Bonus Kuantum Husada (Program Master Penghusada)

Bagi siswa Program Pelatihan Master Penghusada (M.Ph.), akan memperoleh Bonus berupa :

A. Aktivasi Mata Ketiga & Simulasi Otak Untuk Aktivasi Mata Ketiga, yang bermanfaat untuk :

1. Melihat energi
Dengan menggunakan mata ketiga, kita dapat melihat energi, melihat bentuknya dan warnanya seperti melihat aura, cakra, dll. Bahkan kemampuan mata ketiga dapat digunakan untuk melihat atom dan elektron tanpa perlu bantuan mikroskop. Keuntungan dari kemampuan melihat energi ialah kita bisa melihat kondisi aura dan tubuh kita apakah dalam kondisi bersih atau kotor, serta kita dapat dengan mudah mempelajari sifat-sifat dari energi.

2. Melihat alam halus/dimensi lebih tinggi
Dengan menggunakan mata ketiga, kita dapat mengakses dan melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi. Dapat melihat alam mahkluk halus dan lain sebagainya.

3. Melihat tembus pandang
Kemampuan mata ketiga dapat digunakan untuk melihat tembus pandang seperti misalnya meniatkan melihat tulang jari-jari tangan maka akan terlihat jari-jari tangan seperti pada foto rontgent, juga dapat digunakan melihat organ-organ tubuh lainnya.

4. Meraga Sukma / Astral Projection
Dengan terbukanya mata ketiga, maka akan teraktivasi pula kemampuan diri untuk melakukan perjalanan ke luar dari penjara badan. Atau disebut Out Of Body Experience. Melanglang buana ke seluruh belahan dunia Fisik maupun dunia gaib (Metafisik).

B. PAKET THE SECRET UNTUK KESUKSESAN, KEMAKMURAN, & KEKAYAAN :

  • VIDEO THE SECRET + Get Rich + thesecret visualisasi indonesian teks
  • ebook The Secret
  • ebook Wealth Strategy ala Kiyosaki
  • ebook Roadto TheGreatSuccess
  • ebook Rahasia Sukses Ekonomi Cina
  • ebook The Law Of Attraction
  • ebook The Secret “Try before You Die”

Jika Anda Tahu Rahasia Ini
Kekayaan, Kebahagiaan, Kesehatan
Semua Yang Anda Inginkan
Akan Menjadi Milik Anda.
Anda memiliki segala potensi untuk menjadi pemenang. Hanya, Anda harus mengenal diri Anda terlebih dulu untuk meraih kesuksesan tanpa batas. Potensi spiritual, emotional dan intellektual ( SEI ) adalah tiga modal utama yang dimiliki manusia.

Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi ada sebuah desakan yang sangat kuat sedang bekerja dalam diri Anda. Itulah yang disebut dengan Hukum Ketertarikan dan sekarang sedang menarik orang-orang, pekerjaan, dan hubungan ke dalam kehidupan Anda. Namun, tidak semuanya berpengaruh baik terhadap diri Anda! Jika kehidupan Anda terasa seolah-olah berbelok arah dan berubah menjadi semacam opera sabun yang buruk, maka itulah waktunya anda segera memiliki Paket Dahsyat ini..

SEI Empowerment, The Secret, & The Law Of Attraction
akan menjadi panduan Anda memetakan potensi Anda sendiri dan meraih kesuksesan tanpa batas. Jadi, apakah Anda memutuskan untuk menjadi seorang pemenang?

Jika jawabannya “iya”,
Anda sedang berada di jalur yang tepat.

Dalam DVD yang luar biasa ini Anda akan diberikan pemahaman tentang The Secret dan menerapkannya dalam kehidupan Anda. Anda akan tahu bahwa Rahasia ini sudah diketahui orang sejak dulu, lalu ditutup-tutupi, disembunyikan, dilarang, dan dijual dengan harga sangat mahal, agar orang-orang biasa seperti kita tidak pernah tahu. Karena baru kali ini dalam sejarah dunia, tokoh-tokoh terkemuka: ilmuwan, marketing, penulis, filsup, ahli agama, motivator, pemimpin perusahaan multi-milyar berkumpul bersama-sama mengungkapkan bagaimana The Secret Rahasia Hidup telah mengubah hidup mereka ke tangga sukses dan bagaimana hal ini akan merubah hidup banyak orang di dunia.

Apa Yang Akan Anda Temukan Di
DVD THE SECRET?

The Secret to Money: Rahasia Kekayaan!

Apakah Anda mau meningkatkan sisi finansial Anda? Tingkatkan kemakmuran dan kekayaan Anda dengan The Secret. Pelajari proses luar biasa untuk menghasilkan kekayaan yang diinginkan, bahwa Anda pantas menjadi kaya! Temukan hidup Anda di rumah impian Anda, berwisata ke tempat-tempat eksotik dunia, mengendarai mobil impian Anda! Belajar bagaimana keluar dari hutang dan mulai menikmati hidup. Inilah salah satu bagian The Secret yang paling digemari!


The Secret to Relationships: Rahasia Percintaan!

Ingin mendapatkan pria atau wanita idaman? The Secret akan menunjukkan Anda caranya, Anda akan heran betapa gampangnya. Begitu Anda tahu bagaimana menggunakan Hukum Ketertarikan, hidup Anda akan berubah!

The Secret to Health: Rahasia Kesehatan!

Rahasia dari kehidupan yang harmonis – termasuk kesehatan. Anda akan mendapatkan inspirasi dari orang-orang yang mengalami mujizat penyembuhan sendiri. Aplikasikan prinsip-prinsip The Secret agar hidup Anda penuh vitalitas, penuh energi dan kesehatan optimal mulai saat ini juga.

The Secret to You: Rahasia Hidup Anda!

The Secret akan mengungkapkan bagaimana menemukan jati diri Anda yang sebenarnya dan potensi Anda sebagai manusia. Anda adalah manusia yang mampu, memiliki dan berbuat APA SAJA yang dapat dipikirkan… Anda hanya perlu tahu caranya.


The Secret to Life: Rahasia Kehidupan!

The Secret memungkinkan Anda mewujudkan kehidupan yang benar-benar Anda inginkan. Anda dapat hidup dalam kelimpahan, kebahagiaan, penuh cinta, sehat dan berkecukupan. Begitu Anda mengetahui The Secret, Anda akan mendapatkan jalan menuju perwujudan keinginan hati Anda.

The Law of Attraction: Hukum Ketertarikan

The Secret telah menjadi suatu fenomena ketika orang yang tahu memberitahukan kepada teman dan keluarganya yang lain agar segera menonton DVD The Secret. Jutaan orang di dunia telah mengetahui The Secret – sekarang Anda telah menariknya ke dalam hidup Anda. Anda telah menggunakan Hukum Ketertarikan alam semesta tanpa Anda sadari, Hukum yang akan dijelaskan dalam DVD ini. Rahasia yang akan merubah hidup Anda selamanya.

Setelah menonton DVD ini, saya jamin Anda akan memberitahukan kepada teman/keluarga Anda (DVD ini juga sangat berharga sebagai hadiah untuk teman/keluarga/partner Anda tercinta). Anda akan terkilas balik akan kenyataan hidup Anda, dan bertanya-tanya mengapa rahasia ini tidak Anda dapatkan sebelumnya?

Apa yang harus Anda lakukan setelah menonton DVD The Secret …?

22 Cara Aplikasi Hukum Ketertarikan

Bagaimana caranya … begitu pertanyaan teman-teman yang sudah menonton The Secret? Agar lebih memudahkan Anda, saya kutip dari berbagai website aplikasi Hukum Ketertarikan:

  1. Apa yang kita inginkan dan tidak kita inginkan – akan diwujudkan, jadi sebaiknya kita fokus pada apa yang kita inginkan.
  2. Karena tidak ada batas atas apa yang dapat kita wujudkan, kita tidak perlu perlu membatasi diri karena kondisi kita sekarang. Kita bisa menjadi sukses seperti orang lain. Carilah tokoh panutan Anda untuk sukses.
  3. Cintailah diri Anda sendiri dulu, baru Anda bisa mewujudkan/menarik semua keinginan Anda.
  4. Selalu lihat bahwa setiap orang baik adanya. Berhentilah mencari kesalahan orang. Lihat potensi setiap orang, potensi setiap situasi, potensi diri sendiri.
  5. Masa ini adalah perwujudan pikiran kita masa lalu, masa depan adalah perwujudan pikiran kita masa kini. Tanyakan pada diri sendiri apa yang mau dicapai dalam 1, 2, 3, 5 tahun lagi, visualisasikan, maka pikiran akan mencari jalan untuk mewujudkannya.
  6. Jalanikan praktek The Secret dengan gembira! Nikmatilah! Andalah pencipta hidup Anda!
  7. Buatlah catatan tentang hal-hal yang Anda inginkan, reviewlah beberapa hari sekali, tambahkan keinginan Anda bilamana ada, dalam kebahagian dan kegembiraan.
  8. Jangan melihat suatu peristiwa dalam kontek kondisi terburuk, tapi apa yang bisa dicapai dan hikmah apa yang bisa dipetik dari suatu kejadian.
  9. Apabila teman Anda sukses, rasakan dan rayakan sukses seolah-olah itu sukses Anda yang akan datang. Setiap kali menghadiri acara perayaan sukses siapapun, jangan cuma berpikir orang tersebut beruntung, tapi yang beruntung adalah Anda, karena bisa turut merasakannya sekarang, dan mewujudkannya nanti.
  10. Hadirilah pameran perumahan, pameran mobil, pameran teknologi, berbahagialah karena Anda diberi kesempatan untuk mencobanya dan bervisualisasi.
  11. Orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin, orang yang sedang-sedang saja juga akan terus hidup seperti itu bilamana tidak merubah cara pandangannya. Bila kekayaan yang Anda inginkan, pakailah pola pemikiran orang kaya. Gunakan visualisasi ‘The Secret to Riches’ sebagai penguat keinginan Anda.
  12. Bahwa ada keinginan Anda yang belum terwujud, bukan karena tidak dikabulkan, tapi karena Anda belum siap menerimanya, kita belum satu frekuensi dengan keinginan kita. Ada tindakan yang harus kita lakukan agar suatu keingingan cepat terwujud.
  13. Bila kita sudah mempunyai tujuan yang akan dicapai, ide-ide akan datang sendiri di saat yang tidak kita sangka, biasanya saat-saat santai, untuk itu sebaiknya kita punya catatan kecil ide-ide. Bahwa Jack Canfield menemukan ide buku ‘Chicken Soup for the Soul’ di saat mandi, adalah sama seperti saat Newton menemukan Hukum Gravitasi saat duduk di bawah pohon apel, Einstein memikirkan Teori Relativitas saat sedang beristirahat karena demam, Archimedes berteriak Eureka menemukan ide saat sedang mandi juga.
  14. Dalam menjalankan Hukum Ketertarikan, kita dipandu oleh perasaan kita. Cetaklah tabel Sistem Panduan Perasaan, tempel dan pastikan bahwa perasaan kita senantiasa menuju level positif.
  15. Buatlah papan visi, tempelkan semua keinginan Anda, baik itu rumah, mobil, kekayaan, di tempat yang selalu terlihat setiap harinya. Hal ini akan membantu Anda melepaskan sinyal yang terus menerus untuk mewujudkannya.
  16. Jika kita tidak bisa atau sering lupa bersyukur, ambil sebuah batu, masukkan ke saku. Setiap kali menyentuh batu itu, ingatlah untuk bersyukur, berterimakasih atas apa yang sudah ada.
  17. Berliburlah, jangan bebani hidup Anda dengan pekerjaan terus menerus, karena ide-ide cemerlang baru akan muncul saat-saat santai. Berwisatalah, carilah cara pandang baru.
  18. Bangun tidur, mulailah hari baru Anda dengan kebahagiaan, bilamana perlu, downloadlah ‘The Secret to You’ ke handphone atau burn ke CD, visualisasikan setiap hari untuk hari yang indah dan Anda akan bisa mencapai segalanya.
  19. Alam semesta menyukai kecepatan, kalau diberi kesempatan, jangan ragu-ragu, jangan ditunda, segeralah bertindak, maka keinginan Anda akan semakin cepat terwujud.
  20. Apa gunanya menonton berita kriminalitas dan membaca berita kriminalitas, sori saja, tidak ada gunanya, Anda bahkan tidak mendapat apa-apa ketika menbawa berita ini kepada teman-teman Anda. Semakin banyak kriminal yang dibaca, semakin banyak beritanya, semakin banyak kejadiannya. Kriminalitas menarik kriminalitas. Untuk menjaga pikiran positif Anda, tidak perlu membaca berita atau menonton berita kriminalitas, lebih baik mengisi waktu Anda dengan bacaan/tontonan pengembangan diri.
  21. Bila Anda tidak suka kejahatan, promosikanlah kebaikan! Bila Anda tidak suka kemiskinan, carilah kekayaan, selalu ambil tindakan ke arah yang positif atas semua keadaan di dunia.
  22. Bila Anda ingin cepat belajar The Secret, tontonlah The Secret dengan teman atau kerabat atau rekan Anda. Anda tidak akan menyadari bahwa begitu banyak ide dari setiap orang yang dikenalkan dengan The Secret dapat membantu hidup Anda menjadi lebih bahagia dan sukses. Anda akan sangat bersyukur bilamana banyak orang yang bisa Anda bantu mencapai kehidupan yang diinginkan!

Jika Anda benar-benar serius untuk membuat suatu perubahan dalam hidup Anda, pergunakanlah kesempatan ini, karena alam semesta menyukai kecepatan, jangan ragu-ragu, jangan ditunda!

Apakah Anda Siap Merubah Hidup Anda
Mencapai Kekayaan, Kebahagian, Kesehatan
Yang Anda Impikan?

Tahukan Anda … mendapatkan hidup yang berbahagia, mencapai cita-cita dan impian serta memenuhi semua keinginan Anda adalah hal yang mulai. Jika Anda memperlajari The Secret Law of Attraction (Hukum Ketertarikan) Anda mempelajari bagaimana menjalani hidup ini dalam kelimpahan, uang, kebahagiaan, kesehatan akan datang kepada Anda tanpa halangan. Jika Anda tidak tahu Hukum Ketertarikan, hidup ini hanyalah kehidupan berat dan penuh perjuangan yang sangat panjang, Anda harus bekerja keras setiap hari.

Sekarang saatnya Anda tahu mengapa orang lain bisa menghasilkan kekayaan yang puluhan kali lebih besar dari Anda. Dan Anda tahu itu tidak disebabkan karena mereka lebih pintar atau bekerja 10x lebih keras, juga bukan karena mereka beruntung.

Bila Anda masih ragu-ragu … saya tahu, ini bukan hal yang pernah diajar di sekolah ataupun pendidikan formal lainnya. Boro-boro menciptakan lulusan yang siap sukses, lulusan yang siap kerja pun belum tentu. Tapi bila ada lulusan yang siap kerja, justru saya mau Anda percaya bahwa lulusan tersebut siap bekerja pada Anda, karena Anda sudah tahu rahasianya, Andalah yang menjadi bosnya!

Banyak orang yang harus bekerja puluhan tahun, baru menyadari bahwa inilah sebenarnya jalan hidup yang sebenarnya. Bahkan tidak sedikit orang yang hingga akhir hayatnya masih saja tidak menjadi siapa-siapa, hidup dalam kesusahan dan perjuangan. Jangan lakukan kesalahan yang sama! jika Anda siap membuat perbedaan dalam hidup Anda untuk Anda dan keluarga, katakan cukup pada semua alasan-alasan yang membebani Anda, yang jelas BERTINDAKLAH! .

IKUTI PROGRAM MASTER PENGHUSADA, Klik Di sini…

Iklan

Kitab Kehidupan

Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sahabat, apa pendapatmu tentang KITAB TAKDIR (Lauh Mahfuzh)….???????
Apakah itu kitab mati sperti kitab novel bikinan manusia…?
Atau itu sebuah kitab hidup yang berisi seribu satu kemungkinan kehidupan….?? Yang di setiap titiknya bercabang seribu kemungkinan, yang semua pilihannya diserahkan kepada kita…
Untuk di arahkan titik tersebut menjadi sebuah huruf, lalu kalimat, dan akhiranya sebuah cerita kehidupan yang utuh,,,???

“…(Rabb-ku) Yang mengetahui yang ghaib. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya seberat dzarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS Saba’:3)

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS Al-Hajj: 70)

“Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaann)nya. Maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kejelekan dan ketakwaannya.” (Asy-Syams: 7-8)

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia semuanya berada di antara dua jari dari jari-jemari ar-Rahman seperti satu hati, Dia membolak-balikkannya ke mana saja Ia kehendaki.” (HR Muslim)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11 )

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda :
“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)

Tanamlah gagasan, petiklah tindakan.
Tanamlah tindakan, petiklah kebiasaan.
Tanamlah kebiasaan, petiklah watak.
Tanamlah watak, petiklah nasib.

Dimulai dari gagasan yang diwujudkan dalam tindakan,
kemudian tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan berkali-kali akan menjelma menjadi watak, dan
watak inilah yang akhirnya mengantarkan kita kepada nasib.
Jadi nasib kita, kita sendirilah yang menentukan. Nasib kita ada di tangan kita.

Gagasan = Ide = ilham ► letaknya di dalam hati & fikiran…… Di ALAM VIBRASI QUANTA…..

Sahabat, Satu hal yang membuat Anda menjadi sukses adalah jika Anda menjadi orang yang fokus. Orang yang fokus tidak mau diganggu dengan gangguan-gangguan apapun juga. Setan bekerja keras untuk membuat Anda tidak fokus dan cara setan membuat Anda tidak terfokus ialah dengan mengirimkan berbagai macam gangguan dari segala penjuru.

“Setan selalu memberi janji-janji kepada mereka, dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka” (QS Al-Nisa’ [4]: 120).

Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya setan itu bercokol di hati putra Adam. Apabila berzikir, setan itu mundur menjauh, dan bilaia lengah, setan berbisik.”

Kemiskinan, kebodohan, dan penyakit merupakan senjata~senjata setan sekaligus menjadi iklim yang mengembangbiakkan virus-virus kejahatan.
“Setan menjanjikan (mentakut-takuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui (QS Al-Baqarah [2]: 268).

Penyakit juga merupakan senjata setan. Perhatikan keluhan Nabi Ayyub a.s.yang diabadikan Al-Quran surat Shad ayat 41 ketika menderita penyakit menahun.
“Dan ingatlah akan hamba Kami, Ayub (a.s.), ketika ia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan (penyakit).”

Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap kita mempunyai kekuatan tapi juga mempunyai kelemahan. Kekuatan kita adalah hal-hal yang dapat kita lakukan dengan sangat baik dan membuat kita bergairah. Melakukan hal itu sangat mudah bagi kita dan sangat menyenangkan.

Kekuatan kita memberitahukan kepada kita mana yang bisa kita lakukan dengan baik dan mana yang sulit kita lakukan. Karena kita mempunyai kekuatan dan juga kelemahan, ini berarti kita tidak bisa melakukan semua hal dengan sama baiknya. Kalau kita mau maksimal maka kita perlu fokus untuk mengembangkan kekuatan kita. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang sukses, mereka berfokus untuk terus mengembangkan kekuatan mereka. DAN FOKUSLAH HANYA PADA ALLAH SEMATA.

Ada 3 Hal buat sahabat semua :

  • Dalam hidup yg tdk bisa kembali : Waktu ; kata-kata ; kesempatan
  • Yang dpt menghancurkan hidup seseorang : Kemarahan ; Keangkuhan ; dendam
  • Yang tidak boleh hilang : Harapan ; keikhlasan ; Kejujuran
  • Yang paling berharga dlm hidup : Kasih sayang ; Cinta ; ketulusan
  • Yang membuat kita sukses : Tekad ; Kemauan ; Fokus

KUANTUM MAKRIFAT
Adalah Kurikulum pelajaran di NAQS DNA yang berisi pelajaran mengenai Makrifatullah atau jalan untuk mendekat kepada Tuhan (Taqorruban Ilallah). Dan untuk menyempurnakannya haruslah ditempuh melalui SEKOLAH KEHIDUPAN masing-masing siswa.

Hidup ini hanyalah ‘pemberian’ dari Yang Maha Memberi. Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya kembali. Dialah Allah Tuhan yang mengatur kehidupan kita ini. Dia pulalah yang berkuasa memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.

Menghadapkan wajah kepada Allah, artinya menjaga keseimbangan dalam hidup ini hanya selalu mengorbit dan beredar dalam lingkaran yang berpusat pada hati nurani yang telah terisi dengan Cahaya dari Nur Allah. Karena hati yang sudah tersambung dengan Nur Allah adalah pusat makna tertinggi dalam kehidupan yang di dalamnya sudah ada sifat-sifat mulia Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah, melalui berbagai bidang pekerjaan, melalui bisnis, maupun kehidupan lainnya. Bersyukur menerima kehidupan ini dan bersabar dalam setiap langkah kehidupan. Meskipun demikian tidak pernah berhenti berikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras.

Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, senantiasa bersikap perduli terhadap keadaan dan kondisi sosial masyarakat yang ada di lingkungannya masing-masing. Sebagaimana telah saya tulis dalam Spirit hari Raya Qurban kemarin. Perintah berqurban bagi mereka yang diberi kelebihan rizki dan membagikan dagingnya untuk kaum miskin, mengandung pesan penting “Bahwa Kita bisa dekat dengan Allah swt (Taqorrub ilallah) hanya ketika Kita bisa mendekati dan menolong saudara-saudara kita yang serba kekurangan”.

Maka berbahagialah bagi mereka yang dapat mengambil Hikmah & makna dari kehidupannya. Seimbang antara ZIKIR & FIKIRnya. Sehingga memperoleh kehidupan yang penuh makna & berbahagia di dunia & akhiratnya…

Allah berfirman :
“Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari ayat-ayatNya).” ( QS. Al Baqarah 2:269 )

Sahabat, bila kita hidup berlandaskan Sunnatullah & Kitabullah. Maka diri kita akan senantiasa selaras dengan Alam Semesta & Tuhan. Sehingga kita dapat meraih kesuksesan dengan sangat mudah [Effortles Success]. Karena kita bagaikan menggelindingkan bola salju dari atas bukit. Maka walaupun kemampuan kita di awalnya hanya mampu membuat bola salju sebesar kemampuan telapak tangan kita membuat bola salju. Namun ketika bola salju tersebut sudah bergulir, maka Bola Salju tersebut akan membesar dengan luar biasa.

Nah, dengan demikian step by step realisasi effortles success akan tercapai. Effortles success dimulai dari keadaan kita saat ini, apapun keadaannya. saat ini kita baru mampu membuat bola salju sebesar kepalan tangan kita tetapi dengan berlandaskan sunnatullah & kitabullah maka nanti akan membesar di luar dugaan kita……..

Selaras dengan Sunnatullah maknanya adalah selaras dengan Hukum Alam yang berada di Alam semesta yang merupakan ketetapan Allah yang berlaku untuk siapa saja baik untuk orang kafir, ahli maksiat, ataupun orang beriman. Cth. Hukum Grafitasi Bumi, Hukum The Law of Attraction, dll. Sehingga siapapun saja, terlepas dari sejauhmana keimanannya terhadap Tuhan. Apabila dapat hidup selaras dengan Hukum Alam, maka akan meraih kehidupan yang Sukses di Dunia. Sunnatullah = kepastian ilmiah yg konsisten.

Allah berfirman :
“Sebagai suatu SUNNATULLAH yang telah berlaku sejak dahulu,kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi SUNNATULLAH itu.” QS. Al Fat-h 48:23 )

Selaras dengan Kitabullah maknanya adalah selaras dengan Tuntunan Rasulullah SAW. Dan siapapun saja yang selaras dengan Kitabullah, maka akan meraih kesuksesan di dalam bidang batiniyah dan kehidupan aheratnya.

Akhirul Kalam
Kehidupan ibarat sebuah pohon takdir yang ditumbuhi puluhan bahkan ratusan cabang dan ranting. Ada cabang yang kokoh berdaun rimbun, berbunga, dan berbuah melimpah. Ada cabang yang kokoh, namun tak dihiasi terlalu rimbun daun maupun buah dan bunga yang indah, tapi masih tetap berdaun, berbuah dan berbunga. Ada pula cabang yang kering hingga hanya memiliki sedikit daun karena meranggas, tanpa memiliki sedikitpun buah dan bunga. Yang paling menyedihkan adalah cabang yang bahkan mati sebelum ditumbuhi daun…

Ketika cabang terbentuk. ……..Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi terhadap cabang tersebut. Semuanya berada di luar jangkauan, berada di luar kuasa kita. Cabang dan ranting adalah pilihan-pilihan yang harus kita tempuh untuk menjalani kehidupan. Setiap keputusan memiliki konsekuensi dan resiko masing-masing. Jadi, kehidupan yang dimiliki saat ini adalah hasil dari keputusan atas pilihan yang sudah kita lakukan di masa lalu.

Waktu tidak pernah bisa ditarik mundur…….. Tidak berguna menyesali pilihan yang sudah kita ambil. Yang harus kita lakukan adalah ambil keputusan terbaik. Hidup ada di tangan kita sendiri, baik atau buruk hasil yang kita dapat, itulah resiko atas pilihan yang telah kita buat……..

Menentukan pilihan hidup memang bukan perkara mudah, apalagi jika resiko didalamnya diperkirakan sama-sama memiliki imbas yang cukup besar yang tidak hanya pada diri sendiri tapi juga pada orang disekitarnya.

Dalam posisi seperti ini, rasionalitas jelas harus dijaga agar selalu lebih unggul daripada emosi hati. Meski sudahlah mafhum rasanya tidak ada rasionalitas yang meluap-luap, sebaliknya yang sering ada adalah emosi yang meluap-luap. Dengan kata lain, kalaulah ada “the power of nekad”, maka tentu harus pula diimbangi dengan “rasa syukur yang dahsyat!”

Dan karena hidup itu sendiri adalah pilihan, maka sesulit apapun mau tidak mau tetap harus memilih. Kalau sudah begini, rasanya penting untuk dicatat seperti apa kata Albert Einstein, ” berupayalah tidak hanya menjadi manusia yang sukses, tapi juga menjadi manusia yang bernilai.”

Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada skenario-skenario yang harus kita lakoni. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Dan hanya dengan berbekal Ilmu & Iman, maka segala kerisauan, kecemasan, ketakutan, serta kebimbangan dapat dikikis dengan tuntas.

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang- orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus : 62-63).

Bagaimana kondisi saat kita terlahir, memang bukanlah pilihan. Namun bagaimana kondisi kehidupan di akhir hayat kita, itu adalah hasil dari kebijaksanaan kita dalam memilih dan memutuskan kehidupan macam mana yang ingin kita tempuh dan cerita macam mana yang telah turut kita torehkan dalam kitab kehidupan kita. Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak. Maka pilihan hidup yang baik tentu tidak hanya semata agar menjadi manusia yang sukses, tapi juga bagaimana menjadi manusia yang bernilai.

Wallahu a’lam
WASSALAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLAHI WA BAROKATUH…

Spirit Hari Raya Qurban : Taqorrub 2

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi Wa barokatuh….

TAQORRUBAN ILALLAH, Yang terpenting adalah prosesnya dan bukan sampainya…..

Status Facebook dari Mbak Nur Sari Aini :

MEMILIKI TUJUAN
Pada suatu siang yang terik ada seorang master Sufi yang sangat terkenal karena kebijaksanaannya sehingga beliau bisa berbicara dengan siapa saja termasuk dengan bintang sekalipun. Dalam perjalanannya melintasi padang gurun tersebut, dia melihat seekor semut yang sedang berjalan terburu-buru. Dia penasaran dan tertarik untuk mencoba menyapanya.

“Hi semut, sedang kemana kamu sepertinya terburu-buru?”

Semut tersebut kaget kok bisa-bisanya ada manusia yang ngajak ngomong dia. Karena dia lihat sang Master Sufi tersebut sangatlah bijaksana maka dia menjawab

“saya sedang berjalan menuju ke Mekah”

Sang Master Sufi tersebut terbengong-bengong dan dia berpikir “ ngga salah nih dia mau pergi ke Mekah” dibenaknya, kemudian dia menanyakan kepada semut itu.

“ Kamu ke Mekah? Kapan kamu sampai? Sedangkan perjalanan ke Mekah sangatlah jauh? Mana bisa sampai?”

Dengan bijak sang semut tersebut menjawab

“ Tidak penting sampai atau tidak sampai, yang penting saya tahu tujuan hidup saya. Saya mau ke Mekah”

Dan tercenunglah sang Master Sufi tersebut sambil berpikir. Hmmm se-ekor semut saja mempunyai tujuan dalam hidupnya. Sedangkan banyak manusia yang masih belum mempunyai tujuan dalam hidupnya. Mereka membiarkan hidup mereka terombang ambing dibawa oleh arus. Ada yang bisa sampai ketujuan ada yang sudah skeptis sebelum mencapai tujuannya. Sedangkan semut ini? Wuihhh bijaksana sekali hidup dia. Setelah dia mengatakan itu, dia berpamitan kepada sang semut yang sedang berjalan tersebut dan mendoakan semut tersebut agar sampai pada tujuannya. amin…

Ulasan saya :
Status dari Sdri. Nur Sari aini di atas menimbulkan ilham di hati saya untuk menuliskan artikel ini.

Sering saya bertemu dengan para Salik atau para spiritualis yang rindu berjumpa dengan Tuhannya. Dan mereka banyak yang berkonsultasi dan sharing dengan saya. yang pada intinya, mereka sudah tidak sabar dan ingin segera berjumpa dengan Tuhan serta bertanya rute terdekat untuk sampai kepada Tuhan.

Dan saya jawab,

  1. Lupakan segala ambisimu untuk tergesa-gesa berjumpa dengan Tuhan. Karena Tuhan tidak akan pernah dapat kau temui ketika dirimu masih dipenuhi oleh nafsu kepentingan pribadi.
  2. Lupakan segala teori tentang ilmu hakikat & makrifat. karena semua pengetahuan itu memang penting untuk membuka wawasan fikiran dan hati kita terhadap Tuhan. Tetapi ingatlah, bahwa pengetahuan itu hanya sekedar untuk menguatkan dan mengokohkan perjalanan kita, namun tidak dapat menyampaikan kita untuk naik ke Maqom (Tingkatan Spiritual) yang lebih tinggi. Karena untuk naik maqom itu adalah murni Hidayah dan Kehendak Allah swt dan bukan karena kekuatan ilmu dan Mujahadah kita. Tugas kita hanya mengusahakan sebab-sebab yang memberikan akibat turunnya ridlo Allah atas diri kita dan selanjutnya kita bertawakal dan berserah diri kepada Allah swt semata.
  3. Sebagaimana spirit yang kita pelajari dari semut dalam kisah di atas, Yang menjadi inti persoalan bukanlah mengenai kapan sampainya kita. Yang terpenting adalah kita tahu tujuan hidup kita sehingga kita dapat memfokuskan diri di atas jalan yang lurus & benar.

Dalam manajemen Sukses di sebutkan, “Sukses Adalah Proses, dan Bukan Tujuan Akhir.”
Sukses adalah sebuah perjalanan yang tiada akhir, ini adalah terkait dengan pertumbuhan yang sehat dari Pohon Kehidupan kita. Yang mana kehidupan yang sehat dan benar akan senantiasa mengalami kemajuan yang terus menerus ke arah tujuan tertinggi kita, Visi Kita, dan kehidupan yang menjadi impian kita di segala bidang kehidupan.

Dengan meletakkan sukses di setiap titik perjalanan yang telah kita tempuh dan bukan di titik akhir perjalanan, akan menjadikan kita dapat menikmati dan mensyukuri setiap detik dari kehidupan kita…. Kita dapat menikmati moment hidup di saat ini, detik ini, dengan penuh kesadaran…. Sehingga diri kita akan senantiasa diselimuti oleh energi yang sangat kuat… Yang terpancar dari sikap positif kita terhadap kehidupan…

Dan bila energi sukses itu terpancar di setiap titik kehidupan kita, Bukankah itu artinya kita sudah hidup dan bergelimang dalam kesuksesan…..???

Allah berfirman :
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.


Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni’mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. ( QS. Ibrahim 7-8 )

Jika kita bersyukur maka nikmat akan ditambah.
Rasa syukur akan menyingkap tirai dan menghapus kabut yang melingkupi begitu banyak hal yang mestinya kita syukuri. Dengan mulai bersyukur, kita akan menemukan hal lain yang langsung kita sadari juga patut disyukuri. Rasa syukur ini, kemudian juga akan menemukan hal lain yang juga patut disyukuri. Bola salju itu mulai bergulir.

Maka berjalanlah kita dari satu rasa syukur ke rasa syukur yang lain. Sesungguhnyalah, perjalanan dan petualangan dari satu syukur ke syukur yang lain, adalah perjalanan dari satu nikmat ke nikmat yang lain.

Segala kenikmatan itu telah diberikan kepada kita, tanpa kita menyadarinya selama ini. Kesadaran akan eksistensi kenikmatan yang kini terkuak itu, jelas-jelas adalah penambahan kenikmatan yang muncul dari kesadaran dan makin pekanya panca indera kita.

Kemudian, rasa syukur yang mulai menyemburat dari berbagai penjuru itu akan menciptakan sebuah fenomena unik, yaitu munculnya rasa dekat sekaligus rasa senang dan rasa menyukai terkait dengan berbagai fenomena yang disyukuri. Dengan merasa dekat, senang, dan suka ini, kita akan menjadi makin peka dan lebih mampu melihat, mendengar, dan merasakan detil dari berbagai kenikmatan.

Kemudian, petualangan rasa senang, dekat, dan menyukai ini, yang dijejali oleh berbagai penemuan akan kenikmatan yang makin jelas dan makin detil, mulai menciptakan state (kondisi Fikiran & perasaan) yang sangat kondusif untuk kepentingan Learning dan Creativity. Segala kenikmatan itu kemudian makin terbuka dan terkuak, mengambil bentuk kenikmatan pembelajaran dan penemuan, kenikmatan kreatifitas dan berkreasi.

Muaranya, adalah pintu-pintu yang terbuka menuju solusi-solusi. Sangat mungkin, kenikmatan solusi itu juga muncul dari pintu yang tak pernah disangka-sangka.

Maka, mampukah kita menghitung kenikmatan yang dianugerahkannya-Nya?

Jika suatu saat engkau merasa mentok, merasa kurang kreatif, merasa putus asa, merasa tak menemukan jawaban dan putus harapan dari segala persoalan di dalam hidupmu, Engkau tahu harus bagaimana bukan…???  BERSYUKURLAH….

Wallahu a’lam

Spirit Hari Raya Qurban : Taqorrub

Assalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

Sahabat, Perintah berqurban bagi mereka yang diberi kelebihan rizki dan membagikan dagingnya untuk kaum miskin, mengandung pesan penting “bahwa Kita bisa dekat dengan Allah swt (Taqorrub ilallah) hanya ketika Kita bisa mendekati dan menolong saudara-saudara kita yang serba kekurangan”.

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Hajj :37 )

Idul Adha dan peristiwa kurban yang setiap tahun dirayakan umat muslim di dunia seharusnya tak hanya dimaknai sebatas proses ritual, tetapi juga diletakkan dalam konteks peneguhan nilai-nilai ketauhidan, sosial, kemanusiaan, dan spirit keadilan, sebagaimana pesan tekstual utama agama.

QURBAN”, yang secara etimologi berarti “pendekatan”, mengandung pesan tentang upaya mendekatkan diri kepada Tuhan dengan jalan mempersembahkan hidup kita untuk perjuangan membela nilai-nilai kemanusiaan. Nilai kebajikan ibadah qurban bukan terletak pada persembahan daging hewan qurban, melainkan ketakwaan dan ketulusan (QS al-Hajj: 37).

Sejarah pelaksanaan ibadah qurban ini bermula dari pengujian kesetiaan Ibrahim terhadap Tuhannya. Pada usianya yang telah mencapai 85-an tahun, Ibrahim belum dikaruniai keturunan. Sebagai ijabah dari permohonannya, Tuhan kemudian mengaruniakan seorang keturunan yang kemudian diberi nama Ismail (Tafsir al-Azhar, juz 23: 218). Lima tahun kemudian, Ibrahim bermimpi menyembelih Ismail. Setelah dimusyawarahkan, kemudian keduanya sepakat bahwa mimpi tersebut merupakan perintah dari Tuhan yang harus dilaksanakan. Di akhir kisah, Ismail diganti dengan seekor domba besar yang kemudian disembelih Ibrahim (QS. 37: 100-107).

Sejatinya Ibadah qurban adalah perintah Tuhan untuk mengorbankan dan menyembelih sifat egois, mementingkan diri sendiri, rakus dan serakah yang dibarengi dengan kecintaan kepada Allah swt yang diwujudkan dalam bentuk solidaritas dan kerja-kerja sosial. Kecintaan pada Allah swt ditunjukkan Nabi Ibrahim dengan kesediaan menyembelih putra kesayangannya Ismail. Sesungguhnya Tuhan menyuruh Ibrahim menyembelih putranya, yang disampaikan melalui mimpi, di samping ujian keimanan juga sarat pesan-pesan sosial kemanusiaan. Kepekaan sosial, keberpihakan kepada kaum lemah dan dilemahkan (mustadh’afin) adalah nilai sekaligus moral sosial yang terkandung dalam ibadah qurban.

Ibadah qurban hakikatnya mengajarkan kita untuk menolak segala bentuk egoisme dan keserakahan. Karena kedua sifat itu hanya akan merampas hak dan kepentingan kaum dhuafa (lemah) dan mustadh’afin (dilemahkan) . Di sisi lain ibadah qurban dapat menjadi solusi terhadap berbagai bentuk ketimpangan dan ketidakadilan sosial yang masih mewarnai di sekitar kita.

Perintah berqurban bagi mereka yang diberi kelebihan rizki dan membagikan dagingnya untuk kaum miskin, mengandung pesan penting “bahwa Kita bisa dekat dengan Allah swt hanya ketika Kita bisa mendekati dan menolong saudara-saudara kita yang serba kekurangan”. Semangat menyembelih hewan qurban yang dagingnya dibagikan kepada kaum fuqara dan masakin (fakir dan miskin), jelas dimaksudkan agar terjadi solidaritas dan tolong-menolong antar-anggota masyarakat. Yang kaya menolong si miskin dan sebaliknya yang miskin menolong si kaya. Sikap solidaritas ini diharapkan akan mengurangi kesenjangan sosial dan kondusif bagi pemberdayaan masyarakat.

Meski perayaan ‘idul qurban di rayakan setahun sekali, namun semangat berqurban tersebut seharusnya tidak hanya muncul ketika datang ‘Idul Adha. Ia harus terus -menerus hidup dalam diri kita. Tentu saja, di luar ‘Idul Adha, berqurban itu tidak harus berbentuk penyembelihan hewan. Ia dapat berupa apa saja yang bisa mendorong terwujudnya masyarakat yang berdaya, bermartabat yang selalu menjunjung nilai-nilai keadilan.

Kita sangat berharap dengan perayaan ‘Idul Adha akan muncul semangat berqurban di masyarakat, apalagi pemerintah. Semangat berqurban ini sangat penting artinya dalam membangun masa depan bangsa dan negara ke arah yang lebih maju, lebih baik, dan lebih sejahtera. Makna utama ibadah qurban yang berupa kesediaan untuk berkorban sebagaimana ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dapat dijadikan inspirasi bagaimana kita bisa saling berbagi dan memberdayakan sesama umat manusia, terutama mereka yang kurang beruntung.

TAQORRUB ILALLAH
Berkaitan dengan bab taqarrub ilallah, Imam Ibnu Hajar berkata: “termasuk dalam lafadz tersebut adalah seluruh kewajiban baik fardlu ain maupun fardlu kifayah. Sehingga bisa pula diambil pengertian darinya bahwa pelaksanaan perbuatan-perbuatan yang fardlu adalah aktifitas yang paling disukai Allah SWT, mulai dari pelaksanaan shalat, pembayaran zakat, berbakti kepada orang tua, menuntut ilmu, berjihad fi sabilillah, beramar makruf nahi munkar, bersikap jujur dan ikhlas lillahi taala dalam berperilaku, beristiqamah dalam beramal, memakan makanan yang halal lagi baik, menutup aurat perempuan – laki-laki, sampai pelaksanaan hukum-hukum hudud oleh negara atas tindakan kriminal (jarimah) seperti zina, liwath (homoseksual), pencurian, riddah (keluar dari Islam), pembunuhan dan kewajiban-kewajiban lainnya. Semua itu termasuk dalam aktifitas yang akan dapat mendekatkan diri seorang hamba yang mukmin kepada Rabnya.”

Aktifitas taqarrub ilallah dapat dikelompokkan menjadi:

Pertama: Pelaksanaan kewajiban.
Diantara pelaksanaan kewajiban yang utama adalah menuntut ilmu, sebagaimana sabda Nabi SAW:

“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Abdil Barr)

Nabi juga memberi dorongan agar setiap orang mukmin melaksanakan kewajiban ini melalui sabda Beliau SAW:

“Barang siapa pergi menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.” (HR. AbuDawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Baihaqi )

Selain itu yang juga dianggap sebagai qurbah adalah infaq fi sabilillah, maksudnya untuk urusan jihad. Al Quran menegaskan bahwa infaq fi sabilillah ini sebagai bentuk qurbah yang besar yang diberikan oleh seorang hamba mukmin kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya:

“Diantara orang-orang Arab Badui ada orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan menjadikan harta yang ia nafkahkan (dalam jihad fi sabilillah) sebagai pendekatan di sisi Allah dan jalan untuk mendapatkan doa Rasulullah. Ketahuilah itu memang merupakan pendekatan bagi mereka. Allah akan memasukkan ke dalam rahmat-Nya (surga). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS.At Taubah[9]: 99)

Begitu juga dengan dakwah, merupakan aktifitas wajib yang dapat mendekatkan seorang mukmin kepada Allah SWT. Bahkan, berdakwah disebut sebagai perkataan yang paling baik. Allah SWT berfirman:

”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan baik.” (An Nahl [16]: 125)

”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah.” (QS. Fushshilat [41]: 33)

Kedua: Pelaksanaan sunnah-sunnah nafilah atau mandubat.
Nabi SAW bersabda:
”Tak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah nafilah hingga Aku mencintainya. Kalau Aku sudah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya. Dan Aku akan menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya. Dan Aku akan menjadi tangannya yang ia berbuat dengannya. Dan Aku akan menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku niscaya akan Aku beri. Dan jika ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Aku lindungi.” (HR. Bukhari)

Amal-amal nafilah adalah setiap aktifitas yang merupakan tambahan dari amal-amal yang wajib, baik berupa shadaqah, dzikir, shalat sunnah, puasa sunnah, iktikaf, qiraatul quran dan lain-lain. Melalui pelaksanaan amal-amal nafilah tersebut, seorang mukmin akan terangkat derajatnya di sisi Allah SWT. Karena itu, dorongan untuk melaksanakannya begitu besar, sebagaimana sabda Nabi SAW:

”Jika seorang hamba bertaqarrub kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari.” (HR. Bukhari)

Ketiga: Pelaksanaan ketaatan-ketaatan lainnya.
Bentuk-bentuk ketaatan lain selain melaksanakan yang fardlu dan yang sunnah adalah meninggalkan apa saja yang diharamkan Allah SWT. Diantaranya adalah meninggalkan riba, judi, zina, khamer, dan sebagainya. Allah berfirman:

”Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al Baqarah [2]: 278)

”Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah [5]: 90)

Orang-orang yang bertaqarrub ilallah, mendekatkan diri kepada Allah, mereka akan menjadi kekasih-Nya. Jika seorang hamba telah menjadi kekasih Allah, maka dia berhak untuk mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari-Nya, doa dan permintaannya akan dikabulkan, serta akan diberi kecukupan rizki oleh Allah SWT. Para kekasih Allah inilah yang akan menjadi penghantar kebaikan dan pencegah dari keburukan. Bahkan kalau sebuah negeri penduduknya menjadi kekasih Allah, dengan keimanan dan ketakwaannya, maka Allah akan membukakan barakah-Nya dari langit dan bumi. Sebagaimana firman-Nya:

”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) Kami itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya,” (QS. Al A’raf [7]: 96)

Sahabat, salah satu cara untuk menghindar dari berbagai keburukan itu adalah dengan menjadikan para penduduk negeri ini sebagai orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, sebagai kekasih Allah, yang senantiasa melakukan aktifitas taqarrub, pendekatan diri kepada Allah melalui pelaksanaan berbagai kewajiban, amal-amal nafilah serta bentuk-bentuk ketaatan lain seperti meninggalkan larangan-larangan Allah. Dengan kata lain, kita harus mencetak pribadi-pribadi yang memiliki karakter sebagai orang yang beriman sekaligus beramal shalih. Sehingga rahmat, barakah dan pertolongan akan senantiasa diberikan Allah kepada kita. Amin, Ya Rabbal Alamin.

Wallahu’alam bi al-shawab.

Hukum Perubahan Energi

The Law of Perpetual Transmutation of Energy (Hukum perubahan energi tanpa henti):
Hukum alam ini menyebutkan bahwa energi tidak pernah berhenti berubah bentuk. Hal ini memberikan kesempatan kepada semua orang untuk bisa mengubah kondisi kehidupannya setiap saat mereka merasa ada yang perlu diubah atau diperbaiki.

Semua orang memiliki kekuatan ini karena semua orang memiliki energi (mereka terbentuk oleh energi).

Energi yang berfrekuensi tinggi bisa “menelan” atau mengkonsumsi energi berfrekuensi rendah dan lalu mengubahnya menjadi energi berfrekuensi tinggi.

Contohnya, bila Anda sedang merasa sedih, lalu Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, maka energi kegembiraan tersebut akan “memakan” energi kesedihan, dan kemudian mengubahnya menjadi kegembiraan.

Jadi siapapun orangnya, meski sekarang ini mereka memancarkan energi berfrekuensi negatif, kalau mau, bisa dengan mudah mengubahnya menjadi energi berfrekuensi positif dengan mengikuti dan menerapkan semua prinsip hukum universal sukses yang satu ini.

Kekuatan untuk melakukan segala sesuatu tidak datang dari luar diri seorang manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri. Oleh karena itulah Allah swt telah meletakkan energi berfrekwensi Tinggi atau berfrekwensi Ilahiah di dalam diri manusia yang disebut Kesadaran Ruh Ilahi. Yang dengannya manusia akan keluar dari segala kegelapan kehidupan menuju Kehidupan yang penuh dengan Cahaya [Minadzdzulumati ilannur].

Allah swt berfirman :

اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 257)

Berjalan di tengah siraman cahaya hidayah merupakan nikmat yang sangat agung. Sebaliknya, tenggelam dalam kegelapan kesesatan merupakan bencana yang sangat mengerikan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. al-An’aam: 122)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata mengenai tafsiran ayat ini, “Orang itu -yaitu yang berada dalam kegelapan- adalah dulunya mati akibat kebodohan yang meliputi hatinya, maka Allah menghidupkannya kembali dengan ilmu dan Allah berikan cahaya keimanan yang dengan itu dia bisa berjalan di tengah-tengah orang banyak.” (al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 35)

Orang-orang yang beriman, mendapat anugerah bimbingan dari Allah untuk keluar dari kegelapan menuju cahaya. Adapun orang-orang kafir (Manusia yang hatinya terkunci mati) yang jelas-jelas menentang ayat-ayat-Nya dan berpaling dari petunjuk Rabbnya, maka ‘pembimbing’ mereka adalah thoghut (Jin, syetan, Iblis, & kuasa kegelapan lainnya) , yang justru mengeluarkan mereka dari cahaya menuju gelap gulita.

Begitu pula orang-orang munafik, yang sengaja meninggalkan kebenaran dan mencampakkannya, maka Allah ta’ala membiarkan mereka berjalan di atas kegelapan yang mereka pilih atas kehendak hawa nafsunya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Perumpamaan mereka -orang munafik- seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.” (QS. al-Baqarah: 17-18)

al-Hafizh Ibnu Katsir menukil riwayat dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengenai tafsiran dari ayat ini. Beliau berkata, “Ini adalah sifat orang-orang munafik. Dahulu mereka beriman sehingga iman itu menyinari hati mereka sebagaimana api yang menyinari orang-orang yang menyalakan api. Kemudian mereka justru kufur maka Allah pun menghilangkan cahaya yang menyinari mereka dan mencabutnya sebagaimana lenyapnya cahaya dari api tersebut sehingga Allah membiarkan mereka berada dalam kegelapan, tidak dapat melihat.” (Tafsir al-Qur’an al-Azhim [1/67])

Cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup seorang hamba dan menuntunnya menuju keselamatan adalah cahaya al-Qur’an dan cahaya iman. Yang keduanya telah dipadukan oleh Allah ta’ala di dalam firman-Nya (yang artinya), “Dahulu kamu -Muhammad- tidak mengetahui apa itu al-Kitab dan apa pula iman, akan tetapi kemudian Kami jadikan hal itu sebagai cahaya yang dengannya Kami akan memberikan petunjuk siapa saja di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki.” (QS. asy-Syura: 52)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “…Dan sesungguhnya kedua hal itu -yaitu al-Qur’an dan iman- merupakan sumber segala kebaikan di dunia dan di akherat. Ilmu tentang keduanya adalah ilmu yang paling agung dan paling utama. Bahkan pada hakekatnya tidak ada ilmu yang bermanfaat bagi pemiliknya selain ilmu tentang keduanya.”(al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 38)

Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaitkan antara kemuliaan dan kejayaan suatu kaum dengan komitmen mereka terhadap ajaran al-Qur’an. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian kaum dengan sebab Kitab ini, dan akan menghinakan sebagian yang lain dengan sebab Kitab ini pula.” (HR. Muslim)

Sebagaimana Allah ta’ala menjadikan iman dan ilmu sebagai sebab pengangkatan derajat sebagian dari hamba-hamba-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu beberapa derajat.” (QS. al-Mujadilah: 11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengaitkan antara kebaikan seseorang dengan kepahamannya terhadap al-Qur’an dan komitmennya untuk mendakwahkannya. Beliau bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Dengan bahasa lain, kepahaman terhadap agama itulah yang akan menggiring manusia menuju kesuksesan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka niscaya akan dipahamkan dalam urusan agama.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Di sisi lain, Allah ta’ala juga mengaitkan antara kekuatan iman yang ada dalam hati seseorang dengan perhatiannya yang serius terhadap kandungan ayat-ayat al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka…” (QS. al-Anfaal: 2)

Sementara, kaum Khawarij -meskipun mereka pandai membaca al-Qur’an- namun dicela oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -bahkan disebut sebagai Syarrul khalqi wal khaliqah/sejelek-jelek manusia- akibat bacaan mereka tidak diiringi dengan kepahaman hati dan tidak bisa memetik pelajaran yang semestinya dari apa yang mereka baca -sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat/salafus shalih-. Beliau bersabda, “Mereka itu -yaitu Khawarij- pandai membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim). an-Nawawi rahimahullahmengutip salah satu penafsiran hadits ini bahwa maksudnya adalah, “…Maknanya hati mereka tidak memahaminya dan mereka tidak bisa mengambil pelajaran dari apa yang mereka baca…” (Syarh Muslim [4/349])

Dari sinilah, kita dapat menarik pelajaran bahwa untuk membebaskan diri dari kegelapan seorang hamba harus senantiasa meminta pertolongan kepada Allah, karena hanya Allah yang mampu untuk menghidupkan hati yang telah mati dan gersang menjadi hati yang hidup dan subur dengan keimanan. Sementara harapan itu tidak akan terwujud kecuali dengan cara mentadabburi al-Qur’an dan memahaminya sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Betapa indah ucapan al-Imam Nashir as-Sunnah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullah sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisirahimahullah dalam Lum’at al-I’tiqad-nya, “Aku beriman kepada Allah dan segala yang datang dari Allah sesuai dengan keinginan Allah. Dan aku beriman kepada Rasulullah dan segala yang datang dari Rasulullah sesuai dengan keinginan Rasulullah.”

Dan hal itu tidak akan terwujud dengan sempurna kecuali jika dilandaskan pada kepasrahan total terhadap ayat-ayat Tuhan yang berada di dalam Kitab Al-Quran sebagai ayat Kauliyah dan juga ayat-ayat Tuhan yang berada di alam semesta sebagai ayat Kauniyah yang kita kenal sebagai Hukum Alam atau Sunnatullah. Sehingga tidak ada jalan keluar dari kegelapan yang meliputi langit kehidupan kita kecuali dengan kembali kepada tuntunan dan bimbingan Tuhan semesta alam..

Allah swt. tidak menampilkan wujud Dzatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhluk-makhluknya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk. Maka, segala sesuatu yang tampak dan dapat dilihat dengan mata kepala kita, pasti itu bukan tuhan. Allah menganjurkan kepada manusia untuk mengikuti Nabi saw. supaya berpikir tentang makhluk-makhluk Allah. Jangan sekali-kali berpikir tentang Dzat Allah. Makhluk-makhluk yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan Allah inilah yang disarankan di dalam banyak ayat Al-Qur’an agar menjadi bahan berpikir tentang kebesaran Allah.

Ayat Qauliyah
Ayat-ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat ini menyentuh berbagai aspek, termasuk tentang cara mengenal Allah.

QS. At-Tin (95): 1-8
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman; sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Ayat Kauniyah
Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling kita (Alam Semesta) yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam semesta ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.

QS. Nuh (41): 53
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Kuantum Husada NAQS DNA
NAQS DNA, menggunakan Energi Cahaya Wasilah Nuurun ‘ala nuurin (Frekwensi “M”) sebagai jembatan penghubung di antara 7 level lapisan tubuh energi manusia. Sehingga cahaya Ilahi dapat menerobos hijab dan menerangi lapisan tubuh energi manusia hingga lapis yang terbawah yaitu tubuh fisik. Dan itu secara otomatis memberikan kemampuan pada manusia untuk memaksimalkan potensi 7 lapis tubuh energinya. Tanpa frekwensi yang berasal dari Allah SWT, Tidaklah mungkin manusia dapat terhubung dengan Sistem Energi Cahaya Ilahi dan mengoptimalkan Kesadaran Ruh Ilahiahnya untuk menerangi Hidup dan kehidupannya. Serta melakukan perubahan positif bagi hidup dan kehidupannya.

Melalui Attunement NAQS DNA, Kami akan menyetel frekwensi diri anda agar dapat selaras dengan Energy kesadaran, Energi Alam Semesta yang diridloi Allah swt, Serta Sistem Energi Alam Maha Kosmos (Alam Ketuhanan) yang sebenarnya adalah sesuatu yang alami dan merupakan potensi fitrah umat manusia. Dalam hal ini Kita tidak akan bertentangan dengan alam & Tuhan, akan tetapi kita akan selaras dengan kehendak alam & Tuhan. Metode NAQS DNA berlandaskan Ayat Kauniyah yaitu Sunnatullah (Hukum Alam) yang universal sifatnya sehingga bisa digunakan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Serta berlandaskan ayat Kauliyah yang termaktub di dalam Kitabullah sehingga selaras dengan tuntunan Allah swt, sehingga bagi umat Islam juga akan sangat aman menggunakannya tanpa takut terjebak pada kesyirikan serta aman bagi iman tauhid kaum muslimin wal muslimat semuanya.

Dengan selaras dengan Tuhan maka kita tidak akan terlalu lelah dan terlalu banyak mengeluarkan energy dalam mengahadapi segala problematika kehidupan. Hidup menjadi ringan dan Kesuksesan menjadi sedemikian mudah di raih sehingga seolah-olah tanpa upaya sama sekali (Effortless success). Menguras tenaga dan energi sebenarnya tidak terlalu perlu untuk dikeluarkan, apabila kita selaras dengan kehendak Tuhan. Dengan terhubung dengan Energi Cahaya Ilahi maka kita akan selalu tersuplai dengan energy yang berlimpah dan tiada batas.

Quantum Husada adalah Pelatihan dalam bidang terapi energi & Perwujudan Daya Cipta (Rahasia Praktek dari The Secret) untuk mewujudkan segala cita-cita dan hajat anda, dalam pelatihan ini anda akan di didik menjadi seorang Terapis yang handal. Sekelas dengan seorang Master Energi Reiki. Dan Anda Akan diberikan pelatihan tekhnik-tekhnik pengembangan diri serta tekhnik-tekhnik penyembuhan dengan energi spiritual. Seketika itu juga anda akan mampu menyalurkan energi kesembuhan untuk diri sendiri dan orang lain, baik untuk pasien yang ada di hadapan anda ataupun pasien yang berada dimanapun jua (Jarak Jauh). Serta tekhnik-tekhnik penyembuhan massal, sekaligus mengirim energi kesembuhan untuk ribuan orang secara sekaligus. Melakukan Programming energi, yaitu menyalurkan energi kesembuhan dengan kekuatan fikiran anda. Anda juga akan di ajarkan tekhnik-tekhnik Materialisasi, sebuah tekhnik untuk mewujudkan segala hajat, impian, dan cita-cita. dll.

Jalan Menuju ke-Sakti-an Diri

Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai Allah kepekaan untuk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yang diperlihatkan Allah kepadanya. Beruntung pula orang yang dititipi Allah aneka potensi kelebihan oleh-Nya, dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkannya untuk sebanyak-banyaknya umat manusia.

Karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana dirinya punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, ” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ” (HR. Bukhari).

Khairun naasi anfa’uhum linnaas. “Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak manfaat pada orang lain.”

Khairunnaas anfa’uhum linnaas (sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat untuk manusia yang lainnya). Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain merupakan perkara yang sangat dianjurkan oleh agama. Hal ini menjadi indikator berfungsinya nilai kemanusiaan yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya. Permisalan umum yang sering diungkapkan adalah “hiduplah bagai seekor lebah, jangan seperti lalat.”

Seekor lebah dia hidup selalu dari yang indah/bersih, dia hinggap di tangkai bunga tanpa mematahkannya, dia mengeluarkan sesuatu dzat yang sangat berguna atau menyehatkan yaitu madu. Sedangkan lalat, dia hidup selalu di lingkungan yang kotor, memberikan atau menyebarkan penyakit ke mana-mana.

Kalau kita coba menginstrospeksi diri kita, maka lihatlah keluarga kita, tetangga kita, saudara, kerabat, dan umat secara keseluruhan. Apakah mereka semua merasa senang ketika kita ada atau malah sebaliknya ? Secara filosofis keberadaan kita itu harus berimbas kemaslahatan buat yang lain bukan hanya sekedar diri kita saja.

Sahabat, Untuk mengetahui Jalan Pengembangan Diri untuk menjadi manusia yang Mahir, bermanfaat, serta shakti. Marilah kita renungkan nasehat orang-orang tua Jawa tempo Dulu yang di senandungkan di dalam sebuah tembang Mijil berikut ini.

Dedalane Guna lawan Sekti
Kudu Andhap Asor
Wani Ngalah Dhuwur (Luhur) Wekasane
Tumungkul yen dipun dukani.
Bapang den simpangi.
Ono catur mungkur.

Saya yakin setiap orang yang memiliki akal sehat pasti berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi hari demi hari menjalani hidupnya. Tinggal mungkin masalahnya, persepsi dan definisi ‘baik’ bagi setiap orang pastilah berbeda-beda. Ada yang menganggap keadaan baik adalah ketika kita mencari kebenaran, upaya lebih baik hari demi hari bisa diartikan sebagai semakin luas mendapatkan penglihatan akan kebenaran. Sementara sebagian lain menganggap baik adalah mendapat keuntungan, bila esok hari aset yang dimilikinya lebih banyak maka berarti hari esok lebih baik daripada hari ini. Ada juga yang melihat pada tolok ukur kemenangan akan sebuah persaingan. Karir meningkat, semakin dikenal banyak orang, bagi kelompok orang ini akan dianggap sebagai sebuah perjalanan menjadi baik.

Peta kehidupan di kepala kita yang kebetulan ditakdirkan hidup di jaman yang serba gemerlap bin instan ini memang bisa jadi membuat segalanya menjadi membingungkan. Pun bila tidak dilandasi oleh perenungan tujuan hidup yang secara tajam bisa selalu kita bawa, pemahaman yang ada di kepala kita justru bisa membawa kepada sebuah penglihatan akan ilusi. Sepertinya nyata tapi palsu. Tampak menyenangkan tapi membosankan.

Sehingga terkadang kita pun bisa ikut hanyut di dalam pusaran arus kehidupan yang justru membuat kita semakin jauh dari keinginan kita untuk menjadi lebih baik. Suatu ketika ada seseorang meneriakkan ide sehingga bisa menjadi pengusaha sukses dalam waktu singkat, maka orang pun berbondong-bondong mendengarkannya. Di tempat lain ada orang yang punya tips sukses karir dalam waktu singkat, maka ganti orang mengerubuti orang ini. Lalu apa sih sebenarnya definisi menjadi baik?

Dan beruntung kita memiliki pujangga sekaligus filsuf kehidupan jaman dahulu, yang bila kita secara jernih belajar dari apa yang mereka hasilkan, tersurat maupun tersirat, kita akan belajar untuk memahami diri kita sendiri. Seperti apa yang tergubah dalam tembang “Mijil”, yang konon dikomposisikan pertama kali oleh para Wali Songo. Yang berisi sebuah inspirasi tentang ‘bagaimana’ untuk menjadi lebih baik,.. yang baik!

Sebelum masuk kepada makna lirik tembang itu, saya perlu ceritakan disini tentang tembang Macapat. Terdiri dari sebelas tembang (salah satunya adalah “Mijil”), yang menurut para ahli tafsir sastra Jawa, tembang Macapat itu merupakan urutan sebuah perjalanan seseorang dari lahir sampai mati. “Mijil” adalah yang pertama. Secara harfiah berarti muncul atau tampil, ditafsirkan sebagai sebuah kelahiran. Ada yang menjelaskan bahwa itu merupakan kelahiran fisik bayi lahir dari kandungan ibunya, ada juga yang menafsirkan sebuah kelahiran ketika orang mulai muncul keinginan untuk menjadi baik, dikatakan sebagai kelahiran kembali.

Kemudian secara urutan, tembang Macapat berikutnya bernama “Maskumambang”, sebagai gambaran seorang bocah yang senang bermain. “Sinom” yang berarti muda, gambaran hidup seseorang disaat ‘muda’. “Asmaradana” sebagai simbol seseorang yang mulai menyukai lawan jenisnya. “Kinanthi” ketika orang tersebut mulai mengarungi bahtera rumah tangga. “Dandanggula” adalah gambaran saat indahnya kehidupan rumah tangga. Kemudian “Gambuh”, adalah sebuah sindiran saat kita mulai berkata ‘embuh’ kepada pasangan kita, dalam bahasa Jawa, ‘embuh’ berarti ‘tidak tahu’ atau ‘tidak peduli’. “Durma” adalah gambaran perselisihan dalam rumah tangga yang terkadang ada, kecil maupun besar. “Pangkur”, berarti gambaran masa-masa sulit kehidupan. “Megatruh”, berarti ‘megat-roh’, berpisah dengan roh, saat dimana roh berpisah dengan raga. Yang terakhir adalah “Pocung”, gambaran dimana raga yang ditinggal roh, dipocong dan dimakamkan.

Setiap tembang tersebut bisa digubah berisi syair yang berbeda-beda. Tapi setiap penggubah harus tunduk pada aturan yang disebut ‘ guru lagu’ (jatuhnya vokal di akhir tiap bait) dan ‘guru wilangan’ (jumlah suku kata tiap baitnya). Yang ternyata saya juga melihat setiap aturan guru lagu dan guru wilangan itu memiliki arti sendiri-sendiri yang bisa ditafsirkan menjadi sebuah nasihat kehidupan.

Kembali kepada “Mijil”, syair yang dinasihatkan ke saya, adalah syair yang pertama kali digubah, yang berbunyi :

Dedalane guno lawan sekti.
Dibuka dengan sebuah kalimat yang mengabarkan tentang jalan agar seseorang bisa menjadi bermanfaat dan sakti. Semacam prolog yang mengajak siapa pun yang mendengar, untuk menyimak apa yang akan diperdengarkan berikutnya. Juga saya bisa tafsirkan menjadi sebuah pengingat kita manusia, bahwa tujuan hidup bisa dilihat dari dua perpektif yaitu mempersiapkan bekal setelah mati (karena manusia pasti mati), dan melakukan sesuatu agar kesempatan kita hidup di dunia ini, menjadi sebuah kehidupan yang bermakna dan memberi manfaat bagi kehidupan. Sakti bisa ditafsirkan tentang gambaran sebuah pengetahuan dan ketrampilan seseorang. Bait ini bisa diterjemahkan secara bebas sebagai ‘jalan agar kita bermanfaat di dunia ini (sebagai salah satu tujuan hidup kita) dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki’.

Secara harfiah makna kata itu adalah sebuah persuasi akan jalan untuk menjadi manusia yang BERGUNA dan memiliki KOMPETENSI TINGGI. Hal ini juga luar biasa. Mengapa point-nya memilih menjadi manusia ‘berguna’ dan ‘berkompetensi tinggi’. Dua hal yang saling melengkapi. Niat untuk berguna tanpa kompetensi, mungkin tidak begitu banyak memberi manfaat bagi komunitas. Dan memiliki kompetensi tapi tidak mau untuk memberi manfaat kepada orang sekitarnya, juga justru akan memberi beban orang lain.

Kudu andhap asor.
Dalam terminologi Jawa, istilah andhap asor dimaknai dengan sikap rendah diri, tidak sombong, selalu membuka hati dan pikiran kepada sesuatu yang baru, boleh saja menganggap apa yang dipegang adalah sesuatu yang benar, tapi ‘andhap asor’ memberi pengertian kepada kita bahwa tidak seharusnya manusia menganggap dirinya yang paling benar, sehingga selalu melihat pendapat yang berbeda dengannya adalah sesuatu yang salah. Saya merasakan semangat ini sama seperti konsep abundance mentality yang dikemukakan stephen Covey. Bahwa masih banyak kemungkinan di luar sana, dibanding apa saja yang saat ini dikepala kita.

Yang berarti harus bisa menempatkan diri sehingga kita bisa selalu menghargai orang lain, siapa pun orang itu! Andhap asor artinya ‘dibawah’. Bukan dilihat sebagai kita berada dibawah, tapi dilihat sebagai kita menempatkan orang lain selalu lebih tinggi dari kita, selalu kita hargai, selalu kita hormati, tak peduli apakah dia pejabat atau gembel, orang pandai atau tidak, kita tetap harus menghargainya sebagai sesama manusia. Dan menariknya, kalimat ini menjadi bait kedua setelah kalimat pembuka. Seolah memberi penekanan mengenai awal pertama kali seseorang harus mampu untuk ‘tahu diri’, sehingga bisa ‘menempatkan diri’. Untuk kemudian mampu ‘membawa diri’.

Wani ngalah luhur wekasane.
Berani mengalah memberikan hasil akhir terbaik. Kata-kata ini sungguh menarik, bahwa untuk mengalah justru butuh keberanian. Ini adalah bait yang paling saya suka di tembang ini, entah mengapa. Masih ada lorong-lorong pemahaman akan bait ini yang belum saya mengerti benar. Karena cukup menggelitik. Bukankah hal ini sebuah paradoks, ketika kita diminta untuk mengalah justru membutuhkan keberanian. Biasanya orang berbicara agar seseorang harus berani agar menang. Tapi ini tidak, justru kita harus berani mengalah. Saya ingat salah satu nasihat dalam Islam tentang siapakah sebenarnya musuh paling besar seorang manusia? Tak lain adalah dirinya sendiri, egonya sendiri. ‘Mengalah’ bukan berarti kita kalah terhadap orang lain, ‘mengalah’ adalah ketika kita bisa menang atas diri kita sendiri. Sehingga benar juga kata orang-orang itu, bahwa untuk menang harus berani. Tapi kini yang dimaksud adalah menang terhadap diri kita sendiri, kita memiliki kendali terhadap diri kita sendiri. Kita mampu memimpin diri kita sendiri. Itulah arti ‘mengalah’, dan itu butuh keberanian.

Kita selama ini sepertinya sepakat bahwa untuk menjadi pemenang, artinya haruslah mengalahkan orang lain. Tapi seolah bait tembang ini justru membalikkan paradigma, bahwa untuk menang tidak harus dengan cara mengalahkan orang lain. Kemenangan justru bisa dicapai dengan cara memberi kemenangan kepada orang lain. Sesuatu hal yang butuh keberanian. Itulah mungkin kenapa ungkapannya ‘berani mengalah’. Seperti semangat win/win solution. Menang dengan cara tidak dengan mengalahkan, tapi berupaya agar orang lain juga menang!

Tumungkul yen dipun dukani.
Secara harfiah bait ini berarti ‘jangan membantah bila kita dimarahi’. Tapi perenungan saya tidak terbatas sampai disitu. Kita melihat ‘dimarahi’ bisa berarti oleh orang lain, tapi juga bisa oleh ‘kehidupan’, oleh ‘alam’, dan diujung perenungan itu bisa ‘oleh’ Sang Pencipta. Sebuah bencana, kecil atau besar, menimpa diri pribadi atau suatu umat, adalah juga saat kita ‘dimarahi’. Kita menemui kegagalan, karir mandeg, bisnis rugi, adalah juga saat-saat ketika kita ‘dimarahi’. Dan ‘tumungkul’ berarti ‘jangan membantah’. Yang bisa diartikan bahwa saat ‘dimarahi’ sebaiknya ‘tidak membantah’, tidak melawan, tidak putus asa, tidak saling menyalahkan. ‘Tidak membantah’ juga diartikan sebagai diam, mau untuk merenung, mau untuk belajar.

Bapang den simpangi.
Bapang adalah nama sebuah gubahan tarian yang bisa dikonotasikan sebagai bentuk ‘hura-hura’. Bait ini bisa diartikan agar orang sebaiknya menghindari hal-hal yang berifat ‘hura-hura’. Lebih jauh lagi dimaknai sebagai hal-hal yang hanya ada dipermukaan. Karena konotasi ‘bapang’ bisa diperluas kepada hal-hal yang hanya tampak indah dipermukaan tapi dalamnya rapuh. Mungkin ini bisa dijabarkan kepada sikap-sikap yang terlalu menyukai pubilisitas, sifat suka dipuji, senang kalau orang lain mengagung-agungkan kita. Hal itulah yang sebaiknya dihindari.

Ono catur mungkur.
Arti harfiahnya adalah, hindarilah pergunjingan. Pergunjingan biasanya selalu berawal dari prasangka buruk. Kalimat ini adalah sebuah inspirasi, alih-alih kita terlalu menanggapi prasangka buruk terhadap kita, sebaiknya justru kita lebih fokus pada apa yang baik kita kerjakan, dalam rangka memberi manfaat tadi. Saya terkadang sedih ketika kita melihat di sekitar kita saat ini masih jauh dari semangat seperti ini. Setiap kejadian, entah itu politik, hukum bahkan dunia hiburan sekalipun, selalu diikuti kegaduhan pergunjingan. Dan orang yang menjadi pokok pembicaraan juga ikut gaduh menanggapi. Sesuatu yang sebaiknya dihindari.

Untuk menjadi lebih baik, selalu berawal dari paradigma masing-masing kita tentang apa tujuan kita di sini, tujuan kita bekerja, tujuan kita membangun rumah tangga, sampai yang paling ujung adalah tujuan hidup kita. Dan saya pikir tidak terlalu berlebihan jika ‘menebar manfaat’ bisa menjadi inspirasi tujuan hidup kita. Dan itu bisa kita mulai dengan mari kita bersama-sama belajar makna “Mijil’…

Tak henti-hentinya saya harus kagum pada pembuat tembang Mijil ini. Semakin kagum ketika mencoba menggagas mengapa tembang ini diberi judul Mijil. Yang berarti muncul, dari tak ada menjadi ada. Seperti sebuah harapan ketika kita meresapi tembang ini, agar kita mampu untuk berubah menjadi orang yang baru,.. yang berguna dan berkompeten..

Semoga Bermanfaat.

Referensi :
Pitoyo Amrih
Menuju Insan Terbaik

Hadapi Atau Lari

Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sahabat, Tubuh mempunyai sistem alarm. Syaraf dan indera kita dapat memberikan tanda bahaya jika ada hal yang membahayakan secara fisik. Dengan adanya sistem alarm tsb. maka diharapkan Kesadaran kita tergugah dan secara sadar memperbaiki gangguan yang menimbulkan terpicunya sistem alarm tersebut. Sehingga kerusakan yang lebih parah dapat segera di tanggulangi dan di netralisir. Contoh-contoh berbagai Alarm tubuh :

STRESS
Stres itu normal, karena itu menandakan kalau badan Anda bereaksi terhadap perubahan emosional dan fisik yang tidak sesuai dengan harapan Anda, entah itu perubahan yang nyata atau imajinatif. Reaksi stres itu juga menunjukkan kalau badan Anda masih ingin melindungi Anda.

Pada saat menghadapi stimulasi yang tidak diinginkan, bagian otak yang bernama hipotalamus akan menghidupkan sistem alarm tubuh. Sistem alarm ini kemudian memicu pelepasan beberapa jenis hormon.

Hormon pertama adalah adrenalin. Adrenalin akan mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, dan menambah energi.

Bersama dengan adrenalin, sistem alarm juga akan memicu pelepasan cortisol yang merupakan hormon stres yang utama. Hormon ini dapat meningkatkan kadar glukosa di darah, meningkatkan penggunaan glukosa, dan memperbanyak substansi-substansi yang dapat memperbaiki jaringan tubuh. Cortisol juga menggantikan respon sistem kekebalan tubuh dan menekan sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan proses pertumbuhan.

Selain hipotalamus, reaksi stres juga berkomunikasi dengan bagian otak yang mengendalikan mood, motivasi, dan rasa takut.

Sekarang, bayangkan apa yang terjadi pada tubuh bila stres itu terjadi berulang, bahkan terus-menerus? Ya, Anda benar. Kesehatan badan dan pikiran akan terganggu.

Respon stres yang berlangsung lama dapat memperpanjang durasi kontak dengan hormon-hormon di atas sehingga dapat mengganggu hampir seluruh proses di tubuh. Dengan demikian, penderita stres akan memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami masalah di jantung, pola tidur, pencernaan, dan kulit serta kelebihan berat badan. Stres juga bisa memicu depresi dan mengganggu daya ingat (memori tidak lengkap).

TAKUT & CEMAS
Takut adalah reaksi alami tubuh dan pikiran saat menghadapi bahaya – yang dikenal dengan reaksi to fight or to flight ( hadapi – atau – lari ) – dan merupakan sistem alarm alami tubuh yang akan aktif saat bahaya/ancaman mendekat. Saat alarm ini aktif, maka tubuh akan mengeluarkan senyawa adrenalin ( melalui kelenjar adrenal ) kedalam aliran darah dan mengirimnya ke otak ( yang kemudian akan merespons dengan mengeluarkan senyawa lainnya – cortisol – yang merupakan hormon stress ).

Bila pilihan kita saat menghadapi bahaya adalah to fight ( hadapi ), maka tubuh untuk beberapa saat akan mengalami lonjakan adrenalin dan kortisol, namun setelah bahaya terlewati tubuh pun akan kembali ke kondisi normal. Sebaliknya, bila pilihan kita adalah to flight ( melarikan diri) maka kadar adrenalin dan kortisol dalam tubuh akan tetap tinggi, menyebabkan stress yang berkepanjangan, yang tidak hanya akan mengganggu kesehatan secara fisik, namun juga mengganggu ketenangan pikiran dan ketentraman batin.

Uniknya, tidak semua penyebab takut berlaku untuk semua orang. Ini karena setiap orang memiliki ’ hal tertentu ’ yang bisa memicunya untuk merasa takut, tergantung dari pengalaman pribadinya di masa lalu, atau karena nilai – nilai yang diyakininya (yang telah diwariskan oleh orangtuanya) sehingga mempengaruhi cara pandangnya terhadap sesuatu. Bahkan, hanya dengan membaca kolom kriminal di surat kabar atau menonton tayangan film horror pun bisa menjadi ’ancaman’ yang akan langsung mengaktifkan sistem alarm tubuh kita, dan memunculkan semua gejala stress.

Bila takut adalah reaksi tubuh dan pikiran saat menghadapi bahaya yang nyata, maka cemas adalah istilah untuk ’ rasa takut yang tak beralasan ’, karena muncul tanpa alasan yang jelas atau nyata.Akar penyebab kecemasan biasanya dikaitkan dengan pengalaman traumatik di masa lalu atau karena faktor keturunan.

Misalnya, seseorang di masa kecilnya pernah dipermalukan oleh teman-temannya saat berada dalam suatu pesta, maka di kehidupan dewasanya, setiap saat ia menemukan pemicu yang tepat – yang dapat kembali memunculkan pengalaman traumatik di masa kecilnya – misalnya saat diundang untuk menghadiri sebuah undangan pesta, maka rasa cemasnya akan muncul.

Rasa cemas, bila berkelanjutan akan menyebabkan rasa kuatir/khawatir. Kekuatiran adalah manifestasi dari kecemasan. Bentuknya bisa berupa brainchatter yang akan mengulang-ulang cerita, pengalaman, dan pikiran, dan yang akan memberi ’bahan bakar’ pada rasa takut, sehingga akhirnya ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran menjadi satu lingkaran yang tidak terputus karena akan saling memberi energi satu sama lain.

Sakit / Perasaan Sakit
Seorang client saya beberapa waktu lalu sering mengalami sakit yang hebat di dalam dirinya, apa yang ia lakukan sebelumnya adalah ia mulai dengan mencari dokter-dokter terkenal, menggunakan pain killer dan obat-obatan hingga dengan rutin mengalami body check up, olahraga, diet, yoga, meditasi dll.

Dan ia berkata kepada saya, “Saya sudah mencari solusinya kemana-mana, namun sakit ini kadang-kadang hilang tetapi tidak lama kemudian kembali lagi. Jika kamu bisa menghilangkan sakit ini, apapun yang kamu katakan akan saya lakukan yang penting harus masuk akal (logis).”

Teringat cerita diatas saya lalu bertanya kepada beliau, “Selama ini kamu sudah mencari jawaban atas masalahmu di luar, maukah kamu melakukan hal baru yang masih masuk akal dan mencari jawabannya di dalam dirimu.”

Ia terdiam beberapa saat sambil memandangi saya dan tersenyum.

Dr. Grinder pernah berkata, “Unconcious mengirim pesan melalui rasa.”

Sakit adalah signal alam bawah sadar yang sangat kuat, semakin kuat sakit tersebut, semakin mendesak (urgent) pesan yang dibawa. Selama ini orang mengira bahwa pesan dari alam bawah sadar hanya tersampaikan lewat Mimpi saja. Sebenarnya tidaklah demikian, Bagaikan seorang pengantar pesan (surat), semakin penting dan mendesak pesan tersebut, semakin keras ia akan mengetuk pintu Anda hingga mendapatkan respon Anda. Sehingga Rasa Sakit yang kita rasakan pada fisik kita ataupun emosi negatif berupa perasaan emosi dan amarah yang meledak-ledak, depresi, dll. Atau bahkan kacaunya kehidupan kita, kacaunya rumah tangga kita, kacaunya karir ataupun bisnis kita. Itu semua adalah pesan dari alam bawah sadar untuk kita.

Apa yang terjadi Ketika seseorang pada umumnya saat merasa terganggu oleh pembawa pesan tersebut, ia akan mencoba dengan berbagai cara untuk memusuhi, mengusir, menghalau, membentengi, “Membunuh“ dan apapun yang dapat kita lakukan untuk mengenyahkan pembawa pesan tersebut dan sangat ironi adalah ketika ia tidak peduli dan tidak perlu peduli dengan pesan yang dibawa.

Dalam kehidupan sehari-hari, obat-obatan ataupun alkohol dipergunakan untuk membunuh rasa sakit ataupun seseorang mencari kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa membuat ia melupakan dan menghilangkan perasaan sakit tersebut. Namun itu semua tidak menyelesaikan masalah. Karena penyelesaiannya baru bersifat simptomatik atau hanya menyelesaikan gejala yang ada di permukaan saja. Dan belum menyelesaiikan akar dari permasalahan yang sebenarnya.

Oleh karena itu sahabat. Alangkah bijaksana, bila mulai dari sekarang, ketika pembawa pesan datang, kita membukakan pintu lebar-lebar dan menyambutnya dengan baik sambil dengan tenang melihat apa pesan yang dibawa.

Perasaan sakit adalah sahabat lama yang hendak menyampaikan pesan kepada kita dan ketika kita membukakan pintu, mendengarkan pesan-pesannya dan kemudian ia akan pergi dan menghilang ketika pesan sudah diterima dengan baik.

Tidak lama kemudian ……….
Sang Client menemukan jawaban dan solusi atas permasalahannya di dalam dirinya dengan membukakan pintu kepada Sang pembawa pesan.

Demikianlah sahabat, adanya Rasa Sakit yg kita rasakan di tubuh fisik kita. Atau rasa tidak enak (Bad feeling) yang kita rasakan di dalam tubuh emosi kita. Atau Kebuntuan fikiran yang terjadi di tubuh fikiran kita… Bahkan adanya segala ketidaknyamanan yang kita rasakan di dalam hidup dan kehidupan kita. baik soal kesehatan Fisik & emosi, kesehatan ekonomi & finansial kita, kesehatan sosial dan rumah tangga kita, dll. Semua itu adalah ALARM, yang menyentuh kesadaran kita. yang sebenarnya merupakan perintah dari alam bawah sadar bagi Kesadaran untuk segera secara sadar mengadakan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

Sahabat, demikianlah mekanisme kehidupan yang merupakan sunnatullah yg telah ditetapkan Allah swt untuk kita. Oleh karena itu, marilah kita syukuri segala nikmat dan karunia Allah swt. Baik yang berupa Nikmat atupun Musibah. Karena hakikat itu semuanya adalah sebuah bentuk Kasih Sayang Allah untuk kebaikan diri kita….

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.“( QS Ali Imran : 190-191)