia itu berpusat di otak yang disebut GOD SPOT. Demikian juga spiritualis dunia timur yang berkiblat dari India & China mengemukakan bahwa pusat spiritualitas itu berada di Cakra Ajna & Cakra Mahkota, yang nota bene merupakan dimensi etherik/bathiniah dari OTAK.

Dalam tulisan kali ini saya akan menyajikan satu lagi karakter istimewa dari Jantung selain sebagai Pusat Jiwa, yaitu kemampuannya untuk memahami atau berfikir.

Allah swt berfirman :

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati (QOLBU / قُلُوبٌ / JANTUNG) yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati (QOLBU / قُلُوبٌ / JANTUNG)yang di dalam dada.” ( QS. Al Hajj : 46 )

Ayat ini menegaskan bahwa jantung (hati) itu berpikir dan sadar. Anehnya, sebagian ilmuwan akhir-akhir ini baru menemukan hubungan antara hubungan hati dengan kesadaran dan berfikir. Para ilmuwan sekarang baru berbicara tentang otak yang berada dalam jantung (hati) yang terdiri dari 40.000 neuron, yaitu yang kita sebut “akal” yang terdapat di pusat jantung. Akal inilah yang bertugas memandu otak untuk melaksanakan fungsinya. Oleh karena itu Allah menjadikan jantung sebagai sarana untuk memahami.

Dari sekian peneliti psychophysiological untuk hubungan otak dan jantung, beberapanya adalah John dan Beatrice Lacey. Melalui 20 tahun penelitian, mereka temukan bahwa jantung berkomunikasi dengan otak dalam cara-cara yang secara signifikan mempengaruhi bagaimana cara kita memandang dan bereaksi terhadap fenomena. Kedua peneliti itu juga menemukan betapa jantung sepertinya punya logika “anehnya” sendiri yang memiliki alur berbeda (dan mandiri) dari arahan dari sistem syaraf tak-sadar (autonomic). Jantung ini tampak selalu mengirimkan pesan sarat-makna kepada otak yang tidak hanya dipahami oleh si otak, namun juga dipatuhi. Maka menariknya, pesan dari jantung tersebut akan berpengaruh pada pilihan perilaku seseorang.

Pada 1991, Dr. J. Andrew Armour memperkenalkan konsep “otak jantung”. Hasil kerjanya menyatakan bahwa jantung memiliki sistem syaraf intrinsik kompleks yang sedemikian rumitnya hingga bisa dikata bahwa dia memiliki “otak kecil”nya sendiri. Jantung memiliki sistem sirkuit yang menjadikannya mampu bertindak independen atas otak – untuk secara mandiri belajar, mengingat, dan bahkan merasa dan mengindera.

Sistem syarat jantung terdiri dari 40.000 neuron yang disebut sensory neurites. Komunikasi antara jantung dan otak dilakukan melalui jalur afferent. Melaluinya, sinyal sakit (pain) dan sensasi rasa lain masuk ke otak, tepatnya yang disebut medulla. Lebih dari itu, ada juga sinyal yang terus masuk lebih dalam ke wilayah otak sedemikian rupa berpengaruh pada persepsi, pengambilan keputusan dan proses kognitif yang lain.

The heart is the most powerful generator of rhythmic information patterns in the human body.

Institute of Heartmath menemukan bahwa manakala pola ritme otak bersifat baik dan koheren, informasi syaraf yang dikirimkan ke otak akan memfasilitasi cortical function. Efek darinya adalah: kejelasan pikiran yang meningkat, kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik, dan meningkatnya daya kreatif. Sebagai tambahan, input yang koheren dan positif dari jantung cenderung akan membentuk cara pandang dan rasa yang baik.

Since emotional processes can work faster than the mind, it takes a power stronger than the mind to bend perception, override emotional circuitry, and provide us with intuitive feeling instead. It takes the power of the heart.”
~Doc Childre, founder, Institute of Heart.

Tentu ada sahabat yang bertanya, bagaimana dengan manusia yang mendapatkan operasi transplantasi Jantung. Atau Jantungnya di ganti dengan Jantung buatan ataupun Jantung Orang lain (Donor). Apakah jiwanya ataupun akalnya juga turut berganti identitas….??

Sahabat, Akal & Jiwa adalah merupakan bagian dari diri manusia yang berada di dimensi batiniyah atau ruhani. Sebagaimana yang sering saya ulas, bahwa sejatinya manusia adalah ruhaninya. Sedangkan tubuh jasmaninya hanyalah merupakan kendaraan bagi manusia selama hidup di dunia semata.

Jadi, walaupun seluruh organ dalam tubuh seorang manusia di gonta-ganti spare partnya. Baik otaknyakah, jantungnyakah, ataukah ginjalnya, dll. Jati Diri (Ruhani) manusia tersebut adalah tetap, hanya saja spare part fisik yang menjadi wadah spare part Ruhani sajalah yang berubah. Hanya saja, karena ada perubahan wadah, maka Karakter Jati diri ruhani kita akan sedikit mengadakan adjustmen dengan wadah yang baru. Dan itu bisa terlihat oleh orang lain sebagai perubahan karakter dan sifat.

Hal ini bisa dianalogikan dengan sebuah komputer. Dimensi ruhani manusia kita analogikan dengan Software komputer, sedangkan dimensi fisik manusia kita analogikan dengan hardware komputer. Nah, pergantian spare part hardware sebuah komputer tentu akan mempengaruhi kemampuan software dalam beroperasi dan menjalankan program-programnya secara optimal seperti biasanya apabila spesifikasi dari sparepart hardware pengganti tersebut tidak jelas atau berbeda spesifikasi sparepartnya dengan yang digantikan.

Bila pada komputer, spesifikasi kapasitas dan kemampuan sebuah spare part hardware adalah sudah jelas dan terukur. Sehingga pelaksanaan pergantian spare part hardware apabila masih dalam spesifikasi yang sama tidak akan mempengaruhi kinerja software. Tetapi bagaimana dengan spesifikasi spare part organ manusia….??? Sudahkah spesifikasi kapasitas dan kemampuan sebuah organ diketahui sepenuhnya oleh tekhnologi buatan manusia….??? Saya yakin belum…. Yang diketahui manusia mengenai spesifikasi organ tubuh manusia belum ada 1% dari kemampuan sesungguhnya organ tersebut.

Nah, bagaimana sebuah organ yang tidak jelas kapasitas spesifikasinya akan menggantikan organ manusia lain yang dalam hal ini sebagaimana sudah diketahui oleh umum bahwa setiap individu manusia adalah unik dan spesial. Mampukah organ pengganti tersebut menggantikan sepenuhnya keunikan dari organ lama…?? Komposisi Mind, Body, & Soul seorang manusia adalah unik. Perubahan dalam komposisinya akan mengakibatkan perubahan penampilannya. Apalagi bila yang digantikan itu adalah sebuah organ vital seperti jantung dan otak.

Pergantian organ akan mempengaruhi kinerja Jati diri manusia tersebut. Walupun organ pengganti itu merupakan organ donor dari organ manusia lain. Sedikit ataupun banyak, kinerja Jati Diri dalam mengaktualisasikan dan mengekspresikan dirinya akan terpengaruh, dan itu berakibat terjadinya perubahan dalam bersikap, berfikir, dan bertindak. Yang akan berbeda sedikit atau banyak dari karakternya dahulu.

Kesimpulannya :

  • Dalam hal proses berfikir dan memahami sesuatu, Jantung mempunyai kecerdasan tersendiri untuk memproses data dan informasi. Dan dalam hal ini, kecerdasan Jantung lebih bersifat ke arah kecerdasan intuitif/Laduni/Kasyaf yang bersumber dari Ilham Tuhan.
  • Operasi penggantian jantung ataupun otak tidak merubah identitas Jati Diri atau Ruhani manusia yang bersangkutan. Namun sedikit banyak akan merubah karakter dan sifat asli atau sifat lama dari manusia yang bersangkutan.

Wallahu A’lam..

Referensi:
Rollin McCraty, The Scientific Role of the Heart in Learning and Performance, Institute of HeartMath, 2003.
Qalbu, Pusat Jiwa Link : http://www.naqsdna.com/2011/10/qalbu-pusat-jiwa.html

Jangan Marah

Memendam kemarahan bagaikan menggenggam sebuah bara panas
dengan niatan untuk melemparkannya ke seseorang.
Sebenarnya dirimu lah yang terbakar.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)

Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan.”

Tips Menanggulangi Kemarahan

Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah:

  • Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
  • Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya.
  • Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
  • Duduk atau berbaring.
  • Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah.
  • Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.
  • Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.

Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan, “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).