Hewan Ajaib, Ular Berkaki Empat & Belut Gaib

Penemuan Ular Berkaki Empat Hebohkan Warga.
VIVAnews — Masyarakat Dusun Kepuh, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambalipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dihebohkan dengan penemuan ular yang mempunyai kaki empat. Ular itu ditemukan oleh Widoyo (35) yang sedang bekerja membenarkan septic tank di rumah warga bernama Suroyo.

“Saat saya sedang menyelesaikan septic tank, saya melihat ada binatang seperti ular kecil, namun bergerak dengan empat kaki,” kata Widoyo, Minggu, 11 September 2011.

Ular kecil berkaki empat tersebut ditangkap dengan menggunakan botol air mineral. “Saya giring ular berkaki empat itu ke arah botol. Setelah masuk botol mineral itu saya tutup dengan sobekan plastik,” paparnya.

Sementara itu, sang pemilik rumah, Suroyo mengatakan ular berkaki empat itu kini telah dimasukkan ke dalam toples. Ular berkaki empat itu kata Suroyo sangat mirip dengan kadal. Namun ukuran kakinya tak sesuai dengan panjang ular yang mencapai sekitar 20 cm dengan besar sejari kelingking balita.

“Kakinya empat, namun kecil-kecil. Kaki itu berfungsi normal dan dapat berjalan dengan cepat. Tubuh ular juga ikut menggeliat layaknya ular kalau bergerak,”tandasnya

Temuan ular berkaki emat pada hari Rabu (7/9) langsung menyebar ke tetangga dan kampung sebelah sehingga warga penasaran dan ingin melihat ular berkaki empat tersebut. “Warga berbondong-bondong datang ke rumah karena penasaran ada ular berkaki empat,” kata Suroyo.

Suroyo mengaku beberapa tetangga menyebut ular yang ditangkap tukang yang bekerja dirumahnya merupakan ular tanah. “Kata salah seorang pawang ular, nama ular tersebut adalah ular tanah. Namun anehnya mempunyai kaki empat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua RT, Slamet mengatakan sejak penemuan ular tesebut rumah Suroyo banyak didatangi warga yang penasaran bentuk ulat yang berkaki empat. “Hari Sabtu kemarin bahkan anak-anak SD Grogol datang untuk melihat ular berkaki empat itu,” ujar dia.

Larva Belut ‘Misterius’ Terekam Kamera
Seekor larva belut (leptocephalus) terekam kamera sedang berenang di lepas pantai sebelah timur Bali. Larva yang belum memiliki sel darah merah ini terlihat meliuk-liuk seperti kain transparan. (Sumber: youtube.com/ balireefdivers)

http://www.vivanews.com/embed/video/14859/

Bola Salju Kesuksesan

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…..

Sahabat, bila kita hidup berlandaskan Sunnatullah & Kitabullah. Maka diri kita akan senantiasa selaras dengan Alam Semesta & Tuhan. Sehingga kita dapat meraih kesuksesan dengan sangat mudah [Effortles Success]. Karena kita bagaikan menggelindingkan bola salju dari atas bukit. Maka walaupun kemampuan kita di awalnya hanya mampu membuat bola salju sebesar kemampuan telapak tangan kita membuat bola salju. Namun ketika bola salju tersebut sudah bergulir, maka Bola Salju tersebut akan membesar dengan luar biasa. Baca artikel saya yang berjudul : Effortles Success LINK : http://www.naqsdna.com/2011/08/sukses-itu-mudah-effortless-success.html

Hal itulah yg digambarkan dalam kalimat salam di atas. Pertama kita meraih kondisi SALAM yaitu keselamatan & kesejahteraan dalam tahapan dasar atau SURVIVE dalam kehidupan. Kemudian turunlah RAHMAT Allah yang memberi kekuatan pada kita untuk menembus batasan Nasib. Sehingga memunculkan kondisi ketiga yaitu BERKAH, atau peningkatan level kesuksesan yg tiada batas….. ITULAH DARUSSALAM…

Strategi mewujudkan effortles success :

  1. Visi : Akherat [Allah swt] ► berbuah ketenangan hati dan penyempurnaan kesadaran jiwa.
  2. Misi : Meraih kebahagiaan sejati yang holistik meliputi jasmani & ruhani.
  3. Target, taktik, & strategi. yang meliputi :

DIRI [Alam Mikrokosmos] :

  • A. Pengkondisian Diri. ► Jasad, Hati, & Fikiran. Bagaimana berzikir, berfikir, bersikap, dan bertindak yang tepat dan selaras dengan Sunnatullah & kitabullah.
  • B. Menumbuhkan Spirit Pembelajar (Tholabil Ilmi) yang tinggi.

DI LUAR DIRI [ALAM MAKROKOSMOS]

  • A. Secara sadar mengusahakan tercapainya Goal-goal yg di cita-citakan.
  • B. Bersikap Pro aktif & inisiatif dalam menjalin silaturahmi dan menebarkan kasih sayang.
  • C. DLL. Kembangkan sendiri taktik & strateginya. karena setiap manusia adalah unik dan punya sidik jari yg berbeda.

Nah, dengan demikian step by step realisasi effortles success akan tercapai. Effortles success dimulai dari keadaan kita saat ini, apapun keadaannya. saat ini kita baru mampu membuat bola salju sebesar kepalan tangan kita tetapi dengan berlandaskan sunnatullah & kitabullah maka nanti akan membesar di luar dugaan kita……..

Bayangkan mobil yang berjalan di malam hari. Lampunya hanya menerangi tiga puluh sampai enam puluh meter ke depan, tetapi Anda bisa bergerak dari Gresik sampai Jakarta dengan mengemudi mobil dalam gelap, karena yang perlu Anda lihat hanyalah enam puluh meter ke depaan. Dan begitulah hidup menguak di hadapan kita. Jika kita percaya bahwa ada enam puluh meter lagi yang akan menguak sesudahnya, dan enam puluh meter lagi sesudahnya, hidup Anda akan terus menguak. Dan pada akhirnya akan menempatkan Anda di tujuan yang sungguh-sungguh Anda inginkan karena Anda menginginkannya.

“Ayun langkah pertama dalam iman. Anda tidak harus melihat seluruh anak tangga. Anda Hanya perlu menapakkan kaki di tangga pertama, dan kemudian konsisten untuk melangkah”

Efek bola salju.
Coba anda temukan bagian dari tugas anda yang yang paling menyenangkan dan mulailah dari sana. Anda akan dengan mudah dan cepat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mungkin anda pernah mendengar tips mengerjakan soal ujian : mulailah dari yang mudah terlebih dahulu, tinggalkan dulu yang soal-soal yang sulit. Jika anda hanya berkutat pada soal yang sulit, anda akan stress dan kehabisan waktu, sementara masih banyak soal yang belum dikerjakan. Prinsip ini pun sama digunakan dalam menyelesaikan tugas atau proyek anda.

Ketika anda selesai mengerjakan bagian dari tugas yang menyenangkan, secara tidak sadar anda telah selangkah lebih maju menuju penyelesaian tugas atau proyek anda. Hal ini tentu saja akan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anda untuk menyelesaikan tugas-tugas berikutnya yang lebih sulit. Ketika anda berhasil kembali menyelesaikan, rasa percaya diri anda semakin tinggi lagi. Inilah yang disebut efek bola salju.

Demikian juga bagi seorang wirausaha [entrepreneur], Ketika baru memulai sebuah usaha. Hanya ada sebuah peluang yang terlihat di depan anda. Namun seiring waktu anda berbisnis. Maka akan terbuka lebar peluang-peluang usaha yang lain. Ambil contoh, anda membuka usaha Foto Copy. Di awal usaha anda hanya melihat peluang kebutuhan orang terhadap jasa foto copy. Namun seiring dengan perjalanan usaha anda, bisnis anda bisa berkembang menjadi percetakan atau penjilidan. atau Bahkan dari informasi yang anda dengar dari pelanggan, anda mungkin melihat peluang betapa ibu-ibu pegawai yang biasa foto copy ditempat anda kesulitan untuk mengasuh anak-anaknya sehingga anda tertarik untuk membuka bisnis penitipan anak, dll.

SPIRIT PEMBELAJAR SEJATI
Sahabat, sering siswa NAQS yang telah belajar Kuantum Makrifat berkonsultasi kepada saya. Mengapa dia semakin hari melihat dirinya sendiri semakin bodoh, seolah-olah tidak mengerti apa-apa. Namun anehnya ketika ada orang yang bertanya ataupun dia sendiri ada sesuatu permasalahan, dia dapat menjawab dan menyelesaikannya dengan baik.

Nuansa psikologis yang dialaminya ini bukan dibuat-buat, dia betul-betul merasa tidak tahu apa-apa. Karena sering juga saya melihat orang yang suka menyatakan diri tidak tahu apa-apa atau bersikap merendahkan diri, tetapi nuansa getaran emosi yang saya tangkap tidaklah demikian. Saya merasakan getaran kesombongan dibalik perkataannya tsb.

Nuansa psikologisnya yg mereka alami berbeda sekali ketika masih bermain-main di alam kesadaran Etherik atau kesadaran Prana dan kesadaran Astral. Yang mana setiap hari dia akan memandang dirinya sendiri semakin hebat dan merasa diri telah sempurna dan mengetahui segalanya. Siapapun yg mendalami dunia kanuragan, tenaga dalam, ilmu hikmah, ataupun kewaskitaan, akan memahami hal ini.

Nah, itulah sahabat. Peningkatan kesadaran yang murni yang merupakan hasil pendidikan Allah swt yang ditanamkan kepada Jiwa kita. Dan itu bukan hasil rekayasa olahan akal budi dan pikiran kita.

Kondisi mereka inilah yang di isyaratkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :
“ Dan barang siapa yang merendahkan hati karena Allah, niscaya Allah akan mengangkat martabatnya. Pada penglihatannya dia kecil tetapi dimata orang orang banyak dia besar, Dan barang siapa sombong niscaya Allah meletakkannya atau merendahkan martabatnya. Dimata orang banyak dia kecil tetapi dimatanya sendiri dia besar sehingga ia lebih hina bagi kamu daripada anjing atau babi “. ( HR Thabrani )

“ Sesungguhnya Allah telah menurunkan wahyu kepadaku : berendah hatilah kamu hingga tiada seorangpun membanggakan diri kepada orang lain dan janganlah berbuat kejahatan seseorang terhadap orang lainnya “. ( HR Muslim )

Postingan ini juga sekaligus untuk menjawab pertanyaan dari siswa NAQS yang sudah bertanya kepada saya, atau yang mengalami hal serupa tetapi belum sempat bertanya kepada saya. Artinya apa yang terjadi itu sudah benar dan kalian sudah menapaki Jalan Yang Lurus, Shirothol Mustaqiem…. Jalan seorang pembelajar sejati.

Sebenarnya kita merasa bodoh itu timbul karena ketika kita mensyukuri ilmu dan anugerah yang kita miliki. Maka Pintu-pintu ilmu dari Gerbang Ilmu Pengetahuan akan di bukakan oleh Allah swt. Sehingga semakin kita banyak tahu, ternyata semakin kita merasa tidak tahu apa-apa…. Karena masih banyak Nur Ilmu [Ilham] yang belum berhasil kita pecahkan…. Dan ketika kita berhasil memecahkan dan menemukan penjabaran sebuah masalah, akan terbuka lagi persoalan baru untuk kita pecahkan… Ketika sebuah persoalan berhasil terselesaikan, maka pemahaman dan ilmu baru juga akan kita dapatkan. Dan itu membuka pintu pertanyaan untuk turunnya ilmu selanjutnya…..demikianlah salah satu cara Allah swt dalam mendidik dan mencerdaskan kita……… Baca juga artikel saya yang berjudul :  Mind Set : Inti Dari Self Learning. Link : http://www.naqsdna.com/2011/05/mind-set-inti-dari-self-learning.html

Tak Ada Menara yang di bangun dalam Satu Malam
Suatu pagi yang cerah seorang petani berjalan melintasi perkebunan. Petani melihat banyak tanaman tetangganya telah tumbuh cukup tinggi. Lalu teringat bahwa tanamannya sendiri masih kecil pertumbuhannya. Agar tinggi tanamannya bisa menyamai milik tetangganya,sang petani menarik batang tanamannya ke atas satu demi satu hingga tampak lebih tinggi dari yang lain. Lega dan bangga petani tersebut melihat karyanya yang dianggap luar biasa. Tetapi keesokan harinya, bencana menghampiri sang petani, semua tanamannya layu dan mati.

Pada masa kini seringkali kita jumpai banyak orang dengan segala cara ingin melampaui hasil yang dicapai orang lain. Seorang pelajar karena ingin mendapat nilai tertinggi akhirnya menyontek dengan cara yang super canggih, seorang penjual ingin mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dengan cara ‘menipu’ konsumen, seorang leader networker ingin mencapai posisi puncak dengan menyabotase jaringan temannya sendiri, seorang supervisor ingin dipromosikan dengan cara menfitnah atasannya sendiri, seorang ingin cepat dikenal dengan mencopy karya orang lain secara mentah-mentah, dan sebagainya. Salah jadi benar dan benar jadi salah.

Ketenaran, kekayaan, jabatan, penghargaan seringkali membuat orang lupa diri, serakah dan ujung-ujungnya menghalalkan segala cara demi mencapai ambisinya. Benarkah dengan cara seperti itu akan memperoleh sukses sejati yang penuh kebahagiaan?.

Barang siapa menabur angin, ia akan menuai badai. Barang siapa menabur kejahatan, ia pun akan menerima hasil buruk yang berlipat ganda. Hukum alam bekerja secara netral. Jika anda ciptakan sebab yang baik, akibat baik yang berlipat ganda pun akan anda dapatkan.

Banyak bisnis pada masa kini menawarkan jalan pintas meraih kekayaan berlimpah. Di media-media, terutama internet, saya menerima banyak sekali iklan penawaran cara kaya dalam waktu singkat. Hampir setiap bulan, saya membaca penawaran dari berbagai bisnis Network Marketing, mereka menawarkan menjadi milyader hanya dalam hitungan bulan, bahkan dalam hitungan minggu. Kenyataannya yang sukses bisa dihitung dengan jari.

Benarkah ada Sukses Instan ? Apakah benar-benar ada jalan pintas mencapai sukses ? Saya balik bertanya, apakah ada anak manusia yang bisa lahir sempurna dalam 1 hari, 1 minggu, 1 bulan ? Adakah menara kokoh yang bisa dibangun dalam satu malam ? Jika jawabannya tidak ada, demikian juga kesuksesan tak ada yang instan.

Alam semesta begitu sempurna dengan hukum-hukum alam yang begitu teratur. Segala sesuatu di alam ini mempunyai siklus dan waktu untuk tumbuh berkembang menjadi sempurna. Kalau anda benar – benar ingin mempraktekan rahasia sukses , pembelajaran yang paling mudah bisa anda dapatkan pada cara kerja seorang petani. Bagaimana seorang petani mulai dari mengolah lahan hingga panen raya, itulah konsep berpikir yang harus anda praktekan. Ada lahan yang subur, bibit yang unggul, air, matahari, pupuk, perawatan secara konsisten, cuaca yang sesuai, musim yang sesuai dan lainnya. Jika semua itu serasi dan seimbang, maka akan terjadi panen raya. Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan nyata, jika semua faktor kesuksesan telah dijalankan secara benar, pasti kesuksesan Sejati akan anda peroleh.

SALAM SUKSES..

Kesadaran Ruh Ilahi

Dalam diri manusia yang telah disempurnakan Allah sebagai manusia sejati (insan kamil) terdapat secuil ‘unsur yang sangat mulia,’ yaitu yang dibahasakan dalam Al Qur’an sebagai ‘Ruhul Quds’. Ruhul Quds bukanlah malaikat Jibril a.s., Jibril disebut sebagai Ruhul Amin, bukan Ruh Al-Quds. Ruh Al-Quds juga dikenal dengan sebutan Ruh min Amr, atau Ruh dari Amr Allah (Amr = urusan, tanggung jawab). Dalam agama saudara-saudara dari nasrani, disebut Roh Kudus.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّن الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku [Ruh min Amri Robbi], dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Al Israa’: 85)

Ruh-Nya atau Ruhul Quds ini bukan dalam pengertian bahwa Allah memiliki ruh yang menghidupkan-Nya seperti kita. Ruh ini merupakan ruh ciptaan-Nya, sebagaimana ruh yang menjadikan diri kita hidup sekarang, namun dalam martabat tertingginya, dalam tingkatannya yang paling agung dan paling dekat kepada Allah.

Dengan adanya Ruh yang berasal dari sisi Allah swt inilah manusia mempunyai kesadaran akan Tuhan dan bisa terhubung dengan Tuhan, Kesadaran bertuhan inilah yang saya sebut Kesadaran Ruh Ilahi. Ruh ini bersifat sebagai Cermin yang Suci dan jernih yang mampu memantulkan kembali Cahaya Nur Allah dan Sifat-sifat Allah yang Maha Agung, dan Mampu memantulkan kembali Getaran Cahaya Nama-nama Indah Allah swt (Asma’ul Husna). Sehingga menjadi terang benderanglah diri kita.

Roh itu termasuk urusan Tuhanku [Ruh min Amri Robbi] bermakna Hanya melalui Kesadaran Ruh Ilahiah inilah manusia mampu terhubung dengan Cahaya Allah yang memancar dari ARSY ALLAH atau Alam Maha Kosmos atau Alam Ketuhanan. Karena Kesadaran ini tidak muncul dan berasal dari kemampuan manusia dalam mengolah dan meningkatkan kesadaran spiritualnya, namun murni anugerah Allah swt. dari Alam Amr Tuhan

Apabila Ruh Ilahi diibaratkan nur yang terang benderang maka jasmani di ibaratkan suatu tempat yang gelap gulita semisal ruangan. Padahal tidaklah akan tampak terang suatu cahaya bila ia tidak bertempat pada yang gelap gulita. Begitu pula keadaan gelap pekatnya jasmani dikatakan gelap gulita bila tidak ada sesuatu yang meneranginya. Demikianlah pengertian “Ruh” sebagai “Nur” dalam istilah wahyu-Nya.

Setiap ciptaan memiliki ruh. Manusia (ruh insani), tanaman (ruh nabati), hewan (ruh hewani), bahkan benda mati pun memilikinya. Atom-atom dalam benda mati sebenarnya ‘hidup’ dan terus berputar, dan ruh bendawi inilah yang menjadikannya ‘hidup’. Karena itu pula, benda, tumbuhan, hewan, bahkan anggota tubuh kita kelak akan bersaksi mengenai perbuatan kita di dunia ini. Namun demikian, ruh-ruh ini bukanlah ruh dalam martabat tertingginya seperti Ruh Al-Quds.

Ketika Allah berkehendak untuk memperlengkapi diri seorang manusia dengan Ruh Al-Quds, maka inilah yang menyebabkan manusia dikatakan lebih mulia dari makhluk manapun juga. Termasuk lebih mulia dari Malaikat dan Iblis dan seluruh makhluk di alam semesta.

Allah swt berfirman dalam Surat Al Kahfi ayat 50, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”[QS. Al Kahfi : 50]

Dengan adanya kesadaran Ruh Ilahiah inilah seorang manusia mampu untuk mengakses dan menundukkan segala kekuatan yang ada di alam semesta tanpa khawatir terkena resonansi negatif  (Magnet Dunia/Hubbud Dunya) dari mereka. Allah swt berfirman :
“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Al-Jaatsiah; 13)

Perhatikan juga kata ‘Ruh-Ku’ dalam ayat 38:72, yang ditiupkan pada diri Adam saat penciptaannya:
“Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.”. (Q.S. 38:72)

Pada Adam as dan Isa as, dua manusia yang diciptakan-Nya langsung dengan ‘tangan-Nya’ tanpa melalui proses pembuahan, Kesadaran Ruh ilahiyah ‘penyempurna’ ini langsung ‘terbuka’ ketika mereka diciptakan. Karena itulah, dalam proses penciptaan Adam as, setelah ditiupkannya Ruh-Nya, para malaikat pun sujud kepada Beliau.

Sedang pada kita manusia biasa yang tercipta melalui proses alamiah atas kehendak-Nya, Kesadaran Ruh Ilahi ini masih terhijab dari kesadaran jiwanya. Sehingga Cahaya Ilahi belum dapat sepenuhnya memancar ke dalam hati dan diri kita.

Manusia biasa selain Nabi Adam as dan Isa as, untuk dapat terbuka kesadaran Ruh Al-Qudsnya, harus melewati perjuangan diri. Mereka harus membuktikan pada Allah bahwa mereka layak untuk dianugerahi ‘unsur’ yang paling agung yang bisa didapatkan oleh makhluk ke dalam jiwanya. Mereka harus mampu meningkatkan kesadaran dirinya hingga derajat kesempurnaan jiwa atau Insan Kamil.

Hal ini tentu saja tidak mudah dan membuat kesadaran Ilahiah ini menjadi konsep yang melangit dan tidak terjangkau oleh umat manusia. Oleh karena itulah karena sifat Kasih sayang Allah swt, maka setiap manusia bisa memperolehnya melalui MEKANISME & SISTEM HIDAYAH yang telah diberikan Allah swt untuk umat manusia melalui utusan-Nya yaitu Rasulullah saw dengan mendapatkan syafaat dari beliau dan para pewaris beliau..

Berikut ini adalah gambaran Mekanisme Hidayah menurut Al-Quran & Hadits :

Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.“( QS. Al Maidah 5:15 )

“Katakanlah (hai Muhammad), “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat (kitab-kitab)-Nya dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-A’raaf : 158)

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
( QS. Asy Syuura 42:52 )

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”( QS. Al An’am 6:125 )

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al Baqarah 2:272 )

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya (وَلِيّاً مُّرْشِداً).” (QS. Al Kahfi : 17 )

Sabda Rasulullah SAW :

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bahagian yang banyak.” (Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani)

Imam Syafi`i berkata,
“Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, Imam Waki’ bin Jarrah. Guruku lalu berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku juga berkata, ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang suka berbuat maksiat.’”

Ibn Al-Qayyim menulis bahwa,
Sesungguhnya ilmu adalah sinar yang diletakkan oleh Allah di dalam hati, sedangkan maksiat memadamkan sinar tersebut”

Nur AL-WASILAH, adalah Nur syafaat dari Rasulullah yang diberikan kepada umat manusia dan yang kemudian Beliau wariskan kepada para sahabat dan diwariskan secara berantai oleh Para Guru Sufi. Nur AL-WASILAH inilah yang kami warisi dari Guru kami, yang mana guru-guru kami tersebut bersambung hingga ke Sahabat Abu Bakar Ashiddiq.

Dengan adanya Nur Al-Wasilah yang ditanamkan ke dalam dada manusia, maka lapisan tubuh spiritual manusia pada dimensi atas termasuk Kesadaran Ruh Ilahiahnya akan terbuka hijabnya. Sehingga Cahaya Allah dapat menerobos ke relung jiwa dan hati manusia yang tergelap dan paling dasar sekalipun. Mengenai 7 Lapis Tubuh Energi Manusia, silahkan baca di sini… Link : http://www.naqsdna.com/2011/10/7-lapis-tubuh-energi-kesadaran-ruh.html

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”( QS. Az-Zumar 39:22 )

Tekhnik untuk memperoleh dan mewarisi NUR ini adalah melalui kekuatan hubungan bathin yang terbina dan terjalin melalui hubungan Silaturahmi dan keakraban secara lahir dan bathin dengan manusia yang sudah lebih dulu memperolehnya. Sebagaimana sahabat yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Sedangkan perangkat untuk menumbuh kembangkan NUR tersebut adalah diolah melalui Qalbu, syariat lahir, dan syariat batin.

Råsulullåh (shållallåhu ‘alaihi wa sallam) bersabda, yang artinya:
“Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah rådhiyallåhu ‘anhu berkata,
“Hati adalah raja anggota tubuh. Dan anggota tubuh adalah para prajuritnya. Apabila raja baik, maka baik pulalah para prajuritnya. Dan apabila raja busuk, maka busuk pulalah para prajuritnya.”

Dengan demikian, bagi manusia yang belum memiliki ‘unsur’ ini dalam dirinya, sangat wajar jika malaikat tidak akan tunduk padanya, dan dia memang belum layak untuk ‘disujudi’.

Jadi kurang tepat jika kita mengatakan dengan terlalu mudah bahwa manusia, atau kita, adalah makhluk yang paling mulia di alam semesta. Manusia baru menjadi makhluk yang paling mulia jika telah diperangkati Allah dengan ‘unsur : Kesadaran Ruh Ilahi’ ini. Jika belum diperangkati dengan unsur ini, bahkan kedudukan manusia bisa lebih rendah dari hewan ternak.

Perhatikan Firman Allah swt ini :
“atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).”(Q.S. 25:44)