Nuurun ‘Ala Nuurin dan 7 Lapis Kesadaran Manusia

Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh….

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونِةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”( QS. An Nuur : 35 )

SEKILAS MENGENAI ENERGI ILAHIAH NUURUN ‘ALA NUURIN ( نُّورٌ عَلَى نُورٍ):

Cahaya di atas cahaya ( نُّورٌ عَلَى نُورٍ), merujuk kepada pengertian frekwensi Getaran Energi Partikel Foton yang berlapis-lapis yang oleh ilmu fisika ditangkap dan digambarkan dalam spektrum Cahaya. Dan tentu saja Spektrum Cahaya yang dijelaskan oleh ilmu fisika itu mempunyai keterbatasan, Tekhnologi mikroskop nuklir dan segala varian terbarunya nanti tetap tidak akan mampu menangkap frekwensi cahaya yang berada di alam Ruhaniyah ataupun alam Kesucian (Alam Ketuhanan).

Para ahli astronomi menemukan bahwa Cahaya bintang ternyata bermacam-macam tergantung dari energinya: ketika Isaac Newton melewatkan cahaya matahari melewati sebuah prisma, itulah awal ketika kita memahami bahwa cahaya bintang terdiri atas berbagai warna yang mewakili energi yang berbeda-beda. Kira-kira dua abad kemudian kita mengetahui bahwa Cahaya ternyata adalah fenomena elektromagnetik, dan warna adalah representasi dari energi yang berbeda-beda. Di luar apa yang bisa kita lihat langsung dengan mata kita, spektrum energi cahaya ternyata sangat bervariasi: Dari cahaya energi rendah yang memancarkan energinya dalam panjang gelombang radio hingga energi tinggi, semisal sinar gamma.

Dalam fisika, warna-warna lazim diidentifikasikan dari panjang gelombangnya. Merah, misalnya, memiliki panjang gelombang sekitar 625 – 740 nm1, dan biru sekitar 435 – 500 nm. Kumpulan warna-warna yang dinyatakan dalam panjang gelombang2 (biasa disimbolkan dengan λ) ini disebut spektrum warna. Gambar di atas memperlihatkan rentang spektrum warna dasar yang lazim kita lihat sehari-hari.

Gambar di atas menunjukkan Spektrum cahaya berdasarkan panjang gelombang. Warna-warna ini adalah komponen dari cahaya putih yang disebut cahaya tampak (visible light) atau gelombang tampak. Komponen lainnya adalah cahaya yang tak tampak (invisible light), seperti inframerah (di sebelah kanan warna merah) dan ultraviolet (di sebelah kiri jingga).

Spektrum elektromagnetik merentang dari energi terendah (gelombang radio) hingga energi tinggi (sinar gamma)

Dalam kerangka teori kuantum, informasi elektromagnetik ini dibawa oleh partikel yang dinamakan photon. Benda langit seperti matahari memancarkan photon dalam seluruh energi namun dalam jumlah yang berbeda-beda, di mana photon dalam cahaya tampak (cahaya yang bisa dilihat mata kita) dipancarkan dalam jumlah terbanyak.

Untuk menangkap photon dari berbagai benda langit, astronom menggunakan berbagai alat. Mata kita tidak bisa melihat gelombang radio, pun juga sinar gamma, tetapi kita bisa membangun alat yang bisa melihat photon dalam energi radio maupun sinar gamma. Teleskop yang biasa kita kenal, dinamakan teleskop optik, adalah teleskop yang digunakan untuk menangkap cahaya tampak. Teleskop radio digunakan untuk menangkap cahaya dalam panjang gelombang radio, dan ada juga teleskop yang digunakan untuk mengamati benda-benda langit dalam panjang gelombang infra merah, ultraviolet, sinar-x, hingga sinar gamma. Kesemua ini digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih menyeluruh dalam rangka mengetahui hakikat benda-benda langit, karena tidak semua benda langit dapat diamati hanya dalam satu panjang gelombang. Sebagai contoh adalah pengamatan bintang-bintang muda. Bintang-bintang muda dilingkupi oleh awan gas yang tidak tembus cahaya tampak, namun sinar inframerah dapat menembus awan gas tersebut, oleh karena itu kita dapat mengamati proses pembentukan bintang dengan menangkap photon inframerah yang dipancarkan bintang-bintang muda tersebut.

Nah, dengan mengacu pada logika spektrum cahaya. Maka Cahaya Allah yang meliputi langit dan bumi inipun berlapis-lapis. Meliputi Dimensi Alam Esoterik (Alam Gaib) hingga Alam Eksoterik (Alam materi). Dan peralatan yang dapat di gunakan untuk menangkap Cahaya Ilahi inipun sudah di tiupkan oleh Allah swt ke dalam tubuh kita, Dialah Ruh Al-Quds yang merupakan kesadaran Ruh Ilahi kita. Namun secara alamiah, Ruh Al-Quds ini adalah terhijab dari kesadaran jiwa kita akibat kekotoran dari hati & jiwa kita. Beruntunglah Allah swt memberikan solusi kepada manusia agar terbuka Kesadaran Ruh Ilahinya ini dengan menurunkan Cahaya Wasilah (Frekwensi “M”) yang merupakan “jembatan” atau transmitter antara kesadaran manusia di alam jasad dengan Kesadaran Ruh Ilahinya. melalui utusan Allah swt yaitu Rasulullah Muhammad SAW.

NAQS DNA, menggunakan Energi Cahaya Wasilah Nuurun ‘ala nuurin sebagai jembatan penghubung di antara 7 level lapisan tubuh energi manusia. Sehingga cahaya Ilahi dapat menerobos hijab dan menerangi lapisan tubuh energi manusia hingga lapis yang terbawah yaitu tubuh fisik. Dan itu secara otomatis memberikan kemampuan pada manusia untuk memaksimalkan potensi 7 lapis tubuh energinya.

Cahaya Wasilah ini bila dalam ilmu biologi dan kimia dapat di sebut sebagai katalisator yang berfungsi untuk mereaksikan dua unsur atau senyawa kimia yang berbeda struktur molekulnya dalam tabung reaksi agar dapat terlarut dengan homogen.

Dalam hal ini Allahyarham Al-Mukarram Prof.Dr.H.Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya MA, MSc menjelaskannya sebagai berikut :

Sekarang kita tahu bahwa cahaya, atau radiated energy ‘berjalan’ seperti gelombang dengan frekwensi tertentu. Begitu pula sekarang kita tahu bahwa setiap benda, termasuk manusia, sebenarnya adalah energi (hanya saja kurang ‘liquid’ dibandingkan dengan cahaya) yang juga bergetar.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana hubungan antara sebuah sumber enersi yang bergetar bisa berhubungan dengan enersi benda yang juga bergetar?

Untuk dapat menerima cahaya, atau tepatnya, pembiasan aliran enersi dari suatu sumber cahaya/energi, setiap benda harus dapat beresonansi, yaitu bergetar pada frekwensi yang sama, dengan cahaya yang dipancarkan si sumber cahaya.

Contohnya,
pertama, lampu sodium kita lihat berwarna kuning karena atom sodium beresonan dengan atom pada retina mata kita yang diartikan oleh otak kita sebagai kuning. Begitu juga dengan lampu mercury yang berwarna biru. Manusia yang kebetulan melihat lampu sodium atau lampu mercury ini menerima pembiasan enersi sebesar kurang lebih 23 electron volt karena, cahaya-cahaya lampu ini termasuk visible light range yang mengandung enersi 2.5 electron volt.

kedua, hampir setiap benda dapat beresonansi dengan cahaya infra merah (berasal benda panas/hot objects, termasuk matahari, api, dll., yang berfrekwensi: 1011 sampai 1014 hz). Karena itu hampir setiap benda dapat menerima panas. Kertas yang kita taruh di sinar matahari atau dekat api akan terasa panas, artinya kertas tersebut mendapat biasan energi dari matahari atau api. Akan tetapi, kalau kita masukkan kertas yang sama ke dalam microwave (gelombang microwave, berasal dari electron yang aktip pada konduktor yang frekwensinya 10 sampai 1011 hz, jadi lebih rendah dan frekwensi cahaya infra merah) kertas itu tidak akan menjadi panas (baca: tidak menerima imbasan energi).

Hal ini disebabkan kertas tersebut (atomic structure-nya) dapat beresonansi dengan cahaya infra merah tetapi tidak dapat beresonansi dengan cahaya microwave.

Sekarang terjawablah pertanyaan kita di atas, yaitu suatu sumber cahaya/enegsi yang bergetar dapat berhubungan dengan benda yang juga bergetar apabila si benda dapat bergetar pada frekwensi yang sama dengan cahaya yang datangnya dari sumber cahaya/energi itu, sehingga keduanya beresonansi. Lebih dari itu kita juga tahu bahwa kalau suatu sumber cahaya berhubungan (baca: beresonansi) dengan suatu benda, hubungan menyebabkan terjadinya pengimbasan energi dari si sumber cahaya kepada si benda.

Telah jelas pada kita sekarang, bagaimana prosesnya sebuah sumber cahaya yang bergetar pada frekwensi tertentu dapat berhubungan dengan benda yang juga bergetar pada frekwensi yang sama. Akan tetapi, tujuan kita pada tulisan ini adalah untuk mendapat pengertian bagaimana caranya sebuah sumber cahaya yang bergetar pada frekwensi yang lebih tinggi dapat berhubungan dengan benda, termasuk manusia, yang bergetar pada frekwensi yang lebih rendah. Atau, dengan kata lain, yang ingin kita pelajari adalah bagaimana ilmu fisika menjelaskan judul tulisan kita : “Allah memimpin kepada cahayaNya siapa yang Ia kehendaki.”

Sebelum kita melangkah lebih lanjut perlu kita perjelas beberapa hal :
Pertama-tama, perlu kita sadari bahwa yang kita coba teliti di sini adalah perumpamaan. Ini kita laksanakan karena memang banyak sekali perintah Allah dalam Al-Qur’an agar kita menyimak perumpamaan –  perumpamaan yang dibuat-Nya di alam ini untuk dapat lebih mendekatkan diri padaNya. Mulai dari perumpamaan sarang laba-laba, lalat, unta, dan banyak lagi yang lain, termasuk mengenai cahaya seperti pada Surat An- Nur di atas.

Yang kedua, tidaklah dapat kita mengukur ‘frekwensi’ Allah, karena sesuatu yang kita bisa ukur berarti bisa didefinisikan. Sesuatu yang. dapat didefinisikan berarti definit (terbatas), karena itu, yang dapat kita ukur pasti bukan Allah yang tiada suatupun menyerupaiNYA (Al-Ikhlas:4). Yang kita tahu Allah adalah An-Nur/Maha Sumber Cahaya, Al-Qawiy/Maha Kuat, Al-Kohar/Maha Mengalahkan dan Al-Hasya/Maha Sempurna. Kata ‘maha’, kalau kita teliti betul, bukanlah berarti ‘tinggi’, atau ‘sangat tinggi’ seperti misalnya pada perkataan ‘maha’-siswa. Kalau kita teliti dari matematika, perkataan maha berarti ‘uncountable, beyond numbers’. Jargon matematikanya adalah ‘infinity’ ()Karena itu dalam pembahasan perumpamaan Allah ini memadailah kalau kita katakan bahwa ‘frekwensi’ Allah adalah Infinity.

Yang ketiga, dalam setiap pekerjaan, seperti yang dinyatakan Allah dalam Surat An-Nur ayat 37 diatas, haruslah kita mendasarinya dari (petunjuk) Allah (petunjuk Allah, yang dalam bahasa Arab disebut ‘diin’, sering secara sempit kita artikan melulu sebagai syari’at, aturan dari apa-apa yang terasa oleh indera kasar kita dalam beragama’).

Dengan mengambil ‘diin’ sebagai dasar pembahasan berarti kita bergerak dari alam rohani, karena, memang ‘diin’ itu berakar di sana. Inilah yang kita laksanakan pada tulisan ini. Kita ambil ‘diin’ (baca: tuntunan Allah) dalam Al-Qur’an yang berupa perumpamaan dan kita bahas perumpamaan ini, agar lebih teliti dan jelas, dengan memakai ilmu fisika. Sekarang marilah kita selidiki bagaimana sesuatu yang bergetar pada frekwensi tertentu dapat beresonansi dengan cahaya suatu sumber cahaya yang frekwensinya lebih tinggi dari frekwensi si benda itu.

Pada ilmu fisika ada dua syarat yang harus dipenuhi agar sesuatu benda dapat beresonansi dengan sumber cahaya yang frekwensinya lebih tinggi dari frekwensi benda itu. Masing-masing syarat ini mutlak dipenuhi, dan syarat yang satu melengkapi syarat yang lain. Dalam jargon matematik kedua syarat ini disebut “sufficient condition” akan tetapi masing-masing syarat disebut sebagai “necessary but not sufficient condition“:

  1. Pada benda itu tidak terdapat internal friction yang menghalangi gerak natural dari gelombang atomnya.
  2. Adanya apa yang disebut dalam jargon fisika sebagai Harmonics, yaitu adanya frekwensi-frekwensi lain yang frekwensinya adalah merupakan kelipatan dari natural frekwensi dari si benda tadi.

Contoh dari syarat pertama, misalnya, seperti kita waktu kecil bermain ayun-ayunan. Pertama kali kita bermain ayunan, segera kita alami satu pelajaran bahwa kalau kita mau ayunannya tetap berayun pada ketinggian yang sama haruslah kita bergerak seirama dengan gerak ayunan tersebut. Kita tunggu sampai di penghujung lambungan ayunan, baru kita ayunkan badan kita ke muka atau ke belakang untuk tetap mempertahankan ketinggian lambungan. Kalau kita ayunkan badan kita sebelum ayunan sampai di ujung lambungannya terjadilah benturan dorongan (internal friction) yang menyebabkan lambatnya gerak ayunan tersebut. Contoh lain, lumpur jauh lebih lambat menyerap panas (beresonansi dengan sumber cahaya infra merah) dan tidak dapat menjadi merah membara kalau dibandingkan dengan besi, misalnya. Ini terjadi karena banyak sekali internal friction (pada atomic structure) lumpur dibanding dengan besi.

Contoh dari syarat kedua, misalnya, kita dapati dari alasan mengapa dilarangnya barisan tentara berjalan dengan derap serempak sewaktu melewati jembatan. Frekwensi dari energi yang terbit dari langkah serempak barisan tentara kalau kebetulan harmonis (kelipatan) dengan frekwensi jembatan akan dapat menyebabkan robohnya jembatan itu. Hal ini dikarenakan bertambah tingginya frekwensi bergetarnya jembatan tersebut, sedangkan bahan dari mana jembatan itu dibuat tidaklah dirancang untuk dapat menerima frekwensi setinggi itu.

Contoh lain. Kesalahan rancangan pesawat jet propeled Electra adalah terjadinya suatu keadaan dimana frekwensi perputaran propeler-nya harmonis (kelipatan) dengan frekwensi bergetar sayapnya karena benturan angin. Sewaktu ini terjadi pesawat tersebut pecah berantakan.

Sekarang, bagaimanakah kita bisa pergunakan analogi dari kedua persyaratan ini untuk dapat ‘beresonansi’ dengan Allah SWT, Sumber Cahaya Yang Maha Kuat Maha Sempurna, yang Frekwensi-Nya Infinity?

Di atas kita sebutkan bahwa persyaratan pertama untuk dapat lebih mempertinggi frekwensi benda, termasuk manusia, adalah dengan meniadakan internal friction yang menghalangi getaran natural dari atomic structure dari benda itu. Dari ilmu fisika, diatas kita ambil contoh dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bermain ayunan.

Di alam rohaninya, menurut Allah, natural frekwensi manusia adalah frekwensi ‘yang menghamba/mematuhi’ frekwensi Allah:

Dan tiada kujadikan jin ‘dan manusia melainkan untuk menghamba kepadaKu”, (Adz-Dzariyat (51): 56).

Untuk menghemat tempat, selanjutnya marilah kita sebut frekwensi ini sebagai frekwensi ‘m‘ (manusia).

Seperti halnya contoh bermain ayunan di atas, ada hal-hal yang harus kita lakukan untuk tetap menjaga natural frekwensi ayunan itu, yaitu dengan mengayunkan badan kita ke belakang atau ke depan. Demikian pula, ada hal-hal yang harus kita lakukan untuk ‘menjaga’ natural frekwensi ‘m’, yang jelas dinyatakan Allah pada Surat An-Nur di atas, pada ayat 36 dan 37, yang intinya frekwensi itu adalah hidup “Lillah”.

Pemeliharaan natural frekwensi ‘m’ dalam pengertian ilmu fisika ini adalah identik dengan apa yang kita kenal dalam istilah agama sebagai Menegakkan Kalimah Tauhid,” Laa Ilaaha Illallaah”, yang menjadi sebagian dari Rukun Islam Pertama, yaitu Dua Kalimah Syahadat. Tanpa hidup “Lillah” dengan jelas, baik Al-Qur’an maupun ilmu fisika menyatakan tertutupnya pintu untuk dapat berhubungan (baca: beresonansi) dengan Allah. Karena, seperti kita jelaskan di atas, setiap benda bergetar dan beresonansi dengan cahaya yang frekwensinya sama.

Kalau kita tidak bergetar pada frekwensi ‘m’, tertutuplah kemungkinan untuk dapat beresonansi dengan sumber cahaya. yang frekwensinya lebih tinggi. Yang beresonansi dengan kita adalah sumber cahaya, atau sumber enersi, yang frekwensinya sama dengan kita, yaitu sumber energi selain Allah, baik itu namanya pangkat, keluarga, harta, bahkan surga sekalipun. Keadaan ini dinyatakan Allah sebagai Syirik, yang istilah agamanya diartikan sebagai “dosa yang tidak diampuni Allah” (An-Nisaa'(4): 48, 116), dan dalam ilmu fisikanya diartikan sebagai “tidak mendapat imbasan energi dari Sumber Energi yang frekwensinya Infinity.”

Syarat yang kedua adalah harmonics yaitu adanya frekwensi lain yang menjadi kelipatan dari frekwensi ‘m’ ini. Dalam kehidupan sehari-hari, di atas, kita ambil contoh bagaimana energi dari derap langkah barisan tentara yang bergetar pada frekwensi tertentu, kalau kebetulan harmonis dengan frekwensi si jembatan, dapat mempertinggi natural frekwensi si jembatan.

Menurut Allah, frekwensi yang harmonis dengan frekwensi ‘m’ adalah:

Katakanlah, (ya Muhammad)! Jika kamu kasih kepada Allah, maka hendaklah ikut saya, pastilah Allah mengasihi kamu dan mengampuni dosamu. Allah Pengampun dan Penyayang”. (Ali Imran (3): 31)

Dalam terjemahan fisikanya, ‘mereka yang kasih kepada Allah’ adalah frekwensi ‘m’, sedangkan ‘Muhammad’ adalah kelipatan dari frekwensi ‘m’. Ini bisa terjadi karena kalau Muhammad itu bukan kelipatan frekwensi ‘m’ mustahil Muhammad bisa diikuti (baca: beresonansi dengan) frekwensi ‘m’ seperti diperintahkan Allah Yang Maha Tahu pada FirmanNya di atas.

Apakah sebenarnya yang menyebabkan ‘Muhammad’ berfrekwensi kelipatan frekwensi ‘m’ (untuk menghemat tempat selanjutnya akan kita sebut ‘Muhammad’=frekwensi ‘M’)? Karena Allah mengatakan:

Tiada kami mengutus engkau (ya Muhammad), melainkan menjadi rahmat bagi sekalian alam “. (Al-Anbiyaa (21): 107)

Dalam terjemahan fisikanya, seperti kita sebutkan di atas, kalau terjadi hubungan (baca: resonansi) antara satu frekwensi dengan frekwensi lain, pada saat yang sama juga terjadi imbasan energi. Kalau Allah mengatakan pada FirmanNya di atas, bahwa “diutusNya Muhammad untuk menjadi ‘Rahmat'”, terjemahan fisikanya adalah “telah terjadi imbasan enersi dari Frekwensi Infinity ke frekwensi ‘M”. Adakah buktinya imbasan enersi dari Frekwensi Infinity ke frekwensi ‘M’ dan frekwensi ‘m’ pernah terjadi?. Allah menerangkan siapa sebenarnya yang berperang pada Perang Badar yang dimenangkan oleh Kaum Muslimin walaupun jumlahnya sangat sedikit dibandingkan jumlah musuh mereka:

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar… “(Al-Anfaal (8): 17).

Inilah sebabnya Allah (baca: Frekwensi Infinity) menekankan kepada orang yang beriman (baca: frekwensi ‘m’) betapa pentingnya bersalawat (baca: beresonansi) kepada Muhammad (baca: frekwensi ‘M’):

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya senantiasa bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (AI_Ahzab: 56).

Di atas tadi kita sebutkan bahwa persyaratan pertama, yaitu berfrekwensi hamba, frekwensi ‘m’, adalah jargon fisika untuk perkataan Menegakkan Kalimah Tauhid, Laa Ilaaha Illallaah. Sedangkan persyaratan kedua, beresonansi dengan frekwensi ‘M’ adalah jargon fisika untuk perkataan Muhammadar Rasuulullah.

Bersyukur kita pada Allah Yang Darinya Semua Ilmu Bersumber, terlihat oleh kita sekarang betapa ‘exactnya’ Islam itu. Tidak salahlah kalau Rasulullah mengatakan: “Islam itu Ilmiah dan Amaliah “ (H.R.Bukhari).

Nb. Frekwensi “M” inilah yang saya sebut sebagai Energi Cahaya Wasilah Nurun ‘Ala Nuurin, sekedar referensi mungkin anda perlu juga membaca artikel saya yang berjudul “HAKEKAT SHOLAWAT” & “PINTU MAHABBATULLAH

SEKILAS PROGRAM PELATIHAN NAQS DNA & LEVEL KESADARAN :

1. QUANTUM HUSADA
Di level ini energi ilahi Nurun ‘ala nuurin di proyeksikan untuk menyempurnakan dan memperbaiki kondisi tubuh energi praktisi di level :

  1. Tubuh Fisik,
  2. Tubuh Eterik atau Tubuh Prana,
  3. Tubuh Astral / Tubuh Emosi,
  4. Tubuh PIKIRAN/Tubuh Mental atau Tubuh Psikis,
  5. Tubuh SPIRITUAL (Jiwa level 3/Nafsu Radliyah)

2. QUANTUM SUCCESS POWER
Di level ini praktisi di latih untuk memaksimalkan potensi kesadarannya di level :

  1. Tubuh Fisik,
  2. Tubuh Eterik atau Tubuh Prana,
  3. Tubuh Astral / Tubuh Emosi,
  4. Tubuh PIKIRAN/Tubuh Mental atau Tubuh Psikis,
  5. Tubuh SPIRITUAL (Jiwa level 3/Nafsu Radliyah)

3. QUANTUM UNIVERSAL AWARENESS
Di level ini praktisi sudah mulai di latih untuk mengakses Alam Kesadaran dari Tubuh Jiwa Universal (Jiwa level 2/Nafsu Mardliyah).

4. QUANTUM MAKRIFAT
Di level ini praktisi di latih untk mengakses Alam Kesadaran Jiwa Universal Sempurna (Jiwa level 1/Nafsu Kamilah/Insan Kamil) dan Alam Kesadaran Ruh Al-Quds (Kesadaran Ruh Ilahi).

Nb.
Walaupun praktisi NAQS telah dapat mengakses 7 lapisan tubuh energinya dan memaksimalkan potensinya dengan baik. Tidak berarti proses pemurnian dan penyempurnaan kesadarannya telah sempurna dan paripurna. atau sudah selesai. Tidak begitu keadaannya. Akan tetapi Praktisi NAQS tetap harus melakukan pembersihan & pemurnian diri ( Kultivasi/Tazkiyatun Nafs) secara terus menerus seumur hidupnya.

Hal itu dikarenakan :

  1. Debu polusi duniawi merupakan potensi yang berbahaya yang setiap saat bisa menjadi hijab yang mengotori Jiwanya dan melemahkan potensi Nuurun ‘ala nuurin yang tertanam di dalam dadanya.
  2. Kemampuannya dalam mengakses 7 lapis tubuh energi itu masih berlangsung secara otomatis di alam bawah sadar dan belum sepenuhnya menjadi sebuah proses yang dapat dirasakan secara sadar. Sehingga dengan demikian praktisi masih tetap berkewajiban untuk meningkatkan kesadarannya akan 7 lapis tubuh energi itu secara sadar.

Demikianlah sekelumit penjelasan yg dapat saya sampaikan terkait dengan Energi Ilahi Nuurun ‘Ala Nuurin dan 7 lapis kesadaran manusia. Wallahu a’lam…

Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh….

REFERENSI & Artikel Terkait :

  1. Spektrum Energi Cahaya Ilahi
  2. HAKEKAT SHOLAWAT
  3. PINTU MAHABBATULLAH
  4. 7 Lapis Tubuh Energi & Kesadaran Ruh Ilahi
  5. Kesadaran Ruh Ilahi
Iklan

Profile Pendiri NAQS DNA

Assalamu ‘alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh…

Perkenalkan, Saya adalah praktisi di bidang Energi Metafisika dan juga guru besar dari metode pengembangan & pemberdayaan potensi diri NAQS DNA. Yang merupakan Metode pengembangan diri berbasiskan Energi Metafisika, kekuatan Jiwa, Mind Power, hati Nurani, Energi Ruh, & Energi Ilahi Nuurun ‘Ala Nuurin.

Dan khasanah keilmuan saya semakin bertambah sejak bergabung dengan rekan-rekan di Indonesian Hypnosis Society, untuk memperdalam pengetahuan saya di bidang MIND POWER. Sehingga materi pelajaran yang saya berikan pada peserta pelatihan NAQS DNA semakin diperkaya dan diperlengkapi dengan Metode Mind Power Technique dari dunia barat. Sehingga Racikan keilmuan NAQS DNA pun semakin manis dan tidak ketinggalan zaman sehingga banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat modern. Terutama sisi ilmiah kekuatan alam pikiran manusia dan potensi hati nuraninya.

Bisa dikatakan Mempelajari HIPNOSIS dan NLP mirip dengan mempelajari manual cara kerja otak (baca: pikiran) manusia. Dengan HIPNOSIS dan NLP tersebut, diharapkan agar kita bisa menjadi “tuan” atas otak kita dan bukan menjadi “budak”nya.

Bahkan bisa dikatakan, ketika Pengetahuan Mind Power Barat bertemu dengan Kearifan Dunia Timur. Maka banyak kemudahan yang bisa diberikan dalam proses belajar dan mengajar ilmu-ilmu pengembangan diri yang berbasis kekuatan Jiwa & Spiritual. Banyak methode timur yang tadinya menetapkan laku yang memberatkan siswa, dapat dipermudah dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat modern yang sangat efisien dalam menggunakan waktu. Namun dengan tetap memperhatikan sisi kualitasnya, sehingga memberikan hasil yang berkualitas tinggi bagi perkembangan siswa.

Bisa dikatakan, Spirit pembelajar di dalam diri saya memang sangat kuat. Saya tertarik dengan bidang pengembangan diri sejak masih duduk di bangku SD, bahkan buku MEMBANGKITKAN KEKUATAN BAWAH SADAR karya Dr. Joseph Murphy, D.R.S. Ph.D, DD, LLD sudah menjadi bacaan favorit saya ketika saya duduk di bangku Kelas satu SMA [Tahun 1988]. Demikian juga buku-buku psikologi, motivasi, inspirasi, serta buku-buku metafisika adalah makanan saya sehari-hari. Bisa dikatakan, saya termasuk kutu buku dan pelanggan tetap semua perpustakaan yang ada. Baik perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum di kabupaten.

Sebagai putra desa dari kalangan biasa, pergaulan saya terbatas dalam lingkungan tradisional. Apalagi background masyarakat desa saya masih kental dengan tradisi agama Islam tradisional dari NU. Sehingga untuk ilmu prakteknya, saya lebih banyak menekuni bidang Ilmu Hikmah, Ilmu Spiritual, dan Ilmu tasawuf. Berbagai gemblengan ilmu kanuragan pernah saya ikuti, mulai dari aliran Hikmah, Kejawen, dan ilmu-ilmu Pedanyangan/prewangan. Demikian juga berbagai aliran ilmu pernafasan Tenaga Dalam seperti Satria Nusantara, TETADA KALIMASADA, Padepokan Ilmu Sujud Tenaga Dalam Silat Tauhid Indonesia [STI], pandawa, dll. Semuanya pernah saya ikuti ketika masa remaja. Juga pelajaran bela diri karate, silat, dan KEMPO [SHAOLIN KUNG FU].

Namun seirama dengan perkembangan usia, banyak pencerahan yang saya peroleh. Hingga akhirnya dunia kanuragan itu sudah saya tinggalkan semua dan kurang lebih sejak tahun 1997 saya lebih mengkhususkan diri pada pengembangan diri di bidang peningkatan spiritualitas di tasawuf [Tarekat]. Memurnikan diri serta memurnikan akidah tauhid saya untuk bekal keselamatan di dunia dan di akherat. Karena terbukti bahwa ilmu tertinggi yang sebenarnya adalah ilmu selamat, dan bukan ilmu kanuragan.

Dan Alhamdulillah, perjalanan hidup saya dituntun & diberikan arah oleh Allah Swt untuk membaktikan keilmuan saya dan membagikan ilmu yang saya punya kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Program-program pelatihan di Quantum Tranceformation NAQS DNA. Yang kesemuanya itu pada mulanya tanpa saya rencanakan sebelumnya, bermula dari perbincangan di dunia maya (Facebook). Ternyata banyak yang berminat untuk belajar dan meminta solusi bagi permasalahan kehidupan mereka. Dan karena misi utama saya adalah mencerdaskan umat manusia dan agar saya terhindar dari dunia perdukunan, maka akhirnya berdirilah Persaudaran NAQS DNA. Yang memberikan pelatihan secara On Line & Off Line kepada masyarakat yang membutuhkan solusi untuk perbaikan dan peningkatan kwalitas hidup mereka. Dan Alhamdulillah saat ini NAQS DNA sudah tersebar luas di seluruh Indonesia, Malaysia, dan Hongkong.

Dan perlu saya tegaskan, bahwa semua keilmuan yang diajarkan di NAQS DNA merupakan ilmu generasi terbaru dari keilmuan saya. Artinya unsur-unsur energi metafisik yang kurang jelas dan berbau syirik sama sekali tidak kami gunakan. Apalagi penggunaan Jin, syetan dan lain sebagainya adalah sangat kami hindari. Keilmuan NAQS DNA murni mengolah kekuatan Jiwa & spiritual yang merupakan potensi dasar atau fitrah dari manusia, yang dipadukan dengan Energi Ilahiah Nurun ‘Ala nuurin yang kami peroleh dari dunia Tasawuf. Dan perlu diketahui, pengembangan diri dengan berbasis energi inti diri (RUH) atau peningkatan kesadaran Ruh ini tidak akan dapat berkembang dengan maksimal bila tercampuri oleh kekuatan non personal semacam jin ataupun syetan. Bahkan bagi kami keberadaan mereka bagaikan parasit yang hanya menghambat pertumbuhan evolusi spiritual dan peningkatan kesadaran yang kami lakukan.

Dan perlu kami tegaskan pula, bahwa kami memahami dengan dunia Gaib. Tetapi kami tidak ingin terlarut di dalam alam gaib. Teladan kami adalah Rasulullah Muhammad SAW, dan bukan Nabi Khidlir AS. Sehingga kami lebih suka melakukan pendekatan ilmu metafisika & spiritual ini dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan alamiah. Dan pola fikir ini juga yang kami warisi dari guru-guru pendahulu kami, Terutama dari jalur Tarekat Naqshbandiyah Kholidiyah.

Gen atau DNA (deoxyribonucleic acid)
DNA berisi semua informasi yang diperlukan untuk membentuk kehidupan. Gen menentukan fungsi dari sel dan terdapat di nukleus sel makhluk hidup. Kode genetik adalah kumpulan instruksi untuk membentuk protein. Protein bersama dengan air adalah salah satu zat terpenting dalam tubuh kita. Protein juga ditemukan dalam enzim-enzim yang penting untuk reaksi-reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh kita. Dengan kata lain, protein adalah dasar dari fenomena yang kita sebut sebagai kehidupan.

Sebuah penemuan yang revolusioner di abad ini mengungkapkan Fakta bahwa beberapa kemampuan tertentu tidak muncul secara spontan melainkan tersimpan secara laten di dalam gen kita. Dan baru muncul setelah diberikan stimulasi-stimulasi khusus, sehingga potensi laten tersebut bisa di manfaatkan dengan maksimal. Kemampuan alami ini ibarat sebuah pusaka atau pedang yang masih tersimpan rapat di dalam sarungnya, maka alangkah ruginya bila seorang pendekar maju di medan laga pertempuran kehidupan tanpa membawa senjata, Hanya Karena tidak tahu bahwa dia punya senjata pusaka dahsyat yang masih tersimpan di gudang pusaka.

Walaupun gen diperlengkapi dengan begitu banyak informasi, namun tidak seluruh informasi itu digunakan. Gen dalam nukleus ditranskripsikan kepada setiap RNA (ribonucleic acid) bila diperlukan. RNA dalam sel dengan segera diterjemahkan menjadi protein dan enzim, yang merupakan zat-zat paling penting bagi aktivitas sel. Namun, pada saat yang sama, mereka juga mencegah dibacanya informasi yang tidak perlu. Seperti mekanisme nyala padam (ON/OFF)pada peralatan listrik. Berdasarkan penemuan ini, penulis buku ini–Kazuo Murakami, Ph.D., ahli genetika terkemuka di dunia, pemenang Max Planck Research Award (1990) dan Japan Academy Prize (1996)– meyakini bahwa kita dapat mengaktifkan gen-gen kita yang bermanfaat dan menjadikan mereka berguna bagi kita, dan sebaliknya menonaktifkan gen-gen yang tidak bermanfaat.

Berdasarkan penelitiannya, Murakami berkali-kali menekankan kalau manusia dilahirkan untuk membuat keajaiban, tergantung dari keinginannya untuk mengaktifkan gen-gen yang positif dan memadamkan gen-gen negatif. Manusia bisa menjadi lebih superior selama ia mau memanfaatkan potensi-potensi yang tersembunyi didalam gennya sendiri.

Bukti bahwa terdapat gen-gen dorman (padam) yang baru akan nyala (aktif) jika dirangsang oleh pikiran dan lingkungan adalah hasil penelitian Francois Jacob dan Jacques Monod, dua orang ilmuwan yang bekerja di Institut Pasteur di Paris. Meeka menemukan sebuah fungsi yang mirip dengan tombol Nyala Padam (ON/OFF) saat bereksperimen dengan E. coli, bakteri yang biasa hidup di dalam usus.

Riset menemukan bahwa informasi dalam DNA yang menyerupai ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, maka dibutuhkan 100 tahun untuk menyelesaikan prosesnya. Ini berlaku untuk satu sel saja.

Karena DNA menyimpan semua informasi tentang organisme, maka secara teori semua sel itu sama dan dapat menggantikan kerja sel lainnya. Misalnya DNA pada sel syaraf memiliki DNA yang juga sama dengan sel kulit oleh karena itu seharusnya sel kulit dapat digunakan untuk meng-implan jaringan syaraf yang rusak. Namun teknologi kita belum memungkinkan hal tersebut.

Dalam organisme multiseluler, misalnya manusia, terkadang satu atau lebih sel mengalami pembelahan tidak sempurna -karena satu dan lain hal- yang mengakibatkan penyimpangan kinerja sel hasil pembelahan tersebut. Tapi hal ini akan segera diketahui oleh sel tetangganya dan dengan suatu mekanisme yang rumit memberitahukan penyimpangan ini kepada sel-sel daran putih untuk memusnahkan sel yang menyimpang tadi. Ini adalah efek dari informasi dalam DNA yang mengetahui bagaimana setiap sel seharusnya membelah, melakukan aktifitas, dan sebagainya.

DNA memberikan pengaruh terhadap kepekaan individu, daya tahan tubuh, insting dasar dan sebagainya. Dengan memanipulasi DNA kita dapat memperoleh hasil yang diinginkan terhadap kualitas individu. Saat ini dikenal adanya Rekayasa DNA yang secara progresif dikembangkan di seluruh dunia.

Bila DNA atau Deoxyribronukleic Acid sel manusia mengandung kode genetika yg berisi program utk membentuk kehidupan fisik & mental manusia. Maka kami Perkenalkan NAQS DNA yaitu kode genetika energi ilahi yg berisi program utk membentuk spiritual manusia agar menjadi manusia yg sempurna atau insan kamil (HOLISTIC PERSON).

Demikianlah sedikit perkenalan diri saya, wabillahi taufik wal hidayah. Ilahi Anta Maqsudi Wa Ridloka Mathlubi. Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

FILOSOFI NAQS DNA :
~ DARUSSALAM ~
Melatih Kekuatan Akal & Hati nurani
Berlandaskan Tuntunan Cahaya Ilahi
Meraih Kebahagiaan Sejati
Selamat, Sehat, Bahagia, Makmur, & Sejahtera
Di Dunia & Akherat

~ Ulil Albab ~
Mindset yang menSinergikan kekuatan Zikir & Fikir

Edi Sugianto, C.H. C.Ht.
Alamat : Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
Kecamatan Ujung Pangkah – Kabupaten Gresik
Jawa Timur – Indonesia
HP : +6281231649477
Telfon Rumah : (+6231)-3940577
Email : semutraja@ymail.com

RUTE ►
KOTA GRESIK ► MANYAR ► SEMBAYAT ► SEDAYU ► SEKAPUK.

DARI SURABAYA►
DI TERMINAL BIS OSOWILANGON SURABAYA, CARILAH BIS ARMADA SHAKTI JURUSAN SEDAYU. BISA LANGSUNG TURUN DI SEKAPUK. (Tanya Kondektur Bis)

PELATIHAN GRATIS KLIK DI SINI…

Ka Huna, Rahasia Pengetahuan Batiniah Hawaii.

Aloha! Salam bagi anda semua dan bagi samudera dan tanah ini, kepada angin dan angkasa! Saya ingin berbagi pengalaman dengan mengenai pusaka budaya Hawaii.

Huna adalah istilah Hawaii yang berarti “Tersembunyi” dan berhubungan dengan filsafat dan metoda yang dipergunakan oleh para mistik dan penyembuh sebelum zaman kristen Hawaii. Berasal dari akar kata bahasa Hawaii kuno “Ho’omana mana” yang berarti “menciptakan daya hidup”.

Dahulu kala di sebuah kepulauan Pasifik, ada para bijak yang menatap dunia, mengamati pola-pola alam, tingkah laku binatang dan tumbuh-tumbuhan, manusia, mereka sampai pada beberapa kesimpulan mengenai kehidupan, tentang apakah sebenarnya kehidupan itu, tentang bagaimana kehidupan ini berjalan. Mereka kemudian memberi nama pengetahuan baru ini, mereka menyebutnya Huna, Ka Huna, Rahasia, Pengetahuan Batiniah, pengetahuan tersembunyi.

Dari pengetahuan ini, mereka mengembangkan tujuh gagasan, tujuh prinsip, inilah yang akan dibahas disini. Orang yang melakukan ini, orang yang mempraktekannya disebut Kapua, mungkin sekarang dapat disamakan dengan Dukun. Mereka mempunyai cara yang sangat khas dalam memandang kehidupan ini.

  1. Ike -gagasan kita menciptakan realitas kita.
  2. Kala – tidak ada batas
  3. Makia – energi mengalir kemana pikiran tertuju
  4. Manawa – sekarang inilah saatnya
  5. Aloha – mencinta adalah berbahagia bersamanya
  6. Mana – semua daya datang dari dalam diri kita
  7. Pono – ukuran kebenaran adalah keefektifannya.

HO’OPONOPONO
Proses pengampunan yang paling kuat yang dapat ditemui adalah Ho’oponopono. Secara sederhana, Ho’oponopono berarti ‘membuat sesuatu menjadi benar’ atau ‘memperbaiki suatu kesalahan’, menurut orang Hawaii kuno, kesalahan berasal dari pikiran yang dinodai oleh ingatan masa lalu yang menyakitkan. Ho’oponopono menawarkan suatu cara untuk melepaskan energi pikiran yang menyakitkan atau kesalahan yang menyebabkan ketidak seimbangan dan penyakit.

Orang Hawaii kuno, psikolog dan psikiater ternama, menambahkan sebuah pendekatan psiko-spiritual untuk membuka kekuatan pikiran yang sangat kuat yang disebut Ho’oponopono. Mereka menggunakan pendekatan dinamis ini untuk melepaskan pengaruh negatif dari tindakan masa lalu dan masa kini dalam hidup dengan membersihkan secara spiritual, mental dan fisik melalui proses pertobatan, pengampunan dan transmutasi.

Ho’oponopono merupakan bagian yang tak terpisahkan dari filsafat dan cara hidup mereka. Proses ini menembus setiap jaringan keberadaan mereka – hubungan keluarga dan kegiatan mereka, pendidikan dan pelatihan anak-anak, nilai-nilai sosial, interaksi dan hubungan mereka dengan alam dan kosmos.

IKE, gagasan kita menciptakan realitas kita.

Pada saat ini bisa dikatakan: dunia adalah seperti apa yang kita pikirkan, kehidupan kita adalah mimpi, mimpi yang kita bagikan juga pada orang lain, yang kita bagikan kepada dunia yang kita sebut dengan kenyataan, muncul dari dalam, muncul dari pikiran kita, gagasan kita, keyakinan kita dan kesenangan kita. Semua hal yang kita pikirkan menghasilkan pengalaman yang kita alami. Bahwa dari malam muncul siang hari, dari pikiran muncul kenyataan.

Bila kita ingin merubah kenyataan ini, maka kita harus merubah diri kita sendiri. Merupakan pemborosan energi mengubah dunia luar seorang diri, tetapi kalau kita benar-benar ingin mengubah dunia luar, kita harus masuk kedalam diri kita dan menemukan tempat didalam diri kita yang menciptakan dunia luar, ubahlah itu. Ubahlah gagasan itu, ubahlah keyakinan akan kekurangan menjadi keyakinan akan kemakmuran. Ini adalah Ike, bekerja dari dalam untuk menciptakan perubahan diluar. Ini adalah gagasan yang terpenting, dan semua gagasan yang akan kita bahas kemudian berpangkal dari gagasan pertama ini.


KALA, tidak ada batas

Kala, seperti yang sudah disebutkan, tanpa batas. Berarti kita semua saling terhubung, masing-masing diri kita terhubung satu dengan yang lain, pikiran dan tubuh, roh dan manusia, bumi dan tumbuhan juga binatang dengan awan dan langit dengan samudera. Kita semua adalah satu, kita semua saling terhubung.

Kala juga mengatakan bahwa perpecahan adalah ilusi, tetapi karena kita dapat menciptakan realitas kita sendiri dengan pikiran kita, kadang-kadang kita menciptakan pengertian, keyakinan dan perpecahan dan karena kita yakin kita berpisah, kita menciptakan penyakit. Ketika pikiran terpisah dari tubuh, kita berpikir bahwa keduanya terpisah, dengan cara itu kita menciptakan penyakit. Ketika tubuh kita, diri kita terpisah dari orang-orang disekitar kita, ketika kita menciptakan perpisahan seperti itu didalam pikiran kita dan perasaan kita, maka terdapat penyakit didalam hubungan kita. Ketika kita merasa terpisah dari bumi, karena bumi adalah sesuatu diluar diri kita, maka kita menjadi sakit, begitu pula dengan bumi. Tetapi kala mengatakan bahwa sebenarnya dibawah semua pikiran tentang perpisahan, ada kesatuan yang sebenarnya. Dan kita dapat membuang semua gagasan, perasaan dan tindakan, tingkah laku dan pikiran mengenai perpisahan, kesatuan itu muncul bersama-sama. Hubungan itu tercipta lagi, kita menjadi sehat dan utuh didalam diri kita dan dengan dunia disekita kita. Ini adalah kala, ini adalah cara menciptakan hubungan lagi, sebuah pembebasan.

Mungkin anda pernah melihatnya di Hawaii, sebagai sebuah isyarat, orang mengatakan ‘gantungkanlah dengan longgar!’ Maksudnya sangat jelas, ini berarti bahwa kalau anda terikat kuat pada sesuatu, ketika anda menciptakan tekanan, berarti anda menciptakan perpisahan, kalau anda kendor, ketika anda santai, ketika anda membiarkan sesuatu mengalir, anda bertambah sehat, hubungan dengan segala sesuatu menjadi lebih baik, dan suatu hal yang menarik terjadi, ketika anda santai dan segala sesuatu mengalir, akan lebih mudah diubah. Kala tidak mengatakan bahwa anda harus menerima sesuatu seperti apa adanya, selamanya, tanpa perubahan; kalau anda santai, anda dapat lebih mudah mengubahnya. Itulah Kala.

MAKIA, energi mengalir kemana pikiran tertuju

Makia, energi mengalir kemana pikiran tertuju. Manakala ada aliran energi dan perhatian, suatu peristiwa akan terjadi. Manakala anda mengarahkan perhatian anda, dan tetap memperhatikan dengan cara itu kesebuah objek atau gagasan, maka aliran energi akan membawanya. Dan berdasarkan sifat pikiran anda yang seperti itulah aliran balik energi yang akan anda terima. Jadi kalau anda berpikir secara positif mengenai dunia disekitar anda, maka energi positif akan mengalir kembali. Tetapi bila anda mengeluarkan pikiran negatif tentang dunia disekitar anda, maka akibat negatiflah yang akan anda alami. Bila anda menaruh pemikiran mengenai kelimpahan, dan menjaganya dengan konsisten, maka kelimpahan akan mengalir kedalam kehidupan anda.

Kalau anda berpikir tentang kebahagiaan dan kegembiraan secara konsisten, maka kegembiraan dan kebahagiaan mengalir kembali kedalam kehidupan anda. Dan bila anda terpaku pada kekhawatiran dan kemarahan, maka kehidupan anda akan berisi dengan kekhawatiran dan kemarahan. Kalau anda terpusat pada kekerasan, kekecewaan dan penyakit, maka kekerasan, kekecewaan dan penyakitlah yang mengalir dalam hidup anda.

Anda mempunyai kemampuan, kemahiran yang mencengangkan, disebutkan dalam ilmu pengetahuan ini, perihal memutuskan bagaimana anda akan memusatkan pikiran anda, energi anda, perhatian anda, sehingga dengan demikian merubah apa yang mengalir kembali kedalam kehidupan anda. Kesemua prinsip dari ilmu pengetahuan ini, mulai dari yang pertama, mengajari anda bagaimana melakukan perubahan dari dalam sehingga akan membuat perubahan di luar.

MANAWA, sekarang inilah saatnya

Manawa adalah gagasan bahwa saat ini adalah saat kekuatan atau daya. Saat ini, disini, bahwa tidak ada daya di masa lampau, tidak ada daya dimasa mendatang, bahwa masa lalu tidak mempunyai kekuatan atas diri anda, bahwa anda adalah orang yang mempunyai kekuatan pada saat ini untuk mengubah apa yang anda pikirkan, dan kemudian, masa lampau dan pengaruh masa lampau, akan gagal menahan anda. Dari waktu ke waktu anda berjalan maju menempuh kehidupan dengan gagasan tentang diri anda sendiri dan tentang masa lampau, dan gagasan itulah, yang menciptakan realitas anda. Bila kehidupan anda penuh keindahan seperti yang dimiliki kepulauan Hawaii, maka anda menciptakan keindahan itu sekarang. Anda meningkatkan keindahan itu dengan menikmati dan menghargai keindahan itu sekarang. Bila anda berhenti menghargainya, bila anda mulai kehilangan rasa keindahan itu, maka tanah yang penuh keindahan ini juga akan kehilangan keindahannya, seperti yang terjadi di berbagai tempat di bumi kita ini. Tetapi semakin anda menghargai dan menikmatinya, anda semakin menguatkannya, anda semakin meningkatkannya.

Jadi bukannya akan menjadi apa diri anda nanti, tetapi apakah diri anda sekarang, inilah yang memciptakan apa yang anda punyai nanti pada saatnya, dan nanti, tidak terletak dihadapan anda, menanti anda bergerak maju dan membenturnya. Masa yang akan datang diciptakan pada saat sekarang ini oleh benih pikiran yang anda rencanakan saat ini. Kadang kala kita mempunyai rumput liar masa lampau, tetapi sekarang kita bisa mencabutnya, kemudian menanamkan benih baru dan menciptakan masa depan yang baru. Ketika kita terus berjalan, benih baru sudah tertanam, dan kalau suatu saat kita memutuskan untuk tidak menyukai apa yang akan dihasilkan oleh benih ini, maka setiap saat kita dapat mencabutnya dan menanam benih yang baru yang lain lagi.

ALOHA, mencinta adalah berbahagia bersamanya

Kebijaksanaan dasar Hawaii adalah Aloha, yang secara harafiah berarti “kami saling berbagi nafas kehidupan” – dan kita saling berbagi dalam segala hal. Termasuk dalam Aloha adalah menerima dan menghargai setiap orang dalam komunitas, saling memaafkan (kala) merupakan bagian penting dalam ritual sehari-hari.

Satu gagasan yang paling menakjubkan dari ilmu pengetahuan ini adalah Aloha. Aloha yang seringkali diartikan dengan Halo atau selamat berpisah. Kita membicarakan Aloha yang begitu sering digunakan sehubungan dengan persahabatan, tetapi sebenarnya jauh lebih dari itu, lebih dari persahabatan, lebih dari halo dan selamat berpisah, Aloha berarti cinta, murni dan sederhana, ini adalah arti sebenarnya dari kata indah itu, cinta.

Dan bahkan lebih mendalam lagi adalah menjadi bahagia. Berbahagia bersama sesuatu atau seseorang, ini adalah sebuah temuan yang sangat istimewa, rahasia yang paling mengagumkan dari ilmu pengetahuan yang ditemukan oleh masyarakat Hawaii, bahwa mencinta adalah berbahagia bersama diri anda sendiri, bersama orang lain, dengan alam disekitar anda, anda jatuh cinta, dan cinta harus dinyatakan, dan cinta selalu mengalir. Tetapi pada saat mengkritik, marah, merasa tidak senang, tidak menyukai orang disekitar anda, anda mengurangi cinta. Jadi karena cinta tidak berurusan dengan rasa sakit, cinta tidak berurusan dengan menyakiti orang lain atau merasa disakiti. Cinta adalah kebahagiaan, kegembiraan, persahabatan dan kesenangan dalam setiap hubungan, karena cinta adalah berbahagia bersamanya.

MANA, semua daya datang dari dalam diri kita

Mana adalah sebuah kata yang sering kali disalah artikan, dianggap hanya mempunyai satu arti; energi, tetapi sebenarnya Mana adalah sebuah gagasan yang berarti daya, kekuatan Illahi, kekuatan kreatif. Konsep Mana adalah adanya satu sumber dari segala kekuatan, sumber itu mengalir melalui masing-masing diri kita. Tidak hanya melalui kita sebagai makhluk hidup, tetapi melalui bumi sendiri, melalui setiap batu, setiap pohon, setiap awan. Mana adalah kekuatan batin yang memberi segala sesuatu kreatifitas.

Mana adalah kekuatan gelombang laut yang bergulung menuju pantai, mana adalah kekuatan angin yang mendukung awan dan burung-burung, Mana adalah kekuatan bebatuan yang kuat dan seimbang, Mana adalah kekuatan manusia untuk menjadi kreatif, dengan cara mereka sendiri yang unik. Mana adalah sumber kekuatan yang berasal dari luar diri kita yang melampaui kekuatan kita.

Semua keberadaan kita berasal dari sumber yang sama, ketika kita berpikir bahwa segala sesuatu itu mempunyai kekuatan, apakah itu alam, apakah itu orang lain, apakah itu roh, apakah itu yang kita sangka mempunyai kekuatan melebihi hidup yang sedang kita jalani, semua yang sedang kita lakukan, menurut ilmu pengetahuan ini, mengurangi kekuatan kita sendiri.

Mana adalah kekuatan untuk melakukan sesuatu, untuk menjadi kreatif. Mana adalah kekuatan didalam setiap benda, didalam setiap orang, dan menjadi dirinya sendiri yang paling potensial. Semakin kita membiarkan diri kita merasakan kekuatan itu, menggunakannya, merasa berhak atasnya, maka kita memiliki kekuatan untuk membuat diri kita menemukan potensinya yang paling tinggi.

PONO, ukuran kebenaran adalah keefektifannya.

Disini dikatakan bahwa ukuran kebenaran adalah efektifitasnya, selalu ada cara lain untuk melakukan segala sesuatu, kita tidak pernah benar-benar tergantung pada suatu cara, tidak ada sebuah cara untuk segala sesuatu, tidak hanya ada satu kebenaran, tidak hanya ada satu metoda, satu teknik, satu jenis obat, satu cara untuk menyembuhkan, satu cara agar bahagia, tidak hanya ada satu orang saja yang bisa membuat kita bahagia. Ada sangat banyak sekali cara untuk mencapai tujuan kita, untuk menjadi bahagia, menikmati hidup. Ini yang disebut Pono. Selalu ada jalan lain untuk melakukan sesuatu.

Gagasan ini kemudian diikuti oleh prinsip bahwa rencana kita bukanlah sesuatu yang keramat. Tujuan kita mungkin saja keramat, tetapi cara mencapainya tidak. Bila kita ingin mencapai suatu tujuan, bagaimanapun anda harus menggunakan cara yang sesuai dengan tujuan tersebut.

Bila kita ingin menciptakan kedamaian, maka anda harus menciapainya dengan cara yang penuh kedamaian. Karena anda tidak akan pernah memperoleh kedamaian dengan cara kekerasan, dengan kekerasan anda hanya akan memperoleh kekerasan yang lebih parah, sampai nanti suatu saat orang akan bosan dengan kekerasan lalu bersatu dan menggunakan cara yang penuh kedamaian untuk mencapai perdamaian. Tetapi bila kita memulai kedamaian itu didalam diri kita, maka kita akan menuju kedamaian didalam kehidupan kita, ini adalah benar-benar merupakan suatu kebenaran yang praktis. Cara hidup yang praktis, berdamai dengan diri kita sendiri, dan dengan orang lain.

Ini semua adalah prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang telah dipraktekkan oleh Kapua, ilmu ini disebut Kahuna, ilmu yang berasal dari kepualauan di Pasifik. Ilmu kebijaksanaan untuk dibagikan kepada yang menghendaki, bila anda ingin mempergunakannya, ambil bagian mana saja yang anda sukai, ambil dan pergunakanlah dalam kehidupan anda. Aloha.

SAATNYA PRAKTEK BOS, JANGAN TEORI MELULU. 
MUMPUNG GRATIS LHOO…. he..he..he..
PELATIHAN GRATIS KLIK DI SINI…